Kamis, 30 Maret 2017

Ganjar Kembalikan Jatah ke Miryam BAP Kasus E-KTP Bocor

SEMARANG -Miryam S Haryani mengaku menyerahkan 10 ribu dolar AS kepada para pimpinan Komisi II DPR, termasuk Ganjar Pranowo (saat itu Wakil Ketua Komisi II). Namun Ganjar menolak dan mengembalikan uang itu ke Miryam.
Hal itu tercantum dalam berita acara pemeriksaan (BAP) penyidik KPK terhadap politikus Partai Hanura Miryam S Haryani terkait dugaan korupsi E-KTP yang bocor ke publik. Mantan Ketua Mahkamah Konstitusi Mahfud MD menyatakan dirinya percaya dengan isi BAP tersebut,
termasuk keterangan Ganjar Pranowo tidak menerima uang suap E-KTP. ”Keterangan (Miryam di BAP) sudah benar, termasuk keterangan Ganjar Pranowo tidak menerima uang. Saya percaya itu benar,” katanya kepada Suara Merdeka dalam wawancara melalui telepon, Rabu (29/3). Mahfud sedari awal percaya, Ganjar sejak menjabat Wakil Ketua Komisi II DPR hingga sekarang menjadi gubernur adalah sosok yang bersih. Dia percaya Ganjar tidak menerima suap dan tidak terlibat kasus megakorupsi E-KTP. ”Itu menurut keyakinan saya, terserah nanti pengadilan bagaimana, yang jelas saya meyakini (Ganjar tak terlibat E-KTP) itu benar,” jelasnya.
Di sisi lain, Mahfud menegaskan, keterangan Miryam soal ditekan penyidik KPK sulit dipercaya. Sebab, KPK tak pernah menekan, mengancam, atau memaksa siapa pun untuk memberi keterangan. ”Saya tidak percaya ada tekanan di KPK, karena semua yang diperiksa di sana tidak ada tekanan,” katanya. Ketika pemeriksaan, penyidik KPK akan memperlakukan saksi atau tersangka dengan baik dan ramah. ”Malah dikasih makan, disuruh milih gado-gado atau nasi padang atau apa, diperlakukan ramah, tidak mungkin ditekan,” jelasnya.
Untuk membuktikan, KPK bisa mengeluarkan rekaman pemeriksaan. Dari situ nanti ada rekaman dari sekian sudut, tidak hanya satu. Kalau ditekan akan ketahuan, apalagi rekaman itu langsung masuk ruang komisioner. Seperti diketahui, Miryam menjadi saksi dalam sidang dugaan korupsi E-KTP di Pengadilan Tindak Pidana Korupsi (Tipikor) Jakarta Pusat, Kamis (23/3).
Alih-alih mengungkapkan segala yang dia ketahui, politikus Partai Hanura itu justru mencabut semua keterangannya dalam BAP yang dibuat bersama penyidik KPK. Penuntut umum KPK lalu menjadwalkan sidang untuk mengkonfrontir saksi dan penyidik yang memeriksa. Namun sidang yang dijadwalkan, Senin (27/3) ditunda karena Miryam tidak datang dengan alasan sakit. Sebagaimana diketahui, BAP saksi yang bocor ke publik sepanjang 27 halaman itu memuat fakta, yang bersangkutan telah diperiksa empat kali sebagai saksi atas terdakwa Sugiharto.
Yakni pada 1, 7, dan 14 Desember 2016 serta, 24 Januari 2017. Dalam BAP diketahui, peran saksi dalam kasus ini sangat krusial. Miryam diduga sebagai perantara dan pendistribusi uang dari terdakwa kasus korupsi KTPelektronik Sugiharto kepada Komisi II DPR. Miryam menerima uang dua kali pada medio 2011 dari Sugiharto. Modusnya, uang dalam pecahan 100 dolar AS yang diikat karet dan dimasukkan amplop, dititipkan oleh Sugiharto langsung ke rumah saksi di Kompleks Tanjung Barat Indah Jalan Teratai Raya Blok G 11/12 Jakarta Selatan. Miryam mengakui menerima dua kali pengiriman dari Sugiharto. Kiriman pertama 100.000 dolar AS dan kiriman kedua 200.000 dolar AS. ”Di amplop itu ada tulisan Komisi II,” katanya.
Sesuai perintah Chairuman Harapan selaku Ketua Komisi II, Miryam membagi-bagi uang itu dalam amplop terpisah. Yakni kepada anggota komisi II masing- masing 3.000 dolar AS dan 5.000 dolar AS sedangkan pimpinan komisi II masing-masing 10.000 dolar AS dan 15.000 ribu dolar AS. Khusus pemberian kepada pimpinan Komisi II, saksi menambahkan keterangannya pada bagian Ganjar. Menurut Miryam, para pimpinan Komisi II seluruhnya menerima uang, terkecuali satu orang Ganjar Pranowo.
Wakil Ketua Komisi II yang sekarang menjabat Gubernur Jateng itu dua kali menolak pemberiannya. Pihak lain, yakni Burhanuddin Napitupulu (Fraksi Golkar), Taufik Efendi (Fraksi Demokrat), dan Teguh Juwarno (Fraksi PAN) tidak ada kalimat menolak atau mengembalikan. ”Saya berikan 10.000 dolar AS dan 15.000 dolar AS kepada Saudara Ganjar Pranowo dari Fraksi PDIP tapi dikembalikan lagi ke saya. Lalu, saya serahkan kembali kepada Sdr Yasona Laoli selaku Kapoksi,” kata Miryam. Satu lagi yang menarik adalah penyebutan Akbar Faisal, anggota DPR dari Fraksi Hanura yang juga menerima uang. Nama Akbar sebelumnya tidak disebut dalam dakwaan sebagai penerima suap. Data nominal uang itu berasal dari pernyataan Miryam pada pemeriksaan pertama. Namun, itu dikoreksi pada pemeriksaan kedua. Miryam mengatakan nominal uang yang diberikan pada anggota komisi 1.500 dolar AS, kapoksi 1.500 dolar AS, dan untuk empat pimpinan Komisi II masing-masing 3.000 dolar AS. Yang tidak diubah Miryam hanya pernyataannya tentang Ganjar. Pada pemeriksaan kedua, Miryam tetap mengatakan Ganjar menolak pemberian 3.000 dolar AS. Pemeriksaan ketiga dan keempat tidak ada koreksi, hanya penegasan.
Pakar hukum pidana Universitas Islam Sultan Agung Semarang (Unissula) Rahmat Bowo Suharto mengatakan, pencabutan BAP yang dilakukan Miryam meragukan. Terlebih lagi, pencabutan itu dilakukan saksi dalam persidangan. ”Yang bersangkutan (Miryam) sudah di-BAP, empat kali klarifikasi keterangannya tetap seperti itu. Yang disebutkannya itu secara kronologis beruntun, runtut, sehingga sulit mengatakan Miryam memberikan keterangan di muka penyidik di bawah tekanan,” tandasnya.
Justru dia menyoroti pencabutan BAP bisa jadi yang di bawah tekanan. Meski demikian, saksi memiliki hak menyampaikan hal semacam itu. Namun jika terbukti BAP itu benar dan pemeriksaan tidak berada di bawah tekanan, maka Miryam bisa terkena pasal kesaksian palsu. Dalam kasus seperti ini, menurut Rahmat, majelis hakim bisa mengkonfrontir Miryam dan penyidik KPK. Para saksi lain, termasuk Ganjar juga bisa dihadirkan untuk membuktikan ucapannya. Sementara itu, Ganjar Pranowo menilai, bocoran BAP penyidik KPK terhadap Miryam S Haryani sesuai kenyataan, di mana dirinya tidak menerima uang suap. ”(Dengan adanya bocoran BAP) publik akhirnya tahu siapa menerima, siapa tidak karena ini berkaitan banyak hal, ada keluarga saya, ada anak, istri, kredibilitas saya, dan macammacam terkonfirmasi. Itu saya senang,” katanya.
Menurut Ganjar, bocoran BAP Miryam S Haryani itu merupakan petunjuk Tuhan untuk mengungkap kebenaran dan pada waktu yang tepat. Politikus PDI Perjuangan itu menyebutkan, pernyataan Miryam S Haryani dalam BAP seperti apa yang telah beberapa kali disampaikan ke publik. Sebelumnya, dalam wawancara dengan awak media, Ganjar menyatakan bahwa pernah dikonfrontasi dengan Miryam oleh penyidik KPK.
Dalam pertemuan itu, Miryam menyatakan tidak pernah memberi uang pada Ganjar. ”Allah memberikan jalan saja pada saya, karena pertama terkonfirmasi oleh cerita saya dulu bahwa saya dikonfrontasi oleh penyidik, dan yang saya ceritakan hari ini ada tulisannya ternyata, Alhamdulillah,” ujarnya.
Ganjar menilai beredarnya BAP tersebut membuat publik akan tahu bagaimana sikap dirinya soal proyek pengadaan E-KTP saat itu, termasuk kondisi dan fakta dalam kasus ini. ”Mungkin dari situ juga bisa menjelaskan alurnya seperti apa, dan siapa aktor yang ada di sana sehingga harapan saya publik lebih jelas,” katanya.

Sumber Berita : http://berita.suaramerdeka.com/smcetak/ganjar-kembalikan-jatah-ke-miryam/

Baca Terusannya »»  

Pati Peringkat Tiga Nasional P1 Adipura 2017 untuk Kota Kecil

PATI – Pati menempati peringkat tiga nasional dan peringkat satu Jateng dalam penilaian tahap pertama (P1) Adipura 2017 untuk kategori Kota Kecil dengan raihan nilai 77,94.
Akan tetapi, khusus penilaian Tempat Pembuangan Akhir (TPA) sampah Pati di Desa Sukoharjo, Kecamatan Margorejo, berada di peringkat Vdengan nilai 76,57 di bawah Muara Enim, Sumatra Selatan (Sumsel) yang mendapatkan nilai 77,87.
Urutan pertama untuk TPA ditempati Turikale, Kabupaten Maros, Sulawesi Selatan (Sulses) dengan nilai 80,79 diikuti Martapura, Kabupaten Banjar, Kalimantan Selatan (80,53) dan Bangli, Kabupaten Bangli, Bali (78,31).
Petugas lapangan Bidang Kebersihan dan Pertamanan Dinas Pekerjaan Umum (DPU) dan Tata Ruang (TR) Kabupaten Pati, Sukiman yang mengikuti Ekspose Hasil Penilaian Adipura (P1), Rabu (29/3), sebagai kota kecil, Pati menempati urutan ketiga dengan nilai (77,94).
Urutan pertama diraih Martapura, Kabupaten Banjar, Kalimantan Selatan (78,70), peringkat kedua Turikale, Kabupaten Maros, Sulawesi Selatan (78,53), dan urutan empat ditempati Bangli, Kabupaten Bangli, Bali (77,64). Dari selisih niliai sangat tipis tersebut, yang masuk nominasi nasional ada 15 kota kecil.
Untuk pengelolaan TPA Pati diakuinya memang belum bisa memperoleh nilai maksimal, karena selama ini pengelolaannya masih menggunakan sistem control landfill sehingga berbeda dengan peringkat satu hingg tiga yang sudah menggunakan sistem sanitary landfill.
Mampu Bersaing
Untuk penerapan sistem tersebut, Pati saat ini sedang mempersiapkan penyediaan fasilitas itu yang alokasi anggarannya berasal dari bantuan Pemprov Jateng. “Saat ini pembuatan TPA model itu tengah dilakukan oleh rekanan pemenang tender dari Kota Semarang,” kata Sukiman. Sesuai kalender kerja, masih kata Sukiman, lamanya pelaksanaan pekerjaan adalah 210 hari.
Sehingga pertengahan Oktober 2017 TPA model sanitary landfill sudah tuntas dan tahun depan Pati sudah menggunakan sistem tersebut. Pihaknya optrimistis, jika sistem tersebut diberlakukan, Pati akan mampu bersaing dengan kota kecil lain yang saat ini mengungguli Pati.
Terkait posisi Pati pada peringkat ketiga nasional untuk kota kecil, selain faktor TPA, pihaknya melihat dukungan dari masyarakat untuk penyediaan fasilitas taman kota masih perlu ditingkatkan. Sebab, ketika berlangsung penilaian P1 ada warga yang tidak tahu atau karena sengaja membuang sampah tidak pada tempatnya.
Selain itu ada pula yang membuang sampah tapi tidak tidak sesuai peruntukannya. Hal itu tampak saat dilakukan pemeriksaan banyak sampah organik dicampur dengan yang nonorganik meskipun pada tempat sampah itu sudah diberi tulisan.
Fakta tersebut menjadi catatan pihaknya untuk terus berbenah. Sebab, usai ekspose hasil penilaian P1 tahapan berikutnya tentu masih ada verifikasi sebelum penyampaian paparan di depan Dewan Adipura.
Biasanya penyampaian pengumuman hasilnya, pada akhir Mei karena pada Hari Lingkungan Hidup penyerahan penghargaan Adipura diserahkan. “Adapun yang menyampaikan paparan pelaksanaan Adipura adalah Bupati,” imbuhnya.

Sumber Berita : http://berita.suaramerdeka.com/smcetak/pati-peringkat-tiga-nasional/

Baca Terusannya »»  

1 Mei Becak Motor Dilarang Beroperasi Kepolisian Buka Ruang Dialog

PATI – Para penarik becak motor (bentor) di Pati mengaku resah menyusul gencarnya pelarangan yang dilakukan aparat kepolisian terkait perakitan dan penggunaan alat transportasi hasil modifikasi antara motor dan becak itu. “Kami tidak tahu lagi mau bekerja apa jika bentor benar-benar dilarang.
Padahal pekerjaan ini satu-satunya yang kami andalkan untuk mencukupi kebutuhan keluarga,” kata juru bicara penarik bentor, Suroto didampingi belasan rekannya, kemarin. Para penarik bentor berkumpul di kantor LSM, Yayasan Society for Health Education, Environment and Peace (SHEEP) Indonesia Area Jateng di Kutoharjo, Pati, kemarin.
Mereka mengeluh dan menyampaikan kegelisahannya tersebut. Suroto mengaku, pekerjaan sebagai penarik bentor sebenarnya bukan pilihannya.
Namun, karena terpaksa maka dia lakoni untuk menopang ekonomi keluarga. “Secara fisik saya sudah cacat setelah mengalami kecelakaan. Kalau harus menarik becak onthel tidak kuat lagi sehingga saya narik bentor,” kata Suroto.
Tak hanya untuk bertahan hidup, penghasilannya dari menarik bentor sejauh ini digunakan menyekolahkan anak-anaknya. Menurutnya pekerjaan itu halal dan motor yang dimodifikasi dengan becak juga legal lantaran memiliki surat lengkap.
Dia menyebut, nasib buruk akan menimpa penarik bentor di seluruh Kabupaten Pati yang jumlahnya mencapai ratusan orang. Mereka bukan hanya beroperasi di Pati Kota, tetapi juga di Kecamatan Juwana, Wedarijaksa, Trangkil, Margoyoso, Tayu, dan lainnya.
Penegakan Aturan
Terpisah, Kapolres melalui Kasatlantas Polres Pati AKP Ikrar Potawari menyatakan, penegakan aturan tentang beroperasinya kendaraan bermotor, kereta gandengan, dan kereta tempelan diberlakukan secara tegas mulai 1 Mei 2017.
Bentor, kereta kelinci, odong-odong, dan kendaraan rakitan sejenis merupakan bagian dari kategori tersebut. Ketentuan itu didasarkan pada Undang-Undang No 22/2009 tentang Lalu Lintas dan Angkutan Jalan.
Dalam ketentuan itu disebutkan, bahwa kendaraan jenis tersebut jika dipoerasikan di jalan wajib dilakukan pengujian tipe dan berkala. Hal tersebut telah disosialisasikan secara luas, salah satunya melalui pemasangan spanduk dan imbauan langsung oleh petugas yang turun ke lapangan.
Sosoailisasi juga menyebut ancaman pidana penjara satu satun atau denda paling banyak Rp 24 juta bagi perakit kendaraan bermotor yang menyebabkan perubahan tipe, kereta gandengan, kereta tempelan, dan kendaraan khusus yang tidak memenuhi kewajiban uji tipe.
“Bentor itu jelas-jelas melanggar (aturan-Red) karena kondisi kendaraan tidak sesuai dengan surat kendaraannya, pasti berbahaya baik bagi pengemudi maupun penumpang. Jadi, kami sosialisasikan sebelum dilakukan penegakan aturan,” kata Kasatlantas.
Dirinya mengaku, kepolisian membuka peluang dialog jika dirasa langkah tersebut kurang dapat diterima. Bahkan, dirinya mempersilakan apabila penarik bentor berdemo terkait penegakan aturan tersebut.

Sumber Berita : http://berita.suaramerdeka.com/smcetak/1-mei-becak-motor-dilarang-beroperasi/
Baca Terusannya »»  

Warga Gadudero Desak Pembangunan Jalan Tembus

PATI – Kendati telah lama diusulkan, jalan tembus dari Kasiyan Baru, Desa Kasiyan, Kecamatan Sukolilo, Pati hingga ke Desa Gadudero hingga saat ini belum bisa diwujudkan.
Sebab, untuk mewujudkan gagasan itu sangat dibutuhkan biaya cukup besar, karena panjang akses jalan tersebut mencapai 4,5 kilometer lebih. Pihak pemerintahan desa sendiri mengaku tidak mampu jika harus membiayai pembanguna jalan tersebut.
Karena itu, harapan satu-satunya adalah perlu peran Pemkab yang sejak tahun lalu sudah mengambil alih akses jalan poros desa menjadi jalan kabupaten. Sejumlah warga berharap, Pemkab merespons usulan warga mengingat fungsi strategis dari keberadaan jalan tembus.
Untuk tahap awal, Pemkab dapat melakukan sosialisasi kepada pemilik lahan di areal bekas rawa tersebut. “Warga yang dari selatan bila hendak ke Kudus maupun ke Pati atau sebaliknya bisa langsung, tidak perlu harus ke timur hingga di pertigaan Cengkalsewu,” kata salah seorang warga, Eko Yasir (68).
Menurut Eko yang juga mantan Kades Gadudero, sebenarnya gagasan membuat jalan tembus hingga jalan provinsi Pati-Purwodadi itu sudah pernah disampaikan oleh almarhum ayahnya, Soetadi.
Banyak Keuntungan
Almarhum menyampaikan hal tersebut saat dilakukannya peningkatan ruas jalan pada sekitar 1970 oleh Pemkab. Namun justru arahnya berbelok ke timur.
Padahal, jika lurus ke selatan banyak keuntungan, antara lain warga Wotan dan Baturejo jika hendak ke Pati melalui Kudus tidak perlu lewat Sukolilo. Sebab, di tengah-tengah areal persawahan juga terdapat akses jalan, yaitu lewat Dukuh Bacem, Desa Baturejo yang dikenal sebagi dukuh persinggahan Sunan Kalijaga.
Jika akses jalan tembus dari Kasiyan Baru bisa ke selatan langsung ke Gadudero, maka areal bekas rawa-rawa itu nanti akan banyak dihuni oleh warga yang mempunyai lahan di lokasi tersebut. “Terlebih jika akses jalan ke Dukuh Bacem, Desa Baturejo dibuka kembali pasti desa di wilayah perbatasan antara Pati-Kudus akan bisa berkembang lebih maksimal,” imbuhnya.
Diminta tanggapannya, Kabid Binamarga Dinas Pekerjaan Umum (DPU) dan Tata Ruang (TR) Kabupaten Pati, Ahmad Faizal mengatakan, pihaknya belum bisa bicara kemungkinan dibangunnya akses jalan lewat areal persawahan bekas rawa itu.
“Suatu saat jika memang kondisi sudah memungkinkan kami akan memerintahkan personel untuk melakukan survei ke lokasi,” kata Ahmad Faizal.

Sumber Berita : http://berita.suaramerdeka.com/smcetak/warga-gadudero-desak-pembangunan-jalan-tembus/
Baca Terusannya »»  

Polres Gelar Lomba Siskamling di 14 Kecamatan HUT Ke-71 Bhayangkara

REMBANG – Polres Rembang menggelar lomba Sistem Keamanan Lingkungan (Siskamling) yang melibatkan perwakilan desa di empat belas wilayah Mapolsek jajaran.
Mapolsek menunjuk satu desa di wilayahnya sebagai penyelenggara perlombaan tersebut. Kegiatan yang digelar dalam rangka menyambut HUT Bhayangkara ke-71 itu menghadirkan penilai dari Satbinmas Polres Rembang.
Di beberapa kesempatan penilain, lomba Siskamling disambut cukup antusias dengan ditandai ratusan warga yang hadir. Penilaian lomba yang terakhir dilakukan oleh Satbinmas bertempat di Desa Kabongan Kidul Kecamatan Kota Rembang.
Warga dan perangkat desa Rt 1 Rw 2 Desa Kabongan Kidul memperagakan Siskamling yang kreatif untuk meminimalisir terjadianya tindak pidana di tengah masyarakat. Kasatbinmas Polres Rembang, AKP Suwaji mengatakan, perlombaan ini juga bertujuan untuk mendongkrak kegiatan Siskamling di tengah masyarakat.
Sebab, di beberapa daerah kegiatan Siskamling ada kecenderungan menurun sehingga perlu upaya penggalaan kembali. ”Kamtibmas adalah tanggung jawab bersama semua pihak.
Oleh karena itu, kami berharap warga bisa selalu meningkatkan semangat menjalankan Siskamling untuk meningkatkan keamanan di wilayah mereka sendiri,” terang dia.
Ia menambahkan, beberapa komponen penilaian adalah sarana dan prasarana Poskamling, kesadaran masyarakat untuk ikut ronda, administrasi seperti daftar hadir ronda serta tingkat keamanan di desa tersebut.

Sumber Berita : http://berita.suaramerdeka.com/smcetak/polres-gelar-lomba-siskamling-di-14-kecamatan/
Baca Terusannya »»  

Ambulans Polres Gratis

JEPARA – Polres Jepara menerima hibah satu unit ambulans dari salah satu perusahaan swasta di Jepara, Rabu (29/3). Armada itu selain untuk operasional anggota Polres, juga bisa dimanfaatkan oleh masyarakat umum.
Kapolres Jepara AKBP M Samsu Arifin menjelaskan, hibah ambulans tersebut menambah armada ambulans yang sudah dimiliki oleh Polres Jepara. Sebelumnya, Polres Jepara sudah memiliki dua unit ambulans.
Tambahan satu ambulans lagi tersebut akan digunakan untuk kebutuhan penjemputan korban kriminalitas maupun kecelakaan lalu lintas dari tempat kejadian perkara.
Selama ini, jelas Samsu, jajarannya kekurangan ambulans saat menjemput korban di TKP. Sehingga butuh waktu lama jika mengandalkan dua ambulans.
Sehingga pihaknya harus berkoordinasi dengan instansi lain. “Di luar itu, masyarakat juga bisa memanfaatkannya. Selama armada tersebut tidak digunakan oleh anggota untuk keperluan di TKP. Ini sebagai bentuk pelayanan kami ke masyarakat,” kata Samsu.
Bisa Dipinjam
Dijelaskan, masyarakat yang membutuhkan fasilitas tersebut bisa meminjam langsung di Polres Jepara atau melalui Polsek maupun Babalinkamtibmas masing-masing.
Samsu menjamin, masyarakat yang menggunakan ambulans tersebut tidak dipungut biaya apa pun. Selama ini masyarakat harus mengeluarkan biaya tambahan jika memakai jasa ambulans.
“Tidak ada biaya apa pun. Itu fasilitas dari Polres Jepara,” tutur Samsu. Pihaknya berharap, ke depan bisa ada satu unit ambulans untuk satu Polsek.
Sehingga operasional di TKP hingga pelayanan untuk masyarakat bisa lebih cepat. “Paling tidak satu rayon (wilayah utara, tengah dan selatan) ada satu ambulans,” tambahnya.

Sumber Berita : http://berita.suaramerdeka.com/smcetak/ambulans-polres-gratis/
Baca Terusannya »»  

LMDH Dilibatkan dalam Proses Tebang Kayu

RANDUBLATUNG – Tidak hanya dalam pengelolaan kawasan hutan, Lembaga Masyarakat Desa Hutan (LMDH) dilibatkan pula dalam proses penebangan kayu.
Pelibatan LMDH tersebut di antaranya dengan mengerahkan para anggotanya untuk membantu proses penebangan kayu jati hingga selesai. Potret proses produksi kayu tersebut terlihat di Petak 15 RPH Nglencong, BKPH Trembes KPH Randublatung, Blora.
Asper Trembes Agus Pundhi Hidayat mengatakan, dalam proses tebangan kayu jati di petak 15 pihaknya memberdayakan LMDH setempat. Menurutnya, sejumlah anggota LMDH ikut membantu pekerjaan tebangan baik dalam hal pengamanan area tebangan maupun pekerjaan lain yang menyangkut teknis lapangan.
”Untuk pengamanan area tebangan, kami berdayakan dari seksi produksi dari LMDH setempat sekaligus mereka ikut memantau situasi keamanan area tebangan bersama dengan penjaga teresan yang berasal dari Perhutani,” ujarnya, kemarin.
Di samping itu secara berkala aparat keamanan TNI maupun Polri melakukan patroli di kawasan hutan Trembes. Bersama Perhutani, mereka juga melakukan komunikasi sosial kepada masyarakat untuk turut menjaga keamanan hutan.
Pemanfaatan Lahan
Hal lain yang tak kalah penting dalam pengeloaan kelestarian hutan, kata Agus Pundhi adalah menampung aspirasi masyarakat desa hutan dalam hal pemanfaatan lahan kawasan hutan.
Utamanya kawasan hutan muda diberikan ruang untuk tanaman tumpang sari yang dilakukan masyarakat setempat. ”Kami beri kesempatan bagi masyarakat apabila mereka ingin melakukan kegiatan pertanian semusim untuk tanaman palawija.
Yang penting mereka terkoordinir secara rapi melalui LMDH. Hal ini untuk memudahkan kami selaku pemangku wilayah melakukan pemantauan dan pembinaan kepada warga masyarakat desa hutan,” tandasnya.

Sumber Berita : http://berita.suaramerdeka.com/smcetak/lmdh-dilibatkan-dalam-proses-tebang-kayu/
Baca Terusannya »»  

Alur Dua Sungai Ditata

JEPARA – Upaya meminimalisasi kerusakan sanderan (talut) Kali Kanal dan Kali Wiso dilakukan dengan penataan alur sungai.
Pasalnya, kondisi talut di dua sungai yang mengalir di dalam Kota Jepara itu di beberapa titik mengkhawatirkan. Satu alat berat (ekskavator) diturunkan untuk penataan alur sungai tersebut.
Pengerjaan proyek mulai dilakukan Rabu (29/3) kemarin yang merupakan bagian dari paket klinik sungai. Pengerjaan diawali dari Kali Kanal di bawah jembatan Jalan Wahid Hasyim.
Kepala Bidang Pengairan pada Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang Kabupaten Jepara, Ngadimin menjelaskan, di alur Kali Kanal dan Kali Wiso memang terjadi sedimentasi.
Khususnya di titik tikungan sungai. “Kondisi itu menyebabkan sedimentasi di satu sisi. Sementara di sisi lainnya tergerus dan mengancam talut sungai,” terang Ngadimin.
Memperindah Sungai
Di Kali Kanal, lanjutnya, penataan alur sungai dimulai di bawah jembatan Jalan Wahid Hasyim, tepatnya di timur kantor BRI Cabang Jepara. Pengerjaan dilanjutkan hingga Kali Kanal tengah di Kelurahan Potroyudan Kecamatan Jepara Kota. “Setelah di Kali Kanal rampung, dilanjutkan di Kali Wiso,” jelasnya.
Di Kali Wiso, proyek penataan alur akan dilakukan mulai dari area sungai di Kelurahan Panggang, tepatnya di wilayah Pandean hingga alur di wilayah hulu sungai. Ngadimin tak menjelaskan detail soal anggaran untuk proyek penataan itu. “Karena merupakan proyek klinik, pembiayaan menyesuaikan dengan pengerjaan.
Proyek kita kerjakan sendiri tanpa pihak ketiga,” tambahnya. Selain untuk mengontrol alur aliran sungai, menurut Ngadimin, penataan alur itu juga untuk memperindah sungai. Itu untuk persiapan penilaian Adipura.
“Tujuan utama memang untuk mengurangi efek sedimentasi dan tergerusnya talut hingga dasarnya keropos. Yang lainnya agar sungai lebih terlihat indah,” tambahnya. Dari catatan Suara Merdeka, proyek serupa sudah dilakukan Juli 2016 lalu.
Tapi hanya difokuskan di titik di Kali Wiso yang mengalami sedimentasi parah. Yakni pada jarak 500 meter dari Jembatan Merah masuk Kelurahan Bapangan hingga di bawah jembatan Jalan Wahid Hasyim.

Sumber Berita : http://berita.suaramerdeka.com/smcetak/alur-dua-sungai-ditata/

Baca Terusannya »»  

Kendaraan Berat Dikeluhkan Hilir Mudik di Jalan Desa

REMBANG – Sebagian warga Desa Kasreman Kecamatan Kota Rembang mengeluhkan adanya hilir-mudik kendaraan berat pengangkut material proses pembangunan pabrik PT Malindo Feedmill Tbk, di wilayah setempat.
Pasalnya, hilir-mudik kendaraan berat untuk pembangunan pabrik berbendera Malaysia itu diyakini menjadi penyebab rusaknya beberapa titik jalan desa yang hanya terlapisi aspal biasa. Sebab, truk-truk tersebut masuk dari akses utama jalan yang melintasi permukiman penduduk.
Seorang warga Rt 5 Rw 2 Desa Kasreman, Muhamad Anwar mengatakan, kerusakan jalan merupakan salah satu dampak negatif dari rencana keberadaan pabrik ayam tersebut. Oleh karena itu ia berharap agar Pemerintah Desa Kasreman bisa menjadi fasilitator untuk penyelesaian persoalan ini.
Melalui Utara
”Kalau dampak positifnya, tentu ada harapan perubahan tingkat ekonomi warga setelah adanya pabrik. Untuk mengatasi masalah ini, perlu ada fasilitator dari Pemerintah Desa Kasreman,” terang dia. Syarifudin warga lainnya berujar, setelah adanya hilirmudik kendaraan berat, beberapa titik jalan di desanya rusak.
Selain itu, polusi udara di desanya saat ini kerap terjadi setelah adanya aktivitas kendaraan berat menuju pabrik. Ia juga menyebut, sebagian warga, terutama kalangan ibuibu juga khawatir atas keselamatan anak-anak mereka saat bermain di jalan.
Sebab, intensitas hilir-mudik kendaraan berat menuju pabrik cukup tinggi. Sebelumnya, Kades Kasreman Karyono mengakui, akibat banyaknya truk masuk ke jalan desa warga yang tinggal di tepi jalan banyak yang terdampak polusi.
Sebagai solusi, ia berencana untuk mengarahkan truk menuju pabrik agar bisa masuk melalui utara atau jalur pantura. ”Selama ini, truk masuk lewat gapura Desa Kasreman, sehingga melewati permukiman warga.
Setelah ada perbaikan gorong-gorong yang menghubungkan Desa Punjulharjo dan Kasreman selesai, kami akan mengarahkan truk lewat sana,” tandasnya.

Sumber Berita : http://berita.suaramerdeka.com/smcetak/kendaraan-berat-dikeluhkan/
Baca Terusannya »»  

Persikaba Bergabung di Grup Berat Liga 3 Jateng

BLORA – Persikaba harus berjuang ekstra keras untuk menyamai prestasi yang diraihnya tahun lalu sebagai runner up Liga Nusantara (Linus) Jateng.
Dalam kompetisi Linus yang telah berganti nama menjadi Liga 3 tahun ini, Persikaba kembali harus bersaing dengan juara Linus Jateng tahun lalu, Persiku Kudus.
Berdasarkan hasil drawing kemarin, Persikaba dan Persiku berada di Grup A bersama Persikama Kabupaten Magelang, Persis Muda dan Persab Brebes.
“Kami melihat dibanding grup lainnya, persaingan di grup Abakal lebih sengit. Grup Amenurut kami grup berat,” kata Ketua Umum Persikaba Agus Puryanto.
Bersama sejumlah pengurus Persikaba dan Askab PSSI Blora, Agus Puryanto hadir dalam drawing Liga 3 Jateng dan manager meeting di Sekretariat Asosiasi Provinsi (Asprov) PSSI Jateng, Semarang.
Berdasarkan hasil drawing tersebut, di Grup B bergabung kesebelasan PSD Demak, PSIPPemalang, PSISra Sragen, Persekap Kabupaten Pekalongan, Persekat Kabupaten Tegal.
Adapun di Grup C terdiri dari Persebi Boyolali, Persik Kendal, Persiharjo Sukoharjo dan Berlian Rajawali Putra Semarang.
Meski menilai Grup A merupakan grup berat, namun Agus Puryanto tetap bertekad membawa Persikaba lolos ke babak penyisihan grup. “Selain Persiku, kesebelasan yang patut diwaspadai adalah Persis Muda,” kata mantan pemain Persis Solo ini.
Pendanaan Besar
Dari informasi yang diterimanya, Agus Puryanto menyebut, Persiku dan Persis Muda didukung pendanaan yang besar. Jumlahnya mencapai miliaran rupiah. Sementara Persikaba tahun ini hanya disokong anggaran Rp 500 juta. Dana yang dianggarkan dalam APBD Blora itupun masih harus dibagi dengan Askab PSSI Blora.
“Meski pendanaan itu penting, namun bukan segalanya. Kami tetap optimistis bisa lolos babak penyisihan,” imbuhnya. Pertandingan babak penyisihan grup Liga 3 menggunakan sistem kompetisi penuh home and away. Kick off Liga 3 Jateng akan dimulai pada Minggu 9 April 2017.
Laskar Arya Penangsang bakal mengawali laga dengan bertanding di kandang lawan menghadapi Persab Brebes, Rabu (12/4). Sedangkan pada pertandingan kedua, Persikaba menjamu Persis Muda di Stadion Kridosono, Minggu (16/4).
Selain drawing, dalam temu manager kemarin juga diinformasikan bahwa setiap tim boleh diperkuat maksimal lima pemain senior usia di bawah 30 tahun. “Kelima pemain senior itupun boleh dimainkan dalam waktu bersamaan pada satu pertandingan,” ungkap Agus Puryanto.

Sumber Berita : http://berita.suaramerdeka.com/smcetak/persikaba-bergabung-di-grup-berat/

Baca Terusannya »»  

Voli Pantai Berharap Tampil di Kejurnas Jepara Targetkan 10 Besar Porprov

KUDUS – Meski belum diputuskan, bola voli pantai Kudus optimistis bisa tampil pada Kejurnas Indonesia Open yang digelar di Stadion Mini Voli Pantai Rangeh Gadang, Padang, Pantai Sago Painan, Sumbar, 13-16 April 2017. Hasil rapat yang dilakukan Jumat (24/3) belum dapat memutuskan apakah voli pantai Kudus berangkat atau tidak.
Pelatih bola voli pantai Kudus, Achsin Rois saat ditemui kemarin menjelaskan, persiapan memang sudah dilakukan dan sebagian besar atlet yang dikandidatkan terjun pada kejuaraan tersebut sudah siap bertanding. “Tidak ada yang istimewa dalam latihan, hanya saja memang dipersiapkan khusus untuk kejurnas,” kata Achsin. Diakuinya, kendala utama saat ini adalah masalah anggaran untuk akomodasi yang belum mencukupi. “Kami berharap dapat tampil di kejurnas karena ini peluang yang cukup bagus. Hanya saja anggaran menjadi persoalan yang menjadi ganjalan,” terangnya. Sebagai upaya efisiensi, atlet yang diterjunkan tidak banyak. “Sebenarnya ini disayangkan, karena ini peluang untuk mendapatkan prestasi dalam kejuaraan di tingkat nasional,” paparnya. Terkait soal atlet yang diterjunkan, pihaknya tidak menyebutkan secara rinci karena ada belum diketahui apakah nanti ada perubahan komposisi, namun pihaknya berharap akan banyak atlet yang ikut. “Kami masih upayakan, meski soal anggaran belum ada kepastian,” terangnya. Mengenai total anggaran yang dibutuhkan, pihaknya tidak menyebutkan secara rinci, dan hanya menjelaskan saat ini jumlahnya belum mencukupi. “Meski demikian kami bertekad untuk tetap ikuti kejuaraan tersebut,” katanya. 

Sumber Berita : http://berita.suaramerdeka.com/smcetak/voli-pantai-berharap-tampil-di-kejurnas/

Baca Terusannya »»  

Bupati: Sekolah Negeri Tak Boleh Minta Sumbangan

BLORA – Turunnya Permendikbud Nomor 75 Tahun 2016 tentang Komite Sekolah yang salah satu poin penting adalah dibolehkannya menarik sumbangan dari wali murid. Menjadikan sekolah mulai sekarang tidak perlu takut untuk menarik sumbangan dengan melalui Komite Sekolah terlebih dahulu.
Meski demikian Bupati Blora Djoko Nugroho mengingatkan agar sekolah tidak seenaknya melakukannya. Namun dirinya menegaskan agar khusus sekolah negeri tidak boleh meminta sumbangan dari wali murid.
”Khusus sekolah negeri tidak boleh meminta tetapi menerima, tapi untuk sekolah swasta boleh meminta,” pesan Djoko Nugroho terkait dengan turunnya Permendikbud tersebut.
Namun Djoko meminta agar sekolah lantas tidak seenaknya menarik sumbangan terutama sekolah negeri. Harus dilakukan dengan komite sekolah terlebih dahulu khususnya dengan membuat Rencana Kerja Sekolah (RKS) yang benar-benar sesuai dengan kebutuhan sekolah jangan di salah gunakan.
”RKS itu harus menjadi hal yang utama,” jelasnya. Harus ada subsidi silang, jadi yang mampu bisa memberikan sumbangan yang besar atau semampunya. Untuk yang tidak mampu, tidak perlu dipaksa.
Sementara itu Kepala Dinas Pendidikan (Dindik) Blora Achmad Wardoyo melalui Kabid Pembinanan Pendidikan Dasar Bambang Sinung Widoyoko menegaskan pengalangan dana dari komite bentuknya sumbangan.
Dalam penarikan sumbangan itu mekanismenya bagi mereka yang mampu saja. Jadi yang tidak mampu tidak apa-apa. Selain itu untuk nominalnya juga tidak ditentukan.
Karena nantinya sekolah harus membedakan bedanya antara pungutan dan sumbangan. Yang namanya pungutan itu melakukan pengalangan dana dengan memukul rata kepada semua wali murid entah itu kaya atau miskin dengan nominal yang sama.
Tetapi jika sumbangan itu tidak menyebutkan jumlah nominalnya. Bagi yang mampu dipersilahkan menyumbang tetapi yang tidak mampu tidak ada pemasalahkan. Jumlahnya pun bisa bermacam-macam dan tidak terbatas. Menurutnya sekolah tetap tidak boleh melakukan pungutan.
”Kalau ada yang melakukan pungutan silakan saja laporkan kepada saya,” tegasnya. Adapun Sekretaris Dewan Pendidikan Singgih Hartono memberikan peringatan keras, agar sekolah tidak lantas seenaknya menarik sumbangan kepada wali murid.
Karena selama ini yang terjadi sumbangan terkadang banyak disalahgunakan oleh pihak sekolah. Dengan alasan beragam dan kegiatan yang beragam pula. ”Saya ingatkan agar harus berhati-hati dan jangan seekannya sendiri meminta sumbangan,” pesannya.

Sumber Berita : http://berita.suaramerdeka.com/smcetak/bupati-sekolah-negeri-tak-boleh-minta-sumbangan/

Baca Terusannya »»  

Disiapkan, Skenario Lingkar Mijen-Peganjaran

KUDUS – Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (PUPR) Kabupaten Kudus telah menyiapkan sejumlah skenario untuk menuntaskan pembangunan Jalan Lingkar Mijen-Peganjaran tahap II.
Selain appraisal tanah yang saat sekarang masih diproses, institusi tersebut juga telah mengantisipasi seandainya penyediaan lahan harus menggunakan mekanisme konsinyasi.
Namun begitu, pendekatan kepada warga dianggap sebagai upaya yang paling tepat agar penyediaan lahan untuk Jalan Lingkar Mijen- Peganjaran tahap II dapat direalisasikan tepat waktu.
Menurut Kadinas PUPR Sam’ani Intakoris, appraisal tanah di Desa Klumpit, Kecamatan Gebog sepanjang 168 meter hingga saat sekarang masih terus diproses.
Upaya tersebut dipastikan dilakukan secara independen dengan mendasarkan pada kondisi terkini di lapangan.
”Berbagai pola pendekatan dilakukan untuk dapat menuntaskan tahapan tersebut,” jelasnya. Pihaknya memang tidak terlibat dalam proses appraisal. Pasalnya, hal itu dilakukan oleh pihak independen dan tidak boleh mendapat intervensi dari pihak manapun.
Bermanfaat
Selain itu, hasil apraisal juga harus dapat dipertanggungjawabkan. ”Kami nanti hanya menyediakan dananya saja,” katanya. Bila segala sesuatunya sudah siap, proses pengadaan tanah diharapkan dapat tuntas sebelum Lebaran tahun ini.
Seandainya ternyata di lapangan dijumpai banyak kendala terkait penyediaan lahan, masih dapat menggunakan mekanisme seperti yang diatur dalam Perpres 71 Tahun 2012, yakni konsinyasi.
”Tetapi kita tetap meyakini dapat menuhtaskannya tanpa harus melalui mekanisme seperti itu,” paparnya. Salah seorang warga Kaliwungu, Faisol berharap Lingkar Mijen- Peganjaran dapat tuntas tahun ini.
Akses penghubung itu akan dapat memperpendek jarak warga yang akan berpergian dari Kaliwungu ke kawasan Kota Kudus. ”Sangat dekat ke kota bila melewati jalan lingkar tersebut,” ujarnya.

Sumber Berita : http://berita.suaramerdeka.com/smcetak/disiapkan-skenario-lingkar-mijen-peganjaran/

Baca Terusannya »»  

Popda Dijadikan Ajang Pencarian Atlet Jepara Targetkan 10 Besar Porprov

JEPARA- Penyelenggaraan Pekan Olahraga Pelajar Daerah (Popda) Kabupaten Jepara 2017 dimanfaatkan untuk menggali bibit atlet berbakat. Selain itu, digelarnya ajang kompetisi bagi pelajar tersebut sebagai salah satu keseriusan Jeparan masuk sepuluh besar Porprov Jateng 2018 mendatang.
“Even ini diharapkan mampu melatih kedisiplinan, meningkatkan kualitas kompetisi siswa, juga untuk ajang uji coba dan evaluasi olah raga di sekolah,” kata Kepala Disdikpora Kabupaten Jepara Khusairi dalam laporannya selaku penyelenggara Popda 2017 yang dibuka Bupati Jepara Ahmad Marzuqi di Stadion Kamal Djunaidi, Rabu (29/3).
Ditambahkannya, Popda tak semata mencari juara, melainkan menjadi ajang membangun semangat kebangsaan dan cinta Tanah Air.
Kabid Pemuda dan Olahraga Amin Ayahudi didampingi Kasi Olahraga Widodo menjelaskan, Popda dikuti SD,SMP/MTS, SMA,SMK/MA se- Kabupaten Jepara. Tercatat ada 14 cabang olahraga yang dipertandingkan dan diikuti tiga ribu atlet lebih.
Tempat pertandingan tersebar di beberapa wilayah, mulai dari Bangsri hingga Welahan. Pertandingan pendahuluan dimulai pada 24 Maret lalu dan seluruh pertandingan akan berakhir pada 3 April mendatang.
Bupati Jepara Ahmad Marzuqi berharap, semua pihak mendukung upaya Jepara masuk sepuluh besar Porprov 2018. “Diharapkan, atlet-atlet dari Popda ini ada yang menjadi wakil Jepara dalam Porprov mendatang,” kata Bupati.
Penampilan drum band MTs Nafa Petekeyan Tahunan menjadi atraksi pembuka. Setelah melepas balon, Bupati melakukan tendangan bola pertama final sepak bola mini antara perwakilan Kecamatan Welahan dan Donorojo.

Sumber Berita : http://berita.suaramerdeka.com/smcetak/popda-dijadikan-ajang-pencarian-atlet/

Baca Terusannya »»  

Terancam Tak Beroperasi, Paguyuban Bentor Pati Datangi Kantor SHEEP

Pati – Belasan orang dari paguyuban becak motor (bentor) Pati Kota mendatangi Kantor Yayasan SHEEP Area Jawa Tengah di Perumahan Wijayakusuma, Pati, Rabu (29/3/2017). Mereka meminta pertimbangan atas larangan penggunaan bentor di wilayah Pati. Surono, penarik bentor asal Kutoharjo, Pati mengaku akan kehilangan pekerjaan dengan munculnya spanduk larangan penggunaan bentor yang dilakukan Satlantas Polres Pati. Pasalnya, dia bekerja menarik bentor setiap harinya.
“Kalau dilarang, kasihan anak-anak, karena setiap hari saya bekerja menarik bentor. Kalau dilarang tidak bisa narik lagi. Narik bentor satu-satunya pekerjaan yang bisa saya lakukan,” ungkap Surono.
Bahkan, hasil dari narik bentor digunakan untuk membiayai anak-anaknya sekolah. Karena itu, dia bersama penarik bentor yang merasa satu nasib mencoba mengonsultasikan persoalan tersebut kepada Yayasan SHEEP.
Staf Yayasan SHEEP Husaini menuturkan, penarik bentor memang kalah dari aspek hukum, kerena penggunaan bentor dilarang undang-undang. Hanya saja, dia akan ikut memperjuangkan nasib penarik bentor lantaran menyangkut kemanusiaan.
“Dari aspek hukum memang jelas menyalahi aturan. Namun, ini bicara soal kemanusiaan. Bentor sudah dijadikan sarana untuk bekerja sehari-hari, menghidupi anak dan istri, bahkan menyekolahkan anak-anaknya,” ucap Husaini.
Sementara itu, Kasatlantas Polres Pati AKP Ikrar Potawari mengatakan, larangan penggunaan mentor menjadi bagian dari penegakan hukum dari UU. Ditanya soal kemanusiaan, AKP Ikrar justru sudah memperhatikan aspek kemanusiaan dengan memberikan sosialisasi sebelum melakukan penegakan.
“Sosialisasi itu bagian dari kemanusiaan. Kami tidak langsung melakukan penegakan, tapi memberikan sosialisasi terlebih dahulu biar mereka paham bahwa bentor melanggar UU. Penegakan kami lakukan pada akhir April 2017 mendatang,” tandas AKP Ikrar.


Sumber Berita : http://www.murianews.com/2017/03/29/110979/terancam-tak-beroperasi-paguyuban-bentor-pati-datangi-kantor-sheep.html

Baca Terusannya »»  

Tingkatkan Kesadaran Bela Negara, Kesbangpol dan Kodim 0718 Pati Gelar Sosialisasi

PATI-Margorejo, Bertempat di balai Desa Muktiharjo kecamatan Margorejo Kabupaten Pati, dilaksanakan sosialisasi peningkatan kesadaran bela negara bagi masyarakat desa muktiharjo dan sekitarnta. (Rabu, 29-3-2017 pukul 08:00 s/d 11:30 wib).
Dalam pelaksanaan kegiatan ini dihadiri oleh, Kesbangpol Drs.Sudartomo, perwakilan Kodim 0718 Pati Serma Jasmain, pj. Kades Muktiharjo, perwakilan Polres Pati Aiptu Sugianto dan Babinsa Muktiharjo Serka Suyanta.
Dalam sambutannya, perwakilan dari Kesbangpol Pati menyampaikan dan menguraikan tentang 4 pilar wawasan kebangsaan.
Sedangkan Serma Jasmain menyampaikain akan pentingnya keutuhan NKRI dan wawasan kebangsaan bagi setiap masyarakat yang berada di wilayah negara kesatuan republik indonesia ini. Diharapkan dengan kegiatan ini dapat meningkatkan dan menimbulkan rasa patriotisme bagi bangsa indonesia dan negara NKRI ini. 

Baca Terusannya »»  

Gratifikasi Seks juga Bisa Ancam Pejabat di Grobogan

Grobogan – Para pejabat di Grobogan diminta untuk berhati-hati dengan pemberian dari pihak lain yang berkaitan dengan jabatannya. Sebab, bisa jadi, pemberian itu masuk dalam ranah gratifikasi yang bisa menyeret pejabat dalam masalah hukum.
“Saya mengingatkan supaya waspada dengan pemberian yang bisa masuk kategori gratifikasi. Masalah ini, sudah diatur dalam Undang-undang No 20 tahun 2001 tentang Pemberantasan Tindak Pidana Korupsi,” kata Kasubag Umum Inspektorat Jateng Bambang Martono, saat menjadi pembicara sosialisasi di pendapa kabupaten, Rabu (29/3/2017).
Kegiatan yang dibuka Bupati Grobogan Sri Sumarni itu dilangsungkan dalam rangka menyosialisasikan Perbup No 45 tahun 2015 tentang Pengendalian Gratifikasi dan e-LHKPN. Selain pejabat hingga level camat, acara sosialisasi juga dihadiri para pimpinan BUMD dan Kepala Inspektorat Grobogan Puji Raharjo.
Menurut Bambang, bentuk gratifikasi tidak selalu berupa uang. Tetapi juga bisa berwujud barang, termasuk juga voucher wisata, atau hotel. Bahkan, ada juga kategori gratifikasi seks.
“Pemberian dari pihak lain ini memang rawan gratifikasi. Sebab, si pemberi biasanya punya maksud tertentu dalam memberikan sesuatu tersebut. Sebaiknya, kalau diberikan sesuatu segera dilaporkan saja supaya tidak terkena gratifikasi. Prosedur pelaporan sudah ada mekanismenya,” jelasnya.

Sumber Berita : http://www.murianews.com/2017/03/29/111007/gratifikasi-seks-juga-bisa-ancam-pejabat-di-grobogan.html



Baca Terusannya »»  

150 Anggota BP SPAMS di Rembang Dilatih Kelola Air dan Sanitasi

Rembang – Sebanyak 150 anggota Badan Pengelola Sarana Penyediaan Air Minum dan Sanitasi (BP SPAMS) di Kabupaten Rembang mendapat pelatihan pengelolaan air dan sanitasi, Rabu (29/3/2017). Acara yang diprakarsai oleh Dinas Pekerjaan Umum Bina Marga dan Cipta Karya Provinsi Jawa Tengah tersebut, berlangsung di Aula Kantor Dinas Pemberdayaan Masyarakat dan Desa (Dinpermades) Kabupaten Rembang.
Ketua panitia sekaligus Ketua Asosiasi SPAMS Rembang Muhammad Anwar mengatakan, kegiatan tersebut sangat positif dan sesuai dengan visi dan misi Asosiasi SPAMS Rembang. “Visi dan misi kami berusaha untuk selalu memberikan jasa fasilitasi, mediasi dan mampu memberikan kompetensi sumber daya manusia dalam pengelolaan air dan sanitasi,” katanya.
Dia melanjutkan, pelatihan dan bimbingan tersebut, terkait dengan aspek kelembagaan, keorganisasian dan fungsi BP SPAMS. Selain itu, juga terkait dengan fungsi, sarana perpipaan dan perpompaan. Sehingga nantinya di setiap BP SPAMS mampu melayani berapa sambungan rumah, termasuk akses layanan air minumnya tercukupi atau belum.
Dengan adanya kegiatan bimbingan itu, ia juga berharap akan bisa mendukung program pemenuhan air dan sanitasi tahun 2019 mendatang. “Acara ini dalam rangka mendukung program akselerasi universal akses dengan target pemenuhan kebutuhan air dan sanitasi pada tahun 2019. Saat ini memang masih menyisakan banyak PR  yang harus terselesaikan,” paparnya.
Menurutnya, selain mendukung pemenuhan air di tahun 2019, bimbingan ini juga bisa mendorong terbitnya Peraturan Daerah (Perda) tentang Air Minum dan Penyehatan Lingkungan, serta mendorong pemerintah desa untuk menfasilitasi terbentuknya BUMDes tentang Layanan Air Minum dan Sanitasi Berbasis Masyarakat.
“Pemerintah Kabupaten Rembang perlu memfasilitasi adanya database atau peta pelayanan air minum secara komperehensif, baik layanan yang berupa perpipaan maupun nonperpipaan,” tambahnya.

Sumber Berita :  http://www.murianews.com/2017/03/29/110985/150-anggota-bp-spams-di-rembang-dilatih-kelola-air-dan-sanitasi.html

Baca Terusannya »»  

Desa Ramai-Ramai Kembangkan Potensi Wisata Hidup dari Pungutan Parkir, Fasilitas Masih Seadanya

REMBANG-Sejumlah desa di Kabupaten Rembang kepincut mengembangkan sektor wisata. Selama kurun setahun ini, di sepanjang pantura Rembang-Lasem telah ada tiga lokasi wisata anyar yang booming. Namun begitu, keberadaannya masih sekadarnya, lantaran mereka hanya hidup dari pungutan parkir. 
HARI LIBUR nasional menjadi momentum bagi masyarakat untuk mengajak kerabat dan keluarganya mengunjungi tempat wisata. Di kawasan wisata mangrove, Desa Pasar Banggi, Kecamatan Rembang, pengelola menambah personil parkir sebanyak tiga orang.
Pantauan Jawa Pos Radar Kudus Selasa (28/3) siang, tiga baris parkir sepeda motor yang disediakan pengelola tersisi penuh. Beberapa kendaraan roda empat atau lebih juga terparkir di lahan yang disediakan. Pengelola sendiri menarik retribusi untuk parkir sebesar Rp 3 ribu.
Karena jarak antara parkir kendaraan dengan kawasan mangrove sekitar satu kilometer, beberapa warga setempat memanfaatkannya untuk menawarkan jasa ojek. Sekali jalan, pengunjung dikenakan tarif Rp 5 ribu.
Muhammad Sahal, pengelola wisata mangrove Pasar Banggi mengungkapkan dari tarif tersebut tukang ojek wajib menyetor Rp 1 ribu ke pengelola. ”Yang ngojek harus warga Pasar Banggi. Pembagiannya, kalau satu KK sudah ada yang di parkiran maka tidak boleh ngojek,” ungkapnya.
Masuk ke kawasan mangrove seluas 60 hektar, pengunjung yang mayoritas anak muda menikmati teduhnya obyek wisata konservasi itu. Bagusnya, pengelola telah menyediakan belasan tempat sampah di sepanjang jalan menuju mangrove maupun di dalamnya.
Di luar hari libur pihaknya bisa meraup laba kotor sekitar Rp 1 juta. Pendapatan itu meningkat dua kali lipat jika hari libur.  Pendapatan tersebut, masih harus dibagi untuk penjaga parkir, kas desa dan penataan kawasan mangrove.
Lain halnya di Pantai Karang Jahe, Desa Punjulharjo, Rembang. Akses masuk ke pantai tersebut sebenarnya tak jauh berbeda dengan kawasan wisata mangrove. Jalannya sama-sama sempit, hanya saja lalu lalang kendaaraan di jalan menuju Pantai Karang Jahe lebih padat.
Akibatnya, kendaraan yang hendak masuk ke pantai tersebut harus mengantri ketika ada mobil yang berpapasan. Terlebih, kondisi jalan yang belum dilapisi aspal. Hal itu dikeluhkan oleh salah satu pengemudi mobil bernama Yudi. ”Susah kalau papasan sama mobil. Apa lagi, ada bus juga yang masuk sini. Padahal, jalannya sempit,” keluhnya.
Munthohit, pengelola Pantai Karang Jahe mengungkapkan laba kotor yang diraup pengelola di hari libur mencapai Rp 20 juta per harinya. Sedangkan di hari biasa angkanya tak jauh berbeda, berada di kisaran Rp 10 juta. Itu, didapat dari karcis parkir Rp 5 ribu.
Dia tak menjelaskan secara rinci peruntukan laba kotor tersebut. Hanya saja, dari uang itu salah satunya digunakan untuk menata kawasan pantai. Seperti, penambahan spot untuk foto dan wahana flying fox dan panjat tebing. ”Satu pengunjung kami bebankan biaya Rp 15 ribu untuk menikmati wahana tambahan itu,” ungkapnya.
Satu lagi lokasi wisata yang sedang naik daun adalah Watu Congol. Mayoritas warga yang mengunjungi obyek wisata tersebut merupakan orang Rembang. Hal itu, disebabkan akses jalan yang belum diaspal dan menanjak karena lokasinya di atas bukit.
Fasilitas yang dihadirkan memang belum selengkap Pantai Karang Jahe ataupun obyek wisata lain yang sudah berkembang. Namun, pengelola berusaha membuat rumah pohon yang menjadi lokasi favorit muda-mudi untuk berfoto.
Selain berfoto di rumah pohon, pengunjung juga bisa mendokumentasikan gambar dari batuan besar yang menjadi ikon wisata itu. Dari atas bukit, pengunjung disuguhi pemandangan laut luas dan kota Lasem.
Ali Fahrudin, pengelola obyek wisata Watu Congol mengungkapkan pengelolaan Watu Congol untuk sementara memang masih dipegang oleh pemuda Desa Selopuro, Lasem. Dia mengakui, belum ada bantuan dari pihak manapun termasuk desa untuk penataan kawasan tersebut.
”Ini berjalan sekitar dua bulan, pemuda gotong royong. Tidak ada bantuan sama sekali, swakelola pemuda sendiri,” ungkapnya.
Pengunjung yang masuk di kawasan tersebut hanya diberi tiket parkir sebesar Rp 3 ribu. Pengelola memang menghimbau agar pengunjung tak membawa kendaraan sampai ke atas bukit, karena jalan yang membahayakan.
Ali menambahkan per harinya tiket yang terjual bisa mencapai sekitar 300. Jumlah itu naik menjadi sekitar 500 tiket sehari pada momen akhir pekan. ”Hitungan kami memang motor yang masuk. Biasanya satu motor kan ada yang boncengan,” ungkapnya.

Sumber Berita : http://radarkudus.jawapos.com/read/2017/03/29/3457/desa-ramai-ramai-kembangkan-potensi-wisata/



Baca Terusannya »»  

Etika Buruk, Sampah Ditinggal Begitu Saja

KUDUS – Kompleks Sport Center dibangun dengan berbagai taman dan fasilitas yang menarik pengunjung. Bahkan, setiap hari selalu ada pengunjung yang datang. Baik di Taman Krida, Taman Wergu, hingga Balai Jagong.
Namun, sebagian pengunjung masih ternyata tak sadar dengan kebersihan lingkungan. Ini terlihat adanya sampah bekas makanan, minuman, dan lainnya yang ditinggal begitu saja. Padahal di sejumlah tempat sudah ada tempat sampah dengan berbagai peruntukan. Di antaranya organik dan anorganik.
Keberadaan sampah yang ditinggal ”pemilik” tak bertanggung jawab itu, mengganggu pemandangan. Seperti yang terlihat di tempat duduk trotoar selatan Taman Krida kemarin. Tempat duduk permanen dari semen itu masih baru, dengan diperindah air mancur dan pohon lampu.
Namun terdapat sampah di meja dan kursi yang terbuat dari semen itu. Di antaranya sampah bekas minuman cokelat dan plastik kresek hitam di atas meja. Sedangkan di bagian bawah juga berserakan sampah-sampah plastik bekas minuman dan makanan.
Salah seorang pengunjung, Novi mengatakan, sampah yang dibiarkan begitu saja mengganggu pemandangan. Apalagi sampahnya berada di tempat duduk permanen. Pengunjung yang hendak duduk santai pun jadi risih.
”Tadi anak muda bawa minum dan duduk-duduk di situ (tempat duduk dan meja dari semen, Red). Habis itu sampahnya ditinggal begitu saja,” ungkapnya kemarin. Dia menyayangkan tindakan tak terpuji itu. ”Sudah dibangunkan tempat bagus gini, tapi kalau pengunjungnya tak punya etika baik ya jadi tidak indah tempatnya,” imbuhnya.

Sumber Berita : http://radarkudus.jawapos.com/read/2017/03/29/3458/etika-buruk-sampah-ditinggal-begitu-saja

Baca Terusannya »»  

Persiku Berburu Striker Muda

KUDUS – Dengan dipastikannya regulasi yang mengatur dibolehkannya lima pemain senior di atas 23 tahun di bawah 30 tahun, lima penggawa senior Persiku musim lalu telah ikut bergabung di skuad lagi.
Namun, dari lima nama itu, tidak ada yang bertipikal striker. Lima nama itu yakni gelandang sekaligus kapten Sugeng Riyadi, stopper M. Idris, gelandang Arif Fatchul, winger Deni Agus, dan seorang lagi bek kiri Medi Setiawan. 
Asisten pelatih Persiku Wijiono mengungkapkan, lima pemain senior yang telah kembali bergabung kemungkinan besar tidak akan diseleksi lagi. Sebab, mereka dinilai memiliki pengalaman mengarungi kompetisi. Dengan tidak adanya slot lagi untuk pemain senior di atas 23 tahun di bawah 30 tahun, maka mau tak mau tim pelatih mesti mencari penggawa muda.
”Kami memang mencari striker muda. Tapi, harus pemain yang di atas rata-rata,” ujarnya kemarin.
Pekan lalu, sebenarnya striker Persiku pada Liga Nusantara putaran nasional lalu, Kurnia Nanda dikabarkan akan kembali ke Kota Kretek. Hal itu menyusul dihapuskannya pembinaan U-21 di klub Liga 1. Namun, belakangan Nanda diikutkan untuk tim senior di skuad PS TNI.
Kini, manajemen dan tim pelatih mesti berburu striker yang memiliki naluri gol. Menjelang kurang dari dua pekan lagi digulirkannya kompetisi, tim pelatih pun mesti kerja keras mencari sosok tersebut.
Sementara itu, Persiku juga dijadwalkan akan mengikuti turnamen di Batang yang bakal dimulai pada Jumat (31/3). Ajang ini dipandang sebagai kesempatan tim pelatih untuk melihat kontribusi para penggawa senior yang bakal diikutkan.
”Akan kami lihat penampilan mereka pada turnamen ini. Ajang ini juga pembuktian apakah mereka benar-benar membawa perbedaan atau tidak,” tambah Wijiono.

Sumber Berita : http://radarkudus.jawapos.com/read/2017/03/29/3459/persiku-berburu-striker-muda/


Baca Terusannya »»  

Rabu, 29 Maret 2017

Agrowisata Jolong Pati Direncanakan Bakal Dilengkapi Kereta Gantung Hingga Kebun Binatang

PATI – Agrowisata Jolong Pati sepertinya benar-benar digarap dengan maksimal. Saat ini objek wisata tersebut telah dilengkapi berbagai fasilitas seperti spot tugu poci, rumah pohon, hingga kebun buah naga dan rencananya kedepan sejumlah fasilitas kembali ditambah.
Tidak tanggung-tanggung rencananya objek wisata yang dikenal sebagai wisata alam tersebut juga akan ditambahkan sejumlah fasilitas. Baik kebun binatang, kereta gantung, hingga penambahan water boom.
“Untuk merealisasikan rencana itu saat ini kami telah menawarkan kepada investor. Jika berhasil kami cukup optimis wisata ini bisa jauh semakin berkembang lagi,”ujar Khundori asisten agrowisata PTPN 9 Kebun Jolong .
Selain itu dari sisi manajemen sendiri saat ini tengah berencana akan menambahkan wisata air di lingkungan tersebut. Yakni dengan menambahkan wahana kolam bebek air atau becak air.
Saat ini agrowisata Jolong Pati memang tengah ngetrend dikalangan masyarakat sebagai pusat wisata pilihan di Kabupaten Pati. Selain memiliki air terjun, pemandangan alam dengan latar pegunungan Muria dan suhu yang begitu sejuk menjadi salah satu kelebihan dari wisata Jolong ini.

Bahkan di tahun ini sudah banyak perkembangan di area wisata tersebut. Mulai dari spot tugu poci, rumah pohon, hingga yang terbaru adalah wahana kebun buah naga. Dikompleks tersebut juga telah dilengkapi wahana edukasi tekhnik pengolahan dan tanaman kopi.

Sumber Berita : http://wartapati.com/wisata/wisata-jolong-pati-direncanakan-bakal-dilengkapi-kereta-gantung-hingga-kebun-binatang/

Baca Terusannya »»  

Kontes Kambing Etawa Kaligesing di Pasar Hewan Tayu Kulon

PATI-TAYU – Pecinta kambing etawa ras kaligesing se-Karesidenan  Pati unjuk gigi tampilkan kambing piaraannya dalam  kontes kambing etawa di Pasar Hewan Tayu Kulon Kecamatan Tayu, Pati, Minggu pagi (26/3).
Kontes kambing etawa yang diselenggarakan  DPD (Persatuan Peternak Kaligesing Nasional) Perkkanas tersebut sebagai pemacu (stimulus) pemeliharaan kesehatan hewan yang bermuara pada meningkatnya kesejahteraan perekonomian peternak. Kepala Dinas Peternakan dan Kesehatan Hewan Provinsi Jateng, Ir. Agus Suprioyanto, mengucapkan terima kasih pada semua pihak yang berpartisipasi dalam kontes kambing etawa ras kaligesing.
“Sehingga diharapkan gairah masyarakat untuk berternak akan semakin meningkat, dan juga kesadaran tentang pemeliharaan hewan yang baik menyangkut kesehatan hewan ternak meningkat yang pada akhirnya bermuara pada meningkatnya kesejahteraan dan perekonomian peternak,” imbuhnya.
Kepala Dinas Pertanian dan  Peternakan (Dispertanak) PaTI, Mukthar Efendy, menuturkan selain berdampak pada menigkatnya minat masyarakat untuk beternak kambing etawa yang memiliki nilai ekonomis tinggi, dengan adanya kontes ini diharapkan memererat persatuan dan kekeluargaan peternak. Sehingga berdampak pada stabilitas harga ternak.
“Saya harap acara dan kontes seperti ini bisa berlanjut di tempat dan waktu yang berbeda sehingga iklim dan suasana akan tetap bisa dipertahankan dan ditingkatkan,” terang Mukthar Efendy.

Dandim 0718/Pati, Letkol. Inf. Andri Amijaya Kusuma, mengatakan, pihaknya bekerjasama dengan peternak kambing sebagai wujud pembinaan teritorial  dan kemanunggalan TNI dengan masyarakat. Selainitu dari kontes kambing etawa bisa tercipta stabilitas pangan dan peningkatan ekonomi masyarakat.
“Kodim 0718/Pati akan selalu mendukung dan bekerja sama dalam bidang apapun sebagai pelopor dan penggerak masyarakat, menciptakan suasana kondusif, peningkatan ekonomi dan kesejahteraan masyarakat,” terangnya.

Sumber Berita : http://wartapati.com/info-pati/komunitas/kontes-kambing-etawa-kaligesing-di-pasar-hewan-tayu-kulon/

Baca Terusannya »»  

Tahun Ini, 401 Desa di Pati Digelontor Dana Ratusan Miliar


Pati – Sebanyak 401 desa di Kabupaten Pati akan digelontor dana desa (DD) sebanyak Rp 317,4 miliar. Belum lagi, alokasi dana desa (ADD) jumlahnya mencapai Rp 130,1 miliar.
Karena itu, penggunaan anggaran sebesar itu di masing-masing desa diharapkan mendapatkan pengawasan yang ketat dari masyarakat. Hal itu disampaikan Kepala Bidang Pengembangan Desa Dinas Pemberdayaan masyarakat dan Desa (Dispermades) Pati Sunaryo, Selasa (28/3/2017).
“DD dan ADD jumlahnya sangat besar. Tujuan pemerintah menggelontorkan dana sebesar itu bukan tanpa alasan, tetapi untuk membangun desa supaya bisa maju. Kalau semua desa maju, maka daerah secara keseluruhan juga akan maju,” kata Sunaryo.
Namun, niat baik pemerintah untuk memajukan desa mesti mendapatkan pengawasan dari masyarakat. Sebab, dana sebesar itu akan sia-sia bila tidak digunakan sebaik mungkin untuk kemajuan desa, sesuai peruntukannya.
“Kalau tidak tepat peruntukannya, apalagi seandainya dikorupsi, maka tidak dapat menyejahterakan masyarakat desa. Oleh sebab itu, kami meminta kepada masyarakat untuk ikut mengambil peran mengawasi dan mengontrol penggunaannya supaya tepat sasaran, sesuai aturan,” tuturnya.
Selain DD dan ADD, desa juga memiliki sumber dana lainnya, seperti pendapatan asli desa, pengembalian distribusi, bantuan pemerintah provinsi dan berbagai bantuan lainnya. Pembagian DD sendiri didasarkan pada jumlah penduduk dan luas wilayah, jumlah kemiskinan, serta indeks kesulitan geografis.
Pencairan DD dan ADD dibagi menjadi dua tahap. Tahap pertama sebesar 60 persen yang dicairkan Maret dan tahap kedua sebesar 40 persen yang akan dicairkan pada Agustus. Penggunaan dana tersebut akan diserahkan pengelolannya pada pemerintah desa.


Sumber Berita : http://www.murianews.com/2017/03/28/110902/tahun-ini-401-desa-di-pati-digelontor-dana-ratusan-miliar.html
Baca Terusannya »»  

Persipa Jr Diminta Lebih Disiplin

PATI – Pelatih Persipa Yunior (Yr) Sutrisno “Sejo” menginstruksikan pemainnya untuk lebih disiplin dalam menghadapi laga kedua Liga Remaja Piala Soeratin Grup D.
Setelah menjamu Persiku Yr Kudus, Laskar Saridin Muda bakal menghadapi Persijap Yr Jepara di Stadion Joyokusumo, Rabu (29/3).
“Jangan sampai lengah lagi dalam pertandingan kedua. Anak-anak harus lebih bekerja keras untuk mendapat hasil positif,” ujarnya, kemarin.
Dalam laga awal, Persipa Yr mengalami nasib buruk. Menghadapi Persiku Yr di Stadion Joyokusumo, Minggu (26/3) tuan rumah menyerah 0-1 dari tim kota tetangga.
Sejo dengan fair mengakui kekalahan tersebut. Dia menyebut, persiapan yang mepet membuat timnya belum tergarap secara maksimal. “Anak-anak masih sering lengah, salah satunya berbuah gol.
Ke depan kami perbaiki, pemain harus lebih disiplin,” ujarnya, seusai pertandingan. Gol tim tamu lahir dari aksi menawan gelandang Andy Harjito pada menit ke-52.
Dia melewati dua pemain belakang Persipa sebelum melakukan tembakan menghujam ke gawang tuan rumah yang dikawal Dimas Fani. Menjelang bubaran, Macan Muria muda berpeluang menggandakan gol.
Namun, tendangan stiker pengganti Andika Fachriyanto melebar ke sisi kanan gawang. Andika, yang merupakan putra legenda Persipa Haryanto telah lepas dari kawalan pemain lawan. Tuan rumah bukan tanpa peluang.
Setidaknya tiga kesempatan mencetak gol terlewatkan karena penyelesaian akhir yang buruk. Salah satu peluang matang didapat gelandang Andhika Asmara. Tendangan kerasnya setelah mengocek bola mengarah tepat di pelukan penjaga gawang Persiku Arif Wicaksono.
Pertandingan berjalan lamban. Kedua tim tampak kurang nyaman dengan kondisi lapangan yang licin setelah diguyur hujan deras.
Bahkan, pemain tuan rumah justru tampak sering tak mampu menguasai diri karena terpeleset. Seringkali kesempatan tim tamu muncul dari lepasnya pengawalan pemain belakang Persipa yang terpeleset. Sejo mengatakan, timnya tak meratapi hasil tersebut.
Menurutnya, kinerja pemainnya tidak buruk. Hanya faktor keberuntunga belum berpihak kepada Laskar Saridin muda. “Ada banyak peluang tadi meskipun sering diserang. Kerja sama tim juga sudah berjalan baik.
Memang ada beberapa celah yang harus diperbaiki,” tandasnya. Sementara, Pelatih Persiku Yr Widoro Heriyanto mengaku, laga perdana relatif berat bagi timnya. Namun, hal tersebut dapat diatasi dengan kerja keras para pemainnya.
Di tengah pertandingan, suporter Persipa, Patifosi terlibat aksi saling lempar batu dengan suporter Persiku, SMM. Keributan tidak sempat meluas setelah aparat keamanan dan panitia pelaksana (Panpel) meredamnya.
Namun, kericuhan berlanjut di luar stadion seusai laga. Keributan berlangsung di sekitar lapangan tenis indoor kompleks stadion, tempat motor suporter SMM diparkir.

Sumber Berita : berita.suaramerdeka.com/smcetak/persipa-jr-diminta-lebih-disiplin/

Baca Terusannya »»  

Giliran Pro-Semen Gelar Aksi di Depan Istana

SEMARANG – Menjelang penerbitan hasil Kajian Lingkungan Hidup Strategis (KLHS) aktivitas penambangan di kawasan karst Pegunungan Kendeng di Kabupaten Rembang, sejumlah LSM akan menggelar aksi dan doa bersama di depan Istana Negara Jakarta, Rabu (29/3).
Mereka mendukung pemerintah segera mengoperasikan pabrik semen PT Semen Indonesia (Persero) Tbk di Rembang. Ketua DPC Badan Penelitian Aset Negara Aliansi Indonesia Kabupaten Semarang Anis Supriyadi mengatakan, pengerahan massa ke Istana Negara itu bukan aksi tandingan atas unjuk rasa massa kontra pabrik semen, beberapa waktu lalu. ”Investasi yang dikeluarkan sudah besar. Manfaat pabrik untuk warga sekitar sangat besar. Karena itu, kami mendukung agar segera dioperasikan,”jelasnya.
Menurut dia, keberadaan pabrik semen sangat mendukung ketahanan industri di Indonesia. Karena itu, sudah sewajarnya kiprah BUMN sebagai pengelola aset negara untuk kepentingan masyarakat, didukung. Pihaknya mengajak semua elemen masyarakat menyokong aksi tersebut. “Ini untuk kepentingan bersama. Yang jelas, jika pabrik beroperasi, ekonomi di sekitar pabrik akan terdongkrak.”
Hal senada dikatakan Sekretaris Solidaritas Negeri Merdeka Eddy Husni. Pihaknya menganggap pemerintah telah hadir untuk menyejahterakan rakyat Rembang dengan menyediakan lapangan kerja lewat PT Semen Indonesia. Ia menilai, banyak kelebihan jika pabrik beroperasi. Apalagi pabrik itu dikelola BUMN yang merupakan milik negara.
Cekungan Air Tanah
Sebelumnya, Ketua Penjaminan Mutu Tim Kajian Lingkungan Hidup Strategis (KLHS) Prof Sudharto P Hadi mengatakan, pihaknya telah menyelesaikan hampir 90% penyusunan hasil kajian lingkungan hidup di cekungan air tanah Watuputih, Kabupaten Rembang.
Tim KLHS optimistis hasil kajian dan rekomendasi segera selesai dan diserahkan pada Kantor Staf Presiden pada akhir Maret ini. Hasil kajian sementara, lokasi penambangan di Rembang masuk wilayah karst. Namun apakah wilayah tersebut termasuk bentang alam karst yang dilindungi atau tidak, saat ini masih dikaji. ”Memang itu di kawasan karst. Hanya, apakah masuk bentang geologis yang dilindungi atau tidak, itu yang laporannya sedang disusun. Saat ini tahap finalisasi,”kata Sudharto.
Misalnya nanti area penambangan masuk kawasan yang dilindungi ataupun sebaliknya, lanjut mantan Rektor Universitas Diponegoro itu, akan menjadi catatan ataupun rekomendasi. Jika hasil KLHS sudah ada, selanjutnya akan ditindaklanjuti dengan rakor antara Menteri Lingkungan Hidup dan Kehutanan, Menteri BUMN, dan Gubernur Ganjar Pranowo. Sesuai rencana, KLHS akan selesai pada akhir Maret ini.

Sumber Berita : http://berita.suaramerdeka.com/smcetak/giliran-pro-semen-gelar-aksi-di-depan-istana/

Baca Terusannya »»  

Jembatan Serang Runtuh Hubungkan Demak-Jepara

JEPARA – Jembatan Sungai Serang yang jadi salah satu akses penghubung Kecamatan Mijen, Kabupaten Demak dengan Kecamatan Welahan, Kabupaten Jepara, runtuh, Senin (27/3).
Akibatnya warga yang biasa memanfaatkan jembatan itu untuk bermobilitas harus memutar sejauh sekitar 5 km.
Meski bukan merupakan jembatan utama penghubung dua kabupaten, infrastruktur yang terletak di perbatasan Desa Rejosari (Demak) dan Desa Karanganyar (Jepara) itu jadi andalan warga dua wilayah untuk bermobilitas.
Khususnya bagi pelajar dari Desa Rejosari dan sekitarnya yang banyak bersekolah di sejumlah sekolah di Kecamatan Welahan, Jepara.
Sutopo, warga setempat menjelaskan, runtuhnya jembatan itu karena dilalui truk bermuatan batu pecah seberat 40 ton, Senin pagi.
Truk itu melaju dari arah Karanganyar menuju Mijen. Padahal jembatan yang berusia lebih dari 40 tahun itu,maksimal hanya bisa dilintasi mobil pribadi. ”Truk biasanya tidak lewat jembatan itu,’’ kata dia, Selasa (28/3).
Dia memperkirakan kemungkinan sopir truk tidak mengetahui jembatan tersebut sudah usang dan tak boleh dilintasi kendaraan berat.
”Jembatan itu sudah tua dan hanya boleh dilewati kendaraan roda dua.’’ Dari pantauan, jembatan tersebut memang sudah usang.
Jembatan disangga tiang beton yang tak terlalu besar. Jalan di atasnya juga dari papan dan pagarnya terbuat dari besi kecil. Truk yang meruntuhkan jembatan bisa diangkat menggunakan katrol.
Abdul Ghofur, warga lain menanbahkan, kini warga harus memutar sejauh 5 kilometer lewat jembatan di Desa Ujung Pandan, Kecamatan Welahan jika ingin ke pusat Kecamatan Welahan (Jepara) atau Kecamatan Mijen (Demak).
Dikatakan, fungsi jembatan yang runtuh penting karena banyak warga Demak bersekolah di SMP3 Welahan dan sejumlah MTs.
Termasuk tukang jahit yang bekerja di Desa Sendang ataupun Purwogondo Kalinyamatan, Jepara. ‘’Karena itu, warga berharap segera dibangun jembatan darurat.
Minimal bisa dilalui pejalan kaki, sepeda, motor, dan becak bermotor.’’ Ghofur menjelaskan, di samping jembatan yang ambruk itu, sudah ada konstruksi dasar jembatan baru. Informasinya, pembangunan jembatan itu akan diteruskan Oktober nanti.
Terkait ambruknya jembatan itu, Kabid Bina Marga Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Permukiman Jepara, Hartaya mengatakan, pihaknya tidak bisa memperbaiki jembatan tersebut lantaran terbentur wewenang.
Jembatan tersebut merupakan aset Balai Besar Wilayah Sungai (BBWS) Jratun Seluna. Adapun dasar jembatan yang baru selesai dibuat, dibangun oleh Pemkab Demak.
Dari informasi warga, penyangga jembatan tersebut baru selesai dibangun pada Desember 2016. Warga pun berharap pembangunan jembatan itu dilanjutkan.

Sumber Berita : http://berita.suaramerdeka.com/smcetak/jembatan-serang-runtuh/
Baca Terusannya »»  

Sejumlah Tempat Wisata Ramai Libur Panjang

PATI – Libur panjang akhir pekan dan Hari Raya Nyepi rupanya membuat sejumlah tempat wisata menjadi ramai. Banyak dari pengunjung yang sengaja memanfaatkan hari libur nasional ini untuk berekreasi.
Ramainya tempat wisata itupun terlihat di sejumlah tempat. Waduk Gunungrowo misalnya, tempat wisata yang ada di Desa Sitiluhur, Kecamatan Gembong ini menjadi salah satu yang banyak dikunjungi.
Selain menikmati wisata alam dengan udara sejuk, tidak sedikit pula wisatawan yang mengajak keluarganya untuk bersantai sambil menikmati es kelapa muda dan ikan bakar di sekitaran waduk. Tak hanya itu sejumlah remaja asyik swafoto di tempat tersebut.
Apalagi, saat ini Gunungrowo sudah dilengkapi sejumlah spot baru seperti tugu bertuliskan ‘’I Love Gunungrowo’’. Anang Nur, salah satu warga Kecamatan Margorejo menyebut sengaja datang berlibur karena pada pekan ini terdapat hari libur yang cukup panjang.
Dirinya juga mengaku penasaran karena saat ini sejumlah tempat wisata di Pati telah terdapat banyak perubahan dan penataan.
‘’Seperti di Waduk Gunungrowo ini sekarang sudah terlihat menarik. Ada banyak spot yang enak untuk berfoto ataupun bersantai,’’ ujarnya kepada Suara Merdeka, kemarin.
Agrowisata Jollong
Ramainya tempat wisata itu juga terlihat di Agrowisata Jollong yang berada tidak jauh dari tempat wisata Waduk Gunungrowo.
Khundori asisten agrowisata PTPN 9 Kebun Jollong mengatakan hari libur memang turut mendongkrak jumlah wisatawan yang datang. ‘’Kalau hari libur seperti saat ini naiknya memang cukup tinggi.
Bisa sampai 3 hingga 4 ribu pengunjung. Padahal, rata-rata setiap harinya sekitar 400-an pengunjung,’’ ujarnya. Kabupaten Pati memang telah dikenal memiliki banyak tempat wisata yang menarik.
Dinas Pemuda, Olahraga dan Pariwisata (Dinporapar) sendiri saat ini telah mengklasifikasikan potensi wisata menjadi tiga yakni wisata alam, wisata religi, dan wisata budaya. Wisata alam seperti Agrowisata Jolong, Gua Pancur, Gua Wareh, dan Gunung Rowo.
Untuk wisata religi seperti Makam Syeh Jangkung, Makam Mbah Mutammakin, Sunan Prawoto, Nyiageng Ngerang, dan Genuk Kemiri. Adapun wisata budaya, seperti digelarnya berbagai event kebudayaan layaknya tradisi meron di Sukolilo.

Sumber Berita : http://berita.suaramerdeka.com/smcetak/sejumlah-tempat-wisata-ramai/

Baca Terusannya »»  

Wisata Pantai Tetap Jadi Favorit

JEPARA-KOTA – Meski kondisi cuaca tak menentu dan masih sering turun hujan, namun wisata pantai tetap favorit. Terlebih bagi pengunjung yang datang dari luar daerah pada akhir pekan maupun hari libur. Sebagaimana tampak di Pantai Bandengan kemarin. Meski cuaca mendung, namun pengunjung dari pagi hingga siang terus bertambah. Sebagian berasal dari wilayah Jepara. sebagian lainnya datang dari berbagai kota seperti Kudus, Demak, dan Semarang.
Salah satu pengunjung pantai tersebut, Aliya M mengatakan, dia sengaja datang pagi-pagi ke pantai tersebut agar bisa menikmati suasana pantai lebih leluasa. Terlebih kemarin bertepatan hari libur dalam rangka Hari Raya Nyepi. ”Kalau siang pasti ramai. Jadi saya dan rombongan datang pagi-pagi,” kata perempuan yang berasal dari Kabupaten Kudus itu.
Aliya melanjutkan, meski masih sering hujan dia mengaku tetap senang berlibur di pantai. ”Tidak apa-apa, di sini juga main air. Jadi tidak masalah misalkan hujan,” katanya kepada Jawa Pos Radar Kudus.
Pagi kemarin saat datang ke Pantai Bandengan, Aliya mengaku banyak menghabiskan waktu mandi di laut. Dia juga sempat menyewa perahu karet dan kano untuk bermain bersama teman-temannya. ”Sangat suka ke pantai ini. Bebas main di laut dan ada beragam permainan,” tuturnya.
Pengelola Pantai Bandengan Jepara Mat Khaerum menyampaikan, pihaknya berusaha menambah fasilitas untuk menarik minat wisatawan. Saat ini di pantai tersebut juga menawarkan beragam sarana permainan air. Mulai dari kano, banana boat, sampai jetsky. ”Ada pula ban beragam bentuk yang bisa disewa pengunjung,” terangnya.
Jika datang ke Pantai Bandengan, pengunjung juga bisa sekaligus menyeberang ke Pulau Panjang. ”Di sini ada dermaga penyeberangan dengan kapal-kapal wisata yang khusus mengantarkan wisatawan menyeberang ke Pulau Panjang,” urainya.
Di sisi lain soal pengamanan juga diperhatikan pihaknya. Selalu ada petugas yang mengawasi wisatawan yang mandi di laut. ”Untuk aktivitas mandi di laut juga kami perhatikan. Jika cuaca tidak memungkinkan maka aktivitas mandi di laut ditutup,”

Sumber Berita : http://radarkudus.jawapos.com/read/2017/03/29/3455/wisata-pantai-tetap-jadi-favorit/


Baca Terusannya »»  

Persikaba Jr Asah Penyelesaian Akhir

BLORA – Ketajaman para penyerang Persikaba Yunior (Jr) masih perlu diasah. Pelatih Matrukan akan berupaya mengasah penyelesaian akhir para pemainya di sisa waktu sebelum Laskar Arya Penangsang Muda menjamu Persipa Jr di pertandingan kedua Kompetisi Piala Soeratin Jateng 2017, Minggu (2/4).
”Seandainya pemain Blora bisa lebih tenang dalam penyelesaian akhir, bisa jadi jumlah gol yang tercipta lebih dari satu saat Blora bertanding lawan PSIR Jr di pertandingan pertama Minggu kemarin,” ujar Matrukan, kemarin.
Ya, Persikaba Jr telah mengawali pertandingan perdana grup D Piala Soeratin Jateng dengan hasil manis, Minggu (26/3). Sebiji gol yang dicetak Fikar Dwi Aryanto pada menit ke-30, mengantarkan tuan rumah Persikaba Jr menundukan tamunya PSIR Jr Rembang.
”Kemenangan lawan Rembang itu menjadi awal manis bagi tim Blora. Semoga kemenangan ini akan berlanjut terus di pertandingan-bertandingan berikutnya,” ujar Ketua Asosiasi Kabupaten (Askab) PSSI Blora, Agum Pambudi.
Bertanding dengan dukungan penuh suporter Saminista, Dhani Vilivo Montela dan kawan-kawan mencoba menggebrak pertahanan tim tamu sejak di menit-menit awal babak pertama. Namun PSIR Jr yang juga didukung suporter fanatiknya Ganster bukan tim yang mudah dikalahkan.
Rembang meladeni Blora dengan permainan terbuka. Bermaterikan pemain U-17, kedua kesebelasan silih berganti melakukan serangan. Namun kelengahan barisan pertahanan Rembang berbuah petaka.
Di menit ke-30, pemain Blora Fikar menggetarkan gawang tim tamu. Pertandingan semakin menarik di babak kedua. Persikaba Jr lebih bernafsu memperbesar keunggulannya. Para pemain PSIR Jr juga tak mau kalah.
Mereka ingin minimal meraih satu poin dengan bermain imbang lawan tuan rumah Blora. Apalagi di kompetisi kali ini pertandingan menggunakan sistem home and away kompetisi penuh.
Hasil imbang yang di kandang lawan akan sangat berpengaruh bagi sebuah tim di klasemen akhir grup. Namun upaya para pemain kedua kesebelasan mencetak gol ke gawang lawan tidak membuahkan hasil. Skor 1-0 tetap bertahan hingga pertandingan selesai.

Sumber Berita : http://berita.suaramerdeka.com/smcetak/persikaba-jr-asah-penyelesaian-akhir/

Baca Terusannya »»  

Kualitas Atlet Panahan Pemula Dipantau

KUDUS – Meski dibanjiri oleh atlet pemula, namun soal kualitas tidak dikesampingkan. Justru setiap latihan berlangsung grafik latihan mereka terus dipantau.
Pelatih panahan Kudus, Hadi Sunaryo menjelaskan, kualitas bagi atlet pemula memang menjadi hal yang utama. Sebab, bagaimanapun dalam pembibitan diharapkan bisa mendapatkan bibit yang berkualitas.
“Pembibitan merupakan permulaan bagaimana atlet panahan tersebut dibentuk. Oleh karena itu, perlu dilakukan pembinaan dengan sebaik-baiknya,” katanya.
Bahkan untuk pembibitan, pihaknya tetap mengutamakan atlet dari putera daerah, sehingga Kudus senantiasa memiliki atlet panahan yang berkualitas. “Jadi, tidak hanya soal kuantitas atlet saja, namun soal kualitas tetap dikedepankan,” jelasnya.
Pihaknya juga optimistis bahwa Kudus tidak akan kehabisan atlet panahan, karena siklus pembibitan terus berjalan. “Saat ini jumlah atlet pendatang baru ada sekitar 30 lebih atlet. Namun, dari situ kami tetap melakukan pembinaan secara optimal,” terangnya.
Kejuaraan
Di sisi lain, mereka nantinya akan diikutkan dalam kejuraan pekan olahraga pelajar daerah tingkat kabupaten. “Kami optimistis mereka bisa tampil optimal,” jelasnya.
Harapannya para atlet pemula yang telah bergabung di tim panahan Kudus, tentunya adalah meraih prestasi sebanyak – banyaknya. “Agar olahraga panahan bisa berkembang pesat di Kudus,” tandasnya.

Sumber Berita : http://berita.suaramerdeka.com/smcetak/kualitas-atlet-panahan-pemula-dipantau/



Baca Terusannya »»  

Perahu Naga Blora Juara Ketiga di Cilacap

BLORA – Tim perahu naga Blora harus puas berada di peringkat ketiga di Open Tournament Dragon Boat 2017 di Cilacap.
Di event yang digelar dalam rangka memperingati Hari Jadi ke-161 Kabupaten Cilacap itu, tim Blora takluk dari tim Bekasi dan Jawa Barat yang meraih juara pertama dan kedua.
Dengan hasil tersebut, Blora berhak mendapatkan hadiah uang tunai sebesar Rp 4 juta. ”Meski hanya meraih juara ketiga, namun kami bangga.
Atlet-atlet kami telah berupaya sekuat tenaga mengalahkan lawan-lawannya. Namun, tim Bekasi dan Jabar memang tim kuat,” ujar Ketua Harian Persatuan Olahraga Dayung Seluruh Indonesia (PODSI) Blora, Sukiman, kemarin. Kejuaraan dayung perahu naga di Cilacap berlangsung dua hari, Sabtu dan Minggu (25-26/3).
Sebanyak 31 tim berlaga di kategori umum yang digelar di Pantai Teluk Penyu Cilacap. Tidak hanya dari Jawa, beberapa tim yang tampil berasal dari sejumlah daerah di Indonesia. Mereka diperkuat sejumlah atlet Pemusatan Latihan Nasional (Pelatnas) dan beberapa atlet yang pernah berlaga di PON Jawa Barat tahun lalu.
Meski begitu, para pedayung Blora tidak gentar. Atlet dayung Blora yang didominasi atlet remaja sukses di rintangan pertama di babak penyisihan. Bersama tim Bekasi, Pati, dan Jawa Barat, tim Blora lolos ke final.
Namun di pertandingan final, Blora menempati lintasan yang kurang bersahabat. Ombak tinggi disertai angin yang cukup kencang sempat menyulitkan tim Blora mengejar lawan-lawannya.
Tim Blora pun harus puas menyentuh garis finis di posisi ketiga. ”Dari sisi teknik, tim kami tidak kalah dengan tim yang meraih juara di Cilacap. Kami hanya kalah pengalaman saja,” tandas Sukiman yang juga menjabat wakil ketua KONI Blora.

Sumber Berita ; http://berita.suaramerdeka.com/smcetak/perahu-naga-blora-juara-ketiga-di-cilacap/

Baca Terusannya »»