Selasa, 21 Maret 2017

Akses ke Rahtawu Lancar Jembatan Banyu Sumurup Tuntas Diperbaiki

KUDUS – Akses masuk ke Desa Rahtawu, Kecamatan Gebog, kembali lancar setelah jembatan Banyu Semurup di kawasan lereng pegunungan Rahtrau rampung diperbaiki.
Jembatan itu sebelumnya berlubang dengan diameter sekitar 40 cm di salah satu ujungnya dan kayu dasaran mulai rapuh, sehingga pengguna jalan khawatir jika melintas di atasnya.
Menurut Kabid Jalan dan Jembatan pada Dinas PUPR Jaswanto, perbaikan jembatan menggunakan anggaran pemeliharaan rutin setelah rencana alokasi kegiatan melalui APBD 2017 tidak disetujui DPRD.
Meski dengan dana terbatas, kualitas pekerjaan dapat dipertanggungjawabkan. Awalnya, pembongkaran dan perbaikan jembatan Banyu Semurup dialokasikan melalui APBD sebesar Rp 2 miliar.
Jembatan itu merupakan salah satu dari rencana perbaikan 15 jembatan. Karena terjadi pemangkasan anggaran, pengalokasiannya ditunda.
”Namun dengan pertimbangan kondisi jembatan cukup membahayakan, pelaksanaan kegiatan tetap dilakukan,” katanya.
Perbaikan memakan waktu sekitar tiga bulan, mulai pertengahan Desember 2016 hingga terakhir pengaspalan Sabtu (18/3). Perbaikan menelan dana sekitar Rp 300 juta, menggunakan anggaran pemeliharaan rutin.
Dengan anggaran sebesar itu, pembangunan tidak dapat dilakukan secara total. Pihaknya hanya membongkar bagian atas jembatan dan mengganti dasaran kayu dengan cor beton.
Selain itu memperkuat dinding tiang jembatan yang retak dan membuat lantai dasaran sungai agar tidak mudah tergerus air. Juga perbaikan tembok sedada di kanan kiri jembatan.
Longsor
Lamanya waktu perbaikan karena pembongkaran dan perbaikan diawali dari separuh sisi jembatan, sehingga sisi lain tetap dapat dilalui kendaraan sebagai akses satu- satunya menuju Desa Rahtawu.
”Kami tidak bisa membiarkan kondisi jembatan semakin parah. Setelah perbaikan sekarang, jembatan mampu bertahan hingga belasan tahun ke depan,” ujarnya.
Jembatan Banyu Semurup memiliki panjang 10 meter, lebar 6 meter dan melintang di atas sungai berkedalaman sekitar 15 meter. Jembatan itu kali pertama dibangun sekitar tahun 1970-an.
Salah seorang warga Rahtawu, Mugiyono mengaku bersyukur jembatan Banyu Semurup selesai diperbaiki sehingga dirinya dan warga lainnya tidak waswas ketika melintas di atasnya.
Sebelumnya warga sangat khawatir jika jembatan tak segera diperbaiki, maka berisiko ambrol dan akan memutus jalur satu- satunya menuju Desa Rahtawu.
√¨Sekarang yang kami khawatirkan tak lagi masalah jembatan. Tetapi jalan longsor yang tak kalah membayakan. Kami berharap pihak terkait juga segera melakukan perbaikan,” ungkapnya.

Sumber Berita : http://berita.suaramerdeka.com/smcetak/akses-ke-rahtawu-lancar/