Kamis, 30 Maret 2017

Alur Dua Sungai Ditata

JEPARA – Upaya meminimalisasi kerusakan sanderan (talut) Kali Kanal dan Kali Wiso dilakukan dengan penataan alur sungai.
Pasalnya, kondisi talut di dua sungai yang mengalir di dalam Kota Jepara itu di beberapa titik mengkhawatirkan. Satu alat berat (ekskavator) diturunkan untuk penataan alur sungai tersebut.
Pengerjaan proyek mulai dilakukan Rabu (29/3) kemarin yang merupakan bagian dari paket klinik sungai. Pengerjaan diawali dari Kali Kanal di bawah jembatan Jalan Wahid Hasyim.
Kepala Bidang Pengairan pada Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang Kabupaten Jepara, Ngadimin menjelaskan, di alur Kali Kanal dan Kali Wiso memang terjadi sedimentasi.
Khususnya di titik tikungan sungai. “Kondisi itu menyebabkan sedimentasi di satu sisi. Sementara di sisi lainnya tergerus dan mengancam talut sungai,” terang Ngadimin.
Memperindah Sungai
Di Kali Kanal, lanjutnya, penataan alur sungai dimulai di bawah jembatan Jalan Wahid Hasyim, tepatnya di timur kantor BRI Cabang Jepara. Pengerjaan dilanjutkan hingga Kali Kanal tengah di Kelurahan Potroyudan Kecamatan Jepara Kota. “Setelah di Kali Kanal rampung, dilanjutkan di Kali Wiso,” jelasnya.
Di Kali Wiso, proyek penataan alur akan dilakukan mulai dari area sungai di Kelurahan Panggang, tepatnya di wilayah Pandean hingga alur di wilayah hulu sungai. Ngadimin tak menjelaskan detail soal anggaran untuk proyek penataan itu. “Karena merupakan proyek klinik, pembiayaan menyesuaikan dengan pengerjaan.
Proyek kita kerjakan sendiri tanpa pihak ketiga,” tambahnya. Selain untuk mengontrol alur aliran sungai, menurut Ngadimin, penataan alur itu juga untuk memperindah sungai. Itu untuk persiapan penilaian Adipura.
“Tujuan utama memang untuk mengurangi efek sedimentasi dan tergerusnya talut hingga dasarnya keropos. Yang lainnya agar sungai lebih terlihat indah,” tambahnya. Dari catatan Suara Merdeka, proyek serupa sudah dilakukan Juli 2016 lalu.
Tapi hanya difokuskan di titik di Kali Wiso yang mengalami sedimentasi parah. Yakni pada jarak 500 meter dari Jembatan Merah masuk Kelurahan Bapangan hingga di bawah jembatan Jalan Wahid Hasyim.

Sumber Berita : http://berita.suaramerdeka.com/smcetak/alur-dua-sungai-ditata/