Senin, 27 Maret 2017

Antrean di Gudang Bulog Panjang

PATI – Untuk bisa memasukan beras dalam kontrak pengadaan tahun 2017, truk pengangkut milik para mitra Bulog harus antre berhari-hari di Gudang Bulog 204, Desa Sokokulon, Kecamatan Margorejo, Pati.
Faktor penyebabnya, karena gudang tersebut saat ini penuh dengan beras hasil pengadaan tahun lalu. Dengan demikian, harus ada isi gudang yang dikeluarkan agar serapan beras pengadaan dari para mitra kerja bisa masuk dan tersimpan di gudang tersebut.
Beberapa sopir truk menyatakan tidak mempermasalahkan hal itu. Sebab kejadian itu bersifat kondisional. Apalagi, kebanyakan truk yang antre adalah milik para mitra sendiri yang memang khusus mengangkut beras. Dengan demikian, dia tidak merasa terikat sewa dengan pihak ketiga.
’’Karena kami melihat sendiri, puluhan pekerja bongkar-muat sudah dikerahkan oleh pihak gudang, sehingga upayanya sudah benar-benar maksimal,’’ ujar salah seorang sopir, Gianto (36).
Daerah Lain
Karena itu, kata Kepala Bulog Sub-Divre Pati, Ahmad Kholizun, pihaknya sangat menghargai upaya para sopir dari perusahaan mitra kerja meskipun kadang-kadang harus beberapa kali balik ke Pati dari tempat asalnya.
Akan tetapi, masingmasing sopir mempunyai alat komunikasi, maka sebelum menjelang gilirannya untuk membongkar muatan berasnya petugas gudang tidak menghubungi.
Di sisi lain, kini pihaknya mendapat tugas dari pusat untuk memenuhi permintaan dan pengiriman beras ke daerah lain. Tidak hanya keluar Jawa seperti Medan, Sumatra Utara (Sumut), Padang, Sumatra Barat (Sumbar), Sampit, Kalimantan Tengah (Kalteng), tapi juga ke DKI Jakarta.
Khusus yang disebut terakhir, beras yang harus dikeluarkan dari Gudang 204 tinggal kurang 496 ton. Sehingga beberapa hari lagi sudah tuntas, dan berikutnya harus kembali mempersiapkan lagi pengiriman beras ke Medan serta ke Sampit.
Berkurangnya isi gudang tersebut, karena beras harus dikirim ke luar Jawa maka kembali tersedia gudang, untuk masuknya beras serapan pengadaan. Tanpa adanya beras yang harus dikirim ke dartah lain, hal itu tentu menyulitkan mitra kerja yang sudah melakukan kontrak.
Dengan kata lain, jika beras yang ada dalam gudang sudah dikeluarkan maka berikutnya sudah siap beras serapan ganti masuk. ’’Sampai Kamis (23/3) lalu, serapan seluruh beras dari para mitra kerja kami sudah mencapai 14.300 ton,’’katanya.

Sumber Berita : http://berita.suaramerdeka.com/smcetak/antrean-di-gudang-bulog-panjang/