Senin, 27 Maret 2017

Bahas TKI, Anggota DPR RI Edukasi Warga

PATI-GUNUNGWUNGKAL - Anggota Komisi IX DPR RI Imam Suroso memberi sosialisasi terkait ketenagakerjaan di padepokan Subagio, Desa/Kecamatan Gunungwungkal kemarin. Kegiatan yang diikuti ratusan warga itu bertujuan agar masyarakat lebih selektif dan berhati-hati saat akan bekerja di luar negeri. Pria yang akrab disapa Mbah Roso itu juga mengundang sejumlah perwakilan untuk mengedukasi warga. Di antaranya Kasi Bina Penta pada Dinas Sosial Tenaga Kerja Suparwi, Kepala Badan Pelayanan, Penempatan dan Perlindungan Tenaga Kerja Indonesia (BP3TKI) Suparjo, dan Deputi Bidang Penempatan pada Badan Nasional Penempatan dan Perlindungan Tenaga Kerja Indonesia (BNP2TKI) Agusdin Subiantoro.   
Sebagai wakil rakyat yang membidangi ketenagakerjaan, kesehatan, dan kependudukan, Imam Suroso menyatakan akan berusaha selalu berada di tengah masyarakat untuk membantu memecahkan berbagai persoalan di bidang tersebut. Salah satunya dengan menyerap aspirasi, berkomunikasi langsung, hingga menggelar sosialisasi.
Dalam sosialisasi itu, sejumlah warga turut menyampaikan keluh kesah dan pertanyaan kepada pemateri. Salah satunya disampaikan Kepala Desa Sumberejo, Gunungwungkal, Anas Ma’sum. Dirinya menyampaikan peran pelatihan bahasa sangat penting untuk membekali calon tenaga kerja asal Indonesia.
”Kalau saat ini, pelatihan hanya dilakukan secara singkat. Untuk menguasai bahasa tidak bisa jika hanya dalam tiga hingga enam bulan. Kalau persoalan ini tidak teratasi, tenaga kerja Indonesia di negara luar tidak bisa berkembang,” bebernya.
Hal itu mendapat jawaban dari Deputi Bidang Penempatan BNP2TKI Agusdin Subianto. Dia  mengungkapkan, saat ini pihaknya mneyadari benar hal tersebut. Ke depan, diharapkan di satuan pendidikan akan lebih diintensifkan untuk pelajaran bahasa. Baik dalam pelajaran reguler atau masuk dalam ekstrakurikuler.
”Nantinya kami berharap, Bapak Imam Suroso bisa menyampaikan hal tersebut ke ranah dewan. Selanjutnya disampaikan ke kementerian terkait,” bebernya.
Sementara itu, Imam Suroso mengatakan, saat ini banyak masyarakat yang tertipu oleh iming-iming gaji besar bekerja di luar negeri dari orang yang tidak bertanggung jawab. Karena, pemahaman masyarakat akan perusahaan yang resmi masih minim.
”Untuk itu, kami menggelar sosialisasi ini agar masyarakat tidak tertipu lagi. Warga bisa mendapatkan pekerjaan yang baik, sesuai dengan kemampuan serta perlindungannya juga terjaga jika menggunakan jasa penyalur tenaga kerja yang resmi,” jelasnya.
Dia melanjutkan, jika menggunakan jasa penyalur tenaga kerja yang tidak resmi bisa berakibat fatal. Sebab, mereka tidak akan menjamin keselamatan dan tidak mau bertanggung jawab jika ada suatu persoalan di tempat kerja.
”Kami berharap sosialisasi ini bisa memberi manfaat kepada masyarakat. Tak hanya itu, masyarakat akan semakin cerdas dalam memilih dan menentukan perusahaan jasa penyalur tenaga kerja yang legal dan baik,” harapnya.

Sumber Berita : http://radarkudus.jawapos.com/read/2017/03/27/3441/bahas-tki-anggota-dpr-ri-edukasi-warga/