Jumat, 10 Maret 2017

Beras Petani Dibeli dengan Harga Subsidi

PATI – Kendati subsidi pembelian gabah petani dari Kementerian Pertanian dinilai terlambat, tapi hal tersebut membuat lega para petugas penyuluh pertanian lapangan (PPL) Dinas Pertanian Kabupaten Pati. Sebab, gabah hasil panenan para petani binaannya pasti akan terserap oleh Satgas Bulog.
Dengan demikian, harga jual gabah kering panen (GKP) untuk sisa panenan bulan ini tidak lagi dipermainkan oleh para tengkulak karena harga jual tetap sesuai dengan harga pembelian pemerintah (HPP), yakni Rp 3.700 per kilogram karena petani mendapat subsidi per kilogram Rp 400. Hal tersebut dibenarkan Kepala Dinas Pertanian Kabupaten Pati, Muhtar Effendi, Kamis (9/3).
Dia jua menginformasikan, bahwa Satgas Bulog mulai melakukan pembelian GKP pada Kelompok Tani (Poktan) Sumber Rejeki, Desa Wonorejo, Kecamatan Tlogowungu, Pati.
Akan tetapi, katanya lebih lanjut, GKP yang dibeli Satgas Bulog dengan tambahan harga subsidi tersebut tetap harus memenuhi persyaratan kualitas, yaitu kadar air maksimal 30 persen dan hampa kotoran di atas 15 persen. Hal itu sudah pasti bisa dipenuhi karena sisa panen padi petani yang dijual didukung cuaca yang mulai membaik.
100 Ton
Dengan kata lain, untuk memanen padi saat ini rata-rata areal persawahan yang terdapat tanaman padi sudah mulai terbebas dari genangan air. ”Hal tersebut tentu jauh berbeda dengan kondisi panenan Februari lalu. Selain cuaca basah juga banyak tanaman padi petani terutama di pinggir alur Kali Juwana yang terendam air,” ujarnya.
Dalam kondisi panenan seperti itu, masih kata Muhtar Effendi, pihaknya dan juga para PPL sudah pasti repot menghadapi keluh kesah petani. Apalagi, waktu itu padi yang dipanen memang benar-benar dalam kondisi basah, sehingga tidak ada pembeli/penebas sama sekali tidak ada yang tertarik untuk ikut membantu mengatasi permasalahan yang dihadapi petani.
Penyikapan seperti itu fajar, karena pedagang sudah pasti tidak mau rugi. Apalagi, jika pembelian dilakukan para pedagang juga menghadapi kesulitan dalam memproses perngeringan. Terlebih, bila dilakukan penggilingan berasnya tidak bisa maksimal.
Beruntung pemerintah segera tanggap, untuk hasil panenan padi petani harus bisa terserap sebanyak-banyaknya oleh Bulog dengan harga sesuai HPP. ”Karena itu, untuk mengangkat harga jual GKP di tingkat petani pemerintah memberikan subsidi.”
Dihubungi berkait hal tersebut, Kepala Bulog Sub-Divre Pati Ahmad Kholizun mengatakan, saat ini GKP petani dibeli dengan harga sesuai HPP. Akan tetapi syarat kualitas juga tetap diberlakukan, yaitu dengan kadar air maksimal 30 persen, dan butir hampa/kotoran maksimal 15 persen, baru petani bisa menikmati subsidi Rp 400 per kilogram.
Melalui pembelian tersebut, pihaknya nanti akan mengajukan penggantian ke Kementerian Pertanian, sehingga pembayaran sesuai HPP Rp 3.700 per kilogram untuk sementara menjadi tanggung jawabnya. ”Saat ini Satgas Bulog sudahg berhasil menyerap pembelian panenan petani sebanyak 100 ton setara berasa.”

Sumber Berita : http://berita.suaramerdeka.com/smcetak/beras-petani-dibeli-dengan-harga-subsidi/