Selasa, 07 Maret 2017

Bulog Kirim 6.000 Ton Beras ke Jakarta







PATI – Usai mengirim beras ke Medan, Sumatra Utara dan Kalimantan Tengah sebanyak 6.000 ton, Bulog Sub-Divre Pati kembali mengirim 6.000 ton beras ke Daerah Khusus Ibukota (DKI) Jakarta.
Pengiriman beras ke luar Pulau Jawa lainnya yang belum dilakukan adalah ke Padang, Sumatra Barat sebanyak 3.000 ton. Kendati persetujuan pengiriman telah ditetapkan oleh Perum Bulog, tapi Sub-Divre Padang sebagai penerima belum siap.
Karena itu, ketika mendapat perintah untuk mengirim beras ke ibukota, Bulog Sub-Divre Pati langsung mempersiapkan diri, terutama beras dari gudang mana saja yang harus dikeluarkan.
Kepala Bulog Sub-Divre Pati, Ahmad Kholizun mengatakan, dengan bertambahnya jumlah beras dari Pati yang dikirim ke daerah lain, tentu ada tambahan untuk spacegudang yang berkurang. Apalagi serapan pengadaan dari para mitra kerja kini terus bertambah, sehingga membutuhkan tempat untuk menampungnya.
Karena itu, beras 6.000 ton yang harus dikirim ke ibukota sudah ditetapkan, masingmasing dari Gudang 204 di Desa Sokokulon, Kecamatan Margorejo, Pati, sebanyak 2.000 ton.
Sedangkan 2.000 ton lainnya dari gudang di Kudus, dan dari Gudang 205 di Desa Bumirejo, Kecamatan Margorejo, Pati sebanyak 666 ton, serta dari gudang di Rembang 645 ton.
Sementara sisanya dikeluarkan dari gudang di Blora, karena Gudang 201 di Desa/Kecamatan Margorejo, Pati, tidak mendapat jatah alokasi pengiriman beras ke DKI.
‘’Akan tetapi space gudang untuk serapan pengadaan masih ada, sehingga kegiatan tersebut masih terus berlangsung,’’ kata Ahmad.
Cuaca Mendukung
Semakin bertambahnya serapan pengadaan, masih kata Ahmad Kholizun, karena dukungan dari mitra kerja cukup maksimal.
Hal itu ditunjang hujan yang sudah mulai jarang serta area panenan padi petani di wilayah kerjanya untuk bulan ini (Maret-Red) juga masih cukup banyak sehingga pembelian hasil panenan padi petani lebih leluasa.
Apalagi, dengan berkurangnya air di areal persawahan maka petani lebih senang memanfaatkan jasa penyewaan mesin untuk memanen padi karena lebih efektif.
Selain kualitas hasil panenan meningkat juga waktunya lebih cepat bila dibanding memanen secara manual.
Selain itu petani juga mempunyai pilihan, untuk menjual gabah kering panen (GKP) maupun gabah kering giling (GKG).
Terlepas dari hal tersebut, jika kondisi cuaca semakin baik, maka untuk mencapai prognosa pengadaan tahun ini sebanyak 102.000 ton pihaknya tetap optimistis bisa tercapai, karena masih ada kesempatan menunggu hasil panenan petani musim tanam (MT) kedua.
Sampai Minggu (5/3) lalu, untuk serapan pengadaan dari kontrak mitra kerja sebanyak 9.006.500 kilogram realisasinya sudah mencapai 5.083.250 kilogram setara beras. ‘’Untuk realisasi Senin (6/3), hal itu baru bisa diketahui Selasa (7/3) besok (hari ini- Red),’’imbuhnya.

Sumber Berita : http://berita.suaramerdeka.com/smcetak/bulog-kirim-6-000-ton-beras-ke-jakarta/