Rabu, 15 Maret 2017

Ganjar Akui Gagal Tekan Kemiskinan Musrenbang Karesidenan

KUDUS – Penanggulangan kemiskinan masih menjadi pekerjaan rumah yang belum sepenuhnya terselesaikan di Jawa Tengah. Meskipun berbagai upaya sudah dilakukan, penurunan tingkat kemiskinan belum signifikan.
Gubernur Jawa Tengah Ganjar Pranowo mengaku gagal menanggulangi kemiskinan di wilayahnya.
Pernyataan tersebut disampaikan dalam Musrenbangwil Eks Karesidenan Pati di pendapa Kabupaten Kudus, Selasa (14/3) pagi.
Hadir Bupati Kudus Musthofa, Bupati Pati Haryanto, Bupati Rembang Abdul Hafidz, Bupati Blora, Djoko Nugroho, dan Wakil Bupati Jepara, Subroto, masing-masing beserta timnya.
Sekda Provinsi Sri Puryono beserta sejumlah pejabat Pemprov, anggota DPD Bambang Sadono dan sejumlah anggota DPRD Jawa Tengah juga mengikuti kegiatan itu.
’’Tidak perlu malu mengakuinya,’’ kata Ganjar. Dikatakan, tingkat kemiskinan Jateng sampai dengan Maret 2016 mencapai 13,27 persen, sedangkan tingkat kemiskinan nasional 10,86 persen.
Menurutnya, salah satu upaya untuk menekan tingkat kemiskinan yakni melalui pemberdayaan masyarakat.
Upaya terobosan yang akan dilakukan antara lain membangun sinergi program dan anggaran bersama kabupaten/kota, pola sharing pendanaan dengan kabupaten/kota, serta membangun model satu data penanganan kemiskinan dengan memanfaatkan basis data terpadu.
’’Kudus, jumlah warga miskinnya paling sedikit di Eks Karesidenan Pati.’’ Pada kesempatan tersebut, Bupati Kudus Musthofa memaparkan berbagai upaya yang sudah dilakukan untuk menjadikan warga Kota Keretek semakin sejahtera.
Pembangunan dilakukan di berbagai bidang, mulai penyediaan infrastruktur, pemberdayaan UMKM hingga menyiapkan sumber daya manusia (SDM). ’’Kami akan terus mendorong Kudus untuk makin sejahtera.’’
Usulan
Pada Musrenbangwil tersebut sejumlah usulan disampaikan sejumlah bupati. Salah satunya, Bupati Blora Djoko Nugroho yang meminta merealisasikan ruas jalan Randublatung-Getas serta beberapa ruas jalan lain.
Ketersediaan akses tersebut dianggap dapat mempersingkat jarak menuju wilayah tetangga. ’’Tentunya akan memacu perekonomian warga.’’ Sementara itu, dalam teleconference dengan warga Desa Wonosoco, Kecamatan Undaan, disampaikan sejumlah persoalan.
Menurut Kepala Desa Wonosoco, Setiyo Budi, banyak masalah dihadapi desanya, mulai dari banjir bandang dari Pegunungan Kendeng, sawah yang kebanjiran hingga minimnya infrastruktur rintisan desa wisata di wilayahnya.
Pihaknya berharap, Pemprov Jateng mendukun upaya yang telah dilakukan Pemkab . ’’Kami juga merintis BUMDes untuk pengembangan kepariwisataan.’’