Kamis, 23 Maret 2017

Gerakan Tanam Buah Dicanangkan

BLORA- Bupati Blora Djoko Nugroho mencanangkan gerakan tanam buah di Desa Tempuran, Kecamatan Blora, kemarin. Melalui gerakan tersebut, masyarakat diminta pemanfaatkan lahan yang ada, baik pekarangan rumah maupun kebun, untuk ditanami buah-buahan.
”Manfaatkan sejengkal tanah yang ada dengan ditanami tanaman buah-buahan,” ujar Bupati Djoko Nugroho. Pencanangan gerakan tanam buah dilakukan Bupati di tengah hamparan kebun buah jambu kristal yang sudah ditanam sejak tahun lalu.
Bupati mempersilakan perwakilan kelompok tani untuk menanam bibit jambu kristal secara bersama-sama untuk perluasan. Ikut mendampingi pencanangan gerakan tanam buah tersebut, Kepala Dinas Pertanian dan Ketahanan Pangan Reni Miharti, Camat Blora Kota Sarmidi serta pejabat forum koordinasi pimpinan kecamatan (forkopimcam) Kota Blora.
Tidak hanya melakukan penanaman jambu di lokasi, masingmasing kelompok tani juga diberikan bantuan bibit tanaman sejumlah 1.900 batang yang terdiri dari berbagai jenis tanaman buah. Di antarannya bibit tanaman buah kelengkeng, bibit pisang, bibit durian dan alpukat, matoa dan jeruk.
Tumpangsari
Kelompok tani penerima bantuan bibit di antaranya Karya Tani Makmur dari Desa Gadu Kecamatan Sambong, Poktan Srimulyo dari Desa Srigading Kecamatan Ngawen, Poktan Ngudi Rahayu 2 Desa Tempuran Kecamatan Blora Kota, Poktan Tunjungsari Desa Tunjungan, Kecamatan Tunjungan dan Poktan Wana Barokah Desa Gempol, Kecamatan Jati.
Bupati meminta seluruh kelompok tani penerima bantuan, menanam bibit dan dirawat dengan baik, supaya pohonnya hidup dan berbuah. Menurut Bupati, tanaman buah harus dirawat seperti halnya merawat anak. ”Tanaman juga perlu perawatan dan perhatian agar bisa berbuah dengan baik.
Jika ada kendala, segera konsultasikan dengan petugas penyuluh pertanian terdekat. Saya ingin Blora yang dahulunya terkesan gersang karena didominasi jati, kini harus bisa menjadi pusat komoditas hortikultura,” tegas Djoko Nugroho.
Kepala Dinas Pertanian dan Ketahanan Pangan Reni Miharti mengemukakan, sembari menunggu masa panen buah-buahan tiba, hendaknya petani menerapkan sistem tumpangsari. Dia mencontohkan kebun jeruk di Desa Tanggel, Kecamatan Randublatung yang berbuah setelah tiga tahun ditanam.
Sambil menunggu jeruk berbuah dan panen, petani di sana melakukan tumpangsari dengan menanam cabai merah, terong dan sayuran lainnya di antara pohon jeruk. ”Sehingga walaupun belum mendapatkan hasil dari jeruknya. Sudah bisa merasakan panen cabai, terong dan lainnya,” katanya. 

Sumber Berita : http://berita.suaramerdeka.com/smcetak/gerakan-tanam-buah-dicanangkan/