Kamis, 23 Maret 2017

Guru Bisa Gunakan Bahasa Jawa untuk Mengajar

BLORA- Pelestarian penggunaan bahasa Jawa masyarakat bukan mutlak tanggung jawab dari guru bahasa Jawa yang ada di sekolah. Tetapi harus seluruh guru yang ada di lingkungan pendidikan mengajarkan bahasa Jawa.
”Saat menyampaikan pelajaran bahasa yang digunakan bisa dengan bahasa jawa, tidak harus bahasa Indonesia terus,” ujar praktisi sastra Jawa dari Magelang, Triman Laksana, saat kegiatan bengkel sastra jawa bagi guru Bahasa Jawa SMP se-Kabupaten Blora di aula Dinas Pendidikan (Dindik) Blora, Rabu (22/3). Dengan penerapan itu maka, siswa tentu akan terbiasa dengan bahasa Jawa. Yang terjadi saat ini justru sebaliknya, pengantar kegiatan memakai bahasa Indonesia.
Memakai bahasa Jawa, sebenarnya bisa untuk mengajarkan kesopanan, hal itu cukup bagus bagi tingkah laku siswa. ”Boleh dengan bahasa lain tapi jangan sampi melupakan bahasa jawanya sendiri,” katanya. Termasuk di pendidikan anak usia dini (PAUD). Menurutnya saat di PAUD harusnya bahawa jawa lebih dikenalkan kepada anak-anak sehingga sejak dini mereka sudah kenal bahasa Jawa.
”Di PAUD bisa digunakan separuh bahasa Jawa dan bahasa Indonesia, ini penting karena sejak dini harus dikenalkan,” katanya.
Penurunan
Sementara itu, Koordinator Pembinaan Bahasa Balai Bahasa Jawa Tengah Agus Sudono mengatakan, penggunaan bahasa Jawa memang mengalami penurunan. Lantaran semakin masyarakat tidak lagi mengunakan komunikasi sehari-hari dengan bahasa Jawa. Hal itu ditandai dengan semakin sedikitnya karya sastra berbahasa Jawa.
Karya berupa cerpen, puisi dan sastra jawa jarang muncul. Untuk itulah berbagai kegiatan seperti lomba bahasa Jawa ataupun menumbuhkan minat untuk menulis membuat cerita bahasa jawa terus dilakukan. Dengan semakin menurunya pengunaan bahasa ini perlunya pelajaran bahasa Jawa disetiap daerah itu semakin ditingkatkan.
Bukan hanya itu tetapi juga untuk digunakan sehari-hari. ”Bahasa Jawa harus terus digunakan dalam kehidupan sehari-hari, dan karya sastra salah satu tanda kalau basa jawa masih terus digunakan hingga saat ini,” ujarnya.

Sumber Berita : http://berita.suaramerdeka.com/smcetak/guru-bisa-gunakan-bahasa-jawa-untuk-mengajar/