Rabu, 29 Maret 2017

Jam Masuk Pabrik Akan Digeser

JEPARA – Kemacetan parah selalu terjadi di perempatan Nalumsari, Mayong dan Gotri tiap jam masuk kerja dan sekolah. Pasalnya, di jam-jam itu, ruas jalan itu dipenuhi oleh kendaraan roda dua yang dikendarai oleh para pekerja pabrik.
Meski hanya singkat, kondisi itu meresahkan masyarakat. Anak sekolah terlambat masuk sekolah.
Demikian pula para pekerja pabrik. Menanggapi permasalahan itu, jam masuk pabrik direncanakan akan digeser. Kebijakan ini tinggal menunggu kesepakatan dengan para pengusaha.
Sekda Jepara Sholih menjelaskan, berdirinya pabrik-pabrik besar di Jepara, khususnya di wilayah Jepara bagian selatan seperti Mayong, Kalinyamatan hingga Pecangaan mengakibatkan kemacetan. Sebab tak didukung dengan akses jalan yang memadai.
”Kondisi jalan tak bisa menampung membeludaknya pengendara pada jam-jam masuk sekolah dan kantor,” kata Sholih. Untuk menyelesaikan persoalan ini, pihaknya sesegera mungkin melakukan pembahasan dengan pihak-pihak terkait.
Khususnya dengan para pengusaha untuk menyepakati rencana pergeseran jam masuk kerja. Adanya pabrik di Jepara memang mampu menyerap tenaga kerja dalam jumlah besar, sehingga tiap pagi jalan raya menuju pabrik selalu padat.
”Banyaknya tenaga kerja yang terserap itu terbukti dengan tingkat pengangguran terbuka di Jepara yang menurun sejak 2013. Dari 6,28 persen turun menjadi 5,09 persen di tahun 2014. Tahun 2015 menjadi hanya 3,12 persen,” bebernya.
Pertemuan
Kasatlantas Polres Jepara AKP Andhika Wiratama mengatakan, menanggapi persoalan itu, sudah dilakukan setidaknya dua kali pertemuan.
Pertama yang diinisiasi Polres Jepara yang menghadirkan dari Dinas Perhubungan, Dinas PU-PR Kapolsek dan Kecamatan yang wilayahnya banyak berdiri pabrik.
Pertemuan kedua oleh Pemkab Jepara yang mengundang stakeholder. ”Rapat pertama di Pendapa Kecamatan Kalinyamatan pada 13 Maret lalu.
Hasil dari rapat pertama dan kedua sama. Yakni mengusulkan jam masuk kerja digeser. Dari pukul 07.00 ke pukul 08.00 atau ke pukul 06.00,” kata Andhika.
Usulan lainnya, untuk pabrik-pabrik besar, diminta untuk menyediakan armada khusus untuk antar jemput karyawan atau pekerja. Sementara untuk Dinas PU-PR diminta untuk mengusulkan pelebaran ruas jalan yang mengalami kemacetan.
”Kita tak bisa gunakan jalur alternatif untuk memecah kemacetan. Langkah paling darurat yang kita lakukan hanya menambah personel untuk mengatur arus lalu lintas di jam-jam padat,” kata Andhika.
Pihaknya saat ini juga masih menunggu kapan pertemuan dengan pihak pabrik akan dilakukan. Akibat kemacetan di sejumlah titik tersebut, pengendara butuh waktu hingga 10 menit untuk bisa keluar dari kemacetan.
Salah satu pengendara roda dua, Siska Nugraheni (25) mengungkapkan, kepadatan lalu lintas terjadi tiap pagi.
Kendaraan memang didominasi oleh roda dua yang dikendarai anak sekolah maupun karyawan pabrik. Selain itu, kemacetan terjadi lantaran pengendara sering tidak sabar sehingga mencoba saling mendahului.
”Kemacetan kian parah jika terjadi aksi saling senggol antar pengendara. Butuh waktu 10 menit untuk keluar dari titik kemacetan yang hanya ratusan meter itu,” kata Siska yang juga salah satu karyawan pabrik ini.

Sumber Berita : http://berita.suaramerdeka.com/smcetak/jam-masuk-pabrik-akan-digeser/