Jumat, 24 Maret 2017

Kesenian Tradisional Butuh Pengkaderan

PATI – Minimnya keterlibatan generasi muda dalam pelestarian kesenian tradisional rupanya memantik keprihatinan sejumlah elemen. Untuk menumbuhkan minat akan kesenian tradisi, seperti wayang dan ketoprak pemkab, akan fokus kepada pengkaderan.
Kabid Kebudayaan pada Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Kabupaten Pati, Paryanto, mengungkapkan, proses kaderisasi patut dipikirkan sebagai langkah pelestarian seni dan kebudayaan ke depan.
‘’Perlu adanya penyiapan generasi muda. Sebab, jika tidak ada penerus maka tentu seni tradisi bisa semakin ditinggalkan bahkan berpotensi punah,’’ ujar Paryanto kepada Suara Merdeka. Salah satu langkah dalam pengkaderan itu kata dia, adalah memunculkan pemain cilik dalam sejumlah kesenian tradisi.
Seperti, dalam pementasan wayang nanti bisa dimunculkan dalang cilik, remaja maupun pengrawit dan sinden cilik. ‘’Kami akan bekerja sama dengan Pepadi. Kami berharap nantinya dalam setiap pementasan tradisional seperti wayang bisa dimunculkan setidaknya dua hingga tiga dalang cilik,’’tambahnya.
Lomba Ketoprak
Tidak hanya itu, pada 2018 mendatang, pihaknya juga berencanakan menyelenggarakan lomba ketoprak cilik. Lomba ketoprak itu akan menyasar siswa sekolah dasar (SD) dan sekolah menengah pertama (SMP).
‘’Kami targetkan minimal ada satu kelompok dari setiap kecamatan. Bila itu berjalan dengan lancar maka setidaknya akan ada 42 embrio kelompok ketoprak dari kalangan SD maupun SMP,’’ ujarnya.
Tidak hanya itu, dari festival tersebut juga diharapkan dapat meningkatkan generasi muda untuk mencintai ketoprak. Dengan begitu, secara tidak langsung bisa menjadi pembelajaran bagi mereka. ‘’Kami berharap pelestarian kesenian tradisional bisa berjalan dengan lancar,’’ujarnya.

Sumber Berita : http://berita.suaramerdeka.com/smcetak/kesenian-tradisional-butuh-pengkaderan/