Kamis, 23 Maret 2017

Lelang Gedung Medis RSU Soewondo Gagal

PATI – Lelang pekerjaan untuk pembangunan gedung medis Rumah Sakit Umum (RSU) RAASoewondo Pati gagal sehingga harus diulang kembali.
Padahal, pihak rekanan yang mendaftar secara on line untuk lelang sistem elektronik ini sebenarnya cukup banyak karena pagu anggaran proyek tersebut Rp 60 miliar lebih. Dari jumlah tersebut, Rp 50 milar untuk membiayai pekerjaan konstruksi bangunan gedung berlantai empat dan Rp 10 miliar sisanya untuk sarana penunjang berupa pengadaan alatalat medis. Gagalnya lelang menyebabkan tersitanya sisa waktu hari kalender kerja maksimal 300 hari.
Sekretaris Kelompok Kerja (Pokja) Unit Layanan Pengadaan (ULP), Laminto, ketika ditanya berkait hal tersebut tidak mengelak. Namun pihaknya membuka kembali pendaftaran lelang ulang begitu jadwal pembukaan penawaran lelang pertama diketahui tidak memenuhi syarat. Selain itu, rekanan yang mengajukan penawaran juga hanya dua dari Semarang dan Jakarta.
Akan tetapi, begitu berkas penawaran dibuka persyaratannya ada yang kurang, dan hal itu terjadi besar kemungkinan karena faktor saat upload berkas persyaratan waktunya bersamaan sehingga kelengkapan persyaratan yang dibutuhkan tidak bisa terakses dengan lancar. Hal itu diperparah dengan minimnya waktu saat melakukan upload. Rekanan banyak yang melakukan upload data saat waktu tinggal satu hari sebelum pembukaan penawaran.
“Karena itu, jika para rekanan memang berminat mengikuti lelang tender proyek pembangunan Gedung Medis RSU Soewondo bisa mempersiapkan secara maksimal dan jauh-jauh hari sebelum batas waktu yang ditentukan,’’ujarnya.
Tertunda
Terpisah, Kabid Binamarga Dinas Pekerjaan Umum dan Tata Ruang (DPU & TR) Kabupaten Pati, Ahmad Faizal mengatakan, upaya pihaknya menjadwalkan penyerahan dokumen lelang kepada Pokja ULP untuk paket pekerjaan Jembatan Kalidoro Jl Pemuda dalam Kota Pati juga tertunda.
Semula penyerahan tersebut dijadwalkan pekan kedua bulan ini, ternyata harus mundur lagi. Sebab, dokumen lelang untuk perencanaan dari pihak konsultan perencana, termasuk satuan harga tenaga maupun barang masih kurang lengkap. Terakhir, gokumen tersebut dikembalikan lagi ke pihaknya sehingga harus dilakukan perbaikan.
“Namun kami pastikan pekan ini sudah siap dilimpahkan kembali,”kata Ahmad. Terkait denga lelang paket pekerjaan tersebut, untuk pagu anggarannya mencapai Rp 5 miliar lebih. Selain pekerjaan pembongkaran jembatan lama yang menggunakan konstruksi gorong- gorong dan digantikan dengan konstruksi beton, dan pada sisi kiri serta kanan pagar pengaman dilengkapi dengan taman.
Mengingat konstruksi beton, maka untuk lantai jembatan harus dinaikkan lagi sekitar 50 cm dari batas maksimal air tertinggi. Hal tersebut untuk menghindari agar bila terjadi gelontoran air dari hulu cukup besar, tidak sampai terjadi limpasan ke perkampungan warga Kelurahan Kalidoro dan Dukuh Setulan, Desa Sidoharjo, keduanya di Kecamatan Kota Pati.
Dengan demikian, oprit pada jembatan tersebut baik dari barat dan timur tentu akan mengikuti naik. “Untuk panjang oprit, paling tepat jika masing-masing adalah 100 meter, karena itu warga di pinggir jalan sekitar jembatan hendaknya memahami perubahan tersebut,” imbuhnya.

Sumber Berita : http://berita.suaramerdeka.com/smcetak/lelang-gedung-medis-rsu-soewondo-gagal/