Kamis, 16 Maret 2017

Pabrik Semen Diminta Tunggu Kajian Lingkungan Hasil Kunjungan DRPD Jateng ke Tapak Pabrik

REMBANG – Komisi D DPRD Jateng meminta kepada manajemen PT Semen Indonesia untuk menunggu hasil final dari Kajian Lingkungan Hidup Strategis (KLHS) regional sebelum melakukan peluncuran pabrik. Hal itu untuk memberikan rasa tenang kepada seluruh masyarakat yang berada di lingkungan pabrik semen PT Semen Indonesia di Rembang.
Apalagi, sebagian kecil masyarakat di Rembang masih bersikukuh menolak kehadiran PT Semen Indonesia. Pernyataan Komisi D itu merupakan hasil dari audiensi antara mereka dan manajemen PT Semen Indonesia Project Rembang, Rabu (15/3). Rombongan Komisi D yang berjumlah 17 orang terdiri dari wakil ketua, sekretaris, dan anggota itu mengunjungi pabrik semen di Desa Kadiwono, Kecamatan Bulu.
Wakil Ketua Komisi D DPRD Jateng, Hadi Santoso mengatakan, PT Semen Indonesia sudah bersikap koorperatif terkait permintaan komisi. Manajemen perusahaan pelat merah itu siap melakukan operasional pabrik selepas keluarnya hasil KLHS. ”Saat ini progres pembangunan pabrik semen memang sudah lebih dari 99 persen.
Catatan kami setelah audiensi adalah peluncuran pabrik menunggu keputusan final KLHS regional. Agar semakin membuat tenang masyarakat,” jelas Hadi. Menurut Hadi, Komisi D juga menginginkan manajemen PT Semen Indonesia merangkul seluruh masyarakat, termasuk yang masih kontra atau menolak.
Manajemen juga diminta untuk terus memberikan edukasi dan penjelasan kepada masyarakat yang masih kontra agar bisa tercapai kesamaan persepsi. ”Pembangunan tidak selalu memuaskan semua orang. Ada sebagian yang masih kontra, sehingga kami ingin memastikan masyarakat yang belum menerima pabrik tidak dijauhi atau dikucilkan,” imbuhnya.
Kejar Paket
Sementara itu, Kepala Project Rembang PT Semen Indonesia, Heru Indra Wijayanto menyatakan, menajemen terus melakukan sosialisasi mengenai pendirian pabrik kepada masyarakat, terutama di kawasan ring satu. Selain sosialisasi sejumlah program dari perusahaan juga sudah diluncurkan untuk kesejahteraan warga ring satu.
”Program yang kami prioritaskan adalah kejar paket bagi warga di ring satu, lima desa yang hanya memiliki ijazah SD. Cukup banyak yang merespons program tersebut,” ujarnya. Ia menyebut, hal utama yang sering dikhawatirkan masyarakat Rembang terkait pabrik semen adalah hilangnya sumber air atau kerusakan lingkungan.
Oleh karena itu, manajemen sudah sering mengajak warga Rembang untuk melihat langsung kondisi lingkungan di sekitar pabrik semen di Tuban yang sudah beroperasi selama 20 tahun. ”Warga kami ajak ke kawasan pabrik Tuban. Di sana, warga kami lihatkan munculnya lima embung karena adanya pabrik. Embung-embung di sana digunakan sebagia sumber air masyarakat,” tandasnya.


Sumber Berita : http://berita.suaramerdeka.com/smcetak/pabrik-semen-diminta-tunggu-kajian-lingkungan/