Kamis, 30 Maret 2017

Pati Peringkat Tiga Nasional P1 Adipura 2017 untuk Kota Kecil

PATI – Pati menempati peringkat tiga nasional dan peringkat satu Jateng dalam penilaian tahap pertama (P1) Adipura 2017 untuk kategori Kota Kecil dengan raihan nilai 77,94.
Akan tetapi, khusus penilaian Tempat Pembuangan Akhir (TPA) sampah Pati di Desa Sukoharjo, Kecamatan Margorejo, berada di peringkat Vdengan nilai 76,57 di bawah Muara Enim, Sumatra Selatan (Sumsel) yang mendapatkan nilai 77,87.
Urutan pertama untuk TPA ditempati Turikale, Kabupaten Maros, Sulawesi Selatan (Sulses) dengan nilai 80,79 diikuti Martapura, Kabupaten Banjar, Kalimantan Selatan (80,53) dan Bangli, Kabupaten Bangli, Bali (78,31).
Petugas lapangan Bidang Kebersihan dan Pertamanan Dinas Pekerjaan Umum (DPU) dan Tata Ruang (TR) Kabupaten Pati, Sukiman yang mengikuti Ekspose Hasil Penilaian Adipura (P1), Rabu (29/3), sebagai kota kecil, Pati menempati urutan ketiga dengan nilai (77,94).
Urutan pertama diraih Martapura, Kabupaten Banjar, Kalimantan Selatan (78,70), peringkat kedua Turikale, Kabupaten Maros, Sulawesi Selatan (78,53), dan urutan empat ditempati Bangli, Kabupaten Bangli, Bali (77,64). Dari selisih niliai sangat tipis tersebut, yang masuk nominasi nasional ada 15 kota kecil.
Untuk pengelolaan TPA Pati diakuinya memang belum bisa memperoleh nilai maksimal, karena selama ini pengelolaannya masih menggunakan sistem control landfill sehingga berbeda dengan peringkat satu hingg tiga yang sudah menggunakan sistem sanitary landfill.
Mampu Bersaing
Untuk penerapan sistem tersebut, Pati saat ini sedang mempersiapkan penyediaan fasilitas itu yang alokasi anggarannya berasal dari bantuan Pemprov Jateng. “Saat ini pembuatan TPA model itu tengah dilakukan oleh rekanan pemenang tender dari Kota Semarang,” kata Sukiman. Sesuai kalender kerja, masih kata Sukiman, lamanya pelaksanaan pekerjaan adalah 210 hari.
Sehingga pertengahan Oktober 2017 TPA model sanitary landfill sudah tuntas dan tahun depan Pati sudah menggunakan sistem tersebut. Pihaknya optrimistis, jika sistem tersebut diberlakukan, Pati akan mampu bersaing dengan kota kecil lain yang saat ini mengungguli Pati.
Terkait posisi Pati pada peringkat ketiga nasional untuk kota kecil, selain faktor TPA, pihaknya melihat dukungan dari masyarakat untuk penyediaan fasilitas taman kota masih perlu ditingkatkan. Sebab, ketika berlangsung penilaian P1 ada warga yang tidak tahu atau karena sengaja membuang sampah tidak pada tempatnya.
Selain itu ada pula yang membuang sampah tapi tidak tidak sesuai peruntukannya. Hal itu tampak saat dilakukan pemeriksaan banyak sampah organik dicampur dengan yang nonorganik meskipun pada tempat sampah itu sudah diberi tulisan.
Fakta tersebut menjadi catatan pihaknya untuk terus berbenah. Sebab, usai ekspose hasil penilaian P1 tahapan berikutnya tentu masih ada verifikasi sebelum penyampaian paparan di depan Dewan Adipura.
Biasanya penyampaian pengumuman hasilnya, pada akhir Mei karena pada Hari Lingkungan Hidup penyerahan penghargaan Adipura diserahkan. “Adapun yang menyampaikan paparan pelaksanaan Adipura adalah Bupati,” imbuhnya.

Sumber Berita : http://berita.suaramerdeka.com/smcetak/pati-peringkat-tiga-nasional/