Kamis, 09 Maret 2017

Pedagang Dipindah Paksa




PURWODADI – Ratusan petugas gabungan dikerahkan untuk melakukan penertiban di sepanjang Jalan Banyuono kemarin. Penertiban ini, karena teguran petugas gabungan kepada pedagang di Pasar Pagi Lama tak diindahkan. Penertiban ini, dibagi dua tahap. Masing-masing dimulai pukul 06.30 hingga pukul 08.00. Kemudian dilanjut pukul 09.00 hingga 09.45.
”Kami sudah memberikan teguran dan peringatan sebelumnya. Tapi tak diindahkan. Kali ini kami mengambil tindakan tegas dengan membawa barang dagangan mereka (pedagang) ke dalam truk. Kemudian diturunkan ke lokasi Pasar Pagi Baru di Jalan Gajahmada,” ujar Kabid Ketertiban Umum dan Ketentraman Masyarakat Satpol PP Grobogan Gunawan Widodo kemarin.
Dua jam tak dijaga, pedagang malah datang kembali dan berjualan di Pasar Pagi Lama. Petugas gabungan yang masih siaga di pinggir eks lokalisasi Koplak Dokar tersebut, kembali turun ke selatan Jalan Banyuono.
”Kami kembali mengamankan barang pedagang yang masih nekat berjualan. Kemudian menurunkan di lokasi baru (Pasar Pagi Baru). Petugas akan terus disiagakan di lokasi tersebut,” tegasnya.
Tak hanya itu, petugas Dinas Perindustrian dan Perdagangan (Disperindag) juga terlihat memindahkan tenda penjagaan. Dari sebelumnya di dekat Koplak Dokar, kemudian dipindah di sebelah utara SDN 5 Purwodadi.
”Pemindahan tenda ini, agar lebih efektif dalam penjagaan. Karena sekarang pedagang berpindah ke sebelah selatan. Untuk itu, petugas berjaga di sana, agar pedagang tak berani kembali ke lokasi tersebut lagi,” tandasnya.
Dia menuturkan, nantinya petugas akan terus melakukan patroli ke lokasi Pasar Pagi Lama. ”Apabila kedapatan pedagang yang nekat berjualan (di Pasar Pagi Lama), maka barang dagangannya akan dibawa kembali ke lokasi baru (Pasar Pagi Baru),” paparnya.
Selain itu, Disperindag akan mencarikan tempat atau los di lokasi baru bagi pedagang yang belum memiliki los. Hal ini dimaksud agar pedagang tak kembali lagi menempati lokasi lama. Sebab, keberadaan mereka di Pasar Pagi Lama selama ini menggunakan emperan rumah warga. Selain mengganggu, juga mengakibatkan kemacetan jalan.
”Jumalahnya ada 55 pedagang. Mereka ada yang sudah memiliki los. Sebagian lagi, ada yang berjualan di pasar baru saat malam hingga pagi berjualan di Pasar Pagi Baru, namun siangnya mereka kembali ke Pasar Pagi Lama. Bahkan, ada juga yang tak mau menempati los yang sudah disediakan,” imbuhnya.

Sumber Berita : http://radarkudus.jawapos.com/read/2017/03/08/3310/pedagang-dipindah-paksa/