Minggu, 12 Maret 2017

Pelestarian Hutan Kendeng Mendesak

KUDUS – Serangkaian musibah berupa banjir bandang di lereng Pegunungan Kendeng, Desa Wonosoco, Kecamatan Undaan, tidak dapat dipisahkan dari kondisi hutan di kawasan tersebut. Salah satu upaya yang dilakukan yakni mengembalikan kondisi awal hutan.
Intinya, dilihat dari manfaat dan dampak yang ditimbulkan akibat kondisi hutan yang tidak lagi lestari. Ketua Forum Daerah Aliran Sungai (Fordas) Muria, Hendy Hendro, mengemukakan hal itu kemarin.
Hendy yang juga mewakili Tim dari Universitas Muria Kudus (UMK) beserta sejumlah dosen dan mahasiswa Fakultas Pertanian, pekan lalu bersama Muspicam Undaan dan Pemerintah Desa Wonosoco, juga sudah memantau langsung kondisi hutan di kawasan tersebut.
”Pengelolaan hutan harus dilakukan dengan tetap mempertimbangkan sisi manfaat bagi masyarakat setempat,” katanya. Bentuk rehabitasi hutan yang akan diharapkan dilakukan yakni menggunakan konsep agroforestri.
Konsep agroforestri merupakan suatu konsep kombinasi antara tanaman hutan dengan tanaman pertanian.
Rancangan teknis meliputi penentuan jenis tanaman, jarak tanam, pola tanam dan kebutuhan bibit tanaman yang dibutuhkan. Penentuan jenis tanaman pun didasarkan atas manfaat dan fungsinya ekologi maupun ekonomi.
”Tanaman semusim seperti jagung tersebut diharapkan dapat memberikan nilai ekonomi masyarakat sekitar kawasan,” jelasnya. Sedangkan tanaman hutan tersebut berfungsi untuk memperbaiki sistem tata air, melindungi kerusakan tanah dan memperbaiki ekosistem hutan.
Nantinya menimimalkan bencana alam rehabilitasi di lahan tersebut dilakukan, sehingga kawasan yang terdegradasi dapat mengembalikan fungsinya sebagai perlindungan ekosistem dan tata air bagi daerah sekitarnya, serta dapat juga memberikan manfaat bagi kesejahteraan masyarakat.
Dihentikan
Ditambahkan Camat Undaan Catur Widiyatno, khusus untuk wilayahnya, pihaknya sudah melakukan sejumlah hal. Salah satunya, dengan menghentikan penanaman tanaman semusim seperti jagung. Pasalnya, hal itu dianggap akan mengurangi kekuatan penyerapan air.
”Kita berharap hal serupa dapat juga dilakukan di wilayah tetangga,” jelasnya. Bagaimanapun, bila kerusakan hutan dibiarkan berlarut-larut tanpa ada perbaikan dimungkinkan yang akan dirugikan masyarakat juga.
Mengacu pada kondisi tersebut, pihaknya akan bekerja sama dengan pemanggku wilayah di perbatasan Kudus-Pati untuk dapat secara bersamasama memperbaiki kerusakan hutan. ”Salah satunya dengan menghentikan penanaman tanaman semusim seperti yang sudah dilakukan di Wonosoco,” imbuhnya. 

Sumber Berita : http://berita.suaramerdeka.com/smcetak/pelestarian-hutan-kendeng-mendesak/