Senin, 20 Maret 2017

Pembangunan Tiga Pasar Rampung Tahun Ini

PATI – Pembangunan lanjutan tiga pasar di Pati dengan pola konstruksi satu atap, kini dipersiapkan untuk memasuki proses tahapan lelang terbuka.
Pasar Tayu dibangun dengan anggaran Rp 9 miliar lebih, Pasar Rogowangsan Rp 6,3 miliar, dan Pasar Trangkil Rp 3,4 miliar.
Kepala Seksi (Kasi) Pengembangan dan Pemeliharaan Bidang Pengelolaan Pasar Dinas Perdagangan dan Perindustrian (Disdagperin) Kabupaten Pati, Widyo mengatakan hal itu, kemarin.
Menurutnya, pembangunan tahap pertama Pasar Tayu tahap dengan bantuan pemprov Rp 18 miliar lebih belum bisa menuntaskan permasalahan.
Faktanya, banyak pedagang kaki lima (PKL) tetap berjualan di pinggir jalan depan pasar sehingga lingkungan pasar semrawut ’’Persoalan itu akan secepatnya diatasi dengan menyediakan gerobak dorong bagi 36 PKL, sehingga mereka bisa masuk dan berjualan di los sisi selatan.’’
Bersabar
Hal itu hanya bisa dilakukan dari siang hingga malam, dan los itu harus kembali dikosongkan supaya bisa dipakai berjualan bakul lain pada pagi hari. Proses pembuatan gerobak dorong belum tuntas karena itu ia meminta bersabar.
Menurutnya, pembangunan tiga pasar itu ditarget rampung tahun ini. Pasar Rogowangsan di kota Pati, tinggal mengerjakan sisi barat dengan konstruksi berlantai dua karena sisi timur telah selesai dikerjakan tahun lalu.
Jika pelaksanaan pekerjaan dimulai, kata dia yang juga Pejabat Pembuat Komitmen (PPKom) Proyek Pasar, untuk sementara 250 bakul harus dipindahkan. Lokasinya di tepi Jalan Setiabudi, Pecinan, dan tepi Jalan MH Thamrin.
Dikatakan, pemenang tender nanti juga mendapat tambahan beban menata akses jalan masuk ke lantai dua pasar di sisi timur. Termasuk memasang pegangan dari pipa karena sangat diperlukan bagi pengunjung yang hendak naik ke lantai dua.
Untuk lanjutan pembangunan Pasar Trangkil, paket pekerjaannya adalah membnagun los satu atap untuk menampung bakul yang masih belum kebagian tempat.
Dengan demikian, dalam los satu atap itu bakul diwajibkan membuat sendiri kios dalam los (KDL), baik untuk berjualan maupun menyimpan dagangan.
Adapun untuk Pasar Tayu, lanjutan pembangunannya berupa paket pekerjaan los satu atap tapi di bagian belakang, yang semula merupakan subterminal. Di depan los disediakan fasilitas tempat bongkar muat barang. Setelah pembangunan tiga pasar itu rampung, pihaknya akan menata Pasar Puri Baru.
’’Model konstruksinya tidak berbeda, yaitu los satu atap agar bila hujan tidak becek. Sirkulasi udara juga maksimal sehingga kondisi dalam pasar tidak sumpek.’’

Sumber Berita : http://berita.suaramerdeka.com/smcetak/pembangunan-tiga-pasar-rampung-tahun-ini/