Jumat, 10 Maret 2017

Penguatan Tanggul Masuk Rencana Proyek Tahun Ini

JEPARA - Tanggul dan talut di sejumlah sungai dan saluran irigasi di Jepara banyak yang rusak. Kondisi itu sudah lama terjadi dan dikeluhkan oleh masyarakat. Hal tersebut menyebabkan pemanfaatan air sungai untuk pengairan sawah terhambat.
Selain itu, bisa menyebabkan banjir di wilayah sekitar aliran sungai. Kabid Pengairan pada Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang Ngadimin menegaskan, proyek penguatan tanggul sungai maupun saluran irigasi masuk rencana proyek tahun ini. Saat ini, pihaknya tengah melakukan survei titik-titik mana saja yang perlu dilakukan perbaikan.
Termasuk melakukan pemetaan mana yang masuk kewenangan provinsi dan mana yang kabupaten. ìKalau kami jelas hanya mengerjakan bagian yang menjadi kewenangan kabupaten,î tegas Ngadimin. Pihaknya pun belum menjelaskan detail anggaran yang akan dikucurkan untuk perbaikan.
Tapi Ngadimin mengemukakan tahun ini memang belum semuanya bisa diperbaiki lantaran keterbatasan anggaran serta fokus kegiatan. ìPerbaikan tanggul dan irigasi memang masuk program kami tahun ini. Tapi tahun ini kami juga fokus pada program penyelesaian genangan air dalam kota dan beberapa wilayah lain,î bebernya.
Rawan Banjir
Terpisah, Kepala Pelaksana Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Jepara Lulus Suprayteno sebelumnya memang mengeluhkan kondisi sejumlah tanggul sungai yang rapuh. Hal itu berpotensi menyebabkan banjir lantaran jebolnya tanggul saat debit air sungai meninggi. ìBeberapa tanggul sungai yang berbahaya yakni yang ada di SWD I dan SWD II. Tepatnya di Desa Welahan, Dorang, Karang Anyar dan Bugo.
Itu lantaran kerusakan saat banjir 2014 yang sampai saat ini tidak ada penanganan, î tegasnya. Selain persoalan tanggul sungai, sejumlah pintu air di sejumlah sungai juga mengalami kerusakan. Akibatnya, proses pengaliran maupun pembuangan air tak bisa berjalan maksimal. Salah satu yang mengalami kerusakan yakni di Desa Batukali Kecamatan Kalinyamatan. Kerusakan karena banyaknya tumpukan sampah.
Salah satu contoh banjir yang disebabkan oleh pintu air yakni di Desa Gedangan Kecamatan Welahan. Air terus masuk ke Sungai Borojamban karena pintu air tak bisa ditutup. Akibat terus mendapat kiriman air dari SWD II, air meluber ke permukiman. ìKondisi tanggul tak banyak berubah dalam beberapa tahun terakhir.
Sehingga memang rawan jebol. Sedimentasi juga parah. Belum lagi rusaknya pintu air. Hal itu harus ditangani siapa pun yang berwenang. Sebab yang terkena imbas adalah warga Jepara,î tambah Lulus.

Sumber Berita : http://berita.suaramerdeka.com/smcetak/penguatan-tanggul-masuk-rencana-proyek-tahun-ini/