Rabu, 22 Maret 2017

Petani Didorong Lebih Modern

JEPARA – Bupati Jepara Ahmad Marzuqi mendorong para petani di Kabupaten Jepara untuk lebih modern. Menurut bupati, revolusi pertanian dari pertanian tradisional ke pertanian modern harus segera diwujudkan. Hal ini disampaikan bupati dalam kegiatan krida pembangunan di Desa Pecangaan Wetan Kecamatan Pecangaan, Senin (20/3). Hadir dalam kegiatan itu Dandim 0719/ Jepara letkol Inf Ahmad Basuki dan pimpinan organisasi perangkat daerah (OPD). Marzuqi mengatakan generasi sekarang ini tidak banyak yang tertarik untuk menggeluti bidang pertanian. Salah satu cara agar generasi baru tertarik bidang olah tanah ini adalah dengan modernisasi pertanian. Ia mengungkapkan, langkanya tenaga kerja pertanian berimbas pada mahalnya ongkos yng harus dibayar saat musim panen dan musim tanam. Hal ini, bisa disiasati dengan penggunaan mesin pemanen padi dan mesin penanam padi. ”Saya percaya pemanfaatan teknologi ini, akan banyak membantu petani dalam banyak hal,” ujar Marzuqi. Ia juga menjelaskan, pemanfaatan alat mesin pertanian lebih efisien dibandingkan secra konvensional. Misalnya saja, mesin tanam, dengan dua operator mampu menanami lahan seluas 1 hektar, sedangkan kebutuhan bensin 4 liter per hari. Biaya tanam dengan mesin tanam dan bibit sekitar Rp 2 juta/hektar. ”Sebagai pembandingnya, jika dikerjakan secara manual membutuhkan tenaga 30 orang dengan biaya sekitar Rp 3 juta,” ujarnya. Pinjam Pakai Kepala Dinas Ketahanan Pangan dan Pertanian Kabupaten Jepara Achid Setiawan mengatakan jumlah mesin tanam yang ada 22 unit yang tersebar di Jepara. Namun, penggunannya perlu didorong kembali sebagai wujud peningkatan teknologi bidang pertanian. ”Kebijakan dari pemerintah, mesin bisa didapat dengan cara pinjam pakai,” ujarnya. Dandim Jepara Letkol Inf Ahmad Basuki akan turut mendorong gapoktan untuk melakukan modernisasi pertanian ini. Ia berharap, kesejahteraan kaum petani di Jepara bisa semakin meningkat. Sementara itu, dari data yang ada di Pemkab Jepara, tanaman padi selama lima tahun terakhir mengalami surplus. Hal ini, dilihat dari produksi beras yang selalu diatas kebutuhan konsumsi. Tahun 2012 lalu, produksi gabah kering giling (GKG) 211.669 ton atau setara 133.350 ton beras. Sedangkan 2016 ini mencapai 273.821 ton GKG atau setara 172.507 ton beras.

Sumber Berita : http://berita.suaramerdeka.com/smcetak/petani-didorong-lebih-modern/