Jumat, 24 Maret 2017

Satu Hektare Mangrove Mati

PATI-TAYU - Ribuan pohon mangrove yang tumbuh di sepanjang bibir pantai Desa Sambiroto, Kecamatan Tayu, mati. Masyarakat berharap ada bantuan dari pemerintah kabupaten (pemkab) untuk mengatasi persoalan tersebut. Kondisi serupa juga terjadi di sejumlah tempat di sekitarnya. Seperti mangrove di Desa Keboromo, Kecamatan Tayu. Hingga kini warga belum mengetahui penyebab mengeringnya hampir satu hektare tanaman mangrove, baik di bibir pantai atau sekitar Sungai Tayu yang mengarah ke laut.
Kepala Desa (Kades) Sambiroto, Kecamatan Tayu, Sulistiono mengatakan, beberapa pekan terakhir banyak pohon mangrove yang mati. Rata-rata pohon yang masih kecil. Namun, belakangan ini daun di pohon besar mulai mengering.
”Kalau mangrove yang terkena kondisi itu ada di sekitar setengah hektare. Selain terjadi di sini (Desa Sambiroto, Red) desa sebelah, Desa Kaboromo juga mengalami kondisi yang sama. Banyak pohon mangrove yang mulai mati,” katanya kemarin.
Dia menjelaskan, masyarakat sekitar belum melakukan tindakan apapun. Padahal, tanaman mangrove sangat dibutuhkan. Terutama, mencegah abrasi pantai. Selain itu, belum diketahui penyebabnya.
”Kami tidak tahu kenapa. Mungkin perubahan cuaca yang ekstrim. Yang jelas, saat ini kami membutuhkan bantuan dari pemkab untuk turun tangan mengatasi persoalan itu langsung. Sehingga, tanaman mangrove yang sangat bermanfaat bagi warga bisa kembali hijau,” harapnya.

Sumber Berita : http://radarkudus.jawapos.com/read/2017/03/23/3417/satu-hektare-mangrove-mati