Sabtu, 18 Maret 2017

Semen Rembang Beroperasi April

REMBANG – Meski sebagian pihak masih menyuarakan penolakan, pabrik PT Semen Indonesia di Rembang hampir dapat dipastikan mulai beroperasi April 2017.
Sebelum beroperasi penuh, uji coba terus dimatangkan. Jumat (17/3), Menteri BUMN Rini Soemarno meninjau lokasi pabrik di Desa Kadiwono, Kecamatan Bulu, Kabupaten Rembang. Di hadapan direksi PT Semen Indonesia dan perwakilan warga di kawasan ring satu, Rini mengungkapkan harapan agar pabrik tersebut segera beroperasi secara penuh, bulan depan.
Menurut rencana, pabrik akan diresmikan Presiden Joko Widodo. Namun, tanggal peresmian belum ditentukan. Rini mengatakan, masa uji coba yang tengah berlangsung diharapkan berjalan lancar tanpa halangan apa pun.
Pihaknya akan terus mendorong agar setelah pabrik beroperasi, PT Semen Indonesia bisa membantu warga, baik yang bekerja di pabrik maupun yang tidak. ”Pabrik semen ini milik BUMN atau negara. Keberadaannya diharapkan bisa memberikan kesejahteraan. Perlu komunikasi yang intensif dengan warga agar persoalan yang masih ada bisa terselesaikan, î paparnya. Rini datang menggunakan helikopter.
Ia didampingi oleh Sekretaris Kementerian BUMN Imam Pariyanto Putro, Direktur PT Semen Indonesia Rizkan Candra, serta Direktur Utama Bank Mandiri Kartika Wirjoatmodjo dan Direktur Utama BNI Achmad Baiquni. Pada dasarnya, jelas Rini, semua perizinan terkait pengoperasian pabrik hampir selesai, tinggal Kajian Lingkungan Hidup Strategis yang akan segera diumumkan. Terkait bantuan untuk warga, ia mengungkapkan, masih ada dua desa di wilayah ring satu yang belum memiliki embung.
”Tahun ini ditargetkan sudah ada,”ujarnya. Setelah meninjau lokasi pabrik, Rini menuju Pondok Pesantren Al-Anwar Sarang dan sowan KH Maimun Zubair. Mereka berdialog menyangkut sejumlah hal. Rini juga memberikan bantuan alat pendidikan untuk salah satu lembaga di ponpes itu. Secara terpisah, Kades Kadiwono Ahmad Ridwan mengatakan, mayoritas warga mendukung pabrik semen.
Ia mencatat hanya sekitar lima persen warga yang belum memberikan dukungan. ”Kami menghormati sikap warga yang belum mendukung. Sejauh ini, dampak positif pabrik semen sudah kami rasakan,”jelasnya. Di Semarang, Gubernur Ganjar Pranowo menilai penyampaian aspirasi terkait penolakan pabrik semen di Rembang sah-sah saja.
Namun, sebaiknya tidak dilakukan dengan menyakiti diri sendiri, misalnya memasung kaki dan mengecor dengan semen. ”Silakan kalau mau aksi, menyampaikan pendapat. Itu sah-sah saja. Tapi tolong jangan menyakiti diri sendiri, apalagi sampai menyemen kaki. Masih banyak cara lain untuk menyuarakan aspirasi kepada menteri atau presiden.
Tidak perlu seperti itu,” ujar Ganjar, menanggapi aksi warga di depan Istana Negara. Menurut dia, warga di sekitar Pegunungan Kendeng telah diundang untuk berdiskusi dalam sidang Komisi Amdal. Aktivis lingkungan, misalnya dari Wahana LIngkungan Hidup Indonesia (Walhi) juga diundang, tetapi tidak hadir. Padahal, forum itu digelar untuk memperjelas situasi dan memaparkan hasil uji para pakar terhadap keberadaan pabrik PT Semen Indonesia.
Hormati Pilihan
”Apa pun itu, kita hormati pilihan mereka. Saya memberikan ruang yang fair, tetapi malah ada yang walk out, padahal belum selesai dijelaskan. Kalau mungkin terjadi kerusakan, apakah para pakar itu akan mengizinkan (pengoperasian pabrik),” imbuh Ganjar.
Sebelum muncul protes terhadap pabrik semen di Rembang, lanjut Ganjar, ada sekitar 56 tambang yang sudah berjalan, tetapi tidak diprotes warga. Jika ada perintah penutupan pabrik dari Menteri Lingkungan Hidup atau Menteri BUMN, pihaknya siap melakukan sesuai ketentuan. ”Ada juga putusan pengadilan tingkat kasasi yang memenangkan pabrik semen di Kabupaten Pati.
Sebelum pabrik di Rembang berdiri, sudah banyak penambangan, tapi kenapa tidak diprotes.” Pembangunan pabrik semen Rembang sudah 99,16% dan ditargetkan memproduksi 1,9 juta ton semen sampai akhir 2017 dari kapasitas 3 juta ton.

Sumber Berita : http://berita.suaramerdeka.com/smcetak/semen-rembang-beroperasi-april/