Senin, 27 Maret 2017

Semua Pihak Diharapkan Cari Solusi Sengketa Lahan Stadion Kamal Junaidi

JEPARA – Banyak pihak yang menyayangkan ìkekalahanî Badan Pertanahan Nasional (BPN) Jepara dan Pemkab Jepara dalam sidang sengketa kepemilikan lahan Stadion Kamal Junaidi.
Pasalnya, stadion tersebut merupakan bangunan legendaris. Selain itu, meski dengan segala kekurangannya saat ini, Stadion Kamal Junaidi ini masih aktif digunakan untuk pembinaan sepak bola usia dini di Jepara.
Semua pihak pun diminta mencari solusi agar aset legendaris itu tak lepas dan diperuntukkan bukan untuk pembinaan sepak bola begitu saja. Zamroni, eks pemain Persijap era 90-an berharap, semua pihak duduk bersama untuk mencari solusi yang terbaik terkait dengan persoalan ini.
Diakui atau tidak, kata dia, Stadion Kamal Junaidi merupakan aset bersejarah bagi warga Jepara. ”Banyak pemain-pemain timnas lahir dari stadion ini. Secara pribadi saya tentu sedih sekali jika stadion itu tidak lagi bisa digunakan untuk membina sepak bola di Jepara.
Semua harus duduk bersama untuk mencari jalan keluar,” kata Zamroni. Seperti telah diberitakan, Pemkab Jepara terancam kehilangan salah satu asetnya, yakni lahan Stadion Kamal Junaidi Jepara.
Hal itu lantaran majelis hakim Mahkamah Agung menolak PK (peninjauan kembali) dari tergugat, yakni Badan Pertanahan Nasional (BPN) Jepara. Sertifikat hak pakai No 14 yang diterbitkan 11 Mei 1988 yang dikeluarkan dan menjadi dasar penggunaan lahan itu sebagai aset Pemkab pun diminta dibatalkan.
Berpindah Tangan
Meski keputusan itu tak lantas secara otomatis membuat lahan stadion berpindah tangan menjadi milik perseorangan, kekhawatiran tetap ada. Lantaran langkah awal lahan stadion lepas dari ìtanganî Pemkab sudah diputuskan.
Stadion Kamal Junaidi sendiri sejauh ini menjadi pusat kegiatan Asosisasi PSSI Kabupaten Jepara. Stadion ini menjadi tempat digulirkannya kompetisi lokal PSSI Jepara dan latihan untuk tim Porprov Jepara yang dikelola oleh PSSI Jepara. Di luar itu, beberapa klub lokal juga menggunakanya untuk membina para pemain usia dini.
Ketua Umum Askab PSSI Jepara, Samsul Anwar berharap Stadion Kamal Junaidi masih bisa digunakan untuk pembinaan sepak bola di Jepara. Sebab, saat ini pelaku pembinaan sepak bola di Jepara tengah bersemangat dalam pembinaan sepak bola usia dini. ”Akan kesulitan jika Jepara hanya punya satu stadion.
Adapan Stadion Gelora Bumi Kartini fokus digunakan untuk Persijap dalam kompetisi yang diikuti,” kata Samsul. Sebagai warga Jepara, Samsul mengkhawatirkan jika hilangnya aset itu akan menjadikan masyarakat kehilangan manfaat dari keberadaannya.
Hal yang sama juga akan terjadi jika aset pemerintah lainnya juga ìdiambilî. ”Stadion Kamal Junadi hanya contoh. Jika aset tersebut tak lagi milik pemerintah, maka para pelaku bola di Jepara tak lagi bisa memanfaatkannya,” tuturnya.

Sumber Berita : http://berita.suaramerdeka.com/smcetak/semua-pihak-diharapkan-cari-solusi/