Jumat, 10 Maret 2017

Sudarto, 18 Tahun Menjadi Tukang Tambal Jalan Secara Sukarela

GROBOGAN=Sudarto merupakan orang yang cukup langka ditemukan saat ini. Pekerjaannya adalah menambal lubang jalan secara sukarela. Tidak dibayar. Dia melakoni rutinitasnya itu sejak 18 tahun lalu. Lelaki tersebut tidak tega melihat korban terjatuh gara-gara kerusakan jalan.
SIROJUL MUNIR, Grobogan
ROMBONGAN Gubernur Jateng Ganjar Pranowo berkunjung ke Grobogan kemarin. Dia didampingi Bupati Sri Sumarni. Ketika melintasi Jalan Purwodadi-Pulokulon, tepatnya di Desa Sembungharjo, Pulokulon, Grobogan, tiba-tiba mereka berhenti.
Ganjar melihat ada seorang lelaki sedang asyik menambal jalan. Seorang diri. Hanya berbekal martil dan sekop. Di sampingnya juga ada batu-batu kapur kecil-kecil yang dibawa. Orang nomor satu di Jateng ini pun tertarik untuk mengamatinya. Laki-laki itu adalah Sudarto, 45, warga Desa Sembungharjo, Pulokulon, Grobogan.
Rombongan lantas berhenti. Ganjar turun dari mobil dan menyalaminya. Tanpa canggung, Ganjar menanyakan kabar dan maksud tujuan memperbaiki jalan berlubang tersebut. ”Iki lagi ngopo (ini lagi ngapain),” kata Ganjar kepada Sudarto. ”Lagi perbaiki jalan berlubang Pak,” ujar Sudarto.
Tanpa menghiraukan kedatangan Ganjar, Sudarto masih asyik menambal jalan berlubang tersebut. Saat itu, ada lubang jalan kedalaman 10-20 centimeter dengan lebar satu meter. Lubang jalan rusak itu ditutup dengan batu dastu kecil-kecil untuk menutup lubang. Penutupan jalan dilakukan seorang diri olehnya. ”Ini sudah jadi pekerjaan saya Pak. Untuk membantu orang yang lewat. Jalan ini banyak lubang. Dampaknya banyak korban kecelakaan di sini,” aku Sudarto kepada Ganjar.
Sudarto menceritakan, kegiatan menambal jalan berlubang sudah dilakukan sejak 1999 silam. Saat itu, dia menjadi korban kecelakaan jalan rusak. Profesinya sebagai tukang becak penghantar es batu berbuah celaka. Ketika sedang melewati jalan tersebut, becaknya terbalik. Sudarto pun terjatuh dan sakit cukup lama. ”Saat kecelakaan itu, pelek becak saya jadi angka delapan. Badan saya juga sakit, sehingga lama tidak becak lagi. Dari situlah saya berpikiran ingin membantu warga supaya tidak kecelakaan. Salah satunya lewat menambal jalan yang berlubang,” ucapnya.
Tergeraknya Sudarto juga dorongan dari hatinya sendiri. Sebab, jalan Purwodadi-Pulokulon banyak memakan korban. Mulai yang terjatuh dan terluka lecet-lecet, patah tulang hingga sampai meninggal dunia. Banyaknya peristiwa tersebut menjadikannya memilih jalan sosial untuk membantu menambal jalan. Sebab, jalan kabupaten tidak urung diperbaiki hingga sekarang. ”Saya memutuskan tidak kerja becak lagi dan memperbaiki jalan berlubang. Alhamdulilah banyak orang peduli memberi uang dan bisa menyambung dapur ngepul lagi,” tandasnya.
Sampai sekarang, Sudarto sudah 18 tahun menambal jalan secara sukarela. Ketika ditanya dari mana asal material yang didapatkannya, Sudarto mengaku mengumpulkan batu dari pinggir jalan, dipecah dan dibuat tambal jalan. Ketika satu titik sudah tertutup lubangnya, maka dia menambal jalan berlubang lainnya.
Atas perhatian dan kepedulian dari Sudarto, Ganjar Pranowo merasa terenyuh. Sebab, aksi yang dilakukan ini secara nyata. Selain itu tidak mengharapkan imbalan serta tidak menunggu dibangun dari pemerintah. Ganjar pun memberikan bingkisan berupa kain batik, uang pesangon dan parcel.
Usai menerima bingkisan tersebut, Sudarto merasa bahagia dan senang. ”Hadiah ini akan saya belikan beras untuk kebutuhan keluarga Mas,” ujarnya kepada Jawa Pos Radar Kudus.
Sementara itu, Ganjar Pranowo merasa senang dan ikut peduli. Sebab, perbaikan jalan seharusnya sudah ditanggung pemerintah daerah. Namun aksi Sudarto patut ditiru, karena membantu warga yang lewat agar tidak terperosok dan terjatuh ke jalan berlubang.
”Saya berikan apresiasi dan akan membantu pemerintah daerah untuk perbaikan jalan rusak. Seharusnya ini tanggungjawab pemerintah,” pesannya.
Bupati Grobogan Sri Sumarni mengatakan, perbaikan jalan Purwodadi-Pulokulon sudah dianggarkan tahun ini. Warga diminta bersabar untuk menunggu hasil lelang dan akan segera dibangun. ”Jalan Purwodadi-Pulokulon sudah dianggarkan dan jalan akan bagus kembali. Saya berikan apresiasi Pak Darto yang ikut membantu menutup jalan berlubang,” tandasnya.

Sumber Berita : http://radarkudus.jawapos.com/read/2017/03/09/3315/-sudarto-18-tahun-menjadi-tukang-tambal-jalan-secara-sukarela-/