Rabu, 08 Maret 2017

Talut Sungai Pecangaan Ambles





JEPARA – Talut Sungai Pecangaan, tepatnya di sisi utara ujung timur Jembatan Pecangaan ambles. Sejumlah infrastruktur rusak akibat kejadian itu.

Saksi kejadian, Haryono (52) menjelaskan, amblesnya talut setinggi lebih dari lima meter itu itu terjadi sekitar pukul 07.00. Saat itu, kondisi sekitar tengah diguyur hujan deras.

”Kejadian berlangsung cepat. Talut langsung ambrol,” kata Haryono yang saat kejadian tengah berada di bangunan nonpermanen yang ikut tergerus. Haryono mengemukakan, penyebab amblesnya talut itu selain debit air sungai yang meninggi juga karena derasnya aliran drainase.

Aliran air yang deras itu kemungkinan menggerus tanah di sekitar tebing sungai sehingga menyebabkan penurunan tanah.

”Kondisi saat kejadian memang hujan deras,” tegasnya. Dengan alasan itu, Haryono menyatakan bahwa potensi amblas bisa kembali terjadi jika hujan deras kembali mengguyur. Pihaknya berharap ada penanganan cepat sehingga talut yang amblas tidak makin meluas.

Amblasnya talut menciptakan lubang sedalam tiga meter dengan panjang enam meter dan lebar tiga meter. Selain bangunan untuk tambal ban milik Haryono ambruk, tiang telepon dan baliho cukup besar rusak dan miring.

Konstruksi Jembatan Pecangaan pun di sekitar titik longsor berlubang, sehingga mengancam konstruksi jembatan secara umum. Selain itu, longsoran talut juga mengancam bangunan toko peralatan rumah tangga di sekitar titik longsor yang berada di RT 14 RW 2 Desa Pulodarat Kecamatan Pecangaan itu.

Koordinasi

Kabid Bina Marga pada Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang Jepara Hartaya menjelaskan, pihaknya akan segera melakukan koordinasi dengan provinsi dan pusat mengingat jembatan dan gorong-gorong yang amblas berstatus jalan nasional, sehingga pihaknya bisa segera melakukan tindakan sesuai dengan arahan.

”Kami koordinasi dulu dengan pihak provinsi maupun pusat. Jika memang kita diperintah melakukan tindakan darurat, maka akan kita lakukan,” kata Hartaya di lapangan. Yang perlu segera dilakukan tindakan yakni gorong-gorong yang rusak.

Menurutnya, potensi kerusakan bisa meluas lantaran kucuran air dari gorong-gorong itu sangat deras. Hartaya menandaskan, salah satu penyebab tanah di titik itu amblas lantaran ada beberapa tiang berdiri. Itu seperti tiang telepon dan baliho yang berukuran cukup besar.

Sejumlah material yang rusak termasuk tiang-tiang tersebut akan segera dibersihkan. Jalan di sekitar longsoran disterilkan dengan diberikan pagar marka oleh pihak kepolisian.

Sumber Berita : http://berita.suaramerdeka.com/smcetak/talut-sungai-pecangaan-ambles/