Rabu, 29 Maret 2017

Warga Tunggu Janji Jalan Tanpa Lubang

REMBANG – Warga Rembang terus menagih janji Bupati Abdul Hafidz yang mengatakan tahun 2018 tidak akan ada jalan kabupaten yang berlubang. Pasalnya hingga saat ini di kabupaten itu masih banyak jalan rusak.
Dengan sisa waktu satu tahun perencanaan anggaran menuju realisasi tahun 2018, warga pesimistis cita-cita itu sulit terealisasi.
Pasalnya, beberapa jalan sudah lama rusak parah dan perbaikan belum juga dilakukan oleh pemkab. Salah satu yang rusak menahun adalah ruas jalan Tahunan- Dukuh Pakel di Kecamatan Sale.
Jalan sepanjang lebih dari 3 km itu menjadi akses utama warga Sale menuju Kabupaten Blora melewati Desa Bogorejo. ‘’Warga sudah terlanjur ‘menikmati’ kerusakan menahun jalan itu,’’ kata Suyadi, warga Kecamatan Sale.
Kondisi jalan yang sebagian membelah hutan KPH Kebonharjo itu seperti tidak pernah tersentuh perbaikan. Lebih dari separuh panjang jalan itu sudah tidak lagi dilapisi aspal. Permukaan jalan menyisakan permukaan tanah dan batu sisa fondasi jalan.
Selain kondisinya sangat jelek, ruas jalan Tahunan-Pakel juga cukup berbahaya. Sebagian jalan yang berada di tepi tebing dan jurang itu rawan longsor. Kasus longsor pernah terjadi beberapa tahun lalu dan hanya ditangani secara sederhana oleh pihak terkait.
Sedikitnya ada tiga titik yang rawan longsor di ruas jalan tersebut. Selain itu, ada satu titik lagi yang ambles sedalam sekitar 30 sentimeter dengan panjang hingga lebih dari 4 meter menuju parit di tepi jalan.
Melintasi Hutan
Kerusakan jalan diperparah dengan tak adanya lampu penerang di sepanjang jalan tersebut. Padahal, jalan tersebut melintasi hutan lebat tanpa ada permukiman. Hal itu membuat warga Tahunan dan Dukuh Pakel berpikir ulang andai lewat jalan itu pada petang atau malam hari.
Meskipun tidak pernah terdengar ada tindak kriminal menimpa pengendara motor di lokasi itu, warga lebih memilih mengantisipasi. Jika tidak terpaksa, mereka tidak akan melintasi jalan yang dijuluki ‘’jalan prakemerdekaan’’ itu pada malam hari. Salah seorang warga Dukuh Pakel.
Marinah kepada Suara Merdeka mengatakan jalan penghubung Kecamatan Sale, Rembang dengan wilayah Kabupaten Blora itu sudah lebih dari 20 tahun tidak diperbaiki.Dukuh Pakel yang dihuni puluhan keluarga terkesan terisolasi. Menurut dia, untuk mencapai Desa Tahunan warga harus melintasi hutan sejauh 3 kilometer lebih.
Sama halnya saat warga ingin melihat keramaian terdekat di Kabupaten Blora, yang harus menempuh jarak 2 kilometer melintasi hutan lebat dengan kondisi jalan buruk. ”Tidak ada gapura atau tugu yang menandakan batas wilayah di tempat ini. Hanya ada tonggak kecil yang dipasang di luar sisi jalan sebelah barat.
Kalau tidak dicermati, tidak mungkin terlihat.’’ Belum ada konfirmasi dari Dinas Pekerjaan Umum dan Tata Ruang (DPUTaru) tentang kondisi ruas jalan Tahunan-Pakel. Kabid Bina Marga, Gendro Wiyono belum menjawab telepon wartawan.

Sumber Berita : http://berita.suaramerdeka.com/smcetak/warga-tunggu-janji-jalan-tanpa-lubang/