Rabu, 05 April 2017

Jadi Desa Pandai OJK Pertama di Indonesia

KUDUS-BAE - Untuk meningkatkan akses keuangan dan mendorong perekonomian, OJK bersama industri jasa keuangan dan Tim Percepatan Akses Keuangan Daerah (TPAKD) Kudus membentuk Desa Pandai. Desa kali pertama di Indonesia ini berlokasi di Desa Karangbener, Kecamatan Bae. Desa ini diresmikan di SMPN 4 Bae Kudus kemarin (3/4). Peresmian itu dihadiri Bupati Kudus dan para petinggi industri jasa keuangan.
Muh Ihsanuddin, kepala OJK Regional III Jawa Tengah dan DIJ menyampaikan, Desa Pandai merupakan hasil pemikiran OJK Regional Jateng-DIJ bersama industri jasa keuangan. Hal ini di-follow up TPKAD Jawa Tengah dan Kudus. “Pelaksanaan ini diharapkan litersi dan inklusi keuangan 2019 melebihi target nasional, yaitu mencapai 75 persen ke atas,” paparnya
OJK akan mengawal Desa Pandai ini sejak awal berdiri dengan memberi perpustakaan digital di semua sekolah. Kemudian mendukung progam cerdas menggunakan internet dan membangkitkan karang taruna supaya progresif di keuangan. Sehingga tahu bagaimana berbisnis dengan benar. “Saya berharap Desa Karangbener ini bisa menjadi contoh nasional. Sehingga bermunculan desa-desa pandai di tempat lain,” paparnya.
Desa Karangbener menjadi contoh, imbuhnya, karena hasil diskusi. Alasannya banyak sekali. Salah satunya mudah dijangkau dan tidak terlalu maju dan tidak terlalu mundur perekonomiannya.
Setelah persemian ini, OJK akan mengecek literasi dan inklusi keuangan berkembang dengan baik atau tidak. “Kami akan melakukan pantauan setelah tiga atau enam bulan, masyarakat sudah paham apa betul. Apa perbedaannya sebelum dan sesudah desa pandai ini diresmikan,” paparnya.
Sementara itu, Wakil Ketua Dewan Komisioner OJK Rahmat Waluyanto berharap segera direplika oleh desa-desa lainnya. “Saya sangat optimistis adanya Desa Pandai OJK ini akan sukses karena keberadaan dan fungsinya mendukung program pemerintah,” paparnya
Terkait Stimulu, dia menjelaskan, akan banyak fokus pada pemberdayaan pengetahuan dan sosialisasi keuangan dengan dukungan dari pemkab. “Jadi dari industri jasa keuangan dan pemkab harus bisa merengkuh nasabah. Tidak hanya menunggu tapi mendatangai walau di tempat terpencil sekalipun,” tegasnya.



Sumber Berita : http://radarkudus.jawapos.com/read/2017/04/04/3492/jadi-desa-pandai-ojk-pertama-di-indonesia/

Tidak ada komentar:

Posting Komentar