Selasa, 25 April 2017

Sempat Hilang, Budaya Mengarak Anak Kecil Ini Kini Muncul Kembali di Desa Ini

PATI-SUKOLILO – Budaya mengarak arak-anak ketika mau disunat menjadi hal biasa bagi warga sekitar. Budaya tersebut bahkan membuat warga sekitar ingin mengabadikan momen ini, sebab budaya mengarak anak mengelilingi desa sudah jarang ditemui. Terlebih di zaman modern, warga kurang percaya dengan ritual seperti itu. 
Sonah warga Dukuh Jembangan Desa Sukolilo mengatakan, budaya anak yang akan sunat diiringi jaran dan drum band saat ini jarang ditemukan. Bahkan budaya ini tidak ditemukan di daerah lain, seperti Tambakromo dan Kayen. “Budaya ini pernah hilang, namun dua tahun ini mulai diminati kembali oleh warga setempat,” jelasnya.
Selain itu,  dalam iring-iringan tersebut ada badut dan barongsai. Hal ini menjadi daya tarik sendiri bagi warga sekitar yang melihat. Terutama bagi anak-anak desa.” Bahkan anak desa ikut mengiring dari belakang,” paparnya.
Dia menambahkan, ada sekitar 50 orang anggota drum band yang terdiri dari anak SMA, SMP dan SD dari Sultan Agung Sukolilo. Bahkan anggota drum band tersebut didominasi anak perempuan yang didandani cantik.” Anggota drum band ini terlihat lucu. Sebab para pemainnya pakai baju hitam putih seperti dua karakter yang berbeda dari sifat seseorang,” ungkapnya.
Selain itu, anak yang mau disunat nanti akan diarak mengelilingi desa. Supaya warga setempat mengetahui bahwa anak tersebut akan disunat. Bahkan iring-iringan sempat membuat warga sekitar yang melintas berhenti.” Warga yang melihat ingin mengabadikan momen tersebut yang sekarang sulit ditemukan,” tuturnya.
Warga yang lain menambahkan, dirinya bersama anaknya yang masih kecil ikut menungggu kedatangan drum band tersebut. Selain itu, ada bambu kuning yang dipasang di pinggir jalan. Bambu ini dipercaya bisa menangkal hal buruk yang akan masuk di sekitar rumah yang punya hajat.” Bambu runcing ini dipercaya bisa menangkal hujan,” urainya. 

Sumber Berita : https://www.patikab.go.id/v2/id/2017/04/24/sempat-hilang-budaya-mengarak-anak-kecil-ini-kini-/

Tidak ada komentar:

Posting Komentar