Kamis, 20 April 2017

Usulan Rp 17,5 Triliun, Didanai Rp 6 Triliun Musrenbang Jateng 2017

SEMARANG – Sebanyak 18.076 usulan masuk dalam Musyawarah Perencanaan Pembangunan (Musrenbang) Jateng tahun 2017 dengan total anggaran Rp 17,53 triliun. Karena keterbatasan anggaran, usulan yang akan direalisasikan tahun 2018 hanya sekitar sepertiganya dengan nominal anggaran sekitar Rp 6 triliun.
Jumlah usulan itu secara garis besar terbagi menjadi tujuh kategori. Ada 5.127 usulan senilai Rp 6,945 triliun dari Rencana Kerja Pembangunan Daerah (RKPD), 3.095 usulan senilai Rp 8,387 triliun berupa bantuan keuangan (bankeu) kabupaten/kota, 1.035 usulan senilai Rp 1,841 triliun dari pemkab/pemkot.
Ditambah, 438 usulan senilai 140,93 miliar yang bersumber dari Reses DPRD Jateng, 57 usulan masyarakat senilai Rp 163,401 miliar, dua usulan hibah senilai Rp 8,5 miliar, dan 8.322 usulan bansos senilai Rp 36,816 miliar.
Sekretaris Daerah (Sekda) Pemprov Jateng Sri Puryono mengatakan tindak lanjut usulan tersebut adalah melakukan seleksi, disesuaikan dengan enam program prioritas tahun 2018.
Enam program itu yakni daya saing ekonomi berbasis unggulan, penanggulangan kemiskinan, SDM dan layanan sosial dasar, kedaulatan pangan dan energi, infrastruktur, serta tata kelola pemerintahan, kondusivitas dan demokratisasi.
“Usulan yang tidak dapat dibiayai Pemprov didorong ke pemerintah pusat. Usulan yang merupakan kewenangan kabupaten/kota dan tak dapat dibiayai Pemprov dikembalikan pada kabupaten/ kota untuk dianggarkan dari APBD setempat.
Di sisi lain perlu mendorong peran swasta dalam pembiayaan pembangunan dengan mekanisme sharing pembiayaan,” kata Puryono pada Musrenbang Provinsi di Gedung Gradhika Bhakti Praja kompleks Kantor Gubernur, Rabu (19/4).
Gubernur mengatakan butuh kesepakatan politik dengan DPRD Jateng untuk melaksanakan usulan tersebut.
Alasannya, anggaran terbatas dan hanya yang masuk skala prioritas saja yang akan dialokasikan anggaran terlebih dulu.
Jumlah usulan dan nominal anggaran dari masing-masing kabupaten/kota berbeda. Semisal, usulan dari Kota Semarang saja ada 1.179 dengan nominal usulan Rp 2,328 triliun.
Kesepakatan Politik
“Hanya sekitar Rp 6 triliun yang bisa didanai. Maka sebenarnya perlu kesepakatan politik dengan Dewan,” kata Ganjar.
Dengan enam prioritas pembangunan tersebut, sesuai RPJMD 2013-2018, Pemprov menargetkan sejumlah capaian di 2018.
Pertumbuhan ekonomi ditarget 5,9-6,2 persen, inflasi 4,5 persen, penurunan kemiskinan 10,40-9,93 persen, pengangguran terbuka 4,13 persen, nilai tukar petani 103,27 persen, dan indeks gini 0,337 persen.
Wakil Ketua DPRD Jateng Sukirman memberikan dua catatan yang diminta dimasukkan dalam program pembangunan 2018.
Yang pertama yakni meningkatkan nilai tukar petani yang terus menurun semenjak tahun 2014. Catatan kedua adalah penguatan ekonomi mikro. Pada tahun 2018, kinerja Pemprov diminta fokus pada RPJMD.
Untuk itu perlu penyusunan target secara optimal dan rasionalisasi belanja langsung dan tak langsung yang tidak berkaitan dengan upaya peningkatan kesejahteraan rakyat serta pengentasan kemiskinan. Selain itu, Pemprov juga diminta meningkatkan pelayanan untuk mencapai target PAD. 


Sumber Berita ; http://berita.suaramerdeka.com/smcetak/usulan-rp-175-triliun-didanai-rp-6-triliun/

Tidak ada komentar:

Posting Komentar