Selasa, 25 April 2017

Warga Desa Wotan Galakkan Gropyokan Tikus

PATI-SUKOLILO – Hama tikus yang selama ini merusak padi warga agak sedikit berkurang. Sebab para petani mulai menggalakkan gropyokan selama dua kali. Bahkan dengan gropyokan ini tikus yang terkumpul bisa dimanfaatkan untuk diberikan kepada warga yang membutuhkannya sebagai makanan ikan.
Wage warga Desa Wotan mengatakan, petani di sini agak terlambat dalam bercocok tanam sebab sampai saat ini para petani setempat menuggu bibit padi yang disebar cukup umur. Benih padi kali ini baru dua mingguan.  ”Biasanya benih padi yang ditanam itu setelah 25 hari pasca disebar,” terangnya.
Selain itu, keterlambatan ini menjadi kebiasaan petani desa dari dahulu. Walaupun terlambat, petani desa tidak resah. Sebab kondisi airnya tidak pernah kurang. Bahkan Desa Wotan ini dilewati irigasi air dari Waduk Kedung Ombo.
Selain itu, kabarnya nanti akan ada gropyokan dari petani. Gropyokan  menggandeng para pemuda dan kelompok tani. Namun sampai saat ini penetapan jadwal gropyokan belum ada. Sebab dari desa atau PPL belum memberitahu warga.
Gropyokan sendiri dilakukan setiap pasca panen padi dan sebelum musim tanam. Tepatnya sekitar seminggu sebelum musim tanam dan pasca panen. Gopyokan ini dilakukan dua kali karena tikus di desa ini selalu ada dan menggangu para petani.
Warga lain menambahkan, tikus hasil gropyokan ini kemudian dikumpulkan. Sebab ada warga dari daerah lain yang akan datang untuk mengambil tikus tersebut. Tikus tersebut nanti dijadikan makanan untuk ikan seperti lele.” Biasanya warga dari Kecamatan Kayen datang ke desa ini untuk mengambil tikus, warga yang mengumpulkan tadi cukup dikasih dua pelet rokok,” jelasnya.
Dengan adanya gropyokan ini, diharapkan penanaman padi milik desa setempat bisa berhasil. Selain itu, jumlah hama yang mengganggu padi warga bisa berkurang,” imbuhnya.

Sumber Berita : https://www.patikab.go.id/v2/id/2017/04/25/warga-desa-wotan-galakkan-gropyokan-tikus/

Tidak ada komentar:

Posting Komentar