Selasa, 30 Mei 2017

150 Ha Sawah Gagal Tanam Berulangkali Terendam

KUDUS – Hingga kemarin tercatat 150 hektare area persawahan di Desa Wonocoso, Kecamatan Undaan, Kudus gagal tanam pada musim tanam (MT) II.
Pasalnya, lahan itu berulangkali dilanda banjir akibat limpasan air Sungai Londo, ditambah lagi kondisi geogorafis sawah yang berupa cekungan.
Kades Wonosoco, Setiyo Budi mengemukakan hal tersebut, kemarin. Ditambahkan, sawah yang berkondisi seperti itu berada di blok Modang Rejo, Waduk Rejo, Penggung Rejo, dan Mbalak Rejo.
”Area sawah dengan kondisi seperti itu paling banyak di blok Penggung Rejo dan Modang Rejo, sekitar 100 hektare.” Adapun area pertanian yang gagal tanam di Waduk Rejo dan Mblalak Rejo diperkirakan 50 hektare.
Hal tersebut memang bukan kali pertama. Sebagai gantinya, sebagian petani yang lahannya gagal tanam berinisiatif menanam palawija.
Beberapa dari petani sejak tiga hari terakhir sudah mulai mempersiapkan tanaman kacang hijau dan waluh. ”Tetapi, sebenarnya belum terlalu aman.”
Riskan
Pasalnya, kata dia, hujan masih sesekali mengguyur wilayah itu. Padahal, kondisi seperti itu dikhawatirkan akan menimbulkan genangan. ”Jika lahan terendam lagi, tentu tanaman akan mati.” Mengenai modal tanam, dia menyebut untuk tanaman padi per hektare Rp 2 juta.
Untuk benih tanaman waluh per hektare Rp 1 juta hingga Rp 1,5 juta. Koordinator Petugas Penyuluh Pertanian (PPL) Kecamatan Undaan, kondisi gagal tanam hanya dijumpai di Desa Wonsoco.
Beberapa di antaranya juga ditemukan di Berugenjang dan Lambangan, namun area genangan tidak terlalu luas. ”Di Berugenjang dan Lambangan yang sebelumnya terendam saat ini sudah ditanami lagi,” imbuhnya.
Terkait petani di Desa Wonsoco yang sudah mulai menebar bibit palawija, menurutnya, hal itu tetap riskan. Pasalnya, cuaca di Kudus dan sekitarnya masih tidak menentu karena sesekali masih turun hujan.

Sumber Berita : http://berita.suaramerdeka.com/smcetak/150-ha-sawah-gagal-tanam/

Tidak ada komentar:

Posting Komentar