Sabtu, 13 Mei 2017

Lahan Tergenang, Petani Beralih Profesi Menjadi Pencari Keong

JAKENAN - Akibat musibah banjir yang melanda sebagian daerah Jakenan berdampak pada terendamnya sebagian besar lahan pertanian warga. Pemandangan ini juga nampak di Dukuh Sampang Desa Tondomulyo. Akibat kondisi tersebut petani setempat memilih membiarkan begitu saja lahannya dan tidak melakukan aktivitas pertanian.
“Kami akan menunggu sampai habis musim penghujan. Hal ini hanya untuk berjaga-jaga saja, karena kami yakin bulan Januari sekarang ini kemungkinan turun hujan lebat sehingga usaha kami akan kembali sia-sia,” ungkap Karmin warga Dukuh Sampang Desa Tondomulyo.
Genangan air banjir di area persawahan ini kini dimanfaatkan masyarakat sekitar untuk mencari hewan keong yang mewabah saat musim penghujan. Meski termasuk  jenis hama tanaman, namun keong ini memiliki nilai ekonomi yang laku dijual terutama bagi para peternak bebek.  
“Saya mencari keong untuk nantinya saya jual. Jumlah yang saya dapat selama 2 jam saja sudah lumayan berkisar 10 kilogram keong hidup,” jelas Ngarpan warga desa setempat.
Lahan pertanian di daerah ini selalu menjadi langganan banjir sehingga para petani kerap merugi. Sejumlah petani yang belum memanen tanamannya, memilih memanen lebih dini untuk menghindari kerugian yang lebih besar.
Menurut Kepala Bidang sumber Daya Alam Dinas Pekerjaan Umum Kabupaten Pati, Samadi mengaku, kondisi lahan pertanian di Dukuh Sampang tersebut merupakan area lahan rendah, sehingga air yang menggenang sulit untuk mengalir ke jalur irigasi.


Sumber Berita : https://www.patikab.go.id/v2/id/2017/05/13/lahan-tergenang-petani-beralih-profesi-menjadi-pen/

Tidak ada komentar:

Posting Komentar