Rabu, 31 Mei 2017

Operasional Embung Butuh Rp 60 Miliar Lagi

JEPARA – Proses pembuatan instalasi air bersih Embung Kalimati di Kelurahan Bapangan Kecamatan Jepara Kota saat ini dalam tahap pembuatan embung.
Proses pembuatan area penampungan tersebut ditargetkan rampung September tahun ini. Selanjutnya, tahun depan akan dilanjutkan pembuatan instalasi pengelolaan air (IPA), sekaligus dimulai tahap operasioanal. ‘’Untuk tahun ini dengan anggaran Rp 22 miliar digunakan untuk membangun area embung.
Ditargetkan September rampung. Tahun depan dilanjutkan dengan pembuatan instalasi IPA dengan anggaran Rp 23 miliar,’’ terang Direktur PDAM Kabupaten Jepara, Prabowo, Selasa (30/5). Keseluruhan anggaran tersebut berasal dari APBN.
Pihak yang melakukan pengerjaan adalah Balai Besar Wilayah Sungai (BBWS) Jateng. Adapun PDAM Jepara sendiri sebagai pengguna. Selain juga sebelumnya ditugasi menyusun Detail Engineering Design (DED) dan pembebasan lahan.
Prabowo menjelaskan, untuk operasional Embung Kalimati sebagai sarana penyediaan air bersih warga Jepara masih membutuhkan setidaknya Rp 60 miliar lagi. Itu untuk bisa sampai ke pelanggan yang ditargetkan dari operasional embung sebanyak 16.000 pelanggan.
‘’Anggaran dan APBN hanya untuk pembangunan di embung saja. Tidak termasuk jaringan primer yang nanti ditanggung provinsi, sekunder oleh pemkab, sambungan ke rumah tangga PDAM melalui sistem penyertaan modal.
Kesemuanya butuh Rp 60 miliar lagi,’’bebernya. Meski demikian, lanjutnya, anggaran sebesar itu tidak serta merta langsung terkucur untuk satu tahun anggaran.
Sebab target sebanyak 16.000 pelanggan baru dari operasional Embung Kalimati bisa dicapai dalam kurun waktu tiga tahun. Embung Kalimati sendiri memiliki luas total hektare.
Sebagian merupakan lahan milik pemerintah dan sebagian lainnya dari hasil pembebasan. Nantinya, embung yang digali dengan kedalaman enam meter akan mampu menampung air sebanyak 130 meter kubik.
Adapun sumber air berasal dari aliran Sungai Bapangan. Sebelum disalurkan ke rumah tangga, air bersih hasil pengelolaan di dalam embung disalurkan ke reservoar di Randu Gede.
‘’Untuk limbah rumah sakit (RSUD Kartini Jepara) yang sebelumnya dialirkan di Sungai Bapangan akan dialirkan melalui saluran khusus dan dibuang di aliran sungai sesudah lokasi embung,’’ tambah Prabowo. 

Sumber Berita : http://berita.suaramerdeka.com/smcetak/operasional-embung-butuh-rp-60-miliar-lagi/

Tidak ada komentar:

Posting Komentar