Selasa, 02 Mei 2017

Panen Padi, Petani Justru Ungkap Masalah Ini

TAMBAKROMO- Sejumlah petani di Kecamatan Tambakromo mengeluhkan mahalnya obat-obatan untuk hama pertanian. Tidak hanya itu, beberapa petani juga menilai penggunaan kartu tani terlalu ribet. 
Dari pantauan kemarin, beberapa titik pesawahan di Kecamatan Tambakromo sedang panen padi. Kali ini termasuk awal dari panen raya padi tahap kedua tahun ini. Harga gabah basah kali ini cukup stabil dengan harga Rp 4 ribu pe rkilogramnya. Padahal, harga panen tahap pertama sangat merugikan para petani. 

Meski begitu, masa tanam padi yang ke dua ini sempat membuat petani kebingungan. Sebab, serangan hama sangat banyak. Hal itu, membuat petani harus ekstra dalam memberi obat atau pestisida. Padahal, harga obat untuk hama sangat mahal.  

“Daripada kami tidak bisa panen, lebih baik spekulasi dengan pembelian obat. Seharusnya, hasil panen bisa lebih maksimal lagi. Namun, dengan mahalnya obat itu membuat biaya produks lebih tinggi,” jelas salah satu petani Sarpin kemarin.  

Tidak hanya itu, petani juga mengeluh adanya program kartu tani yang membatasi pembelian pupuk. “Program kartu tani justru tidak sesuai dan menyusahkan petani. Karena petani  dibatasi untuk mendapatkan pupuk. Untuk satu hektarnya hanya mendapatkan satu kwintal pupuk urea, TS dan poska, itupun harus menabung dulu di bank,” imbuhnya. 

Sumber Berita : https://www.patikab.go.id/v2/id/2017/05/02/panen-padi-petani-justru-ungkap-masalah-ini/

Tidak ada komentar:

Posting Komentar