Selasa, 30 Mei 2017

Petani Pilih Budidaya Udang Vaname

PATI-MARGOYOSO – Banyaknya virus udang yang pernah melanda beberapa tahun silam, membuat para petani tambak di Desa Pangkalan, Kecamatan Margoyoso resah. Namun, saat ini sudah ada udang jenis Vaname yang dianggap lebih kebal terhadap berbagai jenis penyakit. 
Hal tersebut diungkapkan oleh Sumar, salah satu petani udang Vaname di Desa Pangkalan. Ia mengatakan, Udang Vaname kini lebih banyak peminatnya. ”Antara tiga hingga lima tahun yang lalu, ada salah satu petani tambak yang membeli bibit Vaname dari Brebes. Setelah dibudidayakan ternyata hasilnya bagus dan tahan terhadap serangan penyakit,” katanya kemarin.
Karena ketahanannya itulah, kini para petani tambak banyak yang tertarik untuk ikut membudidayakan udang jenis ini. Sumar juga menceritakan, tentang berbagai macam keunggulan yang dimiliki oleh udang ini. Diantaranya adalah pertumbuhannya yang relatif cepat.
”Udang Vaname ini, hanya memerlukan waktu tiga bulan untuk bisa dipanen. Sekali panen, biasanya harga per kilogram Rp 80 ribu. Saya kalau panen biasanya dapet 4 kwintal. Total hasil panennya sekitar Rp 24 juta dalam tiga bulan. Atau jika dihitung perbulannya Rp 8 juta,” jelasnya.
Lebih lanjut, udang jenis Vaname juga dinilai, sangat produktif dan cepat berkembang biak. Tak heran, jika perawatannya bagus, maka udang yang telah dibudidayakan akan menjadi semakin melimpah. ”Udang jenis ini bisa berkembang biak. Pokoknya banyak sekali lah keunggulannya,” bebernya.
Untuk biaya pembelian pakan, para petani udang Vaname di Desa Pangkalan biasa mengeluarkan ongkos sekitar Rp 2 juta per bulan. ”Saya membeli pakan pelet dengan harga per kilogram Rp 20 ribu. Setiap bulan, biasanya menghabiskan sebanyak 1 kwintal pakan,” tuturnya.
Sodikun, yang juga petani Udang Vaneme, ikut mengutarakan pendapatnya. Ia mengatakan, selama ini hasil panennya jauh lebih tinggi daripada gaji seorang pegawai kantoran. ”Kalau dibandingkan dengan gaji guru kantoran, jelas sangat jauh. Budidaya Udang Vaname ini hasilnya luar biasa. Kita juga tidak perlu ngantor, hidup kita lebih santai,” ujarnya.
Sodikun berharap, ketahanan udang Vaname bisa berlangsung selamannya. Pasalnya, selama ini budidaya udang merupakan sebuah usaha yang paling di idolakan oleh petani tambak. ”Jauh lebih baik daripada budidaya ikan bandeng dan nila. Udang Vaname harganya mahal dan siap di ekspor hingga ke luar negeri,” tandasnya.  


Sumber Berita : https://www.patikab.go.id/v2/id/2017/05/30/petani-pilih-budidaya-udang-vaname/

Tidak ada komentar:

Posting Komentar