Sabtu, 06 Mei 2017

Program Sapi Indukan Bebas Pungutan

BLORA – Masyarakat diminta melaporkan jika mengetahui adanya petugas yang menarik pungutan dalam melaksanakan program upaya khusus sapi indukan wajib bunting (Upsus Siwab).
Kepala Dinas Peternakan dan Perikanan Blora Wahyu Agustini menegaskan, program Upsus Siwab merupakan program nasional yang anggarannya bersumber dari APBN.
Menurutnya, dalam program tersebut pemerintah menggratiskan biaya kawin suntik atau inseminasi buatan (IB) ternak sapi satu hingga dua kali. “Jadi, kalau menjumpai adanya pungutan, segera laporkan kepada kami.
Kami akan berikan tindakan pada oknum petugas tersebut,” ujarnya, kemarin. Namun agar tidak timbul fitnah, Wahyu Agustini meminta pelapor menyertakan identitas yang jelas dan bukti dari pelaporan tersebut.
“Silakan nomor ponsel saya dicatat. Kalau ada petugas Upsus Siwab yang melakukan pungutan, silahkan lapor ke saya. Atau datang langsung ke kantor kami untuk menyampaikan laporan,” katanya.
Wahyu Agustini yang juga mantan Kepala Badan Lingkungan Hidup (BLH) menjelaskan, program Upsus Siwab dimulai Maret hingga Desember 2017 dengan sasaran sebanyak 79.432 ekor sapi indukan wajib bunting.
Jika ada pemberian IB sebelum Maret, tidak masuk kategori program Upsus Siwab. Lebih lanjut Wahyu Agustini menjelaskan, sebelum petugas memberikan IB gratis dalam program Upsus Siwab, terlebih dahulu harus dipastikan ternak sapi dalam keadaan sehat serta tidak mengalami gangguan reproduksi.
Pihaknya telah mengerahkan petugas untuk melakukan pendataan sekaligus mengidentifikasi sapi betina indukan yang memenuhi kriteria diberikan IB gratis.
“Dari sekitar 89.881 ekor sapi betina dewasa di Blora, yang sudah dilakukan identifikasi baru sekitar 28.830 ekor. Dari 28.830 ekor itupun tidak semuanya memenuhi kriteria untuk diberikan IB gratis dalam program Upsus Siwab,” katanya.
Memenuhi Kriteria
Menurutnya, sapi yang sudah diindentifikasi dan dinyatakan memenuhi kriteria, bisa langsung diberikan IB jika sapi tersebut telah menunjukan tanda-tanda birahi. Namun jika masih belum ada tanda-tanda birahi, pihaknya meminta warga untuk memantau sapi tersebut.
“Dan ketika saat pemantauan itu ternyata sapi menunjukan birahi, segera saja laporkan kepada petugas di setiap kecamatan,” katanya.
Wahyu Agustini mengemukakan waktu yang paling efektif untuk memberikan IB adalah pagi atau sore hari ketika cuaca tidak panas. “Rentang waktu antara identifikasi dengan pemberian IB tidak ditentukan.
Bisa saja saat dilakukan identifikasi itu petugas langsung memberikan IB jika ternyata sapi memenuhi kriteria dan menunjukan tanda-tanda birahi,” ujar dia.
Sekadar diketahui, Upsus Siwab merupakan program nasional yang dicanangkan Presiden Jokowi belum lama ini. Upsus Siwab dilaksanakan dalam rangka percepatan peningkatan populasi sapi di Indonesia.
Upaya itu dilakukan sebagai wujud komitmen pemerintah dalam mengejar swasembada sapi yang ditargetkan Presiden Jokowi. Di Blora, jumlah populasi sapi mencapai sekitar 222.718 ekor dan merupakan tertinggi di Jateng. Dari jumlah tersebut, 89.881 ekor diantaranya adalah sapi betina dewasa.

Sumber Berita : http://berita.suaramerdeka.com/smcetak/program-sapi-indukan-bebas-pungutan/

Tidak ada komentar:

Posting Komentar