Senin, 08 Mei 2017

Puting Beliung Masih Mengancam Dipengaruhi Kondisi Geografis

JEPARA – Musibah yang akibat angin puting beliung masih mengancam wilayah Kabupaten Jepara. Meski berdasarkan data BMKG, sifat hujan untuk wilayah Jepara sudah jauh menurun sejak April lalu.
Hal itu dibuktikan dengan puting beliung yang menghantam Desa Mantingan Kecamatan Tahunan, Sabtu (6/5). Angin kencang yang menerpa sekitar pukul 13.30 itu menyebabkan satu rumah yang juga dijadikan warung roboh total. Tercatat pula empat atap brak mebel rusak di bagian atap.
Berdasarkan data yang dilansir Pusat Pengendalian Operasi Penanggulangan Bencana (Pusdalops-PB) BPBD Jepara, rumah dan warung berukuran 10×10 meter yang roboh total akibat puting beliung tersebut, yakni milik Isfarotun (45), warga Dukuh Tarahman RT 2 RW 1 desa setempat.
Sementara atap brak yang rusak, yakni milik Suliyah (48) di RT 21 RW 7, brak mebel milik Makrum (67) dan Anggun Susanto di RT 4 RW 1.
Selanjutnya brak mebel milik Miftakhul Imam (46) di RT 29 RW 1. Tak hanya bagian atap, sebagian bangunan brak juga roboh.
Dilaporkan tidak ada korban jiwa dalam kejadian tersebut. ‘’Kejadian di Mantingan kemarin menjadikan bukti jika Jepara masih memiliki potensi besar dihantam puting beliung.
Meski secara umum curah hujan sudah jauh menurun,’’ terang Kepala Pelaksana BPBD Jepara Lulus Suprayetno melalui Kasi Kedaruratan dan Logistik Pujo Prasetyo, Minggu (7/5).
Ancaman itu, kata Pujo, disebabkan faktor geografis, di mana Jepara terletak di pesisir pantai. Sehingga sangat terpengaruh kondisi cuaca di lautan. Dia mengimbau kepada masyarakat agar tetap waspada dengan potensi musibah ini.
Penyebaran Informasi
Soal adanya potensi hujan deras maupun pergerakan angin sebagaimana prediksi harian dari BMKG, dia mengakui selalu menyebarkan informasi tersebut melalui sejumlah saluran. Mulai dari SMS hingga pemanfaatan grup-grup di media sosial, termasuk whatsapp.
Pujo membeberkan, ada banyak grup di whatsapp yang dikelola Pusdalops maupun grup lain di mana Pusdalops menjadi anggotanya. ‘’Salah satu yang dikelola, yakni grup medsos yang beranggotakan seluruh kepala desa di Jepara. Kondisi terkini maupun prakiraan cuaca dari BMKG kita bagi di grup tersebut.
Itu agar semua pihak bisa bersiaga,’’ tambahnya. Wilayah Mantingan dan sekitarnya tercatat sudah dua kali dihantam puting beliung sejak awal tahun lalu.
Dari catatan Suara Merdeka, puting beliung yang menghantam Desa Tegal Sambi Kecamatan Tahunan yang berbatasan dengan Mantingan, 26 Januari lalu. Satu rumah di RT 5 RW 1 milik Masruhan (42) roboh.
Beberapa rumah lain juga mengalami kerusakan di bagian atap. Di saat yang bersamaan, satu rumah di RT 14 RW 4 Desa Sukosono Kecamatan Kedung juga tertimpa pohon tumbang.
Beruntung pohon hanya menimpa pinggiran rumah milik Sumarni, sehingga kerusakan hanya minim. Selanjutnya, pada 29 Desember, angin puting beliung juga menghantam Desa Dongos Kecamatan Kedung yang tak jauh dari Mantingan.
Selain menyebabkan sejumlah pohon tumbang dan menimpa rumah, angin kencang juga menyebabkan 23 rumah rusak. Puting beliung juga menghantam Kecamatan Batealit pada pertengahan Januari. 

Sumber Berita : http://berita.suaramerdeka.com/smcetak/puting-beliung-masih-mengancam-3/

Tidak ada komentar:

Posting Komentar