Senin, 22 Mei 2017

Saber Pungli Ditantang Ungkap Lebih Besar

REMBANG – Tim Sapu Bersih Pungutan Liar (Saber Pungli) Kabupaten Rembang ditantang untuk bisa mengungkap kasus pungli dengan skala lebih besar.
Pasalnya, Operasi Tangkap Tangan (OTT) yang dilakukan Tim Saber Pungli terhadap tukang parkir RSUD dr R Soetrasno dianggap hanya kelas teri.
Di luar pengelola dan tukang parkir RSUD dr R Soetrasno yang kena OTT Kamis (18/5), diindikasikan masih banyak praktik-praktik pungli yang hingga kini belum terendus maksimal oleh Tim Saber Pungli atau pihak berwajib.
Ketua Lembaga Pemberdayaan Masyarakat (Lespem) Rembang, Bambang Wahyu Widodo yang dikenal sebagai pegiat antikorupsi berharap, soal kasus OTT pengelola parkir RSUD Tim Saber Pungli tidak hanya memproses orangorang kecil.
Seharusnya, Saber Pungli bisa lebih dalam lagi mengendus siapa orang besar yang berada di balik pengelolaan parkir di lahan milik RSUD Rembang. ’’Kalau berhasil OTT, baguslah. Tapi jangan hanya orang-orang kecil yang diproses.
Tapi orang di balik orang-orang kecil (tukang parkir) itu yang harusnya diproses.’’ Ia juga menunggu aksi Saber Pungli dalam mengendus dugaan praktik pungli lebih besar yang terjadi di Pelabuhan Tanjung Bonang Sluke.
Pasalnya, berdasarkan apa yang ia ketahui, di sana sudah kerap terjadi bongkar-muat. Padahal, hingga kini Pemkab mengaku belum pernah mendapatkan sepeser pun dari aktivitas yang terjadi di Tanjung Bonang.
’’Di sana (Tanjung Bonang), banyak kegiatan bongkar muat. Dugaan kami, ada uang yang berputar. Pemkab sudah bilang tidak mendapat apa-apa, terus uangnya lari kemana.’’
Kasat Mata
Menurutnya, kegiatan bongkar- muat di Tanjung Bonang sudah terlihat secara kasat mata. Sehingga sudah seharusnya hal itu dibersihkan oleh Saber Pungli. ’’Jangan sampai masyarakat berpikir yang tidaktidak tentang Saber Pungli.’’
Sementara itu, Ketua Tim Saber Pungli Kabupaten Rembang, Kompol Pranandya Subiyakto menyatakan, saat ini juga tengah melakukan penyelidikan terhadap dugaan kasus pungli dengan skala lebih besar.
’’Beberapa Target Operasi (TO) yang lebih tinggi (dari pengelolaan parkir). Tim intelejen kami sedang di lapangan. nanti kalau ada hasil kami kabari.
Termasuk dugaan pungli di pelabuhan (Tanjung Bonang).’’ Terkait status tiga pengelola parkir RSUD Rembang yang terkena OTT, Senin hari ini akan dikaji oleh Pokja Yustisi. Pengkajian untuk menentukan arah penyelidikan atau penyidikan selanjutnya. Dengan demikian, maka status ketiga pengelola parkir RSUD itu masih sebatas saksi. 


Sumber Berita : http://berita.suaramerdeka.com/smcetak/saber-pungli-ditantang-ungkap-lebih-besar/

Tidak ada komentar:

Posting Komentar