Selasa, 06 Juni 2017

Antisipasi Arus Mudik Lebaran, BRTI Uji Kualitas Layanan Telekomunikasi

Balikpapan, Kominfo – Jelang Hari Raya Idul Fitri 1438 H, Badan Regulasi Telekomunikasi Indonesia (BRTI) memastikan kesiapan jaringan telekomunikasi melalui pengujian kualitas layanan. "Uji jaringan telekomunikasi juga dilakukan untuk antisipasi potensi peningkatan serta pergerakan trafik telekomunikasi, khususnya saat arus mudik, hari raya, dan arus balik lebaran," kata Komisioner BRTI, Muhammad Imam Nashiruddin dalam Konferensi Pers BRTI di Balikpapan, Kalimantan Timur, Senin (05/06/2017) minggu ini.
Konferensi pers bertema “Evaluasi Kesiapan Jaringan Telekomunikasi untuk Melayani Arus Mudik dan Idul Fitri 1438H/2017” itu dihadiri perwakilan Kementerian Komunikasi dan Informatika, Asosiasi Penyelenggara Telekomunikasi Seluruh Indonesia (ATSI), perwakilan Pemerintah Kota Balikpapan, serta operator penyelenggara telekomunikasi di Balikpapan. “Acara ini merupakan kegiatan rutin dalam rangka pemaparan publik mengenai kesiapan operator dan antisipasi yang perlu dilakukan. Jaringan telekomunikasi harus dipastikan mampu menampung kapasitas dan melayani mobilitas masyarakat Indonesia yang akan mudik. Hal ini merupakan salah satu pelaksanaan Tupoksi BRTI untuk memantau penerapan standar kualitas layanan oleh operator,” ujar Imam.
Pengujian kesiapan jaringan telekomunikasi telah dilaksanakan serentak di tujuh kota di Indonesia, antara lain Medan (Sumatera Utara), Padang (Sumatera Barat), Batam (Kepulauan Riau), Lampung, DKI Jakarta, Bandung (Jawa Barat), Semarang (Jawa Tengah), Surabaya (Jawa Timur), Balikpapan (Kalimantan Timur), dan Makassar (Sulawesi Selatan).
Mengenai kondisi di Balikpapan, menurut Imam Nashiruddin diperkirakan akan menjadi salah satu titik utama keberangkatan mudik. "Hampis sama dengan Jakarta dan Batam, penduduk di Balikpapan didominasi pendatang yang sebagian besar berasal dari kota-kota di pulau Jawa, Sumatera dan Sulawesi yang akan menjadi kota tujuan arus mudik," paparnya.
Guna memastikan kualitas layanan, pengujian jaringan dilakukan atas dua kategori yaitu jaringan telekomunikasi dan fasilitas pendukung. Menurut Imam, pengujian jaringan telekomunikasi seluler mencakup empat hal. Pertama, kualitas layanan telepon antara lain tingkat keberhasilan panggil, kegagalan panggilan, kualitas suara serta lama waktu sambung. Kedua, kualitas layanan SMS dengan parameter uji antara lain tingkat keberhasilan pengiriman dan lama pengiriman SMS. Ketiga, kualitas layanan mobile internet yang diuji dengan parameter kecepatan rata-rata unduh dan tingkat keberhasilan unduh. "Keempat adalah kualitas cakupan mobilitas diuji dengan menggunakan parameter kualitas sinyal seluler di sepanjang rute jalan-jalan utama di Kota Balikpapan," papar Imam.
Pengujian jaringan telekomunikasi sesuai paparan Imam Nashiruddin dilakukan dengan metode static-test pada titik-titik yang diperkirakan menjadi keberangkatan mudik dari Balikpapan yang mencakup Bandara Sultan Aji Muhammad untuk moda pesawat terbang, Pelabuhan Semayang untuk moda angkutan laut dan Terminal Bus Batu Ampar untuk moda angkutan darat.
"Selain itu juga dilakukan metode drive test seluruh jaringan operator untuk mengetahui kualitas layanan dan kualitas sinyal seluler di jalan utama Kota Balikpapan. Dari hasil uji petik tersebut, secara keseluruhan menunjukkan hasil yang  baik dan dinyatakan bahwa jaringan telekomunikasi seluler di Balikpapan dinyatakan siap melayani arus mudik, lebaran dan arus balik tahun 2017," jelasnya.
Meskipun demikian, BRTI tetap minta operator untuk meningkatkan kualitas layanan dan jangkauan mobilitasnya. "Di Pelabuhan Laut Semayang, operator Indosat diminta untuk segera memperbaiki kualitas suara, sedangkan operator Smartfren diminta untuk segera memperbaiki kualitas suara dan kecepatan rata-rata unduh-nya. Di Terminal Bus Batu Ampar, Smartfren juga diminta untuk segera memperbaiki kecepatan rata-rata unduh-nya. Sedangkan untuk jalan-jalan utama di Balikpapan, operator XL dan Smartfren diminta untuk memperbaiki mobility coverage khususnya jaringan mobile internet pada beberapa titik yang masih belum baik," papar Imam.
Guna memastikan kesiapan fasilitas pendukung mudik, BRTI juga melakukan kunjungan ke operator seluler dan operator telekomunikasi. "Pada kunjungan tersebut dilakukan pengecekan fasilitas pelayanan pelanggan dan call center, distribusi voucher, network operation center atau command center, disaster recovery management, serta fasilitas pendukung lainnya," tambahnya.
Melalui pengujian kedua kategori tersebut, diharapkan performansi jaringan dapat terpantau dengan baik, sehingga para operator telekomunikasi mampu melayani pelanggan dengan tetap memenuhi kriteria yang dipersyaratkan, khususnya dalam mengantisipasi peningkatan dan pergerakan trafik saat arus mudik, hari raya, dan arus balik lebaran tahun 2017.
Dalam konferensi pers tersebut, selain Muhammad Imam Nachiruddin, hadir pula Deputi EVP Infrastucture Telkom Regional 6 Machsus Apriyono, Head of Sales Indosat Kalimantan Dody Kusuma, GM ICT Telkomsel Regional Kalimantan Harsetyo Pramono,  dan Sales Manager XL Sustya Regional.  Sementara dari 3 dan Smartfren diwakili GM Technical Sumatera dan Kalimantan Lutfi Rinaldi dan Regional Network Operation Manager Regional Sulawesi dan Kalimantan Smratfren Arifuddin Said.
Hadir pula perwakilan Dinas Kominfo Kota Balikpapan Tatang Sudirja dan dari Loka Monitor Balikpapan diwakili oleh Heriyanto. 

Sumber Berita : https://www.kominfo.go.id/content/detail/9817/antisipasi-arus-mudik-lebaran-brti-uji-kualitas-layanan-telekomunikasi/0/berita_satker

Tidak ada komentar:

Posting Komentar