Kamis, 08 Juni 2017

Proyek Aspirasi Kerap Tak Tepat Sasaran

KUDUS – Dinas Pendidikan Pemuda dan Olahraga (Disdikpora) Kabupaten Kudus mengaku kewalahan dengan banyaknya proyek usulan (aspirasi) anggota DPRD.
Sebab tak jarang, proyek aspirasi itu kerap tidak tetap sasaran dan tidak pas dengan perencanaan di Disdikpora. Sekretaris Disdikpora Kasmudi mengatakan, pihaknya selalu mempertimbangkan sejumlah aspek dalam proyek perbaikan ruang kelas, gedung maupun sarana penunjang sekolah.
Jumlah murid menjadi faktor penting yang diperhatikan. ”Ada kejadian sebuah sekolah di Kecamatan Jekulo sudah dibangun bagus, ada aulanya, tapi kemudian saat pendaftaran siswa baru jumlah siswanya sedikit. Bahkan muridnya kini tidak ada seratus.
Jangan sampai hal seperti ini yang terjadi,” kata Kasmudi saat mengikuti rapat kerja dengan Komisi D DPRD Kudus, kemarin. Kasmudi mengatakan, kegiatan revitalisasi gedung harus memperhatikan kondisi sekolah. ”Jangan sampai setelah direvitalisasi dan memakan anggaran besar, sekolah justru tidak ada muridnya,” ujarnya.
Kasmudi menambahkan, pada Juni hingga Juli mendatang, semua kegiatan fisik seperti lanjutan pembangunan GOR, gedung sekolah, maupun UPT ditargetkan sudah rampung dilelang. Diharapkan, seluruh kegiatan APBD 2017, bantuan gubernur, maupun DAK sudah tuntas dikerjakan November mendatang.
Menanggapi itu, Ketua Komisi D Setya Budi Wibowo menyarankan Disdikpora memetakan kembali sekolah-sekolah yang memiliki potensi baik dari segi jumlah siswa maupun prestasinya. Jangan sampai siswa sekolah yang kerap mengharumkan nama daerah, justru fasilitas sekolahnya minim.
Pilot Project
Sekolah yang memiliki banyak siswa berprestasi itu lah yang layak dikembangkan menjadi proyek percobaan (pilot project) pengembangan sekolah unggulan. ”Sekolah yang masuk dalam pilot project itu lah yang nantinya akan menjadi prioritas pengembangan.
Komisi D akan berkomitmen untuk mendukung anggarannya,” katanya. Politisi Partai Keadilan Sejahtera itu (PKS) itu menambahkan, Komisi D mendorong pemerintah daerah untuk berkomitmen mengalokasikan anggaran pendidikan sebesar 20 persen dari total anggaran daerah.
Pasalnya, pendidikan menjadi urusan wajib yang harus diprioritaskan oleh pemerintah daerah. ”Disdikpora juga perlu kreatif dalam menggandeng pihak ketiga atau swasta dalam pengembangan pendidikan di Kudus. Salah satunya pemanfaatan CSR perusahaan untuk pengembangan sektor pendidikan,” katanya. 

Sumber Berita : http://berita.suaramerdeka.com/smcetak/proyek-aspirasi-kerap-tak-tepat-sasaran/

Tidak ada komentar:

Posting Komentar