Kamis, 15 Juni 2017

Tapioka Impor Meresahkan Petani Ketela

Setelah pemerintah melakukan impor tapioka secara berlebihan pada tahun 2016, kini dampaknya dirasakan oleh petani ketela. Sebab, harga ketela dan tapioka lokal yang terlanjur anjlok, kini sangat sulit untuk mengalami peningkatan.
Terpantau, di Kecamatan Gunungwungkal masih banyak petani ketela yang belum bisa memperoleh hasil maksimal ketika panen. Hal ini juga berdampak pada perekonomian mereka, lantaran sebagian besar masyarakat di pedesaan masih menggantungkan hidup dari hasil pertanian.
“Saya berharap harga ketela bisa meningkat sampai Rp 1.800 atau Rp 2.000, supaya kami para petani bisa sejahtera. Akibat tapioka impor, sekarang dampaknya masih terasa, walau sudah satu tahun berlalu. Buktinya harga ketela sekarang masih rendah. Kemarin sih ada peningkatan sedikit, dari Rp 800 menjadi Rp 1000, tapi itu tidak terlalu berpengaruh karena cuma sedikit,” ungkap Lukito, petani asal Sidomulyo.
Zaenuri, petani asal Gunungwungkal, juga mengatakan hal yang senada. Ia mengaku, dampak tapioka impor sangat berpengaruh terhadap penghasilannya. “Dulu ketika panen, ladang ketela saya mampu menghasilkan uang Rp 18 juta. Tapi semenjak harga ketela jatuh akibat tapioka impor, sekarang hasil panen saya hanya mencapai Rp 10 juta,” paparnya.
Kebijakan impor tapioka yang dilakukan oleh pemerintah, kini telah membuat petani ketela merugi selama beberapa kali masa panen. Sebab, hingga saat ini pemerintah belum bisa berbuat apa-apa, untuk kembali menstabilkan harga.
Dampak tapioka impor tidak hanya dirasakan oleh petani, namun para perajin tapioka di Desa Ngemplak Kidul juga turut merasakan dampaknya. Salah satunya adalah Fauzan, perajin tapioka yang berada di Desa Ngemplak Kidul RT 02/RW 03. “Gara-gara tapioka impor, sekarang hasil produksi tapioka lokal hanya dihargai Rp 2.800 hingga Rp 3.000 perkilogram. Padahal, dulu sebelum ada tapika impor dari pemerintah, harga tapioka disini mampu menjapai Rp 7500 perkilogram,” bebernya.  

Sumber Berita : https://www.patikab.go.id/v2/id/2017/06/14/tapioka-impor-meresahkan-petani-ketela/

Tidak ada komentar:

Posting Komentar