33 asean summit 2018

Cari Blog Ini

Rabu, 06 Juni 2018

Kemarau 240 Hari, Warga Perlu Berhemat Air

KUDUS - Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) mengingatkan warga Kudus untuk berhemat dalam penggunaan air. Pasalnya, wilayah Kabupaten Kudus diprediksi bakal mengalami kemarau panjang hingga awal tahun depan.
Kasi Pencegahan dan Kesiapsiagaan BPBD Kudus Atok Darmobroto mengatakan, kemarau panjang bisa mencapai 240 hari.
”Dari rapat koordinasi di Jateng, kemarau panjang di wilayah Kudus berpotensi terjadi hingga awal tahun depan. Kemarau panjang bisa mencapai 240 hari,” katanya, Selasa (5/6).
Karena itu, pihaknya mendorong agar warga Kudus lebih berhemat dalam penggunaan air bersih. ”Gunakan air sesuai kebutuhannya saja. Untuk meminimalkan kekurangan air bersih, jangan boros air bersih,” katanya.
Disebutkan, sejumlah daerah di Kabupaten Kudus termasuk dalam kategori rawan kekeringan. Data BPBD Kudus menyebutkan, jumlah daerah rawan kekeringan menurun dari sebelumnya sebanyak 24 desa, kini menjadi 20 desa.
Sebanyak 20 desa rawan kekeringan, yakni Desa Kutuk, Glagahwaru, Terangmas, Lambangan (Kecamatan Undaan), Desa Temulus, Hadiwarno, Kesambi, Jojo dan Payaman (kecamatan Mejobo).
Sisanya tersebar di Desa Blimbing Kidul, Setrokalangan, Kedungdowo, Papringan, Banget, dan Sidorekso (Kecamatan Kaliwungu), dan Desa Sidomulyo, Desa Pladen, Desa Sadang, Bulung Kulon, Bulung Cangkring (Kecamatan Jekulo).
Alokasi Anggaran
Tahun 2018, Pemkab Kudus mengalokasikan anggaran sebesar Rp 50 juta untuk penyediaan air bersih untuk daerah yang mengalami kekeringan.
”Jika kurang, bisa mengajukan bantuan air bersih ke Pemprov Jateng,” katanya. Atok menambahkan, BPBD juga melibatkan perusahaan swasta untuk membantu pasokan air bersih ke daerah yang mengalami kekeringan,” katanya.
Pemkab Kudus, lanjut dia, juga telah berupaya mengatasi persoalan daerah rawan kekeringan dengan penyediaan jaringan PDAM hingga ke daerah pelosok. Kabupaten Kudus pernah mengalami kemarau panjang pada tahun 2015. 


Sumber BErita :   https://www.suaramerdeka.com/smcetak/baca/92854/kemarau-240-hari-warga-perlu-berhemat-air