ASIAN GAMES 2018 JAKARTA PALEMBANG

Cari Blog Ini

Rabu, 06 Juni 2018

Petani Harus Patuhi Sistem Kedungombo Jaga Keteraturan Distribusi Irigasi

KUDUS UNDAAN - Petani harus mematuhi sistem pendistribusian irigasi teknis dari Waduk Kedungombo. Bila ego petani masing-masing wilayah dikedepankan, sistem akan rusak dan mengganggu pemanfaatan irigasi secara keseluruhan. Ketua Federasi Perkumpulan Petani Pemakai Air (FP3A) sistem irigasi teknis Waduk Kedungombo, Kaspono, Selasa (5/6) menyatakan, saat ini yang mengemuka kepentingan kewilayahan. Bila ada persoalan pertanian di satu wilayah, Waduk Kedungombo yang diminta menyesuaikan.
”Pendistribusian irigasi akan kacau balau,” katanya. Setiap perencanaan pemanfaatan irigasi, semua pejabat dari Kabupaten Grobogan, Kudus, Pati, Demak dan Jepara dihadirkan. Mereka selalu berkomitmen menjaga kesepakatan.
Fakta di lapangan, setiap terjadi masalah di wilayah, sistem irigas yang dikalahkan. ”Penegakan aturan lemah di lapangan,” ungkapnya. Intinya, sistem irigasi teknis Waduk Kedungombo terancam rusak.
Kondisi tersebut dimungkinkan terjadi bila pengguna, yakni pemilik 60.095 hektare lahan, selalu memaksakan penggunaan irigasi sesuai dengan kondisi lahan mereka masing-masing.
Pihaknya akan menentang keras bila petani memaksakan diri untuk memaksakan pengubahan sistem irigasi. ”Kalau pengguna memaksakan diri seperti itu, maka sistem akan rusak,” tandasnya.
Jadwal
Dia menjelaskan, setiap tahun terdapat tiga jadwal tanam, yakni padi-padipalawija. Kapan air akan digelontorkan dan berapa besarnya sudah diatur berdasarkan kesepakatan yang ada.
Kesepakatan itu juga didasarkan atas kajian berdasarkan kondisi yang ada di lapangan. ”Jadi, segala sesuatunya sudah diatur sesuai hasil kajian yang ada,” tandasnya. Soal wacana terkait solusi untuk mengatasi lahan yang terlambat menerima lahan irigasi, sudah dilakukan.
Misalnya, soal pembuatan tandon-tandon air dan sejenisnya. Hal yang ditemui di lapangan, justru tidak semua petani menyepakatinya.


Sumber Berita : https://www.suaramerdeka.com/smcetak/baca/92853/petani-harus-patuhi-sistem-kedungombo

Tidak ada komentar:

Posting Komentar

close
Banner iklan disini