33 asean summit 2018

Cari Blog Ini

Selasa, 03 Juli 2018

KPH Kebonharjo Keteteran Atasi Pencurian Kayu


REMBANG, – Perhutani KPH Kebonharjo terbilang keteteran mengatasi aksi pencurian kayu yang dilakukan oleh kawanan maling. Sampai akhir Mei saja, tercatat sudah 11.824 meter kubik kayu yang dicuri.
Jika dijumlahkan, selama Januari sampai Mei 2018 terjadi 76 kasus pencurian kayu di wilayah hutan KPH Kebonharjo. Angka tersebut belum termasuk hitungan kasus pencurian yang terjadi selama Juni kemarin.
Administratur Perhutani KPH Kebonharjo, Riyanto Yudotomo mengungkapkan, minimnya jumlah personel keamanan yang diperparah dengan tidak diperbolehkannya menggunakan senjata api membuat petugas cukup keteteran.
Apalagi, luas wilayah hutan yang diamankan tidak sebanding dengan personel keamanan yang dimiliki. Dari sekitar 300 personel keseluruhan yang dimiliki KPH Kebonharjo sekarang, tidak lebih dari 50 orang yang betugas di bagian keamanan.
Menurut Riyanto, kondisi itu juga diperparah dengan keterbatasan tenaga sehingga banyak personel yang bekerja secara serabutan. Personel yang seharusnya sebagai mandor keamanan juga ditugaskan sebagai mandor tanam atau mandor pemelihaaan.
“Kadang-kadang mandor tanam juga keamanan, ada keterbatasan tenaga. Kondisi Perhutani yang sedang terpuruk dan tekanan sosial tinggi agak susah mengamankannya. Sebenarnya, di Kebonharjo, sudah sangat kondusif dibandingkan KPH lainnya,” terang dia, Minggu (1/7).
 Menjadi Korban
Ia menyebutkan, berbagai keterbatasan yang terjadi saat ini membuat personelnya kerap menjadi korban. Sebelum ini beberapa kali personel keamanan yang tidak berdaya menghadapi aksi pencuria kayu yang jumlahnya lebih banyak.
“Jika personel keamanan hanya 2 atau 3 orang, sedangkan pencurinya 10 atau 20 orang tidak berani juga. Tidak berdaya jika jumlah (pencuri) banyak. Penjaga kami minta tetap waspada, jangan tidur yang bisa diketahui musuh (pencuri),” ujarnya.
Ia menegaskan, untuk meminimalisir kasus pencurian sudah memberdayakan prosonel yang dimiliki. Termasuk salah satu langkahnya adalah masing-masing personel memiliki spionase atau mata-mata untuk mencegah aksi pencurian.
“Selama ini di KPH Kebonharji cukup kondusif. Kayu yang dicuri sebagian kayu bisa kami selamatkan. Kadang-kadang petugas di lapangan repot, tanpa dibekali alat pelindung diri,” tandas dia.



Sumber Berita : https://www.suaramerdeka.com/news/baca/99522/kph-kebonharjo-keteteran-atasi-pencurian-kayu