Cari Blog Ini

Kamis, 07 Mei 2026

Menag Ajak Ikatan Pelajar Al Washliyah Perkuat Pembinaan Generasi Muda di Ruang Digital

 


Jakarta (Kemenag) --- Menteri Agama RI Nasaruddin Umar menerima kunjungan Pimpinan Pusat Ikatan Pelajar Al Wasliyah di ruang audiensi Menteri Agama, Kantor Kementerian Agama, Jakarta, Kamis (7/5/2026). Pertemuan tersebut membahas penguatan sinergi antara organisasi pelajar dengan Kementerian Agama dalam pembinaan generasi muda dan pengembangan pendidikan. 

Ketua PP Ikatan Pelajar Al Washliyah, Amir Harahap, menyampaikan apresiasi atas sambutan Menteri Agama serta berharap adanya kolaborasi yang lebih erat dengan Kementerian Agama. Menurutnya, Ikatan Pelajar Al Washliyah memiliki kedekatan dengan dunia pelajar, santri, dan madrasah di berbagai daerah di Indonesia, khususnya di Sumatera Utara dan Jawa Barat, sehingga diharapkan dapat dilibatkan dalam berbagai program pembinaan generasi muda. 

"Selama ini kami sudah sering melakukan pembinaan ke generasi muda. Pembinaan kami sudah menjangkau  ke madrasah-madrasah binaan Al Wasliyah khususnya, dan kami juga sudah menjangkau media sosial," ucapnya. 

Amir juga menyampaikan apresiasi terhadap program Beasiswa Indonesia Bangkit (BIB) yang dinilai memberi dampak besar bagi pengembangan kualitas sumber daya manusia. Ia berharap program tersebut terus diperkuat guna melahirkan generasi unggul, kompeten, dan memiliki daya saing global. 

Menanggapi hal tersebut, Menteri Agama menyampaikan bahwa Kementerian Agama memiliki tujuan yang sama dengan organisasi pelajar, yakni membangun generasi muda agar tidak terjerumus pada hal-hal negatif. Menurut Menag, pendekatan terhadap generasi muda saat ini perlu dilakukan dengan cara yang relevan. 

Ia juga menyampaikan, bahwa generasi muda saat ini, khususnya Generasi Z, memiliki karakter yang sangat berbeda dibanding generasi sebelumnya. Mereka lebih mudah menerima pengaruh dari teman sebayanya dibanding dari orang tua, guru, maupun tokoh formal lainnya. 

“Ada beberapa survei yang mengatakan bahwa generasi Z saat ini lebih mendengarkan sesamanya dibandingkan atasan ataupun orang tua. Karena itu, pengaruh dari teman sebaya menjadi sangat penting dalam membentuk karakter dan cara berpikir mereka,” ujar Menag. 

Ia menambahkan, organisasi pelajar memiliki posisi strategis dalam menghadirkan pengaruh positif di kalangan generasi muda melalui pendekatan yang lebih dekat dan sebaya. "Pendekatan kepada mereka tidak lagi bisa dilakukan dengan cara-cara lama. Bahasa, metode, media, bahkan cara penyampaian dakwah dan pendidikan harus menyesuaikan dengan karakter generasi sekarang," ucap Menag. 

Generasi Z sangat dekat dengan media digital. Mereka hidup bersama handphone, YouTube, Instagram, dan media sosial lainnya. Mereka lebih tertarik pada konten yang singkat, menarik, dan relevan dengan kehidupan mereka sehari-hari. Karena itu, dakwah maupun pembinaan harus dikemas dengan cara yang kreatif dan tidak monoton. 

"Pendekatan personal juga menjadi sangat penting. Anak muda tidak suka diposisikan hanya sebagai objek. Mereka ingin dirangkul, didengar, dan dipahami," Jelas Menag. 

Metode pembinaan juga harus mengikuti minat generasi muda saat ini. Misalnya melalui kegiatan komunitas, olahraga, kreativitas digital, media sosial, hingga pengembangan game edukatif dan bernuansa dakwah. 

Karena itu, Menag mengajak Ikatan Pelajar Al Washliyah untuk memperkuat ruang digital dengan konten-konten positif, edukatif, dan menyejukkan bagi generasi muda.

Sumber : https://kemenag.go.id/nasional/menag-ajak-ikatan-pelajar-al-washliyah-perkuat-pembinaan-generasi-muda-di-ruang-digital-eUCOg