33 asean summit 2018

Cari Blog Ini

Senin, 12 November 2018

ASEAN sepakati kerangka kerja sama e-commerce


Singapura (ANTARA News) - Negara-negara anggota ASEAN menyepakati kerangka kerja sama perdagangan secara  elektronik (e-commerce) untuk mendukung perkembangan ekonomi digital.

"Indonesia ikut menandatangani kerja sama perdagangan tentang e-commerce mendukung perkembangan ekonomi digital serta perdagangan di negara-negara kawasan ASEAN," ujar Menteri Perdagangan (Mendag) Indonesia Enggartiasto Lukita usai menandatangani kesepakatan kerja sama e-commerce di Suntec Convention Centre, Singapura, Senin.

Perjanjian ASEAN tentang e-commerce ditandatangani oleh para menteri ekonomi ASEAN lainnya. Penandatanganan tersebut merupakan rangkaian Pertemuan Tingkat Tinggi Asean ke-33 yang berlangsung sejak 11 November hingga 15 November 2018.

Selain itu, Menteri Perdagangan dan Industri Singapura, Chan Chun Sing, mengatakan perjanjian ASEAN tentang perdagangan elektronik di ASEAN masih dalam tahap awal dibandingkan dengan China dan Amerika Serikat.

"Hambatan non-tarif seperti logistik dan lintas batas digital peraturan terus menjadi tantangan bagi UMKM (usaha mikro, kecil, dan menengah) yang ingin memanfaatkan peluang e-commerce," kata Menteri Chun Sing.

"Sebagai pengakuan atas tantangan-tantangan ini, saya senang bahwa negara-negara anggota ASEAN telah menyimpulkan Perjanjian ASEAN tentang e-commerce. Ini kesepakatan pertama ASEAN untuk memfasilitasi transaksi e-commerce lintas batas," kata dia.

Ini, lanjut dia, adalah bukti dari komitmen ASEAN untuk menciptakan lingkungan yang kondusif bagi pertumbuhan e-commerce dengan memajukan aturan perdagangan elektronik dan membangun konektivitas digital yang lebih besar di dalam wilayah Asia Tenggara. "Kita harus menjadi salah satu yang pertama di dunia yang memiliki persetujuan ini," kata dia lagi.

Presiden Joko Widodo dijadwalkan berkunjung ke Singapura untuk menghadiri KTT Asean ke-33 itu mulai 13 November hingga 15 November 2018.

Selain para pemimpin ASEAN, sejumlah kepala negara seperti Amerika Serikat, Rusia, China, Jepang, India, Korea Selatan dan lainnya ikut hadir di Singapura.

Sementara Presiden AS Donald Trump tidak hadir dan mengirimkan Wakil Presiden Mike Pence untuk menghadiri KTT ASEAN ke-33.


Sumber :  https://www.antaranews.com/berita/767490/asean-sepakati-kerangka-kerja-sama-e-commerce
Baca Terusannya »»  

KNKT: Pinker CVR Rusak Saat Jatuhnya Pesawat Lion Air JT 610

KBRN, Jakarta: Ketua Komite Keselamatan Transportasi (KNKT) Soerjanto Tjahjono menyampaikan bahwa Pinker yang menghasilkan suara “Ping” pada Cockpit Voice Recorder (CVR) Pesawat Lion Air menghilang bukan karena penyebab terpendam di lumpur.
Hal tersebut dikatakan Ketua KNKT dalam konferensi pers penanganan Kecelakaan Pesawat Lion Air JT 610 di Gedung Kemenhub, Jakarta, Senin (12/11/2108).
“Kemungkinan pada waktu pesawat kecelakaan si pinker ini ikut mengalami kerusakan,” jelasnya
Ia menyampaikan bahwa KNKT sudah melakukan simulasi dan signal Ping dapat terdeteksi meskipun posisinya berada di dalam lumpur.
“Kami kemarin sampai mengadakan simulasi, ada satu pinker lalu kita iket di pipa dan dimasukkan ke lumpur lalu, dicoba dengarkan dan ternyata masih bisa dideteksi jadi asumsi selama ini bahwa kemungkinan bahwa masuk lumpur alat pinker jadi tidak bekerja itu sudah hilang,” paparnya.
Sampai saat ini KNKT terus menyusun strategi agar CVR segera ditemukan. Namun, memang dirinya tidak bisa memastikan kapan CVR segera ketemu.
“Kami belum berpikir sampai berapa lama akan ketemu,” tuturnya.
Ia juga menyatakan bahwa CVR bagian terpenting, KNKT sangat membutuhkan data-data yang berada di CVR untuk melengkapi dan menyeseuaikan dengan Flight Data Recorder (FDR).
“Karena CVR sangat diperlukan dalam investigasi karena berkaitan dengan masalah bagaimana kru mengadakan  komunikasi didalam cockpit pesawat,” tandasnya. 


sumber :  http://rri.co.id/post/berita/597632/nasional/knkt_pinker_cvr_rusak_saat_jatuhnya_pesawat_lion_air_jt_610.html

Baca Terusannya »»  

Presiden ingatkan kaum milenial soal ancaman intoleransi


Bogor, Jawa Barat (ANTARA News) - Presiden Joko Widodo mengingatkan kaum milenial agar mewaspadai potensi munculnya intoleransi di tengah keberagaman bangsa Indonesia

"Ini yang terus akan saya ingatkan di mana-mana, karena kita sering lupa masalah ini. Karena kita lupa, menyebabkan kita ini kadang-kadang merasa tidak saudara. Padahal kita adalah saudara sebangsa dan setanah air," katanya saat bersilaturahmi dengan para peserta Kongres Indonesia Millennial Movement Tahun 2018 di Istana Bogor, Senin.

Di hadapan peserta kongres yang diundang ke Istana Kepresidenan Bogor, Presiden kembali mengingatkan bahwa banyak tindakan intoleransi muncul bukan karena dorongan keinginan sendiri namun dipicu oleh peristiwa-peristiwa politik.

"Sebetulnya yang berkaitan dengan intoleransi, terutama di negara kita, lebih banyak didorong peristiwa-peristiwa politik. Pemilihan bupati, wali kota, gubernur, dan presiden. Kejadiannya banyak dimulai dari situ," tuturnya.

Ia mengatakan cara-cara tidak beretika yang diterapkan untuk mencapai tujuan politik tertentu bisa memicu intoleransi.

"Coba dilihat di media sosial isinya seperti apa. Ini pengaruh politik yang isinya sering mengaduk-aduk kita. Sering muncul intoleransi karena dibentur-benturkan. Ini yang sering saya sampaikan, berbahaya sekali," katanya.

Kalau masyarakat dibiarkan berlarut dalam kondisi itu, ia melanjutkan, bisa jadi bangsa Indonesia akan kesulitan menghadapi tantangan yang sudah ada di depan mata, sementara revolusi industri keempat sudah menyebabkan banyak lanskap kehidupan berubah.

"Inilah yang terus harus kita waspadai, jangan sampai perubahan-perubahan ini membawa kita ke dalam intoleransi, ke dalam ekstremisme yang sangat berlebihan," kata Presiden.

Presiden juga menyampaikan apresiasi kepada Maarif Institute for Culture and Humanity karena menyelenggarakan kongres untuk membangkitkan komitmen generasi milenial mempromosikan perdamaian serta pencegahan ekstremisme dan kekerasan. Ia yakin kegiatan-kegiatan semacam itu bisa menggerakkan lebih banyak pihak membawa negara menuju kemajuan.

"Dengan cara-cara yang sejuk, yang baik. Selalu saya sampaikan, marilah kita hijrah dari ujaran-ujaran kebencian pada ujaran-ujaran kebenaran, hijrah dari pesimisme ke optimisme, hijrah dari pola-pola yang konsumtif ke produktif, hijrah dari kegaduhan-kegaduhan ke persatuan dan kerukunan. Karena itulah yang dibutuhkan," imbuhnya.

Menteri Agama Lukman Hakim Saifuddin, Kepala Staf Kepresidenan Moeldoko, Kepala Badan Ekonomi Kreatif Triawan Munaf, dan Koordintor Staf Khusus Presiden Teten Masduki mendampingi Presiden dalam pertemuan dengan para peserta Kongres Indonesia Millennial Movement.



Sumber :  https://www.antaranews.com/berita/767496/presiden-ingatkan-kaum-milenial-soal-ancaman-intoleransi
 
Baca Terusannya »»  

TNI AD Indonesia - Singapura gelar latihan bersama


Situbondo (ANTARA News) - Tentara Nasional Indonesia Angkatan Darat (TNI AD) dan "Singapores Armed Force" (SAF) atau Angkatan Darat Singapura menggelar latihan bersama di Dodiklatpur Rindam V/Brawijaya Asembagus, Kabupaten Situbondo, Jawa Timur pada 12 hingga 19 November 2018.

"Tujuan dilaksanakannya latihan bersama TNI AD dan Angkatan Darat Singapura (Latma Safkat Indopura) tidak lain untuk meningkatkan hubungan baik militer dua negara dan sekaligus untuk memudahkan koordinasi jika sewaktu-waktu terjadi operasi bersama," kata Kepala Penerangan Kodam (Kapendam) V/Brawijaya, Kolonel Inf Singgih Pambudi di Situbondo, Senin.

Latihan bersama Safkar Indopura ke-30 Tahun 2018 dan dilaksanakan selama delapan hari ini, lanjut dia, melibatkan sebanyak 290 personel TNI AD dan 170 personel Batalyon 3 Angkatan Darat Singapura (Singapores Armed Force).

Kontingen TNI AD dipimpin Danbrigif 16/Wira Yudha Kolonel Inf Slamet Riyadi terdiri dari Brigif 16/WY sebanyak 27 personel, Yonif Mekanis 512/QY sebanyak 117 personel, Yonif Mekanis 516/CY 116 personel, Yonkav 8/2 Kostrad 30 personel.

"Prajurit yang ikut dalam Latma Safkar merupakan prajurit pilihan dari masing-masing satuan yang telah dipilih dan dilakukan pelatihan sebelumnya," ujarnya.

Menurut dia, adapun materi latihan bersama ini di antaranya latihan silang (cross training) dalam materi taktik dan menembak, latihan taktis dengan pasukan infanteri mekanis dalam organisasi lawan insurjensi (OLI) "field training exircise" (FTX) dan latihan Posko 1 Command Post Exercise (CPX) tingkat Brigif dan Batalyon (2 tingkat).

Ia menjelaskan, Latihan Bersama Safkar Indopura ini telah memasuki ke-30 dan sejauh ini kedua negara sudah banyak belajar dan mengaplikasikan taktik dan teknik latihan tempur sesuai pengalaman prajurit masing-masing.

"Melalui Latihan Bersama Safkar Indopura ini, prajurit kedua negara dapat mengembangkan kemampuan taktik yang dimiliki dan dihadapkan dengan medan perang yang sebenarnya dan sehingga dapat menunjang pencapaian keberhasilan Latma Safkar Indopura," paparnya.

Ia menambahkan, latihan bersama tersebut dapat meningkatkan persahabatan dan kerja sama serta meningkatkan profesionalitas keprajuritan dan sehingga tujuan latihan dapat tercapai secara optimal.


Sumber :  https://www.antaranews.com/berita/767406/tni-ad-indonesia-singapura-gelar-latihan-bersama
Baca Terusannya »»  

Dirjen Perhubungan Udara Diganti

KBRN, Jakarta : Menteri Perhubungan (Menhub) Budi Karya Sumadi mengganti Direktur Jenderal (Diren) Perhubungan Udara Kementerian Perhubungan (Kemenhub),  Senin (12/11/2018) di kantor Kemenhub Jakarta. Jabatan Dirjen Perhubungan Udara yang sebelumnya dijabat oleh Agus Santoso, kini ditempati Polana Banguningsih Pramesti.

Perombakan juga terjadi di lingkungan Ditjen Perhubungan Udara. Mohamad Pramintohadi Sukarno yang sebelumnya menjabat sebagai Sekretaris Jenderal Ditjen Perhubungan Udara dan pelaksana tugas Dirjen Perhubungan Udara kini menduduki jabatan Direktur Bandar Udara.

Untuk jabatan Sekjen Perhubungan Udara yang baru kini dipegang oleh Nur Isnin Istiartono.

Sedangkan Direktur Keamanan Penerbangan dijabat oleh Dadun Kohar.


Sumber : http://rri.co.id/post/berita/597365/nasional/dirjen_perhubungan_udara_diganti.html
Baca Terusannya »»  

RS Polri sudah periksa 195 kantong jenazah korban JT 610


Jakarta (ANTARA News) - Tim identifikasi di Rumah Sakit Bhayangkara Tk.I Raden Said Sukanto (Rumah Sakit Polri) di Kramat Jati, Jakarta, total sudah memeriksa 195 kantong jenazah korban kecelakaan pesawat Lion Air JT 610.

"Dari total 195 kantong jenazah yang kami terima, seluruhnya sudah dilakukan pemeriksaan,  semuanya sudah diambil sampel DNA. Saat ini masih dalam proses menunggu hasil," kata Komandan Tim Disaster Victim Identification/DVI) Rumah Sakit Polri Komisaris Besar Polisi Lisda Cancer di Rumah Sakit Polri, Kramat Jati, Senin.

Hingga pukul 08.00 WIB, Tim DVI Polri masih menunggu hasil pemeriksaan DNA dan sidik jari dari tim INAFIS. 
Lisda menjelaskan bahwa Tim DVI sudah menerima 256 data antemortem dan 189 di antaranya sudah terverifikasi. "Jumlah sampel DNA yang diterima masih sama, ada 666 sampel," ia menambahkan.

Rumah Sakit Polri Kramat Jati sejak Minggu tidak menerima kantong jenazah dari lokasi pengumpulan hasil pencarian korban kecelakaan pesawat di JICT Tanjung Priok. Hingga saat ini ada 79 jenazah yang sudah diketahui identitasnya, terdiri atas 59 laki-laki dan 20 perempuan.

Badan Pencarian dan Pertolongan Nasional (Basarnas) pada Sabtu telah menghentikan secara terpusat proses pencarian dan evakuasi korban dan pesawat Lion Air PK-LQP JT 610 di lokasi jatuhnya pesawat di Tanjung Pakis, Kabupaten Karawang.

Kepala Bagian Penerangan Satuan Biro Penerangan Masyarakat Divisi Hubungan masyarakat Polri Kombes Pol Yusri Yunus mengatakan bahwa kepolisian berupaya mencocokkan hasil pemeriksaan 666 sampel DNA dan menunggu hasil pemeriksaan 195 kantong jenazah yang telah diterima untuk mengidentifikasi korban.

Sumber :  https://www.antaranews.com/berita/767459/rs-polri-sudah-periksa-195-kantong-jenazah-korban-jt-610
Baca Terusannya »»  

Dorong Inovasi Daerah untuk Tuntaskan Tantangan Kesehatan

 
Semarang – Berbagai tantangan pembangunan kesehatan yang sedang dihadapi bangsa Indonesia, dalam penanganannya membutuhkan inovasi yang dikembangkan oleh daerah. Baik inovasi manajemen maupun teknis  pelayanan yang harus terus ditingkatkan dan diperkuat guna menyelesaikan persoalan kesehatan.
“Saya sangat berharap muncul berbagai inovasi baik di tingkat pusat, provinsi,  kabupaten dan kota, sampai dengan puskesmas, guna menyelesaikan  berbagai tantangan pembangunan  kesehatan yang sedang kita hadapi,” kata Pelaksana Harian Gubernur Jawa Tengah H Taj Yasin Maimoen, saat membacakan sambutan tertulis Menteri Kesehatan RI Nila Djuwita F Moeloek pada Upacara Peringatan Hari Kesehatan Nasional ke-54 tingkat Jawa Tengah, di Halaman Kantor Gubernur Jateng, Senin (12/11).
Upacara dengan inspektur upacara Plh Gubernur Jateng Taj Yasin Maimoen itu, selain diikuti oleh pejabat dan staf di lingkungan Setda Jateng juga dihadiri pelajar, mahasiswa perguruan tinggi bidang kesehatan, perwakilan tenaga medis dari berbagai rumah sakit, serta Forkopimda.
Menurut Menkes, tantangan bidang kesehatan ke depan semakin berat, luas, dan kian kompleks. Solusi terhadap berbagai permasalahan memerlukan kepemimpinan yang kuat, manajemen handal, kolaborasi multisektor harmonis, dan monitoring evaluasi pembangunan terstruktur dan sistematis.
“Saya percaya bahwa selama ini jajaran  kesehatan dari level pusat, provinsi,  kabupaten, sampai puskesmas juga telah berkerja keras, dengan semangat luar biasa, guna melayani masyarakat. Dalam berbagai kunjungan saya ke daerah, didapatkan bermacam inovasi yang dikembangkan oleh daerah, baik inovasi manajemen maupun inovasi teknis pelayanan, yang harus terus ditingkatkan dan diperkuat,” bebernya.
Ditambahkan, Hari Kesehatan 2018 mengangkat tema “Aku Cinta Sehat”, dengan subtema “Ayo Hidup Sehat, Mulai Dari Kita”. Tema itu sejalan dengan Program Gerakan Masyarakat Hidup Sehat (Germas) dan Program lndonesia Sehat dengan  Pendekatan Keluarga (PIS-PK), yang menekankan pada upaya promotif dan preventif sebagai pendekatan  pembangunan kesehatan.
“Kesempatan ini juga merupakan momentum yang baik untuk kita  merenungkan dan introspeksi terhadap apa yang  telah kita capai dalam  pembangunan kesehatan,” bebernya.
Menkes menjelaskan, Germas merupakan suatu tindakan sistematis dan terencana yang dilakukan secara bersama-sama oleh seluruh komponen bangsa, dalam membangun kesadaran, kemauan dan kemampuan berperilaku sehat, untuk meningkatkan kualitas hidup dan produktivitas bangsa.
“Pelaksanaan Germas harus dimulai dari diri kita  sendiri, kemudian keluarga, tatanan  masyarakat, dan akhirnya seluruh komponen bangsa,” imbuhnya.
Kondisi sehat sakit adalah hasil perilaku masyarakat. Namun kondisi sehat sakit juga merupakan outcome atau dampak dari seluruh proses pembangunan yang sifatnya multisektoral. Oleh karena itu, kerja sama dan kolaborasi multisektoral menjadi sebuah keniscayaan dalam pembangunan kesehatan.
lndonesia sekarang sedang menghadapi transisi epidemiologi. Terkait dengan penyakit, ada tiga beban penyakit (triple burden of diseases) yang dihadapi. Beban penyakit  yang diukur dari tahun yang hilang  akibat kematian dini, telah bergeser dari penyakit menular ke arah penyakit tidak  menular. Seperti penyakit jantung, gagal ginjal, diabetes, kanker, dan sebagainya.
Terkait dengan masalah gizi, lndonesia menghadapi beban ganda. Di satu sisi  menghadapi masalah undernutrisi di antaranya gizi kurang, pendek atau stunting, dan  kurus. Sedangkan di sisi lain juga dihadapkan pada masalah overnutrisi, yakni masalah  obesitas atau kegemukan.
Hasil Riset Kesehatan Dasar Tahun 2018 oleh Badan Penelitian dan Pengembangan Kesehatan menunjukkan berbagai indikator pembangunan kesehatan mengalami perbaikan. Namun juga masih ada indikator yang perlu terus diperbaiki dan ditingkatkan.
Sementara itu, Pelaksana Harian Gubernur Jawa Tengah H Taj Yasin Maimoen mengatakan, berbagai inovasi bidang kesehatan telah dilakukan Pemprov Jateng guna meningkatkan kualitas kesehatan masyarakat. Dengan penanganan cepat dan tepat, berbagai persoalan kesehatan di masyarakat dapat mudah tertangani.
“Kita ada rumah sakit tanpa sekat, artinya tenaga medis menjemput bola, turun langsung ke lapangan untuk mendeteksi kesehatan warga serta menangani berbagai persoalan kesehatan di masyarakat,” terangnya.
Dalam kesempatan tersebut dilakukan penyerahan penghargaan, piagam dan uang pembinaan secara simbolis oleh Plh Gubernur kepada duta kesehatan, FKTP berprestasi, tenaga kesehatan teladan dari berbagai kategori tenaga medis, farmasi, dan bidang kesehatan lainnya, kelompok pemanfaatan toga, pelaksana terbaik lingkungan bersih dan sehat, posyandu terbaik, dan lainnya.



Sumber : https://jatengprov.go.id/publik/dorong-inovasi-daerah-untuk-tuntaskan-tantangan-kesehatan/
Baca Terusannya »»  

Germas dan Layanan Kesehatan Ikut Disorot Dalam HKN

PATI-Hari ini Pemkab Pati menggelar upacara peringatan Hari Kesehatan Nasional (HKN) yang ke-54 tahun 2018, di halaman Setda Kabupaten Pati.
Kegiatan ini diikuti oleh seluruh Forkompimda, Kepala OPD, perwakilan ASN,  para siswa dan mahasiswa kebidanan, perwakilan Puskesmas dan rumah sakit se-Kabupaten Pati.
Mengusung tema "Aku Cinta Sehat" dan sub tema "Ayo Hidup Sehat, Mulai dari Kita", Bupati kembali mengajak masyarakat untuk kembali menggalakkan Gerakan Masyarakat Hidup Sehat (Germas) yang menekankan pada kesadaran setiap individu untuk meningkatkan perilaku hidup sehat.
“Peringatan HKN ke 54 ini sebagai momentum yang baik untuk mengingatkan kita bahwa derajat kesehatan masyarakat yang setinggi-tingginya akan terwujud apabila semua komponen bangsa ikut berperan serta”, papar Haryanto dalam sambutan Menteri Kesehatan RI, Nila Djuwita F. Moeloek yang dibacakan Bupati Pati pada upacara tersebut.
Selain menyinggung tentang Germas, usai upacara, Bupati juga menyoroti tentang peningkatan pelayanan kesehatan.
Dalam ramah-tamah dengan OPD terkait, Puskesmas se-kabupaten Pati, perwakilan rumah sakit se-Kabupaten Pati di ruang Pringgitan tersebut, Haryanto memberikan motivasi dan arahan kepada seluruh petugas pelayanan kesehatan di Kabupaten Pati agar semakin meningkatkan pelayanan pada masyarakat, karena sarana dan prasarana serta fasilitas kesehatan di Kabupaten Pati kini semakin dilengkapi oleh Pemkab.
"Layanan jangan sampai mundur atau menurun, justru pelayanan yang sudah baik ini harus dipertahankan dan ditingkatkan lebih dan lebih baik lagi untuk masyarakat", tegasnya.


Sumber : https://www.patikab.go.id/v2/id/2018/11/12/germas-dan-layanan-kesehatan-ikut-disorot-dalam-hk/
Baca Terusannya »»  

Dandim Pati Hadiri Upacara Memperingati Hari Kesehatan Nasional.

PATI- bertempat di halaman kantor Pemda Kabupaten Pati telah berlangsung upacara dalam rangka memperingati HKN ( Hari Kesehatan Nasional ) Ke 54. Senin (12/11/2018)
Bupati Pati Haryanto S.H MM.M.Si membacakan Amanat Mentri Kesehatan RI) HKN ke 54 dengan Peringatan Hari Kesenatan Nasional yang saat ini kita laksanakan, mengangkat Tema “Aku Cinta Sehat” dengan sub tema “Ayo Hidup Sehat, Mulai Dari Kita”.
Peringatan HKN hari ini yg ke-54 ini diharapkan semua komponen bangsa berperan serta dalam upaya kesehatan dengan
memprioritaskan promotive-preventif tanpa mengabaikan kuratif dan rehabilitatif.
Meningkatkan kesadaran masyarakat berperilaku hidup sehat melalui Gerakan Masyarakat Hidup Sehat (GERMAS) telah yang tertuang dalam Inpres No.1 tahun 2017 .Pemerintah telah berupaya dengan pembangunan kesehatan yang meliputi upaya mendekatkan akses pelayanan kesehatan dan peningkatan mutu layanan.
Perlindungan finansial telah dibayarkan iuran bagi penerima bantuan Iuran (PIB) yakni 87,8 juta jiwa pada tahun 2015 menjadi 92,3 juta jiwa.
Fasilitas kesehatan tingkat pertama yang menerima layanan JKN dari 19.969 tahun 2015 menjadi 21.763 pada tahun 2017.
Untuk fasilitas tingkat lanjutan juga mengalami peningkatan dari 1.847 faskes pada tahun
2015 menjadi 2.292 pada tahun 2017.
Pemenuhan Sumber Daya Manusia Kesehatan untuk memenuhi akses pelayanan kesehatan khususnya di Daerah Terpencil, Perbatasan, dan Kepulauan (DTPK), Pemerintah telah menempatkan 6.316 tenaga.
kesehatan melalui Nusantara Sehat (NS), Wajib Kerja Dokter Spesdialis (WKDS) serta penugasan khusus calon dokter spesialis.juga tingkat pertama sebanyak 375 rehabilitasi Puskesmas, 35 pembangunan Gedung, 750 pembangunan baru Puskesmas, 34 Unit Puskesmas keliling perairan, 537 Unit Puskesmas keliling.
roda empat, Penyediaan 1.650 Unit ambulans roda dua, 86 Unit ambulans roda empat, dan 2.525 peningkatan sarana dan prasarana Puskesmas, serta 10.437 penyediaan alat kesehatan di Puskesmas. Saat ini untuk fasilitas kesehatan tingkat rujukan telah terdapat 104 rumah sakit rujukan regional, 20 RS rujukan
propinsi, 4 RS rujukan Nasional, dan 408 RSUD lainnya.Untuk capaian program HIV/AIDS melalui upaya terobosan Temukan, Obati, Pertahankan pengobatan ARV (TOP) . Dalam Upaya pengendalian TBC melalui upaya Inovasi Temukan Obati Sampai Sembuh (TOSS) dengan
menerapkan integrasi kegiatan Program Indonesia Sehat.
Pendekatan Keluarga (PIS-PK).
Tingginya angka kurang gizi, penyakit menular dan tidak menular. harus segera diselesaikan dengan meningkatkan kualitas hidup sehat.
Peringatan Hari Kesehatan Nasional ke-54 sebagai momentum untuk merefleksikan kembali
sejauh mana keberhasilan pembangunan kesehatan yang telah dilaksanakan serta sejauh mana keberhasilan sektor kesehatan.
dalam melibatkan semua unsur. lintas sektor, dalam melaksanakan Pembangunan Kesehatan.
Selamat Hari Kesehatan Nasional,aku cinta sehat,ayo hidup sehat,mulai dari kita.


Sumber :  http://www.kodimpati.com/warta-tni/dandim-pati-hadiri-upacara-memperingati-hari-kesehatan-nasional.html
Baca Terusannya »»  

Dandim 0718 Pati Cek Kesiapan Penutupan TMMD

Pati – Tlogowungu Untuk mengakhiri kegiatan TNI Manunggal Membangun Desa (TMMD) Sengkuyung Tahap III Kodim 0718 /Patì. Dandim Pati cek kesiapan Upacara Penutupan di desa Lahar Kecamatan Tlogowungu, Kabupaten Pati.
Dandim di dampingi, Kasdim ,Pasi serta Danramil untuk kemudian mengecek ke arah lapangan.dan rombongan berjalan berkeliling lapangan mengecek kondisi rumput, tanah dan sudut-sudut lapangan
di lapangan, mulai dari pemasangan umbul-umbul, pemasangan tenda, persiapan lokasi lapangan. Serta memantau geladi bersih acara yang mengisi jalannya upacara pembukaan TMMD.
Dandim Pati Letkol Arm Arief Darmawan S.sos menyampaikan “Alhamdulillah, persiapan sudah matang, upacara penutupan TMMD pun siap digelar, lapangan berikut seluruh lingkungan benar-benar bersih. Kebersamaan prajurit dan masyarakat patut diacungi jempol dalam mempersiapkan penutupanTMMD.

Sumber :  http://www.kodimpati.com/warta-tni/dandim-0718-pati-cek-kesiapan-penutupan-tmmd.html
Baca Terusannya »»  

Patroli Perbankan, Unit Pam Obvit Polres Pati Beri Himbauan Kepada Satpam

Pati – Satuan Sabhara Polres Pati melalui Unit pengamanan Obyek Vital (Pam Obvit) melaksanakan patroli dengan sasaran Obyek Vital (Obvit) perbankan yang berada diwilayah kota Pati. Pada pelaksanaan tersebut Anggota Unit Pam Obvit mengunjungi Bank BRI, Bank BNI dan Bank jateng Pati. Senin (12/11/2018)
Dalam kunjungannya tersebut Anggota Unit Pam Obvit yang dipimpin oleh  Bripka Eko Setiyanto juga berkomunikasi dengan petugas keamanan (Satpam) yang melaksanakan tugas pengamanan.
Anggota Unit Pam Obvit juga menyampaikan pesan-pesan kamtibmas agar Satpam senantiasa berhati-hati sekaligus waspada dalam setiap pelaksanaan tugas pengamanan Baik siang maupun Malam hari diwilayah kantor Bank maupun di ATM.
“Laksanakan pemantauan melalui CCTV, jika ada hal-hal yang mencurigakan ataupun gangguan kamtibmas lainnya baik disekitaran area Bank maupun Mesin ATM segera laporkan kepada pihak Kepolisian sehingga segera mendapatkan penanganan”, himbau Bripka Eko Setiyanto
Kasat Sabhara AKP Sugino mengatakan kegiatan ini dilaksanakan guna mencegah terjadinya tindak kejahatan berupa curat, curas dan kejahatan lainnya di wilayah hukum Polres Pati khususnya yang menyasar Obvit Perbankan. Kegiatan ini untuk mendekatkan diri pada masyarakat, sehingga masyarakat merasa aman sudah ada polisi di sekelilingnya. 


Baca Terusannya »»  

Memasuki Hari Terakhir OPS Zebra 2018, Satlantas Polres Pati Tilang Puluhan Pengendara

Pati – Memasuki Hari Terakhir OPS Zebra 2018, yang Dimulai Dari Tanggal 30 Oktober Sampai dengan Hari ini 12 November 2018, Satlantas Polres Pati terlihat menurunkan Puluhan Personil.
Ketika Dikonfirmasi Kasatlantas Polres Pati AKP Ikrar Potawari, Melalui Kanit Turjawali Satlantas Ipda Taryo mengatakan, Bahwa Pada OPS Zebra 2018 pada hari ini merupakan hari terakhir pelaksanaannya. dimana pada pelaksanaan ops zebra di hari terakhir ini kami dari satlantas polres pati kembali menurunkan puluhan personil pada kegiatan ini, yang mana kegiatan ops zebra 2018 satlantas polres pati pada  hari terakhir ini kami laksanakan di  Ruas Jalan Raya  Pati – Tayu turut Dukuh Bapoh Desa Bumiayu.
“Dalam Kegiatan OPS Zebra Hari ini Kami Dari Satlantas Polres Pati kembali menemukan dan menindak tegas para pengendara yang melintas baik roda dua maupun roda empat yang masih melakukan pelanggaran, yang mana pelanggaran itu mulai dari pelanggaran kasatmata hingga pelanggaran administrasi”. Ucapnya
Tambahnya, yang mana untuk pelanggaran kasatmata, yaitu yang tidak melengkapi kendaraan roda dua nya dengan kaca spion, tidak menggunakan helm untuk yang di bonceng, serta tidak menyalakan lampu utama disiang hari (light on),dan pelanggaran administrasi yaitu banyak pengendara tersebut yang tidak bisa menunjukan surat menyurat dari kendaraan yang dia kendarai, serta tidak memiliki sim, dan tidak memakai sabuk pengaman, serta memakai nopol yang tidak sesuai dengan ketentuan yang diatur oleh korlantas Polri, untuk pengendara roda empat.
“Dan untuk para pengendara yang masih melakukan pelanggaran tersebut kami telah melakukan tindakan tegas dengan penilangan, yang mana pada kegiatan tadi kami telah mengeluarkan tilang sebanyak puluhan lembar tilang,”.Tutup Ipda Taryo 



Baca Terusannya »»  

Peringati HKN, Dinkes Fokus Cegah Stunting dan Kematian Ibu Hamil

PATI-Pada peringatan Hari Kesehatan Nasional (HKN) tahun 2018, Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Pati khususnya Dinas Kesehatan (Dinkes) memfokuskan diri pada upaya untuk mencegah intensitas kematian ibu hamil serta stunting.
Stunting merupakan masalah gizi kronis yang disebabkan oleh asupan gizi yang kurang dalam waktu lama, umumnya karena asupan makan yang tidak sesuai kebutuhan gizi.
Ketua Panitia HKN Pati, Joko LW mengatakan, disamping stunting,  angka kematian ibu melahirkan pada 2017 masih tinggi dan diharapkan tahun ini bisa turun.
Untuk menekan angka kematian ibu melahirkan, masyarakat yang terindikasi memiliki resiko tinggi atau Resti akan dipantau secara  intensif oleh Dinas Kesehatan. "Karena langkah ini bisa menurunkan angka kematian ibu melahirkan jika penanganannya benar", jelasnya.
Sedangkan untuk stunting memang perlu penanganan khusus. Saat ini  dinas kesehatan menyiapkan Bantuan Operasional Kesehatan (BOK) yang digunakan sebagai transport bantuan untuk mencari anak yang menderita stunting.
"Ini merupakan amanat presiden di mana tidak boleh ada lagi masyarakat Indonesia yang menderita stunting meski tantangan ini berat karena banyak kasus yang terjadi," bebernya.
Sementara itu, dalam ramah tamah di Pendopo,  usai upacara, Bupati Pati Haryanto menegaskan bahwa ketika kasus kematian ibu melahirkan, stunting, dan permasalahan kesehatan  lainnya bisa ditekan, maka tingkat harapan hidup dan taraf kesehatan masyarakat dapat semakin meningkat.
"Ini bisa dibuktikan di mana harapan hidup masyarakat yang dulunya hanya di usia 60-67 tahun saat ini sudah mencapai usia 73 tahun," ungkap Bupati.
Hal itu, lanjutnya, juga harus diimbangi dengan peningkatan layanan kesehatan masyarakat. Tetapi, lanjut Haryanto, yang terpenting adalah kebersamaan dan tidak saling menjatuhkan sehingga diharapkan bisa saling mengisi dan memberi masukan untuk kinerja yang lebih baik lagi
"Mari kita benahi bersama, kinerja pelayanan kesehatan dengan sistem yang saat ini telah kita perbarui menggunakan aplikasi smart city," tutur Bupati.
Meski demikian, masyarakat menurutnya juga harus diberikan sosialisasi, terlebih untuk peningkatan layanan penggunaan aplikasi. Sehingga, apa yang telah diprogramkan bisa dinikmati secara menyeluruh oleh masyarakat sebab saat ini masyarakat dituntut agar bisa mendapat derajat kesehatan yang lebih tinggi.
"Dengan fasilitas yang ada, diharapkan antisipasi dalam menangani kasus penyakit atau permasalahan kesehatan lainnya lebih ditingkatkan. Apalagi kesehatan untuk masyarakat tidak mampu, yang mana biaya kesehatannya ditanggung oleh pemerintah," tandasnya.
Usai upacara,  dilakukan pula penyerahan hadiah dan pengumuman juara lomba dalam rangka peringatan HKN.



Sumber :  https://www.patikab.go.id/v2/id/2018/11/12/peringati-hkn-dinkes-fokus-cegah-stunting-dan-kema/
Baca Terusannya »»  

Turnamen Olahraga Ini Dipilih Untuk Peringati HUT Korpri

PATI-Peringatan HUT Korpri tahun 2018 di Kabupaten Pati, dimeriahkan dengan berbagai event yang diselenggarakan panitia HUT Korpri. Salah satunya dengan penyelenggaraan pertandingan tenis meja antar Organisasi Perangkat Daerah (OPD) dan kecamatan di Kabupaten Pati. Turnamen yang digelar di GOR Pesantenan Pati pada Senin (12/11), bertujuan untuk meningkatkan kedekatan antar OPD, agar nantinya bisa bersinergi untuk meningkatkan pelayanan kepada masyarakat.
Wakil Bupati Saiful Arifin berkesempatan hadir dan ikut bertanding melawan salah satu peserta, yaitu Kepala Dinas Pertanian Mokhtar Efendi.
Wakil Bupati Pati Saiful Arifin berharap kegiatan ini menjadi ajang untuk menjalin kedekatan antar OPD, menjalin kedekatan yang bertujuan pada peningkatan kinerja terlebih dalam melayani masyarakat.
"Jadi, apapun yang kami kerjakan nantinya untuk melayani masyarakat. Dengan ini, kami harapkan seluruh OPD bisa guyub untuk melakukan pelayanan kepada masyarakat sebaik mungkin," himbaunya.
Wabup juga mengungkapkan ada yang berbeda pada Peringatan Hari Korpri 2018 ini. Berbarengan dengan Hari Kesehatan Nasional, panitia mengambil konsep olahraga untuk mempromosikan pola hidup sehat. "Dengan gerakan hidup sehat yang ditularkan pada acara ini bertujuan agar para anggota Korpri tetap terjaga kesehatannya," jelas pria yang menggemari olahraga tenis meja sejak masih duduk di bangku Sekolah Menengah Pertama (SMP) ini.
Peserta yang ikut pada lomba ternis meja ini berjumlah 66 peserta dari semua (OPD) dan kecamatan. Dengan kategori tunggal putra untuk kepala OPD, ganda putra dan ganda putri yang hanya berlangsung satu hari.
Hasil pertandingan tenis meja tersebut untuk kategori tunggal putra, juara satu diraih oleh kepala Dinas Pertanian dan Peternakan Mokhtar Efendi, juara dua Jumani Kepala Badan Kepegawaian, Pendidikan dan Pelatihan, untuk juara 3 bersama diraih Sigit Hartoko Kepala Dinas Kepemudaan Olahraga dan Pariwisata, serta A. Faisal Kepala Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang.
Sementara itu untuk kategori ganda putri juara I diraih oleh Ety - Handayani dari Dinas Pertanian, juara II ditempati Ismarini Sudaryati dari Dinas Perhubungan. Untuk juara III dimenangkan Haryati - Urip Suprihati dari DPUPR.
Sedangkan untuk ganda putra juara pertama diraih oleh Kaswaji - Adi Triarso dari Dinas Pendidikan Dan Kebudayaan, untuk juara II  Wiwik Ariyanto -Suwondo Dinas Pertanian. Posisi juara III untuk Imam Jarwanto - Karyanto Kecamatan Pati.


Sumber :  https://www.patikab.go.id/v2/id/2018/11/12/turnamen-olahraga-ini-dipilih-untuk-peringati-hut-/
Baca Terusannya »»  

Wabup Ajak Pemuda Desa Kritis, Asal Tak Lupakan Prinsip Ini

PATI-Pelantikan Ketua Karang Taruna desa Jrahi Kecamatan Gunungwungkal berlangsung pada Minggu (11/11) di Balai desa Jrahi. Wakil Bupati, Saiful Arifin (Safin) hadir bersama Muspika Gunungwungkal beserta anggota karang taruna kabupaten dan kecamatan.
Safin selaku Ketua Karang Taruna Kabupaten Pati, mengaku memberikan apresiasinya kepada karang taruna desa Jrahi. "Menurut saya Pelantikan Ketua Karang Taruna desa Jrahi ini sangat luar biasa, karena dipersiapkan dengan sangat solid dan kompak. Bisa menjadi contoh bagi desa desa yg lain terutama di kecamatan Gunungwungkal," pujinya.
Pada kesempatan itu Wabup juga mengucapkan terima kasih kepada ketua karang taruna terpilih Yusuf Heri Novianto yang telah mengajak dan menggiring kaum muda untuk bersama sama kompak ikut memajukan desa Jrahi. "Karena tanpa kekompakan pemuda, tentunya pembangunan di desa, kecamatan ataupun kabupaten ini tidak akan berjalan dengan baik," ungkapnya.
Kepada pemuda desa Jrahi Wabup berpesan untuk tidak hanya bersikap kritis saja, tetapi kritis yang juga bisa memberi solusi.
"Jangan sampai kritis tetapi ujung- ujungnya hanya untuk mengharapkan sesuatu, saya mohon hal seperti ini jangan sampai terjadi di karang taruna. Kita boleh idealis tetapi harus sesuai dengan wilayah masing masing, komunikasi yang baik bergandeng tangan bersama untuk kemajuan wilayah," himbaunya.
Sementara itu kepada kepala desa Jrahi, Safin berharap, melibatkan pemuda dalam setiap proses pembangunan desa. "Inilah harapan bagi pembangunan di desa. Mari manfaatkan tenaga tenaga muda ini untuk membantu dan memberi satu kemanfaatan bagi masyarakat," tandasnya.



Sumber : https://www.patikab.go.id/v2/id/2018/11/11/wabup-ajak-pemuda-desa-kritis-asal-tak-lupakan-pri/
Baca Terusannya »»  

Aksi Corat coret di Tembok Ini, Justru Dapat Dukungan Bupati

PATI-Bupati Pati Haryanto, pada Minggu (11/11) nampak hadir diantara kerumunan pelajar yang melakukan aksi corat coret tembok di Dukuh Gembleb desa Kutoharjo. Bahkan Bupati ikut asik mencoret tembok yang berada di perumahan Wijaya Kusuma. Rupanya, apa yang dilakukan Bupati merupakan rangkaian lomba mural bertemakan "Bumiku Rumahku" yang diikuti oleh pelajar Pati.
Bupati mengatakan, dengan adanya lomba mural ini memberikan kesempatan kepada kawula muda maupun masyarakat yang senang berkreasi di dinding. Ia mengapresiasi lomba yang bertujuan menyalurkan bakat seni peserta mural dengan media yang tepat. "Dengan adanya lomba mural, malah mengubah lingkungan menjadi baik dan tertata indah dibandingkan corat-coret yang tidak bermanfaat, tapi kalau ini kan bisa menggambarkan sesuai dengan kemampuannya," ujar Bupati.
Haryanto mengungkapkan, memberi respon  baik dengan adanya kegiatan sejenis. Bahkan ia memotivasi agar di tempat lain juga bisa dilakukan kegiatan mural. "Barangkali bisa dilaksanakan di tempat-tempat yang lain yang biasanya dipakai coret-coret oleh masyarakat," imbuhnya.
Bupati mengakui, kegiatan mural sudah banyak dilakukan di daerah-daerah lain hingga akhirnya menjadi daerah wisata. Bupati berharap, seni menghias tembok ini bisa menjadi embrio wisata di Pati kota. "Itu (tempat wisata.red) tidak harus tempatnya jauh dan tampilannya megah, tetapi dengan adanya kesenian semacam ini bisa dipakai untuk wisata lingkungan," tegas suami dari Musus Indarnani itu.
Sementara itu Wakil Ketua DPRD Pati Joni Kurnianto mengatakan, kegiatan mural ini bertujuan meningkatkan kapasitas para pemuda penggerak masyarakat. Ia berharap, dari lomba ini akan melahirkan lebih banyak individu yang mampu membangun untuk memberikan kontribusi bagi Kabupaten Pati.
"Para peserta diharapkan mampu mengatasi masalah di lingkungan tempat tinggalnya. Mampu melihat berbagai macam permasalahan dan mampu memberikan solusi efektif bagi masyarakat sekitar,” pungkas Joni.


Sumber :  https://www.patikab.go.id/v2/id/2018/11/11/aksi-corat-coret-di-tembok-ini-justru-dapat-dukung/
Baca Terusannya »»  

Teladani Rasulullah, Bupati Ajak Masyarakat Pati Lantunkan Sholawat Nabi

PATI-Pengajian umum dalam rangka memperingati Maulid Nabi Muhammad SAW tahun 1440 H dan Khotmil Qur"an diselenggarakan Ponpes Al Ikhlas Panjunan, Kelurahan Pati Kidul pada Sabtu (10/11). Bupati Pati Haryanto dan Muspika Pati turut hadir dalam pengajian yang diisi oleh KH. Arwani.
Dalam kesempatan itu Bupati mengapresiasi para ulama dan kyai yang meneruskan ajaran tabiin-tabiin dan para sahabat baginda Rasul Nabi Muhammad SAW. Ia mengatakan, adanya peringatan Maulid Nabi yang merupakan hari lahirnya Rasulullah, maka menjadi pengingat umatnya untuk mengikuti ajaran-ajaran Islam.  "Dimana setiap ucapan dan perbuatan beliau, menjadi tuntunan sekaligus wajib kita ikut sebagai umat Rasul Nabi Muhammad SAW," tuturnya.
Selaku kepala daerah Bupati berharap dengan peringatan maulid Nabi Muhammad SAW, masyarakat Pati semakin banyak bersholawat kepada Nabi Muhammad SAW. Pada peringatan Maulid Nabi ini, Bupati mengajak masyarakat untuk terus melantunkan sholawat. Dihadapan para jamaah, Bupati juga mendoakan untuk bisa bersama-sama di yaumul akhir kelak, mendapat syafaat Nabi Muhammad SAW. "Dan yang paling penting kita bagaimana mengaplikasikan ajaran-ajaran beliau tentang Islam," tandas Bupati.
Sementara itu dalam mauidhotul hasanah oleh KH. Arwani, beliau menyampaikan dasar memperingati Maulid Nabi Muhammad SAW ini. Termasuk di dalamnya menghidupkan agama Islam, yakni Islam jangan terpecah belah, Islam harus rukun dan harus ada yang mengajak pada amal baik.

Sumber : https://www.patikab.go.id/v2/id/2018/11/11/teladani-rasulullah-bupati-ajak-masyarakat-pati-la/
Baca Terusannya »»  

Tingkatkan Kerjasama Antar Daerah, Bagian Humas Setda Pati Kunjungi Kabupaten Klaten

PATI-Bagian Humas dan Bagian Tata Pemerintahan Sekretariat Kabupaten Pati melakukan kunjungan kerja ke Kabupaten Klaten yang dipimpin langsung oleh Asisten Pemerintahan Sekda Sudiyono, pada Senin (5/11). Rombongan disambut oleh Kabag Humas Kabupaten Klaten bersama jajarannya di ruang pertemuan Setda Kabupaten Klaten.
Sudiyono mengatakan tujuan kunjungan ini adalah untuk membandingkan pelaksanaan penyelenggaraan tugas pemerintahan dan studi komparasi di bidang hubungan masyarakat di lingkungan Pemerintah Kabupaten Pati dengan Kabupaten Klaten. Tak hanya itu, dalam kunjungan ini juga dibahas pengelolaan keterbukaan informasi publik di kedua kabupaten.
Asisten Pemerintahan mengungkapkan, studi komparasi ini juga dalam rangka peningkatan kapabilitas aparatur penyelenggara tugas pemerintahan di bidang hubungan masyarakat. "Disamping itu, kami ingin mendapat informasi terkait penerapan kerjasama pemerintah daerah dengan media massa, dan kaitannya keprotokolan dan pengelolaan informasi dan dokumentasi di Kabupaten Klaten," kata Sudiyono.
Dalam kesempatan itu, Sudiyono berharap kunjungan kerja ini akan memberi dampak positif antara Pemerintah Kabupaten Pati dan Kabupaten Klaten untuk terus menciptakan hubungan silaturahmi yang baik. "Semoga kedepan akan terjalin hubungan kerja sama dalam hal pelaksanaan pemerintahan," harapnya.
Sementara itu Kabag Humas Klaten Wahyudi menyampaikan ucapan terima kasihnya atas kunjungan Kabupaten Pati ke Klaten. "Ini merupakan kebanggaan tersendiri bagi pemerintah Kabupaten Klaten sehingga dipercaya menjadi tujuan kunjungan kerja," ujarnya.
Wahyudi juga menyampaikan permohonan minta maaf dalam penyambutan yang sederhana dan banyak kekurangan dan segenap jajaran Pemerintah Kabupaten Klaten. Semoga hasil kunjungan ini akan memberi dampak positif bagi pelaksanaan pemerintahan di Kabupaten Pati," pungkasnya.


Sumber :  https://www.patikab.go.id/v2/id/2018/11/11/tingkatkan-kerjasama-antar-daerah-bagian-humas-set/
Baca Terusannya »»  

Koramil Tingkatkan Kesehatan Warga Melalui Sanitasi Jamban Sehat

PATI – Kodim 0718/Pati, melalui Babinsa Koramil 20/Tambakromo kembali melaksanakan kegiatan program jambanisasi (Sanitasi). Pembuatan jamban untuk warga tersebut merupakan program sanitasi berbasis masyarakat di seluruh Kabupaten Pati, Senin (12/11/18).
Usai menyerahkan secara simbolis bahan-bahan perlengkapan untuk membuat jamban, Bati Tuud Koramil 20/Tambakromo Pelda Ramidi mengatakan, program ini merupakan program penyediaan sarana sanitasi jamban sehat (hygiene sanitation) berbasis masyarakat. Tujuan program ini untuk meningkatkan kesadaran masyarakat untuk tidak buang air besar (BAB) sembarangan.
“ Program stop BAB sembarangan dilakukan melalui kegiatan penyuluhan yang bersifat edutainment untuk memberikan ilmu pengetahuan kepada masyarakat akan pentingnya kesehatan lingkungan dan pembuatan jamban,” terang Pelda Ramidi.
Sementara itu Danramil 20/Tambakromo Kapten Infanteri Soepomo menerangkan, untuk pembuatan jamban di wilayah Koramil 20/Tambakromo, Kodim 0718/Pati pada semester 2 tahun 2018 ini sebanyak 14 unit dan difokuskan untuk warga desa Karangwono Kecamatan Tambakromo.
“Kita menargetkan sebelum akhir tahun 2018 sudah selesai semua dan masyarakat desa Karangwono tidak lagi buang hajat di sungai ataupun ditempat lain”, ujar Danramil.
Salah satu warga penerima bantuan pembuatan jamban Sukardi (60), desa Karangwono RT.04/03 Kecamatan Tambakromo mengucapkan terima kasih kepada pihak Kodim dan Koramil atas bantuan pembuatan jamban di rumahnya.
“Saya mengucapkan terima kasih kepada Kodim 0718/Pati, khususnya Koramil Tambakromo yang akan membangun jamban di rumah kami ini,” ucap Sukardi dengan perasaan gembira.


Sumber :  http://www.kodimpati.com/warta-tni/koramil-tingkatkan-kesehatan-warga-melalui-sanitasi-jamban-sehat.html
Baca Terusannya »»  

Peringati Hari Kesehatan Nasional, Pemkab Inginkan Kudus Jadi Kota Sehat

Kudus – Pemerintah Kabupaten Kudus melakukan peringatan upacara di Lapangan Rendeng Kudus, Senin (12/11/2018). Upacara itu dalam rangka peringatan Hari Kesehatan Nasional (HKN) ke-54 setiap tanggal 12 November. Bupati Kudus HM Tamzil berharap kedepan akan menjadikan Kudus sebagai kota sehat.
Pada momen itu, orang nomor satu di Kota Kretek menjadi inspektur upacara. Turut hadir dalam peringatan itu diantaranya Forkompina Kabupaten Kudus, unsur dinas kesehatan, hingga para para pelajar.
HM Tamzil mengatakan, di momen hari kesehatan nasional ia berkeinginan menjadi Kudus menjadi Kota Sehat. Hal itu sejalan dengan program pemerintah pusat. Yakni gerakan masyarakat hidup sehat (Germas).
“Saya ingin Kudus ini menjadi gerakan Kudus Sehat sejalan dengan gerakan hidup sehat,” jelasnya selepas upacara di lapangan Rendeng Kudus, Senin (12/11/2018).
Ia mengatakan, adapun pemerintah Kabupaten Kudus ini memiliki komitmen untuk memajukan kesehatan. Di antaranya dengan meningkatkan fasilitas kesehatan yang tersedia. Salah satunya fasilitas puskesmas.
“Jadi nantinya ketika masyarakat berobat mendapatkan pelayanan yang mudah. Itu harapkan kami,” lanjutnya.
Untuk itu, kedepannya pemkab akan memanfaatkan fasilitas puskesmas menjadi rumah sakit tipe D. Tamzil menyebutkan ada empat puskesmas yang nantinya akan disulap menjadi rumah sakit tipe D. Di antaranya puskesmas di Undaan, Kaliwungu, Jekulo, dan di Rejosari.
“Dari empat puskemas itu nantinya akan dijadikan tujuan masyarakat untuk mendapat pelayanan kesehatan. Minimnal dari empat puskesmas dua puskesmas terlebih dahulu untuk direalisasikan seperti di Kaliwungu dan Jekulo. Baru kemudian Undaan dan Rejosari menyusul tahun berikutnya,” papar dia.


Sumber :  http://www.murianews.com/2018/11/12/151825/peringati-hari-kesehatan-nasional-pemkab-inginkan-kudus-jadi-kota-sehat.html
Baca Terusannya »»  

Ajak Masyarakat Hidup Sehat, Bupati Kudus Ikuti Senam Germas

 
KUDUS- Memperingati Hari Kesehatan Nasional ke-54, Bupati Kudus H.M. Tamzil mengajak masyarakat untuk memulai pola hidup sehat diantaranya dengan rutin berolahraga. Dalam momen tersebut, Tamzil mengikuti senam Germas (Gerakan Masyarakat Hidup Sehat) di lapangan simpang tujuh bersama tenaga kesehatan dari berbagai RS di Kudus dan masyarakat yang sedang CFD-an minggu pagi (11/11).

Kepala Dinas Kesehatan, Joko Dwi Putranto menyampaikan terselenggaranya acara dengan tema "Ayo Hidup Sehat, Mulai Dari Kita", untuk menggerakkan masyarakat memulai hidup sehat. Acara tersebut juga sebagai tindak lanjut Gerakan Menuju Kudus Sehat oleh Bupati Kudus beberapa waktu lalu. "Bapak Bupati Kudus Sudah mencanangkan menuju kudus sehat" ungkapnya.

Melalui momen tersebut, Tamzil menginginkan pembenahan dan perbaikan pelayanan kesehatan dengan memaksimalkan fingsi-fungsi Puskesmas, rumah sakit sebagai sarana kesehatan masyarakat. "Program BPJS dan meningkatkan akses pelayanan keluarga miskin serta penempatan tenaga kesehatan dalam rangka pemerataan pelayanan kesehatan di seluruh Kabupaten Kudus" ujarnya.

Tamzil juga mengingatkan kepada semua stakeholder kesehatan untuk bersungguh-sungguh dalam memberi pelayanan kepada masyarakat. "Terutama masyarakat kurang mampu, melayani dengan hati nurani," imbuhnya. Menurutnya, jika masyarakat sehat maka produktifitas masyarakat ikut meningkat pula.

Diakhir sambutan, Tamzil mengucapkan selamat Hari Kesehatan Nasional sebagai momentum untuk memulai pola hidup sehat. Dia berpesan kepada masyarakat untuk rutin berolaharaga, makan sayur dan buah serta cek kesehatan berkala. "Saya sendiri sudah mencanangkan kudus sehat, ini kita dukung dengan germas hidup sehat," pungkasnya. Usai sambutan, Tamzil menempatkan posisi untuk megikuti senam Germas bersama masyarakat.


Sumber :  http://kudusnews.com/main/read/1/news/1422/ajak-masyarakat-hidup-sehat-bupati-kudus-ikuti-senam-germas
Baca Terusannya »»  

Bupati Kudus Apresiasi Peran Guru PAUD dalam Mendidik Generasi Penerus

KUDUS- Bupati Kudus H.M. Tamzil menyampaikan apresiasi kepada Himpaudi (Himpunan Pendidik Dan Tenaga Kependidikan Anak Usia Dini Indonesia) Kabupaten Kudus yang telah bersungguh-sungguh dalam mendidik anak usia dini sebagai generasi penerus bangsa. Disampaikannya dalam acara jalan sehat Himpaudi yang diikuti guru paud dari 9 kecamatan di alun-alun simpang tujuh, minggu pagi (11/11).


Tamzil menyampaikan, peran guru PAUD sangat penting karena pendidikan usia dini merupakan pondasi bagi generasi penerus bangsa. "Oleh karena itu, keluarga besar Himpaudi untuk bersungguh-sungguh dalam mendidik anak-anak usia dini," pesannya.

Menurutnya, diperlukan tangan-tangan dan hati yang lembut dalam mendidik anak usia dini. Sehingga anak-anak paud dapat tumbuh dan berkembang menjadi anak yang lembut, sehat dan ceria. Hal tersebut tentunya dapat dicapai dengan jika anak sehat dan memperoleh gizi seimbang. "Tolong diperhatikan terutama untuk gizi daripada anak-anak, kalau memang kurang gizi diberi makanan bergizi," imbuhnya.

Tamzil, atas nama Pemkab Kudus akan memperhatikan kesejahteraan guru-guru paud melalui 9 program unggulan, diantaranya memberikan tambahan tunjangan kepada guru paud dan TK. "Mudah-mudahan bulan januari sudah bisa terlaksana sehingga dapat lebih semangat dalam membimbing anak-anak kita," ujarnya.
Selanjutnya Tamzil memberangkatkan peserta jalan sehat dan berpesan untuk menjaga ketertiban dan keselamatan di jalan. 


Baca Terusannya »»  

Gaji Bekerja di Luar Negeri Jangan Habiskan untuk Konsumtif

Rembang – Lulusan sekolah menengah kejuruan (SMK) yang mumpuni berbahasa Jepang dan Korea, kini menjadi tenaga kerja migran yang diincar oleh dunia industri. Pemerintah Provinsi Jawa Tengah bahkan mengembangkan program magang bagi tenaga muda di perusahaan-perusahaan ternama di Jepang. Salah satunya kemitraan program magang yang dijalin antara Pemprov Jateng dengan International Manpower Development Organization Japan (IM Japan), sejak 1993.
“Kami berkonsolidasi dan koordinasi dengan Disnakertrans Jateng program apa yang bisa di-push untuk SMK. Ternyata yang dibutuhkan saat ini adalah kemampuan berbahasa Jepang dan Korea. Dan saat ini Bapak Ganjar nembe kunjungan kerja wonten Jepang, menindaklanjuti kerja sama bertukar pendidikan dan tenaga migran Indonesia, khususnya Jawa Tengah,” terang Wakil Gubernur Jawa Tengah H Taj Yasin Maimoen saat menghadiri Peringatan Maulid Nabi Muhammad SAW, Haul Sesepuh Yayasan dan Wisuda Tahfidz Juz 30 SMK Umar Fatah Rembang, Minggu (11/11).
Untuk itu, Gus Yasin, sapaannya, meminta SMK Umar Fatah yang sudah mengimplementasikan sistem bilingual, dapat membekali kemampuan berbahasa Jepang dan Korea kepada siswanya. Sebab, jika lulusan SMK dapat menjadi tenaga migran di dunia industri dan kinerja mereka memuaskan, gaji yang diperoleh pun terbilang besar.
“Awal kerja bulan pertama gajinya antara Rp10-15 juta per bulan. Nanti berjalan dua atau tiga bulan dievaluasi kinerjanya bagus atau tidak. Kalau kinerjanya bagus, ditingkatkan menjadi Rp20-25 juta per bulan. Satu tahun dievaluasi lagi, kalau kinerjanya bagus gaji ditambah menjadi Rp30-35 juta per bulan,” jelasnya.
Namun, putra ulama kharismatik KH Maimoen Zubair itu meminta lulusan SMK yang ingin menjadi tenaga migran di dunia industri mengubah pemikiran mereka, bahwa pendapatan yang mereka himpun selama bekerja di tanah rantau, sebaiknya tidak semata-mata digunakan untuk memenuhi kebutuhan konsumtif di Tanah Air. Lebih dari itu, pendapatan yang dihimpun selama bekerja sebagai tenaga migran industri dapat dimanfaatkan sebagai modal berwirausaha.
“Imej bekerja di luar negeri jangan semata-mata untuk konsumtif. Wangsul langsung kanggo tumbas omah, sepeda motor, mobil. Kontrak kerja diputus banjur ora bisa nyicil omah, sepeda motor, mobil. Kula pengin tenaga migran punya pemikiran bahwa apa yang mereka hasilkan harus dijadikan modal untuk berwirausaha atau membuka lapangan kerja,” pesannya.
Mantan anggota DPRD Provinsi Jawa Tengah itu mencontohkan, terdapat Kampung Desainer di Magelang. Di kampung tersebut, banyak warga yang mulanya bekerja di luar negeri. Mereka mumpuni di bidang komputer. Ketika pulang ke Tanah Air, mereka merintis usaha dengan mengajak warga setempat untuk ikut berkreasi membuat desain.
Kanca-kanca wonten desane diajak, ayo tuku komputer, bareng-bareng desain. Desainnya bagus dan ikut lomba ke Eropa. Alhamdulillah juara tiga. Kampung Desainer, wonge mboten perlu medhal saking griya, tapi duite mlebu terus. Pesanan banyak dari daerah bahkan luar negeri,” bebernya.
Gus Yasin berharap, SMK Umar Fatah yang berlokasi di dekat destinasi wisata pantai juga dapat mengembangkan potensi daerahnya itu dengan baik. Sehingga dapat memikat banyak pengunjung.


Sumber :  https://jatengprov.go.id/publik/gaji-bekerja-di-luar-negeri-jangan-habiskan-untuk-konsumtif/

Baca Terusannya »»  

Tahun 2018, Kemikinan di Rembang diprediksi Turun Satu Persen

REMBANG-Angka kemiskinan di wilayah Kabupaten Rembang diperkirakan turun satu persen pada periode 2018 ini. Hal tersebut tak lepas dari upaya Pemkab dengan sejumlah programnya.
 
Wakil Bupati Rembang H Bayu Andriyanto yang menjabat sebagai Ketua Program penurunan kemiskinan saat berziarah ke makam Raden Ayu (RA) Kartini dalam rangka hari pahlawan mengatakan, ia memperkirakan angka kemiskinan tahun ini turun cukup signifikan. Yaitu 1 persen, sementara targetnya adalah 1,5 persen.
 
Ia menyadari untuk mengatasi kemiskinan tidak mudah, oleh karenannya pihaknya mengajak serta semua pihak menjadi satu bagian untuk menurunkan kemiskinan.
 
“Kemiskinan di Kabupaten Rembang perkembangannya signifikan, perkembangannya hampir 1 persen. Selama ini perkembangan kita minta 1,5 persen itu tidak mungkin karena itu banyak komponen, tapi ini komponennya sudah kita gabung untuk menjadi satu bagian. Mungkin nanti tahun 2018 penurunannya nanti itu tidak lagi di peringkat ke lima tapi naik satu sampai dua trap. Tidak bisa kita sampaikan hari ini, nanti akan kita sampaikan di akhir tahun,” jelasnya.
 
Lebih lanjut Wabup mengungkapkan berbicara angka kemiskinan di Rembang , variablenya banyak. Ia meminta BPS untuk menyajikan data yang rinci, agar dapat diselesaikan oleh segenap komponen mulai dari Pemkab, hingga pemerintah desa, baik menggunakan program PKH, CSR, dan Dana Desa.
 
“Kalau angka kemiskinan fariablenya banyak, bahkan BPS sudah sampaikan saya meminta juga, kita tau secara global kemiskinan kita, tapi secara detailnya harus kita kroyok bersama. Kita tidak bisa menunjukkan satu persatu Maslah tempatnya dimana. Yang kita inginkan adalah sebenarnya ketika kita dudukkan RPJMD dengan data presentase yang ada kita ingin menyasar langsung program yang ada. Baik PKH, RTLH, CSR dengan pihak ketiga, bahkan kita membuat program baru yaitu lanjut usia terlantar yang harus kita selesaikan. Cuman kalau berbicara presentase harapan kita ini harus keluar keluar presentase berapa persen. Kita tidak mau ini disain saja.” tambahnya.
 
Maka dengan semangat hari pahlawan marilah kita melakukan yang bersifat nasionalisme dan kepedulian, salah satunya untuk wilayah kita di Kabupaten Rembang, karena pemerintah tidak bisa melakukannya sendiri tanpa melibatkan semua pihak untuk mengatasi kemiskinan.
 
“Jadi kita melihat kondisi hari ini ketika kemiskinan itu diambil dari segi pendapatan katakanlah UMR – IMK kita, katakanlah pendapatan kita harus Rp 1,5 juta. Terus kalau orang bekerja tidak mendekati itu, apakah dikatakan miskin. Kalau bangunan sudah nyaman, harapan kita masyarakat ini terhindar dari segala bentuk penyakit, dan segala macem terbina lingkungan yang nyaman, la ini makanya kita berharap dengan bangunan tidak layak huni kita kita sudah membuat Perbub yaitu satu desa 10 rumah dari APBD dan Banprov.” pungkasnya. 


Baca Terusannya »»  

Bupati Djoko Nugroho Inspektur Upacara HKN ke-54

BLORA-Upacara peringatan Hari Kesehatan Nasional (HKN) ke-54 tingkat Kabupaten Blora belangsung khidmat dengan inspektur upacara Bupati Djoko Nugroho. Upacara berlangsung di halaman kampus IV Politeknik Kesehatan (Poltekkes), Jalan GOR Blora, Senin (12/11/2018).
Pada upacara HKN ke-54 Bupati Djoko Nugroho membacakan sambutan Menteri Kesehatan Republik Indoensia Prof. Dr.dr. Nila Farid Moeloek, Sp.M (K).
Peringatan hari kesehatan nasional mengambil tema “Aku Cinta Sehat” Sub tema “Ayo Hidup Sehat, Mulai Dari Kita”.
Dalam sambutannya, menteri kesehatan, Prof. Dr.dr. Nila Farid Moeloek, Sp.M(K) mengungkapkan tema tersebut sejalan dengan Gerakan Masyarakat Hidup Sehat (GERMAS) yang menekankan pada kesadaran tiap individu untuk meningkatkan berperilaku hidup sehat.
Peringatan HKN ke- 54 ini sebagai momentum yang baik untuk mengingatkan kita bahwa derajat kesehatan masyarakat yang setinggi-tingginya akan terwujud, apabila semua komponen bangsa berperan serta dalam upaya kesehatan dengan memprioritaskan promotive, preventif tanpa mengabaikan kuratif dan rehabilitatif.
Mengubah pola hidup kearah promotive preventif, lanjutnya, dengan menekankan pada perilaku hidup sehat yang dimulai dari diri sendiri merupakan salah satu upaya meningkatkan kesadaran masyarakat tentang pentingnya hidup sehat.
Meningkatkan kesadaran masyarakat berperilaku hidup sehat melalui Gerakan Masyarakat Hidup Sehat (GERMAS) telah diprakarsai oleh Presiden RI menjadi suatu Gerakan Nasional yang tertuang dalam Inpres No.1 tahun 2017 tentang Gerakan Masyarakat Hidup Sehat.
“Dalam kesempatan Hari Kesehatan Nasional Ke-54 yang bertepatan dengan 4 (empat) Tahun Pemerintahan Jokowi-JK, kita patut bersyukur bahwa berbagai Program Kesehatan yang dilaksanakan telah berjalan dengan baik,” kata Menteri Kesehatan Prof. Dr.dr. Nila Farid Moeloek, Sp.M (K).
Hal ini, lanjutnya, dapat kita refleksikan melalui hasil-hasil pembangunan kesehatan yang meliputi upaya mendekatkan akses pelayanan kesehatan dan peningkatan mutu layanan.
Dalam kaitan peran pemerintah untuk mendekatkan akses pelayanan kesehatan melalui perlindungan finansial telah dibayarkan iuran bagi penerima bantuan Iuran (PIB) yakni 87,8 juta jiwa pada tahun 2015 menjadi 92,3 juta jiwa.
Fasilitas kesehatan tingkat pertama yang menerima layanan JKN dari 19.969 tahun 2015 menjadi 21.763 pada tahun 2017.
Untuk fasilitas tingkat lanjutan juga mengalami peningkatan dari 1.847 faskes pada tahun 2015 menjadi 2.292 pada tahun 2017.
Pemenuhan Sumber Daya Manusia Kesehatan untuk memenuhi akses pelayanan kesehatan khususnya di daerah Daerah Terpencil, Perbatasan, dan Kepulauan (DTPK), hingga tahun 2017 Pemerintah telah menempatkan 6.316 tenaga kesehatan melalui Nusantara Sehat (NS), Wajib Kerja Dokter Spesialis (WKDS) serta penugasan khusus calon dokter spesialis.
Pemerintah pada tahun 2017 untuk meningkatkan mutu layanan telah meningkatkan sarana dan prasarana pada fasilitas tingkat pertama sebanyak 375 rehabilitasi Puskesmas, 35 pembangunan Gedung, 750 pembangunan baru Puskesmas, 34 Unit Puskesmas keliling perairan, 537 Unit Puskesmas keliling roda empat, Penyediaan 1.650 Unit ambulans roda dua, 86 Unit ambulans roda empat, dan 2.525 peningkatan sarana dan prasarana Puskesmas, serta 10.437 penyediaan alat kesehatan di Puskesmas.
Saat ini untuk fasilitas kesehatan tingkat rujukan telah terdapat 104 rumah sakit rujukan regional, 20 RS rujukan propinsi, 4 RS rujukan Nasional, dan 408 RSUD lainnya.
Untuk capaian program HIV/AIDS melalui upaya terobosan Temukan, obati, Pertahankan pengobatan ARV (TOP) sampai 2017 telah diberikan ARV sebanyak 87.031 orang dengan HIV/AIDS (ODHA).
Dalam Upaya pengendalian TBC melalui upaya Inovasi Temukan Obati Sampai Sembuh (TOSS) dengan menerapkan integrasi kegiatan Program Indonesia Sehat Pendekatan Keluarga (PISPK), diperoleh success rate minimal 85% sampai 2017 di 307 Kab/Kota.
Proporsi status gizi sangat pendek dan pendek pada Balita mengalami penurunan dari 37,2% pada tahun 2013, menjadi 30,8% di tahun 2018 (data Riset Kesehatan Dasar).
Selain keberhasilan di atas, menurut menkes, kita juga masih menghadapi tantangan permasalahan kesehatan yang masih terjadi di Indonesia diantaranya masih tingginya angka kematian ibu, tingginya angka kurang gizi, penyakit menular dan tidak menular.
“Ini harus segera diselesaikan jika kita ingin meningkatkan kualitas hidup saat ini dan masa yang akan datang. Terutama Puskesmas,ini perlu saya ingatkan pada para kepala dinas dan kepala puskesmas agar mengerahkan seluruh potensi yang dimiliki dalam rangka menyelesaikan permasalahan kesehatan di daerah masing-masing,” tandasnya.
Puskesmas dan tenaga kesehatan di dalamnya harus mengambil peran mencerdaskan masyarakat untuk hidup sehat dengan secara aktif dan terus menerus melakukan upaya promosi perilaku hidup bersih dan sehat.
Saat ini alokasi anggaran untuk bidang kesehatan yang disiapkan oleh pemerintah cukup besar, sehingga besar juga harapan agar permasalahan kesehatan tersebut dapat diselesaikan dengan sebaik-baiknya.
“Dalam kesempatan ini saya mengajak seluruh insan kesehatan baik dijajaran Kementerian Kesehatan maupun di tingkat daerah agar menjadikan Peringatan Hari Kesehatan Nasional ke-54 sebagai momentum untuk merefleksikan kembali sejauh mana keberhasilan pembangunan kesehatan yang telah dilaksanakan serta sejauh mana keberhasilan sektor kesehatan dalam melibatkan semua unsur, lintas sektor, dalam pelaksanakan Pembangunan Kesehatan,” ujarnya.
Peringatan Hari Kesehatan Nasional saat ini, mari kita kobarkan semangat melayani, semangat menggerakkan, semangat untuk mampu menangkap aspirasi masyarakat, semangat memandirikan dan memberdayakan masyarakat dalam pencapaian derajat kesehatan yang setinggi-tingginya yang dimulai dari diri kita masing-masing.
Hal tersebut didasarkan pada kenyataan bahwa keberhasilan Program Kesehatan tidak terlepas dari peran masyarakat dan lintas sektor terkait.
Oleh karena itu, Kementerian Kesehatan mendorong terlaksananya Gerakan Masyarakat Hidup Sehat (GERMAS).
“Dengan GERMAS, kita mengajak kerja sama lintas sektor dan lintas program dalam mewujudkan masyarakat untuk berperilaku hidup sehat, yang pada akhirnya dapat membentuk bangsa Indonesia yang kuat,” tandasnya.
Oleh karena itu, menteri kesehatan Prof. Dr.dr. Nila Farid Moeloek, Sp.M(K) memberikan apresiasi kepada semua pihak yang telah mendukung terlaksananya Program kesehatan baik lintas program maupun lintas sektor, akademisi, kepala daerah, pelaku usaha, organisasi masyarakat dan lain-lain.
Sehingga, di masa yang akan datang pembangunan kesehatan akan terus mengalami kemajuan serta dapat menghasilkan Sumber Daya Manusia Indonesia yang sehat dan mampu bersaing dengan bangsa-bangsa lain.
Selanjutnya menkes mengajak semua untuk senantiasa mengenang jasa para pejuang pembangunan kesehatan, meneladani semangat dan pengabdian mereka serta mendoakannya agar mendapatkan ampunan serta tempat yang layak disisi Tuhan Yang Maha Esa.
“Selamat Hari Kesehatan Nasional, AKU CINTA SEHAT, AYO HIDUP SEHAT, MULAI DARI KITA,” pungkasnya.
Usai membaca sambutan Menkes Prof. Dr.dr. Nila Farid Moeloek, Sp.M(K), Bupati Blora Djoko Nugroho berpesan kepada semua insan kesehatan untuk mengabdikan diri sebaik-baiknya untuk kesehatan warga masyarakat.
Kepada akademisi kampus Poltekkes, Bupati mengatakan bahwa dalam tahun depan kampus Poltekkes yang semula di Jalan GOR Blora akan diambil oleh Pemkab Blora.
Sedangkan kampus Poltekkes disediakan tempat dan lokasi yang lebih luas di Kelurahan Sonorejo, Kecamatan Blora Kota.

Sumber :  http://www.blorakab.go.id/index.php/public/berita/detail/796/bupati-djoko-nugroho-inspektur-upacara-hkn-ke-54
Baca Terusannya »»  

Wabup Arief Rohman Motivasi Ribuan Peserta Tes CPNS

BLORA-Wakil Bupati Blora, Provinsi Jawa Tengah, H.Arief Rohman M.Si memberi semangat dan motivasi kepada peserta tes Calon Pegawai Negeri Sipil (CPNS) Kabupaten Blora 2018 yang telah lolos seleksi administrasi dan berhak mengikuti Seleksi Kompetensi Dasar (SKD) yang dilaksanakan dengan sistem CAT (Compuer Assisted Test).
Tes Seleksi Kompetensi Dasar (SKD) di GOR Diponegoro Kabupaten Sragen diikuti ribuan peserta dari Blora. Wabup Arief Rohman, hadir pada hari pertama pelaksanaan test di tempat itu, Minggu (11/11/2018).
“Kami mewakili Bapak Bupati Blora, Bapak Djoko Nugroho mengucapkan selamat mengikuti tes seleksi CPNS yang dilaksanakan dengan berbasis komputer ini (CAT-red). Terimakasih atas partisipasinya. Semangat dan yakinlah bahwa kalian bisa memberikan jawaban yang terbaik,” ucap Wakil Bupati.
Menurut Wakil Bupati, pelaksanaan tes SKD dengan sistem CAT ini akan berlangsung secara fair, jujur, adil, karena setelah tes langsung keluar hasilnya.
“Tidak ada intervensi dari siapapun mengenai hasilnya. Semua langsung tersaji dan dapat dilihat nilai yang diperoleh. Semoga berjalan lancar,” lanjut Wakil Bupati.
Mendampingi Wakil Bupati Arief Rohman di Kabupaten Sragen, yakni Plt Kepala Badan Kepegawaian Daerah (BKD) Kabupaten Blora, Joko Ristriyono, SIP, Plt Inspektur Dra Lilis Kun Setyoningsih, M.Si, Kepala Dinas Kesehatan dr. Heny Indriyanti M.Kes dan panitia tes,
Pada kesempatan itu, Wakil Bupati melihat langsung proses berjalannya tes mulai registrasi sampai pelaksanaan tes CAT di dalam GOR.
Plt Kepala BKD Blora, Joko Ristriyono, SIP menerangkan bahwa tahun ini Kabupaten Blora membuka formasi sejumlah 508 posisi. Sedangkan jumlah pelamar sampai hari terakhri pendaftaran pada 15 Oktober lalu sebanyak 3.253 orang.
“Dari 3.253 orang pendaftar itu, yang lolos seleksi administrasi sebanyak 2.861 orang. Pendaftar sebanyak 2.861 inilah yang selanjutnya mengikuti tes SKD di Sragen ini. Tes SKD untuk Kabupaten Blora dilaksanakan selama dua hari mulai Minggu (11/11/2018) hingga Senin (12/11/2018). Mohon doanya semoga berjalan lancar,” terang Joko Ristriyono.
Sementara itu Sulastri salah satu peserta tes SKD asal Desa Mendenrejo, Kecamatan Kradenan, Kabupaten Blora menyatakan selama mengerjakan soal tidak ada gangguan teknis sehingga berjalan lancar.
“Lancar dan tidak ada gangguan, sempat khawatir akan seperti yang viral diberitakan bahwa CAT bermasalah nilai yang berubah. Tapi setelah mengikutinya, alhamdulillah semua lancar dan saya lolos passing grade,” ucapnya.


Sumber :  http://www.blorakab.go.id/index.php/public/berita/detail/795/wabup-arief-rohman-motivasi-ribuan-peserta-tes-cpns

Baca Terusannya »»  

PRAMUKA BLORA BERSIHKAN MAKAM PAHLAWAN POCUT MEURAH INTAN

BLORA. Masih dalam suasana peringatan Hari Pahlawan, ratusan anggota Gerakan Pramuka pada hari Senin (12/11) melaksanakan aksi sosial berupa bersih-bersih makam pahlawan dari Aceh yang diasingkan dan meninggal di Blora, yakni Pocut Meurah Intan.
Bertempat di Makam Tegalsari milik keluarga R.Ng.Donopuro, aksi diikuti oleh anggota Penggalang Garuda SMP Negeri 1 Blora, Penggalang Garuda SMP Negeri 2 Blora, SMP SION Blora dan SMP Baitunnur Blora.
Setibanya di komplek makam keluarga yang berada di Desa Temurejo, Kecamatan Blora, terlebih dahulu dilakukan apel bersama yang dipimpin langsung oleh Ka Kwarcab Kak H. Arief Rohman, M.Si, didampingi Ka Kwaran Blora, Kak Subandiyanto, dan sejumlah pengurus Kwarcab Blora. Turut hadir, salah satu ahli waris makam keluarga tersebut, Siti Hindun Iman Hastuti.
Usai apel, langsung dilanjutkan dengan aksi bersih-bersih makam. Ada yang mencabuti rumput, menyapu dedaunan kering, hingga memangkas tanaman liar yang tumbuh seiring datangnya musim penghujan. Kegiatan ditutup dengan tabur bunga dan doa bersama.
Kak H. Arief Rohman, M.Si dalam arahannya menyatakan bahwa kegiatan ini dilaksanakan untuk menanamkan jiwa nasionalisme dan kepahlawanan kepada adik-adik Penggalang Pramuka yang beberapa hari lalu telah dilantik menjadi Penggalang Garuda.
“Mengenalkan kepada mereka bahwa di Blora juga ada makam pahlawan yakni Pocut Meurah Intan seorang Srikandi, pejuang dari Aceh yang diasingkan ke Blora dan meninggal disini. Pocut Meurah Intan adalah pahlawan wanita yang menentang Belanda layaknya Cut Nyak Dien maupun Cut Nyak Meutia,” ucapnya.
Sementara itu, selaku Wakil Bupati Blora, Kak H. Arief Rohman, M.Si juga ingin mengusulkan perbaikan atau renovasi makam Pocut Meurah Intan ke Pemerintah Provinsi Aceh.
“Sebagai penghargaan atas jasa Pocut Meurah Intan yang telah gigih melawan penjajah untuk kemerdekaan Indonesia dan sangat dikenal di wilayah Aceh, kami akan mencoba berkoordinasi dengan Pemprov Aceh. Mencoba membahas kemungkinan untuk direvitalisasi atau dibuat yang bagus,” lanjut Kak Arief Rohman.
Dimana dahulu sempat ada rencana pemindahan makam Pocut Meurah Intan oleh Pemprov Aceh, namun hingga kini rencana itu tak kunjung terlaksana. Sehingga pihaknya ingin kembali melakukan koordinasi dengan Pemprov Aceh.
Untuk diketahui, Pocut Meurah Intan ditangkap oleh Belanda pada tahun 1902 dan diasingkan ke Blora pada tahun 1905 karena dirasa perjuangannya membahayakan. Selama di Blora, ia tinggal dan dirawat oleh salah satu keluarga di Desa Kauman (sekarang sebelah utara Masjid Agung Baitunnur Blora) dan meninggal pada tahun 1937 tepatnya pada tanggal 20 September sesuai yang tertera pada nisan makamnya.
Kegiatan bersih-bersih tidak hanya dilakukan pada Makam Pocut Meurah Intan saja, namun juga makam pejuang 1945 yakni M Abu Umar Imam Chourmain yang letaknya bedekatan. Nama Abu Umar sendiri dijadikan nama jalan mulai dari Pendopo Rumah Dinas Bupati Blora ke barat menuju lapangan Bhayangkara.
Naila, salah satu anggota Penggalang Garuda dari SMP Negeri 1 Blora yang ikut dalam kegiatan tersebut mengaku baru kali ini dirinya mengetahui makam Pocut Meurah Intan.
“Sudah pernah dengar nama Pocut Meurah Intan, namun baru kali ini melihat langsung makamnya. Senang rasanya bisa mengikuti kegiatan bersih-bersih makam Pocut Meurah Intan sembari mengingat perjuangan para pahlawan ketika melawan penjajah. Semoga arwah beliau mendapatkan tempat terbaik di sisi-Nya, aamiin,” ujar Naila.


Sumber :  https://jatengprov.go.id/beritadaerah/pramuka-blora-bersihkan-makam-pahlawan-pocut-meurah-intan/
Baca Terusannya »»  

Geguritan, Puisi Yang Dirindukan

GROBOGAN- Di zaman yang serba maju ini, penggunaan Bahasa Jawa atau Bahasa Daerah mulai tersisihkan. Banyak anak-anak muda lebih menggemari dan bangga menggunakan bahasa asing ketimbang bahasa daerah. Padahal, bahasa jawa sangat kental dengan tata kesopanan atau unggah ungguh lewat tingkatan bahasa, seperti krama alus, krama inggil, ngoko alus dan ngoko.
Dampaknya, anak-anak zaman sekarang atau saat ini disebut kid zaman now lupa dengan unggah-ungguh atau sopan santun yang ditanamkan dalam bahasa Jawa. “Anak-anak tak tahu lagi bagaimana ngomong yang sopan pada orang yang lebih tua, bahkan pada orang tuanya sekalipun,” ungkap Sekda Kabupaten Grobogan Moch Sumarsono ketika membuka Lomba Geguritan antarsiswa dan guru di Pendapa Kabupaten Grobogan, Sabtu (10/11).
Geguritan atau puisi dalam bahasa Jawa ini, sebagai salah satu karya budaya bangsa, khususnya di Jawa Tengah. “Tidak jarang banyak pesan yang disampaikan dalam karya seni oleh penciptanya. Budaya bangsa yang arif ini wajib hukumnya untuk terus dijaga. Aset bangsa yang tak ternilai ini harus terus dilestarikan dan digiatkan agar tidak hilang di tengah masyarakat,” tambah sekda yang mengapresiasi positif kegiatan yang jarang digelar di Kabupaten Grobogan.
Semoga lewat membaca geguritan harap sekda, semangat menggunakan bahasa jawa dan menjaga bahasa daerah terus terjaga. Di tengah paparan teknologi yang maju, zamannya gadget dan internet, mari kita lestarikan bahasa jawa dan karya budaya bangsa ini. Tidak saja membuka acara, dalam kesempatan tersebut, Sekda juga menyempatkan diri membaca geguritan bertema pahlawan.
Suyadi, budayawan yang terlibat sebagai juri mengungkapkan, tidaks aja jarang diperlombakan, namun Bahasa Jawa juga mulai jarang digunakan dalam dialek sehari hari. “Ke depan semoga kegiatan serupa bisa kembali digelar sehingga Geguritan atau puisi dalam bahasa Jawa lebih dikenal terutama oleh kalangan muda,” harap seniman yang berpesan agar lomba serupa digelar kembali.
Sedang, Latifa Ayu, peserta lomba asal SMP N 3 Purwodadi, yang berhasil memperoleh juara satu dalam lomba membaca geguritan mengaku senang dengan acara yang digelar sejumlah wartawan yang tergabung dalam Wartawan Kreatif Grobogan. Lomba menbaca geguritan sudah jarang digelar di Kabupaten Grobogan.
“Lomba ini jarang ada. Jika di rumah biasa pakai bahasa Jawa. Jadi seneng ada lomba bisa jadi panggung,” aku siswa yang mengharapkan lomba serupa kembali digelar di Kabupaten Grobogan.


Sumber :  http://www.wawasan.co/home/detail/6891/Geguritan-Puisi-Yang-Dirindukan
Baca Terusannya »»