Jumat, 15 Desember 2017

Cegah Abrasi, Pesisir Pantai Puncel Dukuhseti Dipasangi Concrete Breakwater Cegah Abrasi, Pesisir Pantai Puncel Dukuhseti Dipasangi Concrete Breakwater

PatiNews.Com – Dukuhseti, Untuk mencegah abrasi, sepanjang pesisir pantai di Desa Puncel Dukuhseti dipasangi Concrete Breakwater atau pemecah gelombang.
Bhabinkamtibmas Desa Puncel Brigadir Martono telah melaksanakan kegiatan di proyek pembangunan pemecah gelombang, turut desa Puncel, Kecamatan Dukuhseti. Kamis, 14 Desember 2017.
Proyek dimulai pada tanggal 27 September 2017 sampai selesai jangka waktu 3 bulan. Dibangun dengan anggaran APBN 2017 sebesar Rp. 2.598.847.000,- ( dua milyar lima rstus sembilan puluh delapan juta delapan ratus empat puluh tujuh ribu rupiah).
Dalam pesan kamtibmas-nya, Anggota Polsek Dukuhseti itu meminta, “Agar lebih berhati hati dalam pengerjaan proyek tersebut karena lokasinya di lepas pantai (300 m dari daratan). Mengingat cuacanya tidak tentu kadang hujan deras. Bila cuaca buruk lebih baik istirshat saja”.
“Dalam penyimpanan material proyek agar juga hati hati. Usahakan petugas jaga malam lebih dari satu orang, karena materialnya banyak dan lokasinya tidak satu tempat. Kepada operator alat berat agar ekstra hati hati karena medannya di air yang tidak bisa diduga keadaannya. Dan bila menemui kesulitan atau muncul masalah segera koordinasi dengan Kepala Desa atau bisa langsung menghubungi saya selaku Bhabinkamtibmas desa Puncel”, pesannya.


Sumber Berita : https://www.patinews.com/cegah-abrasi-pesisir-pantai-puncel-dukuhseti-dipasangi-concrete-breakwater/



Baca Terusannya »»  

Jalin Sinergi, Anggota Polsek dan Koramil Wedarijaksa Ini Kerja Bakti Bersihkan Gereja

Patinews.com – Wedarijaksa, Bripka Sukasdi Bhabinkamtibmas Polsek Wedarijaksa bersama dengan Bripka Suntawi daan Bhabinsa Koramil wedarijaksa, bersama sama dengan Pendeta GITJ wedarijaksa Teguh Santoso melaksanakan kerja Bhakti di Gereja GITJ Wedarijaksa demi kerekatan bersama dan menjalin hubungan silahturahmi dan komunikasi yang baik sehingga tercipta rasa aman dan nyaman.
Jum’at tanggal 15 Desember 2017 pukul 07.20 sd 09.30 wib.
Dalam kegiatan itu juga dilakukan koordinasi tentang pelaksanaan kegiatan malam natal dan tahun baru.
Dalam pesan Kamtibmasnya Bripka Sukasdi meminta agar selalu koordinasi dalam setiap kegiatan sehingga singkronisasi dalam menjaga dan mengamankan kegiatan tersebut.
“Kegiatan sebagai sarana diri menyembah dan mempercayai agamanya masing masing sehingga mempersatukan bangsa Indonesia dengan cara bertemu dan tatap muka dalam beragama kemajemukan, tetap mempunyai jiwa kerukunan dan toleransi beragama sehingga tercipta suasana keakraban dalam kehidupan bermasyarakat”, imbuhnya.
Lanjutnya, deteksi sedini mungkin antisipasi terjadinya kerawanan situasi yang setiap waktu berubah, “memberi rasa aman dan nyaman sehingga tercipta natural tanpa batas dalam determinasi tingkat tinggi setiap kegiatan keagamaan maupun kegiatan kemasyarakatan”, pungkasnya.

Sumber Berita : https://www.patinews.com/jalin-sinergi-anggota-polsek-dan-koramil-wedarijaksa-ini-kerja-bakti-bersihkan-gereja/

Baca Terusannya »»  

Kunjungi Polres Pati, Ini Pesan Waka Polda Jateng

Pati Kota, Waka Polda Jawa Tengah Brigadir Jenderal Drs. Indrajit, S.H melakukan kunjungan kerja di Kepolisian Resor Pati, Kamis (14/12/2017).
Dalam kunjungannya, Waka Polda Jawa Tengah didampingi oleh Kabidkeu Polda Jateng Kombes Pol Bambang Ricky, Karosarpras Polda Jateng Kombes Pol I Gede S. Jaya, dan Dirpamobvit Polda Jateng Kombes Pol Bagus Wahyono.
Waka Polda ke Polres Pati ini disambut dengan ucapan selamat datang oleh Kapolres Pati AKBP Maulana Hamdan, S.I.K dan pejabat utama, dilanjutkan pemberian arahan oleh Waka Polda Jawa Tengah kepada seluruh Para Kasubbag, KBO dan Kasi Polres Pati, Kapolsek jajaran Polres Pati di Ruang ruang Ops Mapolres Pati.
Dalam kesempatan tersebut, Waka Polda Jawa Tengah Brigadir Jenderal Drs. Indrajit, S.H memberikan arahan bahwa peran Humas sangat penting untuk meningkatkan citra Polri yang mana harus dapat mempublikasikan giat Polisi Polres Pati, sehingga masyarakat umum tahu.
“Agar memberikan tanggapan balik yang positif dengan adanya berbagai berita negatif yang beredar di tengah masyarakat. (Manajemen media), itu adalah salah satu contoh untuk merebut opini opini yg berkembang di masyarakat”, kata Waka Polda Jateng.
Pukul 12.30 wib arahan selesai kemudian Wakapolda Jateng beserta rombongan melaksanakan sholat dzuhur di Masjid Al Ikhlas Polres Pati dan selanjutnya ramah tamah di Gedung Mantap Brata Polres Pati.
Kunjungan Kerja Wakapolda Jateng beserta rombongan di Mapolres Pati selesai dengan aman tertib dan lancar selanjutnya rombongan meninggalkan Mapolres Pati menuju ke Polres Rembang.

Sumber Berita : https://www.patinews.com/kunjungi-polres-pati-ini-pesan-waka-polda-jateng/
Baca Terusannya »»  

Bupati Hargai Keputusan MA

PATI- Bupati Pati Haryanto menyatakan menghargai aksi yang digelar massa dari Jaringan Masyarakat Peduli Pegunungan Kendeng (JMPPK) Rabu (13/12). Tetapi, dia menghargai keputusan hukum. ”Cara pandang kami terhadap penegakan hukum yang sedikit berbeda. Saya selaku pimpinan daerah tak punya pilihan lain, selain menerima hasil kasasi di Mahkamah Agung (MA) yang memenangkan izin lingkungan untuk investor,” ujarnya, kemarin.
Terkait tuntutan massa, Bupati mengatakan, sudah pernah menemui massa pendemo dengan tuntutan yang sama. Yakni, sama-sama peduli lingkungan dan berpikir untuk kesejahteraan masyarakat. Dia menjelaskan, jika dia tak mematuhi putusan hukum maka bisa menjadi contoh buruk bagi masyarakat. Warga akan berpikir, asal punya massa apa pun putusan hukum yang tak sesuai kehendak, bisa dengan mudah diubah.
Kepastian Hukum
”Kalau yang terjadi seperti itu, takkan ada kepastian hukum di Kabupaten Pati. Jadinya, malah seperti hukum rimba. Penduduk asli tak nyaman, investor lain pun semakin enggan menanamkan modalnya dalam bentuk apa pun meski itu bukan semen,” terangnya.
Bupati juga menyebut, saat sejumlah warga masih disibukkan aksi penolakan izin lingkungan untuk pabrik semen, Pemkab berhasil meyakinkan investor lain untuk membangun pabrik pengolahan jagung raksasa. ”Pabrik itu sanggup membeli seluruh jagung petani di wilayah Pati selatan dengan harga yang layak.
Jadi, mereka tak perlu jauh-jauh menjual jagung mereka ke Kabupaten Grobogan lagi,” tambahnya. Dijelaskan, sikap itu merupakan bentuk kecintaan terhadap lingkungan. Kepedulian itu berbuah sebuah penghargaan Satyalancana Wira Karya dari Presiden di Cirebon. Kegiatan di Cirebon juga menjadi alasan Bupati tidak bisa menemui peserta aksi.
Dia mengaku sudah menerima undangan dari Presiden jauh hari sebelum adanya aksi warga. Laporan akan adanya aksi itu dia terima saat sudah berada di Cirebon. ”Saya sudah memerintahkan pejabat di lingkungan Pemkab Pati, yakni Sudiyono, asisten sekda Bidang Pemerintahan untuk menerima para pendemo dan mengajak mereka untuk berdiskusi. Kami sadar, mereka warga kami juga, sepanjang tak melanggar hukum tentu aspirasi mereka kami terima,” tambahnya. 


Sumber Berita : http://www.suaramerdeka.com/smcetak/detail/21662/Bupati-Hargai-Keputusan-MA

Baca Terusannya »»  

Persipa Didesak Ikut Kompetisi

PATI- Kondisi Persipa yang tidak menentu membuat kalangan suporter semakin resah. Suporter Persipa yang tergabung dalam Patifosi meminta pengurus tim berjuluk Laskar Saridin segera mengambil sikap.
”Semakin ditunda, publik bola di Pati semakin resah. Dan mayoritas masyarakat Pati saya yakin menginginkan Persipa ikut kompetisi,” ujar Wakil Ketua Patifosi Tantowi, kemarin. Desakan agar Persipa tidak absen dalam kompetisi, belakangan kian menguat. Bahkan, Patifosi sempat mengekspresikannya dalam bentuk aksi di Stadion Joyokusumo.
Bagi Patifosi, Persipa merupakan klub kebanggaan daerah. Karena itu, dukungan selalu diberikan dalam kondisi apa pun. Kondisi Persipa dalam beberapa tahun terakhir memprihatinkan. Eksistensi Laskar Saridin beberapa kali terancam lantaran kesulitan dana. Puncaknya, tahun ini absen dalam kompetisi resmi PSSI. Kondisi Persipa seperti saat ini telah diprediksikan banyak pihak.
Mengingat, pada musim kompetisi kompetisi 2016 tim kebanggaan warga Pati ini telah terseokseok. Kala itu, Persipa mengarungi Liga Nusantara Zona Jawa Tengah. Kendati berkompetisi, tim Persipa nyaris bubar di tengah jalan. Persoalannya, tidak lain karena keterbatasan dana. Sejumlah pemain yang berasal dari luar daerah hengkang di tengah kompetisi. Langkah mereka didasari atas mundurnya pemberian gaji.
Sampai kini, lanjut Tantowi, kondisi itu belum menampakkan tanda-tanda membaik. Di tengah klub di berbagai daerah mempersiapkan menggalang dana untuk persiapan kompetisi tahun depan, Laskar Saridin justru dihantui ketidakjelasan nasib. ”Kami berharap pengurus Persipa, terutama ketua umum untuk dapat memperbaiki kondisi Persipa. Paling tidak mengusahakan untuk mengikuti kompetisi tahun depan. Karena kalau sampai tidak ikut lagi dalam kompetisi, maka dampaknya sangat buruk bagi persepakbolaan di Pati,” tandasnya. 


Sumber Berita : http://www.suaramerdeka.com/smcetak/detail/21563/Persipa-Didesak-Ikut-Kompetisi

Baca Terusannya »»  

Serapan Pengadaan Bulog Subdivre Pati 75 Persen

PATI- Hingga pertengahan Desember 2017 serapan pengadaan Bulog Subdivre Pati baru berhasil mencapai 75,06 persen dari target sebanyak 102.000 ton setara beras. Kendati demikian ketahanan stok pangan di wilayah subdivre setempat yang meliputi Kabupaten Pati, Jepara, Kudus, Rembang, dan Blora tetap mampu bertahan sampai Mei 2018, atau lima bulan ke depan. Karena itu, dalam momentum menyambut perayaan Natal dan pergantian tahun, stok pangan tetap stabil sampai berlangsungnya musim panen padi hasil tanam para petani pada musim tanam (MT) pertama.
Dengan kesiapan stok pangan tersebut, dijamin tidak muncul kenaikan harga pada hari raya keagamaan yang berlangsung pada akhir tahun. Kepala Bulog Sub-Divre Pati Muhamad Taufik yang baru dua pekan alih tugas di Pati menggantikan Ahmad Kholizun ketika ditanya berkait hal tersebut membenarkan. Khusus yang berkait dengan belum tercapainya target serapan pengadaan, pihaknya langsung terjun ke lapangan untuk mengamati di daerah sentra tanaman padi para petani di wilayah Pati utara.
Melalui upaya tersebut, paling tidak sudah mengetahui peta lokasi panen padi para petani yang berpotensi sebagai persiapan menghadapi pelaksanaan pengadaan tahun 2018. Karena itu, Kamis (14/12) kemarin, pengamatan dilakukan di wilayah Kecamatan Margoyoso, di mana para petani di sejumlah desa di wilayah kecamatan tersebut seperti Desa Semerak, merupakan pusat penghasil padi.
Kontrak Pengadaan
Tidak hanya itu, di desa yang bersangkutan dan sekitarnya juga merupakan pusat pembibitan padi yang banyak dibutuhkan para petani, ketika harus mulai melaksanakan tanam awal MT pertama, tapi bibit belum tersedia di persemaian. Hal lain yang juga menjadi perhatiannya, lanjut dia, yaitu pendekatan kepada para mitra kerja yang selama ini sebagai penyuplai beras dalam pelaksanaan pengadaan.
Tidak tercapainya target pengadaan tahun ini karena faktor kondisional, di mana harga jual padi hasil panenan para petani pada MT ketiga memang cukup baik. Dari informasi staf, pada saat musim panen itu harga jual gabah kering panen (GKP) sudah mencapai Rp 5.000 per kilogram.
Adapun harga pembelian GKPoleh pihaknya sesuai ketentuan per kilogram Rp 3.700, sehingga wajar jika para petani menjualnya kepada para pedagang, termasuk harga penjualan beras juga di atas harga ketentuan Bulog, yaitu Rp 8.030 per kilogram. Terlepas dari hal tersebut, maka sebelum menghadapi panenan padi MTpertama pihaknya juga akan segera melakukan persiapan bersama para mitra Bulog.
Yakni, memberi kesempatan kepada yang bersangkutan untuk melakukan kontrak pengadaan, mengingat pada saat panenan MT pertama, biasanya musim hujan tengah berlangsung. Dengan demikian, biasanya harga jual gabah para petani belum bisa maksimal sehingga pihaknya juga harus bersiapsiap sebagai penstabil harga melalui pembelian oleh Satgas Bulog.
Tujuannya tak lain agar harga jual hasil panenan padi para petani tidak terpuruk karena faktor cuaca. Menjawab pertanyaan, Muhamad Tauifik menambahkan, sampai saat ini untuk pelaksanaan serapan pengadaan dari kontrak sebesar 77.346.235 kg, realisasi yang dicapai 76.560.305 kg. 


Sumber Berita : http://www.suaramerdeka.com/smcetak/detail/21605/Serapan-Pengadaan-Bulog-Subdivre-Pati-75-Persen
Baca Terusannya »»  

Semua Pihak Ingin Kudus Aman

KUDUS- Kepolisian Resor (Polres) Kudus mengantisipasi berbagai potensi gangguan keamanan terkait pengamanan Natal d a n Tahun Baru. Hal itu dilakukan dengan mempertimbangkan reaksi keras dari sejumlah kalangan sebagai imbas pernyataan Presiden Amerika Serikat Donald Trump.
Pernyataan itu dimungkinkan akan memicu reaksi keras dari kelompok radikal. Untuk itu, aparat tidak mau kecolongan terhadap peristiwa negatif yang tak terduga sebelumnya. Kapolres Kudus AKBP Agusman Gurning mengemukakan hal itu kepada Suara Merdeka, Kamis (14/12). Pihaknya memastikan semua dinamika perlu disikapi dengan cermat. ”Kita semua harus melakukan antisipasi agar Kudus tetap kondusif,” ujarnya.
Untuk menjaga Natal 2017 dan Tahun Baru 2018, pihaknya telah menyiapkan sekitar 500 personel. Jumlah tersebut dimungkinkan bertambah dengan mempertimbangkan kebutuhan di lapangan. Pengamanan juga ditambah personel Kodim dan Ansor Banser. ”Kami siap mengamankan Kudus,” jelasnya.
Sebelumnya, aparat telah telah mengumpulkan sejumlah tokoh lintas agama sebelumnya, terkait penyatuan sikap mengenai penghargaan terhadap kebinekaan masyarakat Kudus. Hasilnya, tidak hanya saling menghormati, masing-masing juga akan memberikan kontribusi terkait pengamanannya. Intinya, semua pihak berkomitmen tetap menjadikan Kota Keretek tetap aman dan kondusif selama dan usai perayaan berlangsung.
Diamankan
Teknis pengamanan terhadap 36 gereja yang melakukan ibadah dilakukan bekerja sama dengan pengelolanya. Koordinasi menyangkut kapan dan berapa jumlah warga yang terlibat dalam proses peribadatan. Sebelum kegiatan berlangsung, petugas Polres Kudus juga akan mensterilkan lokasi menggunakan alat metal detektor. ”Pengamanan akan dilakukan sebaik dan semaksimal mungkin,” ungkapnya.
Kapolres memastikan semua tempat yang menyelenggarakan ibadah Natal akan diamankan petugas. Mengenai jumlahnya, disesuaikan dengan kebutuhan yang ada. ”Kita semua berharap Kudus tetap aman dan kondusif. Semua pihak harus berkontribusi untuk mewujudkannya,” ujarnya.


Sumber Berita : http://www.suaramerdeka.com/smcetak/detail/21660/Semua-Pihak-Ingin-Kudus-Aman

Baca Terusannya »»  

Menjanjikan, Limbah Rumah Potong Hewan Diolah Pupuk Organik

KUDUS– Dinas Pertanian dan Pangan melakukan kerja sama dengan Komunitas Petani Organik (KPO) Kudus. Tujuannya, memproses limbah hasil pemotongan hewan di rumah potong hewan (RPH). Sebab, potensinya cukup besar. Bisa mencapai 5 ton untuk penampungan limbahnya.
Pengurus KPO Kudus Eko Purnomo mengatakan, pupuk organik memang bagus buat tanaman. Untuk mendapatkannya memang harus ada usaha lebih, berbeda dengan pupuk nonorganik yang bisa langsung beli di toko. ”Kami ingin organik agar hasilnya maksimal,” katanya kemarin.
Hasil dari pengolahan pupuk organik dari RPH digunakan untuk tanaman buah naga yang lokasinya tidak jauh dari RPH. Dukungan dari dinas tentunya disambut baik pihaknya, karena bahan baku pembuatan pupuk organik diberikan secara gratis.
Namun yang terpenting yakni mengajak petani memanfaatkan potensi lokal yang dimiliki di sekitarnya. Untuk mengajak petani menggunakan pupuk organik memang cukup sulit, karena petani butuh contoh nyata. ”Padahal hasil pertanian organik harganya lebih mahal dan sekarang cenderung masyarakat mengarah ke organik,” terangnya.
Untuk proses pembuatan pupuk memanfaatkan limbah rumen atau jeroan hewan sangat mudah. Hanya menambahkan bahan-bahan organik lainnya yang juga jenis limbah. Seperti cocopit atau sabut kelapa.
Perbandingannya, limbah rumen tiga ton, cocopit 30 karung, setiap karung berat 40 kilogram dan sedikit bekatul. ”Kami lakukan sekali proses 3 ton rumen dengan pertimbangan luas tempat pencampuran disini,” jelasnya.
Dijelaskan, cocopit ini berfungsi sebagai pengganti pupuk kimia jenis KCL untuk membuat rongga-rongga pupuk ketika dimasukan ke dalam tanah. Setelah semua tercampur kemudian disemprot dengan probiotik organik. Ini sekaligus sebagai penghilang bau limbah rumen dan fermentasi. Penggunaan probiotik ini membuat waktu pematangan pupuk menjadi lebih cepat.
Pupuk yang sudah jadi dipergunakan pada tanaman buah naga seluas 850 meter persegi dengan jumlah tonggak 1200 buah. Setiap satu tonggak terdapat empat tanaman buah naga. Sehingga total 4800 tanaman. Selain itu lahan disekitar RPH juga dikelola pihaknya sekitar 1,6 hektar.


Sumber Berita : https://www.jawapos.com/radarkudus/read/2017/12/15/33725/menjanjikan-limbah-rumah-potong-hewan-diolah-pupuk-organik

Baca Terusannya »»  

Taman Lalu Lintas dan Hutan Kota Diresmikan Wakapolda Jateng Dilengkapi Children Playground

KUDUS– Pemkab Kudus bersama Polda Jateng dan Djarum Foundation meresmikan Taman Lalu Lintas dan Hutan Kota Rendeng kemarin. Hal itu merupakan wujud komitmen bersama memberikan ruang publik yang mengedukasi dan bermanfaat bagi warga.
Acara peresmian yang digelar di Lapangan Desa Rendeng dimulai pukul 07.30. Hadir dalam kesempatan itu, Wakapolda Jateng Brigjen Pol Indrajit didampingi Kapolres Kudus AKBP Agusman Gurning; Dandim 0722/Kudus Letkol Inf Sentot Dwi Purnomo; Sekda Noor Yasin; dan Vice Presiden Djarum Foundation FX Supanji.
Penampilan polisi cilik ikut menghibur tamu undangan. Mereka unjuk kebolehan dengan membentuk formasi baris-berbaris. Kemudian, dilanjutkan beragam tarian. Salah satunya tari payung dan saman. Setelah menyaksikan pertunjukan tersebut, rombongan menuju Taman Lalu Lintas dan Hutan Kota yang berjarak sekitar 10 meteran dari lapangan. Dalam peresmian itu, ditandai pemotongan pita.
Taman Lalu Lintas dan Hutan Kota ini berfungsi sebagai wadah edukasi publik. Sebab, sudah dilengkapi dengan berbagai fasilitas khusus yang bermanfaat menjadi sarana pembelajaran bagi masyarakat.
Wakapolda Jateng Brigjen Pol Indrajit mengatakan, taman lalu lintas ini bisa menjadi sarana interaksi yang baik bagi anak-anak untuk belajar tentang disiplin berlalu lintas. Terlebih institusi kepolisian juga memiliki program Polisi Cilik.
”Kalau sejak dini sudah diajari untuk disiplin berlalu lintas, maka akan tertanam hingga kelak dewasa. Apalagi ada program Polisi Cilik. Didukung dengan Taman Lalu Lintas dan Hutan Kota menjadi sarana edukasi bagi anak-anak,” jelasnya.
Vice President Djarum Foundation FX Supanji menyampaikan, pihaknya berkomitmen memberikan edukasi kepada masyarakat luas tentang pentingnya menjaga kelestarian lingkungan. ”Kami senantiasa menjalin kemitraan dengan Pemkab Kudus dan kepolisian. Taman Lalu Lintas dan Hutan Kota Rendeng adalah salah satu upaya kami memberikan pengetahuan mengenai kelestarian lingkungan yang terintegrasi,” jelasnya.
Selain fasilitas umum, disediakan juga khusus children playground, sepeda, listrik, TV LED, mobil mainan, cafetaria hingga pos polisi. Supanji berharap, bisa memberikan manfaat positif bagi masyarakat Kudus.
Sekda Kudus Noor Yasin dalam kesempatan itu menyampaikan pesan dari Bupati Kudus Musthofa. Di mana pemkab memiliki visi senantiasa mengupayakan berbagai fasilitas publik yang memiliki manfaat edukasi sekaligus menjaga kelestarian lingkungan.
”Adanya Taman Lalu Lintas dan Hutan Kota, kami harapkan tidak hanya berfungsi sebagai kawasan hijau, namun lebih penting lagi bisa menjadi sarana edukasi khususnya anak-anak tentang lalu lintas,” jelasnya.


Sumber Berita : https://www.jawapos.com/radarkudus/read/2017/12/15/33724/taman-lalu-lintas-dan-hutan-kota-diresmikan-wakapolda-jateng

Baca Terusannya »»  

Keberadaan Bangku Ayunan di Taman Kali Kanal Bikin Betah Pengunjung

JEPARA– Keberadaan taman yang terletak di sepanjang Kali Kanal Jepara kini mulai dipercantik. Renovasi dan penataan taman sudah berlangsung sejak akhir September lalu. Rencana selesai akhir tahun ini. Berbagai fasilitas tambahan mulai dibangun. Mulai dari patung udang, ayunan, dan wahana bermain anak-anak.
Sebelumnya taman di sepanjang Kali Kanal itu ditata sederhana dengan bangku-bangku permanen. Berbagai jenis bunga juga tampak menghiasi taman. Terdapat Kursi duduk dengan atap berbentuk daun. Ini adalah salah satu fasilitas taman sebelum renovasi. Lampu penerangan juga telah terpasang. Namun saat ini, taman tersebut ditata kembali untuk memberikan kenyamanan kepada pengunjung.
Kepala Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Kabupaten Jepara Fatkhurrahman melalui Kabid Pertamanan dan Kebersihan Isnan Haryoko menyampaikan untuk merenovasi penataan taman kanal ini, pihaknya menganggarkan Rp 360 juta. “Dari anggaran itu, penataan akan difokuskan pada tiga fasilitas tambahan. Penataan fasilitas taman tersebut meliputi penambahan dua pot bunga dari beton sepanjang 10 meter, dua tempat bermain, dan patung udang,” paparnya.
Isnan melanjutkan, bentuk dari pot taman merupakan gabungan dari persegi panjang, segitiga, dan lingkaran. Di dalamnya akan ditanami beberapa jenis tanaman. Mulai dari pucuk merah, soka kecil, soka besar, bakung, tanaman taiwan, erpah, dan sabrina. “Satu pot sudah selesai dibangun. Tanaman juga mulai ditanam. Satu pot lagi masih dalam proses,” imbuhnya.
Selain pot besar, pihaknya juga melengkapai taman dengan dua tempat bermain anak. Tempat bermain tersebut dilengkapai dengan ayunan berwarna orange. Lebarnya sekitar tiga meter. Sedangkan tingginya empat meter. Juga terdapat tiga bangku dari beton. “Supaya anak-anak betah bersantai di taman kami lengkapi dengan jungkat-jungkit,” katanya Isnan.
Sedangkan patung udang yang akan dibangun bertempat di tengah-tengah taman. Patung udang tersebut dilengkapi tulisan ‘Taman Kanal’. Bentuk patung tersebut nantinya terdapat dua udang yang saling berhadapan. Untuk mempercantik suasana taman di malam hari, patung disorot menggunakan lampu warna. Lampu dipasang dari tiga sudut pandang. Yakni lampu bawah di sebelah kanan dan kiri. Satu lagi dari atas.


Sumber Berita : https://www.jawapos.com/radarkudus/read/2017/12/15/33767/keberadaan-bangku-ayunan-di-taman-kali-kanal-bikin-betah-pengunjung
Baca Terusannya »»  

Realisasikan Pengamanan Material, Dandim Cek Area Perkantoran Kodim

JEPARA- Dandim 0719/Jepara Letkol Czi Fachrudi Hidayat didampingi Kasdim Jepara Mayor Inf Kadarusman melaksanakan pemeriksaan dan pengecekan terhadap gudang senjata, amunisi, serta area perkantoran masing-masing staf di Makodim 0719/Jepara belum lama ini.
Pengecekan gudang dan perkantoran ini dilaksanakan dalam rangka merealisasikan pelaksanaan pengamanan material. Khususnya gudang senjata dan amunisi Kodim 0719/Jepara serta pengecekan kebersihan dan kerapian area kantor masing masing staf.
”Pengamanan gudang senjata dan amunisi merupakan bagian yang sangat penting dan tidak bisa dianggap main-main. Jangan sampai ada senjata yang keluar tanpa sepengetahuan komando dan penjaga gudang. Gudang senjata dan amunisi setiap hari harus selalu diperhatikan penjaga gudang," terang Dandim Letkol Czi Fachrudi.
Menurut Fachrudi, sebagai Dandim baru di Makodim Jepara, langkah seperti ini sudah sepatutnya dilakukan guna memastikan kelengkapan serta kondisi area perkantoran yang dipimpinnya.
"Ini dilaksanakan supaya terjamin keamanan pada gudang amunisi, senjata serta fasilitas lain yang ada di Kantor Kodim 0719/Jepara. Kali ini aman," kata Fachrudi.
Sementara itu Kasdim Jepara, Mayor Inf Kadarusman, mengatakan, segala fasilitas yang ada di Kodim 0719/Jepara termonitor dengan baik. Setiap kali pihaknya rutin memberikan arahan kepada anggota urusan senjata dan amunisi (Bafurir), bagaimana cara atau sistem perawatan dan pengamanan gudang senjata serta amunisi.
"Kelayakan gudang senjata dan amunisi yang ada di Makodim 0719/Jepara terkontrol dengan baik. Pihak kami selalu menekankan agar petugas gudang senjata dan amunisi betul-betul mempedomani prosedur tetap pengamanan senjata dan administrasinya, sehinga tidak terjadi hal-hal yang tidak diinginkan," jelas Kadarusman.


Sumber Berita : https://www.jawapos.com/radarkudus/read/2017/12/15/33761/realisasikan-pengamanan-material-dandim-cek-area-perkantoran-kodim

Baca Terusannya »»  

Dua Rumah Tak Layak Huni di Pinggir Sungai Terancam Longsor

JEPARA- Pemkab Jepara menggelar forum komunikasi antara pemerintah dan masyarakat terkait penanggulangan bencana di Peringgitan Pendapa Kabupaten Jepara kemarin.
Dalam kegiatan tersebut, dipaparkan kesiapan penanggulangan bencana dari masing-masing intansi. Beberapa di antaranya yakni Kodim Jepara, Polres Jepara hingga Pengadilan Negeri (PN) Jepara.
Dari Kodim 0719 Jepara, Kasdim Mayor Inf Kadarusman mengatakan, pihaknya sudah memiliki peta kerawanan bencana di Jepara. ”Baik untuk banjir maupun longsor,” katanya.
Sementara mengenai kesiapan penangganan bencana, menyampaikan, disiapkan 14 perahu yang siap operasional bila terjadi banjir. Jajaran Kodim Jepara siap mendukung Pemkab dalam penanganan bencana. ”Dari segi personel hingga peralatan secara keseluruhan sudah siap diterjunkan sewaktu-waktu terjadi bencana,” ujarnya.
Pihaknya juga telah memetakan lokasi penampungan sementara jika bencana terus menerus terjadi. ”Jika penampungan di masing-masing kecamatan tidak bisa menampung, alternatif penampungannya yakni stadion GBK dan Gor Sepak Takraw Welahan. Namun perlu diperhatikan lagi  layanan kesehatan, MCK dan distribusi logistiknya. Ini yang perlu kita koordinasikan,” ujarnya.
Dari Polres Jepara Kasat Sabhara AKP Usman Jumaidi mengatakan, pihaknya sudah menekankan pada anggota yang berada di wilayah tersebut untuk lebih waspada. ”Kami juga berharap muspika bisa berkoordinasi dengan masyarakat untuk menanggulangi bencana,” tuturnya.
Berdasarkan pemetaan pihaknya di wilayah Kabupaten Jepara, desa yang masuk kategori rawan banjir yakni Desa Gerdu, Desa Kaliombo, Desa Tegalsambi, Desa Mantingan, Desa Sowan Kidul, Desa Batu Kali, Desa Ketileng Singolelo dan Desa Welahan. ”Saat banjir besar awal 2014, wilayah inilah yang terdampak banjir cukup lama,” urainya.
Sementara untuk longsor, wilayah Kecamatan Donorojo, Kecamatan Batealit, Kecamatan Mlonggo dan Kecamatan Nalumsari paling berpotensi. Ada pula pemetaan wilayah dataran rendah yang mencaku hampir seluruh wilayah jepara mulai Kecamatan Bangsri, Mlonggo, Batealit, Jepara Kota, Kedung, Welahan, Pecangaan, Kalinyamatan hingga Nalumsari.


Sumber Berita : https://www.jawapos.com/radarkudus/read/2017/12/15/33765/penanganan-bencana-gbk-dan-gor-sepak-takraw-jadi-lokasi-pengungsian

Baca Terusannya »»  

Prioritaskan Tak Ada Pemadaman, Tim PDKB Siaga Jaga Pasokan Listrik

REMBANG- Pemeliharaan jaringan terus ditingkatkan PLN Rayon Rembang. Ini dilakukan agar saat peringatan Hari Natal dan Tahun Baru 2018 tak ada gangguan. Saat ini, tim perbaikan dalam keadaan bertegangan atau PDKB dari kudus disiagakan, tujuannya untuk menghindari pemadaman saat perawatan jaringan.
 Manajer PLN Rayon Rembang Sion Catur Sihono menyebutkan, PDKB didatangkan agar saat memperbaiki jaringan tidak banyak pemadaman. ”Tim PDKB menyebar di beberapa titik. Utamanya, Rembang Kota, Pamotan, Kragan dan Sulang,” ungkapnya kepada Jawa Pos Radar Kudus kemarin.
Menurutnya pemeliharaan jaringan sifatnya fleksibel. Ketika menjumpai visual yang rusak otomatis akan diganti. Begitupun peralatan maneuver hanya dilakukan perawatan rutin atau biasa.
”Untuk rabas sudah sering kami lakukan. Namun akibat cuaca kurang mendukung ada pohon yang roboh. Inilah yang menyebabkan terjadinya gangguan saat ini,” terangnya.
Kemudian, berkaitan gangguan tegangan beberapa waktu lalu, semua disebabkan adanya perawatan di gardu induk. Sehingga, petugas harus maneuver jaringan, dengan cara melimpahkan beban di titik lain.
“Makanya ada penurunan tegangan sampai di titik pelanggan. Namun demikian tidak berlangsung lama dapat diatasi petugas. Sehingga pasokan listrik sudah berangsur normal di semua wilayah,” katanya.
Khusus, Natal dan Tahun Baru 2018 pihaknya akan memprioritaskan tidak ada pemadaman. “Jauh-jauh hari sudah kami siapkan antisipasi pasokan. Supaya ibadah Natal berjalan lancar,” imbuhnya.


Sumber Berita : https://www.jawapos.com/radarkudus/read/2017/12/15/33720/prioritaskan-tak-ada-pemadaman-tim-pdkb-siaga-jaga-pasokan-listrik

Baca Terusannya »»  

Razia Kafe-Karaoke, Polres Sita Ratusan Botol Miras, Data Identitas PK

GROBOGAN – Sat Sabhara Polres Grobogan menggelar operasi penyakit masyarakat (pekat) jelang Natal dan tahun baru di sejumlah kafe-karaoke di Kecamatan Gubug, Godong, dan Tegowanu. Hasil razia yang digelar kemarin malam ini, mendapatkan ratusan botol miras.
Operasi dimulai dengan mendatangi kafe-karaoke milik Gusmin di SPBU Dangi, Godong. Kemudian di kafe-karaoke Desa Kwaron, Gubug; kafe-karaoke milik Slamet di Jalan Raya Gubug-Kedungjati, Kwaron; dan kafe-karaoke Dwi Haryuning Tyaningsih di Jalan Raya Gubug-Kedungjati, Kwaron. Kemudian kafe milik Suwarsi di Jalan Raya Gubug-Kedungjati, Kwaron, dan milik Roni di Jalan Raya Purwodadi-Semarang.
Hasil razia ini, disita 470 botol minuman keras (miras) berbagai jenis. Seperti congyang, anggur merah, arak, Prost, angker stout, dan bir Angker. Miras tersebut disita dari beberapa kafe-karaoke dan warung remang-remang di Kecamatan Godong, Gubug, dan Tegowanu.
Kasat Sabhara Polres Grobogan AKP Lamsir mengatakan, selain menyita miras, penjual juga dipanggil untuk diproses lebih lanjut di mapolres. ”Kemudian disidang pada Jumat  mendatang,” ujarnya.
Dia menambahkan, selain menyita ratusan miras, pihaknya juga mendata identitas pemadu karaoke (PK) di sejumlah lokasi tersebut.


Sumber Berita : https://www.jawapos.com/radarkudus/read/2017/12/15/33722/razia-kafe-karaoke-polres-sita-ratusan-botol-miras-data-identitas-pk

Baca Terusannya »»  

Merangkak Naik, Harga Beras di Kudus Tembus Rp 11.500 per Kilogram

Kudus – Dinas Perdagangan Kabupaten Kudus beserta Polres Kudus melakukan pengecekan harga komoditas di Pasar Bitingan, Jumat (15/12/2017). Dalam pengecekan tersebut, harga beras terus naik hingga tembus Rp 11.500. Zahroh (50) pedagang Beras di Pasar Bitingan mengungkap, naiknya harga beras dimulai dua pekan lalu. Untuk jenis Beras Wanviy,  harga awal Rp 10.300 naik menjadi Rp 10.800. Sedang harga Beras SSA, dari Rp 9.800 menjadi Rp 10.500.
“Semenjak harga naik pembelinya berkurang. Misalnya saja dari pengecer yang tiap hari membeli 100 kilogram, kini menjadi dua hari sekali belinya,” katanya kepada petugas saat memantau harga.
Dia mengatakan, beras yang diambilnya itu, didapat dari penggilingan padi di wilayah Kudus dan Demak. Dia memperkirakan harga akan terus naik, mengingat panen masih lama.
“Harganya akan turun saat panen, namun ini masih pemupukan kedua. Jadi masih cukup lama,” jelasnya.
Sementara, Kepala Dinas Perdagangan Sudiharti mengatakan, kenaikan beras masih dianggap wajar. Namun, pihaknya mendorong agar kenaikannya tidak terlampau tinggi, sehingga masyarakat tidak resah.
“Pedagang mengambil keuntungan sekitar Rp 400 hingga Rp 500 per kilogram. Nomonal tersebut merupakan nominal minimal yang diambil untuk mendapatkan untung,” jelasnya.


Sumber Berita : http://www.murianews.com/2017/12/15/133476/merangkak-naik-harga-beras-di-kudus-tembus-rp-11-500-per-kilogram.html

Baca Terusannya »»  

Harga Bahan Pangan di Jepara Mulai Naik Jelang Natal dan Tahun Baru

Jepara – Jelang Natal harga sejumlah bahan pangan di Pasar Jepara Satu (Ratu) merangkak naik. Di antaranya harga beras, cabai dan daging ayam.  Nur Sutami (33) pedagang di Pasar Ratu mengungkapkan, harga cabai rawit (lombok setan) kini harganya Rp 22 ribu. Sebelumnya komoditas tersebut hanya Rp 18 ribu.
“Naiknya baru-baru saja beberapa hari ini. Untuk harga cabai jenis lainnya masih normal belum ada kenaikan,” katanya, Jumat (15/12/2017).
Ia memaparkan untuk cabai rawit biasa harganya Rp 15 ribu. Sementara bawang merah dihargai Rp 15 ribu dan bawang putih cutting harganya Rp 26 ribu.
Sementara itu, harga beras jenis C4 Super naik menjadi 11.500 perkilogram. Sebelumnya harganya hanya Rp 10.000 perkilogram.
“Saya biasanya mengambil stok 1 ton untuk kebutuhan berdagang 3 minggu. Sekarang ini hanya disetori oleh pemasok sebanyak 5 kwintal,” ucap Nur Sutami yang juga pedagang beras itu.
Di lapak pedagang ayam, Darminingsih mengeluhkan naiknya harga ayam potong beberapa minggu belakangan. Menurutnya, kenaikan itu mengakibatkan permintaan dari pembeli.
Ia menyebut, ayam sayur yang dulu harganya Rp 28 ribu perkilogram kini melonjak menjadi Rp 32 ribu perkilogram. Sementara ayam jantan naik lima ribu rupiah, dari Rp 50 ribu perkilogram kini menjadi Rp 55 ribu perkilogram.
“Pembelinya jadi sepi, dari harga Rp 32 ribu perkilo, pembeli menawar menjadi Rp 30 ribu. Biasanya bisa menjual 35 ekor per hari sekarang hanya 25 ekor,” tuturnya.
Ia mengatakan, kenaikan telah berlangsung selama seminggu belakangan. Ia memrediksi, kenaikan masih akan terjadi jelang mendekati tanggal 25 Desember hingga pergantian tahun.
“Menurut pengalaman saya begitu, kemungkinan harganya masih akan naik lagi. Kalau dari pemasok, alasan harga daging ayam naik karena untuk jenis ayam sayur sempat gagal panen, meskipun demikian pasokannya masih lancar. Tapi ya itu harganya naik,” urainya.


Sumber Berita : http://www.murianews.com/2017/12/15/133466/harga-bahan-pangan-di-jepara-mulai-naik-jelang-natal-dan-tahun-baru.html

Baca Terusannya »»  

Drainase Buruk, Seratusan Rumah Kebanjiran, Lalu Lintas Lumpuh

KRADENAN – Hujan deras yang mengguyur di Blora membuat warga kebingungan. Banjir pun terjadi di beberapa wilayah. Mulai Kecamatan Kradenan, Randublatung, dan Cepu.
Untuk Kecamatan Kradenan, banjir bandang terjadi di Dukuh Beran, Dukuh Wates, Desa Sumber. Penyebabnya, drainase yang buruk. Titik lainnya di pertigaan Peting Desa Kutukan, Kecamatan Randublatung, yang menghubungkan jalur Randublatung–Cepu dan Randublatung–Kradenan. Akibatnya lalu lintas lumpuh.
Begitu juga di Kecamatan Cepu. Di antaranya, di Ngelo Turibang, Ngareng, Taman Seribu Lampu, jalan raya depan Pusdiklat Migas, Balun Kesehatan, Gang Swadaya dan sejumlah titik lainnya. ”Ini sudah jadi langganan. Tingginya bisa sampai 30 sentimeter lebih. Airnya dari sawah, dan drainase nggak ngatasi. Jadi meluap ke jalan,” jelas Sarji, warga Kradenan kemarin.
Menurutnya, saat ada hujan deras, daerahnya pasti mengalami kebanjiran. Untuk itu perlu perbaikan drainase di desanya. Sebab, dengan kondisi yang sering terulang, menjadikan jalan sering tergenang air setiap kali hujan deras. Hingga badan jalan cepat rusak.
Agung Tri, salah satu anggota BPBD Cepu mengaku, hingga saat ini semua kondisi sudah normal. Masyarakat sudah melaksanakan aktivitas seperti biasa. “Tidak ada korban. Warga juga tidak ada yang mengungsi. Pukul 02.00 semua wilayah bebas dari genangan,” jelasnya.


Sumber Berita : https://www.jawapos.com/radarkudus/read/2017/12/15/33728/drainase-buruk-seratusan-rumah-kebanjiran-lalu-lintas-lumpuh

Baca Terusannya »»  

Dinas Kesehatan Grobogan Luncurkan Aplikasi Si Sigap Buat Masyarakat yang Butuh Bantuan

GroboganAda kemudahan bagi masyarakat di Grobogan yang butuh bantuan dalam beberapa kasus. Caranya, bisa meminta pertolongan lewat aplikasi Public Safety Center (PSC) 119 berlabel ‘Si Sigap’ yang diluncurkan Dinas Kesehatan Grobogan, Jumat (15/12/2017). Untuk bisa menggunakan aplikasi berbasis android ini terlebih dahulu harus diinstal dalam smartphone. Setelah itu, ada petunjuk atau panduan dalam aplikasi tersebut bagi masyarakat yang butuh pertolongan atau menginformasikan kejadian. Seperti ada kebakaran, kecelakaan atau kejahatan.
Kepala Dinkes Lely Atasti menyatakan, Si Sigap hadir untuk memudahkan masyarakat kabupaten Grobogan ketika berada dalam keadaan darurat. Seperti melakukan panggilan ambulan untuk pertolongan pada kecelakaan lalulintas, pemanggilan damkar saat kebakaran, atau keadaan darurat lainya disekitar kita.
Selain itu masih ada fasilitas lain yang bisa diakses dalam aplikasi tersebut. Yakni, call center 24 jam, akses ketersediaan tempat tidur di rumah sakit dan puskesmas, serta ketersediaan darah di PMI.
“Layanan itu bertujuan untuk meningkatkan akses dan mutu layanan kegawatdaruratan dan mempercepat respon penanganan korban. Melalui layanan ini kita harapkan bisa menyelamatkan korban dan mencegah kecacatan. Selain lewat aplikasi, masyarakat juga bisa menghubungi bantuan lewat telepon di nomor 119,” jelasnya.
Launching aplikasi ini dilakukan Asisten III Pemkab Grobogan Mokh Nursahid didampingi Kepala Dinkes Lely Atasti. Hadir pula, perwakilan FKPD dan sejumlah pejabat terkait lainnya.
Launching aplikasi ditandai dengan penekanan tombol bersama yang dilakukan para pejabat dan peresmian PSC Dinkes Grobogan. Setelah itu, dilanjutkan konvoi puluhan ambulans dari halaman kantor Dinkes mengelilingi kota Purwodadi.



Sumber Berita :http://www.murianews.com/2017/12/15/133471/dinas-kesehatan-grobogan-luncurkan-aplikasi-si-sigap-buat-masyarakat-yang-butuh-bantuan.html
Baca Terusannya »»  

Pencarian Penjaga Pintu Bendung Klambu yang Hanyut di Sungai Lusi Dilanjutkan

Grobogan Proses pencarian penjaga Bendung Klambu bernama Samirin yang dilaporkan hanyut di Sungai Lusi kembali dilanjutkan, Jumat (15/12/2017). Sehari sebelumnya, upaya pencarian sudah dilakukan dari pagi sampai menjelang petang, tetapi hasilnya masih nihil.
“Ini kita sedang bersiap melakukan pencarian korban tenggelam. Mudah-mudahan, segera ditemukan,” kata Kabid Kedaruratan dan Logistik BPBD Grobogan Budi Prihantoro.
Menurutnya, upaya pencarian akan dibagi dalam dua tim yang masing-masing menggunakan perahu karet. Satu tim akan menyisir sekitar titik tenggelam dan satu lagi menelusuri aliran sungai ke arah barat hingga radius beberapa kilometer.
Pencarian hari kedua dibantu beberapa pihak. Ada TNI, Polri, relawan dan juga dukungan dari Basarnas Pos Jepara dan Tim SAR Kudus serta Demak.
“Rencana hari ini kita akan melakukan penyisiran sampai Bendung Undaan, Kudus,” jelasnya.
Seperti diberitakan, peristiwa keceburnya penjaga pintu bendung terjadi sekitar pukul 09.30 WIB. Saat itu, pegawai berusia 50 tahun tersebut sedang berada di atas pintu bendung untuk membersihkan sampah menggunakan tongkat bambu. Diduga, saat membersihkan sampah itulah warga Desa Plosokerep, Kecamatan Sukolilo, Pati tersebut terpeleset sehingga jatuh ke aliran sungai disebelah barat bendung.


Sumber Berita : http://www.murianews.com/2017/12/15/133458/pencarian-penjaga-pintu-bendung-klambu-yang-hanyut-di-sungai-lusi-dilanjutkan.html

Baca Terusannya »»  

Sport Center Pacu Prestasi Olahraga

KUDUS- Disdikpora akan terus mendukung pengembangan keolahragaan di Kota Keretek. Selain memberi dukungan bagi atlet yang masih berstatus sebagai pelajar, institusi tersebut juga secara bertahap menyediakan infrastruktur pendukung untuk latihan.
Salah satu yang diharapkan dapat menjadi magnet pengembangan olahraga di Pantura Timur, yakni sport center di Wergu Wetan, Kecamatan Kota. Kadisdikpora Djoko Susilo didampingi Kabid Olahraga Harjuno Widodo, Kamis (14/12) menyatakan, meski pembangunan belum sepenuhnya selesai, sejumlah warga terutama pegiat olahraga sudah mulai mencobanya. Hal itu menunjukkan ‘’gereget’’ atau semangat warga dalam ikut memanfaatkan sarana yang ada.
‘’Pegiat sepatu roda dan BMX sudah mulai mencobanya,’’katanya. Dia memperkirakan, bila semua venue tuntas, diyakini akan semakin banyak warga yang memanfaatkannya. Terlebih, tahun depan sejumlah infrastruktur pendukung juga sudah disiapkan pembangunannya. Infrastruktur yang dimaksud berupa hutan kota, kafetaria, dan kantor pengelola. Tahun ini, sport center dimodali Rp 22 miliar, sedangkan untuk penambahan fasilitas tahun depan disiapkan alokasi sebesar Rp 17 miliar.
Pemanfaatan
Di singgung pemanfaatannya, pada saatnya nanti akan diserahkan kepada KONI. Induk cabang olahraga tersebut nantinya yang akan mengoordinasikan penggunaan semua venue yang ada di tempat tersebut.
Dia meyakini, sport center akan menjadi salah satu pendorong pengembangan sejumlah cabang olahraga di Kota Keretek. Penyediaan arena untuk BMX, skate maupun wall climbing diyakini akan dapat memacu prestasi cabang-cabang tersebut sekaligus memberi hiburan kepada warga. ‘’Para atlet dapat berlatih untuk dapat meningkatkan prestasi mereka,’’ jelasnya.
Jika semula para pegiat olahraga tersebut kurang dapat mengoptimalkan latihan karena keterbatasan sarana, maka ke depan sport center menjadi solusinya. Beberapa cabang olahraga dapat melakukan aktivitas secara bersamasama di tempat itu sekaligus. Sejauh ini, di Pantura Timur belum ada lokasi yang menyediakan berbagai sarana latihan olahraga pada satu tempat. 


Sumber Berita : http://www.suaramerdeka.com/smcetak/detail/21561/Sport-Center-Pacu-Prestasi-Olahraga
Baca Terusannya »»  

Pemkab Diminta Gerak Cepat Tangani Bencana

REMBANG- Pemkab Rembang diharapkan bisa bergerak cepat untuk penangganan bencana di Kabupaten Rembang. Penanganan cepat akan meringankan masyarakat yang terkena bencana. Wakil Ketua Komisi C, Puji Santoso berharap Pemkab Rembang memaksimalkan penggunaan dana tak tersangka untuk perbaikan infrastruktur yang rusak karena bencana.
‘’Dana tak tersangka masih sangat memungkinkan untuk digunakan mengatasi kerusakan infrastruktur yang terjadi karena bencana di Rembang,’’ terang dia. Dia mengatakan, pemkab juga bisa meminta bantuan dana dari Badan Penanggulangan Bencana Nasional (BPBN) apabila bencana besar dan membutuhkan penanganan lebih besar. ‘’Di BPBN ada dana siap pakai yang bisa digunakan untuk bencana besar di daerah.
Bupati bisa menetapkan status bencana dan mengajukan dana ke BNPB,’’ tegas dia. Sebelumnya, banjir bandang terjadi di beberapa desa di Kecamatan Gunem dan Pamotan Senin sore mengakibatkan dua jembatan, yaitu jembatan Desa Tempaling dan Sidomulyo mengalami kerusakan. Selain itu beberapa rumah juga mengalami kerusakan. Sejumlah harta benda warga, seperti almari, sepeda motor hingga areal pertanian terendam dalam banjir itu.
Perbaikan Sementara
Air banjir bandang yang datang ke desa-desa sekitar pukul 17.00 itu sendiri diduga berasal dari area pegunungan di Kecamatan Gunem. Air mengalir deras menuju Desa Sidomulyo, Kulutan, Panohan, ketiganya di Kecamatan Gunem, Desa Tempaling, Ngemplakrejo, Joho di Kecamatan Pamotan. Ketinggian air sempat mencapai kisaran dua meteran. Beberapa rumah warga yang berada di aliran sungai sempat terendam cukup dalam.
Atas bencana itu, Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Rembang telah melakukan tanggap darurat dengan memberi bantuan material dan bahan makanan. Namun untuk perbaikan jembatan yang ambrol, BPBD menunggu perintah bupati. Bupati Rembang Abdul Hafidz mengatakan, akan mengusahakan perbaikan kerusakan karena bencana banjir itu. Namun perbaikan sifatnya sementara, karena untuk kedaruratan. ‘’Dan perbaikan permanen akan dianggarkan tahun depan,’’jelas dia.
Dia menambahkan, yang terpenting infrastruktur yang rusak bisa segera berfungsi lagi, meski bersifat sementara. ‘’Perbaikan sementara akan kami alokasikan dari dana tanggap darurat,’’ tandas dia. 


Sumber Berita : http://www.suaramerdeka.com/smcetak/detail/21608/Pemkab-Diminta-Gerak-Cepat-Tangani-Bencana

Baca Terusannya »»  

Pembentukan BNN Mendesak

BLORA- Saat ini mendesak untuk dibentuk Badan Narkotika Nasional (BNN) Kabupaten di Blora. Alasan mendasar agar penyalahgunaan narkoba di Blora bisa ditekan semaksimal mungkin. Desakan itu disampaikan Kabag Sumda Polres Blora, Kompol Rubiyanto Darmowidjojo yang pernah bertugas di BNN sejak 2007 hingga 2016.
‘’Ini sangat mendesak, dan merupakan impian saya yang mudah-mudahan segera terwujud,’’ katanya ketika ditemui di ruang kerjanya, Kamis (14/12). Menurut dia, alasan lain mendesak dibentuknya BNNK (BNN Kabupaten) di Blora tentu untuk menanggulangi bahaya penyalahgunaan narkoba. Apalagi baru-baru ini juga ditemukan peredaran PCC yang meluas. Terkait mimpi berdirinya BNNK, Rubiyanto menyatakan sanggup memfasilitasi dan menuntun segala persiapannya.
Langkah yang harus ditempuh, perlu segera dilakukan audiensi menuju dibuatnya nota kesepahaman antara Pemerintah Kabupaten Blora dengan BNN di Jakarta jika ingin membentuk BNNK. ‘’Ini butuh kesepahaman dulu, yang di antaranya pemkab menyatakan bersedia menyediakan lahan minimal seluas 1.000 meter persegi buat dibangun kantor BNNK,’’tandasnya.
Nantinya, untuk pembangunan kantor akan dibiayai BNN dengan APBN. Jadi bukan menggunakan APBD. Sementara penyediaan lahannya mekanismenya melalui hibah dari pemkab ke BNN. Jika sudah terbentuk di awal-awal, personelnya akan diisi dari PNS dan kepolisian. “Jadi ini bisa disebut dengan OPD baru yang strukturnya vertikal. Jadi untuk tunjangan dan biaya operasionalnya akan dibiayai dengan APBN,” katanya.
Belum Dipersiapkan
Di nota kesepahaman itu, lanjut dia, selaku pihak pertama adalah Bupati Blora dan pihak keduanya Kepala Badan Narkotika Nasional. “Masing-masing bertanda- tangan, dan di bawahnya mengetahui Ketua DPRD Kabupaten Blora.’’ Sebagaimana diketahui, keinginan Bupati Blora Djoko Nugroho untuk membentuk Badan Narkotika Nasional (BNN) Kabupaten di Blora hingga kini belum juga dipersiapkan.
Waktu itu di Mapolres Blora, pada 15 Agustus 2017 lalu, Bupati Blora menyatakan kesiapannya untuk membentuk BNN Kabupaten. Ia menawarkan rumah dinas Ketua DPRD Kabupaten Blora yang tidak ditempati untuk difungsikan buat Kantor BNN Kabupaten. Namun demikian, proses pembentukan BNNK tidak sesederhana yang diinginkan Bupati. Ada tahapan-tahapan yang perlu dilalui, salah satunya dengan membuat nota kesepahaman Rubiyanto Darmowidjojo dengan BNN tersebut. 


Sumber Berita : http://www.suaramerdeka.com/smcetak/detail/21632/Pembentukan-BNN-Mendesak

Baca Terusannya »»  

Perekaman E-KTP Belum Maksimal

BLORA- Belum banyak masyarakat yang tahu bahwa setiap Sabtu selama Desember telah dibuka pelayanan perekaman data E-KTPdi setiap kantor kecamatan di Blora. Hal itulah diduga menjadi penyebab masih minimnya warga yang datang ke kantor kecamatan untuk mengikuti perekaman data E-KTP di pelayanan perdana Sabtu (8/12). ‘’Sabtu lalu, jumlah terbanyak ada di Kecamatan Ngawen sekitar 21 orang.
Sedangkan di kecamatan lain masih minim, bahkan ada yang hanya dua orang,’’ ujar Dinas Kependudukan dan Pencatatan Sipil (Dindukcapil) Blora Riyanto melalui Kepala Bidang (Kabid) Pendaftaran Penduduk Agus Listiyono, kemarin. Dia berharap pemerintah desa lebih intensif lagi menyampaikan pemberitahuan kepada warganya untuk mengikuti perekaman.
Menurut Agus Listiyono surat pemberitahuan dibukanya pelayanan perekaman data E-KTP sudah disampaikan ke semua kecamatan. Oleh pemerintah kecamatan, surat pemberitahuan itu diteruskan ke desa-desa. Hanya saja dia mengakui, surat pemberitahuan pekan lalu jaraknya relatif dekat dengan waktu pelaksanaan perekaman. Sehingga pemberitahuan kepada masyarakat di desa-desa masih belum maksimal.
20.000 Orang
‘’Mudah-mudahan warga yang mengikuti perekaman di pelayanan berikutnya Sabtu depan jumlahnya akan lebih banyak lagi,’’tandasnya. Dibukanya pelayanan perekaman E-KTPsetiap Sabtu selama Desember merupakan program pemerintah dalam rangka percepatan perekaman. Hal itu didasarkan pada surat Menteri Dalam Negeri Nomor 471.13/5386/SJ tanggal 16 Oktober 2017 perihal Percepatan Penyelesaian Perekaman E-KTP dan Cakupan Kepemilikan Akta Kelahiran.
Percepatan dilakukan dalam rangka menyukseskan pelaksanaan Pilkada serentak 2018 dan Pemilu 2019. ‘’Selain perekaman di kecamatan, kami mengagendakan perekaman ke sekolah-sekolah SMA/sederajat,’’ kata Agus Listiyono. Perekaman dilakukan kepada warga wajib KTP, namun belum mengikuti perekaman. Warga yang masuk kategori wajib KTPadalah mereka yang berusia 17 atau telah menikah.
Jumlah warga Blora yang belum mengikuti perekaman sekitar 20.000 orang. Agus Lis, sapaan akrab Agus Listiyono menegaskan, dengan dibukanya pelayanan di hari Sabtu bukan berarti pelayanan perekaman pada hari kerja Senin sampai Jumat bakal tutup. Menurut dia, masyarakat tetap bisa mendapatkan pelayanan perekaman data E-KTP di masing-masing kecamatan setiap hari kerja Senin hingga Jumat. ‘’Jadi, masyarakat tinggal memilih hari yang diinginkan untuk melakukan perekaman data E-KTP,’’tandasnya.
Selain untuk keperluan sehari-hari, kepemilikan EKTPberguna dalam pemilihan umum. Warga yang mempunyai hak pilih namun tidak memiliki E-KTP atau surat keterangan (suket) pengganti E-KTP dipastikan tidak bisa menggunakan hak pilihnya dalam Pilkada maupun Pemilihan Umum (Pemilu). ‘’Setelah warga mengikuti perekaman, kami akan langsung berikan surat keterangan pengganti E-KTP kepada mereka. Sedangkan untuk pencetakan E-KTPmasih harus menunggu proses lebih lanjut,’’ kata Agus Lis.


Sumber Berita : http://www.suaramerdeka.com/smcetak/detail/21633/Perekaman-E-KTP-Belum-Maksimal

Baca Terusannya »»  

Blora Bebas dari Penyakit Difteri


BLORA- Para orang tua di Blora diminta memastikan anaknya telah mengikuti imunisasi dasar lengkap, salah satunya imunisasi difteri. Pemberian vaksin difteri diyakini merupakan cara terbaik untuk mencegah sang anak terserang penyakit difteri. Vaksin difteri biasanya diberikan lewat imunisasi DPT (Difteri, Tetanus, Pertusis) saat anak masih balita.
Pemerintah telah menetapkan status kejadian luar biasa (KLB) penyakit difteri, menyusul banyaknya warga yang terserang penyakit tersebut di sejumlah provinsi di Indonesia. Kepala Dinas Kesehatan (Dinkes) Blora Henny Indriyanti menyatakan, hingga saat ini Blora merupakan kabupaten yang terbebas dari penyakit difteri. ‘’Blora masih aman. Kami berharap tak ada satu pun warga Blora yang terkena penyakit difteri,’’ ujarnya kemarin.
Menurut Henny, penyakit difteri bisa diobati. Namun pencegahan dini menjadi cara terbaik agar suatu daerah terbebas dari penyakit difteri. Pencegahan dini tersebut melalui imunisasi. ‘’Karena itu, para orang tua harus memastikan anak-anaknya telah mendapatkan imunisasi dasar lengkap.
Salah satunya imunisasi DPT,’’tegasnya. Jika menyadari sang anak belum mengikuti imunisasi DPT, Henny Indriyanti pun meminta orang tua membawa anaknya ke puskesmas terdekat untuk mendapatkan imunisasi DPTtanpa dipungut biaya atau gratis. ‘’Selama ini pencapaian imunisasi DPT di Blora sangat bagus, ratarata sudah 100 persen,’’katanya. Seiring ditetapkannya KLB difteri, pemerintah telah menginstruksikan setiap kabupatan dan kota waspada penyakit difteri. Apalagi difteri merupakan penyakit menular.
Masyarakat pun perlu mengetahui gejala-gejala penyakit difteri. Secara umum, menurut Henny Indriyanti, gejala-gejala penyakit difteri, di antaranya demam lebih dari tiga hari disertai nyeri tenggorakan. Selain itu juga adanya pembengkakan pada kelenjar leher. ‘’Kalau sudah menunjukan gejala-gejala seperti itu langsung saja periksakan diri ke dokter. Semakin dini diketahui dan diberikan pengobatan, kemungkinan sembuh akan lebih besar,’’katanya.
Penyakit Pernafasan
Penyakit difteri muncul karena adanya bakteri†Corynebacterium diphtheriaeyang menyerang saluran pernapasan. Banyak yang menyangka gejala awal dari difteri sama seperti penyakit saluran pernapasan pada umumnya. Yang membedakan sangat khas adalah adanya selaput pseudomembran berwarna putih keabuan yang sangat merekat erat dengan pangkal tenggorokan.
Masa inkubasi mulai dari masuknya kuman sampai masuk gejala awal, seperti susah menelan dan demam sekitar 48 jam. Setelah itu timbul selaput. Lama-lama selaput itu menyebar. Jika sudah menyebar dan tidak langsung diobati, penyakit tersebut akan menyebar ke organ tubuh lainnya seperti ke paru-paru dan jantung. Bahayanya kalau sudah menyebar ke jantung bisa menyebabkan kematian. Meski demikian, tidak semua orang yang terkontaminasi bakteri bisa langsung mengalami gejala-gejala penyakit difteri.
Seperti virus flu, bakteri ini masuk ke tubuh lewat percikan udara ketika seseorang batuk, bersin atau berbicara. Selain itu, bakteri juga dapat ditularkan lewat kontak langsung dengan cairan yang keluar dari saluran pernapasan dan pengelupasan luka kulit. Benda-benda yang terkontaminasi bakteri juga bisa menyebabkan penularan penyakit. Saat bakteri ini masuk ke tubuh lain yang kondisinya sedang lemah dan tidak diimunisasi lengkap, bakteri bisa dengan mudah berkembang dan hidup. ‘’Seseorang sedang dalam kondisi yang bugar dan imunisasi DPTnya lengkap, kecil kemungkinannya untuk tertular,’’ kata Henny Indriyanti. 


Sumber Berita : http://www.suaramerdeka.com/smcetak/detail/21634/Blora-Bebas-dari-Penyakit-Difteri
Baca Terusannya »»  

Stok Darah Aman Sampai Penghujung Tahun

KUDUS- Stok darah di Unit Transfusi Darah PMI Kudus sampai hari ini masih aman. Bahkan, diperkirakan stok tersebut mencukupi hingga di penghujung tahun. Meski demikian kegiatan sumbang darah masih terus dibuka. ”Memang untuk saat ini di sejumlah rumah sakit mengalami peningkatan jumlah pasien.
Hal tersebut hampir terjadi merata di Kudus akan tetapi hal tersebut tidak memiliki dampak terhadap stok darah yang ada di UTD PMI Kudus,” kata dokter fungsional UTD PMI Kudus, dokter Anna Thesia, kemarin. Mengenai jumlah stok darah untuk saat ini, ia menjelaskan per Kamis (14/12) golongan darah A69 kantung, B 169 kantung, AB 50 kantung, dan O 75 kantung.
Kemungkinan jumlah tersebut masih terus bertambah seiring dengan berjalan kegiatan sumbang darah yang terus berlangsung selama sepekan. ”Ditambah lagi, saat ini banyak kegiatan di wilayah Kudus dan salah satunya melibatkan PMI untuk kegiatan donor darah,” jelasnya. 


Sumber Berita : http://www.suaramerdeka.com/smcetak/detail/21654/Stok-Darah-Aman-Sampai-Penghujung-Tahun

Baca Terusannya »»  

Pencairan Dana Pensiun Tak Lagi Sulit


JEPARA- Selama ini, para pensiunan kerap masih kesulitan dalam mengurus dana pensiun. Khususnya, untuk pensiunan TNI dan Polri. Kendati ada sejumlah perbankan yang menjadi mitra PT Taspen (lembaga yang mengurus dana pensiunan PNS) hingga kas keliling, hal itu belum cukup lantaran pensiunan PNS di Jepara tiap tahun terus bertambah.
Sementara, untuk pensiunan TNI atau Polri masih cukup sulit lantaran tak banyak instansi yang menjadi mitra PT Asabri. Terdekat, Kantor PTAsabri ada di Semarang. Alhasil, untuk mengurus pensiun, harus bertolak ke ibu kota Jateng tersebut.
”Untuk mengurus dana pensiun, banyak pensiunan PNS, TNI dan Polri yang harus ke Semarang. Sehingga memang harus ada lembaga keuangan yang bisa memfasilitasi hal itu di Jepara sendiri,” terang Kepala Kantor Cabang Pembantu (KCP) Bank Woori Saudara (BWS) Jepara Yogi Riyanto saat grand opening kantor yang berlokasi di Jalan Pemuda ini, Kamis (14/12).
Pertimbangan tersebut, tandas Yogi, menjadi salah satu alasan lembaga keuangan ini mendirikan kantor cabang pembantu di Jepara. Sebab sudah seharusnya para pensiunan harus mendapatkan pelayanan yang mudah dan tidak terlalu jauh. Selain juga tanpa biaya tambahan dalam proses pengurusan.
”Kami memfasilitasi pencairan segala hal terkait pencairan dana kepensiunan. Kami mitra bayar PT Taspen dan PT Asabri. Untuk mengurus syarat administrasi, kita juga memfasilitasinya. Kami pun bisa jemput bola.
Nanti teller datang ke rumah. Pencairan dana pensiun, serta sejumlah fasilitas lain (tabungan, kredit dan lainnya) pun tak lama,” tegasnya. Kepala UPT Disdikpora Kecamatan Jepara Kota Sudarwanto yang hadir dalam acara pembukaan menjelaskan, sejauh ini memang ada sejumlah permasalahan terkait bekerjasamanya guru PNS dengan suatu lembaga keuangan.
Termasuk dalam persiapan pensiun. Khususnya terkait persoalan administrasi.” Pelayanan (lembaga keuangan) seharusnya tidak boleh mengganggu aktivitas guru,” kata Sudarwanto. Jumlah guru PNS di Jepara memang cukup banyak.
Sudarwanto menuturkan, jumlah guru PNS di tingkat SD se Kabupaten Jepara di kisaran 3.000 guru. Tiap UPT, ada 250 guru SD berstatus PNS. Pembukaan tersebut dihadiri perwakilan Polres Jepara, Kodim 0719 Jepara, Disdikpora Jepara, Camat Jepara Kota Suhendro, serta dihadiri secara langsung Kepala Kantor Cabang Semarang Widodo Tunggulmanik.


Sumber Berita : http://www.suaramerdeka.com/smcetak/detail/21661/Pencairan-Dana-Pensiun-Tak-Lagi-Sulit
Baca Terusannya »»  

Konsumen Langsung Diprioritaskan

KUDUS- Pemilik pangkalan elpiji bersubsidi di Kabupaten Kudus tidak bisa seenaknya lagi menjualnya elpiji bersubsidi kepada pengecer. Konsumen langsung dan pelaku usaha mikro diminta menjadi prioritas penjualannya. Selain itu, penjualan kepada pengecer dibatasi maksimal 50 persen.
Koordinator Hiswana Migas Kabupaten Kudus David Budi Agung mengatakan, pengawasan kepada pangkalan dilakukan rutin oleh agen. Penyaluran dari pangkalan kepada pembeli, baik pengecer maupun ke konsumen langsung, juga terus dipantau. ”Kami juga memantau pangkalan. Jadi tidak bisa seenaknya menjual semuanya ke pengecer,” katanya.
Dia menjelaskan, saat ini distribusi elpiji bersubsidi ke Kabupaten Kudus dinilai cukup aman. Hanya saja, masalahnya sampai sekarang adalah pengecer menjual elpiji 3 kilogram dengan harga lebih tinggi dari harga eceran tertinggi (HET). ”Makanya, kami imbau kepada masyarakat untuk membeli langsung ke pangkalan. Adapun pangkalan juga harus melayani. Kalau ada pangkalan terdekat yang tidak mau melayani, bisa dilaporkan ke Pemkab Kudus melalui Dinas Perdagangan,” terangnya.
Banyak Kejanggalan
Sementara itu, Kabid Fasilitasi Perdagangan dan Promosi pada Dinas Perdagangan Kabupaten Kudus Imam Prayitno mengaku masih menemui banyak kejanggalan distribusi terutama dari tingkat pengecer. Dia mengaku, mengetahui di jalan raya ada pengecer yang bisa membawa elpiji dalam jumlah banyak.
”Pengendalian harga sangat sulit karena pengecer tidak masuk dalam sistem distribusi elpiji bersubsidi,” katanya. Untuk saat ini, dia mengaku tetap menerjunkan petugas untuk memantau ke pangkalanpangkalan dan melihan pendistribusian elpiji dari pangkalan. ”Kalau dari pangkalan, kami bisanya mengecek buku pelanggan,” terangnya. 


Sumber Berita : http://www.suaramerdeka.com/smcetak/detail/21657/Konsumen-Langsung-Diprioritaskan

Baca Terusannya »»  

Lima Ton Sampah di Karimunjawa Dibersihkan

JEPARA- Usai ditimpa cuaca buruk beberapa pekan lalu, warga Karimunjawa dibantu sejumlah instansi dan pelaku usaha pariwisata setempat melakukan kegiatan bersih pantai, Kamis (14/12). Hasilnya, 5 ton sampah berhasil dibersihkan.
Fatah Hidayat, selaku koordinator Sampah Pesisir Yayasan Pitulikur Pulo Karimunjawa menjelaskan, kegiatan itu difokuskan di Pelabuhan Barat (pelabuhan rakyat). Sebab, tumpukan sampah di lokasi itu sangat banyak lantaran hempasan gelombang laut. ”Dalam kegiatan itu, kami dibantu aparat TNI, Polri, Syahbandar, Trans Karimunjawa, perikanan dan kelautan, paguyuban segara, HPI Karimunjawa dan BTNKJ. Sampah yang terkumpul dan selanjutnya dibuang sebanyak 4-5 ton,” terangnya.
Ia menuturkan, sampah sebanyak itu selanjutnya dibuang ke tempat pembuangan akhir (TPA) yang dibuat sendiri. Hingga saat ini, pemerintah belum membuatkan TPA di Karimunjawa.Disinggung keberlanjutan agenda positif tersebut, Fatah menuturkan, pihaknya telah merencanakannya untuk digelar bersih-bersih pantai sekali dalam dua pekan. Itu lantaran potensi sampah yang kandas di pantai Karimunjawa cukup banyak selama musim angin barat (baratan) ini. 


Sumber Berita : http://www.suaramerdeka.com/smcetak/detail/21663/Lima-Ton-Sampah-di-Karimunjawa-Dibersihkan




Baca Terusannya »»