Jumat, 23 Juni 2017

SELAMAT HARI RAYA IDUL FITRI 1438H


Baca Terusannya »»  

VOA

Baca Terusannya »»  

Arus Mudik: Lima Jalur Padat, Termasuk Cipali dan Brexit

JAKARTA - Tiga jalur tol prioritas yang biasa digunakan pemudik, semuanya mengalami kepadatan. Kepala Posko Pusat Operasi Ramadniya, AKBP Hery Sutrisman mengatakan, jalur utara yang dikenal dengan Pantura, jalur Selatan dan jalur arteri Pantura semuanya mengalami kepadatan.
"Semua jalur padat mulai Kamis (22/6) malam. Kemungkinan akan padat sampai malam ini," ujar Hery di kantor Korlantas, Cawang, Jakarta, Jumat (23/6).
Saat ini, jalur tol Cipali dan Brexit juga terpantau padat. Kepadatan itu disebabkan karena masyarakat berhenti di setiap rest area. Sehingga beberapa kali diberlakukan contra flow. "Arah Cipali di km 78 sampai 123 sudah padat dan kecepatan masih 30-40 km," jelasnya.
Sementara di jalur Merak sekitar pukul 10.00 WIB sampai saat ini juga sudah terjadi kepadatan. Namun kepadatan dan kemacetan itu tidak terlalu panjang. Sehingga masih mudah untuk dilakukan beberapa rekayasa lalu lintas pihak kepolisian. "Untuk di Merak tidak begitu bermasalah kepadatannya," pungkasnya.

Sumber Berita : http://www.jpnn.com/news/arus-mudik-lima-jalur-padat-termasuk-cipali-dan-brexit

Baca Terusannya »»  

Jumat Malam Puncak Mudik Volume Kendaraan Meningkat 40 Persen

BREBES -Arus mudik Lebaran 2017 diprediksi mencapai puncak pada Kamis (22/6) malam hingga Jumat (23/6) malam. Masih ada sekitar 1,5 juta calon pemudik yang belum meninggalkan Jakarta.
Mereka mulai keluar Ibu Kota secara bertahap mulai semalam sampai Sabtu (24/6) pagi. ”Mulai malam ini (semalam-Red) arus kendaraan akan padat setelah pulang kerja. Besok (Jumat ini), seharian diprediksi akan padat terus sampai malam. Sabtu mulai turun,” kata Kepala Bagian Penerangan Umum (Kabag Penum) Polri Kombes Martinus Sitompul di Mabes Polri.
Martinus mengatakan, untuk membantu kelancaran arus lalu lintas di gerbang tol Cikarang Utama pada tol Jakarta-Cikampek, pihaknya telah meminta petugas tol membagikan kartu tol secara langsung kepada pengemudi jika terjadi antrean. ”Di Cikarang Utama petugas jemput bola,” ujarnya.
Di gerbang tol Palimanan, jumlah gardu yang digunakan untuk kendaraan yang menuju ke arah timur akan dimaksimalkan. Di gerbang tol Kaligangsa menuju jalan tol darurat Brebes-Gringsing (Batang), pihaknya akan menerapkan diskresi dengan menggratiskan tol jika terjadi antrean panjang.
”Jika di Kaligangsa antrean lebih dari tiga kilometer, akan digratiskan,” katanya. Kemarin, ratusan kendaraan pemudik dari arah Jakarta terpaksa antre di Gerbang Tol Brebes Timur (Brexit) selama sekitar satu jam untuk membayar tol.
Itu terjadi menyusul meningkatnya volume kendaraan pemudik dari Jakarta yang menuju ke Jawa Tengah. Dibanding hari sebelumnya, volume kendaraan pemudik yang melintas di tol Brexit naik 40 persen. Akibatnya, antrean juga terjadi di gerbang tol Kaligangsa, pintu masuk ke tol darurat Brebes-Batang.
Di jalur pantura Brebes, antrean juga cukup panjang akibat tertahan oleh perpotongan arus kendaraan di simpang tiga Brexit. Di Tol Brexit, selain kendaraan yang akan membayar di gardu tol, antrean juga dialami kendaraan yang akan keluar tol menuju jalur pantura Brebes melalui simpang tiga Brexit. Di titik itu, untuk mengurai antrean petugas memberlakukan pola 3-1. Kendaraan dari tol diprioritaskan masuk ke jalur pantura melalui tiga lajur.
Adapun kendaraan dari arah Kota Brebes di jalur pantura ditahan beberapa menit. Akibatnya, arus di jalur pantura mulai simpang tiga Brexit hingga ruas pantura Desa Pesantunan, Kecamatan Wanasari, Brebes, tersendat. Kondisi itu diperparah meningkatnya aktivitas masyarakat yang menyeberang jalan di Pasar Induk Brebes.
Antrean di Brexit dan jalur pantura mulai terurai pada Kamis siang setelah polisi menerapkan pola 3-1 dan menarik arus selama kurang lebih satu jam, pukul 10.00-11.00. Untuk mengecek kondisi di lapangan, Kepala Korlantas Polri Irjen Royke Lumowa turut berpatroli dengan sepeda motor.
Diperkirakan volume kendaraan pemudik yang melintasi Brexit dan jalur pantura Brebes terus meningkat hingga Jumat yang diprediksi menjadi puncak arus mudik Lebaran tahun ini. ”Tadi, saya terjebak antrean saat masuk Gerbang Tol Brexit sekitar satu jam. Perjalanan dari Jakarta, umumnya lancar, hanya ada hambatan di beberapa titik saat masuk gerbang tol,” tutur Akhmad Gozali (45), pemudik asal Bekasi tujuan Semarang.
Data pengelola Tol Kanci-Pejagan, Pemalang menyebutkan, jumlah kendaraan pemudik yang melalui pintu keluar Brebes Timur 27.501 unit. Kendaraan yang masuk tol darurat melalui gerbang tol Kaligangsa 19.822 unit. Sementara, jumlah kendaraan pemudik yang keluar di pintu tol Pejagan 18.526 unit dan Brebes Barat 4.526 unit.
Kasat Lantas Polres Brebes AKPArfan Zulkan Sipayung mengatakan, arus lalu lintas pemudik pada H-3 Lebaran meningkat sekitar 40 persen. ”Kepadatan kendaraan pemudik sudah terurai di Pejagan. Kepadatan arus berpindah ke jalur pantura sepanjang tiga kilometer,” katanya. ”Sekarang sudah tidak ada antrean. Pola 3:1 kami terapkan secara situasional. Jika arus lalu lintas meningkat tajam, maka pola itu akan diterapkan dari Brebes sampai Kota Tegal,”
18 Gardu Tol
Irjen Royke Lumowa mengatakan, belum seluruh penduduk Jakarta yang akan mudik ke Jateng memulai perjalanan. Jalan di Jakarta masih cukup padat, sehingga kemungkinan terjadi lonjakan saat mereka pulang kampung. ”Mudah-mudahan besok mereka pulang bertahap sehingga pada Jumat dan Sabtu tidak melonjak tajam,” ujarnya. Untuk mengantisipasi lonjakan itu, pihaknya akan membuka tol darurat untuk mengurai kemacetan, meski hanya dibuka selama 12 jam.
”Kalau terjadi kemacetan hebat, tetap akan kami buka pada malam hari agar bisa menampung kendaraan pemudik,” katanya. Kepala Cabang Pengelola Jalan Tol Kanci Pejagan Pemalang, Zulmarlian Iskandar mengungkapkan, untuk mengantisipasi peningkatan volume kendaraan di dalam tol itu, pihaknya membuka 18 gardu pembayaran tol, yakni 10 di Kaligangsa dan delapan di Brebes Timur.
Menteri Perhubungan Budi Karya Sumadi mengatakan, jika tol darurat terlalu berdebu, arus mudik akan dilewatkan ke jalur pantura. Demikian pula jika terjadi kerusakan parah, tol akan ditutup sementara.  


Sumber Berita : http://berita.suaramerdeka.com/smcetak/jumat-malam-puncak-mudik/

Baca Terusannya »»  

Jalan di Pati Perlu Pelengkap

PATI - Infrastruktur, terutama jalan, di Pati, yang sebagian besar dalam kondisi baik diharapkan diikuti dengan kelengkapan lain. Komisi C DPRD Pati mengingatkan pihak terkait untuk melengkapi jalan lintaskecamatan dengan lampu penerangan.
”Terutama untuk daerahdaerah yang jauh dari permukiman. Di Pati banyak jalan antarkecamatan yang melintas di tengah hamparan sawah,” kata Ketua Komisi C, Awi, kemarin.
Kondisi tersebut patut dipikirkan lantaran berpengaruh pada keselamatan pengendara, yang kebanyakan warga Pati. Jalan dengan bagian kanan dan kiri sawah dan berjarak panjang biasanya juga rawan terjadi tindak kriminal. ”Jika jalan dalam kondisi terang maka akan mengurangi risiko tersebut pada malam hari.”
Informasi Masyarakat
Menjelang Lebaran, pihaknya memantau secara intensif kondisi infrastruktur di Pati. Kendati pemantauan tak selalu melalui inspeksi mendadak (sidak), pihaknya banyak menerima informasi dari masyarakat dan sesekali turun sendiri. Di luar penerangan, marka jalan juga perlu diperhatikan.
Kelengkapan jalan itu, menurutnya, penting. Jika jalan tak bermarka, peluang untuk mencelakakan pengendara relatif besar. ”Marka itu seperti penunjuk jalan. Jadi pengendara tahu sisi luar dan tengah jalan. Marka juga bisa jadi pantuan jalan menikung dan penanda lain yang menuntun pengguna jalan.”
Di luar dua hal tersebut, legislator asal Batangan ini juga mempersoalkan masih adanya ruas jalan yang bergelombang. Secara bertahap, kondisi tersebut harus diperbaiki karena jalan yang tak rata membahayakan pengendara.
Menjelang Lebaran tahun ini mayoritas jalan antarkecamatan di Pati dalam kondisi relatif baik. Kepala Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (DPUPR) Suharyono menyatakan, sebagian jalan lintaskecamatan itu menjadi jalur alternatif antarkabupaten.” Sudah mulus semua. Hanya beberapa ruas yang bergelombang, tetapi kondisinya tidak parah.”  

Sumber Berita : http://berita.suaramerdeka.com/smcetak/jalan-di-pati-perlu-pelengkap/

Baca Terusannya »»  

Bupati Jepara Jamin Jalan Mulus

JEPARA – Kondisi sejumlah ruas jalan nasional di Jepara dikhawatirkan akan mengganggu kenyamanan pemudik ataupun wisatawan saat libur Lebaran. Pasalnya, sebelum Ramadan, di sejumlah ruas jalan, banyak terdapat lubang ataupun jalan yang bergelombang. ìKami pun khawatir dengan kondisi itu sebab bisa mengganggu pengguna jalan.
Kerusakan jalan nasional masih terlihat hingga menjelang Ramadan,î kata Bupati Jepara, Ahmad Marzuqi. Namun saat ini, menurut dia, kondisi jalur nasional tersebut sudah baik. Lubang-lubang yang sebelumnya menganga saat ini sudah ditutup oleh Satuan Kerja (Satker) Jalan Nasional.
Pemkab Jepara terus berkordinasi dengan Satker soal penanganan kerusakan jalan tersebut karena dikhawatirkan mengganggu pengguna jalan. ìSekarang pengguna jalan bisa nyaman melintas serta bisa mengurangi kecelakaan lalu lintas akibat ada lubang di jalan.”
Salah satu ruas jalan nasional yang sudah diperbaiki secara total yakni turunan Jalan Ratu Shima di perbatasan Kelurahan Pengkol dan Desa Mulyoharjo Kecamatan Jepara Kota. Sebelumnya, jalan tersebut rusak parah. Arus lalu lintas pun tersendat.
Saat ini jalur tersebut mulus. Marzuqi memastikan saat ini Pemkab juga tengah mengupayakan agar ruas jalan menuju lokasi wisata diperbaiki sehingga tidak mengganggu kenyamanan wisatawan saat berkunjung ke Jepara. Perbaikan di jalur tersebut masuk agenda perampungan ”utangî perbaikan jalan kabupaten.
ìTahun sebelumnya sudah dilakukan perbaikan jalan kabupaten sepanjang 400 kilometer. Kami masih punya PR perbaikan jalan kabupaten sepanjang 390 kilometer. Saat ini tengah diusahakan diperbaiki.”  

Sumber Berita : http://berita.suaramerdeka.com/smcetak/bupati-jepara-jamin-jalan-mulus/

Baca Terusannya »»  

Jalur Truk Akan Dicor Beton

BLORA- Kerusakan jalan kabupaten yang menghubungkan Kelurahan Pilang Kecamatan Randublatung menuju Mendenrejo Kecamatan Kradenan akan diperbaiki.
Bupati Djoko Nugroho dalam kunjungannya ke Kecamatan Kradenan belum lama ini mengatakan, Pemkab Blora tahun ini akan mulai melakukan perbaikan jalan tersebut dengan sistem cor beton. “Tahun ini jalan dari Pilang Randublatung menuju Menden akan dicor beton agar lebih kuat dan awet untuk dilalui truk pasir,” ujarnya.
Dia menegaskan, jika pembetonan jalan tersebut selesai, seluruh truk pengangkut pasir dari penambangan di daerah aliran sungai (DAS) Bengawan Solo dari Kradenan dilarang melewati jalan aspal. “Seluruh truk pengangkut pasir nantinya harus melewati jalan yang dicor beton. Jika melanggar diberikan sanksi,” tegas Djoko Nugroho di hadapan warga Kecamatan Kradenan.
Secara Bertahap
Pembetonan ruas jalan tersebut, menurutnya, akan dilaksanakan secara bertahap. Tahun ini akan dilakukan di titik kerusakan terparah yang ada di Dukuh Bapangan Desa Mendenrejo hingga batas Desa Temulus, Kecamatan Randublatung.
Berdasarkan data yang dihimpun dari Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (DPUPR) Kabupaten Blora, untuk perbaikan jalan Pilang-Mendenrejo tersebut disediakan pagu anggaran sebesar Rp 4,9 miliar. Pengerjaan bakal dilakukan setelah Lebaran Idul Fitri. “Kami sedang siapkan lelang proyeknya,” ujar Kepala DPUPR Blora Samgautama Karnajaya, kemarin.
Sementara itu berdasarkan pemantauan, kerusakan ruas jalan kabupaten di wilayah Blora Selatan itu mulai tampak dari di Dukuh Bulakan Desa Pilang ke timur hingga Desa Temulus perbatasan Desa Mendenrejo Kecamatan Kradenan. Banyak aspal yang remuk, terkelupas sehingga menimbulkan lubang.
Saat musim kemarau, ruas jalan yang kerap dilewati truk pengangkut pasir itu berdebu. Sedangkan saat musim hujan, genangan air menutupi lubang jalan. Selain itu di beberapa titik, lumpur mengotori badan jalan. 

Sumber Berita : http://berita.suaramerdeka.com/smcetak/jalur-truk-akan-dicor-beton/
Baca Terusannya »»