ASIANGAMES2018

Cari Blog Ini

Senin, 20 Agustus 2018

2 Emas Sudah Diraih, Presiden Jokowi: Bisa Saja Nanti Delapan Besar

Presiden Joko Widodo (Jokowi) tidak menyembunyikan kegembiraannya saat atlet Wushu putri Lindswell Kwok berhasil menyumbangkan medali emas kedua untuk kontingen Indonesia pada partai final Wushu Asian Games 2018 nomor taijijian, di Hall B JI Expo, Kemayoran, Jakarta, Senin (20/8) pagi.
Presiden datang langsung menyaksikan Lindwell Kwok berlaga di babak final itu. “Saya datang ingin memberi semangat setelah kemarin sore di taekwondo juga mendapatkan emas, pagi ini kembali kita mendapatkan emas dari Lindswell,” kata Presiden kepada wartawan usai menyaksikan Lindswell Kwok meraih medali emas.
Semangat emas ini, kata Presiden, yang akan terus ia dorong. “Di sana emas, di sini emas wah, yang nonton juga senang, penampilannya juga mendekati sempurna dengan nilai 9,75,” ujar Presiden memuji penampilan Lindswell Kwok.
Dengan dua emas yang sudah diperoleh kontingen Indonesia, yang masing-masing dipersembahkan oleh Defia Rosmaniar dan Lindswell Kwok, saat Asian Games XVIII baru memasuki hari kedua, Presiden Jokowi menyampaikan optimismenya target 10 besar akan tercapai.
“Belum tentu 10 besar, bisa saja nanti delapan besar atau ya hahaha,” ucap Presiden Jokowi seraya menambahkan, dirinya akan berusaha datang untuk memberikan semangat kepada atlet Indonesia yang sedang bertanding di Asian Games 2018.

Siapkan Bonus Rp1,5 miliar Bagi Peraih Emas

Menteri Pemuda dan Olahraga (Menpora) Iman Nahrawi yang turut mendampingi Presiden Jokowi dalam kesempatan itu mengatakan, pemerintah telah menyiapkan bonus sebesar Rp1,5 miliar bagi peraih emas Asian Games 2018.
“Doakan medali emas terus mengalir ke Indonesia. Sejauh ini semua masih sesuai rencana,” ucap Menpora.


Sumber Berita : http://setkab.go.id/2-emas-sudah-diraih-presiden-jokowi-bisa-saja-nanti-delapan-besar/
Baca Terusannya »»  

Lindswell Kwok Beri Emas Kedua, Presiden Jokowi: Sang Ratu Asia Tenggara, Kini Jadi Ratu Asia

Atlet wushu Indonesia Lindswell Kwok mempersembahkan emas kedua bagi kontingen Indonesia dalam Asian Games XVIII tahun 2018, setelah dalam nomor Taijiquan-Taijijian putri memperoleh angka memuaskan 19.50 dalam pertandingan di Hall B JI Expo, Jakarta, Senin (20/8) siang.
Nilai Lindswell Kwok itu mengungguli nilai yang diperoleh saingan terdekatnya Uen Ying Juanitamok dari Hong Kong dengan nilai 9,71 yang berada di urutan kedua, dan Agatha Chrystenzenwong dari Filipina dengan nilai 9,68 di uruan ketiga.
Atas keberhasilan Lindswell Kwok memperoleh medali emas kedua itu, Presiden Joko Widodo (Jokowi) langsung menyampaikan ucapan selamat.
“Lindswell, sang ratu wushu Asia Tenggara, kini menjadi ratu Asia. Selamat!” tulis Presiden Jokowi melalui akun twitternya @jokowi yang diunggahnya beberapa saat lalu.
Presiden Jokowi menyaksikan secara langsung saat Lindswell Kwok berlaga pada partai final cabang olahraga wushu nomor Taijiquan dan Taijijian putri di ajang Asian Games 2018 itu.
Presiden datang didampingi beberapa menteri di Kabinet Kerja seperti Menteri Pemuda dan Olahraga (Menpora) Imam Nahrawi, Menteri Perindustrian yang juga Ketua Umum Pengurus Besar Wushu Indonesia (PB WI) Airlangga Hartarto, dan Chief de Mission (CdM) Indonesia Syafruddin.



Sumber Berita : http://setkab.go.id/lindswell-kwok-beri-emas-kedua-presiden-jokowi-sang-ratu-asia-tenggara-kini-jadi-ratu-asia/
Baca Terusannya »»  

Asian Games 2018: Defia Rosmaniar Persembahkan Emas Pertama Untuk Indonesia

Atlet taekwondo Indonesia Defia Rosmaniar mempersembahkan medali emas pertama buat Indonesia, setelah menjuarai nomor Poomsae individual putri cabang taekwondo.
Defia meraih emas setelah mengalahkan taekwondoin Iran Marjan Salahshouri dengan angka 8.690-8.470 dalam pertandingan di JCC Senayan, Jakarta, Minggu (19/8) siang.
Sebelumnya Defia maju ke babak semifinal setelah lolos dari babak 16 besar dan perempat final.
Di babak 16, Defia menyingkirkan Wong Kai Yu dari Hong Kong, sementara di perempat final mengalahkan Tuyet Van Chau dari Vietnam.
Di babak semifinal, atlet taekwondo Indonesia tersebut bertemu wakil Korea, Jihye Yun.
Gadis berhijab ini kelahiran 25 Mei 1995 ini mempunyai tinggi 167 centimeter (cm) dan berat 51 kilogram (kg).
Medali emas untuk Defia dikalungkan langsung oleh Presiden Joko Widodo yang menyaksikan pertandingan babak final Defia.


Sumber Berita : http://setkab.go.id/asian-games-2018-defia-rosmaniar-persembahkan-emas-pertama-untuk-indonesia/
Baca Terusannya »»  

BNPB: 10 Orang Meninggal Dunia

KBRN, Jakarta : Gempabumi yang beruntun mengguncang Lombok menyebabkan korban jiwa dan kerusakan bangunan bertambah.
Gempa dengan kekuatan 6,9 SR, bukan 7 SR, telah diralat BMKG. Gempa yang mengguncang Lombok dan sekitarnya pada Minggu (19/8/2018) pukul 19.56 WIB menimbulkan guncangan keras di Lombok Timur dan Lombok Utara dengan intensitas VI-VII MMI (kuat).
Data sementara yang berhasil dihimpun Posko Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) hingga Senin (20/8/2018) pukul 10.45 WIB, tercatat 10 orang meninggal dunia, 24 orang luka-luka, 151 unit rumah rusak (7 rusak berat, 5 rusak sedang, 139 rusak ringan) dan 6 unit fasilitas ibadah. Ini adalah data sementara karena pendataan masih berlangsung. Kendala listrik padam total menyebabkan komunikasi dan pendataan terhambat.
“Korban meninggal sebagian karena tertimpa bangunan roboh dan sebagian karena serangan jantung kaget menerima guncangan gempa yang keras,” ujarnya dalam keterangan yang diterima RRI.co.id, Senin (20/8/2018).
Sementara itu, dampak gempa 6,5 SR yang mengguncang Lombok Timur pada pada Minggu (19/8/2018) pukul 11.06 WIB juga menimbulkan korban jiwa dan kerusakan. Berdasarkan pendataan hingga Minggu sore sebelum gempa 6,9 SR tercatat 2 orang meninggal dunia, 1 orang luka, 1.700 unit rumah rusak dimana 1.054 rusak berat dan 646 rusak ringan, dan 5 bangunan publik rusak.
BNPB berupaya melakukan penanganan darurat terus diintensifkan. Percepatan bantuan perbaikan rumah rusak terus dilakukan. Begitu juga perbaikan fasilitas umum seperti rumah sakit, puskesmas, dan sekolah darurat dilakukan percepatan sambil menunggu tahapan rehabilitasi dan rekonstruksi nantinya. Operasi pasar untuk pemenuhan kebutuhan dasar dan ketersediaan bahan-bahan pokok terus dilakukan. 




Sumber Berita :  http://rri.co.id/post/berita/563337/nasional/bnpb_10_orang_meninggal_dunia.html

Baca Terusannya »»  

Lapangan di Mataram Penuh Pengungsi Pascagempa Lombok

KBRN, Jakarta : Lapangan terbuka di Kota Mataram, Nusa Tenggara Barat (NTB), penuh dengan para pengungsi yang mendirikan tenda setelah gempa 7 Skala Richter yang berpusat di Lombok Timur mengguncang daerah itu pada Minggu (19/8/2018) malam.

Wartawan Antara di Mataram pada Senin dini hari melihat halaman Gedung TVRI, lapangan di dekat Islamic Center Jalan Udayana dan Lapangan Auri penuh dengan para pengungsi.

Mereka mendirikan tenda alakadarnya karena tidak berani untuk pulang ke rumah, khawatir getaran gempa yang berturut-turut membahayakan keselamatan diri dan keluarga mereka.

Selain itu, tidak sedikit pula warga yang mendirikan tenda di trotoar Jalan Majapahit. Tidak sedikit pula yang tidur hanya beralaskan tikar di sana.

Pada Minggu (19/8/2018) pagi sudah banyak warga yang meninggalkan tenda pengungsian. Namun kembali lagi setelah gempa dengan kekuatan 5,4 SR dan 6,5 SR yang berpusat di Lombok Timur terjadi pada Minggu siang. Jumlah warga yang kembali ke pengungsian bertambah setelah gempa 7 SR pada Minggu malam.

Sementara itu, mobil ambulans terlihat hilir-mudik menuju Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Kota Mataram. Badan Penanggulangan Bencana Daerah belum menyampaikan data resmi mengenai korban dan dampak gempa terkini di Lombok. 



Sumber Berita : http://rri.co.id/post/berita/563247/nasional/lapangan_di_mataram_penuh_pengungsi_pascagempa_lombok.html
Baca Terusannya »»  

Dampak Gempa di Lombok Timur Semalam, 175 Rumah Rusak

KBRN, Jakarta : Kepala Dinas Sosial Nusa Tenggara Barat (NTB) Akhsanul Halik menjelaskan dampak gempa bumi yang mengguncang Lombok Timur berkekuatan 7 Skala Ritcher (SR) pada Minggu (19/8/2018) pukul 21.56 WIB menghancurkan rumah warga. Dia mengungkapkan, ada 175 rumah yang rusak berat.
Kepala Dinsos menjelaskan bahwa dampak terparah dari gempa semalam ada di Kecamatan Sambelia, Kabupaten Lombok Timur dan ada dua desa yang terparah yaitu Desa Sugian dan Desa Belanting.
“Lebih 175 rumah rusak, di desa lain ada 50 rumah rusak. Rusak berat sampai roboh,” ujarnya ketika diwawancarai RRI Pro3, Senin (20/8/2018).
Kepala Dinas Sosial mencatat ada satu orang korban meninggal dunia akibat dampak gempa Lombok Timur. Dijelaskan olehnya saat ini korban sudah mengungsi sejak Minggu, 5 agustus 2018, tetapi beberapa warga sudah kembali kerumah.
"Karena masih trauma jadi beberapa warga masih singgah di pengungsian sampai sekarang," jelasnya.
Akhsanul melaporkan setelah gempa 7.0 SR sekiranya ada sembilan kali gempa susulan yang kembali mengguncang Lombok Timur, dan dijelaskan olehnya bahwa gempa tersebut membuat warga Lombok Timur jiwanya menjadi trauma. 


Sumber Berita : http://rri.co.id/post/berita/563292/nasional/dampak_gempa_di_lombok_timur_semalam_175_rumah_rusak.html

Baca Terusannya »»  

Kominfo Kirim Tambahan 34 Telepon Satelit untuk Koordinasi Penanganan Bencana di Lombok


Badan Aksesibilitas Teknologi Informasi (BAKTI) Kementerian Komunikasi dan Informatika mengirimkan tambahan 34 unit telepon satelit untuk mendukung kebutuhan telekomunikasi penanganan bencana. 
Perangkat yang akan dikirimkan hari ini, Senin (20/08/2018) itu akan melengkapi perangkat telepon satelit yang telah dikirimkan sebelumnya dan sudah operasional menjadi 50 unit. 
"Hari ini Tim BAKTI akan membawa 34 telepon satelit tersebut ke Lombok. Sementara saat ini di Lombok kami telah tempatkan 16 telepon satelit", kata Anang Latif, Dirut BAKTI.
Menurut Dirut BAKTI penambahan itu dilakukan sesuai arahan Menteri Kominfo Rudiantara. "Semalam, usai kejadian gempa bumi, Pak Menteri langsung menginstruksikan agar kami menambah dukungan telepon satelit beserta pulsanya yang mencukupi," jelas Anang Latif.
Pasca gempa bumi 7.0 SR dengan pusat di bagian barat Sumbawa Barat, Minggu (19/08/2018) sejumlah kawasan di Pulau Lombok kembali terdampak.  Aliran listrik di Lombok Timur dan Lombok Utara dilaporkan padam. Padamnya aliran listrik berpotensi memengaruhi operasional base station atau BTS yang ada di Pulau Lombok.
Gempa susulan yang masih berlangsung juga membutuhkan dukungan sarana telekomunikasi agar koordinasi penanganan dampak bencana berlangsung lebih cepat.
Distribusi telepon satelit tersebut akan dikoordinasikan oleh Koordinator Lapangan Kemkominfo di Lombok yaitu I Komang Sudiarta, Kepala Balai Monitor (Balmon) Spektrum Frekuensi Radio Kelas II Mataram yang beralamat di Jalan Singosari No 4 Mataram. Tlp.0370646411. Fax. 0370 648740.
Selain memberikan bantuan telepon satelit, saat ini BAKTI Kominfo juga tengah melakukan monitoring kondisi VSAT Portable yang digunakan untuk mendukung kebutuhan jaringan internet di media center yang ada di Kantor Gubernur dan Kantor Bupati Lombok Barat. Kontak media center Posko Penanganan Bencana sebagai berikut:




Sumber Berita : https://www.kominfo.go.id/content/detail/13960/siaran-pers-no-187hmkominfo082018-tentang-kominfo-kirim-tambahan-34-telepon-satelit-untuk-koordinasi-penanganan-bencana-di-lombok/0/siaran_pers
Baca Terusannya »»  

Gempa 7 SR Kembali Guncang Lombok

Gempabumi dengan kekuatan 7 SR kembali mengguncang Lombok dan daerah sekitarnya. BMKG melaporkan gempabumi berkekuatan 7 SR dengan pusat gempa di laut, 30 km timur laut Lombok Timur NTB pada kedalaman 10 km terjadi pada Minggu 19/8/2018 pukul 21.56 WIB. Gempa tidak berpotensi tsunami.

Posko BNPB telah melakukan konfirmasi ke BPBD untuk mengetahui dampak gempa. Guncangan gempa dirasakan keras Lombok Timur, Lombok Utara, Sumbawa Barat, Sumbawa Besar, Lombok Barat dan Kota Mataram selama 5-10 detik. Gempa dirasakan sedang di Bali seperti di Jembrana, Kota Denpasar, Karangasem, Badung, Gianyar, Bangli, Kulungkung dan Buleleng selama 5-10 detik. Gempa juga dirasakan ringan di Jawa Timur bagian timur dan Makassar.

Masyarakat panik dan berhamburan keluar rumah di Lombok. Sebagian masyarakat histeris karena merasakan guncangan gempa yang lebih keras dibandingkan sebelumnya. Mereka mendengar suara gemuruh yang kemungkinan berasal dari longsoran di perbukitan dan Gunung Rinjani. Belum dapat dipastikan dampak gempa karena listrik padam dan komunikasi mati di Lombok Timur.

Kondisi listik PLN padam di seluruh Lombok. Kondisi gelap gulita sehingga menyulitkan untuk memperoleh informasi dampak gempa.

Gubernur NTB telah menghimbau pada masyarakat Lombok untuk tetap waspada dan tenang. Bagi masyarakat di sekitar Sembalun dan Sambelia Lombok Timur agar menjauhi perbukinan. Masyarakat agar menjauhi bangunan dan rumah yang sudah tidak memenuhi standar keamanan. Aktivitas pendidikan pada berbagai tingkatan agar diliburkan sampai batas waktu yang ditentukan kemudian.

Gempa dirasakan keras di Lombok Timur yang paling berdekatan dengan pusat gempa. Gempa dirasakan VI MMI di Lombok Timur. Berdasarkan laporan dari aparat di Lombok Timur belum dapat dipastikan berapa korban jiwa dan kerusakan. Situasi listrik padam. Gempa susulan masih terasa. Warga mengamankan diri dan mengungsi di lapangan yang ada dan menjauhi bangunan-bangunan.

Di Kecamatan Sembalun Lombok Timur, evakuasi warga yang sedang dirawat di Pustu Sembalun menuju Rumah sakit Lapangan Yonkes di Lapangan Sembalun. Masyarakat juga diarahkan mengungsi di lapangan Sembalun. Beberapa rumah dan bangunan roboh.

Banyak bangunan roboh di Kecamatan Sambelia. Masyarakat berkumpul di lapangan dan di tempat yang aman. Masyarakat merasakan trauma dengan gempa.

Kepala BNPB Willem Rampangilei telah berkoodinasi dengan Panglima TNI terkait pengiriman bantuan logistik dan peralatan menyusul gempa susulan 7 SR. Pesawat-pesawat Hercules TNI di Lanud Halim Perdanakusuma di Jakarta  dan Lanud Abdurahman Saleh di Malang disiakan untuk mengangkut bantuan. Demikian juga kapal KRI jika diperlukan. Menteri BUMN akan lebih meningkatkan operasi pasar beras dan kebutuhan-kebutuhan dasar di Lombok.


Sumber Berita : https://bnpb.go.id/gempa-7-sr-kembali-guncang-lombok
Baca Terusannya »»  

Pulau Lombok Kembali Diguncang Gempabumi M=7.0, Tidak Berpotensi Tsunami

Hari Minggu, 19 Agustus 2018 Pulau Lombok kembali diguncang gempabumi yang signifikan, dengan parameter sebagai berikut:
  • Hari, Tanggal, Pukul : Minggu, 19 Agustus 2018, 22.56.27 WITA
  • Kekuatan : M=7.0
  • Lokasi : 8.28 LS dan 116.71 BT
  • Kedalaman : 10 Km
Update parameter gempa bumi
  • Hari, Tanggal, Pukul : Minggu, 19 Agustus 2018, 22.56.27 WITA
  • Kekuatan : M=6.9
  • Lokasi : 8.44 LS dan 116.68 BT
  • Kedalaman : 18 Km
Dikirim dalam waktu : 4 menit 06 detik setelah gempa terjadi berdasarkan data dari 35 sensor. Kemudian diperbaharui menjadi M=6,9 berdasarkan data dari 144 sensor.Dengan memperhatikan lokasi episenter gempabumi M=6,9 yang terletak di ujung timur Pulau Lombok dan diikuti sebaran episenter gempa yang mengikutinya yang membentuk kluster episenter dengan sebaran ke arah timur hingga di sebelah utara Sumbawa Barat maka dapat disimpulkan bahwa gempa yang terjadi merupakan aktivitas gempa baru yang berbeda dari gempa berkekutan M=7,0 yang terjadi pada 5 Agustus 2018.
Meskipun seluruh aktivitas gempa yang terjadi berkaitan dengan struktur geologi sesar naik Flores tetapi antara gempa M=7,0 dan gempa M=6,9 yang terjadi baru saja memiliki bidang deformasi yang berbeda.
Hasil analisis mekanisme sumber gempabumi ini menunjukkan gempa ini dibangkitkan oleh deformasi batuan dengan mekanisme pergerakan naik (thrust fault).
Dampak gempa M=6,9 berdasarkan laporan dari masyarakat dan hasil analisis peta guncangan menunjukan bahwa guncangan dirasakan di daerah Lombok Utara dan Lombok Timur mencapai VI-VII MMI. Sementara itu di Lombok Barat, Mataram, Praya dan Sumbawa memiliki intensitas V-VI MMI. Guncangan juga dirasakan di Denpasar dan Waingapu dengan skala III-IV MMI, di Ruteng dengan skala II-III MMI, di Makassar I-II MMI.
Skala intensitas VI-VII MMI artinya struktur bangunan standar dapat mengalami rusak sedang dan bangunan tidak standar dapat mengalami rusak sedang hingga berat. Sedangkan skala intensitas III-IV MMI artinya semua orang merasakan namun belum terjadi kerusakan, tapi dalam kondisi bangunan yang sudah terguncang beberapa kali bisa saja menimbulkan kerusakan.
Hingga tanggal 20 Agustus 2018 pukul 12.00 WITA, hasil monitoring BMKG menunjukkan telah terjadi 106 aktivitas gempa susulan (aftershock), diantaranya 9 gempabumi dirasakan. Kepada masyarakat diimbau agar tetap tenang dan tidak terpengaruh oleh isu yang tidak dapat dipertanggungjawabkan kebenarannya.


Jakarta, 20 Agustus 2018
Kepala Badan Meteorologi Klimatologi dan Geofisika
Prof. Ir. DWIKORITA KARNAWATI, M.Sc., Ph.D.


Sumber Berita : http://www.bmkg.go.id/press-release/?p=pulau-lombok-kembali-diguncang-gempabumi-m7-0-tidak-berpotensi-tsunami&tag=press-release&lang=ID
Baca Terusannya »»  

Bupati Haryanto Serahkan Penghargaan Kepada Pemenang Festival Pawai Pembangunan

Pati Kota, Malam Penyerahan hadiah penenang Pawai Pembangunan Kabupaten Pati tahun 2018 dikemas dalam Hiburan Rakyat Pentas Wayang Kulit dengan dalang Ki Anom Suroto. Pemenang Festival Lomba Pawai Pembangunan 2018 diberikan langsung oleh Bupati Pati H.Haryanto dan Wakil Bupati Pati H.Saiful Arifin di hadapan ribuan warga yang hadir di Alun Alun Pati (minggu, 19/8/2018).
Dalam acara tersebut dihadiri jajaran Forkopimda Pati, seluruh OPD se Kabupaten Pati, tamu undangan serta warga Pati.
Dalam sambutan Bupati Pati H.Haryanto menyampaikan ucapan terimakasih pada semua warga masyarakat Kabupaten Pati dan peserta pawai atas partisipasinya, selamat kepada para pemenang lomba dan jangan bosan dan kecewa bagi yang tak meraih juara karna Pawai Pembangunan ini tidak mencari menang dan kalah akan tetapi kegiatan ini suatu kebanggaan dan rasa syukur kita sebagai bangsa indonesia dalam merayakan HUT Kemerdekaan RI ke 73 serta peringatan hari jadi kota Pati ke 695 .
Serangkaian acara tersebut sekaligus di meriahkan pagelaran wayang kulit oleh dalang senior Ki Anom Suroto dengan lakon ” Kembang Dewo Retno ”
Antusias yg cukup tinggi warga masyarakat Pati dalam menyaksikan pagelaran ini hingga mencapai lebih 3.000 penonton memadati komplek Alun Alun Simpang Lima Pati.



Sumber Berita :  https://www.patinews.com/bupati-haryanto-serahkan-penghargaan-kepada-pemenang-festival-pawai-pembangunan/
Baca Terusannya »»  

Ini Harapan Wabup di Festival Pawai Pembangunan

PATI-Pemkab Pati kemarin menggelar Festival Pawai Pembangunan dalam rangka HUT RI ke-73 dan Hari Jadi Kabupaten Pati ke-695. Panggung VIP yang berada di depan Kantor Bupati Pati disiapkan untuk menyaksikan para peserta yang melintas di Alun-Alun Pati. Selain Bupati, hadir pula Wakil Bupati, Sekda, Forkompimda, para OPD dan Ketua Tim Penggerak PKK Kabupaten Pati.
Pawai dimulai dari Jalan Panglima Sudirman menyusuri Alun-Alun Pati menuju Jalan Pemuda kemudian mengarah ke selatan melewati Bangjo Blaru, lalu belok ke Jalan Syeh Jangkung lantas melewati Puri menuju arah Stadion Joyokusumo berbelok ke Jalan A.Yani dan Finish di SMAN 2 Pati.
Pawai Pembangunan kali ini diikuti oleh 156 peserta. "Ini sudah menjadi agenda rutin tahunan Pemkab Pati untuk menyampaikan capaian pembangunan kerakyatan sekaligus memberikan hiburan gratis bagi rakyat Pati dan juga guna menampilkan kreasi seni budaya Pati", terang Wakil Bupati (Wabup) Saiful Arifin (Safin).
Ia pun mengajak masyarakat Pati untuk menikmati dan menghargai pembangunan yang sudah dicapai di berbagai bidang. Untuk itu, Saiful Arifin mewakili pemerintah daerah mengucapkan  terima kasih kepada seluruh anggota masyarakat yang mengikuti acara dengan baik dan mengenalkan produk-produk unggulan di Kabupaten Pati.



Sumber Berita :  https://www.patikab.go.id/v2/id/2018/08/20/ini-harapan-wabup-di-festival-pawai-pembangunan/
Baca Terusannya »»  

Aparat Gabungan TNI – Polri, Amankan Konser New Pallapa di Baleadi Sukolilo

PATI SUKOLILO – Minggu Tanggal 19 Agustus 2018 mulai pukul 13.00 Wib Bertempat di depan Mako Polsek Sukolilo telah dilaksanakan Apel Persiapan Pengamanan Dangdut OM New Palapa dalam rangka Menyambut HUT Kemerdekaan RI ke 73 di Desa Dukuh Papasan Desa Baleadi  Kec. Sukolilo, Pati.
Pengamanan Orkes dangdut tersebut melibatkan personel Polsek Sukolilo dan Koramil Sukolilo dan Sat Sabhara Polres Pati
Personel Kepolisian beserta Koramil Sukolilo menghimbau kepada pengunjung agar selama pertunjukan dijaga keamanan, ketertiban dan kerukunan serta hindari tawuran jadikan tontonan ini sebagai hiburan.
Dengan adanya hiburan Musik dangdut tersebut tidak menutup kemungkinan rawan akan terjadinya perkelahian disebabkan penonton dipengaruhi minuman keras.
Sampai dengan selesai kegiatan pertunjukan orkes music dangdut berlangsung aman berkat peran aktif seluruh personil gabungan yang terlibat pengamanan yang dipimpin langsung oleh Kapolsek Sukolilo Iptu Supriyono, SH..


Baca Terusannya »»  

Panen Padi Deplot Kodim 0718/Pati Untuk mendukung Swasembada Pangan.

PATI- Komandan Kodim (Dandim) 0718/Pati Letkol Arm Arief Darmwan.S.sos beserta anggota melaksanakan Panen Padi Demplot Kodim 0718/Pati dalam rangka mendukung swasembada pangan di  kabupaten Pati , pada lahan persawahan seluas 1 Hektar di Desa ,Tlutup Kecamatan Trangkil, Sabtu (18/08/2018)
Dalam acara tersebut diikuti,Komandan kodim 0718/ pati Letkol Arm Arief Darmawan S.Sos,Kasdim 0718/pati
Mayor Inf Sholihin.S.Ag.Danramil jajaran kodim 0718/pati,Kepala desa Tlutup beserta perangkatnya,PPL se kec Trangkil,KKN LPPM Undip semarang.
Dandim Pati mengatakan” selamat datang dan ucapan puji Syukur Program panen padi demplot Kodim Pati ini merupakan peningkatan stok pangan dan ketahanan pangan nasional serta kebutuhan bahan pokok .
Kegiatan ini merupakan program TNI  menyewa lahan dan hasil demplot ini digunakan untuk kegiatan sosial serta untuk cadangan pangan,Kita berharap Indonesia ini aman tentram sejahtera dan kita harus mendukung swasembada Pangan Nasional.



Sumber Berita :  http://www.kodimpati.com/warta-tni/panen-padi-deplot-kodim-0718-pati-untuk-mendukung-swasembada-pangan.html
Baca Terusannya »»  

Wabup Saiful Arifin, Resmikan WiBe-K (Wisata Bendungan Kletek) Pucakwangi

 
PATI-Wabup Saiful Arifin, Resmikan WiBe-K (Wisata Bendungan Kletek) Pucakwangi
PatiNews.Com – Pucakwangi, Wakil Bupati H.Saiful Arifin resmi melounching wisata Wi be-K (Wisata Bendungan Klethek) di desa Klethek Kecamatan Pucakwangi Pati.
Peresmian wisata di daerah Pucakwangi Pati merupakan salah satu program kerja yang menjadi konsern pemerintah Kabupaten Pati salah satunya dengan cara meningkatkan sektor pariwisata yang kreatif didukung support oleh perbankan untuk mendanai dan masyarakat desa itu sendiri guna menambah income perekonomi perdesaan yang mandiri.
Saiful Arifin dalam sambutannya mengajak
“Mari pemuda pemudi indonesiaa bangkitlah muda jangan foya foya dan mari berkembang beride kreatif membangun desa kita untuk bangsa. Demikian juga dengan adanya potensi wisata Bendungan Klethek bisa bermanfaat baik warga sekitar dan memberikan hiburan lapisan masyarakat,”.
Bendungan Klethek merupakan salah satu potensi wisata yang patut dikembangkan di Kabupaten Pati. Selain adanya bendungan air yang presentatif para pengunjung bisa menikmati beraneka ragam kuliner di komplek wisata yang tertata dengan apik dan nyaman.




Sumber Berita :   https://www.patinews.com/wabup-saiful-arifin-resmikan-wibe-k-wisata-bendungan-kletek-pucakwangi/
Baca Terusannya »»  

Pemkab Pati Gelontor Rp 30,7 Miliar Perbaikan 12 Titik Drainase

PATI, – Tahun ini Pemkab Pati akan melakukan perbaikan 12 titik drainase dan trotoar menelan anggaran Rp 30,7 miliar.  Dari 12 titik tersebut 10 di antaranya pembangunan drainase terbuka dan dua lainnya drainase tertutup serta perbaikan trotoar.
Kepala DPUPR Ahmad Faisal melalui Kabid Cipta Karya Arief Wahyudi mengatakan untuk 10 pembangunan drainase terbuka itu di Jalan Bakalan-Dumpil, Jalan Winong-Jakenan, Jalan Pati- Gembong, Jalan Tlogowungu- Pati, jalan Guyangan- Juwana, Jalan Pati-Gabus, Jalan Gunungwung-Bondol, Jalan Sukoharjo- Gembong, Jalan Kayen- Tambakromo, Jalan Jetak- Guyangan.
‘’Sedangkan untuk jalan Kiai Saleh dan Jalan Kamandowo nantinya akan dilakukan pembangunan saluran drainase sekaligus perbaikan dilakukan pada trotoarnya,’’ katanya.
Rencananya pembangunan trotoar di dua jalan tersebut akan dilakukan penggantian. Bila awalnya hanya menggunakan paving biasa ke depan akan diarahkan untuk menggunakan keramik ramah difabel. ‘’Anggaran sebesar itu kami dapatkan dari alokasi bantuan dari provinsi,’’ujarnya.
Untuk drainase akan menggunakan beton dengan jenis U-Ditch. Pemilihan bahan tersebut karena dinilai lebih tahan saat digunakan untuk pengerjaan drainase.  ‘’Material beton jenis u-dicth nantinya akan menggunakan ukuran lebar 80 sentimeter, dan kedalaman 80 sentimeter,’’ tambahnya.
Dia berharap pada November mendatang keseluruhan proyek tersebut sudah dapat dirampungkan. Terlebih biasanya saat November sudah memasuki musim penghujan sehingga diharapkan penataan drainasenya bisa berjalan maksimal.




Sumber Berita : https://www.suaramerdeka.com/news/baca/116059/pemkab-pati-gelontor-rp-307-miliar-perbaikan-12-titik-drainase
Baca Terusannya »»  

Pemkab Pati Usul Bantuan Pilkades Rp 3 Miliar

PATI, - Dalam pelaksanaan pemilihan kepala desa (Pilkades) serentak pemerintah kabupaten (Pemkab) akan memberikan bantuan keuangan kepada desa peserta. Pemkab Pati mengusulkan anggaran bankeu pelaksanaan pilkades serentak sekitar Rp 3 miliar lebih.
‘’Namun untuk berapa realisasinya nanti tentu kami harus menunggu keputusan dalam pembahasan anggaran,’’ ujar Kasubag Pemerintahan Desa Indah Pebriana.  Bankeu itu diharapkan dapat menjadi salah satu sumber pembiayaan dalam pelaksanaan pilkades yang direncanakan digelar Desember mendatang.
Indah Pebriana menambahkan sebenarnya pemerintah Kabupaten (Pemkab) Pati telah mengganggarkan di APBD tahun 201, namun pengganggaran itu dipastikan akan berubah mengingat adanya penambahan jumlah peserta di pilkades serentak tahun ini.
‘’Untuk di APBD Murni sebenarnya sudah tapi itu dianggarkan saat pesertanya masih 55 desa sedangkan sekarang ini sudah bertambah menjadi 61 desa,’’ kata Indah. Oleh karenanya, dia mengaku tengah mempersiapkan usulan baru di APBD Perubahan.
Sementara untuk anggaran yang didapatkan tiap desa nantinya akan berbeda-beda sesuai dengan jumlah warganya. Untuk kisarannya nantinya setiap desa akan menerima sebesar Rp 15 ribu dikalikan dengan jumlah penduduk di desa tersebut.
 ‘’Jadi nantinya antardesa berbeda. Selain itu penganggaran juga diambilkan dari APBDes. Jika memang ada yang belum dimasukkan dalam APBDes murni bisa dimasukkan ke dalam Perubahan,’’tambahnya.
Tahun ini pilkades serentak tahap kedua akan digelar dengan jumlah desa 61 desa. Jumlah tersebut lebih sedikit bila dibandingkan pelaksanaan pilkades serentak tahun 2015, hanya 219 desa.
‘’Sedangkan untuk tahap ketiga direncanakan digelar pada tahun 2019 mendatang dengan jumlah sebanyak 121 desa,’’ katanya.



Sumber Berita :  https://www.suaramerdeka.com/news/baca/115739/pemkab-pati-usul-bantuan-pilkades-rp-3-miliar
Baca Terusannya »»  

Proyek Tambat Kapal di TPI Bajomulyo Dikucur Rp 2,4 Miliar

PATI JUWANA – Bupati Pati Haryanto meninjau lokasi persiapan pembangunan tambat labuh kapal di TPI Bajomulyo Juwana kemarin. Ia meninjau langsung proses pembangunannya.
Dengan dibangunnya tambat kapal ini, musibah kebakaran kapal bisa segera diantisipasi dan ditanggulangi. “Diperkirakan tambat labuh kapal ini nantinya bisa menampung sekitar 300 kapal. Sehingga, bisa mengurangi kepadatan kapal yang parkir di tepi sungai,” jelas Bupati.
Haryanto menjelaskan, tahun ini proyek tersebut mendapatkan anggaran sekitar Rp 2,4 miliar. ”Kami hitung secara faktual, sebab ketika tidak dihitung secara faktual, tidak akan tahu berapa dana yang diperlukan,” terangnya.
Haryanto menambahkan, peninjauan lapangan juga dilakukan karena semenjak dianggarkan, penyelesaian pembangunan tersebut belum bisa tuntas. Hal itu lantaran anggaran yang terbatas, juga akses jalan yang baru bisa dilalui pada tahun ini.
“Tidak ada masalah terkait pembebasan lahan, karena lahan seluas 12 hektar yang akan dibangun sudah siap. Justru kami konsentrasi pada pemadatan jalan dan pembuatan jalan,” ungkapnya.
Untuk melakukan efisiensi anggaran, dalam pelaksanaan proyek ini pemerintah daerah juga akan melakukan penggalian bibir sungai terlebih dulu. Tanah dari hasil pengerukan tadi bisa digunakan untuk penimbunan lahan di sekitar lokasi tersebut.
“Lalu kekurangannya bisa dianggarkan lagi, akses jalan untuk material dan parkir sudah dialokasikan,” jelasnya.
Pemerintah Kabupaten Pati mengaku, tetap melakukan koordinasi dengan kementerian agar tetap ada perhatian dari pemerintah pusat. Sebab menurut Haryanto, kalau hanya mengandalkan dana dari pemerintah daerah saja tidak cukup.
“Ini masih kami komunikasikan, semoga bisa keluar. Di samping itu, tambat labuh kapal ini tak semata-mata untuk satu keperluan saja. Tetapi, juga bisa dimanfaatkan untuk tempat industri di wilayah setempat,” pungkasnya.



Sumber Berita  :  https://radarkudus.jawapos.com/read/2018/08/16/92972/proyek-tambat-kapal-di-tpi-bajomulyo-dikucur-rp-24-miliar
Baca Terusannya »»  

Persipa Yr Hanya Sekali Kalah

PATI - Persipa Yunior (Yr) bangkit setelah dikandaskan Hati Beriman FC (HBFC) Salatiga. Dalam lawatan ke Pemalang kontra PSIP Yr, Minggu (19/8), Laskar Saridin Muda memetik hasil seri 1-1.

Tambahan satu poin semakin mengokohkan Persipa Yr di puncak klasemen Grup 2 Piala Soeratin U-17 Jateng. Tim kebanggaan warga Pati mengunci urutan pertama klasemen dengan 19 poin.

Manajemen Persipa Yr Dian Dwi Budianto mengatakan, timnya kini tengah mempersiapkan babak 12 besar. Dua pertandingan terakhir, yang kebetulan berlangsung di luar kandang menjadi bagian dari pemantapan strategi menyongsong fase berikutnya.

"Kami memang tidak melepas satu pertandingan pun dalam fase grup. Kalaupun sempat kalah dengan HBFC 0-2 di Salatiga, itu karena semangat anak-anak sedikit menurun," ujarnya.

Persipa Yr telah dipastikan lolos ke fase 12 besar setelah memenangi enam pertandingan beruntun. Dua pertandingan sisa tidak terlalu menjadi beban. Manajer yang akrab disapa Dian Blado ini mengaku timnya telah siap menghadapi babak berikutnya.

Kepercayaan diri anak-anak asuhan pelatih Eko Supriyanto kembali naik setelah pada laga terakhir dapat mencuri poin. Menurutnya, Persipa Yr unggul terlebih dahulu dalam laga kontra PSIP.

Namun, skor dapat disamakan tuan rumah yang bermain ngotot. Pertandingan berlangsung keras. Sempat terjadi insiden antarpemain yang berbuah kartu merah bagi pemain Persipa Yr Muchammad Munirul Anam.

Pemain Persipa Yr merasa tertekan dengan permainan kasar yang menjurus keras yang diperagakan kubu tuan rumah. Dia berharap pemain tidak cepat puas dengan hasil saat ini. Menurutnya, lolos ke babak 12 besar bukan target yang dipatok pihaknya.

"Perjuangan masih panjang. Kami membidik bisa melaju ke putaran Jawa di Piala Soeratin," tegasnya. Blado pun meminta para punggawa Laskar Saridin Muda menjaga sikap rendah hati. Sekaligus tidak melupakan semangat kedaerahan untuk memberi energi lebih dalam pertandingan berikutnya.



Sumber Berita :  https://www.suaramerdeka.com/smcetak/baca/116480/persipa-yr-hanya-sekali-kalah

Baca Terusannya »»  

Media Massa Harus Gunakan Kaidah Bahasa Indonesia yang Benar

Pati – Penggunaan bahasa Indoensia yang baik dan benar, tidak hanya berlaku dalam pembuatan makalah atau karya ilmiah. Tetapi, bagi pengelola media massa juga harus memperhatikan kaidah tersebut. Seingga, media massa dalam menyampaikan informasi bisa ditangkap oleh informan dengan tepat. Kepala Balai Bahasa Jawa Tengah. Tirto Suwondo melalui wakilnya, Sunarti mengatakan, meskipun bahasa Indonesia sudah menjadi bahasa nasional, tetapi terkadang masing banyak orang yang tidak bisa menggunakan bahasa Indoensia yang baik dan benar. Untuk itu, keberadaan media massa sebagai penyampai informasi, tentunya harus didasari dengan bahasa yang baik.
“Ini sangat penting, sebab ada banyak bahasa lokal atau bahasa daerah yang yang tidak memiliki padanan kata dalam bahasa Indonesia. Sebagai bahasa komunikasi, bahasa Indonesia juga kaya akan makna. Sehingga, apabila ejaannya tidak benar, tentu akan berakibat fatal,” ungkapnya saat memberikan materi dalam penyuluhan Bahasa Indonesia bagi media massa di Hotel Safin Pati, Senin (20/8/2018).
Lebih lanjut, sesuai dengan penelitian yang dilakukan Balai Bahasa Jateng, ada begitu banyak media massa di provinsi ini. Sehingga, apabila dalam penulisan berita itu tidak menggunakan bahasa yang baik, tentu penerima informasi juga tidak akan memahami.
“Lain halnya kalau penulisan berita itu sudah sesuai dengan kaidah bahasa yang baik dan benar, tentunya informasi akan mudah diterima oleh masyarakat,” imbuhnya.
Selain itu, kegiatan tersebut dimaksudkan untuk meningkatkan kompetensi berbahasa dan memartabatkan bahasa Indonesia dalam menjalankan fungsi jurnalistik.


Sumber Berita :  http://www.murianews.com/2018/08/20/147382/media-massa-harus-gunakan-kaidah-bahasa-indonesia-yang-benar.html
Baca Terusannya »»  

Riena Retnaningrum Ditujuk Jadi Penjabat Bupati Kudus

 

KUDUS - Staf ahli Gubernur Jawa Tengah bidang kemasyarakatan dan sumber daya manusia Riena Retnaningrum ditunjuk sebagai Penjabat (Pj) Bupati Kudus.  Riena akan menggantikan posisi Plh Bupati Kudus yang dijabat Samani Intakoris, hingga pelaksanaan pelantikan bupati definitif yang diperkirakan baru dilaksanakan pada 21 September mendatang.
Sekadar diketahui, masa jabatan Musthofa sebagai Bupati Kudus habis per tanggal 14 Agustus 2018. Setelah itu, Gubernur Jawa  Tengah menunjuk Sekda Kudus, Samani Intakoris sebagai Plh Bupati, belum ada surat keputusan pengangkatan Pj bupati belum ditandatangi Mendagri.
Asisten Sekda Kudus, Masut mengungkapkan, rencananya Riena akan mulai melaksanakan tugasnya sebagai Pj bupati Kudus pada 22 Agustus mendatang. ”Jadi, beliau akan mengisi posisi Pj bupati Kudus menggantikan Plh bupati,” kata Masut, Minggu (19/8).
Disinggung mengenai adanya suara miring yang menyebutkan pengangkatan Plh Samani Intakoris menyalahi aturan, Masut membantahnya. Menurutnya, pengangkatan Plt sudah sesuai regulasi.  ”Karena SK Pj bupati belum turun, untuk menghindari kekosongan kekuasaan pada akhir jabatan bupati Musthofa pada 14 Agustus lalu, Gubernur menunjuk Plh,” tandas Masut.
Sementara, Plh Bupati Kudus Samani Intakoris mengungkapkan, pengangkatan Riena sebagai Pj Bupati Kudus berdasarkan SK Nomor 131.33-567 Tahun 2018. Berkas tersebut diterima pada Kamis (16/8). "Di dalam SK tersebut juga dijelaskan, Riena akan melaksanakan tugas harian Bupati Kudus sesuai dengan perundang-undangan," katanya.
Samani melanjutkan, saat ini pihaknya sedang mempersiapkan proses pelantikan Penjabat Bupati Kudus, yang rencananya akan dilantik langsung oleg Gubernur Jateng Ganjar Pranowo di Pendapa Kabupaten Kudus, Selasa (21/8). “Rencanannya yang melantik Pak Ganjar sendiri, pelaksanaannya di Pendopo hari Selasa depan," katanya.
Selain menyiapkan proses pelantikan, imbuhnya, pihaknya juga sedang berkoordinasi dengan Pj Bupati Kudus yang baru. Karena waktunya cukup singkat, maka harus dimaksimalkan. "Mengingat proses pelantikannya tinggal menghitung hari, setelah pelantikan saya kembali jadi Sekda Kudus. Setelah sebelumnya sebagai Plh," kata dia.



Sumber Berita :  http://www.wawasan.co/home/detail/5786/Riena-Retnaningrum-Ditujuk-Jadi-Penjabat-Bupati-Kudus


Baca Terusannya »»  

Kapolres Kudus : Ujaran Kebencian Harus Kami Lawan

Kudus –  Kapolres Kudus AKBP Agusman gurning membuka Sosialisasi UU ITE Pers dan Literasi Media Indonesia Merdeka Tanpa Hoax di Hotel Athome Kudus,  Senin (20/8/2018). Kegiatan yang digelar dalam rangkaiaan HUT ke-73 Kemerdekaan Indonesia dan HUT ke-72 Bhayangkara itu untuk membentengi masyarakat dari berita bohong.
“Kami melihat fenomena berita bohong saat ini semakin liar. Banyak ujaran kebencian. Hal itu memang harus kami lawan,” katanya.
Agusman Gurning meminta kepada-kepada seluruh masyarakat, terutama kalangan media massa dan pemuda untuk membentengi diri dengan berita hoax.
“Indonesia adalah salah satu negara yang terbesar menggunakan media sosial. Saya berpesan kepada masyarakat, supaya tidak hanya bermedia ria saja. Melainkan juga bermedia mencari pengetahuan yang positif, “ujarnya.
Hal senada juga disampaikan Plh Bupati Kudus Sam’ani Intakoris. Ia mengatakan, peran media sangat penting bagi pemerintah Kabupaten Kudus. Ia mengibaratkan media dan pemerintah seperti warna merah dan putih.
“Kami selaku forkompinda tidak bisa lepas dari peran wartawan. Ada yang sakit ada yang salah kalian (media massa) yang memberitahu. Sehingga kami bagian yang tidak terpisahkan,” jelasnya.
Dalam sosialisasi itu, dihdairkan tiga pembicara. Yakni Ketua PWI Jawa Tengah Amir Machmud,  Kapolres Kudus AKBP Agusman Gurning,  dan Hartatik penggiat media sosial.


Sumber Berita : http://www.murianews.com/2018/08/20/147387/kapolres-kudus-ujaran-kebencian-harus-kami-lawan.html

Baca Terusannya »»  

Monumen Komando Muria Minim Perhatian

KUDUS - Situs bersejarah monumen Komando Muria di Desa Glagah Kulon, Kecamatan Dawe, Kabupaten Kudus semakin memprihatinkan. Selain bangunan yang sudah tua, situs bekas markas gerilyawan yang dipimpin Mayor Kusmanto itu pun minim perhatian.

Kepala Desa Glagah Kulon, Sukarwi mengatakan, lahan lokasi monumen sudah berstatus dana desa. Pemdes kini sudah berinisiatif membentuk Badan Usaha Milik Desa (BUMDes) yang selah satunya fokus pada pengembangan potensi wisata.

”Monumen Komando Muria ini berpotensi dikembangkan sebagai wisata edukasi karena kuatnya nilai sejarah. Namun BUMDes yang kami kelola masih terkendala belum adanya regulasi peraturan bupati,”katanya, kemarin.

Dia mengatakan, Kabupaten Kudus memang telah memiliki Perda tentang BUMDes. Dengan perda itu, pemerintah desa bisa membentuk badan usaha mandiri untuk mengembangkan potensi desa baik ekonomi kreatif maupun pariwisata.

”Sayangnya hingga kini belum ada perbup sebagai aturan turunan perda yang sudah ada. Kami masih menunggu pedoman teknis pelaksanaan perda tersebut. Selama Perbup belum ada, Pemdes bakal kesulitan mengembangkan BUMDes,” ujarnya.

Monumen Komando Muria kembali menjadi perbincangan setelah komunitas Omah Dongeng Marwah (ODM) Kudus, Karang taruna, dan Jenank menggelar upacara bendera memperingati HUT Ke-73 Kemerdekaan RI, Jumat lalu.

Upacara yang diikuti seratusan warga itu menyedot animo warga sekitar. Dwi Yulastuti, pendamping ODM Kudus menuturkan, upacara bendera di Monumen Komando Muria sekaligus menandai 69 tahun perjuangan pasukan yang dipimpin Mayor Kusmanto.

Pasukan yang kerap dijuluki Macan Putih itu beroperasi di lereng Muria, pada masa agresi militer Belanda II. Tak hanya pasukan laki-laki, sebagian di antara pasukan Mayor Kusmanto juga banyak dari kalangan perempuan.

”Karena itu pada upacara kemarin seluruh petugas upacara yang bertugas adalah perempuan. Ini sekaligus untuk mengenang kembali perjuangan para srikandi pasukan Mayor Kusmanto yang ikut berjuang di medan pertempuran,” katanya.

Tersembunyi

Selain istri Mayor Kusmanto, sederet nama pejuang wanita itu antara lain Maryati, Minthok, Sri Muawatun, Sutinah, Ayu Suparti. Ada juga banyak pejuang perempuan yang tak dikenal namanya. Dwi menuturkan, para pejuang perempuan itu datang ke markas Komando Daerah Muria bukan layaknya ibu-ibu yang hendak rapat PKK atau arisan RT.

Mereka maju ke medan perang tanpa modal uang, tidak tahu apakah mereka bisa pulang ke rumah lagi atau tidak. Monumen Komando Macan Putih dibangun 1970-an. Sebutan macan putih tak lepas dari mitos warga Lereng Muria yang meyakini pasukan Mayor Kusmanto berjuang diikuti sosok macan putih.

Di tempat itu, Mayor Kusmanto merancang perang gerilya. Mereka melakukan pengadangan, penyerangaan, dan perebutan logistik milik Belanda. Lokasi markas tidak luas. Bahkan sengaja dibuat tersembunyi di tengah perkampungan.

Tujuannya untuk mengelabuhi pasukan Belanda. Meski lambat laun, intelejen Belanda mencium keberadaan markas itu dan melakukan penyerangan. Berdasarkan cerita itu, Dwi menilai lokasi tersebut memiliki nilai sejarah yang tinggi.

Tidak hanya untuk masyarakat Desa Glagah Kulon, Kecamatn Dawe, namun juga bagi masyarakat Kudus dan Indonesia secara luas. ”Melihat besarnya nilai sejarahnya di monumen ini, kami berharap Pemerintah memberi perhatian pada situs bersejarah ini. Apalagi bangunannya sudah lapuk, usianya juga sudah tua,”katanya.



Sumber Berita :  https://www.suaramerdeka.com/smcetak/baca/116474/monumen-komando-muria-minim-perhatian
Baca Terusannya »»  

Hadapi Persaingan, Koperasi di Kudus Dituntut Lebih Kreatif Mengembangkan Usaha

Kudus – Koperasi di Kudus dituntut untuk lebih kreatif dalam menjalankan usahanya. Apalagi, ketika menghadapi persaingan usaha yang semakin ketat dewasa ini. Bisa dikatakan, koperasi sekarang bersaing langsung dengan lembaga usaha komersial yang memiliki modal jauh lebih besar. Kepala Dinas Tenaga Kerja Perindustrian Koperasi dan Usaha Kecil dan Menengah (Disnaker Perinkop dan UKM) Kudus Bambang Tri Waluyo mengatakan, kebutuhan anggota koperasi yang semakin meningkat seharusnya bisa dimaksimalkan pengelola untuk mengembangkan usahanya.
Misalnya saja koperasi guru atau pegawai negeri. Harus diakui, finansial guru dan pegawai negeri yang terus meningkat harus bisa ditangkap sebagai peluang usaha koperasi.
”Semakin kreatif pengurus koperasi, maka akan semakin mampu menjadikan koperasi yang dikelolanya menjadi lebih berkembang. Hal ini bisa diwujudkan jika pengurus (koperasi) berani melakukan terobosan-terobosan baru,” kata Bambang.
Pihaknya mengakui, bukan perkara mudah untuk mengembangkan koperasi. Banyak kendala yang dihadapi untuk merealisasikan. Misalnya kendala modal atau Sumber Daya Manusia (SDM). Namun, bukan berarti tidak ada jalan keluar.
”Kami menjumpai ada koperasi yang justru memiliki dana kas besar tapi tidak bisa disalurkan secara maksimal untuk mengembangkan usaha,” jelasnya.
Sejauh ini, Pemkab Kudus terus berupaya menjadi fasilitator bagi pengurus-pengurus koperasi agar terus berkembang.
Di antaranya dengan menyelenggarakan pelatihan-pelatihan dan workshop. Pelatihan ini terdiri dari workshop kelembagaan dan keuangan. Dalam kesempatan tersebut, peserta workshop dibekali dengan pengetahuan tentang penyusunan struktur organisasi koperasi sesuai undang-undang yang berlaku.
Selain itu, peserta juga diharapkan mampu menguasi tata cara menyusun laporan keuangan. Hal ini mencakup bagaimana menyusun neraca keuangan, perhintungan hasil usaha, serta membuat laporan perubahan modal.
Kabid Koperasi dan UKM Abi Wibowo menambahkan, koperasi yang senantiasai mengikuti perkembangan zaman tentu tidak akan ditinggalkan anggotanya.
”Misalnya kebutuhan tentang barang-barang elektronik atau kebutuhan rumah tangga lainnya. Apabila koperasi bisa memberikan harga yang bersaing dengan toko-toko komersial, tentu anggota akan tetap memilih koperasi,” ujarnya.
Begitu juga dengan kebutuhan lain yang sifatnya membutuhkan modal besar seperti pembelian rumah atau kendaraan. Kalau modal yang dimiliki koperasi tersebut bisa menjangkau, maka tidak ada salahnya untuk dilakukan. Atau bisa saja koperasi mengakses perbankan untuk menambah permodalan.
”Di Kudus sudah ada beberapa koperasi yang merambah dunia properti. Namun, ini masih didominasi koperasi-koperasi milik perusahaan besar. Tapi setidaknya, keberhasilan ini mampu dijadikan contoh untuk mulai diterapkan di koperasi-koperasi dengan skala yang lebih kecil,” terang Abi.



Sumber Berita :  http://www.murianews.com/2018/08/20/147376/hadapi-persaingan-koperasi-di-kudus-dituntut-lebih-kreatif-mengembangkan-usaha.html

Baca Terusannya »»  

Air Embung Ngempak Menyusut Ancam Ratusan Hektare Lahan Pertanian

KUDUS UNDAAN - Ratusan hektare tanaman padi di Desa Ngemplak, Kecamatan Undaan dikhawatirkan terkendala memulai awal musim tanam (MT) I 2017-2018.

Pasalnya, air di Embung Ngemplak di perbatasan Desa Ngemplak dan Desa Karangrowo, Kecamatan Undaan saat ini menyusut.

Dari total area pertanian di Desa Ngemplak seluas 422 hektare, sekitar 70 persennya tergantung dari sumber irigasi embung. Kades Ngemplak, Sutrisno menyatakan, sumber irigasi utama berasal dari Waduk Kedungombo.

Beberapa tahun terakhir, pasokan irigasi sering terlambat karena kondisi geografis maupun letaknya yang paling jauh dibandingkan desa-desa lainnya di Kecamatan Undaan.

”Banyak petani yang memanfaatkan air embung untuk proses pengolahan awal lahan,” katanya. Saat kondisi air embung normal, penggelontoran air mengandalkan energi gravitasi.

Sedangkan ketika air embung menyusut, petani sebenarnya dapat mengambil air menggunakan pompa. Proses tersebut membutuhkan biaya untuk pembelian bahan bakar maupun sewa genset. ”Kondisi seperti itu mungkin bukan pilihan petani,” jelasnya.

Kemarau

Kondisi terakhir pada embung sepanjang 5 kilometer dan lebar 60 meter dan kedalaman tujuh meter hingga delapan meter, kian menyusut. Ketinggian air dari dasar hingga permukaan pada kondisi normal mencapai 5 meter.

Saat sekarang kedalaman air sekitar 1,5 meter dan bahkan kurang. Petani setempat, Rif’an (50), mengaku manfaat Embung Ngemplak cukup penting.

Saat kemarau, air embung menjadi andalan sejumlah petani untuk modal proses awal tanam. Ketika air embung penuh, sejumlah warga memanfaatkan untuk budidaya perikanan. Tidak ada yang dapat dilakukan kecuali menunggu hujan tiba.

Saat hujan, air ditampung di dalam embung dan dapat digunakan ketika diperlukan. ”Kami berharap kemarau segera berakhir dan kami dapat memulai MT I,” ujarnya.

Sumber Berita : https://www.suaramerdeka.com/smcetak/baca/116377/air-embung-ngempak-menyusut
Baca Terusannya »»  

Ratusan Relawan Bersihkan Pantai Seribu Ranting

JEPARA – Ratusan peserta antusias mengikuti Gerakan Bersih Pantai dan Aksi Menghadap Laut di Pantai Seribu Ranting, Desa Panggung, Kedung, kemarin.
Kegiatan tersebut merupakan inisiasi Kementerian Kelautan dan Perikanan bekerja sama dengan komunitas Pandu Laut Nusantara dan dilakukan serentak di 73 titik di seluruh Indonesia dari Sabang hingga Merauke.
Kegiatan ini merupakan rangkaian dalam memperingati Kemerdekaan Republik Indonesia tahun 2018. Peserta terdiri dari berbagai elemen mulai dari pemerintah, komunitas Pandu Laut Nusantara, elemen masyarakat, mahasiswa, dan lembaga swadaya masyarakat. “Gerakan ini dipimpin langsung oleh Sekretaris Direktorat Jenderal Perikanan Budidaya mewakili Kementerian Kelautan dan Perikanan RI secara serentak,” kata Sekditjen Perikanan Budidya Tri Haryanto dan Kepala Balai Besar Perikanan Budidaya Air Payau (BBPBAP) Sugeng Raharjo kemarin.
Diharapkan kegiatan ini akan menjadi titik tolak tumbuhnya kesadaran dan komitmen bersama dalam menjaga kualitas laut dan memanfaatkan secara bertanggung jawab dan berkelanjutan. Indonesia merupakan salah satu negara kepulauan terbesar di dunia. Di mana secara geografis  dua per tiga luas wilayahnya adalah laut yakni seluas 3,25 juta kilometer persegi, dan 2,55 juta kilometer persegi sebagai Zona Ekonomi Eksklusif (ZEE). Hamparan laut tersebut memiliki potensi sumber daya alam yang sangat besar.
Aksi menghadap laut yang dilakukan secara serentak di seluruh Indonesia, tidak lain bertujuan untuk kembali menggugah kesadaran masyarakat. “Betapa kita telah terlalu lama memunggungi laut.  Dan sudah saatnya kita membalikkan badan untuk melihat laut sebagai masa depan yakni dengan mengedepankan pengelolaan sumber daya laut secara arif dan bertanggung jawab,” paparnya.
Keberadaan sampah plastik di laut telah secara nyata memberikan tekanan kuat terhadap penurunan kualitas perairan laut dan yang paling parah yakni telah mengancam kehidupan biota laut termasuk sumber daya ikan.
“Kami juga mengimbau kepada pemerintah desa ataupun kelembagaan lokal yang ada, untuk memfasilitasi kesepakatan bersama dalam membuat aturan lokal yang mengikat warganya guna melindungi pantai dan laut dari sampah,” tandasnya. 



Sumber Berita :  https://radarkudus.jawapos.com/read/2018/08/20/93182/ratusan-relawan-bersihkan-pantai-seribu-ranting

Baca Terusannya »»  

Usung Konsep Station Majong 1887, SMPN 6 Jepara Raih Juara Karnaval

JEPARA-SMPN 6 Jepara kembali meraih Juara I kategori SMP dalam karnaval kemerdekaan RI di Jepara Sabtu (18/8) lalu. Sebagaimana tahun-tahun sebelumnya, sekolah tersebut selalu mengusung konsep unik sehingga berhasil menyita perhatian juri dan para penonton.
Kali ini, mereka mengusung konsep Jepara tempo dulu dengan mengangkat Station Majong 1887. Mereka berupaya menampilkan kembali kondisi wilayah Mayong pada masa silam khususnya sekitar tahun 1887.
Hal ini terlihat dari iring-iringan yang ditampilkan. Di bagian paling depan ada drum band SMPN 6 Jepara yang diikuti dengan pembawa bendera. Kemudian ada barisan petani dan nelayan. Setelahnya ditampilkan Tugu Mayong, stasiun kereta api dengan live musik suara kereta, RA Kartini dan bapaknya, sepasang orang Belanda, gerbong pengangkut tebu serta tari kreasi yakni tari tebu yang diiringi dengan musik tradisional.
Konsep itu sengaja diambil sebagai hiburan sekaligus pembelajaran bagi masyarakat. Bahwa pada masa lampau Jepara pernah memiliki stasiun kereta api. Jepara juga menjadi penyuplai tebu terbesar di Jawa.
Di era RA Kartini, berdasarkan salah satu suratnya Kartini menceritakan pernah menaiki drum besar yang mengeluarkan asap hitam (kereta api) dan di belakangnya ada banyak tebu yang diangkut.
Guru sekaligus kreator konsep tersebut, Pras mengatakan, pihaknya melibatkan 300 anak dalam karnaval tersebut. Persiapan sendiri telah dimulai pada akhir Juli lalu. ”Mulai cari ide, datang ke lokasi, mengkomunikasikan dengan sejarawan agar apa yang kami tampilkan tidak melenceng sampai menyiapkan properti dan melatih anak-anak,” tuturnya.
Khusus properti kereta dan gerbong, dibuat selama dua pekan. Pihak sekolah juga menyiapkan tebu sebanyak satu colt sebagai properti pelengkap. ”Pada karnaval ini kami tampilkan tari kreasi baru yakni tari tebu,” ujarnya.
Sementara itu, Kepala SMPN 6 Jepara Darono mengatakan, pihaknya mendorong penuh anak-anak dan para guru di sekolah tersebut untuk berkreasi. ”Karnaval ini menjadi ruang untuk memunculkan ide dan berkreasi,” katanya.
Dia melanjutkan, komite juga memberikan dukungan penuh pada kegiatan sekolah termasuk karnaval itu. Karenanya dia berupaya merangkul semua pihak agar terlibat dalam proses persiapan dan pelaksanaan karnaval.
Mengenai sarana prasarana, dia menyatakan, sekolah memiliki berbagai fasilitas. Misal alat-alat musik tradisional, kostum dan lainnya. ”Karena itu kami berharap wali murid juga bisa selalu mendukung kegiatan sekolah,” tuturnya.
Terakhir Darono berharap, melalui konsep yang diangkat sekolahnya tahun ini bisa muncul kepedulian terhadap sejarah di Jepara. ”Jepara kaya akan sejarah, harapannya pemerintah bisa lebih peduli,” imbuhnya.


Sumber Berita :  https://radarkudus.jawapos.com/read/2018/08/20/93201/usung-konsep-station-majong-1887-smpn-6-jepara-raih-juara-karnaval

Baca Terusannya »»  

Anoman Obong Ramaikan Visit Plajan 2018, Ini Lokasinya

JEPARA PAKISAJI – Agenda tahunan Visit Plajan 2018 kembali digelar. Kali ini berlangsung selama dua hari (18-19/8) dengan diramaikan berbagai kegiatan. Salah satunya kirab budaya yang berlangsung siang kemarin.
Kirab budaya itu menampilkan kreasi dari masing-masing RT di Desa Plajan Kecamatan Pakisaji. Total ada 43 kelompok peserta yang tampil.
Beragam tema diangkat dalam kirab tersebut. Mulai pertanian, transportasi, toleransi beragama, sejarah hingga kesenian lokal.
Selama ini Desa Plajan dikenal dengan kerukunan umat beragamanya. Di sana ada beragam umat antara lain Islam, Kristen dan Hindu yang hidup berdampingan. Tak heran salah satu kelompok peserta mengangkat hal itu dalam kirab budaya.
Ada juga kelompok peserta yang menampilkan tradisi manganan di desa tersebut. Kelompok itu juga membuat replika Cagar Budaya Punden Bale Romo Desa Plajan yang biasanya menjadi lokasi tradisi manganan. Ada juga kelompok yang menggotong replika tokoh wayang ketek putih yang dikelilingi pasukan merah putih.
Petinggi Desa Plajan, Priyatin mengatakan, pada Visit Plajan 2018 ini ada berbagai agenda yang digelar. Kegiatan Visit Plajan keempat ini dibuka Sabtu (18/8) lalu.
Ada berbagai agenda untuk meramaikan Visit Plajan 2018. Mulai dari lomba kicau burung, parade tongtek, senam ibu-ibu PKK, kirab budaya dan puncaknya ditutup dengan hiburan rakyat di Lapangan Desa Plajan.
Priyatin melanjutkan, Visit Plajan tahun ini juga akan dirangkaikan dengan sedekah bumi dan gelar budaya yang dijadwalkan berlangsung hari ini. Pelaksanaannya di lokasi Cagar Budaya Punden Bale Romo Desa Plajan. ”Akan ada gelaran wayang kulit sehari semalam juga,” katanya kepada Jawa Pos Radar Kudus.
Melalui Visit Plajan 2018 ini, Priyatin berharap bisa meningkatkan kunjungan wisatawan di Desa Plajan. ”Kunjungan dari tahun ke tahun mengalami peningkatan. Terakhir saat libur Lebaran mencapai 45 ribu pengunjung,” ungkapnya.
Ke depan dia berharap gelaran Visit Plajan bisa makin kreatif. ”Baik kegiatan maupun gelar budayanya,” tuturnya.
Sementara itu, Ketua Panitia Visit Plajan 2018 Rohmat Sugeng mengatakan, kirab budaya ini melibatkan nyaris seluruh lapisan masyarakat di Desa Plajan. Panitia juga memberikan penilaian pada tiap kelompok. ”Kami lombakan dan kami beri hadiah sebagai apresiasi bagi peserta,” ujarnya.
Sugeng menambahkan, kirab budaya yang dimulai dari pertigaan dampak hingga lapangan Desa Plajan ini disambut antusias warga. ”Warga sangat antusias. Baik yang menjadi peserta maupun penonton. Terbukti selama kirab budaya berlangsung mereka memenuhi sepanjang jalan yang menjadi rute kirab budaya,” imbuhnya.



Sumber Berita :  https://radarkudus.jawapos.com/read/2018/08/20/93191/anoman-obong-ramaikan-visit-plajan-2018-ini-lokasinya
Baca Terusannya »»  

Kekeringan Meluas, BPBD Droping Air

JEPARA - Krisis air yang dialami sejumlah desa di Jepara diprediksi akan meluas. Hal itu tak lepas dari musim kemarau yang masih terjadi setidaknya dua hingga tigas bulan ke depan. Sejauh ini, sudah ada lima desa di empat kecamatan yang sudah mengajukan bantuan air bersih ke BPBD Jepara.

Desa-desa itu, Desa Blimbingrejo, Kecamatan Nalumsari, Raguklampitan, Kecamatan Batealit, Kunir dan Gelang Kecamatan Keling serta Desa Clering, Kecamatan Donorojo.

Di Raguklampitan ada 190 keluarga yang kesulitan air bersih. Ratusan keluarga itu tersebar di RT23, 24 dan 26 RW5. Di Desa Blimbingrejo, ada sekitar 207 keluarga yang krisis air bersih. Mereka tersebar di RT 6 dan 7 RW5, RT 1 dan 2 RW4 dan RT6 RW3.

Di Desa Gelang krisis menimpa 300 keluarga di RT1 RW1, RTRW2 dan RT1 RW3. Adapun di Desa Kunir setidaknya ada 200 keluarga di RW2 yang kesulitan air bersih. Sementara di Clering belum diketahui karena proses distribusi bantuan air bersih belum dilakukan.

”Kemungkinan krisis air akan makin meluas mengingat kemarau yang masih cukup lama. Meluas baik di titik-titik lain desa yang sudah mengalami krisis air bersih, maupun meluas ke desa-de

sa lainnya. Ada banyak desa lainnya yang rawan mengalami krisis air bersihm,” terang Kasie Rehabilitasi dan Rekonstruksi BPBD Jepara, Jamaludin.

Wilayah lain yang diprediksi bakal mengalami krisis air bersih sesuai dengan pemetaan yakni di Kecamatan Kedung. Desa itu meliputi Kedung Malang, Karangaji, Surodadi, Panggung Sowan Kidul dan Kalianyar.

Desa lainnya yakni Desa Karanggondang dan Sekuro di Kecamatan Mlonggo, Desa Sumosari, Kecamatan Batealit, Desa Tunggul, Pandean, Bategede dan Dorang Kecamatan Nalumsari, Desa Pancur, Bungu, Datar, dan Rajekwesi Kecamatan Mayong.

Di Kecamatan Pecangaan meliputi Desa Kaliombo dan Desa Gerdu, ditambah lagi Desa/Kecamatan Welahan, serta Desa Sumberrejo Kecamatan Donorojo yang tiap tahun hampir selalu mengalami krisis air bersih.

Dia menambahkan, sejauh ini BPBD total sudah mengirimkan sebanyak 27 tangki dengan jumlah air sebanyak 137 ribu liter ke Blimbingrejo, Raguklampitan dan Gelang. Terbaru, BPBD Jepara mengirimkan 10 ribu liter air ke Raguklampitan dan 10 ribu liter ke Gelang.

”Rencananya besok (hari ini-red) akan kami kirimkan sebanyak 10 ribu liter dengan dua truk tangki ke Blimbingrejo. Jumlah yang sama juga dikirimkan ke Kunir besok (hari ini-red) juga,” katanya.



Sumber Berita : https://www.suaramerdeka.com/smcetak/baca/116383/kekeringan-meluas-bpbd-droping-air
Baca Terusannya »»  

Karnaval, Bupati Dapat Kado Lukisan

REMBANG-Sebanyak 76 peserta tercatat ikut dalam Karnaval Kebangsaan dan Pembangunan dalam rangka memperingati HUT kemerdekaan Republik Indonesia Minggu (19/08/2018). Masyarakatpun tampak tak mau ketinggalan momen sekali dalam setahun itu terlewat.
Berbagai kreasi batik karnival, mobil hias dan peserta yang memerankan berbagai tokoh serta profesi cukup menghibur warga dari pagi sampai sore hari.
Saat di panggung kehormatan, Bupati Rembang H.Abdul Hafidz beberapa kali mendapat cinderamata dari peserta. Termasuk lukisan wajahnya, begitupun Wakil Bupati Bayu Andriyanto, meskipun tak hadir karena melaksanakan ibadah haji.
Sekretaris Setda Rembang Subakti dalam pelepasan peserta karnaval di depan stadion Krida Rembang mengatakan, peringatan hari kemerdekaan yang rutin digelar menjadi tujuan untuk tetap melestarikan tradisi kesenian Rembang agar tetap lestari. Sebagaimana yang telah diatur dalam Undang – undang No 5 tahun 2018 tentang upaya melestarikan budaya bangsa.
Momentum perayaan kemerdekaan ialah untuk mempererat persatuan dan kesatuan bangsa.
“Disamping itu hal yang paling istimewa kita bisa meningkatkan persatuan dan persatuan bangsa, dan kami mengucapkan terima kasih sebanyak – bayaknya kepada masyarakat kabupaten Rembang yang telah mendukung kegiatan rangkaian kegiatan kalih ini,” pungkasnya.
Karnaval yang dimulai sekitar pukul 09.00 WIB itu selesai sore hari. Salah satu yang dinanti masyarakat adalah penampilan Marching Band dari Politehnik Ilmu Pelayaran (PIP) Semarang, yang beratraksi di alun- alun Rembang.



Sumber Berita :   https://rembangkab.go.id/berita/karnaval-bupati-dapat-kado-lukisan/
Baca Terusannya »»  

Temui Kemis, Bupati Bawa Bantuan Puluhan Juta

 
REMBANG-Bupati Rembang Abdul Hafidz Sabtu pagi (18/08/2018) mengunjungi korban keluarga korban di Desa Kedungasem, dengan ditemani dengan Asisten II Sekda Abdullah Zawawi.
Selain itu, Kabag KesraLatoiful Minan, Kepala BPBD Purwadi Samsi, Kepala Dinsos PPKB Sri Wahyuni, Baznas, Ketua PKK Kabupaten Rembang Hj Hasiroh Hafidz,Ketua PKK dan Plt Camat Sumber Kamdani.
Melalui Bupati, Pemkab Rembang memberikan bantuan Rp 15 juta rupiah. Sedangkan Baznas Rp 10 juta. Sedangkan rombongan yang lain memberikan bantuan sembako, tikar, dan kebutuhanlain.
Bupati mengungkapkan bantuan yang diberikan berupa bantuan jangka pendek seperti persediaan bahan makan,dan juga bantuan uang.
Bupati, Asisten, dan Camat pun memberikan bantuan berupa semen yang jumlahnya total 100 sak.
“ Bantuan yang diberikan bersifat jangka pendek, yaitu jenis makanan, ada beras sarimi, mukena dan makanan.Ini Pemkab Bantu Rp 15 juta, Baznas Rp 10 juta disamping pribadi. Selain itu, saya (Bupati Rembang red), terus Pak Asisten, dan Camat, PKK, BPBD, Baznas juga bantu. Ini cara kita mengusung masalah berat bisa jadi gampang.”Kata Bupati.
Sementara itu kepala desa Kedungasem -Suradi menjelaskan untuk membantu meringankan korban kebakaran pihaknya telah membelikan rumah berukuran 9 kali 8 meter senilai Rp10 juta rupiah. Dan sudah didirikan warga secara gotong royong.
Sebelumnya, kebakaran menimpa rumah milik Kemis warga Desa Kedungasem pada 15 Agustus 2018 kemarin. Rumah yang berlokasi utara pasar Jasem itu hagus tak tersisa. Selain itu, kebakaran juga membakar perabotan rumah tangga. 1 unit sepeda motor dan seekor sapi turut mati terpanggang, bersama uang tunai Rp juta rupiah.



Sumber Berita : https://rembangkab.go.id/berita/temui-kemis-bupati-bawa-bantuan-puluhan-juta/
Baca Terusannya »»  

Kebakaran SMK Mubarok, Sembilan Sepeda Motor Ludes

REMBANG, - Sembilan sepeda motor beserta alat-alat perbengkelan ludes dilalap si jago merah. Sepeda motor berbagai jenis itu tidak bisa diselamatkan dalam kebakaran ruang praktik dan kantin SMK Mubarok yang terjadi pada Minggu (19/8) sekitar pukul 04.45.
Beruntung, dalam kejadian tersebut tidak menimbulkan korban jiwa. Namun, kerugian material mencapai hingga sekitar Rp 200 juta. Kerugian tersebut dihitung dari sepeda motor, alat perbengkelan serta dua bangunan terdiri dari tiga bangunan kantin dan ruang praktik bengkel yang tak bisa terselamatkan.
Kabid Linmas dan Damkar Satpol PP Kabupaten Rembang, Wiyoto mengatakan, dugaan sementara kebakaran tersebut disebabkan oleh korsleting alias hubungan arus pendek yang terjadi pada bangunan kantin.
Percikan api kemudian membesar dan akhirnya merembet hingga sampai pada ruangan praktik perbengkelan. Si jago merah yang terus membesar dengan cepat melalap semua isi bangunan hingga hangus.
Tim pemadam yang mengetahui peristiwa itu langsung menuju lokasi. Diterjunkan satu kendaraan pemadam dan tiga tangki dalam upaya pemadaman. Dibutuhkan kerja keras sehingga api benar-benar dapat dijinakan pada pukul 06.13.
“Laporan adanya Kebakaran masuk kepada kami sekitar pukul 04.45. kami langsung bergerak dan menerjunkan satu kendaraan pemadam dan tiga tangki. Obyek yang terbakar adalah ruang praktik beserta isinya serta tiga bangunan kantin sekolah” terang Wiyoto.



Sumber Berita : https://www.suaramerdeka.com/news/baca/116391/kebakaran-smk-mubarok-sembilan-sepeda-motor-ludes

Baca Terusannya »»  

Resepsi dan Hiburan Puncak Kegiatan HUT RI

BLORA-Malam resepsi peringatan Hari Ulang Tahun (HUT) kemerdekaan ke-73 Republik Indonesia tingkat Kabupaten Blora diselenggarakan di panggung acara di Alun-Alun Blora, Minggu (19/8).
Acara diawali dengan penampilan kelompok paduan suara pelajar SMA, pementasan seni tari kreasi, pemberian piala hasil kejuaraan beberapa lomba yang telah diselenggarakan dari rangkaian seluruh kegiatan.
Kemudian, Sekda Blora Komang Gede Irawadi melaporkan seluruh rangkaian kegiatan yang telah suskes diselenggarakan. Selain itu juga melaporkan beberapa capain yang telah dicapai oleh Kabupaten Blora dan penghargaan yang telah diterima Kabupaten Blora.
“Pelaksanaan kegiatan berjalan lancar. Dan malam ini adalah puncak acara kegiatan dengan hiburan. Acara akan digelar di Alun-alun Blora dengan menghadirkan Campursari Pendopo Kang Tedjo, dengan Bintang Tamu Cak Dikin Dan Marwoto Kawer..
Acara terbuka untuk umum dan,” kata Sekda Komang Gede Irawadi.
Selanjutnya, Wakil Ketua DPRD Kabupaten Sri Handayani dalam sambutannya mengapresiasi pelaksanaan kegiatan dalam rangka memperingati HUT Kemerdekaan ke-73 Republik Indonesia di Kabupaten Blora.
“Ini merupakan kerja sama yang baik antara Pemkab, DPRD dan semua pihak terkait. Selama ini Pemkab dan DPRD serta Forkopimda telah menjalin sinergitas yang harmonis untuk pembangunan dan kesejahtaraan,” ujarnya.
Pada kesempatan yang sama, Bupati Blora Djoko Nugroho dalam sambutannya antara lain menyampaikan geliat warga masyarakat Kabupaten Blora dari kota hingga pelosok desa dalam memperingati HUT Kemerdekaan ke-73 RI sangat bagus.
“Semua memasang bendera, umbul-umul dan lainnya. Sangat bagus dan meriah. Termasuk di Alun-Alun Blora, dipasang ratusan bendera merah putih,” ujar Bupati.
Bupati juga mengapresiasi pelaksanaan pawai pembangunan, peserta pawai serta antusias ribuan warga yang menonton.
“Sungguh luar biasa, ribuan warga masyarakat menyaksikan pawai pembangunan,” ucapnya.
Masih menurut Bupati, malam resepsi merupakan pungkasan seluruh rangkaian kegiatan memperingati HUT Kemerdekaan ke-73 RI.
Di tempat yang sama Bupati juga menyerahkan hadiah kepada salah seorang anggota legiun veteran.
Hadir pada malam resepsi diantaranya Wakil Bupati Bupati Blora Arief Roman, Forkopimda, Fokopimca, kakang mbakyu duta wisata, tokoh agama, tokoh masyarakat, organisasi kepemudaan, LSM dan wartawan.



Sumber Berita :  http://www.blorakab.go.id/index.php/public/berita/detail/678/resepsi-dan-hiburan-puncak-kegiatan-hut-ri

Baca Terusannya »»  

AC Bola Kapuan Juara Cepu Putra Cup IV

BLORA - Kesebelasan AC Bola Kapuan Cepu, Blora, berhasil meraih juara pertama Turnamen Sepak Bola Cepu Putra Cup IV. Di pertandingan final, kesebelasan yang diarsiteki pelatih Matrukan itu mengandaskan perlawanan PSP Purwosari, Bojonegoro (Jatim), dengan skor telak 5-0. ‘’Bermain taktis dan tenang menjadi kunci kemenangan tim kami,’’ujar Matrukan, kemarin.

AC Bola melaju ke final setelah memenangi pertandingan derbytim sekota Cepu, Ossawa, di pertandingan semifinal dengan skor 2-1. Adapun PSP Purwosari lolos ke pertandingan pamungkas usai menundukkan kesebelasan Bantolo Sakti Grobogan dengan skor 3-1.

Turnamen Sepak Bola Cepu Putra Cup IVyang dipusatkan di lapangan Pusat Pengembangan Sumber Daya Manusia Minyak dan Gas (PPSDM) Migas, Cepu, berlangsung sejak 15 Juli.

Sebanyak 32 kesebelasan dari sejumlah kabupaten di Jawa Tengah dan Jawa Timur beradu teknik dan strategi di turnamen yang rutin digelar setiap tahun tersebut.

Turnamen menggunakan sistem gugur. Setiap tim diperbolehkan diperkuat pemain profesional bahkan boleh juga pemain asing. Namun tak ada satupun kesebelasan yang mengontrak pemain asing.

Adapun ke-32 kesebelasan tersebut adalah AC Bola Kapuan Cepu, Karangasem Wirosari Grobogan, Persiku Kudus, Ngembak FC Purwodadi, CPI U- 19, Manera Bojonegoro, Joko Thole Bojonegoro, Giyanti, Madiun Putra, PS Leo Purwodadi, Blimbing Putra Lamongan, Ossawa Cepu, BFC Bojonegoro dan Margo Langu Ngawi.

Selain itu, Beji Bojonegoro, Tunas Muda Blora, Persibo Bojonegoro All Star, RFC Lasem Rembang, Pasopati Bojonegoro, Garuda Putra Madiun, Kuda Sakti Purwodadi, PSP Purwosari, Cepu Putra Britama, Magetan FC, Lorengga Bojonegoro, Ganekta Blora, Bantolo Sakti Wirosari, Bina Putra Cepu, Perkesa Ngawen Blora serta Jaka Utama Cepu.

Turnamen ini menjadi ajang reuni para pemain senior yang tak lagi memperkuat tim di Liga Indonesia. Sebut saja nama mantan gelandang Persikaba Blora, Eko Nur Adriyanto. Dia memperkuat AC Bola di laga final. ‘’Alhamdulillah masih bisa membawa tim meraih juara,’’tandas Eko Nur. 


Sumber Berita : https://www.suaramerdeka.com/smcetak/baca/116425/ac-bola-kapuan-juara-cepu-putra-cup-iv

Baca Terusannya »»  

Di Blora, 17-an Meriah Hingga Pelosok

BLORA – Pesta perayaan, dan peringatan hari ulang tahun (HUT) ke-73 Kemerdekaan RI di Kabupaten Blora, berlangsung meriah, digelar aneka kegiatan dari tingkat RT, RW, desa, kelurahan, kecamatan hingga kabupaten.
Selain kegiatan, perkantoran, perbankan, BUMN, BUMD, dan masyarakat tampak antusias mengibarkan bendera merah putih selama satu bulan penuh.
Dalam pantauan tampak, warga tidak hanya memasang bendera merah putih hingga polosok desa, tetapi juga ditambah pernak-pernik hiasan yang marak dari perkotaan hingga perkampungan (RT/RW).
“Memang masih ada satu-dua warga yang belum pasang bendera merah putih, terutama rumah atau bangunan yang kosong,” jelas Sekretaris Daerah (Sekda) Blora, Komang Gede Irawadi.
“Coba kawan-kawan wartawan cek, hingga akhir Agustus nanti, kemeriahan HUT RI masih masih terus mengggema hingga ke kampung,” kata Komang.
Suryanto (62), warga Kelurahan Tempelan, Kecamatan Kota Blora, mengaku bangga dengan merihanya peringatan HUT ke-73 di berbagai wilayah Blora. Bahkan warga yang bekerja di kota urunan untuk keperluan tujuhbelasan.
Satu Bulan
Ungkapan yang sama disampaikan Eko Sulono (48), warga Desa Muraharjo, Kecamatan Kunduran, bahwa HUT RI tahun ini dikatakan meriah hingga ke polosok desa. “Untuk pasang bendera merah putih, Camat, kades hingga RT turun menghimbau warga pasang merah putih satu bulan penuh,” kata Eko.
Kemeriahan tujuh belasan berlangsung marak di tingkat rukun tetangga (RT), rukun warga (RW), pedesaan, dan kecamatan. Terasuk kediatan yang melibatkan antar organisasi perangkat daerah (OPD).
Meski sederhana, lomba kecil-kecilan berlangsung meriah dan gayeng, seperti digelar di RT-02/RW-04, Kelurahan Tempalan, Blora, Minggu (19/8), sekaligus bentuk kekompakan antarwara.
Bahkan, karnaval atau pawai tidak hanya digelar di tingkat kabupaten, karea kegiatan yang melibatkan warga desa, akan terus digelar hingga akhir Agustus. Dalam kegiatan itu, warga tampak antusias, guyub, dan meriah.


Sumber Berita :   http://www.wawasan.co/home/detail/5780/Di-Blora-17-an-Meriah-Hingga-Pelosok
Baca Terusannya »»  

Jaringan Listrik, PLN Blora Tebang Puluhan Pohon

BLORA –Dikhawatirkan rawan roboh, dan mengancam jaringan listrik, PT PLN (Persero) Rayon  Blora harus menebang puluhan pohon turus di sepanjang jalan Seso-Sayuran, Kecamatgan Jepon, Blora.
Untuk merealisasi penebangan pohon itu, PLN melibatkan petugas dari kantor DPUR dan BPKAD Kabupaten Blora, karena setelah ditebang pohon-pohon itu didata dan nantinya masuk ke kas daerah.
"Pohon itu sudah ndoyong, dan mengancam serius jaringan listrik, terpaksa kami tebang," jelas Manajer PT PLN Rayon Blora, Mahfud Sungadi, Minggu (19/8).
Data pohon-pohon yang harus ditebang, tahap pertama ini sedikitnya 39 tegakan, dengan kondisi miring, dan rawan roboh menimpuk jaringan listrik yang berada di dekatnya.
Tidak hanya ndhoyong dan rawan roboh, lanjutnya, pohon itu harus ditebang karena proyek pembetonan (rigid pavement) jalan Seso-Sayuran, Kecamatan Jepon.
Dalam penengan pohon turus jalan, dilaksanakan bersama dengan petugas Dinas Pekerjaan Umum Pentaan Ruang (DPUR) dan Badan Pendapatan Keuangan Aset Daerah (BPKAD).
Bahkan tidak hanya asal tebang karena rawan roboh, tujuanya utama langkah itu untuk meningkatkan kualitas pelayanan, dan mengurangi gangguan listrik untuk masyarakat.
Mencegah
Selain tujuan itu, lanjutnya, perawatan dengan perabasan dan pemotongan pohon juga untuk menjaga keselamatan ketenagalistrikan (K2), keselamatan dan kesehatan kerja (K3) serta meningkatkan keandalan listrik.
Ditambahkan Mahfud, langkah preventif itu harus dilakukan, untuk mencegah terjadinya potensi gangguan yang sewaktu-waktu menyebabkan listrik padam.
Sementara ini data yang dicatat di PT PLN Rayon Blora, dari tahun ke tahun kehandalan supply listrik di wilayah kerjanya menunjukkan tren positif.
Mahfud mengakui, gangguan lain yang masih sering terjadi berupa angin, sambaran petir, hewan, gangguan alat proteksi (trip) yang tertimpuk pohon atau ranting patah.
Selama ini, kata Mahfud lagi,  petugas berusaha mengantisipasi seminimal mungkin gangguan listrik padam, antara lain dengan kerja keras melakukan perawatan rutin jaringan.
Sedangkan perabasan pohon, dan ranting yang berisiko menggangu jaringan, dilakukan rutin dengan pemotongan (rabas-rabas), baik di dalam kota maupun di pedesaan, tambahnya.
“Tekat kami adalah pelayanan terbaik kepada warga pelanggan, maka petugas gangguan kami siapa 24 jam,” kata Mahfud Sungadi.


Sumber Berita : http://www.wawasan.co/home/detail/5777/Jaringan-Listrik-PLN-Blora-Tebang-Puluhan-Pohon
Baca Terusannya »»  

2 Kelompok Tani di Grobogan Sabet Juara Tingkat Provinsi Jateng, Ini Prestasinya

Grobogan – Dua kelompok tani (Poktan) di Grobogan berhasil menorehkan prestasi membanggakan pada tahun 2018. Masing-masing, Poktan Margo Husodo Desa Tarub, Kecamatan Tawangharjo dan Poktan Karya Mukti Desa Karangrejo, Kecamatan Grobogan. Poktan Margo Husodo berhasil meraih juara dalam kategori kelompok tani berprestasi komoditas kedelai. Sedangkan Poktan Karya Mukti jadi juara II dalam kategori kelompok tani berprestasi komoditas jagung.
Atas keberhasilan tersebut, kedua Poktan tersebut mendapat penghargaan dan hadiah yang diserahkan Gubernur Jawa Tengah Ganjar Pranowo di lapangan Simpanglima Semarang, Selasa (15/8/2017) lalu. Penghargaan dari gubernur diterima langsung oleh ketua kelompok berprestasi tersebut.
Terkait prestasi itu, Bupati Grobogan Sri Sumarni memberikan apresiasi terhadap keberhasilan poktan yang berhasil menorehkan prestasi membanggakan itu.
Menurut bupati, prestasi yang diraih kedua poktan itu dinilai sangat membanggakan. Sebab, untuk bisa jadi juara dalam lomba itu banyak aspek penilaiannya dan harus bersaing dengan banyak kelompok lain dari seluruh Jawa Tengah.
Dalam kesempatan itu, bupati berharap agar kinerja kedua poktan itu bisa terus ditingkatkan hingga level nasional.
Lebih lanjut, Sri menyatakan, selain membanggakan, penghargaan yang didapat dua poktan itu dinilai datang pada momen yang tepat. Khususnya poktan yang jadi juara I komoditas kedelai.
Yakni, bersamaan dengan dipilihnya Kabupaten Grobogan sebagai salah satu sentra kedelai nasional yang dilakukan pihak Kementerian Pertanian.
Menurutnya, pemerintah manargetkan swasembada kedelai tahun 2018 nanti. Untuk mendukung program ini, salah satu upayanya adalah memperluas areal tanam kedelai diberbagai wilayah. Termasuk di Grobogan yang akan menanam kedelai hingga 100 ribu hektar.
“Kita dukung penuh upaya swasembada kedelai ini. Tahun ini, areal kedelai kita luasannya tambah 5 kali lipat dari sebelumnya,” tegasnya, Sabtu (18/8/2018).
Sri menegaskan, upaya pencapaian swasembada kedelai, membutuhkan komitmen dan kontribusi dari semua pihak terkait, mulai dari hulu sampai hilir.

Baca Terusannya »»  
close
Banner iklan disini