Kamis, 21 September 2017

Dana Ratusan Juta Digelontor untuk Bantuan Air Bersih di 97 Desa di Pati

Pati – Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Pati menganggarkan dana Rp 100 juta untuk menyalurkan air bersih di 97 desa di Pati yang terdampak kekeringan. Dana tersebut disalurkan dalam bentuk air bersih sebanyak 400 tangki dengan kapasitas masing-masing 5.000 liter per tangki.
Sampai saat ini, sudah ada 88 desa yang mendapatkan bantuan air bersih dengan rincian distribusi sebanyak 282 tangki.
“Mekanismenya, pihak desa harus mengajukan permohonan bantuan. Dari 97 desa yang terdampak kekeringan, sudah ada 88 desa yang mengajukan dan langsung kami dropping,” ujar Kepala BPBD Pati Sanusi Siswoyo, Kamis (21/9/2017).
Selain dari BPBD, bantuan air bersih bisa didapatkan dari instansi lain dan perusahaan seperti program Corporate Social Responsibility (CSR). Karena itu, pihaknya memastikan bila warga yang terdampak kekeringan tidak kekurangan air bersih.
Dia menambahkan, wilayah yang paling sering mengalami dampak kekeringan berada di Pati bagian selatan dan timur. Kondisi itu tersebar di sejumlah kecamatan, seperti Pucakwangi, Winong, Batangan, Gabus dan sebagian Kayen.

Sumber Berita : http://www.murianews.com/2017/09/21/126454/dana-ratusan-juta-digelontor-untuk-bantuan-air-bersih-di-97-desa-di-pati.html

Baca Terusannya »»  

Kedatangan Kapal Sepi, Pengaruhi PAD

PATI JUWANA  – Pendapatan Anggaran Daerah (PAD) TPI II Juwana selama Jauari hingga sekarang baru mencapai Rp 3,1 miliar. Padahal target PAD TPI di Desa Bajomulyo, Juwana itu Rp 5,5 miliar. Ada banyak faktor, diantaranya beberapa bulan ini kedatangan kapal menurun karena cuaca tak mendukung.

Kepala TPI II Juwana Riyanto menyampaikan, proses pelelangan ikan di TPI II Juwana tahun ini berbeda dari tahun sebelumnya. Jika 2016 bongkar muat kapal stabil, maka tahun ini kurang stabil selama tiga bulan terakhir. Banyak faktor cuaca seperti tidak adanya hujan menyebabkan penangkapannya sedikit. Berbeda kalau mendekati hujan, biasanya penangkapan ikan gampang.

Saat ini, dalam sehari rata-rata kedatangan kapal hanya satu hingga tiga yang bongkar di TPI 11 Juwana. Berbeda dengan sebelumnya bisa kedatangan 10 kapal lebih dalam sehari. Ia menambahkan, pada September ini sudah mulai mendekati musim hujan, jadi kedatangan kapal bertambah. Pihaknya memprediksi puncak kedatangan kapal September sampai dengan Desember.

“Pada 2017 ini, kami diterget PAD sebesar Rp 5,5 miliar dan sampai saat ini sudah Rp 3,1 miliar dengan total 832 kapal. Target ini naik Rp 1,4 miliar dibanding 2016 yang hanya Rp 4,1 miliar. Sedianya, target naik 200-300 juta pertahun. Meski begitu, kami masih mempunyai sekitar 3 bulan lagi untuk mengejar target PAD tersebut,” jelasnya.

Riyanto menambahkan, setiap bulan mempunyai target tersendiri. Bahkan, pihaknya sudah mendapatkan kelebihan Rp 170 juta yang bisa diakumulasikan akhir tahun. Jika sesuai akumulasi, maka diprediksi aman sampai akhir tahun. Karena selaam tiga bulan kedepan, kedatangan kapal semakin bertambah.

“Kami berupaya supaya banyak kapal yang memilih bongkar di TPI II Juwana. Salah satunya pembayarannya kini bisa tunai. Hari ini lelang langsung lunas hari ini. Kecuali kapal lebih 10 GT. Paling lambat pembayarannya esok hari. Pokoknya minimal 1x24 jam. Karena pembayarannya tunai, maka banyak kapal yang lelang di TPI II,” ungkapnya.

Sumber Berita : https://www.jawapos.com/radarkudus/read/2017/09/21/14896/kedatangan-kapal-sepi-pengaruhi-pad

Baca Terusannya »»  

Ribuan Pencinta Motor Klasik Se-Nusantara Dijadwalkan Hadiri Jamnas MACI di Pati

Pati– Ribuan pencinta motor antik dari berbagai penjuru Nusantara diprediksi akan memadati Stadion Joyokusumo Pati, 23-24 September 2017 mendatang. Kedatangan para rider tersebut seiring dengan even akbar berlabel Jambore Nasional (Jamnas) ke-24 Motor Antique Club Indonesia (MACI). Ketua panitia Jamnas ke-24 MACI, Sutiyono mengatakan, dalam even yang didukung PR Sukun ini, akan dihadiri kurang lebih tiga ribuan peserta. Ribuan peserta tersebut datang dari berbagai daerah di Indonesia.
”Ini adalah even tahunan yang kami gelar. Biasanya bergantian lokasinya, dan tahun ini kami tempatkan di Kabupaten Pati,” jelas Sutiyono.
Ribuan peserta yang datang itu, berasal dari 66 cabang MACI yang ada di Indonesia. Selain Jawa, datang juga peserta dari Sumatera, Kalimantan, dan Sulawesi.
Tema yang diusung kali ini adalah ”Gage Go Numpak Udug”. Menurut Sutiyono, tema ini sangat penting karena pihaknya ingin memperkenalkan jika semua orang, bisa menjadi bagian dari komunitas ini.
”Kami ingin lebih dekat dengan masyarakat. Karena itu, kita ajak mereka untuk datang ke acara ini, sehingga bisa mengenal lebih dekat apa itu motor antik dan komunitas ini,” ujarnya.
Itu sebabnya, beberapa acara juga bakal digelar, untuk memeriahkan even ini. Ada photo competiton bagi penggemar fotografi, culinary corner, merchandise booth, MACI True Honour Award, photo booth, biker fashion, pagelaran musik, junkyard sale, greenfield bikers, dan bikers care free fellow treatment.
”Selain tentunya bakti sosial kepada masyarakat luas. Sehingga siapa saja bisa datang ke acara ini. Ada hiburan juga yang bisa dinikmati semuanya. Tidak rugi kalau misalnya datang dan memeriahkan even ini,” katanya.


Sumber Berita : http://www.murianews.com/2017/09/21/126439/ribuan-pencinta-motor-klasik-se-nusantara-dijadwalkan-hadiri-jamnas-maci-di-pati.html

Baca Terusannya »»  

Kirab Tebokan, Cara Warga Kaliputu Kudus Bersyukur di Tahun Baru Hijriyah

Kudus – Ratusan warga Desa Kaliputu, Kecamatan Kota, menggelar kirab Tebokan, Kamis (21/9/2017). Kirab tersebut diselenggarakan sebagai rasa syukur datangnya tahun baru islam. Ivan Dame, panitia kegiatan mengatakan, Kirab Tebokan sudah diselenggarakan setiap tahun. Karenanya, tak heran jika banyak warga yang datang untuk melihat jalannya kirab.
“Dari dulu sudah ada tasyakuran di tahun baru. Bedanya beberapa tahun lalu dimeriahkan dengan adanya kirab,” katanya kepada MuriaNewsCom
Ia menyebutkan, meski digelar tiap tahun, warga tak berani merubah waktu kirab. Karena kegiatan tersebut yang sudah berlangsung lama dan diwariskan secara turun temurun. Sedangkan, warga sekarang ini hanya sebagai penerus supaya budaya tersebut tak hilang dimakan zaman.
Meski begitu, dipilihnya kirab di tahun baru Islam bukanlah tanpa sebab. Selain sudah menjadi rutinitas, hari itu juga menjadi awal tahun. Dan diharapkan selama setahun ke depan, rizki masyarakat di Kaliputu tetap lancar, bahkan semakin banyak.
Karena itu, dalam ritual yang dilakukan selalu terdapat shodaqoh dari masyarakat. Antara satu warga dengan warga lainnya saling membagikan jajanannya kepada sesama warga. Hal tersebut seakan sudah menjadi tradisi setiap tahun.
“Kalau perbedaan dengan tahun lalu hanya rute kirab. Tahun ini rute dibalik dengan mengarah ke selatan hingga proliman, belok kiri melewati Burikan hingga ke utara dan kembali ke balai desa,” ungkapnya.

Sumber Berita : http://www.murianews.com/2017/09/21/126432/kirab-tebokan-cara-warga-kaliputu-kudus-bersyukur-di-tahun-baru-hijriyah.html

Baca Terusannya »»  

Meriah, Kirab Sendang Widodari Desa Menawan Kudus Diikuti Ratusan Warga

Kudus – Ratusan warga Desa Menawan, Kecamatan Gebog mengelar kirab Sendang Widodari, Kamis (21/9/2017). Kirab dimulai dari Balaidesa, dengan final di lapangan bumi perkemahan Menawan.
Kades Menawan Sholihin mengatakan, kegiatan tersebut merupakan kegiatan tutin yang dilakukan setiap tanggal 1 Muharrom. Meski begitu, peserta kirab tak pernah surut. Buktinya, dalam kirab kali ini, setidaknya ada 500 peserta yang berpartisipasi.
“Ini merupakan kali kedua diselenggarakan. Dan tahun ini jauh lebih meriah lagi ketimbang tahun lalu. Karena kini terdapat teatrikal di ujung acaranya,” katanya kepada MuriaNewsCom usai kegiatan.
Menurut dia, sebelum mencapai finish, para peserta kirab harus berjalan sekitar 1,5 kilometer. Selama perjalanan, banyak warga yang menonton, lantaran termasuk event yang ditunggu-tunggu.
Dalam pertunjukan teatrikal, yang diangkat adalah kekeringan yang melanda kawasan Menawan puluhan tahun lalu. Saat itu, hanya sendanglah yang masih memiliki air, dan menyelamatkan warga setempat.
Ditambahkan, yang diangkat adalah sendang widodari, yang terdapat di dalam desanya untuk kebutuhan masyarakat. Sendang tersebut diketahui tak pernah kering dan hingga kini digunakan untuk kebutuhan warga.

Sumber Berita : http://www.murianews.com/2017/09/21/126424/meriah-kirab-sendang-widodari-desa-menawan-kudus-diikuti-ratusan-warga.html

Baca Terusannya »»  

Air Bersih Langka, Warga Turung Jepara ‘Ngangsu’ Hingga 2 Kilometer


Jepara – Sumur-sumur milik warga Dukuh Turung,  Desa Tanjung, Kecamatan Pakis Aji mulai mengering. Hal ini telah berlangsung selama dua bulan terakhir.
Kepala Desa Tanjung Dwi Ganoto mengatakan, untuk memenuhi kebutuhan air harian, warganya harus ngangsu (mengambil air) ke Dukuh Tanjungsari. Hal ini tak mudah, sebab jarak di antara dua dukuh itu berjauhan.
“Untuk mendapatkan air bersih harus ke dukuh sebelah jaraknya sekitar dua kilometer. Belum lagi letak dukuh Turung yang berada di ketinggian 400 meter di atas ketinggian permukaan laut,” kata Ganoto, Kamis (21/9/2017).
Menurutnya, di Dukuh Turung dihuni oleh 48 kepala keluarga. Belakangan kondisi itu kian parah pada puncak kemarau seperti ini.
Berbagai upaya pun ditempuh warga, termasuk meminta droping air dari kepolisian sektor Pakis Aji. Ganoto mengatakan, sebelumnya sudah ada bantuan dari polsek setempat.
“Ya bersyukur, dapat meringankan kondisi warga Dukuh Turung yang berada di RT 35 RW 04 Desa Tanjung,” tambahnya.
Selain desa tersebut, di Jepara terdapat wilayah lain yang mengalami kondisi serupa. Diantaranya Desa Kedung Malang, Desa Karangaji dan Desa Kalianyar di Kecamatan Kedung. Yang lain tersebar di Desa Blimbingrejo dan Desa Tunggul Pandean Kecamatan Nalumsari, serta Desa Raguklampitan di Kecamatan Batealit.

Sumber Berita ; http://www.murianews.com/2017/09/21/126414/air-bersih-langka-warga-turung-jepara-ngangsu-hingga-2-kilometer.html
Baca Terusannya »»  

Warga Minta Perlintasan Kereta di Desa Sedadi Grobogan Dipasang Palang Pintu

GroboganSejumlah warga meminta agar perlintasan kereta di Desa Sedadi, Kecamatan Penawangan segera dibuatkan palang pintu. Langkah itu diperlukan untuk mencegah terjadinya kecelakaan di kemudian hari. Sebelumnya, usulan untuk pembuatan palang pintu di perlintasan tersebut sudah sering dikemukakan. Namun, sampai saat ini, pembuatan palang pintu belum kunjung direalisasikan.
Dari keterangan warga, selama ini sudah beberapa kali terjadi kecelakaan antara kendaraan bermotor dengan kereta. Terakhir, adalah tertabraknya mobil Xenia oleh kereta barang, Kamis (21/9/2017) sekitar pukul 06.40 WIB.
”Peristiwa kecelakaan sudah beberapa kali terjadi. Tapi, setahu saya, kecelakaan disini belum pernah menimbulkan korban jiwa,” cetus Pujiyanto, warga setempat.
Menurut warga, belum dipasangnya palang pintu di lokasi itu juga dinilai cukup mengherankan. Alasannya, jalan raya yang dilalui perlintasan itu statusnya milik kabupaten dan arus lalu lintasnya cukup padat karena jadi akses antar kecamatan.
Selain itu, perlintasan yang berada di sebelah barat sungai Serang tersebut juga dekat dengan Stasiun Sedadi. Jarak perlintasan dengan kantor stasiun hanya sekitar 300 meter saja. Dengan kondisi itu, pemasangan palang pintu harusnya jadi skala prioritas.
Tidak jauh dari lokasi ini, ada titik perlintasan kereta api lainnya. Yakni, di sebelah timur sungai Serang yang masuk wilayah Desa Katong, Kecamatan Toroh. Kedua perlintasan itu posisinya berada pada garis lurus dan hanya terpisahkan sungai Serang.
Saat ini, perlintasan di Desa Katong yang cuma jadi akses antar dusun itu malah sudah dilengkapi palang pintu. Palang pintu tersebut dibangun dengan dana swadaya warga. Selain dilengkapi palang pintu, perlintasan itu juga dijaga 24 jam.
Pembangunan palang pintu secara swadaya itu dilakukan setelah ada rencana penutupan perlintasan sebidang tersebut. Rencana penutupan dilakukan setelah ada peristiwa kecelakaan mengerikan, Sabtu (20/5/2017) lalu.
Sebuah mobil Avanza yang hendak menyeberangi rel tertabrak kereta api Argo Bromo dari arah timur hingga akhirnye terseret dan terbakar di Stasiun Sedadi, Kecamatan Penawangan. Dalam peristiwa ini, empat penumpang Avanza tewas.
Sementara itu, Kepala Dinas Perhubungan Grobogan Agung Sutanto menyatakan, sejauh ini memang masih ada banyak perlintasan kereta yang tidak berpintu dan ada penjaganya. Dari pendataan yang dilakukan, jumlah perlintasan  keseluruhan ada 139 titik.
Perlintasan ini terbentang dari arah barat ke timur. Mulai Kecamatan Tegowanu, Tanggungharjo, Kedungjati, Gubug, Godong, Karangrayung, Penawangan, Purwodadi, Toroh, Pulokulon, Geyer, Kradenan, dan Gabus.
Dari 138 titik ini, baru 13 titik perlintasan yang dilengkapi pintu atau dijaga petugas. Sementara titik perlintasan lainnya belum ada pintu maupun penjaganya. Beberapa perlintasan  yang arus lalu lintasnya cukup ramai biasanya ada penjaga swadaya.
Menurut Agung, selain memasang rambu peringatan, Pemkab Grobogan juga mengajukan bantuan pembuatan palang pintu perlintasan sebidang kereta pada pihak Kementrian Perhubungan. Permintaan bantuan disebabkan belum adanya biaya dari dinasnya untuk membangun palang pintu.Bantuan pembuatan palang pintu diajukan untuk 11 titik.
”Surat permohonan bantuan ditandatangani bupati dan sudah kita kirimkan akhir Mei lalu. Totalnya permohonan bantuan ada 11 titik perlintasan sebidang yang tersebar di beberapa kecamatan,” jelasnya.

Sumber Berita : http://www.murianews.com/2017/09/21/126451/warga-minta-perlintasan-kereta-di-desa-sedadi-grobogan-dipasang-palang-pintu.html


Baca Terusannya »»  

Perusahaan Beton Diduga Serobot Jalan Desa Sidak, Anggota Komisi B Hanya Ditemui Staf

KUDUS– Komisi B DPRD Kudus melakukan inspeksi mendadak (sidak) ke perusahaan pembuat beton. Sebab, adanya laporan warga yang menduga perusahaan tersebut menutup jalan desa.

Namun, saat sidak perusahaan beton, pimpinan perusahaan pembuatan beton tidak bisa ditemui. Informasi dari staf administrasinya masih berada di luar kota.

Kasi Tata Pemerintahan Desa Garung Kidul, Kecamatan Kaliwungu, Zubaidi mengatakan, jalan desa yang semula dilewati warga saat ini beralih menjadi lahan perusahaan. Panjang jalan yang ditempati perusahaan beton tersebut sekitar 150 meter dengan lebar empat meter. ”Kami sudah menyampaikan protes ke perusahaan beton,” katanya kemarin.

Semula, perusahaan beton membangun lahan di sisi kanan dan kiri jalan. Namun, lama-kelamaan jalan ditutup dan menjadi bagian dari perusahaan. Pihaknya juga merasa capek memprotes perkara tersebut.

Kades Garung Kudul Aan Setyawan menambahkan, diambialih jalan desa menjadi milik perusahaan berlangsung sejak 2014 silam. Dia berharap adanya wakil rakyat yang datang. Aset milik desa tersebut bisa kembali lagi. ”Masyarakat ingin jalan kembali seperti semula,” terangnya.

Sementara itu, Ketua Komisi B DPRD Kudus Mukhasiron mengatakan, akan memanggil pimpinan perusahaan beton awal pekan depan. Tujuannya mengetahui secara jelas terkait jalan desa yang ditempati perusahaan tersebut.

Untuk itu, perusahaan menyiapkan semua data, termasuk berkas perusahaan terkait bangunan dan tanah. Karena dari pihak desa menyatakan jika ada jalan desa yang kini menjadi bagian dari perusahaan beton tersebut.

Jika ada pengambilalihan jalan desa, perusahaan tersebut melanggar aturan. Karena jalan desa untuk kepentingan umum. ”Untuk kepastiannya akan kami panggil semua pihak terkait pekan depan,” imbuhnya.

Pihaknya perlu memanggil karena saat sidak di lokasi, tidak ada pimpinan yang bisa memberikan penjelasan.”Pimpinan ada acara di luar kota, jadi belum bisa menemui,” jawab staf administrasi yang tidak mau menyebut namanya.


Sumber Berita : https://www.jawapos.com/radarkudus/read/2017/09/21/14892/perusahaan-beton-diduga-serobot-jalan-desa






Baca Terusannya »»  

Maksimalkan Waktu Sepuluh Hari

REMBANG – Dinas Kesehatan (Dinkes) Kabupaten Rembang terus menggencarkan imunisasi Measles dan Rubella (MR). Data terbaru saat ini, sudah sebanyak 137.188 anak telah diimunisasi. Jika mengacu sasaran dari Pusat Data Informasi (Pusdatin) Kementerian Kesehatan pelaksanaan MR di wilayah setempat telah capai target.

Hal ini dapat terlihat sasaran yang ditentukan 133,441 anak, kini sudah 137.188 anak dengan cakupan 102 persen. Namun, Dinkes ingin mencapai target riil sebanyak 139.199 anak di sisa waktu yang tinggal 10 hari ke depan.

”Melihat masih ada waktu yang tersisa sekira 10 hari mendatang optimistis pelaksanaan kampanye MR secara real bakal tercapai,” terang kepala Bidang Pengendalian Penyakit Dinkes Rembang, Aris Suryono melalui Kasi Survailans Kesehatan Karantina dan Imunisasi Supriyo, kemarin (20/9).

Menurutnya dengan melakukan pelacakan. Utamanya, di beberapa kecamatan yang belum 100 persen. Misalnya, yang saat dilakukan imunisasi di sekolah maupun posyandu dalam keadaan sakit atau pergi.

”Jika memungkinkan petugas  kesehatan bakal jemput bola ditempat sasaran. Kalau sasaran di sekolah sudah mencapai 100 persen, untuk bulan September lebih yang diprioritaskan pra sekolah maupun posyandu,” paparnya.

Sumber Berita : https://www.jawapos.com/radarkudus/read/2017/09/21/14884/maksimalkan-waktu-sepuluh-hari

Baca Terusannya »»  

Para Yachter Nikmati Pindang Srani

KARIMUNJAWA – Gala dinner bagi para yachter yang singgah di Karimunjawa digelar Selasa (19/9) malam. Ada belasan yachter yang ambil bagian pada gala dinner tersebut. Mereka berbaur dengan masyarakat setempat untuk menikmati kuliner khas dan berbagai pertunjukan kesenian daerah.

Malam gala dinner itu dimulai sekitar pukul 19.00 WIB. Meski begitu, beberapa jam sebelum dimulai para yachter sudah datang ke lokasi acara. Mereka kemudian dirias menggunakan busana adat Jawa yakni kain lurik dan batik. Untuk yachter perempuan, riasan wajah juga ditambahkan untuk menyempurnakan penampilan mereka.

Gala dinner ini dimulai dengan menikmati berbagai masakan khas Karimunjawa. Olahan ikan mendominasi menu yang disajikan bagi para yachter. Beberapa di antaranya ikan bakar, bola-bola ikan, sampai pindang serani.

Usai menikmati berbagai makanan itu, para yachter dihibur penampilan tari topeng persembahan dari Dinas Pariwisata dan Kebudayaan (Disparbud) Kabupaten Jepara. Ada pula penampilan dari tari pencak yang ditampilkan salah satu sanggar di Desa Kemojan, Karimunjawa.

Pada malam gala dinner itu, para yachter juga kembali unjuk kebolehan di atas panggung. Mereka tampil mengenakan busana adat Jawa. Namun tak hanya berjalan sebagaimana saat fashion show, para yachter itu juga tampil menari sesuai kreativitas masing-masing.

Penampilan para yachter itu mampu membuat masyarakat dan tamu undangan terhibur karena sebagian besar menampilkan aksi kocak. Malam gala dinner ditutup dengan aksi joget bersama para yachter. Ada beberapa lagu yang disenandungkan khusus Bupati Jepara Ahmad Marzuqi untuk menghibur para yachter dan masyarakat Karimunjawa.

Salah satu perwakilan yachter, Zackly membacakan tulisan khusus berisi ucapan terimakasih pada malam gala dinner itu. Dia mengatakan, dia dan para yachter lain sudah berbulan-bulan bahkan bertahun-tahun hidup di lautan. Mereka semua jauh dari keluarga. Namun sambutan hangat dari penyelenggara Sail Karimunjawa dan masyarakat setempat membuat mereka seperti memiliki keluarga kembali.

Zackly melanjutkan, para yachter memang berasal dari berbagai Negara yang berbeda, namun mereka yakin semuanya sama dan satu. ”Semuanya bisa bangga karena di sini pelayanan sangat luar biasa baik,” tutupnya.

Kepala Dinas Pariwisata dan Kebudayaan (Disparbud) Kabupaten Jepara, Deni Hendarko mengatakan, rangkaian Sail Karimunjawa tahun ini terbilag sukses. Semua rangkaian acara berjalan lancar dan diikuti antusias oleh yachter dan masyarakat.

Meski begitu, ke depan pihaknya akan menyiapkan kegiatan yang lebih baik. Termasuk dalam kesenian tradisional yang ditampilkan. ”Tidak hanya tari-tarian tapi akan ditambah pula dengan musik tradisional yang yang lainnya,” ujarnya.

Bupati Jepara Ahmad Marzuqi menambahkan, pihaknya berharap rangkaian acara Sail Karimunjawa bisa membekas bagi para yachter. ”Kami juga minta pada mereka menyampaikan berbagai potensi wisata di sini pada teman dan kerabat di Negara masing-masing supaya makin banyak yang mengunjungi Karimunjawa,” imbuhnya.

Sumber Berita : https://www.jawapos.com/radarkudus/read/2017/09/21/14895/para-yachter-nikmati-pindang-srani

Baca Terusannya »»  

Puas dengan Kualitas, Pengusaha Kontrak 500 Ton Beras

GROBOGAN-Beras kualitas baik yang diproduksi petani Grobogan menjadikan para pengusaha mulai memilih beras asal Grobogan. Hal itu karena beras tersebut disukai di pasaran.

Kepala Dinas Perindustrian dan Perdagangan (Disperindag) Grobogan Karsono melalui Kasi Distribusi dan Perlindungan Konsumen Indri Agus Velawati mengatakan, saat digelar pameran, beras Grobogan selalu ramai dikunjungi pembeli karena harganya terjangkau dan berkualitas.

”Dari hasil pameran beberapa waktu lalu di Ambarawa, ada pengusaha langsung mengontrak membeli beras asal Grobogan. Jumlahnya mencapai 500 ton,” kata Indri.

Dikatakan, beras berkualitas ini dikarenakan petani Grobogan dikenal ulet dalam bertani. Selain itu juga karena ada dukungan irigasi yang bagus dan pemberian penyuluhan dari pemerintah daerah.

”Ada rencana dari kami untuk mematenkan beras asal Grobogan karena dikenal enak dan bagus kualitasnya,” terang dia.

Indri menambahkan, untuk membantu petani dalam penjualan, dinas berupaya aktif dalam membantu pemasaran. Yaitu mengikuti setiap pameran produk pertanian. Selain pemasaran, juga memberikan penyuluhan kepada petani.

Program lain adalah menyimpan hasil panen padi ketika harga mulai jatuh, di resi gudang Desa Dapurno, Kecamatan Wirosari. Gudang tersebut untuk penyimpanan dan pengeringan. ”Kami mengajak kepada petani agar menyimpan di resi gudang saat harga gabah jatuh. Ketika harga gabah tinggi baru dijual. Resi gudang juga bisa dibuat agunan pinjaman bank untuk permodalan,” ujarnya.


Sumber Berita : https://www.jawapos.com/radarkudus/read/2017/09/21/14882/puas-dengan-kualitas-pengusaha-kontrak-500-ton-beras




Baca Terusannya »»  

Puas dengan Bangunan Embung Bantuan BBWS

BLORA – Bupati Blora Djoko Nugroho mengaku puas dan senang terhadap bangunan embung bantuan Balai Besar Wilayah Sungai (BBWS) Pemali Juana. Hal itu disampaikan saat melakukan pengecekan proses pembangunan embung  di wilayah setempat kemarin.

Kunjungan tersebut diantarnya di Embung Purwosari di Kecamatan Kota, Embung Pleret di Jepon, Embung Jiken dan Embung Kemiri Kecamatan Jepon.

“Bagus (pembangunannya). Terima kasih atas bantuannya, semoga nanti bermanfaat untuk warga saya,” ungkapnya bupati saat di lokasi pembangunan embung.

Kokok sapaan akrab Djoko Nugroho minta di sekitar embung nantinya dibangun taman sehingga sejuk dan nyaman untuk warga sekitar.Tak hanya itu,Kokok meminta kepada beberapa OPD terkait untuk memikirkan pengembangan di tahun-tahun berikutnya.

“Tolong nanti pembangunan jalan dianggarkan, tanaman dan ikan, biar dimanfaatkan warga. Bagus ini, saya senang,” ujarnya pada sejumlah kepala OPD Blora yang turut bersamanya.

Sesuai rencana Embung Pleret, nantinya akan menampung volume air sekitar 210.870 meter kubik. Saat ini progres fisik sudah mencapai 78 persen. Sementara progress keuangan mencapai 56 persen. Untuk biaya sendiri mencapai Rp 14 miliar.

Embung Kemiri, saat ini sudah progres keuangan mencapai 73 persen dan fisik sebesar 93 persen dengan volume penampungan air sebesar 40.355 meter kubik. Embung Purwosari menghabiskan dana Rp 3,5 miliar. Nantinya akan menampung air sebanyak 42.235 meter kubik.

Progres pembangunan sudah 98 persen dan keuangan 80 persen. Untuk Embung Jiken progress fisik sudah mencapai 92 persen. Progres keuangan 42 persen dan nantinya bisa menapung air sebanyak 40.335 meter kubik dengan anggaran Rp 3,2 miliar.

Surat, Kasi Pembangunan Dan Rehabilitasi Wilayah 1 Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (DPUPR) Kabupaten Blora mengungkapkan, tahun ini ada beberapa embung yang dibangun dan revitalisasi. “Untuk  revitalisasi  masing-masing, Embung Karangjati dan Bogem,” terangnya.

Dia menambahkan, saat ini setiap Kecamatan memang sudah ada embung, namun semuanya masih mengandalkan air hujan. Sehingga saat musim kemarau tiba, debit airnya berkurang. Bahkan ada yang sudah mengering.

Agus Budianto, Kasubid Prasarana wilayah Badan Perencanaan Pembangunan Daerah (Bappeda) Kabupaten Blora mengaku, dari data yang ada, Kabupaten Blora memiliki Daerah Pengairan Pemukiman (DI) sebanyak 183 titik dengan luasan 13.351 hektare. Selain itu 27 sumber mata air serta 39 Bendung Sungai.

“Untuk mata air ada beberapa yang masih atau tidak saat ini. Seperti Karanggeneng, Sarimulyo, Ngawenombo, Biting, Gombang Bogorejo satu dan dua, kalau yang lainnya semuanya masih ada,” jelasnya

Sumber Berita : https://www.jawapos.com/radarkudus/read/2017/09/21/14887/puas-dengan-bangunan-embung-bantuan-bbws

Baca Terusannya »»