Cari Blog Ini

Jumat, 30 Oktober 2026

Hasil FP1 MotoGP Malaysia 2026: Marc Marquez Tercepat

 


SPORT.DETIK.COM Sepang - Free Practice 1 MotoGP Malaysia 2026 telah tuntas. Marc Marquez menjadi yang tercepat pada sesi ini.

Pada latihan bebas di Sirkuit Sepang, Jumat (30/10/2026), Marquez berada di urutan pertama sejak periode awal. Catatan waktunya 1 menit 58.912 detik tak berubah hingga akhir.

Marco Bezzecchi ada di posisi kedua, yang diikuti oleh Pedro Acosta. Enea Bastianini ada di urutan keempat dengan menyodok di periode akhir.

Alex Marquez berhasil naik ke posisi keempat saat waktu masih tersisa 20 menit. Posisinya perlahan turun hingga menempati posisi keenam di akhir.

Red flag dikibarkan saat FP 1 tersisa 12 menit. Hal itu tampaknya terjadi karena ada serpihan dari motor milik Iker Lecuona, namun sang rider sama sekali tidak mengalami crash.

Brad Binder sempat menyodok ke posisi keempat, sebelum akhirnya duduk kelima. Marc Marquez berupaya mempertajam catatan waktunya, namun tetap menjadi yang tercepat dengan catatan waktu yang sama.

 

Hasil FP1 MotoGP Malaysia 2026:

Pos

Rider

Nat

Team

Time/Diff

1

Marc Marquez

SPA

Ducati Lenovo (GP26)

1'58.912s

2

Marco Bezzecchi

ITA

Aprilia Racing (RS-GP26)

+0.474s

3

Pedro Acosta

SPA

Red Bull KTM (RC16)

+0.474s

4

Enea Bastianini

ITA

Red Bull KTM Tech3 (RC16)

+0.776s

5

Brad Binder

RSA

Red Bull KTM (RC16)

+0.825s

6

Franco Morbidelli

ITA

Pertamina VR46 Ducati (GP25)

+0.883s

7

Alex Marquez

SPA

BK8 Gresini Ducati (GP26)

+0.989s

8

Johann Zarco

FRA

Castrol Honda LCR (RC213V)

+1.241s

9

Fabio Di Giannantonio

ITA

Pertamina VR46 Ducati (GP26)

+1.325s

10

Diogo Moreira

BRA

Pro Honda LCR (RC213V)*

+1.348s

11

Alex Rins

SPA

Monster Yamaha (YZR-M1)

+1.358s

12

Jack Miller

AUS

Pramac Yamaha (YZR-M1)

+1.412s

13

Francesco Bagnaia

ITA

Ducati Lenovo (GP26)

+1.418s

14

Joan Mir

SPA

Honda HRC Castrol (RC213V)

+1.419s

15

Fabio Quartararo

FRA

Monster Yamaha (YZR-M1)

+1.508s

16

Maverick Viñales

SPA

Red Bull KTM Tech3 (RC16)

+1.545s

17

Raul Fernandez

SPA

Trackhouse Aprilia (RS-GP26)

+1.669s

18

Luca Marini

ITA

Honda HRC Castrol (RC213V)

+1.697s

19

Ai Ogura

JPN

Trackhouse Aprilia (RS-GP26)

+1.704s

20

Jorge Martin

SPA

Aprilia Racing (RS-GP26)

+1.835s

21

Augusto Fernandez

SPA

Yamaha Factory Racing (YZR-M1)

+2.198s

22

Iker Lecuona

SPA

BK8 Gresini Ducati (GP26)

+2.764s

Baca Terusannya »»  

Peringati HORI ke-80, Menkeu Berikan Amanat untuk Perkuat Komitmen Jaga Kedaulatan Ekonomi dan Keuangan Negara

 



Jakarta, Kemenkeu – Peringatan Hari Oeang Republik Indonesia (HORI) ke-80 menjadi momentum bagi jajaran Kementerian Keuangan(Kemenkeu) untuk mengenang perjuangan para pendahulu sekaligus memperkuat komitmen menjaga kedaulatan ekonomi dan keuangan negara. Hal tersebut menjadi pesan utama yang disampaikan Menteri Keuangan (Menkeu) Suahasil Nazara dalam Upacara Peringatan Hari Oeang ke-80 dan Hari Sumpah Pemuda ke-98 di Jakarta pada Jumat (30/10).

Hari Oeang yang diperingati setiap 30 Oktober bertujuan untuk mengenang pemberlakuan Oeang Republik Indonesia (ORI) pada 30 Oktober 1946 sebagai alat pembayaran yang sah. Pada masa awal kemerdekaan, penerbitan ORI bukan sekadar langkah membangun sistem keuangan nasional, melainkan juga simbol kedaulatan dan perjuangan bangsa dalam mempertahankan kemerdekaan.

Delapan dekade berselang, Menkeu mengatakan semangat tersebut tetap relevan meskipun tantangan yang dihadapi telah berubah. Kedaulatan ekonomi tidak hanya diwujudkan melalui kepemilikan mata uang dan lembaga keuangan sendiri, tetapi juga melalui kemampuan negara mengelola seluruh instrumen fiskal untuk mewujudkan masyarakat yang maju, adil, dan sejahtera.

“Bagi kita di Kementerian Keuangan, semangat perjuangan tersebut harus terus kita lanjutkan. Tanggung jawab kita adalah menjaga dan mengelola keuangan negara secara kredibel, profesional, dan berintegritas,” ungkap Menkeu.

Melalui tema “Indonesia Berdaulat, APBN Kuat”, Menkeu menegaskan bahwa kedaulatan bangsa harus ditopang oleh APBN yang kuat dan kredibel. APBN memiliki peran strategis dalam membiayai pembangunan, menjaga keberlangsungan pelayanan publik, serta melindungi masyarakat dari berbagai tantangan ekonomi.

Menkeu memaparkan tiga hal utama yang perlu dipastikan dalam pelaksanaan APBN. Pertama, APBN harus mampu menumbuhkan ekonomi melalui dukungan terhadap pendidikan, kesehatan, infrastruktur, investasi, produksi, dan ekspor. Kedua, APBN harus hadir melindungi masyarakat melalui perlindungan sosial, subsidi, dan pelayanan dasar yang tepat sasaran. Ketiga, APBN harus tetap kredibel melalui penguatan penerimaan negara, pelaksanaan belanja yang bertanggung jawab, serta pengelolaan pembiayaan secara hati-hati.

Untuk mewujudkan hal tersebut, Menkeu meminta seluruh jajaran Kemenkeu untuk meningkatkan kinerja, memperkuat kolaborasi sebagai Kemenkeu Satu, menjaga integritas, serta meningkatkan kapasitas institusi dan kompetensi pegawai. Setiap kebijakan dan keputusan fiskal harus memberikan dampak nyata bagi masyarakat dan dapat dipertanggungjawabkan.

“Pekerjaan kita memiliki arti yang jauh melampaui meja kerja dan kantor kita sendiri. Keputusan yang kita ambil pada hari ini mempengaruhi pelayanan publik, mempengaruhi kegiatan usaha, dan berdampak bagi kesejahteraan masyarakat,” tandas Menkeu.

Menutup amanatnya, Menteri Keuangan menyampaikan apresiasi kepada seluruh pegawai Kementerian Keuangan di berbagai wilayah penugasan atas dedikasi dan pengabdian dalam menjalankan tugas negara. Dukungan keluarga juga menjadi bagian penting dalam menjaga semangat pengabdian tersebut.

“Kepada Anda semua yang melayani di kantor-kantor daerah, yang menjaga perbatasan, yang bertugas jauh dari keluarga, serta mendukung pekerjaan institusi setiap hari, saya menyampaikan terima kasih. Tidak semua pengabdian saudara terlihat oleh publik, tetapi setiap pekerjaan yang saudara lakukan memiliki arti penting bagi negara, bagi masyarakat yang kita layani,” pungkas Menkeu.

 

 

Sumber : https://www.kemenkeu.go.id/informasi-publik/publikasi/berita-utama/Peringati-HORI-ke-80 

Baca Terusannya »»  

Pemprov Jateng Kembali Buka Kesempatan Beasiswa, Kali untuk Guru Madrasah Diniyah

 


SEMARANG – Pemerintah Provinsi Jawa Tengah yang dipimpin Gubernur Ahmad Luthfi dan Wagub Taj Yasin, kembali menggulirkan beasiswa bagi tenaga pendidik keagamaan. Kali ini beasiswa diberikan kepada guru Madrasah Diniyah di Jawa Tengah.

Beasiswa itu berupa biaya kuliah untuk guru Madrasah Diniyah yang menempuh pendidikan S1 (sarjana) dan S2 (magister), baik program reguler maupun Rekognisi Pendidikan Lampau (RPL). Dengan ketentuan untuk S1 beasiswa sebesar Rp2.500.000 per semester diberikan selama enam semester mulai Desember 2026. Untuk S2 beasiswa Rp3.000.000 per semester, diberikan selama tiga semester mulai 2026.

Ketua Lembaga Fasilitasi Sinergitas Pesantren (LFSP) Jateng, yang menangani program itu, Prof Hasyim Muhammad, mengatakan, beasiswa tersebut untuk memberikan dukungan bagi guru Madrasah Diniyah, agar melanjutkan pendidikan dan meningkatkan kualitas keilmuan untuk kemajuan Jawa Tengah.

“Beasiswa ini bentuk komitmen pak Gubernur Ahmad Luthfi dan pak Wagub Taj Yasin, untuk mengangkat pendidikan madrasah diniyah kita, juga meningkatkan keilmuan para gurunya. Ini juga realisasi dari 11 program prioritas Luthfi-Yasin, khususnya peningkatan pendidikan,” katanya, di Semarang.

Menurut Prof Hasyim, guru Madrasah Diniyah adalah benteng ilmu dan akhlak generasi bangsa. Mereka mengajar di lembaga pendidikan keagamaan Islam nonformal (di luar sekolah formal), membekali pengajaran ilmu-ilmu agama Islam secara klasikal dan berjenjang bagi anak-anak dibawah usia tujuh tahun. Karenanya, layak untuk diberikan beasiswa.

Meski begitu, kata Prof Hasyim, untuk mendapatkan beasiswa ini, sejumlah syarat harus dipenuhi. Di antaranya, pendaftar harus penduduk Jawa Tengah yang berusia minimal 21 tahun untuk program sarjana/S1, dan 23 tahun untuk program Magister/S2, dibuktikan dengan Kartu Tanda Penduduk(KTP) atau Kartu Keluarga (KK). Pendaftar merupakan guru di Madrasah Diniyah yang berada di Jawa Tengah dan telah terdaftar/memiliki izin di Kementerian Agama, dengan menyertakan Surat Keputusan Kepala Madrasah Diniyah tentang Pengangkatan Guru Madrasah Diniyah.

Calon penerima beasiswa masih aktif melaksanakan tugas pembelajaran, dibuktikan dengan Surat Keterangan Aktif Mengajar dari Kepala Madrasah Diniyah, serta diusulkan/ direkomendasikan oleh Madrasah Diniyah di Jawa Tengah. Dia juga harus telah diterima sebagai mahasiswa, yang dibuktikan dengan bukti terima atau kartu hasil studi di perguruan tinggi di Jawa Tengah yang telah bekerja,sama dengan Pemerintah Provinsi Jawa Tengah, serta tidak sedang menerima beasiswa yang bersumber dari APBN/APBD.

“Syarat berikutnya, bersedia menandatangani Kesepakatan Bersama antara LPSP Provinsi Jawa Tengah dan penerima beasiswa,” bebernya.

Setelah lolos seleksi administrasi, peserta juga harus mengikuti seleksi wawancara, meliputi motivasi dan pengabdian di Madrasah Diniyah, wawasan kebangsaan, dan pengetahuan keislaman. 

Sedangkan untuk tahap pendaftaran dibuka mulai 28 Oktober-22 November 2026. Tahap seleksi dilakukan 23 November -30 November 2026, dan pengumuman 1 Desember 2026.

Untuk informasi lebih lanjut bisa melalui laman www.jatengprov.go.id, pendaftaran beasiswa melalui aplikasi JNN (Jateng Ngopeni Nglakoni), dan konfimasi melalui kontak WA 081180006330.

Sebagai informasi, sebelumnya ini, melalui LFSP,  Pemprov Jateng juga sudah menggulirkan beasiswa melalui program Pesantren Obah.  Ada beasiswa santri dan pengasuh pesantren untuk jenjang sarja dan magister dalam dan luar negeri. Ada pula beasiswa Mahasantri Ma’had Aly dan Santri Penggerak.

 

 

Sumber : https://jatengprov.go.id/publik/pemprov-jateng-kembali-buka-kesempatan-beasiswa-kali-untuk-guru-madrasah-diniyah/ 


Baca Terusannya »»  

Kamis, 29 Oktober 2026

Panjat Tebing Porprov Jateng 2026, Kota Semarang Raih Emas Kedua

 


Kontingen Kota Semarang kembali menorehkan prestasi dalam cabang olahraga (cabor) panjat tebing pada Pekan Olahraga Provinsi (Porprov) Jawa Tengah XVII 2026. Kali ini, Kota Semarang berhasil menyabet medali emas di nomor Boulder Campuran pada Kamis (29/10/2026) . 

Keberhasilan tersebut sekaligus memenuhi target yang telah ditetapkan tim panjat tebing Kota Semarang dalam ajang olahraga tingkat provinsi tersebut. Medali emas ini juga menjadi emas kedua yang berhasil dikumpulkan kontingen Kota Semarang dari cabor panjat tebing.

Pelatih panjat tebing Kota Semarang, Aris Widiyatmoko, mengungkapkan bahwa timnya telah menyiapkan strategi khusus untuk pertandingan nomor Boulder Campuran atau Boulder Mix .

“Ini balapan yang telah kami siapkan sebelumnya dalam pertandingan kelas boulder mix. Dan Alhamdulillah, strategi ini berhasil dengan perolehan medali emas,” kata Aris.

 

Strategi Khusus Antar Kota Semarang Raih Emas

Aris menjelaskan, tim pelatih telah merancang strategi pertandingan dengan mempertimbangkan tantangan yang harus menghadapi para atlet di nomor Boulder Campuran.

Persiapan tersebut menjadi salah satu faktor yang mendukung keberhasilan atlet Kota Semarang dalam merebut medali emas. Tim pelatih juga terus menjaga kesiapan atlet agar mampu tampil maksimal selama pertandingan Porprov Jateng 2026.

Aris menyebut medali emas dari nomor Boulder Campuran melengkapi raihan emas pertama Kota Semarang yang diperoleh pada pertandingan sebelumnya.

“Ini emas kedua. Kemarin mendapat emas di kelas Speed Klasik individu putri,” lanjutnya.

Raihan dua medali emas tersebut menjadi pencapaian penting bagi tim panjat tebing Kota Semarang. Hasilnya sekaligus menunjukkan bahwa persiapan dan strategi yang diterapkan tim mampu mendukung pencapaian target dalam Porprov Jateng 2026.

 

Motivasi Atlet Jadi Kunci Perjuangan

Selain mematangkan teknik dan strategi, Aris terus memberikan motivasi kepada para atlet agar mampu menghadapi berbagai tantangan di arena pertandingan.

Menurutnya, latihan yang konsisten perlu diimbangi dengan mental bertanding yang kuat. Oleh karena itu, tim pelatih terus menanamkan keyakinan kepada para atlet bahwa setiap tantangan dapat dihadapi melalui persiapan dan perjuangan maksimal.

“Selain latihan, kami juga terus memberikan motivasi bahwa tidak ada hal yang tidak mungkin untuk ditaklukkan,” tutupnya.

Pendekatan tersebut menjadi bagian dari upaya tim pelatih untuk menjaga semangat atlet selama mengikuti rangkaian pertandingan panjat tebing Porprov Jateng 2026.

 

Kota Semarang Bidik Tambahan Medali Emas

Meski telah mengamankan dua medali emas, perjuangan kontingen Kota Semarang di cabor panjat tebing belum berakhir. Tim masih menyisakan dua pertandingan, yakni nomor Speed Campuran dan Lead.

Aris berharap para atlet mampu mempertahankan performa terbaiknya dalam dua nomor tersebut sehingga Kota Semarang berpeluang menambah koleksi medali emas.

Dengan bekal dua medali emas yang telah diraih, tim panjat tebing Kota Semarang berupaya memaksimalkan kesempatan pada pertandingan tersisa. Dukungan tim pelatih dan motivasi kepada para atlet diharapkan mampu mengantarkan kontingen Kota Semarang meraih hasil terbaik hingga berakhirnya kompetisi.

Raihan tersebut menjadi modal penting bagi Kota Semarang untuk terus bersaing dalam cabor panjat tebing sekaligus memperkuat posisi dalam persaingan medali Porprov Jateng XVII 2026.




Sumber : https://sisakti.konijateng.id/index.php/event/porprov/porprov-xvii-jawa-tengah-semarang-raya/berita-detail/8bd7954c40c1e59a900f71ea3a266732609915b1


Baca Terusannya »»  

KMI 2026 Bahas Peluang Musik dan Kekayaan Budaya Indonesia Tembus Pasar Global

 


Makassar, 29 Oktober 2026 — Musik Indonesia memiliki potensi besar untuk berkembang sebagai kekuatan ekonomi sekaligus sarana memperkenalkan kekayaan budaya bangsa ke dunia internasional. Potensi ekonomi pada industri musik ini menjadi topik pembahasan dalam penyelenggaraan hari ketiga Konferensi Musik Indonesia (KMI) 2026 yang berlangsung di Hotel Claro, Makassar, Sulawesi Selatan.

Dalam paparannya sebagai pembicara kunci, Wakil Menteri Perdagangan RI, Dyah Roro Esti Widya Putri, mengungkapkan bahwa nilai omzet industri pertunjukan dan produksi musik Indonesia diperkirakan mencapai US$220 juta atau sekitar Rp3,4 triliun, dengan dampak ekonomi yang turut dirasakan sektor pariwisata, akomodasi, transportasi, perhotelan, dan usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM).

“Lebih dari 48% pengeluaran industri ini terserap langsung oleh tenaga kerja lokalnya, kemudian menghasilkan dampak ekonomi yang baik bagi sektor pariwisata, akomodasi, transportasi, perhotelan, hingga UMKM secara keseluruhan,” ujar Roro Esti.

Lebih lanjut, Wamendag Dyah Roro juga menyampaikan bahwa hampir 85% produk alat musik Indonesia diserap pasar internasional, termasuk produk yang memiliki keterkaitan dengan kekayaan budaya daerah. “Harapannya, semakin banyak inovasi yang terjadi, semakin banyak alat musik yang kita produksi dengan kualitas yang bukan hanya memadai, tapi juga kompetitif, bisa berdaya saing,” ungkapnya.

Sejalan dengan peluang tersebut, Direktur Jenderal Pengembangan, Pemanfaatan, dan Pembinaan Kebudayaan Kementerian Kebudayaan, Ahmad Mahendra, dalam paparannya bertajuk Ekosistem Musik Indonesia: Hari Ini dan Masa Depan, menekankan bahwa ekosistem musik perlu diperkuat dari hulu hingga hilir, mulai dari penciptaan, produksi, hingga distribusi karya.

“Pengembangan karya dan pelindungan pencipta, kesiapan produksi dan keberlanjutan kerja, serta jangkauan audiens dan pengembalian pendapatan merupakan tantangan dalam ekosistem musik Indonesia,” papar Ahmad Mahendra

Untuk menjawab tantangan tersebut, Kementerian Kebudayaan mendorong pengembangan talenta melalui program Manajemen Talenta Nasional Seni Budaya bidang musik. Dalam paparan capaian 2025–2026, program tersebut mencatat sedikitnya 20.879 partisipasi talenta dan apresiator. Sementara itu, dukungan Dana Indonesiaraya pada 2026 menjangkau 201 proposal penerima di 30 provinsi, termasuk dukungan bagi penciptaan musik baru dan penyelenggaraan pentas musik baru.

Kementerian Kebudayaan juga mendorong keberlanjutan musik berbasis tradisi melalui festival dan ruang pertunjukan di berbagai daerah. Upaya ini menjadi bagian penting dalam menjaga regenerasi pelaku, pewarisan repertoar, serta keberlangsungan komunitas musik tradisi agar kekayaan budaya Indonesia terus hidup dan berkembang.

Ahmad Mahendra turut menyoroti pentingnya literasi kontrak, kejelasan kepemilikan karya dan rekaman, serta transparansi pembayaran royalti. Dalam paparannya, ia menegaskan bahwa pendampingan Kementerian Kebudayaan mencakup literasi kontrak dan pencatatan melalui Manajemen Talenta Nasional, keberlanjutan pengelolaan hak musik tradisi, serta manfaat royalti bagi komunitas pengemban budaya.

Wamendag juga menilai talenta dan kekhasan budaya Indonesia memiliki peluang untuk menjangkau audiens internasional. Kementerian Perdagangan membuka peluang pemanfaatan jaringan Indonesia Trade Promotion Center (ITPC) di 33 negara untuk mempertemukan pelaku musik dengan mitra potensial serta memperluas kesempatan musisi Indonesia tampil di festival dan pertunjukan luar negeri.

Turut hadir dalam sesi ini, Wakil Menteri Kebudayaan, Giring Ganesha Djumaryo;  Deputi Bidang Kreativitas Media, Kementerian Ekonomi Kreatif, Cecep Rukendi; Presiden Direktur PT Freeport Indonesia, Tony Wenas; dan insan musik tanah air.

Kolaborasi antara pemerintah, pelaku industri, musisi, komunitas, dan pemangku kepentingan diharapkan dapat memperkuat fondasi ekosistem musik nasional sekaligus membuka akses yang lebih luas ke pasar global. Dengan menghubungkan pengembangan talenta, pelindungan karya, keberlanjutan musik tradisi, dan strategi perdagangan, musik Indonesia berpeluang tumbuh sebagai kekuatan budaya yang berdaya saing dan memberikan manfaat ekonomi bagi masyarakat.




Sumber : https://kemenbud.go.id/publikasi/berita/kmi-2026-bahas-peluang-musik-dan-kekayaan-budaya-i

Baca Terusannya »»  

Wamendag pada Konferensi Musik Indonesia (KMI) 2026 di Makassar

 

Wakil Menteri Perdagangan RI, Dyah Roro Esti Widya Putri, menegaskan komitmen Kementerian Perdagangan dalam mendukung penguatan industri kreatif Indonesia, termasuk bidang musik, melalui fasilitasi perdagangan dan perluasan akses pasar internasional.

Hal tersebut disampaikan dalam Konferensi Musik Indonesia (KMI) 2026 di Claro Hotel, Makassar, Sulawesi Selatan, Kamis (29 Okt). Turut hadir dalam acara tersebut Wakil Menteri Kebudayaan Giring Ganesha Djumaryo.

Wamendag Roro menyampaikan bahwa industri kreatif memiliki potensi ekonomi melalui perdagangan produk dan jasa, termasuk pemanfaatan kekayaan intelektual.

Kemendag mendukung pengembangan potensi tersebut melalui jaringan 46 perwakilan perdagangan di luar negeri yang dapat memfasilitasi business matching serta menghubungkan pelaku industri kreatif Indonesia dengan mitra potensial di pasar global.

Kemendag mendorong sinergi lintas kementerian dan pemangku kepentingan untuk memperkuat ekosistem perdagangan industri kreatif, mulai dari pengembangan peluang bisnis hingga perluasan akses pasar internasional.

Dalam kegiatan tersebut, Wamendag didampingi Plt. Direktur Pengembangan Ekspor Jasa dan Produk Kreatif, Deden Muhammad Fajar Shiddiq, S.T., M.T.

 

 

Sumber : https://www.kemendag.go.id/berita/foto/wamendag-pada-konferensi-musik-indonesia-kmi-2026-di-makassar 


Baca Terusannya »»  

Kolaborasi Kemnaker-Kemenpora Siapkan Generasi Muda Siap Kerja

 


Jakarta - Kementerian Ketenagakerjaan (Kemnaker) membangun kolaborasi dengan Kementerian Pemuda dan Olahraga (Kemenpora) dalam menyiapkan pemuda yang memiliki keterampilan, produktivitas, dan kesiapan memasuki dunia kerja.

Menteri Ketenagakerjaan, Yassierli, mengatakan, sinergi antara Kemnaker dan Kemenpora ini adalah salah satu langkah pemerintah dalam menjawab kebutuhan keterampilan di dunia kerja terus berkembang. Adapun ruang lingkup sinergi tersebut yaitu peningkatan dan pengembangan kapasitas sumber daya manusia; fasilitasi penempatan tenaga kerja dan perluasan kesempatan kerja; penyediaan, pertukaran, dan pemanfaatan (interoperabilitas) data dan informasi; dan pemanfaatan prasarana dan sarana.

"Mimpi kita, kita ingin bangsa ini kuat, talenta-talenta unggul hadir, pemuda-pemuda harapan bangsa memiliki skill produktivitas yang tinggi. Dan insyaallah dengan adanya penandatanganan ini akan menjadi momentum untuk kita bisa bergerak lebih cepat lagi," kata Menaker usai menandatangani Kesepahaman Bersama antara Kemnaker dan Kemenpora tentang Sinergi Pembangunan Bidang Ketenagakerjaan, Kepemudaan, dan Keolahragaan, di Jakarta, Kamis (29/10/2026).

Yassierli mengatakan, Kesepahaman Bersama yang Ia tandatangani bersama Menteri Pemuda dan Olahraga, Erick Thohir adalah salah satu langkah pemerintah mengoptimalkan potensi generasi muda Indonesia.

Ia mengatakan Indonesia memiliki potensi besar melalui jumlah angkatan kerja yang mencapai sekitar 155 juta orang. Namun, tantangan yang dihadapi juga tidak ringan, mengingat sekitar 87 persen angkatan kerja berpendidikan SMA atau SMK, sementara dunia industri tengah mengalami berbagai perubahan.

“Indonesia adalah negara besar. Kita memiliki sekitar 155 juta angkatan kerja, dan 87 persen di antaranya merupakan lulusan SMA atau SMK. Pada saat yang sama, kita menghadapi disrupsi di berbagai bidang, mulai dari teknologi informasi, AI, hingga transisi hijau, serta dinamika ekonomi global dan geopolitik yang membuat tantangan ketenagakerjaan semakin kompleks,” ujar Yassierli.

Oleh karenanya, sinergi ini diharapkan menjadi jawaban atas tantangan tersebut. Ia mencontohkan di Kemnaker yang memiliki program Pemagangan Nasional bagi Lulusan Perguruan Tinggi (MagangHub). Program ini menurutnya adalah salah satu program yang dapat disinergikan.

Selain itu, Kemnaker juga memiliki 43 BPVP dan BBPVP di seluruh Indonesia. Hal ini menurutnya dapat menjadi salah satu sarana untuk memperkuat sinergi tersebut.

Ia pun berharap kolaborasi Kemnaker dan Kemenpora menjadi momentum untuk memperkuat upaya penyiapan pemuda Indonesia agar mampu menghadapi perubahan dunia kerja, mengembangkan potensinya, dan memberikan kontribusi nyata bagi pembangunan nasional.

"Kami memiliki 43 Balai Pelatihan Vokasi se-Indonesia dan kita dengan senang hati akan menerima kolaborasi dari Kementerian Pemuda dan Olahraga beserta semua jejaringnya," ujarnya.

 

 

Sumber : https://kemnaker.go.id/news/detail/kolaborasi-kemnaker-kemenpora-siapkan-generasi-muda-siap-kerja 

Baca Terusannya »»  

Menpora Erick MoU dengan Menaker, Bersinergi dalam Pembangunan Ketenagakerjaan untuk Pemuda

 


Jakarta: Kementerian Pemuda dan Olahraga (Kemenpora) bersama Kementerian Ketenagakerjaan (Kemnaker) melakukan sinergi program pembangunan bidang ketenagakerjaan, kepemudaan, dan keolahragaan, Kamis (29/10) malam. 

Sinergi ini diwujudkan lewat penandatanganan memorandum of understanding (MoU) antara Menpora Erick Thohir dan Menaker Prof Yassierli dalam kegiatan Indonesia Youth Summit (IYS) 2026 di Gedung Teater Taman Ismail Marzuki, Jakarta Pusat.

“Ruang lingkupnya adalah peningkatan dan pengembangan kapasitas SDM, fasilitasi peningkatan tenaga kerja, dan perluasan kesempatan kerja, penyediaan pertukaran dan pemanfaatan data informasi, dan terakhir tentu kolaborasi pemanfaatan sarana dan prasarana,” terang Menaker Yassierli dalam sambutannya.

Kata Menaker, penandatanganan nota kesepahaman ini dilakukan dalam memperkuat kolaborasi antara Kemnaker dan Kemenpora. Menurut Menaker Yassierli, dari 155 juta angkatan kerja Indonesia, sebagian besar terdiri dari kalangan pemuda. 

“Artinya sudah seharusnya program kerja Kementerian Ketenagakerjaan dan Kementerian Pemuda dan Olahraga bersinergi,” sebut Menaker.

Menurut Menaker Yassierli, Kemnaker dan Kemenpora memiliki keinginan dan impian yang sama, sebagaimana amanat konstitusi pasal 27 Undang-Undang Dasar (UUD) 1945 yang menegaskan bahwa setiap warga negara berhak mendapatkan pekerjaan dan penghidupan yang layak. 

“Apalagi pemuda adalah calon pemimpin bangsa. Harapan dan mimpi mereka ini harus kita wujudkan,” kata Menaker. 

Menaker Yassierli menjabarkan, Kemnaker memiliki serangkaian program strategi ketenagakerjaan meliputi program magang sebagai akselerasi penyiapan SDM, program pelatihan vokasi, serta program untuk penyandang disabilitas. Kolaborasi dengan Kemenpora, ujar Menaker, akan turut membantu kesuksesan ketiga program tersebut. 

“Kami dengan senang hati akan menerima kolaborasi dari Kementerian Pemuda dan Olahraga beserta semua jejaringnya. Mimpi kita ingin bangsa ini kuat, talenta-talenta unggul hadir, pemuda-pemuda harapan bangsa memiliki skill, produktivitas yang tinggi,” tutur Menaker Yassierli.

“Insyaallah dengan adanya penandatanganan ini akan menjadi momentum untuk kita bisa bergerak lebih cepat lagi,” imbuh Menaker.

Sementara Menpora Erick menyampaikan, Kemenpora ingin menjalin kolaborasi dengan kementerian-kementerian dan lembaga terkait dalam hal memaksimalkan pelayanan kepemudaan. Termasuk dengan Kemnaker, yang berhubungan dengan penciptaan peluang kerja bagi para pemuda, yang menjadi salah satu masalah kepemudaan saat ini.

“Kami bersinergi. Insyaallah anak-anak muda yang sedang mencari informasi magang akan dimudahkan dengan adanya MoU ini,” harap Menpora Erick.

 

 

Sumber : https://www.kemenpora.go.id/detail/7414/menpora-erick-mou-dengan-menaker-bersinergi-dalam-pembangunan-ke 

Baca Terusannya »»  

Menpora Erick: IYS 2026 Jadi Ajang Membangun Fondasi dan Solusi untuk Masa Depan Indonesia

 


Jakarta: Menteri Pemuda dan Olahraga Republik Indonesia (Menpora RI) Erick Thohir ingin mengajak anak muda Indonesia membangun fondasi dan memberikan solusi untuk masa depan bangsa Indonesia. 

Hal itu disampaikan Menpora Erick pada acara pembukaan Indonesia Youth Summit (IYS) 2026 di Taman Ismail Marzuki, Jakarta, Kamis (29/10) malam. 

Pada acara tersebut Menpora Erick menyampaikan bahwa tantangan untuk anak muda di dunia saat ini sangat luar biasa. Saat ini ada sekitar 65 juta generasi muda di seluruh dunia yang menganggur, ada juga generasi pemuda yang tidak sekolah, dan anak muda yang terkena gangguan mental.

"Tentu ini menjadi tantangan kita bersama. Ketika kita bicara geopolitik, dan jangan lupa digitalisasi. Kalau kita lihat sekarang misinformasi dan disinformasi risiko global hari ini menjadi realita. Kita tidak bicara yang namanya anti daripada kritik, tetapi disinformasi, misinformasi, ini menjadi suatu belenggu yang bisa justru mendorong bukan menjadi hal solusi yang kita harapkan. Dan ini fakta di dunia," kata Menpora Erick.

Dengan IYS 2026 ini, Menpora Erick ingin mendengar suara anak muda yang seutuhnya. "Jadi tantangan kita semua adalah mendengar suara kalian, suara anak muda, suara anak muda seutuhnya. Ini yang saya rasa kenapa kita hadir di sini di IYS, kita ingin mencoba bagaimana kita sama-sama membangun fondasi untuk kita semua," tambah Menpora Erick. 

Menpora Erick juga ingin anak muda harus menjadi bagian social movement yang berempati. Berempati kepada lingkungan, kepada orang tua, kepada tetangga. "Ini harus menjadi bagian kita, tidak bisa menjadi manusia yang berdiri sendiri. Tidak ada manusia sukses karena diri dia sendiri," kata Menpora Erick. 

"​Dan tentu saya berharap, ya, banyak kementerian ini menjadi melting pot, menjadi sebuah kebersamaan untuk memberikan masa depan kalian. Kalian adalah masa depan Indonesia. Kalian harus menjadi bagian dari masa depan itu," pungkasnya. 

 

 

Sumber : https://www.kemenpora.go.id/detail/7415/menpora-erick-iys-2026-jadi-ajang-membangun-fondasi-dan-solusi-u 

Baca Terusannya »»  

Indonesia dan Uruguai Resmi Jalin Kerja Sama Kebudayaan Lewat Penandatanganan MSP

 


Jakarta, 29 Oktober 2026 – Menteri Kebudayaan Republik Indonesia, Fadli Zon, menandatangani secara sirkular (desk to desk) Memorandum Saling Pengertian (MSP) atau Memorandum of Understanding (MoU) antara Kementerian Kebudayaan Republik Indonesia dan Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan Republik Oriental Uruguai tentang Kerja Sama Kebudayaan di Ruang Galeri Maduganda, Kantor Kementerian Kebudayaan RI, Senayan, Jakarta (29/10).

Ruang lingkup MSP tersebut mencakup pertukaran dan partisipasi dalam kegiatan budaya; pertukaran seniman, praktisi budaya, pakar, dan delegasi; kerja sama antarlembaga kebudayaan, termasuk museum dan lembaga pelestarian manuskrip bersejarah; pengembangan sastra, penerjemahan, dan penerbitan; produksi film dan audiovisual; serta peningkatan kapasitas melalui pelatihan, lokakarya, dan program residensi.

Kerja sama juga meliputi promosi kebudayaan, pertukaran informasi dan konsultasi kebijakan, serta koordinasi mengenai isu kebudayaan di tingkat bilateral, regional, dan internasional.

Setelah ditandatangani, dokumen MSP Kebudayaan Indonesia dan Urugai yang terdiri dari tiga versi bahasa yaitu Indonesia, Spanyol, dan Inggris, diberikan kepada Duta Besar Republik Oriental Uruguai untuk Republik Indonesia, Cristina Gonzalez, yang hadir saat proses penandatanganan, untuk langsung dibawa ke Montevideo, Uruguai, pada hari ini dengan menggunakan diplomatic pouch, untuk kemudian disampaikan dan ditandatangani oleh Menteri Pendidikan dan Kebudayaan Republik Uruguai, José Carlos Mahía.

MSP tersebut merupakan perjanjian bilateral yang pertama kali ditandatangani antara Indonesia dan Uruguai untuk menciptakan payung kerangka kerja sama serta penguatan hubungan bilateral dan saling pengertian di bidang kebudayaan, dan berlaku selama lima tahun sejak penandatanganan terakhir dan diperpanjang secara otomatis sesuai ketentuannya.

Proses penandatanganan MSP Kebudayaan Indonesia dan Uruguai oleh Menbud RI, didampingi oleh Direktur Jenderal Diplomasi, Promosi, dan Kerja Sama Kebudayaan, Endah T.D. Retnoastuti; serta Direktur Kerja Sama Kebudayaan, Mardisontori yang turut dihadiri juga perwakilan Direktorat Amerika II Kementerian Luar Negeri RI.


Sumber  : https://kemenbud.go.id/publikasi/berita/indonesia-dan-uruguai-resmi-jalin-kerja-sama-kebud 

 

 
 

Baca Terusannya »»  

Tutup Kesenjangan Talenta Digital, Anak Muda Indonesia Timur Harus Kuasai AI


 

Perkembangan kecerdasan artifisial (AI) membuka peluang baru bagi anak muda Indonesia Timur, tetapi peluang itu membutuhkan keterampilan yang memadai.

Wakil Menteri Komunikasi dan Digital Nezar Patria menekankan Balai Besar Pengembangan Sumber Daya Manusia (BBLSDM) Komdigi Makassar berperan menyiapkan talenta digital di Indonesia Timur agar mampu mengadopsi teknologi baru, meningkatkan produktivitas, dan mengembangkan usaha di tengah perubahan teknologi yang semakin cepat.

“Buat kaum muda, kita jangan takut dengan teknologi ini. Kita kuasai, kita jadikan AI sebagai pendamping, sebagai alat, sebagai mitra untuk mengerjakan tugas-tugas ataupun proyek-proyek yang sedang kita tekuni. Dengan bantuan AI, hasilnya akan lebih optimal,” ujar Wamen Nezar dalam sesi diskusi bersama para pegawai di Balai Besar Pelatihan SDM Komdigi Makassar, Sulawesi Selatan, Kamis (29/10/2026).

Wamen Nezar menyebut Makassar memiliki posisi strategis sebagai hub Indonesia Timur.

Karena itu, BBLSDM Komdigi Makassar perlu memperluas pelatihan untuk menutup kesenjangan talenta digital dan membekali anak muda dengan keterampilan yang dibutuhkan dunia kerja, pemerintahan, dan usaha.

“Kita perlu menutup gap talenta digital yang ada dengan melatih lebih banyak anak muda di Indonesia Timur dengan keterampilan digital, teknologi baru, dan mengajak mereka untuk mengadopsi teknologi ini di sektor-sektor tempat mereka bergerak,” jelas Wamen Nezar.

Penguatan keterampilan digital juga diarahkan untuk membantu usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM) mengadopsi teknologi guna meningkatkan produktivitas.

Wamen Nezar menekankan pelatihan harus memberikan dampak nyata bagi perkembangan ekosistem digital di Indonesia Timur.

“Kita juga membantu banyak UMKM yang mencoba mengadopsi teknologi digital. Intinya, bagaimana balai pelatihan yang sudah cukup berpengalaman ini bisa semakin kuat dan semakin berdampak bagi ekosistem digital yang ada di Indonesia Timur,” ungkap Wamen Nezar.

Wamen Nezar mengingatkan anak muda untuk memahami perkembangan AI yang bergerak cepat, mulai dari AI generatif hingga AI agent dan agentic AI yang mampu menjalankan berbagai tugas secara otonom.

Perubahan ini menuntut anak muda untuk terus belajar dan menguasai teknologi agar dapat memanfaatkannya secara tepat.

“Gelombang teknologi baru artificial intelligence atau kecerdasan artifisial ini memang luar biasa, sangat dinamis, dan hampir setiap hari kita mendengar berita tentang AI dan inovasi baru. Perkembangannya betul-betul mengejutkan banyak orang. Teknologi ini tidak pernah berhenti pada satu bentuk. Begitu satu teknologi diadopsi, muncul inovasi-inovasi yang lain,” paparnya.

Wamen Nezar menegaskan manusia harus tetap menjadi pusat kendali dalam pemanfaatan AI.

Teknologi tersebut perlu ditempatkan sebagai alat bantu untuk mendukung pekerjaan dan proyek, bukan sebagai pihak yang mengendalikan manusia.

“Jangan jadikan AI itu sebagai tuan kita, jadikan dia sebagai pekerja kita. Kita tetap ada di pusatnya, jadi human in the center atau human in the loop itu yang paling penting. Untuk itu, kuasai teknologinya,” tegasnya.

 

 

Sumber : https://www.komdigi.go.id/berita/siaran-pers/detail/tutup-kesenjangan-talenta-digital-anak-muda-indonesia-timur-harus-kuasai-ai 

Baca Terusannya »»  

Wamen Komdigi Nezar Patria Minta Balmon SFRID Awasi Kualitas Infrastruktur Digital hingga ke Lapangan


 

Cakupan jaringan telekomunikasi yang mendekati 99 persen belum menjamin masyarakat menikmati layanan yang optimal.

Wakil Menteri Komunikasi dan Digital Nezar Patria meminta pengawasan infrastruktur digital memperhatikan kondisi nyata di lapangan, termasuk menara yang tidak berfungsi dan gangguan jaringan.

Pengawasan tersebut penting untuk memastikan infrastruktur yang telah dibangun benar-benar mendukung konektivitas masyarakat.

“Kalau kita lihat secara kuantitatif, memang sudah tergelar, tetapi belum berfungsi optimal. Masih ada kesenjangan infrastruktur yang harus kita atasi,” ujar Wamen Nezar dalam sesi diskusi bersama para pegawai di Balai Besar Pelatihan SDM Komdigi Makassar, Sulawesi Selatan, Kamis (29/10/2026).

Wamen Nezar menegaskan Balai Monitor Spektrum Frekuensi Radio dan Infrastruktur Digital (Balmon SFRID) memiliki peran penting dalam mengawasi kualitas infrastruktur, tidak hanya penggunaan spektrum frekuensi radio.

Pengawasan Balmon SFRID juga diperlukan untuk memastikan infrastruktur yang telah dibangun berfungsi dan mendukung kebutuhan konektivitas masyarakat.

“Pengawasannya bukan hanya frekuensi dan spektrum, tetapi juga infrastruktur digital,” ujar Wamen Nezar.

Menurut Wamen Nezar, infrastruktur digital harus menghasilkan konektivitas bermakna (meaningful connectivity), yakni konektivitas yang memberikan manfaat nyata bagi masyarakat.

Karena itu, jaringan yang tersedia perlu mendukung kegiatan ekonomi, pendidikan, komunikasi sosial, layanan keuangan, dan kesehatan, bukan sekadar tercatat sebagai infrastruktur yang telah dibangun.

Wamen Nezar menambahkan pemanfaatan infrastruktur digital juga membutuhkan penguatan sumber daya manusia.

Kemkomdigi menargetkan pemenuhan sekitar 9 juta talenta digital pada 2030 agar konektivitas dapat mendorong produktivitas masyarakat dan pertumbuhan ekonomi.

Karena itu, pengawasan infrastruktur dan pengembangan talenta perlu berjalan beriringan dalam mendukung transformasi digital nasional.

“Kita membutuhkan sekitar 9 juta talenta digital pada 2030 untuk memanfaatkan konektivitas bagi kegiatan ekonomi, pendidikan, layanan keuangan, kesehatan, dan berbagai bidang lainnya,” pungkasnya.

 

 

Sumber : https://www.komdigi.go.id/berita/siaran-pers/detail/wamen-nezar-patria-minta-balmon-sfrid-awasi-kualitas-infrastruktur-digital-hingga-ke-lapangan 

Baca Terusannya »»  

Keliling Booth Indonesia Youth Summit 2026, Menpora Erick Sapa Puluhan Anak Muda dan Foto Bersama

 


Jakarta: Ajang Indonesia Youth Summit (IYS) 2026 menjadi magnet bagi anak-anak muda untuk mengunjungi pameran booth-booth organisasi dan komunitas pemuda. 

Beberapa organisasi dan komunitas kepemudaan seperti Pramuka, Hikmahbudhi Berdikari, Duta Pora Jakarta, Wonogiri Youth Forum, Generasi Anti Kekerasan Indonesia, Sahabat Gizi, Mudah-Mudahan yang menampung 100 harapan anak muda. 

Menteri Pemuda dan Olahraga Republik Indonesia (Menpora RI) Erick yang hadir sebelum pembukaan IYS 2026 dimulai, langsung meninjau booth-booth yang terletak di depan loby utama lokasi IYS di Taman Ismail Marzuki, Jakarta, Kamis (29/10) malam. 

Kehadiran Menpora Erick langsung menjadi daya tarik para pengunjung IYS 2026 yang mayoritas didatangi anak muda. Bahkan mereka secara bergantian meminta foto bersama dengan Menpora Erick."Ayo sini tidak apa-apa kita foto bersama," ajak Menpora Erick 

Kabid Ekonomi Kreatif, UMKM dan Kebudayaan Hikmahbudhi, Rio Andana merasa senang bothnya dikunjungi langsung oleh Menpora Erick. "Saya bangga Pak Menteri  datang ke booth kami. Hikmahbudhi sangat mendukung dengan adanya Indonesia Youth Summit seperti ini, " kata Rio Andana.

 

 

Sumber : https://www.kemenpora.go.id/detail/7413/keliling-booth-indonesia-youth-summit-2026-menpora-erick-sapa-pu 

Baca Terusannya »»  

Presiden Prabowo Panggil Menko Bahlil, Bahas Listrik Desa hingga Pabrik Baterai CATL–Antam

 



Presiden Prabowo Subianto menerima Menteri Koordinator Bidang Hilirisasi dan Transisi Energi Bahlil Lahadalia pada Kamis, 29 Oktober 2026. Pertemuan tersebut membahas perkembangan program listrik desa serta perkembangan pabrik baterai hasil kerja sama CATL dengan Antam.

Dalam keterangan persnya, Menko Bahlil menyampaikan bahwa hampir 11 ribu desa dan dusun di Indonesia masih belum memiliki akses listrik. Pemerintah menyiapkan peresmian 1.413 titik dalam program listrik desa tahun 2025 yang dijadwalkan berlangsung dalam waktu dekat.

“Jadi ada sekitar 1.413 titik yang akan diresmikan dalam waktu dekat ini,” ujar Menko Bahlil kepada awak media usai pertemuan.

Selain melaporkan perkembangan listrik desa, Menko Bahlil juga menyampaikan perkembangan pabrik baterai hasil kerja sama CATL dengan Antam. Pabrik yang peletakan batu pertamanya dilakukan Presiden Prabowo setahun lalu itu disebut sudah mulai berproduksi.

“Dalam waktu dekat akan diresmikan karena pabriknya sudah mulai produksi,” kata Menko Bahlil.

Menko Bahlil menjelaskan, kehadiran fasilitas tersebut menambah jajaran pabrik baterai kendaraan listrik di Indonesia. Ia menyebut tiga pabrik, yakni fasilitas milik Hyundai, pabrik yang telah diresmikan di Halmahera dengan investasi dari RRT, serta pabrik kerja sama CATL dan Antam.

Menurut Menko Bahlil, perkembangan tersebut menunjukkan semakin terintegrasinya ekosistem baterai kendaraan listrik di Indonesia, mulai dari pertambangan, pengolahan mineral, hingga produksi sel baterai. Ia juga menilai integrasi rantai produksi tersebut merupakan bagian dari upaya pemerintah mendorong hilirisasi.

“Mungkin tidak banyak negara yang memiliki ini. Nah ini bagian daripada ikhtiar untuk melakukan hilirisasi,” tutur Menko Bahlil.

 

 

Sumber : https://presidenri.go.id/berita-lainnya/presiden-prabowo-panggil-menko-bahlil-bahas-listrik-desa-hingga-pabrik-baterai-catl-antam/ 

Baca Terusannya »»  

Hotspot Nasional 118 Titik, Enam Provinsi Prioritas Tetap Nihil

 

Jakarta, 29 Oktober 2026 – Jumlah hotspot dengan tingkat kepercayaan tinggi (high confidence) secara nasional meningkat pada pemantauan Rabu, 28 Oktober 2026 pukul 21.00 WIB. Berdasarkan data SiPongi Kementerian Kehutanan dari satelit NASA Terra/Aqua, SNPP, dan NOAA-20, terdeteksi 118 hotspot, meningkat 39 titik dibandingkan sehari sebelumnya yang tercatat 79 hotspot.

Sebaran hotspot didominasi Papua Selatan sebanyak 84 titik, disusul Kalimantan Timur 24 titik, Sulawesi Selatan 5 titik, Sulawesi Tengah 4 titik, dan Sulawesi Barat 1 titik. Sementara itu, enam provinsi prioritas pengendalian karhutla—Riau, Jambi, Sumatera Selatan, Kalimantan Barat, Kalimantan Tengah, dan Kalimantan Selatan—tetap nihil hotspot high confidence untuk hari kedua berturut-turut.

Kementerian Kehutanan menegaskan bahwa perubahan jumlah hotspot harus dibaca bersama kondisi aktual di lapangan. Hotspot merupakan indikasi anomali suhu permukaan yang terdeteksi satelit dan tidak dapat langsung disamakan dengan jumlah kejadian kebakaran maupun luas areal yang terbakar. Karena itu, groundcheck, patroli, dan pengecekan langsung tetap dilakukan.

Perhatian juga diarahkan ke Papua Selatan yang mencatat hotspot tertinggi pada pemantauan terakhir. Berdasarkan Laporan Posko Kementerian Kehutanan, Provinsi Papua Selatan saat ini berada dalam status tanggap darurat karhutla hingga 28 November 2026.

Laporan Posko Pengendalian Kebakaran Hutan Kementerian Kehutanan tanggal 28 Oktober menunjukkan bahwa operasi lapangan masih berlangsung meskipun hotspot high confidence nihil di sejumlah provinsi prioritas. Di Jambi, api di Simpang Terusan, Batang Hari telah berhasil dipadamkan. Namun operasi masih berlangsung di Simpang Datuk, Tanjung Jabung Timur, serta Desa Tanjung, Muaro Jambi, yang berada pada lahan gambut dan hingga laporan terakhir belum sepenuhnya padam.

Di Sumatera Selatan, api di Timbangan, Ogan Ilir telah berhasil dipadamkan. Sementara di Talang Rimba, Ogan Komering Ilir, tim gabungan masih menghadapi kebakaran bawah pada lahan gambut. Hujan sedang hingga lebat telah terjadi pada siang dan sore hari, namun api masih membutuhkan pemadaman lanjutan. Operasi dilakukan melalui penyekatan, pemutusan penjalaran api, dan pemadaman dari beberapa sisi oleh Manggala Agni Kemenhut bersama TNI, Polri, RPK, dan unsur terkait.

Di Kalimantan Selatan, tim melakukan pemadaman di Landasan Ulin Barat, Banjarbaru. Api pada area yang ditangani telah dapat dikendalikan, tetapi asap tebal masih terpantau pada beberapa titik sehingga pemantauan dan penanganan tetap diperlukan.

Sementara itu, di Kalimantan Timur, yang pada pemantauan terbaru mencatat 24 hotspot high confidence, Manggala Agni Kemenhut bersama Disdamkarmat, TNI, Polri, Tagana, dan unsur lainnya melakukan pemadaman di Sambaliung, Kabupaten Berau. Berdasarkan laporan lapangan, api di lokasi tersebut telah berhasil dipadamkan sepenuhnya.

Di Sulawesi Tengah, operasi masih dilakukan di Desa Berdikari, Kabupaten Sigi, serta Desa Matialemba, Kabupaten Poso. Hingga laporan terakhir, api pada kedua lokasi tersebut belum sepenuhnya padam sehingga penanganan lapangan dilanjutkan.

Perkembangan tersebut kembali menunjukkan bahwa nihilnya hotspot di suatu wilayah tidak selalu berarti api dan bara di lapangan telah sepenuhnya padam. Terutama pada lahan gambut, bara dapat bertahan dan menjalar di bawah permukaan meskipun tidak lagi terdeteksi sebagai hotspot. Pembasahan, penyisiran bara, mopping up, dan pendinginan karena itu tetap dilakukan sampai kondisi dinyatakan aman.

Dukungan operasi udara juga tetap disiagakan. Sebanyak 61 unit armada udara telah dikerahkan untuk mendukung penanganan karhutla, terdiri atas 24 unit pesawat untuk patroli/CASA dan Operasi Modifikasi Cuaca serta 37 unit helikopter untuk operasi water bombing.

Dalam perkembangan terakhir terkait arahan Menteri Kehutanan, Menhut Raja Juli Antoni sebelumnya meminta momentum potensi hujan hingga awal November dimanfaatkan semaksimal mungkin untuk memperkuat pembasahan. Setelah periode tersebut, patroli gabungan akan diperkuat untuk mencegah munculnya kembali titik api, terutama di wilayah rawan dan kawasan bergambut. Arahan tersebut disampaikan Menhut saat mengecek penanganan karhutla di Jambi bersama pemerintah daerah, TNI, Polri, dan unsur terkait pada 27 Oktober.

Manggala Agni Kemenhut bersama BNPB, TNI, Polri, BMKG, BPBD, pemerintah daerah, Masyarakat Peduli Api, dunia usaha, relawan, dan seluruh unsur terkait terus melakukan patroli, groundcheck, pemadaman langsung, penyekatan penjalaran api, pembasahan, penyisiran bara, mopping up, dan pendinginan sesuai kondisi aktual di lapangan.

Kementerian Kehutanan menegaskan bahwa ukuran keberhasilan pengendalian karhutla tidak semata-mata pada naik atau turunnya jumlah hotspot. Yang harus dipastikan adalah api dan bara benar-benar padam, kebakaran tidak kembali muncul, dampak asap berkurang, masyarakat terlindungi, serta kawasan hutan dan keanekaragaman hayati tetap terjaga.

Masyarakat dan pelaku usaha diimbau untuk tidak membuka maupun membersihkan lahan dengan cara membakar. Apabila menemukan asap, titik api, atau aktivitas pembakaran, masyarakat diminta segera melaporkan kepada petugas melalui Posko Karhutla Kementerian Kehutanan di nomor telepon 021-5704618 atau WhatsApp +62 8131-00-35000, agar penanganan dapat dilakukan sedini mungkin.

 

Sumber : https://www.kehutanan.go.id/pers/hotspot-nasional-118-titik-enam-provinsi-prioritas-tetap-nihil 

 


Baca Terusannya »»  

Kerahkan 59 Armada Udara, BNPB Intensifkan Pemadaman Karhutla dan Antisipasi Cuaca Ekstrem


 

JAKARTA — Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) terus mengintensifkan penanganan kebakaran hutan dan lahan (karhutla) melalui pengerahan armada udara serta pelaksanaan Operasi Modifikasi Cuaca (OMC). Di tengah upaya pemadaman karhutla tersebut, BNPB mengingatkan pemerintah daerah dan masyarakat untuk bersiap menghadapi potensi bencana hidrometeorologi basah seiring munculnya Bibit Siklon Tropis 91B dan peralihan musim kemarau ke musim hujan. Hal ini disampaikan oleh Plt. Kepala Pusat Data, Informasi, dan Komunikasi Kebencanaan BNPB, Berton SP Panjaitan, Ph.D., dalam konferensi pers di Jakarta, Kamis (29/10).

Berdasarkan data BNPB hingga Kamis (29/10), tercatat sebanyak 2.236 kejadian bencana di Indonesia. Bencana hidrometeorologi mendominasi dengan persentase 99,19%, sedangkan bencana geologi sebesar 0,81%. Urutan bencana terbanyak meliputi karhutla (1.040 kejadian), banjir (590 kejadian), cuaca ekstrem (340 kejadian), kekeringan (125 kejadian), dan tanah longsor (109 kejadian).

Untuk memaksimalkan pemadaman karhutla, BNPB telah menyiagakan 59 unit armada udara, Kamis (29/10). Armada tersebut terdiri atas 24 unit patroli/CASA/OMC dan 35 helikopter water bombing. Dari total 59 unit tersebut, sebanyak 40 unit milik BNPB, 15 unit milik TNI, dan 4 unit milik pihak lain. Sebanyak 52 unit ditempatkan di enam provinsi prioritas dengan rincian: Kalimantan Selatan (14 unit), Kalimantan Tengah (10 unit), Sumatera Selatan (10 unit), Kalimantan Barat (9 unit), Jambi (5 unit), dan Riau (4 unit). Sementara itu, 7 unit lainnya tersebar di luar provinsi prioritas, yaitu Jawa Timur (2 unit), Lampung (2 unit), Kalimantan Timur/IKN (1 unit), Papua Selatan (1 unit), dan Papua Barat Daya (1 unit).

Selain kesiapan armada, upaya preventif dilakukan melalui Operasi Modifikasi Cuaca (OMC) yang dilaksanakan pada Rabu (28/10). OMC mencatat 16 sorti penerbangan dengan total 22.600 kilogram bahan semai (dry ice dan NaCl). Rinciannya, di Kalimantan Tengah dilaksanakan 8 sorti dengan 11.700 kg bahan semai (menyasar Kotawaringin Barat dan Seruyan/TNTP). Di Sumatera Selatan dilaksanakan 8 sorti dengan 10.900 kg bahan semai (menyasar wilayah timur hingga tenggara Palembang). Hujan dilaporkan turun di sejumlah wilayah, termasuk di Banjarmasin, Banjarbaru, Cengal, dan Pangkalan Jerambah.

Secara keseluruhan, luas lahan dalam penanganan karhutla di berbagai provinsi tercatat sebagai berikut: Kalimantan Timur (169 ha), Sulawesi Tengah (85 ha), Sulawesi Tenggara (56 ha), Sulawesi Selatan (50 ha), Maluku (31 ha), Maluku Utara (23 ha), Nusa Tenggara Timur (10 ha), Gorontalo (4 ha), Kalimantan Selatan (4 ha), dan Jawa Timur (2 ha), dengan total 434 ha. Jika digabungkan dengan Papua Selatan sebesar 161,5 ha, total luas lahan dalam penanganan mencapai 595,5 ha.


Penanganan Karhutla di Provinsi Papua Selatan

Perhatian khusus terus diberikan pada penanganan darurat karhutla di Provinsi Papua Selatan (meliputi Kabupaten Merauke, Boven Digoel, Mappi, dan Asmat). Hingga hari ketujuh pelaksanaan OMC, tercatat telah dilakukan 10 sorti penerbangan dengan total durasi 25 jam 33 menit dan penggunaan 10.000 kilogram NaCl. Pada Rabu (28/10), satu sorti OMC dilaksanakan di wilayah Kabupaten Merauke, Boven Digoel, dan Mappi menggunakan 1.000 kg NaCl. Hujan turun di wilayah utara dan tengah Merauke, selatan Boven Digoel, serta selatan Mappi, meskipun di Kabupaten Asmat dilaporkan nihil.

Berkat upaya pemadaman karhutla tersebut, hasil positif mulai terlihat. Hujan yang cukup merata meningkatkan jarak pandang dari kisaran 1–5 kilometer menjadi 7–8 kilometer. Berdasarkan pemantauan satelit, titik panas (hotspot) turun signifikan. Data harian menunjukkan penurunan dari 1.169 titik menjadi 875 titik, lalu 295 titik, dan terakhir 65 titik. Penurunan dari 295 titik menjadi 65 titik pada periode pengamatan terakhir setara sekitar 78 persen, sedangkan penurunan keseluruhan dari 1.169 titik menjadi 65 titik setara sekitar 94,4 persen. Adapun luas lahan terbakar yang terdampak mencapai 161,5 hektare.

Meskipun demikian, penanganan karhutla di lapangan masih dihadapkan pada sejumlah tantangan berat, antara lain dampak El Niño yang sangat kuat, kerawanan wilayah terhadap kebakaran, serta asap lintas batas dari Papua Nugini. Potensi awan hujan di bagian selatan Merauke diprakirakan meningkat pada 31 Oktober hingga 1 November 2026. Saat ini, status darurat di tingkat provinsi dan Kabupaten Merauke dilaporkan telah diperpanjang.


Protokol Keselamatan Relawan Pemadaman Karhutla

Dalam pelaksanaan operasi pemadaman karhutla di lapangan, BNPB menekankan pentingnya keselamatan relawan. Keterlibatan relawan harus berdasarkan rencana operasi pos komando, disesuaikan dengan durasi yang ditentukan, dan berada di bawah supervisi BPBD terkait safety and security. Wajib ada safety officer di lokasi, pemberian briefing (pembekalan), serta pemahaman kompetensi dasar seperti fire triangle, tipe kebakaran, metode pemadaman, dan prosedur keselamatan.

Setiap relawan wajib menggunakan standar Alat Pelindung Diri (APD) perorangan yang lengkap, meliputi: helm safety, kacamata pelindung (goggle), masker N95, pakaian kerja tahan panas (wearpack/baju pemadam), sarung tangan kulit/tahan panas, sepatu bot lapangan (safety boots), serta ransel perlengkapan lapangan (membawa air minum, P3K, HT, dan lampu kepala).


Kejadian Bencana Lainnya

Berdasarkan laporan Koordinasi dan Pengendalian Operasi (Kordalops) BNPB, terdapat penambahan lima kejadian bencana baru pada Kamis (29/10), meliputi banjir di Kabupaten Aceh Selatan, Kabupaten Langkat, dan Kabupaten Mandailing Natal; tanah longsor di Kabupaten Bandung Barat; serta karhutla di Kabupaten Morowali Utara. Laporan banjir di Kabupaten Langkat pada Kamis merupakan penambahan kejadian. Adapun dampak 691 KK di Kabupaten Langkat yang disebut berikut merujuk pada laporan Rabu (28/10), sehingga bukan duplikasi kejadian baru. Untuk dampak banjir yang dilaporkan pada Rabu (28/10), banjir di Kota Subulussalam (Aceh) berdampak pada 1.985 KK dengan 177 rumah terendam, sedangkan di Kabupaten Langkat (Sumut) sebanyak 691 KK terdampak.

Pada kejadian kekeringan, distribusi bantuan air bersih telah dilakukan di lima wilayah: Kabupaten Pekalongan, Cilacap, Klaten, Nganjuk, dan Blitar. Sebanyak 162.304 orang terdampak dengan total bantuan air bersih yang didistribusikan mencapai 335.900 liter.


Waspada Bibit Siklon Tropis 91B dan Cuaca Ekstrem

Beralih dari penanganan karhutla, BNPB meminta seluruh pihak mengalihkan fokus pada potensi bencana hidrometeorologi basah. BMKG memprakirakan musim hujan 2026/2027 berlangsung bertahap mulai November, berlanjut pada Desember 2026, dengan puncak pada Desember 2026 hingga Februari 2027. Saat ini, bibit siklon tropis 91B terpantau terbentuk pada Kamis (29/10) pukul 01.00 WIB di Laut Andaman, sebelah utara Aceh. Dampak tidak langsungnya dalam 24 jam ke depan berpotensi menimbulkan hujan sedang hingga lebat di Aceh dan Sumatera Utara, serta gelombang setinggi 1,25–2,5 meter di Selat Malaka bagian utara.

Untuk periode 3 hari ke depan (29–31 Oktober 2026), BMKG mengeluarkan peringatan dini cuaca ekstrem. Status Siaga (hujan lebat–sangat lebat) berpotensi terjadi di Aceh, Lampung, Bengkulu, Riau, Sumatera Barat, Sumatera Selatan, dan Sumatera Utara. Sementara status Waspada (hujan sedang–lebat) mencakup wilayah Pulau Sumatera, Kalimantan, Sulawesi, Jawa, Bali, Maluku, Maluku Utara, NTB, NTT, dan Papua.

Menghadapi dinamika bencana yang kompleks ini, BNPB mengimbau pemerintah daerah untuk mengaktifkan posko siaga, memastikan kesiapan peralatan dan logistik, membersihkan sungai/drainase/gorong-gorong, serta memetakan wilayah rawan banjir, longsor, dan pesisir. Pemerintah daerah juga diminta menyiapkan jalur evakuasi, menyebarkan peringatan dini BMKG, serta menyiapkan layanan kesehatan, dapur umum, dan tempat pengungsian.

Bagi masyarakat, diimbau untuk menjaga kebersihan saluran air, tidak membuang sampah ke sungai, mengenali jalur evakuasi, dan menyiapkan tas siaga beserta dokumen penting. Waspadai tanda-tanda tanah longsor seperti retakan tanah, air keruh, atau pohon miring. Saat hujan lebat, diharapkan menjauhi sungai, lereng, dan pantai, serta tidak melaut ketika gelombang tinggi. Selalu pantau informasi dan arahan resmi dari BMKG, BNPB, dan BPBD setempat.

 

Sumber : https://bnpb.go.id/berita/kerahkan-59-armada-udara-bnpb-intensifkan-pemadaman-karhutla-dan-antisipasi-cuaca-ekstrem 

Baca Terusannya »»  

Perkembangan Situasi dan Penanganan Bencana di Tanah Air 29 Oktober 2026

 

 

 

JAKARTA - Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) melakukan pemutakhiran perkembangan penanganan kejadian bencana yang terjadi di Indonedia pada periode pelaporan 28 - 29 Oktober pukul 07.00 WIB. Dilaporakn dua peristiwa baru yakni banjir dan gempa bumi.

Kejadian pertama adalah banjir yang melanda wilayah Kabupaten Mandailing Natal, Provinsi Sumatra Utara. Hujan deras yang terjadi pada Rabu (28/10) mulai pukul 18.00 WIB memicu peningkatan debit air Sungai Simalagi hingga meluap dan membanjiri rumah warga. 

Sebanyak dua desa yang berada di dua kecamatan terdampak banjir tersebut. Adapun wilayah tersebut adalah Desa Binanga di Kecamatan Huta Bargot dan Desa Rumbio di Kecamatan Panyabungan Utara.

Banjir menyebabkan 32 unit rumah terendam dan 1 fasilitas ibadah terdampak. Banjir juga sempat melumpuhkan jalan sehingga tidak dapat dilalui oleh kendaraan roda dua maupun roda empat. 

Tim Reaksi Cepat (TRC) BPBD Kabupaten Mandailing Natal segera turun ke lokasi untuk melakukan penanganan dan berkoordinasi dengan pemerintah desa setempat. BPBD melaporkan saat ini ketinggian air berangsur surut. Jalan yang sempat terendam saat ini sudah dapat kembali dilalui kendaraan.

Wilayah yang lain di Provinsi Sumatra Utara yang juga mengalami banjir yakni di Kabupaten Asahan. Wilayah yang terdampak berada di Desa Sei Silau Tua dan Desa Bangun Sari di Kecamatan Setia Janji. Banjir mulai merendam rumah warga sejak Selasa (27/10). Rata-rata ketinggian air mencapai 30 hingga 80 sentimeter.

Sebanyak 3.610 jiwa terdampak dengan rincian 2.910 jiwa terdampak di Desa Sei Silau Tua dan 700 jiwa terdampak lainnya berada di Desa Bangun Sari. BPBD Kabupaten Asahan melaporkan, sebanyak 405 unit rumah terdampak, dua unit fasilitas pendidikan terdampak, dan akses jalan antar desa terendam.

BPBD Kabupate Asahan segera turun ke lapangan untuk memberikan penanganan awal dengan melakukan kaji cepat dan pendataan. Selain itu, BPBD juga memberikan bantuan sembako kepada warga yang terdampak.

Pada Rabu (28/10) banjir dilaporkan telah surut dan aktivitas warga kembali normal.

Selain di wilayah Sumatra Utara, banjir juga melanda wilayah Kabupaten Aceh Selatan, Provinsi Aceh, tepatnya di Gampong Lhok Raya dan Gampong Cot Bayu Kecamatan Trumon Tengah. Hujan lebat yang mengguyur wilayah Kabupaten Aceh Selatan pada Rabu (28/10) memicu luapan air Sungai Lae Soraya dan Kruen Trumon Raya hingga membanjiri pemukiman warga.

BPBD Kabupaten Aceh Selatan segara turun ke lokasi untuk melakukan pemantauan dan berkoordinasi dengan pemerintah setempat. Dari hasil pemantauan dilaporkan tinggi air di Gampong Lhok Raya masih berpotensi mengalami kenaikan. Sebanyak 46 warga memilih mengungsi ke Kompi Brimob.

Sementara di Gampong Cot Bayu, ketinggian air di badan jalan setinggi 10 hingga 20 sentimeter. Kondisi air juga diperkirakan masih berpotensi mengalami kenaikan.

Selain banjir, kejadian baru lainnya yang dilaporkan adalah peristiwa gempa bumi. Gempa berkekuatan M6,4 mengguncang Kabupaten Kepulauan Tanimbar, Provinsi Maluku pada Kamis (29/10) pukul 06.06 WIB. Pusat gempa berada di 6,34 LS dan 130.52 BT dan berpusat di laut dengan kedalaman 160 KM. Gempa tersebut tidak berpotensi tsunami.

BPBD Kabupaten Kepulauan Tanimbar melaporkan gempa tersebut tidak dirasakan oleh warga. Meski begitu BPBD dan BNPB tetap melakukan pemantau pascagempa tersebut.

Selain dua kejadian tersebut, kebakaran hutan dan lahan juga masih terjadi di beberapa wilayah, salah satunya di Kabupaten Morowali Utara, Sulawesi Tengah. Kebakaran hutan dan lahan terjadi di Desa Wara'a, Kecamatan Lembo Rabu (28/10) pukul 12.30 WITA.

Lahan seluas kurang lebih 15 hektare terbakar. Pemerintah setempat masih melakukan penyelidikan terkait penyebab kebakaran tersebut.

BPBD Kabupaten Morowali Utara bersama instansi terkait segera melakukan upaya pemadaman. Di hari yang sama, api berhasil dipadamkan. Tidak ada korban jiwa akibat peristiwa tersebut.

Menyikapi rangkaian kejadian banjir di tengah musim kemarau tersebut, BNPB mengimbau pemerintah daerah untuk meningkatkan kesiapsiagaan dengan terus memonitor informasi cuaca dari BMKG, menyiagakan Tim Reaksi Cepat, dan memastikan kesiapan peralatan serta logistik kedaruratan.

Berdasarkan prakiraan cuaca BMKG, pada periode 30 Oktober hingga 2 November 2026 Cuaca di Indonesia umumnya didominasi oleh kondisi cerah berawan hingga hujan ringan. Perlu diwaspadai adanya peningkatan hujan dengan intensitas sedang yang terjadi di Aceh, Sumatera Utara, Jambi, Bengkulu, Banten Jawa Barat, Jawa Timur, Kalimantan Tengah, Kalimantan Timur, Sulawesi Utara, Sulawesi Selatan, Maluku Utara, Papua Barat Daya, Papua Barat, Papua Pegunungan, Papua, dan Papua Selatan.

Sementara wilayah yang perlu siaga akan hujan lebat hingga sangat lebat adalah Provinsi Kalimantan Barat. Sementara wilayah yang berpotensi mengalami angin kencang berada di Sumatra Barat, Bengkulu, Lampung, Banten, Jawa Barat, Jawa Timur, dan Sulawesi Selatan. 

Masyarakat yang tinggal di bantaran sungai dan wilayah rawan angin kencang diimbau untuk membersihkan drainase lingkungan, memangkas dahan pohon yang rapuh, serta memperkuat atap rumah.

Selain itu masyarakat diminta untuk tidak melakukan pembakaran lahan sembarangan mengingat kondisi kering dan angin kencang sangat mudah memicu perluasan api. Segera melapor kepada BPBD setempat apabila terjadi potensi keadaan darurat di wilayahnya.




Sumber : https://bnpb.go.id/berita/perkembangan-situasi-dan-penanganan-bencana-di-tanah-air-29-oktober-2026

 

 

 

Baca Terusannya »»  

IYS 2026 Bahas Implementasi Desain Besar Karakter Pemuda Indonesia

 

Jakarta: Kementerian Pemuda dan Olahraga (Kemenpora RI) membahas implementasi Desain Besar Karakter Pemuda Indonesia dalam rangkaian Indonesia Youth Summit (IYS) 2026 di Teater Jakarta, Taman Ismail Marzuki (TIM), Kamis (29/10). Sesi ini mengajak pemuda memahami dan menerapkan nilai patriotik, gigih, dan berempati (PGB) dalam kehidupan sehari-hari.

Pembahasan ini menghadirkan Dr. Ir. Dwi Purnomo, S.T.P., M.T., IPU., ASEAN.Eng., dosen Universitas Padjadjaran, serta Ir. Hendarman, M.Sc., Ph.D., dosen Sekolah Pascasarjana Universitas Pakuan Bogor.

Dwi menjelaskan bahwa materi Desain Besar Karakter Pemuda Indonesia memuat enam panduan bagi pemuda. Panduan tersebut mencakup penguatan nilai patriotik, gigih, berempati, pengenalan diri, keterhubungan dengan ekosistem, serta kemampuan menyampaikan gagasan melalui narasi yang jujur dan berdampak.

Dalam menjelaskan nilai kegigihan, Dwi menyampaikan pesan, “Jatuh, bangkit, dan terus bangkit.” Pesan ini menekankan pentingnya kemampuan pemuda untuk kembali bangkit ketika menghadapi kegagalan. Sementara itu, nilai empati mengajak pemuda memahami sudut pandang orang lain, melihat siapa yang membutuhkan bantuan, serta mengenali kontribusi yang dapat diberikan.

Dwi juga menyoroti pentingnya membangun jejaring. Menurutnya, pemuda perlu terhubung dengan ekosistem di sekitarnya agar dapat saling mendukung dan memperkuat dampak kontribusi. Selain itu, kemampuan menyampaikan gagasan melalui cerita yang jujur dan berdampak juga menjadi bagian dari panduan tersebut.

Sementara itu, Hendarman menjelaskan bahwa nilai patriotik, gigih, dan berempati perlu berjalan beriringan. Patriotisme memberikan arah kebangsaan, kegigihan mendorong pemuda untuk terus berusaha, sedangkan empati menjaga kepekaan terhadap orang lain dan lingkungan sosial.

Melalui sesi ini, pemuda diajak menjadikan nilai PGB sebagai pedoman dalam menentukan sikap, menghadapi tantangan, dan berinteraksi dengan masyarakat. Penerapan nilai-nilai tersebut diharapkan mendorong pemuda mengambil peran nyata dan memberikan kontribusi positif bagi Indonesia. 

 

 

Sumber : https://www.kemenpora.go.id/detail/7417/iys-2026-bahas-implementasi-desain-besar-karakter-pemuda-indonesi 


Baca Terusannya »»  

IYS 2026 Dorong Anak Muda Berwirausaha dan Ciptakan Peluang Kerja

 


Jakarta: Kewirausahaan menjadi salah satu upaya untuk memperluas kesempatan kerja sekaligus mendorong kemandirian ekonomi generasi muda. Topik ini dibahas dalam sesi Youth Entrepreneurship & The Future of Work pada Indonesia Youth Summit (IYS) 2026 di Teater Besar, Teater Jakarta, Taman Ismail Marzuki (TIM), Kamis (29/10).

Sesi tersebut menghadirkan Wakil Menteri Ketenagakerjaan RI Afriansyah Noor, Wakil Menteri Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM) RI Helvi Yuni Moraza, serta Co-founder dan CEO Kitabisa Vikra Ijas. Ketiganya membahas kewirausahaan dari perspektif penciptaan peluang kerja, pengembangan usaha berkelanjutan, dan dampak sosial.

Afriansyah Noor yang hadir mewakili Menteri Ketenagakerjaan mendorong generasi muda untuk berani menciptakan peluang melalui kewirausahaan. Ia menjelaskan, pemerintah turut mendukung pengembangan keterampilan dan pendampingan agar masyarakat mampu membangun usaha produktif.

“Jangan hanya mencari pekerjaan, tetapi belajarlah menciptakan peluang,” menjadi pesan Afriansyah kepada generasi muda agar tidak terpaku pada pencarian kerja, tetapi juga melihat peluang untuk membangun usaha dan membuka lapangan kerja.

Sementara itu, Helvi Yuni Moraza menyoroti pentingnya kolaborasi antarkementerian dalam memperkuat ekosistem kewirausahaan. Menurutnya, pelaku UMKM masih menghadapi tantangan dalam mengakses permodalan dan pasar. Karena itu, dukungan pemerintah perlu mencakup pelatihan, pendampingan, pembiayaan, serta perluasan akses pasar.

Helvi mengingatkan bahwa perkembangan usaha harus diikuti dengan upaya menjaga keberlanjutan. Pelaku UMKM perlu memiliki integritas, disiplin, dan kemampuan berinovasi agar mampu menghadapi persaingan serta menyesuaikan diri dengan kebutuhan pasar.

“Usaha itu harus berkelanjutan,” tegas Helvi saat menjelaskan pentingnya menjaga keberlangsungan usaha, termasuk melalui konsistensi kualitas produk dan pelayanan kepada konsumen.

Dari perspektif kewirausahaan sosial, Vikra Ijas berbagi pengalaman membangun Kitabisa sebagai platform penggalangan dana daring yang menghubungkan masyarakat untuk membantu sesama. Ia menekankan pentingnya jejaring, bimbingan mentor, dan kolaborasi untuk mengubah ide menjadi aksi yang memberikan manfaat.

Menurut Vikra, jiwa kewirausahaan tidak selalu harus diwujudkan dengan mendirikan bisnis. Nilai tersebut juga dapat diterapkan dalam berbagai profesi melalui kreativitas dan keinginan untuk menciptakan perubahan.

“Bukan tentu semua orang harus jadi pebisnis, tapi kita sudah diberkahi keresahan untuk membuat perbaikan, daya imajinasi untuk bisa melihat sesuatu versi lebih baiknya lagi,” ujar Vikra dalam pemaparannya.

Ia mengajak generasi muda untuk merawat kepedulian dan empati serta berani mencari solusi atas persoalan di sekitarnya. Dengan demikian, kewirausahaan dapat menjadi cara untuk menghadirkan perubahan, baik melalui usaha maupun kontribusi dalam profesi masing-masing.

Melalui sesi ini, IYS 2026 mengajak generasi muda mengembangkan potensi, menciptakan peluang kerja, dan menghadirkan solusi yang bermanfaat bagi masyarakat.

 

 

Sumber : https://www.kemenpora.go.id/detail/7419/iys-2026-dorong-anak-muda-berwirausaha-dan-ciptakan-peluang-kerja 

Baca Terusannya »»  

Di Indonesia Youth Summit 2026, Jerhemy Owen: Peduli Lingkungan Bukan Lagi Pilihan

 

Jakarta: Kepedulian terhadap lingkungan tidak cukup berhenti pada kesadaran, tetapi harus diwujudkan melalui aksi nyata. Pesan tersebut mengemuka dalam rangkaian hari pertama Indonesia Youth Summit (IYS) 2026 yang menghadirkan diskusi interaktif seputar persoalan sampah plastik, gaya hidup berkelanjutan, hingga peluang karier di sektor lingkungan.

Dalam diskusi tersebut, kreator konten lingkungan Jerhemy Owen bersama aktivis lingkungan sekaligus pendiri Gerakan Indonesia Diet Kantong Plastik, Tiza Mafira, mengajak generasi muda untuk mengambil peran dalam mengatasi persoalan sampah yang masih menjadi tantangan di Indonesia.

“Menjadi orang yang peduli sama lingkungan bukan lagi opsi, tetapi suatu keharusan, bahkan menjadi survival mode kita,” ujar Jerhemy.

Keduanya menekankan bahwa perubahan tidak selalu harus dimulai dari gerakan besar. Kebiasaan sederhana, seperti membawa tas belanja sendiri, menolak sedotan plastik yang tidak diperlukan, serta memilah sampah sejak dari rumah, dapat menjadi langkah awal untuk membangun gaya hidup yang lebih ramah lingkungan.

“Mulailah menyadari bahwa ada hal-hal yang sebenarnya tidak kita butuhkan. Kita bisa membawa tas belanja sendiri dan mulai menolak menggunakan sedotan plastik,” pesan Tiza kepada peserta.

Tiza Mafira membagikan pengalamannya membangun Gerakan Indonesia Diet Kantong Plastik pada 2013. Berawal dari keresahan melihat tumpukan sampah plastik di sungai dan pantai, gerakan tersebut mendorong perubahan kebijakan sekaligus mengajak masyarakat dan pelaku usaha mengurangi penggunaan plastik sekali pakai.

Upaya itu menunjukkan perkembangan. Menurut Tiza, saat ini lebih dari 200 kota dan kabupaten di Indonesia telah menerapkan larangan kantong plastik.

Ia juga mengingatkan bahwa tidak semua sampah plastik dapat didaur ulang. Karena itu, mengurangi penggunaan plastik dan mencegah sampah sejak awal harus menjadi prioritas, bukan sekadar mengandalkan proses daur ulang setelah sampah terbentuk.

Tiza turut menekankan pentingnya memilah sampah langsung dari sumbernya, termasuk dari dapur rumah tangga. Pemilahan sampah organik dan anorganik sejak awal dinilai dapat membantu proses pengelolaan sampah menjadi lebih efektif.

Sementara itu, Jerhemy Owen berbagi cerita tentang perjalanannya menekuni isu lingkungan. Ketertarikannya tumbuh sejak SMP, sebelum akhirnya mempelajari ilmu lingkungan di Belanda pada 2020 dan mulai membuat konten lingkungan pada 2022.

Menurutnya, Indonesia memiliki kekayaan alam yang luar biasa. Namun, keindahan tersebut kerap terganggu oleh sampah yang ditemukan di pantai, gunung, hingga berbagai ruang publik.

Ia mengajak anak muda untuk membangun kembali hubungan dengan alam dan menyadari bahwa lingkungan yang bersih bukan sekadar persoalan estetika, melainkan berkaitan langsung dengan kualitas hidup manusia.

Ia juga melihat isu lingkungan sebagai peluang masa depan bagi generasi muda. Perkembangan ekonomi hijau (green economy) dan ekonomi sirkular (circular economy) membuka ruang bagi berbagai profesi untuk berkontribusi dalam pembangunan berkelanjutan.

Kepedulian terhadap lingkungan, menurutnya, tidak hanya menjadi ranah orang yang mempelajari ilmu lingkungan. Anak muda dengan latar belakang bisnis, akuntansi, keuangan, teknologi, maupun bidang lainnya juga dapat mengambil bagian melalui keahlian masing-masing.

Tiza menambahkan, semakin banyak anak muda yang memahami persoalan lingkungan merupakan perkembangan positif. Namun, kesadaran tersebut perlu dilanjutkan menjadi aksi dan dampak yang lebih luas, baik melalui komunitas, organisasi, kebijakan, maupun usaha ramah lingkungan.

Diskusi juga menyoroti peran teknologi digital dalam mendukung upaya pelestarian lingkungan. Tiza menjelaskan bahwa teknologi dapat dimanfaatkan untuk melacak penggunaan kembali kemasan, mendukung sistem guna ulang, hingga membantu proses pemilahan dan daur ulang melalui informasi digital.

Sementara itu, Jerhemy mengajak peserta memanfaatkan media sosial untuk menyebarkan edukasi dan mengampanyekan perilaku ramah lingkungan. Menurutnya, suara anak muda tetap berarti ketika digunakan untuk mendorong perubahan bersama.

Ia juga mengingatkan pentingnya mengurangi sampah elektronik dengan memperpanjang usia pakai perangkat. Kebiasaan mengganti telepon seluler atau laptop terlalu cepat, padahal masih dapat digunakan, berpotensi menambah timbunan sampah elektronik.

“Yang paling penting, kita harus memprioritaskan kebutuhan daripada keinginan. Kita juga harus bisa memperpanjang umur suatu barang,” tuturnya.

Pesan tersebut menegaskan bahwa gaya hidup berkelanjutan berkaitan erat dengan kebiasaan sehari-hari, mulai dari mengurangi konsumsi, menggunakan barang lebih lama, hingga lebih bijak dalam memenuhi kebutuhan.

Melalui diskusi ini, peserta diajak memahami bahwa menjaga lingkungan merupakan tanggung jawab bersama. Masyarakat, pemerintah, dunia usaha, komunitas, dan generasi muda perlu bergerak beriringan agar perubahan tidak berhenti pada wacana.

"Bagi anak muda, langkah awalnya dapat dimulai dari hal sederhana yang dilakukan secara konsisten. Sebab, kepedulian yang diwujudkan menjadi aksi nyata berpotensi tumbuh menjadi gerakan kolektif yang membawa dampak lebih luas bagi masa depan Indonesia," tutup Jerhemy

 

 

Sumber : https://www.kemenpora.go.id/detail/7420/di-indonesia-youth-summit-2026-jerhemy-owen-peduli-lingkungan 


Baca Terusannya »»  

IYS 2026 Bahas Integrasi Nilai Patriotik, Gigih, dan Berempati dalam Pendidikan


 

Jakarta: Kementerian Pemuda dan Olahraga (Kemenpora) RI membahas integrasi nilai patriotik, gigih, dan berempati (PGB) dalam dunia pendidikan melalui sesi Indonesia Youth Summit (IYS) 2026 di Teater Besar, Teater Jakarta, Taman Ismail Marzuki (TIM), Kamis (29/10). Sesi ini menghadirkan Menteri Perencanaan Pembangunan Nasional/Kepala Bappenas Rachmat Pambudy, Menteri Pendidikan Tinggi, Sains, dan Teknologi Brian Yuliarto, serta Wakil Menteri Pendidikan Dasar dan Menengah Fajar Riza Ul Haq.

Menteri Pendidikan Tinggi, Sains, dan Teknologi Brian Yuliarto menekankan bahwa nilai patriotik perlu diwujudkan melalui karya anak bangsa yang mampu bersaing dan mendapat pengakuan dunia. Menurutnya, kebanggaan terhadap Indonesia perlu ditunjukkan melalui kontribusi nyata di tingkat internasional.

“Nasionalisme ke depan adalah bagaimana kita bisa membawa karya-karya anak bangsa di tingkat dunia, sehingga seluruh dunia menunggunya,” ujar Brian.

Sementara itu, Menteri Perencanaan Pembangunan Nasional/Kepala Bappenas Rachmat Pambudy mengajak generasi muda mengenali kelebihan dan kekurangan diri. Ia menekankan pentingnya memanfaatkan potensi yang dimiliki untuk saling melengkapi dan memberikan kontribusi bagi bangsa dan negara.

“Setiap manusia punya kelebihan dan kekurangan. Manfaatkan kekurangan itu untuk mengisi kelebihan kita. Manfaatkan kelebihan kita untuk memberikan sumbangsih pada bangsa dan negara,” kata Rachmat.

Dari perspektif pendidikan dasar dan menengah, Wakil Menteri Pendidikan Dasar dan Menengah Fajar Riza Ul Haq menjelaskan bahwa nilai patriotik, gigih, dan berempati sejalan dengan penguatan karakter melalui delapan dimensi profil lulusan. Dimensi tersebut mencakup, antara lain, kolaborasi, komunikasi, kemandirian, dan penalaran kritis.

Ia juga menyoroti pentingnya menjaga identitas kebangsaan di tengah globalisasi. Menurutnya, generasi muda perlu memiliki identitas nasional yang kuat sekaligus mampu berinteraksi dan bekerja sama dengan beragam kelompok.

Fajar turut menekankan pentingnya empati sebagai nilai kemanusiaan yang perlu diasah melalui pendidikan. Di tengah perkembangan kecerdasan buatan, pendidikan perlu membentuk manusia yang tidak hanya unggul secara intelektual, tetapi juga memiliki kepekaan terhadap orang lain.

“Pendidikan itu tidak hanya menyentuh otak, tetapi juga menyentuh hati,” tuturnya.

Melalui sesi ini, integrasi nilai patriotik, gigih, dan berempati diharapkan dapat memperkuat pendidikan karakter. Generasi muda diharapkan mampu menghasilkan karya yang membanggakan Indonesia, gigih menghadapi tantangan, serta memiliki kepekaan terhadap kebutuhan masyarakat

 

 

Sumber : https://www.kemenpora.go.id/detail/7418/iys-2026-bahas-integrasi-nilai-patriotik-gigih-dan-berempati 

Baca Terusannya »»