#GERAKAN PANGAN MURAH 2026

Cari Blog Ini

Rabu, 21 Oktober 2026

Tiga Emas Boccia Bawa Indonesia Lampaui Target Asian Para Games 2026, Menpora Erick: Alhamdulillah Delapan Emas dan Perjuangan Terus Berlanjut


 

Nagoya: Kontingen Indonesia berhasil melampaui target tujuh medali emas pada ajang Asian Para Games Aichi-Nagoya 2026. Kepastian tersebut diperoleh setelah cabang olahraga boccia sukses mempersembahkan tiga medali emas sekaligus melalui Gischa Zayana, Handayani, dan Felix Ardi Yudha, dalam pertandingan final yang berlangsung pada hari yang sama di Nagoya General Gymnasium, Nagoya, Jepang, Rabu (21/10).

Tambahan tiga emas tersebut membawa perolehan Indonesia menjadi delapan medali emas, sekaligus melampaui target tujuh emas yang ditetapkan sebelum keberangkatan.

Dua emas pertama dipersembahkan oleh atlet putri Indonesia melalui pertandingan yang berlangsung dramatis. Gischa Zayana yang turun pada nomor Women’s Individual BC2 mengalahkan atlet Hong Kong, Yeung Hiu Lam, dengan skor 6-5. Sementara itu, Handayani yang tampil pada nomor Women’s Individual BC1 berhasil menundukkan wakil Malaysia, Melissa Angeline, dengan skor 5-4.

Tak lama berselang, Felix Ardi Yudha melengkapi keberhasilan boccia Indonesia dengan merebut medali emas nomor Men’s Individual BC2. Dalam pertandingan final menghadapi Phakphum Linchum dari Thailand, Felix tampil solid dan memastikan kemenangan dengan skor 5-3.

Menteri Pemuda dan Olahraga (Menpora) Erick Thohir yang menyaksikan dan meberikan dukungan langsung, menyampaikan rasa syukur dan apresiasi atas perjuangan para atlet yang mampu membawa Indonesia melampaui target medali emas ketika ajang masih memasuki hari keempat.

“Alhamdulillah, target tujuh emas berhasil terlampaui. Selamat untuk Gischa, Handayani, dan Felix yang berhasil mempersembahkan tiga emas sekaligus dari boccia, sehingga total kita sukses meraih delapan emas. Ini capaian luar biasa, pertandingan final juga tadi berlangsung sangat ketat. Mereka menunjukkan bahwa selain kemampuan teknis, ketenangan dan mental bertanding juga menjadi penentu kemenangan,” ujar Menpora Erick.

Menurut Menpora Erick, keberhasilan cabang boccia menjadi bukti pentingnya pembinaan berkesinambungan untuk menghasilkan atlet yang mampu bersaing dan menjaga prestasi di tingkat internasional.

Sebelum tampil di Asian Para Games 2026, tim boccia Indonesia telah menunjukkan kualitasnya dengan menjadi juara umum World Boccia Championship 2026 di Seoul, Korea Selatan, pada September lalu, dengan mengoleksi tiga medali emas dan satu perak.

Kini, prestasi tersebut kembali berlanjut di Asian Para Games. Bahkan, tiga emas yang diraih Indonesia telah melampaui target awal cabang boccia yang membidik satu medali emas.

“Ini yang terus kita dorong dalam transformasi olahraga nasional. Kita ingin prestasi lahir dari sistem pembinaan yang konsisten, bukan hanya bergantung pada momentum. Ketika atlet yang sudah berprestasi di tingkat dunia kembali mampu meraih emas di Asian Para Games, artinya ada kesinambungan pembinaan yang harus kita jaga dan perkuat. Inilah yang disebut olahraga sebagai investasi untuk prestasi dan kebanggaan bangsa,” kata Menpora Erick.

Meski target tujuh emas telah terlampaui, Menpora Erick menegaskan bahwa perjuangan kontingen Indonesia belum selesai. Masih terdapat sejumlah pertandingan yang berpotensi menambah perolehan medali bagi Merah Putih. Ia juga mengingatkan bahwa pencapaian target bukan alasan untuk cepat berpuas diri, melainkan harus menjadi motivasi tambahan bagi para atlet yang masih berjuang.

“Sejak awal saya menyampaikan keyakinan bahwa kita memiliki peluang untuk melampaui tujuh emas. Alhamdulillah, sekarang sudah terbukti. Namun, kita tidak boleh berhenti di sini. Masih ada atlet-atlet kita yang berjuang dan memiliki peluang untuk menambah emas. Kita terus doakan dan dukung agar mereka bisa memberikan yang terbaik untuk Indonesia. Setiap kesempatan harus kita perjuangkan sampai akhir,” tegas Menpora Erick

 

 

Sumber : https://www.kemenpora.go.id/detail/7337/tiga-emas-boccia-bawa-indonesia-lampaui-target-asian-para-games-2 

Baca Terusannya »»  

Hari Santri Nasional, Ribuan Santri Padati Jateng Bersholawat

 


TEGAL – Perayaan Hari Santri Nasional 2026 tingkat Provinsi Jawa Tengah berlangsung meriah dan penuh makna. Ribuan jemaah memadati kegiatan Jawa Tengah Bersholawat, yang digelar di Kota Tegal, Rabu (21/10/2026) malam.

Selawat dipimpin Habib Ali Zainal Abidin Asegaf dengan Majelis Azzahir Pekalongan. Hadir pula pengasuh Ponpes Asrama Perguruan Islam (API) Tegalrejo Magelang, KH Muhammad Yusuf Chudori (Gus Yusuf), dan pengasuh Ponpes Al Falah Ploso Kediri, KH Abdurrahman Al Kautsar (Gus Kautsar).

Para ulama tersebut duduk bersama Gubernur Ahmad Luthfi, Wagub Taj Yasin Maimoen, Wali Kota Tegal Dedy Yon Supriyono, dan perwakilan daerah lain.

Mereka bersama para santri hanyut dalam bacaan selawat dan doa untuk kebaikan para santri. Afif, santri asal Balamoa, Balapulang, Kabupaten Tegal, mengaku sangat senang bisa hadir langsung dalam Jateng Bersholawat.

“Jos jis, sangat meriah! Senang banget, malah ditunggu-tunggu. Selain dapat berkahe selawat, juga dapat nasehat dari ulama-ulama,” ujar Afif bersama temannya, Jian di sela-sela kegiatan.

Gubernur Jawa Tengah Ahmad Luthfi menyampaikan apresiasi tinggi atas antusiasme warga Kota Tegal dan sekitarnya yang hadir berselawat bersama.

“Peringatan Hari Santri mengandung makna mendalam tentang jihad sejarah yang digelorakan Hadratussyaikh Hasyim Asy’ari melawan penjajah. Hari ini, resolusi jihad kita adalah memerangi kemiskinan dan mensejahterakan masyarakat Jawa Tengah,” kata Ahmad Luthfi.

Ditambahkan, Jawa Tengah memiliki sekitar 5.325 pesantren dengan 815.504 santri. Pemprov Jateng terus menggulirkan program beasiswa pendidikan hingga jenjang magister ke luar negeri, bagi para santri.

Gus Yusuf menegaskan peringatan Hari Santri tak boleh berhenti di seremonial semata.

“Hari Santri tidak hanya sekadar upacara atau ramai-ramai, tetapi kita maknai lebih dalam untuk meneruskan tugas para ulama, yakni himayatul ummah wa himayatul wathon, menjaga keselamatan umat dan bangsa,” tegas Gus Yusuf.

Sementara itu, Gus Kautsar mengingatkan peran penting santri di tengah masyarakat.

“Santri harus selalu siap menjadi solusi bagi siapa pun yang sedang jatuh-jatuhnya. Yang paling mengerti bagaimana cara kita bangkit dan berjuang ketika jatuh, itu seharusnya santri,” tutur Gus Kautsar.

 

 

Sumber : https://jatengprov.go.id/publik/hari-santri-nasional-ribuan-santri-padati-jateng-bersholawat/ 

Baca Terusannya »»  

Sambut Peserta Wirasena Youth Camp 2026, Kemenpora Tekankan Pemuda Patriotik, Gigih, dan Berempati


 

Jakarta: Kementerian Pemuda dan Olahraga (Kemenpora RI) menegaskan pentingnya membangun karakter pemuda yang patriotik, gigih, dan berempati melalui Wirasena Youth Camp 2026. Kegiatan ini menjadi ruang bagi generasi muda dari berbagai daerah untuk memperkuat kepemimpinan, memperluas jejaring, serta merancang kontribusi nyata bagi masyarakat dan bangsa.

Hal itu disampaikan Staf Khusus Menpora Bidang Kebijakan Publik dan Komunikasi Tsamara Amany pada acara penyambutan peserta Wirasena Youth Camp 2026 di Auditorium Wisma Kemenpora, Jakarta, Rabu (21/10) malam. 

Dalam sambutannya, Stafsus Tsamara menyampaikan salam dan apresiasi dari Menteri Pemuda dan Olahraga (Menpora RI) Erick Thohir yang belum dapat hadir secara langsung karena sedang berada di Jepang untuk memberikan dukungan kepada atlet Indonesia yang berlaga di Asian Para Games 2026.

"Teman-teman semua adalah pemuda-pemuda terbaik dari daerah masing-masing. Dalam proses Youth Camp ini, bawalah kebanggaan daerah dan keluarga, serta tunjukkan bahwa teman-teman adalah pemuda-pemuda pilihan," pesannya.

Ia juga mengajak peserta memanfaatkan kesempatan tersebut untuk membangun jejaring lintas daerah, bertukar gagasan, dan memperkuat persatuan. Menurutnya, Wirasena Youth Camp menjadi ruang untuk mempertemukan pemuda dari Sabang sampai Merauke dalam semangat kebangsaan.

"Di sinilah tempat kita semua menyatu dari Sabang sampai Merauke menjadi Republik Indonesia. Jadi satu," ujarnya.
Para peserta sebanyak 157 orang dari seluruh provinsi yang terpilih dari berbagai daerah di Indonesia diharapkan dapat memanfaatkan kegiatan ini sebagai momentum untuk mengembangkan kapasitas diri sekaligus membawa semangat daerah masing-masing.

Selain memperluas jejaring, peserta diminta untuk percaya pada kemampuan diri sendiri dan tidak meremehkan kontribusi sekecil apa pun yang dapat diberikan kepada masyarakat.

Kemenpora ingin memastikan bahwa anak muda Indonesia memiliki ruang untuk menyampaikan gagasan, menghadirkan inovasi, serta mencari solusi atas berbagai persoalan di lingkungan mereka.

"Jangan hanya percaya pada kemampuan orang, tetapi teman-teman sendiri harus percaya pada kemampuan diri. Jangan meragukan diri karena setiap langkah yang dilakukan, sekecil apa pun, memiliki dampak," pesannya.

Ia menegaskan, pemerintah percaya pada potensi generasi muda Indonesia dengan membuka ruang kolaborasi agar berbagai gagasan dan keresahan anak muda dapat dibahas bersama serta dikembangkan menjadi kontribusi nyata bagi bangsa dan negara.

Plt. Deputi Bidang Pelayanan Kepemudaan, Hendro Wicaksono menyampaikan, para peserta Wirasena Youth Camp 2026 diingatkan bahwa kegiatan ini bukan sekadar ajang berkumpul, melainkan ruang pembelajaran untuk membangun karakter, menumbuhkan kepemimpinan, dan memperkuat semangat kolaborasi.

Pemuda dinilai memiliki posisi strategis dalam pembangunan bangsa karena energi, kreativitas, dan keberaniannya dalam menghadirkan perubahan di tengah perkembangan teknologi, persaingan global, dan kompleksitas persoalan sosial, potensi tersebut perlu diimbangi dengan karakter yang kuat serta kepedulian terhadap sesama.

"Ada tiga karakter utama yang menjadi penekanan dalam pelaksanaan Wirasena Youth Camp 2026. Pertama patriotik, kedua gigih dan ketiga berempati. Ketiga karakter tersebut diharapkan tumbuh selama pelaksanaan kegiatan dan menjadi bekal bagi peserta untuk tampil sebagai contoh, pionir, serta pelopor perubahan di daerah masing-masing,” ujarnya.

Wirasena Youth Camp 2026 diharapkan menjadi pengalaman bermakna bagi para peserta dalam mengembangkan kapasitas, memperkuat solidaritas, dan membangun kolaborasi lintas daerah. Kegiatan ini juga menjadi langkah untuk mengenali serta mengembangkan talenta-talenta muda potensial yang dapat berkontribusi bagi pembangunan daerah dan nasional.

"Jadilah pemuda Indonesia yang patriotik dalam pengabdian, gigih dalam perjuangan, dan berempati dalam setiap tindakan,” pungkasnya.

Sementara, Asisten Kesejahteraan Rakyat Sekretaris Daerah Provinsi DKI Jakarta,  Ali Maulana Hakim menyampaikan, Jakarta diharapkan menjadi ruang belajar untuk memperluas wawasan, membangun jejaring, serta menumbuhkan inovasi yang dapat diterapkan di daerah masing-masing.

“Jakarta adalah kota kolaborasi, kota yang penuh keberagaman, dan rumah bagi semua generasi muda yang ingin terus tumbuh, bersemangat, berkarya, serta memberikan kontribusi bagi bangsa,” ujarnya.

Nantinya, pengalaman yang diperoleh selama di Jakarta diharapkan menjadi bekal untuk melahirkan lebih banyak inisiatif positif ketika kembali ke daerah masing-masing. Sebab, semangat Sumpah Pemuda tidak cukup hanya dikenang setiap 28 Oktober. Nilai persatuan harus terus dihidupkan melalui kolaborasi, kreativitas, dan keberanian untuk menciptakan perubahan.

“Jadilah generasi muda yang tidak hanya menyaksikan perubahan, tetapi juga berani mengambil bagian dalam menciptakannya,” pungkasnya.

 

 

Sumber : https://www.kemenpora.go.id/detail/7342/sambut-peserta-wirasena-youth-camp-2026-kemenpora-tekankan-pemud 

Baca Terusannya »»  

Seskab Teddy Ungkap Arahan Presiden Prabowo dalam Sidang Kabinet Paripurna: Perkuat Ketahanan Nasional hingga Tindak Tegas Karhutla

 



Presiden Prabowo Subianto memimpin Sidang Kabinet Paripurna (SKP) Dua Tahun Pertama Pemerintahan Kerja Nyata untuk Negeri di Kompleks Istana Kepresidenan, Jakarta, pada Rabu, 21 Oktober 2026. Sekretaris Kabinet (Seskab) Teddy Indra Wijaya menjelaskan bahwa dalam sidang tersebut, Presiden Prabowo memberikan apresiasi atas kerja keras, dedikasi, dan kekompakan seluruh jajaran Kabinet Merah Putih selama dua tahun pertama pemerintahan.

“Mengapresiasi kerja keras, semangat pengabdian, dan kekompakan seluruh jajaran Kabinet Merah Putih selama dua tahun pertama pemerintahan,” demikian disampaikan Seskab Teddy dalam keterangannya.

Lebih lanjut, Seskab Teddy mengungkapkan bahwa Presiden Prabowo menekankan pentingnya memperkuat ketahanan nasional, melindungi kekayaan alam Indonesia, serta menjaga persatuan bangsa di tengah ketidakpastian global dan meningkatnya persaingan geopolitik.

Seskab Teddy juga menyampaikan perhatian serius Presiden terhadap persoalan kebakaran hutan dan lahan (karhutla). Kepala Negara meminta agar dugaan keterlibatan individu maupun korporasi diusut secara menyeluruh dan ditindak sesuai ketentuan hukum.

“Mengusut tuntas dugaan keterlibatan individu dan korporasi dalam kebakaran hutan dan lahan (karhutla) serta menindak tegas pihak yang terbukti melanggar hukum,” ungkap Seskab Teddy.

Di sektor pangan dan energi, Seskab Teddy menjelaskan bahwa Presiden Prabowo menegaskan pentingnya mempertahankan swasembada pangan sekaligus mendorong kemandirian energi melalui optimalisasi sumber daya dalam negeri, termasuk pengembangan biodiesel dan etanol. Selain itu, Seskab Teddy menyampaikan pesan Presiden Prabowo agar seluruh jajaran pemerintahan menjalankan amanat rakyat dengan keberanian, ketegasan, dan tanggung jawab demi menjaga kepentingan nasional.

“Jalankan mandat rakyat dengan berani, tegas, dan penuh tanggung jawab demi menjaga kepentingan nasional dan meningkatkan kesejahteraan masyarakat,” ucap Seskab Teddy.

Seskab Teddy pun menegaskan bahwa dua tahun pertama pemerintahan menjadi landasan penting untuk memperkuat capaian pembangunan sekaligus melanjutkan agenda strategis nasional yang berorientasi pada kesejahteraan rakyat.

“Dua tahun pertama menjadi pijakan untuk melanjutkan kerja nyata menuju Indonesia yang mandiri, tangguh, dan sejahtera,” pungkas Seskab Teddy.

 

 

Sumber : https://presidenri.go.id/berita-lainnya/seskab-teddy-ungkap-arahan-presiden-prabowo-dalam-sidang-kabinet-paripurna-perkuat-ketahanan-nasional-hingga-tindak-tegas-karhutla/ 

Baca Terusannya »»  

Presiden Prabowo Tegaskan Swasembada Pangan sebagai Kekuatan Strategis Indonesia

 



Presiden Prabowo Subianto menegaskan bahwa swasembada pangan dan pengembangan sumber energi dalam negeri menjadi modal penting untuk memperkuat ketahanan nasional di tengah tantangan global. Presiden Prabowo menyampaikan rasa syukur atas kondisi pangan Indonesia yang tetap terkendali.

“Di tengah kita lihat dunia penuh tantangan, kita masih bersyukur, masih bersyukur bahwa kita relatif dalam keadaan baik. Pangan kita terkendali, prestasi kita yang paling utama antara lain kita swasembada pangan,” ucap Presiden Prabowo saat memimpin Sidang Kabinet Paripurna (SKP) 2 Tahun Pertama Pemerintahan Kerja Nyata untuk Negeri di halaman tengah Kompleks Istana Kepresidenan Jakarta, pada Rabu, 21 Oktober 2026.

Kepala Negara menyampaikan bahwa swasembada pangan menjadi salah satu capaian utama pemerintah karena pangan memiliki peran strategis, terutama ketika situasi krisis dapat membatasi kemampuan suatu negara untuk memenuhi kebutuhan dari luar negeri.

“Dalam waktu cepat, saudara-saudara, pangan itu menentukan. Karena sekarang pangan bisa menjadi senjata. Dalam keadaan krisis kita punya uang pun mungkin kita tidak bisa beli beras dari negara lain,” tutur Kepala Negara

Presiden Prabowo juga menyampaikan keberhasilan Indonesia menjaga swasembada pangan di tengah kondisi cuaca yang sulit, termasuk kekeringan panjang pada 2025–2026. Presiden mengatakan pemerintah telah menyiapkan berbagai langkah antisipasi untuk menghadapi fenomena iklim, baik El Niño maupun La Niña, sehingga ketahanan pangan nasional dapat terus dijaga.

“Kita bersyukur kita sudah swasembada pangan. Di musim yang sangat sulit, 25-26 kekeringan cukup panjang kita bisa swasembada. El Nino kita hadapi, nanti ada La Nina kita hadapi. Tapi kita sudah punya kontijensi-kontijensi,” ucap Presiden.

Selain pangan, Presiden Prabowo menekankan pentingnya memperkuat kemandirian energi di tengah kenaikan harga minyak dunia. Indonesia, menurut Presiden Prabowo, memiliki beragam sumber energi yang dapat dikembangkan, mulai dari batu bara dan panas bumi hingga bahan bakar nabati sebagai alternatif untuk mengurangi ketergantungan pada impor bahan bakar minyak (BBM).

“Harga minyak dunia naik dan akan naik. Kita bersyukur kita punya sumber-sumber energi lain yang cukup banyak. Batu bara kita masih banyak, geotermal kita banyak. Yang terutama kita bisa buat diesel solar dari tanaman. Biodiesel kita nanti akan sangat membantu kita,” jelas Presiden.

Presiden Prabowo menuturkan bahwa pemerintah terus mendorong pengembangan biodiesel dan etanol sebagai bagian dari upaya memperkuat ketahanan energi nasional. Indonesia telah mencapai B50 dan akan melanjutkan pengembangan campuran etanol secara bertahap, dengan harapan dapat mencapai E50 dalam beberapa tahun mendatang.

“Kita sudah mencapai B50, dan kita sekarang akan berjuang untuk etanol menjadi etanol E50. Mungkin tahun ini kita baru bisa mencapai E10. Mungkin 2 tahun lagi kita akan berharap mencapai E20. Dan 2 tahun sesudah itu kita berharap kita akan mencapai E50. Pada saat kita E50 dan B50 kita insyaallah tidak perlu impor BBM lagi dari luar,” ujar Presiden.

Dalam kesempatan tersebut, Kepala Negara juga menyampaikan apresiasi kepada jajaran kabinet atas kerja keras selama menjalankan tugas pemerintahan. Presiden Prabowo mengingatkan bahwa masa pemerintahan berlangsung selama lima tahun dan seluruh anggota kabinet memiliki peran masing-masing dalam tahapan kerja pemerintah.

“Intinya saudara-saudara, dalam pembukaan ini saya terima kasih dengan kerja keras saudara-saudara sekalian. Sebagaimana saya sampaikan dari awal pemerintahan kita tidak semua pemain akan kita mainkan di awal,” ucapnya.

Menutup pengantarnya, Presiden Prabowo menegaskan bahwa pemerintah masih menghadapi tantangan besar dan harus terus bekerja menjawab harapan masyarakat. Presiden juga menyampaikan pesan agar Indonesia tetap berpegang pada keberanian, semangat berkorban, dan keteguhan dalam menghadapi berbagai tekanan, sembari membuka ruang bagi langkah penghematan apabila diperlukan.

“Kita tidak takut. Kita punya kekuatan, kita punya keberanian, dan kita rela berkorban, dan kita tidak mengenal menyerah. Kalau perlu, kita adakan penghematan besar-besaran, kita lebih hemat lagi nanti,” tutur Presiden.

Arahan tersebut menjadi penegasan arah pemerintahan memasuki tahun ketiga yaitu Indonesia harus mampu memberi makan rakyatnya dari tanahnya sendiri, memenuhi kebutuhan energinya dari kekayaan alamnya sendiri, dan menjaga kedaulatannya dengan kekuatannya sendiri.

Di tengah dunia yang semakin tidak pasti, swasembada pangan dan kemandirian energi bukan sekadar target pembangunan, melainkan bagian dari perjuangan besar untuk mewujudkan Indonesia yang kuat, mandiri, dan sejahtera.

 

 

Sumber : https://presidenri.go.id/siaran-pers/presiden-prabowo-tegaskan-swasembada-pangan-sebagai-kekuatan-strategis-indonesia/ 

Baca Terusannya »»  

Presiden Prabowo Tegaskan Keberanian Hadapi Tantangan demi Jaga Kepentingan Nasional

 


Presiden Prabowo Subianto menegaskan bahwa pemerintah harus memiliki keberanian dan ketegasan dalam menghadapi berbagai tantangan demi menjaga kepentingan nasional. Menurut Kepala Negara, mandat yang diberikan rakyat merupakan tanggung jawab besar untuk melindungi kekayaan bangsa dari berbagai praktik yang merugikan.

“Kita menerima mandat dari rakyat dalam situasi dan waktu yang memaksa kita untuk menghadapi tantangan-tantangan dan kesulitan-kesulitan dengan berani. Kita tidak bisa lagi menghadapinya dengan terlalu naif atau terlalu berusaha untuk menyenangkan orang lain. Kita dipaksa sekarang untuk memilih menghadapi kesulitan, menghadapi kenyataan yang intinya adalah menyelamatkan kekayaan bangsa dan rakyat Indonesia,” ucap Presiden dalam pengantarnya pada Sidang Kabinet Paripurna di Kompleks Istana Kepresidenan Jakarta, pada Rabu, 21 Oktober 2026.

Dalam menjalankan mandat tersebut, Presiden Prabowo turut menekankan pentingnya semangat pengabdian dan tanggung jawab bersama seluruh jajaran Kabinet Merah Putih. Kepala Negara pun menyampaikan apresiasi kepada seluruh jajaran Kabinet Merah Putih yang telah bekerja bersama selama dua tahun pemerintahan.

“Saudara-saudara bergabung di sini adalah panggilan sejarah, saudara terpanggil untuk berbakti kepada negara dan bangsa, dan rakyat Indonesia. Saudara-saudara sudah mengerti dan sudah paham bahwa mengabdi di bidang pemerintahan adalah sesungguhnya pengorbanan,” tuturnya.

“Saya sekarang bangga menjadi pemimpinmu. Saya bangga menjadi presidenmu. Saya bangga telah memimpin pemerintah ini, karena dalam dua tahun kita telah bekerja dengan hasil yang nyata,” lanjutnya.

Dalam pengantarnya, Kepala Negara menyoroti situasi global yang diwarnai berbagai krisis, konflik geopolitik, hingga persaingan ekonomi antarkekuatan besar dunia. Kondisi tersebut, kata Presiden, turut memengaruhi Indonesia mengingat hubungan antarnegara yang makin terintegrasi dan saling bergantung satu sama lain.

“Kita berada dalam kondisi global yang ditandai oleh persaingan hegemoni dunia antara kekuatan-kekuatan besar. Kondisi global ini mau tidak mau akan mempengaruhi semua negara, karena dunia kita sudah saking terintegrasinya, kita saling bergantung satu sama lain,” katanya.

Selain tantangan geopolitik, Indonesia juga dihadapkan pada dampak perubahan iklim serta potensi bencana alam akibat kondisi geografisnya yang berada di kawasan cincin api. Meski demikian, Presiden Prabowo mengingatkan bahwa berbagai tantangan tersebut juga menyimpan potensi besar bagi Indonesia apabila dikelola secara optimal.

“Walaupun kita berada di lingkaran api, lingkaran api ini juga menghasilkan tanah yang relatif subur, kemudian mineral-mineral yang sangat berharga. Inilah yang juga merupakan kekuatan nasional kita,” ujarnya.

Dua tahun pertama menjadi pijakan untuk melanjutkan kerja nyata. Di tengah dunia yang penuh ketidakpastian, Presiden Prabowo mengingatkan bahwa keberanian, persatuan, dan pengabdian merupakan kekuatan utama untuk membawa Indonesia menuju masa depan yang lebih mandiri, tangguh, dan sejahtera

 


Sumber : https://presidenri.go.id/siaran-pers/presiden-prabowo-tegaskan-keberanian-hadapi-tantangan-demi-jaga-kepentingan-nasional/ 

Baca Terusannya »»  

Pimpin SKP, Presiden Prabowo Tegas: Usut Tuntas Karhutla, Tindak Pelaku Tanpa Kompromi

 


Presiden Prabowo Subianto menegaskan komitmen pemerintah untuk memperkuat penegakan hukum terhadap kejahatan lingkungan sekaligus menjaga ketahanan nasional dan persatuan bangsa dalam menghadapi berbagai tantangan. Kepala Negara meminta seluruh jajaran terkait mengusut tuntas dugaan keterlibatan manusia dan korporasi dalam kebakaran hutan dan lahan (karhutla), serta memastikan tindakan tegas diambil terhadap pihak-pihak yang terbukti melanggar hukum.

“Saya minta kepolisian, Kejaksaan, Kementerian Kehutanan, dibantu TNI, dibantu intelijen untuk selidiki karena ternyata banyak korporasi-korporasi ikut bertanggung jawab. Rakyat juga menangkap berbagai oknum yang sengaja membakar, yang bisa kita anggap ini adalah terorisme lingkungan,” ujar Presiden Prabowo saat memimpin Sidang Kabinet Paripurna (SKP) 2 Tahun Pertama Pemerintahan Kerja Nyata untuk Negeri di halaman tengah Kompleks Istana Kepresidenan Jakarta, pada Rabu, 21 Oktober 2026.

Presiden Prabowo menyoroti hasil penyelidikan di lapangan yang menunjukkan bahwa fenomena karhutla tidak semata-mata disebabkan oleh faktor alam, tetapi juga diduga melibatkan campur tangan manusia dan tanggung jawab sejumlah korporasi.

“Ini adalah kejahatan terhadap kemanusiaan karena apa yang mereka lakukan membahayakan kesehatan jutaan rakyat kita. Kita tidak boleh menganggap ini remeh, kita akan sekarang masif menangani itu, tapi kita juga akan mengusut sampai tuntas dan kali ini maaf, kita tidak bisa lagi bertindak dengan biasa-biasa saja,” imbuh Kepala Negara.

Dalam kesempatan tersebut, Kepala Negara menyebut penegakan hukum harus dilakukan berdasarkan bukti yang jelas dan melalui proses yang cermat. Pemerintah tidak akan ragu mengambil tindakan tegas terhadap perusahaan yang terbukti melakukan pelanggaran, termasuk mencabut izin usaha sesuai dengan ketentuan yang berlaku.

“Kalau bukti sudah jelas, kita akan bertindak, kita akan cabut semua izin perusahaan-perusahaan yang melanggar. Bagi negara-negara tertentu yang suka menghina bangsa Indonesia, pada saatnya kita akan buka perusahaan-perusahaan,” ungkap Presiden Prabowo.

Selain itu, Presiden Prabowo turut menggarisbawahi perjalanan panjang bangsa Indonesia dalam mempertahankan persatuan di tengah berbagai upaya yang berpotensi memecah belah. Menurut Presiden, sejarah menunjukkan bahwa Indonesia telah berkali-kali menghadapi pemberontakan, kerusuhan, adu domba, dan berbagai tekanan, tetapi tetap mampu menjaga keutuhan nasional.

“Rakyat kita semakin pandai, pemimpin-pemimpin kita di ujungnya akan menjaga persatuan dan itulah yang sekarang saya jalankan, politik saya adalah politik persatuan nasional, saya ingin merangkul semua kekuatan. Marilah kita tanamkan perbedaan-perbedaan kita, marilah kita bersatu untuk kepentingan yang besar, kepentingan rakyat Indonesia hidup sejahtera,” ucap Kepala Negara.

Lebih lanjut, Presiden Prabowo mengajak seluruh elemen bangsa untuk menjaga kehidupan yang damai, saling menghormati, dan berlandaskan Pancasila. Keberagaman agama, suku, bahasa, adat istiadat, dan budaya, menurut Presiden Prabowo, merupakan kekayaan nasional yang harus dijaga bersama.

“Rakyat Indonesia hidup damai, rakyat Indonesia hidup dalam suasana Pancasila, suasana saling menghormati, saling mendukung, saling mengasihi. Kita berbeda agama, mari kita jaga semua agama. Kita berbeda suku, mari kita menjaga semua suku, kita hormati semua suku. Berbeda bahasa daerah, kita jaga semua adat, semua budaya daerah. Perbedaan adalah kekayaan, menghormati adalah mulia,” pungkas Presiden Prabowo.

Arahan Presiden Prabowo dalam Sidang Kabinet Paripurna tersebut membawa dua pesan penting bagi perjalanan pemerintahan ke depan yaitu negara harus tegas terhadap siapa pun yang merusak lingkungan dan membahayakan rakyat, sekaligus terus merawat persatuan sebagai fondasi kekuatan nasional.

Bagi Presiden Prabowo, menjaga hutan berarti menjaga kehidupan rakyat dan menjaga persatuan berarti menjaga masa depan Indonesia

 

 

Sumber : https://presidenri.go.id/siaran-pers/pimpin-skp-presiden-prabowo-tegas-usut-tuntas-karhutla-tindak-pelaku-tanpa-kompromi/ 


Baca Terusannya »»  

Hadapi Ketidakpastian Global, Presiden Prabowo Tekankan Ketahanan dan Persatuan Nasional

 



Presiden Prabowo Subianto menegaskan bahwa Indonesia harus memperkuat ketahanan nasional, menyelamatkan kekayaan alam, dan mengutamakan kepentingan rakyat di tengah situasi geopolitik dunia yang semakin tidak menentu. Penegasan tersebut disampaikan Kepala Negara dalam pengantarnya saat memimpin Sidang Kabinet Paripurna (SKP) bertajuk 2 Tahun Pertama Pemerintahan Kerja Nyata untuk Negeri di Istana Kepresidenan Jakarta, pada Rabu, 21 Oktober 2026.

“Saudara-saudara, inti yang ingin saya sampaikan, yang sudah berkali-kali saya sampaikan kepada saudara-saudara, kita sekarang berada dalam kondisi harus survival, kita harus bertahan, kita harus menyelamatkan kekayaan kita. Kekayaan kita, sumber alam kita itu adalah ibarat darah kita. Kalau darah kita bocor terus, tidak mungkin badan kita selamat,” tegas Presiden Prabowo.

Menurut Presiden, tantangan yang dihadapi Indonesia juga dialami banyak negara lain. Karena itu, pemerintah harus menempatkan kepentingan nasional dan kesejahteraan rakyat sebagai prioritas utama dalam setiap kebijakan. Prinsip tersebut, kata Presiden, menjadi landasan dalam menjalankan politik dalam negeri maupun hubungan internasional.

Dalam bidang diplomasi, Presiden Prabowo menegaskan komitmen Indonesia untuk mempertahankan politik luar negeri yang menghormati seluruh negara, tidak berpihak pada blok kekuatan tertentu, serta mengedepankan hubungan persahabatan. “Saya sudah sampaikan, garis politik luar negeri saya adalah seribu kawan terlalu sedikit, satu musuh terlalu banyak,” ujar Presiden.

Presiden menjelaskan bahwa pendekatan tersebut diwujudkan melalui kebijakan bertetangga baik atau good neighbor policy, yang telah dijalankannya sejak menjabat Menteri Pertahanan pada pemerintahan Presiden Joko Widodo. Indonesia, menurutnya, harus terus membangun kerja sama dengan negara-negara tetangga tanpa mengorbankan prinsip kedaulatan dan amanat konstitusi.

“Kita tidak mau ikut blok manapun. Kita tidak mau ikut pakta-pakta militer manapun. Kita hormati, kita tidak mau terlibat. Tapi kita sesuai dengan undang-undang dasar kita, kita anti-imperialisme. Kita anti penjajahan,” kata Presiden.

Sejalan dengan kebijakan luar negeri tersebut, Presiden menekankan bahwa politik dalam negeri harus berorientasi pada kepentingan bangsa, bukan kepentingan kelompok atau golongan. Ia menilai situasi global yang penuh kerawanan menuntut seluruh kekuatan nasional untuk bekerja sama, terlebih ketika persoalan politik, ekonomi, sosial, dan pertahanan semakin saling berkaitan.

Presiden juga menyoroti perlunya perubahan cara pandang dalam dunia pendidikan, khususnya pendidikan tinggi, agar tidak terjebak dalam pendekatan sektoral. Ia menilai tantangan global saat ini membutuhkan pemimpin dan kalangan akademisi yang mampu memahami berbagai persoalan secara menyeluruh.

“Politik, ekonomi, sosial, pertahanan tidak bisa dipisah-pisahkan,” ucap Presiden.

Lebih lanjut, Presiden Prabowo mengingatkan bahwa tatanan internasional sedang menghadapi tekanan serius, sehingga kemampuan suatu negara mempertahankan kekuatan dan ketahanannya menjadi semakin menentukan. Menghadapi kondisi tersebut, Presiden menegaskan bahwa persatuan nasional merupakan fondasi utama bagi Indonesia untuk tetap kuat.

Presiden juga menambahkan bahwa demokrasi harus tetap memberikan ruang bagi perbedaan pendapat, kompetisi politik, serta kritik terhadap pemerintah. Namun, seluruh dinamika tersebut tidak boleh mengorbankan keutuhan bangsa.

“Perbedaan bagus, kompetisi perlu, saling kritik, saling koreksi sangat perlu. Tapi di ujungnya kita harus menjaga persatuan,” pungkas Presiden.

Di tengah dunia yang penuh ketidakpastian, Indonesia harus tetap menjadi bangsa yang berdaulat dalam menentukan sikap, kuat dalam menjaga kepentingannya, dan bersatu dalam memperjuangkan kesejahteraan rakyat.




Baca Terusannya »»  

Presiden Prabowo Pimpin Sidang Kabinet Paripurna: Dua Tahun Pemerintahan Kerja Nyata untuk Negeri

 


Presiden Prabowo Subianto memimpin Sidang Kabinet Paripurna (SKP) Dua Tahun Pertama Pemerintahan Kerja Nyata untuk Negeri di halaman tengah Kompleks Istana Kepresidenan Jakarta, pada Rabu, 21 Oktober 2026. Sidang dibuka oleh Sekretaris Kabinet (Seskab) Teddy Indra Wijaya yang menyampaikan kehadiran seluruh jajaran Kabinet Merah Putih serta sejumlah pejabat terkait.

“Yang terhormat Bapak Presiden, hari ini Rabu, 21 Oktober 2026, dalam Sidang Kabinet Paripurna Dua Tahun Pertama Pemerintahan telah hadir seluruh anggota Kabinet Merah Putih, para menteri koordinator, menteri dan kepala badan beserta wakil, Dewan Pertimbangan Presiden, Dewan Ekonomi Nasional, penasihat khusus dan utusan khusus presiden, beserta Gubernur Bank Indonesia, serta Ketua OJK,” tutur Seskab Teddy.

Sidang tersebut dilanjutkan dengan penayangan video “Hasil Nyata Dua Tahun Pertama Pemerintahan Presiden Prabowo”. Dalam pengantarnya, Kepala Negara menyampaikan apresiasi kepada seluruh jajaran Kabinet Merah Putih atas kerja keras, semangat, dan kinerja selama dua tahun menjalankan tugas pemerintahan.

“Saudara-saudara, inti daripada rapat paripurna ini adalah sesungguhnya saya ingin menyampaikan terima kasih dan penghargaan saya kepada seluruh jajaran Kabinet Merah Putih,” ucap Presiden Prabowo.

Presiden Prabowo menilai, jajaran Kabinet Merah Putih telah menunjukkan kinerja yang membanggakan dalam menjalankan mandat rakyat dan melaksanakan tugas untuk bangsa dan negara. Kepala Negara juga menekankan bahwa kerja keras dan kontribusi setiap anggota kabinet merupakan bagian penting dalam menjalankan roda pemerintahan.

“Saudara-saudara telah bekerja dengan sangat keras, saudara-saudara telah memberi apa yang saudara bisa memberi dengan semangat, saudara-saudara telah menghasilkan suatu kinerja yang menurut penilaian saya cukup membanggakan,” ujar Presiden.

Selain mengapresiasi kinerja kabinet, Presiden Prabowo secara khusus menyampaikan penghargaan atas kekompakan dan kerja sama tim yang telah ditunjukkan seluruh jajaran selama dua tahun terakhir. Menurut Presiden, keberhasilan suatu organisasi sangat ditentukan oleh kemampuan setiap anggotanya untuk bekerja sama.

“Saya ingin ucapkan terima kasih atas kekompakan teamwork yang saudara-saudara tunjukkan selama dua tahun ini. Saudara-saudara, berhasilnya suatu organisasi sangat ditentukan oleh kerja sama tim (teamwork), kemampuan kerja sama itu yang menentukan,” tutur Presiden Prabowo.

Kepala Negara menegaskan bahwa kecemerlangan individu tidak selalu menjadi faktor utama keberhasilan apabila tidak diiringi kemampuan bekerja sama. Sebaliknya, individu dengan kemampuan biasa sekalipun dapat memberikan hasil yang lebih baik ketika mampu membangun kerja sama yang solid.

“Daripada banyak orang cemerlang dan brilian tapi tidak bisa kerja sama, lebih baik orang yang biasa-biasa saja tapi bisa bekerja sama dengan baik. Itu pelajaran ribuan tahun peradaban manusia,” tandas Presiden.

Presiden Prabowo menegaskan pentingnya semangat pengabdian, kerja keras, dan kekompakan sebagai landasan bagi Kabinet Merah Putih dalam menjalankan tugas pemerintahan. Apresiasi tersebut menjadi pengakuan atas kontribusi seluruh jajaran kabinet selama dua tahun pertama pemerintahan.

Bagi Presiden Prabowo, keberhasilan sebuah pemerintahan tidak hanya ditentukan oleh siapa yang paling hebat di dalamnya, tetapi oleh seberapa kuat seluruh jajarannya mampu bekerja bersama untuk bangsa dan negara.

 

Sumber : https://presidenri.go.id/siaran-pers/presiden-prabowo-pimpin-sidang-kabinet-paripurna-dua-tahun-pemerintahan-kerja-nyata-untuk-negeri/ 


Baca Terusannya »»  

Libatkan Ribuan Atlet, Porprov Jateng Jadi Angin Segar bagi UMKM dan Perhotelan di 5 Daerah


 

SEMARANG – Wakil Gubernur Jawa Tengah Taj Yasin Maimoen berharap penyelenggaraan Pekan Olahraga Provinsi (Porprov) Jawa Tengah XVII Tahun 2026, mampu menggerakkan ekonomi di lima kabupaten/kota di wilayahnya. Sebab, ribuan atlet, ofisial, dan perangkat pertandingan yang terlibat, menjadi potensi pasar bagi sektor perhotelan, kuliner, transportasi, hingga usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM).

Ditambahkan, Porprov XVII berlangsung pada 20–30 Oktober 2026 dengan melibatkan 7.993 atlet dan 1.910 ofisial. Sebanyak 58 cabang olahraga dengan 810 nomor pertandingan digelar di Kota Semarang, Kabupaten Semarang, Kendal, Demak, dan Kota Salatiga. Penyelenggaraan ajang itu juga didukung 3.571 perangkat pertandingan.

Kebutuhan akomodasi ribuan peserta turut membuka peluang bagi sektor perhotelan. Panitia mencatat pemanfaatan 106 hotel dan penginapan di lima daerah, terdiri atas 42 hotel di Kota Semarang, 25 di Kendal, 18 di Salatiga, 13 di Kabupaten Semarang, dan delapan di Demak.

Taj Yasin, yang juga Ketua Umum PB Porprov Jateng mengatakan, penyebaran atlet dan ofisial di lima daerah penyelenggara, diharapkan membuat perputaran ekonomi tidak hanya terpusat di Kota Semarang sebagai lokasi pembukaan, tetapi juga menjangkau daerah lain yang menjadi tuan rumah pertandingan.

“Harapannya dengan penempatan atlet-atlet yang tersebar di lima kabupaten kota ini, bisa menunjang ekonominya,” kata tokoh yang akrab disapa Gus Yasin itu, dalam konferensi pers di Kantor Gubernur Jawa Tengah, Rabu (21/10/2026).

Selain akomodasi, Pemprov Jateng juga berupaya memperluas peluang usaha bagi UMKM lokal. Taj Yasin mengatakan, pelaku UMKM diajak terlibat dalam rangkaian pembukaan dan penutupan Porprov serta memanfaatkan keramaian di berbagai venue pertandingan.

“Kami juga mengajak para pelaku UMKM untuk mengikuti kegiatan-kegiatan yang sudah kita umumkan,” ujarnya.

Potensi keramaian juga terlihat menjelang pembukaan Porprov di Stadion Jatidiri, Kota Semarang, Minggu (25/10/2026). Sebanyak 3.500 slot tiket gratis bagi masyarakat, dilaporkan habis pada hari pertama dibuka.

Pembukaan tersebut akan dimeriahkan sejumlah penampil, di antaranya Ndar Boy, Pertelon Koplo, dan Mikhayla. Kehadiran mereka diharapkan menarik kunjungan masyarakat, sekaligus membuka peluang tambahan transaksi bagi pedagang dan pelaku usaha di sekitar lokasi.

“Dengan adanya kerumunan yang banyak itu, tentu akan menambah perputaran ekonomi yang ada di Jawa Tengah,” kata Taj Yasin.

Di luar dampak ekonomi, Porprov XVII juga menjadi ajang penjaringan atlet potensial untuk memperkuat kontingen Jawa Tengah menghadapi Pekan Olahraga Nasional (PON) 2028. Taj Yasin berharap kompetisi ini melahirkan atlet berprestasi yang mampu bersaing di tingkat nasional hingga internasional.

“Porprov ini akan mengantarkan para atlet kita untuk ke jenjang yang lebih tinggi. Syukur alhamdulillah di tahun ini para atlet kita juga banyak menorehkan medali emas, medali perak, medali perunggu yang kemarin sudah dibuktikan dalam ajang Asian Games,” tuturnya.

Sementara itu, Wakil Ketua Umum I PB Porprov Jateng, Urip Sihabudin mengatakan, panitia telah berkoordinasi dengan sub-PB Porprov di lima kabupaten/kota, untuk mengantisipasi kendala nonteknis selama pertandingan, terutama dampak cuaca buruk di venue terbuka.

Setiap daerah diminta menyiapkan skenario penanganan apabila terjadi gangguan, seperti hujan dan angin kencang. Pengalaman penyelenggaraan pertandingan sebelumnya, termasuk cabang panahan yang menghadapi kendala cuaca, menjadi bahan evaluasi untuk meminimalkan gangguan selama kompetisi.

Terkait dampak ekonomi, Urip mengatakan PB Porprov akan melakukan penghitungan bersama instansi terkait, untuk mengetahui manfaat riil penyelenggaraan ajang tersebut bagi masyarakat.

Rangkaian pembukaan Porprov juga akan diawali dengan prosesi api abadi Mrapen dari Kabupaten Grobogan pada 24 Oktober 2026. Api tersebut dijadwalkan dibawa berkeliling ke empat daerah sebelum tiba di Kota Semarang pada 25 Oktober untuk menjadi bagian dari seremoni pembukaan

 

 

 

Sumber : https://jatengprov.go.id/publik/libatkan-ribuan-atlet-porprov-jateng-jadi-angin-segar-bagi-umkm-dan-perhotelan-di-5-daerah/ 

Baca Terusannya »»  

Pendamping Santri Dilatih Cegah Kekerasan di Pesantren


 

Ciputat (Kemenag) --- Penasihat Menteri Agama bidang Penguatan Moderasi Beragama dan Karakter Bangsa, Alissa Qotrunnada Munawaroh Wahid, menyambut baik inisiatif Kemenag menggelar Pelatihan Pencegahan dan Penanganan Kekerasan di Pesantren. Pelatihan ini diselenggarakan secara online melalui platform Massive Open Online Course (MOOC) PINTAR Kemenag.

Menurutnya, pelatihan ini penting untuk membekali para pendamping santri (musyrif dan musyrifah) di seluruh Indonesia terkait upaya pencegahan kekerasan seksual di pesantren. Pemahaman yang komprehensif mengenai pencegahan kekerasan sangat krusial agar para musyrif dan musyrifah dapat menjadi pelopor perubahan menuju ekosistem pesantren yang aman dan nyaman.

“Pelatihan pencegahan dan penanganan kekerasan di pesantren itu penting untuk segera kita lakukan untuk membantu para musyrif-musyrifah menjadi agen-agen perubahan di pesantren,” ujar Alissa di kampus Pusat Pengembangan Kompetensi Sumber Daya Manusia (Pusbangkom SDM) Pendidikan dan Keagamaan Kementerian Agama, Ciputat, Tangerang Selatan, Rabu (21/10/2026).

Ia menyoroti bahwa kasus kekerasan di lingkungan lembaga pendidikan keagamaan sering kali dipicu oleh penerapan disiplin yang kurang tepat dan berpotensi memicu penggunaan hukuman fisik. “Tradisi pesantren yang menerapkan disiplin yang cukup tegas itu seringkali memerangkap para musyrif-musyrifah untuk tegas sama dengan menggunakan hukuman fisik,” ungkapnya.

Lebih lanjut, Alissa menjelaskan bahwa praktik tersebut berisiko membentuk budaya kekerasan berulang, baik antarsantri—seperti senior kepada junior—maupun yang melibatkan pengasuh. Oleh karena itu, Kementerian Agama mengambil langkah strategis melalui pelatihan berbasis digital ini agar jangkauannya lebih luas dan merata.

“Ini yang membuat penting bagi Kementerian Agama untuk membantu mendampingi para musyrif-musyrifah supaya mereka paham persoalannya seperti apa dan juga bisa mendorong perubahan,” tuturnya.

Melalui kehadiran Alissa Wahid sebagai narasumber dalam pelatihan di MOOC PINTAR Kemenag, para peserta diharapkan dapat menyerap materi pencegahan kekerasan secara fleksibel dan aplikatif, sehingga mampu mewujudkan lingkungan pesantren yang ramah, humanis, dan bebas dari kekerasan



Sumber : https://kemenag.go.id/nasional/pendamping-santri-dilatih-cegah-kekerasan-di-pesantren-2C6SN

Baca Terusannya »»  

Pemprov Jateng Terus Perkuat Pencegahan Kekerasan di Pesantren, Tak Sekadar Merespons Kasus

 


TEGAL – Pemerintah Provinsi Jawa Tengah di bawah kepemimpinan Gubernur Ahmad Luthfi dan Wakil Gubernur Taj Yasin Maimoen, terus mendorong penguatan pesantren ramah anak melalui pencegahan perundungan, penguatan saluran pengaduan, dan pendampingan korban kekerasan.

Kepala Dinas Pemberdayaan Perempuan, Perlindungan Anak, Pengendalian Penduduk dan Keluarga Berencana (DP3AKB) Provinsi Jawa Tengah, Uswatun Hasanah mengatakan, pencegahan kekerasan di lingkungan pesantren perlu dilakukan secara sistematis, tidak sekadar merespons kasus yang telah terjadi.

“Angka kekerasan di pondok pesantren setiap tahun meningkat dari 2021 sampai Agustus 2026. Kita tidak hanya sibuk dengan angka, tetapi bagaimana melakukan tindakan preventif,” katanya, dalam Sarasehan Santri dalam rangka memperingati Hari Santri Nasional (HSN) Tingkat Provinsi Jateng, bersama sekitar 400 santri dan santriwati, di Pendapa Pemkot Tegal, Rabu (21/10/2026).

Dalam paparannya, tercatat 22 kasus kekerasan di lingkungan pesantren pada periode Januari-Maret 2026, dengan 85 korban.

Menurut dia, pencegahan perlu mencakup berbagai bentuk kekerasan, seperti perundungan, termasuk fisik (body shaming), kekerasan seksual, hingga penyalahgunaan relasi kuasa dalam lingkungan pendidikan.

Uswatun menilai, santri perlu diberi ruang untuk menyampaikan pendapat dan melaporkan tindakan kekerasan. Karena itu, dia mengusulkan pembentukan forum santri yang dapat menjadi pelopor pencegahan perundungan, sekaligus membantu menindaklanjuti pengaduan.

Uswatun juga mendorong pesantren memperkuat standar operasional prosedur (SOP), menyediakan saluran pengaduan yang mudah diakses, serta melakukan evaluasi berkala terhadap pola pengasuhan dan pendidikan. Pengawasan, termasuk melalui pemasangan kamera pengawas atau CCTV, juga dinilai penting untuk mendukung keamanan lingkungan pesantren.

Selain pencegahan, pendampingan terhadap korban dan pelaku perlu dilakukan secara tepat. Korban membutuhkan pemulihan trauma, sedangkan pelaku perlu mendapat pembinaan, agar memahami kesalahan dan tidak mengulangi tindakannya.

Kepala Kantor Wilayah Kementerian Agama Provinsi Jawa Tengah, Saiful Mujab mengatakan, pemerintah siap mendampingi pesantren agar menjadi lingkungan pendidikan yang aman dan nyaman bagi para santri.

Dia menyebut, Jawa Tengah memiliki sekitar 5.325 pesantren dengan 815.504 santri. Menurut Saiful, penguatan sistem pengasuhan dan pendidikan diperlukan untuk mencegah kekerasan, sekaligus membentuk generasi yang memahami nilai-nilai agama dan kebangsaan.

“Pemerintah provinsi dan Kementerian Agama siap untuk pendampingan bila di pesantren ada hal-hal yang tidak kita inginkan, kekerasan, baik kekerasan verbal maupun yang lain,” katanya.

Wakil Wali Kota Tegal, Tazkiyyatul Muthmainnah mengatakan, wilayahnya harus menjadi ruang bebas dari tindak kekerasan.

“Apalagi di pesantren di Kota Tegal, karena saya di mana-mana selalu menyampaikan, setiap jengkal tanah di Kota Tegal harus menjadi ruang aman dan bebas dari tindak kekerasan bagi anak-anak,” ujarnya.

Sementara itu, santri SMP Al Irsyad Kota Tegal, Rafifah Raisa Rabani, mengapresiasi kegiatan tersebut, karena membantu santri memahami jika kekerasan tidak hanya berbentuk fisik.

“Harapannya tidak ada lagi kekerasan yang dilakukan antarsantri maupun oleh tenaga pendidik,” harapnya di lokasi.

Santri Pondok Pesantren Al Munawaroh Margadana Kota Tegal, Muhammad Brayen menambahkan, adanya kegiatan itu mengajarkan santri untuk menyadarkan oknum santri yang masih melakukan praktik perundungan. Dia berharap tidak ada lagi kasus perundungan di kalangan pondok pesantren.

Di lokasi, para santri antusias mengikuti jalannya sarasehan. Mereka bahkan aktif memberikan pertanyaan agar kasus perundungan tidak terjadi di masing-masing pondok pesantrennya.

 

 


Sumber : https://jatengprov.go.id/publik/pemprov-jateng-terus-perkuat-pencegahan-kekerasan-di-pesantren-tak-sekadar-merespons-kasus/ 

Baca Terusannya »»  

Sambut Hari Santri, Puluhan Pasangan Ikuti Nikah Massal Kemenag di Semarang


 

Semarang (Kemenag) --- Direktorat Jenderal Bimbingan Masyarakat Islam (Bimas Islam) Kementerian Agama menggelar nikah massal bertajuk “Bimas Islam, Pak Yai dan Bu Nyai Mantu Santri” di Masjid Agung Jawa Tengah, Semarang. Kegiatan untuk menyambut Hari Santri 2026 ini diikuti 62 pasangan pengantin, termasuk tujuh pasangan santri. Selain memfasilitasi pernikahan, kegiatan ini juga mendukung ketahanan keluarga dan kemandirian ekonomi pasangan.

Direktur Jenderal Bimas Islam, Abu Rokhmad, dalam sambutannya mengatakan, kegiatan tersebut merupakan bentuk kolaborasi untuk mendukung masa depan santri sekaligus memberikan edukasi kepada masyarakat tentang pentingnya pernikahan dan pembangunan keluarga.

“Kementerian Agama sangat bersyukur kegiatan ini menjadi bagian dari edukasi dan literasi kepada masyarakat. Ini juga merupakan bagian dari upaya Kementerian Agama untuk terus mendorong masyarakat yang sudah siap lahir batin untuk segera menikah,” ujar Abu Rokhmad, Rabu (21/10/2026).

Ia menjelaskan, pernikahan bukan sekadar prosesi akad, melainkan awal perjalanan membangun rumah tangga yang membutuhkan kesiapan, tanggung jawab, dan komitmen bersama. Karena itu, kegiatan tersebut diharapkan memberikan manfaat nyata bagi pasangan yang memulai kehidupan baru.

“Semoga kegiatan ini memberikan manfaat yang nyata dan berdampak bagi kita semua. Semoga akad nikah yang dilakukan hari ini mendapatkan berkah dari Allah Swt. dan keluarga yang dibangun insyaallah diberikan keluarga yang sakinah, mawaddah, dan penuh rahmat,” tuturnya.

Abu Rokhmad juga mengapresiasi seluruh pihak yang mendukung kegiatan tersebut, antara lain Pemerintah Provinsi Jawa Tengah, jajaran Kemenag di Jawa Tengah, Rabithah Ma'ahid Islamiyah (RMI) PWNU Jawa Tengah, pengelola Masjid Agung Jawa Tengah, para kiai dan nyai, penghulu, panitia, serta mitra terkait.

Menurutnya, kolaborasi pemerintah, pesantren, organisasi keagamaan, dan masyarakat diperlukan untuk menciptakan lingkungan yang mendukung terbentuknya keluarga harmonis dan sejahtera.

Melalui layanan KUA, bimbingan penghulu, dan pendampingan keluarga, pasangan diharapkan memiliki kesiapan untuk membangun rumah tangga yang kokoh, harmonis, dan membawa kemaslahatan. Dengan demikian, peran KUA dan penghulu tidak berhenti pada pelaksanaan akad nikah, tetapi berlanjut melalui edukasi dan pendampingan ketika keluarga menghadapi persoalan rumah tangga.

Tema “Pak Yai dan Bu Nyai Mantu Santri” juga menegaskan bahwa pembangunan keluarga membutuhkan dukungan berbagai pihak. Selain pasangan suami istri, peran orang tua, keluarga besar, pesantren, ulama masyarakat, dan pemerintah juga diperlukan untuk mendukung kehidupan rumah tangga yang baik.

Selain memfasilitasi akad nikah, kegiatan ini memberikan dukungan modal usaha dari BAZNAS Jawa Tengah kepada para pasangan. Bantuan tersebut diharapkan dapat membantu mereka mengembangkan usaha dan memperkuat kemandirian ekonomi keluarga.

Salah satu peserta, Yulinda Ady Sunygnia (23), yang menikah dengan Septian Firmandika Lulmana, mengaku senang dapat mengikuti kegiatan tersebut. Ia bersyukur karena memperoleh kesempatan menikah sekaligus bantuan modal usaha. "Alhamdulillah, senang, Mas. Apalagi mendapat modal usaha juga,” ujarnya.

Yulinda mengatakan, bantuan tersebut akan digunakan untuk mengembangkan warung kopi yang mereka kelola. Dana itu rencananya digunakan untuk memperbaiki tempat usaha dan melengkapi fasilitas agar lebih nyaman serta menarik bagi pelanggan.

Menurutnya, bantuan tersebut menjadi kesempatan untuk mengembangkan usaha yang telah dirintis sekaligus memperkuat sumber penghasilan keluarga. Dengan usaha yang semakin berkembang, mereka berharap dapat meningkatkan pendapatan dan memenuhi kebutuhan rumah tangga secara mandiri.

Kementerian Agama berharap, kegiatan nikah massal itu tidak hanya memudahkan pasangan melangsungkan pernikahan, tetapi juga menjadi langkah awal membangun keluarga yang sakinah, mandiri, dan sejahtera. Dukungan terhadap pengembangan usaha pasangan diharapkan dapat memperkuat fondasi ekonomi keluarga sehingga mereka lebih siap menjalani kehidupan rumah tangga.

Melalui kolaborasi pemerintah, pesantren, lembaga keagamaan, dan masyarakat, penguatan keluarga diharapkan berlangsung secara berkelanjutan, mulai dari persiapan perkawinan hingga pendampingan kehidupan rumah tangga.

 

 

Sumber : https://kemenag.go.id/nasional/sambut-hari-santri-puluhan-pasangan-ikuti-nikah-massal-kemenag-di-semarang-3zJAK 

Baca Terusannya »»  

Menikah Gratis, 62 Pasangan di Jateng juga Langsung Bawa Pulang Modal Usaha

 


SEMARANG – Sebanyak 62 pasangan pengantin di Jawa Tengah tak hanya pulang dengan status pernikahan yang sah secara agama dan hukum.  Melalui program “Mantu Santri” atau Nikah Akbar di Masjid Agung Jawa Tengah (MAJT) Semarang, Rabu (21/10/2026). Para pengantin baru ini juga difasilitasi modal usaha awal hingga paket honeymoon, untuk menyongsong kehidupan rumah tangga yang mandiri.

Wakil Gubernur Jawa Tengah Taj Yasin Maimoen, mengapresiasi sinergi berbagai pihak yang tidak hanya membantu pasangan melangsungkan pernikahan, tetapi juga memberikan dukungan untuk kehidupan setelah berumah tangga.

“Kolaborasi ini sangat bisa kita rasakan. Mulai dari persiapan pernikahan, setelah pernikahan ada honeymoon, sampai dipikirkan juga modalnya untuk mereka setelah menikah,” ujar Taj Yasin.

Menurutnya, program tersebut merupakan bentuk kepedulian terhadap masyarakat, yang menghadapi keterbatasan untuk melangsungkan pernikahan.

Wagub berharap, kolaborasi serupa terus dilanjutkan, sebagai upaya memperkuat ketahanan keluarga dan membantu masyarakat membangun rumah tangga yang sah secara agama maupun hukum negara.

Wakil Menteri Agama, Romo HR Muhammad Syafii menjelaskan, program Nikah Akbar merupakan hasil kerja sama Yayasan Mutiara Al-Fatah, Rabitah Al-Islamiyah, Pemerintah Provinsi Jawa Tengah, Bank Syariah Indonesia (BSI), dan sejumlah pihak lainnya.

Program yang sebelumnya dikenal sebagai nikah massal itu, lanjut Wamenag, memberikan kemudahan administrasi pernikahan, termasuk akses dokumen kependudukan bagi anak-anak yang dilahirkan dari pernikahan tersebut.

Selain membantu proses pernikahan, peserta juga mendapatkan dukungan awal berupa modal usaha untuk mendorong kemandirian ekonomi keluarga.

Setelah dilaksanakan di Jakarta dan Bogor, program tersebut digelar di Jawa Tengah, dan direncanakan berlanjut ke Maluku dengan target 500 pasangan.

Melalui program Santri Mantu, Romo Syafii berharap, semakin banyak masyarakat memperoleh kemudahan menikah secara sah. Sekaligus membangun keluarga yang harmonis dan mandiri secara ekonomi.

Pelaksanaan akad nikah dilangsungkan pada 62 meja, lengkap dengan penghulu, saksi dan wali nikah.

Peserta Santri Mantu asal Sumenep, Galang menyatakan, telah menikahi warga Kota Semarang, Aprilia. Seusai melaksanakan akad nikah dan menerima kartu nikah, Galang tak kuasa menyembunyikan rasa harunya. Matanya berkaca-kaca karena bahagia akhirnya resmi menjadi suami istri.

Kebahagiaan Galang semakin lengkap karena meja akad nomor 004 yang ditempatinya, mendapat kesempatan disaksikan langsung Wagub Taj Yasin. Pria yang akrab disapa Gus Yasin itu juga berkenan memimpin doa bagi pasangan tersebut.

Galang mengucapkan ijab kabul dengan mahar berupa emas tiga gram, dan uang tunai Rp2.100.000.

Kebahagiaan serupa diungkapkan peserta lain, Dila, warga Kota Semarang yang menikah dengan warga Kabupaten Demak. Dia mengaku bangga mendapat kesempatan melaksanakan akad nikah di Masjid Agung Jawa Tengah.

“Harapannya, semoga saya dan peserta lainnya menempuh hidup yang sakinah, mawaddah, warahmah sampai tua, dan tetap semangat menjalani hidup ke depannya,” tuturnya. 

 

 Sumber : https://jatengprov.go.id/publik/menikah-gratis-62-pasangan-di-jateng-juga-langsung-bawa-pulang-modal-usaha/

Baca Terusannya »»  

Hadiri Nikah Akbar di Semarang, Wamenag Ungkap Langkah Kemenag Bendung LGBTQ


 

Semarang (Kemenag) --- Wakil Menteri Agama Romo Muhammad Syafi’I menegaskan, pentingnya menjaga institusi pernikahan syar'i sebagai benteng utama dalam membendung penyebaran budaya LGBTQ. Kementerian Agama (Kemenag) kini tengah mematangkan materi pendidikan anti penyebaran LGBTQ untuk diintegrasikan ke dalam kurikulum pembelajaran.

Hal tersebut disampaikan Wamenag saat menyampaikan Nasehat Pernikahan dalam acara "Bimas Islam, Pak Yai Bu Nyai Mantu Santri", yaitu Nikah Akbar 62 Pasang Pengantin di Masjid Agung Semarang.

"Program nikah ini menjadi concern Ditjen Bimas Islam Kemenag. Karena pada saat yang sama mereka yang mulai kerasukan hubbud dunya ingin menghilangkan kegiatan pernikahan ini dengan menyebarluaskan program LGBTQ. Sebuah program yang dibiayai tentu saja oleh mereka yang anti-agama,” ujar Romo, Rabu (21/10/2026).

Ia menjelaskan bahwa Kemenag sudah menyiapkan dan mematangkan materi anti penyebaran budaya LGBTQ yang nantinya akan diajarkan dari tingkat Madrasah Ibtidaiyah (MI) hingga Perguruan Tinggi. Selain itu, materi ini juga menjadi pembekalan wajib bagi para kiai, ustadz, ustadzah, hingga penyuluh agama Kemenag di lapangan tugasnya.

Langkah ini dinilai sangat krusial untuk menjaga kemurnian ajaran agama sekaligus menjaga kelestarian keturunan anak bangsa melalui ikatan pernikahan yang sah (mithaqan ghalizha). "Manusia secara fitrah diciptakan untuk taat kepada Allah. Pernikahan adalah salah satu bentuk ketaatan yang menjamin kehidupan manusia menjadi bahagia," tambahnya.

Romo menjelaskan, secara administrasi, Nikah Akbar dilaksanakan untuk mempermudah pasangan dan memberikan akses bagi kelanjutan administrasi bagi anak-anak hasil pernikahan tersebut. “Penyebaran budaya LGBTQ adalah ancaman pemerintahan non militer. Salah satu bentuk perlawanannya adalah nikah akbar ini,” tegasnya.

Ia juga menyebut bahwa Nikah Akbar telah dilaksanakan di beberapa kota, antara lain: Jakarta (dua kali), Bogor, dan hari ini di Semarang. Dalam waktu dekat, giat yang sama juga akan dilaksanakan di Maluku, Medan, dan Deli Serdang.

Menurutnya, program Direktorat Jenderal Bimbingan Masyarakat Islam akan terus digulirkan. Wamenag menegaskan bahwa acara ini bentuk kehadiran negara untuk membantu masyarakat yang ingin menikah, baik pada aspek administrasi hingga memberikan modal awal bagi pasangan pengantin untuk mandiri setelah berumah tangga.

"Allah menciptakan manusia lengkap dengan fitrah di dalam hatinya. Segala hal yang dilarang Allah seperti mencuri atau memfitnah pada dasarnya memang tidak disukai oleh fitrah manusia. Sebaliknya, apa yang diperintahkan Allah, seperti makan, minum, dan menikah merupakan kebutuhan mendasar yang membawa ketenangan," terangnya.

Modal dasar berupa rasa cinta dan kasih sayang (mawaddah wa rahmah) telah dianugerahkan Allah kepada setiap manusia. Namun, agar modal tersebut tidak berujung pada kesewenang-wenangan, Islam mengaturnya dalam syariat pernikahan yang sah melalui ikatan yang kokoh (mithaqan ghalizha).

"Oleh karena itu, kunci utama dalam menjaga kelanggengan dan kebahagiaan rumah tangga adalah kesepakatan suami dan istri untuk sama-sama tunduk pada aturan Allah. Ketika terjadi perselisihan, penyelesaiannya dikembalikan kepada ajaran Allah dan Rasul, sehingga tidak ada pihak yang saling menjatuhkan," pungkasnya.



Sumber : https://kemenag.go.id/nasional/hadiri-nikah-akbar-di-semarang-wamenag-ungkap-langkah-kemenag-bendung-lgbtq-21ff4

Baca Terusannya »»  

Sekilas Cuplikan Hasil Nyata 2 Tahun Pemerintahan


 

Pemerintahan Presiden Prabowo Subianto genap memasuki dua tahun masa kerja pada Selasa, 20 Oktober 2026. Dalam dua tahun pertama tersebut, berbagai program prioritas dan pembangunan terus dijalankan, mulai dari penguatan ketahanan pangan, pendidikan, kesehatan, perumahan, investasi, hingga hilirisasi industri.

Sekretaris Kabinet Teddy Indra Wijaya dalam keterangan tertulisnya menyampaikan bahwa dua tahun pertama pemerintahan menjadi bagian dari perjalanan kerja dan pengabdian untuk menghadirkan manfaat nyata bagi masyarakat di seluruh penjuru negeri.

“Sekilas cuplikan, 2 tahun pertama kerja nyata untuk negeri,” demikian keterangan Seskab Teddy.

Dalam video yang menyertai keterangan tersebut, perjalanan dua tahun pemerintahan diawali dari pembentukan Kabinet Merah Putih pada 20 Oktober 2024. Presiden Prabowo sejak awal menekankan pentingnya kesetiaan kepada bangsa dan negara serta pengelolaan kekayaan nasional untuk sebesar-besarnya pelayanan kepada rakyat.

“Hanya apabila kita bisa menjaga dan mengelola dengan baik semua kekayaan kita, kita bisa memberi pelayanan kepada rakyat kita,” ujar Presiden dalam cuplikan video tersebut.

Sejumlah capaian di sektor pangan turut ditampilkan. Pemerintah mencatat swasembada pada delapan komoditas pangan serta cadangan pangan sebesar 5,2 juta ton, tertinggi dalam sejarah Indonesia. Di bidang pemenuhan gizi, Program Makan Bergizi Gratis telah menjangkau 62 juta penerima manfaat.

Di sektor pendidikan, pemerintah mencatat 265 Sekolah Rakyat yang telah hadir, dengan 43 ribu anak jalanan kembali bersekolah. Selain itu, sebanyak 30 ribu sekolah telah direnovasi dan 288.180 layar interaktif dibagikan untuk sekolah-sekolah di seluruh Indonesia. Pemerintah juga meningkatkan insentif guru honorer sebesar 30 persen.

Perhatian terhadap kesehatan masyarakat juga menjadi bagian dari capaian dua tahun pertama. Program Cek Kesehatan Gratis disebut telah memberikan 108 juta layanan, sementara 22 rumah sakit baru dibangun untuk memperluas akses pelayanan kesehatan.

Pada sektor perumahan dan kawasan masyarakat, sebanyak 400 ribu rumah telah selesai diperbaiki. Pemerintah juga mengembangkan 100 Kampung Nelayan Merah Putih serta pembangunan infrastruktur penunjang lainnya, termasuk lebih dari 9.000 kilometer irigasi, 3.500 jembatan, 2.228 kilometer jalan Inpres, dan 3.000 titik air bor baru.

Pada sektor energi, pemerintah juga mencatat capaian swasembada energi melalui BBM Solar B50. Sementara, dalam penguatan pelayanan keagamaan, pemerintah juga membangun Kampung Haji.

Di bidang investasi, dua tahun pertama pemerintahan mencatat nilai investasi sebesar Rp3.923 triliun dengan penyerapan tenaga kerja mencapai 5.485.944 orang. Pemerintah juga melanjutkan agenda hilirisasi melalui peletakan batu pertama 26 proyek, termasuk pengembangan proyek baterai kendaraan listrik yang dalam video disebut sebagai yang terbesar di Asia Tenggara.

Pemerintah turut melakukan berbagai langkah penataan ekonomi dan pengelolaan aset negara. Penyelamatan kekayaan negara tercatat senilai lebih dari Rp54,8 triliun, pelunasan utang obligasi BLBI sebesar Rp218,3 triliun, serta penutupan 290 BUMN yang disebut menghasilkan penghematan sekitar Rp50 triliun setiap tahun.

“Dalam 2 tahun pertama pemerintahan Presiden Prabowo Subianto, berbagai program prioritas dan pembangunan terus berjalan untuk menghadirkan manfaat nyata bagi masyarakat di seluruh penjuru negeri,” tulis Seskab Teddy.

Meski berbagai capaian telah dicatat, Presiden Prabowo menegaskan bahwa pekerjaan pemerintah masih panjang. Capaian dua tahun pertama menjadi pijakan untuk melanjutkan berbagai program dan agenda pembangunan pada tahun-tahun berikutnya.

“Cita-cita kita lebih besar, pekerjaan kita masih banyak, perjalanan perjuangan kita masih jauh. Tapi kita sudah melihat apa yang kita sudah capai,” ujar Presiden.

Seskab Teddy menegaskan bahwa pengabdian pemerintah akan terus dilanjutkan untuk mewujudkan tujuan pembangunan nasional.

“2 tahun pertama telah dilalui, kerja nyata dan pengabdian terus berlanjut untuk mewujudkan Indonesia yang berdaulat, adil, dan makmur,” pungkas Seskab.

 

 

Sumber : https://presidenri.go.id/siaran-pers/seskab-teddy-bagikan-sekilas-cuplikan-hasil-nyata-2-tahun-pemerintahan/ 

Baca Terusannya »»  

2 Tahun Prabowo–Gibran, Memperkuat Swasembada Pangan Berkelanjutan

 


 

Jakarta, -- Dua tahun pemerintahan Presiden Prabowo Subianto dan Wakil Presiden Gibran Rakabuming Raka menjadi periode percepatan pembangunan pertanian, terutama dalam memperkuat produksi dalam negeri, memperbaiki tata kelola pangan, dan meningkatkan keberpihakan kebijakan kepada petani. Salah satu capaian yang menonjol adalah percepatan target swasembada pangan, didukung kebijakan dari hulu hingga hilir.

Tantangan yang dihadapi tidak ringan. Pada 2023 dan 2024, Indonesia mengimpor beras 7 juta ton lebih, masing-masing sebesar 3,06 juta ton dan 4,52 juta ton, berdasarkan data Badan Pusat Statistik (BPS). Kondisi tersebut memperlihatkan besarnya tantangan dalam menjaga kecukupan pasokan beras nasional ketika produksi menghadapi tekanan perubahan iklim.

Di bawah kepemimpinan Presiden Prabowo, pemerintah mempercepat upaya mencapai swasembada pangan. Target yang semula direncanakan dalam empat tahun dipercepat menjadi satu tahun. Presiden kemudian menyampaikan deklarasi swasembada pangan pada 7 Januari 2026 di Karawang, Jawa Barat.

Menteri Pertanian (Mentan) Andi Amran Sulaiman mengatakan percepatan tersebut merupakan hasil kerja bersama yang melibatkan petani, penyuluh, pemerintah daerah, kementerian dan lembaga, TNI, Polri, BUMN pangan, serta berbagai unsur pendukung lainnya. Pemerintah memperkuat dukungan produksi sekaligus mendorong agar hasil panen petani terserap dan cadangan pangan nasional terjaga.

“Capaian pangan tidak lahir dari satu kebijakan atau satu institusi. Ini adalah hasil kerja bersama, mulai dari petani, penyuluh, pemerintah daerah, kementerian dan lembaga, TNI, Polri, BULOG, hingga aparat penegak hukum. Tugas kami adalah memastikan seluruh ekosistem tersebut bergerak dalam satu arah: meningkatkan produksi, melindungi petani, dan menjaga pangan tetap tersedia bagi rakyat,” ujar Mentan Amran.

Salah satu penanda pendekatan pemerintahan Prabowo–Gibran adalah percepatan penerbitan kebijakan. Dalam dua tahun pemerintahan, Presiden menerbitkan 16 Instruksi Presiden (Inpres) dan Peraturan Presiden (Perpres) yang berkaitan dengan berbagai agenda pembangunan, termasuk penguatan sektor pangan dan pertanian.

Kecepatan tersebut penting karena persoalan pertanian membutuhkan keputusan yang dapat segera diterjemahkan menjadi tindakan. Petani memerlukan kepastian akses terhadap pupuk, ketersediaan air, benih dan teknologi, harga pembelian hasil panen, serta dukungan penyerapan produksi.

Di sektor pertanian, kebijakan yang cepat perlu diikuti penyederhanaan prosedur, koordinasi lintas instansi, dan pelaksanaan yang tepat sasaran. Tujuannya memastikan keputusan pemerintah memberikan dampak nyata bagi petani dan memperkuat kemampuan produksi dalam negeri.

Sejumlah kebijakan kemudian diarahkan untuk memperbaiki tata kelola pupuk bersubsidi, mempercepat rehabilitasi irigasi, memperluas penggunaan teknologi pertanian, memperkuat penyerapan gabah dan beras, serta menjaga keterjangkauan pangan bagi masyarakat.

“Yang paling penting dari sebuah kebijakan adalah pelaksanaannya. Petani harus merasakan manfaatnya secara langsung, mulai dari kemudahan mendapatkan pupuk, kepastian air, dukungan teknologi, sampai hasil panen yang terserap dengan harga yang layak,” ujar Mentan Amran.

 

Pupuk Bersubsidi Lebih Terjangkau

Pembenahan pupuk bersubsidi menjadi salah satu langkah untuk memperkuat produksi pertanian. Pemerintah menerbitkan Peraturan Presiden Nomor 6 Tahun 2025 dan Peraturan Presiden Nomor 113 Tahun 2025 untuk memperbaiki tata kelola dan mempercepat akses petani terhadap pupuk.

Sebanyak 145 regulasi yang dinilai menghambat distribusi pupuk telah dipangkas atau disederhanakan. Penataan tersebut diarahkan agar proses penyaluran lebih efektif, dengan pembagian peran yang lebih jelas antara Kementerian Pertanian, Pupuk Indonesia, pemerintah daerah, pengecer, dan petani.

Pemerintah juga menurunkan harga pupuk bersubsidi sebesar 20 persen mulai 22 Oktober 2025. Harga pupuk urea turun dari Rp2.250 menjadi Rp1.800 per kilogram, sedangkan pupuk NPK turun dari Rp2.300 menjadi Rp1.840 per kilogram.

Untuk 2026, alokasi pupuk bersubsidi ditetapkan sebesar 9,55 juta ton dengan sasaran penerima lebih dari 16 juta petani. Kebijakan ini diarahkan untuk membantu petani memperoleh sarana produksi dengan harga yang lebih terjangkau, sekaligus menjaga kelancaran kegiatan usaha tani.

Pengawasan distribusi juga menjadi bagian dari pembenahan. Pemerintah melaporkan adanya rotasi 248 pejabat dan pencabutan sejumlah izin distribusi sebagai bagian dari langkah pengawasan. Pelaksanaannya perlu terus dikawal agar pupuk tersedia tepat waktu, tepat jumlah, tepat mutu, dan tepat sasaran.

“Pupuk adalah salah satu kunci produksi. Karena itu, pupuk harus tersedia tepat waktu, tepat jumlah, tepat mutu, dan tepat sasaran. Kami tidak ingin petani kesulitan memperoleh pupuk ketika memasuki musim tanam. Penyederhanaan tata kelola dilakukan agar pelayanan kepada petani lebih cepat dan tidak berbelit-belit,” kata Mentan Amran.

Di tengah gejolak geopolitik dan perubahan harga pupuk dunia, pemerintah juga menegaskan pentingnya menjaga ketersediaan pupuk untuk kebutuhan domestik. Kepentingan petani Indonesia harus menjadi prioritas sebelum pemerintah membuka peluang ekspor.

“Kalau kebutuhan petani dalam negeri belum aman, jangan bicara ekspor. Prioritas pertama adalah petani Indonesia. Ekspor hanya dapat dilakukan setelah stok dan kebutuhan nasional benar-benar terpenuhi,” tegasnya.

 

Irigasi, Teknologi, dan Harga Gabah Diperkuat

Peningkatan produksi tidak hanya bergantung pada pupuk. Ketersediaan air, kualitas benih, mekanisasi, dan kepastian harga hasil panen turut menentukan kemampuan petani meningkatkan produktivitas.

Pemerintah melaporkan rehabilitasi irigasi seluas 280.880 hektare dengan tingkat realisasi 99,93 persen pada tahap pertama. Untuk menghadapi risiko iklim pada 2026, Kementerian Pertanian menyiapkan pompanisasi pada lahan seluas 2,2 juta hektare dan rehabilitasi irigasi sekitar 1 juta hektare.

Pemerintah juga memanfaatkan 61 bendungan yang diperkirakan memiliki potensi layanan irigasi sekitar 400 ribu hektare. Penguatan infrastruktur air diharapkan membantu petani memperluas areal tanam dan meningkatkan frekuensi tanam, terutama di wilayah yang selama ini bergantung pada curah hujan.

Namun, pembangunan fisik harus disertai pengelolaan dan pemeliharaan jaringan irigasi agar manfaatnya benar-benar sampai ke lahan petani. Ketersediaan air perlu berjalan beriringan dengan dukungan sarana produksi dan pendampingan teknis.

“Air adalah faktor penting dalam produksi. Irigasi tidak boleh berhenti pada pembangunan fisik. Harus ada pengelolaan, pemeliharaan, dan kepastian air sampai ke lahan petani. Pompanisasi dan rehabilitasi irigasi kami arahkan untuk memastikan petani dapat menanam lebih luas dan lebih sering,” ujar Mentan Amran.

Kementerian Pertanian juga mendorong pemanfaatan benih unggul, alat dan mesin pertanian, serta pengembangan Pertanian Modern Advanced Agricultural System (PM-AAS). Program tersebut diarahkan untuk meningkatkan efisiensi kerja dan produktivitas, dengan penerapan yang disesuaikan terhadap kondisi lahan dan kemampuan petani.

Benih dengan potensi hasil minimal 8 ton per hektare disebut telah dibagikan kepada petani. Potensi tersebut merupakan hasil yang dapat dicapai dalam kondisi tertentu, sehingga hasil aktual tetap dipengaruhi varietas, kondisi lahan, ketersediaan air, pemupukan, dan teknik budidaya.

“Teknologi harus memberikan manfaat nyata bagi petani. Mekanisasi, benih unggul, dan pertanian modern harus menurunkan biaya produksi, meningkatkan produktivitas, serta mempercepat pekerjaan di lapangan. Namun, teknologi harus disesuaikan dengan kondisi lahan dan kemampuan petani,” kata Amran.

Di sisi hilir, pemerintah menetapkan harga pembelian gabah sebesar Rp6.500 per kilogram untuk gabah kering panen sesuai ketentuan yang berlaku. Kebijakan harga tersebut dimaksudkan untuk menjaga nilai hasil panen petani, dengan pelaksanaan yang tetap memperhatikan kualitas gabah, kadar air, lokasi, dan biaya logistik.

“Harga pembelian gabah harus memberikan rasa keadilan kepada petani. Petani harus memperoleh keuntungan yang layak agar tetap bersemangat menanam. Pada saat yang sama, pelaksanaan di lapangan harus memperhatikan kualitas, kadar air, lokasi, dan biaya logistik,” ujarnya.

 

Produksi Beras dan Jagung Meningkat

Penguatan dukungan produksi berjalan seiring dengan peningkatan produksi sejumlah komoditas strategis. Berdasarkan angka tetap BPS, produksi beras Indonesia pada 2025 mencapai 34,69 juta ton, meningkat 13,29 persen dibandingkan 2024 yang sebesar 30,62 juta ton.

Produksi padi pada 2025 tercatat sebesar 60,21 juta ton gabah kering giling dengan luas panen sekitar 11,32 juta hektare. Sementara itu, produksi beras periode Januari–Agustus 2026 dilaporkan mencapai 25,29 juta ton berdasarkan data yang digunakan pemerintah.

Peningkatan tersebut memperkuat kemampuan produksi dalam negeri. Meski demikian, keberlanjutan swasembada perlu ditopang oleh produktivitas, ketersediaan sarana produksi, pengelolaan air, pengurangan kehilangan pascapanen, serta kesesuaian antara produksi dan kebutuhan nasional.

“Produksi meningkat karena petani bekerja lebih keras dan pemerintah memperkuat dukungan dari hulu sampai hilir. Namun, swasembada bukan sekadar angka produksi. Swasembada berarti produksi cukup, stok aman, petani sejahtera, dan masyarakat memperoleh pangan dengan harga yang terjangkau,” kata Mentan Amran.

Pada komoditas jagung, produksi jagung pipilan kering dengan kadar air 14 persen pada 2025 mencapai 16,16 juta ton. Angka tersebut meningkat 6,74 persen dibandingkan 2024 yang sebesar 15,14 juta ton. Luas panen jagung mencapai 2,71 juta hektare, naik 6,35 persen.

Peningkatan produksi jagung berpotensi memperkuat pasokan bahan baku pakan. Hal ini penting karena ketersediaan dan harga jagung berkaitan dengan biaya produksi peternakan serta pasokan protein hewani bagi masyarakat.

“Jagung adalah komoditas strategis karena berkaitan langsung dengan pakan dan harga protein hewani. Produksi harus terus ditingkatkan, tetapi distribusi dan kualitas juga harus dijaga agar manfaatnya dirasakan petani, peternak, industri pakan, dan konsumen,” ujarnya.

Berdasarkan proyeksi neraca pangan 2026 yang disampaikan pemerintah, delapan komoditas disebut berada dalam kondisi swasembada, yakni beras, jagung, gula konsumsi, daging ayam ras, telur ayam ras, bawang merah, cabai besar, dan cabai rawit.

Produksi sebelas komoditas strategis diproyeksikan mencapai 72,75 juta ton, sedangkan kebutuhan nasional diperkirakan sekitar 68,86 juta ton. Selisih sekitar 3,89 juta ton merupakan surplus agregat berdasarkan proyeksi neraca pangan. Angka ini tidak berarti seluruh komoditas memiliki surplus secara individual karena setiap komoditas memiliki karakteristik produksi dan kebutuhan yang berbeda.

Pada saat yang sama, kedelai, bawang putih, dan daging sapi masih memerlukan penguatan produksi domestik. Peningkatan produktivitas, ketersediaan lahan, daya saing harga, dan pengembangan usaha tani menjadi bagian dari pekerjaan lanjutan untuk mengurangi ketergantungan terhadap pasokan luar negeri.

“Tidak boleh ada rasa puas diri. Beras dan jagung harus terus diperkuat, sementara kedelai, bawang putih, dan daging sapi menjadi pekerjaan lanjutan. Target kita bukan hanya swasembada sesaat, tetapi kemandirian pangan yang berkelanjutan,” tegas Amran.

 

Pengadaan BULOG Memperkuat Cadangan Beras Pemerintah

Peningkatan produksi perlu diikuti kemampuan negara menyerap hasil panen. Dalam hal ini, pengadaan gabah dan beras oleh Perum BULOG berperan dalam memperkuat Cadangan Beras Pemerintah (CBP) sekaligus mendukung stabilisasi pasokan.

Hingga 8 Oktober 2026, Perum BULOG melaporkan pengadaan gabah dan beras dalam negeri mencapai 4.115.014 ton setara beras. Angka tersebut setara dengan 102,88 persen dari target penugasan pemerintah sebesar 4 juta ton.

Capaian itu lebih tinggi dibandingkan pengadaan BULOG pada 2025 sebesar 3.191.969 ton setara beras dan melampaui capaian pada 2012 yang tercatat sekitar 3,65 juta ton, berdasarkan angka yang disampaikan pemerintah.

Pengadaan BULOG berbeda dari produksi nasional. Pengadaan mencerminkan jumlah gabah dan beras yang diserap perusahaan, sedangkan produksi nasional mencakup seluruh hasil panen, baik yang diserap BULOG maupun yang dipasarkan melalui jalur lain, disimpan, atau dikonsumsi sendiri.

Pengadaan dalam negeri yang kuat dapat membantu menjaga cadangan pemerintah dan mendukung stabilisasi pasokan. Namun, manfaatnya bagi petani dan konsumen juga bergantung pada harga pembelian, biaya distribusi, kualitas beras, serta efektivitas penyaluran.

“Pengadaan BULOG yang menembus lebih dari 4 juta ton menunjukkan bahwa hasil panen petani terserap. Ini penting untuk menjaga harga di tingkat petani sekaligus memperkuat cadangan pemerintah. Namun, pekerjaan belum selesai. Penyerapan harus terus dikawal agar manfaatnya dirasakan petani dan masyarakat,” ujar Mentan Amran.

Pemerintah melaporkan stok BULOG sekitar 5,3 juta ton pada awal Juni 2026 dan lebih dari 5 juta ton pada April. Sementara itu, Cadangan Beras Pemerintah pada September 2026 disebut sekitar 4,61 juta ton. Perbedaan angka antarperiode perlu dilihat dengan memperhatikan tanggal pencatatan, pengadaan, penyaluran, dan definisi stok yang digunakan.

Cadangan yang memadai memberi ruang bagi pemerintah untuk merespons gangguan produksi, bencana, serta gejolak harga. Karena itu, pengelolaan stok perlu disertai pencatatan yang transparan, pemeliharaan mutu, dan perencanaan distribusi sesuai kebutuhan antarwilayah.

“Cadangan pangan adalah kekuatan negara. Stok yang kuat memberi pemerintah ruang untuk merespons gejolak harga, bencana, dan gangguan produksi. Karena itu, cadangan harus dikelola secara hati-hati, transparan, dan selalu diperbarui melalui pengadaan dalam negeri,” katanya.

Pemerintah menyatakan impor beras umum untuk konsumsi telah dihentikan. Kebijakan tersebut perlu dibedakan dari impor untuk kebutuhan khusus yang memiliki jenis, tujuan, volume, waktu, dan dasar kebijakan tersendiri. Penjelasan yang terbuka mengenai kebijakan impor tetap diperlukan agar kepentingan petani dan kebutuhan pangan nasional dapat dijaga secara seimbang.

 

Anggaran Pangan dan Bantuan untuk Menjaga Keterjangkauan

Dukungan anggaran menjadi bagian dari upaya memperkuat produksi dan menjaga ketersediaan pangan. Dalam rancangan APBN 2026, pemerintah menyiapkan sekitar Rp164,4 triliun untuk mendukung ketahanan pangan nasional. Angka tersebut merupakan alokasi yang direncanakan, bukan keseluruhan realisasi belanja.

Dukungan tersebut mencakup berbagai program, termasuk subsidi pupuk, penugasan BULOG, serta penguatan cadangan dan lumbung pangan. Efektivitasnya perlu dilihat dari ketepatan sasaran, realisasi anggaran, hasil program, dan manfaat yang diterima petani serta masyarakat.

“Anggaran pangan harus kembali kepada rakyat dalam bentuk produksi yang meningkat, petani yang lebih sejahtera, stok yang lebih kuat, dan harga yang lebih terjangkau. Setiap rupiah harus dipertanggungjawabkan melalui hasil yang dapat diukur,” ujar Amran.

Selain memperkuat produksi, pemerintah menjalankan bantuan pangan beras dan program Stabilisasi Pasokan dan Harga Pangan (SPHP) untuk membantu menjaga ketersediaan serta keterjangkauan harga.

Pada 2025, bantuan pangan beras dan SPHP ditargetkan menjangkau 18,3 juta penerima manfaat, dengan sasaran penyaluran sekitar 1,3 juta ton beras SPHP. Angka tersebut merupakan target program. Pada 2026, pemerintah melanjutkan upaya bantuan dan stabilisasi melalui BULOG.

Dampak program perlu dinilai melalui ketepatan penerima, jumlah bantuan yang diterima, waktu penyaluran, perkembangan harga pasar, dan perubahan kemampuan rumah tangga memenuhi kebutuhan pangan.

“Pemerintah harus hadir di dua sisi. Petani harus memperoleh harga yang layak, sementara masyarakat, terutama kelompok rentan, harus mendapatkan pangan dengan harga yang terjangkau. Bantuan pangan dan SPHP menjadi instrumen penting untuk menjaga keseimbangan tersebut,” kata Mentan Amran.

BPS mencatat inflasi bulanan September 2026 sebesar 0,30 persen. Dalam kelompok pangan yang dipantau, beras disebut memberikan andil inflasi sebesar 0,03 persen, cabai rawit 0,08 persen, cabai merah 0,06 persen, dan daging ayam ras 0,05 persen.

Angka andil inflasi menunjukkan kontribusi perubahan harga suatu komoditas terhadap inflasi, bukan tingkat harga atau ukuran langsung kesejahteraan rumah tangga. Stabilitas pangan karena itu tetap membutuhkan pengawasan produksi, distribusi, biaya logistik, struktur pasar, dan daya beli masyarakat.

 

Perlindungan Petani Menghadapi Risiko Iklim

Perubahan iklim dan cuaca ekstrem masih menjadi tantangan bagi keberlanjutan produksi. Untuk mengurangi risiko usaha tani, Kementerian Pertanian menargetkan fasilitasi Asuransi Usaha Tani Padi (AUTP) seluas 100.000 hektare pada 2026.

Dalam skema yang direncanakan, premi asuransi sebesar Rp180.000 per hektare per musim tanam mendapat subsidi pemerintah sebesar 80 persen atau Rp144.000. Petani menanggung sisanya sebesar Rp36.000 per hektare.

Asuransi diharapkan membantu petani menghadapi risiko yang tercakup dalam program. Pelaksanaannya perlu didukung pendataan yang akurat, kemudahan pendaftaran, verifikasi kerusakan, dan pembayaran klaim sesuai ketentuan. Perlindungan tersebut juga harus berjalan bersama pembangunan irigasi, penyediaan benih, pengelolaan air, serta pendampingan pertanian.

“Petani tidak boleh dibiarkan menghadapi risiko iklim sendirian. Asuransi pertanian adalah bentuk perlindungan agar ketika terjadi risiko yang dijamin, petani memiliki kemampuan untuk kembali berproduksi. Namun, perlindungan harus berjalan bersama irigasi, benih, teknologi, dan pendampingan,” ujar Mentan Amran.

 

Ekspor dan Hilirisasi Harus Memberi Nilai Tambah

Peningkatan produksi membuka peluang untuk mengembangkan pasar dan meningkatkan nilai tambah hasil pertanian. Pada Agustus 2026, Indonesia dilaporkan mengirim 1.000 ton beras ke Malaysia dan 2.280 ton ke Arab Saudi untuk memenuhi kebutuhan jemaah haji.

Pelaksanaan ekspor pangan perlu memperhatikan jenis beras, sumber pasokan, perizinan, serta dampaknya terhadap stok domestik. Ekspor harus dilakukan dengan tetap mengutamakan kecukupan kebutuhan nasional dan memberikan manfaat ekonomi bagi petani.

Nilai ekspor produk pertanian sepanjang 2025 disebut mencapai sekitar Rp756,59 triliun, meningkat Rp166,71 triliun atau 28,26 persen dibandingkan 2024. Sementara itu, nilai impor disebut turun sekitar Rp41,68 triliun atau 9,66 persen. Angka tersebut perlu dibaca sesuai cakupan produk dan kategori statistik yang digunakan.

Pemerintah juga membahas peluang ekspor urea dengan syarat kebutuhan domestik dipenuhi terlebih dahulu. Ketersediaan sarana produksi bagi petani harus tetap menjadi pertimbangan utama dalam kebijakan perdagangan.

“Hilirisasi dan ekspor harus menjadi sarana meningkatkan nilai tambah bagi petani dan perekonomian nasional. Namun, ekspor tidak boleh mengurangi ketersediaan pangan dan sarana produksi bagi masyarakat dalam negeri. Prinsipnya jelas: kebutuhan nasional dipenuhi, petani dilindungi, kemudian pasar ekspor dikembangkan,” kata Mentan Amran.

Pengembangan hilirisasi pertanian, biodiesel B50, dan bioetanol juga membuka peluang peningkatan permintaan terhadap hasil pertanian. Pada saat yang sama, kebijakan tersebut perlu memperhitungkan keseimbangan kebutuhan pangan, pakan, energi, penggunaan lahan, harga bahan baku, dan dampak lingkungan.

 

Pengawasan Tata Niaga dan Penegakan Hukum

Selain produksi dan cadangan, tata niaga pangan menjadi bagian penting dalam menjaga kesejahteraan petani serta keterjangkauan harga bagi konsumen. Stok yang memadai belum tentu otomatis membuat harga terjangkau apabila terdapat kendala distribusi, biaya logistik tinggi, ketidakseimbangan pasokan antarwilayah, atau praktik perdagangan yang merugikan.

Mentan Amran meminta agar dugaan permainan harga, manipulasi stok, kartel, pemalsuan produk, dan pelanggaran lain dalam tata niaga pangan ditangani sesuai ketentuan hukum. Pengawasan diperlukan untuk memastikan rantai pasok berjalan sehat dan petani tidak menjadi pihak yang paling dirugikan.

“Petani tidak boleh menjadi pihak yang paling lemah dalam rantai pangan. Jika ada pihak yang memainkan harga, memalsukan produk, menahan stok, atau merugikan petani dan konsumen, kami akan menyampaikan temuan tersebut kepada aparat penegak hukum untuk diproses sesuai ketentuan,” ujar Amran.

Sepanjang 2024–2026, Menteri Pertanian melaporkan 260 kasus dugaan mafia pangan telah dilimpahkan kepada aparat hukum. Laporan tersebut mencakup dugaan beras oplosan dengan estimasi potensi kerugian konsumen Rp99,35 triliun per tahun serta dugaan pupuk palsu dengan estimasi potensi kerugian petani Rp3,2 triliun.

Angka tersebut merupakan estimasi potensi kerugian yang dilaporkan, bukan putusan pengadilan atau kerugian aktual yang telah terbukti untuk seluruh perkara. Penanganan setiap kasus tetap harus mengacu pada bukti, proses penyidikan, dan prinsip praduga tak bersalah.

“Penanganan dugaan pelanggaran harus tegas, tetapi tetap berdasarkan bukti dan hukum. Kami menghormati proses penyidikan dan prinsip praduga tak bersalah. Yang kami perjuangkan adalah tata niaga pangan yang sehat, transparan, dan tidak merugikan petani maupun konsumen,” tegas Mentan Amran.

 

Menjaga Swasembada agar Berkelanjutan

Dua tahun pemerintahan Prabowo–Gibran memperlihatkan perubahan arah kebijakan pangan melalui percepatan regulasi, perbaikan tata kelola pupuk bersubsidi, penguatan irigasi, peningkatan produksi beras dan jagung, penyerapan hasil panen, serta pengelolaan cadangan pemerintah.

Pemerintah menyatakan Indonesia telah mencapai swasembada beras dan menghentikan impor beras umum untuk konsumsi. Capaian tersebut perlu terus dijaga melalui pemantauan produksi, konsumsi, stok, distribusi, dan kebutuhan nasional dengan data yang konsisten serta dapat diverifikasi.

Swasembada bukanlah akhir dari pekerjaan. Perubahan iklim, biaya produksi, pemerataan distribusi, ketergantungan impor pada sejumlah komoditas, efektivitas subsidi, kesejahteraan petani, keterjangkauan harga bagi konsumen, dan pengawasan tata niaga masih menjadi tantangan yang harus ditangani.

Kementerian Pertanian akan melanjutkan penguatan produksi, pemanfaatan teknologi, penyerapan hasil panen, perlindungan petani, dan pengawasan pangan. Keberhasilan kebijakan perlu tercermin dalam indikator yang nyata, mulai dari produktivitas dan pendapatan petani, harga di tingkat produsen dan konsumen, ketepatan bantuan, kualitas cadangan, hingga efektivitas penggunaan anggaran.

“Pangan adalah urusan perut rakyat. Karena itu, pemerintah akan terus bekerja untuk menjaga produksi, memperkuat cadangan, melindungi petani, dan memastikan masyarakat memperoleh pangan yang cukup serta terjangkau. Penanganan terhadap dugaan pelanggaran dalam tata niaga pangan juga harus dilakukan secara tegas, terukur, dan sesuai ketentuan hukum,” tutup Mentan Amran.

Keberhasilan pembangunan pangan tidak hanya diukur dari besarnya produksi atau tingginya stok, tetapi juga dari kemampuan menjaga pasokan secara berkelanjutan, memberikan harga yang layak bagi petani, dan memastikan masyarakat dapat mengakses pangan dengan harga wajar.

 

Dua Tahun Gerak Nyata, Menjaga Swasembada Pangan Berkelanjutan

Dua tahun pemerintahan Prabowo–Gibran menunjukkan penguatan arah kebijakan pangan melalui pembenahan pupuk bersubsidi, rehabilitasi irigasi, peningkatan produksi beras dan jagung, penyerapan hasil panen, serta pengelolaan cadangan pemerintah.

Pemerintah menyatakan Indonesia telah mencapai swasembada beras dan menghentikan impor beras umum untuk konsumsi. Capaian tersebut menjadi fondasi penting untuk memperkuat kemandirian pangan, tetapi keberlanjutannya bergantung pada konsistensi kebijakan, kualitas pelaksanaan, dan kemampuan merespons tantangan produksi maupun distribusi.

Perubahan iklim, biaya produksi, ketergantungan impor pada sejumlah komoditas, pemerataan distribusi, efektivitas subsidi, kesejahteraan petani, dan keterjangkauan harga pangan masih membutuhkan perhatian berkelanjutan.

Kementerian Pertanian akan melanjutkan penguatan produksi, pemanfaatan teknologi, penyerapan hasil panen, perlindungan petani, serta pengawasan tata niaga. Keberhasilan program harus tercermin dalam indikator yang terukur, mulai dari produktivitas dan pendapatan petani, harga di tingkat produsen dan konsumen, ketepatan bantuan, kualitas cadangan, hingga efektivitas penggunaan anggaran.

“Dua tahun gerak nyata bukan garis akhir. Pekerjaan kita adalah memastikan swasembada bertahan, produksi terus meningkat, petani semakin sejahtera, dan rakyat mendapatkan pangan yang cukup dengan harga terjangkau. Pangan adalah urusan perut rakyat, sehingga setiap kebijakan harus memberikan manfaat nyata dan dapat dipertanggungjawabkan,” tutup Mentan Amran.

 

 

Sumber : https://pertanian.go.id/index.php/news/view/8233 

 

Baca Terusannya »»