TEGAL – Gubernur Jawa Tengah Ahmad Luthfi memastikan
penanganan bencana tanah bergerak di Kabupaten Tegal tidak hanya pada
fase tanggap darurat, tetapi hingga pemulihan jangka panjang dan
relokasi warga terdampak ke hunian yang layak dan aman. Dia
menginstruksikan, agar sesegera mungkin disiapkan hunian sementara untuk
pengungsi.
Penegasan tersebut disampaikan Ahmad Luthfi saat memimpin rapat
koordinasi darurat bersama pemerintah daerah dan instansi terkait di
Posko Terpadu Kesehatan, Desa Padasari, Kabupaten Tegal, Rabu
(4/2/2026).
“Saya minta seluruh unsur siaga. Harus ada langkah antisipasi dan pencegahan. Jangan sampai ada kejadian susulan yang tidak ter-cover,” tegasnya.
Luthfi menekankan, pemenuhan kebutuhan warga terdampak tidak boleh
bersifat sementara. Pemerintah harus menyiapkan hunian sementara
(huntara) hingga hunian tetap (huntap) secara terencana.
“Kita tidak bisa hanya memberi bantuan lalu selesai. Semua yang membutuhkan huntara dan huntap harus di-backup,” ujarnya.
Dia juga menegaskan tanggung jawab pemerintah dalam memastikan kebutuhan dasar warga benar-benar terpenuhi.
“Daerah mana yang terkena bencana harus terpenuhi kebutuhannya. Hari
ini di Tegal, semua harus cukup, mulai dapur, sekolah, dan kebutuhan
lainnya,” kata Luthfi.
Selain aspek kemanusiaan, gubernur meminta percepatan penanganan
infrastruktur terdampak, melalui koordinasi Dinas Pekerjaan Umum
Provinsi Jawa Tengah dengan pemerintah kabupaten.
“Jalan dan jembatan itu prioritas. Kalau ada jembatan yang putus, dalam satu minggu harus clear, minimal tiga hari sudah tertangani,” ujarnya.
Dalam rapat tersebut, Luthfi juga menyoroti pemulihan sosial jangka
panjang, mengingat ratusan rumah dilaporkan tidak memungkinkan lagi
dibangun kembali di lokasi semula.
“Ada sekitar 250 rumah yang hilang dan tidak bisa dibangun lagi. Ini
harus jadi prioritas. Dinas Sosial provinsi dan kabupaten harus
memikirkan masa depan masyarakatnya,” tegasnya.
Gubernur meminta pendataan warga yang akan direlokasi, dilakukan secara detail dan berkelanjutan.
“Harus mulai didata, jangan ditinggal. Jangan sampai bencana selesai, tapi masyarakat malah keleleran (terlantar),” katanya.
Menurut Luthfi, hunian sementara harus diproyeksikan sebagai tahapan menuju hunian tetap, bukan sekadar tempat pengungsian.
“Huntara itu diproyeksikan menjadi huntap. Fasilitas umum harus lengkap,” ujarnya.
Terkait pembangunan hunian tetap, Gubernur menekankan pentingnya kepastian hukum atas lahan yang disiapkan pemerintah daerah.
“Pemda siapkan lokasi dengan dasar hukum yang jelas. Soal
pembangunan, provinsi yang menangani. Tugas pemda segera memetakan
lokasi yang cocok,” tegasnya.
Ditambahkan, relokasi harus mempertimbangkan aspek sosial, agar masyarakat dapat beradaptasi dan hidup mandiri di tempat baru.
“Hadirnya negara adalah memberi kepastian, bahwa masyarakat di huntap
bisa eksis dan mandiri. Inilah makna hadirnya negara,” ujarnya.
Gubernur juga meminta seluruh unsur terkait, TNI, Polri, dan SAR, untuk siaga penuh guna mengantisipasi potensi bencana susulan.
Bupati Tegal Ischak Maulana Rohman mengatakan, hingga Rabu sore,
pergerakan tanah masih bersifat dinamis dan berdampak pada ratusan rumah
warga.
“Berdasarkan laporan terakhir, sekitar 250 rumah terdampak dan 804
jiwa harus mengungsi. Karena pergerakan tanah masih dinamis, kami
memprioritaskan keselamatan warga melalui pemantauan dan evakuasi ke
titik-titik aman,” ujar Ischak.
Dia menjelaskan, Pemerintah Kabupaten Tegal telah menetapkan status
Tanggap Darurat Bencana selama 14 hari, dan mengaktifkan Posko Komando.
Selama masa tersebut, penanganan difokuskan pada pemenuhan kebutuhan
dasar warga terdampak, mulai dari logistik, layanan kesehatan, hingga
operasional dapur umum dengan kapasitas sekitar 1.050 porsi setiap kali
makan.
“Kami berterima kasih kepada Pak Gubernur. Pagi ditelpon, siang sudah
hadir langsung di lokasi dan memberikan bantuan Rp 300 juta,” kata
Ischak.
Rapat koordinasi tersebut dihadiri jajaran Forkopimda, unsur TNI dan
Polri, Basarnas, BPBD, serta perangkat daerah terkait dari pemerintah
provinsi dan Kabupaten Tegal.
Sumber : https://jatengprov.go.id/publik/temui-pengungsi-tanah-gerak-tegal-ahmad-luthfi-segera-siapkan-hunian-sementara/