Cari Blog Ini

Jumat, 04 September 2026

Kemenpora dan PSSI Gelar Pelatihan Wasit Futsal Lisensi Internasional

 


Banten: Sebanyak 60 wasit muda dari berbagai daerah mengikuti Pelatihan Wasit Futsal Lisensi Internasional yang digelar Kementerian Pemuda dan Olahraga Republik Indonesia (Kemenpora RI) bersama Persatuan Sepakbola Seluruh Indonesia (PSSI).

Pelatihan tersebut merupakan bagian dari Preparatory Course Pro Futsal League 2026/27. Kegiatan berlangsung pada 31 Agustus hingga 4 September 2026 di Banten.

Para peserta merupakan wasit terpilih dari seluruh Indonesia. Mereka sebelumnya mengikuti seleksi dari Pengurus Provinsi (Pengprov) serta Pengurus Besar/Pusat (PB/PP) cabang olahraga.

Portofolio para peserta kemudian diverifikasi melalui sistem digital SiTENOR Kemenpora sebelum dinyatakan lolos mengikuti pelatihan.

“Kami dari Kemenpora sangat fokus untuk meningkatkan kapasitas dan sertifikasi tenaga keolahragaan di Indonesia. Dari jenjang nasional, kita tingkatkan lagi agar para wasit bisa mendapatkan lisensi internasional. Harapannya, karier mereka di tingkat internasional bisa lebih luas dan dapat memimpin berbagai ajang futsal bergengsi,” ujar Leny Kurnia, Plt. Asisten Deputi Tenaga dan Organisasi Keolahragaan Prestasi Kemenpora RI.

Pelatihan digelar di dua lokasi di Tangerang, Banten. Grand Serpong Hotel digunakan untuk pendalaman materi teori, sedangkan Vini Vidi Vici Futsal Arena menjadi lokasi pengujian fisik dan praktik lapangan.

Untuk memberikan materi sesuai standar internasional, Kemenpora dan PSSI menghadirkan instruktur yang direkomendasikan AFC dan FIFA. Mereka adalah Badrul Hisham dari Malaysia dan Daniel Wong dari Singapura.

Keduanya didampingi instruktur lokal dari PSSI, yakni Ikhwan Budi Laksono, Rodhi Wahono, dan Tri Ngudi.

Salah satu instruktur, Badrul Hisham Kalam, mengatakan pelatihan ini penting untuk mengembangkan kemampuan wasit Indonesia. Selain itu, para wasit juga perlu memperbarui teknik perwasitan agar sesuai dengan perkembangan futsal modern.

“Program ini begitu penting untuk para wasit di Indonesia untuk lagi mengembangkan bakat mereka untuk mendepani perjalanan mereka di perwasitan untuk futsal referee Indonesia. Dan juga yang penting sekali, kursus ini adalah untuk meng-update segala teknik perwasitan yang terkini. Ini amat penting bagi wasit kerana sekarang permainan dah semakin berubah ke arah modern dan wasit juga harus di-update ke arah perwasitan yang lebih modern,” ujar Badrul Hisham Kalam.

Badrul menjelaskan, materi pelatihan disusun berdasarkan evaluasi terhadap penampilan wasit pada kompetisi musim sebelumnya. Dengan begitu, peserta dapat mengetahui kekurangan yang perlu diperbaiki.

“Materi-materi ini kita usahakan setelah kita mengambil kira bagaimana pencapaian wasit terdahulu di liga yang tahun lepas. Jadi, ini kita belajar daripada apa yang wasit harus perbaiki, dan daripada situ kita siapkan materi dan diterangkan pada seminar kali ini. Ini penting bagi mereka belajar daripada kesilapan yang lalu dan memperbaikinya dan tidak mengulangi kesilapan yang sama,” katanya.

Menurut Badrul, Indonesia memiliki banyak talenta wasit futsal. Sejumlah wasit bahkan telah mampu tampil di level internasional.

“Wasit Indonesia mempunyai talent yang banyak dan juga sudah ada dua atau tiga wasit di peringkat internasional dan mereka telah menunjukkan kompetensinya dalam perwasitan dan bisa menjadi wasit di game-game yang penting di peringkat internasional,” ujarnya.

Ia juga menilai kehadiran wasit-wasit muda dapat menciptakan persaingan positif dengan wasit yang lebih berpengalaman. Persaingan tersebut dinilai dapat mendorong seluruh wasit untuk terus meningkatkan kemampuan.

“Saya lihat di sini banyak talent-talent yang muda yang bisa challenge wasit-wasit yang sudah experience dari Indonesia ini. Ini bermaksud satu competition yang positif dari pihak wasit sendiri. Wasit yang sudah experience tidak duduk diam dan akan sentiasa meningkatkan potensi wasitnya. Wasit-wasit muda yang baru juga harus ada positive challenge kepada mereka dan ini akan memberi positive impact kepada wasit di negara Indonesia,” kata Badrul.

Salah satu peserta, Wahyu Wicaksono, menyambut positif pelatihan tersebut. Wasit asal Yogyakarta itu menyebut kegiatan ini menjadi persiapan penting sebelum memimpin pertandingan di Liga Pro Futsal Indonesia.

“Kegiatan ini sangat penting karena ini adalah persiapan untuk saya dan teman-teman menjadi wasit di Liga Pro Futsal Indonesia. Ada beberapa hal baru yang saya dapatkan, seperti Video Support yang membantu pengambilan keputusan dalam pertandingan, serta soft skill atau manajemen tentang bagaimana kita mengatur pertandingan dengan baik,” ujar Wahyu Wicaksono.

Selain materi Video Support dan manajemen pertandingan, peserta juga mendapatkan materi mengenai pola latihan wasit. Materi tersebut menjadi bagian dari persiapan fisik dan teknis sebelum menghadapi kompetisi.

Wahyu berharap pelatihan ini dapat meningkatkan kesiapan para wasit dalam menjalani Liga Pro Futsal 2026/2027.

“Tentunya harapannya setelah melakukan pelatihan dari Kemenpora ini akan menjadi saya sebagai wasit bisa lebih persiapan, lebih baik lagi dalam mempersiapkan diri, dan tentunya mendapatkan bekal yang lebih untuk mengarungi Liga Pro Futsal 2026/2027,” katanya.

Kemenpora berharap pelatihan ini dapat memperkuat kualitas dan regenerasi wasit futsal Indonesia. Para wasit diharapkan mampu memimpin pertandingan dengan integritas serta memiliki daya saing di level internasional.

 

 

Sumber : https://www.kemenpora.go.id/detail/7035/kemenpora-dan-pssi-gelar-pelatihan-wasit-futsal-lisensi 

Baca Terusannya »»  

Pastikan Layanan Pendidikan Pascabencana Berjalan Optimal dan Fasilitas Belajar Mengajar Terpenuhi, Wapres Kunjungi SMAN 1 Barus

 


Wakil Presiden Gibran Rakabuming mengunjungi SMA Negeri 1 Barus, Padang Masiang, Kecamatan Barus, Kabupaten Tapanuli Tengah, Sumatera Utara (Sumut), Jumat (04/09/2026).

Kunjungan Wapres ini merupakan cermin bahwa memastikan layanan pendidikan bisa diakses kembali bagi anak-anak sekolah merupakan salah satu hal penting dalam fase pemulihan pascabencana.

Wapres melihat langsung kondisi SMAN 1 Barus yang sempat terdampak bencana banjir pada November 2025 lalu, serta memastikan layanan pendidikan dapat berjalan optimal walaupun di tengah keterbatasan dan fasilitas belajar mengajar terpenuhi.

Banjir besar sedalam 1,5 hingga 2 meter akibat luapan Sungai Aek Sirahar yang berjarak sekitar 250 meter di belakang sekolah, merendam SMAN 1 Barus dan menghancurkan berbagai fasilitas pendidikan yang ada. Buku-buku, komputer, meja, kursi, dan berbagai peralatan sekolah tak sempat diselamatkan karena cepatnya kenaikan debit air yang disertai lumpur. Akibat bencana ini, kegiatan belajar mengajar pun sempat terganggu.

Pada kunjungan ini, Wapres menyampaikan terima kasih atas keteguhan para guru dan semangat para siswa sehingga kegiatan belajar mengajar tetap berjalan meski kondisi sekolah belum sepenuhnya pulih. Ia memastikan pemerintah pusat dan daerah akan terus berkolaborasi dalam mempercepat proses pemulihan serta memenuhi berbagai kebutuhan fasilitas pendidikan yang diperlukan.

“Salah satu hal penting dalam pemulihan pascabencana adalah anak-anak bisa kembali belajar dengan aman, nyaman, dan tetap semangat mengejar cita-cita,” tegas Wapres.

Salah seorang guru kelas 12, Widiawati, menceritakan kondisi sekolah saat banjir melanda. Menurutnya, hampir seluruh ruang kelas dan kantor sekolah terendam air dan lumpur.

“Jadi, mulai jam 3 sore air sudah mulai masuk ke sekolah ini, Pak. Jadi, full-nya air itu, derasnya air itu pas jam 6 sore, Pak,” ungkap Widiawati.

“Kursi-kursi siswa, Pak, banyak yang hanyut terbawa banjir. Kemudian, buku-buku, komputer, bahkan laptop ada kemarin yang terletak pula di bagian bawah ikut terendam banjir,” lanjutnya.

Keterbatasan fasilitas tersebut turut dirasakan para siswa. Salah seorang siswa kelas 12, Febby Pratama Syafriani, berharap pemerintah dapat membantu memenuhi kembali berbagai fasilitas sekolah yang rusak akibat banjir.

“Kami ingin meminta supaya komputer, laptop kami dapat difasilitasi. Karena kami tidak bisa kayak praktik, alat-alat ekstrakulikular kami juga difasilitasi,” harapnya.

Sebagai bentuk dukungan, Wapres pun langsung memberikan sejumlah bantuan fasilitas yang diharapkan pihak sekolah dan siswa seperti laptop, komputer, buku, kipas angin, lampu, serta perlengkapan belajar mengajar lainnya. Selain itu Wapres juga memerintahkan pejabat terkait untuk melakukan koordinasi terkait pemenuhan kebutuhan belajar mengajar di sekolah tersebut.

Bagi Wapres, pemulihan pascabencana tidak berhenti pada pembangunan kembali fasilitas yang rusak. Lebih dari itu, pemulihan harus memastikan masyarakat dapat kembali hidup dengan aman, produktif, dan mandiri, sekaligus membangun infrastruktur serta layanan yang lebih tangguh dalam menghadapi potensi bencana di masa mendatang

 

 

Sumber : https://wapresri.go.id/pastikan-layanan-pendidikan-pascabencana-berjalan-optimal-dan-fasilitas-belajar-mengajar-terpenuhi-wapres-kunjungi-sman-1-barus/ 

Baca Terusannya »»  

Pastikan Pemulihan Pasca Bencana Berjalan Optimal, Wapres Kembali ke Sumut

 


Wakil Presiden (Wapres) Gibran Rakabuming kembali berkunjung ke Sumatra Utara (Sumut), Jumat pagi (04/09/2026), untuk meninjau secara langsung perkembangan penanganan dan pemulihan pascabencana banjir dan longsor di Kabupaten Tapanuli Tengah, Kabupaten Tapanuli Selatan, dan Kota Sibolga.

Kehadiran Wapres menjadi bagian dari upaya pemerintah memastikan proses pemulihan bencana terus berlanjut, serta memastikan kendala yang dialami di masa transisi tertangani dengan baik dan masyarakat dapat segera bangkit.

Dalam kesempatan ini, Wapres juga akan meninjau pembangunan dan perbaikan sejumlah fasilitas serta infrastruktur yang mengalami kerusakan akibat bencana. Pemulihan tersebut tidak hanya ditujukan untuk mengembalikan fungsi infrastruktur, tetapi juga memperkuat perlindungan masyarakat dari potensi bencana di masa mendatang. Infrastruktur yang lebih tangguh diharapkan dapat mendukung pemulihan wilayah, meningkatkan ketahanan kawasan, serta memastikan warga kembali hidup aman, produktif, dan mandiri.

Pemenuhan kebutuhan tempat tinggal menjadi bagian penting dalam pemulihan masyarakat terdampak, khususnya selama masa transisi pascabencana. Dalam kunjungan ini, Wapres akan meninjau pembangunan hunian tetap (huntap) serta memastikan penyediaan hunian sementara (huntara) bagi masyarakat yang tempat tinggalnya terdampak bencana.

Selain pemenuhan kebutuhan hunian, Wapres juga akan menyerap langsung aspirasi dan keluhan masyarakat terdampak untuk mengetahui berbagai kendala yang masih dihadapi selama masa pemulihan. Masukan tersebut akan menjadi perhatian pemerintah dalam memenuhi kebutuhan dasar maupun kebutuhan penunjang kehidupan masyarakat, sehingga dukungan yang diberikan dapat lebih tepat sasaran dan membantu warga kembali menjalankan aktivitas, memulihkan kehidupan sosial dan ekonomi, serta berangsur-angsur mandiri.

Kehadiran Wapres di wilayah terdampak merupakan wujud kehadiran negara untuk mengawal pemulihan pascabencana di Sumut hingga tuntas. Oleh karena itu, penanganan tidak berhenti pada perbaikan kerusakan, tetapi sekaligus memperkuat ketangguhan wilayah dalam menghadapi risiko bencana di masa mendatang.

 

 

Sumber : https://wapresri.go.id/pastikan-pemulihan-pasca-bencana-berjalan-optimal-wapres-kembali-ke-sumut/ 

Baca Terusannya »»  

Presiden Prabowo Tiba di Tanah Air Usai Tuntaskan Agenda di Vladivostok


 


Presiden Republik Indonesia Prabowo Subianto tiba di Tanah Air pada Jumat, 4 September 2026 dini hari setelah merampungkan kunjungan ke Rusia. Presiden Prabowo memenuhi undangan Presiden Federasi Rusia Vladimir Putin untuk hadir sebagai tamu kehormatan utama pada Eastern Economic Forum (EEF) ke-11 di Far Eastern Federal University (FEFU), Vladivostok.

Pesawat yang membawa Presiden Prabowo dan rombongan mendarat di Pangkalan TNI AU Halim Perdanakusuma, Jakarta sekitar pukul 03.00 WIB. Di bawah tangga pesawat, tampak menyambut kedatangan Presiden yakni Menteri Sekretaris Negara Prasetyo Hadi, Panglima TNI Jenderal Agus Subiyanto, dan Kapolri Jenderal Polisi Listyo Sigit Prabowo.

Selama berada di Vladivostok, Presiden Prabowo menjalani sejumlah agenda penting, termasuk pertemuan bilateral dengan Presiden Vladimir Putin. Dalam pertemuan tersebut, Presiden Putin menyebut Indonesia merupakan mitra kunci bagi Rusia di kawasan Asia Pasifik.

Selain itu, Presiden Prabowo juga menyampaikan pidato pada EEF ke-11 sebagai tamu kehormatan utama. Dalam forum yang mempertemukan para pemimpin pemerintahan, pelaku usaha, dan pemangku kepentingan ekonomi tersebut, Presiden menyampaikan pandangan Indonesia mengenai peluang kerja sama dengan Rusia dan kawasan Eurasia.

Salah satu pesan utama Presiden Prabowo adalah pentingnya melihat kawasan Pasifik bukan sebagai pemisah geografis, melainkan sebagai ruang strategis untuk memperkuat konektivitas dan membuka peluang ekonomi baru bagi Indonesia dan Rusia.

“Samudra Pasifik tidak memisahkan kita. Samudra Pasifik menghubungkan kita. Ia bukanlah tembok di antara kita. Ia harus menjadi jalan raya antara dua perekonomian kita,” ujar Presiden Prabowo.

Kunjungan Presiden Prabowo ke Vladivostok sekaligus menegaskan komitmen Indonesia untuk memperkuat hubungan dengan Rusia sebagai mitra strategis, terutama dalam kerja sama ekonomi, perdagangan, investasi, dan konektivitas. Setelah menuntaskan seluruh rangkaian agenda tersebut, Presiden Prabowo bersama rombongan langsung kembali ke Indonesia.

Turut mendampingi Presiden Prabowo dalam penerbangan menuju Tanah Air, yaitu Menteri Koordinator Bidang Perekonomian Airlangga Hartarto, Menteri Luar Negeri Sugiono, Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral Bahlil Lahadalia, Menteri Investasi dan Hilirisasi Rosan Roeslani, dan Sekretaris Kabinet Teddy Indra Wijaya.




Baca Terusannya »»  

Kamis, 03 September 2026

Kolaborasi PSSI dan FIFA Perkuat Pembangunan Sepak Bola Nasional

 


PSSI terus memperkuat fondasi pembangunan sepak bola Indonesia melalui kolaborasi strategis bersama FIFA. 

Dukungan yang diberikan mencakup berbagai sektor, mulai dari pembangunan infrastruktur, pengembangan sepak bola usia dini, pembinaan talenta, hingga penguatan sepak bola wanita.

Dalam beberapa tahun terakhir, kerja sama antara PSSI dan FIFA terus berkembang melalui berbagai program yang menjadi bagian penting dari upaya membangun ekosistem sepak bola Indonesia yang lebih kuat dan berkelanjutan.

Ketua Umum PSSI Erick Thohir menyampaikan apresiasinya terhadap dukungan FIFA yang telah membantu percepatan sejumlah program pengembangan sepak bola nasional.

“Dalam beberapa tahun terakhir, program-program seperti FIFA Forward, Football for Schools, dan FIFA Arena telah memberikan kontribusi yang berarti untuk memperkuat ekosistem sepak bola kita, mulai dari infrastruktur dan pengembangan akar rumput hingga menyediakan akses yang lebih besar ke sepak bola bagi anak-anak dan masyarakat,” kata Erick Thohir, dikutip dari situs resmi FIFA.

Salah satu proyek penting dalam kolaborasi PSSI dan FIFA adalah pembangunan Pusat Pelatihan Nasional PSSI di Ibu Kota Nusantara (IKN). 

Pembangunan fasilitas tersebut mendapat dukungan pendanaan sebesar USD 5,4 juta melalui Program FIFA Forward, dengan investasi tambahan dari pemerintah Indonesia.

Berdiri di atas lahan seluas 34,52 hektar, Pusat Pelatihan Nasional PSSI dirancang sebagai pusat pengembangan sepak bola nasional. Fasilitas tersebut akan digunakan untuk mendukung persiapan tim nasional sekaligus berbagai program pengembangan sepak bola lainnya.

Sejumlah fasilitas telah dan akan dikembangkan di kawasan tersebut, termasuk stadion mini, kolam renang, serta delapan lapangan sepak bola. Kehadiran pusat pelatihan tersebut menjadi tonggak penting bagi PSSI karena Indonesia untuk pertama kalinya memiliki National Training Centre yang dibangun secara khusus sebagai pusat pembinaan sepak bola nasional.

Komitmen PSSI dalam memanfaatkan Program FIFA Forward juga mendapat pengakuan internasional. Pada KTT Eksekutif Sepak Bola FIFA di Miami, Amerika Serikat, Juni 2025, PSSI meraih Penghargaan Emas FIFA Forward.

“Melalui FIFA Forward, kami telah memperkuat kapasitas operasional dan tata kelola yang baik, sementara Proyek Khusus FIFA Forward telah memberikan Indonesia sesuatu yang belum pernah kami miliki sebelumnya: Pusat Pelatihan Nasional pertama kami,” ujar Erick.

Selain pembangunan infrastruktur, PSSI bersama FIFA juga terus mendorong pengembangan sepak bola dari tingkat akar rumput (grassoot). Program FIFA Football for Schools menjadi salah satu instrumen penting untuk memperkenalkan sepak bola kepada lebih banyak anak Indonesia melalui lingkungan pendidikan.

Program tersebut telah menjangkau anak-anak di seluruh 38 provinsi Indonesia. Perluasan akses sepak bola melalui sekolah memberikan kesempatan yang lebih besar bagi generasi muda, termasuk mereka yang berada di berbagai daerah, untuk mengenal dan bermain sepak bola.

Pada Mei 2025, dua lapangan mini FIFA Arena juga dibuka di Jakarta. Kehadiran fasilitas tersebut memberikan akses sepak bola kepada sekitar 1.450 siswa yang berada di sekitar kawasan sekolah.

“FIFA Football for Schools telah membantu kami membawa sepak bola langsung ke anak-anak dan masyarakat, termasuk daerah terpencil, sementara Skema Pengembangan Bakat FIFA telah mendukung jalur pengembangan teknis kami secara berkelanjutan sejak tahun 2022,” jelas Erick.

Bagi PSSI, tentunya pengembangan sepak bola usia dini menjadi salah satu fondasi penting dalam membangun masa depan sepak bola nasional. Akses yang semakin luas di tingkat sekolah diharapkan dapat membuka lebih banyak peluang dalam menemukan dan mengembangkan talenta-talenta potensial Indonesia.

Di sektor sepak bola wanita, PSSI juga terus melakukan langkah strategis dengan dukungan dari FIFA. Melalui FIFA Women’s Football Development Programmes, PSSI berhasil menyusun dan meluncurkan Strategi Sepak Bola Wanita Indonesia pada 2024.

PSSI kemudian terpilih sebagai salah satu dari tiga Asosiasi Anggota FIFA yang mengikuti Program Pemberdayaan Wanita dalam Olahraga FIFA-GIZ.

“Kami juga telah melihat kemajuan signifikan dalam sepak bola wanita,” kata Erick.

“Dengan Program Pengembangan Sepak Bola Wanita FIFA, PSSI mampu meluncurkan Strategi Sepak Bola Wanita kami pada tahun 2024. Kami kemudian merasa terhormat dipilih sebagai salah satu dari hanya tiga Asosiasi Anggota FIFA untuk Program Pemberdayaan Wanita dalam Olahraga FIFA-GIZ,” lanjutnya.

Dukungan FIFA juga diberikan melalui FIFA Coach Education Scholarship yang membantu PSSI meningkatkan jumlah pelatih wanita berlisensi di Indonesia.

“Beasiswa Pendidikan Pelatih FIFA telah membantu kami memperluas jumlah pelatih wanita berlisensi dan memperkuat fondasi sepak bola wanita secara nasional,” ujar Erick.

Kini kemitraan antara PSSI dan FIFA juga memasuki fase baru dengan kehadiran kantor FIFA di Jakarta. Pada Juni lalu, FIFA dan PSSI menyepakati Perjanjian Negara Tuan Rumah yang menjadikan Jakarta sebagai pusat FIFA untuk kawasan yang mencakup 21 Asosiasi Anggota di Asia Tenggara dan Asia Timur.

Kehadiran FIFA di Indonesia menjadi bagian penting dalam memperkuat posisi sepak bola nasional di kawasan. Selain itu, keberadaan kantor tersebut membuka peluang yang lebih besar bagi PSSI untuk membangun kolaborasi, pertukaran pengetahuan, serta pengembangan berbagai program bersama negara-negara lain.

Presiden FIFA Gianni Infantino sebelumnya juga memberikan apresiasi terhadap perkembangan sepak bola Indonesia. Dalam beberapa kesempatan, termasuk saat bertemu Presiden Republik Indonesia Prabowo Subianto, Infantino menilai sepak bola Indonesia terus menunjukkan kemajuan.

Bagi PSSI, kemitraan dengan FIFA tidak hanya berkaitan dengan pembangunan fasilitas maupun pelaksanaan program, tetapi juga merupakan bagian dari upaya jangka panjang untuk membangun fondasi sepak bola Indonesia.

“Bagi PSSI, kemitraan kami dengan FIFA lebih dari sekadar infrastruktur atau program individual. Ini tentang membangun fondasi yang kuat dan berkelanjutan untuk masa depan sepak bola Indonesia,” kata Erick.

“Kami berharap dapat melanjutkan kolaborasi yang kuat ini dengan FIFA dan semakin mempercepat pertumbuhan dan perkembangan olahraga kita.”

“Kami sangat berterima kasih kepada FIFA atas kemitraannya, kehadirannya yang berkelanjutan di Indonesia, dan atas kepercayaannya pada potensi sepak bola Indonesia. Atas nama PSSI, saya ingin menyampaikan apresiasi tulus kami kepada FIFA atas dukungan dan komitmennya yang berkelanjutan terhadap pengembangan sepak bola di Indonesia,” tandasnya.



Sumber : https://www.pssi.org/news/kolaborasi-pssi-dan-fifa-perkuat-pembangunan-sepak-bola-nasional

Baca Terusannya »»  

Optimalkan Kinerja Daerah, Kemendagri Beri Penghargaan Pemda Berprestasi 2026 Batch II Regional Kalimantan

 


Balikpapan – Kementerian Dalam Negeri (Kemendagri) memberikan penghargaan kepada pemerintah daerah (Pemda) berprestasi tahun 2026 Batch II Regional Kalimantan, Kamis (3/9/2026). Penghargaan tersebut diberikan untuk memacu Pemda dalam mengoptimalkan kinerjanya, khususnya dalam penyelenggaraan pemerintahan daerah.

Program tersebut sebelumnya juga telah dilaksanakan pada Batch I dengan sejumlah kategori penilaian. Namun, pada Batch II ini, kategori penilaian diperluas dengan menyasar sejumlah indikator. Di antaranya kategori Akses dan Kualitas Layanan Kesehatan, Akses Penduduk ke Layanan Pendidikan, Implementasi Program Tiga Juta Rumah, serta Pengelolaan Sampah dan Lingkungan Asri.

"Acara ini adalah putaran kedua untuk region di Kalimantan. Saya tahu bahwa pada putaran pertama, enam region yang ada, itu yang memperlombakan empat bidang," ujar Menteri Dalam Negeri (Mendagri) Muhammad Tito Karnavian dalam acara yang berlangsung di Hotel Platinum, Kota Balikpapan, Kalimantan Timur (Kaltim) tersebut.

Mendagri menjelaskan, proses penilaian tersebut telah berlangsung sejak awal tahun dan sebelum terjadinya peristiwa Kebakaran Hutan dan Lahan (Karhutla). Oleh karena itu, penilaian tersebut diyakini objektif dan sesuai dengan kondisi daerah. Selain itu, kata Mendagri, penilaian juga melibatkan Kementerian/Lembaga terkait yang sejalan dengan kategori penghargaan.

"Kalau untuk kesehatan, maka kami koordinasi dengan Kementerian Kesehatan. Untuk bidang pendidikan juga dengan Kementerian Dikdasmen. Untuk bidang sampah dan Indonesia ASRI, dengan Kementerian Lingkungan Hidup. Dan kemudian untuk perumahan otomatis Kementerian PKP," tandasnya.

Sebagai informasi, daerah yang memperoleh penghargaan kategori Akses dan Kualitas Layanan Kesehatan tingkat provinsi yakni Kalimantan Timur dan Kalimantan Barat. Sedangkan di tingkat kabupaten yaitu Tana Tidung, Hulu Sungai Utara, dan Hulu Sungai Selatan. Sementara tingkat kota yakni Bontang, Tarakan, dan Singkawang.

Lebih lanjut, untuk kategori Akses Penduduk ke Layanan Pendidikan tingkat provinsi yaitu Kalimantan Timur dan Kalimantan Utara. Sedangkan di tingkat kabupaten yakni Tabalong, Hulu Sungai Tengah, dan Barito Selatan. Sementara tingkat kota yaitu Banjarmasin, Samarinda, dan Palangka Raya.

Kemudian, untuk kategori Implementasi Program Tiga Juta Rumah tingkat provinsi antara lain Kalimantan Barat dan Kalimantan Selatan. Sementara untuk tingkat kabupaten yakni Kubu Raya, Kutai Kartanegara, serta Hulu Sungai Tengah. Sedangkan tingkat kota yakni Banjarmasin, Samarinda, dan Pontianak.

Kategori Pengelolaan Sampah dan Lingkungan ASRI tingkat provinsi yaitu Kalimantan Selatan dan Kalimantan Tengah. Sedangkan tingkat kabupaten yaitu Tana Tidung, Tabalong, dan Paser. Sementara tingkat kota yaitu Bontang, Balikpapan, dan Palangka Raya.

Turut hadir dalam kesempatan itu Kepala Badan Pusat Statistik (BPS) Amalia Adininggar Widyasanti, Wakil Menteri Dalam Negeri (Wamendagri) Bima Arya Sugiarto, Wamendagri Akhmad Wiyagus, gubernur dan bupati/wali kota se-Kalimantan, serta pejabat terkait lainnya.

 

Sumber : https://www.kemendagri.go.id/berita/optimalkan-kinerja-daerah-kemendagri-beri-penghargaan-pemda-berprestasi-2026-batch-ii-regional-kalimantan

Baca Terusannya »»  

Mendagri Tito Ajak Pemda dan Forkopimda Galakkan Gerakan Indonesia ASRI

 


Balikpapan – Menteri Dalam Negeri (Mendagri) Muhammad Tito Karnavian mengajak pemerintah daerah (Pemda) bersama Forum Koordinasi Pimpinan Daerah (Forkopimda) memperkuat Gerakan Indonesia Aman, Sehat, Resik, dan Indah (ASRI). Gerakan tersebut menjadi bagian dari upaya mendorong terciptanya lingkungan perkotaan yang bersih dan tertata, sejalan dengan arahan Presiden Prabowo Subianto.

“Beliau (Presiden) ingin agar kita, semua program, pusat dan daerah, untuk membuat kota menjadi bersih. Artinya pengurangan sampah, baik dari hulu, semenjak di rumah tangga, maupun di hilir,” ujar Mendagri dalam acara Apresiasi Pemerintah Daerah Berprestasi Tahun 2026 Batch II Regional Kalimantan di Hotel Platinum, Kota Balikpapan, Kalimantan Timur (Kaltim), Kamis (3/9/2026) malam.

Mendagri mengatakan, persoalan sampah perlu ditangani secara menyeluruh, mulai dari sumber hingga pengelolaannya di hilir. Salah satu upaya yang dapat dilakukan ialah mengolah sampah menjadi energi.

Selain itu, Presiden mendorong penanganan sampah melalui konsep 3R, yakni reduce, reuse, dan recycle. Upaya tersebut juga dapat diperkuat melalui kegiatan korve atau kerja bakti secara gotong royong yang selama ini telah dilakukan oleh sejumlah instansi.

Mendagri menilai Pemda memiliki kewenangan sekaligus peran strategis untuk memastikan gerakan tersebut memberikan dampak nyata. Menurutnya, keterlibatan seluruh jajaran pemerintah daerah secara rutin dapat menjadi kekuatan penting dalam menciptakan lingkungan yang lebih bersih.

“Kalau semua kepala daerah, seluruh gubernur-gubernur, bupati, wali kota semua membuat kebijakan yang sama, BUMN semua membuat kebijakan yang sama, bersihlah sebagian,” ujarnya.

Tak hanya persoalan sampah, Mendagri menyampaikan bahwa Presiden Prabowo juga memberikan perhatian terhadap kerapian tata kota, termasuk penataan media promosi di ruang publik. Presiden, kata Mendagri, meminta pemasangan spanduk dan baliho dilakukan secara lebih tertib dengan tetap memperhatikan estetika.

Menurutnya, penataan tersebut dapat mengacu pada praktik di negara-negara maju, antara lain dengan memanfaatkan videotron sebagai media promosi sehingga tata ruang kota tetap terlihat rapi dan indah.

Perhatian terhadap kebersihan dan lingkungan tersebut turut tercermin dalam ajang Apresiasi Pemerintah Daerah Berprestasi Tahun 2026 Batch II yang memasukkan kategori Pengelolaan Sampah dan Lingkungan Asri. Mendagri berharap kategori tersebut dapat mendorong Pemda terus memperkuat kualitas pengelolaan sampah sekaligus menciptakan lingkungan yang lebih baik.

“Tadi saya barusan diskusi dengan Ibu Wini (Kepala BPS) … beliau meminta dimasukkan satu lagi [kategori penilaian] yaitu masalah pertumbuhan ekonomi. Karena pertumbuhan ekonomi daerah juga perlu dan semua pemerintah daerah paham cara untuk meningkatkan pertumbuhan ekonomi. Biar nanti sama-sama belajar,” tandasnya.

 

 

Sumber : https://www.kemendagri.go.id/berita/mendagri-tito-ajak-pemda-dan-forkopimda-galakkan-gerakan-indonesia-asri

Baca Terusannya »»  

Pertemuan Tingkat Menteri ke-4 Joint Trade and Investment Committee (JTIC) Indonesia-Malaysia

 


Menteri Perdagangan RI, Budi Santoso melakukan pertemuan dengan Menteri Investasi, Perdagangan, dan Industri Malaysia Datuk Seri Johari Abdul Ghani dalam Pertemuan Tingkat Menteri ke-4 Joint Trade and Investment Committee (JTIC) Indonesia-Malaysia di Jakarta, Kamis (3 Sep).

Dalam pertemuan tersebut, kedua menteri menegaskan komitmen untuk memperkuat kerja sama perdagangan dan investasi, termasuk melalui optimalisasi Border Trade Agreement (BTA) 2023 yang mulai diimplementasikan pada 29 Mei 2026.

Kedua negara berharap implementasi BTA dapat memfasilitasi perdagangan lintas batas, khususnya di kawasan Entikong-Tebedu, serta memperkuat konektivitas ekonomi Indonesia dan Malaysia. Indonesia dan Malaysia juga mendorong penguatan koordinasi antarpihak terkait untuk menyelesaikan berbagai isu di perbatasan agar perdagangan lintas batas yang sah dapat berlangsung lancar dan efisien.

Selain BTA, kedua negara menyambut berlakunya Border Crossing Agreement (BCA) 2023 pada 17 Juli 2026 yang diharapkan semakin memfasilitasi pergerakan masyarakat di wilayah perbatasan.

Sumber : https://www.kemendag.go.id/berita/foto/pertemuan-tingkat-menteri-ke-4-joint-trade-and-investment-committee-jtic-indonesia-malaysia

Baca Terusannya »»  

Hari Kedua Puluh Penanganan Gempa NTT, TNI Kirim 1.080,013 Ton Bantuan

 


(Puspen TNI). Penanganan dampak gempa bumi di Nusa Tenggara Timur (NTT) berlanjut hingga hari kedua puluh, Kamis (3/9/2026). TNI terus melaksanakan berbagai kegiatan untuk membantu masyarakat serta mendukung penanganan di sejumlah wilayah terdampak.

Pada hari ini, TNI mengirim 18,191 ton bantuan melalui jalur udara menggunakan pesawat TNI AU. Bantuan tersebut dikirim untuk mendukung kebutuhan masyarakat selama penanganan dan pemulihan pascabencana.

Secara keseluruhan, bantuan yang telah dikirim TNI dalam penanganan gempa NTT sebanyak 1.080,013 ton, melalui jalur darat, laut, dan udara.

TNI terus bersinergi dengan pemerintah daerah, BNPB, Basarnas, dan unsur terkait dalam mendukung penanganan bencana serta membantu masyarakat di wilayah terdampak.

 




Sumber : https://tni.mil.id/view-267425-hari-kedua-puluh-penanganan-gempa-ntt-tni-kirim-1-080-013-ton-bantuan.html

Baca Terusannya »»  

Perkembangan Situasi dan Penanganan Bencana di Tanah Air per 3 September 2026

 

 

JAKARTA – Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) melalui Direktorat Koordinasi Pengendalian Operasi (Dit. Koordalops) merangkum sejumlah kejadian bencana yang tersebar dari wilayah barat hingga timur Indonesia selama 24 jam, sejak Rabu (2/9) hingga Kamis (3/9) pukul 07.00 WIB. Dalam kurun periode tersebut, kejadian bencana kebakaran hutan dan lahan (karhutla), gempa bumi, cuaca ekstrem, serta kebakaran tempat pembuangan akhir (TPA) menjadi fokus penanganan oleh lintas kementerian/lembaga pusat maupun daerah.

Adapun rangkuman yang pertama, karhutla melanda wilayah Gampong Deah Mamplam, Kecamatan Leupung, Kabupaten Aceh Besar, Provinsi Aceh, pada Rabu (2/9), pukul 12.40 WIB. Penyebab kejadian masih dalam penyelidikan pihak berwajib. Peristiwa ini tidak menimbulkan korban jiwa, dan luas lahan yang terbakar mencapai kurang lebih 2 hektare. BPBD Kabupaten Aceh Besar mengerahkan satu unit armada Damkar ke lokasi kejadian untuk melakukan pemadaman, dan api berhasil dipadamkan pada pukul 15.30 WIB.

Masih di Provinsi Aceh, karhutla juga terjadi di Kabupaten Aceh Barat pada Selasa (1/9), pukul 17.30 WIB. Lokasi titik api menyebar di tiga wilayah sekaligus, yakni Gampong Blang Beurandang (Kecamatan Johan Pahlawan), Gampong Mesjid Baro (Kecamatan Samatiga), dan Gampong Aron Tunong (Kecamatan Woyla). Tidak ada korban jiwa dalam kejadian ini, namun lahan dengan total luas sekitar 6,5 hektare terbakar, dengan rincian 2 hektare di Blang Beurandang, 3 hektare di Mesjid Baro, dan 1,5 hektare di Aron Tunong. Penyebab masih dalam penyelidikan pihak terkait. BPBD Kabupaten Aceh Barat bersama TNI, Polri, KPH IV Aceh, dan masyarakat mengerahkan armada damkar ke lokasi, dan hingga Rabu (2/9), penanganan masih berlangsung.

Kejadian serupa turut terjadi di Kabupaten Aceh Tengah, pada Rabu (2/9), pukul 13.00 WIB di Kampung Arul Gele, Kecamatan Silih Nara, dan turut meluas ke Kampung Pedekok, Kecamatan Pengasing. Tidak terdapat korban jiwa, sedangkan total luas lahan yang terbakar sekitar 3 hektare, dengan rincian satu hektare di Arul Gele dan dua hektare di Pedekok. BPBD Aceh Tengah mengerahkan satu unit armada Damkar dan melakukan asesmen di lokasi kejadian. api di Arul Gele berhasil dipadamkan pukul 15.20 WIB, sedangkan api di Pedekok berhasil dipadamkan pukul 18.45 WIB.

Beralih ke Provinsi Lampung, Kabupaten Pringsewu turut mengalami karhutla pada Rabu (2/9), pukul 09.45 WIB di Desa Ambarawa Timur, Kecamatan Ambarawa, dengan penyebab yang masih dalam proses penyelidikan. Kejadian ini nihil korban jiwa dan mengakibatkan kerugian material berupa lahan terbakar seluas kurang lebih 1 hektare. Tim TRC BPBD Kabupaten Mesuji dan Damkar Kabupaten Pringsewu, dibantu masyarakat, berhasil memadamkan api hingga kondisi dinyatakan padam pada Rabu (2/9).

Masih di provinsi yang sama, Kabupaten Mesuji juga terdampak karhutla pada Rabu (2/9), pukul 11.00 WIB. Kebakaran ini diduga berasal dari kawasan Talang Batu yang membakar semak kering kemudian menyebar hingga Desa Margo Jadi, Kecamatan Mesuji Timur. Tidak ada korban jiwa dalam kejadian ini. Luas cakupan yang terbakar sekitar 10 hektare berupa lahan semi gambut. Tim TRC dan Damkar Kabupaten Mesuji, dibantu masyarakat, melakukan pemadaman, dan wilayah ini berada dalam status Siaga Darurat Bencana Hidrometeorologi Provinsi Lampung berdasarkan Keputusan Gubernur Lampung yang berlaku hingga (24/9). Api dinyatakan telah padam pada Rabu (2/9).

Berpindah ke Provinsi Jawa Tengah, Kabupaten Semarang turut dilanda karhutla pada Selasa (1/9), pukul 13.00 WIB. Titik api diketahui berada di Desa Kalongan, Kecamatan Ungaran Timur, dengan penyebab yang masih dalam penyelidikan. Kejadian ini tidak menimbulkan korban jiwa, sedangkan kerugian material tercatat sekitar tiga hektare lahan terbakar. Tim BPBD Kabupaten Semarang melakukan asesmen dan penanganan bersama pihak terkait. Api dinyatakan padam pada Rabu (2/9).

Tak jauh dari Semarang, Kabupaten Boyolali juga mengalami kejadian serupa. Kebakaran hutan terjadi pada Selasa (1/9), pukul 17.40 WIB di Desa Karangmojo, Kecamatan Klego, dengan penyebab yang masih dalam penyelidikan. Tidak ada korban jiwa, sementara kerugian material tercatat sekitar 10 hektare lahan terbakar. Tim BPBD Kabupaten Boyolali melakukan asesmen dan penanganan bersama pihak terkait, dan api dinyatakan padam pada Rabu (2/9).

Berikutnya di Kabupaten Klaten, karhutla terjadi pada Selasa (1/9), sekitar pukul 17.40 WIB. Peristiwa ini diketahui oleh warga di area persawahan sekitar perkebunan kayu putih Desa Dukuh, Kecamatan Delanggu. Api kemudian membesar dan meluas hingga warga menghubungi Damkar setempat. Kejadian ini nihil korban jiwa, dengan kerugian material berupa lahan terbakar seluas kurang lebih dua hektare. BPBD Kabupaten Klaten bersama petugas gabungan lakukan penanganan serta mengimbau masyarakat untuk tidak membakar sampah saat angin kencang. Api dinyatakan padam pada Rabu (2/9).

Bergeser ke Provinsi Jawa Timur, Kebakaran hutan dan lahan terjadi di Kabupaten Pacitan pada Selasa (1/9), pukul 18.20 WIB di Desa Widoro, Kecamatan Pacitan serta Desa Karangrejo dan Desa Gayuhan, Kecamatan Arjosari. Penyebab yang masih dalam penyelidikan. Tidak terdapat korban jiwa, sedangkan kerugian material tercatat tiga hektare lahan terbakar. Personel BPBD Provinsi Jawa Timur dan TRC BPBD Kabupaten Pacitan berkoordinasi dengan pemerintah kecamatan dan desa setempat untuk lakukan penanganan. Wilayah ini berstatus Siaga Darurat Bencana Kekeringan serta Karhutla berdasarkan Keputusan Gubernur Jawa Timur hingga (6/10), dan api dinyatakan padam pada Rabu (2/9).

Masih di provinsi yang sama, Kabupaten Ponorogo juga terdampak. Kebakaran hutan terjadi pada Selasa (1/9), pukul 10.10 WIB di kawasan Gunung Dangean, Dukuh Nggogokalan, Desa Jenangan, Kecamatan Jenangan, dengan penyebab yang masih dalam penyelidikan. Kejadian ini tidak menimbulkan korban jiwa, sementara kerugian material tercatat sekitar 3 hektare lahan terbakar.

Personel BPBD Provinsi Jawa Timur dan BPBD Kabupaten Ponorogo melakukan asesmen serta berkoordinasi dengan perangkat desa setempat. Wilayah ini berstatus Siaga Darurat Bencana Kekeringan serta Karhutla hingga (6/10), dan api dinyatakan padam pada Rabu (2/9).

Kejadian lain di Jawa Timur tercatat di Kota Batu. Kebakaran hutan terjadi pada Selasa (1/9), sekitar pukul 12.46 WIB di petak 100 dekat Pos 3 Pendakian Gunung Butak, Kecamatan Pujon, sebagaimana menurut informasi dari Paguyuban Ojek Pendakian Gunung Panderman-Butak. Tidak ada korban jiwa dalam kejadian ini, sedangkan kerugian material tercatat sekitar 15 hektare lahan terbakar dan masih dalam pendataan.

BPBD Kota Batu melakukan kaji cepat, pemadaman, dan pembuatan sekat bakar bersama Perhutani, BPBD Kabupaten Malang, TNI, Polri, Basarnas, LMDH, PMI, Tagana, dan relawan, serta menghimbau pendaki untuk turun gunung. Api berhasil dipadamkan pada Rabu (2/9), dan jalur pendakian Gunung Panderman, Butak, serta Bokong ditutup sementara.

Beralih ke Pulau Kalimantan, peristiwa karhutla terjadi di Kelurahan Sungai Parit dan Kelurahan Nipah-Nipah, Kecamatan Penajam, Kabupaten Penajam Paser Utara, Provinsi Kalimantan Timur pada Selasa (1/9), pukul 15.55 WITA. Penyebab yang masih dalam penyelidikan. Tidak ada korban jiwa dalam peristiwa ini, sementara kerugian material tercatat sekitar 17,49 hektare lahan terbakar dan masih dalam pendataan petugas. 

Penanganan dilakukan oleh BPBD bersama petugas gabungan menggunakan mobil pemadam KODIM 0913/PPU yang disuplai armada tangki dari Polres PPU, Dinas Pertanian, BPBD, dan DPKP PPU, dengan kendala lahan berupa gambut tipis bersemak. Proses pemadaman dan pendinginan tuntas pada pukul 05.10 WITA dan secara visual sudah tidak ada titik asap di lokasi per Rabu (2/9).

Masih di provinsi yang sama, Kabupaten Kutai Kartanegara juga mengalami peristiwa serupa pada Selasa (1/9), pukul 21.20 WITA. Lokasi kebakaran diketahui berada di Desa Muara Kembang, Kelurahan Dondang, Kecamatan Muara Jawa, dengan penyebab yang masih dalam penyelidikan. Kejadian ini nihil korban jiwa, dengan kerugian material berupa lahan terdampak seluas kurang lebih enam hektare. 

Tim TRC BPBD, Damkarmatan, TNI, Polri, Sekcam, PMI, dan relawan melakukan pemadaman, namun hingga Rabu (2/9), api belum padam karena karakteristik lahan gambut dan posisi titik api yang sulit dijangkau. Wilayah ini berstatus Siaga Darurat Bencana Kekeringan, Karhutla, dan Asap berdasarkan Keputusan Gubernur Kalimantan Timur hingga (30/11).

Berpindah ke Pulau Sulawesi, tepatnya Provinsi Sulawesi Tenggara, Kabupaten Bombana turut dilanda karhutla pada Minggu (30/8), sekitar pukul 13.10 WITA. Titik api berada di Desa Wambarema, Kecamatan Poleang Utara. Dugaan sementara, karhutla terjadi akibat kelalaian warga yang membuang puntung rokok sembarangan. 

Tidak terdapat korban jiwa dalam kejadian ini, sedangkan kerugian material tercatat sekitar 10 hektare lahan terbakar. BPBD Kabupaten Bombana menyampaikan peringatan dini melalui media sosial, mengecek peralatan penanggulangan bencana, serta memadamkan api bersama pemerintah desa dan warga. Api dinyatakan padam pada Rabu (2/9).

Bergeser ke Provinsi Sulawesi Utara, Kabupaten Minahasa turut mengalami kebakaran lahan pada Kamis (27/8), pukul 14.10 WITA di tiga wilayah sekaligus, yakni Desa Tulap (Kecamatan Kombi), Kelurahan Toulour (Kecamatan Tondano Timur), dan Kelurahan Sumalangka (Kecamatan Tondano Barat). Penyebab masih dalam penyelidikan. Kejadian ini tidak menimbulkan korban jiwa, sementara kerugian material tercatat sekitar lima hektare lahan terbakar.

TRC BPBD Kabupaten Minahasa berkoordinasi dengan pemerintah daerah, kelurahan/kecamatan, dan desa setempat, serta berkolaborasi dengan Damkar Kabupaten Minahasa dan masyarakat untuk memadamkan api, yang dinyatakan berhasil dipadamkan pada Rabu (2/9).

Beralih ke wilayah timur Indonesia, tepatnya Provinsi Maluku Utara, Kabupaten Kepulauan Taliabu turut mencatatkan kejadian karhutla pada Senin (1/9), sekitar pukul 13.00 WIT. Api diketahui membakar area kebun sayur warga Desa Kilong, Kecamatan Taliabu Barat, diduga akibat pembersihan lahan dengan cara dibakar yang kemudian tak terkendali karena hembusan angin kencang. Tidak ada korban jiwa dalam kejadian ini, sedangkan kerugian material tercatat sekitar 5 hektare lahan terbakar.

BPBD Provinsi Maluku Utara melalui Pusdalops PB dan BPBD Kabupaten Kepulauan Taliabu memantau situasi, berkoordinasi dengan BMKG Ternate, serta mendiseminasikan informasi kepada masyarakat. Kendati sempat terkendala keterbatasan sumber air dan akses menuju lokasi, kondisi dinyatakan aman terkendali dengan api berhasil dipadamkan dan aktivitas masyarakat kembali normal per Rabu (2/9).

Masih di provinsi yang sama, Kabupaten Halmahera Timur juga terdampak karhutla pada Rabu (2/9), pukul 17.00 WIT. Lokasi terdampak berada di Desa Akedaga, Kecamatan Wasile Timur. Meski kejadian ini nihil korban jiwa, namun telah menyebabkan lahan terbakar seluas kurang lebih 3 hektare. BPBD Kabupaten Halmahera Timur berkoordinasi dengan instansi terkait, menjalankan penanganan sesuai SOP, dan bersama tim gabungan termasuk Polsek Wasile, TNI, perusahaan setempat, dan masyarakat memadamkan api pada pukul 19.30 WIT, meski sisa asap tipis di beberapa titik masih dipantau untuk mencegah munculnya titik api baru.

Sementara itu, di Kota Surakarta, Provinsi Jawa Tengah, kebakaran melanda tumpukan sampah di TPA Putri Cempo sektor Blok B, Kecamatan Jebres, pada Rabu (2/9), sekitar pukul 18.00 WIB, dengan penyebab yang masih dalam penyelidikan. Kejadian ini nihil korban jiwa, sedangkan kerugian material tercatat sekitar 2,17 hektare luas lahan terbakar dan masih dalam pendataan petugas.

BPBD Kota Surakarta melakukan asesmen dan kaji cepat, berkoordinasi dengan instansi terkait untuk dukungan suplai air, serta membuka dapur umum di Kantor Damkar Kota Surakarta. Wali Kota Surakarta turut meninjau langsung lokasi kejadian pada malam harinya. 

Penanganan didukung oleh empat unit mobil pemadam dan tiga unit mobil tangki suplai dari Damkar Surakarta, ditambah armada tangki dari BPBD Karanganyar dan BPBD Boyolali, serta unsur TNI, Polri, PMI, Tagana, dan Dinas Lingkungan Hidup (DLH). Hingga Rabu (2/9), proses pemadaman masih berlangsung dengan kebutuhan mendesak berupa logistik, air mineral, masker, dan obat tetes mata.

Selain karhutla, jenis bencana lain yakni cuaca ekstrem terjadi di Kabupaten Deli Serdang, Provinsi Sumatera Utara. Bencana yang dipicu oleh fenomena cuaca yang ditandai hujan lebat disertai angin kencang melanda wilayah ini pada Rabu (2/9), sekitar pukul 12.25 WIB. Hasil kaji cepat sementara, bencana ini berdampak pada empat desa di Kecamatan Beringin yakni Desa Pasar V Kebun Kelapa, Sidodadi Ramunia, Emplasmen Kualanamu, dan Tumpatan, serta satu desa di Kecamatan Tanjung Morawa yakni Desa Dalu X B. 

Bencana ini mengakibatkan satu orang luka-luka. Adapun jumlah warga terdampak ada sebanyak 34 kepala keluarga atau 123 jiwa. Terdapat beberapa warga yang mengungsi namun masih dalam pendataan. Sementara kerugian material tercatat berupa sembilan unit rumah rusak berat, delapan unit rusak sedang, 17 unit rusak ringan, dan satu unit fasilitas pendidikan terdampak.

BPBD Kabupaten Deli Serdang melakukan asesmen di lokasi kejadian, berkoordinasi dengan pihak kecamatan dan desa terdampak, serta menggelar gotong royong membersihkan puing akibat angin puting beliung. Hingga Rabu (2/9), korban masih mengungsi di rumah tetangga dan sanak saudara sembari menunggu koordinasi lebih lanjut dari pihak desa.

Menyikapi rangkaian kejadian tersebut, BNPB mengimbau masyarakat untuk senantiasa meningkatkan kewaspadaan dan kesiapsiagaan menghadapi potensi bencana, khususnya di wilayah yang berstatus Siaga Darurat Kekeringan dan Karhutla.

Masyarakat diminta tidak membuka lahan dengan cara membakar, berhati-hati dalam mengelola sampah agar tidak memicu kebakaran, serta segera melaporkan kepada BPBD setempat apabila menemukan titik api di sekitar lingkungan.

Selain itu, masyarakat yang berada di wilayah rawan gempa bumi dan cuaca ekstrem diimbau untuk mengenali jalur evakuasi, memperkuat struktur bangunan tempat tinggal, serta mengikuti arahan resmi dari BPBD dan BMKG guna meminimalkan risiko korban jiwa dan kerugian material.




Sumber : https://www.bnpb.go.id/berita/perkembangan-situasi-dan-penanganan-bencana-di-tanah-air-per-3-september-2026

 

 

 

Baca Terusannya »»  

Menag Ajak Siswa Seminari di Labuan Bajo Doakan Korban Gempa Flores


Labuan Bajo (Kemenag) --- Menteri Agama Nasaruddin Umar mengajak siswa Seminari Sekolah Menengah Atas Katolik (SMAK) St Yohanes Paulus II di Labuan Bajo, Manggarai Barat, Nusa Tenggara Timur, mendoakan warga terdampak gempa bumi Flores.

Ajakan itu disampaikan Menag saat mengunjungi sekolah calon pastor tersebut, Kamis (3/9/2026) sore. Nasaruddin tiba bersama Kepala Kantor Wilayah Kementerian Agama Provinsi NTT Fransiskus Kariyanto dan Uskup Labuan Bajo Mgr Maksimus Regus.

Hadir mendampingi, Plt Dirjen Bimas Katolik Adiyarto Sumarjono, Staf Khusus Menag Ismail Cawidu, Staf Khusus Menag Gugun Gumilar, dan Kepala Biro Umum Kemenag Aceng.

Nasaruddin kemudian mengajak para siswa untuk bersama-sama mendoakan warga yang terdampak gempa Flores. Ia berharap para korban segera memperoleh kekuatan dan pengharapan baru dalam menghadapi masa pemulihan.

“Kita berdoa semoga saudara-saudara kita yang tertimpa musibah sesegera mungkin diberikan pengharapan baru. Kita ingatkan kepada mereka bahwa musibah itu ujian,” katanya.

Menurut Menag, setiap ujian perlu dihadapi dengan keteguhan dan keyakinan kepada Tuhan. Ia meminta para siswa tidak mudah kecewa ketika menghadapi persoalan hidup.

“Boleh jadi ini adalah musibah buat kita, tetapi di mata para malaikat, ini adalah baik buat kita. Jadikanlah cobaan ini sebagai anak tangga yang paling cepat mendekati Tuhan Yang Maha Pengasih,” tuturnya.

Di halaman seminari, Menag menyerahkan bantuan makanan secara simbolis berupa dua kardus biskuit kepada perwakilan siswa. Dalam sambutannya, Nasaruddin mendoakan agar para siswa kelak menjadi pribadi yang dicintai Tuhan sekaligus bermanfaat bagi umat.

“Saya berdoa agar kalian di sini bukan hanya disayang oleh Tuhan, tetapi juga disayang oleh umat. Jadilah bermanfaat untuk umat,” pesan Nasaruddin.

Menag berharap para siswa dapat tumbuh sebagai teladan di tengah masyarakat. Menurutnya, pendidikan di seminari tidak hanya membentuk kemampuan akademik, tetapi juga menumbuhkan karakter dan semangat pelayanan.

“Jadilah teladan di dalam masyarakat,” ujarnya.

Selain mendorong prestasi akademik dan nonakademik, Nasaruddin menekankan pentingnya karakter sebagai bekal utama para siswa dalam menjalani panggilan pelayanan.

“Prestasi itu ditunjukkan bukan saja dengan nilai rapor kita yang sangat tinggi, tetapi karakter kita pun juga harus mendapatkan rapor yang sangat tinggi,” imbuhnya.


 Sumber : https://kemenag.go.id/nasional/menag-ajak-siswa-seminari-di-labuan-bajo-doakan-korban-gempa-flores-NijnW

Baca Terusannya »»  

Uskup Labuan Bajo: Kehadiran Menag Jadi Jembatan Persaudaraan Pascagempa Flores

 


Labuan Bajo (Kemenag) --- Uskup Labuan Bajo Mgr. Maksimus Regus menyebut kehadiran Menteri Agama Nasaruddin Umar di Flores menjadi penguat bagi masyarakat yang masih memulihkan diri pascagempa.

Menurutnya, kunjungan Menag bukan sekadar agenda kerja, tetapi bentuk kehadiran negara sekaligus solidaritas kemanusiaan.

"Kehadiran Pak Menteri pada hari ini sungguh mempunyai makna amat mendalam, jauh lebih besar daripada sekadar sebuah kunjungan kerja," ujar Mgr. Maksimus di Labuan Bajo, Manggarai Barat, Kamis (3/9/2026).

Menteri Agama Nasaruddin Umar hadir di Manggarai Barat dalam rangka menyalurkan bantuan tanggap darurat senilai Rp3 miliar bagi masyarakat terdampak gempa Flores. Turut hadir mendampingi, Plt Dirjen Bimas Katolik Adiyarto Sumardjono, Staf Khusus Menteri Agama Ismail Cawidu, dan Staf Khusus Menteri Agama Gugun Gumilar. 

Mgr. Maksimus kemudian menggambarkan kehadiran Menag sebagai jembatan persaudaraan.

"Tentu bukan jembatan biasa, karena jembatan biasa bisa roboh oleh gempa. Tetapi ini adalah jembatan antarmanusia, jembatan solidaritas," ujarnya.

Menurutnya, semangat itu penting karena bencana tidak memilih korban berdasarkan agama maupun latar belakang.

"Gempa bumi tidak memandang siapa-siapa. Bencana tidak memilih korban," katanya.

Ia mengatakan masyarakat Flores masih menghadapi dampak gempa 15 Agustus 2026. Sejumlah keluarga kehilangan rumah, rasa aman, bahkan orang-orang terdekat.

"Yang paling berat untuk dipulihkan bukan hanya bangunan yang roboh, tetapi terutama harapan yang sempat ikut runtuh bersama puing-puing bangunan," katanya.

Mgr. Maksimus menilai Menag hadir seperti saudara yang datang melihat dan mendengar langsung kondisi masyarakat.

"Bagi saya, Bapak Menteri hadir lebih dari sebagai seorang menteri. Hadir seperti seorang saudara di antara kita," tuturnya.

Mgr. Maksimus berharap kehadiran Menag menguatkan masyarakat untuk terus saling menjaga selama proses pemulihan.

"Mudah-mudahan kehadiran Bapak Menteri hari ini memberi inspirasi bagi kami semua di Flores agar tidak lelah untuk saling menguatkan, saling menjaga, saling merawat, dan saling melindungi," ujarnya.

Ia menambahkan, pemulihan Flores membutuhkan waktu, biaya, kesabaran, ketabahan spiritual, serta kekuatan solidaritas.

Atas nama Keuskupan Labuan Bajo dan komunitas keagamaan setempat, Mgr. Maksimus juga menyampaikan terima kasih atas perhatian Menag kepada masyarakat terdampak gempa.

 

 

Sumber : https://kemenag.go.id/nasional/uskup-labuan-bajo-kehadiran-menag-jadi-jembatan-persaudaraan-pascagempa-flores-OlMjO 

Baca Terusannya »»  

Yoshimi Ogawa: Laws of the Game Selaras, BRI Super League 2026/27 dan Championship 2026/27 Makin Profesional

 


PSSI berkolaborasi bersama I.League dan PSSI Pers menggelar Refereeing Workshop for Media sebagai bagian dari persiapan menyambut BRI Super League 2026/27 dan Championship 2026/27 di Jakarta, Kamis (3/9/2026).

Menurut, Ketua Komite Wasit PSSI, Yoshimi Ogawa, kegiatan ini menjadi ruang penting untuk memperbarui pemahaman media mengenai Laws of the Game sekaligus membangun kesamaan perspektif di antara seluruh pemangku kepentingan sepak bola Indonesia.

Workshop tersebut membahas pembaruan Laws of the Game yang akan diterapkan pada musim kompetisi 2026/27. Materi disampaikan untuk membantu media, komentator, dan sportscaster memahami sejumlah aspek penting dalam penerapan peraturan pertandingan serta konteks keputusan wasit di lapangan.

“Wasit, pemain, pelatih, ofisial klub, media, dan seluruh stakeholder kompetisi perlu memiliki pemahaman yang selaras mengenai Laws of the Game. Kesamaan pemahaman ini akan membantu kita menjelaskan pertandingan dengan lebih baik, mengurangi kesalahpahaman, serta mendukung terciptanya kompetisi yang profesional dan berkualitas,” ujar Yoshimi Ogawa di Jakarta, Kamis (3/9). 

Kegiatan ini juga memberi informasi bahwa wasit Naufal Adya Fairuski, pada pertengahan 2026 resmi berstatus sebagai AFC Elite Referee. Naufal meraih predikat tersebut melalui jalur AFC Referee Academy.

Pencapaian Naufal memberikan perspektif langsung mengenai tuntutan, standar, dan kesiapan wasit dalam memimpin pertandingan pada level kompetisi yang semakin kompetitif. 

Selain dihadiri media, workshop ini diikuti sejumlah komentator dan sportscaster yang akan bertugas di Super League dan Championship, antara lain coach Supriyono Prima, Edwin Setyadinata, Gita Suwondo, serta peserta lainnya. 

Keterlibatan mereka diharapkan dapat memperkuat kualitas penyampaian informasi pertandingan kepada publik, terutama ketika menjelaskan keputusan wasit dan penerapan peraturan secara objektif.

“Persiapan wasit untuk Super League dan Championship berjalan seiring dengan upaya memberikan pemahaman kepada media dan klub. Kami ingin semua pihak memahami standar yang sama sebelum kompetisi dimulai, sehingga perhatian utama dapat diarahkan pada kualitas pertandingan dan perkembangan sepak bola Indonesia,” kata Ogawa.

Sebagai bagian dari rangkaian persiapan musim baru, pada tanggal 1 dan 2 September kemarin, I.League bersama PSSI juga memberikan Laws of the Game Workshop kepada Head Coach dan Manajer dari seluruh klub peserta Super League dan Championship.

Sesi untuk klub tersebut membahas pembaruan Laws of the Game serta berbagai aspek match operation yang berkaitan dengan penyelenggaraan pertandingan. Workshop bagi klub menjadi forum untuk berdiskusi dan menyamakan pemahaman antara penyelenggara kompetisi, perangkat pertandingan, pelatih, manajer, serta unsur klub lainnya. 

Langkah ini diharapkan mendukung koordinasi yang lebih baik pada hari pertandingan, meningkatkan kepatuhan terhadap prosedur kompetisi, serta meminimalkan perbedaan interpretasi terhadap Laws of the Game.

Keselarasan pemahaman antarpemangku kepentingan menjadi fondasi untuk menghadirkan BRI Super League 2026/27 dan Championship 2026/27 yang semakin profesional, kompetitif, dan berkualitas.




Sumber : https://www.pssi.org/news/yoshimi-ogawa-laws-of-the-game-selaras-bri-super-league-2026-27-dan-championship-2026-27-makin-profesional

Baca Terusannya »»  

Menkeu: Penerimaan Kuat, Belanja Terkendali

 


Jakarta,  – Menteri Keuangan (Menkeu) Purbaya Yudhi Sadewa menegaskan bahwa ruang fiskal Indonesia tetap terjaga kuat, ditopang oleh kinerja penerimaan negara yang meningkat serta pengelolaan belanja yang terkendali dan semakin produktif. Hal ini ia sampaikan saat menjadi narasumber pada acara "Sarasehan 100 Ekonom Indonesia: Berlayar di Tengah Gelombang Global, Menjaga Daya Tahan Ekonomi Nasional" yang diselenggarakan pada Kamis (03/09) di Jakarta.

Dalam kesempatan tersebut, Menkeu menerangkan bahwa hingga akhir Juli 2026, penerimaan perpajakan menunjukkan kinerja positif dibandingkan periode yang sama tahun sebelumnya. Pada saat yang sama, defisit Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN) hingga akhir Juli 2026 tercatat sekitar 0,9 persen. Hal ini menunjukkan ruang fiskal yang masih cukup kuat untuk mengantisipasi berbagai dinamika perekonomian ke depan.

“Tax collection sampai dengan akhir Juli tahun ini tumbuhnya hampir 30 persen dibanding tahun lalu. Jadi penerimaan kita kuat. Ruang fiskal juga masih terbuka lebar, cukup kuat. Kalau kita lihat defisit sampai akhir Juli baru 0,9 persen defisitnya,” ungkap Menkeu.

Lebih lanjut Menkeu menjelaskan, penguatan penerimaan tersebut berhasil dilakukan tanpa menaikkan tarif maupun mengenakan jenis pajak baru. Alih-alih, pemerintah memilih untuk mengoptimalkan penerimaan melalui perbaikan sistem dan peningkatan kinerja.

“Memang penerimaan kita di atas perkiraan semula, dan itu terjadi tanpa kenaikan tax rate. Tarif pajaknya tidak naik, tidak ada pajak baru. Saya cukup perbaiki saja kinerja pegawai (Ditjen) Pajak. Sekarang pajak sudah lebih baik kinerjanya, Bea Cukai juga sama. Makanya, saya bisa dapat angka penerimaan yang tinggi,” jelasnya.

Selain itu, lanjut Menkeu, implementasi Coretax juga telah memberikan kontribusi positif terhadap peningkatan penerimaan. Meskipun sempat menghadapi berbagai kendala pada tahap awal implementasi, penyempurnaan yang terus dilakukan memungkinkan sistem dapat berjalan semakin baik.

Dari sisi belanja, menurut Menkeu, pemerintah terus memastikan agar APBN digunakan secara efektif untuk memberikan manfaat sebesar-besarnya bagi masyarakat. Pemerintah, lanjutnya, akan mengendalikan belanja yang tidak diperlukan dan mengalihkannya untuk belanja yang lebih produktif. Pada saat yang sama, APBN juga tetap menjalankan fungsi sebagai shock absorber, termasuk melalui subsidi untuk meredam dampak kenaikan harga minyak dunia.

“Kita kendalikan belanja-belanja yang tidak perlu dan kita arahkan untuk belanja yang produktif. Sementara itu, daya beli masyarakat tetap kita jaga, termasuk dengan menyerap dampak kenaikan harga minyak dunia melalui subsidi,” ujar Menkeu.

Selain itu, efisiensi juga akan diterapkan pada pelaksanaan berbagai program prioritas pemerintah. Pada program Makan Bergizi Gratis (MBG), misalnya, pemerintah terus mendorong peningkatan efisiensi melalui perbaikan tata kelola dan pemanfaatan teknologi. Kementerian Keuangan pun turut dilibatkan dalam mendukung pengawasan pelaksanaan program tersebut melalui pemantauan Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG). Sementara itu, untuk mendukung Koperasi Desa Merah Putih (KDMP), pemerintah telah menyediakan anggaran sebesar Rp40 triliun untuk pembayaran cicilan dan bunga.

“Untuk KDMP kita sudah sediakan uang Rp40 triliun, sudah siap dari awal tahun itu, untuk membayar cicilan dan bunganya. Jadi September ini akan jatuh tempo, saya pastikan uangnya siap untuk dibayar sehingga perbankan tidak goncang,” ungkapnya.

Dengan penerimaan yang kuat dan belanja yang terkendali tersebut, Menkeu meyakini APBN dapat dijaga tetap sehat dan responsif untuk mengantisipasi berbagai ketidakpastian sekaligus menjaga daya beli masyarakat, mendukung program prioritas, dan mendorong pertumbuhan ekonomi yang berkelanjutan.

 

 

Sumber : https://www.kemenkeu.go.id/informasi-publik/publikasi/siaran-pers/Menkeu-Penerimaan-Kuat,-Belanja-Terkendali 

Baca Terusannya »»  

Menkeu : Penerimaan Kita Kuat, Nggak Lemah

 


Jakarta,  Kemenkeu –  Menteri Keuangan (Menkeu) Purbaya Yudhi Sadewa mengatakan, penerimaan negara menunjukkan kinerja yang kuat hingga akhir Juli 2026. Penerimaan perpajakan bahkan tumbuh hampir 30 persen dibandingkan periode yang sama tahun sebelumnya, berbalik dari pertumbuhan negatif pada tahun lalu.

Kuatnya penerimaan negara tersebut turut menjaga kondisi fiskal pemerintah. Hingga akhir Juli, defisit APBN tercatat baru mencapai sekitar 0,9 persen terhadap produk domestik bruto (PDB).

“Penerimaan kita kuat juga, nggak lemah. Ruang fiskalnya juga masih terbuka lebar, cukup kuat,” ungkap Menkeu pada acara Sarasehan 100 Ekonomi Indonesia di Jakarta pada Kamis (03/09).

Kinerja baik penerimaan pajak tersebut dicapai tanpa menaikkan tarif pajak maupun memperkenalkan jenis pajak baru. Menurut Menkeu, perbaikan kinerja dan penguatan tata kelola di lingkungan Direktorat Jenderal Pajak serta Direktorat Jenderal Bea dan Cukai menjadi fokus saat ini.

Langkah tersebut antara lain dilakukan melalui penataan organisasi, evaluasi kinerja pegawai, hingga penindakan terhadap praktik-praktik yang berpotensi menimbulkan kebocoran penerimaan. Penempatan pegawai juga disesuaikan untuk memperkuat kantor-kantor yang memiliki potensi pengumpulan pajak besar.

“Sekarang Pajak sudah jauh lebih bagus kinerjanya. Bea Cukai juga sama, kita perbaiki, reorganize,” ungkap Menkeu.

Perbaikan sistem perpajakan melalui Coretax juga turut mendukung penguatan penerimaan. Setelah sejumlah kendala pada tahap awal implementasi, pemerintah melakukan perbaikan sehingga sistem tersebut dapat berjalan lebih baik sejak April dan Mei 2026.

Integrasi data dalam Coretax memungkinkan proses administrasi dan konsolidasi perpajakan dilakukan dengan lebih cepat. Sistem tersebut juga memperkuat pengawasan karena data transaksi dan pembayaran semakin terintegrasi.

Di samping itu, Menkeu pun menegaskan akan terus mengandalkan perbaikan pengumpulan pajak dibandingkan kebijakan pengampunan pajak atau tax amnesty. Pemerintah belum memiliki rencana untuk kembali menerapkan kebijakan tersebut.

“Lebih baik nggak usah tax amnesty. Kita rapikan saja tax collection-nya,” pungkas Menkeu.

 

 

 

Sumber : https://www.kemenkeu.go.id/informasi-publik/publikasi/berita-utama/Menkeu-Penerimaan-Kita-Kuat,-Nggak-Lemah 

Baca Terusannya »»  

Sinergi Merah Putih Jadi Kunci Optimalisasi Likuiditas Untuk Intermediasi



 

Bank Indonesia mendorong penguatan sinergi lintas lembaga agar likuiditas perbankan semakin efektif mengalir menjadi pembiayaan bagi UMKM dan sektor prioritas untuk memperkuat ekspansi usaha, meningkatkan produktivitas, dan membuka lapangan kerja. Langkah tersebut ditempuh melalui kebijakan yang lebih tertarget, seperti penyempurnaan Kebijakan Insentif Likuiditas Makroprudensial (KLM). Kebijakan ini disesuaikan dengan kondisi masing-masing bank dan diarahkan untuk memperkuat penyaluran kredit ke sektor-sektor yang memberikan dampak lebih besar bagi perekonomian nasional. Hal tersebut disampaikan Gubernur Bank Indonesia, Destry Damayanti, saat bertindak sebagai narasumber diskusi Sarasehan 100 Ekonom Indonesia “Berlayar di Tengah Gelombang Global, Menjaga Daya Tahan Ekonomi Nasional" di Jakarta (3/9). Sesi diskusi yang mengangkat topik “Ujian Intermediasi Perbankan dan Likuiditas" tersebut diikuti pula oleh narasumber Ketua Dewan Komisioner Otoritas Jasa Keuangan (OJK) Friderica Widyasari Dewi dan Ketua Dewan Komisioner Lembaga Penjamin Simpanan (LPS) Anggito Abimanyu.

Bank Indonesia menaikkan insentif KLM dari 5,5 persen menjadi 6,0 persen mulai September 2026. Hingga awal Agustus 2026, total insentif yang telah diperoleh perbankan mencapai Rp446,5 triliun atau 5,02 persen dari Dana Pihak Ketiga (DPK). Menurut Destry, penguatan intermediasi juga perlu didukung oleh sisi permintaan, mengingat masih besarnya undisbursed loan yang dapat menjadi ruang bagi pertumbuhan kredit ke depan. “Karena itu, sinergi dengan Pemerintah dan dunia usaha menjadi penting untuk memastikan likuiditas yang tersedia benar-benar bermuara pada ekspansi usaha, peningkatan produktivitas, dan penciptaan lapangan kerja," ujar Destry.

Frederica mengatakan bahwa likuiditas perbankan yang memadai perlu terus ditransmisikan secara efektif menjadi pembiayaan bagi sektor riil agar memberikan daya ungkit yang lebih kuat terhadap pertumbuhan ekonomi. Ia juga menyampaikan bahwa saat ini pertumbuhan kredit terjadi baik pada Himbara dan bank swasta. “Ke depan, tantangannya bukan hanya menjaga pertumbuhan kredit secara agregat, tetapi memastikan likuiditas semakin mengalir ke sektor-sektor produktif dan UMKM sehingga lebih inklusif dan memberikan multiplier effect yang lebih besar bagi perekonomian. Karena itu, penguatan pembiayaan UMKM perlu terus dilakukan secara bersama-sama melalui sinergi antara KSSK, perbankan, dan pemangku kepentingan lainnya," ujar Friderica.

Senada dengan Friderica, Anggito menekankan bahwa kondisi perbankan nasional tetap sehat, didukung permodalan yang kuat, risiko kredit yang rendah, dan pertumbuhan DPK. Untuk menjaga kondisi tersebut, disiplin pasar perlu diperkuat agar persaingan dalam penghimpunan dana tetap sehat dan tidak mendorong kenaikan biaya dana perbankan. Dalam hal ini, LPS menjaga disiplin pasar melalui Tingkat Bunga Penjaminan (TBP) yang bergerak mengikuti suku bunga pasar, sehingga biaya dana tetap terjaga dan penyaluran kredit dapat terus mendukung pertumbuhan ekonomi.

Di akhir diskusi, Destry menegaskan bahwa Sinergi Merah Putih bukan sekadar bekerja sama, melainkan menyatukan kekuatan dan menyelaraskan langkah antarlembaga untuk menghasilkan dampak yang lebih nyata bagi pertumbuhan ekonomi, penguatan UMKM, dan penciptaan lapangan kerja.

Bank Indonesia akan terus menjaga kecukupan likuiditas dan memperkuat transmisi suku bunga kebijakan agar intermediasi perbankan semakin efektif dalam mendukung pembiayaan sektor riil, melalui bauran kebijakan yang mendorong penguatan kredit, peningkatan produktivitas dunia usaha, dan pertumbuhan ekonomi yang berkelanjutan.



Sumber : https://www.bi.go.id/id/publikasi/ruang-media/news-release/Pages/sp_2818026.aspx

Baca Terusannya »»  

Wamendagri Bima Arya Tegaskan Pemerintah Pusat Terus Matangkan Kebijakan untuk Perkuat Ekonomi Daerah

 


Balikpapan – Wakil Menteri Dalam Negeri (Wamendagri) Bima Arya menegaskan pemerintah pusat terus mengevaluasi dan mematangkan berbagai kebijakan yang berdampak pada daerah. Langkah tersebut dilakukan untuk memastikan kebijakan berjalan efektif dan efisien sekaligus memperkuat perekonomian daerah.

"Pemerintah itu pada intinya, kalau kita amati ya, ini berusaha melakukan dua hal. Yang pertama adalah mengevaluasi tata kelola pemerintahan, termasuk keuangan negara dan keuangan daerah, agar lebih efektif dan efisien,” ujar Bima saat menghadiri Focus Group Discussion (FGD) Bank Pembangunan Daerah (BPD) Kalimantan Timur-Kalimantan Utara (Kaltimtara) dengan Kementerian Dalam Negeri (Kemendagri) di Hotel Platinum, Kota Balikpapan, Kamis (3/9/2026).

Bima mengatakan, proses evaluasi tersebut diikuti dengan pematangan formulasi kebijakan. Dalam prosesnya, Kemendagri terus memberikan masukan kepada kementerian terkait berdasarkan pemetaan kondisi di daerah. Hal ini dilakukan agar kebijakan dapat diterapkan secara tepat dengan mempertimbangkan berbagai dampaknya di daerah.

“Tugas dari Kemendagri adalah memberikan masukan kepada kementerian terkait dan Kementerian Keuangan atas dampak-dampak tadi,” jelasnya.

Bima mencontohkan penyesuaian Transfer ke Daerah (TKD) yang dalam implementasinya memiliki sejumlah konsekuensi bagi daerah. Karena itu, Kemendagri melakukan pemetaan untuk melihat kemampuan daerah dalam memenuhi kebutuhan pelayanan dasar maupun kewajiban belanja.

Ia menambahkan, pola evaluasi dan pemberian masukan juga dilakukan terhadap berbagai kebijakan lainnya. Menurutnya, dinamika di lapangan perlu menjadi bahan bagi pemerintah dalam menyempurnakan kebijakan.

Dalam kesempatan yang sama, Bima mendorong setiap potensi dampak kebijakan dihitung melalui simulasi berbasis data. Langkah tersebut penting agar pemerintah memiliki gambaran konkret dalam menentukan kebijakan sekaligus mengantisipasi dampaknya terhadap perekonomian daerah.

Turut hadir dalam forum tersebut Direktur Jenderal Bina Keuangan Daerah Kemendagri Agus Fatoni, Direktur Utama PT BPD Kaltimtara Romy Wijayanto, Direktur Kredit PT BPD Kaltimtara Viky Pujo Rahmanto, serta pihak terkait lainnya.

 

 

Sumber : https://www.kemendagri.go.id/berita/wamendagri-bima-arya-tegaskan-pemerintah-pusat-terus-matangkan-kebijakan-untuk-perkuat-ekonomi-daerah 

Baca Terusannya »»  

Kemenag Serahkan Rp16,49 Miliar Bantuan Tahap Dua Pemulihan Banjir-Longsor di Sumut dan Aceh

 


Medan (Kemenag) --- Kementerian Agama menyerahkan Bantuan Tahap II untuk Masjid dan Musalla Terdampak Banjir dan Longsor di Sumatera Utara dan Aceh. Bantuan lebih dari Rp16 miliar ini diserahkan secara simbolis oleh Direktur Jenderal Bimbingan Masyarakat Islam Prof. Abu Rokhmad saat memberikan Pembinaan ASN di Aula Kanwil Kemenag Sumatera Utara.

Bantuan tahap kedua ini disalurkan untuk dua provinsi terdampak. Provinsi Aceh menerima total bantuan sebesar Rp11.628.000.000, sementara Provinsi Sumatera Utara memperoleh alokasi senilai Rp4.864.000.000. Bantuan secara simbolis diberikan kepada BKM Masjid Nurul Yatama (Babalan) dan BKM Masjid Nurul Hikmah (Tanjung Pura) masing-masing sebesar Rp38.000.000.

Dirjen Bimas Islam Abu Rokhmad menekankan bahwa penanganan pascabencana tidak cukup hanya mengandalkan bantuan fisik maupun penggunaan teknologi modern. Menurutnya, pemulihan lingkungan hidup menuntut perubahan fundamental pada pola perilaku manusia dalam berinteraksi dengan alam sekitar.

Abu Rokhmad menggarisbawahi pentingnya pendekatan ekoteologi sebagai solusi jangka panjang dalam mencegah bencana alam. Kementerian Agama punya peran penting karena menyelamatkan alam semesta merupakan salah satu program prioritas yang wajib dijalankan demi keselamatan bangsa dan negara.

"Seberapapun besar bantuan dan canggihnya teknologi yang diturunkan, tidak akan bisa menggantikan perubahan perilaku kita terhadap alam. Bantuan puluhan miliar itu tidak ada artinya jika kita tidak menghentikan kerusakan dan tidak mulai menjaga lingkungan dari hal-hal kecil," tutur Dirjen di Medan, Kamis (3/9/2026).

Hadir, Direktur Urusan Agama Islam dan Pembinaan Syariah (Urais Binsyar) H. Arsyad Hidayat, Kepala Kanwil Kemenag Sumatera Utara, Ahmad Qosbi, Kabag TU Kanwil Kemenag Sumut Syafrizal Bancin, Kabid Urais Kanwil Kemenag Sumut Sakoanda Siregar, Kabid Penais Kanwil Kemenag Sumut Zulfan Efendi, Kabid Urais Kanwil Kemenag Aceh, Kepala Kantor Urusan Agama se Sumatera Utara, anggota Asosiasi Penghulu Republik Indonesia (APRI) Provinsi Sumatera Utara, dan Kakankemenag Aceh Tamiang.

Dirjen Bimas Islam mendorong seluruh jajaran jajaran KUA, penghulu, dan penyuluh agama untuk menginternalisasi gerakan ekoteologi melalui aksi nyata sehari-hari. Mulai dari diri sendiri, lingkungan KUA, keluarga, dan seluruh masyarakat masing-masing.

"Saya berharap para Kepala KUA, penghulu, dan penyuluh agama menggaungkan edukasi ekoteologi secara konkret. Mulai dari penanganan sampah, penanaman pohon, hingga mengedukasi masyarakat agar kegiatan ekonomi tidak merusak alam," tambahnya.

Kepala Kantor Wilayah Kementerian Agama Provinsi Sumatera Utara, Ahmad Qosbi, mengapresiasi perhatian besar Ditjen Bimas Islam terhadap penyediaan Anggaran Biaya Tambahan (ABT) untuk pemulihan rumah ibadah khususnya masjid dan musalla di Sumatera Utara dan Aceh. Dukungan anggaran ini sangat berarti bagi percepatan pemulihan fungsi masjid dan musholla di daerah terdampak banjir.

Kakanwil Kemenag Sumut berharap agar seluruh dana bantuan yang dialokasikan dapat dimanfaatkan secara tepat guna sesuai dengan kebutuhan prioritas di lapangan. Para Kepala Kantor Kemenag Kabupaten/Kota beserta Kepala KUA diminta aktif membimbing Badan Kesejahteraan Masjid (BKM) dalam mengelola dana tersebut secara transparan. Ia menegaskan pentingnya akuntabilitas pengelolaan mengingat dana yang disalurkan merupakan keuangan negara yang harus dipertanggungjawabkan secara tertib.

"Karena ini merupakan uang negara, saya minta Kakankemenag dan KUA turun tangan aktif mendampingi BKM agar laporan pertanggungjawabannya selesai dengan baik. Semoga niat mulia kita membantu rumah Allah SWT ini mendapatkan ridha-Nya," tegasnya.

 

 

 

Sumber : https://kemenag.go.id/nasional/kemenag-serahkan-rp1649-miliar-bantuan-tahap-dua-pemulihan-banjir-longsor-di-sumut-dan-aceh-nwQ9T 

Baca Terusannya »»  

Wamen Komdigi Nezar: Talenta Lokal Bisa Bangun Solusi Digital untuk Pemerintahan Daerah


 

Digitalisasi pemerintahan tidak selalu harus dimulai dari pusat.

Sistem Informasi Pemerintahan Gampong Mulia (SIPGAM) di Kota Banda Aceh menunjukkan bahwa solusi digital untuk layanan pemerintahan dapat lahir dari talenta lokal yang memahami langsung kebutuhan masyarakat di daerahnya.

Wakil Menteri Komunikasi dan Digital Nezar Patria mengatakan SIPGAM merupakan contoh nyata bagaimana kemampuan talenta digital daerah dapat diterjemahkan menjadi solusi pemerintahan yang digunakan langsung oleh masyarakat.

“SIPGAM ini dibuat oleh talenta digital lokal Gampong Mulia sendiri. Itu salah satu contoh bagaimana talenta digital yang ada kalau kita didik dan kita kembangkan, dia bisa memberikan kontribusi yang nyata dalam memberikan solusi-solusi digital untuk daerahnya masing-masing,” tuturnya dalam kunjungan ke Gampong Mulia, Kecamatan Kuta Alam, Kota Banda Aceh, Provinsi Aceh, Kamis (03/09/2026).

SIPGAM dinilai sangat bermanfaat karena menghimpun berbagai jenis informasi warga Gampong Mulia ke dalam satu sistem informasi yang terpadu untuk membantu layanan pemerintahan, mulai dari layanan administrasi kependudukan, manajemen persuratan digital yang dilengkapi fitur tanda tangan elektronik tersertifikasi, hingga pelaporan kedaruratan untuk warga.

SIPGAM dapat diakses warga Gampong Mulia, baik melalui website maupun aplikasi smartphone.

“Ada banyak fitur di sana dan yang paling penting adalah fitur layanan pemerintahan, misalnya untuk surat-menyurat dan pendataan, kita bisa lihat kondisi kesehatan warga, penyakit apa yang paling banyak diderita oleh warga, berapa jumlah kepala keluarga yang ada, jumlah bangunan, dan lain-lain. Semua data-data itu dihimpun dalam satu sistem informasi yang terpadu,” jelas Wamen Nezar.

Oleh karena itu, Kementerian Komdigi bekerja sama dengan Pemerintahan Kota Banda Aceh untuk mendirikan Garuda Spark Innovation Hub (GSIH) sebagai wadah untuk melatih talenta digital anak-anak muda di Banda Aceh.

Ia berharap kehadiran GSIH tidak hanya membantu meningkatkan kemampuan anak-anak muda, tetapi juga membuka akses mereka kepada jejaring industri teknologi serta dapat membantu membina berbagai startup yang sedang bertumbuh.

“Kita tingkatkan kemampuan mereka, kita buka akses mereka kepada jejaring industri-industri teknologi, dan ada pembinaan untuk startup-startup yang sedang bertumbuh sehingga kita bisa membentuk suatu ekosistem digital yang ada di kota dan kita harapkan ekosistem yang terbentuk ini akan mendorong pertumbuhan ekonomi digital juga nantinya,” tandasnya.



Baca Terusannya »»