Cari Blog Ini

Sabtu, 12 September 2026

BMKG Imbau Masyarakat Saling Jaga Kebenaran Informasi

 


Jakarta, BMKG– Belakangan ini, publik menemukan tangkapan layar di media sosial yang mengesankan seolah-olah akun resmi infoBMKG memberikan jawaban tidak responsif terhadap unggahan Sekretariat Kabinet. BMKG menegaskan bahwa tuduhan tersebut sama sekali tidak benar karena pihak yang tidak bertanggung jawab telah menyunting (crop/combine) gambar-gambar tersebut sehingga memicu mispersepsi di masyarakat.

Perlu kami tegaskan tangkapan layar komentar dari admin @infobmkg merupakan jawaban atas pertanyaan spesifik salah satu warganet mengenai aktivitas vulkanik. Komentar tersebut bukan bentuk bantahan atau koreksi resmi BMKG terhadap unggahan Sekretariat Kabinet.

Meskipun data aktivitas erupsi secara primer merupakan wewenang PVMBG-Badan Geologi, isi imbauan Setkab mengenai potensi dampak sebaran debu vulkanik (volcanic ash) dan keselamatan penerbangan tetap menjadi bagian dari ranah operasional analisis meteorologi penerbangan BMKG.

Sebagai informasi, BMKG merupakan lembaga yang berwenang memantau cuaca, iklim, gempa bumi tektonik, tsunami, serta sumber data sebaran abu vulkanik (volcanic ash) di atmosfer untuk analisis keselamatan penerbangan (Volcanic Ash Advisory). Sedangkan PVMBG (Badan Geologi KESDM), berwenang penuh memantau aktivitas vulkanik internal gunung api, menetapkan status (Waspada/Siaga/Awas), serta mengeluarkan peringatan awal erupsi.

- Untuk memperoleh informasi terbaru mengenai sebaran abu vulkanik Gunung Anak Krakatau, masyarakat dapat memantau informasi resmi BMKG melalui: https://bmkg.go.id/cuaca/satelit/citra-sebaran-abu-vulkanik.

- Sementara itu, untuk mengetahui status aktivitas dan perkembangan gunung api, masyarakat dapat memantau informasi resmi Pusat Vulkanologi dan Mitigasi Bencana Geologi (PVMBG) melalui: https://magma.esdm.go.id/

BMKG mengimbau kepada masyarakat agar lebih berhati hati, teliti, dan menyaring semua informasi di ruang publik agar dalam menarasikan dan mengintepretasikan pesan yang disampaikan tidak menimbulkan kesalahpahaman dan pengertian di tengah masyarakat.

Demi menjaga iklim komunikasi yang sehat, BMKG juga mengajak rekan-rekan media serta para pembuat konten untuk berkenan menyelaraskan kembali caption dan judul narasi yang beredar. Langkah sederhana ini sangat berarti agar masyarakat mendapatkan gambaran informasi yang utuh, jujur, dan tidak terpecah belah oleh persepsi yang keliru.

Mari kita saling menjaga kekondusifan informasi. Kebenaran informasi yang kita rawat bersama menjadi kunci keselamatan kita semua. BMKG mengucapkan terima kasih atas pengertian, sinergi, dan kerja sama yang hangat dari seluruh lapisan masyarakat dan rekan media.

 

Sumber : https://www.bmkg.go.id/siaran-pers/bmkg-imbau-masyarakat-saling-jaga-kebenaran-informasi 




Baca Terusannya »»  

Intensitas Erupsi Anak Krakatau Menurun, Badan Geologi Tetap Waspadai Aktivitas Magma Dalam


 

LAMPUNG - Aktivitas Gunung Anak Krakatau mulai menunjukkan perubahan setelah mengalami satu episode erupsi menerus selama sekitar 25 jam pada 4-6 September 2026. Setelah periode tersebut berakhir, aktivitas permukaan gunung api berangsur melandai dan beralih menjadi erupsi Strombolian. Berdasarkan hasil evaluasi hingga Jumat, 11 September 2026 pukul 06.00 WIB, Badan Geologi Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) tetap mempertahankan status Gunung Anak Krakatau pada Level III (Siaga).

Kepala Badan Geologi Kementerian ESDM Lana Saria menjelaskan, setelah episode erupsi menerus berakhir, tercatat sebanyak 14 kali erupsi Strombolian.


"Erupsi Strombolian merupakan salah satu karakteristik aktivitas Gunung Anak Krakatau. Munculnya kembali erupsi Strombolian menunjukkan bahwa episode erupsi menerus telah berakhir. Namun, aktivitas vulkanik masih berlangsung sehingga masyarakat tetap perlu waspada dan mematuhi rekomendasi yang telah ditetapkan," ujar Lana.


Erupsi Strombolian merupakan erupsi berupa letupan-letupan yang terjadi secara berkala akibat pelepasan gas dari magma. Aktivitas tersebut dapat menghasilkan lontaran material pijar dan abu vulkanik di sekitar kawah.


Hasil pemantauan Badan Geologi menunjukan aktivitas gempa permukaan yang terekam melalui gempa frekuensi rendah dan gempa hybrid / fase banyak masih mengalami fluktuasi dengan kecenderungan menurun. Namun, gempa vulkanik mengalami peningkatan dibanding kondisi rata-rata rekaman Gempa Vulkanik Gunungapi Anak Krakatau.


Peningkatan gempa vulkanik dalam menunjukkan masih berlangsungnya pergerakan atau suplai magma dari bagian yang lebih dalam. Kondisi tersebut membuat potensi terjadinya erupsi kembali masih tinggi meskipun intensitas erupsi di permukaan saat ini telah menurun.

 


Pemantauan Tetap Berjalan


Di tengah perubahan aktivitas tersebut, Badan Geologi memastikan pemantauan Gunung Anak Krakatau tetap berjalan. Sejumlah peralatan pemantauan memang terdampak akibat aktivitas erupsi, tetapi pengamatan tetap dilakukan melalui stasiun yang masih berfungsi, pengamatan visual, serta parameter pemantauan lainnya.


"Pemantauan Gunung Anak Krakatau tetap dapat dilakukan secara berkelanjutan. Data dari peralatan yang masih berfungsi terus diterima dan dianalisis sebagai dasar evaluasi tingkat aktivitas serta rekomendasi," jelas Lana.


Badan Geologi juga menyiapkan pemeriksaan, perbaikan, dan penggantian peralatan yang terdampak. Proses tersebut dilakukan secara bertahap dengan mempertimbangkan kondisi aktivitas gunung api, cuaca, dan keselamatan petugas.


"Keselamatan personel menjadi prioritas. Petugas baru akan diterjunkan setelah kondisi memungkinkan dan seluruh prosedur keselamatan terpenuhi," tegasnya.

 


Masyarakat Diminta Tetap Waspada


Dengan status Level III (Siaga), masyarakat, wisatawan, nelayan, dan pelaku aktivitas pelayaran diminta tidak mendekati atau melakukan kegiatan dalam radius 3 kilometer dari kawah aktif Gunung Anak Krakatau. Potensi bahaya yang perlu diwaspadai meliputi lontaran material pijar, abu vulkanik, serta kemungkinan awan panas di sekitar tubuh gunung.


Masyarakat yang terdampak hujan abu juga dianjurkan menggunakan masker, melindungi mata, menutup sumber air bersih, dan mengurangi aktivitas di luar ruangan saat paparan abu meningkat.


"Karena Krakatau gunung api aktif, menurunnya intensitas erupsi di permukaan bukan berarti aktivitas erupsi Gunung Anak Krakatau akan berhenti. Tetap waspada, patuhi radius rekomendasi, dan ikuti informasi resmi pemerintah," terang Lana.


Badan Geologi mengimbau masyarakat tetap tenang dan tidak terpancing oleh informasi yang tidak dapat dipertanggungjawabkan. Informasi resmi mengenai perkembangan aktivitas Gunung Anak Krakatau dapat diperoleh melalui kanal resmi Badan Geologi dan MAGMA Indonesia.

 

 

Sumber : https://esdm.go.id/id/media-center/arsip-berita/intensitas-erupsi-anak-krakatau-menurun-badan-geologi-tetap-waspadai-aktivitas-magma-dalam 

Baca Terusannya »»  

Tiba di New Delhi, Presiden Prabowo Disambut Hangat Mahasiswa dan Diaspora Indonesia

 



Presiden Republik Indonesia Prabowo Subianto tiba di hotel tempatnya bermalam selama kunjungan kerja di New Delhi, India, pada Jumat, 11 September 2026. Setibanya di lokasi, Kepala Negara disambut hangat oleh sejumlah pejabat negara, jajaran KBRI New Delhi, serta puluhan mahasiswa dan diaspora Indonesia yang tengah menempuh pendidikan di India.

Suasana penyambutan semakin hangat dengan kehadiran anak-anak diaspora yang mengenakan pakaian adat daerah di Indonesia. Kedua anak tersebut kemudian maju untuk menyerahkan buket bunga kepada Presiden Prabowo.

Kehadiran Presiden Prabowo di New Delhi dalam rangka menghadiri Konferensi Tingkat Tinggi (KTT) ke-18 BRICS yang akan berlangsung pada 12–13 September 2026. Momen kedatangan tersebut sekaligus menjadi kesempatan bagi mahasiswa Indonesia yang sedang menempuh pendidikan di India untuk bertemu secara langsung dengan Kepala Negara.

Salah satu mahasiswa yang berkesempatan berbincang langsung dengan Presiden Prabowo adalah Hilyatu Zahra, mahasiswa program doktoral Biochemical Engineering and Biotechnology di Indian Institute of Technology (IIT) Delhi. Bagi Hilyatu, pertemuan tersebut menjadi pengalaman pertama bertemu langsung dengan Presiden Prabowo.

“Ini pertama kali saya bertemu dengan beliau dan beliau sangat ramah sekali, dan menanyakan kepada kami semua di sini mahasiswa apakah jurusannya apa juga. Terus kami sempat berbincang sebentar, Bapak Presiden menanyakan dari jurusan apa, jenjangnya apa, di kampus mana,” ujar Hilyatu.

Presiden Prabowo kemudian menyampaikan apresiasinya dan berpesan agar Hilyatu terus belajar dengan baik. “Beliau mengatakan, selamat ya dan selamat belajar dengan baik sehingga bisa sukses,” tutur Hilyatu.

Hilyatu pun berharap kehadiran Presiden dalam KTT ke-18 BRICS dapat semakin memperkuat hubungan Indonesia dengan negara-negara lain, khususnya melalui kerja sama yang dapat diwujudkan secara nyata.

“Semoga ke depannya Indonesia juga bisa menjalin kehubungan yang baik dengan negara-negara yang ada di sini. Jadi bukan hanya sekedar dialog, tapi juga berupa suatu implementasi yang bisa semakin memperkuat posisi Indonesia ke depannya,” kata Hilyatu.

Antusiasme serupa disampaikan Aiko, mahasiswa Aligarh Muslim University yang telah tiga tahun menempuh pendidikan di India. Menurut Aiko, pertemuan langsung dengan Presiden Prabowo menjadi bentuk perhatian dan apresiasi bagi mahasiswa Indonesia yang sedang menempuh pendidikan di luar negeri.

“Kami merasa sangat diapresiasi sebagai student yang ada di luar negeri karena dapat bertemu langsung dengan salah satu orang kebanggaan kita di Indonesia,” ucap Aiko.

Antusiasme juga dirasakan Jeremia Himawan, mahasiswa Delhi University jurusan Ilmu Politik. Ia mengaku merasa terhormat sekaligus bahagia atas kedatangan Presiden Prabowo ke India yang dinilainya turut menunjukkan eratnya hubungan antara Indonesia dan India.

“Saya merasa sangat terhormat dan juga sangat bahagia atas kedatangannya, karena kedatangan Bapak Prabowo menunjukkan bahwa India dan Indonesia mempunyai hubungan yang baik,” ujar Jeremia.

“Karena hubungan bilateral Indonesia dengan India sekarang sangat baik. Saya memohon Bapak Prabowo untuk mempererat hubungan tersebut,” lanjut Jeremia.

Bagi para mahasiswa dan diaspora Indonesia di India, pertemuan dengan Presiden Prabowo menjadi pengalaman yang berkesan sekaligus bentuk kedekatan antara Kepala Negara dengan masyarakat Indonesia yang tengah menempuh pendidikan di luar negeri. Kehadiran mereka dalam penyambutan tersebut turut menunjukkan antusiasme warga Indonesia di India menyambut kunjungan Presiden Prabowo sekaligus mendukung agenda Indonesia dalam KTT BRICS.

 

 

Sumber : https://presidenri.go.id/siaran-pers/tiba-di-new-delhi-presiden-prabowo-disambut-hangat-mahasiswa-dan-diaspora-indonesia/ 


Baca Terusannya »»  

Presiden Prabowo Tiba di India untuk Hadiri KTT ke-18 BRICS sebagai Anggota Penuh

 



Presiden Republik Indonesia, Prabowo Subianto, tiba di Air Force Station (AFS) Palam, New Delhi, India, pada Jumat, 11 September 2026, pukul 22.00 waktu setempat (WS). Kehadiran Presiden Prabowo di New Delhi dalam rangka menghadiri Konferensi Tingkat Tinggi (KTT) ke-18 BRICS yang akan berlangsung pada 12-13 September 2026.

Di bandara, ketibaan Presiden Prabowo disambut oleh Menteri Negara Urusan Batu Bara dan Pertambangan India Shri Satish Chandra Dubey, KUAI KBRI New Delhi Yudho Sasongko, Atase Pertahanan RI di India Brigjen TNI (Mar) Burhanudin, Kepala Komandan AFS Palam Brigjen Rishabh Mittal, dan Additional Secretary (South) Kementerian Luar Negeri India Prashant Agrawal.

Di bawah tangga pesawat, Presiden Prabowo juga menerima penyambutan berupa jajar pasukan kehormatan serta penampilan budaya dan tarian tradisional India.

Kehadiran Presiden Prabowo dalam KTT ke-18 BRICS sebagai anggota penuh menjadi bagian dari langkah Indonesia untuk memperkuat peran aktif dalam kerja sama multilateral. Keikutsertaan tersebut sekaligus mencerminkan komitmen Indonesia untuk mendorong terbentuknya tatanan ekonomi global yang lebih seimbang, inklusif, dan memberikan ruang yang lebih besar bagi negara-negara berkembang.

Dalam KTT ke-18 BRICS yang diselenggarakan di India, para pemimpin negara anggota akan membahas sejumlah agenda strategis terkait penguatan kerja sama antarnegara berkembang. Pertemuan tersebut juga diharapkan mendorong langkah-langkah konkret dalam memperkuat kolaborasi di bidang pangan, energi, pembiayaan pembangunan, serta perdagangan.

Sebelumnya, Presiden Prabowo bersama rombongan terbatas bertolak dari Pangkalan TNI AU Halim Perdanakusuma, Jakarta, pada Jumat sore pukul 17.00 WIB. Dalam penerbangan menuju New Delhi, Presiden turut didampingi oleh Menteri Luar Negeri Sugiono, Menteri Investasi dan Hilirisasi Rosan Roeslani, Menteri Pendidikan Tinggi, Sains, dan Teknologi Brian Yuliarto, serta Sekretaris Kabinet Teddy Indra Wijaya.

 

 

Sumber : https://presidenri.go.id/siaran-pers/presiden-prabowo-tiba-di-india-untuk-hadiri-ktt-ke-18-brics-sebagai-anggota-penuh/ 

Baca Terusannya »»  

Jumat, 11 September 2026

Presiden Prabowo Subianto Akan Hadiri KTT ke-18 BRICS di New Delhi, India

 


Tahun 2026 India memegang Keketuaan BRICS dan akan menyelenggarakan Konferensi Tingkat Tinggi (KTT) ke-18 BRICS pada tanggal 12–13 September 2026 di New Delhi, India. Venue acara KTT BRICS diselenggarakan di Bharat Mandapam, venue yang sama pada saat penyelenggaraan KTT G20 pada tahun 2023 yang lalu. KTT BRICS tahun 2026 ini mengusung tema Building for Resilience, Innovation, Cooperation and Sustainability.

Agenda utama KTT ini terdiri dari 2 sesi, yaitu satu sesi pertemuan khusus BRICS Member Countries (closed session) dengan topik bahasan “Inclusive Global Governance and Strengthening Multilateralism”, sedangkan satu sesi lainnya Adalah pertemuan dengan BRICS Partner Countries (open session) dengan topik bahasan  “Resilience, Innovation, Cooperation and Sustainability: Shaping the Future for Inclusive Global Growth”.

Menteri Koordinator Bidang Perekonomian Airlangga Hartarto mendampingi Presiden Prabowo Subianto menghadiri KTT BRICS 2026. Presiden Prabowo diagendakan akan menyampaikan pandangan Pemerintah RI pada 2 sesi utama KTT BRICS yakni sesi yang dikhususkan bagi Negara Anggota BRICS dan sesi kedua yang terbuka bagi Negara Anggota dan Mitra BRICS. Para Pemimpin Negara Anggota (BRICS Member Countries) dan Negara Mitra (BRICS Partner Countries) mendorong upaya menjaga inklusivitas tata kelola global dan memperkuat multilateralisme.

Beberapa substansi kunci akan didiskusikan dalam Keketuaan BRICS India 2026, mulai dari topik pengembangan kerangka institusional BRICS, perekonomian dan perdagangan, keuangan internasional, perdamaian dan keamanan, energi, ketahanan pangan dan pertanian, digitalisasi dan teknologi, hingga perubahan iklim dan lingkungan. Isu terkait reformasi lembaga multilateral seperti WTO, IMF, dan World Bank, kerja sama keuangan, mekanisme implementasi Local Currency Settlement (LCS), upaya mendorong rantai pasok global yang tangguh, serta penegasan pentingnya sistem perdagangan yang terbuka, inklusif, transparan dan berbasis aturan menjadi bahasan pada bidang perekonomian.

BRICS adalah forum kerja sama internasional yang terdiri dari Brasil, Rusia, India, RRT, dan Afrika Selatan. Pada 2024, keanggotaan diperluas dengan Mesir, Ethiopia, Iran dan Persatuan Arab Emirat. Indonesia resmi bergabung pada 1 Januari 2025. Dalam perkembangannya, BRICS membentuk Partner Countries yang terdiri atas Belarus, Bolivia, Kuba, Kazakhstan, Malaysia, Nigeria, Thailand, Uganda, Uzbekistan dan Vietnam. BRICS hingga kini telah mencakup mewakili 49,5% populasi dunia, 40% GDP global, dan 26% nilai perdagangan global.

Kepala Negara dan Kepala Pemerintahan yang dijadwalkan akan hadir di New Delhi pada KTT BRICS kali ini antara lain President Xi Jinping (China), President Vladimir Putin (Rusia), President Cyril Ramaphosa (Afrika Selatan), President Masoud Pezeshkian (Iran), President Abdel Fattah El-Sisi (Egypt), President Prabowo Subianto (Indonesia), PM Anwar Ibrahim (Malaysia), PM Abiy Ahmed Ali (Ethiopia), Crown Prince of Abu Dhabi Sheikh Khaled/ Mohamed bin Zayed Al Nahyan (UAE), President Kassym-Jomart Tokayev (Kazakhstan), President Ferdinand R. Marcos Jr. (Philippines), President Evariste Ndayishimiye (Burundi).

Turut mendampingi Presiden RI dalam KTT ke-18 BRICS 2026 di India ini, selain Menko Perekonomian juga Menteri Luar Negeri, Menteri Investasi dan Hilirisasi, Menteri Dikti Saintek, dan Sekretaris Kabinet. Sedangkan dari sektor keuangan dan moneter, hadir juga Gubernur Bank Indonesia dan Wakil Menteri Keuangan, serta dari dunia usaha ikut hadir Ketua Umum KADIN Indonesia beserta jajaran. Dalam kunjungan ini, Menko Airlangga turut didampingi oleh Sesmenko Perekonomian Susiwijono Moegiarso. 

 

 

 

Sumber : https://www.ekon.go.id/publikasi/detail/7091/menko-airlangga-dampingi-presiden-prabowo-subianto-hadiri-ktt-ke-18-brics-di-new-delhi-india 

Baca Terusannya »»  

MTQ Nasional Diarahkan Jadi Agenda Tahunan, Bukan Dua Tahunan

 


Semarang (Kemenag) — Musabaqah Tilawatil Quran (MTQ) Nasional selama ini digelar dua tahun sekali. Menteri Agama Nasaruddin Umar menyampaikan bahwa ke depan, MTQ Nasional akan diselenggarakan setiap tahun. Perubahan pola tersebut mempertimbangkan kesamaan persiapan yang dilakukan daerah dalam penyelenggaraan MTQ dan Seleksi Tilawatil Quran (STQ), sekaligus membuka lebih banyak kesempatan bagi daerah untuk menjadi tuan rumah.

Hal ini disampaikan Menag usai menghadiri Malam Ta'aruf MTQ Nasional XXXI Tahun 2026 di Kantor Gubernur Jawa Tengah, Semarang, Jawa Tengah. Menag menjelaskan, penyelenggaraan STQ dan MTQ membutuhkan persiapan yang relatif serupa di daerah, termasuk persiapan kafilah dan pelibatan masyarakat. Atas pertimbangan tersebut, pola penyelenggaraan MTQ Nasional diarahkan kembali menjadi agenda tahunan.

“Kita sudah memutuskan bahwa setiap tahun akan dilaksanakan MTQ. Sebab, energi yang dikeluarkan dalam penyelenggaraan STQ relatif sama dengan MTQ. Karena itu, sekalian saja kita ubah menjadi MTQ,” ujar Menag, Jumat (11/9/2026).

Menurut Menag, penyelenggaraan MTQ setiap tahun juga berkaitan dengan panjangnya daftar tunggu provinsi untuk menjadi tuan rumah. Ia mencontohkan Jawa Tengah yang kembali menjadi tuan rumah MTQ Nasional setelah menanti selama 47 tahun.

“Kami memutuskan bahwa setiap tahun akan dilaksanakan MTQ. Selama ini, daftar tunggu provinsi untuk menyelenggarakan MTQ sangat panjang. Jika hanya digelar dua tahun sekali, pemerataannya akan memakan waktu lama, seperti Jawa Tengah yang baru kembali menjadi tuan rumah setelah 47 tahun,” ungkapnya.

Menag juga menempatkan MTQ sebagai bagian dari tradisi pembinaan Al-Qur'an yang berkembang di masyarakat secara berjenjang. Ia menyebut penyelenggaraan MTQ telah menjadi bagian dari kehidupan masyarakat dan terus mendapat perhatian.

“Sekarang kita kembalikan menjadi MTQ setiap tahun karena kegiatan ini merupakan bagian yang paling ditunggu-tunggu masyarakat,” katanya.

MTQ Nasional XXXI Tahun 2026 di Semarang menjadi momentum kembalinya penyelenggaraan MTQ Nasional ke Jawa Tengah setelah 47 tahun.

Menag berharap pelaksanaan MTQ Nasional XXXI berjalan baik hingga seluruh rangkaian kegiatan berakhir. Ia juga berharap MTQ tetap menjadi bagian dari pembinaan dan penguatan kecintaan masyarakat terhadap Al-Qur'an.

Di tengah pelaksanaan MTQ Nasional XXXI, Menag juga menyampaikan pesan empati atas gempa yang terjadi di Nusa Tenggara Timur dan beberapa daerah lainnya. Menurutnya, MTQ dapat menjadi momentum untuk mendoakan keselamatan masyarakat dan bangsa Indonesia.

 

 

Sumber : https://kemenag.go.id/nasional/mtq-nasional-diarahkan-jadi-agenda-tahunan-bukan-dua-tahunan-L04n1 

Baca Terusannya »»  

Menteri Agama Puji MTQ Nasional di Jateng: Gubernur Berdatangan, Peserta Terbanyak

 


SEMARANG – Menteri Agama RI Nasaruddin Umar memuji kesiapan Jawa Tengah menjadi tuan rumah MTQ Nasional. Pujian itu disampaikan Nasaruddin, saat menghadiri malam Ta’aruf MTQ Nasional XXXI 2026 di halaman Kantor Gubernur Jawa Tengah (Jateng), Kota Semarang, Jumat (11/9/2026).

.

Menurut Nasaruddin, kehadiran banyak gubernur dalam malam ta’aruf menjadi pertanda positif.

“Baru kali ini malam ta’aruf dihadiri banyak sekali gubernur,” katanya.

Nasaruddin menyebut, biasanya gubernur hanya menghadiri acara pembukaan MTQ tingkat nasional. Dia juga mengungkapkan MTQ kali ini memiliki jumlah peserta paling banyak. Sebanyak 2.242 peserta telah ditetapkan mengikuti MTQ Nasional XXXI, terdiri atas 1.751 peserta inti dan 491 peserta cadangan.

Hal itu karena seluruh cabang baru turut diperlombakan dalam MTQ Nasional XXXI. Dia berharap Semarang mampu mencatat sejarah baru, melalui penyelenggaraan MTQ tersebut.

Nasaruddin turut memuji Wakil Gubernur Jawa Tengah Taj Yasin Maimoen sebagai ketua panitia.

“Pak Wagub sebagai ketua panitia luar biasa dalam mempersiapkan MTQ ini,” ujarnya.

Ditambahkan, MTQ Nasional kembali digelar di Jawa Tengah setelah hampir 47 tahun tepatnya pada 1979 silam. Nasaruddin menjelaskan pada MTQ kali ini ada perubahan yaitu Seleksi Tilawatil Qur’an (STQ) dihapus, dan digabung menjadi Musabaqah Tilawatil Qur’an (MTQ) demi efisiensi penyelenggaraan.

Dia menilai, MTQ merupakan pesta rakyat yang tumbuh dari tingkat paling bawah. Tradisi tersebut berlangsung mulai antardesa, antarkecamatan, antarkabupaten, hingga antarprovinsi.

Menurut Nasaruddin, tradisi MTQ menjadi salah satu kekhasan Indonesia yang istimewa. Dia berharap, MTQ Semarang mampu menjadi momentum mempererat persatuan masyarakat Indonesia.

Sementara itu, Wagub Taj Yasin memastikan, seluruh rangkaian persiapan MTQ berjalan sesuai rencana. Kafilah dari berbagai provinsi juga telah tiba di Jawa Tengah.

Gus Yasin, sapaannya, mengatakan, dalam even ada juga bazar MTQ yang melibatkan UMKM dari 35 provinsi Indonesia.

“Kami tidak ingin maju sendiri, tetapi juga mengenalkan UMKM seluruh Nusantara,” ujarnya.

Gubernur Jawa Tengah Ahmad Luthfi menyebut, MTQ sebagai momentum mempersatukan masyarakat. Dia menyebut, Jawa Tengah sebagai pusat Pulau Jawa dan bagian penting Indonesia.

Luthfi mengatakan, ribuan tamu akan hadir selama rangkaian MTQ Nasional. Kehadiran mereka berdampak positif seperti membuat hotel penuh. Menurut Luthfi, MTQ juga dapat menjadi peredam saat situasi geopolitik dunia.

“Di tengah situasi geopolitik yang tidak baik-baik saja, MTQ mampu menjadi cooling system bangsa Indonesia,” ujar Luthfi. 

 


 

Sumber : https://jatengprov.go.id/publik/menteri-agama-puji-mtq-nasional-di-jateng-gubernur-berdatangan-peserta-terbanyak/ 

Baca Terusannya »»  

MTQ Nasional XXXI, Menag: Jadikan Al-Qur’an sebagai “Living Qur’an”

 



Jakarta (Kemenag) -- Musabaqah Tilawatil Qur’an (MTQ) Nasional XXXI Tahun 2026 di Kota Semarang, Jawa Tengah, tidak boleh berhenti pada kompetisi. Menteri Agama Nasaruddin Umar berharap MTQ ini menjadi momentum untuk menjadikan Al-Qur’an sebagai living Quran, yakni nilai-nilai Al-Qur’an yang hidup dalam sikap dan perilaku sehari-hari.

Menurut Menag, membaca dan menghafal Al-Qur’an merupakan bagian dari proses mendekatkan diri kepada kitab suci. Tantangan berikutnya adalah menerjemahkan nilai-nilai tersebut dalam kehidupan. Al-Qur’an harus hadir dalam cara manusia bersikap, menyelesaikan persoalan, dan membangun hubungan dengan sesama.

“Jadi ada beberapa kategori, ada yang dekat dengan Al-Quran, ada yang melekat dengan Al-Quran, dan ada yang menjadi living Quran, (being the Quran), ibaratnya sudah seperti Quran berjalan,” ujar Menag di Jakarta, Jumat (11/9/2026).

Menag menegaskan, semangat MTQ bukan hanya melahirkan qari, qariah, hafiz, dan hafizah berprestasi. Lebih dari itu, MTQ harus mendorong lahirnya pribadi yang mampu menghadirkan  Al-Qur’an dalam kehidupan bermasyarakat.

“Jadilah sebagai penjernih, bukan pengeruh, jadilah penghubung, bukan pemisah, jadilah moderator, bukan provokator, jadilah problem solver, bukan problemator, jadilah penyuluh, bukan perusuh,” tegasnya.

Karena itu, keberhasilan MTQ tidak cukup diukur dari siapa yang meraih juara. Para peserta diharapkan membawa semangat dan nilai Al-Qur’an setelah kembali ke lingkungan masing-masing. Prestasi di arena musabaqah harus berlanjut menjadi keteladanan di tengah masyarakat.

MTQ Nasional XXXI berlangsung pada 11–20 September 2026. Gelaran ini mengusung tema “Menebar Cahaya Al-Qur’an dalam Harmoni Menuju Indonesia Emas yang Berkeadaban.”

Semangat living Quran juga tercermin dalam penyelenggaraan MTQ yang semakin inklusif. Tahun ini, penyandang disabilitas mendapat ruang untuk berpartisipasi dalam syiar Al-Qur’an. MTQ menghadirkan ekshibisi bagi Teman Tuli. Terdapat pula Golongan Tilawah Disabilitas Netra putra dan putri.

Ekshibisi Teman Tuli berlangsung pada 14–16 September 2026. Sebanyak 28 peserta dari 14 komunitas Tuli Muslim di berbagai daerah Indonesia dijadwalkan ambil bagian. Mereka mengikuti golongan Tilawah berupa membaca Al-Qur’an dengan bahasa isyarat dan golongan Kitabah berupa menulis Al-Qur’an Isyarat.

Kementerian Agama juga memperkenalkan Mushaf Al-Qur’an Isyarat dalam momentum MTQ Nasional XXXI. Kehadirannya menjadi bagian dari upaya memperluas akses Teman Tuli untuk membaca, mempelajari, dan memahami Al-Qur’an.

Bagi Menag, syiar Al-Qur’an harus dapat dirasakan seluruh anak bangsa tanpa terkecuali. Nilai Al-Qur’an harus hadir sebagai kekuatan yang menyatukan, memberi kemaslahatan, dan menjawab persoalan kehidupan.

“Semangat yang kita hadirkan melalui MTQ ini adalah syiar Al-Qur’an yang merangkul semua, dan menghadirkan kemaslahatan bagi semua,” ujarnya.

Dengan demikian, MTQ Nasional XXXI diharapkan tidak sekadar menghasilkan para juara. Lebih jauh, MTQ menjadi ruang untuk menumbuhkan manusia yang membaca Al-Qur’an, memahami Al-Qur’an, dan menghidupkan Al-Qur’an dalam kehidupan.


 

Sumber : https://kemenag.go.id/nasional/mtq-nasional-xxxi-2026-menag-jadikan-al-quran-sebagai-living-quran-1RMpy 




Baca Terusannya »»  

Malam Ta'aruf MTQ Nasional XXXI, Menag Ajak Kafilah Perkuat Persaudaraan

 


Semarang (Kemenag) — Menteri Agama Nasaruddin Umar mengajak para kafilah menjadikan Musabaqah Tilawatil Qur’an (MTQ) Nasional XXXI sebagai momentum memperkuat persaudaraan dan menghadirkan nilai-nilai Al-Qur’an dalam kehidupan berbangsa.

Pesan tersebut disampaikan Menag saat menghadiri Malam Ta’aruf MTQ Nasional XXXI di Semarang, Jawa Tengah. Kegiatan tersebut menjadi bagian awal rangkaian pelaksanaan MTQ Nasional XXXI di Jawa Tengah.

Menag menegaskan, MTQ tidak semata menjadi ruang untuk menunjukkan kemampuan membaca dan menghafal Al-Qur’an. Menurutnya, perhelatan tersebut juga menjadi ruang untuk mempererat ukhuwah dan menghadirkan nilai-nilai Al-Qur’an dalam kehidupan bermasyarakat, berbangsa, dan bernegara.

“MTQ harus mampu mempersatukan kita. Di tengah berbagai dinamika global maupun nasional, kecintaan kepada Al-Qur’an mempersatukan kita sebagai satu keluarga besar. Ajang ini adalah wujud ikhtiar menghadirkan nilai-nilai Al-Qur’an dalam kehidupan berbangsa dan bernegara,” ujar Menag, Jumat (11/9/2026).

Menag juga mengajak seluruh peserta dan masyarakat mendoakan keselamatan bangsa, termasuk warga penyintas gempa di Nusa Tenggara Timur dan lainnya. Ia mengajak agar momentum MTQ turut diisi dengan kepedulian terhadap masyarakat yang tengah menghadapi musibah.

“Kita bermunajat melalui kegiatan yang mulia ini. Semoga MTQ ini menjadi peredam dan penolak bala. Kita doakan agar saudara-saudara kita yang tertimpa musibah diberikan ketabahan, dan musibah diangkat dari Bumi Nusantara,” pesan Menag.

Direktur Penerangan Agama Islam sekaligus Sekretaris Umum LPTQ Nasional Muchlis M. Hanafi, melaporkan bahwa sebanyak 2.242 peserta akan mengikuti musabaqah pada delapan cabang dan 24 golongan yang berlangsung di 12 titik lokasi.

Penyelenggaraan MTQ tahun ini juga memperluas ruang partisipasi melalui ekshibisi cabang tilawah dan kitabah bagi penyandang disabilitas sensorik rungu wicara. Langkah tersebut menjadi bagian dari upaya memperluas akses dan keterlibatan dalam rangkaian pembinaan Al-Qur’an.

“Keragaman peserta tahun ini, mulai dari anak-anak hingga dewasa, serta kehadiran ekshibisi bagi penyandang disabilitas, menunjukkan ekosistem pembinaan Al-Qur’an yang terus meluas secara inklusif,” jelas Muchlis.

Sebanyak 155 Dewan Hakim akan mengawal proses penilaian dalam penyelenggaraan musabaqah. Kehadiran Dewan Hakim menjadi bagian dari proses penilaian dalam kompetisi MTQ Nasional XXXI.

Sebagai bagian dari rangkaian Malam Ta’aruf,  Menag menyerahkan Piala Bergilir Presiden Republik Indonesia kepada Gubernur Jawa Tengah Ahmad Luthfi. Piala tersebut selanjutnya akan diperebutkan para kafilah dan diberikan kepada kontingen yang meraih gelar Juara Umum MTQ Nasional XXXI.

 


 

Sumber : https://kemenag.go.id/nasional/malam-taaruf-mtq-nasional-xxxi-menag-ajak-kafilah-perkuat-persaudaraan-Kl5FX 


Baca Terusannya »»  

Gubernur Jateng Ahmad Luthfi : MTQ Nasional XXXI Buka Ruang Aktivitas UMKM dan Ekonomi Lokal

 


Semarang (Kemenag) — Penyelenggaraan Musabaqah Tilawatil Qur’an (MTQ) Nasional XXXI Tahun 2026 di Kota Semarang, Jawa Tengah turut membuka ruang aktivitas ekonomi bagi pelaku Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM) serta sektor usaha lokal.

Ruang tersebut hadir melalui pameran dan bazar yang menjadi bagian dari rangkaian MTQ Nasional XXXI. Pameran yang dipusatkan di Gama Plaza (eks E-Plaza), Semarang, melibatkan ratusan booth yang diisi perwakilan kementerian, 38 provinsi, 35 kabupaten/kota, serta UMKM lokal se-Jawa Tengah.

Selain menjadi ruang promosi produk, kehadiran ribuan kafilah dan tamu dari berbagai daerah juga meningkatkan aktivitas sejumlah sektor jasa di daerah penyelenggara, seperti perhotelan, transportasi, dan perdagangan.

Gubernur Jawa Tengah Ahmad Luthfi menyampaikan bahwa tingginya mobilitas peserta dan tamu MTQ turut menggerakkan aktivitas ekonomi daerah. Menurutnya, kondisi tersebut terlihat dari tingkat keterisian hotel dan penggunaan kendaraan sewa selama pelaksanaan kegiatan.

“Hampir ribuan tamu hadir di Jawa Tengah. Semua hotel penuh dan kendaraan rental terisi. Hal ini menunjukkan bahwa penyelenggaraan MTQ mampu memberikan efek ganda (multiplier effect) bagi perputaran ekonomi daerah dan kesejahteraan masyarakat,” ujar Ahmad Luthfi.

Pelibatan UMKM juga tidak hanya menghadirkan produk dari daerah tuan rumah. Pameran dan bazar menjadi ruang bagi pelaku usaha dari berbagai daerah untuk memperkenalkan produk khas masing-masing kepada peserta dan pengunjung MTQ Nasional XXXI.

Pameran dan bazar UMKM tersebut berlangsung pada 12–19 September 2026. Rangkaian side event MTQ Nasional XXXI juga dilengkapi agenda pendukung, termasuk job fair yang membuka ruang bagi masyarakat untuk memperoleh informasi dan peluang kerja.

Penyelenggaraan MTQ Nasional XXXI melibatkan Kementerian Agama, Pemerintah Provinsi Jawa Tengah, Pemerintah Kota Semarang, serta Lembaga Pengembangan Tilawatil Qur’an (LPTQ). Kolaborasi tersebut tidak hanya mendukung pelaksanaan rangkaian musabaqah, tetapi juga menghadirkan ruang interaksi masyarakat, pelaku usaha, dan peserta dari berbagai daerah.

 

 

Sumber : https://kemenag.go.id/nasional/mtq-nasional-xxxi-buka-ruang-aktivitas-umkm-dan-ekonomi-lokal-VSB20 

Baca Terusannya »»  

Menpora Erick Dorong Optimalisasi Potensi Industri dan Wisata Olahraga

 


Jakarta: Menteri Pemuda dan Olahraga Republik Indonesia (Menpora RI), Erick Thohir, mendorong penguatan kolaborasi antara pemerintah pusat, pemerintah daerah, dan sektor swasta guna mengoptimalkan potensi ekonomi industri olahraga serta pariwisata olahraga di Tanah Air.

Hal tersebut disampaikan Menpora Erick dalam forum bisnis infrastruktur pada Indonesia Sports Summit 2026 di Jakarta, Jumat (11/9). 

Menpora Erick menyampaikan, bahwa sejarah pembangunan infrastruktur besar di Indonesia, seperti kawasan Gelora Bung Karno, Hotel Indonesia, hingga Jembatan Semanggi berawal dari momentum keolahragaan pada tahun 1960-an. 

Oleh karenanya, investasi pada sektor olahraga dinilai sebagai investasi masa depan bagi pertumbuhan ekonomi nasional. Disamping itu, guna menghadirkan pelayanan perizinan olahraga terpadu dan efisien, Kemenpora menjalin berbagai kerja sama dengan kementerian/lembaga. 

“Kami menyederhanakan perizinan menjadi satu pintu di bawah payung hukum yang jelas, sehingga ketika proses persetujuan berlangsung lama, pemerintah bisa segera berintervensi agar izin investasi dapat terbit,”kata Menpora Erick.

Menpora Erick turut mengapresiasi keterlibatan pihak swasta dan kepala daerah yang terus berkomitmen memajukan fasilitas keolahragaan di wilayahnya.

Beberapa langkah konkret yang dicatat Menpora Erick diantaranya pembangunan fasilitas lapangan pelatihan sepak bola di Bali. 

“Tidak ada pertumbuhan ekonomi dan investasi olahraga tanpa kerja sama pemerintah pusat, sektor swasta, dan masyarakat. Ini menjadi sebuah langkah bagus, pembukaan lapangan pekerjaan baru, dan pertumbuhan ekonomi baru,” pungkas Menpora Erick.

 

 

Sumber : https://www.kemenpora.go.id/detail/7081/menpora-erick-dorong-optimalisasi-potensi-industri-dan-wisata-ola 

Baca Terusannya »»  

Pertama Kali Diperkenalkan di ISS 2026, Alita-Fujitsu Hadirkan Teknologi AI untuk Analisis Gerak Atlet di Indonesia


 

Jakarta: Teknologi kecerdasan buatan atau Artificial intelligence (AI) mulai dimanfaatkan untuk menganalisis gerakan tubuh manusia. Teknologi tersebut untuk pertama kali diperkenalkan Alita bersama Fujitsu dalam ajang Indonesia Sports Summit (ISS) 2026.

Kolaborasi ini ditandai dengan penandatanganan nota kesepahaman (MoU) antara Alita dan Fujitsu untuk menghadirkan teknologi Human Motion Analytics berbasis AI di Indonesia.

Teknologi tersebut memungkinkan kamera biasa menangkap pergerakan tubuh manusia atau skeleton movement. Data gerakan kemudian dianalisis oleh platform AI Fujitsu untuk melihat pola gerak, potensi kelemahan, hingga aspek yang perlu diperbaiki.

Dirut Alita Praya Migtra, Joseph Lumban Gaol, menjelaskan teknologi ini memiliki sejumlah potensi penggunaan, mulai dari kesehatan hingga olahraga.

"Hari ini menjadi momentum sangat baik menandai kerjasama (MoU) kami antara Alita dengan Fujitsu untuk memperkenalkan teknologi berbasis AI yang fokusnya Human Motion Analytics," ujarnya saat sambutan di Indonesia Sports Summit (ISS) 2026, JICC Kawasan GBK Senayan, Jakarta, Jumat (11/9).

Menurutnya, Human Motion Analytics itu penting untuk mengumpulkan data-data dari pergerakan tubuh manusia. Dengan teknologi Fujitsu bisa menangkap dan menganalisis pergerakan tersebut.

Dalam bidang olahraga, teknologi ini dapat membantu atlet maupun pelatih mengevaluasi gerakan secara lebih terukur. Salah satu contohnya adalah olahraga golf, baik untuk pemain amatir maupun atlet prestasi.

"Hanya dengan sekali pukulan dia bisa dilihat secara detail bagaimana postur berdirinya, dimana kelemahannya, apa yang harus diperbaiki. Teknologi Fujitsu ini di Indonesia baru pertama kali diperkenalkan, tapi di Jepang sudah sangat familiar," jelasnya.

Analisis tersebut lanjutnya, dapat membantu mengidentifikasi bagian gerakan yang masih lemah sehingga program latihan bisa disusun secara lebih tepat.

Menurut Joseph, teknologi serupa telah dikembangkan Fujitsu di Jepang dan dinilai memiliki potensi untuk diterapkan di Indonesia. Namun, penerapannya perlu disesuaikan dengan kebutuhan dan karakteristik masyarakat Indonesia.

"Kita tidak bisa hanya membawa teknologi. Kita harus memiliki konteks dengan kebutuhan Indonesia," katanya.

Pengembangan teknologi ini juga sejalan dengan konsep olahraga yang tidak hanya berorientasi pada pertandingan (beyond sports, beyond game). Data analisis gerakan dapat dimanfaatkan untuk mendukung sports science, peningkatan performa atlet, hingga olahraga untuk menjaga kebugaran dan kesehatan masyarakat.

Alita dan Fujitsu pun berencana mengembangkan lebih banyak use case yang sesuai dengan kebutuhan Indonesia.

"Kami berharap teman-teman media bisa membantu mengedukasi masyarakat, baik stakeholder industri maupun penggemar olahraga, bahwa teknologi ini sudah hadir di Indonesia," pungkas Joseph.

 

 

Sumber : https://www.kemenpora.go.id/detail/7079/pertama-kali-diperkenalkan-di-iss-2026-alita-fujitsu-hadirkan 

Baca Terusannya »»  

Menpora Erick Harap Seluruh Elemen Bersatu Sukseskan FIFA ASEAN Cup 2026


 Jakarta: Menteri Pemuda dan Olahraga Republik Indonesia (Menpora RI), Erick Thohir, menyampaikan apresiasi kepada FIFA atas kepercayaan yang diberikan kepada Indonesia sebagai tuan rumah penyelenggaraan FIFA ASEAN Cup 2026. 

“Tentu ini kehormatan buat kita semua. Saya mengharapkan seluruh stakeholder sepak bola bisa bersatu mendukung FIFA ASEAN Cup,” kata Menpora Erick di Booth FIFA pada Indonesia Sports Summit 2026, Jakarta, Jumat (11/9). 

Menpora Erick menilai momentum ini sebagai kesempatan emas bagi Tim Nasional Indonesia untuk mencatatkan sejarah baru dengan mengamankan gelar juara. 

Guna mewujudkan hal tersebut, Menpora Erick menyerukan pentingnya persatuan dan sinergi dari seluruh pemangku kepentingan sepak bola di Tanah Air. 

“Para suporter yang selalu dukung tim nasional, mari kita bersatu untuk sekali lagi kita beri dukungan yang terbaik buat tim nasional. Saya juga berharap tim nasional, baik pelatih, pemain, memberikan yang terbaik, karena ini kesempatan besar kita untuk menjuarai FIFA ASEAN Cup,” ujar Menpora Erick.

Menpora Erick menegaskan bahwa keberhasilan tim nasional tidak bisa dicapai melalui kerja keras individu, melainkan harus dibangun atas dasar kerja sama dan kolaborasi seluruh pihak secara kolektif.

Lebih lanjut, Menpora Erick mengapresiasi dukungan berkelanjutan dari tim manajemen FIFA, baik di tingkat pusat maupun regional, yang kini telah berada di Indonesia untuk memastikan kelancaran persiapan dan penyelenggaraan ajang tersebut.

Menurut Menpora Erick, dukungan FIFA tidak hanya terbatas pada penyelenggaraan turnamen, tetapi juga mencakup komitmen jangka panjang dalam membangun ekosistem sepak bola nasional serta penyediaan fasilitas pendukung.

Salah satu bentuk kontribusi nyata FIFA di Indonesia adalah pembangunan fasilitas pusat pelatihan untuk program pengembangan pemain muda yang berlokasi di Ibu Kota Nusantara (IKN).

“Sekali lagi, saya ingin mengucapkan terima kasih kepada FIFA, yang selalu percaya pada Indonesia,” pungkas Menpora Erick. 

 

 

Sumber : https://www.kemenpora.go.id/detail/7076/menpora-erick-harap-seluruh-elemen-bersatu-sukseskan-fifa-asean-c 

Baca Terusannya »»  

28 Hari Pasca Gempa NTT, TNI Sudah Kirim 1.246,251 Ton Bantuan

 

(Puspen TNI). Penanganan dampak gempa bumi di Nusa Tenggara Timur (NTT) berlanjut hingga hari kedua puluh delapan, Jumat (11/9/2026). TNI melanjutkan dukungan kemanusiaan untuk membantu masyarakat di sejumlah wilayah terdampak.

Pada hari ini, TNI mengirim 10,039 ton bantuan melalui jalur udara menggunakan pesawat TNI AU. Pengiriman dilakukan untuk mendukung pemenuhan kebutuhan masyarakat serta kelancaran penanganan di wilayah terdampak.

Secara keseluruhan, bantuan yang telah dikirim TNI kepada masyarakat terdampak gempa NTT mencapai 1.246,251 ton melalui jalur darat, laut, dan udara.

TNI terus bersinergi dengan pemerintah daerah, BNPB, serta unsur terkait dalam mendukung penanganan bencana dan membantu masyarakat terdampak gempa NTT.

 

 

Sumber : https://tni.mil.id/view-267611-28-hari-pasca-gempa-ntt-tni-sudah-kirim-1-246-251-ton-bantuan.html 




Baca Terusannya »»  

Perkembangan Situasi dan Penanganan Bencana di Tanah Air 11 September 2026

 

 

JAKARTA – Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) melalui Direktorat Koordinasi Pengendalian Operasi (Dit. Koordalops) merangkum perkembangan sejumlah kejadian bencana di berbagai wilayah Indonesia berdasarkan pemutakhiran data hingga Jumat (11/9) pukul 07.00 WIB. Kekeringan dan kebakaran hutan dan lahan (karhutla) masih menjadi sejumlah kejadian yang mendapatkan perhatian dalam penanganannya di tingkat daerah maupun pusat.

Kekeringan melanda Kabupaten Wajo, Provinsi Sulawesi Selatan, pada Kamis (10/9) pukul 15.00 WITA. Kejadian tersebut berdampak pada 13 kecamatan dengan 56 desa dan 17 kelurahan, di antaranya Kecamatan Tempe, Tanasitolo, Majauleng, Pammana, Sabbangparu, Gilireng, Sajoanging, Pitumpanua, Maniangpajo, Penrang, Keera, dan Takkalalla. Sebanyak 724 kepala keluarga atau 2.292 jiwa terdampak akibat berkurangnya debit sumber air bersih. BPBD Kabupaten Wajo bersama petugas gabungan melakukan pendataan dan pelaporan serta mengaktifkan posko darurat bencana kekeringan. Hingga Kamis (10/9), bantuan air bersih yang telah didistribusikan mencapai 84.000 liter, terdiri atas 17 tangki sebanyak 81.000 liter dan dua tandon sebanyak 3.000 liter, dengan penerima manfaat sebanyak 724 KK atau 2.292 jiwa.

Pada hari yang sama, kekeringan juga terjadi di Kabupaten Sinjai, Provinsi Sulawesi Selatan. Kondisi tersebut berdampak pada sekitar 314 hektare lahan persawahan di Kecamatan Sinjai Barat akibat kekurangan suplai air. Tidak ada korban jiwa dalam kejadian ini. BPBD Kabupaten Sinjai berkoordinasi dengan dinas terkait untuk melakukan penanganan. Kebutuhan mendesak meliputi pompa air untuk mengalirkan air dari sungai menuju saluran irigasi, pipa distribusi air sebagai sarana penyaluran air dari sumber menuju saluran irigasi, serta bahan bakar.

Sementara itu, kebakaran terjadi di Kabupaten Gowa, Provinsi Sulawesi Selatan, pada Kamis (10/9) pukul 13.00 WITA. Lokasi terdampak meliputi Kecamatan Parigi, Pattallassang, dan Bontomarannu, dengan luas lahan terbakar sekitar 6 hektare. BPBD Kabupaten Gowa bersama TRC BPBD menuju lokasi untuk melakukan pengecekan, pemadaman, dan pendinginan. Hingga Kamis (10/9), api telah berhasil dipadamkan.

Sehari sebelumnya, Rabu (9/9), karhutla terjadi di Kabupaten Enrekang, Provinsi Sulawesi Selatan, sekitar pukul 22.10 WITA. Kebakaran membakar sekitar 5 hektare lahan di Desa Bambapuang, Kecamatan Anggeraja. Tidak ada korban jiwa dalam kejadian tersebut. BPBD Kabupaten Enrekang berkoordinasi dengan pihak terkait dan melakukan pemadaman. Hingga Kamis (10/9) pukul 04.00 WITA, api telah berhasil dipadamkan.

Kebakaran juga terjadi di Kabupaten Seram Bagian Timur, Provinsi Maluku, dalam dua kejadian. Kejadian pertama berlangsung pada Selasa (1/9) pukul 11.00 WIT dan membakar sekitar 22 hektare lahan di Negeri Adm. Way Ketam Baru, Kecamatan Bula Barat, serta Negeri Dawang, Kecamatan Teluk Waru. Kejadian berikutnya berlangsung pada Jumat (4/9) pukul 14.30 WIT dengan luas lahan terbakar sekitar 23,2 hektare. Tidak ada korban jiwa dalam kedua kejadian tersebut. Hingga Kamis (10/9), api telah berhasil dipadamkan. Wilayah tersebut masih berstatus tanggap darurat bencana yang masa berlakunya telah diperpanjang hingga awal Oktober 2026.

Menyikapi rangkaian kejadian tersebut, BNPB mengingatkan masyarakat dan pemerintah daerah untuk terus meningkatkan kewaspadaan dan kesiapsiagaan, khususnya di wilayah yang menghadapi kekeringan dan potensi karhutla. Masyarakat perlu menghindari pembukaan lahan dengan cara membakar serta memastikan aktivitas yang berpotensi memicu kebakaran dilakukan secara aman. Apabila menemukan titik api atau kejadian kebakaran, masyarakat dapat segera melaporkannya kepada BPBD atau instansi terkait agar dapat ditangani dengan cepat.

Bagi masyarakat di wilayah terdampak kekeringan, penggunaan air bersih secara bijak perlu terus dilakukan dengan mendahulukan kebutuhan pokok. Kebutuhan mendesak di lapangan juga dapat disampaikan kepada BPBD setempat agar penanganan dan dukungan dapat disesuaikan dengan kondisi masyarakat terdampak. Pemerintah daerah diharapkan terus memperkuat koordinasi dalam pemantauan dan penanganan kejadian bencana.




Sumber : https://bnpb.go.id/berita/perkembangan-situasi-dan-penanganan-bencana-di-tanah-air-11-september-2026

 

 

 

Baca Terusannya »»  

Pemprov Jateng Pastikan Dukungan Digital MTQ Nasional Siap

 


SEMARANG – Pemerintah Provinsi Jawa Tengah memastikan dukungan komunikasi publik dan infrastruktur teknologi digital dalam pelaksanaan Musabaqah Tilawatil Qur’an (MTQ) Nasional siap digunakan. Kesiapan itu mencakup penguatan koneksi dan sinyal, penyediaan media center, serta fasilitas videotron untuk mendukung akses informasi bagi masyarakat.

Kepala Dinas Komunikasi, Informatika, dan Digital (Diskomdigi) Jawa Tengah, Lilik Henry Ristanto mengatakan, pihaknya berkolaborasi dengan Diskomdigi Kota Semarang, Kementerian Agama, dan LPTQ dalam mendukung penyelenggaraan MTQ Nasional. Menurutnya, tugas Diskomdigi terbagi dalam dua bidang utama, yakni komunikasi publik dan media serta penyiapan infrastruktur teknologi digital.

“Progres sampai dengan hari ini kami telah siap melakukan keduanya. Tentu saja kami akan terus update dinamika yang berkembang,” kata Lilik, Jumat (11/9/2026).

Untuk mendukung kebutuhan media, Diskomdigi Jateng menyiapkan media center di kawasan venue utama Simpang Lima. Fasilitas tersebut nantinya mendukung penyiaran dari 12 venue MTQ Nasional, yang pelaksanaannya melibatkan Direktorat Jenderal Bimbingan Masyarakat Islam.

“Selain videotron kami juga menyediakan media center. Media center ada di kawasan venue utama Simpang Lima. Nanti di sana akan ada 12 venue yang itu merupakan penyiaran dari 12 venue,” ujarnya.

Pemprov Jateng bersama panitia juga menyiapkan empat titik videotron di sekitar Simpang Lima, untuk mengantisipasi masyarakat yang tidak tertampung di venue utama. Lokasinya berada di pedestrian Simpang Lima sisi barat menghadap selatan, sisi selatan menghadap Jalan Pahlawan, depan Kantor Gubernur Jateng, serta sudut halaman Sekretariat DPRD yang menghadap Jalan Pahlawan.

“Itu titik-titik yang kita siapkan untuk mengantisipasi jika masyarakat datang ke Simpang Lima jika nantinya, karena antusias yang mungkin ada yang  tidak tertampung di situ,” jelasnya.

Masyarakat juga dipersilakan hadir langsung di venue utama, dan menyaksikan rangkaian pembukaan setelah kegiatan yang membutuhkan ruang, seperti defile kafilah dan Paskibraka, selesai. Rangkaian acara pembukaan antara lain seremoni, tari kolosal, pemecahan rekor menyanyikan Mars MTQ secara massal, serta penampilan penyanyi, Opick.

“Perhelatan Musabaqoh ini adalah acaranya masyarakat, sehingga masyarakat dipersilakan hadir pada saat pembukaan maupun selama jalannya acara,” ujarnya.

Kapasitas masyarakat di venue utama diperkirakan cukup besar, karena tidak seluruh area menggunakan kursi atau meja. Ruang yang sebelumnya digunakan untuk defile dan tari kolosal, nantinya dapat digunakan kembali masyarakat untuk menyaksikan panggung utama.

“Jadi dipastikan kapasitasnya cukup besar. Kemungkinan bisa sampai 1.000 orang karena tidak ada kursi atau meja,” ungkapnya.

Selain agenda utama lomba, juga disediakan berbagai acara penyerta, seperti job fair, bazar UMKM, dan pawai ta’aruf yang akan menambah kemeriahan acara MTQ 2026. 

 

 

Sumber : https://jatengprov.go.id/publik/pemprov-jateng-pastikan-dukungan-digital-mtq-nasional-siap/ 

Baca Terusannya »»  

Gubernur Kaltara Kenang Keramahan Warga Jateng, MTQ Nasional Jadi Momen Pulang ke “Rumah Kedua”

 


SEMARANG – Pelaksanaan Musabaqah Tilawatil Qur’an (MTQ) Nasional XXXI Tahun 2026 yang digelar di Kota Semarang, Jawa Tengah, menjadi momen istimewa bagi Gubernur Kalimantan Utara, Zainal Arifin Paliwang.

Kedatangannya ke Jawa Tengah bukan sekadar untuk menghadiri helatan yang dijadwalkan berlangsung 12-20 September 2026, tetapi juga menjadi kesempatan untuk kembali ke daerah yang pernah menjadi bagian penting dalam perjalanan kariernya.

Zainal tiba di Bandara Internasional Ahmad Yani Semarang, Jumat (11/9/2026) sore. Dia disambut Kepala Dinas Komunikasi, Informatika, dan Digital Jawa Tengah, Lilik Henry Ristanto, bersama jajaran panitia MTQ Nasional XXXI.

Bagi Purnawirawan Polri tersebut, Jateng bukan tempat yang asing, karena dia pernah bertugas selama hampir tujuh tahun di Jateng. Pengalaman panjang itu membuatnya mengenal berbagai sudut provinsi ini, dan memiliki kedekatan emosional dengan daerah yang kini menjadi tuan rumah MTQ Nasional.

“Saya tujuh tahun bertugas di Jawa Tengah. Jadi sudah hafal benar, dari semua sudut-sudut Jawa Tengah alhamdulillah hafal. Dan saya juga sama dengan rumah saya yang kedua di sini Jawa Tengah,” katanya, setiba di Bandara Jenderal Ahmad Yani Semarang.

Selama bertugas di Jawa Tengah, Zainal pernah mengisi sejumlah jabatan di lingkungan kepolisian. Dia pernah menjadi Kasat Polairud Polda Jateng pada 2002-2003, Dirpolair Polda Jateng pada 2003, Kapolres Blora pada 2003-2005, Kapolres Wonosobo pada 2005, Kapolres Kendal pada 2005-2006, hingga Wadir Reskrim Polda Jateng pada 2006-2007.

Kembali menginjakkan kaki di Jateng setelah bertahun-tahun, Zainal juga kembali merasakan keramahan masyarakat yang pernah dikenalnya selama bertugas. Dia mengapresiasi sambutan dan fasilitas yang disiapkan Pemprov Jateng sebagai tuan rumah MTQ Nasional XXXI.

“Luar biasalah penyambutan dari Pemprov Jawa Tengah ini terhadap tamu-tamu yang hadir di acara MTQ. Terima kasih atas penyambutan yang begitu baik dan begitu ramah,” bebernya.

Keramahan tersebut membuat kedatangannya ke Jawa Tengah terasa istimewa. Dia pun berharap penyelenggaraan MTQ Nasional XXXI dapat berlangsung dengan baik, dan menjadi momentum untuk terus meningkatkan kualitas pelaksanaan MTQ dari waktu ke waktu.

“Kita harapkan setiap acara-acara MTQ selalu ada peningkatan pelaksanaannya. Setiap acara pasti ada evaluasi ya kan. Mudah-mudahan Jawa Tengah dapat melaksanakan dengan baik di MTQ ke-31 ini,” ungkap Zainal.

Di sisi lain, pihaknya menyampaikan, kehadirannya penuh dengan semangat untuk mendampingi sekaligus memberikan dukungan kepada para kafilah Kalimantan Utara yang telah lebih dahulu berangkat.

“Alhamdulillah tadi pagi jam 11.00, sebelum berangkat ke Jawa Tengah, saya melepas 56 rombongan, di antaranya 39 itu anak-anak yang mengikuti MTQ, kafilah Kalimantan Utara,” ungkapnya.

Sementara itu, Kepala Diskomdigi Jateng Lilik Henry Ristanto mengatakan, Pemprov Jawa Tengah berkomitmen memberikan pelayanan terbaik kepada seluruh kafilah dan tamu MTQ Nasional. Sesuai arahan Gubernur Ahmad Luthfi dan Wakil Gubernur Taj Yasin, terdapat dua target utama dalam MTQ, yakni sukses penyelenggaraan dan sukses prestasi.

Secara penyelenggaraan, setiap organisasi perangkat daerah (OPD) turut dilibatkan sebagai liaison officer (LO). Satu OPD bertugas mendampingi satu pemerintah daerah atau kafilah, mulai dari kedatangan, selama pelaksanaan kegiatan, hingga pengantaran kepulangan.

“Dari sisi sukses penyelenggaraan, satu OPD menjadi LO pada satu pemerintah daerah atau kafilah Nah, itu tentu saja bagian dari komitmen panitia daerah Pemprov Jateng, untuk memuliakan tamu,” ungkap Lilik.

Komitmen memberikan pelayanan juga terlihat sejak para kafilah tiba di Jawa Tengah. Berdasarkan pantauan di pintu kedatangan Bandara Ahmad Yani Semarang, kafilah dari berbagai daerah telah berdatangan untuk mengikuti MTQ Nasional XXXI.

Pemprov Jateng turut menyambutnya dengan menyediakan welcome drink gratis. Beragam makanan khas disajikan, mulai dari wingko babat, gethuk khas Magelang, brownies, hingga tahu bakso. Beragam minuman tradisional juga tersedia, seperti kunir asem, gula asem, jahe lemon, serta kopi Temanggung.

Berbagai sajian itu menjadi bagian dari pelayanan Pemprov Jawa Tengah untuk menyambut para tamu, sekaligus menghadirkan pengalaman bagi para kafilah MTQ dan tamu undangan yang hadir dari berbagai provinsi di Indonesia.

Sumber : https://jatengprov.go.id/publik/gubernur-kaltara-kenang-keramahan-warga-jateng-mtq-nasional-jadi-momen-pulang-ke-rumah-kedua/

Baca Terusannya »»  

Apresiasi Kontribusi Pelaku Industri Olahraga, Menpora Erick Serahkan Penghargaan Indonesia Sports Awards 2026

 

Jakarta: Menteri Pemuda dan Olahraga (Menpora) RI Erick Thohir menyerahkan penghargaan Indonesia Sports Awards 2026 pada hari pertama Indonesia Sports Summit (ISS) 2026, di Cendrawasih Hall, Jakarta International Convention Center (JICC) Senayan, Jakarta Pusat, Jumat (11/9) sore.

Indonesia Sports Awards merupakan penghargaan dan apresiasi kepada para pihak yang telah memberikan kontribusi dalam berbagai area yang terkait penguatan ekosistem olahraga nasional. Meliputi pembudayaan olahraga, peningkatan prestasi olahraga, dan pengembangan industri olahraga nasional.

Pada tahun ini Indonesia Sports Awards mengangkat tema “Recognizing the Ecosystem Behind Indonesia Sports Grounds”, berfokus pada pemberian penghargaan kepada para pelaku industri olahraga. Yaitu para pelaku industri olahraga yang telah memberikan kontribusi dalam kurun waktu tertentu dalam penguatan dan juga pengembangan industri olahraga nasional, dengan kategori Sports Industry of the Year 2026.

Setelah melalui proses penilaian oleh tim penilai, penghargaan Sports Industry of the Year ini diserahkan kepada tiga penerima yang dianggap layak, yaitu Djarum Foundation, PT Bank Rakyat Indonesia (BRI), dan PT Indofood CBP Sukses Makmur.

Atas penghargaan ini Direktur Utama (Dirut) PT BRI Hery Gunardi menyampaikan terima kasih kepada Menpora Erick yang telah memberikan penghargaan. Dirut BRI menyebut ini merupakan kali pertama bagi pihaknya selaku perusahaan finansial memperoleh penghargaan di bidang olahraga.

Menurut Dirut Hery, BRI memiliki pengalaman yang panjang dalam industri olahraga Tanah Air, khususnya liga sepak bola putra profesional Indonesia melalui BRI Super League yang tahun ini memasuki edisi keenam.

“Kita bisa membayangkan bahwa sepak bola itu tidak hanya yang terjadi di lapangan, di gelanggang, tetapi juga impact-nya,” ucap Dirut Hery.

Kata dia, penyelenggaraan industri olahraga memiliki dampak pada sektor perekonomian melalui ekosistem yang dibangun. Melalui BRI Super League misalnya, mendatangkan banyak penonton yang berkontribusi pembelian tiket, menghidupkan UMKM, dengan perhitungan setahun bisa menciptakan nilai sekira Rp10,5 triliun.

“Belum lagi dari sisi yang lainnya. Di samping itu BRI ikut juga membina talenta muda pemain sepak bola, juga ajang MotoGP yang sudah kami dukung dari awal,” sebut Dirut BRI.

Karenanya Dirut Hery menyampaikan apresiasi kepada Menpora Erick beserta jajaran Kemenpora atas penghargaan yang diberikan ini. Termasuk inisiatif Kemenpora melalui portal Sport in Indonesia yang menghubungkan para pelaku dan penikmat kegiatan-kegiatan olahraga di Indonesia.

“Mudah-mudahan olahraga Indonesia makin maju di bawah kepemimpinan Pak Menteri Erick. Kami yakin olahraga ini tidak hanya sekadar gerak tubuh, tetapi ini adalah suatu industri yang potensi bisnisnya luar biasa besar,” ucap Dirut Hery.

 

 

 

Sumber : https://www.kemenpora.go.id/detail/7073/apresiasi-kontribusi-pelaku-industri-olahraga-menpora-erick-sera


Baca Terusannya »»  

Menpora Erick: ISS 2026 Jadi Bukti Bahwa Olahraga Adalah Investasi untuk Memperkuat Karakter Bangsa

 


Jakarta: Menteri Pemuda dan Olahraga Republik Indonesia (Menpora RI) Erick Thohir ingin Indonesia Sports Summit (ISS) 2026 menjadi ajang bahwa olahraga adalah investasi untuk karakter bangsa. 

Hal itu disampaikan Menpora Erick pada ajang ISS 2026 di JCC, Jakarta, Jumat (11/9) sore. "Olahraga adalah investasi untuk karakter bangsa, dan itu sejalan dengan apa yang diharapkan oleh Presiden Prabowo Subianto," kata Menpora Erick. 

Menpora Erick menyampaikan ISS 2025 lalu kita lebih bagaimana kita menyamakan perspektifnya dulu diantara stakeholder dengan kementerian atau lembaga lain. Karena tidak mungkin kalau kita mau mendorong sebuah prestasi olahraga di masyarakat, sport tourism, sport industri, tetapi banyak peraturan yang masih saling mengikat.

Untun ISS 2026 kali ini, Menpora Erick menyampaikan bahwa akan banyak melibatkan stakeholder yang lebih besar. 
"ISS tahun ini kita melibatkan semua stakeholders yang lebih besar, yaitu private sector dan masyarakat, untuk menjadi bagian daripada pembangunan olahraga secara menyeluruh," ujar Menpora Erick.

Untuk mempermudah keterlibatan stakeholder tersebut, Menpora secara resmi merilis Sport in Indonesia sebagai pintu untuk membangun ekosistem olahraga Indonesia. "Kita merilis hari ini Sport in Indonesia, kalender besar olahraga di Indonesia. Kalender besar ya, bukan kecil-kecil. Sekalian kita mempromosikan infrastruktur yang kita punya yang layak dan dirawat dengan baik, dan juga tentu event-event yang harus diinformasikan kepada dunia, seperti pencak silat, karapan sapi, dan yang lain," tambahnya. 

Ini adalah bagian intervensi yang harus kita lakukan. "Dan itulah intervensi yang kita harus balikkan, bahwa olahraga ini adalah investasi, bukan selama ini setelah tahun 1962 sampai sekarang terus terjadi pemerosotan, bahwa olahraga itu biaya, biaya, biaya. Ini yang harus kita rubah," ujar Menpora.

"Jadi tentu hari ini saya senang bahwa Kemenpora di tahun kedua Indonesia Sport Summit sudah punya loncatan baru, yaitu menjadi agregator yang namanya Sport in Indonesia. Di situ menjadi satu pintu portal yang semuanya bisa memberikan akses, ya, untuk sport industri, sport tourism," pungkas Kemenpora.

 

 

 

Sumber : https://www.kemenpora.go.id/detail/7071/menpora-erick-iss-2026-jadi-bukti-bahwa-olahraga-adalah-investas 

Baca Terusannya »»  

Hari Radio Nasional: KPI Dukung Penguatan Radio dalam RUU Penyiaran

 


Jakarta -- Peran lembaga penyiaran radio tidak akan lekang oleh perubahan zaman. Kehadirannya tetap ditunggu, tak hanya sebagai media penghibur tapi juga sebagai penjernih di tengah banjir informasi media sosial. Radio harus tetap eksis sampai kapanpun. Sekali di udara, tetap di udara.

 

“Kami sangat memahami lembaga penyiaran (radio) di tanah air saat ini sedang mengalami kesulitan. Tapi bukan berarti eksistensinya harus redup karena hadirnya platform media digital. Justru hal ini mengharuskan radio jadi tumpuan masyarakat untuk mendapatkan hiburan dan informasi yang sehat, berkualitas, valid dan dapat dipertanggungjawabkan,” kata Ketua KPI Pusat, Muhammad Hasrul Hasan, dalam rangka Peringatan Hari Radio Nasional sekaligus hari lahirnya Radio Republik Indonesia (RRI) pada 11 September 1945. 

 

Menurut Hasrul, radio berkontribusi besar terhadap negeri ini, tidak hanya sebagai alat perjuangan dan juga mempertahankan kemerdekaan, tapi juga sebagai media perekat persatuan, penanaman rasa nasionalisme dan penguatan karakter bangsa.

“Radio memiliki sejarah panjang terhadap tumbuh kembang bangsa kita. Jadi eksistensinya harus tetap ada dan juga rawat. Namun yang lebih penting dari itu adalah dukungan yang besar dan konkrit agar radio tetap hidup, sehat dan kompetitif,” ujar Hasrul, Jumat (11/9/2026).

Terkait kondisi radio saat ini, Hasrul berharap adanya perhatian negara melalui dukungan regulasi yang kuat dan adil. “Kami sangat berharap RUU Penyiaran yang sekarang telah ditetapkan sebagai UU inisiatif DPR dapat menguatkan posisi lembaga penyiaran konvensional termasuk radio,” tutupnya.

 

 

Sumber : https://kpi.go.id/news/hari-radio-nasional-kpi-dukung-penguatan-radio-dalam-ruu-penyiaran 

Baca Terusannya »»  

Gubernur Jateng Ahmad Luthfi Tegaskan Pembukaan MTQ Nasional di Jateng Tak Eksklusif


SEMARANG – Gubernur Jawa Tengah, Ahmad Luthfi memastikan masyarakat dapat menyaksikan secara langsung pembukaan Musabaqah Tilawatil Qur’an (MTQ) Nasional XXXI Tahun 2026, di Lapangan Pancasila (Simpang Lima), Kota Semarang, Sabtu (12/9/2026) malam.

Hal itu disampaikan Luthfi saat mengecek kesiapan lokasi pembukaan gelaran MTQ nasional XXXI, di Lapangan Pancasila Simpanglima, Semarang, Jumat (11/9/2026).

“Nanti tanpa mengurangi prosesi kafilah maupun lainnya, masyarakat kita bolehkan masuk supaya tidak terkesan eksklusif,” katanya

Dalam tinjauan itu, dia didampingi Sekretaris Daerah Provinsi Jawa Tengah Sumarno dan jajaran, meninjau panggung utama serta tenda kafilah di kawasan Simpang Lima. Pengecekan juga dilakukan terhadap sejumlah fasilitas pendukung di halaman Kantor Gubernur Jawa Tengah.

Seusai peninjauan, Ahmad Luthfi memimpin rapat kesiapan terakhir bersama Wakil Gubernur Jawa Tengah Taj Yasin Maimoen, Sekda Sumarno, dan jajaran panitia.

Dalam rapat tersebut, gubernur kembali meminta panitia menyediakan ruang yang memadai bagi masyarakat. Menurutnya, keterlibatan masyarakat akan menjadi bagian dari kemeriahan sekaligus keberhasilan Jawa Tengah sebagai tuan rumah.

Sarana pendukung juga diminta disiapkan agar masyarakat yang tidak tertampung di area utama tetap dapat mengikuti jalannya pembukaan. Salah satunya melalui pemanfaatan videotron di sekitar lokasi.

“Kalau perlu videotron di Polda dinyalakan sekalian saja,” ujarnya.

Selain membuka akses bagi masyarakat, Ahmad Luthfi meminta panitia menjamin kenyamanan kafilah. Pelayanan harus diberikan secara maksimal sejak kedatangan, selama mengikuti rangkaian perlombaan, hingga kepulangan ke daerah masing-masing.

Dia juga memberi perhatian terhadap kehadiran para kepala daerah pada malam ta’aruf dan malam pembukaan. Koordinasi dengan seluruh pihak terkait diminta terus dilakukan, agar rangkaian agenda berlangsung tertib dan lancar.

Wakil Gubernur Taj Yasin Maimoen selaku Ketua Lembaga Pengembangan Tilawatil Quran (LPTQ) Jawa Tengah mengatakan, kesiapan penyelenggaraan telah mendekati 100 persen. Panitia tinggal menggelar gladi bersih dan melakukan sejumlah penyesuaian agar masyarakat dapat hadir langsung.

“Hari ini sudah hampir 100 persen karena semuanya sudah siap, tinggal gladi bersih. Ada sedikit perubahan agar masyarakat umum bisa hadir, dan menikmati langsung di Simpang Lima pada malam Minggu,” kata Taj Yasin seusai rapat.

Selain membuka area di sekitar panggung utama, panitia akan memanfaatkan fasilitas videotron di sejumlah titik kawasan Simpang Lima. Layar tersebut akan menyiarkan prosesi pembukaan sehingga masyarakat tetap dapat mengikuti seluruh rangkaian acara meski tidak berada di depan panggung.

“Masyarakat ingin datang dan melihat kemeriahannya, bagaimana para ahli Al-Qur’an ini berkumpul. Videotronnya sudah kita siapkan, tinggal nanti informasinya kita unggah supaya masyarakat tahu,” ujar Taj Yasin, saat pengecekan Kamis (10/9/2026) malam.

Sekda Jawa Tengah Sumarno menyampaikan, seluruh fasilitas telah diupayakan secara maksimal, termasuk dengan memanfaatkan berbagai aset milik Pemprov Jawa Tengah. Seluruh organisasi perangkat daerah juga ditugaskan mendampingi kafilah, untuk memastikan kebutuhan dan kenyamanan mereka sejak datang hingga kembali ke daerah masing-masing.


 Sumber : https://jatengprov.go.id/publik/ahmad-luthfi-tegaskan-pembukaan-mtq-nasional-di-jateng-tak-eksklusif/

Baca Terusannya »»  

Gempa Flores M7,7 Jadi Momentum Penguatan Mitigasi Bencana Berbasis Sains dan Teknologi

 

Jakarta, 11 September 2026 – Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) menegaskan pentingnya penguatan mitigasi bencana berbasis sains, teknologi, dan data dalam menghadapi tingginya risiko kebencanaan di Indonesia. Pembelajaran dari Gempa Flores berkekuatan magnitudo 7,7 yang terjadi pada 15 Agustus 2026 menjadi momentum untuk memperkuat sistem peringatan dini, kesiapsiagaan masyarakat, serta pembangunan infrastruktur yang lebih tangguh terhadap bencana.

Hal tersebut disampaikan Kepala BMKG, Teuku Faisal Fathani, saat menjadi narasumber dalam Webinar Gempa Flores 2026: Dampak serta Pembelajaran untuk Penguatan Mitigasi Bencana yang diselenggarakan Fakultas Teknik Sipil dan Lingkungan (FTSL) Institut Teknologi Bandung (ITB) bekerja sama dengan Pusat Studi Gempa Nasional (PuSGeN) Kementerian Pekerjaan Umum, Akademi Ilmu Pengetahuan Indonesia (AIPI), dan Himpunan Ahli Konstruksi Indonesia (HAKI) secara daring, Jumat (11/9/2026).

Dalam paparannya, Faisal menjelaskan bahwa Indonesia merupakan negara dengan dinamika geologi dan atmosfer yang sangat aktif sehingga berhadapan dengan potensi bencana geologi maupun hidrometeorologi yang dapat terjadi kapan saja.

“Kondisi ini mengingatkan kita bahwa risiko bencana bukan sekadar persoalan frekuensi kejadiannya, tetapi merupakan tantangan pembangunan yang membutuhkan pemahaman risiko berbasis sains, teknologi, dan data yang semakin presisi,” ujarnya.

Menurut Faisal, pengelolaan kebencanaan perlu terus bergerak dari paradigma respons pascakejadian menuju paradigma antisipasi sebelum bencana terjadi. Upaya tersebut dilakukan melalui penguatan sistem monitoring, peringatan dini, diseminasi informasi, kesiapsiagaan masyarakat, serta pengurangan risiko bencana berbasis wilayah.

Dari aspek geofisika, BMKG menghadirkan berbagai layanan terpadu yang mencakup informasi gempa bumi dan tsunami, geofisika potensial, tanda waktu, serta seismologi teknik. Berbagai layanan tersebut bertujuan menyediakan informasi yang cepat, akurat, dan dapat ditindaklanjuti sebagai dasar pengambilan keputusan berbasis risiko.

Faisal menilai Gempa Flores M7,7 memberikan banyak pembelajaran penting, sekaligus menunjukkan keandalan sistem Indonesia Tsunami Early Warning System (INATEWS) dalam mendukung keselamatan masyarakat.

“Dalam waktu 2 menit 16 detik setelah terjadinya Gempa Flores, BMKG telah berhasil menyebarluaskan peringatan dini terkait potensi tsunami kepada masyarakat luas,” jelasnya.

Selain penyebaran peringatan dini tsunami, BMKG juga memanfaatkan informasi shakemap berbasis dampak untuk membantu identifikasi wilayah terdampak, menentukan prioritas respons, serta mendukung perlindungan aset dan infrastruktur kritis nasional secara lebih cepat dan tepat.

Menurut Faisal, penguatan INATEWS dan layanan informasi gempa berbasis dampak akan terus menjadi bagian penting dalam mendukung mitigasi risiko bencana, ketahanan infrastruktur, dan pembangunan nasional yang berkelanjutan dengan prinsip early warning must lead to early action.

Ia menambahkan bahwa risiko bencana tidak berhenti pada guncangan utama, tetapi juga dapat memicu berbagai bahaya sekunder seperti tsunami, longsor, maupun likuifaksi. Dalam konteks tersebut, informasi cepat yang dihasilkan BMKG menjadi petunjuk awal dalam mengidentifikasi potensi dampak lanjutan yang mungkin terjadi.

“Gempa Flores M7,7 menunjukkan bahwa risiko bencana tidak hanya berhenti pada guncangan utamanya saja, tetapi dapat diikuti oleh bahaya sekunder seperti tsunami, longsor, dan likuifaksi,” ungkapnya.

Sebagai bagian dari respons pascagempa, BMKG juga menerjunkan tim survei dan verifikasi ke wilayah terdampak di Flores guna memperkuat pemahaman terhadap kondisi aktual di lapangan sekaligus memastikan data geofisika dapat dimanfaatkan sebagai dasar pengambilan keputusan dalam penanganan darurat.

Faisal menjelaskan bahwa BMKG memiliki 191 Unit Pelaksana Teknis (UPT) yang tersebar di seluruh Indonesia. Khusus di Pulau Flores terdapat empat UPT dan dua pos pengamatan yang turut mendukung diseminasi informasi serta pendampingan kepada masyarakat pascagempa.

“Dalam situasi keseharian maupun kondisi darurat bencana, BMKG harus menjadi rujukan utama dan sumber informasi resmi terkait gempa bumi, tsunami, serta informasi geofisika lainnya,” tegasnya.

Selain mendukung penanganan darurat, BMKG juga berkontribusi dalam penguatan ketahanan infrastruktur melalui layanan seismologi teknik, Structural Health Monitoring, mikrozonasi, serta berbagai kajian kegempaan yang menjadi rujukan ilmiah dalam pembangunan di wilayah rawan bencana.

Melalui program Sekolah Lapang Gempabumi dan Tsunami (SLG) serta berbagai kegiatan edukasi kebencanaan, BMKG terus mendorong peningkatan literasi masyarakat agar mampu memahami risiko, meningkatkan kesiapsiagaan, dan mengambil tindakan yang tepat ketika terjadi bencana.

Faisal mengungkapkan bahwa Gempa Flores M7,7 juga menjadi momentum penting untuk melakukan validasi Peta Bahaya Gempa Bumi melalui integrasi data observasi instrumental dengan hasil survei dan verifikasi kondisi kerusakan di lapangan.

“Gempa Flores M7,7 ini menjadi momentum penting bagi BMKG untuk melakukan validasi Peta Bahaya Gempa Bumi. Hal ini dilakukan melalui integrasi antara data observasi instrumental dengan hasil survei dan verifikasi kondisi aktual kerusakan di lapangan,” katanya.

Menurutnya, proses tersebut memberikan pembelajaran berharga untuk meningkatkan akurasi pemodelan bahaya, memperkuat kebijakan mitigasi berbasis risiko, serta mendukung pembangunan infrastruktur yang lebih tangguh terhadap bencana.

Pada kesempatan tersebut, Faisal juga menegaskan bahwa BMKG terus bertransformasi dari paradigma pemantauan menuju ekosistem layanan peringatan dini berbasis dampak (Impact-Based Early Warning Services). Pendekatan ini diarahkan untuk menghadirkan layanan yang lebih spesifik, tepat sasaran, dan sesuai dengan kebutuhan pemangku kepentingan maupun masyarakat di wilayah berisiko tinggi.

Ia menekankan bahwa keberhasilan layanan meteorologi, klimatologi, dan geofisika tidak hanya diukur dari kecepatan mendeteksi suatu kejadian, tetapi juga dari kemampuan informasi tersebut dalam mendorong kesiapsiagaan, pengambilan keputusan yang tepat, serta pengurangan dampak terhadap keselamatan masyarakat dan keberlangsungan pembangunan.

“Gempa Flores memberikan pengingat sekaligus peluang untuk belajar bersama, memperkuat data, menyempurnakan kebijakan, dan membangun Indonesia yang lebih tangguh. Dari satu kejadian kita membangun pengetahuan, dari pengetahuan kita merumuskan kebijakan yang kuat, dan dari kebijakan kita membangun infrastruktur yang tangguh,” pungkasnya.

 

 

Sumber : https://www.bmkg.go.id/berita/utama/gempa-flores-m77-jadi-momentum-penguatan-mitigasi-bencana-berbasis-sains-dan-teknologi 


Baca Terusannya »»