Cari Blog Ini

Jumat, 09 Oktober 2026

Hasil FP1 MotoGP Mandalika 2026: Bezzecchi Tercepat Ungguli Marquez

 

SPORT.DETIK.COM Mandalika - Marco Bezzecchi jadi yang tercepat pada Free Practice 1 (FP1) MotoGP Mandalika pada ajang Pertamina Grand Prix of Indonesia 2026. Ia mengungguli Marc Marquez di urutan kedua.

Free Practice 1 (FP1) MotoGP pada ajang Pertamina Grand Prix of Indonesia 2026 berlangsung di Sirkuit Internasional Pertamina Mandalika, Lombok, Nusa Tenggara Barat, Jumat (9/10/2026). Raul Fernandez tancap gas di sesi awal FP1 dengan menorehkan catatan waktu 1 menit 31,059 detik

Namun, posisinya kemudian bisa diambil oleh Fabio di Giannantonio. Ia mencatatkan torehan waktu 1 menit 30,768 detik.

Fernandez bisa memperbaiki catatan waktunya untuk kembali ke urutan teratas. Pebalap Spanyol ini memperbarui catatan waktunya menjadi 1 menit 30, 534 detik.

Catatan waktu pebalap SuperFile Trackhouse MotoGP ini lebih cepat dari 0,234 detik dari Di Giannantonio di posisi kedua dan 0,256 detik dari Fermin Aldeguer di urutan ketiga saat memasuki pit.

Marco Bezzecchi mampu melewati catatan waktu dari Fernandez. Penunggang Motor Aprillia ini merangsek ke urutan teratas berkat catatan waktu 1 menit 30,132 detik.

Yellow flag sempat berkibar dua kali. Hal ini terjadi usai Diego Morreira dan Ai Ogura mengalami crash.

Posisi Fernandez kembali melorot setelah Jorge martin naik ke urutan kedua. Pemuncak klasemen pebalap ini hanya lebih lambat dari 0,377 detik dari Bezzecchi.

Catatan waktu Bezzecchi tak tersentuh pebalap lain hingga FP1 tuntas. Ia jadi yang tercepat di FP1 Motogp Mandalika 2026.

Marc Marquez melesat di detik-detik terakhir FP1. Pebalap Ducati ini melonjak dari posisi ke-8 menuju peringkat kedua. Jorge Martin harus puas di urutan ketiga usai digusur MM93.

 

 Hasil FP1 MotoGP Mandalika 2026: 

PosPebalapTimCatatan Waktu
1Marco BezzecchiAprilia Racing (RS-GP26)1'00.000s
2Marc MarquezDucati Lenovo (GP26)+0.237s
3Jorge MartinAprilia Racing (RS-GP26)+0.266s
4Pedro AcostaRed Bull KTM (RC16)+0.294s
5Raul FernandezTrackhouse Aprilia (RS-GP26)+0.402s
6Franco MorbidelliPertamina VR46 Ducati (GP25)+0.571s
7Fabio Di GiannantonioPertamina VR46 Ducati (GP26)+0.631s
8Fabio QuartararoMonster Yamaha (YZR-M1)+0.651s
9Fermin AldeguerBK8 Gresini Ducati (GP25)+0.658s
10Alex MarquezBK8 Gresini Ducati (GP26)+0.720s
11Alex RinsMonster Yamaha (YZR-M1)+0.835s
12Enea BastianiniRed Bull KTM Tech3 (RC16)+0.958s
13Francesco BagnaiaDucati Lenovo (GP26)+0.995s
14Johann ZarcoCastrol Honda LCR (RC213V)+1.168s
15Toprak RazgatliogluPramac Yamaha (YZR-M1)*+1.240s
16Brad BinderRed Bull KTM (RC16)+1.404s
17Jack MillerPramac Yamaha (YZR-M1)+1.478s
18Luca MariniHonda HRC Castrol (RC213V)+1.580s
19Maverick ViñalesRed Bull KTM Tech3 (RC16)+1.606s
20Diogo MoreiraPro Honda LCR (RC213V)*+1.635s
21Ai OguraTrackhouse Aprilia (RS-GP26)+1.747s
22Aleix EspargaroHonda HRC Castrol (RC213V)+2.777s




Sumber : https://sport.detik.com/moto-gp/d-8699124/hasil-fp1-motogp-mandalika-2026-bezzecchi-tercepat-ungguli-marquez


Baca Terusannya »»  

Kamis, 08 Oktober 2026

Pemerintah Tegaskan Kesiapan Ekosistem Jelang Implementasi Wajib Halal 2026

 


Pemerintah terus memperkuat ekosistem halal nasional seiring dengan semakin dekatnya implementasi kewajiban sertifikasi halal. Kebijakan tersebut menjadi bagian penting dalam mendorong pengembangan ekonomi syariah sekaligus memperkuat daya saing industri nasional, memberikan kepastian dan rasa aman bagi konsumen, serta membuka peluang yang lebih besar bagi produk Indonesia untuk memasuki pasar global.

“Ekonomi syariah dan instrumennya ini sangat bagus ya. Kita menjadi salah satu dari 5 negara dengan skor ekonomi syariah tertinggi di dunia,” ujar Wakil Menteri Koordinator Bidang Perekonomian Dradjad Hari Wibowo mewakili Menko Airlangga Hartarto saat menghadiri Forum Tukar Pikiran Implementasi Wajib Halal yang diselenggarakan Majelis Ulama Indonesia (MUI) di Jakarta, Kamis (8/10).

Wamenko Dradjad juga menegaskan bahwa penguatan ekosistem halal perlu berjalan seiring dengan fundamental ekonomi nasional yang tetap terjaga. Pada Semester I-2026, perekonomian Indonesia tumbuh 5,45% secara cumulative-to-cumulative (ctc), sementara inflasi September 2026 tercatat 3,28% (year-on-year). Realisasi investasi mencapai Rp1.010,6 triliun atau tumbuh 7,2% (yoy), dan penyaluran Kredit Usaha Rakyat (KUR) telah mencapai Rp290,52 triliun kepada 3,61 juta debitur.

Dalam konteks tersebut, ekonomi syariah memiliki ruang pengembangan yang besar untuk semakin berkontribusi terhadap pertumbuhan ekonomi yang inklusif dan pemerataan. Indonesia saat ini berada di peringkat keempat dunia dalam Global Islamic Economy Indicator (GIEI) 2025/2026, dengan total aset industri keuangan syariah mencapai Rp3.131,02 triliun. Namun demikian, pangsa pasar dan inklusi keuangan syariah masih memiliki ruang yang luas untuk ditingkatkan, termasuk melalui optimalisasi instrumen sosial syariah seperti zakat, infak, sedekah, dan wakaf (ZISWAF).

Lebih lanjut, penguatan ekosistem halal menjadi salah satu instrumen strategis dalam mengoptimalkan potensi ekonomi syariah. Saat ini, sekitar 4,4 juta sertifikat halal telah diterbitkan untuk 3,47 juta pelaku usaha dengan 14,68 juta produk bersertifikat halal, sementara pengakuan melalui Mutual Recognition Agreement (MRA) telah terjalin dengan 39 negara. Capaian tersebut sekaligus menunjukkan peluang yang semakin besar bagi produk halal Indonesia untuk memperluas akses pasar dan meningkatkan daya saing di tingkat global.

Sesuai dengan amanat UU No. 33 Tahun 2014 dan PP No. 42 Tahun 2024, kebijakan Wajib Halal secara resmi mulai diberlakukan pada 18 Oktober 2026, termasuk untuk produk alat kesehatan kategori risiko A. Untuk menjamin kelancaran pelaksanaan di lapangan, Pemerintah bersama BPJPH dan Kementerian/Lembaga teknis menyiapkan regulasi turunan berupa Peraturan Kepala BPJPH (Perban) yang mengatur penahapan, pendampingan UMK, serta penataan kembali ketentuan barang gunaan.

“Berdasarkan pertemuan Menko dengan Kepala BPJPH, kita sepakati implementasinya akan diberlakukan 18 Oktober 2026 dengan mempertimbangkan kesiapan, nanti tahapannya itu akan diatur melalui Perban. Mengingat waktu mendesak, penyiapan aturan teknis perlu diselesaikan paling lambat 11 Oktober 2026 untuk segera disosialisasikan kepada pelaku usaha dan asosiasi terkait,” tegas Wamenko Dradjad.

Guna memastikan implementasi berjalan secara efektif, Pemerintah terus memperkuat kesiapan ekosistem halal yang mencakup infrastruktur, sumber daya manusia, tata kelola, supply chain, serta dukungan sistem dan industri keuangan syariah. Hingga saat ini, ekosistem tersebut didukung antara lain oleh 587 verifikator, 2.036 auditor halal, 108.211 Pendamping Proses Produk Halal (P3H), 5.561 Juru Sembelih Halal (JULEHA), serta 5.745 Rumah Potong Hewan/Rumah Potong Unggas (RPH/RPU) bersertifikat. Pemerintah juga terus memperkuat program SEHATI berupa sertifikasi halal gratis bagi usaha mikro dan kecil (UMK).

“Karena merupakan kebijakan baru, evaluasi dan perbaikan akan dilakukan agar potensi sertifikasi halal dapat dimaksimalkan serta ekses yang muncul diminimalkan,” pungkas Wamenko Dradjad.

Turut hadir dalam forum tersebut yakni Ketua Umum MUI K.H. M. Anwar Iskandar, Kepala Badan Penyelenggara Jaminan Produk Halal (BPJPH) Ahmad Haikal Hasan, Wakil Ketua Umum MUI K.H. M. Cholil Nafis, Ketua MUI Bidang Hukum Wahiduddin Adams, Wakil Sekretaris Jenderal (Wasekjen) MUI Rofiqul Umam Ahmad, Sekretaris Deputi Bidang Koordinasi Industri, Ketenagakerjaan, dan Pariwisata Kemenko Perekonomian Nuryani Yunus, Asisten Deputi Pengembangan Industri Agro, Kimia, Farmasi, dan Tekstil Kemenko Perekonomian Eripson Mangasi Hamonangan, serta jajaran Dewan Pimpinan MUI dan pimpinan ormas Islam tingkat pusat. 

 

 



Sumber : https://www.ekon.go.id/publikasi/detail/7138/pemerintah-tegaskan-kesiapan-ekosistem-jelang-implementasi-wajib-halal-2026 

Baca Terusannya »»  

Di Tengah Ketidakpastian Global, Pariwisata Indonesia Catat Pertumbuhan Wisman dan Wisnus

 


Jakarta, 8 Oktober 2026 – Pariwisata Indonesia menunjukkan ketahanan di tengah dinamika geopolitik global, termasuk ketegangan di kawasan Timur Tengah, dengan kunjungan wisatawan mancanegara (wisman) dan perjalanan wisatawan nusantara (wisnus) yang sama-sama tumbuh hingga Agustus 2026 dibandingkan periode yang sama tahun sebelumnya.

Menteri Pariwisata (Menpar) Widiyanti Putri Wardhana, didampingi Wakil Menteri Pariwisata (Wamenpar) Ni Luh Puspa, saat menyampaikan Laporan Bulanan Kinerja Kementerian Pariwisata di Gedung Sapta Pesona, Jakarta, Kamis (8/10/2026), mengatakan capaian tersebut menunjukkan fondasi pariwisata Indonesia tetap kuat dan aktivitas pariwisata terus bergerak positif.

“Kita patut bersyukur bahwa di tengah situasi tersebut, pariwisata Indonesia tetap menunjukkan resiliensi dan melanjutkan pertumbuhan positif,” kata Menpar Widiyanti.

 

Pertumbuhan Wisman

Pada Agustus 2026, Indonesia menerima 1,60 juta kunjungan wisman, meningkat 6,27 persen dibandingkan Agustus 2025. Secara kumulatif sepanjang Januari–Agustus 2026, kunjungan wisman mencapai 10,58 juta atau tumbuh 5,38 persen secara tahunan.

Strategi diversifikasi pasar short-haul dan medium-haul juga menunjukkan perkembangan positif. Kunjungan wisatawan dari kawasan Asia lainnya tumbuh 8,41 persen, Asia Tenggara 7,75 persen, dan Oseania 7,36 persen.

Seiring situasi yang berangsur membaik, kunjungan wisatawan dari kawasan Timur Tengah secara kumulatif juga kembali mencatat pertumbuhan positif sebesar 1,30 persen.

 

Perjalanan Wisnus

Wamenpar Ni Luh Puspa mengungkapkan perjalanan wisnus pada Agustus 2026 mencapai 104,30 juta perjalanan, meningkat 11,47 persen dibandingkan Agustus tahun sebelumnya. Secara kumulatif sepanjang Januari–Agustus 2026, tercatat 842,15 juta perjalanan wisnus atau tumbuh 4,29 persen.

“Pertumbuhan pariwisata juga ditopang oleh kekuatan dari dalam negeri. Ini menegaskan posisi wisatawan nusantara sebagai salah satu penopang utama ketahanan pariwisata Indonesia. Kita ingin pertumbuhan ini memberikan manfaat bagi semakin banyak daerah. Karena itu, kita akan terus mengajak masyarakat berwisata #DiIndonesiaAja sekaligus memperluas distribusi perjalanan wisatawan ke berbagai destinasi,” kata Wamenpar Ni Luh.

Di sisi lain, perjalanan wisatawan nasional ke luar negeri turun 6,02 persen pada Agustus 2026. Secara kumulatif Januari–Agustus 2026, perjalanan wisatawan nasional ke luar negeri turun 3,56 persen menjadi 5,91 juta perjalanan.

Surplus antara kunjungan wisman dan perjalanan wisatawan nasional pun melebar menjadi 960 ribu kunjungan pada Agustus 2026, dari 820 ribu pada Agustus 2025. Secara kumulatif, surplus mencapai 4,67 juta kunjungan, lebih tinggi dibandingkan 3,91 juta pada periode yang sama tahun sebelumnya.

“Ini merupakan sinyal yang baik. Semakin banyak wisatawan dunia datang ke Indonesia dan semakin banyak pula masyarakat kita menikmati kekayaan destinasi di negeri sendiri,” kata Wamenpar Ni Luh.

 

Daya Saing Meningkat

Dalam Travel and Tourism Development Index (TTDI) 2026 yang dirilis World Economic Forum pada September, skor Indonesia meningkat menjadi 4,56 dari 4,46 pada 2024. Indonesia menempati peringkat ke-23 dunia, keenam di Asia Pasifik, dan kedua di Asia Tenggara setelah Singapura.

Indonesia juga menempati peringkat pertama dunia pada pilar Prioritization of Travel & Tourism dengan skor 6,12, peringkat kelima pada Price Competitiveness, kesembilan pada Natural Resources, serta ke-15 pada Cultural Resources dan Socioeconomic Impact.

“Capaian ini menunjukkan kuatnya komitmen pemerintah terhadap sektor pariwisata, sekaligus besarnya modal alam dan budaya yang kita miliki. Namun, TTDI juga memberikan gambaran jelas mengenai pekerjaan rumah yang masih harus diselesaikan, terutama pada infrastruktur dan layanan pariwisata, kesehatan dan kebersihan, kesiapan digital, keterbukaan perjalanan, serta keamanan,” kata Menpar Widiyanti.

Menurut Menpar, pembangunan pariwisata tidak dapat dilakukan oleh satu kementerian karena daya saing pariwisata merupakan hasil kerja bersama seluruh pemangku kepentingan.

 

Okupansi Hotel Naik

Tingkat Penghunian Kamar (TPK) hotel bintang pada Agustus 2026 mencapai 52,52 persen, meningkat 2,01 poin persentase dibandingkan Agustus tahun sebelumnya. Secara kumulatif sepanjang Januari–Agustus 2026, TPK mencapai 49,56 persen atau naik 2,30 poin persentase, dengan peningkatan yang relatif merata pada hotel bintang satu hingga bintang lima.

“Ini menjadi salah satu indikator bahwa industri hospitality kita semakin baik, seiring meningkatnya mobilitas dan aktivitas pariwisata,” ujar Wamenpar Ni Luh.

Pengakuan dunia juga diberikan kepada industri hospitality Indonesia. Sebanyak 47 hotel dan resor Indonesia meraih MICHELIN Keys 2026, meningkat dari 33 properti pada tahun sebelumnya. Capaian tersebut menempatkan Indonesia sebagai negara dengan jumlah pemegang MICHELIN Keys terbanyak kedua di Asia Tenggara setelah Thailand.

NIHI Sumba, Amanjiwo, dan Mandapa, a Ritz-Carlton Reserve, meraih tiga MICHELIN Keys dalam kategori An Extraordinary Stay. Sebanyak 11 properti meraih dua Keys dalam kategori An Exceptional Stay, sedangkan 33 properti memperoleh satu Key dalam kategori A Very Special Stay.

Dalam The World's 50 Best Hotels 2026, Desa Potato Head Bali menempati peringkat ke-21, NIHI Sumba ke-35, dan Mandapa ke-61.

“Penghargaan ini menunjukkan bahwa kualitas hospitality Indonesia semakin diakui dunia, sekaligus memperkuat positioning Indonesia sebagai destinasi pariwisata berkualitas,” ungkap Wamenpar Ni Luh.

 

Peluang Yachting dan Marina

Pada September 2026, Menpar Widiyanti memimpin delegasi Indonesia dalam The 6th Monaco Smart & Sustainable Marina Rendezvous. Sebagai Guest of Honor, Menpar menyampaikan keynote speech di hadapan perwakilan lebih dari 160 organisasi sekaligus memperkenalkan potensi investasi marina Indonesia.

Indonesia juga menggelar Closed-Door Session bertajuk “Indonesia as an Emerging International Yachting and Marina Destination”. Pembahasan tindak lanjut mencakup pendidikan dan sertifikasi awak kapal, penyusunan master plan maritime tourism, promosi, hingga business matching dengan investor internasional.

“Sebagai negara kepulauan di kawasan Coral Triangle, Indonesia memiliki modal yang sangat besar untuk mengembangkan wisata bahari dan industri maritim, dengan destinasi kelas dunia seperti Raja Ampat dan Labuan Bajo serta lebih dari 700 destinasi selam,” ucap Menpar Widiyanti.

Menpar mengatakan kehadiran Indonesia di Monako membawa pesan mengenai kesiapan Indonesia menjadi salah satu destinasi baru dunia untuk pengembangan yachting dan marina.

“Kita ingin kekuatan ini diterjemahkan menjadi investasi, lapangan kerja, peningkatan kualitas destinasi, dan manfaat ekonomi bagi masyarakat pesisir,” katanya.

  

Wonderful Indonesia Gastronomy

Kemenpar untuk kedua kalinya menyelenggarakan Wonderful Indonesia Gastronomy (WIG) 2026. Setelah tahun sebelumnya berlangsung di Jakarta dan Bali, tahun ini WIG berfokus di Solo dan Yogyakarta dengan mengangkat tema “From Local Roots to Global Recognition”.

Rangkaian kegiatan mempertemukan chef Indonesia dan chef internasional. Tastemaker Gastronomy Trip melibatkan 18 media dan tastemaker dari 11 negara, sedangkan WIG Talks menghadirkan 22 pakar dari pemerintah dan industri dengan jumlah peserta melampaui target 300 orang.

Artisan Market selama tiga hari menghadirkan 21 tenant brand lokal dan 13 kolaborator serta menarik lebih dari 2.000 pengunjung, jauh melampaui target 1.300 peserta.

Aktivasi lanjutan hingga akhir tahun mencakup Indonesia Restaurant Months, Culinary Festival, dan Chef Collaboration di sejumlah kota yang terbuka untuk publik.

“Kami ingin menunjukkan bahwa akar tradisi dan kekayaan lokal Indonesia dapat menjadi kekuatan untuk membawa gastronomi kita menuju panggung dunia. WIG bukan sekadar festival kuliner, tetapi platform jangka panjang untuk memperkuat ekosistem gastronomi, memperluas pasar produk lokal, membuka peluang bisnis dan kolaborasi, serta menjadikan gastronomi bagian penting dari pengalaman berwisata di Indonesia,” kata Menpar Widiyanti.

 

Event Gerakkan Ekonomi Daerah

Melalui Karisma Event Nusantara (KEN) 2026, Kemenpar mendukung 125 event daerah terkurasi di 38 provinsi. Hingga 30 September 2026, sebanyak 89 event telah terselenggara di 34 provinsi.

Dari 78 event yang telah dikaji dampaknya, tercatat 9,97 juta pengunjung dan Rp888,52 miliar transaksi ekonomi langsung, belum termasuk efek pengganda. Penyelenggaraan event tersebut juga melibatkan 19.866 UMKM dan 120.642 pekerja seni serta membuka lapangan kerja bagi 58.077 tenaga kerja.

“Inilah yang ingin kita dorong melalui Event by Indonesia. Event bukan hanya menjadi atraksi, tetapi motor pergerakan wisatawan dan ekonomi daerah,” tutur Wamenpar Ni Luh.

Bertepatan dengan Hari Pariwisata Dunia, Kemenpar juga meluncurkan Indonesia Tourism Outlook 2026/2027, publikasi yang memuat perkembangan, prospek, dan isu strategis pariwisata Indonesia.

“Geopolitik, perubahan iklim, perkembangan teknologi, hingga perubahan perilaku wisatawan akan menentukan wajah pariwisata ke depan. Karena itu, kita membutuhkan kebijakan dan keputusan industri yang semakin berbasis data, antisipatif, dan adaptif,” kata Wamenpar.

Menurutnya, outlook tersebut diharapkan menjadi referensi bagi pemerintah, industri, akademisi, dan seluruh pemangku kepentingan untuk membangun pariwisata yang berdaya saing, berkualitas, inklusif, dan berkelanjutan.

 

Investasi Pariwisata Tumbuh

Pada September 2026, Kemenpar menjadi tuan rumah Monthly Economic Diplomatic Breakfast bersama KADIN Indonesia yang mempertemukan pemerintah, pelaku usaha, dan korps diplomatik.

Realisasi investasi pariwisata meningkat dari Rp47,14 triliun pada 2024 menjadi Rp73,56 triliun pada 2025 atau tumbuh 56,05 persen.

“Investasi masih banyak terkonsentrasi di Bali dan Jakarta serta pada sektor amenitas. Karena itu, kami mendorong investasi yang lebih merata ke berbagai destinasi, termasuk 13 Destinasi Pariwisata Prioritas dan Regeneratif serta KEK Pariwisata, sekaligus memperluas investasi pada atraksi wisata,” kata Menpar Widiyanti.

 

Keselamatan dan Pemulihan Dusun Sade

Peningkatan aktivitas Gunung Anak Krakatau pada awal September berdampak pada mobilitas penerbangan. Berdasarkan laporan InJourney Airports per 8 September, sebanyak 35 bandara terdampak dengan 4.132 penerbangan dan 454.551 penumpang terdampak.

Kemenpar berkoordinasi dengan para pemangku kepentingan, termasuk Online Travel Agents, untuk mendorong penerapan force majeure, mempercepat refund, serta menyediakan opsi reschedule tanpa biaya tambahan bagi wisatawan terdampak.

“Pertumbuhan pariwisata harus disertai kesiapsiagaan menghadapi krisis. Prinsip kami jelas, keselamatan wisatawan harus selalu menjadi prioritas,” kata Menpar Widiyanti.

Kemenpar juga mendampingi pemulihan Dusun Sade, Nusa Tenggara Barat, pascakebakaran pada Agustus 2026. Pada 30 September 2026, bantuan usaha dan alat kerja senilai Rp817,5 juta diserahkan dalam bentuk 15 alat tenun gedogan, modal kerja bagi 69 UMKM, 70 paket bahan baku tenun, serta 43 paket alat kerajinan non-tenun.

Dukungan lainnya mencakup penguatan kapasitas pemandu lokal, promosi dan relaunching aktivitas wisata, penyusunan katalog produk, penguatan branding, serta pemasaran digital.

“Pemulihan destinasi tidak cukup hanya dengan membangun kembali fisiknya. Ekonomi masyarakat juga harus kembali hidup. Kita ingin Sade bangkit menjadi destinasi yang lebih aman dan tangguh tanpa kehilangan karakter budaya, kearifan lokal, dan autentisitas yang menjadi kekuatannya,” kata Menpar Widiyanti.

 

Kontribusi Pariwisata pada PDB

Wamenpar Ni Luh mengungkapkan laporan bulan ini disampaikan menjelang dua tahun pemerintahan Presiden Prabowo Subianto. Pada 2025, kontribusi pariwisata terhadap Produk Domestik Bruto (PDB) tercatat sebesar 4,78 persen.

“Pariwisata hari ini bukan hanya tentang perjalanan dan destinasi, tetapi tentang lapangan kerja, UMKM, investasi, devisa, konektivitas, budaya, lingkungan, serta ekonomi masyarakat di berbagai penjuru Indonesia. Pariwisata adalah salah satu penggerak perekonomian nasional,” kata Wamenpar Ni Luh.

Menpar Widiyanti menegaskan Kementerian Pariwisata memastikan pariwisata tidak hanya tumbuh dalam angka, tetapi juga tumbuh dalam manfaat. Setiap wisatawan yang datang diharapkan mampu menggerakkan usaha, setiap perjalanan membuka kesempatan, dan setiap destinasi yang berkembang meningkatkan kesejahteraan masyarakat dengan tetap menjaga alam, budaya, serta identitas Indonesia.

“Inilah semangat yang akan terus kami bawa, membangun pariwisata Indonesia yang semakin berkualitas, berdaya saing, berkelanjutan, dan memberikan manfaat sebesar-besarnya bagi masyarakat,” kata Menpar Widiyanti.

 

Video Laporan Bulanan Kinerja Kemenpar dapat diakses melalui link berikut:

https://www.youtube.com/watch?v=4Z5MF4ban_M 




Sumber : https://kemenpar.go.id/berita/siaran-pers-di-tengah-ketidakpastian-global-pariwisata-indonesia-catat-pertumbuhan-wisman-dan-wisnus

Baca Terusannya »»  

Perkembangan Situasi dan Penanganan Bencana di Tanah Air 8 Oktober 2026

 

 

 

JAKARTA – Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) merangkum perkembangan situasi dan penanganan bencana di sejumlah wilayah Indonesia berdasarkan pemutakhiran data mulai Rabu (7/10) hingga Kamis (8/10) pukul 07.00 WIB. Kebakaran hutan dan lahan (karhutla) masih menjadi kejadian yang banyak dilaporkan dalam periode tersebut.

Salah satu kejadian yang dilaporkan terjadi di Kabupaten Tulang Bawang Barat, Provinsi Lampung. Kebakaran melanda kebun karet milik PT Huma Indah Mekar pada Selasa (6/10) sekitar pukul 14.00 WIB. Kebakaran terjadi di lebih dari satu titik dengan penyebab yang masih belum diketahui. Lokasi terdampak berada di Desa Penumangan, Kecamatan Tulang Bawang Tengah, Kabupaten Tulang Bawang Barat. Tidak ada korban jiwa, sedangkan kerugian material berupa lahan terbakar sekitar 78,2 hektare.

BPBD bersama tim gabungan melakukan pengecekan lapangan untuk penilaian dan dokumentasi pelaporan. Upaya penanganan juga dilakukan melalui koordinasi dengan pengurus wakaf masjid dan tokoh masyarakat setempat untuk mengingatkan masyarakat agar tidak melakukan pembakaran lahan. BPBD juga berkoordinasi dengan Kepolisian Sektor dan Unit Tindak Pidana Tertentu Kepolisian Resor untuk penyelidikan lebih lanjut terkait penyebab kebakaran.

Status kedaruratan mengacu pada Keputusan Gubernur Lampung Nomor G/493/VI.08/HK/2026 tentang Perpanjangan Penetapan Status Siaga Darurat Bencana Hidrometeorologi dan Bencana Erupsi Gunung Anak Krakatau di Provinsi Lampung Tahun 2026/2027 selama 360 hari, terhitung mulai 6 September 2026 sampai dengan 1 September 2027. Situasi terkini pada Rabu (7/10), api telah padam pukul 23.00 WIB.

Kondisi serupa juga terjadi di wilayah lain di Provinsi Lampung, tepatnya di Kabupaten Pesawaran. Kebakaran lahan terjadi pada Rabu (7/10) sekitar pukul 01.00 WIB di lahan kebun yang ditumbuhi rumpun bambu, Desa Kububatu, Kecamatan Way Khilau. Kebakaran diduga dipicu bekas pembakaran di kebun pada sore hari sebelumnya. Api yang sebelumnya diduga telah padam kembali menyala akibat tiupan angin kencang, kemudian membesar dan menjalar ke rumpun bambu yang kering.

Tidak ada korban jiwa, sedangkan kerugian material berupa lahan terbakar sekitar 2 hektare. BPBD Kabupaten Pesawaran bersama tim terkait melakukan pemadaman dengan berkoordinasi dengan Kepolisian Sektor Kedondong serta melibatkan warga sekitar. Situasi terkini pada Rabu (7/10), api telah padam.

Laporan kebakaran hutan dan lahan juga datang dari Provinsi Kepulauan Bangka Belitung, tepatnya di Pulau Bangka. Di Kabupaten Bangka Barat, kebakaran terjadi pada Rabu (7/10) pukul 13.46 WIB di Jalan Mentok–Pangkalpinang, Desa Air Belo, Kecamatan Muntok. Penyebab kebakaran masih belum diketahui. Tidak ada korban jiwa, sedangkan kerugian material berupa lahan terdampak sekitar 1 hektare.

Tim Reaksi Cepat BPBD Kabupaten Bangka Barat mendatangi lokasi untuk memantau kondisi api dan melakukan penanganan bersama Pemadam Kebakaran serta warga setempat. Upaya pemadaman terkendala angin kencang, kondisi lahan gambut, serta mesin pompa yang tidak dapat dioperasikan. Status kedaruratan mengacu pada Keputusan Bupati Bangka Barat Nomor 100.3.3.2/176A/BPBD/2026 tentang Penetapan Status Siaga Darurat Potensi Bencana Alam Hidrometeorologi di Kabupaten Bangka Barat, terhitung mulai 1 Agustus sampai dengan 31 Oktober 2026. Situasi terkini pada Rabu (7/10), api telah padam pada pukul 15.10 WIB.

Masih di Pulau Bangka, kejadian serupa dilaporkan di Kota Pangkalpinang. Kebakaran lahan terjadi pada Rabu (7/10) pukul 20.50 WIB di depan TPU Sinar Bulan, Kelurahan Temberan, Kecamatan Bukit Intan. Tidak ada korban jiwa, sedangkan kerugian material berupa lahan terbakar sekitar 2 hektare. TRC BPBD Kota Pangkalpinang bersama tim gabungan melakukan pemadaman dengan penyemprotan air. Situasi terkini pada Rabu (7/10), api berhasil dipadamkan pada pukul 21.10 WIB.

Setelah wilayah Sumatra, laporan kebakaran juga datang dari Pulau Jawa, salah satunya di Kabupaten Wonogiri, Provinsi Jawa Tengah. Kebakaran lahan terjadi pada Selasa (6/10) pukul 08.40 WIB di Desa Giritirto, Kecamatan Wonogiri, Kabupaten Wonogiri. Penyebab kebakaran masih dalam penyelidikan. Tidak ada korban jiwa, sedangkan kerugian material berupa lahan terbakar sekitar 1 hektare.

Setelah menerima laporan, BPBD Kabupaten Wonogiri bersama Perum Perhutani menerjunkan personel ke lokasi untuk melakukan penanganan. Status kedaruratan mengacu pada Keputusan Gubernur Jawa Tengah Nomor 100.3.3.1/237 Tahun 2026 tentang Penetapan Status Siaga Darurat Bencana Kekeringan dan Kebakaran Hutan dan Lahan di Provinsi Jawa Tengah Tahun 2026, terhitung mulai 1 Juni sampai dengan 31 Desember 2026. Selain itu, status mengacu pada Keputusan Bupati Wonogiri Nomor 364/154/HK/2026 tentang Penetapan Status Siaga Darurat Bencana Kekeringan, Kebakaran Hutan dan Lahan, terhitung mulai 2 Juni sampai dengan 30 November 2026. Situasi terkini pada Rabu (7/10), api telah padam.

Masih di Jawa Tengah, kejadian kebakaran lahan juga dilaporkan di Kabupaten Grobogan pada Selasa (6/10) pukul 21.30 WIB. Lokasi terdampak berada di Desa Katekan, Kecamatan Brati, Kabupaten Grobogan. Tidak ada korban jiwa, sedangkan kerugian material berupa lahan terbakar sekitar 1 hektare.

TRC BPBD Kabupaten Grobogan bersama petugas gabungan diterjunkan ke lokasi untuk melakukan pemadaman. Setelah api berhasil dipadamkan, petugas melakukan pendinginan dan penyisiran untuk memastikan tidak terdapat sisa bara yang berpotensi memicu kebakaran kembali. Pemantauan terus dilakukan hingga kondisi dinyatakan aman dan terkendali. Status kedaruratan mengacu pada Keputusan Gubernur Jawa Tengah Nomor 100.3.3.1/237 Tahun 2026 tentang Penetapan Status Siaga Darurat Bencana Kekeringan dan Kebakaran Hutan dan Lahan di Provinsi Jawa Tengah Tahun 2026, terhitung mulai 1 Juni sampai dengan 31 Desember 2026. Situasi terkini pada Rabu (7/10), api berhasil dipadamkan dan tidak meluas ke permukiman warga.

Sementara itu, di Jawa Timur, kebakaran lahan dilaporkan terjadi di Kabupaten Trenggalek. Pada Rabu (7/10) sekitar pukul 10.00 WIB, BPBD menerima laporan masyarakat mengenai kebakaran lahan milik warga dan kawasan hutan milik Perum Perhutani Petak 78 A. Penyebab kebakaran masih belum diketahui. Lokasi terdampak berada di Desa Ngadirenggo, Kecamatan Pogalan, Kabupaten Trenggalek. Tidak ada korban jiwa, sedangkan kerugian material berupa lahan terbakar sekitar 3,5 hektare.

BPBD Kabupaten Trenggalek berkoordinasi dengan instansi terkait dan melakukan pemadaman bersama tim gabungan. Situasi terkini pada Rabu (7/10), api berhasil dipadamkan pada pukul 14.30 WIB.

Setelah Pulau Jawa, laporan berikutnya datang dari wilayah Sulawesi, tepatnya Kabupaten Majene, Provinsi Sulawesi Barat. Kebakaran lahan terjadi pada Selasa (6/10) sekitar pukul 20.30 WITA di Dusun Ratte, Desa Palipi, Kecamatan Sendana. Penyebab kebakaran masih belum diketahui. Tidak ada korban jiwa, sedangkan kerugian material berupa lahan terbakar sekitar 8 hektare.

BPBD Kabupaten Majene bersama petugas gabungan melakukan penanganan di lokasi kejadian. Status kedaruratan mengacu pada Keputusan Bupati Majene Nomor 100.3.3.2/536/VIII/TAHUN 2026 tentang Penetapan Status Siaga Darurat Bencana Hidrometeorologi Kering Dampak El Nino di Kabupaten Majene selama 60 hari, terhitung mulai 10 Agustus sampai dengan 8 Oktober 2026. Situasi terkini pada Rabu (7/10), api di lokasi kejadian telah padam seluruhnya.

Masih di Sulawesi Barat, kejadian kebakaran lahan juga dilaporkan di Kabupaten Polewali Mandar. Kebakaran terjadi pada Selasa (6/10) sekitar pukul 13.00 WITA di Desa Beroangin, Kecamatan Mapilli, dengan luas lahan terdampak sekitar 10 hektare. Kebakaran diduga terjadi akibat pembakaran lahan yang ditinggalkan dalam keadaan masih menyala sehingga api menyebar ke area sekitar.

Pemadam Kebakaran Polewali Mandar mengerahkan dua unit armada untuk melakukan pemadaman. BPBD Kabupaten Polewali Mandar mendukung penanganan dengan mengerahkan satu unit mobil tangki air dan 10 personel. Batalyon Teritorial Pembangunan Kris Muda Mandar juga mengerahkan satu unit armada pemadam dengan tangki air beserta personel. Tidak ada korban jiwa dalam kejadian tersebut. Status kedaruratan mengacu pada Keputusan Bupati Polewali Mandar Nomor 100.3.3.2/738/2026 tentang Perpanjangan Status Siaga Darurat Bencana Kekeringan serta Kebakaran Hutan dan Lahan di Kabupaten Polewali Mandar, terhitung mulai 20 Agustus sampai dengan 17 November 2026. Situasi terkini pada Rabu (7/10), api di lokasi kejadian telah padam.

Laporan karhutla berikutnya datang dari Provinsi Sulawesi Tengah, tepatnya Kabupaten Tojo Una-Una. Kebakaran lahan terjadi pada Selasa (6/10) pukul 20.00 WITA di Desa Labuan, Kecamatan Ratolindo, dengan penyebab yang masih dalam penyelidikan. Tidak ada korban jiwa, sedangkan kerugian material berupa lahan terdampak sekitar 10 hektare.

BPBD Kabupaten Tojo Una-Una berkoordinasi dengan instansi terkait, pihak kecamatan, dan pemerintah desa setempat untuk melakukan penanganan serta pendataan di lokasi terdampak. Status kedaruratan mengacu pada Keputusan Bupati Tojo Una-Una Nomor 100.3.3.2/20/BPBD/2026 tentang Penetapan Status Siaga Darurat Bencana Hidrometeorologi serta Kebakaran Hutan dan Lahan, terhitung mulai 11 Agustus sampai dengan 9 Oktober 2026. Kebutuhan mendesak berupa peralatan pemadaman kebakaran hutan dan lahan yang dapat dipindahkan. Situasi terkini pada Rabu (7/10), api telah berhasil dipadamkan, dengan area yang terbakar sekitar 2 hektare dari total lahan terdampak sekitar 10 hektare.

Memasuki wilayah utara Sulawesi, kebakaran hutan dan lahan terjadi di Kabupaten Minahasa, Provinsi Sulawesi Utara, pada Selasa (6/10) pukul 11.00 WITA. Kebakaran terjadi di wilayah perbatasan Kelurahan Malendeng dan Desa Sawangan, Kecamatan Tombulu, serta berdampak hingga Kecamatan Tondano Selatan. Penyebab kebakaran masih dalam penyelidikan. Tidak ada korban jiwa, sedangkan kerugian material berupa lahan terbakar sekitar 3,5 hektare. BPBD Kabupaten Minahasa berkoordinasi dengan instansi terkait untuk melakukan penanganan. Situasi terkini pada Rabu (7/10), api telah padam.

Masih di Sulawesi Utara, kebakaran hutan dan lahan juga dilaporkan di Kabupaten Kepulauan Talaud. Kebakaran terjadi pada Rabu (7/10) pukul 13.00 WITA di kawasan Kebun Mata Wulan, Kelurahan Melonguane Timur, Kecamatan Melonguane. Berdasarkan informasi awal di lapangan, sumber api diduga berasal dari pembukaan lahan dengan cara dibakar. Tidak ada korban jiwa, sedangkan kerugian material berupa lahan terbakar sekitar 4 hektare. BPBD Kabupaten Kepulauan Talaud bersama masyarakat setempat melakukan penilaian dan pemadaman. Situasi terkini pada Rabu (7/10), api telah padam.

Laporan terakhir berasal dari kawasan timur Indonesia, tepatnya Kabupaten Boven Digoel, Provinsi Papua Selatan. Pada Selasa (6/10) sekitar pukul 17.00 WIT, BPBD Kabupaten Boven Digoel menerima laporan kebakaran hutan dan lahan di wilayah Kampung Naga dan sekitarnya, Distrik Jair, Kabupaten Boven Digoel. Penyebab kebakaran masih belum diketahui. Tidak ada korban jiwa, sedangkan kerugian material berupa lahan terbakar sekitar 20 hektare.

BPBD Kabupaten Boven Digoel berkoordinasi dengan instansi terkait dan melakukan penanganan bersama tim gabungan. Upaya penanganan masih menghadapi sejumlah kendala, antara lain keterbatasan sarana, prasarana, armada pemadam, personel, dukungan operasional, serta logistik dan kebutuhan dasar personel. Kondisi di lapangan juga dipengaruhi jarak lokasi yang jauh dari pusat kota, asap tebal, akses terbatas, dan minimnya sumber air.

Situasi terkini pada Rabu (7/10), hasil pemantauan menunjukkan masih terdapat titik api dan asap di lokasi. Penanganan dan pemantauan terus dilakukan untuk mengendalikan kebakaran serta mencegah penyebaran lebih luas.

Rangkaian kejadian tersebut menjadi pengingat akan pentingnya kewaspadaan masyarakat terhadap potensi kebakaran hutan dan lahan, terutama pada kondisi kering yang dapat meningkatkan risiko penyebaran api. BNPB mengimbau masyarakat tidak membuka atau membersihkan lahan dengan cara dibakar, terutama di wilayah lahan gambut yang mudah terbakar dan sulit dipadamkan. Warga juga diminta tidak membuang puntung rokok atau benda yang masih menyala sembarangan serta memastikan bara bekas pembakaran sampah atau lahan benar-benar padam sebelum ditinggalkan.

Masyarakat juga perlu menyiapkan sumber air, alat pemadam sederhana, dan sekat bakar di sekitar kebun atau permukiman. Kenali jalur evakuasi dan titik kumpul yang aman. Saat terjadi asap tebal, gunakan masker, batasi aktivitas di luar rumah, dan utamakan keselamatan kelompok rentan seperti anak-anak, lanjut usia, ibu hamil, serta masyarakat dengan gangguan pernapasan. Segera laporkan kemunculan titik api atau asap kepada perangkat desa, BPBD, Pemadam Kebakaran, atau aparat setempat. Jangan mencoba memadamkan api berukuran besar seorang diri dan tetap pantau informasi cuaca serta peringatan dini dari sumber resmi.




Sumber : https://bnpb.go.id/berita/perkembangan-situasi-dan-penanganan-bencana-di-tanah-air-8-oktober-2026

 

 

Baca Terusannya »»  

Dampak Pertamina Grand Prix of Indonesia 2026, Aktivitas Ekonomi Lokal Kian Melesat

 


Lombok, 8 Oktober 2026– PT Pertamina (Persero) mendukung pengembangan sport tourism melalui Pertamina Grand Prix of Indonesia 2026 untuk memperluas manfaat ekonomi bagi masyarakat. Ajang balap dunia yang berlangsung pada 9–11 Oktober 2026 di Pertamina Mandalika International Circuit, Lombok, Nusa Tenggara Barat (NTB), menjadi momentum bagi pelaku usaha lokal untuk menjangkau lebih banyak pengunjung dan mengembangkan peluang usaha.

Manfaat tersebut tercermin dari pengalaman pelaku usaha kuliner yang merasakan peningkatan penjualan pada penyelenggaraan tahun-tahun sebelumnya.

Menjelang balapan pada akhir pekan, pelaku usaha lokal kembali mempersiapkan kebutuhan operasional untuk menyambut wisatawan dan penggemar balap yang datang ke Lombok.

Vice President Corporate Communication PT Pertamina (Persero) Muhammad Baron mengatakan, dukungan Pertamina terhadap motorsport juga diarahkan untuk memperkuat keterkaitan antara ajang olahraga internasional, pariwisata, dan kegiatan ekonomi masyarakat.

“Pertamina Grand Prix of Indonesia menjadi momentum untuk memperkenalkan Indonesia kepada dunia sekaligus membuka peluang bagi masyarakat lokal. Kehadiran wisatawan dan penggemar balap memberikan ruang bagi usaha yang bergerak di bidang akomodasi, kuliner, travel, rental mobil dan usaha layanan pendukung lainnya berkembang. Kami berharap manfaat ajang ini semakin luas dirasakan masyarakat dan turut memperkuat daya tarik Lombok sebagai destinasi sport tourism, sehingaga perekonomian lokal turut melesat,” ujar Baron.

Salah satu pelaku usaha yang merasakan manfaat tersebut adalah Rumah Makan Sate Rembiga Ibu Hj. Sinnaseh. Nurul, kasir rumah makan tersebut, menyampaikan bahwa penjualan pada kondisi normal dapat mencapai sekitar 1.500 porsi per hari. Berdasarkan pengalamannya, kunjungan pembeli meningkat saat penyelenggaraan Pertamina Grand Prix of Indonesia.

“Alhamdulillah omzet selalu naik kalau ada acara Pertamina Grand Prix of Indonesia seperti ini. Kalau bisa dibilang, dari pagi sampai malam ini ramai terus,” ujar Nurul.

Deni, salah satu pekerja di rumah makan tersebut, menceritakan pengalaman pada gelaran tahun lalu, penjualan sate dapat meningkat hingga dua kali lipat dibandingkan hari biasa.

“Kalau ada Pertamina Grand Prix of Indonesia bisa dua kali lipat dari hari biasanya, dan bisa berlangsung selama semingguan nonstop dan penuh. Kami juga dapat berkah tambahan bonus,” ujar Deni.

Pengalaman serupa disampaikan pemilik Resto Sop Buntut Ibu Hong di Mataram. Menjelang puncak kegiatan pada 9–11 Oktober, Ibu Hong telah menyiapkan stok bahan makanan untuk mengantisipasi peningkatan jumlah pelanggan.

“Setiap hari ramai juga, tapi saat ada Pertamina GP ini pengunjung yang makan jadi dobel,” ujar Ibu Hong.

Ia juga menyampaikan bahwa berbagai kegiatan di Pertamina Mandalika International Circuit turut memberikan manfaat bagi usahanya melalui bertambahnya pesanan.

“Alhamdulillah semenjak ada sirkuit, kami senang. Karena setiap ada kegiatan di sirkuit, kita juga jadi kecipratan berkahnya,” katanya.

Meningkatnya pesanan juga berarti bertambahnya kebutuhan energi untuk menjaga operasional usaha. Di Resto Sop Buntut Ibu Hong, LPG Bright Gas menyokong operasional di tengah meningkatnya aktivitas rumah makan selama penyelenggaraan Pertamina Grand Prix of Indonesia. Bagi pelaku usaha kuliner, kelancaran pasokan energi menjadi bagian penting agar peningkatan permintaan dapat dilayani dengan baik.

“Pasokan lancar, dan bisa memenuhi kebutuhan kami dalam melayani peningkatan kunjungan pelanggan,” ujar Ibu Hong.

Sementara itu, Jerry Wenas, salah satu pelanggan Resto Sop Buntut Ibu Hong, berharap semakin banyak kegiatan di Pertamina Mandalika International Circuit yang dapat mendukung aktivitas ekonomi masyarakat. Ia menilai peluang manfaatnya menjangkau kawasan Kuta Mandalika, Kota Mataram, serta wilayah lain di Lombok.

Pengalaman para pelaku usaha tersebut memperlihatkan keterkaitan antara kegiatan motorsport, kunjungan wisatawan, dan aktivitas ekonomi lokal, dan ketersediaan energi. Melalui dukungan terhadap Pertamina Grand Prix of Indonesia, Pertamina berharap ekosistem sport tourism terus berkembang dan membuka ruang pertumbuhan bagi usaha masyarakat.

 

 

Sumber : https://pertamina.com/news/dampak-pertamina-grand-prix-of-indonesia-2026-aktivitas-ekonomi-lokal-kian-melesat 

Baca Terusannya »»  

UMKM Lokal Antusias Sambut Hadirnya Grand Prix of Indonesia 2026


LOMBOK -- Gelaran Pertamina Grand Prix of Indonesia 2026 memberikan harapan besar kepada para pelaku Usaha Mikro Kecil dan Menengah (UMKM) lokal. Sebagai ajang balap motor paling bergengsi di dunia yang akan digelar di Pertamina Mandalika International Circuit, Lombok, Nusa Tenggara Barat (NTB), pada 9–11 Oktober 2026, para pebisnis UMKM berkesempatan untuk melebarkan pasarnya secara lebih luas.

Rohaniah, pemilik Malindo Coffee, mengaku hadirnya kegiatan bertaraf internasional ini bukan semata soal membuka lapak dan mengejar transaksi. Ia berharap bisa memberikan cerita dari setiap produk yang dijual. Sebagai salah satu destinasi super prioritas Indonesia, ia sangat berharap para wisatawan dan penonton MotoGP ini bisa mendapatkan kenangan lebih kuat terhadap Mandalika.

“Mandalika adalah destinasi super prioritas yang menarik wisatawan global. Wisatawan dengan mobilitas tinggi ini membutuhkan suvenir dan kopi yang disajikan dan dikemas praktis. Oleh karena itu, Malindo Coffee berinovasi menciptakan stik kopi pertama di Lombok. Kami berharap saat dunia melihat Mandalika, mereka juga membawa produk lokal dari Malindo," kata Rohaniah saat diwawancara, Kamis (8 /10/2026).

Rohaniah mengatakan kopi bermerek Malindo Coffee ini, sengaja dikemas ringkas dan mudah dibawa. Kemasan dibuat mengikuti karakter wisatawan yang datang ke Mandalika dalam waktu singkat, namun senantiasa mencari sesuatu yang bisa dibawa pulang.

Cerita serupa datang dari M. Arif Yani, pemilik Sate Ibu Lilik. Ia mengatakan ajang di Mandalika menjadi kesempatan memperkenalkan sate lilit ayam kepada wisatawan sekaligus mendorong menjadi bagian dari pengalaman kuliner khas Lombok yang bisa dibawa pulang.

Bagi usaha kecil, mendapatlan fasilitas membuka usaha di area Festival di seputaran Pertamina Mandalika International Circuit, menjadi pintu pemasaran lebih luas kepada konsumen dari berbagai penjuru dunia.

UMK yang bergabung di Rumah BUMN Pertamina ini merasa siap menarik pengunjung, karena telah memperoleh pelatihan, dan pendampingan dari Pertamina.

"Hadirnya ajang ini menjadi ruang perkenalan. Harapan kami pengalaman merasakan makanan lokal ini dapat berbuah rekomendasi yang disebarkan satu orang ke orang lain," tuturnya.

Logika serupa dibawa Estuaria Salt. Produk ini tidak sekadar menjual garam, tetapi mengolahnya menjadi berbagai produk seperti aromaterapi, bath salt, massage oil, dan candle. Andika Satriawan, sang pemilik, mengatakan ada misi ekonomi sekaligus sosial di balik produknya. "Kami ingin mengangkat garam lokal, handcrafted dari ibu-ibu para nelayan," katanya.

Bagi Estuaria Salt, nilai lokal bukan sekadar cerita pemasaran, namun juga pemberdayaan dan kolaborasi. Garam petani yang sebelumnya dihargai sekitar Rp3.000 per kilogram, dibeli sebagai bahan pembuatan aromaterapi sehargaa Rp5.000–Rp6.000 per kilogram untuk kemudian diolah menjadi produk dengan nilai jual yang lebih tinggi.

Produk yang dipasarkan di momentum Pertamina Grand Prix of Indonesia berada pada rentang Rp20.000 hingga Rp100.000.

Tiga produk UMKM lokal tadi sedikit menggambarkan betapa kegiatan olahraga bertaraf internasional bisa memberikan dampak lebih luas dan besar bagi warga sekitar.

Vice President Corporate Communication PT Pertamina (Persero), Muhammad Baron, mengatakan hadirnya Pertamina Grand Prix of Indonesia ini menjadi salah satu momentum yang membawa nama Indonesia ke perhatian dunia melalui olahraga motorsport. Baron berharap nilai sebuah event internasional ini tidak berhenti hanya di lintasan motor saja.

"Ada ekonomi yang bergerak di sekelilingnya, ada produk yang memperoleh panggung, dan ada pelaku usaha yang mendapatkan kesempatan untuk memperluas jejaring," katanya.

Hadirnya ajang ini, kata Baron, telah menempatkan produk lokal tidak harus menunggu konsumen datang ke daerah asalnya. Sebaliknya, ajang ini membuat konsumen yang berasal dari berbagai penjuru Indonesia bahkan dari luar negeri, datang mencari beragam produk UMKM.

"Di situlah event internasional menemukan makna ekonominya yang paling dekat dengan masyarakat, dimana hadirnya kegiatan ini telah memberikan jalan kepada usaha-usaha kecil yang ada di sekitarnya," kata Baron


 Sumber : https://pertamina.com/news/umkm-lokal-antusias-sambut-hadirnya-grand-prix-of-indonesia-2026

Baca Terusannya »»  

Tinjau MotoGP Mandalika, MenKomdigi Meutya Hafid Pastikan Jaringan Komunikasi Siap Layani 200 Ribu Penonton


Menteri Komunikasi dan Digital Meutya Hafid memastikan kesiapan layanan telekomunikasi untuk mendukung kenyamanan hingga 200 ribu penonton yang diperkirakan menghadiri Pertamina Grand Prix of Indonesia MotoGP 2026 di Sirkuit Internasional Pertamina Mandalika, Nusa Tenggara Barat, pada 9 s.d. 11 Oktober 2026.

Dalam peninjauan langsung ke kawasan sirkuit, Kamis (08/10/2026), Meutya mengecek kesiapan penguatan jaringan seluler melalui empat Base Transceiver Station (BTS) bergerak, sekaligus pengawasan penggunaan spektrum frekuensi radio yang menjadi penopang komunikasi selama penyelenggaraan balapan.

Kementerian Komunikasi dan Digital (Kemkomdigi) mengamankan lebih dari 250 kebutuhan frekuensi radio untuk mendukung berbagai aktivitas, mulai dari komunikasi tim balap, keselamatan perlombaan, hingga penyiaran internasional. Pengawasan dilakukan untuk memastikan seluruh sistem komunikasi dapat beroperasi tanpa saling mengganggu.

“Ajang internasional seperti MotoGP membutuhkan dukungan komunikasi yang andal. Mulai dari keselamatan pembalap, koordinasi penyelenggara, hingga penyiaran ke berbagai negara, semuanya bergantung pada pengelolaan frekuensi yang baik. Kami ingin memastikan seluruh sistem tersebut siap mendukung kelancaran balapan,” ujar Meutya.

Dalam peninjauan tersebut, Meutya juga berbincang langsung dengan Herlin Kurnia Wulandari, Pengendali Frekuensi Radio Balai Monitor Spektrum Frekuensi Radio (Balmon SFR) Mataram, yang memperlihatkan kesiapan teknis pengawasan spektrum frekuensi radio untuk mendukung penyelenggaraan MotoGP Mandalika.

Herlin menjelaskan persiapan pengawasan penggunaan frekuensi, termasuk langkah antisipasi terhadap potensi gangguan komunikasi selama balapan berlangsung. Meutya turut mengapresiasi peran para petugas teknis di lapangan yang memastikan kebutuhan komunikasi penyelenggara, tim balap, dan penyiaran internasional dapat berjalan dengan baik.

“Pengelolaan frekuensi dalam ajang sebesar MotoGP sangat kompleks. Ada berbagai sistem komunikasi yang harus bekerja secara bersamaan tanpa saling mengganggu. Di saat yang sama, jaringan seluler juga harus mampu melayani kebutuhan pengunjung. Inilah yang kami pastikan melalui koordinasi dan pengawasan langsung di lapangan,” jelas Meutya.

Sapa Pembalap Indonesia, Beri Semangat Jelang Balapan

Dalam kunjungan tersebut, Meutya juga berkoordinasi dengan Technical Senior Manager MotoGP Noemí Lacasa Ruiz, Pelaksana Tugas Direktur Utama ITDC Ahmad Fajar, serta jajaran Mandalika Grand Prix Association (MGPA) untuk memastikan kesiapan seluruh sistem komunikasi menjelang balapan.

Di sela-sela persiapan dan sesi latihan, Meutya menyempatkan diri menyapa dua pembalap Indonesia yang akan berlaga di MotoGP Mandalika 2026, yakni Veda Ega Pratama di kelas Moto3 dan Mario Suryo Aji di kelas Moto2.

Meutya menyampaikan dukungan dan semangat kepada kedua pembalap yang membawa nama Indonesia di ajang balap motor internasional tersebut.

“Senang sekali bisa bertemu langsung dengan Veda dan Mario yang akan membawa nama Indonesia di hadapan penonton dunia. Semoga keduanya dapat tampil maksimal, menjaga keselamatan, dan memberikan hasil terbaik. Apa pun hasilnya nanti, keberanian dan kerja keras mereka untuk bersaing di tingkat dunia patut kita dukung,” ujar Meutya.

Meutya menegaskan bahwa Kemkomdigi akan terus melakukan pemantauan selama penyelenggaraan MotoGP Mandalika untuk mengantisipasi potensi gangguan frekuensi maupun kendala layanan telekomunikasi.

“Kami ingin memastikan balapan berlangsung aman, seluruh sistem komunikasi bekerja dengan baik, dan masyarakat dapat menikmati MotoGP Mandalika dengan nyaman. Ini bagian dari tanggung jawab kami untuk mendukung keberhasilan Indonesia sebagai tuan rumah ajang internasional,” pungkas Meutya. 

 

 

Sumber : https://www.komdigi.go.id/berita/siaran-pers/detail/tinjau-motogp-mandalika-meutya-hafid-pastikan-jaringan-komunikasi-siap-layani-200-ribu-penonton 


 

Baca Terusannya »»  

MenKomdigi Meutya Hafid Pastikan Kesiapan MotoGP Mandalika 2026, Komdigi Amankan Lebih dari 250 Frekuensi dan Siapkan 4 BTS Bergerak


 

Kementerian Komunikasi dan Digital (Kemkomdigi) memastikan kesiapan infrastruktur komunikasi dan pengelolaan spektrum frekuensi radio untuk mendukung penyelenggaraan Pertamina Grand Prix of Indonesia MotoGP 2026 di Sirkuit Internasional Pertamina Mandalika, Nusa Tenggara Barat, pada 9 s.d. 11 Oktober 2026.

Dukungan tersebut mencakup pengamanan lebih dari 250 kebutuhan frekuensi radio untuk berbagai keperluan teknis, mulai dari komunikasi tim balap, sistem operasional dan keselamatan perlombaan, hingga produksi dan distribusi siaran internasional. Selain itu, disiapkan empat Base Transceiver Station (BTS) bergerak untuk memperkuat layanan telekomunikasi di kawasan sirkuit.

Langkah ini dilakukan untuk mendukung keselamatan dan kelancaran balapan, komunikasi tim dan penyelenggara, penyiaran internasional, serta kenyamanan akses telekomunikasi bagi hingga 200 ribu penonton yang diperkirakan hadir selama penyelenggaraan MotoGP Mandalika.

Menteri Komunikasi dan Digital Meutya Hafid meninjau langsung kesiapan tersebut di Sirkuit Mandalika, Kamis (08/10/2026). Peninjauan dilakukan untuk memastikan seluruh sistem komunikasi siap menghadapi kebutuhan teknis penyelenggaraan ajang balap motor internasional tersebut.

“MotoGP Mandalika merupakan ajang internasional yang membawa nama Indonesia ke dunia. Dukungan komunikasi harus berjalan tanpa gangguan, baik untuk keselamatan pembalap, operasional penyelenggara, penyiaran ke berbagai negara, maupun kenyamanan masyarakat yang hadir langsung. Karena itu, seluruh kesiapan teknis harus dipastikan sebelum balapan dimulai,” ujar Meutya.

Komdigi melalui Direktorat Pengendalian Infrastruktur Digital bersama Balai Monitor Spektrum Frekuensi Radio (Balmon SFR) Mataram melakukan pengawasan dan pengendalian penggunaan frekuensi untuk mencegah potensi interferensi atau gangguan antarsistem komunikasi.

Sementara itu, empat BTS bergerak disiapkan melalui koordinasi dengan operator seluler untuk memperkuat kapasitas layanan telekomunikasi, terutama dalam mengantisipasi peningkatan trafik komunikasi akibat konsentrasi pengunjung di kawasan sirkuit.

Frekuensi Radio Jadi Penopang Keselamatan dan Kelancaran Balapan

Sementara itu, Direktur Utama Mandalika Grand Prix Association (MGPA) sekaligus Vice Chairman MotoGP 2026, Ananda Mikola, menjelaskan kepada Meutya dalam kunjungannya bahwa dukungan frekuensi radio memiliki peran penting dalam berbagai aspek penyelenggaraan MotoGP, jauh melampaui kebutuhan penyiaran televisi.

Menurut Ananda, sistem telemetri pada sepeda motor balap membutuhkan komunikasi data untuk membantu tim teknis memantau dan menganalisis performa kendaraan, termasuk kondisi mesin, ban, suspensi, serta penggunaan gas dan rem.

“Frekuensi ini bukan hanya untuk tayangan televisi. Saat motor melaju, berbagai data teknis harus dapat diterima dan dianalisis oleh tim secara langsung. Data dari mesin, ban, suspensi, hingga penggunaan gas dan rem menjadi bagian penting dalam analisis performa motor. Karena itu, sistem komunikasinya harus andal dan tidak boleh terganggu,” ujar Ananda.

Selain kebutuhan tim balap, dukungan frekuensi juga penting untuk komunikasi antara pengendali balapan atau race control dan petugas lintasan, termasuk dalam penyampaian informasi keselamatan ketika terjadi insiden.

“Ketika ada insiden di lintasan, informasi dari race control harus segera diterima petugas agar tindakan keselamatan, termasuk pengibaran bendera yang sesuai, dapat dilakukan dengan cepat. Begitu pula dengan kebutuhan media dan siaran yang disaksikan penonton di seluruh dunia. Semua membutuhkan dukungan frekuensi yang tertata dengan baik,” jelasnya.

Ananda turut mengapresiasi kesiapan dan dukungan teknis Komdigi dalam mengantisipasi potensi gangguan komunikasi selama penyelenggaraan MotoGP.

“Awalnya kami sempat memiliki kekhawatiran, apalagi mendengar adanya kendala terkait dukungan frekuensi dalam penyelenggaraan balapan di beberapa negara lain. Namun, dukungan tim Komdigi sejauh ini sangat maksimal. Kami sangat mengapresiasi kesiapan dan kerja sama seluruh tim untuk memastikan kebutuhan teknis MotoGP Mandalika dapat terpenuhi,” ungkap Ananda.

Meutya menegaskan Komdigi akan terus melakukan pemantauan selama penyelenggaraan MotoGP Mandalika untuk mengantisipasi potensi gangguan frekuensi maupun kendala layanan telekomunikasi.

“Keberhasilan Indonesia menjadi tuan rumah ajang internasional juga ditentukan oleh kesiapan infrastruktur pendukungnya. Kami ingin memastikan seluruh sistem komunikasi bekerja dengan baik, balapan berlangsung aman, siaran ke dunia berjalan lancar, dan masyarakat dapat menikmati MotoGP Mandalika dengan nyaman,” tegas Meutya.

 

 

Sumber : https://www.komdigi.go.id/berita/siaran-pers/detail/meutya-hafid-pastikan-kesiapan-motogp-mandalika-2026-komdigi-amankan-lebih-dari-250-frekuensi-dan-siapkan-4-bts-bergerak 

Baca Terusannya »»  

Pertamina Mandalika International Circuit Resmi Raih Homologasi FIM Grade A untuk MotoGP 2026

 




The Mandalika, 8 Oktober 2026 — Pertamina Mandalika International Circuit resmi memperoleh homologasi Grade A dari Federation Internationale de Motocyclisme (FIM) untuk tahun 2026. Pengesahan ini memastikan sirkuit di kawasan The Mandalika, Lombok, Nusa Tenggara Barat, memenuhi standar FIM Grad A untuk penyelenggaraan FIM Grand Prix World Championship, termasuk Pertamina Grand Prix of Indonesia pada 9–11 Oktober 2026.

Keputusan tersebut tercantum dalam Pertamina Mandalika Intl Street Circuit Homologation Report yang diterbitkan setelah inspeksi final pada 8 Oktober 2026. Tujuan inspeksi adalah menerbitkan lisensi homologasi baru yang berlaku untuk putaran FIM Grand Prix World Championships musim 2026. 

Inspeksi dipimpin Tomé Alfonso, FIM MotoGP Safety Officer, atas nama FIM CCR Circuits Homologation Committee. Sejumlah pejabat MGPA, Dorna, dan ofisial permanen MotoGP turut hadir, termasuk Ananda Mikola selaku CEO MGPA, Donny Mahardjono sebagai COO MGPA, Awallutfi Andhika sebagai Clerk of the Course, MotoGP Race Director Graham Webber, MotoGP Race Coordinator Mike Webb, serta Loris Capirossi. 

 

Grade A Berlaku untuk 2026

Dalam klasifikasi lisensi FIM, Grade A merupakan tingkatan yang mencakup Grand Prix, selain kategori Superbike/Supersport, Endurance, Moto3 Junior ICG, dan Baggers. Laporan inspeksi menyimpulkan bahwa lisensi homologasi Grade A dapat diterbitkan untuk Pertamina Mandalika International Circuit pada 2026. 

Pengesahan tersebut dituangkan melalui Circuit Licence Nomor 1277. Dokumen FIM menyatakan Pertamina Mandalika Intl Street Circuit, Indonesia, memenuhi FIM Standards for Circuits untuk penyelenggaraan event FIM Grand Prix World Championship.
Lisensi itu mencatat panjang lintasan 4.301 meter dengan posisi pole position di sisi kiri. Pada bagian lisensi juga ditegaskan bahwa homologasi sirkuit berlaku dengan Grade A untuk 2026


Aspek Keselamatan 

Pengesahan tersebut diberikan setelah pemeriksaan terhadap berbagai elemen yang menjadi bagian dari standar FIM. Laporan mencakup perangkat keselamatan, run-off area, gravel beds, tyre barriers, marka lintasan, starting grid, pit lane, pos marshal, sistem lampu dan LED panel, hingga fasilitas pemeliharaan lintasan. 

Untuk perangkat pelindung, FIM menetapkan penggunaan perlengkapan yang telah dihomologasi dan pemasangannya harus mengikuti ketentuan produsen. Selama event FIM, tersedia pula perangkat cadangan serta tim yang dapat melakukan perbaikan atau penggantian secara cepat apabila terjadi kerusakan akibat insiden. 

Sistem light/LED panel pada pos marshal juga masuk dalam persyaratan. Untuk event kejuaraan dunia FIM, sirkuit harus memiliki unit cadangan dan dua control boards sebagai antisipasi apabila terjadi gangguan pada sistem. 


Standar Pemeliharaan Tetap Harus Dijaga

Laporan homologasi juga menetapkan sejumlah ketentuan pemeliharaan permanen. Area di sisi lintasan dan run-off harus bebas hambatan, sedangkan gravel bed harus dibersihkan dan diratakan agar permukaannya stabil. Ketentuan lain mencakup tyre barriers, marka pengereman, turn signals, lampu start, marka lintasan, pit lane entry, pit lane exit, serta starting grid.  

FIM juga mensyaratkan tersedianya peralatan untuk membersihkan lintasan, termasuk kemampuan menangani tumpahan oli, bahan bakar, dan material lain yang berpotensi mengganggu jalannya balapan.  Untuk pelaksanaan event kali ini, laporan mencatat satu pekerjaan yang harus dilakukan sebelum event FIM, yakni pembersihan pit line setelah seluruh operasi freight selesai. 

Dengan diterbitkannya Circuit Licence No. 1277, Pertamina Mandalika International Circuit telah memenuhi persyaratan homologasi Grade A untuk tahun 2026. Status tersebut menjadi dasar teknis bagi penyelenggaraan Grand Prix di Mandalika sesuai standar FIM.

Direktur Utama Mandalika Grand Prix Association (MGPA) Ananda Mikola mengatakan bahwa diperolehnya Homologasi Grade A menjadi penegasan atas kesiapan seluruh pihak dalam menghadirkan penyelenggaraan MotoGP berstandar internasional di Indonesia. 

  “Diperolehnya Homologasi Grade A dari FIM menjadi momentum penting sekaligus penegasan bahwa Pertamina Mandalika International Circuit telah memenuhi standar yang ditetapkan untuk penyelenggaraan FIM Grand Prix World Championship. Ini merupakan hasil dari kerja bersama dan komitmen seluruh pihak yang selama ini memastikan setiap aspek kesiapan sirkuit dan penyelenggaraan terus memenuhi standar internasional,” ujar Ananda. 

Menurutnya, homologasi tersebut tidak hanya menjadi pencapaian bagi sirkuit, tetapi juga menjadi bagian penting dari kesiapan Indonesia dalam menyambut kembali para pembalap, tim, dan penggemar MotoGP dari berbagai negara. 

“Dengan homologasi ini, kami semakin siap menyambut Pertamina Grand Prix of Indonesia 2026. Kami ingin memastikan bahwa seluruh rangkaian event dapat berlangsung dengan aman, profesional, dan memberikan pengalaman terbaik bagi pembalap, tim, penonton, serta seluruh masyarakat yang menjadi bagian dari momentum MotoGP di Indonesia,” tutup Ananda Mikola. 

Pengesahan pada 8 Oktober menjadi penanda bahwa seluruh persyaratan homologasi untuk Pertamina Grand Prix of Indonesia 2026 telah mendapatkan persetujuan FIM. Pertamina Mandalika International Circuit selanjutnya siap menjadi arena putaran Grand Prix dengan standar Grade A saat rangkaian balapan berlangsung pada 9–11 Oktober 2026.

 

 Homologasi

 

Sumber : https://www.themandalikagp.com/news/2026/10/09/pertamina-mandalika-international-circuit-resmi-raih-homologasi-fim-grade-a-untuk-motogp-2026 

Baca Terusannya »»  

Kemenpora Tuntaskan BERDAYA, 2.042 Penggerak Olahraga Disabilitas Dilatih di 16 Daerah

 


Jakarta: Kementerian Pemuda dan Olahraga (Kemenpora RI) melalui Kedeputian Bidang Pembudayaan Olahraga menuntaskan program Training of Trainers (ToT) Penggerak Olahraga Disabilitas BERDAYA di 16 titik pelaksanaan sepanjang 2026.

Program yang dirancang untuk membangun ekosistem olahraga disabilitas berbasis komunitas tersebut berhasil melampaui target. Sebanyak 2.042 peserta mengikuti ToT, atau lebih tinggi dari target 2.000 penggerak olahraga disabilitas.

ToT BERDAYA dilaksanakan di Majalengka, Bandung, Semarang, Mojokerto, Tangerang, Kabupaten Bogor, Kabupaten Cilacap, Kota Kediri, Kabupaten Garut, Yogyakarta, Kota Bogor, Kabupaten Bandung, Kabupaten Blitar, Kabupaten Pati, Kabupaten Klaten, dan DKI Jakarta.

Program ini tidak berhenti pada pelatihan peserta. Konsep BERDAYA dirancang untuk menciptakan multiplier effect, yakni mendorong para penggerak yang telah mendapatkan pembekalan untuk melatih dan menggerakkan masyarakat disabilitas di daerahnya masing-masing.

Dalam rekapitulasi program, tercatat 9.329 masyarakat disabilitas telah mendapatkan pelatihan sebagai dampak lanjutan dari program ToT. Angka tersebut menunjukkan proses transformasi dari peserta pelatihan menjadi penggerak di komunitas mulai berjalan.

Materi yang diberikan dalam ToT mencakup olahraga adaptif dan para sport, klasifikasi para sport, metodologi pelatihan disabilitas, pemberdayaan olahraga BERDAYA, identifikasi bakat atlet disabilitas, praktikum olahraga adaptif, hingga uji kompetensi.

Melalui materi tersebut, peserta tidak hanya dibekali pengetahuan, tetapi juga keterampilan untuk menerapkannya di lapangan. Proses pelatihan meliputi kehadiran, penyampaian materi, praktik, diskusi, simulasi, hingga microteaching. Peserta kemudian diarahkan untuk melakukan aktualisasi melalui kegiatan olahraga bagi penyandang disabilitas, aktivasi komunitas, serta pelatihan dan pembinaan calon atlet.

Untuk memastikan kualitas peserta, BERDAYA memiliki beberapa skema sertifikasi. Peserta yang mengikuti ToT sesuai ketentuan mendapatkan sertifikat peserta, sementara peserta yang memenuhi hasil asesmen dapat memperoleh Sertifikat Kompetensi Penggerak Olahraga Disabilitas. Program ini juga menyediakan sertifikat bagi trainer atau narasumber penggerak olahraga disabilitas daerah.

Kemenpora juga menilai aktualisasi para penggerak berdasarkan kualitas kegiatan, jumlah dan keberagaman peserta penyandang disabilitas, keterlibatan pemangku kepentingan, inovasi olahraga adaptif, dokumentasi dan pelaporan, serta potensi keberlanjutan kegiatan.

Melalui BERDAYA, Kemenpora ingin memastikan pelatihan menghasilkan manfaat yang lebih luas. Peserta diharapkan mampu menjadi penggerak baru yang melatih masyarakat lainnya, sehingga semakin banyak penyandang disabilitas mendapatkan kesempatan untuk berolahraga.

Program yang diampu oleh Asisten Deputi Olahraga Layanan Khusus Kemenpora tersebut menjadi bagian dari upaya membangun ekosistem olahraga disabilitas yang inklusif, dengan memperkuat kapasitas sumber daya manusia sekaligus memperluas akses olahraga hingga ke tingkat komunitas.

 

 


Sumber : https://www.kemenpora.go.id/detail/7263/kemenpora-tuntaskan-berdaya-2042-penggerak-olahraga-disabilitas 

Baca Terusannya »»  

10 Hari Menuju Aichi-Nagoya, Uzumin Satukan Semangat Asia

 


Jakarta: Hitungan menuju Asian Para Games Aichi-Nagoya 2026 terus berjalan. Sepuluh hari lagi, para atlet para Indonesia akan berlaga di Aichi-Nagoya, Jepang, membawa nama Merah Putih di pentas olahraga Asia.

Asian Para Games Aichi-Nagoya 2026 akan berlangsung pada 18-24 Oktober 2026. Ajang ini menjadi panggung bagi atlet para dari berbagai negara Asia untuk menunjukkan prestasi, sportivitas, dan semangat pantang menyerah.

Semangat kebersamaan tersebut tercermin melalui Uzumin, maskot resmi Asian Para Games Aichi-Nagoya 2026. Nama Uzumin berasal dari kata uzu yang berarti pusaran dan izumi yang berarti mata air.

Makna tersebut menggambarkan harapan agar semangat dan tekad para atlet berkumpul di Aichi-Nagoya seperti sebuah pusaran. Dari sana, lahir berbagai momen dan inspirasi yang mengalir serta menyebar ke seluruh Asia.

Pesan Uzumin sejalan dengan slogan Asian Para Games Aichi-Nagoya 2026, “IMAGINE ONE HEART – こころを、ひとつに”, yang bermakna menyatukan hati dalam semangat kebersamaan.

Kini, waktu persiapan semakin dekat. Sepuluh hari lagi, semangat Uzumin akan mengiringi perjuangan para atlet, termasuk kontingen Indonesia, di Aichi-Nagoya 2026. 

 

 

Sumber : https://www.kemenpora.go.id/detail/7261/10-hari-menuju-aichi-nagoya-uzumin-satukan-semangat-asia 

Baca Terusannya »»  

Kunker ke Bengkayang, Menhan Sjafrie Tinjau Yonif TP 926/PL: Minta Prajurit Kuasai Kemampuan Tempur dan Teritorial Pembangunan untuk Amankan Perbatasan


 

Bengkayang, Kalimantan Barat – Menteri Pertahanan Republik Indonesia (Menhan RI) Sjafrie Sjamsoeddin melaksanakan kunjungan kerja untuk meninjau Marshalling Area Batalyon Infanteri Teritorial Pembangunan (Yonif TP) 926/Pangalangok Libau (PL) di Kabupaten Bengkayang, Kalimantan Barat, Kamis (8/10/2026).

Rangkaian kegiatan diawali dengan pertemuan silaturahmi bersama Bupati Bengkayang Sebastianus Darwis beserta jajaran Pemerintah Kabupaten Bengkayang. Selanjutnya, Menhan menerima paparan satuan dari Danyonif TP 926/Pangalangok Libau, mengenai kesiapan operasional pangkalan serta progres pembangunan fasilitas kesatrian.

Usai menerima paparan, Menhan meninjau langsung area Marshalling Area dan memberikan pengarahan kepada ratusan prajurit Yonif TP 926/Pangalangok Libau.

Dalam pengarahannya, Menhan Sjafrie mengapresiasi tinggi semangat dan disiplin prajurit muda Yonif TP 926/PL. Menhan mengingatkan bahwa posisi Bengkayang yang berbatasan langsung dengan negara tetangga menuntut kesiapsiagaan tinggi dari setiap prajurit tempur sekaligus prajurit pembangunan.

“Sore ini saya datang untuk melihat dari dekat semangat dan disiplinmu sebagai prajurit muda di Batalyon ini. Namun ingat, semangat dan disiplinmu memiliki tantangan nyata. Sebagai prajurit Batalyon Infanteri tempur, kamu wajib menguasai kemampuan menembak, beladiri, dan patroli untuk mengamankan serta menjaga kedaulatan NKRI di garis perbatasan!” tegas Menhan Sjafrie.

Menhan juga menggarisbawahi fungsi ganda Yonif TP sebagai batalyon teritorial pembangunan. Kehadiran kompi-kompi fungsional, seperti kompi pertanian, peternakan, kesehatan, dan konstruksi yang dibekali peralatan modern dan alat berat, dirancang untuk membalas jasa rakyat dengan cara membantu pemerintah daerah serta meningkatkan kesejahteraan masyarakat sekitar.

“Kamu dibekali keterampilan, peralatan, alat berat, hingga sarana kesehatan dan peternakan. Ini wujud nyata untuk membalas jasa rakyat. Buat rakyat Bengkayang merasa aman, nyaman, dan sejahtera atas kehadiranmu! Jaga kehormatan TNI, pegang teguh Sapta Marga, Sumpah Prajurit, dan 8 Wajib TNI. Jangan sekali-kali menyakiti hati rakyat!” lanjut Menhan.

Lebih lanjut, Menhan menyampaikan bahwa ke depan Yonif TP 926/PL juga akan disinergikan dengan Batalyon Zeni guna mempercepat pembangunan infrastruktur kawasan perbatasan RI-Malaysia di Kalimantan Barat.

Dalam kunjungan kerja ini, Menhan didampingi oleh Wakil Panglima TNI (Wapang TNI), Sekretaris Jenderal (Sekjen) Kemhan, Kepala Badan Logistik Pertahanan (Kabaloghan) Kemhan, serta Panglima Kodam (Pangdam) XII/Tanjungpura.

 

 

Sumber : https://www.kemhan.go.id/2026/10/09/kunker-ke-bengkayang-menhan-sjafrie-tinjau-yonif-tp-926-pl-minta-prajurit-kuasai-kemampuan-tempur-dan-teritorial-pembangunan-untuk-amankan-perbatasan.html 

Baca Terusannya »»  

BMKG Resmikan HF Radar Array Ujong Batee Aceh, Perkuat Observasi Maritim dan Mitigasi Bencana Pesisir

 


Aceh Besar, 8 Oktober 2026 – Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) meresmikan pengoperasian High Frequency (HF) Radar Array di Ujong Batee, Kabupaten Aceh Besar, Provinsi Aceh. Kehadiran teknologi ini merupakan bagian dari upaya BMKG memperkuat sistem observasi kelautan, meningkatkan kualitas layanan informasi meteorologi maritim, serta mendukung sistem mitigasi bencana di wilayah pesisir.

Kepala BMKG, Teuku Faisal Fathani, menjelaskan bahwa pemasangan HF Radar Array di Ujong Batee melengkapi perangkat serupa yang telah terpasang di Lam Teungoh, Kabupaten Aceh Besar. Kombinasi kedua lokasi strategis ini memungkinkan BMKG memantau dinamika arus permukaan, gelombang, hingga arah angin di perairan pantai utara Aceh secara lebih akurat dan terintegrasi.
“BMKG memasang HF Radar Array di Ujong Batee untuk memperkuat pemantauan dinamika laut hingga jangkauan hingga 150 kilometer. Teknologi ini mampu menyediakan informasi arus permukaan laut secara berkelanjutan dan mendukung pemantauan perubahan kondisi laut, termasuk sebagai salah satu sumber data pendukung dalam sistem deteksi dini tsunami. Informasi tersebut juga bermanfaat untuk meningkatkan keselamatan pelayaran dan mendukung aktivitas masyarakat pesisir, khususnya nelayan,” ujar Faisal di Aceh, Kamis (8/10).

Sejarah mencatat Aceh sangat rentan terhadap bencana hidrometeorologi akibat aktivitas seismik dan dinamika atmosfer, seperti tsunami 2004 serta Siklon Tropis Senyar. Oleh karena itu, BMKG menghadirkan HF Radar Array untuk menyampaikan informasi dan peringatan dini yang cepat, akurat, serta berkualitas demi meminimalisir dampak bencana bagi masyarakat.

Sistem HF Radar Array di Ujong Batee terhubung dengan pusat pengolahan data BMKG di Jakarta, dengan dukungan infrastruktur pengelolaan data yang dirancang untuk menjaga kesinambungan operasional sistem observasi serta mendapat backup penuh dari pusat data BMKG di Bali yang dibangun dengan standar bangunan tahan gempa. Fasilitas di Ujong Batee ini merupakan bagian dari jaringan 10 titik lokasi HF Radar kerja sama Indonesia-Prancis.

Dengan beroperasinya alat modern ini, Provinsi Aceh kini didukung oleh dua teknologi radar utama milik BMKG, yaitu Radar Cuaca C-Band dan HF Radar Array. Kehadiran teknologi terdepan ini menjadi langkah vital untuk meningkatkan efisiensi aktivitas nelayan, menjaga keselamatan pelayaran, serta memperkuat mitigasi bencana hidrometeorologi maritim.

Selain pengembangan infrastruktur observasi, BMKG terus meningkatkan kapasitas masyarakat dalam memahami dan memanfaatkan informasi meteorologi, klimatologi, dan geofisika melalui program Sekolah Lapang. Program tersebut meliputi Sekolah Lapang Cuaca Nelayan (SLCN) untuk meningkatkan pemahaman nelayan terhadap informasi cuaca maritim, Sekolah Lapang Iklim (SLI) untuk mendukung pengambilan keputusan di sektor pertanian, serta Sekolah Lapang Geofisika (SLG) untuk meningkatkan kesiapsiagaan masyarakat terhadap ancaman gempa bumi dan tsunami. Sebagai bagian dari rangkaian kegiatan di Provinsi Aceh, BMKG juga menyelenggarakan kegiatan tiga Sekolah Lapang secara terpadu guna memperluas pemahaman masyarakat mengenai pemanfaatan informasi cuaca, iklim, serta mitigasi bencana

Wakil Duta Besar Prancis untuk Indonesia, Timor-Leste, dan ASEAN, Fabrice Fize, menjelaskan melalui peresmian HF Radar Array merupakan salah satu wujud nyata penguatan kerja sama bilateral antara Indonesia dan Prancis, khususnya dalam pengembangan teknologi observasi dan peningkatan ketahanan masyarakat terhadap risiko bencana.

Melalui sinergi ini, kedua pihak terus mengembangkan teknologi pemantauan dan sistem peringatan dini guna mengantisipasi ancaman bencana hidrometeorologi serta dinamika iklim di wilayah pesisir Aceh. Proyek kolaboratif ini tidak hanya memperkuat kapasitas teknis pemantauan wilayah perairan, tetapi juga memperkokoh kesiapsiagaan masyarakat dan pemerintah daerah dalam menghadapi risiko bencana secara lebih terukur.

“Kemitraan jangka panjang antara AFD dan BMKG mencerminkan semakin eratnya hubungan antara Prancis dan Indonesia, menyusul peningkatan hubungan bilateral menjadi Kemitraan Strategis Komprehensif oleh Presiden Emmanuel Macron dan Presiden Prabowo Subianto di Paris pada 28 Mei 2026,” Kata Fabrice Fize.

Country Director AFD untuk Indonesia, Sandrine Boucher, menegaskan kembali komitmen ini dilakukan untuk mendukung mitigasi bencana dan melindungi masyarakat pesisir Aceh melalui kerja sama teknologi radar maritim bersama BMKG.

Ia menambahkan bahwa kolaborasi ini menjadi contoh nyata dari kualitas hubungan kerja sama yang erat antara AFD dan BMKG. Pihaknya optimistis dapat terus melanjutkan dan memperluas dukungan terhadap penguatan ketahanan iklim serta keselamatan masyarakat pesisir di Indonesia pada tahun-tahun mendatang.

Asisten Perekonomian dan Pembangunan Sekda Aceh, Robby Irza, mewakili Wakil Gubernur Aceh, menegaskan pentingnya pemanfaatan teknologi maritim ini mengingat masyarakat Aceh memiliki keterikatan yang sangat kuat dengan wilayah perairan. Nelayan menggantungkan mata pencaharian dari laut, masyarakat pesisir bertumpu pada ekonomi kelautan, dan transportasi laut menjadi sarana vital penghubung antarwilayah kepulauan di Aceh.

Pemerintah Aceh menekankan bahwa keberadaan HF Radar Array bukan sekadar penghasil data teknis atau statistik, melainkan sarana untuk menyelamatkan nyawa dan penghidupan masyarakat. Data real-time mengenai arus dan gelombang langsung menentukan keputusan kapan nelayan harus melaut dan bagaimana kapal menavigasi perjalanan dengan aman.

BMKG menyampaikan apresiasi dan terima kasih setinggi-tingginya kepada Pemerintah Provinsi Aceh, Pemerintah Kabupaten Aceh Besar, Kedeputian Bidang Meteorologi, Direktorat Meteorologi Maritim, serta tujuh Unit Pelaksana Teknis (UPT) BMKG se-Aceh yang telah mendukung kelancaran proses perencanaan hingga pengoperasian fasilitas ini.

BMKG mengimbau seluruh lapisan masyarakat, khususnya warga di sekitar lokasi pemasangan, untuk ikut menjaga dan melindungi fasilitas HF Radar Array Ujong Batee. Partisipasi aktif masyarakat sangat menentukan agar alat pemantau ini dapat beroperasi optimal dan memberikan manfaat berkelanjutan bagi keselamatan bersama.




Sumber : https://www.bmkg.go.id/siaran-pers/bmkg-resmikan-hf-radar-array-ujong-batee-aceh-perkuat-observasi-maritim-dan-mitigasi-bencana-pesisir

Baca Terusannya »»  

Buka Mahasabha XIII PHDI, Menag Tekankan Pentingnya Kurikulum Cinta untuk Rawat Keberagaman


 

Jakarta (Kemenag) --- Menteri Agama Nasaruddin Umar menekankan pentingnya menumbuhkan rasa cinta dalam kehidupan beragama dan kebangsaan. Menurutnya, cinta menjadi fondasi penting dalam merawat keberagaman dan memperkuat persatuan Indonesia.

Hal itu disampaikan Menag saat membuka Mahasabha XIII Parisada Hindu Dharma Indonesia (PHDI) Tahun 2026, di Jakarta pada Kamis (8/10/2026).

“Saya hanya ingin menggarisbawahi satu poin saja yang disampaikan Ketua tadi, yaitu pentingnya Kurikulum Cinta. Jika cinta sudah bicara, semua akan menjadi ringan, terang, dan mudah. Mari kita memupuk rasa cinta sedalam-dalamnya,” ujar Menag.

Menag mengatakan, Indonesia merupakan bangsa yang sangat plural. Namun, keberagaman tersebut justru menjadi kekuatan sekaligus modal penting bagi Indonesia untuk menunjukkan kepada dunia bagaimana perbedaan dapat diramu menjadi satu kesatuan.

“Kita adalah bangsa yang paling plural. Kita juga menjadi contoh dan teladan dalam meramu perbedaan itu menjadi satu kesatuan dalam Bhinneka Tunggal Ika,” katanya.

Menurut Menag, semangat tersebut perlu terus dirawat melalui kehidupan keagamaan yang damai dan saling menghormati. Kurikulum Cinta, kata dia, menjadi salah satu ikhtiar untuk membangun cara pandang keagamaan yang menempatkan cinta, persaudaraan, dan penghormatan terhadap perbedaan sebagai nilai bersama.

Ketua Umum PHDI Mayjen TNI (Purn) Wisnu Bawa Tenaya mengatakan, PHDI berkomitmen ikut menjaga kehidupan kebangsaan agar tetap harmonis sekaligus mendukung agenda pembangunan nasional.

“Kita ingin bersama-sama menjaga kehidupan kebangsaan agar tetap harmonis dan mampu mengimplementasikan Asta Cita Bapak Presiden. Salah satunya adalah memperkuat Pancasila, demokrasi, penghormatan terhadap hak asasi manusia, serta persatuan bangsa,” ujar Wisnu.

Ia menegaskan, Pancasila harus tetap menjadi pijakan bersama dalam kehidupan berbangsa. Perbedaan, menurutnya, tidak boleh menjadi alasan untuk memecah persatuan.

“Pancasila harus tetap menjadi pijakan kita. Jangan sampai perbedaan membuat kita terpecah. Bersatu kita kuat, bercerai kita lemah,” katanya.

Ia juga menyatakan dukungan PHDI terhadap penguatan Kurikulum Cinta yang dikembangkan Kementerian Agama. Menurutnya, nilai cinta penting untuk mencegah konflik dan perpecahan di tengah masyarakat.

“Ke depan, siapa pun yang mendapatkan amanah kepemimpinan, mari kita dukung bersama. Kita bantu pemerintah, termasuk dalam menyosialisasikan Kurikulum Cinta. Karena tanpa cinta, kita akan mudah bertengkar dan terpecah,” katanya.

Selain itu, Wisnu mengajak umat untuk meningkatkan literasi agama agar menciptakan kondisi bangsa yang damai.

“Karena itu, mari kita bersama-sama meningkatkan literasi agama. Kita pelajari dan pahami ajaran agama kita dengan baik agar kehidupan beragama ke depan menjadi semakin damai, sejuk, dan harmonis,” ujarnya.

Wisnu menambahkan, keberagaman merupakan kekuatan yang harus terus dijaga. Apa pun latar belakang, posisi, maupun kompetensi seseorang, seluruh elemen bangsa memiliki tanggung jawab untuk merawat persatuan.

“Kita harus terus membangun umat yang beragam. Perbedaan bukan alasan untuk saling menjauh. Justru keberagaman harus menjadi kekuatan kita. Untuk menjadi kuat, kita harus belajar dan terus menjaga persatuan. Ini yang paling penting,” pungkasnya.

 

 

 

Sumber : https://kemenag.go.id/nasional/buka-mahasabha-xiii-phdi-menag-tekankan-pentingnya-kurikulum-cinta-untuk-rawat-keberagaman-wo74R 

Baca Terusannya »»  

Ketua DPR RI Puan Maharani : Bicara Tatanan Global yang Manusiawi dan Demokrasi Berdayakan Rakyat


 

PARLEMENTARIA, Jakarta — Ketua DPR RI Puan Maharani menghadiri Sidang Umum Inter-Parliamentary Union (IPU) ke-153 di Arusha, Tanzania. Saat berbicara di forum parlemen dunia itu, Puan menyinggung demokrasi yang seharusnya dapat memberdayakan rakyat.

Puan menghadiri 153rd IPU Assembly and Related Meetings di Arusha International Conference Centre, Tanzania, Kamis (8/10/2026). Ia didampingi oleh Wakil Ketua Badan Kerja Sama Antar-Parlemen (BKSAP) DPR RI Irine Yusiana Roba Putri, Anggota Komisi XII DPR RI Shanty Alda Nathalia, dan Duta Besar Luar Biasa dan Berkuasa Penuh RI untuk Tanzania, Tri Yogo Jatmiko.

Dalam keterangan persnya, Puan disebut menyampaikan pandangannya saat mengikuti agenda general debate IPU di mana setiap Ketua Parlemen anggota IPU bergantian menyampaikan pandangan. Sidang Umum IPU di Tanzania mengambil tema ‘Meningkatkan Tata Kelola yang Baik dan Membersayakan Masyarakat melalui Inklusivitas, Kepercayaan, dan Peluang bagi Semua’.

Di hadapan pimpinan IPU dan ketua parlemen dunia yang hadir, Puan mengatakan parlemen memikul empat tanggung jawab dalam mewujudkan tata kelola pemerintahan yang adil.

“Pertama, legislasi harus menetapkan aturan yang adil dan mencegah konsentrasi kekuasaan yang tidak terkendali, baik politik maupun ekonomi. Kedua, kebijakan anggaran harus memastikan bahwa dana publik berfungsi sebagai instrumen yang benar-benar untuk menyamakan kesempatan, mengurangi ketidaksetaraan, dan meningkatkan kemampuan rakyat,” kata Puan.

Kemudian yang ketiga, kata Puan, adalah bagaimana pengawasan Parlemen harus memastikan bahwa semua otoritas pemerintahan beroperasi dalam batas-batas hukum dan memberikan manfaat bagi masyarakat.

“Keempat, fungsi perwakilan harus memastikan bahwa suara rakyat hadir sebelum keputusan dibuat, bukan hanya didengar setelah keputusan diselesaikan,” tuturnya.

Puan mengingatkan, tugas parlemen bukan hanya menghasilkan kebijakan yang tampak bagus di atas kertas.

“Tetapi untuk memastikan kebijakan tersebut benar-benar berfungsi dalam kehidupan rakyat,” imbuh Puan.

Di sisi lain, Puan menyatakan memang tak dapat disangkal bahwa ada ketegangan antara demokrasi, kedaulatan nasional, dan geoekonomi serta geopolitik global. Oleh karena itu, ia menilai kerja sama internasional sangat penting.

“Khususnya, kerja sama yang sehat dan tidak menghilangkan hak bangsa dan negara untuk menentukan pilihan pembangunan mereka sendiri sesuai dengan kepentingan rakyat mereka,” ucapnya.

Menurut Puan, kedaulatan nasional dan solidaritas internasional bukanlah kutub yang berlawanan, namun sebaliknya negara-negara yang berdaulat dan setara membentuk dasar bagi kerja sama internasional yang adil.

“Dengan demikian, demokrasi tidak hanya harus ada di dalam negara. Demokrasi juga harus ada di antara negara-negara. Tata kelola global harus menyediakan ruang yang lebih adil bagi bangsa-bangsa, besar atau kecil, negara maju atau negara berkembang,” papar Puan.

Puan pun menilai keputusan global mengenai perdagangan, keuangan, teknologi, iklim, kesehatan, dan keamanan tidak dapat hanya mencerminkan kekuatan ekonomi atau geopolitik tertentu.

“Keputusan tersebut harus mencerminkan prinsip-prinsip kesetaraan kedaulatan dan kepentingan kemanusiaan bersama. Di sinilah parlemen dunia memiliki tanggung jawab bersama,” jelasnya.

“Kita harus memastikan bahwa globalisasi tidak memisahkan ekonomi dari demokrasi, teknologi dari etika, pertumbuhan dari keadilan, atau kekuasaan dari akuntabilitas,” tambah Puan.

Melalui IPU, Puan menilai parlemen dunia dapat memperkuat kerja sama antar-parlemen untuk memastikan bahwa tatanan global tidak hanya lebih saling terhubung tetapi juga lebih demokratis, lebih adil, dan lebih manusiawi.

“Pada akhirnya, tata pemerintahan yang baik bukanlah tujuan akhir. Tujuan utamanya adalah rakyat, keadilan, martabat, dan kemampuan rakyat untuk menentukan masa depan mereka sendiri,” sebutnya.

Puan menegaskan, demokrasi tidaklah cukup jika hanya memberikan hak pilih kepada rakyat.

“Demokrasi harus memberdayakan rakyat untuk mengubah kehidupan mereka. Pembangunan tidaklah cukup jika hanya menghasilkan pertumbuhan, pembangunan harus memperluas peluang, mengurangi ketimpangan, dan mewujudkan kemakmuran bersama,” papar Puan.

Oleh karena itu, disampaikan Puan, tolok ukur tata kelola pemerintahan yang baik pada akhirnya sederhana namun mendasar.

“Apakah suara rakyat didengar, apakah hak-hak mereka dilindungi, dan apakah kekuasaan tunduk pada pengawasan? Apakah rakyat memiliki kesempatan yang adil untuk memperbaiki kehidupan mereka, dan apakah bangsa ini memiliki kedaulatan untuk menentukan masa depannya sendiri?” urainya.

Puan kembali mengingatkan, tata kelola pemerintahan yang baik adalah tata kelola yang berkeadilan, yaitu tata kelola yang mengubah kedaulatan rakyat menjadi kesejahteraan rakyat.

Atas nama DPR yang mewakili rakyat Indonesia, Puan kemudian memberikan seruan lantang di hadapan parlemen negara-negara dunia.

“Dewan Perwakilan Rakyat Republik Indonesia, yang mewakili rakyat Indonesia, menyerukan kepada seluruh parlemen anggota IPU untuk bekerja sama membangun tatanan dunia yang lebih baik, lebih makmur, adil, dan manusiawi,” seru Puan.

“Sebuah tatanan yang menempatkan kemanusiaan dan kesejahteraan bersama sebagai inti hubungan antarnegara, serta menghormati martabat dan kedaulatan setiap bangsa,” tegasnya.

Menurut Ketua BKSAP DPR Irine Yusiana Roba Putri, kehadiran Puan di Sidang Umum IPU ke-153 mendapat sambutan hangat dari para delegasi. Termasuk apresiasi sejumlah anggota parlemen negara sahabat atas pandangan yang disampaikan Puan.

“Contohnya saat setelah speech, Ibu Ketua DPR disambut oleh delegasi Iran yang menyatakan menghargai pidato beliau yang inspiratif dan merefleksikan keadilan sosial dan demokrasi ekonomi,” ungkap Irine.

“Lalu saat hendak meninggalkan ruang acara karena akan melakukan bilateral meeting, Ibu Ketua dicegat oleh beberapa delegasi seraya mengucapkan terima kasih atas dukungan resolusi Nepal dan bahan pidato beliau,” lanjutnya.

Selain membawa isu kepentingan diplomasi Indonesia, urgensi Puan menghadiri IPU di Tanzania adalah karena adanya pemilihan Presiden IPU yang berlangsung setiap 3 tahun sekali itu.

Adapun calon Presiden IPU ada 3 di mana 2 kandidat di antaranya yakni Azerbaijan dan Australia memiliki hubungan yang cukup dekat dengan Indonesia. Puan juga akan mendengar visi misi dan menemui semua calon secara imbang sebelum voting.

“Partisipasi Ketua DPR RI Puan Maharani dalam IPU Assembly ke-153 didorong oleh peristiwa 3 tahun sekali pemilihan Presiden IPU untuk masa jabatan 2026-2029,” jelas Wakil Ketua BKSAP DPR RI, Irine Yusiana Roba Putri.

“Selain menyaksikan dan turut dalam pemungutan suara, kehadiran Ketua DPR merupakan dukungan solidaritas kepada para calon Presiden dalam proses pemilihan Presiden IPU tersebut,” tutupnya. 

 

 

 

Sumber : https://www.dpr.go.id/kegiatan-dpr/berita/Puan-Bicara-Tatanan-Global-yang-Manusiawi-dan-Demokrasi-Berdayakan-Rakyat-69917 

Baca Terusannya »»