Cari Blog Ini

Sabtu, 26 September 2026

Mendiktisaintek Dorong IT Del Perkuat Peran sebagai Lembaga Riset Unggul


 

Toba -  Menteri Pendidikan Tinggi, Sains, dan Teknologi (Mendiktisaintek), Brian Yuliarto mendorong Institut Teknologi Del (IT Del) untuk terus memperkuat visi sebagai lembaga riset yang unggul. Menurutnya, penguatan kapasitas riset dan teknologi perguruan tinggi, tidak hanya penting bagi pengembangan institusi, tetapi juga menjadi bagian dari upaya Indonesia meningkatkan nilai tambah, dan menjawab berbagai persoalan pembangunan.

Hal tersebut disampaikan Mendiktisaintek saat memberikan orasi ilmiah dalam rangka pengukuhan mahasiswa baru Institut Teknologi Del Tahun 2026, sekaligus memperingati 25 tahun IT Del. Menteri Brian menilai bahwa tema “menuju sebuah lembaga riset yang unggul”, merupakan gagasan yang berani dan relevan dengan kebutuhan pengembangan perguruan tinggi, Sabtu (26/9).

Menteri Brian mengajak sivitas akademika IT Del melihat kembali perjalanan institusi tersebut, sejak gagasan pendiriannya pada 2001. Menteri Brian kemudian mengaitkan penguatan lembaga riset dengan kebutuhan Indonesia, untuk meningkatkan nilai tambah dari sumber daya yang dimiliki. Mendiktisaintek menggunakan kopi dari dataran tinggi Sumatera Utara sebagai salah satu contoh.

Menurut Menteri Brian, kopi dari wilayah tersebut memiliki permintaan di dunia, tetapi sebagian sebelumnya keluar dari daerah dalam bentuk biji mentah, dan kembali dalam bentuk produk olahan dengan nilai yang lebih tinggi. Perbedaan nilai tersebut berkaitan dengan penguasaan ilmu pengetahuan dan teknologi.

“Selisih harga itu sebenarnya itulah yang kita sebut sebagai pengetahuan dan teknologi. Kampus sesungguhnya adalah tempat dihasilkannya, diproduksinya, sains, teknologi, dan inovasi,” ungkap Mendiktisaintek.

Dalam orasinya, Mendiktisaintek juga mengaitkan kapasitas riset dengan kemampuan suatu negara untuk keluar dari middle-income trap. Menteri Brian menyebutkan perbandingan jumlah peneliti antara negara berpenghasilan tinggi dan kelompok negara berpenghasilan menengah. Menurut data yang ditampilkan dalam paparannya, negara berpenghasilan tinggi memiliki sekitar 4.100 peneliti per satu juta penduduk, sedangkan kelompok negara berpenghasilan menengah memiliki kurang dari 1.000 peneliti per satu juta penduduk.

“Kalau kita ingin naik kelas menjadi negara maju, jumlah peneliti kita tidak bisa ditawar lagi, jumlah kapasitas riset kita tidak bisa kita berdiam diri, harus kita naikkan,” tegas Mendiktisaintek.

Lebih lanjut, Menteri Brian menekankan pentingnya keterhubungan antara perguruan tinggi dan industri dalam membangun pusat pertumbuhan ekonomi baru. Mendiktisaintek juga menegaskan bahwa lembaga riset yang unggul tidak cukup dinilai dari banyaknya makalah atau jurnal yang dihasilkan. Publikasi ilmiah tetap penting sebagai bagian dari proses pengujian pengetahuan oleh komunitas ilmiah, tetapi hasil penelitian juga perlu diarahkan untuk menjawab persoalan di dunia nyata.

“Penelitian yang berhenti di lemari perpustakaan tentu belum bisa menciptakan apapun. Dampak baru dirasakan ketika ada orang di luar kampus yang hidupnya berubah karena penemuan-penemuan yang kita lakukan,” tegas Menteri Brian

Sementara itu, Rektor Institut Teknologi Del, Arnaldo Marulitua Sinaga  menyampaikan bahwa pada 2026 IT Del menerima 431 mahasiswa baru yang tersebar di 10 program studi. Pada tahun ini, IT Del juga menerima 30 mahasiswa asal Tolikara, Papua Pegunungan, serta 10 mahasiswa asal Morowali Utara. Untuk mahasiswa dari Morowali Utara, penerimaan tersebut berkaitan dengan Program Studi Teknik Metalurgi yang dikembangkan bersama CNGR untuk menyediakan tenaga kompeten bagi kebutuhan industri metalurgi di wilayah tersebut.

Rektor Arnold juga mendorong mahasiswa baru untuk memanfaatkan berbagai kesempatan belajar melalui dosen, laboratorium, buku, dan teknologi. Mahasiswa juga didorong untuk mengikuti organisasi, kompetisi, penelitian, serta pengabdian kepada masyarakat. Melalui prinsip “Learn, grow, and discover”,  Rektor Arnold berharap seluruh mahasiswa bermuara pada kemampuan untuk “collaborate, contribute, and create impact.”




Sumber : https://kemdiktisaintek.go.id/en/news/article/mendiktisaintek-dorong-it-del-perkuat-peran-sebagai-lembaga-riset-unggul

 

Baca Terusannya »»  

Pangsa Pasar Domestik Meluas, Produk Dalam Negeri Siapkan Barang Berkualitas dan Berdaya Saing

 

Kementerian Perindustrian terus memperkuat ekosistem industri nasional melalui peningkatan penggunaan produk dalam negeri yang tidak hanya menciptakan pasar bagi produk manufaktur, tetapi juga memperkuat kapasitas produksi, rantai pasok, investasi, dan penyerapan tenaga kerja. Besarnya pasar domestik Indonesia menjadi modal penting bagi industri nasional untuk memperluas pangsa pasar sekaligus membangun produk yang semakin kompetitif.

“Pemanfaatan produk dalam negeri merupakan bagian dari upaya membangun ekosistem industri yang semakin kuat. Ketika produk industri nasional memiliki pasar yang semakin luas, kapasitas produksi dapat dimanfaatkan secara lebih optimal sehingga memberikan dampak lanjutan terhadap investasi, penyerapan tenaga kerja, dan penguatan rantai pasok di dalam negeri,” ujar Menteri Perindustrian Agus Gumiwang Kartasasmita di Jakarta, Sabtu (26/9).

Menperin menuturkan, setiap belanja sebesar Rp1 untuk produk dalam negeri, dapat menghasilkan dampak sebesar Rp2,2 terhadap perekonomian nasional. Di samping itu, pasar domestik menjadi peluang besar bagi industri manufaktur nasional. Sekitar 78,39 persen produk manufaktur nasional ditujukan untuk pasar domestik, sedangkan 21,61 persen lainnya untuk pasar ekspor.

Dengan jumlah penduduk yang besar dan kebutuhan konsumsi yang terus berlangsung, terdapat ruang yang luas bagi produk industri nasional untuk meningkatkan penetrasinya di pasar dalam negeri. Karena itu, penggunaan produk dalam negeri perlu menjadi bagian dari keputusan pengadaan barang dan jasa, baik di lingkungan pemerintah maupun sektor lainnya.

Kepala Pusat Peningkatan Penggunaan Produk Dalam Negeri (P4DN) Kris Sasono Ngudi Wibowo menjelaskan, peluang tersebut juga ditopang oleh kapasitas industri yang masih dapat dioptimalkan, terlihat dari utilisasi industri pengolahan nonmigas tercatat sebesar 61,8 persen pada 2025. Di sisi lain, konsumsi rumah tangga Indonesia sepanjang Januari–Desember 2025 mencapai Rp12.834,8 triliun dengan jumlah penduduk 284,44 juta jiwa.

“Besarnya basis konsumen tersebut memberikan ruang bagi produk manufaktur nasional untuk memperluas pasar domestik,” katanya.

Oleh karena itu, pemerintah memperkuat industri dalam negeri dengan kebijakan Tingkat Komponen Dalam Negeri (TKDN). Hingga 2 September 2026, terdapat lebih dari 57.000 produk tersertifikasi TKDN yang berasal dari lebih dari 5.600 perusahaan industri. Keberadaan produk-produk tersebut menjadi bagian dari basis industri nasional yang dapat dimanfaatkan dalam pengadaan barang dan jasa sekaligus memperluas akses pasar bagi produk manufaktur dalam negeri.

Pada sektor industri farmasi dan produk kesehatan nasional, salah satu industri yang menerapkan kebijakan TKDN yaitu Bio Farma Group, yang telah memiliki 29 sertifikat TKDN dan BMP meliputi produk vaksin, enoxaparin, kit diagnostik, serta produk lainnya. Nilai TKDN produk yang telah tersertifikasi berada pada rentang 44,28 persen hingga 95,03 persen, sementara Bobot Manfaat Perusahaan mencapai nilai maksimal 15 persen.

“Penguatan produksi dalam negeri bagi industri farmasi bukan hanya mengenai seberapa besar produk dapat dibuat di dalam negeri, tetapi juga mengenai kemampuan membangun kapabilitas dari hulu hingga hilir. Dengan penguasaan teknologi, peningkatan TKDN, serta penerapan standar mutu dan halal, produk yang dihasilkan dapat memenuhi kebutuhan nasional sekaligus memiliki daya saing di pasar global,” ujar Direktur Utama PT Bio Farma Evi Sylvia.

Dalam talkshow Community Engagement bertajuk “Local Content, Greater Market: Produk Dalam Negeri, Bisnis Makin Jadi”, Evi juga menuturkan, aspek halal juga menjadi bagian penting dalam pengembangan produk farmasi dan vaksin di Indonesia. Bio Farma menyatakan komitmen untuk mengembangkan dan memproduksi produk vaksin dan life science yang halal sesuai ketentuan syariat Islam, sekaligus menerapkan Sistem Jaminan Produk Halal (SJPH).

Dari sektor industri barang konsumsi, penguatan produk dalam negeri juga perlu diikuti kemampuan pelaku usaha dalam memahami kebutuhan konsumen, menjaga kualitas, dan membangun jenama yang relevan. CEO & Co-Founder Torch, Ben Wirawan, menilai penggunaan bahan baku lokal perlu ditempatkan dalam kerangka pengembangan produk secara menyeluruh agar kualitas tetap terjaga dan harga dapat diterima pasar.

“Bahan baku lokal harus menjadi bagian dari strategi produk, bukan sekadar menjadi pilihan sumber material. Kualitas, desain, efisiensi biaya, pengembangan produk, dan kemampuan membaca kebutuhan konsumen perlu berjalan bersama. Dengan begitu, produk lokal dapat memiliki nilai yang kuat sekaligus tetap kompetitif di pasar,” ujarnya.

Menurut Ben, pengembangan merek lokal juga membutuhkan fokus pada proses inti perusahaan seperti research and development, branding, marketing, sales, pengelolaan data, people and culture, serta supply chain management. Sementara aktivitas lainnya dapat dilakukan melalui kolaborasi dengan mitra strategis dalam ekosistem bisnis.

“Brand lokal tidak cukup hanya dikenal karena identitas lokalnya. Konsumen membutuhkan produk yang relevan, berkualitas, memiliki desain yang baik, dan memberikan pengalaman yang sesuai dengan kebutuhan mereka. Karena itu, membangun brand yang bertahan membutuhkan konsistensi dalam produk dan hubungan dengan konsumen,” katanya.




Sumber : https://www.kemenperin.go.id/artikel/72483010/Pangsa-Pasar-Domestik-Meluas,-Produk-Dalam-Negeri-Siapkan-Barang-Berkualitas-dan-Berdaya-Saing


Baca Terusannya »»  

Alih Kelola Jadi Momentum Transformasi, Kemdiktisaintek Dorong Universitas Bandung Perkuat Mutu dan Dampak Pendidikan Tinggi

 

Bandung—Sekretaris Jenderal (Sesjen) Kementerian Pendidikan Tinggi, Sains, dan Teknologi (Kemdiktisaintek), Badri Munir Sukoco mengajak para mahasiswa untuk berkontribusi aktif dalam penelitian, pengabdian kepada masyarakat, dan kewirausahaan, serta memanfaatkan berbagai ruang kolaborasi riset yang tersedia. Hal ini dikatakan Sesjen Badri dalam Pengenalan Kehidupan Kampus bagi Mahasiswa Baru (PKKMB) Universitas Bandung Tahun Akademik 2026/2027, Sabtu (26/9).


“Di tengah pesatnya perkembangan teknologi dan kecerdasan artifisial, menjadi generasi yang tidak hanya menggunakan teknologi, tetapi juga mampu menciptakan inovasi berdasarkan teknologi tersebut, itu yang jauh dibutuhkan oleh Indonesia,” ujar Sesjen Badri.


Lebih lanjut dalam rangkaian  PKKMB bertema “Berakar pada Nilai, Bergerak untuk Perubahan”, juga dilakukan penyerahan Surat Keputusan (SK) Alih Kelola Universitas Bandung kepada Yayasan Habibi Bina Cendekia, sebagai bagian dari upaya memperkuat keberlanjutan penyelenggaraan dan tata kelola pendidikan tinggi. 


Menanggapi serahterima tata kelola tersebut Sesjen Kemdiktisaintek menyampaikan, terdapat tiga hal yang perlu menjadi perhatian; Pertama, menjamin keberlanjutan layanan dan meningkatkan mutu pendidikan tinggi, termasuk memastikan keberlanjutan pembelajaran serta perlindungan hak mahasiswa. Kedua, memperkuat tata kelola dan kualitas sumber daya manusia melalui tata kelola yang transparan dan akuntabel, peningkatan kompetensi dosen dan tenaga kependidikan, serta sistem penjaminan mutu yang berkelanjutan.


Ketiga, Universitas Bandung didorong untuk memperkuat riset, dan memperluas kontribusi kepada masyarakat. Hal tersebut dapat dilakukan melalui pengembangan kemitraan dengan pemerintah daerah, dunia usaha, dan dunia industri agar riset yang dihasilkan perguruan tinggi semakin relevan dengan kebutuhan masyarakat.


“Alih kelola bukan sekadar perubahan administratif atau pergantian pengelola. Kami harap momentum ini membawa tanggung jawab untuk memastikan keberlanjutan pendidikan, meningkatkan mutu pembelajaran, dan memperkuat kontribusi pendidikan tinggi nasional,” pungkas Sesjen Badri.


Kemdiktisaintek terus mendukung perguruan tinggi untuk memperkuat tata kelola, meningkatkan mutu pendidikan, mengembangkan riset, serta memperluas kontribusi perguruan tinggi bagi masyarakat. Hal tersebut sejalan dengan arah pembangunan pendidikan tinggi dalam Rencana Strategis (Renstra) Kemdiktisaintek 2025–2029 yang menempatkan peningkatan kualitas sumber daya manusia, pengembangan talenta unggul, serta penguatan riset dan inovasi sebagai bagian dari prioritas pendidikan tinggi nasional.




Sumber : https://kemdiktisaintek.go.id/en/news/article/alih-kelola-jadi-momentum-transformasi-kemdiktisaintek-dorong-universitas-bandung-perkuat-mutu-dan-dampak-pendidikan-tinggi


Baca Terusannya »»  

Jumat, 25 September 2026

Dua Srikandi Atletik Indonesia Tembus Final Asian Games 2026, Wamenpora Taufik Beri Dukungan


 

Nagoya: Wakil Menteri Pemuda dan Olahraga Republik Indonesia (Wamenpora RI), Taufik Hidayat, menyaksikan langsung perjuangan atlet-atlet Indonesia dalam laga final cabang olahraga atletik Asian Games 2026 di Mizuho Sports Park, Nagoya, Jepang, Jumat (25/9). 

Wamenpora Taufik yang hadir menduduki tribun penonton memberikan suntikan semangat kepada dua srikandi Merah Putih, Diva Renatta Jayadi dan Emilia Nova, yang berlaga di partai puncak.

Indonesia sukses menembus babak final pada nomor women’s pole vault melalui melalui Diva Renatta Jayadi. Diva mengakhiri kompetisi di posisi kelima usai mencatatkan lompatan setinggi 4,00 meter.

Sementara itu, atlet serba bisa Emilia Nova yang tampil pada nomor heptathlon mengumpulkan total 5.279 poin setelah merampungkan seluruh tujuh nomor pertandingan yang dilombakan.

Selepas pertandingan, Emilia mengaku penampilannya secara keseluruhan cukup baik. Kendati demikian, masih terdapat sejumlah nomor yang hasilnya belum sesuai dengan ekspektasi.

“Ya lumayan lah, lumayan bagus. Cuman ada beberapa nomor yang bagus. Ada yang personel best, tapi ada beberapa nomor juga yang tak sesuai ekspektasi,” katanya. 

Kehadiran Wamenpora Taufik di Asian Games 2026 menjadi wujud dukungan nyata pemerintah terhadap perjuangan para atlet nasional yang bertarung memperebutkan prestasi tertinggi di panggung Asia.

 

 

Sumber : https://www.kemenpora.go.id/detail/7192/dua-srikandi-atletik-indonesia-tembus-final-asian-games-2026-wam 

 

Baca Terusannya »»  

Kualifikasi F1 GP Azerbaijan 2026: Russell Pole, Antonelli ke-16

 


SPORT.DETIK.COM Baku - Pebalap Mercedes George Russell meraih pole position dalam sesi kualifikasi Formula 1 GP Azerbaijan 2026. Nasib berbeda dialami rekan setimnya, Kimi Antonelli yang harus memulai dari barisan belakang.

Russell selalu menjadi yang tercepat dalam tiga sesi yang berlangsung di Baku City Circuit, Jumat (25/9). Ia sukses mengunci posisi terdepan dengan catatan waktu 1 menit 42,526 detik. Ia unggul 0,837 detik dari Charles Leclerc (Ferrari) yang akan memulai balapan dari grid kedua.

Oscar Piastri menempati posisi ketiga setelah kalah tipis dari Leclerc. Ia hanya terpaut 0,01 detik dari pebalap asal Monako itu. Posisi empat diisi Isack Hadjar dari Red Bull dengan catatan waktu 1 menit 43,5 detik.

Juara bertahan Lando Norris berada di urutan lima setelah membukukan waktu 1 menit 43,672 detik. Lewis Hamilton dari Ferrari selanjutnya menempati posisi enam dengan 1 menit 43,858 detik. Pierre Gasly (Alpine) ada di peringkat tujuh dengan 1 menit 44,047 detik.

Max Verstappen (Red Bull) hanya berada di urutan delapan dengan 1 menit 44,081 detik. Melengkapi 10 besar ada Carlos Sainz (Williams) dengan 1 menit 44,566 detik dan Franco Colapinto (Alpine) dengan 1 menit 44,963 detik.

Nasib apes dialami Antonelli selaku pimpinan klasemen sementara F1 musim ini. Ia mengalami crash di sesi pertama dan akan memulai balapan dari grid 16.

Balapan F1 GP Azerbaijan akan berlangsung Sabtu (26/9) pukul 18.00 WIB. Berbeda dari biasanya, balapan digelar hari Sabtu karena akan ada peringatan Perang Patriotik di Azerbaijan yang jatuh pada Minggu (27/9).

 

Hasil Kualifikasi F1 GP Azerbaijan 2026:

PosDriverTeamQ1Q2Q3
1George RussellMercedes1m43.615s1m43.462s1m42.526s
2Charles LeclercFerrari1m44.360s1m43.780s1m43.363s
3Oscar PiastriMcLaren1m45.014s1m43.814s1m43.364s
4Isack HadjarRed Bull1m44.161s1m43.880s1m43.500s
5Lando NorrisMcLaren1m44.571s1m44.020s1m43.672s
6Lewis HamiltonFerrari1m44.260s1m44.037s1m43.858s
7Pierre GaslyAlpine1m44.489s1m44.106s1m44.047s
8Max VerstappenRed Bull1m44.041s1m43.706s1m44.081s
9Carlos SainzWilliams1m45.104s1m44.629s1m44.566s
10Franco ColapintoAlpine1m45.106s1m44.683s1m44.963s
11Oliver BearmanHaas1m45.228s1m44.775s
12Liam LawsonRacing Bulls1m45.535s1m44.860s
13Alex AlbonWilliams1m45.031s1m45.001s
14Esteban OconHaas1m45.039s1m45.016s
15Arvid LindbladRacing Bulls1m45.381s1m45.106s
16Kimi AntonelliMercedes1m45.504s

17Gabriel BortoletoAudi1m45.799s

18Nico HulkenbergAudi1m45.920s

19Fernando AlonsoAston Martin1m46.593s

20Sergio PerezCadillac1m46.658s

21Lance StrollAston Martin1m47.337s

22Valtteri BottasCadillac1m48.290s

 

 

Sumber :  https://sport.detik.com/f1/d-8679624/kualifikasi-f1-gp-azerbaijan-2026-russell-pole-antonelli-ke-16

Baca Terusannya »»  

Menlu RI Dorong Penguatan Peran Global South dalam Merancang Masa Depan Tata Kelola Multilateral

 


New York, Amerika Serikat – “G77 harus memastikan bahwa suara Global South didengarkan dalam menentukan arah masa depan sistem multilateral.” Hal ini disampaikan Menteri Luar Negeri RI, Sugiono, dalam Pertemuan Tahunan ke-50 Menteri Luar Negeri Kelompok 77 (G77) yang diselenggarakan di Markas Besar PBB, New York, Amerika Serikat (25/9).

Mengangkat tema “The Global South and the Future of Multilateralism”, pertemuan G77 telah membahas upaya bersama dalam mendorong sistem multilateral yang lebih representatif terhadap perubahan dunia dan responsif terhadap kepentingan negara-negara berkembang.

Dalam pernyataannya, Menlu RI mengingatkan kembali semangat Konferensi Asia-Afrika di Bandung 70 tahun lalu yang menempatkan kesetaraan dan peran setiap negara dalam menentukan arah kerja sama internasional.

Indonesia juga menyoroti pentingnya aspek pembangunan dalam kerja sama multilateral. Hal ini membutuhkan pembiayaan yang lebih terjangkau dan dapat diprediksi, akses teknologi yang lebih luas, dan kesempatan yang adil dalam perdagangan internasional. Upaya ini perlu terus didorong dalam agenda pembangunan global pasca tahun 2030.

Solidaritas di antara negara-negara Global South merupakan kunci dalam menghadapi tantangan dunia. “Kerja sama Selatan-Selatan dan triangular diperlukan untuk meningkatkan pertukaran pengetahuan, teknologi, dan kapasitas, sekaligus melengkapi kerja sama Utara-Selatan dan komitmen negara-negara maju,” jelas Menlu Sugiono.

Menlu RI menekankan bahwa masa depan multilateralisme bertumpu pada solidaritas, kesetaraan kedaulatan, dan kemitraan yang sejati. Dengan kekuatan kolektif yang dimiliki, negara-negara Global South memiliki peluang untuk turut membentuk sistem multilateral yang tetap relevan dan mampu memberikan hasil nyata bagi masyarakat.

Pertemuan Tahunan ke-50 Menteri Luar Negeri G77 diselenggarakan di bawah kepemimpinan Uruguay sebagai Ketua G77 tahun 2026. Pertemuan ini mengadopsi Ministerial Declaration yang memuat posisi bersama negara-negara G77 dan RRT mengenai berbagai isu, antara lain pembangunan, ilmu pengetahuan dan teknologi, serta ketahanan iklim. Pertemuan juga mengesahkan Rwanda sebagai Ketua G77 untuk tahun 2027.

 

 

Sumber : https://kemlu.go.id/berita/menlu-ri-dorong-penguatan-peran-global-south-dalam-merancang-masa-depan-tata-kelola-multilateral 


Baca Terusannya »»  

Menlu Sugiono Dorong Penguatan Kerja Sama Konkret dalam Bidang Ekonomi dan Kemanusiaan

 

New York, Amerika Serikat – Menteri Luar Negeri RI, Sugiono, melanjutkan agenda pertemuan bilateral di sela-sela High-Level Week Sidang Majelis Umum Perserikatan Bangsa-Bangsa (SMU PBB) ke-81 di New York dengan melakukan pertemuan bersama Menteri Luar Negeri Burkina Faso Karamoko Jean-Marie Traoré, Menteri Luar Negeri Siprus Constantinos Kombos, dan Presiden Komite Internasional Palang Merah (ICRC) Mirjana Spoljaric Egger, Jumat (25/9).

Dalam pertemuan dengan Menlu Burkina Faso dan Siprus, Menlu Sugiono mendorong penguatan hubungan bilateral dengan Burkina Faso dan Siprus melalui penandatanganan Perjanjian Bebas Visa bagi Pemegang Paspor Diplomatik dan Dinas (PBVDD) yang akan meningkatkan interaksi Indonesia dengan kedua negara.

Pertemuan juga membahas peningkatan kerja sama ekonomi, perdagangan dan investasi. Dengan Burkina Faso, kedua Menlu turut menandatangani Framework Agreement for Cooperation serta mendorong kerja sama teknis, peningkatan kapasitas dan hubungan antarpelaku usaha, termasuk melalui partisipasi pada Trade Expo Indonesia 2026. Sementara dengan Siprus, pembahasan mencakup peluang investasi untuk mendukung hilirisasi dan peningkatan nilai tambah komoditas Indonesia, serta rencana kunjungan Menlu Siprus ke Indonesia.

Sementara itu, dalam pertemuan bilateral dengan Presiden Komite Internasional Palang Merah, Menlu Sugiono telah menekankan pentingnya memastikan perlindungan warga sipil di wilayah konflik, khususnya di Gaza. Keduanya juga telah berkomitmen untuk terus mendorong kerja sama bidang kemanusiaan yang lebih erat melalui kolaborasi konkret.

Rangkaian pertemuan bilateral selama High-Level Week SMU PBB ke-81 dimanfaatkan Indonesia untuk memperkuat hubungan dengan berbagai mitra serta mendorong kerja sama konkret yang saling menguntungkan.

 

 

Sumber : https://kemlu.go.id/berita/menlu-sugiono-dorong-penguatan-kerja-sama-konkret-dalam-bidang-ekonomi-dan-kemanusiaan 


Baca Terusannya »»  

Indonesia Serukan Langkah Konkret OKI dan Liga Arab Lindungi Status Quo Yerusalem

 


New York, Amerika Serikat — Menteri Luar Negeri RI menyerukan penguatan koordinasi Organisasi Kerja Sama Islam (OKI) dan Liga Arab untuk menghentikan langkah-langkah ilegal Israel di Palestina dan melindungi historical and legal status quo Yerusalem. Seruan tersebut disampaikan dalam Joint Arab-Islamic Ministerial Meeting on Jerusalem yang digelar di sela-sela High-level Week Sidang Majelis Umum ke-81 PBB di New York, AS (25/09).

Indonesia menyoroti kondisi di lapangan yang terus memburuk. Di kompleks Masjid Al-Aqsa, provokasi dan pelanggaran terhadap status quo Yerusalem terus terjadi. “Seruan masyarakat internasional sudah jelas. Namun, realitas di lapangan justru semakin menjauh dari apa yang berulang kali kita serukan. Kesucian situs-situs suci tidak dapat dilanggar tanpa konsekuensi,” tegas Menlu Sugiono.

Menlu RI menekankan bahwa perkembangan di Yerusalem tidak dapat dipisahkan dari situasi di wilayah Palestina lainnya. Gaza, Tepi Barat, dan Yerusalem Timur merupakan satu kesatuan realita politik dan teritorial. Stabilitas di satu wilayah tidak akan tercapai jika wilayah lainnya terus mengalami pelanggaran.

Dalam kaitan ini, Indonesia juga menyoroti rencana perluasan pemukiman E1, yang semakin mengancam keberlangsungan wilayah Negara Palestina yang berdaulat dan prospek Solusi Dua Negara. Perluasan pemukiman ilegal tersebut juga bertentangan dengan hukum internasional, termasuk Resolusi DK PBB 2334.

Menghadapi perkembangan tersebut, Indonesia menekankan perlunya OKI dan Liga Arab bergerak lebih dari seruan dan memperkuat aksi bersama yang lebih terkoordinasi. Kerja sama dengan mitra internasional perlu diperluas untuk memperkuat akuntabilitas, menegakkan hukum internasional, dan menjaga upaya menuju perdamaian. Indonesia juga menekankan pentingnya perlindungan terhadap situs-situs suci di Yerusalem, termasuk melalui dukungan bagi wakaf Islam dan Perwalian Hashemite Yordania (Jordan’s Hashemite Custodianship).

Sebagai salah satu langkah konkret, Indonesia mendorong semakin banyak negara mengambil langkah terhadap produk yang berasal dari pemukiman ilegal, sesuai hukum internasional dan kerangka hukum nasional masing-masing. Langkah tersebut menunjukkan bahwa komitmen internasional memiliki instrumen untuk menerjemahkan komitmen politik menjadi tindakan nyata.

Pada saat yang sama, perhatian perlu diarahkan pada masa depan Palestina. Indonesia mendorong dukungan berkelanjutan bagi rekonstruksi Gaza, penguatan institusi Palestina, persatuan nasional Palestina, serta keberlanjutan peran UNRWA dalam memberikan layanan dasar bagi pengungsi Palestina. Solidaritas terhadap Palestina juga perlu diperluas dengan membangun koalisi internasional seluas mungkin untuk mendukung terwujudnya negara Palestina yang merdeka dan berdaulat.

Pertemuan di New York merupakan tindak lanjut dari Konferensi Tingkat Menteri Luar Biasa (KTM-LB) OKI yang diselenggarakan di Jeddah, Arab Saudi pada 27 Agustus 2026. Rangkaian pertemuan tersebut menjadi wadah untuk memperkuat koordinasi negara-negara Arab dan Islam dalam melindungi Yerusalem dan situs-situs sucinya, serta mendorong langkah-langkah konkret untuk mendukung hak-hak rakyat Palestina.

 

 

Sumber : https://kemlu.go.id/berita/indonesia-serukan-langkah-konkret-oki-dan-liga-arab-lindungi-status-quo-yerusalem- 

Baca Terusannya »»  

Sekjen FIFA Mattias Grafstrom Ingin FIFA ASEAN Cup 2026 di Indonesia Jadi Langkah Awal yang Baik


 

Jakarta:  Sekretaris Jenderal FIFA, Mattias Grafstrom, mengatakan FIFA ASEAN Cup 2026 sebagai langkah awal dari kompetisi baru dan Indonesia bisa sukses menjadi tuan rumah yang baik. 

Saat ini, FIFA ingin memastikan edisi perdana berlangsung sukses sebelum membicarakan kelanjutan turnamen.

"Ini adalah kali pertama kami menyelenggarakan turnamen ini. Jadi, saya pikir untuk saat ini kami akan fokus terlebih dahulu pada turnamen ini. Namun, saya berharap turnamen ini bisa meraih kesuksesan besar," kata Mattias sebelum menyaksikan pertandingan Timnas Indonesia vs Singapura. 

Ia juga mengungkapkan adanya kemungkinan FIFA ASEAN Cup kembali digelar empat tahun mendatang. Namun, keputusan mengenai masa depan turnamen tersebut masih akan dibahas bersama asosiasi anggota, AFC, dan FIFA, terutama terkait kalender pertandingan.

"Kami juga sedang mempertimbangkan kemungkinan untuk menggelar edisi berikutnya dalam empat tahun mendatang. Tentu saja, ini merupakan kerja sama antara kami, asosiasi-asosiasi anggota, AFC, dan FIFA untuk menentukan kalender yang terbaik," ucap Mattias.

"Namun, yang terpenting saat ini adalah memastikan edisi perdana ini bisa berlangsung sukses," pungkasnya.

 

 

Sumber : https://www.kemenpora.go.id/detail/7191/sekjen-fifa-mattias-grafstrom-ingin-fifa-asean-cup-2026-di-indone 

Baca Terusannya »»  

Taklukkan Singapura 2-0, Timnas Indonesia Awali Laga Perdana FIFA ASEAN Cup 2026 dengan Manis

 




Jakarta: Timnas Indonesia mengawali laga perdana FIFA ASEAN Cup 2026 dengan manis setelah berhasil mengalahkan Timnas Singapura dengan skor 2-0 di Stadion Gelora Bung Karno, Jakarta, Jumat (25/9) malam.

Sejak kick off dimulai Indonesia langsung mengambil inisiatif menyerang sejak laga dimulai dan beberapa kali menebar ancaman, tetapi belum bisa membobol gawang Singapura.

Indonesia berhasil unggul terlebih dahulu pada menit ke-12 setelah umpan tarik dari Luke Vickery dapat dikonversikan menjadi gol oleh Ragnar Oratmangoen sehingga skor berubah menjadi 1-0.

Meski unggul satu gol, Indonesia tetap tampil menekan lini pertahanan Singapura dan sempat memiliki peluang melalui tendangan jarak jauh Dean James yang masih menyamping dari gawang.

Menjelang berakhirnya babak pertama, Indonesia menciptakan peluang emas lewat tendangan yang dilepaskan oleh Ole Romeny, tetapi bola menyamping tipis dari gawang Singapura.Hingga turun minum skor 1-0 untuk keunggulan Skuad Garuda tetap bertahan.

Memasuki babak kedua, Indonesia kembali mengambil inisiatif menyerang, namun belum bisa membongkar lini pertahanan Singapura yang kini tampil lebih rapat.

Singapura sempat berbalik memberikan ancaman melalui tendangan jarak jauh yang dilepaskan Song Ui-young, tetapi bola dapat diamankan kiper Indonesia Maarten Paes.

Selanjutnya Singapura harus bermain dengan 10 orang sejak menit ke-70 setelah Safuwan Baharudin diganjar kartu merah langsung oleh wasit karena melanggar penyerang Indonesia Mitchell Baker.

Indonesia berhasil menggandakan keunggulan mereka pada menit ke-73 setelah eksekusi tendangan penalti Ole Romeny tak dapat ditebak kiper Singapura Izwan Mahbud sehingga skor berubah menjadi 2-0.

Pada sisa waktu pertandingan, Indonesia tetap menggempur lini pertahanan Singapura, akan tetapi hingga laga usai, skor 2-0 untuk keunggulan Kevin Diks dkk.

Kemenangan tersebut membuat Indonesia menempati peringkat kedua klasemen sementara Grup A Divisi 1 FIFA ASEAN Cup 2026 dengan tiga poin dari satu laga, sedangkan Singapura menempati posisi ketiga tanpa poin.

 

 

Sumber : https://www.kemenpora.go.id/detail/7193/taklukkan-singapura-2-0-timnas-indonesia-awali-laga-perdana-fifa 

Baca Terusannya »»  

Bio Farma dan MSD Perkuat Ketahanan Kesehatan Indonesia melalui Perjanjian Kerangka Kerjasama Transfer Teknologi

 


NEW YORK, Amerika Serikat – PT Bio Farma (Persero) memperkuat langkah pengembangan kapabilitas manufaktur vaksin dalam negeri melalui perluasan perjanjian kerja sama strategis dengan MSD yang diresmikan pada 21 September 2026 waktu setempat. Perjanjian ini akan meningkatkan kapabilitas manufaktur Indonesia dalam memproduksi vaksin human papillomavirus (HPV).

Penandatanganan perjanjian ini dilaksanakan di New York, Amerika Serikat, oleh Shadiq Akasya, Direktur Utama PT Bio Farma (Persero) dan Gregg Szabo, Senior Vice President, Global Vaccines & Infectious Diseases Franchise, serta disaksikan oleh Menteri Kesehatan Republik Indonesia, Budi Gunadi Sadikin, Chief Investment Officer of Danantara Indonesia, Pandu Sjahrir, dan Duta Besar Indonesia untuk Amerika Serikat, Dwisuryo Indroyono Soesilo.

Perjanjian ini merupakan kelanjutan dari kolaborasi strategis yang telah terjalin antara Bio Farma dan MSD sejak tahun 2016, sekaligus menandai fase baru kemitraan yang berfokus pada pengembangan kapabilitas manufaktur vaksin serta transfer teknologi jangka panjang.

“Penandatanganan perjanjian kerangka kerja sama transfer teknologi ini merupakan langkah penting bagi Bio Farma dalam memperkuat kapabilitas manufaktur vaksin dan kemandirian industri kesehatan nasional. Lebih dari sekadar meningkatkan kapasitas produksi, kolaborasi ini membuka peluang untuk memperkuat penguasaan teknologi, pengetahuan, keahlian, serta kemampuan sumber daya manusia Indonesia.

Sebagai bagian dari ekosistem Danantara, kami ingin memastikan penguatan kapabilitas tersebut pada akhirnya menghadirkan manfaat nyata bagi masyarakat melalui akses yang semakin berkelanjutan terhadap vaksin berkualitas, sekaligus membangun fondasi industri kesehatan yang semakin tangguh dan berdaya saing bagi generasi mendatang. Melalui kolaborasi dan inovasi, Bio Farma akan terus menghadirkan harapan sekaligus ikut membentuk masa depan kesehatan Indonesia,,” ujar Shadiq Akasya, Direktur Utama PT Bio Farma (Persero).

Kerja sama ini sejalan dengan agenda Asta Cita Pemerintah Indonesia, yaitu delapan prioritas pembangunan nasional yang antara lain menekankan penguatan kemandirian ekonomi, hilirisasi industri, serta penguatan sektor strategis termasuk kesehatan. Melalui kemitraan ini, MSD dan Bio Farma berupaya meningkatkan kapabilitas teknologi Indonesia, mendukung sistem kesehatan nasional yang lebih tangguh, mengurangi ketergantungan terhadap impor, serta memperkuat daya saing Indonesia dalam jangka panjang.

“Kerja sama antara MSD dan Bio Farma ini sejalan dengan prioritas Pemerintah Indonesia untuk memperkuat ketahanan kesehatan nasional melalui pengembangan kapasitas di dalam negeri. Kami mengapresiasi kolaborasi ini sebagai bagian dari upaya bersama untuk memperkuat kemampuan nasional dalam menyediakan solusi kesehatan preventif yang berkualitas dan mendukung penguatan sistem kesehatan Indonesia,” kata Menteri Kesehatan Republik Indonesia, Budi Gunadi Sadikin.

Melalui transfer teknologi untuk vaksin pneumokokus konjugat 15-valen (PCV15), yang ditujukan untuk membantu melindungi terhadap penyakit tertentu yang disebabkan oleh bakteri pneumokokus, serta vaksin human papillomavirus (HPV) nonavalent (9vHPV), yang ditujukan untuk membantu mencegah penyakit tertentu terkait infeksi HPV, Bio Farma dan MSD juga mendukung upaya Indonesia dalam memperkuat pencegahan penyakit yang dapat dicegah dengan vaksin.

Kemitraan ini memadukan pengalaman serta kapabilitas manufaktur Bio Farma dengan keahlian MSD dalam penelitian, pengembangan, dan teknologi ilmu hayati. Kolaborasi tersebut diharapkan dapat memperluas kapasitas lokal dan berkontribusi pada akses yang berkelanjutan terhadap vaksin berkualitas tinggi di Indonesia. Kedua belah pihak akan terus bekerja sama untuk melaksanakan transfer teknologi ini sesuai dengan peraturan perundang-undangan yang berlaku di Indonesia. 

Bio Farma dan MSD Perkuat Ketahanan Kesehatan Indonesia melalui Perjanjian Kerangka Kerjasama Transfer Teknologi

Gregg Szabo, Senior Vice President, Global Vaccines & Infectious Diseases Franchise,mengatakan, “Inovasi dalam pencegahan penyakit memiliki peran penting dalam membangun masa depan kesehatan yang lebih baik. Dengan pengalaman dan keahlian MSD dalam mengembangkan solusi kesehatan berbasis ilmu pengetahuan, kami berkomitmen untuk terus bekerja sama untuk memperluas manfaat inovasi tersebut dengan mitra di berbagai negara, termasuk Indonesia. Melalui kerja sama dengan Bio Farma, kami berharap dapat mendukung penguatan upaya pencegahan penyakit sekaligus memberikan manfaat jangka panjang bagi kesehatan masyarakat Indonesia.”

Bagi Bio Farma, penguatan kapabilitas manufaktur vaksin dalam negeri diharapkan dapat mendukung ketahanan kesehatan melalui penguatan ekosistem dan rantai pasok vaksin nasional, serta memperkuat perlindungan kesehatan masyarakat melalui akses yang lebih berkelanjutan terhadap vaksin berkualitas bagi masyarakat Indonesia. 

 

Sumber : https://www.kabarbumn.id/rilis-bumn/117531189/bio-farma-dan-msd-perkuat-ketahanan-kesehatan-indonesia-melalui-perjanjian-kerangka-kerjasama-transfer-teknologi?page=all 

 

Baca Terusannya »»  

Indonesia Pusaka Menggema di GBK Lewat Penampilan Agnez Mo

 


Agnez Mo menjadi salah satu penampil dalam rangkaian Opening Ceremony FIFA ASEAN Cup 2026 di Stadion Utama Gelora Bung Karno (SUGBK), Jakarta, Jumat 25 September 2025. Sebelum kick-off pertandingan Indonesia kontra Singapura, Agnez Mo lebih dulu tampil dalam rangkaian seremoni pembukaan.

Agnez Mo kemudian kembali hadir pada Halftime Show dengan membawakan lagu nasional “Indonesia Pusaka”. Penampilan tersebut berlangsung di East Stage dan membawa suasana emosional melalui lagu yang lekat dengan pesan cinta, kebanggaan, dan pengabdian terhadap Indonesia.

Penampilan “Indonesia Pusaka” dipadukan dengan projection mapping di area Main Court dengan visual yang menampilkan rangkaian foto autentik yang merekam kehidupan masyarakat dari berbagai penjuru Indonesia.

Foto-foto tersebut menggambarkan kehidupan sehari-hari di berbagai wilayah, mulai dari perkampungan, kawasan pesisir, sekolah, perkotaan, hingga daerah perbatasan. Setiap gambar memperlihatkan masyarakat dalam berbagai aktivitas dan momen yang menggambarkan kebersamaan, harapan, serta kecintaan terhadap Tanah Air.

Visual kemudian membawa perhatian pada keberagaman masyarakat yang menjadi bagian dari Indonesia. Bukan sekadar menjadi latar pertunjukan, rangkaian foto tersebut menampilkan wajah dan kehidupan masyarakat sebagai bagian penting dari cerita tentang Indonesia.

Seiring berjalannya lagu, visual secara perlahan beralih dari wajah-wajah masyarakat di berbagai wilayah Indonesia menuju penonton yang berada di dalam SUGBK. Peralihan tersebut membuat para penonton seolah menjadi bagian dari rangkaian cerita yang ditampilkan di lapangan

 

Sumber : https://www.pssi.org/news/indonesia-pusaka-menggema-di-gbk-lewat-penampilan-agnez-mo 

Baca Terusannya »»  

Afgan dan Isyana Hadirkan Semangat Merah Putih di Halftime Show


 

Halftime Show FIFA ASEAN Cup 2026 di Stadion Utama Gelora Bung Karno (SUGBK), Jakarta, Jumat 25 September 2026, ditutup dengan penampilan duet dua penyanyi asal Indonesia, Afgan dan Isyana Sarasvati.

Keduanya membawakan lagu nasional “Berkibarlah Bendera Negeriku” sebelum para pemain Indonesia kembali ke lapangan untuk menjalani babak kedua menghadapi Singapura.

Duet tersebut membawa pesan tentang harapan masyarakat Indonesia agar Sang Merah Putih terus berkibar dan mengiringi perjalanan Timnas Indonesia menuju prestasi yang lebih tinggi.

Penampilan Afgan dan Isyana semakin terasa personal ketika area lapangan SUGBK menampilkan foto-foto autentik dan arsip perjalanan Timnas Indonesia serta para legenda sepak bola Tanah Air. Materi visual tersebut dikurasi dan diolah oleh seniman visual sekaligus fotografer Indonesia, Davy Linggar.

Bukan hanya momen di lapangan, visual tersebut juga memperlihatkan sisi lain kehidupan para pemain. Kenangan masa kecil, momen bersama keluarga, hingga perjalanan mereka sebagai pesepak bola ditampilkan secara bergantian.

Rangkaian gambar itu juga mengingatkan bahwa perjalanan seorang pemain menuju level tertinggi tidak datang begitu saja. Di balik jersey dan lambang Garuda yang mereka kenakan, terdapat dukungan keluarga, lingkungan, serta proses panjang yang menemani perjalanan mereka.

Saat Afgan dan Isyana menyanyikan “Berkibarlah Bendera Negeriku”, visual di lapangan terus membawa cerita para pemain dan orang-orang yang berada di belakang perjalanan mereka. Seketika penonton di SUGBK pun menjadi bagian dari momen tersebut sebelum pertandingan kembali dilanjutkan.

Sebagai penutup Halftime Show, perpaduan musik, arsip perjalanan Timnas Indonesia, dan cerita personal para pemain menghadirkan pesan sederhana. Yaitu di balik setiap pemain yang mengenakan lambang Garuda, ada mimpi, perjuangan, dan dukungan banyak orang.

 

 

Sumber : https://www.pssi.org/news/afgan-dan-isyana-hadirkan-semangat-merah-putih-di-halftime-show 

Baca Terusannya »»  

Penguatan Industri Dana Pensiun untuk Peningkatan Kesejahteraan Masyarakat, Indonesia Pension Fund Summit 2026 Perluas Kepesertaan dan Pendalaman Pasar Keuangan

 

Jakarta, 25 September 2026. Otoritas Jasa Keuangan (OJK) terus memperkuat industri dana pensiun antara lain dengan mendorong kolaborasi seluruh pemangku kepentingan untuk membangun ekosistem dana pensiun nasional, memperluas pelindungan hari tua, serta meningkatkan peran dana pensiun sebagai investor institusional jangka panjang yang mendukung pendalaman pasar keuangan dan perekonomian nasional.

Penguatan kolaborasi tersebut menjadi salah satu fokus dalam Indonesia Pension Fund Summit (IPFS) 2026 yang diselenggarakan pada 24–25 September 2026 di Jakarta sebagai bagian dari rangkaian Bulan Dana Pensiun 2026.

IPFS 2026 menjadi forum strategis yang mempertemukan pemerintah, regulator, penyelenggara program pensiun wajib dan sukarela, asosiasi industri, pemberi kerja, akademisi, praktisi, serta berbagai pemangku kepentingan lainnya untuk membahas tantangan dan arah pengembangan ekosistem dana pensiun Indonesia.

Ketua Dewan Komisioner OJK Friderica Widyasari Dewi dalam penutupan IPFS pada Jumat (25/09) menyampaikan bahwa penguatan industri dana pensiun semakin penting seiring dengan perubahan struktur demografi dan meningkatnya usia harapan hidup masyarakat.

Kondisi tersebut perlu direspons dengan memperluas kepesertaan sekaligus meningkatkan kecukupan manfaat pensiun agar masyarakat dapat menjalani masa tua secara mandiri dan bermartabat.

“Agenda kita ke depan tentunya tidak cukup hanya fokus pada pertumbuhan industri. Tentu saja ini juga sangat penting tapi harus secara bersamaan antara pertumbuhan industri tentunya juga memastikan bahwa sistem dana pensiun semakin kuat, terintegrasi, inklusif, dan mampu memberikan manfaat yang memadai bagi masyarakat," kata Friderica.

Friderica juga menekankan bahwa upaya memperkuat sistem pensiun perlu diiringi dengan peningkatan kesadaran masyarakat untuk mempersiapkan masa pensiun sejak awal usia produktif. Persiapan pensiun perlu ditempatkan sebagai bagian dari perencanaan keuangan jangka panjang, bukan baru dilakukan ketika seseorang mendekati masa pensiun.

“Jadi kalau kita bicara tentang persiapan pensiun, bukan nanti menjelang-menjelang, tetapi justru dari first day seseorang itu bekerja, sudah harus bisa memikirkan tentang retirement plan-nya seperti apa," ujar Friderica.

Sementara itu, Kepala Eksekutif Pengawas Perasuransian, Penjaminan, dan Dana Pensiun OJK Ogi Prastomiyono menegaskan bahwa pengembangan dan pendalaman industri dana pensiun membutuhkan kolaborasi pemerintah, OJK, pemberi kerja dan pekerja, asosiasi, serta penyelenggara program pensiun wajib dan sukarela.

“Terkait dengan kolaborasi, tentunya pengembangan dan pendalaman pasar industri dana pensiun tidak bisa kita lakukan sendiri-sendiri. Kita harus berkolaborasi," ujar Ogi.

Kolaborasi tersebut diperlukan untuk memperkecil kesenjangan pelindungan pensiun (pension gap) sekaligus memperkuat peran dana pensiun dalam mendukung pendalaman pasar keuangan. Menurut Ogi, dana pensiun memiliki dua peran utama, yaitu memberikan pelindungan finansial bagi masyarakat pada masa pensiun dan menjadi investor institusional jangka panjang yang dapat mendukung pasar modal, pertumbuhan ekonomi, serta penyediaan pembiayaan jangka panjang.

 

Perluas Kepesertaan dan Perkecil Pension Gap

Industri dana pensiun Indonesia terus menunjukkan pertumbuhan. Hingga Juli 2026, jumlah peserta dana pensiun mencapai sekitar 30,67 juta orang, sementara total aset dana pensiun mencapai Rp1.699,99 triliun, tumbuh 6,70 persen secara tahunan. OJK juga mencatat rasio aset dana pensiun terhadap PDB sebesar 8,22 persen pada 2025, dengan target 11,2 persen pada 2029 dan 60 persen pada 2045.

Namun demikian, kesenjangan pelindungan pensiun masih menjadi tantangan. Tingkat literasi dana pensiun pada 2026 tercatat sebesar 22,21 persen, sementara tingkat inklusi sebesar 5,10 persen. Selain itu, replacement ratio di Indonesia masih berada pada kisaran 15–20 persen, di bawah standar 40 persen.

OJK mengidentifikasi empat tantangan struktural dalam memperluas kepesertaan dana pensiun, yaitu tingkat literasi, kemampuan masyarakat menyisihkan pendapatan (affordability), akses dan kepesertaan (accessibility), serta kepercayaan (trust). Perluasan akses terutama diperlukan bagi pekerja informal dan pekerja mandiri yang memiliki karakteristik pendapatan berbeda dengan pekerja formal.

Untuk menjawab berbagai tantangan tersebut, OJK mendorong penciptaan sumber pertumbuhan baru melalui perluasan kepesertaan pekerja formal, pekerja mandiri, dan pekerja informal; pengembangan program dan produk yang lebih fleksibel; perluasan saluran distribusi melalui platform digital; serta penguatan kemitraan dalam ekosistem dana pensiun.

Menurut Ogi, perluasan kepesertaan dan akses pada akhirnya juga akan memperkuat peran dana pensiun dalam perekonomian.

“Jadi dengan lebih banyak peserta, dengan lebih besar kontribusi dan akses yang lebih luas, kita berharap dana pensiun memberikan sebuah pool uang jangka panjang yang lebih besar dan stabil," tambah Ogi.

 

Bulan Dana Pensiun 2026

IPFS 2026 merupakan bagian dari rangkaian Bulan Dana Pensiun 2026 yang telah dicanangkan OJK bersama para pemangku kepentingan pada 6 September 2026 untuk meningkatkan kesadaran masyarakat mengenai pentingnya mempersiapkan masa pensiun sejak dini.

Sepanjang September 2026, berbagai kegiatan edukasi dan literasi dana pensiun dilaksanakan melalui kolaborasi OJK, BPJS Ketenagakerjaan, PT TASPEN (Persero), PT ASABRI (Persero), asosiasi dana pensiun, serta penyelenggara program pensiun.

Hingga 24 September 2026, telah terselenggara 107 kegiatan, yang terdiri atas:

  • 56 kegiatan literasi secara onsite/offline termasuk seminar dan workshop;

  • 26 kampanye media sosial;

  • 16 webinar;

  • 6 podcast;

  • 2 radio/TV talkshow; serta

  • berbagai kegiatan lainnya.

 

Rangkaian tersebut telah menjangkau lebih dari 18 ribu peserta secara langsung dan lebih dari 139 ribu masyarakat melalui kanal online.

Melalui rangkaian Bulan Dana Pensiun 2026 dan IPFS 2026, OJK terus mendorong kolaborasi seluruh pemangku kepentingan untuk membangun ekosistem dana pensiun yang semakin inklusif, sehat, dan berkelanjutan serta mampu memberikan pelindungan hari tua yang lebih baik bagi masyarakat.

OJK juga terus menjalankan mandat pengaturan, pengawasan, dan pengembangan sektor dana pensiun secara seimbang, sekaligus mendorong industri dana pensiun untuk memperluas kepesertaan dan meningkatkan kontribusinya sebagai investor institusional jangka panjang dalam mendukung pendalaman pasar keuangan nasional.

 

 

Sumber : https://ojk.go.id/id/berita-dan-kegiatan/siaran-pers/Pages/Indonesia-Pension-Fund-Summit-2026-Perluas-Kepesertaan-dan-Pendalaman-Pasar-Keuangan.aspx 





Baca Terusannya »»  

FEKDI x IFSE 2026: Inovasi Digital sebagai Penggerak Pertumbuhan Ekonomi

 


Inovasi adalah kunci untuk meningkatkan produktivitas. Produktivitas yang lebih tinggi akan menciptakan nilai tambah dan mendorong pertumbuhan ekonomi berkelanjutan untuk membawa Indonesia naik kelas dan keluar dari jebakan pendapatan menengah. Demikian disampaikan Deputi Gubernur Bank Indonesia, Solikin M. Juhro saat membuka Casual Talk “Strategi dan Pemanfaatan Inovasi Digital sebagai Penggerak Pertumbuhan Ekonomi". Casual talk ini digelar dalam rangkaian FEKDI x IFSE 2026 hari kedua di Jakarta Internasional Convention Center (JICC), Jakarta (25/9).

Posisi Indonesia pada urutan ke-55 Global Innovation Index 2025 yang dipublikasikan oleh World Intellectual Property Organization menunjukkan bahwa masih terdapat ruang yang luas untuk terus memperkuat kapabilitas inovasi nasional. Inovasi menjadi elemen krusial untuk mendorong pertumbuhan ekonomi yang inklusif dan berkelanjutan didukung kolaborasi yang kuat dengan seluruh pemangku kepentingan terkait. Inovasi yang dihasilkan perlu diarahkan pada inovasi yang bernilai tambah agar dapat meningkatkan produktivitas ekonomi. Inisiatif pengembangan inovasi dan talenta digital melalui PIDI yang diinisiasi BI bersinergi dengan otoritas dan pelaku industri dapat menjadi katalisator dalam mencapai tujuan dimaksud.

Casual talk menghadirkan narasumber Ketua Koordinator Pusat Inovasi Digital Indonesia (PIDI) sekaligus Kepala Grup Departemen Kebijakan Sistem Pembayaran Bank Indonesia, Fitria Irmi Triswati; Kepala Departemen Pengaturan dan Perizinan Inovasi Teknologi Sektor Keuangan, Aset Keuangan Digital, dan Aset Kripto OJK, Gonthor Ryantori Aziz; Ketua Komite Sistem Pembayaran Ritel ASPI, Gretel Griselda; dan Anggota Dewan Pengawas AFTECH, Niki Luhur. Sesi ini membahas arah kebijakan, pemanfaatan inovasi oleh industri, serta penguatan kolaborasi dalam membangun ekosistem digital yang sehat, inklusif, dan berkelanjutan.

Percepatan inovasi digital merupakan salah satu agenda utama Blueprint Sistem Pembayaran Indonesia (BSPI) 2030. Arah pengembangan inovasi dijaga dalam koridor persaingan usaha yang sehat untuk menjaga keseimbangan antara akseptasi, pelindungan konsumen, integritas, dan stabilitas sistem pembayaran. Dari sisi akseptasi, Bank Indonesia berkolaborasi dengan ASPI dan AFTECH, terus meningkatkan akseptasi QRIS melalui edukasi dan sosialisasi hingga mencapai 69,32 juta pengguna serta 47,11 juta merchant pada Agustus 2026. Tingkat akseptasi QRIS ini menjadi kisah sukses inovasi digital yang berdampak nyata.

Sejalan dengan agenda utama BSPI 2030, Bank Indonesia juga membentuk Pusat Inovasi Digital Indonesia (PIDI) sebagai upaya mengembangkan ekosistem yang dapat meningkatkan potensi inovasi serta talenta digital agar dapat memberikan nilai tambah, membuka akses bagi industri atau kementerian/lembaga, serta memfasilitasi kebutuhan sarana pengujian yang kredibel. Inovasi-inovasi digital yang lahir dari PIDI diharapkan dapat melanjutkan kisah sukses QRIS.

PIDI mengembangkan inovasi secara menyeluruh melalui tiga pilar, yaitu market intelligence, innovation experimentation, dan digital talent development. Market intelligence memetakan perkembangan teknologi, kebutuhan industri, manfaat, dan risiko inovasi sebagai dasar rekomendasi kebijakan dan pengawasan. Innovation experimentation melalui Hackathon menyediakan ruang riset, pendampingan, serta pengujian untuk mengembangkan gagasan menjadi solusi yang dapat diterapkan. Sementara itu, digital talent development melalui DIGDAYA memperkuat kapasitas talenta melalui pembelajaran, sertifikasi, bursa kerja, serta pertemuan antara talenta dan industri. Pendekatan tersebut diarahkan agar inovasi tidak berhenti pada ide, tetapi berkembang menjadi solusi atas permasalahan nyata serta mendukung penciptaan lapangan kerja dan sumber pertumbuhan ekonomi baru.

Dari sisi pengaturan, OJK menawarkan strategi sandbox untuk menjembatani pesatnya inovasi dan stabilitas sektor jasa keuangan. Sandbox merupakan tahapan untuk menguji aspek tata kelola, manajemen risiko, transparansi, dan pelindungan konsumen dari suatu inovasi baru dalam kondisi nyata sebelum diimplementasikan secara luas. Selain itu, seiring semakin terintegrasinya layanan keuangan, Bank Indonesia, OJK, kementerian/lembaga, dan industri juga perlu memperkuat pemetaan kewenangan, koordinasi pengujian, pertukaran informasi, serta protokol penanganan insiden untuk menjaga inovasi tetap aman dan terpercaya. 

Dari sisi industri, kapabilitas industri sistem pembayaran dengan sistem keamanan berjenjang perlu diperkuat agar pengalaman bertransaksi terasa mudah dan cepat di sisi pengguna tanpa mengorbankan keamanan. Pemanfaatan sistem intelijen fraud berbasis AI memungkinkan industri memperkuat deteksi anomali transaksi secara lebih cepat dan akurat, serta memperkuat pengamanan secara sistemik. Industri tidak dapat membangun pengamanan secara reaktif setelah kasus terjadi, tetapi harus menerapkan pendekatan proaktif dan preventif dengan didukung standar industri serta kepatuhan yang kuat," ujar Niki.

Terbangunnya ekosistem digital yang terintegrasi dan terorkestrasi memungkinkan pemerintah, regulator, industri, asosiasi, akademisi, dan talenta digital dapat bergerak selaras. Hal tersebut semakin penting di tengah ketidakpastian global serta perubahan teknologi, model bisnis, dan perilaku masyarakat yang berlangsung cepat. Sinergi regulator, industri, asosiasi, akademisi, dan talenta digital menjadi fondasi agar inovasi dapat berkembang sekaligus menjaga kepercayaan masyarakat. Melalui kebijakan yang adaptif, ruang pengujian yang kredibel, penguatan talenta, serta pertukaran informasi antarpelaku, transformasi digital diharapkan tidak hanya meningkatkan volume transaksi, tetapi juga memperkuat produktivitas, memperluas inklusi, dan menghasilkan pertumbuhan ekonomi yang berkualitas.

FEKDI x IFSE 2026 berlangsung selama tiga hari, pada 24–26 September 2026 di JICC Jakarta. Masyarakat dapat mengikuti berbagai seminar, talkshow, showcase inovasi teknologi, digital experience, dan sesi jejaring. FEKDI x IFSE 2026 diharapkan tidak hanya menjadi ajang showcase dan kolaborasi, tetapi juga ruang yang mempertemukan kebijakan, inovasi, talenta, serta kebutuhan nyata industri dan masyarakat untuk mempercepat transformasi EKD nasional.

Informasi lengkap mengenai rangkaian acara FEKDI x IFSE 2026 dapat diakses pada situs fekdixifse.co.id.


Sumber : https://www.bi.go.id/id/publikasi/ruang-media/news-release/Pages/sp_2820226.aspx

Baca Terusannya »»  

FIFA ASEAN Cup 2026 Resmi Dimulai, Ketum PSSI Ucapkan Terima Kasih Atas Dukungan Presiden Prabowo


 

Jakarta: Ajang bergengsi FIFA ASEAN Cup 2026 resmi dimulai pada Jumat (25/9). Ketua Umum PSSI, Erick Thohir mengucapkan terima kasih atas dukungan Presiden Prabowo Subianto untuk mendukung ajang bergengsi sepakbola di Asia Tenggara. 

Pesan tersebut disampaikan Ketua Umum PSSI, Erick Thohir, sebelum acara pembukaan FIFA ASEAN Cup 2026 di Stadion Utama Gelora Bung Karno (SUGBK), Jakarta. 

FIFA ASEAN Cup 2026 merupakan kompetisi baru yang digagas FIFA untuk negara-negara Asia Tenggara serta sejumlah tim undangan. Edisi perdana turnamen ini berlangsung pada 24 September hingga 4 Oktober 2026, bertepatan dengan jeda internasional dalam kalender resmi FIFA.

Bagi Indonesia, kesempatan menjadi tuan rumah FIFA ASEAN Cup 2026 menjadi momentum untuk kembali menunjukkan kapasitas sebagai penyelenggara ajang internasional.

"Terima kasih kepada Bapak Presiden (Prabowo Subianto), pemerintah yang men-support event FIFA ASEAN ini. Ini kedua kalinya Indonesia menjadi tuan rumah FIFA event, yang sebelumnya yaitu FIFA (Piala Dunia) U-17 yang berlangsung amat sukses,” kata Ketum PSSI Erick Thohir.

“Karena itu tadi, terima kasih juga kepada Sekretaris Jenderal Mattias yang sekarang menyempatkan hadir di pembukaan. FIFA percaya Indonesia bisa menjadi tuan rumah yang baik," tambahnya.

Lebih lanjut Ketum PSSI Erick Thohir mengatakan Indonesia tak hanya dituntut sukses menggelar turnamen, tetapi juga memberikan prestasi di atas lapangan.

Timnas Indonesia juga ditargetkan untuk memberikan hasil terbaik. Bahkan, ia menegaskan bukan sekadar meraih kemenangan, ada target tinggi yang dicanangkan.

"Tentu harapannya kita kasih yang terbaik tidak hanya sebagai tuan rumah, tetapi tim nasionalnya harus kasih yang terbaik juga,” kata Ketum PSSI Erick Thohir.

“Karena ini kesempatan yang kemarin saya sampaikan juga, dari tim yang menang tapi menjadi tim yang juara. Ini yang harus kita dorong supaya tentu dukungan dari semua yang hadir saat ini,” pungkasnya.

 

 

Sumber : https://www.kemenpora.go.id/detail/7190/fifa-asean-cup-2026-resmi-dimulai-ketum-pssi-ucapkan-terima-kasi 

Baca Terusannya »»  

Panggung Modular dan Projection Mapping di Opening Ceremony FIFA ASEAN Cup 2026

 

Opening Ceremony FIFA ASEAN Cup 2026 di Stadion Utama Gelora Bung Karno (SUGBK), Jakarta, Jumat 25 September 2026, menghadirkan konsep panggung yang dirancang khusus untuk kebutuhan pertunjukan berskala stadion. Dua panggung utama dan teknologi projection mapping menjadi bagian penting dalam membangun tampilan visual sepanjang seremoni.

Di area tengah stadion, sebuah Centre Stage dibangun sebagai platform utama pertunjukan. Panggung tersebut menggunakan konsep modular sehingga dapat dipasang dan dibongkar dalam waktu relatif singkat, tanpa mengganggu kebutuhan operasional stadion untuk pertandingan.

Desain modular ini memungkinkan area pertandingan tetap dapat digunakan sesuai kebutuhan setelah rangkaian seremoni selesai. Pada saat yang sama, Centre Stage menjadi titik utama bagi berbagai elemen pertunjukan yang berlangsung di lapangan.

Selain Centre Stage, sisi timur stadion menghadirkan East Stage yang dirancang oleh FFFAAARRR. Desainnya mengambil inspirasi dari tradisi seserahan dalam budaya Indonesia, yang dimaknai sebagai simbol pemberian atau persembahan kepada tamu.

Konsep tersebut diterjemahkan melalui bentuk-bentuk geometris sederhana seperti lingkaran dan persegi yang disusun menjadi komposisi arsitektur kontemporer.

East Stage juga diisi dengan tanaman tropis, buah-buahan khas Indonesia, serta elemen botani. Penggunaan elemen tersebut membawa karakter alam Indonesia ke dalam desain panggung sekaligus menjadi bagian dari konsep Indonesia sebagai tuan rumah FIFA ASEAN Cup 2026.

Jika Centre Stage berfungsi sebagai platform utama pertunjukan, East Stage menjadi bagian dari visual lingkungan stadion. Keduanya dirancang untuk saling melengkapi dalam membentuk tata ruang seremoni.

Elemen panggung tersebut kemudian diperkuat dengan teknologi projection mapping berskala stadion yang dikembangkan oleh Agro Visual. Teknologi ini memungkinkan permukaan lapangan SUGBK digunakan sebagai bidang visual yang menampilkan animasi, grafis, cahaya, dan motion graphics.

Konten visual dikembangkan melalui kolaborasi Bikin Animasi dan Celsius Creative Lab. Visual yang dihasilkan kemudian diselaraskan dengan musik, pencahayaan, serta koreografi sehingga perubahan gambar dan animasi mengikuti jalannya pertunjukan.

Salah satu penggunaannya terlihat pada bagian awal seremoni. Setelah countdown dan pertunjukan kembang api dari rooftop SUGBK, area stadion berubah menjadi bidang visual melalui projection mapping. Grafis "Welcome to Indonesia" kemudian ditampilkan sebagai bagian dari penyambutan negara-negara peserta dan penonton FIFA ASEAN Cup 2026.

Dengan pendekatan tersebut, lapangan stadion tidak hanya berfungsi sebagai area pertandingan, tetapi juga menjadi bagian dari panggung visual selama seremoni pembukaan.

Perpaduan antara panggung modular, desain arsitektur, elemen alam Indonesia, dan teknologi visual menjadi bagian dari pendekatan produksi Opening Ceremony FIFA ASEAN Cup 2026 yang menggabungkan kebutuhan teknis sebuah stadion dengan kebutuhan pertunjukan.

Opening dan Closing Ceremony FIFA ASEAN Cup 2026 merupakan inisiatif PSSI bersama FIFA, dengan dukungan Mas Didiet dan tim, serta menunjuk PT Visual Indomedia Produksi (VIP) sebagai tim produksi.

 

 

 

Sumber : https://www.pssi.org/news/panggung-modular-dan-projection-mapping-di-opening-ceremony-fifa-asean-cup-2026 

Baca Terusannya »»