Cari Blog Ini

Sabtu, 29 Agustus 2026

KEMENDIKDASMEN : SE Mendikdasmen tentang Penyelenggaraan Layanan Pendidikan di Daerah Terdampak Asap Karhutla

 




Pedoman bagi pemerintah daerah, dinas pendidikan, unit pelaksana teknis Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah, dan satuan pendidikan dalam menyelenggarakan layanan pendidikan pada daerah terdampak asap karhutla secara aman, adaptif, terkoordinasi, dan berkesinambungan.

 

Lampiran :
 
SE Mendikdasmen No 20_Penyelenggaraan Layanan Pendidikan pada Satuan Pendidikan di Daerah Terdampak Asap Kebekaran Hutan dan Lahan Unduh Dokumen
Baca Terusannya »»  

Menkomdigi Keluarkan SE: Operator Dilarang Hilangkan Sisa Kuota Internet dan Tarik Biaya Tambahan!

 




Pemerintah mengeluarkan kebijakan larangan bagi operator menghilangkan sisa kuota internet pelanggan yang telah dibayarkan. Hal tersebut tertuang dalam Surat Edaran Menteri Komunikasi dan Digital (SE Menkomdigi) sebagai tindak lanjut atas putusan Mahkamah Konsitusi (MK).

Melalui SE Nomor 4 Tahun 2026 tentang Kewajiban Pemenuhan Pilihan Layanan dan Perlindungan Sisa Kuota, Kementerian Komunikasi dan Digital (Kemkomdigi) mengatur operator seluler untuk tidak menghilangkan sisa kuota internet pelanggan yang telah dibayarkan. SE ini juga melarang operator mengenakan biaya tambahan untuk mempertahankan atau menggunakan sisa kuota tersebut.

Surat Edaran ini diterbitkan pada 28 Agustus 2026 sebagai instrumen kepastian hukum sekaligus tindak lanjut atas Putusan Mahkamah Konstitusi (MK) Nomor 273/PUU-XXIII/2025 tertanggal 23 Juli 2026.

Menkomdigi Meutya Hafid menegaskan bahwa sisa kuota merupakan hak pelanggan yang harus mendapatkan perlindungan.

“Kuota yang sudah dibayar oleh pelanggan adalah hak pelanggan. Sisa kuota tidak boleh begitu saja hangus dan operator tidak boleh mengenakan biaya tambahan untuk mempertahankan sisa kuota tersebut,” tegas Meutya di Jakarta Pusat, Sabtu (29/08/2026).

Menurut Meutya, kebijakan ini memastikan pelanggan mendapatkan manfaat yang adil dari layanan telekomunikasi yang telah mereka bayarkan.

“Kami juga menerima banyak aduan dari masyarakat bahwa operator belum sepenuhnya mematuhi keputusan MK bahwa sisa kuota internet milik pelanggan tidak boleh hangus secara sepihak saat masa aktif paket berakhir. Sehingga SE ini kami buat untuk memastikan operator mematuhi kebijakan hukum di Indonesia,” paparnya.

Selain memastikan sisa kuota terlindungi, Kemkomdigi mewajibkan operator menyediakan pilihan layanan yang memungkinkan pelanggan menentukan mekanisme yang sesuai dengan kebutuhan mereka.

Bentuk perlindungan sisa kuota tersebut antara lain berupa akumulasi kuota (rollover), tanpa akumulasi kuota (non-rollover), perpanjangan masa aktif, pengalihan manfaat, kompensasi, pengembalian dana (refund), maupun bentuk perlindungan lainnya yang tidak merugikan pelanggan.

Meutya menekankan perubahan penting dalam pendekatan layanan telekomunikasi yaitu pelanggan yang menentukan pilihan layanan yang sesuai kebutuhannya, bukan operator yang menentukan pilihan untuk pelanggan.

“Sebelumnya, pilihan layanan lebih banyak ditentukan oleh operator. Sekarang kami memastikan pelanggan memiliki pilihan. Pelanggan berhak memilih layanan yang sesuai dengan kebutuhan dan pola penggunaannya, bukan operator yang memilihkan untuk pelanggan,” ujar Meutya.

Kemkomdigi juga mewajibkan operator memberikan edukasi dan informasi yang jelas kepada pelanggan mengenai harga, volume kuota, masa berlaku, segmentasi penggunaan, ketentuan pemakaian secara wajar, berakhirnya layanan, serta perlakuan terhadap sisa kuota.

Informasi tersebut harus disampaikan secara sederhana, jelas, dan mudah dipahami sehingga pelanggan dapat mengetahui hak dan pilihan layanan yang tersedia bagi mereka. Operator juga wajib menyediakan kanal pemantauan yang terintegrasi sehingga memudahkan pelanggan dalam mengecek penggunaan dan sisa kuota layanan yang telah dipilih.

Kemkomdigi memberikan batas waktu hingga 28 September 2026 untuk menyampaikan laporan pemenuhan kewajiban kepada Kemkomdigi, serta secara berkala melaporkan perkembangan pemenuhan kewajiban satu kali setiap bulan. Laporan menjadi bagian dari mekanisme Kemkomdigi untuk memantau kepatuhan operator terhadap ketentuan perlindungan sisa kuota dan pemenuhan pilihan layanan bagi pelanggan.

Kemkomdigi selanjutnya akan melakukan pengawasan secara berkala terhadap pelaksanaan kewajiban tersebut.

Melalui Surat Edaran ini, Kemkomdigi memastikan penyelenggaraan layanan telekomunikasi nasional terus berkembang dengan tetap menempatkan kepentingan dan perlindungan hak masyarakat sebagai bagian penting dalam ekosistem digital nasional.

Baca Terusannya »»  

Kemkomdigi Gandeng Telkomsat dan Starlink Bina Reseller Internet di Mentawai

 

Jakarta, InfoPublik – Menteri Komunikasi dan Digital (Menkomdigi), Meutya Hafid, mengonfirmasi bahwasanya Kementerian Komunikasi dan Digital (Kemkomdigi) telah menyiapkan langkah penyelesaian terkait polemik penyediaan layanan internet oleh Yogi Gilang Arya Setia di Kepulauan Mentawai, Sumatra Barat (Sumbar).
 
Pemerintah sudah memfasilitasi komunikasi antara pihak terkait bersama penyedia jasa satelit, guna merangkul pelaku usaha lokal masuk ke dalam ekosistem telekomunikasi yang sah.
 
"Untuk kasus Yogi di Mentawai, kita sudah ada pembicaraan yang cukup matang dengan Telkomsat dan juga Starlink. Jadi keduanya sudah sepakat untuk melakukan pembinaan terhadap Yogi agar kemudian menjadi reseller resmi atau berizin resmi," ujar Meutya Hafid di sela-sela kegiatan Merdeka Run di Jakarta, Sabtu (29/8/2026).
 
Meutya menjelaskan bahwa langkah akomodatif itu diambil guna menjawab keterbatasan akses jaringan pita lebar berbasis kabel serat optik (fiber optic) di kawasan kepulauan tersebut. Saat ini, wilayah Mentawai baru terjangkau oleh jaringan bergerak 4G yang kapasitas serta kecepanannya belum setara dengan konektivitas kabel.
 
"Kemkomdigi selalu berusaha mencari solusi, terutama karena memang di daerah tersebut layanannya harus kita akui bahwa untuk fiber optik belum ada di sana. Dengan demikian, jika solusi ini dapat dilakukan, maka dua-duanya tercapai. Secara ekosistem layanan bisa tercapai, dan tentu yang kedua ya masyarakat di Mentawai bisa lebih banyak lagi yang memang terakses oleh internet," pungkas Menkomdigi.  
 
Sebelumnya, Kemkomdigi menegaskan komitmennya untuk menghormati proses hukum yang sedang berjalan terhadap Yogi Gilang Arya Setia, warga Desa Sikakap, Kabupaten Kepulauan Mentawai. Yogi sempat menjalani proses persidangan di Pengadilan Negeri Padang atas dugaan tindak pidana penyediaan layanan telekomunikasi tanpa izin resmi.
 
Menkomdigi Meutya Hafid menekankan pentingnya melihat persoalan tersebut secara berimbang. Di satu sisi, setiap penyelenggaraan jasa internet di wilayah NKRI wajib mengantongi perizinan sesuai regulasi yang berlaku. Namun di sisi lain, pemerintah memahami adanya kebutuhan mendesak masyarakat di kawasan perbatasan dan 3T (Tertinggal, Terdepan, Terluar) terhadap akses internet yang cepat dan andal.  
 
Oleh karena itu, ketimbang langsung menerapkan instrumen pidana murni, Kemkomdigi memilih pendekatan korektif dan pembinaan. Langkah penyelesaian ditempuh dengan mengarahkan serta menghubungkan penyedia lokal dengan penyedia jasa internet (Internet Service Provider/ISP) resmi seperti Telkomsat dan Starlink, agar inisiatif masyarakat di daerah terpencil dapat legal dan terintegrasi secara sah dalam ekosistem telekomunikasi nasional.



Sumber : https://infopublik.id/kategori/nasional-ekonomi-bisnis/986408/kemkomdigi-gandeng-telkomsat-dan-starlink-bina-reseller-internet-di-mentawai

Baca Terusannya »»  

Moluccan Soul Semarakkan Merdeka Run 2026, Ajak Runners Goyang Bersama


 

Jakarta: Suasana Merdeka Run 2026 semakin meriah dengan penampilan grup musik Moluccan Soul yang menghibur para runners setelah menyelesaikan perlombaan di kawasan Monumen Nasional (Monas), Jakarta, Sabtu (29/8).

Penampilan tersebut menjadi hiburan bagi peserta yang telah menyelesaikan rute lari dalam rangka memperingati HUT ke-81 Kemerdekaan Republik Indonesia.

Moluccan Soul membawakan musik dengan irama energik yang mengajak para runners bergoyang. Peserta yang tiba di garis finis pun ikut menikmati musik dan bergerak mengikuti irama yang dibawakan.

Kehadiran Moluccan Soul menjadi bagian dari rangkaian hiburan Merdeka Run 2026. Setelah menyelesaikan perlombaan, para peserta dapat menikmati suasana perayaan kemerdekaan dengan musik dan kebersamaan bersama masyarakat yang hadir di kawasan Monas.

Merdeka Run 2026 menjadi ruang bagi masyarakat untuk berolahraga sekaligus merayakan HUT ke-81 Kemerdekaan Republik Indonesia dalam suasana penuh keceriaan. 

 

 

Sumber : https://www.kemenpora.go.id/detail/7007/moluccan-soul-semarakkan-merdeka-run-2026-ajak-runners-goyang-be 

Baca Terusannya »»  

Finish di 26 Menit, Odekta Naibaho: Meriahnya Merdeka Run 2026: Bikin Merinding!

 

Jakarta: Merdeka Run 2026 tak hanya menghadirkan tantangan bagi para pelari, tetapi juga menyuguhkan atmosfer yang membuat peserta bersemangat hingga garis finis. Hal itu dirasakan pelari Odekta Naibaho, yang sukses menyelesaikan lomba dengan waktu sekitar 26 menit kategori open putri.

Odekta mengaku terkesan dengan suasana sepanjang lintasan. Jalan yang steril dari kendaraan dan dukungan penonton dari kanan-kiri rute membuat energinya semakin terpacu.

"Wah, keren banget. Saya sampai bilang, jalanannya steril, terus di kanan-kiri itu kayak wow, luar biasa. Sebenarnya event seperti ini yang kita inginkan," kata Odekta usai menyelesaikan lomba di area finish Istana Merdeka Jakarta, Sabtu (29/8) pagi.

Menurutnya, sorakan penonton justru membuat dirinya tidak merasa kehabisan tenaga. Dukungan tersebut seolah memberikan energi tambahan sehingga ia mampu berlari lebih cepat dari target awal.

"Gerakan dari kanan-kiri itu bikin kita tanpa sadar dapat energi sekali. Jadi wow, saya happy banget,” ujarnya sumringah.

Hasilnya pun di luar perkiraan. Odek berhasil mencatat waktu sekitar 26 menit, atau dengan pace rata-rata sekitar 3 menit 20 detik per kilometer.

"Time limit-nya target sudah terpenuhi? Melebihi dari target saya. Kekencangan. Tadi 26 menit sekian. Terlalu kencang, per kilometernya bisa 3 menit 20 detikan," tuturnya sambil tersenyum.

Namun, bukan hanya catatan waktu yang membuatnya terkesan. Momen ketika melewati peserta lain yang masih berada di garis start juga menjadi pengalaman tersendiri.

Ia mengatakan, setelah dirinya mencapai finis, suasana di sepanjang jalan masih dipenuhi peserta yang baru memulai lomba. Ketika berpapasan, terdengar gemuruh dukungan dari peserta dan penonton yang memanggil namanya.

"Saya lihat tadi saya sudah finish, orang-orang baru start. Saking ramainya, full sepanjang jalan. Saya sudah papasan sambil lihat mereka. Gemuruhnya itu, semua pada teriak panggil nama saya," ungkapnya.

Momen tersebut bahkan membuatnya merinding. Ia pun membalas dukungan tersebut dengan mengangkat tangan sambil terus berlari.

"Saya merinding. Saya sambil angkat tangan satu, lari. Keren banget," katanya.

Baginya, Merdeka Run 2026 bukan sekadar perlombaan untuk mengejar waktu. Atmosfer, dukungan penonton, dan semangat ribuan peserta menjadi pengalaman yang membuat ajang tersebut terasa spesial. Ia pun berharap peserta yang belum mencapai garis finis tetap menjaga semangat dan menikmati setiap kilometer hingga tuntas.

 

 

Sumber : https://www.kemenpora.go.id/detail/7011/finish-di-26-menit-odekta-naibaho-meriahnya-merdeka-run-2026-b 


Baca Terusannya »»  

Pelari Master Agus Tembus Season Best di Merdeka Run: Masih Bisa Saingi Atlet Muda!

 


Jakarta: Usia bukan alasan untuk berhenti berkompetisi. Hal itu dibuktikan Agus Prayogo, pelari kategori master yang tampil dalam Merdeka Run 2026.

Agus berhasil mencatat season best pada nomor 5 kilometer dengan torehan waktu 15 menit 41 detik. Bagi Agus, pencapaian tersebut terasa spesial karena Merdeka Run menjadi pengalaman yang membuatnya kembali merasakan atmosfer kompetisi bersama pelari-pelari muda.

“Sebenarnya ini event pertama saya. Saya senang banget, dalam artian ternyata di usia master ini masih bisa berkompetisi dengan atlet muda seperti Rizky Martin Simbolon, Roby Syanturi, dan Pandu,” kata Agus usai lomba di kawasan Istana Merdeka, Sabtu (29/8).

Menurut Agus, kondisi lintasan menjadi salah satu faktor yang membuat perlombaan terasa menyenangkan. Lintasan yang cenderung datar membuat pelari lebih nyaman menjaga kecepatan. Selain itu, suasana sepanjang rute turut memberikan energi tambahan.

Jalur yang steril dari kendaraan serta dukungan penonton melalui cheering membuat adrenalin Agus semakin terpacu.

“Track-nya lebih cenderung flat, kemudian rutenya steril. Cheering di sepanjang jalan itu luar biasa. Sehingga dari situ adrenalin meningkat,” ujarnya.

Agus mengatakan pencapaian tersebut tidak lepas dari persiapan yang dilakukan sebelum perlombaan. Sebagai pelari, ia rutin menjalani latihan untuk menjaga kondisi dan performanya.

“Kalau persiapan memang kita sebagai atlet rutin berlatih. Kalau target, hari ini justru season best saya di 5K. Tadi sempat lari 15 menit 41 detik dan itu luar biasa buat saya,” tuturnya.

Catatan tersebut menunjukkan bahwa semangat berkompetisi tidak mengenal usia. Dengan latihan yang konsisten, pelari kategori master tetap mampu menunjukkan performa terbaik dan bersaing dengan generasi yang lebih muda.

 

 

Sumber : https://www.kemenpora.go.id/detail/7008/pelari-master-agus-tembus-season-best-di-merdeka-run-masih-bisa 

Baca Terusannya »»  

Wakili Kategori Wheelchair, Novi: Semoga Kita Finish Strong dan Happy

 


Jakarta: Ajang lari Merdeka Run 2026 yang digelar Sabtu (29/8) turut diramaikan peserta dari kalangan disabilitas. Salah satunya Novi, warga Jakarta Timur, yang mengikuti kategori kursi roda (wheelchair) dalam ajang lari untuk memperingati HUT ke-81 Kemerdekaan Republik Indonesia tersebut.

“Nama saya Novi, dari Jakarta Timur, perwakilan disabilitas kursi roda,” ujarnya saat ditemui di lokasi Merdeka Run 2026 yang mengambil titik start dari kawasan Istana Merdeka, Jakarta.

Novi mengikuti kategori wheelchair dengan jarak tempuh 2,5 kilometer. Ia sempat mengalami kendala sebelum lomba dimulai karena akses parkir yang terbatas akibat penutupan sejumlah ruas jalan. Namun, persoalan tersebut dapat teratasi berkat bantuan panitia di lapangan.

“Persiapan pagi ini untuk Merdeka Run di jarak tempuh 2,5K untuk wheelchair. Tadi sempat agak susah parkirnya karena jalanan ditutup, tapi kemudian alhamdulillah dibantu sama panitia,” katanya.

Untuk persiapan fisik, Novi mengaku tidak melakukan latihan khusus karena kursi roda sudah menjadi bagian dari aktivitas sehari-harinya. Ia hanya meningkatkan kecepatan kayuhan menjelang perlombaan.

“Kalau untuk persiapan selama ini, kan saya setiap harinya memang pakai kursi roda. Paling kita ngayunnya lebih kencang saja. Nanti saya juga ada event untuk 12 September, saya latihan dari sekarang juga,” ujarnya.

Merdeka Run 2026 menjadi pengalaman pertama Novi mengikuti ajang tersebut. Ia ambil bagian sebagai peserta non-atlet yang mewakili komunitas disabilitas pengguna kursi roda.

“Ini pertama kali saya mengikuti Merdeka Run ini. Saya non-atlet, mewakili dari disabilitas kursi roda,” katanya.

Bagi Novi, keikutsertaannya di Merdeka Run 2026 memberikan pengalaman menyenangkan. Ia senang dapat bertemu dengan sesama pelari dan orang-orang baru di sela pelaksanaan lomba. Novi sendiri mengaku cukup sering mengikuti berbagai ajang lari.

“Kesannya ikut Merdeka Run, seru banget. Tadi banyak ketemu teman-teman pelari. Karena saya sering mengikuti event lari juga, jadi tadi banyak negur, saling sapa, banyak bertemu orang-orang baik di sini,” tuturnya.

Novi juga mengajak teman-teman disabilitas yang gemar berlari untuk tidak ragu mengikuti berbagai ajang olahraga. Menurutnya, kegiatan seperti Merdeka Run dapat menjadi kesempatan untuk bertemu banyak orang sekaligus membangun semangat.

“Pesanku untuk teman-teman disabilitas yang suka lari, ayo ikut event-event seperti Merdeka Run ini karena seru, bisa ketemu banyak orang yang mungkin bisa bikin kita semangat. Walaupun mungkin kendalanya kita susah karena pakai kursi roda, tapi tetap semangat,” ujarnya.

Di akhir perbincangan, Novi berharap seluruh peserta, termasuk dirinya, dapat menyelesaikan perlombaan dengan baik.

“Semoga kita finish strong dan happy,” pungkasnya.

Merdeka Run 2026 dilepas mulai pukul 05.00 WIB dari kawasan Istana Merdeka, Jakarta. Rangkaian kegiatan turut dimeriahkan drone show dengan 1.400 drone, flypass tiga pesawat tempur F-16, serta penampilan guest star Moluccan dan grup band Wali.

 

 

Sumber : https://www.kemenpora.go.id/detail/7006/wakili-kategori-wheelchair-novi-semoga-kita-finish-strong 

Baca Terusannya »»  

Semangat Kemerdekaan Warnai Merdeka Run 2026 dengan Kostum Unik Para Pelari

 


Jakarta: Merdeka Run 2026 tidak hanya menghadirkan semangat berolahraga, tetapi juga kreativitas para pelari yang tampil dengan beragam kostum unik. Sejumlah peserta mengenakan kostum bertema budaya dan kemerdekaan, mulai dari burung Garuda, bungkus popcorn, hingga tokoh Proklamator. Kreativitas tersebut membuat suasana perlombaan semakin meriah dan penuh warna.

Salah satunya Lamhot Simbolon yang memilih mengenakan kain ulos saat mengikuti Merdeka Run 2026. Ulos tersebut merupakan kain asli yang dikirimkan langsung oleh orang tuanya dari kampung halaman. Bagi Lamhot, mengenakan ulos menjadi cara sederhana untuk menunjukkan kebanggaan terhadap budaya Batak sekaligus memeriahkan perayaan kemerdekaan.

“Saya menggunakan ulos asli yang dikirim orang tua saya dari kampung. Alasannya karena saya bangga berasal dari Tanah Batak,” tuturnya.

Menurut Lamhot, merayakan kemerdekaan juga dapat dilakukan dengan mencintai dan memperkenalkan budaya sendiri. Ia berharap keberagaman budaya Indonesia dapat terus menjadi bagian dari semangat masyarakat dalam memperingati kemerdekaan.

Kreativitas lainnya ditunjukkan Arya yang berlari dengan mengenakan kostum gamelan seberat sekitar tujuh kilogram. Selain menunjukkan identitasnya sebagai orang Jawa, ia ingin kostum tersebut turut memberikan semangat dan keceriaan kepada peserta lainnya. Meski harus berlari dengan kostum yang cukup berat, Arya tetap optimistis menyelesaikan perlombaan dengan kemampuan terbaiknya.

“Saya usahakan berlari dengan kemampuan saya. Yang penting saya semangat. Doakan saya menang best costume,” ujarnya.

Sementara itu, Leni Hariyanti membawa identitas usahanya ke lintasan dengan mengenakan kostum berbentuk bungkus popcorn. Pemilik usaha popcorn di kawasan Lubang Buaya tersebut mengaku mendapatkan ide dari usaha yang ditekuninya. Merdeka Run 2026 menjadi pengalaman pertamanya mengikuti ajang lari, dan ia berharap kostum unik tersebut dapat membuat dirinya maupun peserta lain semakin bersemangat.

Semangat serupa ditunjukkan Umar dan Didin Kamsidin yang mengenakan kostum Presiden Soekarno dengan warna-warni mencolok. Bagi keduanya, kostum tersebut menjadi cara untuk mengenang perjuangan para pahlawan sekaligus menghadirkan semangat kemerdekaan dalam suasana yang penuh warna.

Beragam kostum yang dikenakan para pelari menunjukkan bahwa Merdeka Run 2026 menjadi ruang bagi masyarakat untuk mengekspresikan kreativitas, memperkenalkan budaya, dan merayakan kemerdekaan dalam suasana penuh kebersamaan. 

 

Sumber : https://www.kemenpora.go.id/detail/7004/semangat-kemerdekaan-warnai-merdeka-run-2026-dengan-kostum-unik 

Baca Terusannya »»  

Merdeka Run 2026: Ribuan Langkah, Satu Semangat Indonesia


 


Ribuan pelari memadati kawasan jalan di depan Istana Merdeka, Jakarta, sejak Sabtu pagi, 29 Agustus 2026, untuk mengikuti Merdeka Run 2026. Ajang lari yang digelar dalam rangka memperingati Hari Ulang Tahun (HUT) ke-81 Kemerdekaan Republik Indonesia tersebut menghadirkan semangat kebersamaan.

Mengusung semangat “Bangun, Bergerak, Merdeka”, Merdeka Run 2026 diikuti 12 ribu peserta dari berbagai kalangan, mulai dari atlet profesional, komunitas lari, hingga masyarakat yang ingin merayakan kemerdekaan melalui olahraga. Para peserta mengikuti satu kategori lomba 8K dengan titik start di depan Istana Merdeka, Jalan Medan Merdeka Utara.

Sejak sebelum matahari terbit, para pelari telah memenuhi kawasan sekitar Istana Merdeka. Nuansa merah mewarnai barisan peserta yang bersiap menaklukkan lintasan, menghadirkan pemandangan semarak sekaligus energi perayaan kemerdekaan yang berbeda. Para peserta juga disuguhi pertunjukan drone yang menghiasi langit depan Istana.

Merdeka Run tahun ini dirancang bukan hanya sebagai ajang lari partisipatif, tetapi juga kompetisi dengan standar teknis yang memberikan ruang bagi para pelari untuk menunjukkan performa terbaik. Lintasan disiapkan secara steril dan terukur dengan tetap mengedepankan aspek keamanan serta kenyamanan peserta. Ajang tersebut juga secara aktif melibatkan atlet-atlet terbaik Indonesia untuk ikut berkompetisi.

Dari depan Istana Merdeka, para peserta berlari menyusuri jalan-jalan utama di pusat Jakarta sebelum menyelesaikan perlombaan di kawasan Monumen Nasional (Monas). Fly pass dari pesawat tempur TNI AU menandai awal mula Merdeka Run tahun ini.

Tepat pukul 06.00 WIB, flag off dilakukan oleh Menteri Sekretaris Negara Prasetyo Hadi, Menteri Pemuda dan Olahraga Erick Thohir, dan Sekretaris Kabinet Teddy Indra Wijaya. Dengan batas waktu lomba 120 menit, kategori 8K dirancang tetap menantang bagi pelari yang mengejar performa, tetapi sekaligus terbuka bagi masyarakat yang baru mulai mengikuti ajang lari.

Kemeriahan pun tidak berhenti setelah para peserta melintasi garis finis. Kawasan Monas menjadi Race Village atau Kampung Merdeka yang menghadirkan berbagai aktivitas bagi peserta dan masyarakat. Sebanyak 81 pelaku UMKM turut meramaikan kawasan tersebut yang disediakan gratis untuk semua masyarakat, berdampingan dengan panggung hiburan dan sejumlah titik foto yang disiapkan bagi pengunjung.

Kehadiran UMKM menjadi bagian dari upaya menjadikan Merdeka Run lebih dari sekadar kompetisi olahraga. Pergerakan ribuan peserta turut membuka ruang bagi aktivitas ekonomi sekaligus mempertemukan komunitas, pelaku usaha, atlet, dan masyarakat dalam satu perayaan kemerdekaan.

Merdeka Run 2026 sekaligus melanjutkan semangat penyelenggaraan tahun sebelumnya ketika ribuan masyarakat berlari bersama di jalan protokol Jakarta untuk memperingati HUT Kemerdekaan Republik Indonesia.

Melalui Merdeka Run 2026, kemerdekaan kembali hadir dengan cara yang dekat dengan rakyat. Tidak hanya diperingati melalui upacara dan seremoni, kemerdekaan juga dirayakan dengan bergerak bersama, menjaga kesehatan, memperkuat persatuan, dan menumbuhkan optimisme.

Dalam berlari, setiap orang mungkin memiliki kecepatan yang berbeda, namun ketika tujuan yang dituju sama, setiap langkah akan membawa kita semakin dekat. Ribuan pelari, ribuan langkah, satu tujuan yakni Indonesia yang semakin sehat, kuat, dan maju.

Baca Terusannya »»  

13 RS dan 15 Ambulans Disiagakan untuk Merdeka Run, Peserta Diimbau Tak Abaikan Pemanasan


 

Jakarta: Kementerian Kesehatan (Kemenkes) menyiagakan fasilitas dan tenaga medis untuk mendukung pelaksanaan Merdeka Run 2026. Sebanyak 13 rumah sakit (RS), 15 ambulans, dan 9 tenda medis disiapkan untuk mengantisipasi kondisi kesehatan peserta.

Dokter Diah dari Kemenkes mengatakan 13 rumah sakit tersebut mencakup 7 rumah sakit rujukan. Selain itu, sebanyak 108 tenaga medis dan tenaga kesehatan turut disiagakan di sejumlah titik selama perlombaan.

“Keseluruhan ambulans ada 15, dengan total 108 tenaga medis dan tenaga kesehatan yang kami turunkan untuk siaga dalam rangka mendukung acara Merdeka Run tahun ini,” kata Dr. Diah saat ditemui di Race Village, kawasan Monas, Sabtu (29/8) pagi.

Merdeka Run 2026 diikuti sekitar 12 ribu peserta. Sejumlah pelari mendapatkan penanganan medis karena mengalami keluhan ringan selama mengikuti perlombaan.

Menurut Dr. Diah, salah satu keluhan yang cukup banyak ditemukan adalah kram pada kaki. Kondisi tersebut antara lain dipicu kurangnya persiapan fisik dan pemanasan sebelum berlari.

“Rata-rata pelari yang hadir hari ini mungkin kurang persiapan untuk pemanasan dan seterusnya, sehingga banyak yang mengalami kram-kram di kaki. Itu kebanyakan disebabkan kurangnya persiapan atau pemanasan dari pelari tersebut,” ujarnya.

Meski terdapat peserta yang membutuhkan penanganan lebih lanjut, kasus yang harus dirujuk ke rumah sakit tidak terlalu banyak. Tim medis juga dapat melakukan evakuasi dengan cepat sehingga peserta segera mendapatkan penanganan.

“Untuk kasus rujukan ada, tapi tidak cukup banyak dan tidak mengganggu karena kita bisa mengevakuasi dengan cepat sehingga pasien juga tertangani dengan baik,” jelasnya.

Dr. Diah mengingatkan peserta agar mempersiapkan kondisi fisik sejak sebelum hari perlombaan. Latihan fisik dapat dilakukan beberapa hari atau bahkan jauh sebelum hari H, disertai pemanasan yang cukup sebelum berlari.

“Untuk peserta yang sudah mendaftar lari, pasti ada waktu jeda untuk persiapan. Silakan di rumah mulai latihan fisik, tidak hanya di hari H, tetapi beberapa hari sebelumnya,” katanya.

Sementara itu, data lengkap mengenai jumlah peserta yang mendapatkan penanganan medis masih dalam proses pendataan. Rekapitulasi akan disampaikan setelah seluruh rangkaian kegiatan selesai.

Dalam dukungan kesehatan Merdeka Run 2026, Kemenkes melibatkan sejumlah unit, termasuk Direktorat Jenderal Kesehatan Lanjutan, Direktorat Jenderal Kesehatan Primer dan Komunitas, Direktorat Jenderal P2P, Pusat Krisis, serta tim kesehatan lainnya.

Dengan dukungan rumah sakit, ambulans, tenda medis, dan tenaga kesehatan yang disiagakan, aspek kesehatan menjadi salah satu perhatian dalam pelaksanaan Merdeka Run 2026.

 

 

Sumber : https://www.kemenpora.go.id/detail/7010/13-rs-dan-15-ambulans-disiagakan-untuk-merdeka-run-peserta 

Baca Terusannya »»  

Merdeka Run Banjir Pesanan, UMKM Kuliner Dedek Siapkan 4.800 Porsi Bubur Ayam

 


Jakarta: Merdeka Run 2026 tak hanya menjadi ajang olahraga dan perayaan HUT ke-81 Kemerdekaan Republik Indonesia, tetapi juga membawa berkah bagi pelaku UMKM.

Salah satunya Dedek, pemilik usaha Bubur Ayam asal Tambun, Bekasi. Ia mendapat pesanan sekitar 4.800 porsi untuk mendukung pelaksanaan Merdeka Run 2026 di kawasan Monumen Nasional (Monas), Jakarta, Sabtu (29/8).

Jumlah tersebut meningkat jauh dibandingkan pesanan pada hari-hari biasa yang hanya mencapai puluhan porsi.

“Ini sudah berpuluh-puluh kali lipat,” kata Dedek saat ditemui di area Race Village Monas, Sabtu (29/8) pagi.

Untuk memenuhi pesanan tersebut, Dedek mengerahkan sekitar 20 armada sepeda motor. Menurutnya, keterlibatan dalam Merdeka Run menjadi pengalaman sekaligus peluang untuk memperluas usahanya.

“Semoga makin maju, makin sukses, dan mudah-mudahan saya bisa dipanggil lagi,” ujarnya.

Kisah Dedek menunjukkan dampak ekonomi yang dapat dirasakan langsung pelaku UMKM dari penyelenggaraan event olahraga. Kehadiran ribuan peserta dan kebutuhan pendukung acara membuka peluang bagi pelaku usaha untuk mendapatkan pesanan sekaligus memperluas pasar.

Merdeka Run 2026 pun turut menggerakkan roda ekonomi masyarakat melalui keterlibatan UMKM di tengah perayaan olahraga dan kemerdekaan. 

 

 

Sumber : https://www.kemenpora.go.id/detail/7009/merdeka-run-banjir-pesanan-umkm-kuliner-dedek-siapkan-4800-pors 

Baca Terusannya »»  

Gratis Naik MRT bagi Peserta Merdeka Run 2026

 


Jakarta: Peserta Merdeka Run 2026 mendapatkan kemudahan akses transportasi menuju lokasi perlombaan pada Sabtu (29/8). Fasilitas ini dikhususkan bagi peserta yang mengikuti Merdeka Run 2026 (dibuktikan dengan BIB). Mereka dapat menggunakan layanan MRT secara gratis untuk perjalanan pergi-pulang dalam rentang waktu pukul 04.00 hingga 12.00 WIB.

Fasilitas tersebut disiapkan untuk memudahkan mobilitas peserta menuju lokasi kegiatan sekaligus mendukung kelancaran pelaksanaan Merdeka Run 2026. Peserta dapat memanfaatkan layanan MRT tanpa perlu membeli tiket selama memenuhi ketentuan yang telah ditetapkan.

Untuk menggunakan fasilitas ini, peserta cukup menunjukkan BIB Merdeka Run kepada petugas di stasiun MRT. Setelah proses verifikasi, petugas akan memberikan tiket sobek sebagai akses perjalanan gratis. Peserta kemudian dapat masuk melalui manual gate.

Tiket sobek tersebut perlu disimpan hingga peserta tiba di stasiun tujuan. Saat keluar melalui manual gate, tiket wajib diserahkan kembali kepada petugas. 

Dengan adanya fasilitas MRT gratis, peserta diharapkan dapat menuju lokasi perlombaan dengan lebih nyaman dan praktis. Peserta juga diimbau datang lebih awal, membawa BIB, serta mengikuti arahan petugas agar perjalanan menuju dan dari lokasi Merdeka Run berlangsung aman dan lancar. 

 

 

Sumber : https://www.kemenpora.go.id/detail/7002/gratis-naik-mrt-bagi-peserta-merdeka-run-2026 

Baca Terusannya »»  

Jumat, 28 Agustus 2026

Hasil Practice MotoGP Aragon 2026: Bezzecchi Ungguli Marquez Bersaudara

 


SPORT.DETIK.COM AlcanizMarco Bezzecchi menjadi yang tercepat di sesi practice MotoGP Aragon 2026. Rider Aprilia itu unggul tipis atas Marquez bersaudara.

Berlangsung di MotorLand Aragon, Jumat (28/8) malam WIB, Bez mencatatkan waktu selama 1 menit 45,455 detik. Ia unggul 0,01 detik dari Alex Marquez dan 0,038 detik dari Marc Marquez.

Pebalap VR46 Fabio Di Giannantonio berada di urutan empat dengan catatan waktu 1 menit 45,754 detik. Posisi lima ditempati Fermin Aldegueer yang mengukir waktu 1 menit 45,895 detik, disusul Raul Fernandez dengan 1 menit 45,959 detik.

Urutan tujuh diisi Jorge Martin dengan catatan waktu 1 menit 46,027 detik, diikuti Pedro Acosta di urutan delapan dengan catatan waktu 1 menit 46,064 detik. Franco Morbidelli menempati urutan sembilan dengan 1 menit 46,218 detik.

Johann Zarco melengkapi 10 besar pebalap yang lolos langsung ke sesi kualifikasi 2 (Q2) setelah mencatat waktu 1 menit 46,298 detik. Nama-nama seperti Francesco Bagnaia, Enea Bastianini, Joan Mir, hingga Fabio Quartararo akan menjalani Q1 lebih dulu.

 

Hasil Practice MotoGP Aragon 2026:

PosRiderNatTeamTime/Diff
1Marco BezzecchiITAAprilia Racing (RS-GP26)1'45.455s
2Alex MarquezSPABK8 Gresini Ducati (GP26)+0.010s
3Marc MarquezSPADucati Lenovo (GP26)+0.038s
4Fabio Di GiannantonioITAPertamina VR46 Ducati (GP26)+0.299s
5Fermin AldeguerSPABK8 Gresini Ducati (GP25)+0.440s
6Raul FernandezSPATrackhouse Aprilia (RS-GP26)+0.504s
7Jorge MartinSPAAprilia Racing (RS-GP26)+0.572s
8Pedro AcostaSPARed Bull KTM (RC16)+0.609s
9Franco MorbidelliITAPertamina VR46 Ducati (GP25)+0.763s
10Johann ZarcoFRACastrol Honda LCR (RC213V)+0.843s

Qualifying 1:


11Diogo MoreiraBRAPro Honda LCR (RC213V)*+0.853s
12Luca MariniITAHonda HRC Castrol (RC213V)+0.921s
13Francesco BagnaiaITADucati Lenovo (GP26)+1.032s
14Fabio QuartararoFRAMonster Yamaha (YZR-M1)+1.163s
15Joan MirSPAHonda HRC Castrol (RC213V)+1.168s
16Alex RinsSPAMonster Yamaha (YZR-M1)+1.249s
17Enea BastianiniITARed Bull KTM Tech3 (RC16)+1.494s
18Brad BinderRSARed Bull KTM (RC16)+1.554s
19Jack MillerAUSPramac Yamaha (YZR-M1)+1.638s
20Pol EspargaroSPARed Bull KTM Tech3 (RC16)+1.733s
21Toprak RazgatliogluTURPramac Yamaha (YZR-M1)*+1.902s
22Lorenzo SavadoriITATrackhouse Aprilia (RS-GP26)+2.254s


Sumber : https://sport.detik.com/moto-gp/d-8638794/hasil-practice-motogp-aragon-2026-bezzecchi-ungguli-marquez-bersaudara

Baca Terusannya »»  

Momen Hangat Presiden Prabowo Bersama Warga Relokasi Senen di Hunian Baru


 

Presiden Prabowo Subianto menemui warga relokasi Senen yang kini menempati hunian baru, pada Jumat malam, 28 Agustus 2026. Warga tersebut sebelumnya telah belasan tahun tinggal di pinggir rel kereta api kawasan Stasiun Senen, Jakarta.

Sekretaris Kabinet (Seskab) Teddy Indra Wijaya dalam keterangan tertulisnya menyampaikan bahwa Presiden Prabowo menemui warga selepas menyelesaikan kegiatan di Istana Merdeka.

“Selepas menyelesaikan kegiatan kantor di Istana Merdeka, malam ini Presiden Prabowo menemui warga di hunian barunya. Warga yang sebelumnya telah belasan tahun tinggal di pinggir rel kereta api Stasiun Senen, Jakarta,” ujar Seskab Teddy.

Dalam video yang diunggah Seskab Teddy, kegembiraan warga terlihat saat Presiden Prabowo hadir di tengah-tengah mereka. Sejumlah warga berulang kali memanggil Kepala Negara sembari menyampaikan ucapan terima kasih dan doa.

“Pak, Bapaaaak… Bapak Prabowo… Sehat Pak. Makasih banyak, Bapak,” ucap sejumlah warga menyambut Presiden.

Rasa syukur juga disampaikan warga atas hunian baru yang kini mereka tempati. Salah seorang warga mengungkapkan kegembiraannya dapat tinggal di tempat tersebut.

“Senang di sini Pak. Bapak makasih banyak, Bapak. Bapak sehat-sehat, Bapak,” ujar warga.

Warga lainnya turut menyampaikan terima kasih secara langsung kepada Presiden atas kesempatan untuk menempati hunian baru tersebut. “Bapak, saya bisa tinggal di sini Pak, terima kasih, Pak,” ucapnya.

Doa-doa pun mengiringi kunjungan Kepala Negara malam itu. “Sukses, panjang umur, sehat selalu, Bapak,” ujar seorang warga. Warga lainnya turut mendoakan, “Bapak semoga panjang umur Bapak.”

Sebelum meninggalkan warga, Presiden Prabowo berpesan agar lingkungan hunian baru tersebut dirawat bersama. “Tetap jaga kebersihan ya,” ucap Presiden.

Kunjungan tersebut menjadi momen penuh kehangatan bagi warga yang kini menjalani kehidupan di lingkungan baru setelah belasan tahun tinggal di pinggir rel kereta api Stasiun Senen. Hunian baru tersebut diharapkan dapat memberikan tempat tinggal yang lebih layak, aman, dan nyaman bagi seluruh keluarga.

“Semoga rumah baru ini menjadi tempat tinggal yang lebih layak, aman, dan nyaman bagi seluruh keluarga,” tulis Seskab Teddy.

 

 

sumber :  https://presidenri.go.id/berita-lainnya/seskab-teddy-bagikan-momen-hangat-presiden-prabowo-bersama-warga-relokasi-senen-di-hunian-baru/

Baca Terusannya »»  

Kunjungi Hunian Relokasi Senen, Presiden Prabowo Disambut Doa dan Rasa Syukur Warga


 

Malam di kawasan Kramat Raya, Senen, Jakarta Pusat, pada Jumat, 28 Agustus 2026, mendadak terasa berbeda bagi warga yang kini menempati hunian relokasi. Tanpa pemberitahuan, Presiden Prabowo Subianto tiba-tiba datang untuk melihat langsung tempat tinggal yang dihuni warga eks bantaran rel kereta api.

Kunjungan tersebut dilakukan Presiden Prabowo setelah menyelesaikan sejumlah agenda kenegaraan di Istana Merdeka. Di luar agenda yang telah dijadwalkan, Kepala Negara memilih menyempatkan diri meninjau hunian relokasi warga.

Kedatangan Presiden Prabowo pun langsung disambut antusias. Sejumlah warga tak menyia-nyiakan kesempatan tersebut untuk menyampaikan rasa syukur dan terima kasih kepada Presiden Prabowo atas hunian yang kini mereka tempati.

“Bapak, terima kasih banyak, Pak. Bapak, saya bisa tinggal di sini, Pak,” ucap salah satu warga kepada Presiden.

Bukan sekadar melihat dari luar, Presiden Prabowo juga mengecek langsung sejumlah fasilitas yang tersedia di hunian tersebut. Presiden memastikan fasilitas dasar, termasuk ketersediaan air, dapat digunakan dengan baik oleh warga.

“Lancar airnya, ya?” tanya Presiden.

“Lancar, normal, Pak, alhamdulillah,” jawab salah satu warga.

Bagi warga, perhatian tersebut memiliki arti tersendiri. Hunian baru bukan hanya soal berpindah tempat tinggal, tetapi juga tentang mendapatkan rasa aman dan nyaman setelah sebelumnya menjalani kehidupan di kawasan bantaran rel.

Salah satunya Nuriah yang mengaku masih sulit percaya Presiden Prabowo datang langsung ke tempat tinggalnya. Nuriah yang sebelumnya tinggal di bantaran rel kereta api, kini merasakan perubahan besar dalam kehidupannya.

“Sebelumnya saya di bantaran rel kereta api Senen, setelah tinggal di sini Puji Tuhan aman, nyaman, pokoknya sangat terbantu banget,” ujarnya.

Perasaan serupa disampaikan Siti Nurhalimah yang mengenang bagaimana dirinya dahulu tinggal di kawasan rel kereta sebelum akhirnya mendapatkan hunian relokasi. “Saya tadinya tinggal di jalanan kereta, sekarang alhamdulillah tinggal di sini. Alhamdulillah Ya Allah, Bapak Presiden, PT KAI, banyak-banyak terima kasih karena saya enggak bisa bilang apa-apa lagi,” tutur Siti.

Malam itu, kunjungan Presiden Prabowo bukan hanya menjadi sebuah agenda peninjauan. Bagi warga, kehadiran Kepala Negara di tengah mereka menjadi momen yang tak mudah dilupakan. Di sela rasa haru dan kegembiraan, warga pun menyampaikan doa untuk Presiden Prabowo.

“Panjang umur, sehat selalu ya, selalu dilindungi Yang Maha Kuasa,” doa warga.

 

sumber ;  https://presidenri.go.id/siaran-pers/kunjungi-hunian-relokasi-senen-presiden-prabowo-disambut-doa-dan-rasa-syukur-warga/

Baca Terusannya »»  

Hari Keempat Belas Penanganan Gempa NTT, TNI Salurkan 968,953 Ton Bantuan

 


(Puspen TNI). Penanganan dampak gempa bumi di Nusa Tenggara Timur (NTT) berlanjut pada hari keempat belas, Jumat (28/8/2026). TNI mengerahkan 8.119 personel di sejumlah wilayah terdampak untuk membantu penanganan bencana dan pelayanan kepada masyarakat.

Dalam pelaksanaannya, TNI mengoperasikan 27 unit alutsista, terdiri dari 21 pesawat, 5 KRI, dan 1 Kapal ADRI. Alutsista tersebut digunakan untuk menunjang mobilitas personel, distribusi bantuan, serta kebutuhan penanganan bencana di wilayah terdampak.

Pada hari keempat belas, sebanyak 22,030 ton bantuan disalurkan melalui jalur udara menggunakan pesawat TNI AU. Hingga Jumat (28/8/2026), jumlah keseluruhan bantuan yang telah disalurkan TNI kepada masyarakat terdampak mencapai 968,953 ton.

TNI bersama pemerintah daerah, BNPB, Basarnas, dan instansi terkait terus berkoordinasi dalam mendukung penanganan bencana serta pemulihan masyarakat di wilayah terdampak.




Sumber : https://tni.mil.id/view-267292-hari-keempat-belas-penanganan-gempa-ntt-tni-salurkan-968-953-ton-bantuan.html

Baca Terusannya »»  

Presiden Prabowo Terima Panglima Jilah, Respons Langsung Aspirasi Masyarakat Dayak


 

Presiden Prabowo Subianto menerima Panglima Jilah, pemimpin besar suku Dayak seluruh Kalimantan, di Istana Merdeka, Jakarta, pada Jumat, 28 Agustus 2026. Sekretaris Kabinet (Seskab) Teddy Indra Wijaya dalam keterangan tertulisnya menyampaikan bahwa Presiden Prabowo merespons langsung sejumlah aspirasi yang disampaikan Panglima Jilah.

“Dalam pertemuan tersebut, Presiden Prabowo langsung menginstruksikan pembangunan berbagai kebutuhan masyarakat Dayak Kalimantan sesuai permohonan Panglima Jilah,” ujar Seskab Teddy.

Menurut Seskab Teddy, salah satu kebutuhan yang menjadi perhatian Presiden adalah pembangunan infrastruktur jalan di wilayah pedalaman Kalimantan. Pembangunan tersebut antara lain diarahkan untuk wilayah Sanggau dan sekitarnya guna mendukung konektivitas serta aktivitas masyarakat.

Selain infrastruktur, Presiden Prabowo turut memberikan perhatian terhadap peningkatan akses pendidikan bagi masyarakat Dayak. Pemerintah akan mendorong pembangunan Sekolah Rakyat serta pemberian beasiswa di berbagai wilayah kota adat Dayak.

“Pembangunan Sekolah Rakyat dan beasiswa di berbagai wilayah kota adat Dayak. Saat ini sudah terbangun 2 Sekolah Rakyat di Kalimantan Barat,” tutur Seskab Teddy.

Presiden Prabowo juga menginstruksikan pembangunan rumah adat Dayak sebagai bagian dari kebutuhan masyarakat sekaligus upaya menjaga keberadaan dan keberlanjutan budaya masyarakat adat. Dalam pertemuan tersebut, turut dibahas aspirasi masyarakat Dayak yang ingin mengabdi kepada negara melalui TNI dan Polri.

“Keinginan warga Dayak untuk masuk menjadi anggota TNI-Polri, persyaratannya disesuaikan kembali, misalnya penggunaan tato bagi suku adat,” ungkap Seskab Teddy.

Selain pembangunan dan pendidikan, Seskab Teddy menyebut bahwa pertemuan turut membahas upaya pencegahan kebakaran hutan dan lahan (karhutla) di Kalimantan. Panglima Jilah menegaskan pentingnya keterlibatan masyarakat adat dalam menjaga lingkungan dan mencegah terjadinya karhutla.

Melalui para tokoh adat, edukasi kepada masyarakat terus dilakukan agar aktivitas pembakaran lahan tidak dilakukan secara sembarangan. Peran tokoh adat dinilai penting karena memiliki kedekatan sekaligus pengaruh di tengah masyarakat dalam membangun kesadaran untuk menjaga lingkungan.

“Bagi masyarakat adat, menjaga alam adalah bagian dari menjaga kehidupan. Karena itu, kolaborasi pemerintah dan masyarakat menjadi kunci untuk mencegah serta menangani karhutla secara bersama,” pungkas Seskab Teddy.

 

 

sumber :  https://presidenri.go.id/berita-lainnya/seskab-teddy-presiden-prabowo-terima-panglima-jilah-respons-langsung-aspirasi-masyarakat-dayak/

Baca Terusannya »»  

Presiden Prabowo Terima Panglima Jilah di Istana, Perkuat Penanganan Karhutla dan Peran Masyarakat Adat


 

Presiden Prabowo Subianto menerima kunjungan Panglima Jilah di Istana Merdeka, Jakarta, pada Jumat, 28 Agustus 2026. Dalam pertemuan itu, Panglima Jilah menyampaikan bahwa Presiden Prabowo memberikan dukungan untuk mempercepat penanganan kebakaran hutan dan lahan (karhutla), termasuk melalui penambahan personel dan dukungan sarana udara.

“Kita membahas tentang karhutla. Tadi beliau membantu kita lewat personil untuk segera. Dan ini sudah dimulai, sudah sekitar satu minggu,” ujar Panglima Jilah dalam keterangannya kepada awak media seusai pertemuan.

Menurut Panglima Jilah, dukungan pemerintah terhadap Kalimantan Barat tidak hanya berkaitan dengan penanganan karhutla. Ia menyebut Presiden Prabowo juga telah memberikan perhatian terhadap berbagai kebutuhan masyarakat di wilayah tersebut.

“Presiden banyak membantu kita, terutama di Kalimantan Barat, itu rumah adat, sekolah, beasiswa, jalan, infrastruktur, rumah sakit, beasiswa, dan TNI-Polri,” katanya.

Dalam kesempatan tersebut, Panglima Jilah turut menyoroti persoalan yang kerap muncul ketika karhutla terjadi, yakni tudingan terhadap masyarakat peladang sebagai penyebab kebakaran. Menurutnya, aktivitas berladang masyarakat Dayak memiliki karakteristik dan lokasi yang berbeda dengan kawasan perkebunan, terutama terkait lahan gambut.

“Jadi ladang itu dengan perkebunan itu kadang-kadang bersamaan waktunya. Akhirnya peladang yang disalahkan. Tetapi sebenarnya orang berladang tidak di lahan gambut. Orang berladang itu di lahan mineral,” katanya.

Panglima Jilah mengatakan masyarakat adat memiliki peran penting dalam melakukan pengawasan terhadap aktivitas pembakaran lahan. Ia menegaskan, masyarakat adat tidak hanya menjadi pihak yang menerima dampak kebakaran, tetapi juga ikut melakukan pemantauan di wilayah masing-masing.

“Jadi kalau kita membakar, di mana lahan ladang kita dibakar, disitulah kita yang akan monitoringnya,” ujarnya.

Panglima Jilah juga menegaskan bahwa tradisi berladang telah dilakukan masyarakat Dayak sejak lama, jauh sebelum berkembangnya perkebunan di Kalimantan. Ia menambahkan, masyarakat Dayak memiliki hubungan erat dengan alam sehingga menjaga lingkungan menjadi bagian penting dari kehidupan masyarakat adat.

Dalam upaya mencegah karhutla, masyarakat adat juga melakukan sosialisasi melalui para tokoh adat. Edukasi tersebut ditujukan agar masyarakat tidak melakukan pembakaran secara sembarangan.

“Masyarakat adat bersosialisasi lewat tokoh-tokoh adat agar tidak sembarangan membakar hutan karena masyarakat adat itu identik, dekat dengan alam. Tentunya tidak ada alam, tidak ada masyarakat adat. Kita menjaga,” ujar Panglima Jilah.

Pertemuan Presiden Prabowo dengan Panglima Jilah sekaligus menegaskan pentingnya kolaborasi antara pemerintah dan masyarakat adat dalam menjaga Kalimantan. Penanganan karhutla tidak hanya membutuhkan kekuatan personel dan teknologi, tetapi juga keterlibatan masyarakat yang selama turun-temurun hidup berdampingan dengan hutan dan memahami wilayahnya.

 

sumber ;  https://presidenri.go.id/siaran-pers/presiden-prabowo-terima-panglima-jilah-di-istana-perkuat-penanganan-karhutla-dan-peran-masyarakat-adat/

Baca Terusannya »»  

Kelola Sampah Jadi Energi, Strategi Jateng Berbuah Penghargaan

 


BALI — Pemerintah Provinsi (Pemprov) Jawa Tengah kembali mendapat apresiasi atas komitmennya dalam menjaga lingkungan di wilayahnya.

Teranyar, Pemprov Jateng meraih penghargaan dari Kementerian Dalam Negeri dan Tempo Media Group, untuk kategori Pengelolaan Sampah dan Lingkungan ASRI (Aman, Sehat, Resik, dan Indah).

Penghargaan itu diterima Gubernur Jawa Tengah, Ahmad Luthfi, saat Malam Apresiasi Pemerintah Daerah Berprestasi regional Jawa-Bali batch II-2026, di Bali Nusa Dua Convention Center, Jumat (28/8/2026) malam.

Provinsi lain yang juga mendapat apresiasi dalam kategori tersebut adalah Jawa Timur. Sementara di tingkat kabupaten/ kota, Wonosobo menjadi yang terbaik dalam kategori tersebut.

Dalam kesempatan itu, Luthfi menjelaskan, upaya pengelolaan sampah di wilayahnya sudah terbagi dalam beberapa klaster. Misalnya, pengelolaan sampah untuk volume di atas seribu ton per hari, dilakukan dengan model aglomerasi dan regional untuk kebutuhan Pengolahan Sampah Menjadi Energi Listrik (PSEL). Sementara, volume sampah 100-200 ton per hari dikelola dengan model RDF (Refuse Derived Fuel).

Model aglomerasi ini sudah mulai dikerjakan melalui kerja sama dengan Danantara, dengan mengubah sampah menjadi energi listrik. Seperti di Semarang Raya (Kota Semarang dan Kabupaten Kendal), Pekalongan Raya (Kota Pekalongan, Kabupaten Pekalongan, Pemalang, dan Batang), Tegal Raya (Kota Tegal, Kabupaten Tegal, dan Brebes). Kemudian ada juga aglomerasi Soloraya mencakup Kota Surakarta, Kabupaten Karanganyar, Sragen, Sukoharjo, Wonogiri, Boyolali, dan Kota Salatiga.

Sedangkan model RDF sudah dipraktikkan di Kabupaten Cilacap, Banyumas, Kudus, Magelang, dan Kebumen. Sampah dijadikan bahan bakar pabrik semen.

Persoalan timbulan sampah juga sudah disiapkan beberapa skema penanganan. Misalnya, timbunan sampah di TPA Jatibarang Kota Semarang, rencana akan menggandeng KSAD untuk mengolah sampah menjadi bahan bakar solar. Selanjutnya, di Soloraya juga sedang didorong untuk pengolahan timbulan sampah. Sudah ada investor yang diarahkan untuk melihat peluang pengembangan sektor tersebut.

Meskipun demikian, lanjut Luthfi, pengelolaan sampah tidak hanya terkait mengolah timbunan sampah yang menumpuk di Tempat Pembuangan Akhir (TPA) saja. Jauh dari itu, pengelolaan di sektor hulu juga menjadi target penanganan. Menurutnya, penyelesaian masalah sampah juga harus diawali dari kesadaran masyarakat. Karenanya, program desa mandiri sampah menjadi salah satu cara, untuk meningkatkan kesadaran tersebut.

Selain kategori Pengelolaan Sampah dan Lingkungan ASRI, beberapa kabupaten/ kota di Jawa Tengah juga mendapatkan apresiasi dalam acara tersebut. Di antaranya kategori akses dan kualitas layanan kesehatan, di mana Kabupaten Rembang menjadi terbaik pertama tingkat pemerintah kabupaten dan Kota Tegal terbaik kedua tingkat pemerintah kota.

Selanjutnya ada kategori akses penduduk terhadap layanan pendidikan. Kota Salatiga menjadi terbaik pertama tingkat pemerintah kota untuk kategori tersebut.

“Dari Jawa Tengah banyak yang dapat penghargaan, termasuk pemerintah provinsi. Ada Kabupaten Rembang, Kota Tegal, Kota Salatiga, dan Kabupaten Wonosobo. Ini menjadi motivasi kita, untuk lebih giat dalam melayani kebutuhan dasar masyarakat,” jelas Luthfi.

Menteri Dalam Negeri RI, Tito Karnavian mengatakan, pengelolaan sampah dan lingkungan ASRI menjadi salah satu prioritas pemerintah pusat. Presiden juga telah menargetkan 2029 zero sampah.

Tito mengatakan penghargaan tersebut tidak hanya menjadi bentuk apresiasi, tetapi juga berupa insentif fiskal bagi daerah yang berprestasi.

 

 

 

Sumber : https://jatengprov.go.id/publik/kelola-sampah-jadi-energi-strategi-jateng-berbuah-penghargaan/ 

Baca Terusannya »»  

Wamen Komdigi Nezar Patria: Pekerja Indonesia Harus Bersiap Sebelum AI Mengubah Dunia Kerja

 


Wakil Menteri Komunikasi dan Digital Nezar Patria menekankan pentingnya kesiapan tenaga kerja Indonesia menghadapi perubahan dunia kerja akibat perkembangan kecerdasan artifisial atau artificial intelligence (AI).

Menurutnya, kemajuan AI generatif telah membawa peluang peningkatan produktivitas sekaligus kekhawatiran terhadap perubahan struktur pekerjaan.

“Dilema ini nyata, karena kemajuan pesat AI generatif telah mengubah cara kita bekerja, mengambil keputusan, dan melayani masyarakat,” ujarnya dalam Pelatihan Dampak AI pada Pekerjaan dan Tenaga Kerja (AI Impact on Workforce) yang diikuti secara daring dari Jakarta, Jumat (28/08/2026).

Wamen Nezar menyatakan kebutuhan pekerja untuk bersiap semakin mendesak mengingat paparan AI terhadap tenaga kerja mulai meluas.

Ia merujuk laporan Organisasi Buruh Internasional (ILO) yang menunjukkan hampir satu dari empat pekerja di kawasan ASEAN memiliki pekerjaan yang terpapar AI generatif.

Dampaknya juga tidak terbatas pada lapangan kerja, tetapi dapat memengaruhi pendapatan negara dan struktur fiskal.

“Bagi pemerintah Indonesia, temuan ini bukan sekadar topik akademis,” tegasnya.

Karena itu, Wamen Nezar menilai pemerintah tidak dapat menunggu dampak AI terjadi baru kemudian menyusun langkah mitigasi.

Kebijakan perlu diarahkan sejak awal dengan memperkuat kapasitas pemerintah dalam memahami, mengelola, dan memanfaatkan teknologi untuk kepentingan nasional.

“Kita harus bertindak dari sisi hulu,” tandasnya.

Pendekatan tersebut menjadi penting agar transformasi AI dapat dikelola sebelum menimbulkan dampak yang lebih luas terhadap tenaga kerja dan perekonomian.

Dalam konteks pemerintahan, Wamenkomdigi menekankan peningkatan keterampilan dan pelatihan ulang aparatur sipil negara menjadi kebutuhan mendesak.

ASN yang terlibat dalam penyusunan kebijakan ketenagakerjaan, perpajakan, ekonomi digital, dan tata kelola digital perlu memahami cara kerja AI, dampak yang ditimbulkan, serta potensi risikonya.

“Peningkatan dan pelatihan ulang keterampilan bukan lagi pilihan,” ungkapnya.

Tanpa pemahaman memadai, menurut Wamen Nezar, kebijakan pemerintah berisiko tertinggal dari perkembangan teknologi.

Wamen Nezar berharap penguatan kompetensi pemerintah dapat berorientasi pada kesiapan jangka panjang, termasuk melalui literasi AI, kemampuan analisis kebijakan, dan pengambilan keputusan berbasis data.

Dengan kapasitas tersebut, ASN diharapkan dapat menjadi penggerak transformasi pemerintahan digital sekaligus membantu membangun tenaga kerja nasional yang tangguh dan inklusif menghadapi era AI.

“Saya berharap pelatihan ini membekali kita untuk memperkuat kemampuan adaptasi kolektif kita, membangun tenaga kerja yang tangguh dan inklusif yang siap menghadapi era AI,” tandasnya.

Selain kompetensi, Wamen Nezar menegaskan kesiapan menghadapi AI perlu ditopang tata kelola yang kuat dan koordinasi lintas sektor.

Pemerintah harus mampu merumuskan kebijakan berdasarkan pemahaman terhadap teknologi sehingga tidak terjebak pada respons yang berlebihan atau kontraproduktif.

“Pemerintah harus berperan sebagai regulator yang berpengetahuan, bukan reaktif,” katanya.




Sumber : https://www.komdigi.go.id/berita/siaran-pers/detail/wamen-nezar-patria-pekerja-indonesia-harus-bersiap-sebelum-ai-mengubah-dunia-kerja

Baca Terusannya »»  

Road to Kilau Raya Hadir di Pati, Kota Kelima dalam Rangkaian Pesta Rakyat MNCTV

 

OKEZONE.COM JAKARTA - Setelah sukses menyapa masyarakat di Tegal, Semarang, Mojokerto, dan Klaten, MNCTV kembali melanjutkan rangkaian Road to Kilau Raya (RTKR) ke kota kelima, yakni Pati.

Sebagai MNCTV Rumahnya Dangdut, Road to Kilau Raya Pati akan hadir pada Sabtu, 29 Agustus 2026, dengan pusat kemeriahan di Alun-Alun Pati. Pesta rakyat ini akan menghadirkan rangkaian aktivitas seru sejak pagi hingga malam, sekaligus menjadi momentum bagi MNCTV untuk semakin dekat dengan masyarakat Pati dan sekitarnya.

Kemeriahan RTKR Pati akan dimulai sejak pukul 07.00 WIB. Masyarakat dapat mengikuti Senam Sehat, menikmati Experience Carnival di Rumahnya Anak & Rumahnya Dangdut, menyaksikan Pawai Artis, serta mengikuti berbagai aktivitas menarik lainnya yang telah disiapkan untuk menghibur masyarakat dari berbagai usia

Tidak hanya menghadirkan aktivitas untuk masyarakat, Road to Kilau Raya Pati juga akan dimeriahkan oleh sederet bintang. Irfan Hakim, Gilga Sahid, Limbad, The Virgin, Bagindaz, Shepin Misa, Prigel Pangayu, Vanny KSB, Wina KDI, dan Kiki Primadona siap hadir memberikan hiburan dan memeriahkan pesta rakyat di Alun-Alun Pati.

Road to Kilau Raya merupakan bentuk kedekatan MNCTV dengan masyarakat di berbagai daerah. Setelah hadir di Tegal, Semarang, Mojokerto, dan Klaten, kini kami membawa kemeriahan yang sama ke Pati. 

Sebagai Rumahnya Dangdut, MNCTV juga memberikan kesempatan bagi masyarakat Pati yang memiliki mimpi menjadi bintang dangdut.

Dalam rangkaian RTKR Pati, akan digelar Audisi KDI dan DMD Panggung Rezeki pada Sabtu, 29 Agustus 2026 di Gedung DPRD Pati.

Kesempatan ini terbuka bagi masyarakat yang ingin menunjukkan kemampuan dan bakat mereka. Audisi KDI menjadi salah satu pintu bagi talenta-talenta baru untuk mewujudkan mimpi menjadi bintang dangdut masa depan, sementara DMD Panggung Rezeki menghadirkan kesempatan bagi masyarakat untuk menjadi bagian dari program unggulan MNCTV.

Selain itu, masyarakat Pati juga dapat merasakan langsung pengalaman dan keseruan bersama MNCTV melalui Experience Carnival di Rumahnya. 

Jangan lewatkan, Road To Kilau Raya Pati dimulai sejak pukul 07.00 WIB dan Live 19.30 WIB. MNCTV

 

Sumber : https://celebrity.okezone.com/read/2026/08/26/598/3238408/road-to-kilau-raya-hadir-di-pati-kota-kelima-dalam-rangkaian-pesta-rakyat-mnctv?page=all 


Baca Terusannya »»  

TNI Kembali Kerahkan 248 Personel Penyuluh untuk Perkuat Penanganan Karhutla


 

(Puspen TNI). TNI mengerahkan 248 personel tambahan sebagai penyuluh untuk memperkuat penanganan Kebakaran Hutan dan Lahan (Karhutla) di sejumlah wilayah Sumatra. Sebanyak 209 personel diberangkatkan dari Lanud Halim Perdanakusuma menuju Lampung, Palembang, dan Pekanbaru, serta 39 personel dari Bandara Raden Inten menuju Palembang, Jumat (28/8/2026).

Personel yang terdiri atas Pasis Seskoad, Pamen TNI AD, Pati TNI AL, dan Tim Pendukung akan memberikan edukasi, meningkatkan kesadaran masyarakat, serta membantu pemantauan dan penanganan awal di wilayah rawan Karhutla.

Pengerahan ini menunjukkan kesiapsiagaan TNI dalam mendukung pemerintah dan memperkuat koordinasi dengan pemerintah daerah, aparat terkait, serta masyarakat. Kehadiran personel di lapangan diharapkan dapat mengoptimalkan upaya pencegahan dan penanganan Karhutla sekaligus mencegah meluasnya dampak terhadap masyarakat dan lingkungan.

TNI akan terus memberikan dukungan secara terpadu sesuai kebutuhan di lapangan. Pengerahan 248 personel penyuluh tambahan ini merupakan bagian dari komitmen TNI untuk mendukung upaya pemerintah dalam menjaga keselamatan masyarakat dan kelestarian lingkungan dari dampak Karhutla.

 

sumber ;  https://tni.mil.id/view-267291-tni-kembali-kerahkan-248-personel-penyuluh-untuk-perkuat-penanganan-karhutla.html

Baca Terusannya »»  

Dari Pelajar hingga Pengemudi Ojol, Merdeka Run 2026 Jadi Pengalaman Baru Peserta

 

Merdeka Run 2026 tidak hanya diikuti oleh pelari berpengalaman. Ajang yang digelar dalam rangka menyemarakkan HUT ke-81 Republik Indonesia tersebut juga menjadi pengalaman baru bagi peserta dari berbagai usia dan latar belakang.

Semangat itu terlihat dari keluarga Bela bersama dua putranya, Kiel dan Morris. Dua pelajar berusia 12 dan 10 tahun tersebut siap mengikuti kategori lari 8 kilometer bersama ribuan peserta lainnya.

Kiel mengaku telah mempersiapkan diri dengan menjalani latihan sebelum mengikuti Merdeka Run 2026. Bahkan, satu minggu sebelum perlombaan, ia telah menjalani peak training dengan jarak 21 kilometer.

“Sebelum satu minggu sebelum ini saya itu udah peak training. Jadi latihan berat untuk terakhir kalinya untuk acara ini. Peak training-nya itu 21 kilo,” ujar Kiel.

Sementara itu, sang adik, Morris, juga mempersiapkan diri sesuai dengan kondisinya. Saat kurang enak badan, ia memilih tetap melakukan latihan dengan bersepeda.

Menurut Bela, Kiel sebelumnya telah memiliki pengalaman mengikuti ajang lari dan mampu menempuh jarak half marathon. Sementara bagi Morris, Merdeka Run 2026 menjadi pengalaman pertamanya mengikuti ajang lari.

Antusiasme mencoba pengalaman baru juga datang dari Iqbal dan Abi. Keduanya mengaku baru pertama kali mengikuti ajang lari.

Iqbal, yang sehari-hari bekerja sebagai pengemudi ojek daring, mengaku mengikuti Merdeka Run 2026 untuk mencoba pengalaman baru sekaligus menjaga kebugaran.

“Jujur baru pertama kali ikutan lari. Besok mau nyoba aja sih. Jadi buat pengalaman lah, biar badan sehat. Nggak di motor terus,” ujar Iqbal.

Meski belum memiliki persiapan latihan khusus karena kesibukan bekerja, Iqbal tetap antusias mengikuti perlombaan. Ia bahkan berharap dapat kembali ambil bagian apabila Merdeka Run kembali digelar.

Sementara itu, Abi mengatakan dirinya tertarik mengikuti Merdeka Run karena ingin mendapatkan pengalaman dan merasakan suasana berlari bersama-sama dalam sebuah acara lari.

Keikutsertaan Kiel, Morris, Iqbal, dan Abi menunjukkan bahwa Merdeka Run 2026 tidak hanya menjadi ajang bagi pelari yang telah berpengalaman. Dari pelajar hingga pekerja dengan berbagai aktivitas sehari-hari, setiap peserta memiliki alasan dan pengalaman masing-masing untuk mengambil bagian dalam perayaan kemerdekaan melalui olahraga.

Sumber : https://setkab.go.id/dari-pelajar-hingga-pengemudi-ojol-merdeka-run-2026-jadi-pengalaman-baru-peserta/


Baca Terusannya »»  

Merdeka Run 2026 Diikuti 10.530 Peserta, Semangat Inklusivitas Menguat

 

Merdeka Run 2026 tidak hanya menjadi ajang olahraga untuk merayakan HUT ke-81 Republik Indonesia, tetapi juga menjadi ruang bagi masyarakat dari berbagai latar belakang untuk mengambil bagian dalam semangat kemerdekaan. Hal itu tercermin dari antusiasme peserta penyandang disabilitas yang bersiap mengikuti ajang lari tersebut.

Salah satunya Wini Nur Kustiah, warga asal Cikarang, Jawa Barat, yang hadir menggunakan kursi roda saat mengambil race pack Merdeka Run 2026 di Wisma Serbaguna Gelora Bung Karno, Jakarta, pada Jumat, 28 Agustus 2026.

Dengan wajah ceria, Wini menyambut kesempatan untuk mengikuti Merdeka Run 2026 sebagai bagian dari perayaan kemerdekaan.

“Karena ingin memeriahkan hari kemerdekaan,” ujar Wini.

Ia pun menitipkan pesan kepada seluruh peserta agar tetap semangat dan optimistis hingga mencapai garis finish.

“Semoga sukses terus dan semangat, optimis, dan finish,” pesannya.

Semangat serupa juga dibawa Anggi Wahyuda, seorang pelari dengan satu kaki yang akan menjadikan Merdeka Run 2026 sebagai bagian dari persiapannya menghadapi half marathon pada September mendatang.

Bagi Anggi, lari sejauh 8 kilometer di Merdeka Run menjadi kesempatan untuk membangun kesiapan fisik dan mental sebelum menghadapi tantangan yang lebih besar. Ia pun telah menjalani latihan rutin sebagai bagian dari persiapannya.

Anggi dikenal dengan julukan Kaki Seribu. Julukan tersebut, menurutnya, memiliki makna mendalam.

“Satu kaki seribu mimpi. Jadi walaupun saya memiliki keterbatasan hidup dengan satu kaki, tapi itu enggak membuat saya terbatas dalam hidup,” ujar Anggi.

Pada September 2026 mendatang, Anggi menargetkan untuk mengikuti half marathon dan berharap dapat menjadi finisher pertama dari Indonesia yang menyelesaikan jarak tersebut dengan satu kaki.

Kepada peserta lain, khususnya teman-teman penyandang disabilitas, Anggi mengingatkan pentingnya fokus pada kemampuan diri sendiri dan tidak memaksakan diri mengikuti kecepatan peserta lain.

“Yang penting adalah keselamatan sendiri. Karena yang paling penting dari pertandingan adalah finish dengan happy,” katanya.

Kehadiran Wini dan Anggi menjadi gambaran semangat inklusivitas dalam perayaan kemerdekaan tahun ini. Melalui Merdeka Run 2026, masyarakat dari berbagai latar belakang dapat bersama-sama mengambil bagian dan merayakan kemerdekaan melalui olahraga.

“Merdeka Run, saatnya Indonesia inklusif,” ujar Anggi.

 

 

Sumber : https://setkab.go.id/merdeka-run-2026-diikuti-10-530-peserta-semangat-inklusivitas-menguat/ 


Baca Terusannya »»  

Kemenkes Siap Siaga Hadapi Dampak Karhutla, 848 Tenaga Kesehatan Dimobilisasi

 


Jakarta, 28 Agustus 2026 

Kementerian Kesehatan (Kemenkes) RI terus memperkuat respons kesehatan dalam menghadapi dampak kebakaran hutan dan lahan (Karhutla) yang terjadi di sejumlah wilayah Indonesia. Upaya dilakukan untuk memastikan masyarakat terdampak tetap mendapatkan pelayanan kesehatan serta perlindungan dari risiko kesehatan akibat paparan asap.

Wakil Menteri Kesehatan RI Prof. Dante Saksono Harbuwono menyampaikan perkembangan penanganan dampak kesehatan Karhutla dalam media briefing yang berlangsung di Gedung Adhyatma, Lantai 5, Kantor Kementerian Kesehatan RI, Jakarta, Jumat (28/8/2026).

Berdasarkan Situation Report Kemenkes per 27 Agustus 2026, Karhutla berdampak pada tujuh provinsi, yakni Kalimantan Barat, Kalimantan Tengah, Kalimantan Selatan, Kalimantan Timur, Jambi, Riau, dan Sumatera Selatan. Total penduduk terdampak mencapai 10.674.201 orang. Dari jumlah tersebut, tercatat 123 orang mengalami luka berat atau menjalani rawat inap, serta 2 orang mengalami luka ringan atau menjalani rawat jalan. Hingga laporan tersebut diperbarui, tidak tercatat korban meninggal maupun pengungsi.

“Karhutla tidak hanya berdampak terhadap lingkungan, tetapi juga dapat menimbulkan berbagai gangguan kesehatan, terutama akibat paparan asap dan partikulat. Karena itu, kita perlu memastikan masyarakat terlindungi dan pelayanan kesehatan tetap siap,” ujar Prof. Dante.

Dampak kesehatan yang paling banyak ditemukan berkaitan dengan gangguan saluran pernapasan. Data Kemenkes menunjukkan terdapat 4.082 kasus ISPA pada 27 Agustus 2026, dengan total kumulatif mencapai 13.449 kasus. Kasus tersebut dilaporkan dari 63 kabupaten/kota di tujuh provinsi terdampak Karhutla.

Asap Karhutla dapat menyebabkan berbagai gangguan kesehatan, antara lain ISPA, batuk, sesak napas, radang tenggorokan, asma, PPOK (Penyakit Paru Obstruktif Kronik), serta iritasi mata dan kulit. Paparan asap juga dapat meningkatkan risiko penyakit jantung dan stroke, terutama pada kelompok rentan.

“Kelompok yang perlu mendapat perhatian khusus meliputi anak-anak, lansia, ibu hamil, penderita asma atau PPOK, serta pekerja yang banyak beraktivitas di luar ruangan,” Lanjut Prof. Dante.

Kualitas Udara di Sejumlah Wilayah Sangat Tidak Sehat

Kondisi kualitas udara di sejumlah wilayah terdampak juga menjadi perhatian. Berdasarkan pemantauan Indeks Standar Pencemar Udara (ISPU) pada 27 Agustus 2026 pukul 16.26 WIB, beberapa wilayah tercatat berada pada kategori sangat tidak sehat hingga berbahaya, dengan PM2.5 sebagai parameter kritis.

Pontianak, Kalimantan Barat, tercatat memiliki nilai ISPU 328 atau kategori berbahaya. Sementara Kabupaten Tebo di Jambi memiliki nilai 287, Barito Selatan Kalimantan Tengah 274, Katingan 258, dan Kabupaten Pali Sumatera Selatan 255 yang seluruhnya berada dalam kategori sangat tidak sehat.

Untuk memperkuat pelayanan di wilayah terdampak, pemerintah daerah bersama Kemenkes telah melakukan mobilisasi tenaga kesehatan. Hingga 27 Agustus 2026 pukul 15.00 WIB, tercatat 848 tenaga kesehatan telah dimobilisasi di tujuh provinsi terdampak Karhutla. Tenaga tersebut terdiri dari dokter, perawat, bidan, tenaga kesehatan masyarakat, analis, tenaga farmasi, epidemiolog, sanitarian, hingga tenaga pendukung lainnya.

Dukungan logistik kesehatan juga terus diperkuat. Dari pemerintah daerah, telah dimobilisasi 394.385 masker, 56 unit oksigen konsentrator, 1.000 pasang handscoon, 103 tabung Oxycan, 40 dus PMT, 36 face shield, dan 8 APD.

“Sementara itu, Pusat Krisis Kesehatan Kemenkes telah mendistribusikan 432.000 masker, 169 unit oksigen konsentrator, 40.000 pasang handscoon, 4.900 APD, serta tiga unit air purifier ke sejumlah wilayah terdampak,” Jelas Prof. Dante.

Kemenkes juga memastikan kesiapan pelayanan melalui penyiapan 1.691 Puskesmas, 360 rumah sakit rujukan, dan 87 Labkesmas, serta kesiapsiagaan Public Safety Center (PSC) 119 dan Tenaga Cadangan Kesehatan di kabupaten/kota.

Di Provinsi Riau, dampak kesehatan akibat Karhutla hingga 27 Agustus 2026 telah meluas ke 12 kabupaten/kota. Berdasarkan laporan Dinas Kesehatan Provinsi Riau, tercatat sekitar 3.293 kasus ISPA, dengan kasus tertinggi berada di Kota Pekanbaru sekitar 900 kasus, disusul Kabupaten Pelalawan sekitar 600 kasus dan Kabupaten Kampar.

Kepala Dinas Kesehatan Provinsi Riau Zulkifli mengatakan, pelayanan kesehatan bagi masyarakat terdampak terus diperkuat melalui seluruh fasilitas kesehatan. Dinkes Riau juga telah mengaktifkan Emergency Medical Team (EMT) di 244 Puskesmas serta menyiagakan dukungan oksigen di wilayah terdampak.

“Untuk tindakan preventif, kami sudah membagikan sekitar 69.000 masker di 12 kabupaten/kota, khususnya di Pelalawan kami sudah dropping 28.000 masker. Kami juga memberikan dukungan makanan tambahan bagi kelompok rentan, seperti ibu hamil, bayi, dan balita. Kami mengimbau masyarakat, khususnya kelompok rentan, untuk meminimalkan aktivitas di luar rumah dan menggunakan masker apabila harus keluar,” ujar Zulkifli.

Kemenkes mengimbau masyarakat di wilayah terdampak Karhutla untuk terus memantau kualitas udara dan mengurangi aktivitas di luar ruangan ketika kualitas udara memburuk.

Masyarakat yang harus beraktivitas di luar ruangan dianjurkan menggunakan masker dan pelindung mata. Masyarakat juga diminta menjaga hidrasi dengan cukup minum serta menerapkan perilaku hidup bersih dan sehat.

Bagi masyarakat yang mengalami keluhan kesehatan seperti batuk, sesak napas, atau iritasi mata, Kemenkes mengimbau agar segera mengakses fasilitas pelayanan kesehatan.

Kemenkes bersama pemerintah daerah akan terus melakukan pemantauan kualitas udara, surveilans penyakit, penguatan pelayanan kesehatan, edukasi masyarakat, serta memastikan ketersediaan obat-obatan, oksigen, masker, dan logistik kesehatan di wilayah terdampak.

 

 

Sumber : https://kemkes.go.id/id/kemenkes-siap-siaga-hadapi-dampak-karhutla-848-tenaga-kesehatan-dimobilisasi 

Baca Terusannya »»