Cari Blog Ini

Rabu, 26 Agustus 2026

GIIAS SURABAYA 2026 HADIR DENGAN AREA PAMERAN LEBIH LUAS DAN JUMLAH MEREK TERBANYAK SEPANJANG PENYELENGGARAAN

 


Surabaya,  – Setelah sukses menggelar pameran otomotif GAIKINDO Indonesia International Auto Show (GIIAS) 2026 di BSD Tangerang pada 30 Juli hingga 9 Agustus lalu, rangkaian pameran GIIAS akan berlanjut ke Kota Surabaya. Pameran GIIAS Surabaya 2026 siap digelar selama lima hari, mulai tanggal 26 hingga 30 Agustus 2026 di Grand City, Surabaya.

Selama sepuluh tahun terakhir, Surabaya selalu menjadi kota tujuan penting bagi penyelenggaraan GIIAS. Pameran ini menjadi ajang utama untuk mengenalkan berbagai perkembangan teknologi otomotif terbaru kepada masyarakat Jawa Timur. Sekretaris I GAIKINDO, Eddy Sumedi, menyampaikan bahwa pameran di Surabaya bertujuan untuk memperluas pasar otomotif nasional sekaligus memanfaatkan potensi besar Jawa Timur. “Jawa Timur memiliki peran yang sangat penting bagi penjualan kendaraan nasional. Hal ini terlihat dari data penjualan mobil hingga April 2026, di mana Jawa Timur konsisten berada di posisi ketiga nasional dengan angka penjualan mencapai 25.228 unit atau menyumbang 9,1% dari total penjualan nasional,” ujar Eddy.

Ditambahkan lagi bahwa potensi pasar yang kuat tersebut terbukti dari besarnya populasi kendaraan di wilayah ini. Berdasarkan data BPS yang diperbarui pada 23 Februari 2026, Jawa Timur merupakan daerah dengan jumlah mobil penumpang terbanyak di Indonesia, yakni mencapai 5,58 juta unit. “Angka ini menjadi bukti nyata bahwa masyarakat Jawa Timur memiliki daya beli, minat, serta kebutuhan yang sangat tinggi terhadap kendaraan roda empat. Hadirnya GIIAS Surabaya 2026 menjadi jawaban langsung untuk memenuhi kebutuhan pasar yang sangat besar tersebut,” tambah Eddy.

GIIAS SURABAYA 2026 HADIR LEBIH BESAR DAN LENGKAP

Para pecinta otomotif Jawa Timur, khususnya Surabaya, bersiap menyambut gelaran GIIAS Surabaya 2026 yang akan hadir jauh lebih besar. Dengan menambah satu hall baru dalam penyelenggaraannya tahun ini, GIIAS Surabaya 2026 akan menghadirkan total 37 merek kendaraan bermotor yang mencakup kategori kendaraan penumpang, kendaraan komersial, hingga sepeda motor. Selain itu, bertambahnya area pameran yang digunakan akan membuat para pengunjung yang hadir semakin nyaman untuk mengeksplorasi seluruh area pameran serta melihat dari dekat berbagai pilihan kendaraan terbaru.

Pada kategori kendaraan penumpang, terdapat 26 merek yang berpartisipasi, yaitu BAIC, BYD, Changan, Chery, Citroen, Daihatsu, GAC AION, Geely, GWM, Honda, Hyundai, iCAR, Jaecoo, JEEP, JETOUR, KIA, Leap Motor, Lepas, Mazda, Mitsubishi Motors, Polytron, Suzuki, Toyota, Vinfast, Wuling, dan X-PENG. Pada kendaraan komersial, Foton juga turut berpartisipasi. Sementara pada kategori kendaraan roda dua, terdapat 10 merek yang turut hadir, yakni Aprilia, Kuprum, Moto Guzzi, Piaggio, Polytron, QJ Motor, Royal Enfield, Scomadi, Triumph, dan Vespa.

Menariknya, GIIAS Surabaya 2026 akan kehadiran 14 merek baru dan merek yang kembali hadir di GIIAS Surabaya, yaitu Changan, Foton, Hyundai, iCAR, Jeep, Jetour, KIA, Leap Motor, Lepas, Polytron, QJ Motor, Triumph, dan Xpeng. Selain itu, pameran tahun ini juga turut diramaikan oleh 25 merek dari industri pendukung otomotif.

Beragam merek yang hadir akan membawa model kendaraan terbaru yang sebelumnya telah diluncurkan pada pameran utama GIIAS 2026 di BSD Tangerang. Kehadiran mobil dan motor baru ini menjadi kesempatan baik bagi warga Jawa Timur untuk melihat dan mencoba langsung teknologi otomotif terkini.

Untuk menikmati seluruh keseruan dan inovasi otomotif tersebut, pengunjung dapat memanfaatkan penawaran tiket khusus dalam presale 2 yang akan hadir pada tanggal 19–21 Agustus 2026 melalui aplikasi Auto360, yakni Rp 15.000 untuk weekdays dan Rp 20.000 untuk weekend. Selanjutnya, tiket reguler dapat dibeli melalui aplikasi Auto360 mulai tanggal 22–30 Agustus 2026 seharga Rp 25.000 untuk weekdays dan Rp 40.000 untuk weekend. Pembelian tiket secara langsung (on-the-spot) juga dapat dilakukan di lokasi pameran dengan harga Rp 35.000 untuk weekdays dan Rp 50.000 untuk weekend.

Keseruan juga akan bertambah dengan hadirnya sponsor yang turut memeriahkan GIIAS Surabaya 2026. Tahun ini, Astra Credit Companies dan Toyota Astra Finance kembali hadir sebagai Platinum Financial Partner di GIIAS Surabaya 2026, dan didukung oleh EV Ecosystem Powered by PLN Mobile beserta sponsor lainnya, yakni Superchallenge, KAHF, Kopi Kenangan, dan Berkah Event.

 

GIIAS THE SERIES 2026 HADIR DI LIMA KOTA BESAR

Setelah pameran di ICE BSD Tangerang dan Surabaya, rangkaian GIIAS The Series akan berlanjut ke penyelenggaraan ke-tiganya yaitu GIIAS Bandung 2026 yang akan dilaksanakan pada 09 – 13 September 2026 di Sudirman Grand Ballroom. Rangkaian berikutnya, GIIAS Semarang, akan berlangsung pada 30 September–4 Oktober 2026 di Muladi Dome, Semarang, dan rangkaian periode 2026 akan ditutup dengan GIIAS Makassar pada 28 Oktober–1 November 2026 di Summarecon Mutiara Makassar.

Selain rangkaian di tahun ini, juga berkomitmen untuk memperluas jangkauan pameran dengan menambah satu kota baru yang akan diselenggarakan pada awal tahun depan. GIIAS Bali dijadwalkan hadir pada 27–31 Januari 2027 di The Meru Sanur, Bali, sekaligus menjadi destinasi baru yang melengkapi kesuksesan rangkaian pameran otomotif GIIAS ke wilayah Indonesia bagian timur.

 

Sumber : https://indonesiaautoshow.com/2026/08/19/giias-surabaya-2026-hadir-dengan-area-pameran-lebih-luas-dan-jumlah-merek-terbanyak-sepanjang-penyelenggaraan/ 

Baca Terusannya »»  

Kemenpar Perluas Pasar Wisata Selam Maratua ke Malaysia dan Singapura

 


Jakarta, 26 Agustus 2026 - Kementerian Pariwisata (Kemenpar) memperkenalkan potensi wisata bahari Pulau Maratua, Kabupaten Berau, Kalimantan Timur, kepada sejumlah dive center dari Malaysia dan Singapura melalui kegiatan "Famtrip Marine Maratua 2026" sebagai upaya memperluas pasar wisata selam Indonesia.

Deputi Bidang Pemasaran Pariwisata Kemenpar Ni Made Ayu Marthini mengatakan kegiatan yang berlangsung pada 10–15 Agustus 2026 tersebut menjadi bagian dari upaya memperkuat posisi Maratua sebagai salah satu destinasi wisata bahari dan selam unggulan Indonesia sekaligus memperluas jejaring bisnis pariwisata dengan pelaku industri di Malaysia dan Singapura.

"Melalui kegiatan famtrip ini, para dive center dapat melihat dan merasakan secara langsung berbagai pengalaman wisata yang ditawarkan di Maratua, mulai dari potensi diving, akomodasi, hingga pengalaman wisata lainnya. Kami berharap pengalaman tersebut dapat menjadi referensi bagi mereka untuk memasukkan Maratua ke dalam paket wisata yang mereka tawarkan di pasar Malaysia dan Singapura," kata Ni Made Ayu Marthini dalam keterangannya, Rabu (26/8/2026).

Selama enam hari, peserta mendapatkan pengalaman langsung terhadap berbagai produk wisata yang dapat ditawarkan di Maratua, terutama wisata selam. Mereka melakukan penyelaman selama tiga hari di sembilan titik selam untuk mengenal kondisi bawah laut, layanan penyelaman, akomodasi, serta kesiapan destinasi dalam menerima wisatawan mancanegara.

Selain menjelajahi kekayaan bawah laut Maratua, peserta mengunjungi Goa Gumantung, menikmati panorama matahari terbenam di Teluk Harapan, serta melakukan site visit ke sejumlah akomodasi. Rangkaian perjalanan juga mencakup kunjungan ke Kampung Dayak Tumbit untuk mengenalkan kekayaan budaya dan produk lokal kepada peserta.

Keragaman pengalaman tersebut diharapkan memperkuat daya tarik Maratua sebagai destinasi yang tidak hanya mengandalkan wisata selam, tetapi juga menawarkan perpaduan kekayaan alam, budaya, dan kehidupan masyarakat lokal.

"Dengan demikian, kegiatan ini tidak berhenti pada pengenalan destinasi, tetapi dapat berlanjut pada pengembangan produk dan pemasaran paket wisata Maratua di kedua pasar tersebut," ujar Made.

Asisten Deputi Pengembangan Pemasaran Pariwisata Mancanegara I Kemenpar Dedi Ahmad Kurnia mengatakan Malaysia dan Singapura merupakan dua pasar strategis bagi pariwisata Indonesia.

Berdasarkan data Badan Pusat Statistik (BPS) hingga Juni 2026, kunjungan wisatawan mancanegara asal Malaysia ke Indonesia mencapai 1.361.772 kunjungan, sedangkan wisatawan asal Singapura mencapai 739.721 kunjungan.

Menurut Dedi, capaian tersebut menunjukkan besarnya potensi kedua negara dalam mendukung pengembangan dan pemasaran produk wisata minat khusus Indonesia, termasuk wisata bahari dan selam.

"Malaysia dan Singapura merupakan pasar yang sangat strategis bagi pariwisata Indonesia, tidak hanya dari sisi jumlah kunjungan, tetapi juga dari peluang pengembangan berbagai segmen wisata. Salah satunya adalah wisata minat khusus seperti diving," ujar Dedi.

"Famtrip Marine Maratua 2026" juga mempertemukan peserta dengan pelaku industri pariwisata lokal melalui networking event. Pertemuan tersebut menjadi ruang bagi pelaku usaha di Maratua untuk memperkenalkan produk dan layanan sekaligus menjajaki peluang kerja sama dengan dive center dari Malaysia dan Singapura.

Interaksi langsung antara pelaku industri lokal dan mitra potensial dari kedua negara diharapkan dapat membuka peluang penyusunan paket perjalanan yang menggabungkan aktivitas selam dengan pengalaman wisata alam, budaya, dan kehidupan masyarakat lokal.

Dari rangkaian perjalanan tersebut, Maratua memiliki potensi kuat untuk terus dikembangkan sebagai destinasi wisata minat khusus berdaya saing. Kekayaan bawah laut dapat menjadi daya tarik utama yang diperkuat dengan potensi alam, budaya, serta pengalaman autentik bersama masyarakat lokal.

Pengembangan pasar wisata selam Maratua juga diharapkan memberikan manfaat ekonomi yang semakin luas bagi masyarakat melalui peningkatan permintaan terhadap akomodasi, pemandu wisata, transportasi, kuliner, produk lokal, serta berbagai layanan pendukung pariwisata lainnya.

"Melalui pelaksanaan Famtrip Marine Maratua 2026, Kementerian Pariwisata berharap hubungan antara pelaku industri pariwisata Indonesia dengan dive center di Malaysia dan Singapura dapat terus berkembang dan menghasilkan peluang kerja sama yang berkelanjutan. Pengalaman peserta selama berada di Maratua juga diharapkan dapat mendorong promosi dan pemasaran destinasi tersebut secara lebih luas di pasar internasional," kata Dedi.



Sumber : https://kemenpar.go.id/berita/siaran-pers-kemenpar-perluas-pasar-wisata-selam-maratua-ke-malaysia-dan-singapura

Baca Terusannya »»  

Garuda Spark Innovation Hub Jangkau 15.700 Talenta dan Tarik Investasi Rp429,5 Miliar

 


Tangerang, InfoPublik Sepuluh bulan setelah pertama kali dikembangkan, program Garuda Spark Innovation Hub (GSIH) yang diinisiasi Kementerian Komunikasi dan Digital (Kemkomdigi) berkembang dari tiga hub menjadi jaringan 10 hub dan 60 spoke.

Ekosistem ini telah menjalankan 178 program, menjangkau lebih dari 15.700 talenta digital, melibatkan 80 mitra industri, serta membina 80 rintisan (startup) digital baru.

Dirjen Ekosistem Digital Kemkomdigi, Edwin Hidayat Abdullah mengatakan perjalanan Garuda Spark dimulai dari kegelisahan pihaknya terhadap kesenjangan akses teknologi, terutama ketika adopsi kecerdasan buatan (AI) dan teknologi digital terus berkembang.

Menurut Edwin, kesenjangan antara mereka yang memiliki privilese dan mereka yang tidak berpotensi semakin melebar seiring perkembangan teknologi. Karena itu, Garuda Spark dirancang untuk menjadikan teknologi sebagai jembatan yang membuka akses lebih merata terhadap pengetahuan, jaringan talenta, modal, dan pasar. "Garuda Spark hadir untuk menjadikan teknologi sebagai jembatan yang membuka akses lebih merata terhadap pengetahuan teknologi, jaringan talenta, modal, serta pasar," ujar Edwin saat peluncuran Garuda Spark Innovation Hub serentak di 10 kota di BSD, Tangerang, Banten, Rabu (26/8/2026).

Sejak awal, Garuda Spark Innovation Hub dibangun dengan semangat berbagi pengetahuan, peluang, sumber daya, dan tanggung jawab. Empat pilar tersebut menjadi dasar agar inovasi tidak berhenti sebagai privilese segelintir orang atau hanya berkembang di kota-kota besar.

Dalam perjalanan 10 bulan tersebut, GSIH juga mencatat investasi langsung lebih dari Rp429,5 miliar, atau mencapai empat kali lipat dari target KPI yang ditetapkan Kemkomdigi.  "Investasi langsung ini memang bukan satu-satunya tolok ukur keberhasilan, namun angka tersebut menunjukkan adanya kepercayaan yang besar terhadap kualitas inovasi dan ekosistem yang kita bangun bersama," kata Edwin.

Ia menegaskan, keberhasilan Garuda Spark tidak berhenti ketika sebuah program selesai atau sertifikat diberikan. Ekosistem tersebut diharapkan terus menghasilkan nilai ekonomi, membuka lapangan kerja baru, dan membantu menyelesaikan persoalan nyata di masyarakat.  "Kepercayaan tidak dapat dipulihkan hanya melalui slogan atau seremoni. Kepercayaan harus dibangun secara konsisten melalui tata kelola yang baik, transparansi, akuntabilitas, serta bukti nyata bahwa inovasi benar-benar memberikan manfaat bagi masyarakat," tegas Edwin Hidayat Abdullah. 

Dari tiga hub awal di Bandung, Jakarta, dan Medan, Garuda Spark kini berkembang menjadi 10 hub dan 60 spoke. Perkembangan tersebut menjadi bagian dari upaya Kemkomdigi memperluas akses talenta, kemitraan, inovasi, dan investasi digital ke lebih banyak wilayah Indonesia.

Karena itu, Edwin Hidayat menilai Garuda Spark merupakan salah satu upaya nyata untuk mengembalikan kepercayaan diri bangsa sekaligus membangun optimisme terhadap masa depan ekosistem digital Indonesia.

Pada peluncuran serentak GSIH di 10 kota di BSD, Tangerang, Dirjen Ekosistem Digital menyebut jaringan tersebut mencakup Jakarta, Bandung, Medan, Yogyakarta, Malang, Makassar, Batam, Aceh, dan Jayapura, serta sejumlah lokasi lainnya yang menjadi bagian dari pengembangan jaringan Garuda Spark.

Menyokong hal itu, Kemkomdigi juga berkolaborasi dengan mitra strategis seperti Sinar Mas Land, Nongsa Digital Park, Innovation Factory, Pos Bloc, Malang Creative Center, Makassar Creative Hub, Genara Art, dan Indosat AI Experience Center. Kolaborasi tersebut melibatkan industri dan pemerintah daerah.

 

 

 

Sumber : https://infopublik.id/kategori/nasional-ekonomi-bisnis/985844/belum-setahun-garuda-spark-innovation-hub-jangkau-15-700-talenta-dan-tarik-investasi-rp429-5-miliar 

Baca Terusannya »»  

GSIH Hubungkan 10 Kota, Menkomdigi Meutya Hafid: Pastikan Inovasi Daerah Terhubung dengan Talenta, Investor, dan Pasar Globa

 


Kementerian Komunikasi dan Digital meluncurkan Garuda Spark Innovation Hub (GSIH) yang menghubungkan 10 kota sebagai bagian dari upaya memastikan talenta dan inovasi di berbagai daerah memiliki akses terhadap ekosistem teknologi, investor, industri, dan pasar yang lebih luas.

Melalui GSIH, Kementerian Komdigi ingin membangun jaringan inovasi yang tidak hanya terkonsentrasi di kota-kota besar, tetapi membuka kesempatan bagi talenta dan startup daerah untuk berkembang, mendapatkan pendampingan, bertemu investor, serta terhubung dengan mitra industri dan jejaring global.

Menteri Komunikasi dan Digital RI, Meutya Hafid, mengatakan pembangunan ekosistem digital harus memastikan bahwa manfaat transformasi digital dapat dirasakan secara lebih merata oleh daerah.

“Kita tidak boleh berhenti hanya di konektivitas. Kita harus memastikan keterhubungan itu tertranslasikan menjadi pertumbuhan atau connectivity become growth ,” ujar Meutya dalam Peluncuran 10 lokasi GSIH secara serentak di BSD City, Tangerang Selatan, Rabu (26/08/2026).

Menurut Meutya, pemerataan dalam ekosistem inovasi menjadi penting agar talenta dan potensi yang lahir dari daerah memiliki kesempatan yang sama untuk berkembang.

“Yang kita pastikan adalah daerah-daerah juga punya akses. Akses terhadap inovasi, akses terhadap talenta, akses terhadap investor, akses terhadap industri, dan tentunya akses terhadap pasar. Jadi bukan hanya konektivitas secara fisik, tetapi konektivitas terhadap ekosistem,” kata Meutya.

GSIH menggunakan konsep Hub and Spoke. Sepuluh hub berada di Jakarta, Batam, Medan, Bandung, Malang, Makassar, Papua, Yogyakarta, Aceh, dan Surabaya. Sementara itu, spoke menjadi titik ekosistem daerah yang terhubung dengan hub, sehingga talenta, startup, dan inovasi lokal dapat masuk ke jejaring nasional.

Kementerian Komdigi menargetkan jaringan Garuda Spark berkembang hingga 500 titik, dengan tambahan 20 Garuda Spark pada 2026. Menurut Meutya, perluasan tersebut bukan semata-mata mengejar jumlah titik, tetapi memastikan manfaat ekosistem inovasi menjangkau lebih banyak daerah.

“Target kita tidak hanya angka tapi juga pemerataannya. Kita ingin memastikan anak-anak muda di daerah tidak harus selalu pergi ke pusat untuk mendapatkan akses terhadap ekosistem inovasi,” tegas Meutya.

Menurut Meutya, tujuan akhir GSIH adalah membangun kemandirian Indonesia dalam transformasi digital dengan mendorong lebih banyak inovasi yang lahir dari dalam negeri.

“Kita ingin memiliki inovasi-inovasi yang juga bisa lahir dari tangan anak-anak muda di tanah air. Tujuan akhirnya cukup besar yaitu membuat Indonesia mandiri dalam transformasi digitalnya,” ujarnya.

Pada 2030, sekitar 68 persen penduduk Indonesia berada pada usia produktif 15 sampai 64 tahun. Meutya melihat kelompok tersebut sebagai kekuatan besar yang harus mendapatkan ruang dan akses untuk mengambil peran dalam transformasi digital.

“Kita ingin mengisi ruang-ruang untuk bagaimana anak-anak muda terlibat dalam transformasi digital di tanah air,” katanya.

GSIH juga diarahkan menjadi global gateway dua arah. Melalui jaringan tersebut, inovasi Indonesia diharapkan dapat masuk ke pasar internasional, sementara investasi, teknologi, dan jejaring global dapat masuk ke Indonesia dengan kemitraan yang semakin kuat dan setara.

“Daya saing kita menjadi setara di tingkat global, startup kita dihargai di tingkat global, talenta-talenta kita sejajar dan sama tinggi dengan talenta-talenta di mancanegara,” ujar Meutya.

GSIH membawa prinsip “Locally Adapted, Nationally Coordinated, Globally Connected”. Potensi daerah dikembangkan sesuai kebutuhan dan karakteristik lokal, diperkuat melalui koordinasi dan jejaring nasional, kemudian dibuka menuju pasar dan ekosistem global.

Dengan pendekatan tersebut, GSIH diharapkan tidak hanya menjadi ruang fisik bagi pelaku inovasi, tetapi menjadi jembatan yang mempertemukan potensi daerah dengan sumber daya yang dibutuhkan untuk tumbuh.


“Ujungnya adalah kedaulatan digital,” kata Meutya.

Peluncuran GSIH ditandai dengan kerja sama Kementerian Komdigi bersama Sinar Mas Land, Indosat Ooredoo Hutchison, Ericsson, dan Nongsa Digital Park. Kementerian Komdigi juga menargetkan penambahan 20 Garuda Spark lainnya pada 2026.

 

 Sumber : https://www.komdigi.go.id/berita/siaran-pers/detail/gsih-hubungkan-10-kota-meutya-hafid-pastikan-inovasi-daerah-terhubung-dengan-talenta-investor-dan-pasar-global



Baca Terusannya »»  

BMKG: Gerhana Bulan Sebagian Terjadi 28 Agustus, Tidak Dapat Diamati dari Indonesia

 


Jakarta, 26 Agustus 2026 – Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) mengonfirmasi bahwa fenomena astronomis Gerhana Bulan Sebagian akan berlangsung pada tanggal 28 Agustus 2026. Namun, masyarakat di seluruh wilayah Indonesia tidak dapat mengamati langsung fenomena alam ini karena posisi Indonesia berada di luar area visibilitas gerhana.

Direktur Seismologi Teknik, Geofisika Potensial, dan Tanda Waktu BMKG, Teguh Rahayu, menjelaskan bahwa saat fenomena gerhana terjadi, wilayah Indonesia sedang berada pada waktu pagi hingga siang hari. Pada saat tersebut, posisi Bulan berada di bawah ufuk (di sisi Bumi yang membelakangi wilayah Indonesia).

“Kondisi ini menyebabkan Gerhana Bulan Sebagian tidak terlihat dari wilayah Indonesia,” kata Ayu, Rabu (26/7).

Lebih lanjut, Ayu menjelaskan bahwa fenomena Gerhana Bulan Sebagian ini hanya dapat disaksikan oleh masyarakat yang berada di sebagian besar benua Amerika, Afrika, Eropa, serta wilayah Asia bagian Tengah dan Timur Tengah. Keseluruhan proses fenomena alam ini—mulai dari kontak penumbra awal hingga berakhir—memiliki total durasi selama 5 jam 38 menit.

Adapun fase terjadinya Gerhana Bulan Sebagian dimulai dengan Gerhana Penumbra Mulai (P1) pada 01.23.55 UT / 08.23.55 WIB (Kontak pertama Bulan dengan bayangan penumbra); Gerhana Sebagian Mulai (U1): 02.33.48 UT / 09.33.48 WIB (Kontak pertama Bulan dengan bayangan umbra);Puncak Gerhana (MID): 04.14.04 UT / 11.14.04 WIB; Gerhana Sebagian Berakhir (U4): 05.51.55 UT / 12.51.55 WIB (Kontak akhir Bulan dengan bayangan umbra); dan Gerhana Penumbra Berakhir (P4): 07.01.41 UT / 14.01.41 WIB (Kontak akhir Bulan dengan bayangan penumbra).

Untuk diketahui, Gerhana Bulan terjadi akibat fenomena dinamis pergerakan posisi Matahari, Bumi, dan Bulan. Saat fase Bulan purnama, Bumi bergerak berada tepat di antara Matahari dan Bulan dalam posisi sejajar. Konfigurasi ini menghalangi pancaran cahaya Matahari sehingga tidak semuanya sampai ke permukaan Bulan.

Pada peristiwa 28 Agustus 2026 mendatang, posisi sejajar tersebut membuat sebagian piringan Bulan masuk ke dalam bayangan umbra Bumi. Akibatnya, saat mencapai puncak gerhana, bagian Bulan yang terpapar bayangan umbra akan terlihat berwarna jauh lebih gelap.

Umbra merupakan bayangan inti di bagian tengah yang sangat gelap karena proyeksi bayangan Bumi menutup cahaya Matahari secara penuh. Sementara itu, Penumbra merupakan bayangan kabur di bagian luar yang lebih terang karena bayangan Bumi hanya menutup sebagian cahaya Matahari.

Meski tidak dapat menyaksikan fenomena ini secara langsung dari wilayah Indonesia, BMKG mengimbau masyarakat yang ingin mengamati jalannya Gerhana Bulan Sebagian 28 Agustus 2026 untuk menyaksikan siaran langsung (live streaming) melalui kanal resmi NASA. BMKG juga memastikan bahwa pengamatan fenomena Gerhana Bulan pada dasarnya sangat aman disaksikan secara langsung dengan mata.

 

 

Sumber : https://www.bmkg.go.id/berita/utama/bmkg-gerhana-bulan-sebagian-terjadi-28-agustus-tidak-dapat-diamati-dari-indonesia 

Baca Terusannya »»  

Selasa, 25 Agustus 2026

Hari Kesebelas Penanganan Gempa NTT, TNI Kerahkan 8.122 Personel dan Salurkan 913,898 Ton Bantuan

 

(Puspen TNI). TNI terus melakukan penanganan dampak gempa bumi di Nusa Tenggara Timur (NTT). Hingga Selasa (25/8/2026), sebanyak 8.122 personel dikerahkan untuk membantu masyarakat dan mendukung berbagai kegiatan penanganan di wilayah terdampak.

Dalam pelaksanaan penanganan bencana, TNI tetap mengerahkan 27 unit alutsista, terdiri dari 21 pesawat, 5 KRI, dan 1 Kapal ADRI, untuk mendukung mobilitas personel, distribusi bantuan, serta kebutuhan penanganan di lapangan.

Penyaluran bantuan pada hari kesebelas dilakukan melalui jalur laut dan udara. Melalui jalur laut, TNI menyalurkan 35,685 ton bantuan menggunakan KRI, sedangkan melalui jalur udara sebanyak 53,467 ton bantuan menggunakan pesawat TNI AU. Hingga saat ini, total bantuan yang telah disalurkan TNI mencapai 913,898 ton.

TNI terus berkoordinasi dengan pemerintah daerah, BNPB, Basarnas, dan instansi terkait dalam penanganan bencana serta memastikan bantuan dapat tersalurkan kepada masyarakat terdampak.

 

 

 

Sumber : https://tni.mil.id/view-267254-hari-kesebelas-penanganan-gempa-ntt-tni-kerahkan-8-122-personel-dan-salurkan-913-898-ton-bantuan.html 


Baca Terusannya »»  

BATIC 2026 Buka Babak Baru Transformasi Digital Asia Pasifik

 

Nusa Dua, Bali, – Melanjutkan kesuksesan penyelenggaraan Bali Annual Telkom International Conference (BATIC) tahun sebelumnya, Telin, operating company PT Telkom Indonesia (Persero) Tbk (Telkom) yang berfokus pada bisnis internasional, kembali menggelar BATIC 2026 pada 24–28 Agustus 2026 di Bali International Convention Center (BICC), The Westin Resort Nusa Dua, Bali. Memasuki tahun ke-11, BATIC 2026 mengusung tema “Uniting Ecosystem to Drive Connected Progress” dan mempertemukan lebih dari 2.700 delegasi dari 760 perusahaan di lebih dari 67 negara untuk membahas perkembangan AI, konektivitas global, cloud, serta infrastruktur digital yang sekaligus membuka peluang sinergi lintas industri dalam skala global.

Di tengah pesatnya adopsi kecerdasan buatan (Artificial Intelligence/AI) di berbagai sektor, kebutuhan akan infrastruktur digital yang andal, konektivitas global, dan kolaborasi lintas negara terus meningkat. Perkembangan tersebut mendorong pelaku industri untuk membangun infrastruktur dan layanan digital yang semakin terintegrasi guna menjawab kebutuhan transformasi digital sekaligus mendukung pertumbuhan ekonomi digital yang inklusif dan berkelanjutan di kawasan Asia Pasifik.

Seiring berkembangnya lanskap industri digital, BATIC tidak lagi sekadar menjadi forum bagi industri telekomunikasi. Konferensi ini telah berevolusi menjadi platform strategis yang mempertemukan regulator, operator telekomunikasi, penyedia teknologi, hyperscaler, investor, hingga pelaku industri digital dari berbagai negara untuk bertukar wawasan, memperkuat kemitraan, serta mendorong terbentuknya fondasi transformasi digital di kawasan Asia Pasifik. BATIC menjadi wadah untuk mempertemukan berbagai perspektif dan kapabilitas guna menciptakan peluang pertumbuhan digital yang lebih inklusif dan berkelanjutan.

Dalam agenda konferensi pers BATIC 2026 yang digelar pada Selasa (25/8), Direktur Utama Telkom Dian Siswarini menegaskan bahwa, kolaborasi menjadi fondasi utama dalam menangkap peluang dan membangun masa depan ekonomi digital yang semakin terhubung.

“TelkomGroup memiliki peran strategis dalam memperkokoh posisi Indonesia sebagai salah satu pusat pertumbuhan ekonomi digital di Asia Pasifik. BATIC merupakan event yang membanggakan bagi TelkomGroup dan terus berkembang setiap tahunnya dengan tema yang relevan bagi industri. Di tengah pesatnya investasi AI dan digital di kawasan Asia Pasifik, Indonesia memiliki potensi yang luar biasa sebagai salah satu pasar digital paling prospektif. Potensi ini perlu diterjemahkan melalui penguatan infrastruktur, inovasi, dan ekosistem digital yang mumpuni. BATIC 2026 hadir sebagai panggung kolaborasi untuk bersama-sama membangun ekosistem tersebut dan menciptakan nilai yang lebih besar, tidak hanya bagi Indonesia, tetapi juga bagi kawasan dan dunia,” ujar Dian.

Lebih lanjut, Dian menambahkan, Telin sebagai kekuatan TelkomGroup di kancah internasional terus mengambil peran dalam menghubungkan Indonesia dengan ekosistem digital global melalui sinergi antara pelaku industri, pemerintah, dan mitra strategis sebagai faktor penting untuk mempercepat inovasi dan memperkuat daya saing.

Sementara itu, Direktur Wholesale & International Service Telkom Budi Satria Dharma Purba, menyoroti peran strategis infrastruktur konektivitas internasional, khususnya kabel laut, dalam mengantisipasi lonjakan kebutuhan bandwidth yang didorong oleh perkembangan adopsi AI dan kebutuhan data center. Menurutnya, momentum BATIC menjadi kesempatan bagi TelkomGroup dan seluruh delegasi untuk memperluas jejaring bisnis, mempertemukan kebutuhan industri dengan kapabilitas yang dimiliki, serta mendorong lahirnya inovasi baru yang mampu menjawab kebutuhan industri yang terus berkembang.

"Melalui penguatan kabel laut dan cakupan konektivitas lintas batas, TelkomGroup berkomitmen membangun fondasi digital masa depan. Telin saat ini semakin kuat sebagai salah satu pemain infrastruktur digital di tingkat regional dan global, khususnya melalui bisnis kabel laut internasional yang terus tumbuh signifikan. Harapannya melalui BATIC, pemain global yang berpartisipasi akan semakin yakin bahwa TelkomGroup adalah partner yang tepat untuk pengembangan digital dan kolaborasi yang seluas-luasnya. Kegiatan ini pun merupakan wujud komitmen Telkom untuk fokus bermain di segmen bisnis B2B, di mana Telin sendiri merupakan perpanjangan Telkom untuk menggarap bisnis B2B dan menjadi penyedia layanan bagi pelanggan internasional,” tambah Budi.

Sebagai salah satu terobosan utama pada tahun ini, BATIC menghadirkan ignitePRO, sebuah executive conference yang secara khusus membahas transformasi enterprise di era Autonomous AI. ignitePRO 2026 membawa tema “The Enabled Enterprise”, yang diperuntukkan bagi para pemimpin bisnis dan teknologi untuk mengeksplorasi implementasi AI, cloud, keamanan siber, tata kelola, hingga infrastruktur digital yang menjadi fondasi organisasi dalam mengakselerasi adopsi AI pada skala enterprise. Bersama rangkaian konferensi utama BATIC yang mengangkat isu konektivitas bawah laut, komunikasi berbasis AI, inovasi cloud, serta pengembangan ekosistem digital, ignitePRO diharapkan menjadi ruang kolaborasi bagi para pemangku kepentingan untuk mempercepat transformasi digital di kawasan.

Pada kesempatan yang sama, Chief Executive Officer Telin Abdul Rahman Ansyori menyampaikan bahwa, penyelenggaraan BATIC yang kini memasuki tahun ke-11 merupakan bagian dari perjalanan panjang Telin dalam membangun platform kolaborasi Internasional yang terus berevolusi mengikuti dinamika industri digital.

"BATIC secara konsisten bertransformasi menjadi platform kolaborasi regional paling berpengaruh, baik dari sisi penyelenggaraan maupun tema dan ekosistem yang terlibat. Tahun ini, lewat hadirnya ignitePRO, kami ingin memfasilitasi kebutuhan enterprise akan adopsi Autonomous AI dan sistem digital terpercaya (trust & security). Kami optimistis BATIC 2026 dapat mendorong kolaborasi, membuka peluang bisnis baru dan memberikan nilai tambah yang nyata bagi seluruh pemain di ekosistem digital," jelas Ansyori.

Ia menambahkan bahwa dengan kehadiran ignitePRO, meningkatnya partisipasi pelaku industri global, serta semakin luasnya kolaborasi lintas ekosistem menunjukkan evolusi BATIC sebagai platform yang tidak hanya menghadirkan diskusi strategis, tetapi juga memfasilitasi terbentuknya kesepakatan dan kemitraan nyata yang mampu menciptakan nilai berkelanjutan bagi bisnis telekomunikasi nasional dan global.  Tahun ini, BATIC menghasilkan lebih dari 4.200 agenda business meeting, menunjukkan semakin kuatnya quality engagement yang terbentuk dari perhelatan ini.

Sebagai salah satu negara dengan pertumbuhan ekonomi digital tercepat di kawasan, Indonesia berada pada posisi penting sebagai hub yang menghubungkan berbagai negara sekaligus membuka peluang sinergi dan pertumbuhan baru. Melalui BATIC 2026, Telin bersama TelkomGroup kembali menegaskan komitmennya untuk mempertemukan para pemangku kepentingan dari berbagai negara dalam satu platform guna mendorong lahirnya kemitraan baru, mempercepat pertukaran pengetahuan, serta membangun konektivitas dan ekosistem digital yang semakin tangguh dan berkelanjutan di Asia Pasifik.



Sumber : https://www.telkom.co.id/sites/berita/id_ID/news/batic-2026-buka-babak-baru-transformasi-digital-asia-pasifik-3901

Baca Terusannya »»  

Menaker Bawa Agenda Penguatan Keterampilan dan Pelindungan Pekerja ke Forum ASEAN


 Jakarta — Menteri Ketenagakerjaan Yassierli membawa agenda penguatan keterampilan dan pelindungan pekerja dalam 29th ASEAN Labour Ministers Meeting (ALMM) di Bangkok, Thailand, 26–27 Agustus 2026. Indonesia akan menyuarakan pentingnya menyiapkan tenaga kerja ASEAN menghadapi perubahan dunia kerja yang semakin cepat.

Perkembangan teknologi, kecerdasan buatan, digitalisasi, hingga perubahan kebutuhan industri menjadi tantangan bersama. Kondisi tersebut membutuhkan penguatan keterampilan, informasi pasar kerja, layanan ketenagakerjaan, serta pelindungan bagi pekerja. Isu tersebut sejalan dengan pembahasan tindak lanjut ASEAN Declaration on Promoting Competitiveness, Resilience and Agility of Workers for the Future of Work beserta dokumen panduannya.

“Perubahan dunia kerja tidak bisa kita hadapi sendiri. Indonesia harus ikut menentukan arah kerja sama ketenagakerjaan ASEAN agar transformasi yang terjadi membuka peluang bagi pekerja, bukan membuat mereka tertinggal, dan pada saat yang sama tetap memberikan pelindungan,” kata Menaker Yassierli melalui keterangan pers Biro Humas Kemnaker, Selasa (25/8/2026).

Selain membahas kesiapan tenaga kerja menghadapi masa depan dunia kerja, Indonesia juga akan membawa isu pelindungan pekerja, termasuk pekerja migran. Dalam forum ALMM, Indonesia akan menyampaikan perkembangan tindak lanjut sejumlah komitmen ASEAN. Di antaranya, isu pelindungan dan penempatan pekerja migran di sektor perikanan serta pelindungan pekerja migran dan anggota keluarganya dalam situasi krisis.

Indonesia juga akan memperkuat kerja sama dengan berbagai mitra internasional, termasuk International Labour Organization (ILO) dan International Organization for Migration (IOM). Kerja sama tersebut mencakup dukungan terhadap pengembangan keterampilan, layanan ketenagakerjaan, kerja layak, serta pelindungan pekerja migran.

“Kerja sama ASEAN harus menghasilkan manfaat nyata bagi pekerja. Bukan hanya membahas perubahan, tetapi memastikan pekerja memiliki kesempatan untuk meningkatkan keterampilan, memperoleh pekerjaan yang lebih baik, dan tetap terlindungi dalam menghadapi perubahan,” ujar Yassierli.

 

 

 

Sumber : https://kemnaker.go.id/news/detail/menaker-bawa-agenda-penguatan-keterampilan-dan-pelindungan-pekerja-ke-forum-asean 

Baca Terusannya »»  

Perkembangan Situasi dan Penanganan Bencana di Tanah Air per Tanggal 25 Agustus 2026

 

JAKARTA – Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) merangkum peristiwa bencana dan penanganan yang dilakukan pemerintah daerah dalam kurun waktu Senin (24/8) sampai Selasa (25/8) pukul 07.00 WIB. Berdasarkan laporan yang dihimpun, kebakaran hutan dan lahan (karhutla) terjadi di empat wilayah. Selain itu, satu kejadian banjir juga dilaporkan terjadi

Kejadian karhutla pertama dilaporkan terjadi di Desa Banyuasih, Kecamatan Cigeulis, Kabupaten Pandeglang, Provinsi Banten pada Minggu (23/8). Berdasarkan pendataan, peristiwa tersebut menghanguskan lahan seluas 6 hektare. 

Menindaklanjuti kejadian tersebut, BPBD Kabupaten Pandeglang mengerahkan satu unit mobil pemadam kebakaran untuk melakukan penanganan. Hingga Senin (24/8), api berhasil dipadamkan dan situasi di lokasi dinyatakan aman.

Peristiwa karhutla juga terjadi pada Senin (24/8), tepatnya di Desa Balanggala, Kecamatan Ampana Tete, Kabupaten Tojo Una-Una, Provinsi Sulawesi Tengah. Kebakaran tersebut berdampak pada lahan seluas sekitar 2 hektare.

Untuk penanganan, Tim Reaksi Cepat (TRC) BPBD Kabupaten Tojo Una-Una langsung melakukan asesmen di lokasi. Pemadaman dilakukan oleh tim gabungan yang terdiri atas TRC BPBD, pemadam kebakaran (Damkar), Polsek Ampana Tete, Koramil, Camat Ampana Tete, dan Kepala Desa Balanggala. Api berhasil dipadamkan pada Senin (24/8).

Pada hari yang sama, Senin (24/8) pukul 11.32 WIB, kebakaran lahan terjadi di area Jalan Pantai Tambak, Dusun Garumedang, Desa Sukamandi, Kecamatan Damar, Kabupaten Belitung Timur, Provinsi Kepulauan Bangka Belitung. Kebakaran tersebut berdampak pada lahan seluas lebih dari 5,1 hektare.

TRC Penanggulangan Bencana (TRC-PB) BPBD Kabupaten Belitung Timur segera menuju lokasi dengan mengerahkan empat personel beserta alat pelindung diri, sarana dan prasarana pemadaman karhutla, serta kendaraan Unit Dalmas. BPBD bersama tim gabungan melakukan upaya pemadaman dan pendinginan lahan, serta memantau dan memastikan keamanan wilayah sekitar. Api berhasil dipadamkan dan situasi di lokasi dinyatakan kondusif.

Karhutla juga melanda wilayah Kecamatan Watang Pulu, Kabupaten Sidenreng Rappang, Provinsi Sulawesi Selatan pada Senin (24/8). Titik kebakaran berada di Lingkungan 2 Bunga Wellu, Kelurahan Batu Lappa, dan Desa Lainungeng. Kebakaran tersebut berdampak pada lahan seluas 14 hektare, dengan rincian 3 hektare di Kelurahan Batu Lappa dan 11 hektare di Desa Lainungeng.

Menindaklanjuti kejadian tersebut, BPBD Kabupaten Sidenreng Rappang melakukan peninjauan lokasi dan asesmen, serta berkoordinasi dengan pemerintah setempat. Upaya pemadaman dilakukan bersama Tim Damkar. Hingga Senin (24/8), api di Kelurahan Batu Lappa telah berhasil dipadamkan, sementara di Desa Lainungeng masih terdapat beberapa titik api yang terus ditangani.

Tidak hanya kebakaran hutan dan lahan, banjir juga dilaporkan terjadi pada Senin (24/8) pukul 09.00 WITA di Kecamatan Kasimbar, Kabupaten Parigi Moutong, Provinsi Sulawesi Tengah. Banjir dipicu hujan dengan intensitas tinggi yang menyebabkan sungai meluap dan menggenangi permukiman warga.

Wilayah terdampak meliputi Desa Kasimbar Palapi, Desa Kasimbar Induk, serta Desa Kasimbar Selatan. Sebanyak 115 kepala keluarga terdampak dalam peristiwa ini. Dampak materiil meliputi satu unit fasilitas peribadatan, dua unit fasilitas pendidikan, satu fasilitas umum, serta empat hektare area perkebunan yang terdampak.

Merespons kejadian tersebut, BPBD Kabupaten Parigi Moutong berkoordinasi dengan instansi terkait dan melakukan asesmen serta kaji cepat di lokasi. Penanganan dilakukan bersama aparat desa dan masyarakat. Kondisi banjir belum surut dan pemantauan masih terus dilakukan oleh petugas gabungan.

BNPB mengimbau masyarakat untuk tetap waspada terhadap potensi karhutla dan banjir serta segera melaporkan kejadian kepada BPBD, pemadam kebakaran, atau aparat terdekat agar dapat segera ditindaklanjuti.

BNPB juga meminta pemerintah daerah untuk memastikan kesiapsiagaan personel, sarana, dan prasarana dalam menghadapi potensi bencana di wilayah masing-masing.




Sumber : https://bnpb.go.id/berita/perkembangan-situasi-dan-penanganan-bencana-di-tanah-air-per-tanggal-25-agustus-2026

 

 

Baca Terusannya »»  

Negara Hadir untuk Masyarakat, Presiden Prabowo Tegaskan Langkah Terpadu Pemerintah Hadapi Bencana

 


Presiden Prabowo Subianto menegaskan pemerintah telah mengerahkan upaya terpadu dalam menghadapi bencana serta kondisi iklim ekstrem. Salah satunya melalui penanganan kebakaran hutan dan lahan (karhutla) yang terjadi di sejumlah wilayah di Tanah Air.

“Kita bersyukur, saya sudah keliling ke beberapa tempat, saya cek sendiri, syukur alhamdulillah semua unsur, pemerintah daerah, K/L, K/L, kementerian-kementerian lembaga, TNI Polri, BNPB, lingkungan hidup, kementerian-kementerian kehutanan, semua bekerja secara efektif,” ucap Presiden dalam sambutannya pada Peluncuran Program Pembangkit Listrik Tenaga Surya (PLTS) 100 gigawatt peak (GWp) di PLTS Site Gilimanuk, Kabupaten Jembrana, Provinsi Bali, pada Selasa, 25 Agustus 2026.

Presiden Prabowo menyebut penanganan karhutla dilakukan melalui upaya terpadu lintas sektor dan didukung pengerahan sumber daya dalam jumlah besar. Hingga saat ini, pemerintah telah mengerahkan sejumlah armada helikopter dan pesawat serta ribuan personel untuk menangani karhutla di sejumlah wilayah di Tanah Air.

“Karena kita telah kerahkan kekuatan yang sangat besar, kita telah menunjukkan negara kita kuat, kita sekarang mengerahkan puluhan helikopter, belasan pesawat, berbagai teknik, ratusan bor air, ratusan pompa air, ribuan personel,” tuturnya.

Oleh karena itu, Presiden Prabowo optimistis penanganan karhutla dapat diselesaikan dalam waktu dekat. “Sekarang saya kira sudah mulai teratasi, termitigasi, di beberapa tempat saya kira saya berharap dalam 1-2 minggu ini bisa selesai semua,” ungkapnya.

Lebih lanjut, Presiden Prabowo menyampaikan apresiasi kepada seluruh jajaran yang terlibat dalam penanganan bencana. Menurutnya, upaya pemerintah tidak hanya dilakukan untuk menangani dampak kondisi iklim ekstrem dan karhutla, tetapi juga berbagai bencana lain yang terjadi di Tanah Air, termasuk bencana di Aceh dan gempa bumi di Nusa Tenggara Timur.

“Ini saya sampaikan pada kesempatan ini, karena kita walaupun kita menghadapi cobaan, walaupun kita menghadapi rintangan, hambatan, kita kuat, kita mampu, kita buktikan terus, bencana di Aceh kita selesaikan dalam waktu yang tidak mungkin diperkirakan oleh banyak pihak. Di NTT reaksi kita sangat cepat, sangat masif, di mana-mana negara kita hadir,” pungkasnya.

 

 

Sumber : https://presidenri.go.id/siaran-pers/negara-hadir-untuk-masyarakat-presiden-prabowo-tegaskan-langkah-terpadu-pemerintah-hadapi-bencana/ 


Baca Terusannya »»  

Dari Gilimanuk hingga Pulau Rengit, Program PLTS 100 GWp Dorong Kemandirian Energi Nasional

 


Dari waduk hingga pulau terpencil, Program PLTS 100 GWp membawa energi surya ke berbagai skala kebutuhan. Diluncurkan dari Gilimanuk, Bali, program ini menjadi langkah pemerintah memperkuat kemandirian energi sekaligus memperluas manfaat energi bersih bagi masyarakat.

Pemerintah resmi memulai Program PLTS 100 GWp melalui peluncuran dan groundbreaking di Gilimanuk, Bali, Selasa (25/8). Kegiatan ini terhubung secara hibrid dengan tiga proyek lain, yakni PLTS Terapung Gajah Mungkur di Jawa Tengah, PLTS Desa Sembur di Kepulauan Riau, dan PLTS Pulau Rengit di Bangka Belitung.

Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) Bahlil Lahadalia menyampaikan bahwa Program PLTS 100 GWp merupakan langkah strategis menuju kemandirian dan ketahanan energi nasional.

"Terlebih lagi, Indonesia sudah memiliki industri panel surya dan industri baterai penyimpanan listrik/BESS di dalam negeri, sehingga melalui PLTS 100 GWp kita betul-betul akan berdiri di atas kaki kita sendiri," ujar Bahlil.

Menurut Bahlil, sebagai negara tropis dengan paparan sinar matahari sepanjang tahun, Indonesia memiliki potensi besar untuk mengembangkan energi surya. Penguatan industri panel surya dan sistem penyimpanan energi baterai di dalam negeri menjadi salah satu fondasi dalam mendukung pelaksanaan program tersebut.

Program PLTS 100 GWp juga diarahkan memberikan dampak ekonomi dan lingkungan. Berdasarkan laporan Menteri ESDM, pemanfaatan energi surya melalui program ini berpotensi memberikan penghematan APBN lebih dari Rp73 triliun per tahun karena biaya listrik PLTS lebih rendah dibandingkan pembangkit diesel atau gas. Program tersebut juga diproyeksikan menghemat penggunaan diesel hingga 6 juta kilo liter per tahun secara nasional, termasuk 500 ribu kilo liter per tahun khusus di Bali.

"Proyek PLTS 100 GWp berpotensi menciptakan 5,52 juta lapangan kerja akumulatif (3,5 juta di industri panel surya & BESS, serta 2 juta di sektor konstruksi) dan mampu mengurangi emisi karbon sebesar 140,16 juta ton CO2 per tahun dengan nilai ekonomi karbon mencapai Rp6,31 triliun," tutur Bahlil.

Sebagai tahap awal pelaksanaan program, pemerintah meluncurkan 14 proyek PLTS di enam provinsi dengan total kapasitas sekitar 5,3 GWp. Proyek tersebut mencakup PLTS Gilimanuk berkapasitas 300 MWp, PLTS Terapung Gajah Mungkur sebesar 134 MWp, PLTS Desa Sembur 0,92 MWp, dan PLTS Pulau Rengit 0,078 MWp.

Pemanfaatan energi surya juga diarahkan untuk mendukung aktivitas masyarakat. PLTS Desa Sembur menjadi salah satu contoh penerapan energi surya untuk kegiatan ekonomi nelayan melalui penyediaan listrik bagi fasilitas cold storage berkapasitas 5 ton dan mesin pembuat es berkapasitas 4 ton.

Sementara itu, PLTS Pulau Rengit meningkatkan waktu nyala listrik masyarakat dari sebelumnya sekitar 12 jam menjadi 24 jam setiap hari. Proyek tersebut juga menurunkan Biaya Pokok Penyediaan (BPP) sekitar Rp4.400 per kWh atau 26 persen lebih rendah.

Presiden Republik Indonesia Prabowo Subianto dalam arahannya menegaskan komitmen pemerintah untuk mengejar target pembangunan energi surya tersebut. Presiden menyampaikan bahwa pembangunan 100 GWp energi surya menjadi target besar yang harus didukung melalui kerja sama kementerian, BUMN, dan berbagai pihak terkait.

"Kita akan membangun 100 gigawatt dan kita tidak main-main, target kita adalah 100 gigawatt dalam tiga tahun," kata Presiden Prabowo.

Presiden juga meminta jajaran pemerintah dan BUMN memperkuat kolaborasi untuk mendukung pencapaian target tersebut. Menurut Presiden, efisiensi dan pengelolaan keuangan negara menjadi bagian penting dalam mendukung pembangunan program berskala besar.

Dengan pengembangan energi surya dari proyek berskala besar hingga wilayah kepulauan, Program PLTS 100 GWp diarahkan menjadi bagian dari transformasi energi nasional. Program ini tidak hanya berfokus pada penambahan kapasitas listrik, tetapi juga pada penguatan industri dalam negeri, perluasan akses energi, dan penciptaan manfaat ekonomi bagi masyarakat

 

 

Sumber : https://esdm.go.id/id/media-center/arsip-berita/dari-gilimanuk-hingga-pulau-rengit-program-plts-100-gwp-dorong-kemandirian-energi-nasional 

Baca Terusannya »»  

Presiden Prabowo Optimistis PLTS 100 GWp Perkuat Kemandirian Energi Nasional

 


Presiden Prabowo Subianto menyampaikan optimismenya terhadap peluncuran program pembangkit listrik tenaga surya (PLTS) 100 gigawatt peak (GWp). Program ini merupakan langkah strategis pemerintah menuju kemandirian dan swasembada energi nasional.

“Saya tidak mau banyak bicara, tapi intinya 100 GW kita akan benar-benar menjadi bangsa yang berdiri di atas kaki kita sendiri. Kita tidak akan takut perkembangan apapun di bagian manapun dunia,” kata Presiden dalam sambutannya di Kabupaten Jembrana, Provinsi Bali, pada Selasa, 25 Agustus 2026.

Selain PLTS 100 GWp, dengan sumber energi lain yang dimiliki, Kepala Negara yakin Indonesia dapat memenuhi kebutuhan energi nasional secara mandiri. “Dengan geotermal yang kita punya, dengan ladang-ladang gas yang kita sudah ketemukan, dengan lifting minyak yang harus naik terus, kita tidak boleh impor lagi satu barrel pun minyak. Kita tidak boleh impor lagi, insyaallah dalam waktu sesingkat-singkatnya, satu tabung LPG pun kita tidak boleh impor lagi,” lanjutnya.

Pemerintah menargetkan PLTS 100 GWp dapat terealisasi dalam waktu tiga tahun. Pembangunan ini, menurut Presiden bukan sekadar target, melainkan harus diwujudkan melalui kerja nyata dan hasil yang dapat dibuktikan.

“Kita buktikan lagi, nanti tiga tahun lagi kita kumpul lagi. Kita sekarang selalu bicara dengan bukti,” ucap Presiden.

Kepala Negara pun optimistis swasembada energi nasional dapat dicapai lebih cepat dari target tiga tahun apabila seluruh pihak bekerja secara maksimal. “Terima kasih semua unsur, hari ini hari penting, kita launching dan saya percaya mungkin kurang dari tiga tahun kita akan sampai swasembada energi,” tandasnya.

 

 

Sumber ; https://presidenri.go.id/siaran-pers/presiden-prabowo-optimistis-plts-100-gwp-perkuat-kemandirian-energi-nasional/ 


Baca Terusannya »»  

Presiden Prabowo Ucapkan Selamat Memperingati Maulid Nabi, Dorong Semangat Berkarya untuk Kemajuan Bangsa

 


Presiden Prabowo Subianto menyampaikan ucapan selamat memperingati Maulid Nabi Muhammad SAW kepada seluruh umat Islam di Indonesia dan dunia. Hal tersebut disampaikan Presiden Prabowo saat meluncurkan program pembangkit listrik tenaga surya (PLTS) 100 gigawatt peak (GWp) yang diawali dengan 14 PLTS di 6 provinsi dengan kapasitas total 5,3 GWp di PLTS Site Gilimanuk, Kabupaten Jembrana, Provinsi Bali, pada Selasa, 25 Agustus 2026.

“Karena ini adalah Maulid Nabi, kelahiran Rasulullah kita, saya ucapkan selamat kepada seluruh umat Islam di seluruh dunia, juga di manapun saudara-saudara berada,” ujar Kepala Negara.

Lebih lanjut, Presiden Prabowo menekankan bahwa peringatan hari besar keagamaan harus diiringi dengan semangat untuk terus berkarya dan bekerja keras. Menurutnya, sebagai insan yang bertakwa, kewajiban kepada bangsa dan rakyat tidak hanya diwujudkan melalui doa, tetapi juga melalui kerja nyata.

“Di hari besar ini kita tetap bekerja karena kita juga menyadari bahwa kewajiban kita sebagai insan yang bertakwa, selain berdoa, selain kita selalu menjunjung tinggi junjungan kita dan agama kita, juga harus berkarya, kita harus bekerja keras untuk mengejar kemajuan nyata untuk rakyat kita,” ucap Presiden Prabowo.

Dalam kesempatan tersebut, Presiden Prabowo juga mengajak seluruh pihak untuk senantiasa memanjatkan puji syukur kepada Tuhan Yang Maha Kuasa atas berbagai karunia, kebaikan, dan berkah yang diberikan, termasuk kesempatan untuk menikmati perdamaian, kesehatan, serta dapat berkumpul dalam agenda peluncuran program PLTS 100 GWp.

“Sebagai insan yang bertakwa, marilah kita tidak henti-hentinya memanjatkan puji syukur kehadiran Tuhan Maha Besar, Tuhan Maha Kuasa, yang memiliki sekalian alam atas segala karunia, kebaikan, berkah yang diberikan kepada kita. Kita masih menikmati perdamaian, kita masih menikmati nafas dan kesehatan,” imbuh Presiden Prabowo.

 

 

 

Sumber : https://presidenri.go.id/siaran-pers/presiden-prabowo-ucapkan-selamat-memperingati-maulid-nabi-dorong-semangat-berkarya-untuk-kemajuan-bangsa/ 


Baca Terusannya »»  

Presiden Prabowo Luncurkan PLTS 100 GWp, Diawali 14 PLTS Berkapasitas 5,3 GWp

 


Presiden Prabowo Subianto secara resmi meluncurkan program pembangkit listrik tenaga surya (PLTS) 100 gigawatt peak (GWp) yang diawali dengan 14 PLTS di 6 provinsi dengan kapasitas total 5,3 GWp. Peluncuran program ini berlangsung di PLTS Site Gilimanuk, Kabupaten Jembrana, Provinsi Bali, pada Selasa, 25 Agustus 2026.

“Pada sore hari ini, Selasa, 25 Agustus 2026, dengan rahmat Tuhan Yang Maha Besar, saya Prabowo Subianto, Presiden Republik Indonesia dengan ini secara resmi saya luncurkan program pembangkit listrik tenaga surya 100 gigawatt peak diawali dengan 14 PLTS di 6 Provinsi Jawa Barat, Jawa Tengah, Jawa Timur, Bali, Kepulauan Bangka Belitung, dan Kepulauan Riau berkapasitas total 5,3 gigawatt peak,” ucap Presiden dalam pernyataan peresmian.

Dalam sambutannya, Presiden Prabowo menyampaikan apresiasi atas peluncuran PLTS 100 gigawatt untuk bangsa Indonesia. Kepala Negara pun menyampaikan keseriusan atas program ini yang ditargetkan mencapai 100 gigawatt dalam 3 tahun.

“Kita akan membangun 100 gigawatt. Kita tidak main-main, target kita adalah 100 gigawatt dalam 3 tahun,” kata Presiden.

Sementara itu, dalam laporannya, Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM), Bahlil Lahadalia, menyampaikan bahwa program ini merupakan program strategis yang berdampak positif secara signifikan pada sejumlah aspek. Melalui program ini, pemerintah dapat melakukan penghematan APBN, penghematan diesel, penciptaan lapangan kerja, hingga penurunan emisi karbon.

“Total investasinya dari 100 gigawatt adalah kurang lebih sekitar USD73 miliar atau setara dengan Rp1.140 triliun lebih. Dari total pekerjaan ini bisa kita melakukan efisiensi terhadap subsidi setiap tahun Rp73,9 triliun, bisa menciptakan lapangan pekerjaan kurang lebih sekitar 5,52 juta lapangan kerja,” kata Menteri ESDM.

Mengawali program PLTS 100 GWp, sebanyak 14 PLTS di 6 provinsi diluncurkan. Adapun keempat belas PLTS yang diluncurkan, yakni:

  1. PLTS Tembesi di Provinsi Kepulauan Riau;
  2. PLTS Pulau Sembur di Provinsi Kepulauan Riau;
  3. PLTS Pulau Rengit di Provinsi Kepulauan Bangka Belitung;
  4. PLTS Saguling di Provinsi Jawa Barat;
  5. PLTS Purwakarta di Provinsi Jawa Barat;
  6. PLTS Jatiluhur di Provinsi Jawa Barat;
  7. PLTS Cirata di Provinsi Jawa Barat;
  8. PLTS Jatigede di Provinsi Jawa Barat;
  9. PLTS Waduk Gajah Mungkur di Provinsi Jawa Tengah;
  10. PLTS Karangkates di Provinsi Jawa Timur;
  11. PLTS Madura di Provinsi Jawa Timur;
  12. PLTS Pasuruan di Provinsi Jawa Timur;
  13. PLTS Banyuwangi di Provinsi Jawa Timur; dan
  14. PLTS Site Gilimanuk di Provinsi Bali.

Program ini, kata Menteri ESDM, merupakan kerja bersama dari seluruh pihak termasuk kementerian/lembaga lain, TNI, dan Polri dalam mendorong terlaksananya program. “Saya ucapkan terima kasih kepada TNI, Polri, dan seluruh kementerian/lembaga yang telah membantu mendukung sehingga acara ini bisa terlaksana,” ujar Bahlil.

 

Sumber : https://presidenri.go.id/siaran-pers/presiden-prabowo-luncurkan-plts-100-gwp-diawali-14-plts-berkapasitas-53-gwp/ 


Baca Terusannya »»  

Sambutan Hangat Masyarakat Gumi Mekepung untuk Presiden Prabowo

 



Kedatangan Presiden Prabowo Subianto di Kabupaten Jembrana, Provinsi Bali, pada Selasa, 25 Agustus 2026, menghadirkan suasana berbeda di sepanjang jalan menuju lokasi kunjungan kerja. Antusiasme masyarakat mengiringi perjalanan Kepala Negara menuju PLTS Site Gilimanuk.

Sejak kendaraan yang membawa Presiden Prabowo melintas, warga tampak berjajar di sisi jalan. Anak-anak, pelajar, hingga orang tua turut menanti untuk menyambut langsung Presiden Prabowo yang datang ke wilayah berjuluk Gumi Mekepung tersebut.

Bendera Merah Putih berukuran kecil berkibar di tangan masyarakat. Sebagian warga juga membawa beragam papan bertuliskan pesan selamat datang dan ungkapan terima kasih. Bahkan, ada pula warga yang membawa miniatur Garuda Pancasila untuk menyambut Kepala Negara.

Dari atas kendaraan Maung yang ditumpanginya, Presiden Prabowo membalas hangat sambutan masyarakat. Presiden beberapa kali tampak melambaikan tangan kepada warga yang telah menunggu di sepanjang perjalanan.

Di sejumlah kesempatan, Presiden Prabowo juga menghampiri masyarakat. Kepala Negara menyempatkan diri untuk menyalami warga dari dekat, yang langsung disambut dengan antusias oleh mereka yang sejak awal menantikan kedatangan Presiden Prabowo.

“Selamat Datang di Gumi Mekepung,” demikian salah satu tulisan yang dibentangkan masyarakat menyambut kedatangan Presiden.

Sambutan warga juga diwarnai pesan mengenai energi bersih yang menjadi bagian dari agenda kunjungan kerja Presiden Prabowo di Jembrana. “Sukseme Bapak Presiden, Bali Energi Bersih,” tertulis pada salah satu papan yang dibawa warga.

Papan lainnya menyuarakan harapan masyarakat terhadap pemanfaatan energi surya di Pulau Dewata. “PLTS mewujudkan Bali yang Mandiri dan Berenergi,” serta “Terima Kasih Terwujudnya PLTS Bali,” menjadi beberapa pesan yang terlihat di sepanjang perjalanan Presiden Prabowo menuju Gilimanuk.

Kehadiran masyarakat menjadikan perjalanan menuju lokasi acara bukan sekadar rangkaian menuju agenda kunjungan kerja. Sapaan, lambaian tangan, hingga bendera Merah Putih yang berkibar menghadirkan interaksi hangat antara Presiden Prabowo dan masyarakat Jembrana.

 

 

Sumber : https://presidenri.go.id/siaran-pers/sambutan-hangat-masyarakat-gumi-mekepung-untuk-presiden-prabowo/ 

Baca Terusannya »»  

14 Daerah Jateng Berstatus Awas, Wagub Jateng Taj Yasin Dorong Modifikasi Cuaca

 


BATANG – Pemerintah Provinsi Jawa Tengah menyiapkan sejumlah langkah menghadapi ancaman kekeringan, yang diperkirakan masih berlangsung hingga September 2026.

Salah satu upaya yang didorong Wakil Gubernur Jawa Tengah Taj Yasin Maimoen adalah modifikasi cuaca. Hal itu untuk mengurangi dampak kekeringan yang berkepanjangan.

“Dengan harapan ini bisa mengurangi kekeringan panjang di tahun ini,” kata Taj Yasin, seusai memberikan mauidhah hasanah pada acara Dzikro Maulidurrosul Muhammad SAW di Ponpes Ar Roudloh Babadan, Limpung, Batang, Selasa (25/8/2026).

Dorongan tersebut disampaikan menyusul peringatan Badan Meteorologi Klimatologi dan Geofifika (BMKG) Stasiun Klimatologi Jawa Tengah, yang menetapkan 14 daerah dalam status Awas kekeringan meteorologis, untuk periode 21-31 Agustus 2026.

Ke-14 daerah tersebut yakni Demak, Kudus, Grobogan, Jepara, Pati, Rembang, Blora, Sragen, Karanganyar, Purworejo, Klaten, Magelang, Cilacap, dan Wonogiri.

Pihak BMKG juga memprakirakan seluruh wilayah Jawa Tengah masih berpeluang mengalami curah hujan rendah hingga akhir September, dengan awal September dipetakan sebagai fase paling kering.

Dalam kesempatan itu, Taj Yasin mengatakan, peringatan kekeringan juga harus menjadi momentum untuk memperbaiki pengelolaan air dalam jangka panjang. Salah satunya, dengan memastikan pembangunan tetap menyediakan ruang bagi air untuk meresap ke dalam tanah.

Tokoh yang akrab disapa Gus Yasin ini menyoroti pembangunan permukiman yang terlalu banyak menggunakan beton, sehingga mengurangi area resapan.

“Ini peringatan buat kita, bahwa ke depan kita harus membenahi infrastruktur tanah kita. Pori-porinya harus diperhatikan,” ujarnya.

Gus Yasin mendorong agar pembangunan perumahan tidak seluruhnya menutup permukaan tanah dengan beton. Menurutnya, keberadaan sumur biopori dan sumur resapan di lingkungan rumah, perlu diperbanyak.

Sementara, untuk menghadapi dampak kekeringan yang sudah terjadi, Pemprov Jateng melalui Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) menyiagakan armada truk tangki untuk mendistribusikan air bersih kepada masyarakat.

Wagub mengatakan, koordinasi juga dilakukan bersama pemerintah kabupaten/kota, terutama untuk memastikan ketersediaan air yang layak dikonsumsi bagi warga di wilayah terdampak. 

 

 

 

Sumber : https://jatengprov.go.id/publik/14-daerah-jateng-berstatus-awas-taj-yasin-dorong-modifikasi-cuaca/ 

Baca Terusannya »»  

Kemnaker Tegaskan Sinergi dengan ILO Hadapi Perubahan Dunia Kerja

 

Bangkok – Kementerian Ketenagakerjaan (Kemnaker) menegaskan komitmennya untuk terus bersinergi dengan International Labour Organization (ILO) dalam merespons perubahan dunia kerja sekaligus memperkuat pelindungan pekerja.

Komitmen tersebut ditegaskan Direktur Jenderal Pembinaan Hubungan Industrial dan Jaminan Sosial Tenaga Kerja (PHI dan Jamsos) Kemnaker, Indah Anggoro Putri, saat membacakan Country Statement pada agenda Open Session with ILO dalam Senior Labour Officials Meeting (SLOM) di Bangkok, Thailand, Selasa (25/8/2026).

Indah mengatakan, perubahan dunia kerja berlangsung cepat seiring perkembangan teknologi digital, perubahan demografi, dan dinamika ekonomi global. Kondisi tersebut berdampak langsung terhadap lanskap pasar kerja dan membutuhkan kebijakan ketenagakerjaan yang adaptif, sekaligus kolaborasi antarlembaga dan antarnegara.

"Atas nama Pemerintah Indonesia, izinkan saya menyampaikan apresiasi kepada ILO atas dukungan yang terus diberikan, khususnya melalui berbagai inisiatif memperkuat agenda pembangunan ketenagakerjaan nasional," ujar Indah.

Indah mengungkapkan, hubungan Indonesia dan ILO selama ini telah diwujudkan melalui berbagai program peningkatan kapasitas sumber daya manusia, termasuk bagi petugas layanan publik di bidang ketenagakerjaan. Sepanjang 2022–2026, program tersebut antara lain mencakup pelatihan Public Employment Services (PES) dan Start and Improve Your Business (SIYB), serta dukungan terhadap agenda strategis ketenagakerjaan di tingkat kawasan ASEAN.

"Ke depan, Indonesia menyambut terbuka perluasan cakupan kerja sama melalui pertukaran pengetahuan dan dialog kebijakan intensif untuk menjawab berbagai tantangan serta peluang di era future of work," katanya.

Salah satu prioritas yang disoroti Indonesia adalah optimalisasi implementasi Konvensi ILO No. 188 tentang Pekerjaan dalam Penangkapan Ikan yang telah diratifikasi Indonesia. Menurut Indah, penguatan pelindungan di sektor perikanan perlu mencakup tata kelola, standar Keselamatan dan Kesehatan Kerja (K3), pengawasan ketenagakerjaan, pemenuhan hak-hak dasar, serta jaminan sosial bagi awak kapal perikanan.

Di tingkat regional, Indonesia juga menekankan pentingnya kerja sama ASEAN-ILO yang fleksibel dan responsif terhadap kebutuhan negara anggota. Program yang dirancang diharapkan berorientasi pada hasil dan mampu menjawab kebutuhan ketenagakerjaan yang beragam di masing-masing negara.

"Indonesia berharap dapat terus menjalin hubungan erat dengan ILO dan seluruh negara anggota ASEAN dalam membangun pasar kerja yang kompetitif, tangguh, lincah, inklusif, serta siap mengantisipasi berbagai peluang maupun tantangan masa depan,"  kata Indah.

 

 

Sumber : https://kemnaker.go.id/news/detail/kemnaker-tegaskan-sinergi-dengan-ilo-hadapi-perubahan-dunia-kerja 

Baca Terusannya »»  

Kemnaker Usulkan Penguatan Pedoman Kesempatan Kerja Inklusif ASEAN

 

Bangkok — Kementerian Ketenagakerjaan (Kemnaker) mengusulkan penguatan pedoman kesempatan kerja inklusif di kawasan ASEAN melalui indikator yang dapat membantu mengukur penerapan inklusivitas di tempat kerja.

Direktur Jenderal Hubungan Industrial dan Jaminan Sosial Kemnaker Indah Anggoro Putri mengatakan, Indonesia memandang Guideline to Promote Inclusive Employment for Persons with Disabilities sebagai instrumen penting untuk memperkuat penerapan prinsip kesempatan kerja inklusif di negara-negara ASEAN.

“Pedoman ini penting untuk memastikan prinsip kesempatan kerja inklusif dapat diterapkan secara nyata dan memberikan manfaat bagi beragam kelompok pekerja,” ujar Indah dalam forum ketenagakerjaan ASEAN di Bangkok, Thailand, Selasa (25/8/2026).

Indah mengapresiasi proyek Vietnam-Jepang yang menitikberatkan pada implementasi pedoman, antara lain melalui identifikasi hambatan dalam mengakses pekerjaan, penguatan akomodasi yang layak, dan peningkatan aksesibilitas tempat kerja bagi beragam kelompok pekerja.

Menurutnya, efektivitas pedoman dapat diperkuat dengan memasukkan indikator yang membantu pengusaha mengukur penerapan inklusivitas dalam berbagai aspek ketenagakerjaan, mulai dari perekrutan, pengembangan karier, retensi, hingga partisipasi pekerja.

“Pedoman ini juga perlu mempertimbangkan mekanisme kerja sama tripartit agar pemerintah, pengusaha, dan organisasi pekerja memiliki peran dalam memantau penerapan praktik ketenagakerjaan yang inklusif,” katanya.

Indah meyakini pedoman tersebut berpotensi menjadi referensi bersama bagi negara-negara ASEAN dalam membangun pasar tenaga kerja yang inklusif dan tangguh menghadapi perubahan dunia kerja.

“Indonesia siap berkontribusi dan semakin memperkuat kerja sama ini dalam semangat saling belajar, solidaritas ASEAN, serta South-South and Triangular Cooperation (SSTC),” pungkasnya.

 

 


Sumber : https://kemnaker.go.id/news/detail/kemnaker-usulkan-penguatan-pedoman-kesempatan-kerja-inklusif-asean 

Baca Terusannya »»  

Kasus Yogi ‘Starlink’, Menkomdigi Tekankan Pembinaan dengan Tetap Hormati Proses Hukum

 


Menteri Komunikasi dan Digital (Menkomdigi) Meutya Hafid menegaskan bahwa Kementerian Komunikasi dan Digital (Komdigi) menghormati proses hukum yang sedang berjalan terhadap Yogi Gilang Arya Setia (39), warga Mentawai yang menjalani persidangan di Pengadilan Negeri Padang terkait penyediaan layanan internet berbasis jaringan Starlink. Komdigi tidak ingin melakukan intervensi, namun melihat perlunya langkah solutif melalui pembinaan.

“Tanpa mengurangi rasa hormat terhadap proses hukum yang sedang berjalan, kita juga tidak ingin melakukan intervensi. Ini bukan bagian dari intervensi. Namun demikian, dari Komdigi kami melihat ada dua sisi. Yang pertama, seseorang yang melakukan layanan internet memang perlu memiliki izin. Tetapi sisi yang kedua, di Desa Sikakap, Mentawai, memang ada kebutuhan masyarakat terhadap layanan internet yang kualitasnya lebih baik,” kata Meutya di Solo, Jawa Tengah, Selasa (25/08/2026).

Meutya menjelaskan, meskipun wilayah Sikakap, Mentawai, telah terjangkau jaringan 4G, ketersediaan infrastruktur pendukung masih menjadi tantangan. Salah satunya belum tersedianya jaringan serat optik atau fiber optic, sementara layanan 4G di wilayah tersebut juga masih bergantung pada satu operator.

“Kalau kita bicara coverage 4G, memang sudah ter-cover, tetapi yang belum ada adalah fiber optic. Jadi layanannya masih sulit dan kualitasnya juga berbeda dengan daerah lain. Operator 4G pun hanya satu, artinya mungkin secara layanan masyarakat masih bergantung pada satu operator. Sehingga ini tidak bisa kita pisahkan. Ada kebutuhan masyarakat untuk internet yang kualitasnya lebih bagus, di sisi lain ada kegiatan yang belum memiliki izin,” ujarnya.

Menurut Meutya, kedua sisi tersebut perlu dilihat secara bersamaan. Karena itu, Komdigi tidak melihat persoalan tersebut hanya dari aspek pelanggaran ketentuan, tetapi juga mempertimbangkan kebutuhan konektivitas masyarakat dan itikad baik warga yang berupaya menghadirkan layanan internet.

“Kalau kami di Komdigi, kami tidak pernah melihat ini menjadi satu bagian tersendiri. Sehingga yang kita lakukan adalah langkah-langkah solutif untuk melakukan pembinaan. Jadi, ketika ada masyarakat yang punya itikad baik membantu menghadirkan konektivitas, kita ingin mencari jalan agar kegiatan itu bisa menjadi legal dan berizin,” kata Meutya.

Meutya mengatakan, pendekatan pembinaan sejalan dengan semangat untuk mengedepankan langkah-langkah korektif sebelum penggunaan instrumen pidana. Menurutnya, proses hukum tetap dihormati dan berjalan sesuai kewenangan, sementara Komdigi menjalankan fungsi pembinaan sesuai kewenangannya.

“Menurut hemat kami, semangat KUHAP yang baru juga harusnya mengedepankan langkah-langkah pembinaan, dan langkah hukum pidana adalah solusi terakhir. Jadi, itu yang biasa kita lakukan. Di beberapa daerah lain juga ada kasus seperti ini, tetapi biasanya ketika Komdigi menemukan melalui pengawasan yang kami lakukan, kita lakukan pembinaan,” ujarnya.

Bentuk pembinaan, lanjut Meutya, dapat dilakukan dengan membantu masyarakat atau pelaku usaha memenuhi aspek perizinan. Komdigi juga dapat membantu menghubungkan mereka dengan penyelenggara jasa internet atau ISP yang telah memiliki izin, sehingga kegiatan tersebut dapat berjalan dalam ekosistem telekomunikasi yang resmi.

“Caranya bagaimana? Bisa jadi mereka kita bantu membuat izin. Bukan dipidana, tetapi dibantu membuat izin. Atau kita bantu juga untuk dikoneksikan atau diperbantukan dengan ISP-ISP yang sudah mendapat izin di daerah tersebut, sehingga dia menjadi bagian dari ekosistem atau reseller dari ISP tersebut,” jelas Meutya.

Meutya menegaskan, pendekatan tersebut tidak dimaksudkan untuk mengintervensi proses hukum yang sedang berjalan, melainkan merupakan bagian dari upaya Komdigi mencari solusi atas kebutuhan konektivitas masyarakat di Sikakap. “Sekali lagi, tanpa mengurangi rasa hormat terhadap proses hukum yang berlaku, kita ingin ada pendekatan-pendekatan atau solusi yang bisa dilakukan terhadap warga di Desa Sikakap yang punya itikad baik untuk konektivitas di sana. Kita ingin membantu agar kegiatan tersebut menjadi legal atau berizin,” ujar Meutya.

Menkomdigi menambahkan secara umum seluruh daerah desa di Indonesia sudah terdapat koneksi 4G. Namun yang belum semua adalah layanan fiber optik, yang akan terasa sekali ketika ingin menggunakan internet dengan kecepatan yang baik.

​"Yang kita lakukan kemarin juga kita sudah melelang frekuensi 1,4 GHz ya, untuk melakukan penetrasi ke rumah tangga melalui teknologi Fixed Wireless Access. Mereka yang menang lelang ini kita wajibkan untuk membangun di wilayah-wilayah terpencil," kata Menkomdigi Meutya Hafid.

Sehingga tidak hanya Kepulauan Mentawai, mungkin ada masukan untuk daerah-daerah lain yang menjadi bagian dalam program tersebut bagi pemenang lelang.

"Mudah-mudahan ini solusinya. Tentunya perlu waktu untuk membangun, tapi solusi dalam setahun itu mudah-mudahan bisa terasa di wilayah-wilayah yang saat ini memang belum memiliki layanan internet yang baik," ujar Meutya.

Meutya mengakui dalam pemanfaatan teknologi informasi banyak memicu inovasi dan kreatifitas di masyarakat. "Jadi di lapangan mungkin saja ada kejadian-kejadian inovasi dan kreativitas dalam rangka membantu masyarakat," katanya

Namun ia tetap mengimbau semuanya agar berizin dan dari Komdigi dapat membantu bagaimana supaya layanan atau inovasi tersebut berizin.

 

 

Sumber : https://www.komdigi.go.id/berita/siaran-pers/detail/kasus-yogi-starlink-menkomdigi-tekankan-pembinaan-dengan-tetap-hormati-proses-hukum 

Baca Terusannya »»  

Plt. Bupati Pati Risma Ardhi Chandra Resmikan Program Bedah Rumah Tak Layak Huni

 


PATI – Plt. Bupati Pati Risma Ardhi Chandra meresmikan dimulainya program bedah Rumah Tidak Layak Huni (RTLH) di Desa Sukoharjo, Kecamatan Margorejo, Selasa (25/8/2026). 

Program yang digelar Dinas Perumahan Rakyat dan Kawasan Permukiman (Disperkim) Kabupaten Pati bersama Forum Pengembang Perumahan Pati Indonesia (FPPPI) itu menyasar dua rumah warga.

Chandra mengatakan, program tersebut merupakan bentuk kepedulian nyata para pengembang perumahan terhadap masyarakat yang membutuhkan. Menurutnya, kegiatan itu sekaligus mendukung program Presiden berupa pembangunan 3 juta rumah.

“Ini bukan pertama kalinya rumah tidak layak huni dibedah oleh teman-teman FPPPI. Ini wujud kepedulian nyata dari para pengembang, sekaligus bentuk dukungan terhadap program Presiden 3 Juta Rumah,” ujar Chandra.

Ia juga meminta pelaku usaha perumahan menjaga integritas dan kualitas dalam menjalankan bisnis di Kabupaten Pati. Kualitas hunian, kata dia, harus menjadi perhatian agar rumah yang dibangun dapat bertahan lama dan memberikan manfaat bagi masyarakat.

“Kami tadi sudah memberikan arahan kepada para pengembang untuk melaksanakan usaha pengembangan perumahan dengan hati yang ikhlas dan tulus. Supaya kualitas rumah untuk masyarakat ini bagus dan bisa dirasakan dalam jangka waktu yang lama,” kata Chandra.

Program tersebut tidak berhenti pada dua rumah yang dibedah kali ini. Chandra menyebut kegiatan serupa akan terus dikembangkan oleh para pengembang di wilayah lain di Kabupaten Pati.

“Hari ini ada dua rumah yang dibedah dan tentunya program ini terus akan dikembangkan oleh teman-teman pengembang perumahan di tempat-tempat lain di Kabupaten Pati,” ujarnya.

Chandra juga mendorong pelaku usaha dari sektor lain ikut mengambil bagian dalam membantu masyarakat kurang mampu. Ia menilai kebutuhan terhadap dukungan sosial masih cukup besar dan tidak hanya dapat ditangani oleh pemerintah.

“Kabupaten Pati ini masih perlu uluran tangan dari para pengusaha, tidak hanya pengembang perumahan, tetapi pengusaha-pengusaha lain di Kabupaten Pati untuk membantu masyarakat yang kurang mampu,” tutur Chandra.

Menurut Chandra, kolaborasi antara pemerintah, dunia usaha, dan masyarakat menjadi modal penting dalam memperkuat kepedulian sosial di Kabupaten Pati. Kegiatan bedah rumah tersebut menjadi salah satu bentuk kerja sama langsung yang manfaatnya dapat dirasakan warga.

“Ini bukti bahwa Pati masih banyak orang yang peduli dengan sesama. Sekali lagi terima kasih. Ini wujud kerja sama yang nyata antara pelaku usaha dengan masyarakat Kabupaten Pati,” tutur Chandra.

Peletakan batu pertama program bedah RTLH berlangsung di kediaman Supri, RT 4 RW 4, Dukuh Gambiran, Desa Sukoharjo. Kegiatan tersebut juga dihadiri Pj. Sekretaris Daerah Kabupaten Pati, Kepala Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (DPUTR), Kepala Dinas Lingkungan Hidup (DLH), serta jajaran pengurus dan anggota FPPPI.

Baca Terusannya »»  

PLTS Gajah Mungkur Mulai Dibangun, Diproyeksi Hasilkan Listrik 218 GWh

 


WONOGIRI — Pembangkit Listrik Tenaga Surya (PLTS) Terapung Gajah Mungkur mulai dibangun di Kabupaten Wonogiri, Jawa Tengah. Pembangkit listrik tersebut diproyeksi mampu menghasilkan sekitar 218 GWh listrik per tahun, saat beroperasi pada akhir 2027.

Groundbreaking PLTS Terapung Gajah Mungkur dilakukan serentak dengan peluncuran Program PLTS 100 GWp, yang dipimpin Presiden RI Prabowo dari Bali, Selasa (25/8/2026). Ada sebanyak 14 PLTS dengan total kapasitas mencapai 5,2 gigawatt peak (GWp) yang diluncurkan saat itu, salah satunya PLTS Terapung Gajah Mungkur.

Di Wonogiri, kegiatan dihadiri Gubernur Jawa Tengah, Ahmad Luthfi, bersama jajaran pemerintah daerah, PT PLN, pengelola sumber daya air, dan pengembang proyek.

“Hari ini kita melakukan groundbreaking terkait dengan PLTS. Di Jawa Tengah ini adalah salah satu PLTS yang terbesar di Wonogiri, dengan kapasitas 134 megawatt peak,” kata Luthfi.

Ditambahkan, saat beroperasi, PLTS Gajah Mungkur diproyeksikan menghasilkan sekitar 218 GWh listrik per tahun. Jumlah itu setara sekitar 37 persen kebutuhan listrik Kabupaten Wonogiri dalam satu tahun.

Luthfi menyebut investasi pembangunan PLTS Terapung Gajah Mungkur mencapai sekitar Rp1,6 triliun, dan ditargetkan dapat beroperasi pada 2027.

Menurut gubernur, pengembangan energi baru terbarukan akan menjadi salah satu prioritas Jawa Tengah, untuk mengurangi ketergantungan terhadap energi fosil.

General Manager PT PLN Unit Induk Distribusi (UID) Jawa Tengah, Bramantyo Anggun Pambudi menjelaskan, listrik dari PLTS Gajah Mungkur nantinya disalurkan melalui jaringan 150 kilovolt menuju Gardu Induk Nguntoronadi, yang berjarak sekitar 11,7 kilometer.

Setelah masuk jaringan interkoneksi Jawa-Madura-Bali, listrik tersebut tidak hanya digunakan di kawasan sekitar Waduk Gajah Mungkur.

“Ketika listrik tersebut sudah masuk ke jaringan interkoneksi, maka listrik tersebut tidak khusus untuk berada di sekitaran daerah tersebut. Itu juga bisa disalurkan ke semua daerah di jaringan yang tersambung dengan interkoneksi,” kata Bramantyo.

Sementara, Direktur Operasi Pembangkit Gas PT PLN Indonesia Power, Daniel Eliawardhana mengatakan, persiapan dan aspek teknis proyek saat ini sedang dilakukan.

“Secara target waktu sesuai yang disampaikan Pak Gubernur tadi, kita akhir tahun 2027 ini sudah bisa beroperasi setara 134 megawatt peak,” ujarnya.

Selain Gajah Mungkur, pengembangan PLTS di Jawa Tengah juga direncanakan di Waduk Kedung Ombo dengan kapasitas sekitar 100 MWac. Proyek lain dengan kapasitas sekitar 7,4 MW juga disiapkan di Karimunjawa.

Pembangunan PLTS Gajah Mungkur merupakan bagian dari Program PLTS 100 GWp yang dikembangkan pemerintah secara nasional, untuk memperkuat ketahanan dan kemandirian energi.

Presiden Prabowo Subianto menegaskan pemerintah serius mengejar pembangunan pembangkit listrik tenaga surya tersebut. Dia menargetkan kapasitas PLTS 100 GWp tersebut dapat dibangun dalam tiga tahun.

Menurut Prabowo, pengembangan energi tersebut menjadi bagian dari upaya Indonesia memperkuat kemandirian energi.

Menteri Energi Sumber Daya Mineral (ESDM), Bahlil Lahadalia menyebut, Program PLTS 100 GWp secara nasional diperkirakan membutuhkan investasi sekitar 73 miliar dolar AS, atau lebih dari Rp1.140 triliun.

Program tersebut diproyeksikan menciptakan sekitar 5,52 juta lapangan kerja, sekaligus menghasilkan efisiensi subsidi energi sekitar Rp73,9 triliun per tahun.

Khusus PLTS Terapung Gajah Mungkur, area panel direncanakan menempati kurang dari 5 persen dari luas Waduk Gajah Mungkur yang mencapai sekitar 5.600 hektare. Tata letaknya disiapkan dengan mempertimbangkan perubahan muka air waduk, serta tetap mempertahankan jalur aktivitas masyarakat dan nelayan.

Pada tahap konstruksi, proyek ini juga diperkirakan membutuhkan sekitar 150 hingga 250 tenaga pendukung, yang dapat direkrut dari masyarakat lokal melalui kontraktor. 

 

 

Sumber : https://jatengprov.go.id/publik/plts-gajah-mungkur-mulai-dibangun-diproyeksi-hasilkan-listrik-218-gwh/ 

Baca Terusannya »»