Cari Blog Ini

Sabtu, 11 Juli 2026

Spanyol 2-1 Belgia: La Roja Tantang Prancis

 


TVRINews - Los Angeles, Amerika Serikat Kemenangan dramatis ini membawa La Roja kembali menembus empat besar Piala Dunia untuk pertama kalinya sejak menjadi juara Piala Dunia pada edisi 2010.

Spanyol memastikan tempat di semifinal Piala Dunia 2026 setelah menundukkan Belgia dengan skor 2-1 pada laga perempat final yang berlangsung di Los Angeles Stadium, California, Amerika Serikat, Jumat (10/7/2026) waktu setempat atau Sabtu (11/7/2026) dini hari WIB. 

Kemenangan dramatis ini membawa La Roja kembali menembus empat besar Piala Dunia untuk pertama kalinya sejak menjadi juara dunia pada edisi 2010.

Tim asuhan Luis de la Fuente membuka keunggulan pada menit ke-30 melalui gelandang Fabian Ruiz. Gol berawal dari upaya Dani Olmo yang mampu ditepis kiper Belgia, Thibaut Courtois. Bola muntah kemudian disambar Ruiz menjadi gol pembuka untuk membawa Spanyol unggul 1-0.

Belgia tidak tinggal diam. Tim asuhan Rudi Garcia berhasil menyamakan kedudukan pada menit ke-41 lewat sundulan Charles De Ketelaere. Penyerang Atalanta itu memanfaatkan umpan silang Timothy Castagne dan sekaligus menjadi pemain pertama yang mampu membobol gawang Spanyol di Piala Dunia 2026 setelah La Roja mencatat rekor tanpa kebobolan sejak fase grup.

Pertandingan berlangsung terbuka sejak awal. Spanyol lebih banyak menguasai bola dan terus menekan melalui kombinasi Lamine Yamal, Dani Olmo, serta Mikel Oyarzabal. Belgia beberapa kali mengancam lewat kecepatan Jeremy Doku dan kreativitas Kevin De Bruyne yang berperan sebagai kapten setelah Youri Tielemans mengalami cedera hamstring saat pemanasan dan batal bermain.

Memasuki babak kedua, kedua tim sama-sama menciptakan peluang berbahaya. Courtois beberapa kali melakukan penyelamatan penting sebelum akhirnya mengalami cedera paha dan harus meninggalkan lapangan dalam keadaan emosional pada pertengahan babak kedua. Posisinya digantikan Senne Lammens.

Pergantian kiper tersebut menjadi salah satu titik balik pertandingan. Saat laga tampak akan berlanjut ke perpanjangan waktu, Spanyol mencetak gol kemenangan pada menit ke-88 melalui pemain pengganti Mikel Merino. 

Berawal dari tembakan jarak jauh Pau Cubarsi yang gagal diamankan sempurna oleh Lammens, bola liar langsung disambar Merino menjadi gol yang mengubah skor menjadi 2-1. Gol tersebut juga menjadi gol penentu kedua secara beruntun bagi Merino setelah sebelumnya ia mencetak gol kemenangan atas Portugal di babak 16 besar.

Belgia berusaha membalas pada sisa waktu pertandingan. Masuknya Romelu Lukaku membuat lini pertahanan Spanyol sempat berada di bawah tekanan. Namun, duet bek Pau Cubarsi dan Aymeric Laporte bersama kiper Unai Simon mampu mempertahankan keunggulan hingga peluit panjang dibunyikan.

Dalam laga semifinal, Spanyol sudah ditunggu Prancis yang sehari sebelumnya menyingkirkan Maroko dengan skor 2-0. Duel dua raksasa Eropa tersebut diprediksi menjadi salah satu laga paling bergengsi di Piala Dunia 2026.

Rekaman Pertandingan

8 Besar

SPANYOL 2-1 BELGIA

Waktu: Jumat, 10 Juli 2026

Tempat: Los Angeles Stadium

Penonton: 70.492 

Wasit: Michael Oliver (Inggris)

Gol: 1-0 Fabian Ruiz 30', 1-1 Charles De Ketelaere 41', 2-1 Mikel Merino 88'

Penguasaan Bola: 67%-32%

Tembakan: 17-5

Tembakan ke Gawang: 8-2

Sepak Pojok: 5-1

Off-side: 3-1

Pelanggaran: 13-18

Kartu Kuning: 2-2 (Pau Cubarsi 43', Aymeric Laporte 90'+3'/Kevin de Bruyne 85', Axel Witsel 90'+5')

Kartu Merah: -

Susunan Pemain

SPANYOL (4-2-3-1): 23-Unai Simon; 12-Pedro Porro, 22-Pau Cubarsi, 14-Aymeric Laporte, 24-Marc Cucurella; 16-Rodri, 8-Fabian Ruiz (20-Pedri 55'); 19-Lamine Yamal, 10-Dani Olmo (6-Mikel Merino 86'), 15-Alex Baena (7-Ferran Torres 55'); 21-Mikel Oyarzabal (17-Nico Williams 79')

Cadangan: 1-David Raya, 13-Joan Garcia, 2-Marc Pubill, 3-Alex Grimaldo, 4-Eric Garcia, 5-Marcos Llorente, 6-Mikel Merino, 20-Pedri, 9-Gavi, 11-Yeremy Pino, 7-Ferran Torres, 17-Nico Williams, 18-Martin Zubimendi, 25-Victor Munoz, 26-Borja Iglesias

Pelatih: Luis de la Fuente

BELGIA (4-2-3-1): 1-Thibaut Courtois (12-Senne Lammens 71'); 21-Timothy Castagne, 25-Nathan Ngoy, 4-Brandon Mechele, 5-Maxim De Cuyper (18-Joaquin Seys 61'); 23-Nicolas Raskin, 20-Hans Vanaken (9-Romelu Lukaku 60'); 11-Jeremy Doku, 7-Kevin De Bruyne (22-Alexis Saelemaekers 86') 22-Alexis Saelemaekers, 10-Leandro Trossard (6-Axel Witsel 60'); 17-Charles De Ketelaere

Cadangan: 12-Senne Lammens, 13-Mike Penders, 3-Arthur Theate, 15-Thomas Meunier, 16-Koni De Winter, 18-Joaquin Seys, 6-Axel Witsel, 19-Diego Moreira, 9-Romelu Lukaku, 14-Dodi Lukebakio, 22-Alexis Saelemaekers, 26-Matias Fernandez-Pardo, 8-Youri Tielemans

Pelatih: Rudi Garcia

 

 

Sumber : https://pialadunia.tvrinews.com/read/pd_ehckfd99r1/spanyol-2-1-belgia-la-roja-tantang-prancis 

Baca Terusannya »»  

Jumat, 10 Juli 2026

Hasil Practice MotoGP Jerman 2026: Marc Marquez Tercepat

 

SPORT.DETIK.COM Sachsenring - Marc Marquez jadi yang tercepat dalam practice MotoGP Jerman 2026. Pebalap Ducati ini ungguli Raul Fernandez dan Fabio Di Giannantonio.

Practice MotoGP Jerman 2026 berlangsung di Sirkuit Sachsenring, Jerman, Jumat (10/7/2026) sore WIB. Marco Bezzecchi langsung melesat untuk jadi yang tercepat.

Bezzecchi menorehkan catatan waktu 1 menit 20 menit, 605 detik. Catatan waktu pebalap Aprillia Gresini ini tak tersentuh hingga 10 menit awal sesi practice.

Marc Marquez di posisi kedua. Pebalap asal Spanyol lebih lambat 0,112 detik dari Bezzecchi dengan catatan waktu 1 menit 20,727 detik.

Bezzecchi bahkan mampu memperbaiki catatan waktunya. Ia mempertajam catatan waktunya menjadi 1 menit 20,535 detik.

Fabio Di Giannantonio mampu menggusur Bezzecchi dari urutan teratas. Ia mampu menorehkan catatan waktu yang lebih baik dengan 1 menit 20, 104 detik.

Marc Marquez mengambil alih posisi teratas dengan catatan waktu 1 menit 19, 841 detik. Tak lama berselang, Di Giannantonio memperbaiki torehan waktunya dengan 1 menit 19, 674 detik untuk kembali ke posisi teratas.

Pada akhir sesi practice, Marc Marquez gaspol untuk jadi yang tercepat. Ia menorehkan catatan waktu terbaik 1 menit 19,394 detik.

Raul Fernandez menyodok ke peringkat kedua. Ia lebih lambat 0,166 detik dari Marquez. Di Giannantonio harus puas akhir sesi practice di posisi ketiga.

 

Hasil Practice MotoGP Jerman 2026:  

PosPebalapTimCatatan Waktu
1Marc MarquezDucati Lenovo (GP26)1'19.394s
2Raul FernandezTrackhouse Aprilia (RS-GP26)+0.166s
3Fabio Di GiannantonioPertamina VR46 Ducati (GP26)+0.280s
4Alex MarquezBK8 Gresini Ducati (GP26)+0.317s
5Jack MillerPramac Yamaha (YZR-M1)+0.447s
6Ai OguraTrackhouse Aprilia (RS-GP26)+0.512s
7Marco BezzecchiAprilia Racing (RS-GP26)+0.602s
8Jorge MartinAprilia Racing (RS-GP26)+0.617s
9Pedro AcostaRed Bull KTM (RC16)+0.632s
10Franco MorbidelliPertamina VR46 Ducati (GP25)+0.638s
11Enea BastianiniRed Bull KTM Tech3 (RC16)+0.651s
12Brad BinderRed Bull KTM (RC16)+0.674s
13Francesco BagnaiaDucati Lenovo (GP26)+0.738s
14Luca MariniHonda HRC Castrol (RC213V)+0.820s
15Fabio QuartararoMonster Yamaha (YZR-M1)+0.824s
16Joan MirHonda HRC Castrol (RC213V)+0.834s
17Diogo MoreiraPro Honda LCR (RC213V)*+0.928s
18Maverick ViñalesRed Bull KTM Tech3 (RC16)+1.157s
19Toprak RazgatliogluPramac Yamaha (YZR-M1)*+1.467s
20Alex RinsMonster Yamaha (YZR-M1)+1.620s
21Cal CrutchlowCastrol Honda LCR (RC213V)+1.727s


 

 Sumber : https://sport.detik.com/moto-gp/d-8568945/hasil-practice-motogp-jerman-2026-marc-marquez-tercepat

 


Baca Terusannya »»  

Menkomdigi Meutya Hafid : Transformasi Digital Harus Perkuat Bahasa Lokal dan Pengetahuan Adat

 

 

Indonesia menempatkan transformasi digital sebagai instrumen untuk memperkuat kebudayaan sekaligus memperluas kesejahteraan masyarakat. Menteri Komunikasi dan Digital Meutya Hafid menegaskan teknologi digital harus menjadi ruang bagi bahasa daerah, pengetahuan masyarakat adat, dan komunitas lokal untuk tumbuh bersama kemajuan teknologi.

Pernyataan tersebut disampaikan Meutya dalam WSIS Forum 2026 Ministerial Roundtable, Jumat (10/07/2026). Menurutnya, keberhasilan transformasi digital tidak hanya diukur dari kemajuan teknologi atau besarnya nilai ekonomi digital, tetapi juga dari kemampuannya menjaga keberagaman budaya, memperluas akses, dan menciptakan manfaat yang setara bagi seluruh masyarakat.

"Teknologi digital harus menjadi jembatan antara inovasi dan kebudayaan. Bahasa lokal, pengetahuan adat, dan komunitas lokal harus menjadi bagian dari masa depan digital," ujar Meutya.

Dalam forum tersebut, Indonesia juga menegaskan pentingnya kolaborasi internasional untuk mempercepat pemerataan manfaat transformasi digital. Penguatan kapasitas sumber daya manusia, transfer teknologi, pendanaan berkelanjutan, serta keterlibatan negara berkembang dalam tata kelola digital global dinilai menjadi kunci agar transformasi digital berlangsung lebih inklusif.

Meutya Hafid menjelaskan Indonesia terus memperkuat fondasi transformasi digital melalui pembangunan infrastruktur, peningkatan kecakapan digital, penguatan tata kelola data, keamanan siber, infrastruktur digital publik, serta pemanfaatan teknologi baru. Seluruh langkah tersebut diselaraskan dengan Agenda Pembangunan Berkelanjutan 2030 untuk menghadirkan layanan publik yang semakin berkualitas dan mudah diakses.

Komitmen tersebut diwujudkan melalui pengoperasian Satelit SATRIA-1, optimalisasi jaringan Palapa Ring, dan perluasan layanan 5G yang memperkuat konektivitas di seluruh wilayah Indonesia.

"Namun, tujuan akhirnya bukan sekadar menghadirkan konektivitas. Transformasi digital harus menciptakan produktivitas, membuka peluang ekonomi, dan meningkatkan kualitas hidup masyarakat," kata Meutya.

Indonesia juga terus memperkuat ekonomi digital yang kini bernilai sekitar 100 miliar dolar AS atau hampir sepertiga ekonomi digital ASEAN, dengan target mencapai 200 miliar dolar AS pada 2030.

Sejalan dengan pertumbuhan tersebut, pemerintah memastikan ruang digital tetap aman melalui PP Nomor 17 Tahun 2025 tentang Tata Kelola Penyelenggaraan Sistem Elektronik dalam Pelindungan Anak (PP TUNAS) yang mewajibkan platform digital menerapkan verifikasi usia, klasifikasi risiko layanan, dan perlindungan yang lebih kuat bagi anak.

Indonesia juga menegaskan bahwa pengembangan kecerdasan artifisial harus berpusat pada manusia, dijalankan secara etis, transparan, akuntabel, serta menghormati privasi, hak asasi manusia, dan keberagaman budaya sebagai fondasi transformasi digital yang berkelanjutan.



Sumber : https://www.komdigi.go.id/berita/siaran-pers/detail/menkomdigi-transformasi-digital-harus-perkuat-bahasa-lokal-dan-pengetahuan-adat


Baca Terusannya »»  

Pertegas Persahabatan Indonesia-Iran, Menlu RI Bertemu Menlu Iran di Tengah Dinamika Kawasan

 


Mashhad, Iran, 10 Juli 2026 – Menteri Luar Negeri Republik Indonesia, Sugiono, melakukan kunjungan kerja ke Mashhad, Republik Islam Iran, dan bertemu dengan Menteri Luar Negeri Iran, Y.M. Seyyed Abbas Araghchi. Pertemuan tersebut dilakukan bersamaan dengan kehadiran Menlu RI dan Ketua MPR RI beserta delegasi ulama Indonesia pada rangkaian acara pemakaman dan penghormatan terakhir kepada Y.M. Ayatollah Seyyed Ali Khamenei, Pemimpin Tertinggi Iran.

Dalam pertemuan bilateral, kedua Menteri Luar Negeri menegaskan komitmen untuk terus memperkuat hubungan Indonesia–Iran melalui peningkatan kerja sama yang lebih konkret di berbagai bidang prioritas. Menlu RI juga mendorong optimalisasi mekanisme bilateral yang telah ada guna memajukan implementasi berbagai kerja sama yang memberikan manfaat nyata bagi masyarakat kedua negara.

Kedua Menteri turut bertukar pandangan mengenai perkembangan situasi regional dan global, serta menegaskan pentingnya penyelesaian berbagai konflik melalui dialog, diplomasi, penghormatan terhadap kedaulatan negara, dan hukum internasional.

Selain Menlu RI dan Ketua MPR RI, delegasi Indonesia juga terdiri dari Ketua Umum PBNU dan Ketua PP Muhammadiyah. Membawa misi perdamaian dan solidaritas antarnegara, keterlibatan tokoh-tokoh ini mencerminkan penghormatan mendalam dari seluruh elemen bangsa Indonesia untuk masyarakat Iran.

Delegasi juga melakukan pertemuan dengan Ketua Parlemen Iran, Mohammad Bagher Ghalibaf. Pertemuan tersebut menegaskan komitmen kedua negara untuk memperkuat diplomasi parlemen, meningkatkan pertukaran antarparlemen, serta mempererat hubungan antar masyarakat sebagai fondasi penting bagi kemitraan Indonesia–Iran.

Sebagaimana diketahui, Pemerintah Iran menyampaikan undangan kepada Pemerintah Indonesia untuk memberikan penghormatan terakhir kepada almarhum Y.M. Ayatollah Seyyed Ali Khamenei di kompleks Makam Imam Reza, Mashhad. Delegasi Indonesia merupakan delegasi resmi pertama yang memberikan penghormatan di makam mendiang.

Kunjungan yang dilakukan di tengah semakin dinamisnya situasi di kawasan mencerminkan eratnya hubungan persahabatan Indonesia dan Iran yang telah terjalin selama puluhan tahun, sekaligus menegaskan konsistensi politik luar negeri Indonesia yang bebas dan aktif dalam membangun kemitraan dengan seluruh negara serta mendorong perdamaian, stabilitas, dan kerja sama internasional. 

 

Sumber : https://kemlu.go.id/berita/pertegas-persahabatan-indonesia-iran-menlu-ri-bertemu-menlu-iran-di-tengah-dinamika-kawasan?type=publication


Baca Terusannya »»  

Ribuan Pengrajin Berkumpul di Makassar, Ketua Umum Dekranas, Selvi Gibran Rakabuming : Dekranas Adalah Rumah Bersama

 

Makassar, InfoPublik - Suasana hangat dan penuh semangat mewarnai pembukaan Pameran Hari Ulang Tahun (HUT) ke-46 Dewan Kerajinan Nasional (Dekranas) di Trans Studio Mall (TSM) Makassar, Jumat (10/7/2026). Ribuan pengurus Dekranasda, perajin, dan pelaku UMKM dari berbagai daerah di Indonesia berkumpul dalam satu ruang untuk merayakan karya sekaligus memperkuat jejaring antardaerah.

Ketua Umum Dekranas, Selvi Gibran Rakabuming, yang membuka secara resmi pameran tersebut, menyampaikan apresiasinya kepada Provinsi Sulawesi Selatan atas kesiapan menjadi tuan rumah HKG PKK ke-54 dan puncak peringatan HUT ke-46 Dekranas.

Di hadapan para peserta yang memadati area pameran, Selvi juga mengungkapkan rasa bangganya melihat antusiasme para ketua dan pengurus Dekranasda dari seluruh provinsi, kabupaten, dan kota yang hadir di Kota Makassar.

“Dekranas menjadi rumah bagi pengrajin seluruh Indonesia, hari ini bukti 3000 yang hadir. Sudah 46 tahun Dekranas menjadi wadah pengrajin seluruh Indonesia,” ucapnya.

Menurut Selvi, kekayaan alam dan budaya yang dimiliki Indonesia merupakan modal besar untuk terus mengembangkan industri kerajinan nasional. Beragam produk kriya dan wastra dari berbagai daerah menjadi bukti kreativitas masyarakat yang terus tumbuh dan berkembang.

“Indonesia sangat kaya akan keberagaman sumber daya alam, jangan lelah memberikan suppor, ide kreatif untuk membantu umkm seluruh Indonesia untuk mengembangkan produk kerajinannya.

Dekranas dan Dekranasda tidak hanya penyelenggara acara saja tapi ikut memberikan akses pelatihan, strategi pemasaran,” ujarnya.

Pameran HUT Dekranas tahun ini tidak hanya menjadi ajang menampilkan produk unggulan daerah, tetapi juga ruang pertemuan bagi para perajin untuk saling berbagi pengalaman, memperluas jaringan, dan membuka peluang pasar yang lebih luas.

Sebagai tuan rumah, Sulawesi Selatan turut menunjukkan kesiapannya menyambut ribuan tamu dari seluruh Indonesia. Ketua Dekranasda Provinsi Sulawesi Selatan, Naoemi Octarina, mengaku bangga atas kepercayaan yang diberikan kepada daerahnya.

Menurut Naoemi, momen tersebut memiliki arti khusus karena menjadi kali pertama Sulawesi Selatan dipercaya menjadi tuan rumah kegiatan besar Dekranas.

“Ini kehormatan bagi kami menyambut bapak ibu, dan kepercayaan yang diberikan kepada kami, momen ini bukan hanya kolaborasi tapi bukti daerah kami dalam mendukung ekonomi kreatif Indonesia. Ini juga yang pertama untuk Sulsel mendapat kepercayaan tuan rumah,” ungkapnya.

Perayaan HUT ke-46 Dekranas menjadi pengingat bahwa selama puluhan tahun organisasi ini telah menjadi rumah bersama bagi para perajin Indonesia. Di tengah tantangan dan perubahan zaman, semangat untuk menjaga warisan budaya sekaligus mengembangkan produk kerajinan tetap hidup melalui karya-karya yang lahir dari berbagai penjuru Nusantara.

 

 

Sumber : https://infopublik.id/kategori/nasional-ekonomi-bisnis/978124/ribuan-pengrajin-berkumpul-di-makassar-selvi-gibran-dekranas-adalah-rumah-bersama 


Baca Terusannya »»  

FESyar KTI 2026: Momentum Perkuat Posisi Indonesia sebagai Pusat Ekonomi Syariah Dunia

 


Indonesia semakin memperkuat posisi sebagai salah satu pusat ekonomi dan keuangan syariah dunia. Berdasarkan State of the Global Islamic Economy (SGIE) Report 2025/2026, Indonesia menempati peringkat keempat dunia, sekaligus meraih peringkat pertama pada sektor modest fashion, peringkat kedua pada sektor pariwisata ramah muslim, dan peringkat ketiga pada sektor makanan halal. Potensi pengembangan ekonomi dan keuangan syariah Indonesia masih sangat besar, didukung konsep ekonomi syariah yang inklusif, berkelanjutan, berkeadilan, dan stabil.

Hal tersebut disampaikan Deputi Gubernur Senior Bank Indonesia, Destry Damayanti, saat membuka Festival Ekonomi Syariah (FESyar) Kawasan Timur Indonesia (KTI) 2026 di Mataram, Nusa Tenggara Barat (NTB) (10/7). Kegiatan ini turut dihadiri oleh Sekretaris Daerah Provinsi NTB, Abul Chair, bersama Dekranasda NTB, tokoh masyarakat, pemuka agama dan adat, serta pelaku usaha syariah, sebagai bentuk sinergi penguatan ekosistem halal di wilayah timur Indonesia.

Destry menegaskan bahwa sinergi antarlembaga perlu terus diperkuat untuk mendorong pengembangan ekonomi dan keuangan syariah. Kinerja ekonomi syariah Indonesia terus menunjukkan tren positif, tercermin dari pertumbuhan sebesar 6,21% (yoy) pada 2025 yang didukung akselerasi sektor Halal Value Chain. Kinerja perbankan syariah juga tetap solid, tecermin dari pembiayaan yang tumbuh 10,42% (yoy) menjadi Rp709 triliun dan Dana Pihak Ketiga (DPK) yang meningkat 11,75% (yoy) menjadi Rp792 triliun per Mei 2026, serta peningkatan indeks literasi ekonomi syariah menjadi 50,18%. “Melalui FESyar KTI 2026, Bank Indonesia menargetkan capaian yang konkret dan berdampak nyata bagi masyarakat," tambahnya. Dari sisi akses pembiayaan, Bank Indonesia menargetkan penyaluran pembiayaan syariah sebesar Rp11 miliar dan omzet UMKM/pelaku usaha syariah sebesar Rp1,5 miliar. Selanjutnya, dari sisi literasi dan edukasi, antusiasme tecermin dari 3.223 pendaftar Olimpiade Ekonomi Syariah Nasional (OESN) atau 124% dari target 2.600 pendaftar.

Sekretaris Daerah Provinsi NTB, Abul Chair, turut mengapresiasi 4 program unggulan Bank Indonesia yang dinilai menjadi fondasi ekonomi syariah yang produktif, inklusif, dan berdaya saing. “Rangkaian kegiatan FESyar KTI 2026 diharapkan dapat membuka akses pasar baru, memperluas investasi, dan memberikan manfaat nyata bagi masyarakat, serta menjadikan ekonomi syariah sebagai ruang inovasi yang memanfaatkan teknologi digital untuk memperluas pasar, meningkatkan kualitas produk, dan memperkenalkan produk syariah kepada khalayak yang lebih luas", tambah Abul Chair.

FESyar KTI merupakan rangkaian Indonesia Sharia Economic Festival (ISEF) 2026, program tahunan Bank Indonesia. Mengusung tema “Akselerasi Pertumbuhan Ekonomi dan Keuangan Syariah Regional Berkelanjutan melalui Sinergi dan Transformasi Digital", FESyar KTI 2026 menghadirkan 4 program unggulan, yaitu AKBAR (Akselerasi Kemandirian Bisnis Pesantren Berkelanjutan), AMANAH (Akselerasi Menuju Sertifikasi dan Ekosistem Halal), BARAKAH (Bina Rantai Komoditas Halal untuk Ekspor), dan MAHAR (Mobilisasi Aset Halal melalui Akselerasi Wakaf). Keempat program tersebut menyasar penguatan akses pembiayaan, literasi dan edukasi, hingga keuangan sosial digital bagi pelaku ekonomi syariah.

Penyelenggaraan FESyar KTI 2026 tidak terlepas dari sinergi dan kolaborasi erat Bank Indonesia, Pemerintah Daerah, Otoritas Jasa Keuangan, Kementerian Agama, Komite Daerah Ekonomi dan Keuangan Syariah (KDEKS), Kementerian Keuangan, akademisi, dan pelaku usaha syariah. Bank Indonesia bersama seluruh mitra strategis akan terus memperkuat kolaborasi lintas sektor dalam penguatan rantai nilai halal, pengembangan keuangan syariah yang inklusif dan adaptif, serta peningkatan literasi dan inklusi ekonomi. Berbagai upaya sinergis ini diharapkan mendukung terwujudnya visi Indonesia sebagai pusat ekonomi syariah dunia.

 

 

 

Sumber : https://www.bi.go.id/id/publikasi/ruang-media/news-release/Pages/sp_2813526.aspx 


Baca Terusannya »»  

Hasil FP1 MotoGP Jerman 2026: Fernandez Tercepat Ungguli Marquez

 


SPORT.DETIK.COM Sachsenring - Raul Fernandez jadi yang tercepat di free practice 1 (FP1) MotoGP Jerman 2026. Fernandez mengungguli Marc Marquez dan Fabio Di Giannantonio.

Latihan bebas pertama (FP1) MotoGP Jerman 2026 berlangsung di Sirkuit Sachsenring, Jerman, Jumat (10/7/2026) sore WIB. Di awal FP1, Marc Marquez mengalami crash dengan keluar lintasan di tikungan ketiga.

Marco Bezzecchi langsung tancap gas untuk berada di urutan pertama. Namun tak lama berselang posisi Bezzecchi digusur oleh Fabio Di Giannantonio. Pebalap asal Italia ini menorehkan catatan waktu 1 menit 21,209 detik.

Alex Marquez kemudian bisa mencatatkan torehan waktu lebih baik dari Di Diannantonio dengan 1 menit 21,002 detik. Pebalap Gresini di posisi teratas hingga masuk ke pit.

Sempat crash tak terlalu mempengaruhi Marc Marquez. MM93 melesat mencatatkan waktu terbaik 1 menit 20,880 detik untuk ke peringkat pertama.

Marquez lebih cepat 0,056 detik dari Di Giannantonio yang bisa memperbaiki catatan waktunya. Di Giannantonio di posisi kedua menggusur Alex Marquez ke peringkat ketiga.

Pada lima menit terakhir FP1, Raul Fernandez bikin catatan waktu yang lebih baik dari Marquez. Ia punya catatan waktu terbaik 1 menit 20,829 detik.

Catatan waktu tersebut mengantarkan Fernandez jadi yang tercepat di FP1 MotoGP Jerman 2026. Pebalap asal Spanyol ini mengungguli Marc Marquez dan Di Giannantonio di posisi kedua dan ketiga.

 

Hasil FP1 MotoGP Jerman 2026: 

PosisiPebalapTimCatatan Waktu
1Raul FernandezTrackhouse Aprilia (RS-GP26)1'20.829s
2Marc MarquezDucati Lenovo (GP26)+0.051s
3Fabio Di GiannantonioPertamina VR46 Ducati (GP26)+0.107s
4Joan MirHonda HRC Castrol (RC213V)+0.115s
5Jack MillerPramac Yamaha (YZR-M1)+0.171s
6Alex MarquezBK8 Gresini Ducati (GP26)+0.173s
7Alex RinsMonster Yamaha (YZR-M1)+0.488s
8Marco BezzecchiAprilia Racing (RS-GP26)+0.541s
9Franco MorbidelliPertamina VR46 Ducati (GP25)+0.552s
10Jorge MartinAprilia Racing (RS-GP26)+0.663s
11Maverick ViñalesRed Bull KTM Tech3 (RC16)+0.671s
12Pedro AcostaRed Bull KTM (RC16)+0.756s
13Brad BinderRed Bull KTM (RC16)+0.760s
14Enea BastianiniRed Bull KTM Tech3 (RC16)+0.764s
15Fabio QuartararoMonster Yamaha (YZR-M1)+0.856s
16Toprak RazgatliogluPramac Yamaha (YZR-M1)*+0.897s
17Ai OguraTrackhouse Aprilia (RS-GP26)+0.921s
18Diogo MoreiraPro Honda LCR (RC213V)*+0.921s
19Francesco BagnaiaDucati Lenovo (GP26)+0.936s
20Luca MariniHonda HRC Castrol (RC213V)+0.960s
21Cal CrutchlowCastrol Honda LCR (RC213V)+1.754s



Sumber  : https://sport.detik.com/moto-gp/d-8568566/hasil-fp1-motogp-jerman-2026-fernandez-tercepat-ungguli-marquez

 

 

Baca Terusannya »»  

Menteri PKP Ajak APERSI Perkuat Kolaborasi Bangun Rumah Subsidi Berkualitas untuk Rakyat

 


Jakarta – Kementerian Perumahan dan Kawasan Permukiman (PKP) terus memperkuat sinergi dengan para pemangku kepentingan dalam rangka menyukseskan Program 3 Juta Rumah. Salah satu langkah tersebut dilakukan melalui pertemuan Menteri Perumahan dan Kawasan Permukiman (PKP) Maruarar Sirait dengan jajaran Dewan Pimpinan Pusat Asosiasi Pengembang Perumahan dan Permukiman Seluruh Indonesia (DPP APERSI) di Wisma Mandiri 2 Lantai 21, Jakarta, Jumat (10/07/2026).

Pertemuan membahas berbagai langkah strategis untuk mempercepat penyediaan rumah layak huni bagi Masyarakat Berpenghasilan Rendah (MBR), termasuk penguatan kolaborasi antara pemerintah dan asosiasi pengembang dalam mendukung pelaksanaan Program 3 Juta Rumah yang menjadi salah satu program prioritas Presiden Prabowo Subianto.

Dalam pertemuan tersebut, Menteri PKP Maruarar Sirait mendorong APERSI sebagai salah satu asosiasi pengembang perumahan terbesar di Indonesia agar terus menjaga komitmennya dalam membangun rumah subsidi yang berkualitas, terjangkau, dan tepat sasaran bagi masyarakat.

"Saya berharap banyak dari APERSI terutama untuk rumah subsidi, jadi tolong dipertahankan jumlah dan kualitasnya untuk rakyat karena kepercayaan melahirkan reputasi dan nama baik dalam penyediaan perumahan," ujar Menteri PKP Maruarar Sirait.

Menteri PKP juga meminta APERSI berperan aktif mengawal implementasi kebijakan pemerintah terkait pembebasan Bea Perolehan Hak atas Tanah dan Bangunan (BPHTB) serta Persetujuan Bangunan Gedung (PBG) bagi rumah MBR.

APERSI diharapkan dapat melaporkan kepada Kementerian PKP apabila masih terdapat pemerintah daerah yang belum merealisasikan kebijakan tersebut sehingga dapat segera dilakukan koordinasi dan penyelesaian bersama.

Selain itu, pertemuan turut membahas implementasi Surat Keputusan Bersama (SKB) antara Kementerian Dalam Negeri, Kementerian Agraria dan Tata Ruang/Badan Pertanahan Nasional (ATR/BPN), dan Kementerian PKP. APERSI menyampaikan pandangannya agar berbagai kebijakan dalam SKB tersebut dapat dioperasionalkan secara optimal di daerah sehingga mampu mempercepat pembangunan perumahan bagi masyarakat.

Pada kesempatan tersebut, APERSI juga menyampaikan apresiasi kepada Menteri PKP atas dukungan dan solusi yang diberikan Kementerian PKP terhadap berbagai persoalan di sektor pembiayaan perumahan, termasuk penyelesaian kendala terkait Sistem Layanan Informasi Keuangan (SLIK) Otoritas Jasa Keuangan (OJK) yang selama ini menjadi salah satu tantangan bagi masyarakat dalam mengakses pembiayaan rumah.

DPP APERSI turut menyampaikan rencana penyelenggaraan pelantikan pengurus pada 21 Juli 2026 di Hotel Ritz-Carlton, Kuningan, Jakarta, sekaligus mengundang Menteri PKP untuk hadir. Dalam rangkaian kegiatan tersebut, APERSI juga mengajukan permohonan dukungan narasumber dari Kementerian PKP untuk mengisi sesi talkshow yang membahas perkembangan sektor perumahan nasional.

Selain itu, APERSI menyampaikan rencana pelaksanaan pelatihan kepemimpinan bersama Lembaga Ketahanan Nasional (Lemhannas) selama sekitar tujuh hari sebagai upaya meningkatkan kapasitas dan kompetensi para anggotanya dalam mendukung pembangunan perumahan nasional.

Sebagai bentuk penguatan kolaborasi, Menteri PKP juga mengundang APERSI untuk turut berpartisipasi dalam peluncuran 62.000 rumah subsidi di Batang sebagai momentum mempercepat penyediaan hunian layak bagi masyarakat serta memperkuat sinergi antara pemerintah dan pelaku pembangunan perumahan.

Pertemuan tersebut dihadiri oleh Menteri PKP Maruarar Sirait, Staf Ahli Bidang Sistem Pembiayaan, Pencegahan Korupsi, dan Pemberdayaan Masyarakat Budi Permana, Staf Ahli Bidang Pertanahan, Keterpaduan Pembangunan, dan Tata Ruang Teddy Paul H. Siagian, Staf Ahli Bidang Sosial, Ekonomi, Budaya, Iptek, Industri, dan Lingkungan Riadi, Staf Khusus Bidang Internal dan Penjadwalan Novelin Silalahi, serta jajaran pengurus DPP APERSI.

Kementerian PKP meyakini kolaborasi yang erat antara pemerintah, asosiasi pengembang, dan pemerintah daerah akan menjadi fondasi penting dalam mempercepat penyediaan rumah layak huni, meningkatkan kualitas rumah subsidi, serta mewujudkan Program 3 Juta Rumah demi kesejahteraan masyarakat Indonesia

 

 

Sumber : https://pkp.go.id/berita/detail/menteri-pkp-ajak-apersi-perkuat-kolaborasi-bangun-rumah-subsidi-berkualitas-untuk-rakyat 

Baca Terusannya »»  

Menpora Erick Ucapkan Terima Kasih kepada Presiden Prabowo yang Komitmen Jadikan Olahraga Sebagai Tolok Ukur Kehormatan Bangsa

 

Jakarta: Menteri Pemuda dan Olahraga Republik Indonesia (Menpora RI) Erick Thohir mengucapkan terima kasih kepada Presiden Prabowo Subianto yang mengerti olahraga sebagai kehormatan bangsa. 

Hal itu disampaikan Menpora Erick pada acara konfrensi pers pelantikan Pejabat Pimpinan Tinggi Madya di Loby Kemenpora, Jakarta (10/7) sore. "Saya ucapkan terima kasih kepada Bapak Presiden yang mengerti apa itu manfaat olahraga sebagai kehormatan, dan mengerti bagaimana persiapan atlet itu harus jangka panjang," kata Menpora Erick. 

Menpora Erick juga mengatakan bahwa Presiden Prabowo sangat paham olahraga memiliki dampak ekonomi yang luar biasa, termasuk terhadap program pelatnas jangka panjang untuk melahirkan prestasi atlet di pentas dunia.    

"Bapak Presiden Prabowo sangat paham sekali dengan dampak ekonomi dari olahraga, Bapak Presiden juga paham mengenai pelatnas jangka panjang. Kemarin di peluncuran B 50 sama yang intinya tidak ada program keolahragaan jangka pendek. Itu kira-kira yang beliau sampaikan," ujar Menpora Erick. 

Masih menurut Menpora Erick, apa yang disampaikan presiden secara simbolik pasti bermaksud dan tujuanya tidak hanya sepak bola, tetapi seluruh olahraga yang memberikan kontribusi luar biasa untuk national branding dan kehoramatan bangsa Indonesia. 

Prestasi atlet tidak hanya mengharumkan nama bangsa melalui national branding, tetapi juga mampu memberikan dampak ekonomi melalui pengembangan industri olahraga dan sport tourism. “Kalau bicara prestasi, itu national branding. Yang mengibarkan bendera Merah Putih adalah para atlet,” jelas Menpora Erick.

 

 

 

Sumber ; https://www.kemenpora.go.id/detail/6876/menpora-erick-ucapkan-terima-kasih-kepada-presiden-prabowo-yang-k 


Baca Terusannya »»  

Lantik Sesmenpora dan Deputi Pengembangan Industri Olahraga, Menpora Erick Harap Transformasi Kemenpora dan Sport Industry Indonesia Naik Kelas


 

Jakarta: Menteri Pemuda dan Olahraga Republik Indonesia (Menpora RI) Erick Thohir Jumat (10/7) sore melantik Pejabat Pimpinan Tinggi Madya Kemenpora yakni, Suyadi Pawiro sebagai Sekretaris Kemenpora dan Teuku Arlan Perkasa Lukman sebagai Deputi Pengembangan Industri Olahraga. 

Pada pelantikan tersebut Menpora Erick berharap amanah baru ini bisa dijalankan dengan baik untuk bisa mendongkrak nama baik Kemenpora dalam perbaikan tata kelola dan peningkatan industri olahraga.    

"Hari ini adalah hari yang baik dari kami di Kemenpora, karena kami mempunyai Sesmen baru yakni Pak Suyadi yang memang sudah lama berkecimpung di Kemenpora. Dan Pak Arlan sebagai Deputi Pengembangan Industri Olahraga, ini adalah deputi yang sangat penting untuk Kemenpora," kata Menpora Erick. 
 
Menpora Erick menginginkan Kemenpora ke depan benar-benar memiliki integritas dan bisa naik kelas. "Bahwa kita ingin menjadikan kementerian ini naik kelas, kita harus bekerja secara seksama dan bersungguh-sungguh. Kita harus menjalankan program impact full," tambah Menpora Erick.   
  
Untuk Deputi Pengembangan Industri Olahraga, Menpora Erick ingin merubah persepsi bahwa Kemenpora tidak hanya dianggap sebagai cost center, namun bisa menjadi investasi.    

"Persepsi Kemenpora selama ini selalu dibilang sebagai cost center, padahal kementerian ini adalah investasi. Pemuda itu investasi, banyak pemuda menjadi pengusaha, politikus, dan yang lain. Olahraga juga sama, kalau kita bicara prestasi itu national branding dan yang mengibarkan bendera itu adalah para atlet," ujar Menpora Erick.   

Menpora juga menyampaikan jika sport industry dan sport tourism adalah revenue."Kalau kita bicara sport industry, sport tourisme itu adalah revenue. Banyak sekali negara yang mulai menggantungkan pada pertumbuhan baru. Jadi ini deputi yang sangat penting, melalui proses seleksi yang panjang kita mendapatkan yang terbaik," tambahnya.  

"Saya titipkan amanah kepada Pak Ses dan Pak Deputi untuk memastikan seluruh program kita jalankan yang outputnya terasa kepada atlet, pemuda, dan masyarakat," harap Menpora Erick.   

Sesmenpora Suyadi Pawiro menyampaikan terima kasih atas kepercayaan yang diberikan Menpora Erick. "Sebuah kehormatan bagi saya menjadi bagian yang Pak Menteri percaya. Mudah-mudahan ini menjadi amanah kami dan seluruh jajaran Kemenpora untuk bekerja lebih baik. Kemenpora menjadi bagian penting untuk memberikan pelayanan maksimal, dan ini tentu menjadi bagian tugas kami. Selaku Sesmenpora tentu kami akan memberikan pelayanan yang berdampak terhadap masyarakat," ujar Sesmenpora. 

Sementara Deputi Pengembangan Industri Olahraga, Teuku Arlan mengucapkan terima kasih banyak atas kepercayaan yang diberikan Menpora Erick. "Mudah-mudahan saya bisa cepat beradaptasi dengan lingkungan Kemenpora, dan saya akan menjalankan arahan dari Pak Menteri dengan baik," katanya.

 

 

 

Sumber : https://www.kemenpora.go.id/detail/6875/lantik-sesmenpora-dan-deputi-pengembangan-industri-olahraga-menp 

Baca Terusannya »»  

Menteri PKP Gandeng ATR/BPN dan Satgas Anti Mafia Tanah, Percepat Penyediaan Lahan Negara untuk Hunian Rakyat

 

Jakarta – Kementerian Perumahan dan Kawasan Permukiman (PKP) memperkuat sinergi dengan Kementerian Agraria dan Tata Ruang/Badan Pertanahan Nasional (ATR/BPN) serta Satgas Anti Mafia Tanah guna mempercepat penyediaan lahan negara yang memiliki kepastian hukum untuk mendukung pembangunan hunian bagi masyarakat.

Komitmen tersebut mengemuka dalam pertemuan Menteri PKP Maruarar Sirait dengan Direktur Jenderal Penanganan Sengketa dan Konflik Pertanahan (PSKP) Kementerian ATR/BPN Ilyas Tedjo Prijono serta Ketua Satgas Anti Mafia Tanah Brigjen Pol. Hendra Gunawan di Wisma Mandiri 2 Lantai 21, Jakarta, Jumat (10/07/2026)

Pertemuan membahas langkah strategis penelusuran aset negara melalui pengumpulan data historis dan penguatan aspek legalitas tanah milik negara agar dapat dimanfaatkan secara optimal, aman, dan memiliki kepastian hukum untuk pembangunan rumah tapak maupun rumah susun bagi masyarakat.

Menteri PKP Maruarar Sirait menegaskan bahwa penyediaan lahan merupakan salah satu tantangan utama dalam percepatan pembangunan perumahan nasional. Oleh karena itu, kolaborasi lintas kementerian dan lembaga menjadi langkah penting untuk menghadirkan solusi yang berpihak kepada masyarakat sekaligus memberikan kepastian bagi dunia usaha.

"Kebijakan harus pro rakyat dan pro dunia usaha juga, kita menjawab dengan kebijakan-kebijakan. Salah satu permasalahan adalah lahan, sampai hari ini belum ada 1 meter pun lahan negara yang bisa digunakan, saya minta tolong, bukan untuk saya tapi untuk rakyat," ujar Menteri PKP Maruarar Sirait.

Dalam pertemuan tersebut juga dibahas proses verifikasi dokumen pertanahan yang akan diselaraskan dengan basis data Kementerian ATR/BPN. Langkah ini dilakukan untuk memastikan keabsahan dokumen sekaligus menghindari terjadinya tumpang tindih kepemilikan yang dapat menghambat proses pemanfaatan aset negara.

Direktur Jenderal PSKP Kementerian ATR/BPN Ilyas Tedjo Prijono menyampaikan pihaknya akan melakukan analisis secara komprehensif terhadap sejumlah lahan yang diusulkan agar seluruh proses penyediaan lahan berjalan sesuai dengan ketentuan peraturan perundang-undangan.

"Ada beberapa lahan yang diminta Pak Menteri dan kita akan melakukan analisis mendalam terkait aturan dan legalitas dalam penyediaan lahan untuk pembangunan rusun dan rumah tapak," ujar Ilyas Tedjo Prijono.

Selain itu, Kementerian PKP, Kementerian ATR/BPN, dan Satgas Anti Mafia Tanah juga memperkuat koordinasi dalam menangani berbagai klaim ilegal atas aset negara, termasuk praktik mafia tanah yang mengatasnamakan ahli waris. Sinergi tersebut diharapkan mampu mempercepat penyelesaian sengketa pertanahan sekaligus memberikan kepastian hukum terhadap aset-aset negara yang akan dimanfaatkan untuk pembangunan perumahan.

Kolaborasi ini juga menjadi bagian dari upaya pemerintah memberikan efek jera terhadap praktik kejahatan pertanahan melalui penegakan hukum secara terpadu. Dengan demikian, iklim investasi di sektor perumahan dapat semakin kondusif dan pelaksanaan program pembangunan hunian rakyat dapat berjalan lebih cepat dan tepat sasaran.

Sebagai tindak lanjut hasil pertemuan, Kementerian PKP bersama Kementerian ATR/BPN dan Satgas Anti Mafia Tanah akan melakukan kunjungan lapangan pada Senin, 13 Juli 2026, untuk meninjau salah satu lahan negara milik PT KAI di kawasan Kiaracondong, Kota Bandung, Jawa Barat. Peninjauan tersebut bertujuan memastikan kondisi lapangan sekaligus mengidentifikasi potensi pemanfaatan lahan bagi pembangunan perumahan masyarakat.

Pertemuan ini dihadiri oleh Menteri PKP Maruarar Sirait, Sekretaris Jenderal Kementerian PKP Didyk Choiroel, Direktur Jenderal Perumahan Perkotaan Sri Haryati, Plt. Direktur Jenderal Tata Kelola dan Pengendalian Risiko Roberia, Direktur Jenderal Penanganan Sengketa dan Konflik Pertanahan (PSKP) Kementerian ATR/BPN Ilyas Tedjo Prijono, serta Ketua Satgas Anti Mafia Tanah Brigjen Pol. Hendra Gunawan.

 

 

Sumber : https://pkp.go.id/berita/detail/menteri-pkp-gandeng-atrbpn-dan-satgas-anti-mafia-tanah-percepat-penyediaan-lahan-negara-untuk-hunian-rakyat 


Baca Terusannya »»  

Wakapolri Tutup Pendidikan Taruna Akpol Angkatan ke-58, Sampaikan Amanat Kapolri kepada 282 Capaja

 


Semarang, JATENG - Wakil Kepala Kepolisian Negara Republik Indonesia (Wakapolri) Komjen Pol. Dedi Prasetyo memimpin Upacara Penutupan Pendidikan Taruna Akademi Kepolisian (Akpol) Angkatan ke-58 yang digelar di Kompleks Akademi Kepolisian, Semarang, Jawa Tengah, Jumat (10/7/2026). Pada kesempatan tersebut, Wakapolri menyampaikan amanat Kapolri Jenderal Polisi Drs. Listyo Sigit Prabowo kepada 282 calon perwira remaja (Capaja) Polri yang telah menyelesaikan pendidikan selama tiga tahun.

Dalam amanat yang dibacakannya, Wakapolri menyampaikan apresiasi kepada seluruh Capaja atas keberhasilan menyelesaikan seluruh tahapan pendidikan di Akademi Kepolisian dengan penuh dedikasi, disiplin, dan semangat pengabdian.

Saya mengucapkan selamat dan sukses kepada 282 Capaja yang telah berhasil menyelesaikan seluruh rangkaian pendidikan dengan baik. Keberhasilan ini merupakan hasil kerja keras, disiplin, dan dedikasi selama menempuh pendidikan di Bumi Bhayangkara, Akademi Kepolisian, ujar Komjen Pol. Dedi Prasetyo membacakan amanat Kapolri.

Pada kesempatan tersebut, pimpinan Polri juga memberikan apresiasi kepada para Capaja yang berhasil meraih predikat terbaik, di antaranya Adhi Makayasa, Ati Tanggap, Ati Tanggon, Ati Trengginas, dan Srikandi Cendekia.

Kapolri melalui Wakapolri berpesan agar penghargaan yang diraih tidak menjadi alasan untuk berpuas diri, melainkan menjadi motivasi untuk terus meningkatkan kompetensi, menjaga integritas, serta mengharumkan nama baik institusi Polri di tengah masyarakat.

Bagi yang meraih penghargaan, jangan berpuas diri. Jadikan prestasi ini sebagai motivasi untuk terus meningkatkan kualitas diri, menjaga integritas dan kehormatan, serta mengharumkan nama baik institusi, lanjutnya.

Sementara itu, kepada para Capaja yang belum memperoleh penghargaan khusus, Kapolri berpesan agar tetap optimistis karena perjalanan pengabdian sebagai anggota Polri baru akan dimulai setelah dilantik menjadi perwira.

Bagi yang belum memperoleh penghargaan, jangan berkecil hati. Ini baru awal perjalanan karier, dan kesempatan untuk menunjukkan pengabdian serta meraih prestasi terbaik masih terbuka lebar, ungkap Wakapolri.

Taruna Akademi Kepolisian Angkatan ke-58 mengusung nama batalyon Ksatriya Hawin Sarwahita dan terdiri atas 282 Capaja, dengan komposisi 249 taruna dan 33 taruni. Mereka telah menyelesaikan pendidikan kepolisian selama tiga tahun sebagai bekal untuk mengemban tugas sebagai perwira pertama Polri.

Melalui penutupan pendidikan ini, diharapkan seluruh calon perwira remaja mampu mengimplementasikan nilai-nilai Tribrata dan Catur Prasetya dalam setiap pelaksanaan tugas, serta menjadi insan Bhayangkara yang profesional, berintegritas, dan senantiasa memberikan pelayanan terbaik kepada masyarakat, bangsa, dan negara.

Baca Terusannya »»  

Tekan Kasus Stroke, Pemerintah Gencarkan Upaya Pencegahan Masif dari Hulu ke Hilir

 


Jakarta, 10 Juli 2026

Pemerintah secara masif menggeser fokus penanganan kesehatan dengan mengencangkan upaya pencegahan (hulu) guna menekan laju kasus stroke di Indonesia. Melalui Program Cek Kesehatan Gratis (CKG), pemerintah menargetkan dapat menjangkau 130 juta penduduk pada tahun ini, setelah berhasil mencatat 70 juta pemeriksaan pada tahun pertama pelaksanaannya.

Langkah preventif ini diambil sebagai respons atas tingginya fatalitas stroke yang kini menjadi penyebab kematian tertinggi di Indonesia, dengan angka kematian mencapai sekitar 337.000 jiwa setiap tahun. Jumlah tersebut melampaui kematian akibat penyakit jantung maupun kanker.

Menteri Kesehatan Budi Gunadi Sadikin mengungkapkan, dalam lima tahun mendatang, program skrining massal tersebut ditargetkan mampu menjangkau 280 juta penduduk atau sekitar 80 persen populasi. Fokus utamanya adalah mendeteksi secara dini hipertensi, diabetes, dan kolesterol tinggi yang menjadi faktor risiko utama stroke.

"Prevalensi hipertensi di Indonesia hampir 20 persen dan diabetes lebih dari 10 persen. Daripada menunggu sampai stroke terjadi, kita harus mengendalikan faktor risiko ini sedini mungkin," ujar Budi saat memberikan arahan pada Indonesia Collaborative Neuro-Networks Summit (ICONNS) 2026 di Jakarta, Jumat (10/7).

Pemerintah menerapkan pendekatan taktis 80-80-80, yakni 80 persen penduduk teridentifikasi, 80 persen dari mereka yang teridentifikasi mendapatkan penanganan, dan 80 persen dari yang ditangani berhasil mengendalikan kondisi kesehatannya.

Menkes Budi menambahkan, angka riil kematian stroke di lapangan diperkirakan dapat mencapai dua hingga tiga kali lebih besar karena masih banyak kasus di berbagai daerah yang belum tercatat dalam sistem registrasi nasional. Stroke juga menjadi beban pembiayaan kesehatan terbesar ketiga dalam Program Jaminan Kesehatan Nasional (JKN) dengan total klaim melebihi Rp5 triliun setiap tahun.

"Setiap tahun sekitar 300.000 orang meninggal akibat stroke. Saya sangat terlibat secara pribadi karena ibu saya sendiri mengalami stroke ketika berusia 70 tahun. Saat itu, di kota kami bahkan belum tersedia CT scan sehingga harus dibawa ke kota lain, dan sudah terlambat. Ibu saya mengalami kelumpuhan selama sembilan tahun," lanjut Menkes Budi.

Oleh karena itu, di sisi hilir atau penanganan darurat, pemerintah juga mempercepat kesiapan fasilitas dengan menargetkan seluruh 514 kabupaten/kota memiliki sarana CT scan dan cath lab. Akselerasi penyediaan layanan tersebut dinilai krusial karena penanganan stroke sangat bergantung pada kecepatan waktu (golden period).

Selain penguatan sarana, kompetensi tenaga medis ikut didorong. Dokter bedah umum di tingkat kabupaten/kota akan dilatih untuk mampu melakukan prosedur kraniotomi guna mengevakuasi hematoma pada kasus stroke hemoragik. Sementara di tingkat provinsi, pemerintah menyiapkan peralatan Cavitron Ultrasonic Surgical Aspirator (CUSA), neuronavigasi, dan mikroskop operasi di seluruh 38 provinsi. Intervensi hulu-hilir ini sejalan dengan target pemerintah untuk meningkatkan usia harapan hidup masyarakat dari 72 tahun menjadi 76 tahun dalam lima tahun mendatang.

Langkah preventif dan penguatan layanan ini didukung penuh oleh para praktisi medis melalui forum ICONNS 2026 yang berlangsung pada 8–12 Juli 2026. Forum bertema "Strategic Shift: Multidisciplinary Neuro-Care Synergy in Neuro-Oncology, Vascular, Spine, & Critical Care" ini menjadi ajang konsolidasi internasional yang mempertemukan sekitar 300–400 dokter spesialis saraf, bedah saraf, radiologi, anestesi, serta perawat dari dalam maupun luar negeri.

Direktur Utama RS Pusat Otak Nasional (RS PON) Prof. Dr. dr. Mahar Mardjono Jakarta, dr. Adin Mulkasana, menegaskan bahwa penanganan penyakit neurologi seperti stroke terus meningkat dan karakteristiknya membutuhkan kecepatan diagnosis serta sinergi multidisiplin.

"Melalui ICONNS 2026, kita membangun standardisasi klinis yang seragam di seluruh daerah. Sinergi multidisiplin ini menjadi kunci utama untuk menurunkan angka kematian dan kecacatan permanen akibat stroke di Indonesia," tegas Adin.

 

 

Sumber : https://kemkes.go.id/id/tekan-kasus-stroke-pemerintah-gencarkan-upaya-pencegahan-masif-dari-hulu-ke-hilir 

Baca Terusannya »»  

Pengelola Keuangan Negara Unggul dan Berintegritas, Kunci Daya Saing Indonesia


 Tangerang Selatan, 10 Juli 2026 – Menteri Keuangan (Menkeu) Purbaya Yudhi Sadewa menegaskan bahwa daya saing Indonesia di tengah perubahan global sangat ditentukan oleh kualitas sumber daya manusia, tata kelola yang baik, dan integritas dalam pengelolaan keuangan negara. Untuk itu, Indonesia membutuhkan pengelola keuangan negara yang unggul, profesional, adaptif, dan berintegritas agar mampu menjaga stabilitas fiskal sekaligus memperkuat daya saing nasional. Hal tersebut disampaikan Menkeu saat memberikan kuliah umum pada Acara Puncak Dies Natalis ke-11 Politeknik Keuangan Negara (PKN) STAN di Kampus PKN STAN, Bintaro, Tangerang Selatan, Jumat (10/7).

Mengusung tema Grounded in Integrity, Steadfast Against the Tide, kuliah umum tersebut menjadi bagian dari puncak peringatan Dies Natalis ke-11 PKN STAN sekaligus momentum untuk memperkuat kapasitas civitas akademika dalam menghadapi tantangan pengelolaan keuangan negara di tengah dinamika ekonomi global yang terus berkembang.

Dalam paparannya, Menkeu menjelaskan bahwa perubahan lanskap ekonomi global akibat perang tarif, pergeseran rantai pasok, perkembangan teknologi, transisi energi, dan dinamika geopolitik telah menciptakan tantangan baru bagi seluruh negara. Menurutnya, Indonesia tidak dapat menghindari dampak perubahan tersebut, tetapi harus mampu meresponsnya melalui kebijakan yang adaptif, pengelolaan fiskal yang kredibel, serta tata kelola yang semakin baik.

"Dunia sedang berubah dan perubahan itu tidak menunggu kita siap. Pertanyaannya bukan lagi apakah kita terdampak. Kita pasti terdampak. Pertanyaannya adalah apakah kita cukup cepat membaca arah perubahan, cukup disiplin menjaga APBN, dan cukup berani memperbaiki tata kelola," ujar Menkeu.

Menkeu menjelaskan bahwa APBN merupakan instrumen strategis negara untuk mewujudkan Indonesia yang adil dan makmur. Namun, karena belanja pemerintah hanya menjadi sebagian dari keseluruhan aktivitas ekonomi nasional, pengelolaan fiskal harus mampu menjadi katalis yang mendorong sektor swasta sebagai motor utama pertumbuhan ekonomi. Oleh sebab itu, pemerintah terus memperkuat kualitas pengelolaan fiskal, baik melalui disiplin menjaga defisit dan keberlanjutan utang maupun melalui pengelolaan kas negara yang lebih optimal untuk mendukung likuiditas dan aktivitas ekonomi.

Di tengah kompetisi global yang semakin ketat, Menkeu menekankan bahwa daya saing suatu negara tidak hanya ditentukan oleh besarnya sumber daya yang dimiliki, tetapi juga oleh kualitas institusi yang mampu menghadirkan kepastian, efisiensi, dan kepercayaan. Dalam konteks tersebut, aparatur negara memegang peran penting dalam menciptakan tata kelola yang mampu meningkatkan daya saing Indonesia.

"Nanti peran Anda akan menentukan kita bisa bersaing enggak di pasar global. Bea cukai yang bersih, pajak yang bersih, dan streamlining kebijakan kita akan mempengaruhi daya saing Indonesia di pasar domestik maupun di pasar dunia. Jadi Anda belajar yang betul, karena nasib kita nanti tergantung Anda semua," tegas Menkeu.

Kepada mahasiswa PKN STAN, Menkeu berpesan agar terus mengembangkan kompetensi, memperluas wawasan, dan membangun karakter sebagai bekal menghadapi tantangan pengelolaan keuangan negara. Menurutnya, penguasaan ilmu pengetahuan harus berjalan beriringan dengan integritas sebagai fondasi utama dalam menjalankan amanah publik.

"Kementerian bisa dilatih, sistem bisa dibangun, teknologi bisa dibeli, tetapi integritas harus dijaga sejak awal, setiap hari, terutama ketika tidak ada orang yang melihat," tegas Menkeu.
Menkeu menambahkan bahwa mahasiswa PKN STAN bukan sekadar calon aparatur sipil negara, melainkan calon penjaga kepercayaan publik yang akan menentukan kualitas pengelolaan keuangan negara di masa depan.

"Adik-adik semua adalah calon penjaga kepercayaan publik. APBN bukan sekadar tabel penerimaan dan belanja, tetapi cara negara hadir dalam kehidupan masyarakat," ujarnya.

Mengakhiri kuliah umumnya, Menkeu menyampaikan apresiasi kepada seluruh civitas akademika PKN STAN yang selama ini berkontribusi menyiapkan talenta-talenta unggul bagi Kementerian Keuangan dan berbagai instansi pemerintah. Menurutnya, di tengah perubahan global yang berlangsung semakin cepat, Indonesia membutuhkan semakin banyak sumber daya manusia yang tidak hanya unggul secara akademik, tetapi juga profesional, adaptif, dan berintegritas. 

Sejalan dengan agenda pembangunan nasional menuju Indonesia Emas 2045, PKN STAN diharapkan terus melahirkan pengelola keuangan negara yang profesional, adaptif, dan berintegritas sehingga mampu menjaga keberlanjutan fiskal, memperkuat daya saing bangsa, serta memastikan setiap kebijakan fiskal memberikan manfaat sebesar-besarnya bagi kesejahteraan masyarakat.
 

 

 

Sumber : https://www.kemenkeu.go.id/informasi-publik/publikasi/siaran-pers/Pengelola-Keuangan-Negara-Unggul-dan-Berintegritas 

Baca Terusannya »»  

Kunjungan Kerja ke Bali, Wamenhut Tinjau Kawasan Mangrove dan Gelar Dialog Perhutanan Sosial

 


Denpasar, 10 Juli 2026 - Wakil Menteri Kehutanan (Wamenhut) Rohmat Marzuki melaksanakan rangkaian kunjungan kerja di Provinsi Bali pada Jumat (10/7/2026). Kunjungan ini bertujuan untuk memantau pengelolaan ekosistem pesisir menjelang Hari Mangrove Sedunia serta mengevaluasi program Perhutanan Sosial di tingkat tapak.

Rangkaian kegiatan diawali dengan mengunjungi Mangrove Information Center (MIC), Denpasar. Di lokasi tersebut, Wamenhut melakukan peninjauan ke ruang Exhibition untuk melihat panel informasi data edukasi mangrove, yang kemudian dilanjutkan dengan menyaksikan tayangan success story rehabilitasi mangrove.

Setelah itu, Wamenhut melakukan penanaman bibit mangrove secara simbolis dan melakukan trekking menyusuri jembatan kayu (boardwalk) guna melihat langsung kondisi tegakan serta fasilitas pendukung wisata alam di MIC. Dalam kesempatan tersebut, Wamenhut juga mengunjungi areal Showcase G20 di Taman Hutan Raya (Tahura) Ngurah Rai.

Di sela peninjauan kawasan pesisir, Wamenhut mendorong agar selain menjadi pusat edukasi, MIC juga diarahkan menjadi destinasi wisata yang dilengkapi sarana prasarana fasilitas pendukung, termasuk sektor kuliner. MIC juga perlu dikembangkan menjadi destinasi yang terintegrasi dengan kawasan di sekitarnya.

Mengingat berbagai peran penting yang diberikan oleh hutan mangrove, Wamenhut mengajak semua pihak untuk terus menjaga dan melestarikan hutan mangrove.

"Karena mangrove adalah ginjalnya bumi, mampu menyaring limbah, polusi, sampah. Mangrove juga menahan abrasi air laut. Mangrove sumber kehidupan masyarakat, dari kepiting, ikan, udang yang menjadi sumber penghasilan masyarakat. Mari kita terus lestarikan mangrove Indonesia," ujar Wamenhut di sela-sela kunjungan.

Selanjutnya, Wamenhut yang didampingi Sekretaris Direktorat Jenderal Pengendalian DAS dan Rehabilitasi Hutan, Muhammad Zainal Arifin; serta Kepala Biro Hubungan Masyarakat dan Kerja Sama Luar Negeri, Ristianto Pribadi, melanjutkan kunjungan kerja ke Kantor Balai Perhutanan Sosial Denpasar. Agenda di lokasi kedua ini diisi dengan dialog bersama jajaran Unit Pelaksana Teknis (UPT) Kementerian Kehutanan se-Provinsi Bali yang berlangsung di Café Pesona Balai Perhutanan Sosial.

Dalam dialog tersebut, Wamenhut menyampaikan bahwa program Perhutanan Sosial saat ini sedang diusulkan kembali untuk menjadi Program Strategis Nasional (PSN). Hal ini sejalan dengan mandat Inpres No 8 Tahun 2025 tentang Optimalisasi Pelaksanaan Pengentasan Kemiskinan dan Penghapusan Kemiskinan Ekstrem.

"Bapak Presiden memberikan instruksi kepada Menteri Kehutanan untuk meningkatkan akses pemberdayaan masyarakat kepada kelompok masyarakat miskin ekstrem dan miskin melalui Perhutanan Sosial, jadi ini penting sekali. Kementerian Kehutanan juga terus menambah anggaran dan program di Perhutanan Sosial," jelas Wamenhut.

Saat ini persetujuan Perhutanan Sosial di seluruh Indonesia telah mencapai kurang lebih 8,4 juta hektare. Selain itu, Kementerian Kehutanan melalui Satuan Tugas (Satgas) Percepatan Penetapan Status Hutan Adat telah menetapkan hutan adat dengan total luas mencapai sekitar 368.877 hektare. Pemerintah berkomitmen untuk terus memperluas capaian tersebut.

Lebih lanjut, Wamenhut menjelaskan peluang ekonomi baru bagi masyarakat melalui skema perdagangan karbon yang diatur dalam Permenhut Nomor 6 Tahun 2026 tentang Tata Cara Perdagangan Karbon Melalui Offset Emisi Gas Rumah Kaca Sektor Kehutanan. Menurutnya, regulasi tersebut sudah membuka ruang bagi masyarakat di Perhutanan Sosial, termasuk Masyarakat Hukum Adat, bukan hanya untuk pihak swasta (PBPH).

"Jadi ini adalah peluang yang harus kita dorong ke depan bagaimana perdagangan karbon manfaatnya bukan hanya kepada swasta atau investor tetapi juga untuk masyarakat di sekitar kawasan hutan," tambahnya.

Mengakhiri arahannya, Wamenhut menekankan pentingnya menambah jumlah tenaga pendamping untuk mengimbangi kecepatan penerbitan persetujuan Perhutanan Sosial di lapangan. Kementerian Kehutanan akan terus berkolaborasi dengan berbagai pihak, termasuk memperluas inisiatif skema Integrated Area Development (IAD) di berbagai daerah. 

 

 

Sumber : https://www.kehutanan.go.id/pers/kunjungan-kerja-ke-bali-wamenhut-tinjau-kawasan-mangrove-dan-gelar-dialog-perhutanan-sosial 


Baca Terusannya »»  

Menteri PKP Lantik Delapan Pejabat, Perkuat Kinerja dan Integritas Kementerian

 


Jakarta – Menteri Perumahan dan Kawasan Permukiman (PKP) melantik delapan pejabat di lingkungan Kementerian PKP yang terdiri atas lima Pejabat Eselon II dan tiga Pejabat Eselon III. Pelantikan berlangsung di Ruang Rapat Lantai 21 Wisma Mandiri Thamrin, Kementerian PKP, Jumat (10/07/2026).

Pejabat yang dilantik meliputi Yenita Sari, S.H., M.H. sebagai Kepala Biro Komunikasi Publik, Ronal Hasiholan Bakara, S.H., M.H. sebagai Kepala Biro Hukum, dan Setya Pramusinta, S.H., LL.M. sebagai Kepala Bagian Perencanaan dan Evaluasi Program di lingkungan Sekretariat Jenderal.

Selanjutnya, Rini Dyah Mawarty, S.T., M.T. dilantik sebagai Direktur Pembangunan Perumahan Perdesaan pada Direktorat Jenderal Perumahan Perdesaan.

Di lingkungan Direktorat Jenderal Tata Kelola dan Pengendalian Risiko, Menteri PKP melantik Sumarsono, S.H., M.Si. sebagai Direktur Keterbukaan Publik, Transparansi dan Akuntabilitas, Fuadi M., S.STP., M.Si. sebagai Kepala Bagian Sumber Daya Manusia, Hukum dan Kerja Sama, serta Wilmar Tumimbang, S.H., S.I.P., M.H. sebagai Kepala Subdirektorat Keterbukaan Publik, Transparansi dan Akuntabilitas Kawasan Permukiman.

Sementara itu, di lingkungan Inspektorat Jenderal, I Nyoman Sucitrawan, S.H., M.H. dilantik sebagai Inspektur III. 
Dalam sambutannya, Menteri PKP menyampaikan bahwa berbagai capaian Kementerian PKP harus menjadi pelecut semangat bagi para pejabat yang baru dilantik untuk bekerja lebih cepat, lebih tepat, serta menjunjung tinggi integritas. Menurutnya, setiap terobosan dan inovasi yang dilakukan harus tetap berlandaskan pada ketentuan peraturan perundang-undangan yang berlaku.

"Selamat pada teman-teman yang baru dilantik. Kita berada dalam situasi yang menuntut kita untuk bekerja cepat dan tepat. Kita adalah kementerian yang paling banyak bekerja sama dengan kementerian lain. Saya berharap bapak dan ibu yang dilantik bisa melompat lebih jauh dan membuktikannya dengan kinerja, karena negara membutuhkan orang-orang yang mampu bekerja di atas standar," ujar Menteri PKP.

Menteri PKP juga menegaskan bahwa jabatan merupakan amanah yang harus dipertanggungjawabkan melalui dedikasi, profesionalisme, serta pelayanan terbaik kepada masyarakat. Dengan penguatan organisasi melalui pelantikan ini, Kementerian PKP diharapkan semakin mampu mempercepat pelaksanaan berbagai program strategis di bidang perumahan dan kawasan permukiman

Pelantikan tersebut disaksikan oleh Sekretaris Jenderal Kementerian PKP Didyk Choiroel, Direktur Jenderal Perumahan Perkotaan Sri Haryati, serta seluruh jajaran Pejabat Eselon I dan II di lingkungan Kementerian PKP. 

 

 

Sumber : https://pkp.go.id/berita/detail/menteri-pkp-lantik-delapan-pejabat-perkuat-kinerja-dan-integritas-kementerian 

Baca Terusannya »»  

Menkeu Purbaya : Manajemen Kas Pemerintah Dorong Pertumbuhan Ekonomi, Lengkapi Peran Belanja Negara

 

 

Jakarta, Kemenkeu – Dalam kuliah umum di Politeknik Keuangan Negara STAN pada Jumat (10/07), Menteri Keuangan (Menkeu) Purbaya Yudhi Sadewa menegaskan, pengelolaan kas negara menjadi salah satu instrumen pemerintah untuk mendorong pertumbuhan ekonomi, melengkapi peran belanja negara dalam APBN. 

Menurut Menkeu, belanja pemerintah hanya berkontribusi sekitar 7–10 persen terhadap aktivitas ekonomi nasional. Oleh karena itu, pemerintah mengembangkan pendekatan baru dengan mengoptimalkan pengelolaan kas negara agar mampu menggerakkan 90 persen perekonomian yang berasal dari sektor swasta.

“Saya perhatikan bahwa manajemen cash, manajemen uang pemerintah bisa mempengaruhi ekonomi Indonesia secara signifikan. Itu bisa menghidupkan yang 90 persen ekonomi selain belanja langsung yang 7-10 persen,” ungkap Menkeu di Tangerang Selatan.

Kebijakan tersebut ditempuh dengan menempatkan dana pemerintah yang sebelumnya tersimpan di Bank Indonesia ke sistem perbankan. Dana tersebut kemudian dikelola agar masuk ke perbankan sehingga memperkuat likuiditas perbankan nasional. Menurut Menkeu, penempatan dana tersebut turut meningkatkan base money (M0) sehingga mendukung transmisi kebijakan moneter tanpa mengganggu independensi Bank Indonesia.

Selain itu, Menkeu menjelaskan bahwa penempatan dana negara di perbankan juga dilakukan ketika aktivitas ekonomi melambat pada Mei dan Juni tahun ini. Peningkatan likuiditas penyaluran kredit diharapkan dapat memperluas ruang bagi perbankan untuk menyalurkan kredit sehingga menggerakkan aktivitas ekonomi dan menopang pertumbuhan.

"Jadi saya taruh di perbankan Rp400 triliun, itu akan memperkuat kondisi likuiditas perbankan sehingga mereka bisa memberikan kredit dan ekonominya bisa tumbuh lagi." jelas Menkeu.

Ke depan, Menkeu mengatakan pemerintah tidak hanya akan mengandalkan belanja negara untuk mendorong pertumbuhan ekonomi, tetapi juga mengoptimalkan manajemen kas agar likuiditas di sistem keuangan tetap terjaga dan aktivitas ekonomi terus bergerak.

“Jadi fiskal kedepan bukan hanya belanja pemerintah aja. Anda nanti bisa mempengaruhi ekonomi secara langsung dengan cash management yang lebih baik,” pungkas Menkeu.

 

 

 

Sumber : https://www.kemenkeu.go.id/informasi-publik/publikasi/berita-utama/Manajemen-Kas-Pemerintah-Dorong-Pertumbuhan 

Baca Terusannya »»  

Menkop Ziarah ke Makam Bung Hatta dalam Rangkaian Menuju Puncak Harkopnas ke-79

 


Jakarta – Menteri Koperasi (Menkop) Ferry Juliantono bersama jajaran Kementerian Koperasi (Kemenkop), Lembaga Pengelola Dana Bergulir (LPDB) Koperasi dan Dewan Koperasi Indonesia (Dekopin) melaksanakan ziarah ke makam Bung Hatta di Tanah Kusir, Jakarta Selatan, Jumat (10/7). Ziarah ini menjadi bagian penting dari rangkaian puncak peringatan Hari Koperasi Nasional (Harkopnas) ke-79.

Menkop Ferry menegaskan bahwa sosok Bung Hatta bukan hanya seorang proklamator, tetapi juga sebagai Bapak Koperasi Indonesia yang berperan sangat besar bagi kemajuan Koperasi di Indonesia. Oleh sebab itu, ziarah tersebut menjadi bagian terpenting untuk terus mengenang perjuangannya dalam peletakan dasar-dasar koperasi yang masih berlaku hingga saat ini.

“Kehadiran kami di Makam Bung Hatta dan juga di makam Ibu Rahmi Hatta adalah untuk mengingatkan kembali perjuangan beliau. Bagi kami, seluruh perjuangan dan cita-cita dari Bung Hatta meski beliau telah tiada namun akan tetap kita lanjutkan,"  ujar Menkop Ferry Juliantono usai berziarah ke Makam Bung Hatta. 

Turut hadir dalam acara tersebut, Sekretaris Kemenkop Ahmad Zabadi, jajaran pejabat tinggi madya/ pratama di lingkungan Kemenkop, jajaran direksi LPDB Koperasi dan para pengurus Dekopin.

Menkop Ferry menekankan bahwa semangat, kesederhanaan dan keberpihakan Bung Hatta pada rakyat melalui koperasi menjadi salah satu contoh yang patut untuk diteladani dan terus diperjuangkan. Menurutnya, ziarah yang dilakukan hari ini bukan sekadar ritual, melainkan momentum untuk meneguhkan komitmen bersama untuk melanjutkan perjuangan seluruh cita-cita Bung Hatta. 

"Beliau selain sebagai proklamator juga termasuk diantara salah satu tokoh-tokoh yang merintis terbentuknya koperasi, dan juga ikut merumuskan naskah Undang-Undang Dasar 45, termasuk di dalamnya Pasal 33, dan oleh karena itu tentu kita harus dan wajib menghormati jasa-jasa dan perjuangan beliau," ucapnya.

Menkop Ferry menambahkan bahwa selain ziarah, puncak acara Peringatan Harkopnas ke 79 akan digelar pada 12 Juli 2026 di Indonesia Arena, Senayan, dengan kehadiran Presiden RI, Prabowo Subianto. Dalam peringatan tersebut rencananya akan dihadiri sekitar 20 ribuan peserta dari berbagai kalangan mulai dari gerakan koperasi, hingga para tokoh-tokoh penting pejuang koperasi dari seluruh daerah di Indonesia.

“Puncak peringatan akan dihadiri sekitar 20 ribu peserta. Ini menjadi tanda dimulainya gerakan koperasi baru yang lebih masif," katanya.

Menkop menyebut beberapa rangkaian peringatan Harkopnas seperti fun run, bazar, dan car free day yang akan digelar di Jl Rasuna Said, Jakarta pada 19 Juli 2026. Dalam acara ini akan dihadirkan stand-stand koperasi dari berbagai daerah untuk menarik minat masyarakat sehingga selain olah raga, masyarakat juga dapat belanja produk koperasi.

“Diharapkan kegiatan ini akan menarik minat masyarakat untuk bisa berolahraga, sekaligus juga menikmati hasil kegiatan usaha dari berbagai koperasi," kata Menkop Ferry.

Selanjutnya pada 26 Juli 2026, Kemenkop bersama pemerintah kota Tasikmalaya akan melaksanakan ground breaking untuk pelaksanaan renovasi Gedung Kongres Koperasi di Tasikmalaya yang menjadi tempat pertama digelar Kongres koperasi nasional. Gedung bersejarah itu akan difungsikan sebagai cagar budaya sekaligus pusat kegiatan koperasi.

Selain itu, Kemenkop juga akan menggelar Koperasi Award pada 29 Juli 2026 di Jakarta untuk memberikan penghargaan kepada tokoh dan daerah yang berkontribusi besar bagi perkembangan koperasi di Indonesia. Penghargaan ini sebagai bentuk apresiasi kepada para pejuang koperasi yang konsisten menjaga amanat Pasal 33 UUD 1945.

Menkop menegaskan bahwa tahun 2026 ini menjadi titik awal dari tahun Gerakan Koperasi Nasional. Hal ini diperkuat melalui program Koperasi Desa Kelurahan Merah Putih (KDKMP) yang merupakan program strategis nasional. Bersama para pihak terkait, Kemenkop komitmen untuk menjadikan koperasi kembali menjadi soko guru perekonomian nasional

"Gerakan koperasi bukan hanya pelengkap, tetapi harus menjadi lokomotif bagi pembangunan ekonomi rakyat,” tegasnya.

Menkop Ferry juga menekankan bahwa koperasi harus mulai kembali masuk ke sektor produksi, distribusi, industri, dan perkreditan. Hal ini untuk memastikan koperasi berperan nyata dalam pembangunan ekonomi nasional termasuk melalui program KDKMP.

 

 

Sumber : https://kop.go.id/read/menkop-ziarah-ke-makam-bung-hatta-dalam-rangkaian-menuju-puncak-harkopnas-ke-79 

Baca Terusannya »»  

Mampu Mengairi Ribuan Hektare Lahan Pertanian, Bendungan Jlantah Pekuat Ketahanan Pangan Jateng


 

KARANGANYAR – Keberadaan Bendungan Jlantah di Desa Tlobo, Kecamatan Jatiyoso, Kabupaten Karanganyar, akan memberikan manfaat besar bagi sektor pertanian, pengendalian banjir, hingga penyediaan air baku bagi masyarakat. Dengan begitu, akan memperkuat ketahanan pangan di Jawa Tengah.

Hal itu disampaikan Sekretaris Daerah (Sekda) Provinsi Jawa Tengah, Sumarno, saat Peresmian Bendungan Jlantah oleh Presiden Prabowo Subianto secara daring, Jumat (10/7/2026).

Menurut Sumarno, pembangunan bendungan itu merupakan wujud nyata dukungan pemerintah pusat terhadap penguatan infrastruktur sumber daya air di Jawa Tengah.

Sekda menjelaskan, bendungan itu memiliki kapasitas untuk mengairi sekitar 1.500 hektare lahan pertanian yang telah ada, sekaligus mendukung pengembangan sekitar 229 hektare lahan sawah baru.

Dengan aliran air dari bendungan itu, lanjut dia, lahan pertanian di daerah tersebut diperkirakan bisa ditanam tiga kali selama setahun, dengan menghasilkan rata-rata enam ton gabah per hektare setiap musim tanam. Bendungan Jlantah diperkirakan mampu menopang produksi hingga sekitar 27 ribu ton padi setiap tahun.

“Ini tentu akan meningkatkan kapasitas produksi padi dan memperkuat ketahanan pangan, khususnya di Kabupaten Karanganyar dan sekitarnya,” ujarnya.

Selain mendukung sektor pertanian, Bendungan Jlantah juga akan menyediakan air baku bagi masyarakat dengan kapasitas sekitar 125 liter per detik. Menurut Sumarno, ketersediaan air tersebut akan membantu memenuhi kebutuhan dasar masyarakat, sekaligus meningkatkan kualitas pelayanan air bersih.

Tidak hanya itu, bendungan tersebut juga dirancang untuk mendukung pemanfaatan energi baru terbarukan melalui pembangkit listrik tenaga air (PLTA), sehingga manfaatnya tidak hanya dirasakan sektor pertanian, tetapi juga sektor energi.

Meskipun telah diresmikan, Sumarno menyebut masih terdapat pekerjaan lanjutan yang perlu segera diselesaikan, yakni pembangunan jaringan irigasi agar manfaat bendungan dapat dirasakan secara optimal.

Dia mengungkapkan, Pemerintah Provinsi Jawa Tengah bersama Pemerintah Kabupaten Karanganyar, telah berkoordinasi dengan Kementerian Pekerjaan Umum, untuk mengusulkan pembangunan jaringan irigasi melalui Instruksi Presiden (Inpres).

Sementara itu, kehadiran Bendung Jlantah di Kabupaten Karanganyar membawa perubahan besar bagi sektor pertanian, khususnya bagi para petani di Desa Tlobo. Jika sebelumnya hanya mampu menanam padi dua kali dalam setahun, kini petani dapat melakukan tiga kali musim tanam (MT), dengan hasil panen yang lebih optimal.

Koordinator Kelompok Petani Pemakai Air Desa Tlobo, Sugeng, mengatakan sebelum bendung dibangun, ketersediaan air menjadi persoalan utama, terutama saat musim kemarau.

“Kalau dulu sebelum ada bendung, petani hanya bisa dua musim tanam. Musim tanam ketiga tidak bisa panen, karena kekurangan air. Setelah ada bendung ini, sekarang sudah bisa tiga musim tanam,” ujarnya.

Menurut Sugeng, sebelum bendung beroperasi, petani bahkan harus bergiliran mengatur distribusi air irigasi setiap pekan agar seluruh lahan tetap mendapatkan pasokan air. Namun, upaya tersebut tetap belum mampu mengatasi keterbatasan air pada musim kemarau.

Dia mengungkapkan, kondisi berbeda kini dirasakan petani. Pada Juni hingga Juli, yang sebelumnya menjadi periode paling rawan kekeringan, aliran air kini tetap tersedia.

Sugeng menyampaikan apresiasi kepada pemerintah melalui Balai Besar Wilayah Sungai (BBWS), yang telah membangun Bendungan Jlantah, sehingga harapan petani terhadap kepastian pasokan air dapat terwujud.

“Kami mengucapkan terima kasih kepada Balai Besar, karena apa yang menjadi harapan masyarakat akhirnya bisa terpenuhi,” tuturnya.

Meski demikian, Sugeng berharap pemerintah tidak berhenti pada pembangunan bendung utama. Dia meminta agar jaringan irigasi di bagian hilir juga mendapat perhatian, karena masih terdapat dua bendung kecil yang mengalami kerusakan.

Sugeng berharap, perbaikan jaringan irigasi tersebut dapat semakin mengoptimalkan manfaat Bendungan Jlantah, sehingga pasokan air dapat menjangkau seluruh areal pertanian hingga ke wilayah hilir.

 

sumber :  https://jatengprov.go.id/publik/mampu-mengairi-ribuan-hektare-lahan-pertanian-bendungan-jlantah-pekuat-ketahanan-pangan-jateng/

Baca Terusannya »»  

Dari Kesulitan Air Menuju Panen Tiga Kali, Warga Sambut Antusias Peresmian Bendungan Meninting di NTB

 


Suasana penuh semangat menyambut kedatangan Presiden Prabowo Subianto di kawasan Bendungan Meninting, Kabupaten Lombok Barat, Provinsi Nusa Tenggara Barat (NTB), pada Jumat, 10 Juli 2026. Sejak pagi, masyarakat dari berbagai desa telah memadati kawasan bendungan. Senyum, lambaian tangan, hingga sapaan penuh antusias mengiringi kehadiran Presiden Prabowo pada peresmian lima bendungan di Indonesia.

Di tengah antusiasme tersebut, Husnul Hakim, petani asal Desa Penimbung, mengungkapkan perubahan besar yang dirasakan sejak Bendungan Meninting mulai berfungsi. Menurutnya, persoalan kekurangan air yang selama bertahun-tahun membayangi para petani kini telah teratasi.

“Awalnya yang sebelum ada Meninting ini bahwa dari jam 8 malam sampai jam pagi petani mencari air. Tapi alhamdulillah semenjak adanya Bendungan Meninting ini para petani tidak mencari air lagi. Tinggal menunggu di sawahnya semuanya dialiri alhamdulillah,” ujarnya.

Senada, perwakilan petani dari Desa Gegerung, Rusni, juga menilai bahwa bendungan ini menjadi jawaban atas persoalan air yang selama ini kerap terjadi di kalangan petani. “Kalo sebelum ada bendungan ini kondisinya banyak problem artinya karena subak-subak dari petani itu berebut air gitu kan karena kering, tapi insyaallah, alhamdulillah besok ini ke depannya lebih oke lah masalah soal seperti itu. Petani juga bertaninya lancar,” katanya.

Sementara itu, petani asal Desa Penimbung Barat, I Gede Darma Putra, menyebut Bendungan Meninting menjadi penopang penting bagi peningkatan produktivitas pertanian. Menurutnya, jika sebelumnya petani hanya mampu menanam dua kali setahun, kini mereka dapat meningkatkan intensitas tanam menjadi tiga kali dalam setahun.

“Sebelumnya itu kita bisa menanam cuma dua kali. Pada musim kemarau itu terjadi kesulitan air atau paceklik, nah itu sekarang dengan adanya bendungan ini sangat bermanfaat kita bisa menanam tiga kali dalam setahun. Nah itu untuk mengatasi juga kebanjiran pada waktu musim hujan dan mitigasi pada waktu musim kemarau,” ucap I Gede Darma Putra.

Tak hanya sektor pertanian, manfaat bendungan juga dirasakan masyarakat dari sisi ekonomi. Hadiah, warga Desa Bukittinggi, mengatakan kawasan bendungan mulai menghadirkan peluang usaha baru bagi warga sekitar.

“Sementara warga sekitar memanfaatkan untuk memancing ikan dan untuk mengurangi atau menutupi kebutuhan rumah tangga. Kemudian manfaatnya adalah perekonomiannya ada kemajuan sedikit dibanding yang dulu. Karena apa? Pengaruh kedatangan warga, para wisatawan yang datang atau berkunjung,” tuturnya.

Pada kesempatan tersebut, Kepala Negara juga turut meresmikan empat bendungan lain, yakni Bendungan Keureuto dan Bendungan Rukoh di Provinsi Aceh, Bendungan Jlantah di Provinsi Jawa Tengah, serta Bendungan Sidan di Provinsi Bali.

 

 

Sumber : https://presidenri.go.id/siaran-pers/dari-kesulitan-air-menuju-panen-tiga-kali-warga-sambut-antusias-peresmian-bendungan-meninting-di-ntb/ 


Baca Terusannya »»  

Presiden Prabowo Optimistis Indonesia Menjadi Lumbung Pangan Dunia

 


Presiden Prabowo Subianto menegaskan optimisme bahwa Indonesia akan menjadi lumbung pangan dunia seiring dengan meningkatnya produksi pangan nasional dan pembangunan infrastruktur pendukung. Hal tersebut disampaikan Kepala Negara saat meresmikan pembangunan lima bendungan yang tersebar di sejumlah wilayah di Indonesia, di Bendungan Meninting, Kabupaten Lombok Barat, Provinsi Nusa Tenggara Barat (NTB), pada Jumat, 10 Juli 2026.

“Setiap rupiah uang rakyat harus dimanfaatkan dan dinikmati oleh rakyat Indonesia. Saya kira demikian yang ingin saya sampaikan. Saya yakin kita akan menjadi lumbung pangan dunia,” ucap Kepala Negara.

Presiden Prabowo menekankan bahwa bendungan yang dibangun harus dikelola secara profesional agar benar-benar mendukung produktivitas pertanian. Presiden juga mengingatkan bahwa petani merupakan produsen pangan yang memegang peran penting bagi keberlangsungan bangsa sehingga distribusi air dari bendungan harus sampai kepada para petani.

“Jaga bendungan-bendungan ini dengan baik, kelola dengan profesional, rawat dengan baik. Pastikan bahwa air yang dibutuhkan petani sampai ke petani. Para petani adalah produsen pangan. Tanpa pangan tidak ada negara,” tegas Presiden.

Presiden Prabowo menyampaikan bahwa Indonesia kini mulai menunjukkan kemajuan di sektor pangan. Menurut Presiden, kondisi yang sebelumnya bergantung pada impor mulai berubah menjadi negara yang mampu mengekspor pangan serta mendapat kepercayaan dari sejumlah negara untuk memasok kebutuhan pertanian mereka.

“Dari kita impor, impor, impor, sekarang kita sudah mulai ekspor. Ekspor pangan ke negara-negara lain, kita sekarang diminta bantuan. Negara-negara bahkan Australia minta bantuan. Mohon kita bisa jual urea ke mereka. Brazil, Filipina, India. Jadi Indonesia sekarang tanpa banyak gembar-gembor, kita menunjukkan bahwa Indonesia adalah negara yang sedang bangkit dan akan bangkit terus,” tuturnya.

Presiden Prabowo juga menegaskan komitmennya untuk terus memperkuat Program Makan Bergizi Gratis (MBG) sebagai investasi dalam menyiapkan generasi Indonesia yang sehat dan berkualitas. Menurut Presiden, program tersebut harus dijalankan secara konsisten agar anak-anak Indonesia memperoleh asupan gizi yang memadai sejak dini.

“Saya ingin Indonesia rakyatnya makmur. Saya ingin rakyat yang paling miskin senyum, karena dia ada harapan. Saya tidak ingin lihat rakyat miskin. Saya tidak ingin lihat anak-anak lapar. MBG kita teruskan,” ucapnya.

Dalam pelaksanaannya, Presiden Prabowo meminta seluruh kepala daerah, aparat pemerintah, hingga aparat keamanan ikut mengawasi penyelenggaraan MBG agar tidak terjadi penyimpangan. Presiden menegaskan bahwa setiap anggaran negara harus benar-benar dimanfaatkan untuk kepentingan rakyat.

“Saya minta gubernur, bupati, camat, kepala desa boleh periksa semua dapur MBG saudara periksa. Laporkan ke Kepala BGN, kalau perlu lapor langsung ke saya,” ucapnya.

Lebih lanjut, Presiden menegaskan bahwa bendungan yang diresmikan merupakan simbol dari pembangunan yang lebih besar untuk membawa Indonesia menjadi negara yang maju. Pemerintah, kata Presiden, akan terus membangun berbagai infrastruktur strategis guna mendukung ketahanan pangan, energi, dan kesejahteraan masyarakat.

“Kita perlu bendungan-bendungan lebih besar. Kita akan bangun nanti tenaga surya 100 gigawatt. Kita akan melaksanakan pembangunan besar-besaran. Orang-orang nanti akan lihat Indonesia yang bangkit itu bagaimana. Kita akan buktikan Indonesia akan bangkit menjadi negara yang hebat,” tandasnya.

 

 

 

Sumber : https://presidenri.go.id/siaran-pers/presiden-prabowo-optimistis-indonesia-menjadi-lumbung-pangan-dunia/ 


Baca Terusannya »»