Washington DC, 17/02/2026 Kemenkeu – Menteri Keuangan Purbaya Yudhi
Sadewa membawa kabar positif dari pertemuannya dengan lembaga
pemeringkat internasional Standard & Poor’s (S&P) di Washington
DC. Dalam pertemuan tersebut, S&P mengonfirmasi peringkat kredit
Indonesia tetap berada di level Triple B (BBB) dengan outlook yang tetap
stabil.
Keputusan ini menjadi sinyal kuat bahwa ketahanan ekonomi Indonesia
tetap terjaga di tengah dinamika ekonomi global yang masih dibayangi
perlambatan pertumbuhan, tingginya suku bunga dunia, dan ketidakpastian
geopolitik.
Peringkat BBB merupakan kategori investment grade, yang menunjukkan
Indonesia dinilai memiliki risiko gagal bayar yang relatif rendah dan
tetap layak menjadi tujuan investasi internasional. Status ini penting
untuk menjaga kepercayaan investor, menekan biaya pinjaman, serta
memperkuat arus modal ke dalam negeri.
Menkeu Purbaya menjelaskan, S&P menyoroti konsistensi pemerintah
dalam menjaga disiplin fiskal, terutama defisit anggaran yang
dipertahankan di bawah 3 persen terhadap Produk Domestik Bruto (PDB).
“Mereka menanyakan cukup detail kondisi fiskal kita termasuk defisit
tahun ini dan tahun lalu. Utamanya mereka ingin melihat apakah kita
konsisten menjaga di bawah 3 persen dari PDB,” ujar Menteri Keuangan.
Ia menegaskan bahwa Presiden Prabowo telah memberikan arahan agar
defisit APBN tetap dijaga secara prudent. Menurutnya, komitmen tersebut
menjadi fondasi penting dalam menjaga stabilitas ekonomi nasional.
Selain fiskal yang sehat, ketahanan ekonomi Indonesia juga tercermin
dari membaiknya penerimaan negara. Purbaya menyebut pertumbuhan pajak
pada dua bulan pertama tahun ini mencapai 30 persen, sementara periode
Januari-Maret tumbuh sekitar 20 persen dibanding tahun lalu.
Kinerja tersebut menunjukkan bahwa aktivitas ekonomi domestik terus
pulih dan basis penerimaan negara semakin kuat. Pemerintah juga telah
melakukan restrukturisasi organisasi Direktorat Jenderal Pajak dan Bea
Cukai guna meningkatkan efektivitas pengumpulan penerimaan.
“Ketika kita beritahu bahwa dua bulan tahun ini pertumbuhan pajak 30
persen dan Januari-Maret dibanding tahun lalu tumbuh 20 persen, mereka
sepertinya cukup puas,” kata sang Bendahara Negara.
Menurut dia, S&P juga mencermati perbaikan pertumbuhan ekonomi
Indonesia pada triwulan IV tahun lalu. Selain itu, berbagai indikator
makro dan mikro dinilai menunjukkan tren positif pada awal pemerintahan
Presiden Prabowo.
Hal tersebut menandakan bahwa ekonomi Indonesia memiliki daya tahan yang
kuat, ditopang konsumsi domestik besar, reformasi fiskal berkelanjutan,
dan prospek investasi yang tetap terjaga.
Meski demikian, pemerintah tetap mewaspadai rasio pembayaran bunga utang
terhadap pendapatan negara. Menkeu memastikan kondisi tersebut akan
terus dimonitor agar tidak mengganggu ruang fiskal di masa depan.
“Saya bilang itu akan kita monitoring terus dan pastikan keadaan ekonomi
tetap baik dan fiskal akan tetap kita jaga,” ujar Purbaya.
Tetap terjaganya rating Indonesia di level BBB dengan outlook stabil
menjadi pesan penting bagi pasar global bahwa fundamental ekonomi
nasional masih solid. Di tengah tekanan eksternal, Indonesia dinilai
mampu menjaga keseimbangan antara pertumbuhan ekonomi, disiplin fiskal,
dan stabilitas keuangan negara.
Sumber : https://www.kemenkeu.go.id/informasi-publik/publikasi/berita-utama/SNP-Nyatakan-Rating-RI-Tetap-BBB