Cari Blog Ini

Jumat, 17 Juli 2026

Presiden Prabowo: Anggaran Pertahanan dan Polri Bila Perlu Dikurangi untuk Hapus Kemiskinan

 



Presiden Prabowo Subianto menegaskan bahwa pemerintah akan terus melakukan efisiensi anggaran demi mempercepat penghapusan kelaparan, kemiskinan, dan kemiskinan ekstrem di Indonesia. Presiden bahkan menyatakan bahwa apabila diperlukan, anggaran pertahanan dan kepolisian dapat dikurangi untuk memastikan kebutuhan dasar rakyat terpenuhi.

“Kita harus hilangkan kelaparan. Kita harus hilangkan kemiskinan. Kemiskinan, apalagi kemiskinan ekstrem harus kita hilangkan. Insyaallah kita akan hilangkan. Kita akan hemat anggaran kita. Kita akan bikin efisien. Bila perlu, anggaran pertahanan kita kurangi, anggaran polisi kita kurangi, untuk menghilangkan kemiskinan,” tegas Presiden dalam pidatonya usai memimpin panen raya serentak yang digelar di Kabupaten Malang, Provinsi Jawa Timur, pada Jumat, 17 Juli 2026.

Presiden menyampaikan bahwa langkah efisiensi tersebut menjadi bagian dari upaya besar mempersiapkan masa depan Indonesia di mana Indonesia diproyeksikan sebagai salah satu negara terbesar di dunia pada 2045–2050. Menurut Presiden, cita-cita Indonesia menjadi negara maju hanya dapat terwujud apabila generasi muda saat ini benar-benar dipersiapkan dengan baik.

“Jadi anak-anak yang sekarang umur 10 tahun, yang di SD, dia nanti 25 tahun lagi dia 35 tahun, dia intinya bangsa Indonesia. Jadi kalau kita sekarang tidak urus anak-anak itu, dia bagaimana akan menjadi negara keempat terbesar di dunia?” ujar Presiden.

Dalam konteks tersebut, Presiden Prabowo menegaskan bahwa kekuatan negara tidak hanya ditentukan oleh pertahanan dan keamanan dalam arti sempit, tetapi juga oleh kesejahteraan rakyat. Menurut Presiden, rakyat yang kuat, sehat, dan sejahtera merupakan fondasi utama pertahanan nasional.

“Pertahanan terbaik adalah rakyat yang kuat dan sejahtera. Kalau ada yang macam-macam sama bangsa Indonesia, seluruh rakyat, seluruh rakyat akan membela bangsa ini. Makanya dari sekarang TNI dan Polri di tengah-tengah rakyat, di tengah-tengah petani dan nelayan,” kata Presiden.

Presiden juga menyampaikan apresiasi terhadap peran TNI dan Polri yang telah membantu masyarakat melalui berbagai program nyata, termasuk pembangunan jembatan dan penyediaan titik air. Menurut Presiden, kesulitan rakyat harus menjadi perhatian bersama seluruh unsur negara.

“Hari ini saya bangga, hari ini saya bahagia. Saya sungguh bahagia dan saya sungguh merasa terharu. TNI bangun berapa ribu jembatan, Polri juga, berapa ribu titik air. Kita atasi, kesulitan rakyat kita atasi,” ungkap Presiden.

Menutup pidatonya, Presiden menegaskan bahwa TNI dan Polri merupakan milik rakyat, sehingga keberadaannya harus selalu diarahkan untuk membantu rakyat dan mengatasi kesulitan yang dihadapi masyarakat.

“Ini Indonesia, TNI, Polri milik rakyat, kesulitan rakyat harus kita atasi. TNI, Polri harus mengatasi kesulitan rakyat,” pungkas Presiden.

 

 

Sumber : https://presidenri.go.id/siaran-pers/presiden-prabowo-anggaran-pertahanan-dan-polri-bila-perlu-dikurangi-untuk-hapus-kemiskinan

Baca Terusannya »»  

Presiden Prabowo Tegaskan Hasil Nyata Potensi Indonesia, dari B50 hingga Industri Nasional

 


Potensi besar Indonesia menunjukkan hasil nyata di berbagai sektor strategis. Menurut Presiden, di tengah tantangan global yang penuh dengan ketidakpastian, Indonesia mampu menjaga kondisi ekonomi sekaligus mempercepat pembangunan di sejumlah sektor.

“Kita kemarin berhasil mulai produksi, mulai pembangunan blok gas salah satu yang terbesar di kawasan kita setelah 28 tahun mangkrak, kita hidupkan. Sebelumnya kita berhasil menjadi negara pertama di dunia yang menghasilkan B50. Kita sekarang hasilkan solar dari kelapa sawit,” ucap Presiden dalam sambutannya pada acara Panen Raya Serentak di Lanud Abdulrachman Saleh, Kabupaten Malang, Provinsi Jawa Timur, Jumat, 17 Juli 2026.

Lebih lanjut, Presiden menegaskan bahwa keberhasilan memproduksi B50 telah membawa dampak nyata bagi perekonomian nasional dengan pengurangan impor solar. Tidak hanya itu, Presiden juga mengungkapkan langkah lanjutan untuk memperkuat kemandirian energi melalui pengembangan bahan bakar berbasis bioetanol.

“Tadi para petugas mengatakan kita bisa sampai E20, butuh pabrik. Tadi pabriknya yang baru kita miliki baru satu pabrik. Tadi saya putuskan, kita akan bangun minimal 30 pabrik. Kalau perlu sampai 50 pabrik. India sudah E20. India sudah E20. Brasil sudah E100. Masa Indonesia tidak bisa, Indonesia bisa kan? Bisa. Bisa,” lanjutnya.

Selain energi, Presiden juga menaruh optimisme besar terhadap kemampuan industri nasional. Dalam waktu dekat, pemerintah akan meluncurkan motor listrik nasional sebagai bagian dari upaya membangun ekosistem industri otomotif dalam negeri.

“Kita akan punya motor buatan anak-anak Indonesia, kita akan punya mobil buatan anak-anak Indonesia,” kata Presiden.

Presiden turut mencontohkan keberhasilan pengembangan industri pertahanan nasional yang kini telah digunakan secara luas oleh Tentara Nasional Indonesia (TNI) dan Polri. Keberhasilan tersebut, lanjut Presiden, juga tercermin dari prestasi prajurit Indonesia yang mampu menjuarai kompetisi menembak internasional menggunakan senjata produksi dalam negeri.

“Menang 12 kali berturut-turut dalam pertandingan mereka. Yang bikin peraturan mereka, wasitnya mereka. Karena teknik-tekniknya mereka, tapi kita menang 12 kali. Pakai senjata buatan anak-anak Indonesia, senapan serbu dari kita, pistol dari kita. SO dari kita,” jelas Presiden.

Dari optimisme tersebut, Presiden pun mengajak seluruh masyarakat untuk terus menumbuhkan semangat membangun bangsa. Dengan kerja keras, kepemimpinan yang baik, serta keberanian memanfaatkan potensi sendiri, Presiden meyakini Indonesia memiliki seluruh modal untuk menjadi negara yang makmur.

“Kita optimis, kita canangkan cita-cita kita setinggi langit Indonesia akan jadi negara makmur. Kita tidak mau bodoh lagi. Kita ramah dibilang lemah. Kita baik dibilang bodoh, ya sudah lah. Kita bersahabat mau datang ke Indonesia, monggo, banyak orang asing seneng. Kita ini bangsa yang ramah, tapi kita sekarang mau jadi bangsa yang bangkit,” tandasnya.

 

 

Sumber : https://presidenri.go.id/siaran-pers/presiden-prabowo-tegaskan-hasil-nyata-potensi-indonesia-dari-b50-hingga-industri-nasional/ 


Baca Terusannya »»  

Menhan Dampingi Presiden Pimpin Panen Raya TNI Terintegrasi

 


Jawa Timur – Menteri Pertahanan Republik Indonesia (Menhan RI) Sjafrie Sjamsoeddin mendampingi Presiden RI Prabowo Subianto memimpin Panen Raya TNI Terintegrasi di Lanud Abdulrachman Saleh, Malang, Jawa Timur pada Jumat (17/7/2026).

Panen raya yang dilaksanakan secara serentak di 43 titik di seluruh Indonesia tersebut menjadi wujud nyata sinergi TNI dalam mendukung ketahanan pangan nasional.

Dalam pelaksanaannya, TNI Angkatan Udara melakukan pendampingan pada komoditas tebu, TNI Angkatan Laut pada komoditas kedelai, sedangkan TNI Angkatan Darat pada pendampingan komoditas padi.

Ketahanan pangan merupakan gerakan nasional yang membutuhkan sinergi dan kerja sama seluruh komponen bangsa. Keterlibatan TNI di sektor pangan merupakan bentuk pengabdian kepada masyarakat, sejalan dengan jati diri TNI yang lahir dari rakyat, berjuang bersama rakyat, dan senantiasa hadir di tengah-tengah rakyat. 

 

 

Sumber : https://www.kemhan.go.id/2026/07/18/menhan-dampingi-presiden-pimpin-panen-raya-tni-terintegrasi.html 

Baca Terusannya »»  

Petani Rasakan Dampak Penguatan Sektor Pertanian, Produktivitas Meningkat dan Pupuk Kian Mudah Diakses

 


Langkah besar pemerintah dalam memperkuat sektor pangan nasional dirasakan secara nyata oleh para petani. Sejumlah petani menilai berbagai upaya yang dilakukan pemerintah telah memberikan dampak nyata terhadap produktivitas pertanian mereka.

Salah satunya disampaikan oleh Abdul Mujib, seorang petani tebu, yang hadir dalam acara Panen Raya Serentak di Seluruh Indonesia bersama TNI yang digelar di Lanud Abdulrachman Saleh, pada Jumat 17, Juli 2026. Ia menilai sistem pertanian saat ini semakin berkembang melalui pemanfaatan teknologi.

“Sudah dua tahun ini mulai terkoordinator jadi sistemnya sudah mulai mengikuti zaman, yaitu mulai dari kita menggunakan sudah tidak manual lagi. Misalkan penebusan pupuk harus melalui sistemnya,” ujarnya.

Mujib menilai perbaikan sistem penebusan pupuk tersebut membuat penyaluran pupuk menjadi lebih tepat sasaran. Menurutnya, alokasi pupuk kini disesuaikan dengan luas lahan yang dimiliki petani.

“Pengambilan pupuk itu lebih tepat sasaran, tidak kayak dulu, kalau sekarang tergantung luasan lahan ya kita dapetnya segitu,” ungkapnya.

Perbaikan tersebut merupakan bagian dari upaya pemerintah untuk memastikan ketersediaan pupuk guna mendukung keberlangsungan usaha tani. Manfaatnya turut dirasakan oleh Puji Santosa, petani kedelai dan bawang merah yang juga turut hadir dalam acara yang dihadiri oleh Presiden Prabowo tersebut.

“Dengan stok pupuk yang melimpah ini, jadi petani sangat merasa, petani tuh merasa ketersediaannya itu sangat tercukupi,” ujar Puji.

Selain kepastian ketersediaan pupuk, Puji menuturkan bahwa program pendampingan bagi petani juga berperan dalam meningkatkan kesejahteraan. Menurutnya, pendampingan tersebut membantu petani memperoleh hasil panen yang lebih optimal.

“Sebelumnya tidak pernah ada pendampingan baik TNI ataupun Panglima TNI. Dan kalau harga sudah naik, pemerintah sudah operasi pasar jadi petani tidak bisa merasakan hasil yang maksimal. Yang sekarang alhamdulillah bisa dirasakan oleh petani,” tuturnya.

Petani pun berharap sejumlah upaya pemerintah tersebut dapat terus mendorong kemajuan sektor pertanian di seluruh Tanah Air. “Harapannya mudah-mudahan petani khususnya di wilayah Malang meluasnya di seluruh Indonesia tambah maju,” harap Mujib.

Sementara itu, Puji berharap pemerintah terus memberikan perhatian kepada para petani sekaligus mendorong keterlibatan generasi muda dalam mengembangkan sektor pertanian nasional.

“Dengan adanya beliau datang ke Jawa Timur, kami berharap beliau bisa memperhatikan petani, apalagi petani muda, karena petani muda ini generasi penerus bangsa,” harapnya.

Kesaksian para petani tersebut menjadi gambaran bahwa berbagai upaya pemerintah dalam memperkuat sektor pertanian mulai memberikan dampak nyata di lapangan. Dengan dukungan teknologi, kepastian sarana produksi, serta pendampingan yang berkelanjutan, pemerintah berharap produktivitas pertanian nasional terus meningkat sekaligus memperkuat fondasi ketahanan pangan Indonesia.

 

 

Sumber : https://presidenri.go.id/siaran-pers/petani-rasakan-dampak-penguatan-sektor-pertanian-produktivitas-meningkat-dan-pupuk-kian-mudah-diakses/ 


Baca Terusannya »»  

Target Swasembada Gula Dua Tahun, Presiden Prabowo ke Mentan Amran: Jangan Masuk Rumah Sakit, Negara dan Bangsa Masih Butuh Kau


 

Malang , Presiden Prabowo Subianto menargetkan Indonesia mampu mencapai swasembada gula dalam dua tahun. Target tersebut lebih cepat dari proyeksi awal empat tahun dan menjadi bagian dari percepatan agenda pemerintah dalam memperkuat kemandirian pangan nasional.

Target itu disampaikan Presiden saat menghadiri Panen Raya dalam Rangka TNI Mendukung Program Ketahanan Pangan Nasional di Kabupaten Malang, Jawa Timur, Jumat (17/7/2026).

Dalam kesempatan tersebut, Presiden mengungkapkan bahwa Menteri Pertanian (Mentan) Andi Amran Sulaiman sebelumnya melaporkan program peremajaan tebu seluas 100 ribu hektare per tahun yang diproyeksikan mampu mewujudkan swasembada gula dalam empat tahun. Namun setelah berdiskusi, Mentan Amran menyatakan target tersebut dapat dipercepat menjadi dua tahun.

Mendengar komitmen itu, Presiden menyampaikan apresiasi kepada Mentan Amran di hadapan ribuan peserta yang hadir.

"Tadi Menteri Pertanian melaporkan kepada saya program kita sekarang adalah 100 ribu hektare per tahun. Dengan demikian akan dicapai dalam empat tahun. Tapi setelah saya tanya lagi ke beliau, dengan gagah dan berani beliau mengatakan, "Pak, kita bisa dalam dua tahun" ujar Presiden Prabowo.

Presiden kemudian menyampaikan pesan khusus kepada Mentan Amran yang langsung disambut tepuk tangan para peserta.

"Saya bilang bagus, tapi jangan masuk rumah sakit Menteri Pertanian. Janji, dua tahun tapi you tidak masuk rumah sakit. Negara dan bangsa masih butuh kau," kata Presiden.

Presiden menegaskan, percepatan swasembada gula merupakan bagian dari strategi besar pemerintah untuk memperkuat kemandirian bangsa. Setelah berhasil mencapai target swasembada pangan, pemerintah kini terus bergerak menuju swasembada energi dan memperkuat ketahanan air.

"Target kita swasembada pangan sudah kita capai. Sekarang swasembada energi kita sedang menuju. Swasembada air sedang kita rintis, sehingga semua rakyat kita punya akses kepada air bersih dan air untuk tanaman," ujarnya.

Pada kesempatan yang sama, Presiden juga mengapresiasi kerja keras seluruh jajaran pemerintah, TNI, Polri, kementerian, lembaga, pemerintah daerah, hingga para petani yang terus bekerja mengawal berbagai program strategis nasional.

"Saya bangga melihat kerja keras semua unsur. Menteri-menteri, Panglima TNI, Kapolri, semua bekerja dengan gesit, tidak mengenal istirahat. Bahkan banyak pejabat tinggi negara yang ambruk masuk rumah sakit karena bekerja keras," kata Presiden.

Menurut Presiden, kerja keras tersebut dilakukan untuk mempercepat terwujudnya kesejahteraan masyarakat dan membuktikan bahwa Indonesia mampu berdiri di atas kekuatannya sendiri.

"Kita mengejar sasaran karena rakyat sudah terlalu lama mengalami kehidupan yang tidak selayaknya dialami oleh negara besar dan kaya seperti Indonesia. Kita akan buktikan kepada dunia bahwa bangsa Indonesia sedang bangkit dengan kekuatan kita sendiri. Tidak ada bangsa lain yang akan membangun Indonesia selain kita sendiri,"tegasnya.

Menanggapi arahan Presiden, Mentan Amran menyatakan siap mempercepat program peremajaan tebu nasional melalui modernisasi budidaya, peningkatan produktivitas, penggunaan benih unggul, mekanisasi pertanian, serta penguatan kemitraan dengan petani dan industri gula.

Menurutnya, percepatan tersebut menjadi langkah strategis untuk meningkatkan produksi gula nasional, mengurangi ketergantungan impor, sekaligus meningkatkan kesejahteraan petani tebu.

"Kami siap menjalankan arahan Bapak Presiden. Seluruh jajaran Kementerian Pertanian akan bekerja maksimal bersama pemerintah daerah, BUMN, dunia usaha, dan petani agar target swasembada gula dalam dua tahun dapat diwujudkan," kata Mentan Amran.

Mentan Amran menegaskan Kementerian Pertanian akan terus mengawal percepatan program peremajaan tebu sebagai bagian dari upaya mewujudkan swasembada gula, memperkuat ketahanan pangan nasional, serta meningkatkan nilai tambah dan kesejahteraan petani tebu di seluruh Indonesia.

 

 

Sumber : https://www.pertanian.go.id/?show=news&act=view&id=7962 

Baca Terusannya »»  

Presiden Prabowo Percepat Swasembada Energi dan Berantas Aktivitas Ilegal

 


Presiden Prabowo Subianto menegaskan komitmen pemerintahannya untuk mempercepat terwujudnya Indonesia yang mandiri dan sejahtera melalui kerja keras di berbagai sektor strategis. Penegasan tersebut disampaikan Kepala Negara dalam pidatonya usai memimpin panen raya serentak yang digelar di Kabupaten Malang, Provinsi Jawa Timur, pada Jumat, 17 Juli 2026.

Dalam sambutannya, Presiden Prabowo menyampaikan apresiasi kepada seluruh jajaran pemerintah, TNI, Polri, serta berbagai unsur yang dinilainya telah bekerja tanpa mengenal lelah demi mempercepat pencapaian program-program prioritas nasional. Menurut Presiden, semangat kerja keras tersebut lahir dari kesadaran bahwa rakyat Indonesia telah terlalu lama menghadapi kondisi yang tidak sepadan dengan potensi bangsa yang besar dan kaya akan sumber daya.

“Saya bangga hari ini, dan saya bangga beberapa minggu-minggu ini. Saya melihat kerja keras semua unsur, menteri-menteri, Panglima, Kapolri, semua unsur bekerja dengan gesit, tidak istirahat. Kita sadar bahwa rakyat sudah terlalu lama mengalami kehidupan yang tidak selayaknya dialami oleh negara besar dan negara kaya seperti kita. Karena itu, pemerintah yang saya pimpin bertekad untuk berbuat yang terbaik, untuk menggapai sasaran yang tertinggi dalam waktu yang secepat-cepatnya. Kita tidak mau menjadi bangsa yang santai. Kita akan buktikan kepada dunia bahwa bangsa Indonesia sedang bangkit dengan kekuatan kita sendiri,” ujar Presiden.

Presiden Prabowo juga mengajak seluruh elemen bangsa untuk memperkuat persatuan dalam mengelola dan menjaga kekayaan nasional agar manfaatnya dapat dirasakan sebesar-besarnya oleh rakyat. Kepala Negara menegaskan bahwa kebersamaan menjadi kunci untuk menghadapi berbagai tantangan dalam mewujudkan Indonesia yang lebih maju.

“Semua unsur, kita bahu-membahu. Saya mengajak semua kekuatan, sudah bersatulah, bersatulah untuk bangsa dan rakyat kita. Bersatulah untuk anak-anak dan cucu kita. Bersatulah untuk mengamankan, menguasai kembali semua kekayaan bangsa Indonesia supaya rakyat kita bisa menikmati kekayaan tersebut,” ungkap Presiden.

Pada kesempatan tersebut, Presiden Prabowo juga menegaskan sikap tegas pemerintah terhadap setiap bentuk penyalahgunaan kewenangan maupun tindakan yang merugikan kepentingan rakyat. Menurut Presiden, aparatur negara yang telah diberi kepercayaan oleh masyarakat harus bekerja sepenuhnya untuk kepentingan bangsa, bukan sebaliknya.

“Kita tidak mau toleransi kepada mereka yang dipercaya oleh rakyat, yang digaji oleh rakyat, tapi melaksanakan kebijakan-kebijakan dan tindakan-tindakan yang merugikan rakyat. Apalagi mencuri uang rakyat. Kita tidak toleransi. Saya tidak toleransi. Sebagai presiden yang dipercaya rakyat, saya tidak akan ragu-ragu,” tegas Presiden.

Lebih lanjut, Kepala Negara menyampaikan bahwa target swasembada pangan telah berhasil dicapai. Pemerintah kini mengarahkan fokus pada percepatan swasembada energi, pembangunan ketahanan air, serta penertiban berbagai aktivitas ilegal yang merugikan negara, mulai dari penyelundupan hingga praktik pertambangan, perkebunan, perikanan, dan perdagangan ilegal.

Selain itu, Presiden Prabowo turut mengungkapkan bahwa pemerintah akan mempercepat program peremajaan tanaman tebu nasional. Berdasarkan laporan Menteri Pertanian, program yang semula ditargetkan selesai dalam empat tahun kini diupayakan dapat dirampungkan hanya dalam dua tahun. Presiden pun menyambut optimisme tersebut sembari mengingatkan seluruh jajaran pemerintah agar tetap menjaga kondisi kesehatan di tengah tingginya intensitas pekerjaan.

“Beliau mengatakan, ‘Pak, kita bisa dalam dua tahun.’ Tapi, saya bilang bagus, tapi jangan masuk rumah sakit, Menteri Pertanian. Janji dua tahun tapi you tidak masuk rumah sakit. Negara dan bangsa masih butuh kau. Menteri-menteri, jenderal-jenderal jangan ambruk. Jadi kita akan percepat semua usaha, kita akan kerja keras,” tutur Presiden.

Presiden Prabowo menegaskan bahwa percepatan pembangunan di berbagai sektor merupakan bagian dari tekad pemerintah untuk memastikan kekayaan dan potensi Indonesia benar-benar dikelola bagi sebesar-besarnya kemakmuran rakyat serta membawa Indonesia menjadi bangsa yang semakin berdaulat, mandiri, dan disegani dunia.

 

 

Sumber : https://presidenri.go.id/siaran-pers/presiden-prabowo-percepat-swasembada-energi-dan-berantas-aktivitas-ilegal/ 


Baca Terusannya »»  

Presiden Prabowo Pimpin Panen Raya Serentak Tiga Komoditas, Perkuat Ketahanan Pangan Nasional

 


Presiden Prabowo Subianto memimpin panen raya serentak yang digelar di Lanud Abdulrachman Saleh, Kabupaten Malang, Provinsi Jawa Timur, pada Jumat, 17 Juli 2026. Kegiatan tersebut merupakan bagian dari sinergi TNI dalam mendukung program ketahanan pangan nasional melalui panen tiga komoditas strategis yang dilaksanakan secara serentak di berbagai wilayah Indonesia, yakni tebu oleh TNI Angkatan Udara, kedelai oleh TNI Angkatan Laut, serta padi oleh TNI Angkatan Darat.

Setibanya di lokasi, Kepala Negara meninjau insinerator atau alat pembakar sampah, serta melihat berbagai hasil dan inisiatif hilirisasi yang dikembangkan untuk meningkatkan nilai tambah komoditas pertanian sekaligus memperkuat industri nasional. Kedatangan Kepala Negara disambut dengan pertunjukan Tari Beskalan Putri, sebelum kemudian meninjau sejumlah stan yang menampilkan program-program unggulan TNI di bidang ketahanan pangan.

Presiden Prabowo kemudian menyaksikan secara langsung proses panen raya tebu yang dilaksanakan di Lanud Abdulrachman Saleh. Kegiatan tersebut merupakan bagian dari panen raya serentak yang dilaksanakan secara nasional sebagai wujud kolaborasi TNI dalam memperkuat ketahanan pangan Indonesia.

Dalam laporannya, Panglima TNI Jenderal Agus Subiyanto menyampaikan bahwa panen raya serentak tersebut merupakan tindak lanjut atas arahan Presiden Prabowo dalam memperkuat ketahanan pangan nasional melalui pendampingan terpadu oleh seluruh matra TNI.

“Menindaklanjuti arahan Bapak Presiden, TNI melaksanakan pendampingan terpadu, TNI Angkatan Udara pada komoditas tebu, TNI Angkatan Laut pada komoditas kedelai, dan TNI Angkatan Darat pada komoditas padi,” ujar Panglima TNI.

Secara khusus, Panglima TNI menjelaskan bahwa panen tebu di Lanud Abdulrachman Saleh mencakup lahan seluas 800,5 hektare dengan estimasi hasil panen mencapai 72.045 ton.

“Luas siap panen mencapai 800,5 hektare dengan estimasi hasil 72.045 ton dengan nilai diterima pabrik rata-rata Rp720 ribu per ton. Hilirisasi tebu turut menghasilkan molase, bioetanol, industri ataupun farmasi, pupuk organik, dan produk turunan lainnya yang meningkatkan nilai bagi perekonomian nasional,” lanjutnya.

Selanjutnya, Presiden Prabowo dalam sambutannya menyampaikan apresiasi atas terselenggaranya Panen Raya TNI Terintegrasi yang dilaksanakan secara serentak di 43 titik di seluruh Indonesia. Menurut Kepala Negara, kegiatan tersebut mencerminkan bahwa upaya mewujudkan ketahanan pangan merupakan gerakan nasional yang melibatkan seluruh komponen bangsa.

“Saya ucapkan selamat atas terselenggaranya Panen Raya TNI terintegrasi yang dilaksanakan serentak di 43 titik di seluruh Indonesia. Kegiatan ini menunjukkan bahwa ketahanan pangan bukan hanya urusan Kementerian Pertanian, tetapi merupakan gerakan nasional yang melibatkan seluruh kekuatan bangsa,” ujar Presiden.

Presiden Prabowo juga menegaskan bahwa keterlibatan TNI dalam mendukung sektor pangan merupakan wujud nyata pengabdian kepada rakyat. Kepala Negara menilai kolaborasi lintas sektor menjadi kunci dalam mengatasi berbagai tantangan yang dihadapi masyarakat sekaligus memperkuat ketahanan pangan nasional.

“Ini menunjukkan bahwa TNI dan Polri tidak hanya merupakan penjaga pertahanan dan keamanan negara, tapi TNI dan Polri adalah bagian yang tidak bisa dipisahkan dari rakyat Indonesia. TNI dan Polri adalah anak kandung rakyat. TNI dan Polri harus selalu bersama rakyat di tengah-tengah rakyat. Kesulitan rakyat adalah kesulitan TNI dan Polri,” tegas Presiden.

 

 

 

Sumber : https://presidenri.go.id/siaran-pers/presiden-prabowo-pimpin-panen-raya-serentak-tiga-komoditas-perkuat-ketahanan-pangan-nasional/ 


Baca Terusannya »»  

Prabowo Pimpin Panen Raya Padi hingga Tebu Serentak Bersama TNI

 



Presiden Prabowo Subianto menyaksikan secara langsung panen raya tebu di Lanud Abdulrachman Saleh, Kabupaten Malang, Provinsi Jawa Timur, pada Jumat, 17 Juli 2026. Di sela-sela kegiatan tersebut, Kepala Negara tampak menyapa dan berbincang dengan sejumlah petani yang turut mengikuti panen raya, sekaligus mendengarkan secara langsung pengalaman serta harapan mereka terhadap penguatan sektor pertanian nasional.

Bagi Yusuf, salah seorang petani yang berkesempatan berbincang langsung dengan Presiden, kehadiran Kepala Negara di tengah para petani menjadi bentuk perhatian nyata pemerintah terhadap sektor pertanian. Ia pun mengaku bangga melihat Presiden turun langsung menyaksikan hasil panen di lapangan.

“Saya merasa senang dan sangat bangga sekali, bahwa saat ini Bapak Presiden kita telah langsung terjun ke lapangan menyaksikan hasil panen kita yang sangat melimpah. Jadi dengan (kehadiran) Pak Presiden Prabowo saya kira sangat bagus sekali atas perkembangan pertanian saat ini,” ucap Yusuf.

Yusuf berharap dukungan pemerintah terhadap sektor pertanian terus ditingkatkan agar petani makin semangat mengelola lahan dan menjaga keberlanjutan produksi pangan nasional.

“Untuk harapan, petani harus tetap lebih ditingkat lagi agar rakyat Indonesia, petani khususnya bisa merasa lebih nyaman, lebih enak, lebih semangat untuk bertani. Jadi petani itu jangan sampai surut. Kita ingin langsung berlanjut sampai kapan pun kita tingkatkan untuk pertanian,” ucapnya penuh haru.

Hal senada disampaikan Muhammad yang mengaku bahagia dapat bertemu dan menyapa langsung Presiden Prabowo. Baginya, momen tersebut menjadi pengalaman yang membanggakan sekaligus memberikan semangat bagi para petani.

“Senang, senang. Saya bertemu dengan RI1 itu, saya sangat senang sekali. Ya, semoga Bapak Presiden beserta bawahannya juga masyarakatnya aman makmur, maju makmur,” tutur Muhammad.

Sementara itu, Ketua Kelompok Tani Makmur Dua, Khoirul Anam, mengapresiasi kehadiran Presiden yang dinilainya menjadi kesempatan bagi masyarakat untuk menyampaikan langsung kondisi di lapangan.

“Alhamdulillah, kami ucapkan sebagai perwakilan dari suara masyarakat, Bapak Presiden telah sudi hadir datang dan langsung berpartisipasi dan bertemu masyarakat, bisa mengonfirmasi keluhan masyarakat dan mudah-mudahan ke depannya bisa berlanjut,” ucap Khoirul.

Khoirul juga menyampaikan apresiasinya terhadap berbagai program pemerintah di bidang pertanian yang menurutnya telah memberikan manfaat bagi masyarakat, khususnya petani di wilayah Malang Raya.

“Alhamdulillah, sampai saat ini kepemimpinan beliau bagus sekali program-programnya. Sangat-sangat bisa memenuhi semua kebutuhan dan semua fasilitas masyarakat, khususnya di Malang Raya di Kecamatan Singosari,” ujarnya.

Kehadiran Presiden Prabowo di tengah para petani pada panen raya tebu tersebut menjadi simbol komitmen pemerintah untuk terus mendengar aspirasi dari lapangan sekaligus memperkuat sektor pertanian sebagai fondasi ketahanan pangan nasional. Melalui dialog langsung dengan para petani, pemerintah memastikan setiap kebijakan yang dijalankan semakin berpihak pada peningkatan kesejahteraan petani dan kemajuan pertanian Indonesia.

 

 

Sumber : https://presidenri.go.id/siaran-pers/prabowo-pimpin-panen-raya-padi-hingga-tebu-serentak-bersama-tni/ 

Baca Terusannya »»  

Panglima TNI Dampingi Presiden RI Panen Raya Terpadu TNI, Perkuat Ketahanan Pangan Nasional

 


(Puspen TNI). Panglima TNI Jenderal TNI Agus Subiyanto mendampingi Presiden RI Prabowo Subianto pada Panen Raya TNI yang digelar serentak di 43 titik, mengintegrasikan panen tebu, padi, dan kedelai sebagai bagian dari dukungan terhadap Program Ketahanan Pangan Nasional. Kegiatan dipusatkan di Lanud Abdulrahman Saleh, Malang, Jawa Timur, Jumat (17/7/2026).

Dalam laporannya, Panglima TNI menyampaikan terima kasih atas kehadiran Presiden RI yang menjadi penyemangat bagi jajaran TNI dan masyarakat dalam mendukung program strategis pemerintah di sektor pangan. Panglima TNI melaporkan, TNI AU melaksanakan pendampingan pengelolaan lahan tebu seluas 236.048 hektare dengan potensi produksi sekitar 18,386 juta ton tebu atau setara 1,36 juta ton gula. Sementara itu, TNI AL mendampingi pengelolaan lahan kedelai seluas 2.432 hektare dengan produksi 3.676 ton serta terus membuka lahan baru untuk meningkatkan hasil produksi.

TNI AD mendampingi pengelolaan lahan padi, pada Juli 2026 seluas 479.659 hektare. Secara akumulatif Januari-Juni 2026, luas panen mencapai 6,26 juta hektare dengan produksi sekitar 19,2 juta ton beras atau mendukung lebih dari 55 persen target produksi beras nasional tahun 2026.

Menutup laporannya, Panglima TNI menegaskan capaian tersebut merupakan wujud komitmen TNI dalam mendukung program strategis pemerintah di bidang ketahanan pangan. "Panen raya ini adalah bukti nyata TNI hadir memperkuat kemandirian pangan dan memajukan perekonomian bangsa, sebagai fondasi menuju Indonesia Emas 2045," tegas Panglima TNI.

Presiden Prabowo dalam sambutannya mengapresiasi Panen Raya TNI Terintegrasi yang digelar serentak di seluruh Indonesia. Menurut Kepala Negara, kegiatan tersebut menunjukkan bahwa ketahanan pangan merupakan gerakan nasional yang melibatkan seluruh komponen bangsa.

"Saya ucapkan selamat atas terselenggaranya Panen Raya TNI terintegrasi yang dilaksanakan serentak di 43 titik di seluruh Indonesia. Kegiatan ini menunjukkan bahwa ketahanan pangan bukan hanya urusan Kementerian Pertanian, tetapi merupakan gerakan nasional yang melibatkan seluruh kekuatan bangsa," ujar Presiden.

 

 

Sumber : https://tni.mil.id/view-266501-panglima-tni-dampingi-presiden-ri-panen-raya-terpadu-tni-perkuat-ketahanan-pangan-nasional.html 

Baca Terusannya »»  

Wamentan Sudaryono Gerak Cepat Jawab Keluhan Petani, Pupuk hingga Harga Telur Langsung Diatensi

 

Malang, Keluhan petani soal akses pupuk bersubsidi dan kebutuhan alat mesin pertanian (alsintan), hingga keresahan peternak akibat anjloknya harga telur dan tingginya biaya pakan, langsung mendapat perhatian Wakil Menteri Pertanian (Wamentan) Sudaryono. Dalam dialog bersama petani, peternak, dan Himpunan Kerukunan Tani Indonesia (HKTI) di Kabupaten Malang, Jawa Timur, Jumat (17/7/2026), Wamentan Sudaryono atau akrab disapa Mas Dar tidak hanya menyerap aspirasi, tetapi juga langsung menginstruksikan jajaran Kementerian Pertanian untuk menindaklanjuti setiap persoalan yang disampaikan masyarakat.

Satu per satu keluhan dijawab langsung di hadapan peserta forum. Mulai dari petani yang mengaku belum pernah memperoleh pupuk bersubsidi meski telah bertahun-tahun mengusahakan komoditas yang berhak menerima subsidi, usulan bantuan traktor dan drone pertanian, hingga persoalan harga telur ayam ras yang belum sepenuhnya menguntungkan peternak.

Merespons persoalan pupuk, Wamentan Sudaryono langsung meminta penyuluh pertanian melakukan verifikasi terhadap petani yang belum terdaftar dalam sistem elektronik Rencana Definitif Kebutuhan Kelompok (e-RDKK). Ia menegaskan petani yang memenuhi syarat harus segera dimasukkan agar dapat memperoleh pupuk bersubsidi.

"Kalau memang memenuhi syarat, segera dimasukkan ke e-RDKK supaya mendapatkan pupuk bersubsidi. Bukan hanya beliau, tetapi petani lain yang mengalami kondisi serupa juga harus didata dan difasilitasi," tegas Wamentan Sudaryono.

Ia mengingatkan bahwa pupuk bersubsidi merupakan barang milik negara sehingga tidak boleh terjadi penyimpangan dalam penyalurannya.

"Kalau ada penyelewengan pupuk subsidi, itu bukan pelanggaran biasa. Itu pidana, karena pupuk subsidi adalah barang milik negara. Harus dipastikan tepat sasaran kepada petani yang berhak," ujarnya.

Tidak berhenti pada persoalan pupuk, Wamentan Sudaryono juga langsung merespons berbagai kebutuhan sarana produksi yang disampaikan petani. Saat petani tebu mengeluhkan tingginya biaya angkut akibat kondisi jalan menuju lahan, serta petani di wilayah pesisir mengusulkan bantuan alsintan yang sesuai dengan karakteristik lahannya, Wamentan Sudaryono meminta jajarannya segera menindaklanjuti usulan tersebut.

Bahkan ketika Kepala Dinas Pertanian menyampaikan perlunya dukungan teknologi modern untuk menarik minat generasi muda menjadi petani, Wamentan Sudaryono langsung menyetujui bantuan satu unit drone pertanian dan satu unit traktor.

"Ya sudah, kita bantu satu drone dan satu traktor," katanya yang disambut tepuk tangan peserta.

Dalam kesempatan yang sama, para peternak ayam petelur juga menyampaikan keluhan mengenai jatuhnya harga telur dalam beberapa bulan terakhir. Meski harga mulai berangsur pulih, mereka mengaku biaya produksi masih tinggi karena harga pakan naik lebih cepat dibanding kenaikan harga telur. Peternak juga meminta pemerintah mengevaluasi tata kelola produksi agar kelebihan pasokan tidak kembali menekan harga di tingkat peternak.

Menanggapi hal tersebut, Wamentan Sudaryono mengatakan pemerintah memahami kondisi yang dihadapi peternak dan telah menjadikan persoalan tersebut sebagai perhatian serius. Ia mengungkapkan Presiden Prabowo Subianto bahkan memberikan arahan khusus dalam rapat kabinet agar mekanisme perlindungan peternak diperkuat sehingga persoalan serupa tidak terus berulang.

"Pemerintah mengakui memang ada kondisi harga telur dan ayam sempat turun. Sekarang mulai membaik, meski belum sesuai harapan peternak. Presiden Prabowo meminta Kementerian Pertanian bersama Menko Pangan menyiapkan mekanisme agar persoalan seperti ini tidak terus berulang dari tahun ke tahun," kata Wamentan Sudaryono.

Ia menjelaskan Indonesia saat ini telah mencapai swasembada protein hewani. Kebutuhan daging ayam dan telur nasional dipenuhi dari produksi dalam negeri, bahkan sebagian telah memasuki pasar ekspor. Karena itu, tantangan ke depan bukan lagi meningkatkan produksi semata, melainkan menjaga keseimbangan antara pasokan dan permintaan agar usaha peternak tetap menguntungkan.

Selain menyelesaikan persoalan teknis di lapangan, Wamentan Sudaryono juga meminta HKTI mengambil peran lebih aktif sebagai mitra strategis pemerintah. Menurutnya, organisasi petani harus menjadi mata, telinga, sekaligus corong pemerintah dalam mengawal berbagai program pertanian.

"Kalau ada pupuk dijual di atas harga yang ditentukan, laporkan. Kalau ada irigasi rusak, jalan usaha tani rusak, atau bantuan tidak sampai kepada petani, sampaikan. HKTI harus menjadi mata, telinga, dan corong pemerintah agar setiap program benar-benar dirasakan manfaatnya oleh petani," ujarnya.

Ia menegaskan pemerintah di bawah kepemimpinan Presiden Prabowo Subianto berkomitmen memastikan setiap kebijakan di sektor pertanian dan peternakan tidak berhenti di atas kertas, tetapi benar-benar menyelesaikan persoalan masyarakat di lapangan.

"Kalau ada masalah, jangan dibiarkan berlarut-larut. Kita ingin setiap persoalan cepat ditindaklanjuti supaya petani dan peternak bisa bekerja dengan tenang, produktivitas meningkat, kesejahteraan membaik, dan swasembada pangan yang sudah kita capai bisa terus dijaga," pungkasnya.

 

Sumber : https://www.pertanian.go.id/?show=news&act=view&id=7961 


Baca Terusannya »»  

Satgas Kizi TNI Konga XX-W MONUSCO Siap Laksanakan Misi Perdamaian PBB di Republik Demokratik Kongo

 


(Puspen TNI). Satuan Tugas Kompi Zeni (Satgas Kizi) TNI Kontingen Garuda (Konga) XX-W _United Nations Organization Stabilization Mission in the Democratic Republic of the Congo_ (MONUSCO) TA 2026 siap melaksanakan misi pemeliharaan perdamaian Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB) di Republik Demokratik Kongo. Upacara pemberangkatan dengan Inspektur Upacara Panglima TNI Jenderal TNI Agus Subiyanto yang diwakili Asisten Operasi (Asops) Panglima TNI Letjen TNI Bobby Rinal Makmun, kegiatan bertempat di lapangan Prima, Mabes TNI, Jakarta Timur, Jumat (17/07/2026). 

Dalam amanat Panglima TNI yang dibacakan oleh Asops Panglima TNI, menegaskan bahwa penugasan tersebut merupakan amanah negara sekaligus wujud nyata komitmen TNI dalam mendukung perdamaian dunia dan memperkuat diplomasi militer Indonesia di bawah mandat Perserikatan Bangsa-Bangsa. Seluruh prajurit diminta melaksanakan tugas dengan profesionalisme, disiplin, loyalitas, dan integritas, serta senantiasa menjaga kehormatan TNI, bangsa, dan negara melalui sikap yang humanis dan bertanggung jawab.

Panglima TNI juga mengingatkan bahwa wilayah operasi MONUSCO masih menghadapi tantangan keamanan, keterbatasan infrastruktur, serta potensi penyebaran wabah Ebola di sejumlah wilayah. Oleh karena itu, seluruh personel diinstruksikan untuk meningkatkan kewaspadaan, mematuhi prosedur operasi, menerapkan protokol kesehatan, serta mengutamakan keselamatan personel dan materiil. Sebagai Kompi Zeni, Satgas Kizi TNI Konga XX-W diharapkan mampu melaksanakan tugas konstruksi, pemeliharaan, perbaikan, dan dukungan teknis sesuai standar keselamatan, mutu, dan akuntabilitas guna mendukung keberhasilan misi MONUSCO.

Sebanyak 175 prajurit terbaik TNI dengan komposisi dari tiga Matra TNI yang tergabung dalam Satgas Kizi TNI Konga XX-W MONUSCO TA 2026 ini merupakan representasi bangsa Indonesia yang akan memberikan kontribusi nyata pada misi perdamaian dunia dan mengharumkan nama TNI serta Indonesia di tingkat internasional.

 

 

Sumber : https://tni.mil.id/view-266500-satgas-kizi-tni-konga-xx-w-monusco-siap-laksanakan-misi-perdamaian-pbb-di-republik-demokratik-kongo.html 

Baca Terusannya »»  

Harga di Peternak Unggas Naik 5 Persen, MBG Beri Stimulus Positif Bantu Jaga Stabilitas Pangan

 

JAKARTA — Adanya deklinasi harga produk ternak unggas diakui pelaku usaha disebabkan beberapa faktor yang mempengaruhi tingkat permintaan masyarakat. Kendati begitu, pertumbuhan positif harga di tingkat peternak unggas mulai dirasakan secara gradual.

Anggota Gabungan Peternak Rakyat Solo Raya Parjuni menuturkan faktor yang mempengaruhi antara lain momen bulan Suro dan penghentian sementara program Makan Bergizi Gratis (MBG) selama masa libur sekolah. Namun saat ini mulai dirasakan adanya growth atau pertumbuhan harga di kalangan peternak unggas.

"Memang mungkin karena kemarin momen di bulan Juni yaitu Suro, kalau di Jawa kan sedikit turun, ditambah mungkin program MBG off kemarin. Jadi itu juga menjadikan demand (permintaan) dari masyarakat itu turun," ungkap Parjuni dalam suatu dialog televisi swasta dikutip di Jakarta pada Jumat (17/7/2026).

Parjuni mengatakan mulai ada pertumbuhan harga, meskipun masih belum mencapai Harga Acuan Pembelian (HAP) di tingkat peternak. Ia pun berharap pemerintah dapat terus mendukung peternak unggas, misalnya dengan pengguliran program bantuan pangan berupa telur dan daging ayam karkas.

"Kemarin itu harganya (telur) Rp 17.000 sampai Rp 18.000. Sampai dengan hari ini di kisaran Rp 20.000 sampai Rp 21.000. Jadi memang ada growth naik. (Dahulu) itu kan ada program stunting. Barangkali nanti bisa dibikin pola yang sama. Jadi konsepnya (dibahas) sekarang, September aplikasi. Itu saya kira nanti akan mengatasi," kata Parjuni.

Untuk diketahui, pada tahun 2023 dan 2024 Badan Pangan Nasional (Bapanas) sempat menugaskan ID FOOD melalui Kementerian BUMN untuk menyalurkan bantuan pangan pengentasan stunting kepada 1,4 juta keluarga masing-masing diberi 1 kilogram (kg) daging ayam dan 10 butir telur ayam per bulan. Alokasi bantuan diberikan untuk 3 bulan.

Dalam pelaksanaan bantuan pangan tersebut, pemerintah telah berkolaborasi dengan banyak peternak rakyat mandiri kecil, mikro, dan UMKM (Usaha Mikro, Kecil dan Menengah). Sampai tahun 2024 tercatat telah terlaksana kemitraaan dengan total sampai 8.778 peternak yang terdiri dari 6.895 peternak ayam petelur dan 1.883 peternak ayam broiler.

Terpisah, Deputi Ketersediaan dan Stabilisasi Pangan Bapanas I Gusti Ketut Astawa menerangkan rencana pengguliran kembali program bantuan pangan serupa di tahun ini masih menunggu. Rapat koordinasi terbatas (Rakortas) bidang pangan belum memutuskannya.

"(Bantuan pangan telur dan daging ayam) belum ada keputusan Rakortas. Tentu nanti kita masih perlu menunggu. Jika dimungkinkan diputuskan, (tentu) kita lakukan," jawab Deputi Bapanas Ketut saat ditanya awak media di Kementerian Koordinator Bidang Perekonomian, Jakarta (14/7/2026).

Walakin, Ketut memastikan kondisi harga telur dan ayam broiler di tingkat peternak saat ini telah memperlihatkan tren yang bergerak positif. Tentu ini juga merupakan implikasi program MBG yang sudah mulai berjalan kembali dan terbukti memberikan stimulus pengerek harga di hulu rantai pasok pangan.

"Jadi MBG itu ada pengaruhnya, dengan (sudah) melewati bulan Suro sekaligus juga mulai masuk anak sekolah, (lalu) MBG dimulai, ini merangkak sudah mulai naik. Nah kalau ini sudah dilewati, tentu harga akan mulai terkoreksi positif bagi peternak kita. Tolong biarkan dulu peternak kita menikmati, sehingga mencapai harga acuan yang kita tetapkan," jelas dia.

Berdasarkan pantauan harga Bapanas, per 16 Juli rerata harga ayam broiler secara nasional di tingkat peternak telah meningkat 5,53 persen dalam seminggu terakhir. Adapun seminggu yang lalu masih berada di Rp 20.878 per kg berat hidup. Kemudian bergerak naik pada 16 Juli menjadi Rp 22.032 per kg berat hidup.

Terpantau di Sumatera Selatan menjadi daerah dengan rerata harga ayam broiler paling rendah dengan Rp 19.500 per kg berat hidup. Sementara daerah dengan rerata harga paling tinggi adalah Riau di Rp 26.000 per kg berat hidup.

Untuk rerata harga daging ayam ras di tingkat konsumen juga mengalami kenaikan, namun terhitung masih di bawah Harga Acuan Penjualan (HAP) yang ditetapkan di Rp 40.000 per kg. Sementara rerata harga telur di tingkat konsumen secara nasional per 16 Juli berada di Rp37.040 atau minus 7,4 persen dari HAP.

Lebih lanjut, untuk rerata harga telur ayam di tingkat peternak secara nasional per 16 Juli telah mengalami pergerakan cukup siginifikan hingga 2,2 persen jika dibandingkan terhadap sepekan lalu. Dari Rp 22.495 per kg bergerak menjadi Rp 22.989 per kg.

Akan tetapi, rerata harga telur peternak di Sulawesi Utara telah mencapai Rp 27.067 atau melebihi HAP yang ditetapkan di Rp 26.500 per kg. Sementara di Banten masih di bawah HAP dengan rerata harga telur tingkat peternaknya di Rp 21.250 per kg.

Untuk rerata harga telur ayam ras secara nasional di tingkat konsumen juga naik tipis di Rp 27.798 per kg atau minus 7,34 persen dari HAP. Level harga tersebut patut dipahami masih di bawah HAP tingkat konsumen yang dipatok pada harga Rp 30.000 per kg.

Adapun pertumbuhan positif harga di peternak unggas tersebut diamini pula oleh Direktur Jenderal Peternakan dan Kesehatan Hewan Kementerian Pertanian Agung Suganda. Dalam suatu dialog yang ditayangkan televisi swasta, Dirjen Agung menuturkan berkat program MBG yang telah kembali berjalan, memberi harapan kebangkitan bagi kalangan peternak.

"Untuk ayam di tingkat peternak harganya alhamdulillah per hari ini sudah Rp 22.000 dan sesuai dengan target kita. Kemudian kalau telur tadi masih sekitar Rp 22.000 juga. Memang karena dengan kembalinya beroperasi dapur-dapur SPPG (Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi), ini salah satu yang tentu akan memicu peningkatan serapan," kata Agung.

"Kalau kami justru para petani, para peternak sangat terbantu dengan adanya program MBG ini, karena ada harapan MBG ini. Dan ingat 1 dapur itu membutuhkan 1,86 ton per bulan untuk telur. Ini tentu mendorong ekonomi rakyat," ungkap Dirjen Kementan Agung Suganda.

 

 


Sumber : https://badanpangan.go.id/blog/post/harga-di-peternak-unggas-naik-5-persen-mbg-beri-stimulus-positif-bantu-jaga-stabilitas-pangan 


Baca Terusannya »»  

Bapanas Salurkan Bantuan IPKP untuk 11.500 Keluarga, Sasar Masyarakat Rentan Rawan Pangan

 


Pemerintah menggelontorkan bantuan pangan bagi 11.500 keluarga rentan di Provinsi Lampung dan Nusa Tenggara Timur (NTT) melalui program Intervensi Pengendalian Kerawanan Pangan (IPKP) Tahun 2026. Program ini menjadi salah satu langkah nyata dalam menekan kerawanan pangan sekaligus mempercepat penghapusan kemiskinan ekstrem di daerah prioritas nasional.

Di Provinsi Lampung, bantuan dialokasikan kepada 5.500 kepala keluarga yang tersebar di Kabupaten Lampung Timur dan Kabupaten Pringsewu. Khusus Kabupaten Lampung Timur, bantuan diberikan kepada 3.300 kepala keluarga di 11 desa, sedangkan Kabupaten Pringsewu memperoleh alokasi 2.200 paket bantuan.

Paket bantuan yang diberikan terdiri atas dua tray telur ayam grade A atau sebanyak 20 butir, minyak goreng fortifikasi vitamin A, 10 saset susu fortifikasi vitamin dan mineral, garam beryodium, dua kemasan kacang hijau masing-masing 500 gram, serta dua bungkus bihun jagung.

Bantuan tersebut disalurkan secara simbolis di Balai Desa Pakuan Aji, Kecamatan Sukadana, Kabupaten Lampung Timur, (16/7/2026) oleh Direktur Pengendalian Kerawanan Pangan Badan Pangan Nasional (Bapanas), Sri Nuryanti, bersama Bupati Lampung Timur, Hj. Ela Siti Nuryamah.

Direktur Pengendalian Kerawanan Pangan Bapanas, Sri Nuryanti mengatakan program IPKP menyasar masyarakat yang mengalami kekurangan asupan energi harian minimum sebesar 2.100 kilokalori per kapita per hari atau dikenal dengan istilah Prevalence of Undernourishment (PoU). 

"Tahun 2026 ini, Bapanas mengalokasikan sebanyak 11.500 paket bantuan untuk 11.500 kepala keluarga yang berada di dua dari delapan provinsi konsentrasi kemiskinan nasional, yakni Lampung dan Nusa Tenggara Timur," ujar Sri Nuryanti.

Ia menjelaskan, penetapan wilayah penerima bantuan juga mempertimbangkan 50 kabupaten/kota prioritas penanganan kemiskinan nasional yang telah ditetapkan dalam Rapat Koordinasi Evaluasi Perencanaan 2025 dan Penganggaran 2026 tentang Pengentasan Kemiskinan Bappenas.

Program Intervensi Pengendalian Kerawanan Pangan (IPKP)juga menjadi bagian dari dukungan Bapanas terhadap pelaksanaan Instruksi Presiden Nomor 8 Tahun 2025 tentang Optimalisasi Pelaksanaan Pengentasan Kemiskinan dan Penghapusan Kemiskinan Ekstrem.

"Tujuan utama Inpres tersebut adalah mengurangi beban pengeluaran masyarakat. Sebagai Badan Pangan Nasional, kami hadir untuk mengurangi beban pengeluaran pangan masyarakat," ungkapnya

Penyaluran bantuan menggunakan Data Tunggal Sosial dan Ekonomi Nasional (DTSEN) Tahun 2026 dan menyasar masyarakat miskin ekstrem atau kelompok kesejahteraan 10 persen terbawah (desil 1).

"Secara keseluruhan, bantuan ini tidak hanya ditujukan untuk memenuhi kebutuhan energi harian masyarakat, tetapi juga membantu memenuhi kebutuhan mikronutrien berupa vitamin dan mineral yang dibutuhkan keluarga penerima manfaat," jelas Sri Nuryanti.

Sementara itu, Bupati Lampung Timur Hj. Ela Siti Nuryamah mengapresiasi langkah Pemerintah Pusat melalui Bapanas yang dinilai tepat sasaran.

"Kami mengucapkan terima kasih kepada Pemerintah Pusat melalui Badan Pangan Nasional yang telah menyalurkan bantuan pangan kerawanan pangan ini. Program ini sangat tepat sasaran karena memang menyasar masyarakat desil 1," ujar Siti Nuryamah.

Menurutnya, program tersebut juga menjadi pengingat bagi pemerintah daerah untuk memperkuat langkah mitigasi terhadap potensi kerawanan pangan.

"Ini menjadi warning alarm bahwa potensi kerawanan pangan harus menjadi perhatian khusus pemerintah kabupaten dan kota. Ini menjadi pekerjaan rumah bagi kami untuk melakukan mitigasi agar masyarakat semakin terlindungi dari risiko kerawanan pangan," katanya.

Melalui program Intervensi Pengendalian Kerawanan Pangan, Bapanas berharap akses masyarakat terhadap pangan yang bergizi semakin meningkat, beban pengeluaran keluarga dapat berkurang, serta upaya pengentasan kemiskinan ekstrem dan penurunan kerawanan pangan dapat berjalan lebih optimal.

 

 Sumber : https://badanpangan.go.id/blog/post/bapanas-salurkan-bantuan-ipkp-untuk-11500-keluarga-sasar-masyarakat-rentan-rawan-pangan

Baca Terusannya »»  

Presiden Prabowo ke Jawa Timur Pimpin Panen Raya Serentak Tebu, Padi, dan Kedelai di 43 Titik Seluruh Indonesia

 


Presiden Prabowo Subianto bertolak menuju Provinsi Jawa Timur dalam rangka kunjungan kerja pada hari Jumat, 17 Juli 2026. Di Kabupaten Malang, Presiden dijadwalkan memimpin panen raya serentak sebagai bagian dari sinergi TNI dalam mendukung program ketahanan pangan nasional.

Sekretaris Kabinet Teddy Indra Wijaya menjelaskan bahwa Presiden Prabowo bersama rombongan terbatas lepas landas dari Pangkalan TNI AU Halim Perdanakusuma, Jakarta dengan menggunakan Pesawat Kepresidenan Indonesia-1.

“Bapak Presiden Prabowo akan memimpin panen raya serentak tebu, padi dan kedelai yang dilaksanakan di 43 titik di seluruh Indonesia. Kegiatan ini menjadi wujud sinergi TNI dalam mendukung percepatan terwujudnya swasembada pangan nasional,” ujar Seskab Teddy.

Setibanya di Lanud Abdulrachman Saleh Kabupaten Malang, Presiden Prabowo dijadwalkan langsung menuju panen raya yang terintegrasi secara nasional. Kegiatan tersebut meliputi panen tebu yang didampingi TNI Angkatan Udara di 8 titik lokasi, panen padi oleh TNI Angkatan Darat di 31 titik lokasi, serta panen kedelai oleh TNI Angkatan Laut di 4 lokasi.

Selain memimpin panen raya serentak, Presiden Prabowo juga akan meninjau sejumlah stan yang menampilkan program-program unggulan TNI serta berbagai inisiatif hilirisasi yang mendukung peningkatan nilai tambah sektor pertanian dan industri nasional.

“Melalui kegiatan ini, Bapak Presiden Prabowo ingin memastikan penguatan sektor pangan dilakukan secara terpadu, mulai dari peningkatan produksi, pendampingan kepada petani, hingga hilirisasi sehingga mampu memberikan nilai tambah yang lebih besar bagi kesejahteraan masyarakat,” lanjut Seskab Teddy.

Kunjungan kerja tersebut merupakan bagian dari komitmen pemerintah untuk terus mendorong produktivitas pertanian, memperkuat hilirisasi, serta mewujudkan swasembada pangan yang berkelanjutan.

Turut mendampingi Presiden Prabowo dalam penerbangan menuju Provinsi Jawa Timur antara lain Menteri Sekretaris Negara Prasetyo Hadi, Menteri Luar Negeri Sugiono, Menteri Agraria dan Tata Ruang/Kepala BPN Nusron Wahid, serta Sekretaris Kabinet Teddy Indra Wijaya.

 

 

Sumber : https://presidenri.go.id/siaran-pers/seskab-teddy-presiden-prabowo-ke-jawa-timur-pimpin-panen-raya-serentak-tebu-padi-dan-kedelai-di-43-titik-seluruh-indonesia/ 


Baca Terusannya »»  

Perkuat Perdagangan, Investasi, dan Kerja Sama Ekonomi Strategis, Menko Airlangga Bertemu Menteri Perdagangan RRT

 


Menteri Koordinator Bidang Perekonomian RI Airlangga Hartarto melakukan pertemuan bilateral dengan Menteri Perdagangan Republik Rakyat Tiongkok Wang Wentao di Shanghai, RRT, Jumat (17/07), guna membahas penguatan kemitraan ekonomi strategis Indonesia–RRT, terutama di bidang perdagangan, investasi, pengembangan kawasan ekonomi, ekonomi digital, energi terbarukan, serta kerja sama ekonomi regional.

“Indonesia dan RRT memiliki struktur ekonomi yang saling melengkapi. Kerja sama ke depan perlu diarahkan pada peningkatan nilai perdagangan yang lebih seimbang, investasi yang berkualitas, transfer teknologi, pengembangan sumber daya manusia, dan penguatan kapasitas industri nasional,” ujar Menko Airlangga.

Dalam pertemuan tersebut, Menko Airlangga menyampaikan bahwa selama ini RRT telah menjadi mitra perdagangan utama bagi Indonesia. Pada 2025, nilai total perdagangan Indonesia–RRT mencapai USD154,6 miliar. Selama periode 2021–2025, total perdagangan kedua negara menunjukkan tren pertumbuhan sebesar 7,24%. Kondisi tersebut menunjukkan besarnya hubungan ekonomi kedua negara sekaligus pentingnya upaya meningkatkan dan menyeimbangkan nilai perdagangan bilateral.

Di bidang investasi, RRT juga menjadi salah satu dari tiga sumber penanaman modal asing terbesar di Indonesia. Pada 2025, realisasi investasi RRT mencapai hampir USD8,1 miliar atau sekitar 13% dari total investasi asing, terutama pada sektor industri pengolahan, perdagangan, energi, properti, serta transportasi dan pergudangan.

Penguatan Kerja Sama TCTP

Dalam kerangka Two Countries Twin Parks atau TCTP, Indonesia dan RRT telah membangun berbagai kerja sama antara kawasan ekonomi dan industri, pemerintah daerah, serta pelaku usaha kedua negara. Hingga saat ini, sebanyak 30 Nota Kesepahaman telah ditandatangani dengan estimasi nilai investasi sekitar Rp37,1 triliun.

Menko Airlangga menekankan pentingnya menindaklanjuti berbagai Nota Kesepahaman tersebut menjadi proyek investasi yang konkret. Pembentukan joint venture antara pelaku usaha Indonesia dengan RRT juga perlu terus didorong guna mempercepat implementasi berbagai kerja sama dalam kerangka TCTP.

“Berbagai Nota Kesepahaman yang telah ditandatangani perlu segera ditindaklanjuti menjadi investasi nyata. Kami juga mendorong pembentukan joint venture agar kerja sama TCTP dapat menghasilkan manfaat ekonomi yang lebih konkret,” ujar Menko Airlangga.

Indonesia turut mengusulkan perluasan kawasan yang dapat menjadi mitra dalam kerangka TCTP. Perluasan tersebut diharapkan dapat membuka lebih banyak peluang kerja sama industri, memperkuat konektivitas antar kawasan, serta memperluas manfaat investasi bagi berbagai wilayah di Indonesia.

Pemerintah Indonesia juga mengharapkan dukungan Ministry of Commerce RRT untuk mendorong keterlibatan perusahaan RRT sebagai investor, mitra strategis, maupun co-developer dalam pengembangan kawasan industri dan komersial di Indonesia.

Penyelarasan Perdagangan dan Penguatan Investasi

Indonesia mendorong peningkatan dan penyelarasan nilai perdagangan bilateral agar memberikan manfaat yang semakin seimbang bagi kedua negara. Upaya tersebut dapat ditempuh melalui perluasan akses pasar bagi produk Indonesia, peningkatan ekspor produk bernilai tambah, penguatan hilirisasi, serta pengembangan investasi yang berorientasi ekspor.

Dalam konteks tersebut, Danantara Indonesia diharapkan dapat berperan sebagai mitra strategis dalam mendorong masuknya investasi berkualitas, memperkuat kapasitas produksi nasional, dan mengembangkan proyek-proyek prioritas bersama investor RRT. Kolaborasi tersebut juga diarahkan untuk memperkuat rantai pasok, meningkatkan transfer teknologi, menciptakan lapangan kerja, serta mendukung perdagangan bilateral yang lebih seimbang dan berkelanjutan.

Kerja Sama Investasi Energi Surya

Pada sektor energi, Menko Airlangga mengundang perusahaan RRT untuk meningkatkan partisipasi dan investasi dalam mendukung program Presiden Republik Indonesia terkait pengembangan kapasitas pembangkit listrik tenaga surya hingga 100 gigawatt.

Indonesia mengapresiasi keterlibatan investasi RRT dalam pembangunan Pembangkit Listrik Tenaga Surya Terapung Cirata. Proyek tersebut menunjukkan besarnya potensi kerja sama Indonesia–RRT dalam mendukung transisi energi, pengembangan energi bersih, dan pencapaian target penurunan emisi.

Menko Airlangga menyampaikan bahwa industri panel surya yang telah beroperasi di Indonesia masih dapat diperkuat dan dikembangkan lebih lanjut. Penguatan tersebut perlu diarahkan untuk membangun rantai pasok industri tenaga surya yang lebih lengkap dan terintegrasi di dalam negeri.

Penguatan Kerja Sama RCEP

Dalam pembahasan kerja sama ekonomi regional, Indonesia mengharapkan dukungan RRT terhadap pembentukan dan penempatan Sekretariat Regional Comprehensive Economic Partnership atau RCEP di Indonesia.

Sebagai salah satu negara yang berperan aktif dalam proses pembentukan RCEP, Indonesia menilai keberadaan sekretariat permanen diperlukan untuk memperkuat koordinasi antarnegara anggota, mendukung implementasi perjanjian, serta meningkatkan pemanfaatan berbagai fasilitas RCEP oleh dunia usaha.

Indonesia juga mendorong inisiatif penguatan RCEP 3.0 agar kerja sama tersebut semakin relevan dalam merespons perkembangan perdagangan global, transformasi digital, perubahan struktur rantai pasok, serta kebutuhan peningkatan integrasi ekonomi kawasan.

Dukungan RRT terhadap pembentukan Sekretariat RCEP di Indonesia diharapkan dapat memperkuat efektivitas pelaksanaan perjanjian sekaligus mendukung posisi ASEAN sebagai pusat arsitektur ekonomi regional.

Persiapan Kerja Sama Menjelang APEC 2026

Menko Airlangga turut menyampaikan dukungan Indonesia terhadap keketuaan RRT dalam APEC 2026. Indonesia memandang bahwa prioritas keterbukaan, inovasi, dan kerja sama sejalan dengan agenda penguatan integrasi ekonomi kawasan, transformasi digital, pemberdayaan UMKM, transisi energi, dan pengembangan sumber daya manusia.

Menjelang penyelenggaraan APEC 2026 di RRT, yang diharapkan turut menjadi momentum pertemuan Kepala Negara Indonesia dan RRT, kedua negara perlu mulai mempersiapkan kerja sama ekonomi yang lebih kuat dan konkret.

Kedua pihak diharapkan dapat mengidentifikasi proyek prioritas yang dapat ditindaklanjuti atau diumumkan pada momentum pertemuan pemimpin kedua negara. Dengan demikian, penyelenggaraan APEC 2026 dapat menjadi tonggak baru dalam penguatan hubungan ekonomi bilateral Indonesia–RRT.

“Pemerintah Indonesia berkomitmen menjaga kepastian kebijakan dan menciptakan iklim investasi yang kondusif. Kami berharap pertemuan ini dapat ditindaklanjuti melalui kerja sama dan proyek yang konkret sehingga memberikan manfaat seimbang dan saling menguntungkan bagi kedua negara,” pungkas Menko Airlangga.


Sumber : https://www.ekon.go.id/publikasi/detail/7021/perkuat-perdagangan-investasi-dan-kerja-sama-ekonomi-strategis-menko-airlangga-bertemu-menteri-perdagangan-rrt

Baca Terusannya »»  

Mentan Amran Ajak Mahasiswa Bangun Bisnis Sejak Kuliah, Pertanian Modern Jadi Peluang Besar

 


Malang , Menteri Pertanian (Mentan) Andi Amran Sulaiman mengajak generasi muda untuk tidak hanya bercita-cita menjadi pencari kerja, tetapi berani menjadi pengusaha yang mampu menciptakan lapangan kerja dan menghadirkan inovasi. Menurutnya, sektor pertanian membuka peluang bisnis yang besar dengan inovasi dan teknologi pertanian modern yang ada saat ini.

Hal tersebut disampaikan Mentan Amran saat menjadi pembicara dalam Studentpreneur Boot Camp 2026 yang diselenggarakan Muhammadiyah Center for Entrepreneurship and Business Incubator Perguruan Tinggi Muhammadiyah dan 'Aisyiyah (MCBI PTMA) di Malang, Jumat (17/7). Kegiatan tersebut diikuti ratusan mahasiswa dari berbagai Perguruan Tinggi Muhammadiyah dan 'Aisyiyah sebagai upaya mendorong lahirnya generasi muda yang berkarakter, inovatif, dan memiliki jiwa kewirausahaan.

Dalam kesempatan itu, Mentan Amran menegaskan bahwa keberhasilan tidak datang secara instan. Generasi muda harus berani menghadapi proses, tekanan, bahkan kegagalan sebagai bagian dari pembentukan karakter seorang wirausaha. Kejujuran, disiplin, kerja keras, dan keberanian menghadapi tantangan merupakan fondasi utama untuk membangun bisnis yang berkelanjutan.

"Menjadi pengusaha itu tidak sesulit yang dibayangkan, terlebih bagi kader Muhammadiyah. Muhammadiyah dikenal menjunjung tinggi kejujuran. Kejujuran adalah modal utama dalam membangun usaha," ujarnya.

Mentan Amran mengingatkan mahasiswa agar tidak hanya memiliki mimpi besar, tetapi juga kemauan untuk bekerja keras mewujudkannya.

"Kalau ingin hidup sejahtera, milikilah mimpi yang besar dan tindakan yang besar. Bermimpilah setinggi mungkin, kemudian wujudkan dengan kerja nyata. Doa harus disertai tindakan. Rezeki harus dijemput dengan usaha," tegasnya.

Sebagai contoh nyata, Mentan Amran menceritakan keberhasilan anak-anak muda di Papua yang berhasil mengembangkan usaha pertanian melalui pemanfaatan teknologi modern. Dengan pendampingan Kementerian Pertanian, mereka tidak lagi mengandalkan cara-cara konvensional, melainkan menggunakan mekanisasi dan teknologi seperti drone pertanian untuk meningkatkan produktivitas.

Menurut Mentan Amran, transformasi tersebut membuktikan bahwa sektor pertanian kini merupakan bidang usaha yang modern, menguntungkan, dan memiliki prospek besar bagi generasi muda.

"Saya melihat sendiri bagaimana anak-anak muda mampu mengubah hidupnya melalui pertanian modern. Mereka berani belajar, memanfaatkan teknologi, dan menjadikan pertanian sebagai bisnis yang menghasilkan. Dalam waktu relatif singkat, ada yang mampu meningkatkan taraf hidupnya karena mau berubah," ujar Mentan Amran.

Mentan Amran menegaskan Kementerian Pertanian terus mendorong lahirnya semakin banyak petani muda dan entrepreneur pertanian di berbagai daerah melalui pemanfaatan teknologi, inovasi, dan pendampingan usaha. Langkah tersebut diyakini menjadi bagian penting dalam memperkuat swasembada pangan sekaligus membuka peluang ekonomi baru bagi generasi muda.

Mentan Amran menilai keberhasilan tersebut membuktikan bahwa pertanian modern mampu menjadi ruang tumbuh bagi lahirnya wirausahawan muda yang berdaya saing.

"Kita ingin semakin banyak anak muda masuk ke sektor pertanian bukan karena terpaksa, tetapi karena melihat peluang bisnisnya yang besar. Pertanian modern adalah masa depan. Kalau dikelola dengan inovasi dan teknologi, sektor ini mampu menciptakan pengusaha-pengusaha baru sekaligus memperkuat ketahanan pangan nasional," tegasnya.

Menutup arahannya, Mentan Amran berpesan agar mahasiswa tidak pernah malu memulai usaha dari bawah dan tetap memegang teguh nilai kejujuran, integritas, serta kerja keras.

"Penyakit terbesar yang menghambat kesuksesan bukanlah kurangnya kesempatan, melainkan rasa gengsi. Jangan malu bekerja selama pekerjaan itu halal dan bermanfaat. Justru generasi muda harus berani menjadi pelaku usaha yang membawa manfaat bagi banyak orang," tutup Mentan Amran.

 

 

Sumber : https://www.pertanian.go.id/?show=news&act=view&id=7960 

Baca Terusannya »»  

Gubernur BI Lantik 12 Pemimpin Satuan Kerja di Bank Indonesia

 


Gubernur Bank Indonesia, Perry Warjiyo, melantik 12 Pemimpin Satuan Kerja Bank Indonesia pada hari ini (17/7), di Jakarta. Pelantikan dilaksanakan setelah Rapat Evaluasi Kinerja Bank Indonesia tahun 2026 yang membahas capaian kinerja serta arah program prioritas Bank Indonesia tahun 2027. Pelantikan tersebut merupakan bagian dari transformasi organisasi dan penguatan kepemimpinan Bank Indonesia untuk meningkatkan efektivitas pelaksanaan tugas dalam menjaga stabilitas serta turut mendorong pertumbuhan ekonomi yang berkelanjutan.

Dalam sambutannya, Gubernur Bank Indonesia menyampaikan harapan agar para Pemimpin Satuan Kerja menjalankan berbagai program strategis Bank Indonesia secara efektif guna mendukung pencapaian tujuan Bank Indonesia. Gubernur Bank Indonesia juga menekankan pentingnya memperkuat sinergi, kolaborasi, dan koordinasi dengan para pemangku kepentingan untuk meningkatkan efektivitas pelaksanaan tugas Bank Indonesia guna mendukung ketahanan perekonomian nasional.

Selengkapnya, Pemimpin Bank Indonesia yang dilantik pada hari ini dapat dilihat pada Lampiran

 

 

Sumber : https://www.bi.go.id/id/publikasi/ruang-media/news-release/Pages/sp_2814026.aspx 

Baca Terusannya »»  

Momentum Bersejarah, Indonesia Perkuat Peran dalam Tata Kelola AI Global Sebagai Anggota Pendiri Organisasi Kerja Sama Kecerdasan Artifisial Dunia (WAICO)

 


Kecerdasan artifisial (Artificial Intelligence/AI) diproyeksikan menjadi salah satu teknologi yang akan menentukan arah pertumbuhan ekonomi dan daya saing global pada masa depan. Menyikapi perkembangan tersebut, Indonesia memperkuat peran dalam tata kelola AI global dengan menjadi Anggota Pendiri Organisasi Kerja Sama Kecerdasan Artifisial Dunia (World Artificial Intelligence Cooperation Organization/WAICO). Keikutsertaan Indonesia dalam pendirian organisasi tersebut merupakan tindak lanjut arahan Presiden Prabowo Subianto dalam rapat terbatas pada 13 Juli 2026 lalu, agar Indonesia berpartisipasi dalam Deklarasi Pendirian WAICO. Penandatanganan deklarasi tersebut dilaksanakan dalam rangkaian World Artificial Intelligence Conference (WAIC) 2026 di Shanghai, Republik Rakyat Tiongkok.

"Indonesia ikut merupakan komitmen untuk membangun tata kelola dan kaidah-kaidah pengembangan daripada kecerdasan buatan, terutama kita ikut agar pengembangan AI ini sifatnya inklusif dan bertanggung jawab, dan memberikan manfaat secara bersama," ujar Menteri Koordinator Bidang Perekonomian Airlangga Hartarto dalam Konferensi Pers yang dilaksanakan secara daring di Shanghai, Jumat (17/07).

Penandatanganan Deklarasi Pendirian WAICO menjadi momentum bersejarah yang didahului dengan pertemuan tingkat tinggi bersama Presiden Republik Rakyat Tiongkok Xi Jinping, Sekretaris Jenderal Perserikatan Bangsa-Bangsa Antonio Guterres, serta para negara pendiri (Founder Member) organisasi tersebut. Menko Airlangga menjelaskan bahwa Indonesia menjadi salah satu dari 30 negara pendiri WAICO bersama negara-negara dari berbagai kawasan, termasuk lima negara ASEAN (Kamboja, Malaysia, Myanmar, Laos, dan Indonesia), seluruh anggota Uni Ekonomi Eurasia (EAEU), sejumlah negara BRICS, serta negara-negara di Afrika, Amerika Latin, Timur Tengah, Asia Selatan, dan Eropa Timur.

"Dalam peresmian WAICO tadi pagi, Presiden Xi Jinping menegaskan bahwa AI seharusnya tidak menjadi solo performance daripada satu negara, melainkan menjadi simfoni daripada global collaboration. Artinya kemajuan AI dibangun dengan kerja sama internasional. Pandangan tersebut sejalan dengan arahan Bapak Presiden, Pak Prabowo Subianto, bahwa penguasaan teknologi termasuk AI harus dimanfaatkan sebesar-besarnya untuk meningkatkan kesejahteraan masyarakat dan tentunya akan memperkuat daya saing Indonesia," jelas Menko Airlangga.

Sejalan dengan hal tersebut, Pemerintah tengah menyusun peta jalan pengembangan AI nasional sebagai arah pengembangan ekosistem AI di Indonesia. WAICO sendiri merupakan organisasi internasional antarPemerintah yang dibentuk berdasarkan prinsip-prinsip Piagam Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB), yakni inklusif, aman, tepercaya, dan berpusat pada manusia (human-centered). Melalui keanggotaan tersebut, Indonesia berkomitmen berperan aktif dalam menjembatani kesenjangan kemampuan teknologi global sehingga AI menjadi jembatan kolaborasi, bukan memperlebar kesenjangan digital (digital divide). Sebagai negara pendiri, Indonesia juga memiliki kesempatan untuk berkontribusi dalam penyusunan kebijakan, pengembangan tata kelola global, serta penguatan kelembagaan WAICO.

Potensi ekonomi digital Indonesia diperkirakan mencapai sekitar USD366 miliar pada 2030. Sejalan dengan prospek tersebut, Indonesia terus mendorong penyelesaian Digital Economy Framework Agreement (DEFA) ASEAN sebagai upaya memperkuat ekonomi digital kawasan. Pengembangan AI juga bukan merupakan langkah baru bagi Indonesia. Sejak peluncuran Making Indonesia 4.0 pada 2018, AI telah menjadi salah satu komponen penting dalam transformasi industri nasional.

Dalam kunjungan kerja di Shanghai, Menko Airlangga juga melakukan pertemuan dan kunjungan ke sejumlah perusahaan teknologi global, antara lain ByteDance, Huawei, Deep Robotics, Unitree, dan FiberHome. Ke depan, keanggotaan Indonesia di WAICO diharapkan semakin memperluas peluang transfer teknologi, memperkuat kerja sama pengembangan AI, serta membuka kesempatan yang lebih besar bagi usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM) untuk memperoleh akses teknologi, data, dan peluang pemanfaatan AI dalam meningkatkan produktivitas dan daya saing.

"Manfaat keanggotaan WAICO adalah Indonesia tidak ketinggalan dalam pengembangan AI. AI merupakan salah satu game changer ke depan dan tidak ada satu negara pun yang berada paling depan. Dengan demikian, kita dapat maju bersama-sama dengan berbagai negara lain," pungkas Menko Airlangga.

Turut mendampingi Menko Airlangga dalam konferensi pers tersebut yakni Wakil Menteri Komunikasi dan Digital Republik Indonesia Angga Raka Prabowo, Duta Besar Republik Indonesia untuk Republik Rakyat Tiongkok dan Mongolia Djauhari Oratmangun, serta Juru Bicara Kementerian Koordinator Bidang Perekonomian Haryo Limanseto. 

 

 

Sumber : https://www.ekon.go.id/publikasi/detail/7019/momentum-bersejarah-indonesia-perkuat-peran-dalam-tata-kelola-ai-global-sebagai-anggota-pendiri-organisasi-kerja-sama-kecerdasan-artifisial-dunia-waico 

Baca Terusannya »»  

Respons Aduan Masyarakat, Wapres Dorong Rehabilitasi SDN 016 Serusa Rokan Hilir

 

Sebagai wujud keterbukaan terhadap aspirasi masyarakat, Wakil Presiden (Wapres) Gibran Rakabuming menindaklanjuti permintaan kunjungan ke SDN 016 Serusa Parit Aman, Rokan Hilir, Riau, pada Jumat (17/07/2026).

Permintaan tersebut bermula dari komentar salah seorang guru, Desi Pradipta, pada salah satu unggahan Instagram Wapres dengan menyampaikan kondisi sekolahnya yang sudah jauh dari layak.

“Saya komen di IG Bapak untuk datang ke sekolah kami di SD 016 Serusa dan alhamdulillahnya ditanggapi oleh Bapak, dan akhirnya Bapak hari ini datang ke sekolah kami”, ungkap Desi.

Kehadiran wapres membawa secercah harapan bagi Desi, kelak sekolah tempatnya mengabdi dapat diperbaiki agar menjadi lebih layak dan proses belajar mengajar lebih optimal.

‎ “Semoga sekolah ini lebih maju lagi dengan kedatangan Bapak Wakil Presiden, Bapak Gibran Rakabuming. Semoga sekolah ini juga bisa diperbaiki, itu harapan kami sebagai guru di sini, anak-anak juga,” harap Desi.

Secara kasat mata, memang ‎tampak sejumlah kerusakan di bagian bangunan, lubang besar di lapangan, serta tanah rawa tanpa pagar di bagian dalam sekolah. Prihatin atas kondisi tersebut, Wapres lantas menggelar pertemuan langsung dengan para orang tua murid.

‎”Ini merupakan sekolah yang sudah tua, jadi alumni-alumninya sudah banyak yang berkontribusi baik untuk desa ataupun negara,” tutur Muhari Siregar, yang anaknya duduk di kelas 2 dan 6.

‎Menurut Muhari, Wapres akan membantu rehabilitasi sekolah karena mempertimbangkan begitu banyaknya kerusakan di atap, plafon, dinding, dan pintu sekolah.

‎”Gedungnya sudah rapuh, bangunannya miring, lapangan untuk ekstrakurikuler sulit, lapangan upacaranya juga,” terang Muhari.

‎Selain masalah sekolah, sambung Muhari, Wapres juga memberikan kesempatan kepada para orang tua yang sebagian besar berprofesi sebagai petani dan nelayan, untuk menyampaikan berbagai kesulitan yang dihadapi saat ini.

‎”Hal-hal lain, misalnya, keluhan kami soal ketersediaan solar, infrastruktur jalan ke pertanian juga bakal ditindaklanjuti. Jadi juga termasuk pupuk subsidi, pupuk subsidi akan disediakan berikutnya. Karena selama ini kami juga kesulitan mendapatkan pupuk subsidi di desa kami ini,” urainya.

Kunjungan ini mencerminkan komitmen pemerintah dalam merespons aspirasi masyarakat secara langsung hingga ke daerah pelosok, sejalan dengan semangat Asta Cita Presiden Prabowo. Perbaikan sarana pendidikan beserta infrastruktur pendukungnya diharapkan semakin memperkuat upaya peningkatan kualitas sumber daya manusia sekaligus mendorong pemerataan pembangunan.

‎Turut mendampingi wapres pada peninjauan ini, Plt. Gubernur Riau Sofyan Franyata Hariyanto, Bupati Rokan Hilir Bistamam, Sekretaris Daerah Rokan Hilir J. Fauzi Efrizal, Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Rokan Hilir Nur Hidayat, Kepala Dinas Kesehatan Rokan Hilir Afridah, Kepala Badan Kepegawaian dan Pengembangan SDM Yulisma, Anggota DPRD Rokan Hilir Basiran Nur Efendi, Plt. Seswapres Al Muktabar, dan Staf Khusus Wapres Achmad Adhitya.

 

 


Sumber : https://wapresri.go.id/respons-aduan-masyarakat-wapres-dorong-rehabilitasi-sdn-016-serusa-rokan-hilir/ 


Baca Terusannya »»  

Bertemu Huawei dan ByteDance, Menko Airlangga Ajak Dua Raksasa Teknologi Tiongkok Perkuat Kerja Sama Ekonomi Digital

 

 

Shanghai, 17 Juli 2026

Di sela acara kunjungan kerja ke Shanghai, Tiongkok, dalam rangka penandatanganan pendirian World Artificial Intelligence Cooperation Organization (WAICO), Menteri Koordinator Bidang Perekonomian Airlangga Hartarto melakukan pertemuan dengan dua perusahaan teknologi global asal Tiongkok, yakni Huawei dan ByteDance pada Jumat (17/07). Pertemuan tersebut membahas peluang kerja sama di bidang Artificial Intelligence (AI), infrastruktur digital, pengembangan talenta digital, dan investasi teknologi.

Kedua perusahaan raksasa teknologi tersebut merupakan perusahaan terkemuka Tiongkok di bidang teknologi digital global, yang dinilai memiliki pengalaman untuk mendukung transformasi digital Indonesia. Huawei merupakan perusahaan yang memiliki kapabilitas unggul di bidang infrastruktur telekomunikasi, komputasi awan (cloud), dan AI, sementara ByteDance merupakan perusahaan teknologi raksasa yang mengembangkan berbagai platform digital terpopuler di dunia seperti TikTok, CapCut, Lark, Toutiao, dan Douyin. 

Dalam pertemuan dengan Huawei, Menko Airlangga mengungkapkan bahwa perusahaan tersebut merupakan salah satu mitra strategis dan potensial yang bisa mendukung transformasi digital di Indonesia dan membahas peluang kerja sama pada empat bidang, yakni investasi infrastruktur AI dan cloud, penguatan ekosistem talenta digital dan keamanan siber, akselerasi digitalisasi Pemerintah dan UMKM, serta penerapan solusi energi hijau pada pusat data.

"Setelah Indonesia secara resmi menjadi salah satu negara pendiri WAICO, kami ingin memastikan adanya lompatan nyata dalam kerja sama teknologi. Huawei, dengan kapabilitasnya di bidang AI, infrastruktur telekomunikasi, dan komputasi awan, adalah mitra strategis yang potensial untuk mendukung transformasi digital nasional," ujar Menko Airlangga.

Sementara dalam pertemuan dengan ByteDance, Menko Airlangga menyampaikan apresiasi atas investasi strategis dan komitmen jangka panjang ByteDance di Indonesia, khususnya melalui Tokopedia dan TikTok Shop yang telah memajukan ekosistem perdagangan digital. "Pemerintah Indonesia mengapresiasi kepercayaan ByteDance yang terus memperkuat investasinya di Indonesia. Kehadiran ByteDance tidak hanya memperkuat ekosistem ekonomi digital, tetapi juga membuka peluang yang lebih luas bagi jutaan pelaku UMKM untuk berkembang melalui platform digital dan perdagangan lintas batas," jelas Menko Airlangga.

Pemerintah terus mendorong perluasan kolaborasi dengan ByteDance untuk mendukung internasionalisasi produk UMKM Indonesia agar dapat menjangkau pasar internasional yang lebih luas. Selain itu, Menko Airlangga juga mengundang ByteDance untuk mengeksplorasi perluasan kerja sama di bidang AI, termasuk Large Language Models (LLM), machine learning, dan generative AI.

"Indonesia memiliki pasar digital yang besar, talenta digital yang terus berkembang, serta komitmen kuat dalam membangun ekosistem AI yang inklusif. Kami mengundang ByteDance untuk mengeksplorasi peluang pembentukan pusat riset AI, pengembangan talenta digital, serta kolaborasi inovasi yang dapat memberikan manfaat bagi kedua negara," pungkas Menko Airlangga.

Rangkaian pertemuan bisnis strategis tersebut merupakan bagian dari diplomasi ekonomi Pemerintah Indonesia untuk menarik investasi bernilai tambah tinggi. Kemitraan dengan Huawei dan ByteDance, serta keikutsertaan Indonesia dalam WAICO, diharapkan dapat mempercepat transfer teknologi, menjembatani kesenjangan teknologi global (bridging the AI divide), dan menciptakan ekosistem ekonomi digital nasional yang lebih produktif dan berdaya saing.

Turut mendampingi dalam kesempatan tersebut diantaranya yakni Duta Besar Indonesia untuk RRT Djauhari Oratmangun, Sekretaris Kementerian Koordinator Bidang Perekonomian Susiwijono Moegiarso, dan Deputi Bidang Koordinasi Perniagaan dan Ekonomi Digital Ali Murtopo Simbolon.

 


Sumber : https://www.ekon.go.id/publikasi/detail/7020/bertemu-huawei-dan-bytedance-menko-airlangga-ajak-dua-raksasa-teknologi-tiongkok-perkuat-kerja-sama-ekonomi-digital

Baca Terusannya »»