Cari Blog Ini

Jumat, 27 Februari 2026

Pertamina Bangun Ekosistem SAF Terverifikasi Global, Siap Masuk Pasar Internasional

 

Brussel, 27 Februari 2026 – PT Pertamina (Persero) mempertegas langkahnya dalam membangun ekosistem Sustainable Aviation Fuel (SAF) yang terverifikasi secara global dan siap merambah pasar internasional, termasuk Eropa dan Asia-Pasifik. Langkah strategis ini merupakan komitmen nyata Pertamina untuk mengakselerasi dekarbonisasi sektor penerbangan, sekaligus memposisikan Indonesia sebagai pemain strategis dalam transisi energi global.

Hal tersebut disampaikan oleh Direktur Transformasi dan Keberlanjutan Bisnis Pertamina Agung Wicaksono, dalam diskusi panel internasional bertajuk “Behind the Blend: The Producers Making Net-Zero Aviation Possible” pada ISCC Global Sustainability Conference 2026 di Brussel, Belgia. Dalam forum tersebut, Pertamina berbagi panggung dengan para pemimpin produsen SAF global seperti Neste, EcoCeres, dan Montana Renewables.

“Forum ini mempertemukan produsen SAF global, pelaku industri penerbangan, dan pemangku kepentingan keberlanjutan dunia. Kehadiran Pertamina di forum ini menunjukkan bahwa Indonesia tidak hanya menjadi pasar, tetapi juga bagian dari solusi global dalam dekarbonisasi sektor penerbangan. Kami siap memasuki pasar global melalui SAF,” ujar Agung.

Menurut Agung, Pertamina sebagai Soko Guru Energi Nasional merupakan representasi Indonesia yang berpartisipasi aktif menekan emisi penerbangan global melalui pengembangan SAF berbasis limbah. Kehadiran Pertamina pun menegaskan pengakuan global terhadap kapasitas Indonesia sebagai produsen SAF berbasis limbah yang kredibel, sejajar, dan siap bersaing di industri bahan bakar berkelanjutan internasional.

“Di luar pasar domestik, kami menargetkan pasar penerbangan regional dan global, termasuk Eropa dan Asia-Pasifik. Kami siapkan SAF agar siap ekspor dan mampu bersaing, baik dari sisi spesifikasi teknis, keberlanjutan, maupun standar global,” tambah Agung.

Pertamina memastikan seluruh rantai nilai SAF telah tersertifikasi ISCC (International Sustainability and Carbon Certification), mulai dari pengumpulan bahan baku, proses pemurnian (refining), hingga penyimpanan dan distribusi. Sertifikasi ini menjamin ketelusuran penuh, mencegah penghitungan ganda, serta memenuhi standar keberlanjutan dan akuntansi karbon internasional.

“Fokus kami bukan hanya pada produksi SAF, tetapi juga pada pembangunan ekosistem SAF yang kredibel, terukur, dan diakui secara global, serta menghubungkan pengumpulan bahan baku tingkat komunitas di Indonesia dengan pasar penerbangan internasional,” tegas Agung.

Dalam forum tersebut, Agung menegaskan bahwa pengembangan SAF di Pertamina merupakan bentuk integrasi dari strategi transformasi bisnis perusahaan untuk mengoptimalkan aset kilang eksisting sekaligus membangun bisnis rendah karbon. Menurutnya, langkah ini merupakan upaya nyata Pertamina dalam mendukung transisi energi Indonesia sekaligus memperkuat daya saing global.

“Di Pertamina, SAF bukanlah inisiatif yang berdiri sendiri, melainkan implementasi langsung dari strategi dual-growth kami, yaitu memaksimalkan aset kilang warisan sambil membangun bisnis rendah karbon yang dapat dikembangkan,” jelasnya.

Pertamina memproduksi SAF melalui teknologi co-processing menggunakan minyak jelantah (used cooking oil/UCO) di Green Refinery Cilacap, dengan kandungan campuran SAF sekitar 2,4%. Pertamina mencatat journey pengembangan bioavtur ini telah dimulai sejak 2015 dengan penelitian katalis domestik dan telah melewati uji teknis pada pesawat Airbus A320-200 milik maskapai penerbangan Indonesia, Pelita Air Services.

Dalam pengembangan ekosistem SAF, Pertamina membangun rantai pasok terintegrasi mulai dari pengumpulan UCO dari rumah tangga dan sektor komersial, pengolahan di kilang, hingga distribusi ke maskapai. Seluruh rantai nilai tersebut telah tersertifikasi ISCC untuk menjamin keberlanjutan, serta kepatuhan terhadap standar internasional.

“Kami telah menyelesaikan validasi teknis di berbagai jenis pesawat, termasuk pesawat jet komersial dengan maskapai penerbangan Indonesia, Pelita Air Services. Pelita Air telah mencoba menggunakan SAF untuk penerbangan domestik dan penerbangan internasional. Hal ini menunjukkan kesiapan operasional end-to-end yang sebenarnya dalam ekosistem kami sendiri,” paparnya.

Saat ini Pertamina tengah ekspansi skala komersial SAF melalui proyek Biorefinery Cilacap Fase 2, yang ditargetkan memasuki fase on stream pada 2029.

Peningkatan kapasitas ini diarahkan untuk mendukung kebijakan mandatori campuran SAF 1% untuk penerbangan internasional dari Indonesia mulai 2027, sekaligus membuka peluang ekspor ke pasar Asia Pasifik dan Eropa.

Lebih lanjut, Agung menekankan pentingnya kepastian regulasi, harmonisasi standar karbon lintas negara, serta penguatan skema sertifikasi agar SAF Indonesia dapat diakui di pasar global.

“Pasar wajib memberikan kepastian permintaan struktural – yang sangat penting untuk jangka panjang, sementara voluntary market mempercepat adopsi dan inovasi. Keduanya saling melengkapi dalam meningkatkan skala SAF. Kuncinya ada pada regulasi yang jelas, sistem sertifikasi yang kuat, dan harmonisasi standar internasional,” jelasnya.

Pertamina menilai tantangan utama pengembangan SAF global saat ini bukan lagi pada teknologi pengolahan, melainkan ketersediaan bahan baku berkelanjutan. Indonesia memiliki potensi besar dari limbah seperti UCO dan residu POME (Palm Oil Mill Effluent), yang jika dikelola dengan prinsip keberlanjutan dan sertifikasi ketat, dapat menjadi sumber pasokan SAF global tanpa bersaing dengan pangan.

Melalui pengembangan SAF, Pertamina menegaskan perannya tidak hanya dalam menurunkan emisi sektor penerbangan, tetapi juga memperkuat ketahanan energi nasional, menciptakan nilai ekonomi domestik, serta mempercepat kolaborasi global menuju penerbangan rendah karbon.

Pertamina sebagai perusahaan pemimpin di bidang transisi energi, berkomitmen dalam mendukung target Net Zero Emission 2060 dan terus mendorong program-program yang berdampak langsung pada capaian Sustainable Development Goals (SDGs). Seluruh upaya tersebut sejalan dengan transformasi Pertamina yang berorientasi pada tata kelola, pelayanan publik, keberlanjutan usaha dan lingkungan, dengan menerapkan prinsip-prinsip Environmental, Social & Governance (ESG) di seluruh lini bisnis dan operasi Pertamina, berkoordinasi dengan https://www.danantaraindonesia.co.id/.

 

 

Sumber : https://pertamina.com/news/pertamina-bangun-ekosistem-saf-terverifikasi-global-siap-masuk-pasar-internasional 


Baca Terusannya »»  

Indonesia dan Jepang Perkuat Arah Kemitraan Ekonomi Strategis Melalui IJCD ke-2

 


Jakarta, 27 Februari 2026 – Indonesia dan Jepang kembali menegaskan komitmen untuk memperkuat kemitraan ekonomi strategis melalui pelaksanaan Second Indonesia–Japan Cooperation Dialogue (IJCD). Pertemuan dipimpin oleh Wakil Menteri Luar Negeri RI, Arrmanatha C. Nasir dan Wakil Menteri Luar Negeri Jepang, Akahori Takeshi.

Pelaksanaan IJCD ke-2 merupakan tindak lanjut pertemuan 2+2 Luar Negeri dan Menteri Pertahanan kedua negara, November 2025. Pertemuan ini menjadi momentum penting memperdalam arah kerja sama kedua negara di tengah dinamika geo-ekonomi global yang semakin kompleks.

Dalam dialog tersebut, kedua pihak menegaskan komitmen untuk memperkuat sinergi pada sektor-sektor prioritas, meliputi perdagangan, investasi, transisi energi, ekonomi maritim, serta pengembangan industri strategis. Jepang dipandang sebagai mitra kunci Indonesia dalam mendukung agenda transformasi ekonomi Indonesia melalui investasi berkualitas, hilirisasi industri, serta kerja sama pembangunan yang berkelanjutan.

Dalam pertemuan kedua pihak sepakat memperkuat stabilitas rantai pasok kawasan dan mendorong kolaborasi pada sektor-sektor masa depan, termasuk energi bersih, ekonomi digital, dan pembangunan infrastruktur strategis. Langkah ini dinilai krusial untuk memastikan pertumbuhan ekonomi yang tangguh dan adaptif di tengah ketidakpastian global.

Indonesia dan Jepang juga menggarisbawahi pentingnya kerja sama di bidang emerging technologies untuk memperkuat daya saing, inovasi, serta memastikan ketahanan ekonomi di tengah disrupsi global yang semakin cepat.

Pertemuan juga menegaskan tekad kedua negara untuk membangun kemitraan ekonomi yang semakin kokoh, inklusif, dan berorientasi masa depan—tidak hanya demi kepentingan nasional masing-masing, tetapi juga untuk mendukung stabilitas dan kemakmuran kawasan Indo-Pasifik. Adapun IJCD pertama diselenggarakan di Tokyo pada tahun 2021.

Hubungan diplomatik Indonesia–Jepang yang terjalin sejak 1958 terus menunjukkan tren peningkatan signifikan, dari Strategic Partnership for Peaceful and Prosperous Future pada 2006 hingga meningkat menjadi Comprehensive Strategic Partnership pada 2023.

Secara ekonomi, Jepang tetap menjadi salah satu mitra utama Indonesia, dengan total perdagangan bilateral mencapai USD 32,07 miliar pada 2025 dan realisasi investasi sebesar USD 3,1 miliar. Jepang juga merupakan mitra pembangunan strategis melalui dukungan pembiayaan dan kerja sama teknis yang telah berlangsung selama beberapa dekade. 

 

 

Baca Terusannya »»  

Saudi Perketat Aturan Umrah Ramadan, Kemenhaj Minta PPIU Patuhi Paket Resmi

 


Jakarta (Kemenhaj) -- Pemerintah Kerajaan Arab Saudi mengimbau kepada para peziarah atau jemaah umrah pada musim puncak Ramadan 1447 Hijriah untuk memperhatikan paket layanan jemaah, terutama di katering dengan memperhitungkan ketersediaan dan higienitas makanan, serta ketersediaan hotel selama tinggal.

Direktur Jenderal Bina Penyelenggaraan Haji dan Umrah, Puji Raharjo, mengatakan bahwa kebijakan tersebut bertujuan untuk memastikan keamanan dan kenyamanan jemaah Indonesia selama menjalankan ibadah di Tanah Suci.

“Pemerintah Arab Saudi ingin memastikan seluruh jemaah mendapatkan layanan yang jelas dan terjamin, terutama pada musim puncak Ramadan. Karena itu PPIU (Pihak Penyelenggara Ibadah Umrah) harus menaati aturan paket layanan yang telah ditetapkan,” ujar Puji Raharjo di Jakarta, Jumat (27/2/2026).

Ia menjelaskan, dalam surat yang ditandatangani Menteri Haji dan Umrah Arab Saudi tersebut, terdapat sejumlah poin penting yang harus dipenuhi penyelenggara umrah di Indonesia.

Pertama, setiap paket umrah wajib mencantumkan layanan katering secara jelas. Ketentuan ini dimaksudkan untuk menjamin ketersediaan konsumsi jemaah selama berada di Tanah Suci.

Kedua, jemaah tidak diperbolehkan berangkat ke Arab Saudi tanpa paket umrah yang riil dan telah disetujui. Paket tersebut harus mencakup seluruh komponen layanan pokok guna menjamin keselamatan dan kualitas pelayanan jemaah.

Ketiga, penyelenggara umrah diminta memastikan kondisi jemaah selama berada di Arab Saudi melalui koordinasi dengan pihak syarikah. Selain itu, harus ada bukti pemesanan akomodasi di hotel-hotel resmi yang terdaftar pada Kementerian Pariwisata Arab Saudi.

Puji menegaskan, Kementerian Haji dan Umrah akan menyosialisasikan ketentuan ini kepada seluruh PPIU agar tidak terjadi pelanggaran yang dapat merugikan jemaah.

“Kami meminta seluruh penyelenggara perjalanan umrah segera menyesuaikan paket layanannya. Jangan sampai ada jemaah berangkat tanpa kepastian hotel, konsumsi, dan layanan dasar lainnya,” katanya.

Sementara itu, Direktur Bina Haji Khusus dan Umrah Akhmad Fauzin menambahkan, kebijakan ini juga merupakan upaya meningkatkan kedisiplinan operasional penyelenggara umrah Indonesia.

Menurut Fauzin, selama musim Ramadan jumlah jemaah meningkat tajam sehingga pengawasan layanan harus diperketat.

“Arab Saudi ingin memastikan kedatangan jemaah lebih tertib dan akomodasinya jelas. Ini juga untuk melindungi jemaah dari paket umrah yang tidak realistis atau tidak lengkap,” ujarnya.

Ia pun mengimbau masyarakat Indonesia agar memilih PPIU yang resmi dan memiliki paket layanan yang transparan.

“Kami mengingatkan calon jemaah agar memastikan paket umrah mencakup tiket, hotel, transportasi, konsumsi, dan layanan lainnya sebelum berangkat,” kata Fauzin.

Kementerian Haji dan Umrah RI berharap penerapan aturan tersebut dapat meningkatkan kualitas layanan jemaah Indonesia sekaligus memastikan pelaksanaan ibadah umrah Ramadan berjalan aman dan tertib.

 
 
 
Baca Terusannya »»  

Ramadan Momentum ‘Naik Kelas’ Spiritual, Menag Harap Iman dan Taqwa jadi Fondasi Birokrasi Bersih

 


Jakarta (Kemenag) --- Menteri Agama Nasaruddin Umar, menekankan pentingnya transformasi kualitas sumber daya manusia (SDM) yang tidak hanya unggul secara intelektual, tetapi juga matang secara spiritual. Hal tersebut ia sampaikan saat memberikan tausiah dalam acara Peningkatan Iman dan Taqwa SDM di lingkungan Kementerian Koordinator Bidang Hukum, HAM, Imigrasi, dan Pemasyarakatan (Kemenko Kumham Imipas), Jakarta, Jumat (27/2/2026).

Menag mengajak seluruh hadirin untuk memanfaatkan momentum Ramadan sebagai ajang untuk "naik kelas" dalam hal kualitas diri dan integritas. "Kita harus bisa meng-upgrade diri dalam hal kebaikan. Terutama di bulan Ramadan ini, seharusnya kualitas diri dan ibadah kita tidak boleh jalan di tempat. Kita harus naik kelas," ujar Menag.

Menurutnya, kebijakan peningkatan kualitas SDM di instansi pemerintah harus sejalan dengan peningkatan standar moral individu. Ramadan bukan sekadar ritual menahan lapar, melainkan fase "metamorfosis" bagi seorang abdi negara untuk memperbaiki kinerja melalui pendekatan spiritual.

Dalam kesempatan tersebut, Menag membedah konsep ketulusan melalui perbedaan mendalam antara sosok Mukhlis dan Mukhlas. Ia menjelaskan bahwa seorang Mukhlis adalah mereka yang masih berada dalam tahap perjuangan keras untuk menanamkan keikhlasan dan terus berupaya melawan ego pribadi dalam setiap amalannya.

Sementara itu, Mukhlas merupakan tingkatan yang jauh lebih tinggi, di mana seseorang telah dipilih dan disucikan oleh Allah SWT sehingga sifat ikhlas telah menyatu dan menjadi nafas dalam setiap langkah serta kebijakannya.

"Seorang Mukhlis itu masih 'berdarah-darah' melawan dirinya sendiri agar bisa ikhlas dalam beramal. Namun, kita harus bercita-cita mencapai level Mukhlas, yakni kondisi di mana keikhlasan bukan lagi sebuah beban atau paksaan, melainkan anugerah Tuhan yang membuat pengabdian kita kepada bangsa dan negara mengalir murni tanpa tendensi apa pun kecuali karena-Nya," tegasnya.

Menag juga mengajak para hadirin untuk menjadikan bulan suci ini sebagai momentum bertaubat secara total. Taubat yang dimaksud bukan hanya permohonan ampun secara lisan, tapi juga perbaikan etos kerja.

“Siapa yang sebelumnya merasa kurang dalam amal sholeh, sering melalaikan kewajiban, atau jarang bersedekah, inilah saatnya memperbaiki itu semua. Jika kita bersungguh-sungguh memperbaiki kualitas iman dan taqwa, maka di situlah Allah juga akan memperbaiki kualitas hidup dan urusan kita menjadi lebih baik lagi," pesannya.

Menutup tausiahnya, Menag berharap penguatan iman dan taqwa ini menjadi fondasi utama dalam mendukung arah kebijakan pemerintah, khususnya dalam menciptakan birokrasi yang bersih, melayani, dan penuh keberkahan.

“Saya sangat berharap, penguatan iman dan taqwa ini bukan sekadar rutinitas, melainkan menjadi fondasi utama bagi kita semua dalam menyukseskan arah kebijakan pemerintah. Mari kita wujudkan birokrasi yang benar-benar bersih, tulus melayani, dan dipenuhi keberkahan dalam setiap langkah pengabdian kita kepada bangsa," pungkasnya.

Hadir dalam acara tersebut Menko Bidang Hukum, HAM, Imigrasi dan Pemasyarakatan Yusril Ihza Mahendra, Wamenko Bidang Hukum, HAM, Imigrasi dan Pemasyarakatan Otto Hasibuan, serta jajaran pejabat Kemenko Kumham Imipas, Staf Khusus Menteri Agama Gugun Gumilar, serta para pegawai Kemenko Kumham Imipas.



Sumber : https://kemenag.go.id/nasional/ramadan-momentum-naik-kelas-spiritual-menag-harap-iman-dan-taqwa-jadi-fondasi-birokrasi-bersih-MEwb0

Baca Terusannya »»  

Menhub Dudy dan Gubernur Gorontalo Koordinasikan Kesiapan Angkutan Lebaran 2026, Beri Perhatian Khusus kepada Angkutan Laut dan Udara

 


orontalo - Menteri Perhubungan Dudy Purwagandhi bertemu Gubernur Gorontalo Gusnar Ismail untuk mempersiapkan penyelenggaraan Angkutan Lebaran 2026 di provinsi tersebut. Menurut Menhub, meski pergerakan masyarakat di Provinsi Gorontalo tidak sebesar di Pulau Jawa dan Sumatra, namun dominasi mobilitas masyarakat yang menggunakan angkutan udara dan laut di wilayah ini tetap memerlukan perhatian khusus.

“Kontribusi pergerakan masyarakat pada masa Angkutan Lebaran 2026 yang berasal dari Provinsi Gorontalo tidak boleh dipandang sebelah mata. Menurut survei, pergerakan masyarakat dari wilayah ini diprediksi mencapai angka 870 ribu orang,” ujar Menhub Dudy saat bertemu Gubernur Gusnar di Gorontalo, Jumat (27/2).

Menhub Dudy menjelaskan, simpul transportasi utama seperti Bandara Djalaluddin dan beberapa lokasi pelabuhan penyeberangan di wilayah Gorontalo menjadi titik krusial dalam memastikan kelancaran arus mudik dan balik masyarakat pada masa Angkutan Lebaran 2026. Karena itu, koordinasi serta sinergi dengan Pemprov Gorontalo dan seluruh stakeholder terkait menjadi sangat penting dan strategis untuk memastikan penyelenggaraan Angkutan Lebaran di wilayah ini dapat berjalan aman, lancar, tertib, dan berkeselamatan.

Menhub menambahkan, simpul-simpul pelabuhan penyebrangan yang menghubungkan Sulawesi Utara dengan sejumlah daerah akan melalui Provinsi Gorontalo sebagai hub utama. Selain itu, Provinsi Gorontalo juga menjadi satu-satunya akses jalur darat yang menghubungkan Sulawesi Utara dengan berbagai provinsi lain di Pulau Sulawesi.

“Setiap menjelang hari raya Idul Fitri, diprediksi akan terjadi peningkatan volume lalu lintas di Provinsi Gorontalo, sehingga simpul-simpul transportasi di wilayah ini harus dipersiapkan sebaik mungkin. Beberapa hal yang perlu dipersiapkan antara lain penerangan jalan, rambu-rambu lalu lintas, tempat peristirahatan, hingga perbaikan jalan berlubang yang berpotensi menyebabkan kecelakaan,” terang Menhub Dudy.

Menhub juga menyampaikan, Kementerian Perhubungan pada Angkutan Lebaran tahun ini kembali menyelenggarakan Program Mudik Gratis dengan kuota mencapai 110 ribu penumpang, melalui jalur darat, laut, dan kereta api. Dalam konteks ini, Provinsi Sulawesi Utara termasuk dalam wilayah yang menjadi tujuan via jalur laut, sehingga berpotensi menyebabkan lonjakan pergerakan masyarakat yang juga akan berimplikasi pada pergerakan di wilayah Gorontalo.

“Mengingat Provinsi Gorontalo memiliki peran strategis sebagai penghubung jalur transportasi darat antara wilayah Sulawesi Utara dengan berbagai daerah lain di Pulau Sulawesi, maka butuh dukungan dan kesiapan Pemprov Gorontalo untuk mengantisipasi lonjakan pergerakan masyarakat selama masa libur Lebaran,” ungkap Menhub.

Menhub Dudy juga meminta Pemprov Gorontalo untuk mengantisipasi titik-titik kemacetan di jalur arteri yang disebabkan oleh fenomena lokal seperti Pasar Qunut, Pasar Senggol, Tumbilotohe, Lebaran Ketupat, lokasi wisata, hingga lokasi rawan bencana. Antisipasi juga perlu dilakukan di tiga lintasan pelabuhan penyeberangan utama yang melalui Provinsi Gorontalo, seperti Gorontalo-Pagimana, Gorontalo-Ampana, dan Gorontalo (Marisa)-Ampana.

“Kesiapan personel gabungan, infrastruktur jalan, dan pengaturan lalu lintas menjadi hal yang perlu mendapatkan perhatian khusus untuk mengantisipasi kepadatan pada titik-titik tersebut. Sejalan dengan itu, peningkatan berbagai aspek keselamatan, kesiapan armada kapal dan dermaga, serta pengaturan tiket penyeberangan juga menjadi penting untuk memastikan alur penyeberangan dapat digunakan secara aman dan lancar selama periode Angkutan Lebaran,” tutur Menhub.

Kemudian yang turut dibahas Menhub adalah angkutan udara, di mana terdapat 9 rute penerbangan perintis yang menghubungkan wilayah Gorontalo dengan wilayah sekitar seperti Sulawesi Utara dan Sulawesi Tengah. Menhub meminta seluruh stakeholder terkait untuk memerhatikan berbagai aspek, mulai dari keselamatan penerbangan, kepastian jadwal, hingga antisipasi cuaca buruk.

Pada kesempatan ini, Menhub juga mengungkapkan perhatian khususnya kepada pengguna kendaraan pribadi, terutama roda dua yang akan melintasi jalur arteri selama libur Lebaran. Bersama Kementerian Agama, Kementerian Perhubungan mendorong optimalisasi masjid sebagai rest area sementara melalui program “Masjid Ramah Pemudik”.

“Terdapat sekitar 173 masjid di Provinsi Gorontalo yang dapat dimanfaatkan sebagai rest area pendukung. Dengan tersedianya fasilitas tersebut, kami berharap para pemudik dapat beristirahat sementara sebelum melanjutkan perjalanan,” jelas Menhub.

Lebih lanjut, Menhub Dudy menyatakan bahwa pihaknya mendukung pelaksanaan Operasi Modifikasi Cuaca apabila kondisi cuaca sewaktu-waktu menunjukkan potensi gangguan yang signifikan. “Kami mendukung pelaksanaan Operasi Modifikasi Cuaca sebagai langkah antisipatif untuk meminimalisasi risiko bencana hidrometeorologi selama masa Angkutan Lebaran,” pungkas Menhub.

Turut hadir dalam pertemuan ini, Dirjen Perhubungan Darat Aan Suhanan, Dirjen Perhubungan Laut Muhammad Masyhud, Dirjen Perhubungan Udara Lukman F Laisa, Dirjen Perkeretaapian Allan Tandiono, para Kepala UPT Kementerian Perhubungan di wilayah Gorontalo, serta sejumlah Forkopimda di lingkungan Provinsi Gorontalo.

 

 

 

Sumber : https://dephub.go.id/post/read/menhub-dudy-dan-gubernur-gorontalo-koordinasikan-kesiapan-angkutan-lebaran-2026,-beri-perhatian-khusus-kepada-angkutan-laut-dan-udara 

Baca Terusannya »»  

Kemenpar Gelar Stakeholder Meeting Tingkatkan Kapasitas SDM Aparatur Bidang Pariwisata

 


Jakarta, 27 Februari 2026 - Kementerian Pariwisata (Kemenpar) meningkatkan kapasitas sumber daya manusia (SDM) aparatur di bidang pariwisata melalui penyelenggaraan Stakeholder Meeting yang diharapkan dapat memperkuat kompetensi dan kapabilitas aparatur agar lebih adaptif serta mampu menghadapi berbagai tantangan dalam mewujudkan pariwisata yang berkualitas dan berkelanjutan.

Deputi Bidang Sumber Daya dan Kelembagaan Kemenpar, Martini M. Paham dalam keterangannya, Jumat (27/2/2026), mengatakan sektor pariwisata memiliki peranan penting dalam mendukung visi Indonesia Emas 2045 serta arah kebijakan nasional, termasuk Asta Cita Presiden.

"Di tengah dinamika global yang bercirikan VUCA (Volatility, Uncertainty, Complexity, Ambiguity), aparatur sipil negara dituntut untuk terus meningkatkan kompetensi, profesionalitas, dan daya saing agar mampu menghadapi perubahan secara adaptif serta memastikan pembangunan sektor pariwisata berjalan berkelanjutan," kata Martini Paham.

Stakeholder Meeting dilaksanakan secara daring pada Kamis, 26 Februari lalu. Kegiatan ini dihadiri sekitar 1.000 peserta melalui Zoom Meeting dan 382 peserta melalui kanal YouTube yang terdiri dari perwakilan Dinas Provinsi/Kabupaten/Kota yang membidangi pariwisata dan/atau ekonomi kreatif, BPSDM/BKPSDM daerah yang berasal dari 38 provinsi di seluruh Indonesia, pejabat fungsional Adyatama, Politeknik Pariwisata, perwakilan Lembaga Administrasi Negara (LAN), Kementerian PANRB, serta Badan Kepegawaian Negara.

"Kegiatan ini menjadi forum strategis untuk memperkuat pembinaan dan pelatihan SDM Aparatur Bidang Pariwisata di tingkat pusat dan daerah," ujar Martini Paham.

Asisten Deputi Peningkatan Kapasitas SDM Aparatur dan Pendidikan Vokasi Kemenpar, Andar Danova L. Goeltom menambahkan, salah satu hal penting dalam peningkatan kualitas SDM aparatur adalah koordinasi lintas unit antara pusat dan daerah agar pelaksanaan program dapat terlaksana secara optimal.

Proses koordinasi dapat dilakukan secara formal via surat ditujukan ke Asisten Deputi Peningkatan Kapasitas SDM Aparatur dan Pendidikan Vokasi, maupun secara informal melalui media komunikasi digital seperti WhatsApp Halo Adyatama, maupun pertemuan daring dan luring.

"Kementerian Pariwisata telah memiliki Pedoman Menteri Pariwisata tentang Pelatihan Teknis Bidang Pariwisata Berbasis Kompetensi bagi Pegawai Aparatur Sipil Negara. Pedoman ini bisa menjadi acuan pelaksanaan pelatihan di lembaga pendidikan dan pelatihan pusat dan daerah, meliputi perencanaan dan pelaksanaan pelatihan, pembinaan, monitoring dan evaluasi, akreditasi lembaga penyelenggara pelatihan, serta penerapan standar kompetensi teknis bidang pariwisata," ungkapnya.

Ke depan, ujar Andar, peningkatan kapasitas akan difokuskan pada akselerasi pengembangan kompetensi dan akreditasi pelatihan yang selaras dengan Grand Design Manajemen ASN 2045 serta nilai-nilai dasar ASN BerAKHLAK.

"Dengan tentunya dukungan kolaborasi aktif dari seluruh lembaga pendidikan dan pelatihan pusat dan daerah," ujar Andar. 

Sumber : https://kemenpar.go.id/berita/siaran-pers-kemenpar-gelar-stakeholder-meeting-tingkatkan-kapasitas-sdm-aparatur-bidang-pariwisata

Baca Terusannya »»  

Pemerintah Perkuat Kesejahteraan Guru, Seskab Teddy: Insentif Naik, Tunjangan Diperbesar di Era Presiden Prabowo

 


Pemerintah memberikan perhatian serius terhadap peningkatan kesejahteraan guru di seluruh Indonesia. Dalam keterangannya kepada awak media, pada Jumat, 27 Februari 2026, Sekretaris Kabinet Teddy Indra Wijaya menyampaikan bahwa berbagai kebijakan konkret telah dijalankan guna mendukung program peningkatan tersebut.

Menurut Seskab Teddy, salah satu langkah signifikan adalah kenaikan insentif bagi guru honorer. Meski secara kewenangan guru honorer berada di bawah pemerintah daerah, pemerintah pusat tetap memberikan tambahan insentif kepada guru sebagai bentuk dukungan.

“Dari tahun 2005 sampai 2025, ada namanya insentif. Dan baru naik di zaman Presiden Prabowo menjadi Rp400 ribu,” ucap Seskab di lingkungan Istana Kepresidenan Jakarta.

Selain itu, pemerintah juga menaikkan tunjangan bagi guru non-ASN dari sebelumnya Rp1,5 juta menjadi Rp2 juta. Kebijakan ini menjadi bagian dari upaya sistematis pemerintah untuk memperkuat perlindungan dan penghargaan terhadap profesi guru.

Tak hanya menaikkan nominal, Seskab Teddy mengatakan bahwa pemerintah juga membenahi sistem penyaluran tunjangan. Jika sebelumnya dana ditransfer ke pemerintah daerah dan diterima guru setiap tiga bulan, kini atas instruksi Presiden, tunjangan tersebut disalurkan langsung ke rekening guru setiap bulannya.

“Tahun lalu, Presiden memberi instruksi, agar setiap bulan, itu langsung diberikan langsung ke gurunya. Dan sudah berjalan. Tentunya semua tadi diwadahi oleh Kementerian Dikdasmen,” katanya.

Lebih lanjut, Seskab Teddy menegaskan bahwa seluruh program pendidikan di Indonesia tetap berjalan dan berfokus pada siswa, sekolah, dan guru. “Tidak ada program pendidikan yang dikurangi atau tidak berjalan. Seluruhnya berjalan, dilanjutkan, bahkan ditambah. Dan lebih detail, lebih fokus kepada siswanya, sekolahnya, dan juga gurunya,” tandasnya.

Langkah ini menegaskan komitmen pemerintah untuk menempatkan guru sebagai garda terdepan pembangunan bangsa. Dengan kesejahteraan yang semakin baik, diharapkan para pendidik dapat semakin optimal mencetak generasi unggul menuju Indonesia Emas 2045

 

 

Sumber : https://setkab.go.id/kenaikan-insentif-guru-honorer-dan-non-asn-2026/ 

Baca Terusannya »»  

Seskab Teddy: Bantah MBG kurangi Program dan Anggaran Pendidikan, bahkan Ditambah

 


Anggaran dan program pendidikan tetap menjadi prioritas pemerintah dan terus ditingkatkan untuk mendorong kualitas sumber daya manusia. Hal tersebut ditegaskan oleh Sekretaris Kabinet (Seskab) Teddy Indra Wijaya dalam menanggapi isu terkait pengurangan anggaran pendidikan dikarenakan program Makan Bergizi Gratis (MBG).

“Tidak ada program pendidikan yang dikurangi atau tidak berjalan. Seluruhnya berjalan, dilanjutkan, bahkan ditambah. Dan lebih detail, lebih fokus kepada siswanya, sekolahnya, dan juga gurunya,” jelas Seskab Teddy dalam keterangannya di hadapan awak media di lingkungan Istana Kepresidenan Jakarta, pada Jumat, 27 Februari 2026.

Seskab Teddy memaparkan bahwa program strategis pendidikan yang telah berjalan sebelumnya dipastikan tetap berjalan secara berkelanjutan. Seskab Teddy, lebih lanjut, menekankan komitmen pemerintah dalam menambah program-program yang berkaitan untuk meningkatkan kualitas pendidikan bangsa.

“Faktanya, tidak ada program strategis pendidikan dari periode sebelumnya yang tidak berjalan sekarang. Tidak ada program dari periode sebelumnya yang dihentikan. Semuanya berjalan, bahkan ditambah. Ada Kartu Indonesia Pintar berjalan, ada Program Indonesia Pintar berjalan,” pungkasnya.

Dalam kesempatan tersebut, Seskab Teddy memaparkan upaya pemerintah dalam memperbaiki dan menambah infrastruktur penunjang pendidikan. Dalam hal ini, Seskab Teddy menggarisbawahi langkah Presiden Prabowo dalam membangun sekolah rakyat untuk memberikan kesempatan sekolah bagi seluruh anak bangsa.

“Anak-anak yang tidak bisa sekolah, putus sekolah, atau mungkin bahkan dia tidak pernah sekolah, disekolahkan di sekolah rakyat. Diberi penginapan, diberi pendidikan, diberi makan, gizi, dan dijamin kesehatannya. Per sekarang, tahun lalu, dalam satu tahun saja, sudah hampir sampai 16.000 sampai 20.000 siswa. Ada 166 sekolah. Tahun ini, akan dibangun lagi 100 sekolah,” jelasnya.

Selain membangun sekolah rakyat, pemerintah juga terus berupaya untuk memperbaiki bangunan sekolah yang ada di seluruh Indonesia. Seskab Teddy memaparkan hingga tahun 2025, sekitar 16 ribu sekolah di seluruh Tanah Air telah diperbaiki dengan anggaran sekitar Rp 17 triliun.

“Belum lagi nanti ada sekolah Garuda. Ada sekolah terintegrasi. Ada pembangunan kampus-kampus baru yang Pak Presiden ingin buat. Sedang berjalan,” sambungnya.

Dalam upaya pengembangan teknologi pembelajaran, Seskab Teddy menuturkan bahwa pemerintah juga turut mengadakan televisi digital yang disalurkan ke sekolah-sekolah di Tanah Air. “Jumlahnya tahun 2025 sudah 280.000 TV,” sambungnya.

Rangkaian kebijakan tersebut menegaskan bahwa pendidikan tetap menjadi prioritas utama pemerintah. Program MBG hadir bukan sebagai pengganti, melainkan pelengkap untuk memastikan anak-anak Indonesia tumbuh sehat, cerdas, dan siap bersaing di masa depan.

Langkah ini menjadi bagian dari strategi besar pemerintah dalam membangun generasi unggul, di mana pemenuhan gizi, akses pendidikan, dan kualitas pembelajaran berjalan beriringan sebagai satu kesatuan kebijakan pembangunan nasional

 

 

Sumber : https://setkab.go.id/anggaran-pendidikan-tidak-dikurangi-karena-mbg/ 

Baca Terusannya »»  

Menhub Dudy Sinergikan Angkutan Lebaran dengan Wakil Gubernur Maluku Utara, Transportasi Laut Jadi Perhatian Utama

 


Ternate - Menteri Perhubungan Dudy Purwagandhi melakukan rapat koordinasi dengan Wakil Gubernur Maluku Utara Sarbin Sehe guna membahas kesiapan penyelenggaraan Angkutan Lebaran Tahun 2026 di wilayah Maluku Utara. Pertemuan tersebut berlangsung pada Jumat (27/2) di Ruang Rapat Bandara VVIP Sultan Baabulah, Ternate.

Dalam pertemuan ini Menhub menegaskan bahwa karakteristik wilayah Maluku Utara yang didominasi daerah kepulauan, menjadikan transportasi laut sebagai tulang punggung mobilitas masyarakat. Oleh karena itu, kesiapan layanan transportasi laut menjadi perhatian utama dalam penyelenggaraan Angkutan Lebaran tahun ini.

“Maluku Utara memiliki karakteristik wilayah kepulauan yang sangat bergantung pada transportasi laut. Oleh karena itu, kesiapan armada kapal, kelancaran operasional pelabuhan, serta pengawasan keselamatan pelayaran menjadi perhatian utama dalam menghadapi Angkutan Lebaran 2026,” ujar Menhub.

Menhub Dudy menyampaikan bahwa Kementerian Perhubungan telah menyiapkan dukungan angkutan laut melalui program mudik gratis serta optimalisasi jaringan pelayaran antarwilayah di Maluku Utara. Untuk wilayah ini, pemerintah mengalokasikan kuota mudik gratis angkutan laut sebanyak 7.150 penumpang atau sekitar 10,82% dari total kuota nasional, yang akan dilayani melalui 18 ruas pelayaran yang menghubungkan sejumlah simpul transportasi penting seperti Ternate, Sofifi, Jailolo, Ambon, hingga Manado.

Selain itu, pemerintah juga menyiapkan berbagai dukungan sarana dan prasarana transportasi secara nasional, termasuk kapal laut dan kapal penyeberangan, guna memastikan kapasitas angkutan mencukupi serta pelayanan transportasi berjalan aman dan lancar selama periode Lebaran.

Kesiapan sarana transportasi laut juga diperkuat dengan dukungan 15 lintasan pelayaran yang dilayani 14 kapal laut, terdiri dari kapal Pelni kapal perintis, serta kapal swasta dengan kapasitas antara 325 hingga 2.000 penumpang. Sementara itu, untuk layanan penyeberangan disiapkan 29 lintasan dengan 13 kapal penyeberangan berkapasitas sekitar 50 hingga 400 penumpang.

Menhub juga menekankan pentingnya dukungan pemerintah daerah dalam memastikan kelancaran akses menuju pelabuhan, pengendalian kepadatan penumpang di dermaga, serta pengawasan terhadap operasional kapal rakyat dan speedboat yang melayani perjalanan antar-pulau selama masa mudik.

“Keberhasilan penyelenggaraan Angkutan Lebaran sangat bergantung pada sinergi seluruh pemangku kepentingan, baik pemerintah pusat, pemerintah daerah, aparat keamanan, operator transportasi, maupun masyarakat,” kata Menhub Dudy.

Menhub turut menekankan komitmen pemerintah untuk terus memperkuat pengembangan transportasi laut di kawasan Indonesia Timur dengan melibatkan lebih banyak pihak, termasuk sektor swasta.

“Kami ingin memformulasikan kembali pengembangan transportasi laut di Indonesia Timur agar semakin kuat dan berkelanjutan. Karena itu kami mendorong partisipasi pemerintah, BUMN, maupun swasta untuk bersama-sama mengembangkan layanan transportasi laut,” sebut Menhub.

Menhub menjelaskan bahwa pemerintah juga terus mendorong berbagai inovasi dan kebijakan untuk memperluas konektivitas wilayah kepulauan, termasuk pengembangan layanan pesawat amfibi (seaplane) di sejumlah wilayah serta penguatan armada kapal dan jaringan penyeberangan.

“Transportasi laut masih menjadi tulang punggung mobilitas di kawasan kepulauan. Karena itu kami juga mendorong pengembangan kapal Ro-Ro yang mampu mengangkut kendaraan dan logistik dalam jumlah besar agar konektivitas antarwilayah semakin efisien,” jelasnya.

Turut hadir dalam kesempatan ini sejumlah pimpinan tinggi madya di lingkungan Kementerian Perhubungan dan Forkopimda di lingkungan Provinsi Maluku Utara.

 

 

Sumber : https://dephub.go.id/post/read/menhub-dudy-sinergikan-angkutan-lebaran-dengan-wakil-gubernur-maluku-utara,-transportasi-laut-jadi-perhatian-utama 

Baca Terusannya »»  

Buruan Daftar! Kemnaker Siapkan 20.000 Kuota Pelatihan Vokasi Nasional 2026 Batch 1

 

Jakarta — Kementerian Ketenagakerjaan (Kemnaker) hadirkan Program Pelatihan Vokasi Nasional Tahun 2026 sebagai upaya meningkatkan kompetensi tenaga kerja, produktivitas, disiplin, sikap, serta etos kerja masyarakat, baik untuk memasuki dunia kerja maupun berwirausaha.

Menteri Koordinator Bidang Perekonomian, Airlangga Hartarto, menegaskan bahwa seluruh rangkaian Program Pelatihan Vokasi Nasional Tahun 2026 diselenggarakan secara gratis oleh pemerintah. Program ini diinisiasi untuk memperkuat kompetensi angkatan kerja dalam rangka mendukung terwujudnya SDM Unggul 2045.

“Program ini mengedepankan konsep link and match, sehingga pelatihan yang diselenggarakan memiliki keterkaitan erat dengan dunia usaha dan industri. Dengan demikian, lulusannya diharapkan dapat langsung memenuhi tuntutan dan kebutuhan pasar kerja,” ujar Menko Airlangga dalam Konferensi Pers terkait Program Pelatihan Vokasi Nasional Tahun 2026 di Kantor Kemnaker, Jumat (27/2/2026).

Di kesempatan yang sama, Menteri Ketenagakerjaan, Yassierli, menyampaikan bahwa pada Pelatihan Vokasi Nasional Batch 1, Kemnaker menyiapkan 20.000 kuota peserta. Secara keseluruhan, program ini ditargetkan memberikan manfaat kepada lebih dari 70.000 peserta melalui tiga batch pelatihan 

“Pelatihan Vokasi Nasional Tahun 2026 dilaksanakan secara serentak di 21 UPT Balai Pelatihan Vokasi dan Produktivitas (BPVP) serta 13 Satuan Pelayanan (Satpel) Kemnaker di seluruh Indonesia,” ujar Menaker Yassierli.

Ia menjelaskan bahwa program ini terbuka bagi masyarakat berusia minimal 17 tahun dan telah memiliki akun pada platform SIAPkerja. Khusus Batch 1, program diprioritaskan bagi lulusan SMA/SMK/MA sederajat tahun 2023 hingga 2025. Kebijakan tersebut dirancang untuk menjawab kebutuhan spesifik pasar kerja sekaligus memastikan efektivitas program bagi kelompok sasaran prioritas.

“Harapan kami, program ini dapat dioptimalkan. Jadi, selain ada Program Pemagangan Nasional untuk lulusan perguruan tinggi, kami juga menyediakan alternatif program bagi lulusan SMA/SMK,” tambahnya.



Pendaftaran Batch 1 dilakukan melalui laman skillhub.kemnaker.go.id pada 23 Februari hingga 6 Maret 2026. Seleksi peserta berlangsung pada 9–15 Maret 2026, pengumuman hasil seleksi pada 16 Maret 2026, dan pelatihan dimulai pada 1 April 2026.


Pada Batch 1, bidang kejuruan yang tersedia antara lain Teknologi Informasi dan Komunikasi (TIK), kewirausahaan, manufaktur, otomotif, pariwisata, dan konstruksi. Sedangkan, program pelatihan yang ditawarkan diantaranya Internet of Things (IoT), instalasi panel surya, pengelasan, pengoperasian mesin CNC, otomasi industri, kendaraan listrik, cyber security, digital marketing, smart farming, hingga pengolahan pangan industri.

Peserta Pelatihan Vokasi Nasional akan memperoleh berbagai fasilitas, antara lain pelatihan dan makan siang gratis, bantuan uang transportasi, perlindungan Jaminan Kecelakaan Kerja (JKK) dan Jaminan Kematian (JKM) melalui BPJS Ketenagakerjaan, sertifikat pelatihan dari BPVP, serta Sertifikat Kompetensi dari Badan Nasional Sertifikasi Profesi (BNSP). Fasilitas asrama juga tersedia sesuai kriteria dan ketersediaan.

 

 

 

Sumber : https://kemnaker.go.id/news/detail/buruan-daftar-kemnaker-siapkan-20000-kuota-pelatihan-vokasi-nasional-2026-batch-1 

Baca Terusannya »»  

Pelepasan Ekspor Produk Keripik Pisang Kepok Keling Merek Archila ke Malaysia

 


Menteri Perdagangan, Budi Santoso melepas ekspor sembilan ton keripik pisang kepok merek Archila ke Malaysia senilai Rp270 juta yang berlangsung di Kota Tebing Tinggi, Sumatra Utara, Jumat, (27 Feb).

Mendag menyatakan, pelepasan ekspor ini membuktikan bahwa UMKM daerah memiliki daya saing dan kualitas yang mampu diterima pasar global. Hal ini diharapkan semakin banyak pelaku UMKM yang mengikuti jejak menembus pasar ekspor.

Mendag menambahkan, Kemendag menargetkan UMKM tidak hanya kuat di pasar domestik, tetapi juga mampu menembus pasar global. Baik UMKM besar, menengah, kecil, di kota maupun di desa, semuanya harus punya kesempatan yang sama untuk ekspor.

Kemendag menginisiasi UMKM Berani Inovasi Siap Adaptasi (BISA) Ekspor sebagai langkah strategis memperluas akses UMKM ke pasar internasional. Program ini dirancang untuk menjawab tantangan utama UMKM dalam menembus pasar global, yakni keterbatasan akses terhadap buyer mancanegara.

Selain melepas ekspor keriping pisang, Mendag juga meresmikan Pusat Konveksi Kota Tebing Tinggi di hari yang sama. Upaya ini untuk memperkuat industri lokal dan mendorong kemajuan UMKM. Mendag Busan menandatangani prasasti dalam peresmian tersebut.

Acara ini turut dihadiri oleh Wakil Gubernur Sumatra Utara, Surya; Direktur Jenderal Pengembangan Ekspor Nasional, Fajarini Puntodewi; Direktur Jenderal Perlindungan Konsumen dan Tertib Niaga Kemendag, Moga Simatupang; Direktur Pengembangan Ekspor Produk Primer, Miftah Farid; Wali Kota Tebing Tinggi, Iman Irdian Saragih; Direktur Reserse Kriminal Umum Polda Sumatra Utara, Kombes Pol Ricko Taruna Mauruh; Kapolres Tebing Tinggi, AKBP Rina Frillya; dan Kepala Kejaksaan Negeri Tebing Tinggi, Anthony Nainggolan.

Sumber : https://www.kemendag.go.id/berita/foto/pelepasan-ekspor-produk-keripik-pisang-kepok-keling-merek-archila-ke-malaysia

Baca Terusannya »»  

Link and Match Pengembangan Kompetensi SDM Muda Nasional dengan Kebutuhan Dunia Usaha dan Industri

 


Pelatihan Vokasi Nasional berfokus pada peningkatan hard dan soft skills sehingga sejalan dengan arah kebijakan Pemerintah dalam pengembangan SDM untuk mewujudkan “Indonesia Emas 2045”. Program Pelatihan Vokasi Nasional Tahun 2026 terbagi dalam tiga batch pelatihan, dengan sekitar 20 ribu peserta per batch, dan total sekitar 70 ribu peserta dalam setahun. Program ini dilaksanakan di 33 Unit Pelaksana Teknis Balai Pelatihan Vokasi dan Produktivitas (UPT BPVP) dan Satuan Pelayanan (Satpel) Kementerian Ketenagakerjaan (Kemnaker) yang tersebar di berbagai provinsi di Indonesia.

“Hari ini, Pemerintah meluncurkan Program Pelatihan Vokasi Nasional Tahun 2026 yang telah diinisiasi Kemnaker. Seluruh rangkaian pelatihannya disediakan secara gratis oleh Pemerintah. Program ini disusun untuk mengembangkan kompetensi kerja, produktivitas, disiplin, sikap, dan etos kerja untuk bekerja atau berwirausaha. Ke depan, diharapkan kuota ini dapat terus ditingkatkan oleh Kemnaker,” ungkap Menteri Koordinator Bidang Perekonomian Airlangga Hartarto dalam Konferensi Pers Peluncuran "Program Pelatihan Vokasi Nasional Tahun 2026", di Jakarta, Jumat (27/2).

Program Pelatihan Vokasi Nasional juga dirancang untuk memberikan skilling, upskilling, dan reskilling kepada para peserta, dengan mengedepankan prinsip link and match. Prinsip itu memastikan keselarasan kuat antara kurikulum pelatihan dengan kebutuhan dunia usaha atau industri. Pendekatan ini bertujuan menghasilkan lulusan yang memiliki kompetensi relevan, adaptif, dan sesuai dengan tuntutan pasar kerja (demand driven).

Bagi para siswa lulusan SMA/SMK/MA atau sederajat yang sudah memenuhi persyaratan, seperti berusia minimal 17 tahun, sudah mempunyai akun SiapKerja, dan sudah lulus dalam tiga tahun terakhir, dapat berpartisipasi menjadi peserta dengan mengakses portal resmi yaitu skillhub.kemnaker.go.id. Dengan mengikuti program ini, para peserta akan mendapatkan benefit seperti bantuan transportasi sebesar Rp20 ribu per hari (lamanya sesuai jangka waktu pelatihan), iuran Jaminan Kecelakaan Kerja (JKK) dan Jaminan Kematian (JKM), Sertifikat Pelatihan dan Sertifikat Kompetensi BNSP, serta khusus untuk peserta dari luar kota dapat difasilitasi asrama pada pelatihan tertentu.

Menurut data Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah (Kemdikdasmen), jumlah lulusan SMA/SMK tahun ajaran 2024/2025 yaitu sebanyak 3,28 juta. Menurut BPS, lulusan SMA menyumbang 31,05 juta pekerja atau 20,99% dari total pekerja nasional yang berjumlah sekitar 148 juta orang, sementara lulusan SMK berkontribusi 20,80 juta pekerja atau 14% dari total pekerja nasional. Apabila digabungkan, kontribusi lulusan SMA/SMK mencapai sekitar 35% dari total pekerja.

Bidang-bidang pelatihan yang bisa diikuti para peserta yaitu antara lain Teknologi Informasi dan Komunikasi, Bisnis dan Manajemen, Pariwisata, Tata Busana, Garmen dan Apparel, Otomotif, Housekeeping, Teknik Kelistrikan, Smart Farming, Konstruksi, Barista, Budidaya Perikanan, Penata Rambut dan Rias Wajah, Memasak, Menjahit Pakaian, Pemeliharaan Kendaraan, Pemandu Wisata, Pemasaran Digital, Keamanan Siber, Instalasi Panel Surya, Pengelasan (Welding), Computer Numerical Control (CNC), Otomasi Industri, Kendaraan Listrik, termasuk pelatihan prioritas Presiden seperti Koperasi Merah Putih dan Makan Bergizi Gratis (MBG). Berbagai pelatihan ini ada yang diselenggarakan secara luring, daring, maupun hybrid dengan lebih 820 kelas pelatihan yang berfokus pada 31 kejuruan.

“Saya harap penyelenggaraan program pelatihan vokasi ini juga dapat melibatkan penyelenggara pelatihan yang bukan hanya dari unit kerja Kemnaker, namun juga dapat mengintegrasikan balai pelatihan yang dimiliki berbagai instansi Pemerintah Pusat dan Daerah lainnya, dan juga instansi swasta. Sehingga, tata kelola program pelatihan secara nasional dapat berjalan optimal, tidak ada duplikasi, berkesinambungan, dan efisien,” tutur Menko Airlangga.

Lebih lanjut, Menko Airlangga mengatakan bahwa ini adalah program yang paralel dengan program magang yang sudah dilakukan dan orientasinya adalah lulusan SMA dan SMK. "Tentu kami mengapresiasi Kemnaker dan semoga para pelajar SMA/SMK bisa mengikuti program yang memperpendek jarak antara pendidikan dengan lapangan kerja. Program ini juga akan terus didorong dan disempurnakan sesuai dengan arahan Bapak Presiden,” pungkas Menko Airlangga.

Turut hadir dalam agenda yaitu di antaranya Menteri Ketenagakerjaan Yassierli, Wakil Menteri Ketenagakerjaan Afriansyah Noor, Plt. Deputi Bidang Industri, Ketenagakerjaan, dan Pariwisata Kemenko Perekonomian Dida Gardera, Staf Ahli Bidang Pembangunan Daerah Kemenko Perekonomian Haryo Limanseto, Sekretaris Jenderal Kemnaker Cris Kuntadi. 

 

 

 

Sumber :  https://www.ekon.go.id/publikasi/detail/6833/link-and-match-pengembangan-kompetensi-sdm-muda-nasional-dengan-kebutuhan-dunia-usaha-dan-industri

Baca Terusannya »»  

Pemerintah Targetkan Program Pemagangan Nasional Jangkau Seluruh Provinsi

 

Menteri Ketenagakerjaan (Menaker) Yassierli menargetkan Program Pemagangan Nasional 2026 menjangkau seluruh provinsi di tanar air, tidak hanya terkonsentrasi di Pulau Jawa. Pemerataan sebaran ini diharapkan membuka kesempatan kerja yang lebih luas bagi lulusan baru di berbagai daerah.

“Dari data MagangHub, saat ini memang masih banyak penumpukan magang di Pulau Jawa. Kita ingin agar ini tersebar jadi ada di tiap provinsi,” kata Yassierli, dikutip dari laman Kementerian Ketenagakerjaan, Jumat (27/02/2026).

Untuk mewujudkan pemerataan tersebut, Menaker menyampaikan bahwa pihaknya menyiapkan penguatan ekosistem magang di daerah. Strateginya dimulai dari pemetaan target setiap provinsi berdasarkan sektor unggulan dan kapasitas industrinya, serta memperbanyak mitra penyelenggara pemagangan, baik perusahaan maupun instansi pemerintah.

“Kita tetapkan peta target per provinsi yang realistis, berbasis sektor unggulan dan kapasitas industri daerah, bukan sekadar pemerataan angka,” ujarnya.

Setiap daerah, imbuh Menaker, didorong memiliki jumlah mitra aktif, mentor yang siap membimbing, serta rencana pembelajaran yang jelas agar kualitas tetap terjaga meski program diperluas.

Menaker juga menekankan agar proses pemilihan tempat magang melalui MagangHub dibuat lebih adil bagi semua daerah. Peserta tetap bebas memilih perusahaan tujuan, tetapi pemerintah akan membuat perusahaan di luar Jawa lebih mudah ditemukan di platform dan lebih menarik untuk dipilih, terutama yang memiliki standar pembinaan yang baik.

Yassierli juga menekankan agar perusahaan yang diminati peserta harus menunjukkan komitmen nyata, termasuk menyediakan pembelajaran yang terstruktur serta dukungan fasilitas yang memadai.

“Peserta magang memilih sendiri perusahaan tujuan. Jadi ini juga menjadi tantangan bagi perusahaan, bagaimana agar mereka dapat dipilih oleh para peserta magang? Ada kompetisi sesama peserta, dan juga sesama perusahaan,” tandasnya


Sumber : https://www.setneg.go.id/baca/index/pemerintah_targetkan_program_pemagangan_nasional_jangkau_seluruh_provinsi

Baca Terusannya »»  

Bak Model Profesional, Siswa Difabel Percaya Diri Peragakan Busana di Depan Wagub Jateng

 


SEMARANG – Gemuruh tepuk tangan memenuhi Atrium The Park Mall Semarang, Jumat (27/2/2026) sore. Di atas panggung, siswa difabel dari SLB Kota Semarang melangkah mantap, seolah tak ada keraguan sedikit pun.

Sorot lampu memantul di wajah-wajah penuh semangat mereka, yang menjadi pusat perhatian dalam ajang Dekranasda Modest Fashion & Iftar Festival (D’Modifest) 2026.

Mereka tampil percaya diri di hadapan Wakil Gubernur Jawa Tengah, Taj Yasin Maimoen, yang mewakili Gubernur Ahmad Luthfi, dan Ketua Dekranasda Jawa Tengah, Nawal Arafah Yasin. Namun, alih-alih gugup, keenam anak berkebutuhan khusus itu justru tampil bak model profesional.

Balutan batik bermotif klasik, tenun warna-warni khas Jawa Tengah, hingga busana muslim yang anggun, melekat apik di tubuh mereka. Setiap langkah diambil dengan penuh perhitungan.

Dari sisi kiri panggung, mereka berjalan lenggak-lenggok menuju sisi kanan, berhenti sejenak untuk berpose, lalu melangkah ke depan panggung, menyapa penonton dengan lambaian tangan dan senyum lebar.

Sorak sorai penonton menjadi irama penyemangat. Beberapa pengunjung bahkan berdiri untuk mengabadikan momen langka tersebut, dengan telepon genggam mereka.

Di antara keenam siswa, aksi Andika Julio, siswa kelas 9 SLB Semarang, mencuri perhatian. Dia tampil dengan gaya nyentrik, mengenakan topi, berbalut tenun ungu-kuning yang mencolok, dan sepatu yang membuat penampilannya semakin percaya diri.

Langkahnya santai dan penuh gaya. Saat tiba di depan panggung dan tepat berada di hadapan Wakil Gubernur, Andika berhenti. Dengan ekspresi jenaka dan penuh keyakinan, dia mengacungkan jempol.

Spontan, Taj Yasin Maimoen pun tersenyum lebar melihatnya. Sang istri, Nawal Arafah Yasin, juga tampak terhibur, ikut memberikan tepuk tangan.

Tak hanya para siswa difabel, sebanyak 17 kepala OPD Pemprov Jawa Tengah turut ambil bagian dalam fashion show D’Modifest 2026.

Mereka melangkah kompak, berpose di setiap sudut panggung menonjolkan kekhasan busana yang dipakainya. Aksi itu merupakan bentuk dukungan Pemprov Jateng, terhadap industri kriya dan fesyen daerah.

Setelah menyaksikan peragaan busana, Taj Yasin bersama Nawal Arafah menghampiri para siswa SLB. Mereka menyerahkan bunga kepada setiap anak yang berani tampil.

“Bagus tadi penampilannya, semangat terus ya,” kata Nawal, sembari tersenyum kepada seorang siswa perempuan.

“Terima kasih ya sudah berani maju. Tos dulu dong,” lontar Taj Yasin, sambil mengarahkan tangannya kepada seorang siswa difabel yang langsung menepukkan tangannya.

Ketua Dekranasda Jateng, Nawal Arafah mengatakan, pada fashion show di ajang D’Modifest 2026 ini, busana yang diperagakan adalah karya desainer lokal, yang bertujuan untuk mempromosikan produk unggulan Jawa Tengah.

Dia mengungkapkan, event itu akan berlangsung hingga Minggu, 1 Maret 2026, dengan berbagai suguhan menarik. Selain fashion show, juga menghadirkan 50 stan fesyen dan UMKM kuliner dari 35 kabupaten/ kota.

Tidak hanya itu, D’Modifest 2026 juga dimeriahkan dengan beragam perlombaan. Meliputi lomba hadroh antar-OPD dan BUMD Pemprov Jawa Tengah, lomba tung-tung sahur pondok pesantren, lomba band pelajar SMA/SMK, serta hiburan menarik.

Lebih lanjut, Nawal mengajak seluruh masyarakat untuk meramaikan Dekranasda Modest & Iftar Fest 2026, sebagai bentuk dukungan terhadap produk unggulan Jawa Tengah.

“Harapannya kegiatan ini dapat memperkuat identitas budaya Jawa Tengah sekaligus menggerakkan UMKM-UMKM lokal kita,” ungkap dia. 

 

  Sumber : https://jatengprov.go.id/publik/bak-model-profesional-siswa-difabel-percaya-diri-peragakan-busana-di-depan-wagub-jateng/

Baca Terusannya »»  

D’Modifest Jateng Angkat Potensi Busana Muslim, Nawal Yasin Siap Jadikan Event Tahunan

 


SEMARANG – Dekranasda Modest & Iftar Festival (D’Modifest) 2026 resmi digelar di Atrium The Park Mall Semarang, pada 27 Februari hingga 1 Maret 2026. Ajang itu menjadi etalase potensi busana muslim khas Jawa Tengah.

Event tersebut dibuka Jumat (27/2/2026) sore oleh Wakil Gubernur Jateng, Taj Yasin Maimoen, bersama Ketua Dewan Kerajinan Nasional Daerah (Dekranasda) Provinsi Jateng, Nawal Arafah Yasin.
 
Pembukaan D’Modifest 2026 turut dimeriahkan dengan peragaan busana siswa SLB Kota Semarang serta Kepala OPD Pemprov Jawa Tengah. Selain itu, juga menghadirkan 50 stan produk fesyen dan kuliner unggulan, yang berasal dari 35 kabupaten/kota.
 
Ketua Dekranasda Jawa Tengah, Nawal Arafah Yasin menyampaikan, pihaknya menampilkan 50 stan dalam kegiatan tersebut. Tidak hanya busana muslim, tetapi juga UMKM kuliner halal.
Menurutnya, D’Modifest Jateng 2026 menjadi momentum strategis dalam memperkuat promosi produk UMKM syariah. Selain itu, penyelenggaraan pada momentum Ramadan juga diharapkan mampu menggerakkan roda perekonomian daerah.
 
“Harapannya, di bulan puasa ini ekonomi di Jawa Tengah ini akan naik terus, dan kita juga bisa memberikan peluang-peluang pasar terhadap UMKM-UMKM yang ada ini,” ujarnya, seusai membuka kegiatan.
 
Nawal menekankan pentingnya inovasi dan keberagaman produk UMKM, agar dapat terus berkembang. Terlebih, Jateng menjadi salah satu pusat produksi fesyen terbesar di Indonesia, dengan jumlah UMKM yang tercatat mencapai 4,45 juta unit pada 2025.
 
Dikatakan, potensi tersebut perlu terus dikembangkan dengan mendorong UMKM menghadirkan variasi produk, agar semakin kompetitif dan tidak monoton. Selama ini, produk batik dan wastra telah banyak ditampilkan, sehingga ke depan sektor busana muslim juga perlu semakin diperkuat.
 
“Yang biasanya batik wastra, sekarang mungkin lebih ke busana muslim yang diikutkan. Jadi, harapannya nanti bisa menyeluruh, ada beberapa varian yang bisa ditampilkan di sana,” ungkap Nawal.
Ke depan, istri Wakil Gubernur ini berencana menjadikan D’Modifest atau kegiatan serupa sebagai agenda rutin tahunan, sehingga potensi modest fashion Jateng dapat terus berkembang, hingga menembus pasar internasional.
 
“Mudah-mudahan ini bisa merupakan event tahunan, dan nantinya kita bisa menggelar di beberapa tempat, bukan hanya di Semarang,” ucap Nawal.
Sementara itu, Wakil Gubernur Jateng, Taj Yasin mengapresiasi gelaran D’Modifest 2026, yang merangkul para desainer dan pelaku UMKM, untuk menampilkan produk fesyen dengan gaya lokal khas Jawa Tengah.
 
Menurutnya, banyak produk fesyen lokal yang telah menembus pasar internasional. Karena itu, para desainer didorong untuk terus mengembangkan desain terbaiknya, agar mampu bersaing di pasar yang lebih luas.
 
“Harapan kami dengan kegiatan ini mereka tumbuh, muncul kemandirian, muncul rasa percaya diri,” ucap Taj Yasin, mewakili Gubernur Jateng Ahmad Luthfi.
Pada kesempatan tersebut juga dilakukan penandatanganan Nota Kesepahaman antara Dekranasda dan Baznas Jateng, tentang Pemberdayaan dan Peningkatan Kesejahteraan Industri Kecil dan Menengah (IKM).
 
Selain itu, diserahkan pula bantuan peralatan menjahit kepada empat Kelompok Usaha Bersama (KUBE), bantuan pembiayaan Kredit Usaha Rakyat (KUR) Bank Jateng kepada pelaku UKM, serta penyerahan sertifikat halal, sertifikat Tingkat Komponen Dalam Negeri (TKDN), sertifikat Standar Nasional Indonesia (SNI), dan sertifikat merek.


Sumber : https://jatengprov.go.id/publik/dmodifest-jateng-angkat-potensi-busana-muslim-nawal-yasin-siap-jadikan-event-tahunan/

Baca Terusannya »»  

Menpora Erick Thohir Tegaskan Usut Tuntas Dugaan Pelecehan terhadap Atlet Panjat Tebing


 

Jakarta: Menteri Pemuda dan Olahraga Republik Indonesia (Menpora RI), Erick Thohir, menegaskan komitmennya untuk mengusut tuntas dugaan pelecehan seksual dan kekerasan fisik terhadap atlet di lingkungan pelatnas panjat tebing. 

Hal tersebut disampaikan Menpora Erick saat menghadiri ajang Asian Cadet dan Junior Fancing Championship 2026 di Jakarta International Convention Center (JICC), Senayan, Jakarta, Jumat (27/2). 

Dalam kesempatan ini, Menpora memastikan tidak akan mentolerir segala bentuk kekerasan atau pelecehan yang terjadi di lingkungan olahraga nasional, karena keselamatan dan perlindungan atlet menjadi prioritas utama. 

Sehingga Menpora menggagas saluran pengaduan untuk atlet yang pernah atau sedang menjadi korban kekerasan seksual. Korban dapat mengirimkan laporan ke pengaduan.atlet@kemenpora.go.id.

Setiap laporan akan ditindaklanjuti secara profesional dan transparan sebagai bentuk komitmen pemerintah dalam menciptakan lingkungan olahraga yang aman, sehat, dan bebas dari segala bentuk kekerasan. 

“Saya akan pastikan kalau ada oknum-oknum yang melakukan pelecehan seksual kepada atlet kita, saya akan dorong tim bekerja keras untuk investigasi dan hukum seumur hidup (larangan terlibat di olahraga), dan kalau perlu dibawa ke polisi,” ujar Menpora Erick.

Kasus dugaan pelecehan seksual dan kekerasan fisik ini menjadi perhatian serius publik, mengingat atlet merupakan aset bangsa yang harus dilindungi baik secara fisik maupun mental. 

 

 

 

Sumber ; https://www.kemenpora.go.id/detail/6630/menpora-erick-thohir-tegaskan-usut-tuntas-dugaan-pelecehan-terhad 

Baca Terusannya »»  

Hadiri Kejuraan Asian Cadet and Junior Fencing 2026, Menpora Erick Bangga Anggar Tembus 32 Besar Asia

 


Jakarta: Menteri Pemuda dan Olahraga Republik Indonesia (Menpora RI), Erick Thohir, mengalungkan medali kepada para juara pada ajang Asian Cadet and Junior Fencing Championship 2026 di Jakarta International Convention Center (JICC), Senayan, Jakarta, Jumat (27/2). 

Pengalungan medali diberikan kepada China yang berhasil merebut emas usai menumbangkan Uzbekistan dalam nomor Junior Team Men’s Saber. Sedangkan perunggu diraih Korea Selatan. 

Kemudian pada nomor Junior Team Men’s Epee, Chinese Taipei sukses mengamankan emas setelah mengandaskan perlawanan Hongkong di partai puncak. Perunggu didapat Kazakhstan. 

Lalu di nomor Junior Team Women’s Foil, China berhasil mendapatkan emas. Medali perak dan perunggu masing-masing diraih Chinese Taipei dan Singapura. 

Menpora Erick turut menyoroti capaian atlet anggar Indonesia yang menunjukkan progres signifikan, dari peringkat 64 tingkat Asia kini menembus 32 besar. Meski cedera menjadi risiko dalam olahraga, pemerintah telah menyiapkan terobosan melalui pusat sport science dan pemulihan cedera bagi atlet di Cibubur Youth Elite Sport Center. 

“Yang buat bangga, tadinya di rangking 64 sekarang sudah 32. Untuk atlet yang cedera, kita buat terobosan di Cibubur sebagai pusat sport science dan recovery, termasuk berbagai kebutuhan atlet,” kata Menpora Erick.

Dalam kesempatan tersebut, Menpora Erick menegaskan komitmen pemerintah untuk menjadikan anggar sebagai salah satu cabang olahraga unggulan nasional. 

“Pemerintah memasukkan anggar menjadi salah satu dari 21 cabang olahraga unggulan. Kita sedang revisi DBON nantinya. Karena anggar masuk, kita nanti akan fokus menjadikannya salah satu program jangka pendek, menengah, dan panjang,” ujar Menpora Erick.

Dengan masuknya anggar dalam daftar cabang olahraga unggulan, pemerintah berharap prestasi Indonesia di level Asia dan dunia semakin kompetitif dalam beberapa tahun ke depan.

“Kita fokus membina atlet-atlet dengan target Olimpiade, Asian Games, atau SEA Games, dan tentu juga atlet-atlet muda. Mudah-mudahan kita bisa menciptakan atlet-atlet anggar yang baik dan berprestasi,” jelas Menpora Erick. 

 

 

Sumber : https://www.kemenpora.go.id/detail/6629/hadiri-kejuraan-asian-cadet-and-junior-fencing-2026-menpora-eric 

Baca Terusannya »»  

Erick Thohir Apresiasi 10 Tahun Gianni Infantino Pimpin FIFA, dan Dampak Positif untuk Indonesia

 


Ketua Umum PSSI, Erick Thohir sangat mengapresiasi Gianni Infantino menjadi Presiden FIFA selama sepuluh tahun ini. Dalam periode tersebut, Erick menilai FIFA menghadirkan transformasi besar bagi sepak bola dunia, termasuk Indonesia.

"Berbagai terobosan lahir mulai dari FIFA Series, Piala Dunia U-17 yang kini digelar setiap tahun, ekspansi Piala Dunia 2026 menjadi 48 tim, hingga format baru Piala Dunia Antarklub," kata Erick Thohir.

Erick menilai langkah-langkah ini membuka peluang lebih luas bagi setiap negara untuk bersaing di level global. Melalui program pengembangan sepak bola perempuan dan FIFA Forward, ekosistem sepak bola semakin modern, profesional, dan inklusif.

"Dampaknya nyata bagi Indonesia yang dipercaya menjadi tuan rumah Piala Dunia U-17 2023, lolos untuk pertama kalinya ke Piala Dunia U-17 2025 melalui jalur kualifikasi, serta menorehkan sejarah dengan melaju ke putaran keempat Kualifikasi Piala Dunia 2026," tambah Erick Thohir.

Erick menyatakan kepercayaan FIFA juga diwujudkan melalui pembukaan FIFA Indonesia Office di Jakarta, pembangunan Training Centre berstandar internasional di IKN, serta dukungan berkelanjutan melalui FIFA Forward yang menjadi fondasi penting bagi masa depan sepak bola nasional.

"Ini bukan sekadar pencapaian, tetapi bagian dari perjalanan besar menuju transformasi sepak bola Indonesia yang semakin bersih dan berprestasi," tukas Erick Thohir.

 
 
 
 
Sumber : https://www.pssi.org/news/erick-thohir-apresiasi-10-tahun-gianni-infantino-pimpin-fifa-dan-dampak-positif-untuk-indonesia 
Baca Terusannya »»  

Ungkap Progres Pemulihan Pascabencana Sumatera, Kasatgas Tito: Jumlah Pengungsi Turun Signifikan

 


Jakarta – Menteri Dalam Negeri (Mendagri) Muhammad Tito Karnavian selaku Ketua Satuan Tugas (Kasatgas) Percepatan Rekonstruksi dan Rehabilitasi (PRR) Pascabencana Wilayah Sumatera mengungkapkan progres terkini pemulihan pascabencana. Berdasarkan data Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) per 25 Februari 2026, jumlah pengungsi di tiga provinsi turun signifikan dari semula 2.108.582 menjadi 11.250 orang.

Hal itu disampaikan Tito dalam Rapat Koordinasi Tingkat Menteri Satgas Rehabilitasi dan Rekonstruksi Pascabencana Alam di Wilayah Sumatera di Gedung Kementerian Koordinator (Kemenko) Bidang Pembangunan Manusia dan Kebudayaan (PMK), Jakarta, Jumat (27/2/2026).

Adapun jumlah pengungsi tersebut dengan rincian 10.400 pengungsi di Provinsi Aceh, serta 850 pengungsi di Provinsi Sumatera Utara (Sumut). “Kemudian di Provinsi Sumatera Barat, Alhamdulillah tidak ada lagi pengungsi dalam catatan kami. Tidak ada lagi pengungsi yang ada di tenda, semuanya sudah ada di huntara,” ujar Tito.

Dalam rapat itu, ia melaporkan bahwa ada lima desa di dua provinsi yang perlu ditata ulang akibat terdampak bencana. Desa tersebut yakni 3 desa di Provinsi Aceh dan 2 Desa di Provinsi Sumut. Sedangkan di Sumatera Barat (Sumbar) tidak ada desa yang perlu ditata ulang.

Kemudian Tito juga memaparkan bahwa dari 52 kabupaten/kota terdampak bencana, 38 kabupaten/kota kondisinya telah berlangsung normal. Di samping itu, 3 kabupaten/kota kondisinya mendekati normal. Sedangkan 11 kabupaten/kota masih membutuhkan atensi khusus.

Tito menjelaskan, indikator normalitas suatu daerah ditentukan oleh beberapa variabel. Di antaranya pemerintahan, layanan publik, akses darat, ekonomi, sosial, dan indikator dasar lain meliputi SPBU, listrik, PDAM, internet, gas LPG, TPA-TPST, Bank Sampah, serta normalisasi sungai.

“Sebelumnya ada satu lagi yaitu masalah persawahan dan perkebunan yang juga terdampak serta tambak, perikanan,” imbuhnya.

Dalam forum itu, ia mengapresiasi jajaran kementerian/lembaga serta pemerintah daerah (Pemda) yang telah bekerja sama dalam mendorong pemulihan pascabencana. Ia memastikan, saat ini perkembangan rekonstruksi dan rehabilitasi pascabencana menunjukkan progres positif, terutama pada aspek akses jalan yang telah berfungsi sepenuhnya, aliran listrik yang dapat dimanfaatkan masyarakat, hingga SPBU yang telah beroperasi normal.

“Kalau pasar sudah bergerak semua, jalan, tapi UMKM-nya belum [optimal sepenuhnya]. Masih tugas kita lagi ada pembersihan lumpur, ada jembatan, jalan desa, daerah yang perlu kita selesaikan,” tandas Tito.

Turut hadir pada rapat tersebut Menteri Koordinator (Menko) PMK Pratikno, Menko Bidang Politik dan Keamanan Djamari Chaniago, Menko Bidang Infrastruktur dan Pembangunan Kewilayahan Agus Harimurti Yudhoyono, Menko Bidang Pemberdayaan Masyarakat Muhaimin Iskandar, serta pihak terkait dari kementerian/lembaga dan Pemda.

 

 

 

Sumber : https://kemendagri.go.id/berita/ungkap-progres-pemulihan-pascabencana-sumatera-kasatgas-tito-jumlah-pengungsi-turun-signifikan 

Baca Terusannya »»  

Mendag BUdi Santoso Mengunjungi Ritel Modern dan Distributor Bapok di Kota Tebing Tinggi

 


Menteri Perdagangan, Budi Santoso mengunjungi ritel modern Irian Supermarket & Dept. Store dan distributor telur UD. Hasil Ternak di Kota Tebing Tinggi, Sumatra Utara, Jumat (27 Feb). Kunjungan ini untuk memastikan geliat perdagangan pascapemulihan bencana banjir pada November 2025 lalu.

Mendag menyatakan, Aktivitas di ritel modern Irian sudah berjalan dengan normal. Situasi ini menunjukkan masyarakat sudah kembali berbelanja dan perdagangan di Tebing Tinggi telah pulih.

Selanjutnya, Mendag mengunjungi distributor telur UD Hasil Ternak untuk memantau ketersediaan dan stabilitas harga telur di Tebing Tinggi. Dari hasil diskusi dengan pemilik toko, yaitu Fredy, harga telur per 26 Februari 2026 adalah Rp27.200 per kilogram, lebih rendah dari harga eceran tertinggi (HET) telur yang sebesar Rp30.000 per kilogram. Menurut Mendag, harga telur masih bagus dan masih normal.

Acara peninjauan ini turut dihadiri Wakil Gubernur Sumatra Utara, Surya; Direktur Jenderal Perlindungan Konsumen dan Tertib Niaga Kemendag, Moga Simatupang; Direktur Bina Usaha Perdagangan, Septo Soepriyatno; Direktur Bina Pasar Dalam Negeri, Nawandaru Dwi Putra; Wali Kota Tebing Tinggi, Iman Irdian Saragih; Direktur Reserse Kriminal Umum Polda Sumatra Utara, Kombes Pol Ricko Taruna Mauruh; Kapolres Tebing Tinggi, AKBP Rina Frillya; serta Kepala Kejaksaan Negeri Tebing Tinggi, Anthony Nainggolan; perwakilan Forum Koordinasi Pimpinan Daerah (Forkopimda) Kota Tebing Tinggi; Pimpinan Kantor Wilayah dan Cabang Perum BULOG Sumatra Utara dan Tebing Tinggi; dan Pimpinan Cabang Rajawali Nusindo.

 

 

 

Sumber : https://www.kemendag.go.id/berita/foto/mendag-mengunjungi-ritel-modern-dan-distributor-bapok-di-kota-tebing-tinggi 

Baca Terusannya »»  

Hadir di Rapat Zeni TNI AD, Kepala BMKG Tekankan Peran Informasi Cuaca dalam Mendukung Operasi Militer dan Konstruksi

 


Bogor, 27 Februari 2026 – Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) menegaskan bahwa informasi cuaca, iklim, dan geofisika bukan sekadar peringatan dini bencana, melainkan elemen krusial yang menentukan keberhasilan taktis operasi militer, khususnya dalam konstruksi dan pembangunan infrastruktur.

Hal tersebut disampaikan Kepala BMKG, Teuku Faisal Fathani, saat memberikan pembekalan dalam Rapat Pembinaan Teknis Kecabangan Zeni TNI Angkatan Darat Tahun Anggaran 2026 di Bogor, Jumat (27/02/2026).

Mengusung tema “Informasi Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika sebagai Pilar Utama dalam Pengurangan Risiko Bencana”, Faisal menekankan bahwa cuaca kini menjadi bagian tak terpisahkan dari perencanaan teknis di lapangan.

“Cuaca adalah faktor penentu keberhasilan atau kegagalan sebuah misi teknis. Jika satuan Zeni TNI sedang mengerjakan proyek di darat atau di perairan, operasi alat-alat berat sangat bergantung pada kondisi gelombang laut, curah hujan, maupun informasi geofisika. BMKG dapat mendukung hal tersebut,” ujar Faisal.

Sebagai kecabangan militer yang berada di garis depan konstruksi, perintis, dan penanggulangan bencana dalam kerangka Operasi Militer Selain Perang (OMSP), Zeni TNI AD dinilai sangat bergantung pada data meteorologi, klimatologi, dan geofisika. Dukungan BMKG mencakup berbagai sektor strategis, mulai dari transportasi udara, maritim, darat, hingga pertanian dan kesehatan.

Di sektor penerbangan misalnya, BMKG menyediakan informasi terkait pertumbuhan awan Cumulonimbus (CB) dan rute penerbangan aman. Di sektor maritim, informasi potensi gelombang tinggi, pasang surut, hingga keselamatan pelabuhan menjadi bagian dari layanan rutin. Satu stasiun meteorologi maritim bahkan dapat melayani belasan pelabuhan, termasuk pelabuhan rakyat.

Untuk sektor darat dan pertanian, informasi cuaca membantu pengambilan keputusan distribusi logistik. Sebagai contoh, petani yang akan mendistribusikan hasil panen dapat menunda pengiriman apabila diprediksi terjadi hujan lebat dan kelembapan tinggi guna menjaga kualitas komoditas.

Lebih lanjut, Faisal menyampaikan bahwa BMKG juga aktif membangun kesiapsiagaan masyarakat melalui program Sekolah Lapang Gempa Bumi dan Tsunami, Sekolah Lapang Cuaca Nelayan, Sekolah Lapang Iklim untuk Petani, serta program BMKG Goes to School. Dalam setiap kegiatan, unsur TNI dan Polri dilibatkan sebagai bagian dari penguatan kapasitas bersama.

Ia turut menyoroti peluang kolaborasi yang luas antara BMKG dan Direktorat Zeni TNI AD. Selain mendukung operasi teknis, data BMKG juga berkontribusi pada pembangunan berkelanjutan. Faisal mencontohkan penerapan konsep green building melalui kajian arah angin dan sirkulasi udara yang berhasil menurunkan suhu ruangan 3–5 derajat Celsius pada rumah susun di Tegal tanpa penggunaan pendingin udara.

“Tim Klimatologi BMKG melakukan kajian arah angin dominan, sirkulasi udara, hingga orientasi ventilasi bangunannya. Hasilnya, rusun tersebut menjadi green building rendah karbon,” ungkap Faisal

Dalam paparannya, Faisal juga memberikan gambaran kondisi iklim tahun 2026. Secara umum, tahun ini diprediksi berada dalam kondisi netral tanpa pengaruh kuat El Niño maupun La Niña. Namun, curah hujan diperkirakan lebih rendah dibandingkan tahun 2025. Wilayah selatan ekuator seperti Jawa, Bali, dan Nusa Tenggara akan mengalami musim kemarau yang lebih nyata, sehingga perlu mewaspadai ancaman kekeringan dan kebakaran hutan dan lahan.

“Kita harus bersiap. Ancaman kebencanaan akan bergeser dari hidrometeorologi basah seperti banjir menjadi ancaman defisit air, kekeringan, dan karhutla saat musim kemarau nanti,” jelasnya.

Ia juga mengingatkan bahwa pemanasan global telah menggeser pola siklon tropis. Kejadian Siklon Tropis Senyar yang melanda wilayah Sumatera menjadi bukti bahwa daratan khatulistiwa tidak lagi sepenuhnya aman dari dampak badai tropis.

Menutup arahannya, Kepala BMKG mengimbau seluruh jajaran Zeni TNI AD untuk memanfaatkan aplikasi InfoBMKG sebagai referensi perencanaan taktis serta menjalin komunikasi erat dengan Unit Pelaksana Teknis (UPT) BMKG yang tersebar di 191 titik di seluruh Indonesia.

“Di mana pun prajurit TNI bertugas, dari Sabang sampai Merauke, bahkan di pulau terluar sekalipun, BMKG hadir untuk mendukung keselamatan dan kesuksesan tugas Anda,” pungkasnya.

 

 

Sumber : https://www.bmkg.go.id/berita/utama/hadir-di-rapat-zeni-tni-ad-kepala-bmkg-tekankan-peran-informasi-cuaca-dalam-mendukung-operasi-militer-dan-konstruksi 

Baca Terusannya »»