Cari Blog Ini

Rabu, 21 Oktober 2026

Tiga Emas Boccia Bawa Indonesia Lampaui Target Asian Para Games 2026, Menpora Erick: Alhamdulillah Delapan Emas dan Perjuangan Terus Berlanjut


 

Nagoya: Kontingen Indonesia berhasil melampaui target tujuh medali emas pada ajang Asian Para Games Aichi-Nagoya 2026. Kepastian tersebut diperoleh setelah cabang olahraga boccia sukses mempersembahkan tiga medali emas sekaligus melalui Gischa Zayana, Handayani, dan Felix Ardi Yudha, dalam pertandingan final yang berlangsung pada hari yang sama di Nagoya General Gymnasium, Nagoya, Jepang, Rabu (21/10).

Tambahan tiga emas tersebut membawa perolehan Indonesia menjadi delapan medali emas, sekaligus melampaui target tujuh emas yang ditetapkan sebelum keberangkatan.

Dua emas pertama dipersembahkan oleh atlet putri Indonesia melalui pertandingan yang berlangsung dramatis. Gischa Zayana yang turun pada nomor Women’s Individual BC2 mengalahkan atlet Hong Kong, Yeung Hiu Lam, dengan skor 6-5. Sementara itu, Handayani yang tampil pada nomor Women’s Individual BC1 berhasil menundukkan wakil Malaysia, Melissa Angeline, dengan skor 5-4.

Tak lama berselang, Felix Ardi Yudha melengkapi keberhasilan boccia Indonesia dengan merebut medali emas nomor Men’s Individual BC2. Dalam pertandingan final menghadapi Phakphum Linchum dari Thailand, Felix tampil solid dan memastikan kemenangan dengan skor 5-3.

Menteri Pemuda dan Olahraga (Menpora) Erick Thohir yang menyaksikan dan meberikan dukungan langsung, menyampaikan rasa syukur dan apresiasi atas perjuangan para atlet yang mampu membawa Indonesia melampaui target medali emas ketika ajang masih memasuki hari keempat.

“Alhamdulillah, target tujuh emas berhasil terlampaui. Selamat untuk Gischa, Handayani, dan Felix yang berhasil mempersembahkan tiga emas sekaligus dari boccia, sehingga total kita sukses meraih delapan emas. Ini capaian luar biasa, pertandingan final juga tadi berlangsung sangat ketat. Mereka menunjukkan bahwa selain kemampuan teknis, ketenangan dan mental bertanding juga menjadi penentu kemenangan,” ujar Menpora Erick.

Menurut Menpora Erick, keberhasilan cabang boccia menjadi bukti pentingnya pembinaan berkesinambungan untuk menghasilkan atlet yang mampu bersaing dan menjaga prestasi di tingkat internasional.

Sebelum tampil di Asian Para Games 2026, tim boccia Indonesia telah menunjukkan kualitasnya dengan menjadi juara umum World Boccia Championship 2026 di Seoul, Korea Selatan, pada September lalu, dengan mengoleksi tiga medali emas dan satu perak.

Kini, prestasi tersebut kembali berlanjut di Asian Para Games. Bahkan, tiga emas yang diraih Indonesia telah melampaui target awal cabang boccia yang membidik satu medali emas.

“Ini yang terus kita dorong dalam transformasi olahraga nasional. Kita ingin prestasi lahir dari sistem pembinaan yang konsisten, bukan hanya bergantung pada momentum. Ketika atlet yang sudah berprestasi di tingkat dunia kembali mampu meraih emas di Asian Para Games, artinya ada kesinambungan pembinaan yang harus kita jaga dan perkuat. Inilah yang disebut olahraga sebagai investasi untuk prestasi dan kebanggaan bangsa,” kata Menpora Erick.

Meski target tujuh emas telah terlampaui, Menpora Erick menegaskan bahwa perjuangan kontingen Indonesia belum selesai. Masih terdapat sejumlah pertandingan yang berpotensi menambah perolehan medali bagi Merah Putih. Ia juga mengingatkan bahwa pencapaian target bukan alasan untuk cepat berpuas diri, melainkan harus menjadi motivasi tambahan bagi para atlet yang masih berjuang.

“Sejak awal saya menyampaikan keyakinan bahwa kita memiliki peluang untuk melampaui tujuh emas. Alhamdulillah, sekarang sudah terbukti. Namun, kita tidak boleh berhenti di sini. Masih ada atlet-atlet kita yang berjuang dan memiliki peluang untuk menambah emas. Kita terus doakan dan dukung agar mereka bisa memberikan yang terbaik untuk Indonesia. Setiap kesempatan harus kita perjuangkan sampai akhir,” tegas Menpora Erick

 

 

Sumber : https://www.kemenpora.go.id/detail/7337/tiga-emas-boccia-bawa-indonesia-lampaui-target-asian-para-games-2 

Baca Terusannya »»  

Hari Santri Nasional, Ribuan Santri Padati Jateng Bersholawat

 


TEGAL – Perayaan Hari Santri Nasional 2026 tingkat Provinsi Jawa Tengah berlangsung meriah dan penuh makna. Ribuan jemaah memadati kegiatan Jawa Tengah Bersholawat, yang digelar di Kota Tegal, Rabu (21/10/2026) malam.

Selawat dipimpin Habib Ali Zainal Abidin Asegaf dengan Majelis Azzahir Pekalongan. Hadir pula pengasuh Ponpes Asrama Perguruan Islam (API) Tegalrejo Magelang, KH Muhammad Yusuf Chudori (Gus Yusuf), dan pengasuh Ponpes Al Falah Ploso Kediri, KH Abdurrahman Al Kautsar (Gus Kautsar).

Para ulama tersebut duduk bersama Gubernur Ahmad Luthfi, Wagub Taj Yasin Maimoen, Wali Kota Tegal Dedy Yon Supriyono, dan perwakilan daerah lain.

Mereka bersama para santri hanyut dalam bacaan selawat dan doa untuk kebaikan para santri. Afif, santri asal Balamoa, Balapulang, Kabupaten Tegal, mengaku sangat senang bisa hadir langsung dalam Jateng Bersholawat.

“Jos jis, sangat meriah! Senang banget, malah ditunggu-tunggu. Selain dapat berkahe selawat, juga dapat nasehat dari ulama-ulama,” ujar Afif bersama temannya, Jian di sela-sela kegiatan.

Gubernur Jawa Tengah Ahmad Luthfi menyampaikan apresiasi tinggi atas antusiasme warga Kota Tegal dan sekitarnya yang hadir berselawat bersama.

“Peringatan Hari Santri mengandung makna mendalam tentang jihad sejarah yang digelorakan Hadratussyaikh Hasyim Asy’ari melawan penjajah. Hari ini, resolusi jihad kita adalah memerangi kemiskinan dan mensejahterakan masyarakat Jawa Tengah,” kata Ahmad Luthfi.

Ditambahkan, Jawa Tengah memiliki sekitar 5.325 pesantren dengan 815.504 santri. Pemprov Jateng terus menggulirkan program beasiswa pendidikan hingga jenjang magister ke luar negeri, bagi para santri.

Gus Yusuf menegaskan peringatan Hari Santri tak boleh berhenti di seremonial semata.

“Hari Santri tidak hanya sekadar upacara atau ramai-ramai, tetapi kita maknai lebih dalam untuk meneruskan tugas para ulama, yakni himayatul ummah wa himayatul wathon, menjaga keselamatan umat dan bangsa,” tegas Gus Yusuf.

Sementara itu, Gus Kautsar mengingatkan peran penting santri di tengah masyarakat.

“Santri harus selalu siap menjadi solusi bagi siapa pun yang sedang jatuh-jatuhnya. Yang paling mengerti bagaimana cara kita bangkit dan berjuang ketika jatuh, itu seharusnya santri,” tutur Gus Kautsar.

 

 

Sumber : https://jatengprov.go.id/publik/hari-santri-nasional-ribuan-santri-padati-jateng-bersholawat/ 

Baca Terusannya »»  

Sambut Peserta Wirasena Youth Camp 2026, Kemenpora Tekankan Pemuda Patriotik, Gigih, dan Berempati


 

Jakarta: Kementerian Pemuda dan Olahraga (Kemenpora RI) menegaskan pentingnya membangun karakter pemuda yang patriotik, gigih, dan berempati melalui Wirasena Youth Camp 2026. Kegiatan ini menjadi ruang bagi generasi muda dari berbagai daerah untuk memperkuat kepemimpinan, memperluas jejaring, serta merancang kontribusi nyata bagi masyarakat dan bangsa.

Hal itu disampaikan Staf Khusus Menpora Bidang Kebijakan Publik dan Komunikasi Tsamara Amany pada acara penyambutan peserta Wirasena Youth Camp 2026 di Auditorium Wisma Kemenpora, Jakarta, Rabu (21/10) malam. 

Dalam sambutannya, Stafsus Tsamara menyampaikan salam dan apresiasi dari Menteri Pemuda dan Olahraga (Menpora RI) Erick Thohir yang belum dapat hadir secara langsung karena sedang berada di Jepang untuk memberikan dukungan kepada atlet Indonesia yang berlaga di Asian Para Games 2026.

"Teman-teman semua adalah pemuda-pemuda terbaik dari daerah masing-masing. Dalam proses Youth Camp ini, bawalah kebanggaan daerah dan keluarga, serta tunjukkan bahwa teman-teman adalah pemuda-pemuda pilihan," pesannya.

Ia juga mengajak peserta memanfaatkan kesempatan tersebut untuk membangun jejaring lintas daerah, bertukar gagasan, dan memperkuat persatuan. Menurutnya, Wirasena Youth Camp menjadi ruang untuk mempertemukan pemuda dari Sabang sampai Merauke dalam semangat kebangsaan.

"Di sinilah tempat kita semua menyatu dari Sabang sampai Merauke menjadi Republik Indonesia. Jadi satu," ujarnya.
Para peserta sebanyak 157 orang dari seluruh provinsi yang terpilih dari berbagai daerah di Indonesia diharapkan dapat memanfaatkan kegiatan ini sebagai momentum untuk mengembangkan kapasitas diri sekaligus membawa semangat daerah masing-masing.

Selain memperluas jejaring, peserta diminta untuk percaya pada kemampuan diri sendiri dan tidak meremehkan kontribusi sekecil apa pun yang dapat diberikan kepada masyarakat.

Kemenpora ingin memastikan bahwa anak muda Indonesia memiliki ruang untuk menyampaikan gagasan, menghadirkan inovasi, serta mencari solusi atas berbagai persoalan di lingkungan mereka.

"Jangan hanya percaya pada kemampuan orang, tetapi teman-teman sendiri harus percaya pada kemampuan diri. Jangan meragukan diri karena setiap langkah yang dilakukan, sekecil apa pun, memiliki dampak," pesannya.

Ia menegaskan, pemerintah percaya pada potensi generasi muda Indonesia dengan membuka ruang kolaborasi agar berbagai gagasan dan keresahan anak muda dapat dibahas bersama serta dikembangkan menjadi kontribusi nyata bagi bangsa dan negara.

Plt. Deputi Bidang Pelayanan Kepemudaan, Hendro Wicaksono menyampaikan, para peserta Wirasena Youth Camp 2026 diingatkan bahwa kegiatan ini bukan sekadar ajang berkumpul, melainkan ruang pembelajaran untuk membangun karakter, menumbuhkan kepemimpinan, dan memperkuat semangat kolaborasi.

Pemuda dinilai memiliki posisi strategis dalam pembangunan bangsa karena energi, kreativitas, dan keberaniannya dalam menghadirkan perubahan di tengah perkembangan teknologi, persaingan global, dan kompleksitas persoalan sosial, potensi tersebut perlu diimbangi dengan karakter yang kuat serta kepedulian terhadap sesama.

"Ada tiga karakter utama yang menjadi penekanan dalam pelaksanaan Wirasena Youth Camp 2026. Pertama patriotik, kedua gigih dan ketiga berempati. Ketiga karakter tersebut diharapkan tumbuh selama pelaksanaan kegiatan dan menjadi bekal bagi peserta untuk tampil sebagai contoh, pionir, serta pelopor perubahan di daerah masing-masing,” ujarnya.

Wirasena Youth Camp 2026 diharapkan menjadi pengalaman bermakna bagi para peserta dalam mengembangkan kapasitas, memperkuat solidaritas, dan membangun kolaborasi lintas daerah. Kegiatan ini juga menjadi langkah untuk mengenali serta mengembangkan talenta-talenta muda potensial yang dapat berkontribusi bagi pembangunan daerah dan nasional.

"Jadilah pemuda Indonesia yang patriotik dalam pengabdian, gigih dalam perjuangan, dan berempati dalam setiap tindakan,” pungkasnya.

Sementara, Asisten Kesejahteraan Rakyat Sekretaris Daerah Provinsi DKI Jakarta,  Ali Maulana Hakim menyampaikan, Jakarta diharapkan menjadi ruang belajar untuk memperluas wawasan, membangun jejaring, serta menumbuhkan inovasi yang dapat diterapkan di daerah masing-masing.

“Jakarta adalah kota kolaborasi, kota yang penuh keberagaman, dan rumah bagi semua generasi muda yang ingin terus tumbuh, bersemangat, berkarya, serta memberikan kontribusi bagi bangsa,” ujarnya.

Nantinya, pengalaman yang diperoleh selama di Jakarta diharapkan menjadi bekal untuk melahirkan lebih banyak inisiatif positif ketika kembali ke daerah masing-masing. Sebab, semangat Sumpah Pemuda tidak cukup hanya dikenang setiap 28 Oktober. Nilai persatuan harus terus dihidupkan melalui kolaborasi, kreativitas, dan keberanian untuk menciptakan perubahan.

“Jadilah generasi muda yang tidak hanya menyaksikan perubahan, tetapi juga berani mengambil bagian dalam menciptakannya,” pungkasnya.

 

 

Sumber : https://www.kemenpora.go.id/detail/7342/sambut-peserta-wirasena-youth-camp-2026-kemenpora-tekankan-pemud 

Baca Terusannya »»  

Plt Bupati Pati Risma Ardhi Chandra Harapkan Djarum Perluas Kerjasama dengan Kabupaten Pati


 

PATI - Plt Bupati Pati Risma Ardhi Chandra mendorong PT Djarum memperluas kerja sama dengan Pemerintah Kabupaten Pati, tidak hanya melalui bantuan rumah tidak layak huni (RTLH), tetapi juga pengembangan teknologi desalinasi untuk mengatasi kekeringan, terutama di wilayah pesisir. Harapan itu disampaikan Chandra saat penyerahan simbolis bantuan 12 unit rumah layak huni dari program tanggung jawab sosial perusahaan (Corporate Social Responsibility/CSR) PT Djarum di Pendopo Kabupaten Pati, Rabu (21/10/2026).

“Kami berharap kerja sama ini tidak hanya RTLH. Mungkin ada kerja sama lain, seperti desalinasi air, karena kami sering mengalami kekeringan,” ujar Chandra.

Selain penanganan kekeringan, Plt Bupati berharap PT Djarum memberikan perhatian lebih besar kepada Kabupaten Pati dalam program pembangunan rumah layak huni tahun depan. 

Ia menyebut masih banyak warga yang tinggal di rumah berbahan bambu, bahkan harus menambal bagian rumah dengan kardus.

“Dengan jumlah penduduk hampir 1,4 juta jiwa, wilayah yang luas, serta 401 desa dan 65 kelurahan, kebutuhan penanganan rumah tidak layak huni di Pati masih besar,” kata Chandra.

Ia juga mengajak PT Djarum mempertimbangkan pengembangan usaha di wilayah yang masih memiliki peluang pertumbuhan ekonomi, seperti Kecamatan Sukolilo dan Tambakromo. Menurutnya, pengembangan usaha dapat membuka lapangan kerja sekaligus memperkuat perekonomian masyarakat.

“Kami juga berharap ada tambahan bibit untuk penghijauan melalui Dinas Lingkungan Hidup. Jadi, kerja sama yang dibangun bisa mencakup perbaikan rumah, lingkungan, hingga pemenuhan kebutuhan air bersih,” imbuh Chandra.

Bantuan CSR PT Djarum tahun ini mencakup 12 unit rumah layak huni bagi keluarga kurang mampu di Kabupaten Pati. 

Sebanyak tujuh unit diperuntukkan bagi warga Kecamatan Tlogowungu dan lima unit bagi warga Kecamatan Sukolilo.

Bantuan tersebut menjadi bagian dari upaya penanggulangan kemiskinan melalui perbaikan kualitas hunian.

Sementara itu, General Manager Community Development PT Djarum, Achmad Budiharto, menyampaikan bahwa pembangunan rumah dalam program tersebut disesuaikan dengan kebutuhan keluarga penerima. 

Rumah umumnya dilengkapi dua kamar tidur untuk keluarga beranggotakan hingga lima orang, sedangkan keluarga yang lebih besar dapat memperoleh rumah dengan tiga kamar tidur.

“Mohon maaf baru dua belas, tetapi yang utama bukan hanya kemampuan, melainkan kemauan,” ujarnya.

Ia menjelaskan, PT Djarum membangun 500 unit rumah di sejumlah wilayah Jawa Tengah pada 2026, termasuk Kabupaten Pati. Program tersebut menjangkau Kudus, Brebes, Wonogiri, Salatiga, Rembang, Pati, Kabupaten Semarang, dan Temanggung. 

"Perusahaan juga merencanakan pembangunan 500 unit rumah lagi pada tahun depan", ujar Achmad Budiharto. 

Pembangunan rumah menggunakan material seperti bata ringan atau hebel, rangka atap baja ringan, fasilitas sanitasi, serta dapur. Rumah dirancang agar dapat bertahan sekitar 10–15 tahun. 

Biaya pembangunan diperkirakan sekitar Rp70 juta untuk rumah dua kamar dan Rp80 jutaan untuk rumah tiga kamar. 

Renovasi rumah tertentu dapat membutuhkan biaya lebih besar, bergantung pada kondisi bangunan lama.

PT Djarum menyatakan akan melihat kembali kemungkinan pemberian bantuan tambahan pada tahun depan. 

"Perusahaan juga membuka peluang kontribusi dalam program lain, termasuk penghijauan, restorasi lahan, dan penanganan persoalan air. Jika rumah lama perlu dibongkar, tanggung jawab pembongkaran pada prinsipnya berada pada RT, RW, dan pemerintah desa, dengan kemungkinan dukungan dari PT Djarum apabila diperlukan", jelas General Manager Community Development PT Djarum. 

Kegiatan tersebut selain dihadiri Plt Bupati Pati Risma Ardhi Chandra, juga diikuti Forkopimda, Kepala Bidang Perdagangan Dalam Negeri yang mewakili Kepala Dinas Perindustrian dan Perdagangan Provinsi Jawa Tengah, Asisten Ekonomi dan Pembangunan, para kepala Organisasi Perangkat Daerah (OPD), 12 keluarga penerima bantuan RTLH, dan para tamu undangan lainnya.

Baca Terusannya »»  

BNPB Perbarui Penanganan Bencana Karhutla, hingga Pemulihan Pascagempa NTT

 



JAKARTA – Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) mencatat 2.186 kejadian bencana di Indonesia sejak 1 Januari hingga 21 Oktober 2026. Pada hari ini, terdapat tambahan tujuh kejadian, terdiri atas enam kejadian kebakaran hutan dan lahan (karhutla) serta satu kejadian banjir. Lebih dari 99 persen kejadian bencana sepanjang tahun ini berkaitan dengan faktor hidrometeorologi, baik basah maupun kering.

Penanganan karhutla masih berlangsung di sejumlah wilayah, sementara kebakaran di kawasan pegunungan dan potensi dampak Siklon Champi turut menjadi atensi. BNPB mengimbau pemerintah daerah dan masyarakat untuk meningkatkan kewaspadaan sesuai dengan potensi ancaman di wilayah masing-masing.

Untuk kembali menyimak tayangan konferensi pers, bisa dilihat melalui riwayat ini

Penanganan Karhutla di Enam Provinsi Prioritas

BNPB memprioritaskan penanganan karhutla di Kalimantan Tengah, Sumatera Selatan, Jambi, Kalimantan Selatan, Kalimantan Barat, dan Riau. Dari total area sasaran penanganan seluas lebih dari 983 hektare, lebih dari 502 hektare telah dipadamkan, sedangkan lebih dari 481 hektare masih dalam penanganan.

Kalimantan Tengah mencatat area yang belum padam paling luas, yakni lebih dari 321 hektare, disusul Sumatera Selatan dengan lebih dari 84 hektare. Kedua provinsi tersebut menjadi prioritas penanganan, tanpa mengabaikan upaya pemadaman di provinsi lainnya.

Di luar enam provinsi prioritas, karhutla tercatat dengan luas lebih dari 1.044 hektare. Sebanyak 44 hektare telah dipadamkan, sedangkan sekitar 1.000 hektare masih belum padam. Kebakaran tersebut tersebar di sejumlah wilayah, mulai dari Kalimantan Timur hingga Maluku Utara.

Untuk menangani kebakaran tersebut, operasi dilakukan melalui satuan tugas darat dan udara. Sebanyak 71.878 personel dikerahkan di enam provinsi prioritas, termasuk tambahan lebih dari 11 ribu personel pada hari ini, terutama di Kalimantan Tengah. Peralatan pemadaman, antara lain pompa air dan alat pelindung diri, tersedia bagi kelompok pemadam di setiap kabupaten dengan dukungan kementerian/lembaga, Polri, pemerintah daerah, dan pihak swasta.

Selain pengerahan personel dan peralatan darat, dukungan udara juga ditambah. Armada helikopter untuk pengeboman air (water bombing) dan patroli meningkat dari 49 menjadi 51 unit. Armada tersebut juga digunakan untuk mendukung operasi modifikasi cuaca (OMC).

Pada Rabu (21/10), pelaksanaan OMC meliputi Kalimantan Barat sebanyak satu sorti dengan 1.000 kilogram garam; Kalimantan Tengah sebanyak enam sorti dengan 3.900 kilogram dry ice dan 800 kilogram garam; serta Sumatera Selatan sebanyak tiga sorti dengan 1.600 kilogram dry ice dan 800 kilogram garam.

Di Kalimantan Selatan, pesawat diterbangkan untuk mendukung operasi di Kalimantan Tengah meskipun OMC tidak dilaksanakan di wilayah tersebut. Di Jambi, OMC tidak dilakukan karena kondisi awan kurang mendukung. Sementara itu, pesawat dari Riau diterbangkan untuk mendukung operasi di Sumatera Selatan.


Kebakaran Gunung Sumbing, Lebih dari 160 Pendaki Dievakuasi

Kebakaran juga terjadi di kawasan pegunungan. Pada Senin, (19/10), api membakar kawasan Gunung Sumbing, tepatnya di Petak 29 RPH Klesemen, BKPH Wonosobo, KPH Kedu Utara, jalur pendakian Gajah Mungkur, Desa Lamuk, Kecamatan Kalikajar, Kabupaten Wonosobo.

Kebakaran dilaporkan mencakup wilayah Kecamatan Kalikajar, Kecamatan Kajoran, dan sekitarnya. Lebih dari 160 pendaki telah dievakuasi. Luas area terbakar diperkirakan mencapai 140 hektare yang tersebar di 14 titik api. Pendataan masih berlangsung dan akan diperbarui sesuai perkembangan di lapangan. Atas kejadian ini, jalur pendakian dan wisata Gunung Sumbing ditutup untuk sementara waktu.

Selain di Gunung Sumbing, kebakaran juga menjadi perhatian di kawasan pegunungan lain di Pulau Jawa. Upaya pemadaman di Taman Nasional Bromo Tengger Semeru telah dilakukan sebanyak 13 kali, sedangkan di wilayah Kawi sebanyak 16 kali. Kondisi kemarau panjang dan pengaruh El Niño turut menjadi faktor yang perlu diwaspadai karena dapat meningkatkan risiko kebakaran vegetasi.

BNPB mengimbau pemerintah daerah dan pengelola kawasan untuk meningkatkan kesiapsiagaan serta mempertimbangkan penetapan status siaga darurat kekeringan sesuai kondisi dan ketentuan yang berlaku. 

Dalam penanganan karhutla di Gunung Bromo, BNPB menyampaikan belasungkawa atas wafatnya lima relawan yang bertugas, yaitu Sukaris, Hendra Roni Wagiyanata, Sefriel Ardiansyah, Wisnu Yudapratama, dan Munawi. BNPB menyampaikan penghormatan atas pengabdian mereka serta duka cita mendalam kepada keluarga dan kerabat yang ditinggalkan.

Kebakaran di kawasan hutan dan pegunungan berisiko mengancam keselamatan manusia dan merusak lingkungan. Karena itu, BNPB mengimbau masyarakat untuk tidak menyalakan api sembarangan di kawasan hutan dan pegunungan, memastikan puntung rokok benar-benar padam sebelum dibuang, serta tidak membakar sampah atau vegetasi saat cuaca kering dan berangin.

Masyarakat juga diminta memastikan api unggun padam sepenuhnya sebelum meninggalkan lokasi, segera melaporkan asap atau titik api kepada pihak terkait, serta memantau informasi resmi dari BNPB, BPBD, dan pengelola kawasan. Apabila terjadi kebakarana, masyarakat harus menjauh dari area berbahaya dan mengikuti arahan petugas.


Prakiraan Musim Hujan

Di tengah penanganan karhutla, perkembangan musim juga perlu dicermati untuk mengantisipasi potensi bencana berikutnya. Berdasarkan prakiraan yang dilaporkan, awal musim hujan diprediksi terjadi pada dasarian kedua Oktober di Provinsi Riau. Di provinsi lainnya, awal musim hujan diperkirakan berlangsung pada dasarian kedua dan ketiga Oktober, sedangkan Kalimantan Selatan diprakirakan memasuki musim hujan pada dasarian pertama November.

Selain prakiraan awal musim hujan, perkembangan dinamika atmosfer juga perlu diperhatikan. Berdasarkan informasi BMKG, Siklon Tropis Champi berada di bagian utara Indonesia dan berpotensi memberikan dampak tidak langsung terhadap kondisi perairan Indonesia. Dalam 24 jam hingga 22 Oktober 2026 pukul 07.00 WIB, dampak tersebut berpotensi dirasakan di Laut Maluku, Samudra Pasifik utara Maluku, hingga Papua Barat Daya. Kondisi ini memungkinkan terjadinya cuaca ekstrem dan dinamika tinggi gelombang aor laut secara signifikan di beberapa wilayah seperti di Peraian Kepulauan Talaud, peraian utara Papua Barat Daya, Laut Maluku, dan Samudra Pasifik.

Menghadapi potensi tersebut, BNPB mengimbau masyarakat untuk mengikuti informasi cuaca dari BMKG, BNPB, dan BPBD serta mengenali wilayah rawan banjir, tanah longsor, pohon tumbang, dan gelombang tinggi. Warga juga diminta menyimpan barang berharga dan dokumen penting di tempat yang aman dan lebih tinggi.

Masyarakat perlu menyiapkan kebutuhan darurat, seperti obat-obatan, makanan, air minum, senter, baterai, dokumen penting, dan alat komunikasi. Saluran drainase juga perlu dijaga agar tidak tersumbat. Di wilayah rawan bencana, masyarakat diminta meningkatkan kewaspadaan ketika hujan berlangsung lama dan segera mengikuti arahan evakuasi apabila kondisi membahayakan. Warga pesisir dan nelayan juga perlu memantau informasi gelombang tinggi serta tidak memaksakan diri melaut apabila kondisi perairan tidak aman.


Verifikasi Rumah Rusak Pascagempa di Nusa Tenggara Timur

Selain menangani bencana yang masih berlangsung dan mengantisipasi ancaman cuaca, BNPB juga mendukung pemulihan wilayah terdampak bencana sebelumnya. Verifikasi rumah rusak pascagempa di Nusa Tenggara Timur telah selesai, dengan hasil 5.964 unit rumah rusak berat, 15.346 unit rusak sedang, dan 30.423 unit rusak ringan.

Berdasarkan hasil tersebut, pemerintah daerah diharapkan menetapkan surat keputusan calon penerima bantuan stimulan secara bertahap serta mengajukan usulan bantuan dengan melengkapi dokumen persyaratan untuk rumah rusak ringan, sedang, dan berat.

BNPB juga mendorong pemerintah kabupaten menyusun kajian kebutuhan pascabencana (Jitupasna) dan rencana rehabilitasi dan rekonstruksi pascabencana (R3P) secara paralel. Penyusunan tersebut perlu memanfaatkan hasil verifikasi dan validasi rumah rusak serta dilengkapi data kerusakan pada sektor lainnya sebagai dasar perencanaan pemulihan.

BNPB mengimbau masyarakat untuk tetap waspada terhadap perkembangan bencana, melakukan langkah pencegahan sesuai potensi ancaman di wilayah masing-masing, serta mengikuti arahan pihak berwenang. Informasi kebencanaan dapat diakses melalui kanal resmi BNPB, BPBD, BMKG, dan instansi terkait.

 

 

Sumber : https://bnpb.go.id/berita/bnpb-perbarui-penanganan-bencana-karhutla-hingga-pemulihan-pascagempa-ntt 


Baca Terusannya »»  

Perkembangan Situasi dan Penanganan Bencana di Tanah Air 21 Oktober 2026

 

 

JAKARTA – Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) mencatat sejumlah kejadian bencana yang berdampak pada masyarakat di beberapa wilayah Indonesia dari Selasa (20/10) hingga Rabu (21/10) pukul 07.00 WIB. Berdasarkan laporan Direktorat Koordinasi Pengendalian Operasi (Dit. Koordalops), kejadian bencana yang dilaporkan masih didominasi oleh kebakaran hutan dan lahan (karhutla).

Kejadian karhutla pertama dilaporkan terjadi di Kabupaten Sinjai, Provinsi Sulawesi Selatan, pada Selasa (20/10) pukul 11.30 WITA. Si jago merah melalap lahan seluas empat hektare di Dusun Bonto Sunggu, Desa Terasa, Kecamatan Sinjai Barat. Tidak ada korban jiwa dilaporkan dalam peristiwa tersebut.

Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Sinjai bersama tim gabungan segera melakukan pemadaman di lokasi terdampak, upaya penanganan yang tanpa mengenal lelah tersebut akhirnya berhasil memadamkan api di hari yang sama pukul 15.45 WITA.

Karhutla juga dilaporkan terjadi di Kabupaten Tojo Una-Una, Provinsi Sulawesi Tengah, pada Selasa (20/10) pukul 13.30 WITA. Kebakaran melanda lahan seluas 10 hektare di Desa Uekuli, Kecamatan Tojo, sekitar pukul 13.30 WITA. Tidak ada korban jiwa yang akibat kejadian ini.

BPBD Kabupaten Tojo Una-Una segera mengerahkan 1 unit mobil tangki dan tim untuk melakukan asesmen dan berkoordinasi dengan pemerintah desa serta kecamatan setempat guna mendukung upaya pemadaman.

Masih di Provinsi Sulawesi Tengah, karhutla juga dilaporkan terjadi di puncak Gunung Ranindi yang berada di wilayah administratif Kecamatan Palopo, Kabupaten Sigi pada Selasa (20/10) pukul 12.00 WITA, lahan seluas 60 hektare dilaporkan dilalap si jago merah.

Peristiwa ini diduga terjadi akibat aktivitas masyarakat yang mengelola pohon damar, BPBD Kabupaten Sigi beserta tim gabungan segera melakukan asesmen dan pemadaman serta penyekatan di lokasi terdampak yang terkendala oleh sulitnya medan.

Beralih ke Provinsi Jawa Tengah, karhutla dilaporkan terjadi di area lereng Gunung Merbabu yang meliputi Desa Jelok di Kecamatan Boyolali, Desa Ngagrong di Kecamatan Gladagsari dan Kelurahan Kemiri di Kecamatan Mojosongo, Kabupaten Boyolali, pada Selasa (20/10) pukul 09.30. Kebakaran tersebut berdampak pada area lahan seluas 2,55 hektare.

BPBD Kabupaten Boyolali melakukan kaji cepat serta berkoordinasi lintas instansi dan pemerintah kecamatan dan desa setempat untuk mendukung penanganan di lokasi kejadian. Relawan dan masyarakat dikerahkan bersama sama untuk membantu melakukan pemadaman di lokasi kejadian.

Dari Provinsi Jawa Timur, dilaporkan si jago merah membakar dua hektare lahan di Petak 5A RPH Kemloko, BKPH Pacet, KPH Pasuruan yang secara administratif masuk di wilayah Desa Kembangbelor, Kecamatan Pacet, Kabupaten Mojokerto pada Selasa (20/10) pukul 14.00 WIB.

BPBD Kabupaten Mojokerto berkoordinasi dengan BPBD Provinsi Jawa Timur serta Perhutani untuk segera melakukan pemadaman, masih di hari yang sama pada pukul 15.45 api berhasil dipadamkan dan area terdampak dilakukan pendinginan.

BNPB mengimbau pemerintah daerah dan masyarakat untuk tetap meningkatkan kewaspadaan terhadap potensi bencana selama musim kemarau, baik karhutla maupun potensi bencana lain termasuk kekeringan. Pemerintah daerah diharapkan terus memperkuat kesiapsiagaan, memastikan ketersediaan air bersih, serta mengoptimalkan langkah mitigasi guna mengurangi risiko bencana.

Masyarakat di wilayah terdampak karhutla untuk dapat menggunakan masker terutama saat beraktivitas di luar ruang. Masyarakat juga diimbau untuk tidak melakukan pembakaran lahan, membakar sampah di area yang berpotensi mengalami kebakaran, serta tidak membuang puntung rokok sembarangan. 

Selain itu, masyarakat dapat segera menghubungi BNPB melalui pusat telepon 117 atau BPBD masing-masing daerah apabila melihat adanya titik api, potensi kebakaran, atau kejadian kedaruratan lainnya di lingkungan sekitar.  




Sumber : https://bnpb.go.id/berita/bnpb-gelar-simulasi-kesiapsiagaan-gempa-dan-tsunami-di-ntt

 

 

 

 

Baca Terusannya »»  

Seskab Teddy Ungkap Arahan Presiden Prabowo dalam Sidang Kabinet Paripurna: Perkuat Ketahanan Nasional hingga Tindak Tegas Karhutla

 



Presiden Prabowo Subianto memimpin Sidang Kabinet Paripurna (SKP) Dua Tahun Pertama Pemerintahan Kerja Nyata untuk Negeri di Kompleks Istana Kepresidenan, Jakarta, pada Rabu, 21 Oktober 2026. Sekretaris Kabinet (Seskab) Teddy Indra Wijaya menjelaskan bahwa dalam sidang tersebut, Presiden Prabowo memberikan apresiasi atas kerja keras, dedikasi, dan kekompakan seluruh jajaran Kabinet Merah Putih selama dua tahun pertama pemerintahan.

“Mengapresiasi kerja keras, semangat pengabdian, dan kekompakan seluruh jajaran Kabinet Merah Putih selama dua tahun pertama pemerintahan,” demikian disampaikan Seskab Teddy dalam keterangannya.

Lebih lanjut, Seskab Teddy mengungkapkan bahwa Presiden Prabowo menekankan pentingnya memperkuat ketahanan nasional, melindungi kekayaan alam Indonesia, serta menjaga persatuan bangsa di tengah ketidakpastian global dan meningkatnya persaingan geopolitik.

Seskab Teddy juga menyampaikan perhatian serius Presiden terhadap persoalan kebakaran hutan dan lahan (karhutla). Kepala Negara meminta agar dugaan keterlibatan individu maupun korporasi diusut secara menyeluruh dan ditindak sesuai ketentuan hukum.

“Mengusut tuntas dugaan keterlibatan individu dan korporasi dalam kebakaran hutan dan lahan (karhutla) serta menindak tegas pihak yang terbukti melanggar hukum,” ungkap Seskab Teddy.

Di sektor pangan dan energi, Seskab Teddy menjelaskan bahwa Presiden Prabowo menegaskan pentingnya mempertahankan swasembada pangan sekaligus mendorong kemandirian energi melalui optimalisasi sumber daya dalam negeri, termasuk pengembangan biodiesel dan etanol. Selain itu, Seskab Teddy menyampaikan pesan Presiden Prabowo agar seluruh jajaran pemerintahan menjalankan amanat rakyat dengan keberanian, ketegasan, dan tanggung jawab demi menjaga kepentingan nasional.

“Jalankan mandat rakyat dengan berani, tegas, dan penuh tanggung jawab demi menjaga kepentingan nasional dan meningkatkan kesejahteraan masyarakat,” ucap Seskab Teddy.

Seskab Teddy pun menegaskan bahwa dua tahun pertama pemerintahan menjadi landasan penting untuk memperkuat capaian pembangunan sekaligus melanjutkan agenda strategis nasional yang berorientasi pada kesejahteraan rakyat.

“Dua tahun pertama menjadi pijakan untuk melanjutkan kerja nyata menuju Indonesia yang mandiri, tangguh, dan sejahtera,” pungkas Seskab Teddy.

 

 

Sumber : https://presidenri.go.id/berita-lainnya/seskab-teddy-ungkap-arahan-presiden-prabowo-dalam-sidang-kabinet-paripurna-perkuat-ketahanan-nasional-hingga-tindak-tegas-karhutla/ 

Baca Terusannya »»  

Presiden Prabowo Tegaskan Swasembada Pangan sebagai Kekuatan Strategis Indonesia

 



Presiden Prabowo Subianto menegaskan bahwa swasembada pangan dan pengembangan sumber energi dalam negeri menjadi modal penting untuk memperkuat ketahanan nasional di tengah tantangan global. Presiden Prabowo menyampaikan rasa syukur atas kondisi pangan Indonesia yang tetap terkendali.

“Di tengah kita lihat dunia penuh tantangan, kita masih bersyukur, masih bersyukur bahwa kita relatif dalam keadaan baik. Pangan kita terkendali, prestasi kita yang paling utama antara lain kita swasembada pangan,” ucap Presiden Prabowo saat memimpin Sidang Kabinet Paripurna (SKP) 2 Tahun Pertama Pemerintahan Kerja Nyata untuk Negeri di halaman tengah Kompleks Istana Kepresidenan Jakarta, pada Rabu, 21 Oktober 2026.

Kepala Negara menyampaikan bahwa swasembada pangan menjadi salah satu capaian utama pemerintah karena pangan memiliki peran strategis, terutama ketika situasi krisis dapat membatasi kemampuan suatu negara untuk memenuhi kebutuhan dari luar negeri.

“Dalam waktu cepat, saudara-saudara, pangan itu menentukan. Karena sekarang pangan bisa menjadi senjata. Dalam keadaan krisis kita punya uang pun mungkin kita tidak bisa beli beras dari negara lain,” tutur Kepala Negara

Presiden Prabowo juga menyampaikan keberhasilan Indonesia menjaga swasembada pangan di tengah kondisi cuaca yang sulit, termasuk kekeringan panjang pada 2025–2026. Presiden mengatakan pemerintah telah menyiapkan berbagai langkah antisipasi untuk menghadapi fenomena iklim, baik El Niño maupun La Niña, sehingga ketahanan pangan nasional dapat terus dijaga.

“Kita bersyukur kita sudah swasembada pangan. Di musim yang sangat sulit, 25-26 kekeringan cukup panjang kita bisa swasembada. El Nino kita hadapi, nanti ada La Nina kita hadapi. Tapi kita sudah punya kontijensi-kontijensi,” ucap Presiden.

Selain pangan, Presiden Prabowo menekankan pentingnya memperkuat kemandirian energi di tengah kenaikan harga minyak dunia. Indonesia, menurut Presiden Prabowo, memiliki beragam sumber energi yang dapat dikembangkan, mulai dari batu bara dan panas bumi hingga bahan bakar nabati sebagai alternatif untuk mengurangi ketergantungan pada impor bahan bakar minyak (BBM).

“Harga minyak dunia naik dan akan naik. Kita bersyukur kita punya sumber-sumber energi lain yang cukup banyak. Batu bara kita masih banyak, geotermal kita banyak. Yang terutama kita bisa buat diesel solar dari tanaman. Biodiesel kita nanti akan sangat membantu kita,” jelas Presiden.

Presiden Prabowo menuturkan bahwa pemerintah terus mendorong pengembangan biodiesel dan etanol sebagai bagian dari upaya memperkuat ketahanan energi nasional. Indonesia telah mencapai B50 dan akan melanjutkan pengembangan campuran etanol secara bertahap, dengan harapan dapat mencapai E50 dalam beberapa tahun mendatang.

“Kita sudah mencapai B50, dan kita sekarang akan berjuang untuk etanol menjadi etanol E50. Mungkin tahun ini kita baru bisa mencapai E10. Mungkin 2 tahun lagi kita akan berharap mencapai E20. Dan 2 tahun sesudah itu kita berharap kita akan mencapai E50. Pada saat kita E50 dan B50 kita insyaallah tidak perlu impor BBM lagi dari luar,” ujar Presiden.

Dalam kesempatan tersebut, Kepala Negara juga menyampaikan apresiasi kepada jajaran kabinet atas kerja keras selama menjalankan tugas pemerintahan. Presiden Prabowo mengingatkan bahwa masa pemerintahan berlangsung selama lima tahun dan seluruh anggota kabinet memiliki peran masing-masing dalam tahapan kerja pemerintah.

“Intinya saudara-saudara, dalam pembukaan ini saya terima kasih dengan kerja keras saudara-saudara sekalian. Sebagaimana saya sampaikan dari awal pemerintahan kita tidak semua pemain akan kita mainkan di awal,” ucapnya.

Menutup pengantarnya, Presiden Prabowo menegaskan bahwa pemerintah masih menghadapi tantangan besar dan harus terus bekerja menjawab harapan masyarakat. Presiden juga menyampaikan pesan agar Indonesia tetap berpegang pada keberanian, semangat berkorban, dan keteguhan dalam menghadapi berbagai tekanan, sembari membuka ruang bagi langkah penghematan apabila diperlukan.

“Kita tidak takut. Kita punya kekuatan, kita punya keberanian, dan kita rela berkorban, dan kita tidak mengenal menyerah. Kalau perlu, kita adakan penghematan besar-besaran, kita lebih hemat lagi nanti,” tutur Presiden.

Arahan tersebut menjadi penegasan arah pemerintahan memasuki tahun ketiga yaitu Indonesia harus mampu memberi makan rakyatnya dari tanahnya sendiri, memenuhi kebutuhan energinya dari kekayaan alamnya sendiri, dan menjaga kedaulatannya dengan kekuatannya sendiri.

Di tengah dunia yang semakin tidak pasti, swasembada pangan dan kemandirian energi bukan sekadar target pembangunan, melainkan bagian dari perjuangan besar untuk mewujudkan Indonesia yang kuat, mandiri, dan sejahtera.

 

 

Sumber : https://presidenri.go.id/siaran-pers/presiden-prabowo-tegaskan-swasembada-pangan-sebagai-kekuatan-strategis-indonesia/ 

Baca Terusannya »»  

Presiden Prabowo Tegaskan Keberanian Hadapi Tantangan demi Jaga Kepentingan Nasional

 


Presiden Prabowo Subianto menegaskan bahwa pemerintah harus memiliki keberanian dan ketegasan dalam menghadapi berbagai tantangan demi menjaga kepentingan nasional. Menurut Kepala Negara, mandat yang diberikan rakyat merupakan tanggung jawab besar untuk melindungi kekayaan bangsa dari berbagai praktik yang merugikan.

“Kita menerima mandat dari rakyat dalam situasi dan waktu yang memaksa kita untuk menghadapi tantangan-tantangan dan kesulitan-kesulitan dengan berani. Kita tidak bisa lagi menghadapinya dengan terlalu naif atau terlalu berusaha untuk menyenangkan orang lain. Kita dipaksa sekarang untuk memilih menghadapi kesulitan, menghadapi kenyataan yang intinya adalah menyelamatkan kekayaan bangsa dan rakyat Indonesia,” ucap Presiden dalam pengantarnya pada Sidang Kabinet Paripurna di Kompleks Istana Kepresidenan Jakarta, pada Rabu, 21 Oktober 2026.

Dalam menjalankan mandat tersebut, Presiden Prabowo turut menekankan pentingnya semangat pengabdian dan tanggung jawab bersama seluruh jajaran Kabinet Merah Putih. Kepala Negara pun menyampaikan apresiasi kepada seluruh jajaran Kabinet Merah Putih yang telah bekerja bersama selama dua tahun pemerintahan.

“Saudara-saudara bergabung di sini adalah panggilan sejarah, saudara terpanggil untuk berbakti kepada negara dan bangsa, dan rakyat Indonesia. Saudara-saudara sudah mengerti dan sudah paham bahwa mengabdi di bidang pemerintahan adalah sesungguhnya pengorbanan,” tuturnya.

“Saya sekarang bangga menjadi pemimpinmu. Saya bangga menjadi presidenmu. Saya bangga telah memimpin pemerintah ini, karena dalam dua tahun kita telah bekerja dengan hasil yang nyata,” lanjutnya.

Dalam pengantarnya, Kepala Negara menyoroti situasi global yang diwarnai berbagai krisis, konflik geopolitik, hingga persaingan ekonomi antarkekuatan besar dunia. Kondisi tersebut, kata Presiden, turut memengaruhi Indonesia mengingat hubungan antarnegara yang makin terintegrasi dan saling bergantung satu sama lain.

“Kita berada dalam kondisi global yang ditandai oleh persaingan hegemoni dunia antara kekuatan-kekuatan besar. Kondisi global ini mau tidak mau akan mempengaruhi semua negara, karena dunia kita sudah saking terintegrasinya, kita saling bergantung satu sama lain,” katanya.

Selain tantangan geopolitik, Indonesia juga dihadapkan pada dampak perubahan iklim serta potensi bencana alam akibat kondisi geografisnya yang berada di kawasan cincin api. Meski demikian, Presiden Prabowo mengingatkan bahwa berbagai tantangan tersebut juga menyimpan potensi besar bagi Indonesia apabila dikelola secara optimal.

“Walaupun kita berada di lingkaran api, lingkaran api ini juga menghasilkan tanah yang relatif subur, kemudian mineral-mineral yang sangat berharga. Inilah yang juga merupakan kekuatan nasional kita,” ujarnya.

Dua tahun pertama menjadi pijakan untuk melanjutkan kerja nyata. Di tengah dunia yang penuh ketidakpastian, Presiden Prabowo mengingatkan bahwa keberanian, persatuan, dan pengabdian merupakan kekuatan utama untuk membawa Indonesia menuju masa depan yang lebih mandiri, tangguh, dan sejahtera

 


Sumber : https://presidenri.go.id/siaran-pers/presiden-prabowo-tegaskan-keberanian-hadapi-tantangan-demi-jaga-kepentingan-nasional/ 

Baca Terusannya »»  

Pimpin SKP, Presiden Prabowo Tegas: Usut Tuntas Karhutla, Tindak Pelaku Tanpa Kompromi

 


Presiden Prabowo Subianto menegaskan komitmen pemerintah untuk memperkuat penegakan hukum terhadap kejahatan lingkungan sekaligus menjaga ketahanan nasional dan persatuan bangsa dalam menghadapi berbagai tantangan. Kepala Negara meminta seluruh jajaran terkait mengusut tuntas dugaan keterlibatan manusia dan korporasi dalam kebakaran hutan dan lahan (karhutla), serta memastikan tindakan tegas diambil terhadap pihak-pihak yang terbukti melanggar hukum.

“Saya minta kepolisian, Kejaksaan, Kementerian Kehutanan, dibantu TNI, dibantu intelijen untuk selidiki karena ternyata banyak korporasi-korporasi ikut bertanggung jawab. Rakyat juga menangkap berbagai oknum yang sengaja membakar, yang bisa kita anggap ini adalah terorisme lingkungan,” ujar Presiden Prabowo saat memimpin Sidang Kabinet Paripurna (SKP) 2 Tahun Pertama Pemerintahan Kerja Nyata untuk Negeri di halaman tengah Kompleks Istana Kepresidenan Jakarta, pada Rabu, 21 Oktober 2026.

Presiden Prabowo menyoroti hasil penyelidikan di lapangan yang menunjukkan bahwa fenomena karhutla tidak semata-mata disebabkan oleh faktor alam, tetapi juga diduga melibatkan campur tangan manusia dan tanggung jawab sejumlah korporasi.

“Ini adalah kejahatan terhadap kemanusiaan karena apa yang mereka lakukan membahayakan kesehatan jutaan rakyat kita. Kita tidak boleh menganggap ini remeh, kita akan sekarang masif menangani itu, tapi kita juga akan mengusut sampai tuntas dan kali ini maaf, kita tidak bisa lagi bertindak dengan biasa-biasa saja,” imbuh Kepala Negara.

Dalam kesempatan tersebut, Kepala Negara menyebut penegakan hukum harus dilakukan berdasarkan bukti yang jelas dan melalui proses yang cermat. Pemerintah tidak akan ragu mengambil tindakan tegas terhadap perusahaan yang terbukti melakukan pelanggaran, termasuk mencabut izin usaha sesuai dengan ketentuan yang berlaku.

“Kalau bukti sudah jelas, kita akan bertindak, kita akan cabut semua izin perusahaan-perusahaan yang melanggar. Bagi negara-negara tertentu yang suka menghina bangsa Indonesia, pada saatnya kita akan buka perusahaan-perusahaan,” ungkap Presiden Prabowo.

Selain itu, Presiden Prabowo turut menggarisbawahi perjalanan panjang bangsa Indonesia dalam mempertahankan persatuan di tengah berbagai upaya yang berpotensi memecah belah. Menurut Presiden, sejarah menunjukkan bahwa Indonesia telah berkali-kali menghadapi pemberontakan, kerusuhan, adu domba, dan berbagai tekanan, tetapi tetap mampu menjaga keutuhan nasional.

“Rakyat kita semakin pandai, pemimpin-pemimpin kita di ujungnya akan menjaga persatuan dan itulah yang sekarang saya jalankan, politik saya adalah politik persatuan nasional, saya ingin merangkul semua kekuatan. Marilah kita tanamkan perbedaan-perbedaan kita, marilah kita bersatu untuk kepentingan yang besar, kepentingan rakyat Indonesia hidup sejahtera,” ucap Kepala Negara.

Lebih lanjut, Presiden Prabowo mengajak seluruh elemen bangsa untuk menjaga kehidupan yang damai, saling menghormati, dan berlandaskan Pancasila. Keberagaman agama, suku, bahasa, adat istiadat, dan budaya, menurut Presiden Prabowo, merupakan kekayaan nasional yang harus dijaga bersama.

“Rakyat Indonesia hidup damai, rakyat Indonesia hidup dalam suasana Pancasila, suasana saling menghormati, saling mendukung, saling mengasihi. Kita berbeda agama, mari kita jaga semua agama. Kita berbeda suku, mari kita menjaga semua suku, kita hormati semua suku. Berbeda bahasa daerah, kita jaga semua adat, semua budaya daerah. Perbedaan adalah kekayaan, menghormati adalah mulia,” pungkas Presiden Prabowo.

Arahan Presiden Prabowo dalam Sidang Kabinet Paripurna tersebut membawa dua pesan penting bagi perjalanan pemerintahan ke depan yaitu negara harus tegas terhadap siapa pun yang merusak lingkungan dan membahayakan rakyat, sekaligus terus merawat persatuan sebagai fondasi kekuatan nasional.

Bagi Presiden Prabowo, menjaga hutan berarti menjaga kehidupan rakyat dan menjaga persatuan berarti menjaga masa depan Indonesia

 

 

Sumber : https://presidenri.go.id/siaran-pers/pimpin-skp-presiden-prabowo-tegas-usut-tuntas-karhutla-tindak-pelaku-tanpa-kompromi/ 


Baca Terusannya »»  

Hadapi Ketidakpastian Global, Presiden Prabowo Tekankan Ketahanan dan Persatuan Nasional

 



Presiden Prabowo Subianto menegaskan bahwa Indonesia harus memperkuat ketahanan nasional, menyelamatkan kekayaan alam, dan mengutamakan kepentingan rakyat di tengah situasi geopolitik dunia yang semakin tidak menentu. Penegasan tersebut disampaikan Kepala Negara dalam pengantarnya saat memimpin Sidang Kabinet Paripurna (SKP) bertajuk 2 Tahun Pertama Pemerintahan Kerja Nyata untuk Negeri di Istana Kepresidenan Jakarta, pada Rabu, 21 Oktober 2026.

“Saudara-saudara, inti yang ingin saya sampaikan, yang sudah berkali-kali saya sampaikan kepada saudara-saudara, kita sekarang berada dalam kondisi harus survival, kita harus bertahan, kita harus menyelamatkan kekayaan kita. Kekayaan kita, sumber alam kita itu adalah ibarat darah kita. Kalau darah kita bocor terus, tidak mungkin badan kita selamat,” tegas Presiden Prabowo.

Menurut Presiden, tantangan yang dihadapi Indonesia juga dialami banyak negara lain. Karena itu, pemerintah harus menempatkan kepentingan nasional dan kesejahteraan rakyat sebagai prioritas utama dalam setiap kebijakan. Prinsip tersebut, kata Presiden, menjadi landasan dalam menjalankan politik dalam negeri maupun hubungan internasional.

Dalam bidang diplomasi, Presiden Prabowo menegaskan komitmen Indonesia untuk mempertahankan politik luar negeri yang menghormati seluruh negara, tidak berpihak pada blok kekuatan tertentu, serta mengedepankan hubungan persahabatan. “Saya sudah sampaikan, garis politik luar negeri saya adalah seribu kawan terlalu sedikit, satu musuh terlalu banyak,” ujar Presiden.

Presiden menjelaskan bahwa pendekatan tersebut diwujudkan melalui kebijakan bertetangga baik atau good neighbor policy, yang telah dijalankannya sejak menjabat Menteri Pertahanan pada pemerintahan Presiden Joko Widodo. Indonesia, menurutnya, harus terus membangun kerja sama dengan negara-negara tetangga tanpa mengorbankan prinsip kedaulatan dan amanat konstitusi.

“Kita tidak mau ikut blok manapun. Kita tidak mau ikut pakta-pakta militer manapun. Kita hormati, kita tidak mau terlibat. Tapi kita sesuai dengan undang-undang dasar kita, kita anti-imperialisme. Kita anti penjajahan,” kata Presiden.

Sejalan dengan kebijakan luar negeri tersebut, Presiden menekankan bahwa politik dalam negeri harus berorientasi pada kepentingan bangsa, bukan kepentingan kelompok atau golongan. Ia menilai situasi global yang penuh kerawanan menuntut seluruh kekuatan nasional untuk bekerja sama, terlebih ketika persoalan politik, ekonomi, sosial, dan pertahanan semakin saling berkaitan.

Presiden juga menyoroti perlunya perubahan cara pandang dalam dunia pendidikan, khususnya pendidikan tinggi, agar tidak terjebak dalam pendekatan sektoral. Ia menilai tantangan global saat ini membutuhkan pemimpin dan kalangan akademisi yang mampu memahami berbagai persoalan secara menyeluruh.

“Politik, ekonomi, sosial, pertahanan tidak bisa dipisah-pisahkan,” ucap Presiden.

Lebih lanjut, Presiden Prabowo mengingatkan bahwa tatanan internasional sedang menghadapi tekanan serius, sehingga kemampuan suatu negara mempertahankan kekuatan dan ketahanannya menjadi semakin menentukan. Menghadapi kondisi tersebut, Presiden menegaskan bahwa persatuan nasional merupakan fondasi utama bagi Indonesia untuk tetap kuat.

Presiden juga menambahkan bahwa demokrasi harus tetap memberikan ruang bagi perbedaan pendapat, kompetisi politik, serta kritik terhadap pemerintah. Namun, seluruh dinamika tersebut tidak boleh mengorbankan keutuhan bangsa.

“Perbedaan bagus, kompetisi perlu, saling kritik, saling koreksi sangat perlu. Tapi di ujungnya kita harus menjaga persatuan,” pungkas Presiden.

Di tengah dunia yang penuh ketidakpastian, Indonesia harus tetap menjadi bangsa yang berdaulat dalam menentukan sikap, kuat dalam menjaga kepentingannya, dan bersatu dalam memperjuangkan kesejahteraan rakyat.




Baca Terusannya »»  

Presiden Prabowo Pimpin Sidang Kabinet Paripurna: Dua Tahun Pemerintahan Kerja Nyata untuk Negeri

 


Presiden Prabowo Subianto memimpin Sidang Kabinet Paripurna (SKP) Dua Tahun Pertama Pemerintahan Kerja Nyata untuk Negeri di halaman tengah Kompleks Istana Kepresidenan Jakarta, pada Rabu, 21 Oktober 2026. Sidang dibuka oleh Sekretaris Kabinet (Seskab) Teddy Indra Wijaya yang menyampaikan kehadiran seluruh jajaran Kabinet Merah Putih serta sejumlah pejabat terkait.

“Yang terhormat Bapak Presiden, hari ini Rabu, 21 Oktober 2026, dalam Sidang Kabinet Paripurna Dua Tahun Pertama Pemerintahan telah hadir seluruh anggota Kabinet Merah Putih, para menteri koordinator, menteri dan kepala badan beserta wakil, Dewan Pertimbangan Presiden, Dewan Ekonomi Nasional, penasihat khusus dan utusan khusus presiden, beserta Gubernur Bank Indonesia, serta Ketua OJK,” tutur Seskab Teddy.

Sidang tersebut dilanjutkan dengan penayangan video “Hasil Nyata Dua Tahun Pertama Pemerintahan Presiden Prabowo”. Dalam pengantarnya, Kepala Negara menyampaikan apresiasi kepada seluruh jajaran Kabinet Merah Putih atas kerja keras, semangat, dan kinerja selama dua tahun menjalankan tugas pemerintahan.

“Saudara-saudara, inti daripada rapat paripurna ini adalah sesungguhnya saya ingin menyampaikan terima kasih dan penghargaan saya kepada seluruh jajaran Kabinet Merah Putih,” ucap Presiden Prabowo.

Presiden Prabowo menilai, jajaran Kabinet Merah Putih telah menunjukkan kinerja yang membanggakan dalam menjalankan mandat rakyat dan melaksanakan tugas untuk bangsa dan negara. Kepala Negara juga menekankan bahwa kerja keras dan kontribusi setiap anggota kabinet merupakan bagian penting dalam menjalankan roda pemerintahan.

“Saudara-saudara telah bekerja dengan sangat keras, saudara-saudara telah memberi apa yang saudara bisa memberi dengan semangat, saudara-saudara telah menghasilkan suatu kinerja yang menurut penilaian saya cukup membanggakan,” ujar Presiden.

Selain mengapresiasi kinerja kabinet, Presiden Prabowo secara khusus menyampaikan penghargaan atas kekompakan dan kerja sama tim yang telah ditunjukkan seluruh jajaran selama dua tahun terakhir. Menurut Presiden, keberhasilan suatu organisasi sangat ditentukan oleh kemampuan setiap anggotanya untuk bekerja sama.

“Saya ingin ucapkan terima kasih atas kekompakan teamwork yang saudara-saudara tunjukkan selama dua tahun ini. Saudara-saudara, berhasilnya suatu organisasi sangat ditentukan oleh kerja sama tim (teamwork), kemampuan kerja sama itu yang menentukan,” tutur Presiden Prabowo.

Kepala Negara menegaskan bahwa kecemerlangan individu tidak selalu menjadi faktor utama keberhasilan apabila tidak diiringi kemampuan bekerja sama. Sebaliknya, individu dengan kemampuan biasa sekalipun dapat memberikan hasil yang lebih baik ketika mampu membangun kerja sama yang solid.

“Daripada banyak orang cemerlang dan brilian tapi tidak bisa kerja sama, lebih baik orang yang biasa-biasa saja tapi bisa bekerja sama dengan baik. Itu pelajaran ribuan tahun peradaban manusia,” tandas Presiden.

Presiden Prabowo menegaskan pentingnya semangat pengabdian, kerja keras, dan kekompakan sebagai landasan bagi Kabinet Merah Putih dalam menjalankan tugas pemerintahan. Apresiasi tersebut menjadi pengakuan atas kontribusi seluruh jajaran kabinet selama dua tahun pertama pemerintahan.

Bagi Presiden Prabowo, keberhasilan sebuah pemerintahan tidak hanya ditentukan oleh siapa yang paling hebat di dalamnya, tetapi oleh seberapa kuat seluruh jajarannya mampu bekerja bersama untuk bangsa dan negara.

 

Sumber : https://presidenri.go.id/siaran-pers/presiden-prabowo-pimpin-sidang-kabinet-paripurna-dua-tahun-pemerintahan-kerja-nyata-untuk-negeri/ 


Baca Terusannya »»  

BMKG dan KNKT Optimalkan Pemanfaatan Informasi Cuaca untuk Keselamatan Transportasi

 


Jakarta, 21 Oktober 2026 – Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) memperkuat sinergi dengan Komite Nasional Keselamatan Transportasi (KNKT) dalam pemanfaatan data dan informasi meteorologi untuk mendukung keselamatan transportasi nasional. Kolaborasi ini mencakup sektor udara, laut, dan darat, baik untuk mendukung investigasi kecelakaan maupun meningkatkan upaya pencegahan. Hal tersebut menjadi salah satu pembahasan dalam audiensi BMKG dan KNKT di Gedung Multi Hazard Early Warning System (MHEWS) BMKG, Jakarta, Rabu (21/10/2026).

Kepala BMKG Teuku Faisal Fathani menyampaikan bahwa informasi cuaca tidak hanya berfungsi untuk mengetahui kondisi atmosfer, tetapi juga menjadi salah satu faktor penting dalam mendukung keselamatan dan pengambilan keputusan operasional transportasi. Oleh karena itu, pemanfaatan informasi meteorologi perlu terus dioptimalkan melalui koordinasi antarlembaga.

“Bagi BMKG, informasi cuaca bukan hanya untuk mengetahui kondisi atmosfer, tetapi juga menjadi bagian penting dalam keselamatan operasional transportasi, baik udara, laut, maupun darat,” jelas Faisal.

Dalam mendukung keselamatan penerbangan, lanjut Faisal, BMKG memiliki 106 lokasi stasiun meteorologi yang melayani kebutuhan informasi cuaca dari total 620 bandar udara. Selain itu, terdapat 190 titik bandara yang dilengkapi Automatic Weather Observing System (AWOS) dan 46 unit radar cuaca eksisting. Menurutnya, jaringan observasi tersebut mendukung penyediaan informasi meteorologi penerbangan untuk membantu pengambilan keputusan operasional dan meningkatkan keselamatan penerbangan.

Pada sektor maritim, BMKG melayani kebutuhan informasi cuaca di 677 pelabuhan. Layanan ini didukung BMKG Ocean Forecast System (OFS), termasuk INA-DRIFT untuk memprediksi pergerakan objek di laut serta platform INA-WIS untuk penyediaan informasi dan peringatan cuaca maritim.

Sementara itu, untuk transportasi darat, BMKG mengembangkan Digital Weather for Traffic (DWT), yang menyediakan informasi cuaca di jalur darat dan kereta api, peringatan dini, serta prakiraan cuaca berdasarkan rute perjalanan. Informasi meteorologi tersebut juga disebarluaskan melalui berbagai kanal komunikasi, termasuk situs web resmi BMKG dan aplikasi Info BMKG, agar dapat diakses oleh masyarakat dan dimanfaatkan oleh para pemangku kepentingan.

“Seluruh informasi tersebut juga kami diseminasikan melalui berbagai kanal, termasuk website BMKG, aplikasi Info BMKG, dan media informasi lainnya agar dapat dimanfaatkan secara cepat dan luas,” ujar Faisal.

Selain mendukung operasional transportasi, BMKG menyediakan data dan informasi meteorologi untuk membantu KNKT dalam investigasi kecelakaan, khususnya pada sektor penerbangan. Dukungan tersebut mencakup informasi melalui sistem penerbangan terintegrasi INASIAM, situs web Meteorologi Penerbangan, serta data METAR, TAF, dan prakiraan awan cumulonimbus (CB). Informasi tersebut dapat memberikan gambaran kondisi atmosfer pada waktu dan lokasi kejadian sebagai salah satu bahan pendukung analisis investigasi.

Faisal menegaskan bahwa dukungan BMKG terhadap KNKT dilaksanakan sesuai dengan tugas dan kewenangan masing-masing lembaga. Pemanfaatan data meteorologi diharapkan tidak hanya membantu proses investigasi, tetapi juga menjadi bahan pembelajaran untuk meningkatkan upaya pencegahan kecelakaan.

“Pada prinsipnya, BMKG siap mendukung KNKT sesuai tugas dan kewenangan kami, khususnya dalam penyediaan data dan informasi yang diperlukan. Harapan kami, sinergi ini dapat terus diperkuat sehingga informasi yang dihasilkan BMKG tidak hanya menjadi data, tetapi benar-benar memberikan manfaat nyata bagi keselamatan transportasi dan perlindungan masyarakat,” jelasnya.

Sekretaris Utama BMKG Guswanto menambahkan bahwa BMKG menjalankan fungsi penyediaan data cuaca yang objektif melalui proses pengamatan dan pengolahan data selama 24 jam. BMKG juga terus mengupayakan percepatan penyediaan dan penyampaian informasi agar dapat dimanfaatkan oleh para pemangku kepentingan secara tepat waktu.

“Jika sebelumnya pelaporan data bisa memakan waktu berjam-jam, kini kami memangkasnya menjadi hitungan menit agar pengambil keputusan, seperti nakhoda dan syahbandar, bisa langsung merespons,” kata Guswanto.

Guswanto menyampaikan bahwa BMKG siap memberikan dukungan data dan informasi meteorologi kepada KNKT ketika terjadi insiden atau kecelakaan transportasi. Informasi mengenai kondisi cuaca pada waktu dan lokasi kejadian tersebut diharapkan dapat membantu proses analisis oleh tim investigator.

Sementara itu, Ketua KNKT Ahmad mengapresiasi dukungan BMKG, khususnya dalam penyediaan dan verifikasi data cuaca untuk membantu investigasi kecelakaan transportasi. Ia mencontohkan dukungan data BMKG dalam penanganan insiden Kapal Virgo yang dinilai membantu tim investigator.

Menurut Ahmad, keterbatasan jumlah investigator pelayaran di Indonesia menjadi salah satu alasan pentingnya kolaborasi dengan pemangku kepentingan terkait.

“Saat ini jumlah tenaga investigator pelayaran kami se-Indonesia sangat terbatas sehingga dukungan kolaborasi dari pemangku kepentingan, seperti BMKG, amatlah krusial bagi kami,” kata Ahmad.

Ahmad menjelaskan bahwa KNKT menjalankan investigasi kecelakaan pada sektor penerbangan, pelayaran, perkeretaapian, dan angkutan jalan. Dalam pelaksanaan tugas tersebut, KNKT membutuhkan dukungan data dan informasi dari berbagai pihak, termasuk BMKG, untuk membantu mengidentifikasi faktor-faktor yang berkontribusi terhadap terjadinya kecelakaan.

“Kami sangat bergantung pada data dan informasi dari BMKG. Menteri Perhubungan juga telah memberikan arahan tegas bahwa KNKT saat ini tidak boleh sekadar berfokus pada investigasi pascakecelakaan saja, tetapi harus bertindak lebih proaktif dan preventif,” ujar Ahmad.

Untuk mendukung kebutuhan tersebut, Ahmad menilai kerja sama BMKG dan KNKT perlu dituangkan dalam Nota Kesepahaman (Memorandum of Understanding/MoU) yang lebih komprehensif. Kesepakatan ini diharapkan dapat mengatur mekanisme pertukaran informasi dan keahlian, sehingga BMKG dapat segera memberikan analisis meteorologi ketika menerima notifikasi kecelakaan transportasi.

Ia menambahkan bahwa data dan prakiraan cuaca yang akurat juga penting untuk mendukung keselamatan transportasi pada periode dengan mobilitas masyarakat yang tinggi, seperti mudik Lebaran serta libur Natal dan Tahun Baru (Nataru).

Melalui audiensi ini, BMKG dan KNKT membahas peluang optimalisasi koordinasi dalam penyediaan dan pemanfaatan data meteorologi untuk mendukung investigasi sekaligus meningkatkan upaya pencegahan kecelakaan. Kolaborasi kedua lembaga diharapkan dapat berkontribusi terhadap peningkatan keselamatan transportasi nasional dan perlindungan masyarakat.

 

 

 

Sumber : https://www.bmkg.go.id/berita/utama/bmkg-dan-knkt-optimalkan-pemanfaatan-informasi-cuaca-untuk-keselamatan-transportasi 

Baca Terusannya »»  

BNPB Gelar Simulasi Kesiapsiagaan Gempa dan Tsunami di NTT

 


KUPANG – Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) bersama Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Provinsi Nusa Tenggara Timur (NTT) menggelar Simulasi Penanggulangan Bencana Tahun 2026 pada 19–22 Oktober 2026. Kegiatan ini bertujuan meningkatkan kesiapsiagaan menghadapi ancaman gempa bumi dan tsunami melalui latihan koordinasi, komunikasi, dan pengambilan keputusan dalam situasi darurat.

Selama empat hari, kegiatan dilaksanakan melalui sesi akademik, Table Top Exercise (TTX) atau geladi ruang, Command Post Exercise (CPX) atau geladi posko, serta latihan evakuasi mandiri. Sesi akademik bertujuan menyamakan pemahaman peserta mengenai ancaman gempa bumi dan tsunami, rencana kontingensi, serta Sistem Komando Penanganan Darurat Bencana sebagai landasan pelaksanaan latihan.

Pada geladi ruang, peserta membahas skenario bencana dan mengambil keputusan sesuai peran, rencana, serta prosedur masing-masing instansi. Tahapan ini juga digunakan untuk menguji kesesuaian rencana penanganan, alur koordinasi, dan mekanisme pertukaran informasi tanpa harus menjalankan operasi lapangan secara penuh.

Selanjutnya, geladi posko berfokus pada pengoperasian pos komando, pengelolaan informasi, komunikasi dalam sistem komando, koordinasi lintas instansi, serta dukungan pengambilan keputusan dan pengerahan sumber daya. Rangkaian latihan ini diharapkan dapat mengidentifikasi aspek yang perlu diperbaiki sebelum bencana terjadi.

Simulasi melibatkan sekitar 40 peserta dari berbagai organisasi perangkat daerah, lembaga, dan organisasi. Unsur yang terlibat antara lain BMKG Stasiun Geofisika Kupang, Basarnas, Korem 161/Wira Sakti, Polda NTT, dinas-dinas di lingkungan Pemerintah Provinsi NTT, BPBD Provinsi NTT dan BPBD kabupaten/kota, PT PLN, Palang Merah Indonesia (PMI), Radio Republik Indonesia (RRI), Forum Pengurangan Risiko Bencana, Unit Layanan Disabilitas Penanggulangan Bencana NTT, akademisi, serta organisasi kemasyarakatan.

Ketua Tim Kerja 2 Pusat Pendidikan dan Pelatihan BNPB, Joko Sri Wismoko, S.E., M.Si., menjelaskan bahwa simulasi disusun secara bertahap, mulai dari pembekalan akademik hingga geladi ruang dan geladi posko. Melalui tahapan tersebut, peserta berlatih membangun koordinasi, menjalankan komunikasi dalam sistem komando, dan menyelaraskan peran antarinstansi.

Menurut Joko, kegiatan ini diharapkan meningkatkan pemahaman, pengetahuan, dan kapasitas pemerintah daerah serta seluruh pemangku kepentingan dalam melaksanakan latihan penanggulangan bencana. Dengan demikian, mekanisme respons dapat dijalankan secara lebih terarah ketika menghadapi keadaan darurat.

Sementara itu, Kepala Pelaksana BPBD Provinsi NTT, Mahadin Sibarani, S.T., M.T., menekankan bahwa kesiapsiagaan tidak cukup hanya mengandalkan teknologi. Teknologi berperan penting dalam mendukung pemantauan dan penyampaian informasi, tetapi kesiapan manusia, termasuk pemahaman mengenai tindakan penyelamatan diri, tetap menjadi faktor penting dalam mengurangi risiko dan dampak bencana.

Melalui simulasi ini, BNPB dan BPBD Provinsi NTT berharap koordinasi penanganan darurat dapat berjalan lebih terarah dan terpadu. Hasil evaluasi latihan diharapkan menjadi bahan rekomendasi untuk memperbaiki mekanisme koordinasi, komunikasi, dan penanganan bencana di Nusa Tenggara Timur.

 

 

Sumber : https://bnpb.go.id/berita/bnpb-gelar-simulasi-kesiapsiagaan-gempa-dan-tsunami-di-ntt 

Baca Terusannya »»  

Tampilkan Hasil Riset Taruna-Dosen, EKSPOS STMKG Jadi Wadah Diseminasi Riset dan Inovasi

 


Jakarta, 21 Oktober 2026 – Sekolah Tinggi Meteorologi Klimatologi dan Geofisika (STMKG) menggelar EKSPOS STMKG (Ekshibisi Skripsi Taruna dan Penelitian Dosen STMKG) 2026 di Auditorium Kantor Pusat BMKG, Jakarta, Rabu (21/10/2026). Kegiatan yang juga digelar dalam rangka Dies Natalis STMKG Tahun 2026 ini dilaksanakan untuk memperkenalkan hasil riset sekaligus membuka peluang kolaborasi dan pengembangan inovasi yang mendukung operasional BMKG.

Dalam sambutannya, Kepala BMKG Teuku Faisal Fathani, menyampaikan bahwa STMKG memiliki peran strategis dalam menyiapkan sumber daya manusia (SDM) yang kompeten sekaligus mengembangkan penelitian dan inovasi untuk menjawab kebutuhan operasional BMKG. Menurutnya, penguatan riset menjadi bagian penting dari upaya BMKG untuk terus berkembang dan berinovasi dengan landasan ilmiah yang kuat, sehingga informasi meteorologi, klimatologi, dan geofisika (MKG) yang dihasilkan semakin akurat, cepat, dan dapat diandalkan.

“Saya ingin menekankan bahwa EKSPOS STMKG tidak boleh hanya menjadi ajang pameran hasil penelitian semata. Kegiatan ini harus menjadi jembatan antara dunia akademik dan kebutuhan nyata di lapangan,” kata Faisal dalam sambutannya.

Untuk itu, Faisal meminta seluruh unit kerja BMKG mencermati hasil penelitian yang berpotensi dikembangkan lebih lanjut. Hasil riset yang relevan perlu ditindaklanjuti melalui diskusi teknis, pendampingan, pengujian, dan validasi agar dapat dinilai kelayakannya sebelum diterapkan dalam kegiatan operasional.

Hasil penelitian juga perlu melalui tahapan pengujian, kalibrasi, verifikasi, dan validasi sesuai kebutuhan untuk memastikan akurasi dan kelayakannya sebelum dimanfaatkan oleh unit pelaksana teknis (UPT) maupun sistem operasional BMKG.

“Yang terpenting, hasil penelitian harus memberikan dampak nyata, baik dalam meningkatkan akurasi pengamatan, memperkuat sistem peringatan dini, maupun meningkatkan kualitas pelayanan kepada masyarakat,” pesannya.

Faisal juga menekankan pentingnya kolaborasi lintas program studi dalam mengembangkan penelitian. Bidang meteorologi, klimatologi, geofisika, dan instrumentasi MKG memiliki keterkaitan dalam mendukung layanan BMKG. Oleh karena itu, pertukaran pengetahuan antartaruna dan dosen perlu diperkuat agar hasil penelitian dapat dikembangkan melalui sudut pandang dan keahlian yang beragam.

“Mari kita wujudkan semangat ‘Satu STMKG, Beragam Gagasan, Sejuta Potensi’ melalui kolaborasi yang nyata dan berkelanjutan. Saya berharap EKSPOS STMKG 2026 menjadi awal dari kolaborasi riset yang lebih kuat antara STMKG dan BMKG, sehingga hasil penelitian tidak berhenti sebagai karya akademik, tetapi dapat dikembangkan menjadi solusi nyata bagi kebutuhan operasional,” pungkasnya.

Sementara itu, Plh. Ketua STMKG Adityawarman, melaporkan EKSPOS STMKG 2026 menampilkan 60 poster skripsi taruna dari empat program studi, yakni meteorologi, klimatologi, geofisika, dan instrumentasi MKG, serta 10 poster penelitian unggulan dosen. Berdasarkan laporan penyelenggara, pameran poster ini untuk pertama kalinya diselenggarakan guna memperkenalkan hasil penelitian kepada pimpinan dan pegawai BMKG sekaligus memperoleh masukan untuk pengembangan riset STMKG selanjutnya.

“Ide-ide dari karya yang dihasilkan merupakan upaya untuk menjawab berbagai bentuk tantangan yang ada, baik dalam operasional di BMKG maupun dalam ranah keilmuan meteorologi, klimatologi, geofisika, serta instrumentasi MKG pada umumnya,” kata Adityawarman.

Pada 2026, sebanyak 260 lulusan STMKG telah menghasilkan karya ilmiah melalui tahapan akademik untuk menjaga kualitas penelitian. Adityawarman menilai, hasil karya tersebut perlu disebarluaskan kepada berbagai pihak, terutama BMKG sebagai pengguna utama lulusan STMKG. Diseminasi ini juga menjadi bentuk akuntabilitas sivitas akademika dalam menyiapkan SDM yang sesuai dengan kebutuhan organisasi.

Melalui EKSPOS STMKG 2026, hasil penelitian taruna dan dosen diharapkan tidak hanya menjadi capaian akademik, tetapi juga membuka peluang pengembangan bersama dengan unit kerja BMKG. Diskusi dan masukan dari pengguna hasil penelitian menjadi langkah penting untuk mengidentifikasi potensi inovasi yang dapat diuji dan dikembangkan sesuai kebutuhan operasional, sehingga pada akhirnya turut mendukung peningkatan kualitas layanan MKG kepada masyarakat.

 

 


Sumber : https://www.bmkg.go.id/berita/utama/tampilkan-hasil-riset-taruna-dosen-ekspos-stmkg-jadi-wadah-diseminasi-riset-dan-inovasi 

Baca Terusannya »»  

Libatkan Ribuan Atlet, Porprov Jateng Jadi Angin Segar bagi UMKM dan Perhotelan di 5 Daerah


 

SEMARANG – Wakil Gubernur Jawa Tengah Taj Yasin Maimoen berharap penyelenggaraan Pekan Olahraga Provinsi (Porprov) Jawa Tengah XVII Tahun 2026, mampu menggerakkan ekonomi di lima kabupaten/kota di wilayahnya. Sebab, ribuan atlet, ofisial, dan perangkat pertandingan yang terlibat, menjadi potensi pasar bagi sektor perhotelan, kuliner, transportasi, hingga usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM).

Ditambahkan, Porprov XVII berlangsung pada 20–30 Oktober 2026 dengan melibatkan 7.993 atlet dan 1.910 ofisial. Sebanyak 58 cabang olahraga dengan 810 nomor pertandingan digelar di Kota Semarang, Kabupaten Semarang, Kendal, Demak, dan Kota Salatiga. Penyelenggaraan ajang itu juga didukung 3.571 perangkat pertandingan.

Kebutuhan akomodasi ribuan peserta turut membuka peluang bagi sektor perhotelan. Panitia mencatat pemanfaatan 106 hotel dan penginapan di lima daerah, terdiri atas 42 hotel di Kota Semarang, 25 di Kendal, 18 di Salatiga, 13 di Kabupaten Semarang, dan delapan di Demak.

Taj Yasin, yang juga Ketua Umum PB Porprov Jateng mengatakan, penyebaran atlet dan ofisial di lima daerah penyelenggara, diharapkan membuat perputaran ekonomi tidak hanya terpusat di Kota Semarang sebagai lokasi pembukaan, tetapi juga menjangkau daerah lain yang menjadi tuan rumah pertandingan.

“Harapannya dengan penempatan atlet-atlet yang tersebar di lima kabupaten kota ini, bisa menunjang ekonominya,” kata tokoh yang akrab disapa Gus Yasin itu, dalam konferensi pers di Kantor Gubernur Jawa Tengah, Rabu (21/10/2026).

Selain akomodasi, Pemprov Jateng juga berupaya memperluas peluang usaha bagi UMKM lokal. Taj Yasin mengatakan, pelaku UMKM diajak terlibat dalam rangkaian pembukaan dan penutupan Porprov serta memanfaatkan keramaian di berbagai venue pertandingan.

“Kami juga mengajak para pelaku UMKM untuk mengikuti kegiatan-kegiatan yang sudah kita umumkan,” ujarnya.

Potensi keramaian juga terlihat menjelang pembukaan Porprov di Stadion Jatidiri, Kota Semarang, Minggu (25/10/2026). Sebanyak 3.500 slot tiket gratis bagi masyarakat, dilaporkan habis pada hari pertama dibuka.

Pembukaan tersebut akan dimeriahkan sejumlah penampil, di antaranya Ndar Boy, Pertelon Koplo, dan Mikhayla. Kehadiran mereka diharapkan menarik kunjungan masyarakat, sekaligus membuka peluang tambahan transaksi bagi pedagang dan pelaku usaha di sekitar lokasi.

“Dengan adanya kerumunan yang banyak itu, tentu akan menambah perputaran ekonomi yang ada di Jawa Tengah,” kata Taj Yasin.

Di luar dampak ekonomi, Porprov XVII juga menjadi ajang penjaringan atlet potensial untuk memperkuat kontingen Jawa Tengah menghadapi Pekan Olahraga Nasional (PON) 2028. Taj Yasin berharap kompetisi ini melahirkan atlet berprestasi yang mampu bersaing di tingkat nasional hingga internasional.

“Porprov ini akan mengantarkan para atlet kita untuk ke jenjang yang lebih tinggi. Syukur alhamdulillah di tahun ini para atlet kita juga banyak menorehkan medali emas, medali perak, medali perunggu yang kemarin sudah dibuktikan dalam ajang Asian Games,” tuturnya.

Sementara itu, Wakil Ketua Umum I PB Porprov Jateng, Urip Sihabudin mengatakan, panitia telah berkoordinasi dengan sub-PB Porprov di lima kabupaten/kota, untuk mengantisipasi kendala nonteknis selama pertandingan, terutama dampak cuaca buruk di venue terbuka.

Setiap daerah diminta menyiapkan skenario penanganan apabila terjadi gangguan, seperti hujan dan angin kencang. Pengalaman penyelenggaraan pertandingan sebelumnya, termasuk cabang panahan yang menghadapi kendala cuaca, menjadi bahan evaluasi untuk meminimalkan gangguan selama kompetisi.

Terkait dampak ekonomi, Urip mengatakan PB Porprov akan melakukan penghitungan bersama instansi terkait, untuk mengetahui manfaat riil penyelenggaraan ajang tersebut bagi masyarakat.

Rangkaian pembukaan Porprov juga akan diawali dengan prosesi api abadi Mrapen dari Kabupaten Grobogan pada 24 Oktober 2026. Api tersebut dijadwalkan dibawa berkeliling ke empat daerah sebelum tiba di Kota Semarang pada 25 Oktober untuk menjadi bagian dari seremoni pembukaan

 

 

 

Sumber : https://jatengprov.go.id/publik/libatkan-ribuan-atlet-porprov-jateng-jadi-angin-segar-bagi-umkm-dan-perhotelan-di-5-daerah/ 

Baca Terusannya »»  

Pendamping Santri Dilatih Cegah Kekerasan di Pesantren


 

Ciputat (Kemenag) --- Penasihat Menteri Agama bidang Penguatan Moderasi Beragama dan Karakter Bangsa, Alissa Qotrunnada Munawaroh Wahid, menyambut baik inisiatif Kemenag menggelar Pelatihan Pencegahan dan Penanganan Kekerasan di Pesantren. Pelatihan ini diselenggarakan secara online melalui platform Massive Open Online Course (MOOC) PINTAR Kemenag.

Menurutnya, pelatihan ini penting untuk membekali para pendamping santri (musyrif dan musyrifah) di seluruh Indonesia terkait upaya pencegahan kekerasan seksual di pesantren. Pemahaman yang komprehensif mengenai pencegahan kekerasan sangat krusial agar para musyrif dan musyrifah dapat menjadi pelopor perubahan menuju ekosistem pesantren yang aman dan nyaman.

“Pelatihan pencegahan dan penanganan kekerasan di pesantren itu penting untuk segera kita lakukan untuk membantu para musyrif-musyrifah menjadi agen-agen perubahan di pesantren,” ujar Alissa di kampus Pusat Pengembangan Kompetensi Sumber Daya Manusia (Pusbangkom SDM) Pendidikan dan Keagamaan Kementerian Agama, Ciputat, Tangerang Selatan, Rabu (21/10/2026).

Ia menyoroti bahwa kasus kekerasan di lingkungan lembaga pendidikan keagamaan sering kali dipicu oleh penerapan disiplin yang kurang tepat dan berpotensi memicu penggunaan hukuman fisik. “Tradisi pesantren yang menerapkan disiplin yang cukup tegas itu seringkali memerangkap para musyrif-musyrifah untuk tegas sama dengan menggunakan hukuman fisik,” ungkapnya.

Lebih lanjut, Alissa menjelaskan bahwa praktik tersebut berisiko membentuk budaya kekerasan berulang, baik antarsantri—seperti senior kepada junior—maupun yang melibatkan pengasuh. Oleh karena itu, Kementerian Agama mengambil langkah strategis melalui pelatihan berbasis digital ini agar jangkauannya lebih luas dan merata.

“Ini yang membuat penting bagi Kementerian Agama untuk membantu mendampingi para musyrif-musyrifah supaya mereka paham persoalannya seperti apa dan juga bisa mendorong perubahan,” tuturnya.

Melalui kehadiran Alissa Wahid sebagai narasumber dalam pelatihan di MOOC PINTAR Kemenag, para peserta diharapkan dapat menyerap materi pencegahan kekerasan secara fleksibel dan aplikatif, sehingga mampu mewujudkan lingkungan pesantren yang ramah, humanis, dan bebas dari kekerasan



Sumber : https://kemenag.go.id/nasional/pendamping-santri-dilatih-cegah-kekerasan-di-pesantren-2C6SN

Baca Terusannya »»  

Pemprov Jateng Terus Perkuat Pencegahan Kekerasan di Pesantren, Tak Sekadar Merespons Kasus

 


TEGAL – Pemerintah Provinsi Jawa Tengah di bawah kepemimpinan Gubernur Ahmad Luthfi dan Wakil Gubernur Taj Yasin Maimoen, terus mendorong penguatan pesantren ramah anak melalui pencegahan perundungan, penguatan saluran pengaduan, dan pendampingan korban kekerasan.

Kepala Dinas Pemberdayaan Perempuan, Perlindungan Anak, Pengendalian Penduduk dan Keluarga Berencana (DP3AKB) Provinsi Jawa Tengah, Uswatun Hasanah mengatakan, pencegahan kekerasan di lingkungan pesantren perlu dilakukan secara sistematis, tidak sekadar merespons kasus yang telah terjadi.

“Angka kekerasan di pondok pesantren setiap tahun meningkat dari 2021 sampai Agustus 2026. Kita tidak hanya sibuk dengan angka, tetapi bagaimana melakukan tindakan preventif,” katanya, dalam Sarasehan Santri dalam rangka memperingati Hari Santri Nasional (HSN) Tingkat Provinsi Jateng, bersama sekitar 400 santri dan santriwati, di Pendapa Pemkot Tegal, Rabu (21/10/2026).

Dalam paparannya, tercatat 22 kasus kekerasan di lingkungan pesantren pada periode Januari-Maret 2026, dengan 85 korban.

Menurut dia, pencegahan perlu mencakup berbagai bentuk kekerasan, seperti perundungan, termasuk fisik (body shaming), kekerasan seksual, hingga penyalahgunaan relasi kuasa dalam lingkungan pendidikan.

Uswatun menilai, santri perlu diberi ruang untuk menyampaikan pendapat dan melaporkan tindakan kekerasan. Karena itu, dia mengusulkan pembentukan forum santri yang dapat menjadi pelopor pencegahan perundungan, sekaligus membantu menindaklanjuti pengaduan.

Uswatun juga mendorong pesantren memperkuat standar operasional prosedur (SOP), menyediakan saluran pengaduan yang mudah diakses, serta melakukan evaluasi berkala terhadap pola pengasuhan dan pendidikan. Pengawasan, termasuk melalui pemasangan kamera pengawas atau CCTV, juga dinilai penting untuk mendukung keamanan lingkungan pesantren.

Selain pencegahan, pendampingan terhadap korban dan pelaku perlu dilakukan secara tepat. Korban membutuhkan pemulihan trauma, sedangkan pelaku perlu mendapat pembinaan, agar memahami kesalahan dan tidak mengulangi tindakannya.

Kepala Kantor Wilayah Kementerian Agama Provinsi Jawa Tengah, Saiful Mujab mengatakan, pemerintah siap mendampingi pesantren agar menjadi lingkungan pendidikan yang aman dan nyaman bagi para santri.

Dia menyebut, Jawa Tengah memiliki sekitar 5.325 pesantren dengan 815.504 santri. Menurut Saiful, penguatan sistem pengasuhan dan pendidikan diperlukan untuk mencegah kekerasan, sekaligus membentuk generasi yang memahami nilai-nilai agama dan kebangsaan.

“Pemerintah provinsi dan Kementerian Agama siap untuk pendampingan bila di pesantren ada hal-hal yang tidak kita inginkan, kekerasan, baik kekerasan verbal maupun yang lain,” katanya.

Wakil Wali Kota Tegal, Tazkiyyatul Muthmainnah mengatakan, wilayahnya harus menjadi ruang bebas dari tindak kekerasan.

“Apalagi di pesantren di Kota Tegal, karena saya di mana-mana selalu menyampaikan, setiap jengkal tanah di Kota Tegal harus menjadi ruang aman dan bebas dari tindak kekerasan bagi anak-anak,” ujarnya.

Sementara itu, santri SMP Al Irsyad Kota Tegal, Rafifah Raisa Rabani, mengapresiasi kegiatan tersebut, karena membantu santri memahami jika kekerasan tidak hanya berbentuk fisik.

“Harapannya tidak ada lagi kekerasan yang dilakukan antarsantri maupun oleh tenaga pendidik,” harapnya di lokasi.

Santri Pondok Pesantren Al Munawaroh Margadana Kota Tegal, Muhammad Brayen menambahkan, adanya kegiatan itu mengajarkan santri untuk menyadarkan oknum santri yang masih melakukan praktik perundungan. Dia berharap tidak ada lagi kasus perundungan di kalangan pondok pesantren.

Di lokasi, para santri antusias mengikuti jalannya sarasehan. Mereka bahkan aktif memberikan pertanyaan agar kasus perundungan tidak terjadi di masing-masing pondok pesantrennya.

 

 


Sumber : https://jatengprov.go.id/publik/pemprov-jateng-terus-perkuat-pencegahan-kekerasan-di-pesantren-tak-sekadar-merespons-kasus/ 

Baca Terusannya »»