Cari Blog Ini

Sabtu, 24 Oktober 2026

DTIIF 2026 Hubungkan Teknologi, Inovasi, dan Modal Global untuk Memajukan Transformasi Industri Indonesia

 


Jakarta, – Danantara Indonesia akan menyelenggarakan Danantara Technology Innovation Investment Forum (DTIIF) 2026 untuk pertama kalinya pada 26–28 Oktober 2026 di Fairmont Jakarta. Mengusung tema “Investing in Tomorrow: Advancing Technology, Innovation, and Sustainable Growth”, DTIIF 2026 akan menjadi platform utama Danantara Indonesia untuk menghubungkan prioritas industri strategis nasional dengan teknologi terdepan, ekosistem inovasi global, keahlian ilmiah, dan modal global jangka panjang.

Lebih dari 1.500 peserta diperkirakan akan hadir, termasuk 170 inovator global, 131 CEO perusahaan teknologi global, 67 pusat riset dan inovasi, serta lebih dari 50 Badan Usaha Milik Negara (BUMN). Turut bergabung pula para peraih Nobel, investor sovereign dan institusional, pemimpin pemerintahan, mitra akademik, serta startup yang tengah berkembang. Bersama-sama, mereka akan mendorong teknologi dari gagasan ke penerapan industri dan investasi di Indonesia.

Sigit Puji Santosa, Chief Technology Officer Danantara Indonesia sekaligus Ketua DTIIF 2026, mengatakan, “Indonesia tengah memasuki fase penting dalam transformasi teknologi dan industri, di tengah persaingan global untuk menarik modal dan teknologi yang kian ketat. Bagi Danantara Indonesia, investasi harus mendorong bukan hanya kemajuan teknologi, tetapi juga adopsi dan industrialisasi inovasi dalam skala besar. Dengan mengubah terobosan menjadi kapasitas nyata, kita dapat meningkatkan produktivitas, memperkuat daya saing, menciptakan lapangan kerja berkualitas, dan membuka sumber-sumber nilai baru. DTIIF akan menghubungkan keahlian ilmiah dan teknologi dengan modal jangka panjang serta eksekusi, sehingga teknologi mutakhir dapat menjadi kekuatan industri yang berkelanjutan dan pada akhirnya mendorong pertumbuhan ekonomi nasional.”

 

Dari Gagasan Menuju Dampak Industri Nyata

Rangkaian program Forum selama tiga hari ini dirancang dengan alur yang jelas, mulai dari arah strategis, kolaborasi, hingga talenta masa depan. Hari pertama, Strategic Outlook and Global Partnership, akan menetapkan prioritas bersama dan menjalin kemitraan global. Hari kedua, Technology, Innovation, and Investment Collaboration, akan menghubungkan teknologi dan gagasan dengan industri dan modal. Hari ketiga, Youth, Inclusion, and Sustainable Future, akan berfokus pada pengembangan ekosistem inovasi yang inklusif dan berkelanjutan bagi generasi mendatang.

Setelah sambutan dari para pimpinan pemerintahan, menteri, dan pemimpin ekonomi global, jajaran pimpinan Danantara Indonesia akan memaparkan investasi unggulan dan portofolionya dalam C-Suite Session. Forum ini juga menghadirkan sesi pleno yang mencakup Nobel Laureate lecture, sector showcase, sesi project pitching, business matching yang terstruktur, serta pertemuan bilateral terbatas yang berfokus pada enam industri penentu masa depan: 1) Energi, 2) Pertanian, Pangan, dan Kesehatan, 3) Material Maju dan Semikonduktor, 4) Transportasi dan Infrastruktur, 5) Keuangan dan Perbankan, dan 6) AI, Infrastruktur Digital, dan Telekomunikasi.

Pembicara yang telah dikonfirmasi antara lain perwakilan senior Pemerintah Indonesia, para peraih Nobel, serta perusahaan teknologi global, termasuk Google dan Microsoft. Pembicara lainnya akan diumumkan menjelang pelaksanaan Forum.

 

Hasil yang Diharapkan

Melalui DTIIF 2026, peserta akan mendapatkan akses langsung ke proyek-proyek prioritas dan para pengambil keputusan di ekosistem Danantara Indonesia. Forum ini bertujuan membangun kemitraan strategis antara pemerintah, BUMN, investor global, pemimpin teknologi, dan lembaga riset, serta mengubah proyek strategis berdampak tinggi menjadi peluang investasi yang bankable di sektor-sektor prioritas Indonesia.

“Keberhasilan DTIIF yang sesungguhnya diukur dari apa yang terbangun setelah Forum berakhir. Setiap kemitraan, MoU, dan pipeline proyek dari Forum ini akan terus ditindaklanjuti, sehingga komitmen yang tercapai dapat menghasilkan proyek berdampak nyata, lapangan kerja berkualitas bagi masyarakat Indonesia, serta hubungan yang lebih erat antara para inovator, investor, dan industri. Di sinilah modal global dan kapabilitas Indonesia bersatu untuk mendorong pertumbuhan yang berkelanjutan,” tambah Sigit.

Pendaftaran dapat dilakukan melalui tautan ini. Untuk memastikan Forum yang terarah dan produktif, seluruh pendaftaran akan ditinjau terlebih dahulu dan keikutsertaan peserta akan membutuhkan konfirmasi oleh penyelenggara.

Pendaftaran untuk Forum tiga hari yang akan berlangsung pada 26–28 Oktober 2026 di Fairmont Jakarta kini telah dibuka 

Untuk informasi lebih lanjut, kunjungi http://www.dtiif.danantaraindonesia.com/ dan ikuti akun Instagram @danantara.indonesia untuk mendapatkan informasi terbaru.

 

 

 

Sumber: https://www.danantaraindonesia.co.id/id/media-center/press-releases/inaugural-dtiif-2026 

 


Baca Terusannya »»  

Syarat dan Cara Daftar Pelatihan Vokasi bagi Pekerja Terdampak PHK

 

Jakarta — Kementerian Ketenagakerjaan (Kemnaker) menjelaskan persyaratan dan mekanisme pendaftaran program pelatihan vokasi bagi pekerja terdampak pemutusan hubungan kerja (PHK), mulai dari penyiapan dokumen hingga tahapan seleksi peserta.

Direktur Jenderal Pembinaan Pelatihan Vokasi dan Produktivitas Kemnaker, Darmawansyah, mengatakan pelatihan vokasi menjadi salah satu upaya untuk membantu pekerja terdampak PHK meningkatkan kompetensi agar dapat kembali memasuki pasar kerja atau mengembangkan usaha secara mandiri.

“Pelatihan vokasi menjadi langkah yang strategis untuk meningkatkan atau mengalihkan kompetensi, memperkuat daya saing, serta membuka akses terhadap peluang kerja dan wirausaha,” kata Darmawansyah melalui siaran pers Biro Humas Kemnaker, Sabtu (24/10/2026).

Program ini diprioritaskan bagi pekerja yang terdampak PHK pada periode 2024–2026. Calon peserta perlu menyiapkan dokumen pendukung yang membuktikan status PHK, seperti surat pemberitahuan PHK, surat pemutusan kontrak, atau surat keterangan pengalaman kerja (paklaring).

Dalam hal dokumen tersebut tidak dapat dipenuhi karena kondisi tertentu, calon peserta wajib melampirkan surat pernyataan berhenti bekerja atau mengalami PHK (self declaration). Surat tersebut harus dibuat dan ditandatangani oleh calon peserta yang bersangkutan di atas meterai.

Pendaftaran secara perorangan dilakukan melalui portal resmi SkillHub Kemnaker di https://skillhub.kemnaker.go.id. Calon peserta terlebih dahulu membuat akun SIAPkerja, kemudian mengisi data dan mengunggah dokumen persyaratan, termasuk KTP dan bukti PHK atau surat pernyataan sebagai penggantinya sesuai ketentuan.

Selanjutnya, penyelenggara pelatihan melakukan verifikasi dan wawancara sebagai bagian dari proses seleksi. Peserta yang dinyatakan lolos wajib melakukan daftar ulang melalui portal SkillHub sebelum mengikuti pelatihan.

Selain secara perorangan, pendaftaran dapat diajukan melalui jalur kelompok oleh perusahaan, serikat pekerja, asosiasi industri, atau Dinas Ketenagakerjaan setempat kepada unit pelaksana teknis (UPT) bidang pelatihan vokasi dan produktivitas.

 

 

Sumber : https://kemnaker.go.id/news/detail/syarat-dan-cara-daftar-pelatihan-vokasi-bagi-pekerja-terdampak-phk 


Baca Terusannya »»  

BMKG: Keindahan Hunter’s Moon pada 26 Oktober 2026


 

Jakarta, – Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) mengajak masyarakat untuk menyaksikan keindahan Bulan Pemburu (Hunter’s Moon) yang akan berlangsung pada 26 Oktober 2026 malam. Secara historis, Hunter’s Moon memiliki keistimewaan dibanding purnama lain, khususnya bagi penduduk Amerika.

Direktur Seismologi Teknik, Geofisika Potensial, dan Tanda Waktu BMKG, Teguh Rahayu, menjelaskan bahwa Hunter’s Moon merupakan istilah tradisional untuk fase bulan purnama yang muncul setelah Harvest Moon, tepatnya di bulan Oktober. Namun demikian, setiap tiga tahun sekali ketika Harvest Moon jatuh di awal Oktober, Hunter’s Moon akan bergeser ke bulan November.

“Fenomena Hunter’s Moon tidak memiliki perbedaan fisik dengan bulan purnama biasa, tetapi memiliki latar belakang budaya dan karakteristik unik,” ujar Ayu di Jakarta.

Nama Hunter’s Moon berasal dari tradisi kalender penduduk asli Amerika (suku Algonquian) dan pemukim awal Eropa. Jika Harvest Moon menandai panen raya, Bulan Pemburu menjadi momentum untuk melakukan perburuan.

Secara historis, perburuan pada Hunter’s Moon menjadi waktu yang ideal untuk mengumpulkan persediaan daging sebelum musim dingin tiba. Ladang-ladang yang telah dipanen akan memancing hewan perburuan, seperti rusa dan rubah, untuk mencari sisa-sisa hasil panen, sedangkan cahaya bulan purnama yang terang akan memudahkan para pemburu melacak target perburuan.

Di Jakarta, Hunter’s Moon dapat dilihat pada 26 Oktober 2026, saat Bulan mulai terbit dari arah timur pukul 17.53 WIB, meski masih sulit terlihat karena posisinya dekat dengan garis horizon serta banyaknya gedung tinggi. 

Bulan akan mencapai posisi tertinggi pukul 23.58 WIB dan akan terbenam keesokan paginya pada 05.10 WIB.

“Waktu terbaik untuk mengamati fenomena ini adalah saat posisi Bulan sudah berada cukup tinggi di langit, yaitu mulai pukul 20.00 WIB. Fenomena Hunter’s Moon aman dilihat dengan mata tanpa perlu pelindung khusus,” tutur Ayu.

Di samping keindahan visualnya, masyarakat pesisir diimbau untuk tetap mewaspadai potensi kenaikan permukaan air laut (banjir rob). Pasalnya, posisi Matahari, Bumi, dan Bulan yang berada dalam satu garis lurus (atau hampir lurus) menyebabkan gaya gravitasi gabungan sehingga memicu fenomena pasang purnama—pasang air laut menjadi lebih tinggi dan surut menjadi lebih rendah dari biasanya.

 

 

Sumber : https://www.bmkg.go.id/berita/utama/bmkg-keindahan-hunters-moon-pada-26-oktober-2026 

Baca Terusannya »»  

Jumat, 23 Oktober 2026

Catatkan Sejarah 4 Emas Beruntun, Ratri/Hikmat Bangkit Taklukkan India di Asian Para Games 2026

 

Nagoya: Atlet para bulu tangkis kebanggaan Indonesia, Leani Ratri Oktila mencetak sejarah di Asian Para Games 2026. Berpasangan dengan Hikmat Ramdani, Ratri merebut medali emas ganda campuran SL3-SU5 pada Jumat (23/10).

Sejarah pun dicetak Ratri. Dengan emas ini, Ratri mencetak quattrick atau empat emas ganda campuran Asian Para Games secara beruntun sejak Incheon 2014, Jakarta 2018, Hangzhou 2022, hingga Nagoya 2026. Emas ini juga menjadi emas ke-11 bagi kontingen Indonesia di Nagoya, Jepang. 
 
Emas itu tidak diraih dengan mudah. Di final, pasangan peraih emas Paralimpiade Paris 2024 ini dipaksa bermain tiga gim selama 51 menit oleh pasangan India, Thulasimathi Murugesan/Nitesh Kumar. Ratri/Hikmat kalah 11-21 di gim pertama sebelum bangkit merebut dua gim berikutnya dengan skor 21-19 dan 21-14. 
 
Ketatnya laga tergambar dari statistik pertandingan. Kedua pasangan nyaris berbagi poin sama rata, bahkan India mengumpulkan satu poin lebih banyak (54 berbanding 53). Reli terpanjang mencapai 90 detik. 
 
“Sebenarnya hasil emas ini, kalau saya sama Hikmat secara pribadi sudah menargetkan emas. Cuma saya tidak expect kalau tekanan di dalam lapangan sebesar ini,” ujar Ratri. 
 
Ratri mengakui rasa tegang sempat menguasai dirinya di awal laga. Padahal, ia dan Hikmat sudah sering bertemu pasangan India tersebut dan biasanya bisa menang dengan nyaman. 
 
“Saya hanya tegang, di belakang juga belum tenang, masih ada beban di lapangan yang berat. Dan untuk set kedua saya mencoba tenang. Alhamdulillah,” ungkapnya. 
 
“Padahal sebelum-sebelumnya kita cukup mudah, cukup enjoy melawan pasangan India ini,” tambah Ratri 
 
Beban Ratri bertambah karena di hari yang sama ia baru saja kalah di final tunggal putri dan harus puas dengan medali perak.  
 
“Saya barusan juga final di single dan kalah tadi. Mungkin kalau saya bangkit dari situ, memulai dari awal lagi kan sulit. Tapi kalau untuk mixed double, saya sebenarnya selalu percaya diri,” tuturnya. 
 
Kebangkitan Leani/Hikmat tak lepas dari dukungan penonton Indonesia di tribun. Saat tertinggal jauh di awal laga, suasana sempat hening. Namun begitu sorakan kembali terdengar, semangat pasangan ini ikut menyala. 
 
“Di poin-poin awal saja, ketika senyap, saya tahu penonton Indonesia banyak. Tapi ketika senyap, saya tahu mereka mungkin belum dapat menerima kami, karena kami memang ketinggalan jauh. Tapi ketika ada suara itu, tetap menambah motivasi,” ujar Hikmat. 
 
Menurut Hikmat, kunci comeback ada pada ketenangan dan komunikasi.  
 
“Saya mencoba tenang. Komunikasi lebih lagi di lapangan, saya tenang, tenang, tenang untuk mencari kemenangan kita,” katanya. 
 
Bagi Ratri, ganda campuran adalah nomor yang paling ia tekuni bersama Hikmat. Karena itu, emas di nomor ini sudah menjadi target sejak awal. 
 
“Karena memang mixed double nomor favorit saya, nomor yang memang saya latihan setiap hari. Saya sama Hikmat itu latihannya setiap hari untuk mixed double. Jadi kalau emas di mixed double, saya sudah mengira akan emas. Cuma nggak mengira kalau bakalan seramai ini aja mainnya,” ungkapnya. 
 
Medali emas ini mereka persembahkan untuk orang-orang terdekat.  
 
“Tetap orang tua,” ucap Ratri singkat. 
 
Emas di Nagoya menegaskan dominasi Ratri di ganda campuran Asia. Sejak tampil pertama kali di Incheon 2014, ia tak pernah lepas dari emas di nomor ini. 
 
Total, Leani kini mengoleksi 12 medali Asian Para Games, terdiri dari 6 emas, 4 perak, dan 2 perunggu.  
 
Rinciannya adalah Incheon 2014 memperoleh emas ganda campuran, perak ganda putri, perunggu tunggal putri. Lalu di Jakarta 2018 mendapatkan emas ganda campuran, emas ganda putri, perak tunggal putri 
 
Hangzhou 2022 meraih emas ganda campuran, emas ganda putri, perak tunggal putri. Nagoya 2026 mendapatkan emas ganda campuran, perak tunggal putri, perunggu ganda putri 
 
Di Nagoya, Ratri juga melengkapi koleksinya dengan satu medali dari setiap warna, yakni emas, perak, dan perunggu. 
 
Usai Nagoya, Ratri dan Hikmat langsung menatap target besar berikutnya, yaitu mempertahankan kejayaan di Paralimpiade Los Angeles 2028. 
 
“Semoga saya sehat, lebih kesehatan untuk bisa tampil di LA. Target otomatis saya sekarang untuk bisa tampil di LA,” tegas Ratri. 
 
Pasangan ini memang tengah berada di puncak performa. Selain emas Paralimpiade Paris 2024, mereka meraih emas Kejuaraan Dunia BWF Para Badminton 2024 di Pattaya dan 2026 di Manama, emas ASEAN Para Games tiga edisi berturut-turut, serta sejumlah gelar sirkuit internasional pada 2026, termasuk di China dan Jepang

 


 

Sumber : https://www.kemenpora.go.id/detail/7353/catatkan-sejarah-4-emas-beruntun-ratrihikmat-bangkit-taklukkan 


Baca Terusannya »»  

Deputi Bidang Klimatologi BMKG Hadiri SERCOM-4 di Jenewa, Perkuat Kepemimpinan Indonesia dalam Layanan Cuaca dan Iklim Global


 

Jenewa, Swiss, 23 Oktober 2026 – Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) berpartisipasi dalam Fourth Session of the Commission for Weather, Climate, Hydrological, Marine and Related Environmental Services and Applications (SERCOM-4) yang diselenggarakan oleh World Meteorological Organization (WMO) pada 19–20 dan 22–23 Oktober 2026 di Jenewa, Swiss.

Keikutsertaan ini merupakan bagian dari kontribusi Indonesia dalam mendukung tata kelola dan pengembangan layanan meteorologi, klimatologi, hidrologi, kelautan, dan lingkungan terkait di tingkat global.

Deputi Bidang Klimatologi BMKG, Dr. Ardhasena Sopaheluwakan, menghadiri pertemuan tersebut dalam kapasitasnya sebagai Vice-President of the WMO Commission for Weather, Climate, Hydrological, Marine, and Related Environmental Services and Applications (SERCOM-WMO). Sementara itu, Direktur Perubahan Iklim BMKG, Dr. A. Fachri Radjab, hadir sebagai Ketua Delegasi Republik Indonesia bersama perwakilan dari berbagai unit kerja terkait di BMKG, dengan dukungan Perwakilan Tetap Republik Indonesia (PTRI) di Jenewa.

Ardhasena menyampaikan bahwa partisipasi Indonesia dalam forum ini mencerminkan kesinambungan kepemimpinan dan kontribusi Indonesia dalam mendukung pengembangan layanan cuaca, iklim, hidrologi, dan kelautan di tingkat internasional.

“Keikutsertaan ini mencerminkan kesinambungan kepemimpinan dan kontribusi Indonesia dalam mendukung tata kelola dan pengembangan layanan meteorologi, klimatologi, hidrologi, serta kelautan di tingkat global,” ujar Ardhasena.

Sebagai salah satu komisi teknis WMO, SERCOM memiliki peran strategis dalam mendukung pengembangan standar, pedoman, serta kerangka layanan yang menjadi acuan bagi negara-negara anggota dalam menyediakan informasi dan layanan meteorologi, iklim, hidrologi, kelautan, dan lingkungan terkait.

“Melalui forum ini, para anggota WMO bersama-sama membahas berbagai prioritas teknis dan kelembagaan guna memastikan layanan yang dikembangkan semakin responsif terhadap kebutuhan masyarakat dan tantangan global,” ujarnya.

Pertemuan SERCOM-4 menjadi momentum bagi negara-negara anggota untuk memperkuat dialog, membangun kesepahaman, dan mendorong sinergi dalam pengembangan layanan yang berorientasi pada keselamatan masyarakat, pengurangan risiko bencana, serta pembangunan berkelanjutan. Pembahasan dalam forum ini juga menyoroti pentingnya penguatan kapasitas, pertukaran pengetahuan, dan peningkatan akses terhadap layanan meteorologi dan iklim yang andal serta inklusif.

Dalam kapasitasnya sebagai Vice-President SERCOM-WMO, Ardhasena turut mengemban tanggung jawab kepemimpinan untuk mendukung pelaksanaan mandat komisi dan mendorong kerja sama konstruktif di antara negara-negara anggota WMO. Peran ini sekaligus mencerminkan kepercayaan komunitas meteorologi dan klimatologi internasional terhadap kontribusi serta keahlian Indonesia dalam pengembangan layanan meteorologi dan iklim global.

“Partisipasi BMKG dalam pertemuan SERCOM-4 sejalan dengan komitmen Indonesia untuk mendukung inisiatif global Early Warnings for All (EW4All), yang bertujuan memastikan seluruh masyarakat terlindungi oleh sistem peringatan dini multi-bahaya,” ungkapnya.

Melalui kepemimpinan dan keterlibatannya dalam SERCOM-WMO, BMKG terus mendorong penguatan layanan berbasis sains, peningkatan kapasitas kelembagaan, serta pemanfaatan inovasi dan teknologi untuk meningkatkan kualitas informasi dan peringatan dini.

Selain itu, keikutsertaan BMKG pada SERCOM-4, diharapkan dapat terus berkontribusi dalam penguatan kerja sama internasional, mendorong pertukaran pengetahuan dan praktik terbaik, serta mendukung pengembangan layanan meteorologi dan klimatologi yang semakin akurat, andal, dan berorientasi pada kebutuhan masyarakat.

Partisipasi ini sekaligus menegaskan komitmen Indonesia untuk terus berperan aktif dalam forum WMO, serta memperkuat kepemimpinan dan kontribusi Indonesia dalam upaya global meningkatkan ketahanan terhadap risiko cuaca ekstrem, variabilitas iklim, dan perubahan iklim.

 

 

Sumber : https://www.bmkg.go.id/berita/utama/deputi-bidang-klimatologi-bmkg-hadiri-sercom-4-di-jenewa-perkuat-kepemimpinan-indonesia-dalam-layanan-cuaca-dan-iklim-global 


Baca Terusannya »»  

Mentalitas Juara Subhan/Rina Marlina Berbicara di Asian Para Games 2026, Sukses Lawan Rasa Sakit dan Trauma Paris

 


Nagoya: Pasangan ganda campuran para bulu tangkis Indonesia, Subhan/Rina Marlina, menunjukkan mentalitas juaranya ketika berhasil mempertahankan medali emas klasifikasi SH6 di Asian Para Games 2026. 

Keduanya melakoni partai final di Ichinomiya City Municipal Gymnasium, Jumat (23/10/2026), dengan kondisi tak 100 persen. 

Rina tampil dalam situasi cedera paha belakang yang belum pulih sepenuhnya. Mereka juga harus berdamai dengan trauma kekalahan dari China di Paralimpiade Paris 2024.

Lewat perjuangan tak kenal lelah, juara Hangzhou 2022 ini menaklukkan pasangan China, Lin Shuangbao/Zeng Qingtao, lewat laga tiga gim yang menguras tenaga, 21-16, 11-21, 21-15.
 
“Kami yakin kalau kami masih bisa mempertahankan juara kami waktu di Hangzhou dan Alhamdulillah semuanya itu terjawab,” ujar Rina seusai laga. 
 
Perjuangan Rina sudah dimulai jauh sebelum tiba di Nagoya. Sebulan sebelum keberangkatan, ia mengalami cedera paha belakang yang membuatnya tidak bisa menekuk kaki. 
 
“Sebelum saya berangkat ke sini, sebulan sebelum berangkat, saya mengalami sakit di bagian paha belakang, dan itu nggak bisa nekuk. Tapi saya terus mencoba untuk terapi,” tutur Rina. 
 
Hingga hari pertandingan, kondisinya belum seratus persen. Beban fisiknya juga berlipat karena Rina turun di tiga nomor sekaligus. Sebagai atlet dengan disabilitas tulang, ia mengaku tubuhnya rentan cedera. 
 
“Apalagi kami mainnya tiga nomor. Dan kita kan [disabilitasnya] tulang-tulang, jadi gampang untuk cedera,” ungkapnya. 
 
Rina mengaku sempat ragu. Di lapangan, ia harus membagi konsentrasi antara permainan dan kakinya sendiri. 
 
“Sempat ragu sih, karena dengan keadaan yang seperti ini campur aduk. Harus fokus di permainan, dan harus fokus dulu gimana kakinya, imbanginnya. Dan Alhamdulillah kami bisa keluar dari tekanan itu,” katanya. 
 
Selain cedera, Subhan/Rina juga membawa beban mental ke final. Kekalahan dari pasangan China di Paralimpiade Paris 2024 masih membekas. Kala itu mereka kalah dari pasangan Lin Naili/Li Fengmei di babak semifinal.  
 
“Tegang. Karena kami sehabis Paralimpiade waktu di Paris kalah sama China, dan itu bikin trauma kami berdua. Terus kebayang kalau melawan China,” ungkap Rina. 
 
Lawan di final Nagoya pun bukan nama asing. Rina/Subhan pernah kalah dari mereka di semifinal Kejuaraan Dunia, tetapi kemudian bisa membalas di fase grup Asian Para Games. Menurut Rina, permainan lawan kini jauh lebih matang. 
 
“Ada banyak banget berubahnya. Mereka makin rapat. Mungkin mereka tahu permainan kami, membaca permainan kami, jadi mereka antisipasinya sangat bagus,” imbuh dia. 
 
 
Final berlangsung sengit selama 1 jam 13 menit. Rina/Subhan merebut gim pertama 21-16 dalam 25 menit, tetapi dihajar 11-21 di gim kedua. Di gim ketiga, mereka bangkit dan menutup laga 21-15. 
 
Ketatnya pertandingan tergambar dari statistik. Total poin hanya terpaut satu, 53 untuk Indonesia dan 52 untuk China. Rata-rata reli mencapai 39 detik, dan reli terpanjang berlangsung 106 detik. 
 
Rina mengakui mental mereka sempat jatuh setelah kehilangan gim kedua. Dukungan penonton Indonesia di tribun yang membuat mereka bangkit. 
 
“Wah, sangat motivasi banget buat kami. Set kedua sudah kalah, sudah nge-down, bisa bangkit lagi dari teriakan-teriakan penonton yang ada di sini. Terima kasih banget,” ujarnya. 
 
Menurut Rina, kunci kemenangan di gim ketiga sederhana saja, yakni saling percaya dan tetap fokus. 
 
“Kami berdua tetap yakin, tetap fokus. Intinya yakin aja kalau kami masih bisa mempertahankan medali emas kami,” tegasnya. 
 
Status sebagai juara bertahan diakui membawa tekanan. Namun, pasangan ini memilih tidak terbebani hasil. 
 
“Sebenarnya tekanan ada. Cuma kami bawa enjoy aja, dan kami pengin bermain dengan baik. Kalau masalah nanti juara atau enggak, yang penting kami berusaha dulu di lapangan, kasih dulu yang terbaik,” tuturnya. 
 
Untuk menghadapi tiga nomor sekaligus, Rina menjalaninya satu laga demi satu laga.  
 
“Saya coba enjoy, dan terus satu per satu. Saya yakin kalau saya bisa,” katanya. 
 
Saat ditanya untuk siapa medali emas ini, Rina dan Subhan kompak menyebut sosok ibu. 
 
“Saya nggak bisa berkata-kata. Intinya medali emas ini saya persembahkan buat warga negara Indonesia, terus paling utama buat ibu saya,” ucap Rina. 
 
Subhan juga mempersembahkan medalinya untuk keluarga, terutama sang ibu.  
 
“Buat keluarga, buat ibu. Karena di setiap langkah saya, beliau yang mendoakan,” ujarnya. 
 
Meski cedera, Rina pulang dari Nagoya dengan tiga medali. Selain emas ganda campuran bersama Subhan, ia meraih perak di ganda putri SH6 bersama Apriliyana Sulistyawati dan perunggu di tunggal putri SH6. 
 
Emas Nagoya menjadi modal Rina/Subhan untuk menatap Paralimpiade Los Angeles 2028. Di sana, mereka ingin menebus kekalahan di Paris. 
 
“Bismillah, semoga tidak dikasih cedera, dikasih kesehatan terus sampai Paralimpiade 2028 nanti. Karena kami masih ada utang di Paralimpiade kemarin. Di Paris kami kalah sama Cina. Mudah-mudahan ini menjadi modal untuk kami bisa bangkit lagi,” ungkap Rina.

 

 

Sumber : https://www.kemenpora.go.id/detail/7358/mentalitas-juara-subhanrina-marlina-berbicara-di-asian-para-game 

Baca Terusannya »»  

Kunci Sukses Barce Layaba/Leli Marlina di Asian Para Games 2026, Persembahkan Medali Emas untuk David Jacobs

 

Nagoya: Barce Layaba dan Leli Marlina membeberkan kunci suksesnya setelah berhasil meraih medali emas di Asian Para Games 2026. Mentalitas untuk tak kalah sebelum bertanding membuat mereka tak ciut nyali ketika bertemu atlet-atlet dunia di Jepang.

Para tenis meja Indonesia membuat kejutan besar dalam ajang Asian Para Games 2026. Dari awalnya hanya memasang target empat medali perunggu, Indonesia justru sukses membawa pulang medali emas.

Barce Layaba/Leli Marlina menjadi aktor utamanya. Mereka tak pernah membayangkan bahwa Asian Para Games 2026 akan menjadi momen keduanya menerima kalungan medali emas. Di atas kertas, bukan mereka yang diunggulkan meraih medali emas di nomor ganda campuran kelas 10 atau TT10.

Namun status sebagai atlet non unggulan itulah yang membuat mereka tampil tanpa beban. Barce Layaba berbicara titik balik yang membuat harapan untuk meraih medali, minimal perunggu, menjadi terbuka.

"Bertemu wakil Thailand di babak 8 besar itu serasa final bagi kita. Kita kalah saat bertemu di ASEAN Para Games 2025 kemarin. (Kekalahan) itu menjadi beban untuk kita. Makanya pas pertandingan seperti grogi banget. Saat di grup kita juga ketemu yang pasangan nomor satunya. Nomor keduanya ketemu di babak 8 besar," kata Barce Layaba membuka cerita saat ditemui di Sky Hall Toyota, Jumat (23/10/2026).

Dua pasangan Thailand yang dimaksud Barce adalah Panwas Sringam/Norakhan Chanpaka (fase grup) dan Wassana Sringam/Wanchai Chaiwut (8 besar). Saat melawan Panwas/Norakhan, Barce/Leli menang 3-0. Lalu, mereka juga sukses melibas Wassana/Wanchai dengan skor 3-1.

"Kita tuh kayak, 'wah gila ini kita ketemu mereka lagi nih, kita bisa apa enggak', tapi Puji Tuhan kita bisa melewati mereka dan dari langkah kita bisa melewati Thailand itu yang bikin kita lebih percaya diri menuju fase berikutnya," tutur Barce.

Barce mengatakan, dari sisi kesiapan teknis, Ia dan Leli sudah sangat siap. Mereka sudah berlatih sangat keras karena sadar bahwa lawan-lawan yang akan dihadapi sangat kuat. 

Namun, tambahan mentalitas dan percaya diri setelah mengalahkan Thailand membuat mereka tak punya rasa takut saat melawan wakil China, Bian Zhang/Zhengyang Peng di babak semifinal.

"Setelah Thailand lewat, kita jadi lebih percaya diri untuk, 'Oke, Leli, kita sudah melewati mereka nih, ayo. Berikutnya kita lawan China. Mereka ini sudah pasti sudah pikir mereka tuh di atas angin. Oke, kita main lebih lepas lagi, kita main enggak ada beban, kita main lepas aja'. Dan Puji Tuhan kita bisa melewati itu," ungkap Barce.

Setelah sampai partai puncak, Barce dan Leli sudah semakin tak terbebani. Bagi mereka, partai final adalah tahapan yang tak pernah terbayangkan pada masa persiapan. Hitung-hitungan di atas kertas, mereka juga tambah percaya diri karena tak pernah kalah dari wakil Korea Selatan saat mengikuti kejuaraan dunia. 

"Pas ketemu Korea itu kita enggak terlalu grogi sebenarnya. Untuk grogi tidak ada, karena kita sudah beberapa kali ketemu Korea . Kita beberapa kali ketemu Korea itu ada sekitar tiga ya, tiga kali itu dengan pasangan yang berbeda-beda," ucap Leli.

"Dan Puji Tuhannya kita menang semua lawan mereka. Jadi sudah ada kepercayaan diri dari kita duluan," tambah Barce.

"Jadi, itu yang semakin membuat kita lebih semangat, 'Wah, ini kita bisa nih, kita bisa, ayo'. Itu yang memacu semangat kita dan Puji Tuhan-nya kita melewati itu," lanjut Barce.

Medali untuk David Jacobs

Medali emas ini merupakan sebuah penantian ketika terakhir kali didapat pada Asian Para Games 2018 lalu, saat Indonesia masih memiliki sosok David Jacobs. 

Setelah David berpulang tahun 2023 lalu, maka medali emas ini ditujukan tim para tenis meja Indonesia, khusus untuk mendiang David Jacobs. 

"Yang pertama, medali emas ini untuk David Jacobs Almarhum, akhirnya kita bisa dapat medali emas setelah ditinggalkan beliau," kata Leli Marlina.

"Dan tentunya kita persembahkan untuk Indonesia. Persembahkan untuk orang-orang yang selalu support kita, pelatih yang selalu sabar untuk membimbing kita, membawa kita sampai di titik ini. Terima kasih banyak keluarga, semua, tentunya kami tidak menyangka bisa mendapatkan hasil yang luar biasa ini," imbuh Barce.

Hal yang sama juga diungkapkan pelatih para tenis meja Indonesia, Bayu Widhie Hapsara Purba. Ia mengatakan medali emas ini memiliki arti yang sangat penting bagi tim para tenis meja Indonesia.

"Raihan emas ini sangat berarti sekali bagi tim para tenis meja ini. Karena, sepeninggal kak David Jacobs, legend kita di tenis meja baik difabel maupun non difabel, baru kali ini kita bisa mendapatkan emas di Asian Para Games. Sebelum ini kita hanya mendapatkan 4 perunggu, dan di sini Alhamdulillah kita bisa," ucap Bayu Widhie.

Kegembiraan semakin terasa ketika Osrita Muslim, yang kini sudah berusia 59 tahun juga bisa mempersembahkan dua medali perunggu. Ia meraih medali perunggu nomor ganda putri kelas TT10 bersama Leli Marlina dan ganda campuran kelas TT7 bersama Yayang Gunaya.

"Bu Os ini kejutan, karena juga Bu Os sebenarnya enggak kita target, karena mengingat kompetitornya (ganda TT7 dan TT10) juga berat-berat. Yang penting main nothing to lose saja, enggak usah beban. Alhamdulillah malah hasilnya beliau menyumbangkan dua perunggu untuk tim para tenis meja ini," ucap Bayu Widhie.

Secara keseluruhan tim para tenis meja Indonesia berhasil meraih satu medali emas dan enam medali perunggu. Selain yang tersebut di atas, medali perunggu datang dari Barce Layaba (tunggal putra kelas TT4-5), Komet Akbar (tunggal putra TT10), Hamida (tunggal putri kelas TT8) dan Adyos Astan/Yayang Gunaya (ganda putra kelas TT8)

 

 

Sumber : https://www.kemenpora.go.id/detail/7352/kunci-sukses-barce-layabaleli-marlina-di-asian-para-games-2026 


Baca Terusannya »»  

Malam Puncak Penghargaan Energi Subroto 2026, Pemerintah Luncurkan Program Pengawal Energi untuk 3.679 SPBU

 

JAKARTA - Pemerintah meluncurkan Program Pengawal Energi 2026 untuk memperkuat pengawasan penyaluran bahan bakar minyak (BBM) bersubsidi dan BBM penugasan hingga ke tingkat stasiun pengisian. Program yang melibatkan putra-putri daerah ini ditargetkan menjangkau 3.679 Stasiun Pengisian Bahan Bakar Umum (SPBU) di seluruh Indonesia.

Wakil Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) Yuliot meluncurkan program tersebut pada Malam Puncak Perayaan Hari Jadi ke-81 Pertambangan dan Energi di Hotel Westin Jakarta, Jumat (23/10/2026) malam. Pada acara yang sama, Kementerian ESDM menganugerahkan Penghargaan Energi Subroto 2026 kepada pelaku industri, pemerintah daerah, dan tokoh yang berkontribusi bagi sektor energi dan pertambangan.

Melalui Program Pengawal Energi, para petugas terlibat langsung mengawasi distribusi energi, memperkuat ketersediaan data pengawasan, serta mencegah potensi kebocoran dan penyalahgunaan BBM bersubsidi maupun BBM penugasan. Pemerintah berharap program ini melahirkan pengawal energi yang kompeten, berintegritas, dan berdedikasi agar pasokan energi menjangkau masyarakat secara merata dan tepat sasaran.


"Penugasan ini sekaligus menjadi wahana strategis dalam membina talenta muda bangsa melalui pemberian akses pengalaman lapangan langsung dan peningkatan kompetensi teknis di sektor energi, sehingga tata kelola subsidi yang transparan, tepat sasaran, dan berkelanjutan dapat terwujud secara optimal," ujar Yuliot.


Penempatan petugas memprioritaskan putra-putri daerah sesuai domisili provinsi atau wilayah terdekat. Pendekatan pemberdayaan lokal ini ditujukan untuk mengoptimalkan pemahaman kondisi geografis, efisiensi logistik penugasan, penerimaan masyarakat setempat, serta ketahanan dan kesigapan petugas di lapangan. Meski demikian, setiap petugas menandatangani Pakta Integritas Komitmen Penempatan dan menyatakan kesediaan ditempatkan di seluruh wilayah Indonesia.


Program kolaborasi Badan Pengatur Hilir Minyak dan Gas Bumi (BPH Migas) dan Politeknik Energi dan Mineral (PEM) Akamigas ini terbuka bagi talenta muda lulusan perguruan tinggi berusia 20-24 tahun. Pendaftaran dibuka mulai 24 Oktober hingga 1 November melalui portal resmi daring di https://pengawalenergi.akamigas.ac.id/.


Apresiasi untuk Kerja Bertahun-tahun


Dalam sambutannya, Yuliot menegaskan Penghargaan Energi Subroto bukan sekadar tradisi apresiasi tahunan, melainkan penghormatan atas dedikasi Prof. Subroto yang meletakkan fondasi pembangunan sektor energi dan pertambangan nasional. Ia mengingatkan, tata kelola sumber daya energi tidak semata mengejar nilai ekonomi dan produksi, tetapi merupakan tanggung jawab besar untuk menjaga kedaulatan dan kesejahteraan rakyat.


"Sebuah penghargaan mungkin hanya diterima dalam beberapa menit di atas panggung, tetapi kerja keras di baliknya berlangsung bertahun-tahun. Itulah yang sesungguhnya kita rayakan malam ini," kata Yuliot di hadapan pejabat pimpinan tinggi Kementerian ESDM, pemangku kepentingan, dan pelaku industri swasta sektor ESDM.


Penganugerahan Energi Soebroto mencakup berbagai bidang, mulai dari keunggulan operasional, keberlanjutan dan transisi energi, inovasi dan penciptaan nilai tambah, tata kelola dan kepatuhan, hingga partisipasi publik. Berikut penerima Penghargaan Energi Subroto 2026 :


1. Keunggulan Operasional

o Kinerja Keselamatan Ketenagalistrikan Terbaik: PT PLN Indonesia Power UBP Kamojang (PLTP Kamojang-Darajat)

o Kinerja Produksi Minyak dan Gas Bumi Terbaik: Medco E&P Natuna Ltd

o Kinerja Operasi Pertambangan Terbaik: PT Borneo Indobara


2. Keberlanjutan & Transisi Energi

o Proyek Energi Terbarukan Terbaik: PT Pelita Agung Agrindustri

o Inisiatif Dekarbonisasi Terbaik: PT Pertamina EP Donggi Matindok Field

o Pengembangan Masyarakat dan Dampak Lingkungan Terbaik: PT Comestoarra Bentarra Noesantarra


3. Inovasi & Nilai Tambah

o Inovasi Teknologi Terbaik: PT Donggi-Senoro LNG (Izin Usaha Pengolahan Migas)

o Transformasi Digital Terbaik: PT PLN Nusantara Power

o Hilirisasi dan Penciptaan Nilai Tambah Terbaik: PT Eco Prima Energi


4. Tata Kelola & Kepatuhan

o Tata Kelola dan Kepatuhan Terbaik - Pemda: Pemerintah Provinsi DKI Jakarta

o Tata Kelola dan Kepatuhan Terbaik - Perusahaan: Pertamina Hulu Mahakam

o Pengembangan SDM dan Pengetahuan Terbaik: PT Saptaindra Sejati (SIS)


5. Partisipasi Publik

o Tokoh Penggerak Energi: Neni Sintawardani

o Tokoh Energi Inspiratif (Telah Wafat): Kuntoro Mangkusubroto

o Tokoh Muda Inspiratif: Ghifari Jauhar Yajri

Penghargaan Energi Subroto 2026 diharapkan terus mendorong lahirnya praktik terbaik, inovasi, dan kolaborasi dari seluruh pemangku kepentingan. Upaya tersebut menjadi bagian penting dalam mewujudkan sektor energi dan pertambangan yang andal, berdaya saing, berkelanjutan, serta memberikan manfaat sebesar-besarnya bagi kesejahteraan masyarakat.

 

 

Sumber : https://esdm.go.id/id/media-center/arsip-berita/malam-puncak-penghargaan-energi-subroto-2026-pemerintah-luncurkan-program-pengawal-energi-untuk-3679-spbu 


Baca Terusannya »»  

Jadi Simbol Spiritual dan Kebudayaan, Menag Ajak Tradisikan Bersarung dan Peci

 


Jakarta (Kemenag) --- Menteri Agama Nasaruddin Umar menilai tradisi bersarung dan berpeci sebagai identitas kebangsaan sekaligus busana spiritual masyarakat Indonesia. Menurutnya, selain sebagai pakaian, sarung memuat nilai persatuan, kesetaraan, dan kebebasan. 

Menag menyebut warna dan motif sarung yang beragam sebagai penanda identitas daerah, sehingga budaya setiap wilayah dapat dikenali lewat busananya. "Sarung itu juga memiliki filosofis. Sarung itu (berbentuk) bundar. (Artinya) sarung itu menyatukan, sarung itu simbol kesetaraan, sarung itu adalah simbol kebebasan," ucap Menag di Jakarta, Jumat (23/10/2026).

Terkait peci, Menag menjelaskan bahwa itu memiliki kedudukan khusus dalam tradisi adat dan keagamaan. Menag bercerita bahwa sempat ada masanya di beberapa wilayah, peci wajib digunakan oleh orang-orang yang akan memberikan kesaksian di persidangan. Peci dipandang sebagai bagian dari kewibawaan kebenaran. Peci kemudian berkembang menjadi pakaian kebangsaan yang dipakai lintas agama dalam acara kenegaraan.

Menag mengajak insan Kemenag menjaga budaya mengenakan sarung sekaligus membesarkannya, sehingga selain mentradisi, inovasi model sarung dan peci juga terus berkembang mengikuti zaman.

"Kita dibesarkan oleh budaya. Kita juga harus membesarkan budaya itu sendiri..... Saya kira siapa lagi yang bisa memasyarakatkan kembali kalau bukan kita, Kementerian Agama?", pungkasnya.

Penguatan Tradisi Nusantara

Direktur Jenderal (Dirjen) Pesantren Kemenag, Basnang Said, mengatakan bahwa bersarung dab berpeci menjadi tradisi Nusantara yang terus dijaga pondok pesantren. Sarung dan peci bukan simbol kampungan, tapi identitas kepribadian, kesederhanaan, kedalaman ilmu, dan penjaga moral bangsa.

"Sering ada yang mengatakan (pakai sarung) itu 'kampungan', padahal (memakai) sarung adalah tradisi Nusantara......Sarung justru menjadi sebuah identitas kepribadian, kesederhanaan, kedalaman ilmu, bahkan simbol penjaga moral bangsa," tegasnya.

Keberagaman tenun sarung dari berbagai daerah juga dipandangnya sebagai wujud semangat Bhinneka Tunggal Ika. Basnang lalu mendorong pegawai Direktorat Jenderal Pesantren Kemenag dapat sering memakai kombinasi sarung dan peci saat berkantor.

 

 

Sumber : https://kemenag.go.id/nasional/jadi-simbol-spiritual-dan-kebudayaan-menag-ajak-tradisikan-bersarung-dan-peci-CAyiB 

Baca Terusannya »»  

Hari Santri 2026, Menag: Sekali Seminggu ASN Kemenag Kerja Pakai Sarung dan Peci

 

Jakarta (Kemenag) --- Sarung dan peci yang selama ini identik dengan kehidupan pesantren berpeluang menjadi bagian dari budaya berpakaian di lingkungan Kementerian Agama. Menteri Agama Nasaruddin Umar mengajak penggunaan sarung dan peci satu hari dalam sepekan untuk merawat identitas budaya Nusantara sekaligus menumbuhkan kebanggaan terhadap tradisi bangsa.

"Mengenakan sarung dan peci ini sebetulnya harus menjadi sebuah kegiatan rutin di Kementerian Agama. Saya setuju kalau seandainya teman-teman sepakat, sekali seminggu kita (ASN Kemenag) kerja pakai sarung dan peci," ujar Nasaruddin di Jakarta, Jumat (23/10/2026).

Meski demikian, Menag menegaskan bahwa gagasan tersebut tidak perlu diterapkan sebagai kewajiban. Penggunaannya dapat menjadi anjuran yang tetap mempertimbangkan kondisi, kenyamanan, dan kebutuhan pegawai dalam menjalankan aktivitas sehari-hari.

Menurut Nasaruddin, sarung dan peci bukan sekadar pakaian tradisional yang melekat pada kehidupan masyarakat Indonesia. Keduanya memiliki perjalanan sejarah, filosofi, dan nilai sosial yang turut membentuk identitas kebangsaan.

Ia mencontohkan bagaimana masyarakat di berbagai negara tetap mempertahankan busana tradisional sebagai simbol kebanggaan, termasuk ketika tampil dalam pergaulan internasional. Indonesia, menurutnya, juga memiliki kekayaan tradisi yang patut dirawat dan diperkenalkan secara lebih luas.

Bagi Menag, kemajuan suatu bangsa tidak harus ditandai dengan ditinggalkannya identitas budaya. Justru kemampuan mempertahankan dan mengembangkan tradisi merupakan bagian dari karakter masyarakat yang memiliki kepercayaan diri.

Identitas Kebangsaan

Menag menilai sarung dan yang telah berkembang menjadi bagian dari kehidupan sosial dan spiritual masyarakat Indonesia. Sarung memiliki makna yang mencerminkan kebersamaan, kesetaraan, dan kebebasan. Bentuknya yang sederhana serta penggunaannya yang melintasi berbagai kelompok masyarakat menunjukkan bagaimana selembar kain dapat menjadi bagian dari identitas budaya yang inklusif.

Sementara itu, peci memiliki kedudukan tersendiri sebagai simbol kehormatan, kewibawaan, dan identitas kebangsaan. Penggunaannya telah melampaui batas-batas komunitas keagamaan dan menjadi bagian dari busana nasional dalam berbagai kegiatan kenegaraan. "Sarung dan peci itu adalah pakaian kebangsaan, pakaian spiritual, pakaian budaya, pakaian kehormatan," jelasnya.

Menag juga mengingatkan bahwa Indonesia memiliki keragaman sarung dan penutup kepala tradisional dengan karakteristik yang berbeda di setiap daerah. Keberagaman tersebut menunjukkan kekayaan budaya yang tumbuh melalui proses sejarah dan interaksi antarmasyarakat.

Sarung Samarinda, sarung Bugis, sarung batik, dan berbagai jenis tenun dari daerah lain, misalnya, memiliki motif serta karakteristik yang mencerminkan identitas masyarakat setempat. Demikian pula dengan ragam peci dan penutup kepala tradisional yang berkembang di Aceh, Kalimantan, Sulawesi, serta berbagai wilayah Nusantara.

Keragaman tersebut, menurut Menag, menjadi bukti bahwa pakaian tidak hanya memiliki fungsi praktis, tetapi juga dapat menyampaikan nilai budaya, identitas sosial, dan sejarah suatu masyarakat. Ia berharap masyarakat, terutama generasi muda, tidak berhenti pada kebanggaan mengenakan sarung dan peci, tetapi juga memahami nilai dan filosofi di balik penggunaannya.

Usulan "Selasa Bersarung"

Ajakan Menag disambut Direktur Jenderal Pesantren Kementerian Agama, Basnang Said. Dia mengusulkan gerakan "Selasa Bersarung" untuk membudayakan penggunaan sarung di lingkungan kerja Direktorat Jenderal Pesantren.

Menurutnya, penggunaan sarung satu hari dalam lima hari kerja dapat menjadi bentuk penghargaan terhadap tradisi pesantren yang selama ini turut menjaga kelestarian budaya Nusantara. "Direktorat Jenderal Pesantren merencanakan, jika disetujui oleh Pak Menteri Agama, kami akan mencoba menetapkan satu hari kerja khusus di lingkungan Ditjen Pesantren untuk menggunakan sarung," kata Basnang.

Hari Selasa dipilih sebagai usulan karena penggunaan sarung dinilai dapat dipadukan dengan pakaian kerja berwarna putih yang biasa dikenakan pegawai. "Semoga bisa kita anggap Selasa Bersarung. Kenapa? Karena kalau Selasa masih menggunakan baju putih, apa pun bentuk sarungnya tetap nyambung dengan bajunya," tuturnya.

Basnang menjelaskan bahwa gagasan tersebut tidak sekadar berkaitan dengan perubahan cara berpakaian, tetapi juga merupakan upaya menghidupkan kembali kesadaran tentang nilai-nilai yang terkandung dalam tradisi pesantren.

Menurutnya, pesantren memiliki kontribusi penting dalam menjaga keberlangsungan penggunaan sarung dan peci dari generasi ke generasi. Kedua busana tersebut telah menjadi bagian dari keseharian santri, mulai dari melaksanakan ibadah, mempelajari kitab kuning, mengikuti pengajian, hingga menjalankan berbagai aktivitas pendidikan.

Di balik kesederhanaannya, sarung dan peci merepresentasikan kedalaman tradisi keilmuan, kerendahan hati, kedisiplinan, serta penghormatan terhadap nilai-nilai spiritual dan sosial yang diwariskan para kiai.

 

 

Sumber : https://kemenag.go.id/nasional/hari-santri-2026-menag-sekali-seminggu-asn-kemenag-kerja-pakai-sarung-dan-peci-cju5I 


Baca Terusannya »»  

Sinergi TNI dan PB ESI, Grand Final Esports Championship 2026 Piala Panglima TNI Resmi Dibuka

 


(Puspen TNI). Ketua Umum Pengurus Besar Esports Indonesia (PB ESI) Jenderal TNI (Purn) Muhammad Herindra secara resmi membuka Grand Final Piala Panglima TNI Esports Championship 2026 di Gedung Indonesia Arena, Gelora Bung Karno (GBK), Jakarta Selatan, Jumat (23/10/2026). Mengusung tema "Rise As One", turnamen ini menjadi wadah pembinaan atlet esports sekaligus memperkuat sinergi TNI dan PB ESI.

Turnamen ini memiliki nilai strategis melalui sistem kualifikasi berjenjang yang menjangkau prajurit TNI dan atlet daerah di berbagai wilayah Indonesia. Mekanisme tersebut menjadi bagian dari upaya menjaring talenta potensial untuk dikembangkan menjadi atlet esports berprestasi.
 
Dalam sambutannya, Ketua Umum PB ESI menegaskan bahwa kegiatan ini merupakan wujud dukungan terhadap perkembangan industri olahraga elektronik nasional. "Event ini juga merupakan salah satu wujud pengayoman terhadap ekosistem esports nasional, dimana sinergitas antara TNI dan PB ESI bertujuan untuk membina atlet-atlet Esports Indonesia agar dapat berprestasi di panggung internasional," jelasnya.
 
Melalui Esports Championship 2026, TNI bersama PB ESI terus mendukung pembinaan atlet dan pengembangan ekosistem esports nasional sekaligus mempererat kemanunggalan TNI dengan rakyat, khususnya generasi Z dan milenial. Turut hadir dalam pembukaan tersebut Asrenum Panglima TNI, Aspers Panglima TNI, Wadan Kodiklat TNI, Pa Sahli Tk. III Polkamnas, pengurus pusat PB ESI, serta ribuan suporter esports.



Sumber : https://tni.mil.id/view-268396-sinergi-tni-dan-pb-esi-grand-final-esports-championship-2026-piala-panglima-tni-resmi-dibuka.html

Baca Terusannya »»  

Hari Kedelapan OMC, TNI Kirim 3,6 Ton Bahan Semai ke Palembang dan Banjarmasin

 


(Puspen TNI). Memasuki hari kedelapan pelaksanaan Operasi Modifikasi Cuaca (OMC), TNI mengerahkan pesawat Hercules dari Pangkalan TNI AU Halim Perdanakusuma, Jakarta Timur, untuk mengirimkan 3,6 ton dry ice ke Banjarmasin, Kalimantan Selatan, dan Palembang, Sumatera Selatan, Jumat (23/10/2026). Bahan semai digunakan dalam pelaksanaan OMC guna mendukung penanganan asap dan kebakaran hutan dan lahan (Karhutla).

Penyemaian dry ice dilaksanakan dengan mempertimbangkan kondisi atmosfer dan hasil analisis cuaca. Hal ini bertujuan mendukung pembentukan awan hujan sehingga diharapkan dapat membantu mengurangi dampak karhutla dan kabut asap di wilayah terdampak.

Pelaksanaan OMC menjadi salah satu langkah untuk mendukung penanggulangan Karhutla melalui penyemaian bahan semai dari udara, sehingga diharapkan potensi hujan di wilayah sasaran dapat meningkat sesuai dengan kondisi cuaca yang mendukung.

TNI bersama instansi terkait terus bersinergi dalam mendukung upaya penanggulangan karhutla melalui pelaksanaan OMC. Upaya ini diharapkan dapat membantu mengurangi dampak kebakaran, menekan sebaran kabut asap, serta mendukung pemulihan kualitas udara bagi masyarakat di wilayah terdampak.

 

 

 

 

Sumber : https://tni.mil.id/view-268397-hari-kedelapan-omc-tni-kirim-3-6-ton-bahan-semai-ke-palembang-dan-banjarmasin.html 

Baca Terusannya »»  

Kemenpar Ajak Travel Agent Korea Rancang Paket Wisata ke Bogor dan Jakarta

 


Jakarta, 23 Oktober 2026 - Kementerian Pariwisata (Kemenpar) mengajak sejumlah agen perjalanan asal Korea Selatan menjajaki pengembangan paket wisata Jakarta dan Bogor, khususnya bagi segmen keluarga, melalui kegiatan  Familiarization Trip (Famtrip).

Deputi Bidang Pemasaran Kemenpar Ni Made Ayu Marthini dalam keterangannya, Jumat (23/10/2026), mengatakan kegiatan ini dirancang untuk memberikan pengalaman langsung kepada pelaku industri perjalanan Korea Selatan mengenai keragaman produk wisata Indonesia sekaligus mengidentifikasi destinasi alternatif yang berpotensi dikembangkan menjadi paket perjalanan baru.

Target akhirnya bukan hanya peserta mengenal destinasi Indonesia, tetapi mereka melihat sendiri bahwa produk tersebut memiliki nilai jual dan dapat dimasukkan ke dalam katalog maupun paket perjalanan mereka. Dengan demikian, famtrip dapat memberikan kontribusi yang lebih konkret terhadap peningkatan kunjungan wisatawan Korea ke Indonesia," ujar Ni Made Ayu Marthini.

Famtrip yang diselenggarakan melalui kolaborasi dengan Trinity Airways pada 12–16 Oktober 2026 ini melibatkan perwakilan sembilan agen perjalanan dan tiga perwakilan Trinity Airways. Perusahaan perjalanan yang berpartisipasi antara lain Hanatour, Modetour, Yellow Balloon, Verygood Tour, Kyowon Tour, Posco Tour, Redcap Tour, Tourvis, dan Hyundai Dream Tour.

Selama lima hari, peserta mengeksplorasi destinasi wisata alam, petualangan, konservasi satwa, budaya, sejarah, wisata keluarga, dan wisata perkotaan di Bogor serta Jakarta. Mobilitas peserta turut didukung mitra co-branding White Horse.

Di Bogor, peserta menikmati aktivitas trekking, body rafting, dan river tubing di Curug Naga, serta mengunjungi Cimory Dairyland Farm Theme Park Puncak. Peserta juga menjelajahi Taman Safari Indonesia yang menawarkan pengalaman edukatif mengenai konservasi dan keanekaragaman hayati melalui interaksi dengan satwa di tengah suasana pegunungan.

Pengalaman menginap dengan konsep glamping di Damar Langit melengkapi perjalanan melalui panorama alam pegunungan. Kombinasi tersebut menawarkan peluang pengembangan paket wisata keluarga, alam, petualangan, maupun Free Independent Traveler (FIT) dari Korea Selatan.

Sementara di Jakarta, peserta diperkenalkan dengan destinasi yang memadukan pengalaman wisata perkotaan modern, sejarah, budaya, dan rekreasi, antara lain Museum Nasional dan Jakarta Aquarium.

Peserta juga menikmati akomodasi premium di Keraton at The Plaza dan Grand Hyatt Jakarta yang memperlihatkan potensi Jakarta sebagai destinasi luxury tourism. Dari sisi gastronomi, dukungan Ismaya Group melalui Semaja dan SKYE menghadirkan pengalaman kuliner Indonesia dalam suasana modern hingga bersantap dengan panorama Jakarta dari ketinggian.

Perpaduan akomodasi premium, wisata budaya, gastronomi, dan gaya hidup perkotaan tersebut membuka peluang pengembangan Jakarta sebagai destinasi bagi wisatawan Korea Selatan, termasuk segmen premium dan FIT.

Selain memperkenalkan destinasi, famtrip menjadi sarana memperluas hubungan bisnis antara agen perjalanan Korea Selatan dan pelaku industri pariwisata Indonesia.

Melalui sesi networking, peserta memperoleh informasi produk wisata dari Grand Hyatt Jakarta, Keraton at The Plaza, Damar Langit, Ismaya Group, DMC White Tiger, Cimory Dairyland, White Horse, Taman Safari Indonesia, dan Jakarta Aquarium.

Pertemuan tersebut diharapkan mempercepat tindak lanjut kerja sama bisnis business-to-business, mulai dari penyusunan itinerary, penentuan harga dan paket perjalanan, hingga pemasaran produk wisata Indonesia melalui jaringan agen perjalanan Korea Selatan.

Salah satu peserta dari Trinity Airways, Park Sinung, menilai Jakarta dan Bogor memiliki potensi besar menarik wisatawan Korea melalui pengalaman wisata yang unik dan interaktif.

Menurutnya, interaksi langsung dengan satwa di Taman Safari Indonesia menjadi salah satu pengalaman paling berkesan. Atraksi luge, wisata kuliner, serta panorama dan suasana malam Jakarta juga dinilai memiliki daya tarik bagi wisatawan Korea.

"Pengembangan pengalaman tersebut ke dalam paket wisata yang sesuai dengan preferensi wisatawan Korea akan semakin memperkuat daya tarik Jakarta dan Bogor di pasar Korea," ujar Park Sinung.

Hal senada disampaikan Lee Sohoo dari Hana Tour. Ia menilai Jakarta dan Bogor menawarkan beragam produk wisata yang potensial bagi pasar Korea, mulai dari akomodasi berkualitas, aktivitas luar ruang, wisata satwa, hingga pengalaman budaya dan kuliner.

"Saya juga mengapresiasi keramahan pelaku pariwisata lokal serta menyarankan optimalisasi rute perjalanan, waktu kunjungan, dan penyediaan informasi maupun pemandu berbahasa Korea untuk meningkatkan kenyamanan dan kepuasan wisatawan Korea," ujarnya.

Direktur Pemasaran Pariwisata Mancanegara II Kementerian Pariwisata Yulia berharap kegiatan tersebut menghasilkan tindak lanjut konkret berupa pengembangan dan penjualan paket wisata Indonesia di pasar Korea Selatan.

Kementerian Pariwisata akan melanjutkan komunikasi dengan peserta dan mitra industri untuk memantau peluang pengembangan produk, penyusunan itinerary, serta potensi penjualan paket wisata hasil famtrip.

"Melalui famtrip ini, kami ingin memperkenalkan bahwa Jakarta dan Bogor memiliki kombinasi produk wisata yang sangat beragam, mulai dari urban, heritage, culture, nature, wildlife, hingga family experience," kata Yulia.

Kegiatan ini juga didukung Trinity Airways melalui konektivitas penerbangan Seoul–Jakarta. Akses penerbangan langsung tersebut membuka peluang pengembangan Jakarta bukan hanya sebagai pintu masuk, tetapi juga sebagai destinasi wisata tersendiri maupun bagian dari perjalanan ke daerah lain di Indonesia.

"Pengalaman langsung para agen perjalanan Republik Korea diharapkan dapat membuka peluang pengembangan itinerary dan paket wisata baru yang sesuai dengan karakter dan kebutuhan wisatawan Korea," ujar Yulia.



Sumber : https://kemenpar.go.id/berita/siaran-pers-kemenpar-ajak-travel-agent-korea-rancang-paket-wisata-ke-bogor-dan-jakarta

Baca Terusannya »»  

TNI Kerahkan CN-295 dan Cassa C-212 untuk Operasi Modifikasi Cuaca di Kalimantan

 


(Puspen TNI). TNI bersama BMKG dan instansi lainnya melaksanakan Operasi Modifikasi Cuaca (OMC) untuk mendukung penanganan kebakaran hutan dan lahan (Karhutla) di Kalimantan Selatan, Jumat (23/10/2026).

Pesawat CN-295 yang dilengkapi perangkat Console, melaksanakan penyemaian 2 ton garam dan tiga pesawat Cassa C-212 melaksanakan tiga sortie penerbangan  untuk melaksanakan penyemaian 2,3 ton dry ice.

Pelaksanaan OMC dilakukan dengan mempertimbangkan kondisi atmosfer dan hasil analisis cuaca untuk menentukan lokasi serta waktu penyemaian yang tepat. Penggunaan garam dan dry ice disesuaikan dengan kebutuhan operasi guna mendukung peningkatan potensi hujan di wilayah sasaran.

TNI bersama instansi terkait terus bersinergi dalam mendukung penanggulangan Karhutla melalui pelaksanaan OMC. Upaya ini diharapkan dapat membantu mengurangi dampak kebakaran serta menekan kabut asap di wilayah terdampak.

 

 

Sumber : https://tni.mil.id/view-268398-tni-kerahkan-cn-295-dan-cassa-c-212-untuk-operasi-modifikasi-cuaca-di-kalimantan.html 

Baca Terusannya »»  

Dukung OMC di Palembang, TNI Semai 5,4 Ton NaCl dan Dry Ice dari Lanud SMH

 


(Puspen TNI). TNI bersama BMKG terus mengoptimalkan Operasi Modifikasi Cuaca (OMC) dari Pangkalan TNI AU (Lanud) Sri Mulyono Herlambang (SMH), Palembang, guna mempercepat penanganan kebakaran hutan dan lahan (Karhutla) di wilayah Sumatera Selatan, Jumat (23/10/2026).

Satgas Udara melaksanakan penyemaian 5,4 ton  Garam dan dry ice melalui lima sortie penerbangan dua pesawat CASA 212, yang melaksanakan penyemaian 3,2 ton dry ice serta pesawat Hercules C130H A1319 yang menyemaikan  2,2 garam.

Kombinasi penggunaan dua jenis bahan semai ini memiliki peran teknis yang saling melengkapi dalam operasi modifikasi cuaca. Penyemaian dry ice difokuskan untuk memecah lapisan inversi atmosfer yang menghambat pergerakan udara vertikal agar tumpukan kabut asap pekat di permukaan dapat terangkat dan terurai. Sementara itu, penyemaian garam ditujukan untuk merangsang dan mempercepat  hujan guna memadamkan titik-titik api.

TNI bersama BMKG dan instansi terkait akan terus bersinergi dalam pelaksanaan OMC sebagai upaya mendukung penanggulangan karhutla di Sumatera Selatan. Melalui optimalisasi pengerahan personel dan alutsista serta penyemaian bahan semai sesuai kondisi atmosfer, diharapkan potensi hujan di wilayah sasaran dapat meningkat sehingga membantu menekan dampak karhutla dan mengurangi kabut asap  di Sumatera Selatan.

 

 

 

Sumber : https://tni.mil.id/view-268399-dukung-omc-di-palembang-tni-semai-5-4-ton-na-cl-dan-dry-ice-dari-lanud-smh.html 

Baca Terusannya »»  

Kemenhut Siapkan 104 Personel untuk Percepat Penanganan Karhutla di Ketapang

 


Ketapang, 23 Oktober 2026—Menteri Kehutanan Raja Juli Antoni memimpin rapat koordinasi penanganan kebakaran hutan dan lahan (karhutla) di Kabupaten Ketapang, Kalimantan Barat, pada Jumat (23/10). Rapat yang dilaksanakan secara hybrid ini melibatkan unsur pemerintah pusat dan daerah, TNI, Polri, serta instansi terkait untuk mengevaluasi perkembangan karhutla dan memperkuat langkah penanganan di lapangan.

Dalam arahannya, Menteri Kehutanan menekankan bahwa penurunan jumlah titik panas harus menjadi momentum untuk mempercepat penanganan karhutla. Seluruh pihak diminta tidak lengah dan terus meningkatkan kesiapsiagaan, mengingat kondisi cuaca maupun faktor lain berpotensi memicu kembali kebakaran.

“Angka titik panas yang mulai menurun justru harus memotivasi kita untuk segera menuntaskan penanganan karhutla. Selama jumlahnya masih rendah, kita harus bergerak cepat dengan kekuatan yang ada agar kebakaran tidak kembali meluas,” ujar Menteri Kehutanan.

Berdasarkan data titik panas dengan tingkat kepercayaan tinggi hingga 22 Oktober 2026 pukul 23.59 WIB, tercatat 39 titik panas di Kalimantan Barat. Dari jumlah tersebut, 37 titik berada di Kabupaten Ketapang, sementara masing-masing satu titik terpantau di Kabupaten Melawi dan Kabupaten Sintang. Secara kumulatif pada periode 23 September hingga 22 Oktober 2026, Kalimantan Barat mencatat 1.712 titik panas, dengan 1.604 titik di antaranya berada di Kabupaten Ketapang.

Menteri Kehutanan meminta seluruh unsur yang terlibat untuk menyampaikan perkembangan penanganan di lapangan, mencocokkan data, serta mengidentifikasi langkah lanjutan dan kebutuhan tambahan personel. Penguatan dukungan lintas sektor menjadi salah satu fokus pembahasan agar penanganan dapat dilakukan secara cepat dan terkoordinasi.

Dalam rapat tersebut, dibahas penguatan dukungan personel lintas sektor untuk mempercepat penanganan karhutla. Kementerian Kehutanan menyiapkan penugasan 104 personel, sementara Polri merencanakan penambahan sekitar 300 personel dan TNI sebanyak 400 personel. Dukungan BPBD juga direncanakan meningkat dari 7 menjadi 17 personel.

Kementerian Kehutanan menyiapkan penugasan 104 personel untuk mendukung penanganan di tiga lokasi, yaitu Cagar Alam Muara Kendawangan, Desa Seriam sebanyak 20 personel, Desa Pembedilan sebanyak 44 personel, serta wilayah PBPH PT Buana Megatama Jaya sebanyak 40 personel. Kedatangan personel dijadwalkan berlangsung pada 23–26 Oktober 2026, dengan masa penugasan selama 14 hari.

Rapat koordinasi ini turut melibatkan perwakilan BNPB, BMKG, Pemerintah Provinsi Kalimantan Barat, Pemerintah Kabupaten Ketapang, TNI, Polri, BPBD, serta jajaran teknis Kementerian Kehutanan. Kolaborasi antarlembaga diperlukan untuk memastikan pertukaran informasi, dukungan personel, dan pelaksanaan langkah penanganan berjalan selaras sesuai kebutuhan di lapangan.

Menteri Kehutanan menegaskan bahwa penanganan karhutla membutuhkan kerja bersama dan kesiapsiagaan berkelanjutan. Seluruh pihak diminta menjaga koordinasi serta memanfaatkan momentum penurunan titik panas untuk mempercepat penanganan, terutama di Kabupaten Ketapang yang masih mendominasi jumlah titik panas di Kalimantan Barat.

 

Sumber : https://www.kehutanan.go.id/news/kemenhut-siapkan-104-personel-untuk-percepat-penanganan-karhutla-di-ketapang 

Baca Terusannya »»  

Perkuat Pertumbuhan Ekonomi Digital, Pemerintah Dorong Media Lokal Jadi Penggerak Ekonomi Daerah


 

Di tengah berbagai ketidakpastian global, Pemerintah akan terus menjaga momentum pertumbuhan ekonomi nasional agar tetap kuat dan berkelanjutan. Capaian pertumbuhan ekonomi sebesar 5,45% (ctc) pada Semester I-2026 menunjukkan bahwa kinerja perekonomian Indonesia masih berada pada jalur yang sesuai untuk mencapai target pertumbuhan yang telah ditetapkan. Ke depan, Pemerintah akan terus mendorong penguatan daya beli masyarakat, peningkatan investasi, percepatan hilirisasi, serta transformasi digital dan pengembangan UMKM sebagai upaya memperkuat daya saing dan menjaga keberlanjutan pertumbuhan ekonomi nasional.

Selain menjaga momentum pertumbuhan ekonomi nasional, Pemerintah terus mendorong penguatan ekonomi daerah melalui akselerasi investasi dan optimalisasi Kawasan Ekonomi Khusus (KEK) serta Kawasan Industri (KI) untuk mengembangkan sektor unggulan daerah. Saat ini, terdapat 25 KEK dan 181 KI dengan total luas mencapai 125 ribu hektare. Khusus KEK, akumulasi investasi telah mencapai Rp368 triliun dan mampu menyerap hampir 250 ribu tenaga kerja.

“Salah satu sumber pertumbuhan baru yang dapat didorong adalah ekonomi digital. Berdasarkan laporan e-Conomy SEA 2025, nilai transaksi bruto ekonomi digital Indonesia mendekati USD100, tumbuh sekitar 14% yoy, sekaligus menjadi yang terbesar di Asia Tenggara,” jelas Staf Ahli Bidang Pembangunan Daerah Haryo Limanseto dalam acara Local Media Summit 2026, Jumat (23/10).

Untuk mendukung transformasi digital dan pertumbuhan ekonomi nasional, Pemerintah terus memperkuat pembangunan infrastruktur digital dan pasokan energi. Kapasitas pusat data nasional yang saat ini berada pada kisaran 0,45–0,58 GW berpotensi meningkat hingga 11 GW pada 2030. Sementara itu, Pemerintah merencanakan penambahan kapasitas energi sebesar 69,5 GW berdasarkan Rencana Usaha Penyediaan Tenaga Listrik (RUPTL) PLN 2025–2034, yang didukung juga oleh program Pembangkit Listrik Tenaga Surya (PLTS) sebesar 100 GWp.

Untuk mencapai target tersebut, Indonesia membutuhkan dukungan sumber daya manusia yang kompeten, dengan kebutuhan sekitar 9 juta talenta digital hingga 2030. Pemerintah terus merespons kebutuhan tersebut melalui penguatan pendidikan, program Beasiswa Talenta Digital (Digital Talent Scholarship), kerja sama pelatihan dengan penyedia teknologi dan negara lain, termasuk melalui WAICO, serta pemberian insentif Super Tax Deduction hingga 200% untuk kegiatan pelatihan vokasi.

Seiring dengan penguatan infrastruktur dan pengembangan talenta digital, Pemerintah juga mendorong pemanfaatan ekonomi digital untuk membuka peluang usaha dan memperluas pasar, termasuk bagi media lokal. Dengan jutaan pengguna internet pada 2026, media lokal dapat mengambil peran dalam mempromosikan produk UMKM, pariwisata, dan potensi unggulan daerah melalui pemasaran digital, produksi konten kreatif, serta kegiatan komunitas yang dapat menjadi sumber pendapatan baru.

Menutup sambutan, Staf Ahli Haryo juga menyampaikan bahwa industri media lokal saat ini menghadapi tantangan perubahan lanskap periklanan yang mendorong perlunya diversifikasi sumber pendapatan. Salah satunya melalui transformasi menuju konsep Beyond Media yang membuka peluang pengembangan layanan kreatif, pengelolaan komunitas, serta penyelenggaraan kegiatan bernilai komersial. Untuk itu, media lokal diharapkan semakin berdaya saing dan mampu menjadi penggerak pertumbuhan ekonomi nasional.

“Dalam memperluas peluang bisnis tentu harus tetap diimbangi dengan independensi editorial dan kredibilitas informasi, karena kepercayaan publik merupakan modal utama keberlanjutan industri media,” pungkas Staf Ahli Haryo.

Turut hadir dalam kesempatan tersebut diantaranya yakni Pemimpin Redaksi Suara.com, Country Program Manager International Media Support Indonesia, pimpinan dan pengelola media, serta pelaku usaha. 

 

 

 

Sumber : https://www.ekon.go.id/publikasi/detail/7180/perkuat-pertumbuhan-ekonomi-digital-pemerintah-dorong-media-lokal-jadi-penggerak-ekonomi-daerah 

Baca Terusannya »»  

Menhan Sjafrie Tinjau Yonif TP 817/Aoba di Merauke, Dorong Penguatan Ketahanan Pangan dan Kesejahteraan Masyarakat

 


Marauke – Menteri Pertahanan Republik Indonesia (Menhan RI) Sjafrie Sjamsoeddin melaksanakan kunjungan kerja ke Batalyon Infanteri Teritorial Pembangunan (Yonif TP) 817/Aoba di Kabupaten Merauke, Provinsi Papua Selatan, Jumat (23/10/2026).

Selain menjaga kedaulatan dan keutuhan Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI), satuan ini diharapkan mampu memberikan kontribusi nyata dalam mendukung pembangunan daerah, khususnya melalui penguatan ketahanan pangan, pertanian, peternakan, serta peningkatan kesejahteraan masyarakat.

Kehadiran TNI harus menjadi bagian dari solusi bagi rakyat, sejalan dengan semangat Sistem Pertahanan dan Keamanan Rakyat Semesta (Sishankamrata), bahwa kekuatan pertahanan negara bertumpu pada kemanunggalan TNI dan rakyat.


Sumber : https://www.kemhan.go.id/2026/10/24/menhan-sjafrie-tinjau-yonif-tp-817-aoba-di-merauke-dorong-penguatan-ketahanan-pangan-dan-kesejahteraan-masyarakat.html

Baca Terusannya »»  

Ungkap Penyelundupan 1,16 Ton Ketamin di Sumut, Kapolri : Berpotensi Selamatkan 5,8 Juta Jiwa

 

MEDAN – Kapolri Jenderal Polisi Dr. (H.C.) Suyudi Ario Seto menegaskan bahwa pengungkapan penyelundupan 1,16 ton ketamin hidroklorida (HCl) di perairan Sumatera Utara bukan sekadar keberhasilan penegakan hukum, tetapi juga langkah strategis untuk melindungi jutaan masyarakat, khususnya generasi muda, dari ancaman penyalahgunaan zat berbahaya.

Dalam operasi laut gabungan yang melibatkan Bareskrim Polri, Badan Narkotika Nasional (BNN) RI, Direktorat Jenderal Bea dan Cukai, Ditpolair Baharkam Polri, serta Polda Sumatera Utara, petugas berhasil mengamankan 1.160 kilogram ketamin HCl dari kapal tanker MT Global 168.

Berdasarkan estimasi dalam bahan rilis operasi, barang bukti tersebut berpotensi menyelamatkan sekitar 5,8 juta jiwa dari ancaman penyalahgunaan ketamin. Sementara itu, nilai ekonomis barang bukti diperkirakan mencapai Rp1,856 triliun, meskipun angka tersebut masih perlu dikonfirmasi berdasarkan perhitungan resmi penyidik.

“Barang bukti yang disita hari ini bukan sekadar angka pencapaian, melainkan potensi penyelamatan jutaan jiwa generasi muda bangsa,” ujar Suyudi dalam keterangannya.

Kapolri menegaskan, keberhasilan tersebut merupakan wujud nyata keseriusan negara dalam menghadapi kejahatan transnasional yang mengancam keselamatan masyarakat. Menurutnya, pemberantasan narkotika tidak hanya berorientasi pada penindakan terhadap pelaku, tetapi juga mencegah zat berbahaya beredar dan merusak masa depan generasi penerus bangsa.

“Sebagai bentuk komitmen nyata negara dalam melindungi masyarakat dari kejahatan transnasional, pengungkapan yang kita saksikan hari ini merupakan wujud keseriusan aparat TNI, Polri, Bea Cukai, BNN, dan pemerintah daerah,” katanya.

Kapal MT Global 168 Dipantau Sebelum Dicegat

Pengungkapan kasus ini berawal dari analisis intelijen terhadap pergerakan kapal MT Global 168 yang terpantau mencurigakan di kawasan Selat Malaka hingga Laut Andaman. Tim gabungan melakukan pemantauan terhadap pergerakan kapal sebelum menyusun strategi pencegatan.

Kapolri menjelaskan, operasi tersebut dilaksanakan secara senyap melalui koordinasi lintas instansi untuk memastikan penindakan berjalan efektif.

“Langkah strategis ini diwujudkan melalui operasi gabungan atau joint operation secara senyap,” ujar Suyudi.

Pada 20 Oktober 2026, tim gabungan berhasil mencegat kapal tersebut di perairan sekitar Tanjung Balai Asahan, Sumatera Utara. Kapal kemudian dikawal menuju Pelabuhan Belawan untuk menjalani pemeriksaan menyeluruh.

Petugas menemukan 58 karung berwarna hijau yang disimpan di ruang pompa kapal. Karung tersebut berisi 1.160 bungkus ketamin HCl dengan berat masing-masing satu kilogram. Hasil pengujian laboratorium memastikan barang bukti tersebut positif mengandung ketamin HCl.

Dalam operasi itu, petugas juga mengamankan delapan awak kapal, terdiri atas tujuh warga negara Indonesia dan satu warga negara Taiwan. Penyidik Bareskrim Polri menetapkan seorang warga negara Taiwan berinisial YCY (42) sebagai tersangka, sedangkan tujuh awak kapal lainnya masih berstatus saksi.

Selain ketamin, petugas menyita satu unit kapal MT Global 168, 14 alat komunikasi, serta sejumlah perlengkapan kapal lainnya.

Kapolri: Tidak Ada Ruang bagi Sindikat Narkotika

Suyudi menegaskan, keberhasilan pengungkapan tersebut harus menjadi pengingat bahwa ancaman narkotika membutuhkan penanganan serius dan berkelanjutan. Menurutnya, jaringan penyelundupan dapat memanfaatkan jalur laut dan pola pengiriman lintas negara sehingga diperlukan pengawasan serta pertukaran informasi yang kuat antarlembaga.

“Kami tegaskan kembali bahwa seluruh aparat penegak hukum di Indonesia akan terus berdiri di garis terdepan untuk melindungi generasi muda dari sindikat narkotika,” tegasnya.

Kapolri juga mengapresiasi seluruh personel dan instansi yang terlibat dalam operasi gabungan tersebut. Ia menilai sinergi aparat menjadi kunci dalam mempersempit ruang gerak penyelundup sekaligus memperkuat perlindungan terhadap masyarakat.

“Kecurigaan di lapangan dan kepedulian masyarakat merupakan mata dan telinga yang menjadi bagian dari benteng pertahanan bangsa,” ujarnya.

Ia mengajak seluruh elemen masyarakat untuk meningkatkan kewaspadaan dan berperan aktif dalam mencegah peredaran narkotika di lingkungan masing-masing.

“Untuk itu, mari kita rapatkan barisan dan bersama-sama mewujudkan Indonesia yang aman, tangguh, dan bersih dari narkoba,” kata Suyudi.

Kapolri menegaskan, upaya pemberantasan narkotika akan terus diperkuat melalui penindakan terhadap jaringan pemasok, pengawasan jalur masuk, pencegahan penyalahgunaan, serta kolaborasi bersama masyarakat.

Pengungkapan 1,16 ton ketamin di Sumatera Utara menjadi bagian dari komitmen tersebut, dengan tujuan utama melindungi keselamatan masyarakat dan menjaga masa depan generasi muda Indonesia.


Baca Terusannya »»