Cari Blog Ini

Senin, 17 Agustus 2026

Karnaval Bersatu Harmoni Nusantara Isi Malam HUT ke-81 Kemerdekaan RI

 



Peringatan Hari Ulang Tahun (HUT) ke-81 Kemerdekaan Republik Indonesia (RI) berlanjut dengan gelaran Karnaval Bersatu Harmoni Nusantara yang dilaksanakan di kawasan Monumen Nasional (Monas), Jakarta, pada Senin malam, 17 Agustus 2026. Antusiasme masyarakat tampak memenuhi kawasan Monas untuk menyaksikan unjuk kreativitas rangkaian kendaraan hias yang menjadi bagian dari perayaan HUT Kemerdekaan RI tersebut.

Presiden Prabowo Subianto tiba di kawasan Monas sekitar pukul 19.15 WIB dan tampak melambaikan tangan, menyapa masyarakat yang telah memadati kawasan Monas. Presiden Prabowo kemudian disambut oleh Wakil Presiden Gibran Rakabuming dan Menteri Sekretaris Negara Prasetyo Hadi.

Acara Karnaval Bersatu Harmoni Nusantara diawali dengan lantunan lagu Indonesia Raya yang dinyanyikan serentak oleh masyarakat yang hadir. Suasana khidmat sekaligus penuh semangat kebangsaan pun terasa di kawasan Monas.

Kemudian, rangkaian acara dilanjutkan dengan ‘Pagelaran Sabang Merauke’ yang menampilkan persembahan musik dan gerak tari nusantara. Setelahnya, penampilan drumben dari Universitas Pertahanan yang membawakan lagu ‘Maju Tak Gentar’ menandai dimulainya karnaval.

Sebanyak 32 kendaraan hias dari berbagai kementerian, lembaga, serta pelajar kemudian melintas secara bergantian, mulai dari kendaraan hias Kementerian Dalam Negeri, Kementerian Luar Negeri, Badan Gizi Nasional, dan diakhiri dengan kendaraan hias Kepolisian Negara Republik Indonesia (Polri).

Selama karnaval berlangsung, Presiden Prabowo tampak memberikan hormat dan membalas lambaian tangan para menteri serta peserta yang tampil di atas kendaraan dengan penuh semangat. Sorak masyarakat turut memeriahkan suasana setiap kali masing-masing kendaraan hias melintas, menampilkan beragam kreativitas serta capaian program dari masing-masing kementerian dan lembaga.

Kemeriahan Karnaval Bersatu Harmoni Nusantara semakin semarak dengan gemerlap pesta kembang api yang menjadi penutup rangkaian kegiatan di kawasan Monas. Tepuk tangan masyarakat pun bergema, mengiringi perjalanan parade kendaraan hias yang bergerak meninggalkan kawasan Monas.

Rangkaian kendaraan hias tersebut tidak hanya menambah kemeriahan peringatan HUT ke-81 Kemerdekaan RI, tetapi juga menjadi bagian dari perayaan kebersamaan masyarakat dan pemerintah dalam memperingati hari kemerdekaan.

 

 

Sumber : https://presidenri.go.id/siaran-pers/karnaval-bersatu-harmoni-nusantara-isi-malam-hut-ke-81-kemerdekaan-ri/ 

Baca Terusannya »»  

Antusiasme Masyarakat Warnai HUT ke-81 Kemerdekaan RI di Istana, Suvenir dan Jamuan Rakyat Tinggalkan Kesan Mendalam

 

Kehadiran masyarakat dari berbagai daerah pada Upacara Peringatan Hari Ulang Tahun (HUT) Ke-81 Kemerdekaan Republik Indonesia di Istana Kepresidenan Jakarta, Senin, 17 Agustus 2026, menghadirkan cerita dan kesan tersendiri. Selain menyaksikan secara langsung jalannya upacara yang khidmat, para undangan juga menikmati beragam pertunjukan seni budaya, jamuan rakyat, hingga membawa pulang paket suvenir yang menjadi kenang-kenangan istimewa dari Istana.

Muhammad Arham Syarif, warga asal Pekalongan yang kini berdomisili di Jakarta, mengungkapkan rasa syukurnya dapat hadir di Istana setelah melalui proses pendaftaran yang cukup ketat. Ia mengaku sempat mengalami kendala saat pendaftaran hari pertama, sebelum akhirnya berhasil memperoleh undangan pada kesempatan berikutnya.

“Kesannya sangat-sangat luar biasa sekali dan senang sekali, bersyukur sekali. Karena saya ingin datang ke Istana dan mengikuti upacara sudah sejak lama ya. Sejak lama sekali, sejak tahun 2013, dan kebetulan di tahun 2013 Kota Pekalongan menampilkan persembahan yaitu Tari Jelangkrang di Istana Merdeka,” ujar Arham yang pada kesempatan tersebut mengenakan pakaian adat Betawi.

Menurut Arham, salah satu hal yang paling berkesan adalah beragam pertunjukan seni dan budaya yang ditampilkan sepanjang rangkaian acara. Selain itu, Arham juga menjelaskan suvenir yang didapat sebagai buah tangan mengikuti upacara di Istana.

“Oke teman-teman, jadi kalau datang ke istana, teman-teman dapat souvenir. Pertama ada topi. Terus kita dapat buku dari Bapak Presiden. Habis itu kita juga dapat kaus. Dan masih banyak lagi tentunya di dalam sini. Jadi ga sia-sia, seneng banget bisa datang ke istana. Hari ini bisa mengikuti upacara hari ini tentunya,” imbuh Arham.

Kesan positif juga disampaikan Qaisra Gemma yang mengaku menikmati seluruh rangkaian acara, mulai dari upacara hingga jamuan rakyat yang menghadirkan pelaku usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM).

“Menurut saya itu sangat berkesan karena sekaligus membantu UMKM lokal,” ujarnya.

Selain suasana perayaan, paket suvenir yang dibawa pulang para undangan turut menjadi daya tarik tersendiri. Arham memperlihatkan sejumlah suvenir yang diterimanya, di antaranya topi, kaus, dan buku dari Presiden, serta berbagai cendera mata lainnya.

“Isinya banyak banget, pertama ada kipas, ada topi, ada baju dan yang lain-lain juga ada buku, banyak banget,” imbuh Qaisra.

Hal serupa dirasakan Sephia dan Reni, dua peserta yang baru saling mengenal saat menghadiri upacara. Keduanya mengaku terkesan dengan banyaknya suvenir dan sajian yang diterima selama berada di Istana.

“Happy banget sih ya Kak ya, dapet banyak banget dan juga ini yang kita dapet sangat berguna untuk kita pakai sehari-hari,” kata Sephia.

Reni pun mengungkapkan bahwa pengalaman membawa pulang berbagai suvenir dari Istana menjadi kenangan yang tidak terlupakan. “Rasanya kayak mau pulang kampung aja sih, bawanya banyak,” ucap Reni sambil tersenyum.

Beragam kisah dan kesan para undangan tersebut menunjukkan bahwa peringatan HUT ke-81 Kemerdekaan Republik Indonesia di Istana tidak hanya menjadi momentum nasional yang penuh makna, tetapi juga ruang kebersamaan yang mempertemukan masyarakat dari berbagai latar belakang dalam semangat persatuan, gotong royong, dan cinta tanah air.





Baca Terusannya »»  

Kirab Bendera Pusaka dan Teks Proklamasi Tutup Rangkaian HUT ke-81 Kemerdekaan RI di Istana Merdeka

 


Suasana peringatan Hari Ulang Tahun (HUT) ke-81 Kemerdekaan Republik Indonesia semakin semarak pada Senin sore, 17 Agustus 2026. Kirab budaya yang membawa duplikat Bendera Merah Putih dan teks Proklamasi kembali digelar dari Istana Merdeka menuju Monumen Nasional (Monas), menghadirkan perpaduan nuansa kenegaraan, budaya, dan semangat kebangsaan di tengah masyarakat.

Prosesi kirab diawali dari mimbar kehormatan Istana Merdeka dengan penyerahan duplikat Bendera Merah Putih dan naskah teks Proklamasi. Kedua benda bersejarah tersebut diserahkan oleh Perwira Pasukan Pengamanan Presiden (Paspampres) kepada Tim Purna Paskibraka Duta Pancasila untuk selanjutnya diarak menuju Monas.

Duplikat Bendera Merah Putih dibawa oleh Nindya Eltsani Fawwaz, Purna Paskibraka Tahun 2025 yang mewakili Provinsi Jambi. Sementara itu, Bianca Alessia Christabella Lantang, Purna Paskibraka Tahun 2025 asal Provinsi Sulawesi Utara, dipercaya membawa teks Proklamasi.

Kedua benda bersejarah tersebut kemudian dibawa menuju Monas menggunakan Kereta Kencana Garuda Prabayaksa. Kemeriahan arak-arakan semakin terasa dengan hadirnya 45 pasukan motoris, 170 taruna/taruni yang tergabung dalam Drum Corps Pelopor Cendrawasih Akademi Kepolisian. Sekitar 120 pasukan berkuda juga turut ambil bagian dalam kirab, memperkuat nuansa seremoni sekaligus menjadi daya tarik tersendiri bagi masyarakat yang menyaksikan dari sepanjang rute.

Tidak ketinggalan, pasukan Nusantara turut mengiringi perjalanan. Mereka tampil mengenakan beragam busana adat dari berbagai daerah di Indonesia. Keberagaman pakaian tradisional tersebut menjadi gambaran nyata kekayaan budaya Nusantara yang berpadu dalam satu perayaan kemerdekaan.

Antusiasme warga pun terlihat sepanjang jalur kirab. Ribuan masyarakat memadati rute perjalanan, melambaikan tangan kepada rombongan, serta mengabadikan momen bersejarah tersebut menggunakan telepon seluler. Kehadiran masyarakat membuat suasana kirab semakin meriah, sekaligus menunjukkan tingginya perhatian publik terhadap rangkaian peringatan HUT ke-81 Kemerdekaan Republik Indonesia.

Setelah menempuh perjalanan dari Istana Merdeka, rombongan kirab tiba di kawasan Monas. Duplikat Bendera Merah Putih dan teks Proklamasi kemudian dibawa menuju Ruang Kemerdekaan Monas, tempat keduanya akan kembali disimpan dengan penuh penghormatan. Prosesi tersebut menandai berakhirnya perjalanan kirab sekaligus menjadi penutup rangkaian peringatan HUT ke-81 Kemerdekaan Republik Indonesia di Istana Merdeka.

 

 

Sumber : https://presidenri.go.id/siaran-pers/kirab-bendera-pusaka-dan-teks-proklamasi-tutup-rangkaian-hut-ke-81-kemerdekaan-ri-di-istana-merdeka/ 

Baca Terusannya »»  

Di Balik Kirab Bendera Pusaka, Kisah Mereka yang Menjaga Merah Putih dengan Penuh Kebanggaan

 


i balik kemeriahan Kirab Bendera Pusaka dalam peringatan HUT ke-81 Kemerdekaan Republik Indonesia, Senin, 17 Agustus 2026, terdapat kisah tentang mereka yang menjalankan tugas dengan penuh kebanggaan dan tanggung jawab. Salah satunya adalah Bianca Alessia Christabella Lantang, Purna Paskibraka asal Sulawesi Utara yang dipercaya membawa teks Proklamasi dalam prosesi penurunan Bendera Negara Sang Merah Putih.

Kesempatan tersebut membuat Bianca merasa bahagia sekaligus bersyukur. Bagi Bianca, membawa teks Proklamasi bukan sekadar kehormatan, melainkan amanah yang harus dijalankan dengan penuh keseriusan.

“Tentunya sangat senang dan bersyukur karena ini juga merupakan tugas yang menurut saya, tugas yang harus penuh dengan tanggung jawab dan keseriusan,” ujarnya.

Cerita serupa datang dari Nindya Eltsani Fawwaz, Purna Paskibraka 2025 asal Jambi. Dalam kirab dari Istana Merdeka menuju Monas, Nindya dipercaya membawa duplikat Bendera Pusaka. Tugas tersebut membuatnya harus berkonsentrasi penuh sepanjang perjalanan.

“Tentunya rasanya juga sangat deg-degan, karena kita harus menjaga bendera itu biar nggak jatuh atau nggak kena angin atau terlipat gitu, tapi harus tetap tenang dan tetap tersenyum dalam membawa bendera tersebut,” ungkapnya.

Di sisi lain, kemeriahan kirab juga ditopang oleh kesiapan pasukan berkuda. Kolonel Taufik Dwinova, Komandan Kavaleri sekaligus pemimpin pasukan berkuda, mengatakan sekitar 120 ekor kuda dilibatkan dalam kirab pagi dan sore.

Formasi tersebut memiliki makna simbolis. Kelompok 17 melambangkan tanggal kemerdekaan, kelompok 8 mewakili bulan Agustus, sedangkan kelompok 81 menjadi simbol HUT ke-81 Republik Indonesia. Persiapannya dilakukan jauh-jauh hari hingga berbulan-bulan.

“Harapannya dengan kita melakukan persiapan dengan baik, apa yang akan ditampilkan di acara ini kepada masyarakat juga tentunya sebagai sebuah suguhan yang terbaik yang bisa menghibur warga masyarakat dan memberikan kebanggaan tersendiri bagi seluruh warga Indonesia,” ucapnya.

Sementara itu, Kapten CPM (K) Vikita Putri, S. Tr. Han mendapat kepercayaan sebagai pemimpin 45 pasukan motoris. Mereka terdiri dari 15 personel wanita TNI dan 30 personel laki-laki dengan formasi paruh lembing. Bagi Vikita, kepercayaan tersebut menjadi kebanggaan sekaligus tanggung jawab besar.

“Perasaan saya terharu dan bangga akan tanggung jawab pada tahun ini saya bisa menjadi Danki motoris dalam rangkaian HUT RI ke-81,” ujarnya.

Di balik ketegasan memimpin pasukan, Vikita juga membawa doa keluarganya. Ia secara khusus menyampaikan pesan kepada kedua anaknya, El dan Al, yang menjadi sumber semangatnya menjalankan tugas.

“Pesan buat anakku tersayang, El dan Al, kamu harus bangga sama ibu karena ibu bisa di titik ini, bisa di hari ini dengan doa kalian. Dan ibu mencurahkan semua tenaga ibu hari ini buat jadi kebanggaan kalian,” tuturnya.

Kirab Bendera Pusaka bukan hanya parade yang menghadirkan kemeriahan kereta kencana, pasukan berkuda, motoris dan busana Nusantara. Di baliknya ada latihan, disiplin, pengorbanan, serta kebanggaan orang-orang yang dipercaya membawa simbol-simbol penting perjalanan bangsa.





Baca Terusannya »»  

Usai Tunaikan Amanah di Istana, Paskibraka Ceritakan Haru, Perjuangan, dan Doa untuk Indonesia

 


Di balik langkah tegap, gerakan yang serempak, dan berkibarnya Sang Merah Putih di halaman Istana Merdeka, tersimpan cerita tentang haru, perjuangan, doa, dan kebanggaan. Bagi para Pasukan Pengibar Bendera Pusaka (Paskibraka) yang bertugas pada HUT ke-81 Kemerdekaan Republik Indonesia, Senin, 17 Agustus 2026, momen tersebut bukan sekadar menjalankan amanah negara, melainkan pengalaman yang akan menjadi kenangan seumur hidup.

Salah satunya dirasakan Maharazthu Rizqhy Ramadhana Chubuyana dari Provinsi Nusa Tenggara Barat. Dalam Upacara Penurunan Bendera Negara Sang Merah Putih, Maharazthu dipercaya menjalankan tugas sebagai pengerek bendera dalam Kelompok 8. Baginya, berada di posisi tersebut merupakan pencapaian yang membanggakan sekaligus mengharukan.

“Perasaan saya tentu saja bahagia, bahagia terharu karena bisa sampai ke pasukan 8, yaitu pengerek bendera karena semua impian laki-laki yang Paskibraka pasti ingin jadi kelompok 8,” tuturnya.

Atanasius Meyllano Frans Yogar, Paskibraka asal Provinsi Nusa Tenggara Timur, yang dipercaya sebagai Komandan Kelompok 8 pada prosesi penurunan Sang Merah Putih juga mengaku tidak pernah menyangka dapat mencapai posisi tersebut. Menurutnya, sejak awal mengikuti seleksi, ia hanya menjalaninya dengan penuh keyakinan dan menyerahkan hasilnya kepada Tuhan.

“Ikut saja seleksi, mau sampai mana Tuhan kasih, pasti bersyukur dan menjalankan tugas yang baik,” ujarnya.

Bagi Atanasius, keberhasilan menjalankan tugas tidak lepas dari doa dan dukungan keluarga. Ia pun menyampaikan terima kasih kepada orang-orang terdekat yang terus memberikan kekuatan selama menjalani proses sebagai Paskibraka nasional.

“Untuk Bapak Mama, saudara semua yang ada di NTT, yang sekarang terjadi bencana. Atanasius dari sini dan teman-teman turut berdoa dan mengucapkan turut berduka cita yang sebesar-besarnya karena terjadi gempa yang sangat besar di sana,” ucapnya dengan haru.

Cerita kebanggaan juga datang dari Neeltje Deliana Insjowi Werimon, Paskibraka asal Provinsi Papua yang dipercaya sebagai pembawa baki pada prosesi penurunan Bendera Negara Sang Merah Putih. Bagi Neeltje, pengalaman tersebut terasa semakin istimewa karena Paskibraka tingkat nasional merupakan pengalaman pertamanya.

“Tentunya saya bahagia sekali dan tidak expect sekali karena ini pertama kali saya mengikuti Paskibra, bisa lulus tingkat nasional, bisa menjadi pembawa baki dan bisa membawa nama baik Provinsi Papua,” kata Neeltje.

Di balik keberhasilan para Paskibraka menjalankan tugas, terdapat pula peran para pembina dan komandan yang mendampingi mereka selama masa persiapan. Salah satunya Kapten Pnb Bagus Setianto, Komandan Kompi pada Upacara Penurunan Bendera. Selama mendampingi para Paskibraka, bukan hanya disiplin dan keseriusan yang menjadi bagian dari keseharian tapi juga terjalin kedekatan antara para pembina dan peserta.

“Selama latihan, tentunya banyak cerita. Kami latihan mulai dari pagi sampai sore, menjelang malam hari terkadang. Di situ banyak cerita yang kita laksanakan, selain tentunya kita juga harus dengan serius, tapi banyak canda tawa terhadap adik-adik. Kita juga harus mendekatkan diri tentunya kepada adik-adik biar pelaksanaan dapat berjalan dengan aman lancar,” kata Kapten Bagus.

Kini, setelah seluruh rangkaian tugas ditunaikan, cerita para Paskibraka dan pembina bukan hanya tentang berhasil atau tidaknya sebuah prosesi. Ada kebanggaan karena telah mengibarkan dan menurunkan simbol negara, ada doa untuk keluarga dan daerah asal, serta ada harapan agar pengalaman tersebut menjadi bekal bagi masa depan.



Baca Terusannya »»  

Presiden Prabowo Pimpin Upacara Penurunan Bendera Merah Putih di Istana Merdeka, Tegaskan Semangat Kebersamaan di HUT ke-81 Kemerdekaan RI

 



Presiden Prabowo Subianto memimpin langsung Upacara Penurunan Bendera Negara Sang Merah Putih di halaman Istana Merdeka, Jakarta, Senin sore, 17 Agustus 2026. Upacara tersebut menjadi bagian dari rangkaian peringatan Hari Ulang Tahun (HUT) ke-81 Kemerdekaan Republik Indonesia.

Presiden Prabowo hadir sebagai Inspektur Upacara, sedangkan bertindak sebagai Komandan Upacara adalah Kombes Pol Jerrold Hendra Yosef Kumontoy, yang saat ini menjabat sebagai Kapolresta Balikpapan Polda Kalimantan Timur.

Memasuki prosesi utama, tugas penurunan Bendera Merah Putih dipercayakan kepada tiga anggota Pasukan Pengibar Bendera Pusaka (Paskibraka) Tim Indonesia Adil Makmur. Ketiganya menjalankan tugas dengan formasi dan gerakan yang telah dipersiapkan secara matang.

Atanasius Meyllano Frans Yogar dari Provinsi Nusa Tenggara Timur bertindak sebagai Komandan Kelompok 8. Sementara itu, Mirza Rafi Navazani, pelajar SMAN 1 Sintang asal Kalimantan Barat, dipercaya menjalankan tugas sebagai pembentang bendera. Adapun Maharazthu Rizqhy Ramadhana Chubuyana dari Provinsi Nusa Tenggara Barat, yang kini menempuh pendidikan di SMAN 1 Taliwang, mendapat amanah sebagai pengerek bendera.

Ketiga anggota Paskibraka tersebut perlahan menurunkan Sang Merah Putih dari tiang utama. Setelah berhasil diturunkan, bendera kemudian diserahkan kepada Neeltje Deliana Insjowi Werimon, pembawa bendera asal Provinsi Papua. Dengan penuh kehormatan, Sang Merah Putih selanjutnya dibawa menuju mimbar kehormatan.

Bendera kemudian diserahkan kepada Presiden Prabowo Subianto selaku Inspektur Upacara. Kepala Negara menerima Sang Merah Putih untuk kemudian meletakkannya kembali di mimbar kehormatan.

Prosesi penurunan bendera tersebut menandai berakhirnya rangkaian Upacara Penurunan Bendera Negara Sang Merah Putih. Momen itu sekaligus menjadi penutup rangkaian seremoni kenegaraan peringatan HUT ke-81 Kemerdekaan Republik Indonesia di Istana Merdeka.

Sebelum meninggalkan mimbar kehormatan, Presiden Prabowo menyampaikan apresiasi kepada seluruh peserta upacara yang telah mengikuti rangkaian peringatan sejak pagi hingga sore dengan tertib dan penuh semangat. “Terima kasih atas pelaksanaan upacara yang tertib dan khidmat,” ucap Presiden.

Upacara yang berlangsung khidmat tersebut tidak hanya menjadi penanda berakhirnya seremoni kenegaraan, tetapi juga menghadirkan penghormatan mendalam terhadap Sang Merah Putih sebagai simbol perjuangan, persatuan, dan kedaulatan bangsa. Apresiasi Presiden Prabowo kepada seluruh peserta menjadi penutup yang menegaskan semangat kebersamaan dalam memperingati 81 tahun perjalanan Indonesia sebagai bangsa yang merdeka.

 

 

Sumber : https://presidenri.go.id/siaran-pers/presiden-prabowo-pimpin-upacara-penurunan-bendera-merah-putih-di-istana-merdeka-tegaskan-semangat-kebersamaan-di-hut-ke-81-kemerdekaan-ri/ 

Baca Terusannya »»  

Tim Paskibraka “Indonesia Adil Makmur” Siap Bertugas pada Upacara Penurunan Bendera di Istana Merdeka


 Tim Pasukan Pengibar Bendera Pusaka (Paskibraka) yang akan mengemban tugas pada Upacara Penurunan Bendera Negara Sang Merah Putih di Istana Merdeka telah ditetapkan. Dalam prosesi penurunan bendera pada peringatan HUT ke-81 Kemerdekaan Republik Indonesia, para putra-putri terbaik dari berbagai provinsi di Indonesia tersebut tergabung dalam tim bernama “Indonesia Adil Makmur.”

Dalam formasi utama, Neeltje Deliana Insjowi Werimon, perwakilan Provinsi Papua, dipercaya sebagai pembawa bendera Merah Putih. Pelajar SMA Negeri 8 Jayapura tersebut akan mengemban salah satu tugas penting dalam prosesi penurunan Sang Merah Putih di halaman Istana Merdeka. Sementara itu, posisi cadangan pembawa baki dipercayakan kepada Ismi Ulfaida, Paskibraka putri asal Provinsi Sulawesi Barat yang merupakan siswi Sekolah Rakyat.

Pada unsur formasi lainnya, Atanasius Meyllano Frans Yogar dari Provinsi Nusa Tenggara Timur (NTT), siswa SMA Katolik Giovanni Kupang, didaulat sebagai Komandan Kelompok 8. Sedangkan tugas sebagai pengerek bendera diamanahkan kepada Maharazthu Rizqhy Ramadhana Chubuyana, Paskibraka perwakilan Provinsi Nusa Tenggara Barat (NTB) yang menempuh pendidikan di SMAN 1 Taliwang. Sementara itu, Mirza Rafi Navazani dari Provinsi Kalimantan Barat, pelajar SMAN 1 Sintang, dipercaya menjalankan tugas sebagai pembentang bendera.

Untuk formasi lainnya, posisi Komandan Kelompok 17 dipercayakan kepada Baruno Wicaksono, Paskibraka asal Provinsi Jawa Barat yang bersekolah di SMA Taruna Nusantara Cimahi. Sementara itu, tugas sebagai Komandan Kompi Paskibraka dipercayakan kepada Kapten Pnb Bagus Setianto, yang saat ini menjabat sebagai Kapokops Flight FGS Skadud 5 Wingud 5 Lanud Sultan Hasanuddin.

Penetapan Tim Paskibraka “Indonesia Adil Makmur” menjadi bagian penting dalam rangkaian peringatan HUT ke-81 Kemerdekaan Republik Indonesia. Para anggota Paskibraka akan mengemban amanah dalam prosesi penurunan Sang Merah Putih dengan penuh disiplin, kehormatan, dan tanggung jawab, sekaligus menjadi representasi generasi muda Indonesia dalam menjaga nilai-nilai kebangsaan dan semangat kemerdekaan.



Sumber : https://setneg.go.id/baca/index/tim_paskibraka_indonesia_adil_makmur_siap_bertugas_pada_upacara_penurunan_bendera_di_istana_merdeka

 

Baca Terusannya »»  

Dari Panggung GBN hingga Sekolah Rakyat, Semangat Generasi Muda Tampil di Istana pada Peringatan HUT ke-81 Kemerdekaan RI


 

Suasana Istana Jakarta, pada peringatan Hari Ulang Tahun (HUT) ke-81 Kemerdekaan Republik Indonesia menjadi pengalaman yang tak terlupakan bagi para generasi muda yang mendapat kesempatan tampil di hadapan Presiden Prabowo Subianto. Di antara mereka, ada Adiel Mintarja dari Provinsi Bali serta Raisya Putri Ahmad dan Jessie Nababan dari SRT 4 DKI Jakarta yang membawa cerita, semangat, dan mimpi masing-masing.

Bagi Adiel, kesempatan tampil di Istana merupakan puncak dari proses panjang yang telah dijalaninya sejak mengikuti audisi Gita Bahana Nusantara (GBN) pada Juli 2026. Sebagai anggota paduan suara GBN dari Provinsi Bali, Adiel mengisi suara alto dan bersama anggota lainnya menjalani rangkaian latihan hingga akhirnya tampil dalam perayaan kemerdekaan.

“Tentu perasannya sangat senang, sangat bangga, dan masih merasa sedikit tidak bisa, ga nyangka ya karena hari ini momen sekali seumur hidup yang sangat berharga bisa mewakili provinsi Bali ikut di paduan suara Gita Bahana Nusantara 2026,” ujar Adiel.

Bagi Adiel, salah satu tantangan terbesar adalah membawakan lagu-lagu daerah dari berbagai penjuru Indonesia. Tidak hanya harus menguasai teknik vokal, ia juga perlu mengenali karakter lagu sekaligus memahami kekayaan budaya yang terkandung di dalamnya.

“Mungkin tantangan tersendiri dari aku, dari suara alto saat kita dikasih lagu-lagu baru yang sebelumnya mungkin karena kita di sini bawa banyak lagu daerah apalagi medley Gita Bahana Nusantara nanti itu dari berbagai daerah dan tentunya ga semua kita hapal ya, itu tantangan tersendiri sih untuk mengenali semua kebudayaan dan lagu-lagunya sih,” tuturnya.

Jika Adiel datang membawa semangat keberagaman musik Indonesia, Raisya Putri Ahmad hadir dengan cerita lain. Siswi SRT 4 DKI Jakarta itu mengaku sangat bahagia sekaligus antusias ketika mengetahui dirinya mendapat kesempatan tampil menjadi bagian paduan suara di Istana.

“Senang, bahagia, dan excited banget. Kapan lagi ya bisa ke sini,” ujar Raisya.

Persiapan yang dilakukan termasuk mengikuti latihan dan gladi bersih sebanyak dua hingga tiga kali, bagi Raisya, bukan sekadar persiapan untuk tampil, tetapi juga menjadi kesempatan untuk membangun kepercayaan diri dan menunjukkan bakat yang selama ini dimilikinya.

“Di sini aku bisa apa ya tampil di depan semua orang dengan percaya diri terus menunjukkan bakat aku yang selama ini terpendam. Terus abis itu kapan lagi bisa dilihat sama presiden dari sana,” tuturnya.

Bagi Raisya, kesempatan berada di Istana juga menjadi momentum untuk menyampaikan rasa terima kasih kepada Presiden Prabowo atas keberadaan Sekolah Rakyat yang menurutnya telah memberikan kesempatan bagi anak-anak untuk kembali membangun harapan dan mengejar cita-cita.

“Teruntuk bapak presiden, Pak Prabowo Subianto terima kasih sudah menciptakan sekolah rakyat yang bikin kita bisa bangkit lagi dan mulai mimpi kita lagi,” ucap Raisya.

Cerita serupa disampaikan Jessie Nababan, siswi SRT 4 DKI Jakarta. Berada di Istana dan tampil dalam rangkaian peringatan kemerdekaan sebagai paduan suara menjadi pengalaman yang sebelumnya tidak pernah ia bayangkan.

“Awalnya aku ga pernah nyangka akan ada di titik seperti ini. Ada berdiri di tengah istana negara ini. Tampil lewat sekolah rakyat aku bisa ada di sini, itu semua juga berkat tuhan dan pasti happy banget sih kak,” kata Jessie.

Berdiri di Istana, bagi Jessie, menjadi bukti bahwa kesempatan dapat membuka jalan bagi seseorang untuk kembali mengejar mimpi. Ia pun menyampaikan rasa syukur sekaligus terima kasih kepada Presiden Prabowo.

“Bapak presiden Prabowo terima kasih banyak, berkat bapak saya bisa bersekolah kembali dan saya bisa ada di tengah-tengah sini itu juga berkat bapak,” ujarnya.

Bagi Adiel, Raisya, dan Jessie, tampil di hadapan Presiden bukan sekadar tentang pertunjukan. Ada rasa bangga, dukungan keluarga, kesempatan untuk menunjukkan kemampuan, serta keyakinan bahwa mimpi dapat terus tumbuh ketika diberikan ruang dan kesempatan.

 

sumber :  https://presidenri.go.id/siaran-pers/dari-panggung-gbn-hingga-sekolah-rakyat-semangat-generasi-muda-tampil-di-istana-pada-peringatan-hut-ke-81-kemerdekaan-ri/

Baca Terusannya »»  

Semarak Cinta Tanah Air dan Keberagaman Warnai Pertunjukan Kesenian HUT ke-81 Kemerdekaan RI

 


Peringatan Hari Ulang Tahun (HUT) ke-81 Kemerdekaan Republik Indonesia (RI) di Halaman Istana Merdeka, Jakarta, pada Senin, 17 Agustus 2026, tidak hanya berlangsung dalam suasana khidmat upacara bendera. Perayaan kemerdekaan juga diwarnai semarak pertunjukan musik, tarian, dan nyanyian yang membawa semangat kebangsaan serta kecintaan terhadap Tanah Air.

Panggung kesenian telah mewarnai suasana Istana sejak sebelum upacara dimulai melalui penampilan pembuka Gita Bahana Nusantara (GBN) yang membawakan sejumlah lagu daerah. Suasana Halaman Istana Merdeka juga semakin semarak dengan penampilan tari kolosal dari sejumlah wilayah, yakni Sulawesi Selatan dan Jawa Timur.

Selain itu, lantunan suara sejumlah penyanyi wanita berbakat Tanah Air turut membangkitkan semangat kebangsaan melalui lagu ‘Zamrud Khatulistiwa’ yang dibawakan oleh Angel Pieters, ‘Negeriku’ oleh Lea Simanjuntak, serta ‘Rayuan Pulau Kelapa’ oleh Dira Sugandi.

Tidak hanya mengantar dimulainya prosesi upacara, kemeriahan sajian seni Nusantara berlanjut setelah upacara selesai. GBN bersama Sekolah Rakyat mempersembahkan lagu ‘Hari Merdeka’ yang membawa semangat nasionalisme.

Peringatan HUT ke-81 Kemerdekaan RI juga dimeriahkan dengan persembahan seni spesial bertajuk ‘Indonesia Rumah Bersama’. Ratusan penampil dari berbagai latar belakang dan kelompok usia turut menjadi bagian dari pertunjukan tersebut, menghadirkan keragaman bangsa.

Menurut kurator penari, Eko Supriyanto, konsep kesenian yang ditampilkan pada momentum kemerdekaan tersebut membawa pesan inklusivitas yang sejalan dengan tema peringatan HUT ke-81 Kemerdekaan RI, yakni berdaulat, adil, dan makmur. “Yang pastinya, yang paling utama dan penting adalah kita menampilkan lebih inklusif. Semakin tahun, semakin harus lebih inklusif dan semakin merata,” jelas Eko.

Pagelaran spesial tersebut dirangkai dengan menggabungkan nyanyian, tarian, bahkan penampilan pencak silat. Eko menyampaikan bahwa gelaran seni tersebut dirancang dengan menghadirkan kolaborasi kuat, baik dari sisi kesenian dan budaya yang diangkat maupun para penampil yang terlibat, mulai dari pelajar, penyanyi, penari, hingga atlet.

“Kemudian ada pertunjukan spesial, dan pertunjukan spesial ini kita juga menunjukkan betapa kolaborasi antara pertunjukan-pertunjukan dari seluruh skema yang ada di seluruh nusantara, kita gabungkan dengan Unhan, Universitas Pertahanan,” ungkapnya.

“Ini yang menjadi keyakinan nyata bahwa selain berdaulat, adil dan makmur. Inklusivitas itu termasuk dari teman-teman Unhan, termasuk dari seniman-seniman, bahkan anak-anak kecil dari SMP, SMA, perguruan tinggi juga kita tampilkan,” pungkasnya.

Penampilan kemudian ditutup dengan lantunan lagu ‘Tanah Airku’ yang dibawakan oleh seluruh penampil dan membangkitkan semangat kebangsaan. Di mimbar kehormatan, Presiden Prabowo tampak berdiri dan turut menyanyikan lagu tersebut bersama seluruh undangan, peserta, hingga masyarakat yang hadir.

Halaman Istana Merdeka pun seketika diselimuti suasana haru dan penuh kebanggaan, menutup rangkaian persembahan seni dalam momentum peringatan HUT ke-81 Kemerdekaan RI.




Sumber : https://presidenri.go.id/siaran-pers/semarak-cinta-tanah-air-dan-keberagaman-warnai-pertunjukan-kesenian-hut-ke-81-kemerdekaan-ri/
Baca Terusannya »»  

17 Penerjun Kopassus dan Kekuatan Alutsista Udara Semarakkan HUT ke-81 Kemerdekaan RI

 


Suasana peringatan Hari Ulang Tahun (HUT) Ke-81 Kemerdekaan Republik Indonesia di kawasan Istana Kepresidenan Jakarta, Senin, 17 Agustus 2026 makin semarak dengan aksi terjun payung oleh Komandan Pasukan Khusus (Kopassus) Tentara Nasional Indonesia (TNI). Aksi terjun payung “Victory Jump” melibatkan 17 penerjun yang menampilkan sejumlah manuver apik.

Manuver tersebut mulai dari penerjunan bertingkat hingga pengibaran Bendera Merah Putih berukuran besar, poster bertuliskan angka 81 sebagai simbol HUT ke-81 Kemerdekaan RI, serta poster Presiden Republik Indonesia. Koordinator Terjun Payung, Brigjen TNI I Gede Putra Yasa mengatakan jumlah 17 penerjun memiliki makna khusus karena merepresentasikan tanggal Proklamasi Kemerdekaan Indonesia.

“Ada 17 penerjun yang melaksanaan penerjunan. Kemudian, 17 ini ya maknanya, kita dalam memperkenalkan hari HUT RI ke-81, memaknai tanggal daripada proklamasi itu sendiri, tanggal 17,” ujar Brigjen TNI I Gede Putra Yasa.

Kemeriahan peringatan kemudian dilanjutkan dengan demonstrasi udara dari TNI Angkatan Udara yang menghadirkan kekuatan alat utama sistem senjata (alutsista) udara. Pertunjukan dibuka dengan giant flag berupa formasi gabungan helikopter TNI dan Polri yang terdiri atas delapan helikopter dengan membawa Bendera Merah Putih.

Atraksi udara dilanjutkan dengan manuver pesawat tempur Hawk, T-50, dan F-16 yang membentuk formasi angka 81 di langit Jakarta. Rangkaian demonstrasi udara juga menampilkan flight pass yang melibatkan sejumlah pesawat tempur di antaranya Hawk, F-16, Rafale, dan Sukhoi.

“Kami elang-elang muda TNI Angkatan Udara dari kokpit pesawat tempur Rafale yang didatangkan Bapak Presiden Prabowo Subianto, mengucapkan Selamat Hari Ulang Tahun Ke-81 Republik Indonesia. Indonesia berdaulat, adil, dan makmur. Merdeka!” ucap salah satu penerbang dari kokpit pesawat.

Kehadiran berbagai alutsista tersebut menjadi bagian dari pertunjukan yang menggambarkan kesiapan dan kekuatan pertahanan udara Indonesia. Atraksi udara ini turut memperkaya dan memeriahkan rangkaian upacara peringatan HUT Ke-81 Kemerdekaan RI yang diikuti oleh masyarakat.

 

 

Sumber : https://presidenri.go.id/siaran-pers/17-penerjun-kopassus-dan-kekuatan-alutsista-udara-semarakkan-hut-ke-81-kemerdekaan-ri/ 

Baca Terusannya »»  

Momen HUT ke-81 RI, Ketua DPR RI Dr. (H.C.) Puan Maharani Sampaikan Duka Cita atas Musibah Gempa di NTT dan Tekankan Soal Keadilan

 

PARLEMENTARIA, Jakarta - Ketua DPR RI Dr. (H.C.) Puan Maharani menghadiri upacara peringatan kemerdekaan Indonesia tahun 2026 di Istana Merdeka, Jakarta. Dalam momen HUT ke-81 RI, Puan pun menekankan pentingnya menjaga persatuan dan kesatuan bangsa, serta tegaknya keadilan bagi seluruh rakyat Indonesia.

Upacara Peringatan Detik-detik Proklamasi Kemerdekaan Republik Indonesia untuk memperingati Hari Ulang Tahun (HUT) ke-81 RI digelar di Istana Merdeka, Jakarta Pusat, Senin (17/8/2026). Presiden Prabowo Subianto bertindak sebagai inspektur upacara.

Dalam HUT RI tahun 2026, Puan pun mengajak masyarakat untuk memperingati Hari Kemerdekaan secara khidmat dan dengan perayaan sederhana mengingat peringatan kemerdekaan tahun ini, bangsa Indonesia tengah berada dalam situasi keprihatinan usai gempa besar yang melanda wilayah NTT dan sekitarnya.

“Di peringatan Hari Kemerdekaan kali ini, bangsa Indonesia sedang berada dalam suasana keprihatinan atas bencana gempa bumi yang baru saja terjadi di NTT,” tutur Politisi Fraksi PDI-Perjuangan ini kepada Parlementaria.

“Mari kita mendoakan para korban bencana, dan semoga pemulihan dapat sesegera mungkin di wilayah terdampak gempa NTT,” lanjut mantan Menko PMK itu.

Dalam kesempatan itu, Puan  juga menekankan pentingnya menegakkan keadilan bagi seluruh rakyat Indonesia dalam peringatan Hari Kemerdekaan Indonesia tahun 2026.

“81 Tahun Kemerdekaan Republik Indonesia adalah tonggak untuk terus memperkuat persatuan, menjaga kedaulatan bangsa, menegakkan keadilan, dan menghadirkan kesejahteraan bagi seluruh rakyat Indonesia,” kata Cucu Bung Karno ini.

Lebih lanjut, Puan meminta seluruh rakyat Indonesia untuk terus memelihara dan memperkuat persatuan bangsa. Ia mengingatkan, tanggung jawab untuk merawat persatuan berada di pundak seluruh anak bangsa, dan terlebih lagi berada pada para penyelenggara negara.  

“Maka sekali lagi, kebijakan-kebijakan Negara harus dapat melindungi, menyejahterakan , dan mencerdaskan rakyat,” pesannya.

Puan mengatakan, tema HUT ke-81 RI ‘Indonesia Berdaulat, Adil, dan Makmur’ harus menjadi momentum untuk menaikkan standar keberhasilan pembangunan nasional demi kesejahteraan rakyat.

Untuk membawa Indonesia Berdaulat, Adil, dan Makmur, menurut Puan, diperlukan kerja bersama seluruh anak bangsa dan setiap elemen Negara.

“Ketika seluruh anak bangsa menjunjung tinggi semangat gotong royong, serta mengutamakan kepentingan bangsa di atas kepentingan golongan, maka pembangunan tidak hanya berjalan lebih efektif, akan tetapi juga mampu menghadirkan manfaat yang besar dan adil bagi seluruh rakyat Indonesia,” sebut Puan.

Puan juga mengajak seluruh rakyat Indonesia untuk menjaga kerukunan di tengah berbagai perbedaan. Ia menegaskan, keberagaman bukan ancaman bagi persatuan melainkan harmoni yang harus dipersatukan oleh cita-cita dan tujuan yang sama, yakni rasa yang sama sebagai rakyat Indonesia.

“Dengan semangat bergotong royong, kita terus melangkah menuju Indonesia yang semakin maju, kuat, dan bermartabat,” tegasnya.

“Dirgahayu ke-81 Republik Indonesia. Indonesia Berdaulat, Adil, dan Makmur. Merdeka,” pungkas Puan.

Diketahui, dalam kesempatan itu, Puan tampak mengenakan kebaya modern berwarna putih dan kain merah pada upacara HUT ke-81 RI di Istana Merdeka tersebut. Ia memadukan kebayanya dengan selendang tenun khas NTT bernuansa warna hitam sebagai simbol dukacita atas bencana gempa bumi Nusa Tenggara Timur (NTT) yang menewaskan 53 orang.

“(Mengenakan) kebaya modern. Ini (selendang tenun) NTT," kata Puan sebelum upacara dimulai.

Di podium upacara, Puan duduk bersebelahan dengan Ketua MPR RI Ahmad Muzani dan Ketua DPD RI Sultan Bachtiar Najamudin. Podium itu berada di sisi kanan podium Presiden Prabowo Subianto.

 

Sumber : https://www.dpr.go.id/kegiatan-dpr/berita/Momen-HUT-ke-81-RI-Puan-Sampaikan-Duka-Cita-atas-Musibah-Gempa-di-NTT-dan-Tekankan-Soal-Keadilan-68093 


Baca Terusannya »»  

Di Tengah Peringatan HUT ke-81 Kemerdekaan RI, Presiden Prabowo Pimpin Doa bagi Warga Terdampak Bencana

 

Peringatan Hari Ulang Tahun (HUT) ke-81 Kemerdekaan Republik Indonesia di halaman Istana Merdeka, Jakarta, pada Senin, 17 Agustus 2026, berlangsung dalam suasana khidmat sekaligus penuh rasa syukur. Di tengah perayaan kemerdekaan, perhatian Presiden Prabowo Subianto dan sejumlah Menteri Kabinet Merah Putih juga tertuju kepada masyarakat yang terdampak bencana alam di sejumlah daerah, termasuk di Nusa Tenggara Timur (NTT).

Presiden Prabowo Subianto memimpin langsung Upacara Peringatan Detik-Detik Proklamasi Kemerdekaan Republik Indonesia. Dalam rangkaian upacara, Presiden mengajak seluruh peserta untuk mengheningkan cipta guna mengenang jasa para pahlawan sekaligus mendoakan masyarakat yang tengah menghadapi dampak bencana di sejumlah wilayah Tanah Air.

“Saudara-saudara sekalian, marilah kita mengheningkan cipta, untuk mengenang arwah dan jasa para pahlawan kemerdekaan bangsa yang telah berkorban jiwa dan raga untuk kemerdekaan dan kehormatan bangsa Indonesia, serta mendoakan saudara-saudara kita yang terdampak bencana alam di Sumatra, Nusa Tenggara Timur, dan wilayah-wilayah Indonesia lainnya. Mengheningkan Cipta, mulai,” ucap Presiden Prabowo.

Doa dan keprihatinan tersebut juga disampaikan sejumlah menteri yang hadir dalam upacara. Menteri Perencanaan Pembangunan Nasional (PPN)/Kepala Bappenas Rachmat Pambudy menyampaikan bahwa peringatan 81 tahun kemerdekaan menjadi momentum untuk mensyukuri perjalanan bangsa, sekaligus mengingat warga yang tengah menghadapi kesulitan akibat bencana.

“Tentu saja pertama-tama kita harus menyampaikan rasa syukur yang mendalam, bahwa dalam usia Indonesia yang ke-81, kita terus makin bersatu, makin damai, dan juga insyaallah makin sejahtera. Namun, hari ini kita juga harus merasakan keprihatinan yang mendalam, dan dukacita yang mendalam karena sebagian warga negara kita dalam kondisi yang sulit,” ujar Rachmat.

Senada, Menteri Pendayagunaan Aparatur Negara dan Reformasi Birokrasi (PAN-RB) Rini Widyantini menyampaikan duka cita bagi masyarakat NTT yang masih berada dalam kondisi sulit setelah bencana gempa bumi. “Tentunya hari ini kita merayakan usia kemerdekaan kita ke-81 tahun, itu dalam keadaan yang tidak mudah. Masih ada saudara-saudara kita masih di pengungsian, karena kemarin kita baru saja ada gempa bumi di NTT. Tentunya saya juga ingin menyampaikan rasa duka cita, dan berharap saudara-saudara kita segera mendapatkan bantuan, dan diberikan kekuatan,” ujar Rini.

Sementara itu, Menteri Sekretaris Negara Prasetyo Hadi menjelaskan bahwa sejumlah anggota Kabinet Merah Putih memang tidak mengikuti upacara di Jakarta karena menjalankan tugas di daerah, termasuk memastikan penanganan bencana di NTT. Ia menyebut sejumlah pejabat negara berada di NTT untuk memantau dan memastikan penanganan bencana berjalan.

“Contohnya adalah Menko PMK, kemudian Bapak Mendagri, kemudian Menteri PU, kemudian Wakil Menteri Kesehatan dan juga Wakil Menteri Sosial sekarang sedang berada di Nusa Tenggara Timur, dalam rangka memonitor dan memastikan menanggulangi bencana yang kemarin terjadi di Nusa Tenggara Timur,” katanya.

Menurut Menteri Pras, perayaan kemerdekaan tidak boleh mengesampingkan kondisi masyarakat yang tengah menghadapi musibah. Pemerintah, kata dia, tetap memastikan kebutuhan dan penanganan warga terdampak menjadi perhatian.

“Jadi di tengah-tengah kita merayakan HUT kemerdekaan, tentu saja di satu sisi kita tetap harus memastikan bahwa saudara-saudara kita yang kemarin terkena bencana itu semua tertangani dengan baik,” ucap Menteri Pras.

Mengheningkan cipta yang dipimpin Presiden Prabowo menjadi salah satu momen reflektif dalam peringatan 81 tahun Indonesia merdeka. Dari halaman Istana Merdeka, doa dipanjatkan untuk para pahlawan sekaligus untuk saudara-saudara sebangsa yang tengah menghadapi bencana.

Momentum tersebut sekaligus menegaskan makna kemerdekaan sebagai semangat untuk saling menjaga, saling menguatkan, dan bergotong royong menghadapi setiap kesulitan sebagai satu bangsa.

 

 

Sumber : https://presidenri.go.id/siaran-pers/di-tengah-peringatan-hut-ke-81-kemerdekaan-ri-presiden-prabowo-pimpin-doa-bagi-warga-terdampak-bencana/ 


Baca Terusannya »»  

Khidmat dan Penuh Makna, Presiden Prabowo Pimpin Upacara Detik-Detik Proklamasi di Istana Merdeka

 


Presiden Prabowo Subianto memimpin langsung Upacara Peringatan Detik-Detik Proklamasi Kemerdekaan Republik Indonesia di halaman Istana Merdeka, Jakarta, Senin, 17 Agustus 2026. Upacara berlangsung khidmat untuk memperingati 81 tahun kemerdekaan Indonesia yang mengusung tema “Indonesia Berdaulat, Adil, dan Makmur.”

Upacara diawali dengan laporan Komandan Upacara Kolonel Inf Priyo Handoyo kepada Presiden Prabowo Subianto selaku Inspektur Upacara. Setelahnya, 17 dentuman meriam menggema di kawasan Istana Merdeka, disertai bunyi sirene panjang. Dentuman tersebut menjadi penanda dimulainya Peringatan Detik-Detik Proklamasi, membawa suasana halaman Istana Merdeka ke dalam nuansa khidmat dan penuh penghormatan terhadap sejarah perjuangan bangsa.

Presiden Prabowo membacakan langsung naskah Proklamasi Kemerdekaan Republik Indonesia. Usai membacakan Proklamasi, Presiden Prabowo kemudian memimpin seluruh peserta upacara untuk mengheningkan cipta guna mengenang jasa para pahlawan yang telah berjuang bagi kemerdekaan Indonesia.

Dalam kesempatan tersebut, Kepala Negara juga mengajak seluruh peserta mendoakan masyarakat yang terdampak bencana alam di berbagai wilayah Tanah Air. “Saudara-saudara sekalian, marilah kita mengheningkan cipta, untuk mengenang arwah dan jasa para pahlawan kemerdekaan bangsa yang telah berkorban jiwa dan raga untuk kemerdekaan dan kehormatan bangsa Indonesia, serta mendoakan saudara-saudara kita yang terdampak bencana alam di Sumatra, Nusa Tenggara Timur, dan wilayah-wilayah Indonesia lainnya. Mengheningkan Cipta, mulai,” ucap Presiden Prabowo.

Setelah mengheningkan cipta, prosesi dilanjutkan dengan pembacaan doa yang dipandu Menteri Agama Nasaruddin Umar. Rangkaian upacara kemudian memasuki prosesi pengibaran Bendera Merah Putih oleh Pasukan Pengibar Bendera Pusaka (Paskibraka) Tim “Indonesia Berdaulat”.

Celina Olivia Apriani Theo, perwakilan Provinsi Kalimantan Barat, dipercaya membawa Bendera Merah Putih. Ia didampingi M. Aryo Wira Zandhyka Y dari Provinsi Bengkulu sebagai pembentang, I Nyoman Harya Dhanurendra Darmamukti dari Provinsi Kalimantan Selatan sebagai pengerek, serta Achmad Fachri Mubarok dari Provinsi Jambi sebagai Komandan Kelompok 8.

Diiringi lagu kebangsaan Indonesia Raya, Sang Merah Putih perlahan bergerak naik menuju puncak tiang. Bendera kemudian berkibar gagah di langit halaman Istana Merdeka, disambut dengan sikap sempurna dan rasa bangga oleh seluruh peserta serta tamu undangan yang hadir.

Setelah bendera berkibar sempurna, Komandan Upacara kembali menyampaikan laporan kepada Presiden Prabowo selaku Inspektur Upacara. Laporan terakhir tersebut sekaligus menandai berakhirnya prosesi Peringatan Detik-Detik Proklamasi Kemerdekaan Republik Indonesia di Istana Merdeka.

Rangkaian kegiatan kemudian diisi dengan persembahan lagu “Hari Merdeka” karya Husein Mutahar. Lagu tersebut dibawakan oleh Sekolah Rakyat dan Gita Bahana Nusantara (GBN), menghadirkan semangat kebangsaan sekaligus kegembiraan dalam perayaan HUT ke-81 Kemerdekaan Republik Indonesia.

Upacara Peringatan Detik-Detik Proklamasi di Istana Merdeka berlangsung khidmat dan sarat makna, meneguhkan kembali semangat perjuangan dan persatuan bangsa dalam momentum 81 tahun kemerdekaan Indonesia. Berkibarnya Sang Merah Putih, lantunan lagu kebangsaan, serta persembahan “Hari Merdeka” menjadi penutup yang menyatukan suasana haru, kebanggaan, dan semangat kebangsaan.

 

 

Sumber : https://presidenri.go.id/siaran-pers/khidmat-dan-penuh-makna-presiden-prabowo-pimpin-upacara-detik-detik-proklamasi-di-istana-merdeka/ 

Baca Terusannya »»  

Tak Cukup Seremoni, Gubernur Jateng Ahmad Luthfi Tekankan Semangat Kemerdekaan Harus Berbuah Kesejahteraan bagi Rakyat


 

SEMARANG — Gubernur Jawa Tengah, Ahmad Luthfi menegaskan, makna kemerdekaan tidak cukup diperingati melalui seremoni, tetapi harus diwujudkan dalam bentuk layanan dasar yang berkualitas dan peningkatan kesejahteraan masyarakat.

Karena itu, di tengah tantangan geopolitik global dan tekanan fiskal, pemerintah terus memastikan pembangunan infrastruktur, layanan kesehatan, pendidikan, hingga penguatan ekonomi kerakyatan benar-benar dirasakan manfaatnya oleh rakyat.

“Kita harus mampu berbuat hal yang bermanfaat bagi seluruh masyarakat,” kata Ahmad Luthfi, didampingi Wakil Gubernur Taj Yasin Maimoen dan Sekda Jateng Sumarno, seusai menjadi Inspektur Upacara Peringatan Hari Ulang Tahun (HUT) ke-81 Republik Indonesia tingkat Provinsi Jawa Tengah, di Lapangan Pancasila, Simpanglima, Kota Semarang, Senin (17/8/2026).

Gubernur menyatakan, program-program pembangunan infrastruktur, pemenuhan layanan dasar seperti kesehatan dan pendidikan, merupakan upaya mereduksi angka kemiskinan dan meningkatkan kesejahteraan masyarakat di wilayahnya.

Upaya-upaya itu bukanlah isapan jempol belaka. Buktinya, pada semester I 2026, pertumbuhan ekonomi Jateng mencapai 5,80% atau di atas rata-rata nasional yaitu 5,45%. Realisasi investasi mencapai Rp59,94 triliun, dengan serapan tenaga kerja mencapai sekitar 213 ribu orang.

Dari capaian itu, angka kemiskinan di Jawa Tengah per Maret 2026 turun dari 9,48% menjadi 9,21%. Kemudian Tingkat Pengangguran Terbuka per Februari 2026 sebesar 4,24%, turun 0,09% dibandingkan dengan Februari 2025 yaitu 4,33%.

Capaian-capaian tersebut, menurut gubernur, muaranya adalah untuk kesejahteraan masyarakat. Untuk itu, pihaknya mengajak kolaborasi dengan banyak pihaknya, untuk mewujudkan kesejahteraan.

“Kita harus punya suatu semangat kolaborasi dengan dasar semangat kemerdekaan. Seluruh elemen masyarakat Jawa Tengah perlu bersatu, bahu-membahu, sehingga masyarakat bisa sejahtera,” katanya.

Menurut Luthfi, berbagai permasalahan yang ada di masyarakat harus diselesaikan secara berjenjang dan berkelanjutan. Misalnya, pada sektor kesehatan, di Jawa Tengah ini Cek Kesehatan Gratis (CKG) dan dokter spesialis keliling (Speling) capaiannya tertinggi nasional. Program itu terus dilakukan secara berkelanjutan, dan susah menyentuh ribuan desa.

Tak hanya kesehatan, sektor pendidikan di Jawa Tengah juga terus diakselerasi melalui berbagai program. Di antaranya, setiap tahun Pemprov Jateng telah memberikan kuota sekolah gratis untuk 5.004 anak dari keluarga miskin dan kurang mampu di sekolah swasta, dengan program skeolah kemitraan.

Untuk sektor perumahan, setiap tahun Pemprov Jateng juga melakukan perbaikan ribuan Rumah Tidak Layak Huni (RTLH) di berbagai pelosok Jateng.

Gayung bersambut, hal yang disampaikan Ahmad Luthfi terkait jaminan layanan dasar dan kesejahteraan, juga sama seperti harapan masyarakat yang menyaksikan upacara di Simpanglima, Kota Semarang.

Sebagaimana diucapkan oleh Sukarno (64), pedagang kaki lima di Simpanglima. Menurut dia, kemerdekaan memiliki makna yang sangat luas, di antaranya, kehidupan masyarakat yang tentrem ayem, rukun, dan damai.

“Harapan saya masalah ekonomi ini ditata dengan rapi. Kita sambut kemerdekaan ini dengan gembira, rukun, damai,” ujar warga Kebonharjo, Kota Semarang itu. 

 

sumber ;  https://jatengprov.go.id/publik/tak-cukup-seremoni-ahmad-luthfi-tekankan-semangat-kemerdekaan-harus-berbuah-kesejahteraan-bagi-rakyat/

Baca Terusannya »»  

HUT RI ke 81, Plt. Bupati Pati Risma Ardhi Chandra Ajak Teguhkan Komitmen Bersama Bangun Daerah


 

PATI – Plt. Bupati Pati Risma Ardhi Chandra mengajak seluruh masyarakat menjaga semangat kebersamaan untuk terus membangun daerah. Pesan tersebut disampaikan Chandra saat Upacara HUT ke-81 Kemerdekaan Republik Indonesia di Alun-Alun Kabupaten Pati, Senin (17/8/2026).
 
“Di ulang tahun ke-81 Republik Indonesia ini, mari kita bersama-sama menjaga semangat untuk terus membangun Kabupaten Pati,” ujar Chandra.
 
Dalam upacara tersebut, Pemkab Pati juga menyerahkan remisi kepada warga binaan Lapas Pati.
 
Pemkab pun turut memberikan piala dan piagam apresiasi kepada putra-putri Kabupaten Pati yang berhasil menorehkan prestasi hingga tingkat nasional dan internasional.
 
“Prestasi anak-anak Pati harus terus kita dorong. Pemerintah daerah berkomitmen membina minat dan bakat mereka melalui berbagai program pendukung,” kata Chandra.
 
Komitmen tersebut diwujudkan melalui sejumlah program pengembangan potensi peserta didik. Salah satunya melalui program Seniman Masuk Sekolah serta berbagai kegiatan yang diarahkan untuk mendukung pencapaian prestasi anak-anak Pati.
 
“Kita ingin anak-anak Pati memiliki ruang untuk berkembang sesuai minat dan bakatnya. Prestasi mereka adalah bagian dari wajah Kabupaten Pati,” tutur Chandra.
 
Pada kesempatan yang sama, Chandra menyampaikan duka cita atas musibah gempa bumi yang menimpa masyarakat di Nusa Tenggara Timur (NTT). Pemkab Pati berencana menggalang donasi kemanusiaan yang melibatkan ASN dan seluruh lapisan masyarakat.
 
“Kami menyampaikan duka cita yang mendalam kepada saudara-saudara kita yang terdampak musibah gempa di NTT. Pemkab Pati akan menggalang donasi kemanusiaan sebagai bentuk kepedulian bersama,” ujar Chandra.
 
Upacara HUT ke-81 Kemerdekaan RI tersebut diikuti masyarakat Kabupaten Pati. Kegiatan ini menjadi momentum untuk memperkuat semangat kebersamaan sekaligus meneguhkan komitmen bersama dalam membangun daerah.
 
Selain dihadiri Plt Bupati Pati, upacara juga diikuti masyarakat Kabupaten Pati serta unsur pemerintah daerah dan peserta lainnya.
 
Baca Terusannya »»  

Dari Monas Menuju Istana Merdeka, Kirab Bendera Pusaka Buka Peringatan HUT ke-81 Kemerdekaan RI

 

Suasana peringatan Hari Ulang Tahun (HUT) ke-81 Kemerdekaan Republik Indonesia mulai terasa sejak Senin pagi, 17 Agustus 2026. Prosesi kirab budaya dari kawasan Monumen Nasional (Monas) menuju Istana Merdeka menjadi pembuka rangkaian peringatan hari bersejarah bangsa Indonesia.

Kirab tersebut membawa dua benda yang memiliki makna penting dalam sejarah kemerdekaan, yakni duplikat bendera Merah Putih dan naskah teks Proklamasi. Keduanya diarak menuju Istana Merdeka untuk digunakan dalam rangkaian Upacara Peringatan Detik-Detik Proklamasi Kemerdekaan Republik Indonesia.

Prosesi diawali dengan penyerahan duplikat bendera Merah Putih dan naskah asli teks Proklamasi dari Kaskogartap I/Jakarta Brigjen TNI Fitriana Nur Heru Wibawa kepada Perwira Paspampres. Selanjutnya, kedua benda bersejarah tersebut diserahkan kepada Tim Purna Paskibraka Duta Pancasila di Ruang Kemerdekaan Monas.

Duplikat bendera Merah Putih kemudian dibawa oleh Sultana Najwa, Purna Paskibraka 2025 yang mewakili Provinsi DKI Jakarta. Sementara itu, Aliah Sakira, Purna Paskibraka 2025 perwakilan Provinsi Sulawesi Selatan, mendapat amanah membawa naskah teks Proklamasi.

Keduanya menempuh perjalanan menuju Istana Merdeka dengan menaiki Kereta Kencana Garuda Prabayaksa. Kemeriahan kirab semakin terasa dengan hadirnya pasukan dalam berbagai formasi. Sebanyak 45 pasukan motoris Polisi Militer mengiringi perjalanan sebagai simbol tahun Proklamasi. Barisan tersebut disusul 170 taruna/taruni yang tergabung dalam Drum Corps Pelopor Cendrawasih Akademi Kepolisian yang menambah semarak suasana sepanjang rute kirab.

Unsur pasukan berkuda turut menjadi bagian yang menarik dalam rangkaian kirab budaya. Sebanyak 81 pasukan berkuda turut serta sebagai simbol usia kemerdekaan Indonesia yang ke-81. Selain itu, terdapat 17 pasukan berkuda hadir sebagai perlambang tanggal Proklamasi, delapan kuda penarik kereta kencana, dan delapan pasukan berkuda melambangkan bulan Proklamasi,

Kirab juga dimeriahkan oleh 76 pasukan berpakaian Nusantara yang menghadirkan keragaman budaya Indonesia dalam satu rangkaian perayaan kemerdekaan. Kehadiran pakaian tradisional dari berbagai daerah menjadi gambaran keberagaman yang menyatu dalam bingkai Negara Kesatuan Republik Indonesia.

Dari kawasan Monas, rombongan memulai perjalanan dari Cawan Monas, kemudian melintasi Jalan Medan Merdeka Barat sebelum memasuki halaman Istana Merdeka. Sepanjang perjalanan, kirab menjadi bagian dari pertunjukan kebangsaan yang memadukan unsur sejarah, budaya, militer, dan tradisi kenegaraan.

Setibanya di Istana Merdeka, Tim Purna Paskibraka Duta Pancasila turun dari Kereta Kencana Garuda Prabayaksa. Duplikat bendera Merah Putih dan naskah teks Proklamasi kemudian diserahkan untuk ditempatkan di meja mimbar kehormatan.

Kirab Bendera Pusaka dari Monas menuju Istana Merdeka tidak sekadar menjadi rangkaian seremoni. Di balik derap pasukan, dentuman drumben, langkah pasukan berkuda, dan semarak pakaian Nusantara, tersimpan pesan bahwa kemerdekaan Indonesia lahir dari sejarah panjang yang terus diwariskan dari satu generasi ke generasi berikutnya.

 

 

Sumber : https://presidenri.go.id/siaran-pers/dari-monas-menuju-istana-merdeka-kirab-bendera-pusaka-buka-peringatan-hut-ke-81-kemerdekaan-ri/ 


Baca Terusannya »»  

Tim Paskibraka “Indonesia Berdaulat” Siap Mengemban Amanah Pengibaran Sang Merah Putih di Istana Merdeka

 

Tim Pasukan Pengibar Bendera Pusaka (Paskibraka) yang akan mengemban tugas dalam Upacara Peringatan Detik-Detik Proklamasi Kemerdekaan Republik Indonesia di Istana Merdeka, Senin, 17 Agustus 2026, telah resmi ditetapkan. Tahun ini, para putra-putri terbaik Indonesia yang dipercaya menjalankan tugas mengibarkan Sang Merah Putih tergabung dalam tim yang diberi nama “Indonesia Berdaulat”.

Dalam formasi utama Paskibraka, Celina Olivia Apriani Theo, perwakilan Provinsi Kalimantan Barat, terpilih sebagai pembawa bendera Merah Putih. Saat ini, ia tercatat sebagai pelajar SMK Negeri 5 Pontianak. Sementara itu, sebagai cadangan pembawa baki ditunjuk Eighteen Jeanette Hekboy, Paskibraka putri asal Provinsi Nusa Tenggara Timur yang merupakan siswi SMA Negeri 1 Kupang.

Pada posisi Komandan Kelompok 8 dipercayakan kepada Achmad Fachri Mubarok dari Provinsi Jambi, yang kini menempuh pendidikan di SMKN 1 Kota Jambi. Adapun tugas sebagai pengerek bendera diamanahkan kepada I Nyoman Harya Dhanurendra Darmamukti, Paskibraka perwakilan Provinsi Kalimantan Selatan yang menempuh pendidikan di SMAN 7 Banjarmasin. Bersama dengan itu, M. Aryo Wira Zandhyka Y dari Provinsi Bengkulu, pelajar SMAN 7 Kota Bengkulu, dipercaya menjalankan tugas sebagai pembentang bendera.

Pada unsur formasi lainnya, posisi Komandan Kelompok 17 dipercayakan kepada Ahmad Raditya, Paskibraka asal Provinsi D.I Yogyakarta. Saat ini, ia bersekolah di SMK Penerbangan AAB Adi Sucipto. Sementara itu, jabatan Komandan Kompi Paskibraka dipercayakan kepada Kapten Mar Rachmatsah Adi Putera, yang kini menjabat sebagai Komandan Kompi Senapan H Yonif 9 Brigif 4 BS Korps Marinir.

Dengan ditetapkannya Tim Paskibraka “Indonesia Berdaulat”, seluruh anggota yang terpilih siap mengemban amanah dalam Upacara Peringatan Detik-Detik Proklamasi Kemerdekaan Republik Indonesia di Istana Merdeka. Mereka akan menjalankan tugas dengan penuh tanggung jawab untuk mengibarkan Sang Merah Putih dalam momentum sakral peringatan HUT ke-81 Kemerdekaan RI, sekaligus menjadi representasi putra-putri terbaik dari berbagai penjuru Indonesia

 

 

Sumber : https://presidenri.go.id/siaran-pers/tim-paskibraka-indonesia-berdaulat-siap-mengemban-amanah-pengibaran-sang-merah-putih-di-istana-merdeka/ 


Baca Terusannya »»  

Bantu Korban Gempa NTT, Pemprov Jateng Terjunkan 16 Personel dan Ribuan Paket Logistik

 


SEMARANG – Gubernur Jawa Tengah Ahmad Luthfi melepas keberangkatan 16 personel gabungan dan ribuan paket bantuan, bagi masyarakat terdampak gempa bumi di Provinsi Nusa Tenggara Timur (NTT), Senin (17/8/2026). Pengiriman tersebut merupakan bantuan tahap pertama dari Pemerintah Provinsi Jawa Tengah.

Selain logistik pangan dan nonpangan, tim juga membawa dukungan kesehatan, untuk membantu penanganan darurat di wilayah terdampak.

Luthfi mengatakan, dirinya terus memantau perkembangan situasi di NTT. Dia meminta, setibanya di lokasi, tim segera berkoordinasi dengan Pemerintah Provinsi NTT, agar bantuan dapat disalurkan sesuai kebutuhan masyarakat.

“Setiap hari kita update kegiatannya, agar bantuan itu betul-betul tepat sasaran. Jadi, pastikan bantuan itu tepat sasaran,” tegas Luthfi.

Dia juga mengingatkan seluruh personel untuk menjaga solidaritas dan mengutamakan keselamatan, selama menempuh perjalanan panjang melalui jalur darat dan laut. Tim diminta tidak terburu-buru, serta memastikan seluruh personel dan bantuan tiba dengan selamat.

Selain itu, Luthfi berpesan agar para relawan menjaga nama baik Jawa Tengah, dan memberikan pelayanan terbaik kepada masyarakat terdampak bencana.

“Jaga marwah Jawa Tengah. Ini adalah kegiatan kemanusiaan. Berikan yang terbaik, bahwa Jawa Tengah sangat peduli terhadap masyarakat yang membutuhkan,” tegasnya.

Menurut gubernur, misi kemanusiaan tersebut merupakan amanah yang harus dilaksanakan dengan penuh tanggung jawab dan keikhlasan. Para relawan juga diminta membekali diri dengan doa, selama menjalankan tugas.

Luthfi memastikan dukungan dari Jawa Tengah tidak berhenti pada pengiriman tahap pertama. Dia telah meminta Sekretaris Daerah dan Wakil Gubernur Jawa Tengah berkoordinasi dengan pemerintah kabupaten/kota, untuk menyiapkan bantuan lanjutan.

“Pak Sekda dan Pak Wagub, koordinasi dengan bupati dan wali kota lainnya untuk kita merencanakan tahap kedua. Ini baru tahap satu, karena kondisi di sana fluktuatif sekali,” ujarnya.

Dalam kesempatan tersebut, Luthfi turut menyampaikan dukacita kepada masyarakat yang kehilangan anggota keluarga akibat bencana tersebut.

“Saya mengucapkan belasungkawa dan dukacita, atas meninggalnya saudara-saudara kita di wilayah NTT,” katanya.

Kepala Pelaksana Harian Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Provinsi Jawa Tengah, Bergas Catursasi Penanggungan melaporkan, sebanyak 16 personel yang diberangkatkan berasal dari BPBD Provinsi Jawa Tengah, BPBD Kabupaten Temanggung, BPBD Kabupaten Banjarnegara, Dinas Sosial, Dinas Kesehatan, serta PMI Jawa Tengah.

Para personel dibagi dalam tiga fungsi, yakni Urban Search and Rescue (SAR), logistik, dan kesehatan. Mereka akan bertugas membantu penanganan darurat, serta pendistribusian bantuan kepada masyarakat terdampak.

Bantuan pangan yang dikirimkan meliputi empat ton beras, makanan siap saji, biskuit, paket sembako, dan obat-obatan. Bantuan dalam kategori tersebut tercatat sebanyak 3.795 paket.

Selain itu, terdapat 1.115 paket kebutuhan sandang dan keluarga, di antaranya matras, selimut, kasur lipat, sarung, handuk, daster, family kit, popok bayi dan dewasa, serta perlengkapan keluarga lainnya.

Pemprov Jateng juga mengirimkan 6.587 paket kebutuhan papan dan perlengkapan pendukung. Bantuan itu antara lain berupa terpal, tenda gulung, tenda keluarga, dapur lapangan, lampu darurat, sabun cuci, sabun mandi, sampo, serta perlengkapan mandi.

Bantuan tersebut dihimpun dari organisasi perangkat daerah di lingkungan Pemprov Jateng, BPBD Kabupaten Temanggung, BPBD Kabupaten Banjarnegara, Baznas Jawa Tengah, PMI Jawa Tengah, Pramuka Kwarda Jawa Tengah, Yayasan Telogorejo, Phapros, serta sejumlah badan usaha milik daerah Jawa Tengah.

Untuk mendukung misi kemanusiaan tersebut, sebanyak 10 kendaraan turut diberangkatkan, terdiri atas enam truk, dua mobil double cabin, dan dua sepeda motor.

Rombongan akan menempuh perjalanan melalui jalur darat dan laut dari Semarang menuju Tanjung Perak, Lembar, Kayangan, Poto Tano, Sape, Labuan Bajo, Nagekeo, hingga Ende.

Posko lapangan di Kabupaten Ende menjadi tujuan utama tim. Para relawan juga akan membantu pendistribusian logistik ke Kabupaten Manggarai, Manggarai Timur, dan Sikka.

 Relawan Tagana Dinas Sosial Jateng, Agus Budianto mengatakan, tim dari Jawa Tengah siap membantu masyarakat terdampak. Dia juga mengajak masyarakat Indonesia ikut menunjukkan kepedulian kepada warga NTT.

“Kepada saudara-saudara di Nusa Tenggara Timur, kalian tidak sendirian. Kami, kontingen dari Jawa Tengah, siap membantu dan mengulurkan tangan, untuk menyembuhkan luka-luka saudara kita di sana,” ujarnya. 

 

sumber :  https://jatengprov.go.id/publik/bantu-korban-gempa-ntt-pemprov-jateng-terjunkan-16-personel-dan-ribuan-paket-logistik/

Baca Terusannya »»  

Minggu, 16 Agustus 2026

Pimpin Ziarah Nasional dan Renungan Suci, Presiden Prabowo Teguhkan Tekad Lanjutkan Perjuangan Pahlawan


 

Presiden Prabowo Subianto memimpin ziarah nasional dan renungan suci dalam rangkaian peringatan Hari Ulang Tahun (HUT) ke-81 Kemerdekaan Republik Indonesia. Dalam suasana penuh khidmat, upacara digelar pada Minggu, 16 Agustus 2026 pukul 23.45 WIB di Taman Makam Pahlawan (TMP) Nasional Utama Kalibata, Jakarta.

Upacara dalam rangkaian HUT ke-81 Kemerdekaan RI ini merupakan bentuk penghormatan kepada para pahlawan yang telah mendedikasikan jiwa dan raga bagi bangsa dan negara. Setibanya di TMP Kalibata, Presiden disambut oleh Wakil Presiden Gibran Rakabuming, Menteri Sosial Saifullah Yusuf, serta Menteri Pertahanan Sjafrie Sjamsoeddin.

Dari gerbang utama, Presiden Prabowo selanjutnya menuju area Monumen Pahlawan setelah menerima laporan dari perwira upacara sebelum memulai prosesi penghormatan. Dengan suasana khidmat, Kepala Negara meletakkan karangan bunga sebagai bentuk penghormatan kepada para pahlawan.

Setelahnya, Presiden memimpin prosesi mengheningkan cipta untuk mengenang jasa pahlawan yang telah gugur dalam memperjuangkan kemerdekaan, kedaulatan, dan kehormatan bangsa.

“Marilah kita menundukkan kepala kita, mengenang jasa dan arwah para pahlawan yang telah berkorban jiwa dan raganya untuk kemerdekaan dan kehormatan bangsa Indonesia. Mengheningkan cipta mulai,” ujar Kepala Negara.

Dalam suasana malam yang hening, para peserta upacara menundukkan kepala seraya memanjatkan doa bagi para pahlawan. Penghormatan kemudian diberikan kepada arwah para pahlawan dengan iringan terompet “Last Post” yang menandai penghujung rangkaian ziarah nasional dan renungan suci.

Usai seluruh rangkaian upacara selesai, Kepala Negara tampak berjabat tangan dengan sejumlah undangan yang hadir sebelum kemudian meninggalkan TMP Nasional Utama Kalibata.

Turut hadir dalam acara tersebut para pimpinan Lembaga Negara, sejumlah jajaran anggota kabinet Merah Putih, Panglima TNI Jenderal Agus Subiyanto, serta Kapolri Jenderal Pol Listyo Sigit Prabowo.

Upacara ziarah nasional tersebut tidak hanya menjadi bagian dari rangkaian peringatan ke-81 Kemerdekaan Republik Indonesia, tetapi juga menjadi momentum penghormatan untuk mengenang, meneladani, dan melanjutkan perjuangan para pahlawan bangsa.

 

 

sumber :  https://presidenri.go.id/siaran-pers/pimpin-ziarah-nasional-dan-renungan-suci-presiden-prabowo-teguhkan-tekad-lanjutkan-perjuangan-pahlawan/

Baca Terusannya »»  

Dari TMP Giri Tunggal, Doa dan Hormat untuk 2.120 Pahlawan Kemerdekaan

Baca Terusannya »»  

Antusias Warga Jelang HUT ke-81 Kemerdekaan RI: Berburu Undangan hingga Tunggu Atraksi Pesawat


 

Mendapatkan undangan untuk mengikuti upacara HUT ke-81 Kemerdekaan Republik Indonesia di Istana Kepresidenan bukan perkara mudah bagi sejumlah warga. Mereka harus berjibaku dalam perebutan atau “war” undangan secara daring, bahkan ada yang baru berhasil memperoleh kuota tambahan setelah beberapa hari mencoba.

Suasana itu terasa di Gedung Krida Bhakti, Kementerian Sekretariat Negara, Jakarta, Sabtu (15/08/2026). Sejumlah masyarakat datang untuk mengambil undangan yang telah berhasil mereka dapatkan secara daring. Salah satunya Alin, model asal Serang, Banten, yang mengaku baru berhasil mendapatkan undangan pada hari kedua setelah ikut “war”.

“Jujur susah banget. Ini benar-benar perjuangan banget. Aku tuh sebenernya udah nge-alarm ya, cuma ketiduran, dan pas hari kedua begitu aku bangun, aku langsung nge-war dan ternyata dapat,” ujar Alin.

Alin bahkan sudah mempersiapkan pakaian yang akan dikenakannya saat menghadiri upacara. Ia juga mengaku antusias karena upacara akan dipimpin Presiden Prabowo Subianto sebagai inspektur upacara. Pertemuan secara langsung dengan Presiden Prabowo menjadi salah satu hal yang membuatnya semakin bersemangat.

“Pastinya kagum banget ya dan pasti kayak aku udah ngefans banget, pengen banget foto sebenernya ya, dan aku bakal ngerasa... wow, excited. Iya, excited banget. Dan bangga banget sih ya sama Pak Prabowo,” ungkapnya.

Cerita perjuangan mendapatkan undangan juga dialami Ilham, pengemudi ojek daring asal Lampung yang berdomisili di Cipondoh, Tangerang. Ilham mengatakan dirinya telah mencoba mendapatkan undangan selama lima hari pertama, tetapi selalu gagal. Ia kemudian kembali mencoba setelah mendapat informasi mengenai tambahan kuota.

“Pas ada info dari Menteri Sekretaris Negara katanya ada tambahan, jadi stay lagi tuh di hari Selasa, tanggal 11. Akhirnya alhamdulillah dapat,” katanya.

Sementara untuk rangkaian upacara, Ilham paling menantikan atraksi pesawat. Baginya, menyaksikan pertunjukan tersebut secara langsung akan menghadirkan pengalaman yang berbeda dibandingkan melihatnya melalui televisi.

“Lebih ke atraksi pesawat segala macam karena kan kita biasa lihat di TV ya. Sekarang ngelihat langsung lebih senang aja gitu. Di atas kepala sendiri tinggal nengok,” tuturnya.

Pengalaman serupa juga dialami Nurul, warga Jakarta Pusat, dan Aulia, warga Bekasi. Keduanya sama-sama mendapatkan undangan setelah melewati proses “war”. Bagi Nurul, salah satu momen yang paling ingin dirasakan secara langsung adalah ketika lagu “Mengheningkan Cipta” berkumandang.

“Kalau aku jujur pengin dengerin lagu Mengheningkan Cipta secara langsung, kayaknya bikin merinding ya,” ujarnya.

Berbeda dengan mereka yang harus mencoba berkali-kali, Bagas Prasetyo, karyawan swasta asal Sukabumi, justru mendapatkan undangan dengan relatif mudah. Bagas mengaku baru bersiap lima menit sebelum proses perebutan undangan dimulai. Namun, keberuntungan langsung berpihak kepadanya.

“Dibilangin kok saya emang hoki, karena saya lima menit mau mulainya baru siap-siap. Langsung dapet. Orang kan berkali-kali refresh tuh nggak dapat-dapat, aku sekali masuk langsung isi data, beres semua langsung ke-kirim, langsung dapet,” kata Bagas.

Saat mengambil undangan di Gedung Krida Bhakti, Bagas juga menilai prosesnya tidak sesulit yang dibayangkan. Antrean berlangsung relatif cepat meski sebelumnya ia sempat mendengar banyak kabar mengenai antrean panjang.

“Bisa dibilang lumayan cukup mudah lah. Dan waktunya juga lumayan cepat. Kan banyak berita kan orang ngantrinya lama segala macam, ternyata tidak kok,” tuturnya.

Beragam cerita tersebut memperlihatkan bahwa perjalanan menuju upacara HUT ke-81 Kemerdekaan RI bagi sebagian masyarakat telah dimulai jauh sebelum mereka tiba di Istana. Ada yang harus berkali-kali mencoba, ada yang menunggu kuota tambahan, dan ada pula yang beruntung mendapatkannya hanya dalam sekali percobaan. Namun, semua bertemu pada satu hal: keinginan untuk merasakan langsung suasana peringatan kemerdekaan, menyaksikan upacara dari dekat, dan menjadi bagian dari momen bersejarah yang selama ini lebih sering mereka saksikan melalui layar televisi.

 

sumber :  https://setneg.go.id/baca/index/antusias_warga_jelang_hut_ke_81_kemerdekaan_ri_berburu_undangan_hingga_tunggu_atraksi_pesawat

Baca Terusannya »»  

Pembangunan Posko Terpadu hingga Percepatan Rehab-Rekon, Pemerintah Perkuat Sinergi Penanganan Pascagempa NTT


 

Pemerintah menegaskan langkah cepat dan terpadu dalam penanganan pascabencana gempa bumi yang melanda sejumlah wilayah di Provinsi Nusa Tenggara Timur (NTT). Langkah tersebut meliputi pembentukan posko bencana terpadu di wilayah terdampak hingga percepatan rehabilitasi dan rekonstruksi infrastruktur utama.

Hal tersebut disampaikan Menteri Koordinator Bidang Pembangunan Manusia dan Kebudayaan (Menko PMK) Pratikno dalam keterangannya kepada awak media usai menggelar rapat koordinasi penanganan darurat pascabencana gempa bumi pada Minggu, 16 Agustus 2026, di Kantor Bupati Manggarai Barat, NTT.

“Tadi sudah disampaikan, ini akan segera dibentuk posko. Dalam hari kedua ini sudah terbentuk posko, pemerintah pusat ada posko, posko nasional. Nanti Kepala BNPB sampaikan bahwa bantuan logistik dari Jakarta, dari daerah lain terkonsolidasi nanti di Halim, dikirimkan ke sini,” jelas Menteri Pratikno.

Menurut Menko PMK, dalam tahap tanggap darurat, pemerintah memprioritaskan penyelamatan dan pemulihan warga serta wilayah terdampak. Pemerintah juga akan segera memulihkan infrastruktur utama agar dapat kembali berfungsi dalam waktu sesingkat-singkatnya.

“Dalam tahap tanggap darurat ini, yang utama tentu saja adalah menyelamatkan warga yang terdampak, kemudian mengembalikan infrastruktur yang rusak agar segera fungsional, apakah itu jalan, jembatan, rumah sakit, listrik, kemudian juga jaringan internet dan lain-lain, itu recover dalam waktu sesingkat-singkatnya,” tuturnya.

Lebih lanjut, Menteri Pratikno menuturkan bahwa pemerintah juga berkomitmen melakukan pemulihan secara berkelanjutan melalui pembangunan kembali wilayah terdampak. Selain itu, Menteri Pratikno menuturkan bahwa pemerintah akan memperkuat ketangguhan pemerintah daerah dan masyarakat dalam menghadapi bencana.

“Bencana tidak bisa sepenuhnya kita hindari, tapi kita harus membangun pemda yang tangguh, masyarakat yang tangguh, infrastruktur yang tangguh, dan juga masyarakat yang tangguh dalam menghadapi bencana,” ungkapnya.

Dalam kesempatan tersebut, Menteri Pratikno menegaskan bahwa langkah cepat dan terpadu yang dilakukan pemerintah menjadi wujud nyata kehadiran negara di tengah masyarakat, khususnya dalam menghadapi situasi bencana. Menurutnya, sinergi dan sinkronisasi seluruh jajaran pemerintah menjadi hal penting untuk memastikan proses pemulihan berjalan cepat dan tepat.

“Pemerintah pusat ini benar-benar full team hadir ke sini. Hadir ke sini. Masing-masing menanyakan ada problem apa dan apa yang sudah dilakukan, apa yang akan dilakukan, dan seterusnya. Jadi, sinkronisasi ini menjadi sesuatu yang sangat penting karena memang resources pusat untuk tanggap darurat dan juga rehab-rekon ini sangat besar,” ucapnya.

Menteri Pratikno turut menyampaikan duka cita yang mendalam kepada para korban bencana. Ia juga mengajak seluruh lapisan masyarakat untuk terus bersinergi dengan pemerintah dalam mempercepat penanganan tanggap darurat serta mendukung proses rehabilitasi dan rekonstruksi pascabencana.

“Kami menyampaikan bela sungkawa yang mendalam kepada para korban, dan mohon kepada seluruh jajaran masyarakat untuk terus bersinergi dengan pemerintah daerah, pemerintah pusat, segera melakukan aksi cepat dalam tanggap darurat dan mendukung secepatnya rehab-rekon,” pungkasnya.

 

sumber :  https://presidenri.go.id/siaran-pers/pembangunan-posko-terpadu-hingga-percepatan-rehab-rekon-pemerintah-perkuat-sinergi-penanganan-pascagempa-ntt/

Baca Terusannya »»  

Tangani Gempa M 7,7 Flores, Kepala BNPB Instruksikan Delapan Langkah Strategis Penanganan Darurat


 

LABUAN BAJO - Kepala Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB), Letjen TNI Dr. Suharyanto, S.Sos., M.M., memberikan arahan terkait penanganan darurat pascagempa bumi Magnitudo 7,7 yang melanda kawasan Pulau Flores, Nusa Tenggara Timur.

Dalam rapat koordinasi bersama seluruh jajaran kementerian/lembaga dan pemerintah daerah di Kantor Bupati Manggarai Barat, NTT, Minggu (16/8), Kepala BNPB menetapkan delapan fokus langkah strategis yang wajib segera dieksekusi demi mempercepat evakuasi, pemenuhan logistik, hingga pemulihan awal wilayah terdampak.

Sebagai langkah pertama, Kepala BNPB mendorong pemerintah daerah di enam kabupaten terdampak parah (Manggarai, Manggarai Timur, Ngada, Ende, Nagekeo, dan Sikka) serta Pemerintah Provinsi NTT untuk segera menerbitkan penetapan status darurat resmi. Menurutnya, kepastian status hukum kedaruratan ini sangat vital agar BNPB, Kementerian PU, dan lembaga terkait memiliki payung hukum untuk menyalurkan dukungan anggaran serta bantuan teknis secara maksimal ke wilayah terdampak.

“Mohon hari ini segera dikeluarkan status daruratnya. Status kedaruratan ini perlu agar BNPB, kementerian/lembaga terkait dari PU dan lain sebagainya bisa membantu secara maksimal," tegas Suharyanto.

Sejalan dengan penetapan status tersebut, pada poin kedua Kepala BNPB meminta percepatan pembentukan Pos Satuan Tugas (Posko) di tingkat kabupaten/kota hingga provinsi dengan mengoptimalkan peran unsur TNI-Polri sebagai komandan satgas. Pembentukan posko kedaruratan daerah ini krusial agar seluruh pergerakan taktis, penataan pengungsi, serta pendistribusian logistik di tingkat lokal dapat terkendali dalam satu komando yang terintegrasi.

“Pak Bupati boleh menunjuk Komandan Satuan TNI dan Polri sebagai komandan lapangan. Termasuk Pak Gubernur, untuk mengendalikan kabupaten yang terdampak, mohon juga segera dibentuk Posko provinsi," instruksinya.

Untuk mendukung penanganan di tingkat daerah, poin ketiga menetapkan bahwa Kepala BNPB mengomandoi langsung pembentukan Posko Utama Pendampingan Nasional di Labuan Bajo dan Posko Taktis di Maumere. Pembagian dua titik wilayah operasi ini dirancang untuk menjangkau seluruh kabupaten terdampak di Flores bagian barat dan timur secara cepat, presisi, serta merata.

“Kami membentuk Posko Nasional Pendampingan Provinsi yang pertama pusatnya di sini, di Labuan Bajo. Kemudian karena luas wilayah, kami juga membuka Posko di Maumere untuk melayani Sikka, Nagekeo, dan Ngada. Dua titik ini harapannya bisa mengular semua langkah penanganan bencana," paparnya.

Guna memastikan ketersediaan bantuan logistik dari luar daerah, pada poin keempat Kepala BNPB mengordinasikan pembukaan Posko Logistik Nasional di Halim Perdanakusuma, Jakarta. Pos penampungan terpusat ini bertugas menerima serta menyalurkan berbagai jenis bantuan dari kementerian, lembaga, BUMN, swasta, maupun masyarakat luas secara langsung menuju titik penerimaan di Flores melalui jalur udara.

“Masyarakat atau pihak yang ingin membantu, semuanya bisa melalui Posko Nasional yang sekarang sudah berdiri di Halim Perdanakusuma. Nanti dari Halim masuk ke Labuan Bajo, bisa juga masuk ke Maumere," jelas Kepala BNPB.

Sementara itu pada poin kelima, terkait keselamatan warga, Kepala BNPB menginstruksikan seluruh tim gabungan di bawah koordinasi Basarnas untuk memimpin pencarian dan pertolongan (SAR) hingga memastikan tidak ada lagi korban yang terjebak atau hilang. Operasi penyisiran reruntuhan ini terus dipacu bersama unsur TNI, Polri, dan relawan sampai lokasi terdampak dinyatakan benar-benar aman.

“Kami mohon Kepala Basarnas sesuai undang-undang memimpin langsung proses pencarian pertolongan. Mohon unsur TNI-Polri dan relawan bergabung di bawah kepemimpinan Kabasarnas," katanya.

Menanggapi pemulihan layanan dasar di poin keenam, Kepala BNPB menargetkan pemulihan fasilitas vital seperti jaringan listrik, air bersih, BBM, dan komunikasi dapat berfungsi normal secara terbatas dalam waktu 7 hari, sekaligus menegaskan agar pendataan kerusakan rumah warga dilakukan secara paralel tanpa menunggu masa tanggap darurat selesai. Pendataan awal yang cepat sangat dibutuhkan agar skema pembangunan Hunian Sementara (Huntara) atau perbaikan rumah dapat langsung dieksekusi.

“Saya mohon tidak usah menunggu sampai tanggap darurat selesai. Silakan mulai didata secara paralel. Begitu sudah jelas, segera kita tetapkan pembangunan, jangan sampai pendataan sekali lagi berlarut-larut," imbaunya.

Mendukung kelancaran distribusi logistik ke daerah terisolasi, pada poin ketujuh Kepala BNPB mengordinasikan pengerahan alutsista lintas lembaga, termasuk armada helikopter dan kapal laut milik TNI, Basarnas, serta BNPB. Seluruh alutsista udara dan laut ini difokuskan penuh untuk menembus titik-titik tersulit demi mengangkut bahan pangan, selimut, dan tenda pengungsian.

“Dari TNI ada 4 helikopter dan kapal laut, Basarnas mengerahkan kapal dan pesawat, serta BNPB 2 pesawat sayap lebar dan 1 helikopter. Alutsista ini kita fokuskan untuk pendistribusian logistik," ungkapnya.

Sebagai poin penutup, Kepala BNPB menginstruksikan pengoperasian Media Center resmi yang menggelar press briefing rutin setiap sore pukul 17.00 WITA. Kehadiran media center ini ditujukan untuk menyajikan pembaruan data secara transparan dari hari ke hari (day-to-day) sekaligus meredam simpang siur informasi dan disinformasi di tengah masyarakat.

“Mulai hari ini setiap sore jam 17.00 WITA, Media Center mulai beroperasi memberikan informasi day-to-day. Apa yang sering terjadi terkait simpang siur informasi di lapangan bisa kita minimalkan dengan memberikan informasi resmi setiap sore," tutup Suharyanto..

 

sumber :  https://www.bnpb.go.id/berita/tangani-gempa-m-77-flores-kepala-bnpb-instruksikan-delapan-langkah-strategis-penanganan-darurat

Baca Terusannya »»