Cari Blog Ini

Selasa, 26 Mei 2026

Di Arafah, Menhaj Tegaskan Haji 2026 Jadi Tonggak Baru Pelayanan Jemaah Indonesia


 

Arafah (Kemenhaj) — Menteri Haji dan Umrah Moch. Irfan Yusuf, menegaskan bahwa wukuf di Arafah menjadi momentum spiritual sekaligus tonggak baru pelayanan haji Indonesia yang lebih fokus, inklusif, dan berkeadaban.

Hal itu disampaikan Menhaj dalam sambutan Wukuf di Arafah, 9 Dzulhijjah 1447 H/26 Mei 2026 M, di hadapan jemaah haji Indonesia, jajaran Amirulhaj, Tim Pengawas DPR RI, perwakilan Pemerintah Indonesia di Arab Saudi, serta Petugas Penyelenggara Ibadah Haji (PPIH) Arab Saudi.

“Hari ini kita berada di Arafah. Di tempat yang mulia ini, jutaan manusia datang dengan pakaian yang sama, doa yang sama, dan harapan yang sama. Semua menundukkan diri di hadapan Allah SWT,” ujar Menhaj.

Menhaj menyebut, penyelenggaraan haji 1447 H/2026 M memiliki makna historis karena untuk pertama kalinya dilaksanakan dalam kerangka Kementerian Haji dan Umrah Republik Indonesia. Karena itu, seluruh layanan diarahkan agar negara hadir lebih dekat, lebih sigap, dan lebih terukur dalam melayani jemaah.

“Pelayanan haji tahun ini harus menjadi bukti bahwa negara hadir lebih fokus, lebih terarah, dan lebih dekat kepada jemaah,” tegasnya.

Menhaj menjelaskan, seluruh fase keberangkatan jemaah haji Indonesia dari Tanah Air telah selesai. Sebanyak 527 kloter dengan 202.551 jemaah dan 2.098 petugas telah tiba di Makkah. Selain itu, 16.596 jemaah haji khusus juga telah berada di Arab Saudi.

Saat ini, seluruh energi pelayanan difokuskan pada fase Armuzna, meliputi kesiapan tenda, penempatan jemaah, konsumsi, transportasi, kesehatan, pelindungan, serta penugasan petugas di lapangan.

Dalam kesempatan itu, Menhaj menekankan Tri Sukses Haji sebagai arah besar penyelenggaraan. Sukses ritual diwujudkan melalui ibadah yang sah, tertib, dan khusyuk. Sukses ekosistem ekonomi haji diwujudkan melalui tata kelola yang memberi manfaat bagi bangsa. Sementara sukses keadaban dan peradaban diharapkan melahirkan pribadi yang lebih sabar, disiplin, santun, dan membawa kebaikan bagi Indonesia.

Kemenhaj juga menempatkan keselamatan jiwa dan keabsahan ibadah sebagai satu kesatuan kebijakan. Skema murur disiapkan bagi jemaah lansia, risiko tinggi, komorbid, disabilitas, serta pendampingnya agar pergerakan dari Arafah menuju Mina berlangsung lebih aman, tertib, dan tetap sesuai bimbingan manasik.

“Setiap jemaah harus merasa dilindungi. Setiap keterbatasan harus mendapat dukungan. Setiap petugas harus hadir dengan empati, sigap, dan memahami kebutuhan khusus jemaah,” ujar Menhaj.

Untuk mendukung kekhusyukan jemaah, Kemenhaj menyiapkan 15 porsi makanan siap santap cita rasa Nusantara selama fase Armuzna. Distribusi konsumsi juga disiapkan lebih awal sejak 6 Dzulhijjah agar jemaah dapat lebih fokus beribadah.

Layanan haji tahun ini turut diperkuat melalui digitalisasi pengawasan dan pelaporan berbasis Command Center, SIKABAH, dan Kawal Haji. Sistem ini memungkinkan respons petugas lebih cepat, terukur, dan berbasis data.

Dalam tata kelola dam, Kemenhaj mencatat 145.341 jemaah telah membayar dam. Sebanyak 102.364 melalui Adahi di Arab Saudi dan 38.992 melalui mekanisme di Indonesia. Sebagian besar daging dam jemaah Indonesia juga diarahkan untuk membantu masyarakat Palestina melalui koordinasi Adahi dan Pemerintah Arab Saudi.

Menhaj mengajak jemaah memanfaatkan waktu wukuf sebagai ruang muhasabah, memperbanyak doa, zikir, istighfar, serta menjaga kesehatan dan disiplin mengikuti arahan petugas.

“Arafah adalah ruang muhasabah. Doakan keluarga, para pemimpin bangsa, keselamatan Indonesia, dan semoga seluruh jemaah kembali ke Tanah Air sebagai haji yang mabrur,” tutup Menhaj.

 

Sumber :  https://haji.go.id/berita/di-arafah-menhaj-tegaskan-haji-2026-jadi-tonggak-baru-pelayanan-jemaah-indonesia-1779814636175

Baca Terusannya »»  

Plt Bupati Pati Risma Ardhi Chandra Serahkan Bantuan Sapi Kurban ke Warga


 

PATI, 26 Mei 2026 — Plt Bupati Pati Risma Ardhi Chandra menyerahkan langsung bantuan kemasyarakatan berupa satu ekor sapi kurban dari Presiden Republik Indonesia, Prabowo Subianto, bagi warga Dukuh Jati Kebo, Desa Kepohkencono, Kecamatan Pucakwangi, Selasa (26/5/2026).

Dalam penyerahan bantuan tersebut, Plt Bupati Pati didampingi oleh Penjabat (Pj) Sekda Pati, para Asisten Sekda, serta jajaran Staf Ahli Bupati. 

Sapi kurban berjenis Simental berbobot 1.050 kilogram (1,05 ton) yang diberi nama "Arjuno" tersebut dibeli langsung dari peternak lokal, Bapak Musrikan, warga Desa Jimbaran, Kecamatan Margorejo, Pati.

"Hari ini kami menyerahkan amanah bantuan sapi kurban dari Bapak Presiden Prabowo untuk warga Dukuh Jati Kebo, Desa Kepohkencono. Sapinya jenis Simental, namanya Arjuna, beratnya mencapai 1.050 kg. Semoga bantuan ini membawa berkah dan manfaat bagi warga di sini," ujar Plt Bupati Pati di sela-sela penyerahan.

Adi Sudarsono, salah satu  warga Dukuh Jati Kebo, menyampaikan apresiasi dan terima kasih yang mendalam atas kepedulian jajaran Pemkab Pati.

"Alhamdulillah, warga di sini sangat senang," tutur Adi penuh syukur.

 

Sumber :  https://patikab.go.id/frontpanel/berita/detail/MGRrWFgzQ0dRelRXbXJXbmtCTElGZz09

Baca Terusannya »»  

“Bienvenue, Presiden Prabowo Subianto”: Haru dan Bangga Diaspora Sambut Kepala Negara di Paris


 

Sejak pagi hari, Selasa, 26 Mei 2026, ratusan warga negara Indonesia (WNI) telah menanti kedatangan Presiden Prabowo Subianto di Paris dengan penuh antusias. Di antara kerumunan para WNI di hotel tempat Kepala Negara bermalam selama di Paris, Ruth, perempuan asal Blitar yang telah menetap selama 23 tahun di Prancis, tampak tak mampu menyembunyikan rasa bahagianya saat bertemu Presiden Prabowo untuk pertama kalinya.

“Saya sangat terima kasih sekali kepada beliau, Bapak Prabowo sudah menyempatkan untuk bertemu dengan warga Indonesia di sini. Walaupun sekedar berjabat tangan, saya sangat tersentuh sekali. Saya sangat terhormat ya bisa bertemu dengan beliau,” kata Ruth.

Bienvenue, Bapak Presiden Prabowo Subianto,” ucapnya.

Selain Ruth, kesan mendalam juga dirasakan oleh para mahasiswa Indonesia di Prancis. Reval bersama Evelyn dan Syeril mengaku bangga mendapat kesempatan untuk bertemu langsung dengan Presiden Prabowo. Menurutnya, hal ini merupakan sebuah pengalaman yang tidak datang setiap hari bagi mahasiswa Indonesia di luar negeri.

“Perasaannya sangat bangga ya, dan sangat senang bisa bertemu dengan Bapak Presiden secara langsung. Apalagi kami as a student di Prancis ini merupakan suatu opportunity yang tidak semua orang bisa. Jadi kami sangat senang sekali,” kata Reval.

Pada kesempatan tersebut, Presiden Prabowo juga berbincang singkat bersama para mahasiswa. Presiden menanyakan bidang studi dan jenjang pendidikan para mahasiswa, sekaligus memberikan dorongan agar terus belajar dengan sungguh-sungguh.

“Tentunya terima kasih untuk Bapak Presiden sudah menyempatkan waktu untuk berdiskusi sama kami, meskipun kita cuma student. Itu bukan approach yang bisa kita dapat setiap hari gitu. Jadi kita merasa bangga dan tentunya senang bisa berdiskusi dengan Bapak Presiden,” ucap Evelyn.

Dengan kunjungan ini, para mahasiswa tersebut turut berharap hubungan Indonesia dan Prancis makin erat di masa mendatang. Menurut mereka, hubungan baik kedua negara telah memberi manfaat nyata bagi mahasiswa Indonesia di Prancis, sekaligus membuka ruang lebih luas untuk memperkenalkan budaya Indonesia kepada dunia.

“Terima kasih untuk Bapak Presiden sudah menjalin hubungan yang sangat baik dengan Prancis. Sebagai kita juga mahasiswa merasakan sekali benefit-nya di sini, dan juga semoga ke depannya bisa menyebarkan cultural things tentang Indonesia juga ke seluruh dunia,” ujar Syeril.

Pertemuan tersebut menjadi pengikat rasa, menghadirkan kembali kedekatan dengan Tanah Air, sekaligus menegaskan bahwa di mana pun berada, mereka tetap bagian dari Indonesia.

 

Sumber ;  https://presidenri.go.id/siaran-pers/bienvenue-presiden-prabowo-subianto-haru-dan-bangga-diaspora-sambut-kepala-negara-di-paris/

Baca Terusannya »»  

Presiden Prabowo Tiba di Paris, Kunjungan Resmi Kenegaraan Perkuat Kerja Sama Super Strategis


 

Presiden Republik Indonesia, Prabowo Subianto, tiba di Bandara Orly, Paris, Republik Prancis, pada Selasa, 26 Mei 2026, sekitar pukul 10.00 waktu setempat (WS) setelah menempuh 16 jam penerbangan. Ketibaan di Prancis menandai dimulainya rangkaian kunjungan resmi kenegaraan Presiden Prabowo.

“Ketibaan ini menandai dimulainya rangkaian state visit (kunjungan resmi kenegaraan) Presiden Prabowo di Prancis, yang undangannya telah diagendakan sejak tahun lalu dan sempat mengalami beberapa kali penjadwalan ulang,” tulis Sekretaris Kabinet, Teddy Indra Wijaya dalam keterangannya.

Di bawah tangga pesawat, ketibaan Kepala Negara di bandara disambut oleh Menteri Tenaga Kerja dan Solidaritas Prancis Jean-Pierre Farandou dan regu jajar kehormatan. Tidak hanya itu, kunjungan Presiden Prabowo di Prancis turut disambut penuh antusias oleh ratusan warga negara Indonesia yang telah menunggu sejak pagi hari di hotel tempat Kepala Negara menginap.

Kunjungan resmi kenegaraan Presiden Prabowo diharapkan makin memperkuat hubungan strategis antara Indonesia dan Prancis. Seskab menyampaikan bahwa saat ini kedua negara memiliki sejumlah kerja sama strategis di berbagai bidang.

“Saat ini, Indonesia memiliki banyak kerja sama super strategis dengan Prancis, dan state visit ini diharapkan makin memperkuat posisi Indonesia di Eropa, khususnya Prancis,” katanya.

Selain itu, menurut Seskab Teddy, hubungan bilateral Indonesia dan Prancis juga dinilai memiliki peran yang saling melengkapi dalam hubungan global. “Indonesia menjadi salah satu gerbang utama hubungan Eropa ke Asia, sementara Prancis merupakan gerbang penting bagi hubungan Asia—khususnya Asia Tenggara—menuju kawasan Eropa,” tulisnya.

Dalam keterangan tertulisnya, Seskab Teddy turut menyampaikan agenda Presiden Prabowo sebelum memulai rangkaian acara resmi kenegaraan. “Presiden Prabowo dijadwalkan akan melaksanakan salat Iduladha dan silahturahmi dengan WNI di Wisma KBRI Paris,” tandasnya.

 

Sumber ;  https://presidenri.go.id/siaran-pers/seskab-teddy-presiden-prabowo-tiba-di-paris-kunjungan-resmi-kenegaraan-perkuat-kerja-sama-super-strategis/

Baca Terusannya »»  

Pemkab Pati Dorong Pengembangan Desa Wisata


 

KUDUS, 26 Mei 2026 — Plt Bupati Pati Risma Ardhi Chandra menghadiri kegiatan Rembug Pembangunan Provinsi Jawa Tengah Tahun 2026 yang digelar di Pendopo Kabupaten Kudus pada Selasa (26/5). Kegiatan tersebut menjadi forum koordinasi pembangunan antar daerah dalam mendukung percepatan pembangunan di wilayah Jawa Tengah.

Kegiatan tersebut juga dihadiri Gubernur Jawa Tengah Ahmad Luthfi, Bupati Kudus beserta wakilnya, Bupati Rembang, Bupati Blora, Bupati Jepara, serta jajaran Forkopimda dan OPD dari masing-masing kabupaten.

Dalam kesempatan tersebut, Plt Bupati Pati menyampaikan optimisme terhadap pengembangan desa wisata di Kabupaten Pati.

“Kami optimis untuk desa wisata di Kabupaten Pati yang kami usulkan ini bisa terealisasi, sehingga wisata-wisata yang lain di Kabupaten Pati bisa tumbuh,” ujar Chandra.

Ia menjelaskan bahwa potensi pengembangan wisata di Kabupaten Pati memiliki pasar yang cukup jelas, salah satunya berasal dari kegiatan outing class sekolah yang setiap tahunnya rutin dilaksanakan.

Selain itu, Pemerintah Kabupaten Pati juga terus mengupayakan revitalisasi sejumlah destinasi wisata daerah. Namun demikian, Plt Bupati berharap adanya arahan dari Pemerintah Provinsi Jawa Tengah, khususnya terkait peningkatan sarana dan prasarana jalan menuju lokasi wisata.

Ia juga menyoroti beberapa potensi wisata alam di Kabupaten Pati yang dinilai memiliki potensi besar untuk terus dikembangkan.

“Ada desa-desa wisata seperti Goa Wareh, Goa Larangan, Goa Pancur ini juga menjadi perhatian kami. Kalau embung di Goa Pancur dikeruk saya kira ini bisa untuk destinasi wisata kapal-kapalan air dan lainnya,” jelasnya.

Plt Bupati Pati pun berharap dukungan dari Pemerintah Provinsi Jawa Tengah untuk pengembangan sektor pariwisata di Kabupaten Pati.

“Untuk pariwisata di Kabupaten Pati minta dukungannya Pak Gubernur, supaya pariwisata di Kabupaten Pati lebih maju lagi,” pungkas Chandra.

 

Sumber :  https://patikab.go.id/frontpanel/berita/detail/YXBvOC8rcGdJVkZDWXBwWnA1eGlJQT09

Baca Terusannya »»  

Pariwisata dan Ekonomi Syariah, Andalan Pertumbuhan Ekonomi Jateng 2027


 

KUDUS – Pemerintah Provinsi Jawa Tengah menyiapkan dua sektor baru sebagai penggerak ekonomi 2027, yakni pariwisata berkelanjutan dan ekonomi syariah.

Optimalisasi dua sektor itu guna mengerek target pertumbuhan ekonomi di wilayah tersebut sebesar 6 persen-7,4 persen.

“Pertumbuhan ekonomi kita sudah 5,89 persen di triwulan I 2026. Kalau bisa kita tingkatkan lagi,” tegas Gubernur Jawa Tengah Ahmad Luthfi, di sela acara Rembug Pembangunan Jawa Tengah 2026, di Pendopo Kabupaten Kudus, Selasa (26/5/2026).

Acara tersebut dihadiri Sekda Jateng Sumarno, perwakilan Forkopimda Jateng, bupati atau wakil bupati, beserta Forkopimda eks karesidenan Pati, meliputi Jepara, Kudus, Pati, Rembang, dan Blora (Jekuti-Banglor).

Upaya mengejar target pertumbuhan ekonomi itu, tentu tidak meninggalkan penguatan sektor ketahan pangan yang sudah dimulai pada 2026, serta upaya meningkatkan realisasi investasi.

Luthfi meyakini, sektor pariwisata mampu menjadi penopang dalam meningkatkan pertumbuhan ekonomi di wilayahnya.

Berdasarkan data, pertumbuhan ekonomi Jawa Tengah 2025 sebesar 5,37 persen. Salah satu penopang pertumbuhan ekonomi tersebut dari sektor pariwisata, melalui penyediaan akomodasi dan makan minum yang tumbuh 10,60 persen.

Bahkan, kontribusi sektor pariwisata terhadap Produk Domestik Regional Bruto (PDRB) Jateng 2022-2025 menunjukkan tren meningkat. Dari 3,29 persen pada 2022 menjadi 3,40 persen pada 2023, lalu naik signifikan pada 2024 sebesar 3,56 persen, dan pada 2025 mencapai 3,74 persen. Tren peningkatan ini menegaskan peran pariwisata sebagai salah satu penggerak ekonomi daerah.

Kunjungan wisatawan pada 2022 sampai dengan 2025 juga mengalami peningkatan. Tahun 2022 sebanyak 46,6 Juta orang, menjadi 74,4 Juta orang pada tahun 2025 (naik 59,73 persen). Peningkatan kunjungan wisatawan menunjukkan Jateng merupakan destinasi favorit bagi wisatawan.

Dalam acara Rembug Pembangunan tersebut, telah ditetapkan target pembangunan pariwisata untuk daerah Kudus, Jepara, Rembang, Pati, dan Blora.

Kabupaten Kudus jadi daerah dengan target tertinggi, yakni sekitar 3,7 juta kunjungan wisatawan. Selanjutnya, Kabupaten Rembang menargetkan hampir 3 juta kunjungan wisatawan, disusul Jepara sekitar 2,4 juta wisatawan. Adapun Kabupaten Blora menargetkan 1,2 juta wisatawan, dan Pati 1,1 juta wisatawan.

Pengembangan desa wisata juga turut menjadi prioritas. Kabupaten Kudus, Pati, Rembang, dan Blora masing-masing menargetkan pembentukan 30 desa wisata, sedangkan Jepara menargetkan tiga desa wisata baru. Target ini menunjukkan adanya upaya pemerataan pengembangan pariwisata, sekaligus mendorong pemberdayaan ekonomi masyarakat berbasis potensi lokal. 

 

Sumber ;  https://jatengprov.go.id/publik/pariwisata-dan-ekonomi-syariah-andalan-pertumbuhan-ekonomi-jateng-2027/

Baca Terusannya »»  

2025, Sinergi Kemenag dan BPJS Ketenagakerjaan Beri Perlindungan 557.978 GTK


 

Jakarta (Kemenag) --- Kementerian Agama dan BPJS Ketenagakerjaan kembali memperkuat kerja sama dalam pelindungan guru dan tenaga kependidikan (GTK) Islam. Pada 2025, sinergi dua pihak ini telah memberikan pelindungan kepada 557.978 GTK Islam atau sekitar 46 persen dari total sasaran 1.205.190 orang. Selama periode tersebut, manfaat klaim telah disalurkan kepada 5.677 pekerja pendidikan Islam dengan total pencairan mencapai Rp76,7 miliar.

Penguatan sinergi Kemenag dan BPJS Ketenagakerjaan pada 2026 dibahas bersama oleh Menteri Agama Nasaruddin Umar dengan Direktur Utama BPJS Ketenagakerjaan Saiful Hidayat. Pertemuan keduanya bersama jajaran berlangsung di kantor pusat Kementerian Agama, Jakarta, Selasa (26/5/2026).

Hadir mendampingi Menag, Dirjen Pendidikan Islam Amien Suyitno, Staf Khusus Menteri Agama Ismail Cawidu, dan Kepala Biro Humas dan Komunikasi Publik Thobib Al Asyhar. Dalam kesempatan itu, diserahkan secara simbolis manfaat Jaminan Kecelakaan Kerja (JKK), Jaminan Kematian (JKM), serta beasiswa pendidikan kepada ahli waris tenaga pendidik di lingkungan Kementerian Agama.

Menteri Agama Nasaruddin Umar menegaskan bahwa program jaminan sosial memiliki peran penting dalam memberikan rasa aman bagi para guru dan tenaga kependidikan keagamaan sehingga mereka dapat menjalankan tugas dengan lebih tenang dan optimal.

“Alhamdulillah, hari ini Kementerian Agama bersama BPJS Ketenagakerjaan kembali memastikan perlindungan bagi guru madrasah dan tenaga pendidik keagamaan. Selain itu, kami juga menyerahkan manfaat santunan kepada ahli waris peserta yang telah terdaftar, termasuk dukungan beasiswa pendidikan bagi putra-putrinya,” ujar Menag usai prosesi penyerahan.

Menurut Menag, program jaminan sosial ketenagakerjaan tidak hanya memberikan perlindungan saat terjadi risiko kerja, tetapi juga membantu menjaga keberlangsungan ekonomi keluarga peserta.

“Program ini memberikan manfaat yang sangat besar bagi para tenaga pendidik dan keluarganya. Ketika terjadi risiko yang tidak diharapkan, perlindungan sosial dapat membantu meringankan beban keluarga, terutama dalam pembiayaan pengobatan dan keberlanjutan pendidikan anak,” lanjutnya.

Menag juga menegaskan komitmen Kementerian Agama untuk terus memperluas cakupan perlindungan sosial bagi tenaga layanan keagamaan di berbagai daerah.

“Kami berharap ke depan program ini dapat menjangkau lebih banyak tenaga layanan keagamaan yang selama ini memiliki kontribusi besar bagi masyarakat, sehingga perlindungan sosial dapat dirasakan secara lebih luas dan merata,” tegas Menag.

Kementerian Agama bersama BPJS Ketenagakerjaan juga terus mendorong percepatan perluasan kepesertaan agar semakin banyak guru dan tenaga kependidikan keagamaan yang memperoleh perlindungan jaminan sosial ketenagakerjaan.

Direktur Utama BPJS Ketenagakerjaan Saiful Hidayat menyampaikan apresiasi atas dukungan Kementerian Agama dalam memperkuat pelaksanaan program jaminan sosial ketenagakerjaan bagi tenaga pendidik keagamaan.

“Kami tidak sekadar menghimpun iuran, tetapi juga memastikan manfaat perlindungan dapat dirasakan secara optimal oleh peserta dan keluarganya. Program ini sangat penting untuk membantu mencegah munculnya kerentanan ekonomi baru ketika pencari nafkah utama mengalami risiko kerja,” ujar Saiful.

Melalui program JKK, peserta mendapatkan perlindungan berupa pembiayaan pengobatan dan perawatan sesuai kebutuhan medis apabila mengalami kecelakaan kerja, termasuk saat perjalanan menuju dan pulang dari tempat bertugas.

Sementara itu, program JKM memberikan santunan kepada ahli waris peserta serta dukungan beasiswa pendidikan bagi dua orang anak hingga jenjang perguruan tinggi dengan nilai manfaat maksimal mencapai Rp174 juta.

Sinergi Kementerian Agama dan BPJS Ketenagakerjaan ini menjadi bagian dari upaya memperkuat pelindungan sosial bagi guru dan tenaga kependidikan keagamaan, sekaligus memastikan keberlangsungan kesejahteraan keluarga penerima manfaat. Langkah tersebut juga mencerminkan komitmen pemerintah dalam menghadirkan layanan publik yang berdampak nyata bagi masyarakat.


Sumber : https://kemenag.go.id/nasional/2025-sinergi-kemenag-dan-bpjs-ketenagakerjaan-beri-perlindungan-557978-gtk-3MzYZ
Baca Terusannya »»  

Modal Semangat, di Lembaga ini Warga Miskin Jateng Dapat Pelatihan Gratis dan Disalurkan Kerja


 

SEMARANG — Pemerintah Provinsi Jawa Tengah tak henti-hentinya memberikan pelatihan ketrampilan, bagi warga dari keluarga keluarga kurang mampu atau miskin dan disabilitas di wilayahnya, agar siap bekerja di perusahaan mitra

Pelatihan itu ditangani Balai Industri Produk Tekstil dan Alas Kaki (BIPTAK) Dinas Perindustrian dan Perdagangan (Disperindag) Provinsi Jawa Tengah. Pada Mei 2026 ini ada sekitar 300 peserta pelatihan. Mereka diberikan pelatihan sebagai operator garmen dan alas kaki.

Kegiatan tersebut didukung oleh Baznas Jateng, PLN Jateng, serta para perusahaan mitra.

Gubernur Jawa Tengah Ahmad Luthfi, meninjau proses pelatihan tersebut pada Selasa (26/5/2026). Di sela tinjauan, dia juga sempat berdialog dengan para peserta.

“Satu angkatan kita akan melatih 300 orang. Kegiatan ini bagi anak-anak kita yang kurang mampu, termasuk disabilitas juga dilatih di sini, dan mereka semua siap kerja di 11 perusahaan mitra,” beber Luthfi.

Ditambahkan, program pelatihan dari BIPTAK merupakan upaya Pemerintah Provinsi Jawa Tengah, dalam mengentaskan kemiskinan dan menurunkan angka pengangguran terbuka. Sebab, Berdasarkan data BPS, tingkat pengangguran terbuka (TPT) Jawa Tengah pada Februari 2026 sebesar 4,24%. Tercatat, saat ini sekitar 481 ribu tenaga kerja telah terserap industri.

Selain itu, program pelatihan tersebut juga untuk mendukung iklim investasi yang sedang bergeliat di provinsi ini. Dengan adanya pelatihan, para peserta diharapkan sudah siap pakai di industri padat karya.

“Di sini sudah dilatih cara membikin pakaian, cara ngedol sepatu, cara menjahit, dan sebagainya,” terang dia.

Kepala Disperindag Jawa Tengah Juli Emmylia menambahkan, selama 20 hari pelatihan, peserta tidak dipungut biaya sama sekali. Mereka juga diberikan fasilitas makan dan tempat menginap, juga antar-jemput ke perusahaan mitra.

“Selesai pelatihan langsung kami tempatkan di perusahaan. Mereka menjadi karyawan tetap dengan gaji UMR,” ungkap Emmy, sapaannya.

Dijelaskan, kebutuhan tenaga kerja terlatih dari BIPTAK sekitar 5.000 orang per tahun. Namun, dari kapasita alat maupun infrastruktur, BIPTAK baru dapat memenuhi sekitar 3.000 orang yang terbagi dalam beberapa angkatan. Dalam hal ini collaborative funding dengan perusahaan mitra serta Baznas Jateng dan PLN, menjadi sangat penting.

“Kapasitas kami 3.000 orang, anggaran kami melatih hanya 300 orang, maka dibantu oleh CSR. Hampir 700 orang kami kerja sama dengan PT Mas Arya, total bisa melatih dengan menggunakan tempat kami sebanyak 960 orang. Itu langsung ditempatkan di PT Mas Arya,” jelasnya.

Peserta pelatihan asal Boyolali, Bina Una Cahyani, mengaku sangat terbantu dengan adanya program dari BIPTAK tersebut. Terlebih, selama pelatihan dia mendapatkan materi yang mudah dipahami serta fasilitas lengkap.

“Nanti setelah 10 hari langsung kerja di PT Mas Arya. Saya mengatahui informasi pelatihan ini dari media sosial. Ada kesempatan, makanya saya coba daftar,” ujar lulusan SMKN 1 Klego Boyolali tersebut.

Peserta lain asal Batang, Aldi Prasetya, juga merasakan manfaat dari program pelatihan yang langsung terkoneksi dengan perusahaan tersebut. Sebab, setelah 20 hari ikut pelatihan, dia langsung bisa diterima kerja di perusahaan sepatu di Batang. 

 

Sumber :  https://jatengprov.go.id/publik/modal-semangat-di-lembaga-ini-warga-miskin-jateng-dapat-pelatihan-gratis-dan-disalurkan-kerja/

Baca Terusannya »»  

Istiqlal Gunakan Sistem By Name By Address agar Distribusi Daging Kurban Tepat Sasaran


 

Jakarta (Kemenag) --- Masjid Istiqlal menerapkan sistem distribusi berbasis data untuk memastikan penyaluran daging kurban Iduladha tepat sasaran. Menteri Agama Nasaruddin Umar yang sekaligus sebagai Imam Besar Masjid Istiqlal menyatakan, skema distribusi akan disalurkan secara tepat sasaran kepada penerima manfaat yang paling membutuhkan.

“Insyaallah tidak akan ada satu bentuk pemberian kepada yang tidak tepat karena kita sudah daftar by name by address. Nanti kita akan berikan kepada masjid masyarakat binaan Istiqlal distribusinya nanti itu ke masjid-masjid yang dibina oleh Masjid Istiqlal, pantai asuhan, pondok pesantren, perguruan tinggi, majelis taklim, kemudian lembaga-lembaga ormas-ormas Islam,” ujar Menag Nasaruddin Umar di Masjid Istiqlal, Jakarta, Selasa (26/5/2026).

Langkah ini diambil agar esensi ibadah kurban dapat langsung dirasakan oleh kelompok masyarakat rentan yang selama ini memiliki keterbatasan akses terhadap pangan bergizi. “Daging-daging hewan itu nanti diberikan kepada mereka yang sangat membutuhkan. Banyak warga masyarakat kita di Indonesia ini mungkin sulit mendapatkan daging atau mengkonsumsinya,” lanjutnya.

Proses Penyembelihan Ramah Lingkungan

Selain manajemen distribusi, Menag juga menyoroti aspek higienitas dan kelestarian lingkungan dalam proses penyembelihan di Masjid Istiqlal. Menurutnya, area pemotongan di masjid Istiqlal telah dirancang secara modern sejak awal pembangunannya oleh Presiden pertama RI, Sukarno.

“Di istiqlal tempat pemotongannya ini memang dirancang sejak awal oleh Bung Karno yang sebagai seorang engineer jangan hanya membangun masjidnya tetapi seluruh fasilitas yang berkaitan dengan masjid juga harus disiapkan termasuk (fasilitas) penyembelihan,” jelas Menag.

Selaras dengan program ekoteologi, pengelolaan limbah kurban di Istiqlal dipastikan tidak akan mencemari lingkungan sekitar, termasuk aliran sungai. Menag juga memastikan kepada pihak pengelola / panitia kurban agar bekas-bekas penyembelihan bisa segera dibersihkan dan kotoran-kotoran hewan kurban bisa dimanfaatkan sebagai pupuk.

“Insya Allah tidak akan ada pencemaran, tidak ada setetes darah hewan mengalir ke sungai,” tegas Menag. Nanti penyembelihan ini (dilangsungkan) satu hari, itu juga langsung tempat ini bersih kembali dan kotoran-kotoran hewannya pun juga istilahnya dibudayakan menjadi pupuk.”

Simbol Toleransi Beragama

Hari ini, Masjid Istiqlal menerima total penyerahan 27 ekor sapi, yang di antaranya berasal dari Artha Graha Internasional dan MNC Peduli. Menag mengapresiasi tingginya kepedulian sosial yang datang dari berbagai elemen masyarakat, termasuk komunitas nonmuslim.

Bagi Menag, fenomena ini menjadi bukti nyata bahwa Iduladha di Indonesia mampu menjadi jembatan kemanusiaan dan memperkokoh kerukunan antarumat beragama.

“Bahwa inilah Indonesia yang menyumbangkan hewan kurbannya ternyata bukan hanya rekan-rekan kita yang beragama Islam tapi non-muslim pun juga itu sangat antusias untuk memberikan partisipasinya ke sini termasuk tetangga kita Gereja Katedral itu memberikan juga hewan kurbannya untuk istiqlal dan ini satu bukti bahwa istiqlal ini telah merajut sebuah konsep toleransi yang sangat indah,” pungkasnya.


Sumber : https://kemenag.go.id/nasional/istiqlal-gunakan-sistem-by-name-by-address-agar-distribusi-daging-kurban-tepat-sasaran-IUkTO
Baca Terusannya »»  

Soal Guru Non-ASN Jelang 2027, Jateng Tetap Bertahan dan Tunggu Aturan Lanjutan Pusat


 

SEMARANG — Pemerintah Provinsi Jawa Tengah tidak akan melakukan pemberhentian guru non-ASN (Aparatur Sipil Negara) di bawah naungannya. Penegasan itu di tengah munculnya isu penataan tenaga non-ASN, yang mulai berlaku efektif pada 2027.

Wakil Gubernur Jawa Tengah, Taj Yasin Maimoen menegaskan, Pemprov Jateng tetap berupaya menjaga keberlangsungan para guru non-ASN agar tetap bisa mengajar, sambil menunggu kebijakan resmi dari pemerintah pusat terkait skema pengangkatan aparatur sipil negara.

Menurutnya, pemerintah daerah masih menunggu regulasi lanjutan dari pemerintah pusat, khususnya terkait penataan guru non-ASN, dan peluang pembukaan formasi Pegawai Pemerintah dengan Perjanjian Kerja (PPPK).

Gus Yasin mengatakan, aspirasi terbesar para guru non-ASN saat ini, adalah adanya pengangkatan kembali melalui jalur PPPK. Namun, kewenangan pembukaan formasi tetap berada di pemerintah pusat, sementara daerah bertugas mengusulkan kebutuhan sesuai kondisi di lapangan.

“Kita hanya melaksanakan nanti bagaimana keputusan dari pemerintah pusat,” kata Taj Yasin, seusai Rapat Paripurna DPRD Provinsi Jawa Tengah Masa Persidangan Ketiga Tahun Sidang 2025/2026, di Gedung Berlian, Kota Semarang, Selasa (26/5/2026).

Saat ditanya apakah Pemprov Jateng akan kembali mengajukan formasi PPPK guru, wagub menegaskan, pihaknya siap mengusulkan apabila pemerintah pusat membuka rekrutmen baru.

“Kalau memang dibuka, kita ajukan lagi,” tegasnya.

Sebagai informasi, mencuatnya isu itu seiring terbitnya Surat Edaran Menteri Pendidikan Dasar dan Menengah Nomor 7 Tahun 2026, tentang Penugasan Guru non-ASN pada satuan pendidikan yang diselenggarakan pemerintah daerah.

Dalam aturan tersebut disebutkan penugasan guru non-ASN berlaku hingga 31 Desember 2026 sebagai bagian dari implementasi Undang-Undang ASN 2023.

Meski demikian, pemerintah pusat menegaskan, kebijakan tersebut bukan berarti penghentian massal guru honorer.

 

Sumber ;  https://jatengprov.go.id/publik/soal-guru-non-asn-jelang-2027-jateng-tetap-bertahan-dan-tunggu-aturan-lanjutan-pusat/

Baca Terusannya »»  

Bukan Penanganan Biasa, Ini Strategi Jitu Jawa Tengah Selamatkan Lahan Kritis


 

SEMARANG — Wakil Gubernur Jawa Tengah, Taj Yasin Maimoen, mendukung upaya pengetatan perlindungan kawasan hutan di wilayahnya, melalui regulasi mengenai rehabilitasi lahan kritis dan reklamasi hutan daerah.

Hal itu disampaikan Taj Yasin mewakili Gubernur Ahmad Luthfi, dalam Rapat Paripurna DPRD Jawa Tengah, di Gedung Berlian, Kota Semarang, Selasa (26/5/2026).

Menurut dia, usulan pembahasan Rancangan Peraturan Daerah (Raperda) tentang Tata Kelola Rehabilitasi Lahan Kritis dan Reklamasi Hutan Daerah, menjadi langkah penting untuk memperkuat perlindungan lingkungan di wilayahnya.

“Dengan adanya peraturan ini, ke depan pengelolaan kehutanan akan lebih ketat, sehingga kondisi hutan di Jawa Tengah bisa lebih baik,” katanya.

Tokoh yang akrab disapa Gus Yasin ini menyoroti sejumlah kawasan pegunungan yang menjadi perhatian pemerintah dalam upaya rehabilitasi dan perlindungan hutan, salah satunya kawasan Gunung Slamet. Selain itu, kerusakan hutan juga ditemukan pada sejumlah wilayah pegunungan di Kabupaten Pati.

“Gunung Slamet menjadi salah satu catatan kami. Ada kawasan yang ingin kita fasilitasi, agar tidak terjadi pengrusakan hutan. Begitu juga di gunung-gunung lain, termasuk di Kabupaten Pati, yang masih ada hutan gundul,” ujarnya.

Taj Yasin menegaskan, penguatan regulasi diperlukan agar perlindungan hutan memiliki dasar hukum yang lebih tegas, sekaligus memperkuat edukasi kepada masyarakat mengenai pentingnya menjaga kawasan hutan.

“Ini masih tahap rancangan, dan akan dibahas bersama-sama. Yang jelas arahnya pengetatan, supaya perlindungan hutan lebih baik,” beber wagub.

Dijelaskan, alih fungsi lahan yang terjadi di sejumlah wilayah selama ini, banyak digunakan untuk perkebunan maupun tanaman sayuran. Kondisi tersebut dinilai berdampak terhadap kemampuan tanah, dalam menyerap air dan menjaga kestabilan lereng.

“Kalau pohon-pohon besar diganti tanaman sayur, daya ikat tanahnya tentu berbeda dan lebih lemah,” ucapnya.

Menurut wagub, rehabilitasi hutan dan pengendalian alih fungsi lahan, menjadi bagian penting dalam upaya mitigasi bencana di Jawa Tengah. Karena itu, Pemprov Jateng mendukung penuh pembahasan Raperda tersebut, agar upaya pelestarian lingkungan berjalan lebih terarah, terukur, dan berkelanjutan.

Sementara itu, Sekretaris Komisi B DPRD Jateng, Sholeha Kurniawati mengatakan, kondisi lingkungan hidup dan kawasan hutan di Jawa Tengah saat ini menghadapi tantangan serius.

Ditambahkan, adanya alih fungsi lahan, kerusakan kawasan hutan, erosi, sedimentasi, hingga penurunan kualitas daerah aliran sungai, telah memicu meningkatnya risiko banjir, longsor, dan kekeringan di berbagai daerah.

“Masih terdapat lahan-lahan kritis yang memerlukan penanganan secara serius dan berkelanjutan, baik di dalam maupun di luar kawasan hutan. Karena itu diperlukan kebijakan daerah yang memberikan arah, pedoman, dan kepastian hukum, dalam rehabilitasi lahan kritis dan reklamasi hutan,” kata Sholeha.

Dia menegaskan, Raperda tersebut dirancang agar tata kelola rehabilitasi lahan dilakukan secara terencana, sistematis, terpadu, dan melibatkan seluruh pemangku kepentingan, mulai dari pemerintah, dunia usaha, akademisi, hingga masyarakat.

Selain menjadi dasar hukum pemulihan kawasan hutan, regulasi itu juga diarahkan untuk memperkuat koordinasi antarperangkat daerah, meningkatkan efektivitas pengawasan, mendorong partisipasi masyarakat, serta memastikan dukungan pendanaan rehabilitasi lingkungan.

Dengan regulasi yang lebih komprehensif, DPRD berharap upaya pemulihan kawasan hutan di Jawa Tengah dapat berjalan lebih optimal dan berkelanjutan, sekaligus menjaga daya dukung lingkungan bagi generasi mendatang.

 

Sumber :  https://jatengprov.go.id/publik/bukan-penanganan-biasa-ini-strategi-jitu-jawa-tengah-selamatkan-lahan-kritis/

Baca Terusannya »»  

Pemkab Pati Dorong Peran GOW untuk Ekonomi Lokal


 

PATI, 26 Mei 2026 — Plt Bupati Pati Risma Ardhi Chandra menghadiri kegiatan Gabungan Organisasi Wanita (GOW) Kabupaten Pati yang digelar di Agro Jolong pada Selasa (26/5). Kegiatan tersebut menjadi ruang diskusi terkait peran organisasi perempuan dalam mendukung perputaran ekonomi masyarakat di Kabupaten Pati.

Kegiatan itu turut dihadiri Ketua GOW Kabupaten Pati, Kepala Dinsos P3AKB Kabupaten Pati, serta ketua dan jajaran pengurus Gabungan Organisasi Wanita Kabupaten Pati.

Dalam kesempatan tersebut, Plt Bupati Pati memberikan gambaran mengenai berbagai upaya pemerintah daerah dalam menggerakkan ekonomi lokal, salah satunya melalui kebijakan kegiatan outing class siswa sekolah yang diarahkan dilaksanakan di wilayah Kabupaten Pati.

Menurutnya, langkah tersebut diharapkan mampu memberikan dampak positif terhadap sektor pariwisata, UMKM, hingga pelaku usaha lokal di Kabupaten Pati.

“Teman-teman GOW harus punya peran ekonomi di masyarakat, karena ke depan, organisasi-organisasi seperti inilah yang menjadi partner pemerintah untuk menggerakkan ekonomi kerakyatan dan ekonomi lokal,” ujar Chandra.

Ia juga berharap organisasi perempuan dapat menjadi penghubung informasi dan aspirasi masyarakat kepada pemerintah daerah, khususnya dalam mendukung perkembangan UMKM di Kabupaten Pati.

“Harapan kami teman-teman GOW ini, lebih banyak informasi yang bisa diinformasikan ke Pemkab, karena kami konsen sekali supaya UMKM di Kabupaten Pati ini bisa bergerak,” tambahnya.

Melalui kegiatan tersebut, diharapkan sinergi antara pemerintah daerah dan organisasi perempuan dapat semakin kuat dalam mendukung pertumbuhan ekonomi kerakyatan dan pemberdayaan masyarakat di Kabupaten Pati.

 

Sumber :  https://patikab.go.id/frontpanel/berita/detail/OVVnTXRsRWtDaktGcFZLeFpwWDZTUT09

Baca Terusannya »»  

Senin, 25 Mei 2026

Menhaj RI: Saudi Apresiasi Lompatan Besar Pelayanan Haji Indonesia

 


Makkah (Kemenhaj) — Menteri Haji dan Umrah Republik Indonesia, Moch. Irfan Yusuf, menyampaikan bahwa Pemerintah Arab Saudi memberikan apresiasi atas peningkatan kualitas penyelenggaraan ibadah haji Indonesia tahun 2026.

Apresiasi tersebut disampaikan saat Menteri Haji dan Umrah Kerajaan Arab Saudi, Dr. Tawfiq bin Fawzan Al-Rabiah, melakukan kunjungan ke layanan jemaah haji Indonesia di Mina, Minggu (25/5/2026).

Menhaj menyebut kunjungan tersebut menjadi kehormatan sekaligus bentuk pengakuan atas berbagai upaya perbaikan layanan yang dilakukan Indonesia pada musim haji tahun ini.

“Alhamdulillah, baru saja kita mendapatkan kehormatan mendapatkan kunjungan dari Menteri Haji dan Umrah Kerajaan Arab Saudi, Dr. Tawfiq bin Fawzan Al-Rabiah. Mereka datang dengan rombongannya untuk mengapresiasi capaian kita tahun ini, yang menurut mereka telah melakukan lompatan yang luar biasa,” ujar Menhaj.

Menurut Menhaj, Pemerintah Arab Saudi berharap peningkatan kualitas layanan haji Indonesia dapat terus dijaga dan ditingkatkan dari tahun ke tahun. Ia juga menyampaikan apresiasi atas sinergi yang terjalin antara Pemerintah Indonesia dan Pemerintah Arab Saudi dalam penyelenggaraan ibadah haji tahun ini.

“Kami berterima kasih bahwa kerja sama antara Kementerian Haji dan Umrah Indonesia dengan Kementerian Haji dan Umrah Arab Saudi benar-benar luar biasa dan menghasilkan pelayanan haji yang terbaik untuk jemaah kita tahun ini,” lanjutnya.

Sementara itu, Wakil Menteri Haji dan Umrah RI, Dahnil Anzar Simanjuntak, mengatakan Pemerintah Arab Saudi menilai penyelenggaraan haji Indonesia mengalami existential leap atau lompatan besar dalam tata kelola dan pelaksanaan layanan haji.

“Yang jelas istilah Menteri Haji dan Umrah Saudi tadi ada existential leap, ada lompatan yang jauh dalam pelaksanaan haji tahun ini,” ujar Wamenhaj.

Apresiasi tersebut menjadi motivasi bagi seluruh jajaran Kemenhaj serta petugas haji Indonesia untuk terus menjaga kualitas pelayanan, khususnya pada fase puncak ibadah haji di Arafah, Muzdalifah, dan Mina atau Armuzna.

Pemerintah juga memohon doa dan dukungan masyarakat Indonesia agar transformasi layanan haji terus berjalan optimal dan memberikan dampak positif bagi seluruh jemaah haji Indonesia.

“Mohon doa dari seluruh rakyat Indonesia supaya kerja-kerja keras semua tim di Kementerian Haji dan Umrah memberikan dampak yang baik untuk transformasi haji di era Presiden Prabowo ini,” tutup Wamenhaj.

 

 

Sumber : https://haji.go.id/berita/menhaj-ri-saudi-apresiasi-lompatan-besar-pelayanan-haji-indonesia-1779750935607 

Baca Terusannya »»  

Perang Obor Jepara, Tradisi yang Terus Menyala

 


JEPARA — Di tengah pekat malam, bunga-bunga api berterbangan ke langit malam setelah obor dipukulkan dalam sebuah Tradisi Perang Obor, di Desa Tegalsambi, Kecamatan Tahunan, Kabupaten Jepara, pada Senin (25/5/2026) malam.

Perang obor itu merupakan rangkaian agenda tahunan, agar warga desa selalu dilimpahi berkah dan harapan baik. Ribuan warga dan wisatawan tampak tumplek blek menyaksikan ritual tahunan tersebut. Tak terkecuali, Wakil Gubernur Jawa Tengah Taj Yasin Maimoen, Ketua Tim Penggerak PKK Jawa Tengah Nawal Arafah Yasin, dan Bupati Jepara Witiarso Utomo, yang menyaksikan tradisi itu.

Perang Obor merupakan tradisi sedekah bumi dan ritual tolak bala yang digelar setiap Senin Pahing, malam Selasa Pon, setelah masa panen. Tradisi yang berkaitan dengan legenda Ki Gemblong serta Kyai Babadan itu, dipercaya sudah berlangsung sejak abad ke-16 atau era 1500-an.

Dalam cerita rakyat setempat, Ki Gemblong yang bertugas menggembala ternak terlena mencari ikan hingga ternak milik Kyai Babadan sakit. Kyai Babadan kemudian memukul Ki Gemblong menggunakan obor. Namun, api obor justru dipercaya menyembuhkan ternak yang sakit. Dari situlah muncul keyakinan masyarakat, api obor menjadi simbol penolak bala dan keselamatan desa.

Wagub Jateng Taj Yasin mengatakan, Perang Obor bukan sekadar atraksi budaya, melainkan tradisi yang menyimpan pesan moral, sekaligus memiliki potensi besar sebagai wisata budaya unggulan.

“Dari sejarah Perang Obor ini ada pesan yang perlu diingat masyarakat, bahwa amanah harus benar-benar dijalankan,” katanya.

Menurut wagub, ritual tersebut pada hakikatnya merupakan bentuk doa masyarakat kepada Tuhan, agar dijauhkan dari musibah dan diberi keselamatan.

“Ini bentuk doa agar masyarakat diangkat dari bala dan diberi keselamatan,” lanjut Taj Yasin.

Dia menilai, event budaya seperti Perang Obor mampu menggerakkan ekonomi warga, sekaligus memperkenalkan identitas lokal Jepara kepada masyarakat luas. Terbukti, antusiasme masyarakat terlihat tinggi sejak sore hari. Banyak pengunjung datang dari luar daerah, untuk menyaksikan langsung tradisi khas Jepara tersebut.

Salah seorang pengunjung, Jatus, mengaku sengaja datang bersama keluarganya dari daetah Batealit Jepara untuk menikmati kemeriahan Perang Obor.

“Sudah dua kali nonton. Tahun ini lebih seru,” ujarnya.

Jatus mengatakan, meski cuaca sempat diguyur hujan, masyarakat tetap bertahan memenuhi lokasi acara. Dia berharap, tradisi tersebut ke depan semakin ramai dan terus dilestarikan sebagai identitas budaya masyarakat Jepara.

Di sisi lain, Perang Obor juga menjadi bagian hidup masyarakat Tegalsambi, yang terlibat langsung sebagai pelaku tradisi. Salah satunya Petruk, warga yang sudah mengikuti Perang Obor sejak 2000, atau sekitar 26 tahun terakhir.

“Saya ikut Perang Obor mulai tahun 2000,” terangnya.

Tak hanya dirinya, tradisi tersebut kini juga diteruskan anaknya sebagai generasi penerus keluarga.

“Anak saya juga ikut. Ini tradisi turun-temurun,” ungkap Petruk.

Dia berharap Perang Obor tetap lestari dan semakin dikenal luas, tanpa kehilangan nilai budaya yang diwariskan leluhur.

Sebagai informasi, Tradisi Perang Obor telah ditetapkan sebagai Warisan Budaya Takbenda (WBTb) Indonesia oleh Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan pada 2020.


Sumber : https://jatengprov.go.id/publik/perang-obor-jepara-tradisi-yang-terus-menyala/

Baca Terusannya »»  

Jateng Panen Penghargaan Pendidikan


 

JAKARTA – Pemerintah Provinsi Jawa Tengah meraih berbagai pengharagaan pendidikan dari Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah (Kemendikdasmen) pada 2026. Hal itu sebagai capain apik atas peningkatan kualitas pendidikan di wilayah tersebut, pada 2025.

Secara simbolis penghargaan itu diterima Gubernur Jawa Tengah Ahmad Luthfi dari Mendikdasmen Abdul Mu’ti, pada Malam Tasyakuran Hari Pendidikan 2026 di Kantor Kemendikdasmen Jakarta, Senin (25/5/2026) malam.
 
Sejumlah raihan penghargaan yang diterima Jawa Tengah di antaranya, kategori Komitmen Wajb Belajar 13 Tahun. Pemprov Jawa Tengah juga dinilai sukses dalam berkolaborasi dengan sekolah swasta dalam SPMB Tahun 2025/2026.
 
Selain itu, Pemprov Jateng menyabet predikat Terbaik I kategori Praktik Baik Pemanfaatan Sistem Informasi Perbukuan Indonesia (SIBI) untuk pembelajaran. Sementara untuk Praktik Baik Dukungan Pelaksanaan Tes Kemampuan akademik (TKA) 2026, Pemprov Jateng Terbaik II.
 
Tak hanya itu, sejumlah sekolah dan siswa maupun pendidik dari Jawa Tengah juga menyabet gelar secara individu pada berbagai kategori. Di antaranya, kategori Talenta Muda Inovasi Digital diraih Anantacetta Reugra Abiraya, siswa kelas V SD Al Kautsar Temanggung. Sementara untuk guru pendamping berdedikasi Program Afirmasi Pendidikan Menangah 2025 terbaik ke-2 diraih Rakhmi Oktarini dari SMAN 1 Bobotsari.
 
Dalam kesempatan itu, Gubernur Ahmad Luthfi menyatakan, penghargaan itu diharapkan menjadi motivasi bagi Pemerintah Jawa Tengah, agar ke depannya bisa memberikan program maupun pelayanan pendidikan yang lebih baik.
 
“Pendidikan adalah syarat mutlak untuk meningkatkan sumber daya manusia (SDM). Kami siapkan pendidikan 13 tahun, mulai dari SD, SMP, dan SMA, ditambah PAUD,” kata Luthfi.
 
Gubernur menyampaikan, Pemprov Jateng fokus dalam meningkatkan kualitas pendidikan. Salah satunya, dengan mengubah paradigma masyarakat yang menganggap jika lulus SMP harus langsung kerja. Pihaknya mendorong agar lulusan SMP, tetap melanjutkan pendidikan SMA.
 
Upaya yang dilakukan adalah membuat program Sekolah Kemitraan. Melalui program ini, Pemprov Jateng bekerja sama dengan sekolah swasta untuk memberikan beasiswa bagi warga miskin, untuk belajar di sekolah swasta. Setidaknya 5.004 kuota disediakan untuk program tersebut.
“Mereka bisa sekolah gratis. Dapat seragam juga gratis,” tandas Luthfi. 
 
Baca Terusannya »»  

Matahari Tepat di Atas Ka’bah pada 27 - 28 Mei, Ini Cara Mudah Cek Kiblat dari Rumah


 

Jakarta (Kemenag) --- Fenomena astronomi ‘Rashdul Kiblat’ atau ‘Istiwa A‘zam’ akan kembali terjadi pada 27 dan 28 Mei 2026. Saat itu, matahari berada tepat di atas Ka’bah sehingga bayangan benda yang berdiri tegak lurus akan menunjukkan arah kiblat. Momen ini bisa digunakan untuk memverifikasi arah kiblat secara mandiri dari rumah.

“Rashdul Kiblat menjadi kesempatan yang sangat baik bagi masyarakat untuk memeriksa kembali arah kiblat secara mandiri. Ketika matahari tepat berada di atas Ka’bah, arah bayangan benda tegak lurus akan mengarah berlawanan dengan arah kiblat,” ujar Direktur Urusan Agama Islam dan Bina Syariah, Arsad Hidayat, di Jakarta, Senin (25/5/2026).

Berdasarkan data astronomi, fenomena tersebut akan terjadi pada 27 dan 28 Mei 2026, sekitar pukul 16.18 WIB atau 17.18 WITA. Pada waktu itu, posisi matahari berada tepat di atas Ka’bah sehingga menjadi acuan alami dalam penentuan arah kiblat.

Menurut Arsad, metode Rashdul Kiblat merupakan salah satu pendekatan ilmu falak yang telah lama digunakan dalam verifikasi arah kiblat selain penggunaan kompas, teodolit, maupun aplikasi digital berbasis satelit.

“Fenomena ini bersifat konfirmatif. Jika arah kiblat yang digunakan selama ini sudah tepat, maka Rashdul Kiblat akan memperkuat ketepatan tersebut. Namun jika masih ada keraguan, ini menjadi waktu yang ideal untuk melakukan pengecekan kembali,” katanya.

Arsad menuturkan, terdapat beberapa hal yang perlu diperhatikan agar proses pengecekan arah kiblat berjalan akurat. Pertama, benda yang digunakan sebagai patokan harus benar-benar berdiri tegak lurus dan dapat dibantu menggunakan lot atau bandul.

Kedua, permukaan tempat pengecekan harus datar dan rata agar arah bayangan tidak mengalami distorsi. Ketiga, masyarakat diminta menyesuaikan waktu pengukuran dengan waktu resmi yang dikeluarkan BMKG, RRI, maupun layanan waktu terpercaya lainnya.

“Ketepatan waktu menjadi faktor penting dalam pengukuran arah kiblat. Selisih beberapa menit saja dapat memengaruhi arah bayangan yang terbentuk,” jelas Arsad.

Ia menambahkan, fenomena Rashdul Kiblat juga memiliki nilai edukatif karena membantu masyarakat memahami keterkaitan antara ibadah dan ilmu pengetahuan. Menurutnya, pendekatan astronomi dalam penentuan arah kiblat menunjukkan bahwa praktik keagamaan dapat berjalan selaras dengan perkembangan sains.

Arsad berharap masyarakat dapat memanfaatkan momen tersebut secara optimal, baik untuk kebutuhan pribadi maupun fasilitas umum seperti masjid, musala, sekolah, dan pesantren. “Kami berharap masyarakat dapat memanfaatkan fenomena ini dengan baik sebagai ikhtiar menjaga ketepatan arah kiblat sekaligus memperkuat pemahaman keagamaan yang berbasis ilmu pengetahuan,” tandasnya.



Sumber : https://kemenag.go.id/nasional/matahari-tepat-di-atas-kabah-pada-27-28-mei-ini-cara-mudah-cek-kiblat-dari-rumah-44m5S

Baca Terusannya »»  

Jemaah Haji Mulai Bergerak ke Arafah, Kemenhaj Imbau Jaga Kesehatan Selama Armuzna

 


Jakarta (Kemenhaj) — Kementerian Haji dan Umrah menyampaikan bahwa jemaah haji Indonesia mulai diberangkatkan secara bertahap dari hotel masing-masing menuju Arafah pada Senin (25/5/2026), bertepatan dengan 8 Dzulhijjah 1447 Hijriah, untuk menjalani rangkaian puncak ibadah haji.

“Alhamdulillah, memasuki hari ke-34 operasional penyelenggaraan ibadah haji, hari ini jemaah haji Indonesia mulai bergerak menuju Arafah secara bertahap untuk menjalani puncak ibadah haji. Ini adalah fase yang sangat penting dan membutuhkan kesiapan fisik, mental, serta kedisiplinan seluruh jemaah,” ujar Juru Bicara Kemenhaj Maria Ulfa Assegaf, di Jakarta, Senin (25/5).

Maria menjelaskan, pergerakan jemaah menuju Arafah dilaksanakan dalam tiga tahap, yaitu pukul 07.00, 11.30, dan 16.30 waktu Arab Saudi.

“Kami mengimbau seluruh jemaah agar mengikuti jadwal yang telah ditentukan, tidak bergerak sendiri, tidak mendahului rombongan, dan selalu mematuhi arahan petugas kloter, sektor, maupun pembimbing ibadah agar seluruh proses berjalan tertib dan aman,” lanjutnya.

Selain kesiapan teknis, Kemenhaj juga mengingatkan seluruh jemaah untuk menjaga kepatuhan terhadap ketentuan ihram selama menjalani rangkaian ibadah.

“Bagi jemaah laki-laki, kami ingatkan agar tidak memakai pakaian berjahit yang membentuk anggota badan, tidak menutup kepala dengan penutup yang melekat seperti peci atau sorban, serta tidak menggunakan alas kaki yang menutupi mata kaki dan tumit,” jelas Maria.

“Sedangkan bagi jemaah perempuan, selama dalam keadaan ihram tidak diperkenankan menutup wajah dengan cadar maupun menggunakan sarung tangan. Seluruh jemaah juga harus menjaga diri dari larangan ihram lainnya seperti memotong kuku, mencabut rambut, menggunakan wangi-wangian setelah niat ihram, serta menjaga lisan dan perilaku agar ibadah tetap khusyuk,” sambungnya.

Maria juga menekankan pentingnya menjaga kesehatan selama fase Armuzna yang membutuhkan stamina tinggi dan mobilitas intensif.

“Kami meminta seluruh jemaah untuk menjaga kondisi tubuh dengan istirahat cukup, makan teratur, memperbanyak minum air putih, serta menghindari aktivitas yang tidak perlu agar energi tetap terjaga selama puncak ibadah haji,” ujarnya.

“Gunakan payung, masker, dan alas kaki yang nyaman saat beraktivitas di luar ruangan untuk mengurangi risiko kelelahan akibat cuaca panas. Bagi jemaah yang memiliki riwayat penyakit tertentu, pastikan obat pribadi selalu dibawa dan mudah dijangkau,” tambahnya.

Ia juga mengingatkan agar jemaah segera melapor jika mengalami gangguan kesehatan.

“Jangan memaksakan diri. Bila merasa lemas, pusing, sesak napas, atau mengalami gangguan kesehatan lainnya, segera hubungi petugas kesehatan. Menjaga kesehatan adalah bagian dari ikhtiar agar ibadah dapat berjalan aman, lancar, dan sempurna,” tegas Maria.

Selain itu, penguatan layanan kesehatan selama puncak haji juga terus dilakukan melalui kesiapan fasilitas kesehatan lapangan.

“Kami menyiagakan masing-masing satu Pos Kesehatan Indonesia di Arafah dan di Mina untuk memastikan layanan kesehatan dapat diberikan secara cepat dan optimal selama fase Armuzna,” kata Maria..

Untuk mendukung kelancaran operasional, sebanyak 657 petugas Satgas Arafah juga telah ditempatkan di berbagai titik layanan.

“Mereka terdiri dari petugas adhoc Arafah, koordinator markas, pengawas konsumsi, dan unsur layanan lainnya yang akan memastikan transportasi, akomodasi, konsumsi, kesehatan, bimbingan ibadah, hingga pelindungan jemaah berjalan maksimal,” jelasnya.

Menutup keterangannya, Maria mengajak seluruh jemaah untuk saling peduli dan saling membantu selama menjalani puncak ibadah haji.

“Jika melihat jemaah yang tampak kebingungan, kelelahan, atau terpisah dari rombongan, mohon segera dibantu dan dilaporkan kepada petugas terdekat. Semoga seluruh jemaah Indonesia diberi kesehatan, kekuatan, serta kelancaran dalam menjalani wukuf di Arafah, mabit di Muzdalifah, dan lontar jumrah di Mina,” pungkas Maria.

 

 

Sumber : https://haji.go.id/berita/jemaah-haji-mulai-bergerak-ke-arafah-kemenhaj-imbau-jaga-kesehatan-selama-armuzna-1779698736601 

Baca Terusannya »»  

FIFA World Football Week 2026, PSSI Berkolaborasi dengan KNVB Hadirkan Coaching Clinic dalam Kampanye “Be Active”

 

Kolaborasi antara FIFA dan PSSI melalui PT Garuda Sepak Bola Indonesia (GSI) hadir dalam rangka merayakan World Football Week 2026 yang berlangsung pada 21-25 Mei 2026. Melalui kampanye “Be Active”, FIFA dan PSSI ingin meningkatkan kesadaran anak-anak akan pentingnya menerapkan gaya hidup aktif dan sehat sejak dini.

“Be Active” merupakan kampanye yang diinisiasi oleh FIFA bersama World Health Organization (WHO). Dalam rangka perayaan World Football Week tahun 2026 ini, FIFA dan PSSI melalui PT GSI berupaya mendorong lebih banyak anak di Indonesia maupun di berbagai belahan dunia untuk menerapkan gaya hidup sehat melalui aktivitas fisik selama 60 menit setiap hari, khususnya melalui olahraga sepak bola.

Kampanye ini relevan tidak hanya bagi anak-anak, tetapi juga seluruh generasi, karena gaya hidup aktif dapat mendukung terciptanya kehidupan yang lebih sehat, bahagia, dan produktif.

Sebagai bentuk komitmen dalam mendukung perayaan FIFA World Football Week, PSSI melalui PT GSI bekerja sama dengan Federasi Sepak Bola Belanda (KNVB), serta didukung oleh UEFA, akan menyelenggarakan program Coaching Clinic pada 1-2 Juni 2026 di ASIOP Stadium, Cempaka Putih, Jakarta.

Program ini melibatkan 25 pelatih muda, 70 pemain Sekolah Sepak Bola (SSB) kelompok usia U-12, serta 30 peserta dari komunitas Berbuat Baik. Seluruh rangkaian kegiatan akan dipandu oleh 2 instruktur KNVB dan dua instruktur medis guna menghadirkan pembelajaran sepak bola yang ekstensif, mulai dari pengembangan teknik permainan hingga pemahaman mengenai pencegahan cedera dan peningkatan performa atlet.

Selain di Jakarta, program Coaching Clinic kolaborasi bersama KNVB juga akan diselenggarakan di Mimika Sports Complex, Timika, Papua Tengah, pada 28-30 Mei 2026. Kegiatan ini akan diikuti oleh 19 pelatih dan 40 pemain SSB, serta dipandu oleh dua instruktur KNVB sebagai bagian dari upaya pemberdayaan sepak bola usia muda serta peningkatan kapasitas dan kompetensi pelatih.

Kegiatan Coaching Clinic ini menjadi wujud partisipasi PSSI dan PT GSI dalam mendukung kampanye “Be Active” pada rangkaian FIFA World Football Week 2026 melalui program pembinaan sepak bola usia dini guna mendorong anak-anak untuk menerapkan gaya hidup aktif dan sehat.

 

 

Sumber : https://www.pssi.org/news/fifa-world-football-week-2026-pssi-berkolaborasi-dengan-knvb-hadirkan-coaching-clinic-dalam-kampanye-be-active 


Baca Terusannya »»  

Menjadikan Rumah Ibadah sebagai Ruang Besar Pelayanan Kemanusiaan

 


Jakarta (Kemenag) --- Rumah ibadah ke depan tidak cukup hanya sebagai tempat ritual keagamaan. Lebih dari itu, rumah ibadah dapat menjadi ruang pelayanan sosial bagi masyarakat luas.

Menag Nasaruddin Umar mengatakan, rumah ibadah memiliki potensi besar untuk menjadi ruang besar pelayanan kemanusiaan. Di tempat itu, umat tidak hanya menjalankan ibadah, tetapi juga menghadirkan pelayanan, kepedulian, dan ruang perjumpaan bagi siapa pun.

“Semua rumah ibadah juga bisa menjadi rumah besar untuk kemanusiaan,” kata Menag saat menerima audiensi Indonesian Conference on Religion and Peace atau ICRP, Senin (25/5/2026).

Menag mencontohkan pembukaan ribuan masjid saat momentum mudik Natal dan Lebaran. Masjid-masjid tersebut, kata dia, dapat menjadi tempat singgah bagi masyarakat yang sedang melakukan perjalanan.

Di rumah ibadah itu, masyarakat bisa beristirahat, mengisi daya telepon genggam, memperoleh makanan ringan, hingga mendapatkan layanan sederhana lain yang dibutuhkan selama perjalanan.

Menurut Menag, praktik pelayanan seperti itu dapat membuat masyarakat semakin terbiasa hidup berdampingan. Ketika rumah ibadah hadir untuk melayani siapa pun, sekat-sekat sosial perlahan dapat berkurang.

“Jadi, mengajak masyarakat kita tidak menganggap asing orang yang berbeda agama dengan kita,” ujarnya.

Menag juga menekankan bahwa gerakan toleransi harus dijalankan dengan cara yang bijak, santun, dan tidak menyerang pihak lain. Menurutnya, mereka yang ingin merawat kerukunan tidak boleh menggunakan cara-cara yang justru menambah jarak di tengah masyarakat.

Menag mengatakan, kerja-kerja toleransi perlu dilakukan dengan pendekatan yang menyejukkan. Ia mengingatkan, perbedaan pandangan tidak semestinya dibalas dengan sikap yang sama kerasnya. Masyarakat perlu diberi contoh bahwa perbedaan dapat dihadapi dengan kedewasaan dan kelapangan.

Menag juga menyambut baik peran ICRP dalam membangun komunikasi lintas agama. Ia menilai, organisasi seperti ICRP dapat menjadi ruang perjumpaan yang penting untuk memperkuat kohesi sosial di Indonesia.

Menag juga mendorong agar para cendekiawan dari berbagai agama dapat saling terhubung. Menurutnya, jika para cendekiawan lintas agama mampu duduk bersama, proses menjembatani masyarakat akan menjadi lebih mudah.

“Kalau cendekiawannya sudah menyatu, otomatis yang lainnya paling tidak lebih mudah untuk dijembatani satu sama lain,” ujarnya.

Menag menyampaikan, Indonesia memiliki modal besar dalam membangun kerukunan. Keberagaman yang dimiliki Indonesia, kata dia, dapat menjadi kekuatan jika dikelola dengan baik melalui dialog, pelayanan, dan kerja bersama lintas iman.

Sementara itu, ICRP menyampaikan sejumlah agenda penguatan toleransi, termasuk pengembangan media komunikasi lintas agama melalui CRP TV. Kanal tersebut dihadirkan untuk menampilkan tokoh-tokoh lintas agama dan memperluas percakapan tentang keberagaman.

ICRP juga menyampaikan rencana penyelenggaraan Festival Toleransi. Menag merespons positif gagasan tersebut yang bertepatan dengan momentum Hari Perdamaian Internasional pada 21 September.

Menag berpesan agar kampanye toleransi tetap menjaga cara penyampaian. Ia menekankan, gerakan yang membawa misi kerukunan tidak boleh terjebak dalam ujaran yang merendahkan pihak lain.



Sumber : https://kemenag.go.id/nasional/menjadikan-rumah-ibadah-sebagai-ruang-besar-pelayanan-kemanusiaan-GOUCU

Baca Terusannya »»  

Sukseskan MTQ Nasional 2026 di Jawa Tengah, Wagub Jateng Taj Yasin Gandeng Maskapai Garuda Indonesia


 

SEMARANG — Untuk mendukung pelaksanaan Musabaqah Tilawatil Quran (MTQ) Nasional 2026 yang akan digelar di Jawa Tengah pada 11–21 September mendatang, Pemerintah Provinsi Jawa Tengah menggandeng maskapai penerbangan Garuda Indonesia.

Dukungan tersebut dibahas dalam pertemuan Wakil Gubernur Jawa Tengah Taj Yasin Maimoen dengan pihak Garuda Indonesia, di kantor Wagub Jateng, Senin (25/5/2026). Taj Yasin mengatakan, MTQ Nasional merupakan agenda besar tingkat nasional yang diperkirakan akan menghadirkan ribuan peserta, ofisial, hingga tamu undangan dari berbagai provinsi.

Dia menyebutkan, belajar dari pengalaman sejumlah daerah penyelenggara sebelumnya, menunjukkan adanya peningkatan arus penumpang udara selama pelaksanaan MTQ.

“Kita coba belajar ke beberapa provinsi lain, biasanya memang ada penambahan flight (penerbangan) di siang hari,” ujar wagub.

Apalagi, lanjut Taj Yasin, pembukaan MTQ Nasional biasanya dihadiri kepala daerah hingga Presiden RI, sehingga kesiapan akses transportasi menjadi perhatian penting. Dia berharap pelaksanaan MTQ tidak hanya sukses secara penyelenggaraan, tetapi juga memberi dampak ekonomi bagi masyarakat.

Sementara itu, General Manager Garuda Indonesia Branch Semarang, Stanislaus Radityo Adi Putranto, menyatakan siap mendukung pelaksanaan MTQ Nasional 2026, termasuk membuka peluang penambahan penerbangan atau extra flight menuju Jawa Tengah.

“MTQ Nasional ini salah satu event besar yang selalu ramai di daerah mana pun. Dan Jawa Tengah tahun ini diamanahkan menjadi tuan rumah,” ujarnya.

Pihaknya mengaku telah berkoordinasi dengan Kementerian Agama dan maupun Pemprov Jateng, untuk memetakan kebutuhan penerbangan selama kegiatan berlangsung.

Maskapai nasional tersebut juga tengah menghimpun data terkait jumlah peserta, jadwal pembukaan dan penutupan, hingga titik lokasi kegiatan sebagai bahan pengajuan dukungan ke kantor pusat.

“Kami menyampaikan kemungkinan akan ada extra flight dari Garuda, sebagai bentuk dukungan membuka akses dari peserta-peserta di luar Pulau Jawa terutama, untuk ke Semarang,” katanya.

Selain Bandara Jenderal Ahmad Yani Semarang, Garuda juga menyiapkan opsi optimalisasi Bandara Adi Soemarmo Solo, sebagai pintu masuk dan keluar kontingen MTQ Nasional.

“Semarang rata-rata lebih ramai, tapi nanti kami juga akan mengoptimalkan Solo apabila diperlukan,” bebernya.

Kepala Dinas Perhubungan Jawa Tengah Arif Djatmiko menambahkan, sejauh ini sudah ada  sejumlah daerah peserta yang mulai melakukan pemesanan hotel di Semarang.

“Sudah ada beberapa yang berkontak, setidaknya sembilan daerah, dan mereka mulai booking hotelnya,” ujarnya.

 

 

Sumber : https://jatengprov.go.id/publik/sukseskan-mtq-nasional-2026-di-jawa-tengah-taj-yasin-gandeng-maskapai-garuda-indonesia/ 

Baca Terusannya »»  

Pemprov Dukung Penuh Forum Santri Anak Jateng, Cegah Kekerasan di Pesantren

 


SEMARANG — Forum Santri Anak Jawa Tengah (Forsan Jateng) menyiapkan berbagai program penguatan perlindungan anak dan pencegahan kekerasan, pada lingkungan pesantren di provinsi ini.

Saat beraudiensi bersama Wakil Gubernur Taj Yasin Maimoen, di Kantor Gubernur Jawa Tengah, Senin (25/5/2026), Ketua Forsan Jateng, Farel Alfariz menjelaskan, forum tersebut dibentuk untuk memenuhi hak-hak anak dan santri di pondok pesantren, baik hak pendidikan, kesehatan, maupun perlindungan dari kekerasan dan perundungan.

“Forum ini menjadi pelopor dan pelapor. Karena kalau tidak ada yang memulai, maka tidak akan bergerak. Insyaallah forum ini akan menjadi wadah aspirasi santri, terkait berbagai problematika di pondok pesantren,” ujar santri asal Pesantren Darul Falah Jepara ini.

Wakil Ketua Forsan, Nabila menambahkan, organisasi mereka merupakan forum santri anak pertama di Indonesia di tingkat provinsi. Para pengurusnya telah mendapatkan pembekalan terkait konvensi hak anak, pendidikan keterampilan hidup, hingga konsep pelopor dan pelapor dalam perlindungan anak.

Dalam audiensi itu, Forum Santri Anak memaparkan sejumlah program kerja 2026–2027, baik internal maupun eksternal. Program internal meliputi pengukuhan kepengurusan dan peningkatan kapasitas anggota melalui seminar dan pelatihan daring maupun luring.

Sementara program eksternal meliputi pembentukan Forum Santri Anak di 35 kabupaten/kota, Safari Santri atau “Forsan Goes to School”, survei anak santri Jawa Tengah, hingga program edukasi melalui siaran langsung media sosial dan webinar.

“Nanti kami akan berkunjung ke pesantren-pesantren, untuk saling mengedukasi tentang pesantren ramah anak dan pencegahan bullying maupun kekerasan,” kata Nabila, yang merupakan santri Pesantren An-Nawawi Berjan Purworejo.

Wakil Gubernur Jawa Tengah, Taj Yasin, menyambut baik pembentukan Forum Santri Anak, yang dinilai menjadi langkah penting dalam memperkuat perlindungan anak di lingkungan pesantren.

Dia menilai, tantangan kekerasan terhadap anak saat ini semakin kompleks dan tidak hanya terjadi di sekolah, tetapi juga di lingkungan sosial maupun keluarga.

“Kekerasan anak sekarang muncul di banyak tempat, bahkan sampai tingkat TK dan SD. Ini juga tidak menutup kemungkinan terjadi di pondok pesantren,” ujarnya.

Karena itu, Taj Yasin berharap Forum Santri Anak dapat menjadi mitra pemerintah, dalam membangun lingkungan pesantren yang aman, nyaman, dan ramah anak.

Dia juga mendorong forum tersebut memperluas jejaring, hingga seluruh kabupaten/ kota di Jawa Tengah. Selain itu, berkolaborasi dengan organisasi kepesantrenan lain dalam penguatan edukasi perlindungan anak.

“Dengan adanya Forum Santri Anak ini, saya berharap pesantren-pesantren bisa semakin aktif mencegah kekerasan, dan membangun budaya saling menjaga antarsantri,” beber wagub.

Sebagai informasi, Forum Santri Anak Jawa Tengah resmi dibentuk pada 19–20 Desember 2025, di Asrama Haji Islamic Center Semarang, melalui fasilitasi Kantor Wilayah Kementerian Agama Jawa Tengah,Dinas Pemberdayaan Perempuan, Perlindungan Anak, Pengendalian Penduduk, dan Keluarga Berencana (DP3AKB) Provinsi Jateng, dan Forum Anak Jawa Tengah. 

 

 

Sumber : https://jatengprov.go.id/publik/pemprov-dukung-penuh-forum-santri-anak-jateng-cegah-kekerasan-di-pesantren/ 

Baca Terusannya »»  

Iduladha di Istiqlal Jadi Model Pelaksanaan Kurban di Asia Tenggara

 


Jakarta (Kemenag) — Menteri Agama sekaligus Imam Besar Masjid Istiqlal, Nasaruddin Umar, menyebut pelaksanaan Iduladha di Masjid Istiqlal telah menjadi salah satu model penyelenggaraan kurban di kawasan Asia Tenggara.

“Iduladha di Istiqlal memiliki standar tersendiri karena menjadi model bagi masyarakat Indonesia bahkan Asia Tenggara,” ujar Menag saat konferensi pers persiapan Salat Iduladha 1447 H di Masjid Istiqlal, Jakarta. Senin (25/5/2026).

Menurutnya, Masjid Istiqlal selama ini aktif berkoordinasi dan berkolaborasi dengan berbagai lembaga kemasjidan di kawasan Asia Tenggara.

Menag juga menyoroti sistem pengelolaan lingkungan di Istiqlal yang menjadi perhatian dunia internasional. Salah satunya adalah sistem daur ulang air wudu yang digunakan kembali untuk kebutuhan kebersihan hingga wudu.

“Air wudu di Istiqlal tidak langsung terbuang ke saluran kota, tetapi masuk ke sistem recycle dan digunakan kembali,” jelasnya.

Atas inovasi tersebut, Istiqlal memperoleh penghargaan internasional dari lembaga dunia di Washington DC sebagai rumah ibadah yang dinilai efektif, efisien, tertib, dan bersih.

“Ini menjadi kebanggaan kita bersama dan harus terus dijaga,” tandas Menag.



 

 

Sumber : https://kemenag.go.id/nasional/iduladha-di-istiqlal-jadi-model-pelaksanaan-kurban-di-asia-tenggara-KgZWs 

Baca Terusannya »»  

Distribusi Hewan Kurban di Istiqlal Berbasis Pesantren dan Lembaga Binaan

 

Jakarta (Kemenag) --- Menteri Agama sekaligus Imam Besar Masjid Istiqlal, Nasaruddin Umar, mengatakan distribusi hewan kurban di Masjid Istiqlal tahun ini difokuskan kepada pesantren, panti asuhan, perguruan tinggi Islam, dan lembaga binaan Istiqlal.

“Hari ini sudah terkumpul 59 ekor sapi dan tujuh kambing. Di antaranya berasal dari Presiden, Wakil Presiden, dan sejumlah tokoh masyarakat,” ujar Menag dalam konferensi pers persiapan Iduladha 1447 H, Senin (25/5/2026).

Menurut Menag, pola distribusi tersebut dipilih agar penyaluran daging kurban lebih tertib, aman, dan tepat sasaran. “Kami tidak membagikan langsung kepada masyarakat di kawasan Istiqlal untuk menghindari kerumunan dan risiko dorong-dorongan,” jelasnya.

Ia menambahkan, Istiqlal memiliki fasilitas penyembelihan modern dan higienis dengan kapasitas besar. Dalam satu waktu, proses penyembelihan dapat dilakukan di beberapa titik sekaligus. “Kalau 100 sampai 200 ekor sapi sehari pun insya Allah bisa tertangani,” katanya.

Menag memastikan seluruh limbah penyembelihan dikelola dengan baik sehingga tidak mencemari lingkungan sekitar masjid.




 

 

Sumber :  https://kemenag.go.id/nasional/distribusi-hewan-kurban-di-istiqlal-berbasis-pesantren-dan-lembaga-binaan-JAaYQ


Baca Terusannya »»  

Iduladha 2026 Usung Spirit Kurban Harus Rawat Alam dan Kemanusiaan

 


Jakarta (Kemenag) — Menteri Agama sekaligus Imam Besar Masjid Istiqlal, Nasaruddin Umar, menegaskan bahwa pelaksanaan Iduladha 1447 Hijriah di Masjid Istiqlal mengusung tema “Spirit Kurban Merawat Alam dan Kemanusiaan”.

Hal ini disampaikan Menag saat konferensi pers persiapan pelaksanaan Salat Iduladha 1447 H di Masjid Istiqlal. “Tema tahun ini terutama dalam khutbah nanti adalah spirit kurban merawat alam dan kemanusiaan. Ini sejalan dengan tema-tema besar Kementerian Agama tentang ekoteologi dan teologi cinta,” ujar Menag di Jakarta, Senin (25/5/2026).

Tema ini diharapkan dapat menjadi inspirasi bagi para khatib dan masyarakat muslim Indonesia untuk memperkuat kepedulian terhadap lingkungan dan nilai-nilai kemanusiaan melalui ibadah kurban. Pelaksanaan kurban di Istiqlal juga dirancang ramah lingkungan. Seluruh proses penyembelihan dilakukan dengan sistem yang higienis dan tidak mencemari sungai maupun lingkungan sekitar.

“Tidak ada satu tetes pun darah atau limbah yang masuk ke sungai. Semua sudah disiapkan dengan sistem pengelolaan yang baik,” katanya.

Ia juga mengajak jamaah untuk menjaga kebersihan kawasan masjid dengan membawa pulang sampah masing-masing atau membuangnya pada tempat yang telah disediakan. “Masjid Istiqlal baru saja mendapat penghargaan dunia karena dinilai efektif, efisien, tertib, dan bersih. Ini harus kita jaga bersama,” tandasnya.



Sumber :  https://kemenag.go.id/nasional/iduladha-2026-usung-spirit-kurban-harus-rawat-alam-dan-kemanusiaan-bcvWq

Baca Terusannya »»  

Wamenkeu Suahasil Nazara: Ketidakpastian Global Jadi New Normal, ASEAN Harus Jaga Stabilitas dan Pertumbuhan

 

 

Jakarta,Kemenkeu – Wakil Menteri Keuangan (Wamenkeu) Suahasil Nazara menyebut bahwa ketidakpastian global kini telah menjadi tantangan normal baru (new normal) yang harus dihadapi oleh negara-negara di kawasan Asia Tenggara. Oleh karena itu, stabilitas kawasan ini harus dibangun secara aktif oleh seluruh negara anggota ASEAN.

“Ketidakpastian akan menjadi normal baru kita di masa depan. Jadi, stabilitas atau kepastian itu tidak diberikan begitu saja kepada kita. Itu harus dibangun oleh kita sendiri,” ujar Wamenkeu Suahasil dalam acara Seminar ASEAN Regional Economic Outlook and Fiscal Policy di Jakarta pada Senin (25/5).

Dalam paparannya, Wamenkeu Suahasil menyoroti berbagai tantangan global mulai dari perang dagang, fragmentasi perdagangan, isu iklim, hingga gangguan teknologi seperti kecerdasan buatan (AI). Ia pun menekankan strategi besar bagi ASEAN dalam menguatkan sektor perekonomian, salah satunya dengan mendorong perdagangan intra-ASEAN, mengurangi hambatan non-tarif, serta memperkuat kerja sama di sektor ekonomi digital dan transisi hijau.

Selain itu, ia juga menekankan mengenai pemilihan kebijakan makroekonomi yang prudent, peningkatan ketahanan pangan dan energi, serta optimalisasi kerja sama keuangan seperti CMIM (Chiang Mai Initiative Multilateralization) dan local currency settlement. Wamenkeu berharap, ASEAN tidak terjebak masuk ke dalam salah satu blok geopolitik, melainkan harus mampu merangkul berbagai kekuatan ekonomi global seperti AS, China, India, Uni Eropa, hingga Jepang.

Wamenkeu Suahasil pun menegaskan komitmen Kementerian Keuangan dalam memperkuat sinergi regional melalui kerja sama riset antara Kemenkeu, Dewan Ekonomi Nasional (DEN), serta ASEAN+3 Macroeconomic Research Office (AMRO). Ia menilai upaya ini sebagai instrumen krusial dalam merumuskan kebijakan fiskal yang tepat.

Pada kesempatan ini, Wamenkeu Suahasil juga menyampaikan capaian kinerja ekonomi Indonesia yang mencatatkan performa solid. Pada kuartal pertama tahun 2026, pertumbuhan ekonomi Indonesia mencapai 5,61% dengan tingkat inflasi yang sangat terkendali di angka 2,4%. Kombinasi pertumbuhan tinggi dan inflasi rendah ini dicapai dengan defisit anggaran yang terjaga di level 2,9%.

"Kombinasi pertumbuhan ekonomi 5,6% dengan inflasi 2,4% ini saya berani jamin menjadi sumber kecemburuan bagi banyak negara lain," ujar Wamenkeu Suahasil.

Dengan melihat tren pertumbuhan dalam dua hingga tiga dekade terakhir yang rata-rata berada di angka 5%, Wamenkeu Suahasil menyebutkan bahwa target pertumbuhan ekonomi sebesar 8% yang dicanangkan oleh pemerintahan Presiden Prabowo Subianto akan menjadi hal yang sangat krusial. Target ini ia yakini dapat dicapai melalui peningkatan produktivitas, pembangunan infrastruktur, dan penguatan kapasitas sumber daya manusia demi menciptakan lapangan kerja yang berkualitas. 

 

 

Sumber : https://www.kemenkeu.go.id/informasi-publik/publikasi/berita-utama/Wamen-Suahasil-Nazara-ASEAN-Jaga-Stabilitas 

Baca Terusannya »»  

Menhan Hadiri Taklimat Presiden kepada Ribuan Perwira Siswa TNI-Polri di Seskoad

 


Bandung – Menteri Pertahanan Republik Indonesia, Sjafrie Sjamsoeddin, menghadiri kegiatan taklimat Presiden RI Prabowo Subianto kepada 1.095 perwira siswa Sesko TNI, Sespimti Polri, Sesko AD, AL, AU, dan Sespimmen Polri di Kompleks Sekolah Staf dan Komando Angkatan Darat (Seskoad), Kota Bandung, Jawa Barat, Senin (25/5/2026). Kegiatan tersebut menjadi bagian dari pembekalan strategis bagi para perwira siswa TNI-Polri yang tengah menempuh Pendidikan.

Kehadiran Presiden Prabowo Subianto di lokasi kegiatan disambut antusias ribuan perwira siswa TNI-Polri yang memenuhi area acara dengan semangat nasionalisme dan kebersamaan. Nuansa patriotisme semakin terasa ketika seluruh peserta berdiri serempak menyanyikan lagu kebangsaan Indonesia Raya, yang kemudian dilanjutkan dengan mars TNI, mars tiap matra, hingga mars Polri sebagai simbol soliditas dan jiwa korsa antarlembaga pertahanan dan keamanan negara.

Kegiatan taklimat Presiden RI Prabowo Subianto kepada 1.095 perwira siswa, menurut Komandan Seskoad Mayjen TNI Agustinus Purboyo, merupakan momen bersejarah, karena untuk pertama kalinya seorang Presiden aktif hadir secara langsung untuk memberikan kuliah dan pengarahan kepada para perwira siswa.

Kehadiran Presiden dalam forum pendidikan strategis ini mencerminkan komitmen pemerintah terhadap penguatan kualitas sumber daya manusia. Taklimat tersebut sekaligus menjadi sarana pembekalan strategis bagi para perwira dalam menghadapi dinamika tantangan nasional maupun global di masa mendatang.

Turut hadir dalam kegiatan tersebut sejumlah Menteri Kabinet Merah Putih, Panglima TNI Agus Subiyanto, Kapolri Jenderal Listyo Sigit Prabowo, serta para kepala staf angkatan.

 

 

Sumber : https://www.kemhan.go.id/2026/05/25/menhan-hadiri-taklimat-presiden-kepada-ribuan-perwira-siswa-tni-polri-di-seskoad.html 

Baca Terusannya »»  

Presiden Prabowo Sampaikan Taklimat kepada Seribu Perwira Siswa TNI dan Polri

 


Presiden Prabowo Subianto memberikan taklimat kepada perwira siswa Sesko TNI dan Sespimti Polri, perwira siswa Sesko AD, AL, AU, dan Sespimmen Polri. Taklimat tersebut diberikan Presiden pada Senin, 25 Mei 2026 di Komplek Sekolah Staf dan Komando Angkatan Darat (Seskoad), Kota Bandung, Jawa Barat. Acara taklimat diikuti oleh 1.095 perwira siswa dari TNI dan Polri yang sedang menempuh pendidikan.

Ketibaan Presiden disambut penuh semangat oleh para peserta dengan iringan lagu ‘Maju Tak Gentar’ yang menggema di area kegiatan. Suasana khidmat langsung terasa saat acara dimulai dengan menyanyikan lagu kebangsaan Indonesia Raya. Rangkaian pembukaan kemudian dilanjutkan dengan menyanyikan mars TNI, mars masing-masing matra TNI, hingga mars Polri yang diikuti secara serempak oleh seluruh peserta yang hadir.

Komandan Seskoad, Mayjen TNI Agustinus Purboyo, dalam laporannya menyampaikan keseluruhan jumlah peserta yang mengikuti kegiatan taklimat Presiden. Para peserta terdiri atas perwira siswa dari berbagai matra TNI dan Polri yang hadir untuk mengikuti pengarahan secara langsung dari Kepala Negara.

“Bapak Presiden yang sangat kami banggakan, di hadapan Bapak saat ini telah hadir 1.095 orang,” ucap Komandan Seskoad.

Usai laporan, acara kemudian dilanjutkan dengan taklimat Presiden kepada para perwira siswa. Sebelum menuju panggung utama, Presiden Prabowo tampak menyalami sejumlah perwira yang hadir dan menciptakan suasana hangat dengan penuh kedekatan. Taklimat Presiden pun diikuti dengan khidmat dan seksama oleh seluruh peserta.

Kegiatan taklimat ini, menurut Komandan Seskoad, menjadi momen bersejarah. Hal ini dikarenakan untuk pertama kalinya seorang Presiden aktif hadir secara langsung untuk memberikan kuliah dan pengarahan kepada para perwira siswa.

“Hari ini terasa sangat istimewa Bapak, dikarenakan baru pertama kali seorang Presiden aktif hadir langsung dan mengajar kepada seluruh siswa Sesko,” lanjutnya.

Kehadiran Presiden dalam forum pendidikan strategis tersebut dinilai mencerminkan perhatian besar pemerintah terhadap penguatan kualitas sumber daya manusia. Taklimat ini juga menjadi ruang pembekalan strategis bagi para perwira dalam menghadapi dinamika tantangan nasional maupun global ke depan.

Turut hadir dalam kegiatan tersebut sejumlah Menteri Kabinet Merah Putih, Panglima TNI Jenderal Agus Subiyanto, dan Kapolri Jenderal Listyo Sigit Prabowo, serta para kepala staf angkatan.

 

 

 

Sumber : https://presidenri.go.id/siaran-pers/presiden-prabowo-sampaikan-taklimat-kepada-seribu-perwira-siswa-tni-dan-polri/ 

Baca Terusannya »»