PARLEMENTARIA, Jakarta - Sejumlah unsur Pimpinan DPR
RI menghampiri aksi demonstrasi mahasiswa di depan Gedung DPR, Jakarta,
Jumat (19/6/2026) malam. Beragam tuntutan massa kepada pemerintah,
telah disampaikan dan ditindaklanjuti oleh DPR dengan menghubungi
pihak-pihak terkait.
Dengan pengawalan ketat, dua Wakil Ketua DPR RI, yakni Sufmi Dasco
Ahmad dari Fraksi Partai Gerindra dan Saan Mustopa dari Fraksi Partai
Nasdem, menemui massa demonstran sekitar pukul 19.28 WIB. Didampingi
pimpinan Komisi III DPR dan perwakilan mahasiswa, Dasco dan Saan
menyampaikan hasil pertemuan perwakilan mahasiswa dan DPR sebelumnya.
Dari atas mobil komando, dalam orasinya, Dasco berkomitmen akan
menindaklanjuti sejumlah tuntutan mahasiswa. Bahkan, ia menekankan
sebagian tuntutan itu telah ia sampaikan langsung kepada pemerintah dan
pejabat terkait.
"Beberapa aspirasi yang ditujukan kepada DPR, kami juga sudah
sampaikan. Dan Insyaallah kita akan lanjutkan dan kita akan
tindaklanjuti," ujar Pimpinan DPR Koordinator Politik dan Keamanan Ini.
Pertama, kata Dasco, pihaknya berjanji akan berkoordinasi dengan
aparat kepolisian agar 16 mahasiswa Universitas Trisakti yang masih
menjadi tersangka segera dicabut. Dia berjanji proses itu akan dilakukan
dalam satu pekan ke depan.
"Tadi Ketua Komisi III DPR sudah berkomunikasi. Dalam satu minggu ke
depan, Insyaallah mahasiswa Trisakti yang 16 itu status tersangkanya
akan dicabut," ujar Dasco.
Kedua, kata Dasco, pihaknya juga akan berkoordinasi dengan kepolisian
agar dua mahasiswa Universitas Mercu Buana, yang ditahan karena membawa
bensin saat menuju DPR, segera dilepaskan.
"Kenapa ditahan, karena dia membawa bensin, ditahan. Tapi malam ini,
begitu bubar demo ini, dia langsung bebas. Lepas dari sini," ujarnya.
Ketiga, Dasco mengaku juga telah berkoordinasi dengan Badan Pengatur
Hilir Minyak dan Gas Bumi untuk melakukan penghematan. Ke depan, kata
Dasco, akan ada penghematan sekitar Rp70 triliun dari proses tata kelola
yang tidak efektif.
Keempat, terhadap sejumlah tuntutan lain, DPR, kata Dasco, akan terus
berkoordinasi dengan pemerintah. Beberapa tuntutan itu mulai dari
perbaikan program MBG, penghematan APBN, termasuk kesejahteraan guru
honorer.
"Nah yang lain-lain, terkait dengan tuntutan-tuntutan yang lainnya,
kami akan secepatnya komunikasikan dan tindak lanjuti, sampaikan dengan
pemerintah," katanya.
Dalam kesempatan yang sama, Saan Mustopa menambahkan terkait tata
kelola Makan Bergizi Gratis (MBG), BGN telah melakukan evaluasi dan
penyisiran sehingga bakal ada penghematan anggaran sekitar Rp 70
triliun. Adapun terkait kelangkaan bahan bakar minyak (BBM), Saan
menegaskan, Bahlil telah dihubungi dan berkomitmen akan menyelesaikan
secepatnya.
”Skema terkait dengan penurunan (harga BBM) juga nanti akan
diselesaikan dalam waktu yang cepat. Dan, kami dari DPR juga akan
memfasilitasi teman-teman untuk dialog secara langsung. Terkait tuntutan
dan lainnya, secepatnya, akan kami komunikasikan dan tindak lanjuti,”
kata Saan.
Sebelumnya, demonstrasi mahasiswa di depan Gedung DPR di Jalan Gatot
Subroto, Jakarta Pusat, yang dimulai pukul 15.00 WIB, diikuti mahasiswa
dari Universitas Trisakti, Universitas Mercubuana, dan Universitas Esa
Unggul serta Himpunan Mahasiswa Indonesia (HMI).
Sementara itu, HMI dalam aksi kali ini menuntut evaluasi terhadap
program MBG dan Koperasi Desa Merah Putih. Mereka menuntut adanya
transparansi dan efektivitas dari program yang berdampak kepada
masyarakat ini.
Merespons tuntutan ini, kemudian perwakilan dari mahasiswa yang
berunjuk rasa diterima oleh pimpinan DPR dan sejumlah anggota di Ruang
Abdul Muis, Gedung Nusantara, Jumat sore. Dalam pertemuan yang
berlangsung tertutup ini, mahasiswa menyampaikan sejumlah tuntutan yang
diharapkan bisa terpenuhi oleh pemerintah.
Sumber : https://www.dpr.go.id/kegiatan-dpr/berita/Empat-Tuntutan-Mahasiswa-ke-DPR-Mulai-dari-Pembebasan-Mahasiswa-Trisakti-hingga-Soal-Ekonomi-66237