Cari Blog Ini

Sabtu, 31 Oktober 2026

Kualifikasi MotoGP Malaysia 2026: Alex Marquez Pole, Marc Marquez Kedua

 


SPORT.DETIK.COM Sepang - Marquez bersaudara mendominasi Kualifikasi MotoGP Malaysia 2026. Alex Marquez merebut pole position, dibuntuti Marc Marquez. Marco Bezzecchi kelima.

Kualifikasi MotoGP Malaysia 2026 dilangsungkan di Sirkuit Sepang pada Sabtu (31/10). Alex Marquez membukukan waku tercepat 1 menit 56,493 detik, selisih 0,070 detik saja dari Marc Marquez.

Di awal sesi, Marquez bersaudara menempati dua posisi terdepan sebelum dipatahkan Ai Ogura. Setelahnya, Marc Marquez memuncaki daftar pebalap tercepat.

Akan tetapi, di detik-detik terakhir, Alex Marquez memastikan pole position di depan saudara kandungnya. Pedro Acosta melengkapi baris terdepan start.

Di baris kedua, Ogura akan start dari grid keempat disusul Bezzecchi dan Fabio Di Giannantonio di posisi kelima dan keenam berturut-turut.

Dengan hasil ini, tak bisa dipungkiri menempatkan Marc Marquez dalam keuntungan besar terkait persaingan titel juara dunia MotoGP 2026. Apalagi, Jorge Martin yang menempati posisi kedua di klasemen, dikonfirmasi mundur karena cedera pergelangan tangan yang dideritanya.

 

Kualifikasi MotoGP Malaysia 2026: 

PosRiderNatTeamTime/Diff
1Alex MarquezSPABK8 Gresini Ducati (GP26)1'56.493s
2Marc MarquezSPADucati Lenovo (GP26)+0.070s
3Pedro AcostaSPARed Bull KTM (RC16)+0.084s
4Ai OguraJPNTrackhouse Aprilia (RS-GP26)+0.124s
5Marco BezzecchiITAAprilia Racing (RS-GP26)+0.175s
6Fabio Di GiannantonioITAPertamina VR46 Ducati (GP26)+0.349s
7Enea BastianiniITARed Bull KTM Tech3 (RC16)+0.477s
8Johann ZarcoFRACastrol Honda LCR (RC213V)+0.523s
9Franco MorbidelliITAPertamina VR46 Ducati (GP25)+0.775s
10Francesco BagnaiaITADucati Lenovo (GP26)+0.794s
11Joan MirSPAHonda HRC Castrol (RC213V)+0.850s
12Maverick ViñalesSPARed Bull KTM Tech3 (RC16)+1.244s

Qualifying 1:


13Luca MariniITAHonda HRC Castrol (RC213V)1'57.623s
14Diogo MoreiraBRAPro Honda LCR (RC213V)*1'57.733s
15Brad BinderRSARed Bull KTM (RC16)1'58.127s
16Jack MillerAUSPramac Yamaha (YZR-M1)1'58.148s
17Alex RinsSPAMonster Yamaha (YZR-M1)1'58.155s
18Fabio QuartararoFRAMonster Yamaha (YZR-M1)1'58.219s
19Iker LecuonaSPABK8 Gresini Ducati (GP26)1'58.456s
20Augusto FernandezSPAYamaha Factory Racing (YZR-M1)1'58.855s



Sumber : https://sport.detik.com/moto-gp/d-8732151/kualifikasi-motogp-malaysia-2026-alex-marquez-pole-marc-marquez-kedua

Baca Terusannya »»  

Hotspot Nasional 160 Titik, Kalteng Masih Jadi Fokus Operasi

 

Jakarta, 31 Oktober 2026 – Jumlah hotspot dengan tingkat kepercayaan tinggi (high confidence) secara nasional tercatat 160 titik berdasarkan pemantauan SiPongi Kementerian Kehutanan hingga Jumat, 30 Oktober 2026 pukul 21.00 WIB. Jumlah tersebut meningkat 6 titik dibandingkan sehari sebelumnya yang tercatat 154 hotspot.

Pada enam provinsi prioritas pengendalian karhutla, terdeteksi 13 hotspot high confidence, terdiri atas 12 titik di Kalimantan Tengah dan 1 titik di Kalimantan Selatan. Sementara Kalimantan Barat, Jambi, Sumatera Selatan, dan Riau tercatat nihil hotspot high confidence. Dibandingkan sehari sebelumnya, hotspot di Kalimantan Tengah turun dari 17 menjadi 12 titik, sedangkan Kalimantan Selatan yang sebelumnya nihil kembali mencatat 1 titik.

Kementerian Kehutanan menegaskan bahwa dinamika hotspot tetap harus dibaca bersama kondisi aktual di lapangan. Hotspot merupakan indikasi anomali suhu permukaan yang terdeteksi melalui satelit NASA Terra/Aqua, SNPP, dan NOAA-20, sehingga tidak dapat langsung disamakan dengan jumlah kejadian kebakaran maupun luas areal terbakar. Seluruh indikasi tetap diverifikasi melalui patroli dan groundcheck.

Laporan Posko Pengendalian Kebakaran Hutan Kementerian Kehutanan menunjukkan Kalimantan Tengah masih menjadi salah satu fokus operasi lapangan. Di kawasan Taman Nasional Sebangau, pemadaman masih berlangsung di Sungai Koran dan kawasan Tjilik Riwut KM 32, Palangka Raya. Keduanya berada pada lahan gambut dan hingga laporan terakhir masih memerlukan pemadaman lanjutan.

Di Pulang Pisau, Manggala Agni Kemenhut juga terus melakukan pembasahan dan patroli di KHDTK Tumbang Nusa serta pemadaman di Jabiren, Sei Hambawang, Sakakajang, dan Tanjung Taruna. Pada sejumlah lokasi masih ditemukan kepulan maupun spot asap, bahkan hujan yang sempat turun belum sepenuhnya memadamkan api bawah pada lahan gambut.

Operasi juga masih berjalan di kawasan Taman Nasional Tanjung Puting, tepatnya Sei Sekonyer–Tanjung Harapan, Kotawaringin Barat. Kebakaran berada pada lahan gambut dengan tipe kebakaran bawah dan hingga laporan terakhir belum sepenuhnya padam.

Di Kalimantan Selatan, kondisi sejumlah lokasi telah membaik. Api di Nusa Indah, Tanah Laut, Batulicin, Tirawan, serta Tanjung Dewa telah dinyatakan padam. Namun di Landasan Ulin Barat masih ditemukan asap pada beberapa titik, sedangkan pemadaman di kawasan Hutan Lindung Gunung Batu Kura menghadapi kendala medan terjal sehingga belum seluruh titik api dapat dijangkau.

Sementara di Sumatera Selatan dan Jambi, beberapa lokasi menunjukkan perkembangan positif. Api di Talang Rimba, Ogan Komering Ilir telah dinyatakan padam. Di Jambi, kebakaran di Desa Tanjung, Muaro Jambi juga telah padam, sementara Simpang Datuk masih menyisakan spot asap tipis yang terus dipantau oleh Manggala Agni Kemenhut dan tim gabungan.

Kementerian Kehutanan menekankan bahwa membaiknya kondisi pada sebagian wilayah tidak boleh diikuti dengan penurunan kewaspadaan. Karakter kebakaran gambut memungkinkan bara bertahan di bawah permukaan, bahkan setelah hujan maupun ketika nyala api sudah tidak terlihat. Karena itu, Manggala Agni Kemenhut bersama BNPB, TNI, Polri, BMKG, BPBD, pemerintah daerah, Masyarakat Peduli Api, dunia usaha, relawan, dan seluruh unsur terkait terus melakukan patroli, groundcheck, pemadaman, pembasahan, penyisiran bara, mopping up, dan pendinginan.

Dukungan operasi udara juga tetap disiagakan. Berdasarkan data terakhir, sebanyak 61 unit armada udara mendukung penanganan karhutla, terdiri atas 24 unit pesawat untuk patroli/CASA dan Operasi Modifikasi Cuaca serta 37 unit helikopter untuk operasi water bombing. Operasi udara tetap berjalan berdampingan dengan penanganan darat sesuai kondisi cuaca dan kebutuhan masing-masing wilayah.

Kementerian Kehutanan menegaskan bahwa keberhasilan pengendalian karhutla tidak hanya diukur dari naik atau turunnya angka hotspot. Yang menjadi ukuran utama adalah memastikan api dan bara benar-benar padam, kebakaran tidak kembali muncul, masyarakat terlindungi, serta kawasan hutan dan keanekaragaman hayati tetap terjaga.

Masyarakat dan pelaku usaha diimbau untuk tidak membuka maupun membersihkan lahan dengan cara membakar. Apabila menemukan asap, titik api, atau aktivitas pembakaran, masyarakat diminta segera melaporkan kepada petugas melalui Posko Karhutla Kementerian Kehutanan di nomor telepon 021-5704618 atau WhatsApp +62 8131-00-35000, agar penanganan dapat dilakukan sedini mungkin.


 

 

Sumber :  https://www.kehutanan.go.id/pers/hotspot-nasional-160-titik-kalteng-masih-jadi-fokus-operasi


Baca Terusannya »»  

Pertemuan Bilateral Indonesia–Rusia

 

Menteri Perdagangan Budi Santoso bertemu dengan Menteri Pembangunan Ekonomi Rusia, Maxim Reshetnikov, di Milwaukee, Wisconsin, Rabu (30 Sep). Pertemuan ini berlangsung di sela-sela Pertemuan Tingkat Menteri Perdagangan G20 (G20 Trade Ministerial Meeting).

Dalam pertemuan tersebut, Mendag menyampaikan optimisme bahwa Perjanjian Perdagangan Bebas Indonesia–Eurasian Economic Union (Indonesia–EAEU FTA) dapat mulai berlaku pada tahun depan.

Menteri Reshetnikov menyampaikan bahwa pemberlakuan Indonesia–EAEU FTA akan membuka potensi besar bagi kedua negara, khususnya di sektor farmasi.

Rusia juga mendorong kerja sama terkait penerapan Good Manufacturing Practices (GMP) untuk produk farmasi. Menanggapi hal tersebut, Mendag menyampaikan bahwa Indonesia akan berkonsultasi dengan kementerian/lembaga teknis terkait.

Dalam pertemuan tersebut, Mendag didampingi oleh Direktur Jenderal Perundingan Perdagangan Internasional, Johni Martha, serta Kepala Biro Hubungan Masyarakat, N.M. Kusuma Dewi.

 

 

Sumber : https://www.kemendag.go.id/berita/foto/pertemuan-bilateral-indonesia-rusia-1790814964 


Baca Terusannya »»  

Jumat, 30 Oktober 2026

Atlet Pati Persembahkan 35 Emas di Porprov Jateng 2026

 



KENDAL - Kontingen Kabupaten Pati berhasil mengoleksi 35 medali emas dalam ajang Pekan Olahraga Provinsi (Porprov) XVII Jawa Tengah 2026. Selain emas, para atlet Bumi Mina Tani juga mempersembahkan 40 medali perak dan 50 perunggu. Dengan demikian, total 125 medali berhasil dibawa pulang sebagai hasil perjuangan kontingen Pati dalam Porprov XVII Jawa Tengah 2026 yang ditutup secara resmi oleh Wakil Gubernur Jateng Taj Yasin Maimoen pada Jumat (30/10/2026) di Halaman Luar Sport Center Kendal, Kompleks Stadion Utama Kebondalem, Kabupaten Kendal. 

Saat acara closing ceremony yang juga dihadiri Plt Bupati Pati Risma Ardhi Chandra tersebut, Kabupaten Pati berada di peringkat keenam perolehan medali. 

Sementara itu, berdasarkan laporan Ketua Umum KONI Jawa Tengah sekaligus Ketua Harian PB Porprov XVII, Sujarwanto Dwiatmoko, lima daerah dengan perolehan medali emas terbanyak adalah Kota Semarang di posisi pertama. Berikutnya, Kota Surakarta peringkat kedua, disusul Kota Salatiga di posisi ketiga, dan Kabupaten Grobogan di urutan keempat. 

Sujarwanto juga menyampaikan bahwa seluruh pertandingan telah selesai dilaksanakan sebelum seremoni penutupan Porprov XVII.

Dari 35 medali emas yang dipersembahkan kontingen Pati, sejumlah cabang olahraga memberikan kontribusi menonjol. Sepatu roda dan dayung masing-masing menyumbangkan empat emas. 

Gimnastik, atletik, tinju, dan akuatik juga menunjukkan performa kompetitif dengan masing-masing mempersembahkan tiga medali emas.

Kontribusi tersebut memperlihatkan potensi atlet Kabupaten Pati yang tersebar di berbagai cabang olahraga. 

Capaian para atlet tersebut menjadi bagian dari perjuangan kontingen Pati yang sebelumnya dilepas Plt Bupati Pati Risma Ardhi Chandra dengan harapan mampu meningkatkan prestasi daerah. 

Dalam kesempatan pelepasan kontingen, Chandra mengingatkan pentingnya sportivitas, kedisiplinan, dan kekompakan sebagai bekal menghadapi kompetisi.

Pemerintah Kabupaten Pati sebelumnya juga telah menyampaikan komitmen pemberian bonus sebagai bentuk apresiasi kepada atlet berprestasi. 

Berdasarkan besaran penghargaan yang diumumkan sebelumnya, peraih medali emas dijanjikan bonus Rp50 juta, perak Rp25 juta, dan perunggu Rp15 juta. 

Penghargaan tersebut menjadi salah satu bentuk perhatian pemerintah daerah terhadap perjuangan atlet yang telah mengharumkan nama Kabupaten Pati.

Plt Bupati Pati Risma Ardhi Chandra menyampaikan apresiasi kepada seluruh atlet, pelatih, official, serta jajaran KONI yang telah berjuang membawa nama Kabupaten Pati dalam Porprov XVII Jawa Tengah 2026.

Menurutnya, hasil yang diperoleh perlu menjadi bahan evaluasi sekaligus motivasi untuk memperkuat pembinaan olahraga di daerah.

Chandra berharap prestasi yang telah diraih dapat terus dikembangkan melalui pembinaan berkelanjutan, peningkatan kualitas latihan, serta sinergi antara pemerintah daerah, KONI, pelatih, dan seluruh insan olahraga. 

Dukungan bersama tersebut diharapkan mampu mengembangkan potensi atlet Pati agar semakin kompetitif dalam menghadapi berbagai kejuaraan, baik di tingkat provinsi maupun nasional.

Sementara itu, Wakil Gubernur Jawa Tengah dalam sambutannya, mengajak seluruh insan olahraga Jawa Tengah mempersiapkan diri menghadapi Pekan Olahraga Nasional (PON) 2028 di Nusa Tenggara Barat dan Nusa Tenggara Timur. 

Sedangkan Sujarwanto, di akhir pidatonya mengumumkan lima daerah yang terpilih menjadi tuan rumah Porprov XVIII tahun 2030, yakni Kota Magelang, Kabupaten Magelang, Kabupaten Temanggung, Kabupaten Wonosobo, dan Kabupaten Kebumen.

 

 

Sumber : https://humas.patikab.go.id/frontpanel/berita/detail/VkJYczlvalRnbTh1TTM2b1dNZHNrdz09 


Baca Terusannya »»  

Surakarta Kunci Runner-Up Porprov Jateng 2026, Her Suprabu Apresiasi Perjuangan Atlet

 


SEMARANG – Kontingen Kota Surakarta berhasil memenuhi target dengan mengamankan posisi runner-up atau peringkat kedua dalam klasemen akhir Pekan Olahraga Provinsi (Porprov) Jawa Tengah XVII 2026 di kawasan Semarang Raya.

Capaian tersebut menjadi bukti konsistensi Kota Bengawan dalam menjaga kekuatan olahraga di tingkat Jawa Tengah.

Keberhasilan ini sekaligus menunjukkan hasil pembinaan dan persiapan atlet yang dilakukan menjelang pesta olahraga terbesar tingkat provinsi tersebut.

Kota Surakarta mengoleksi 79 emas, 72 perak, dan 70 perunggu, dengan total 221 medali di Porprov Jateng 2026. Juara umum diraih Kota Semarang dengan 177 emas, 121 perak, 112 perunggu, total 410 medali. Adapun Kota Salatiga menempati peringkat ketiga dengan 41 emas, 37 perak, 66 perunggu, total 144 medali.

Kota Surakarta meraih medali emas di cabor bergengsi sepak bola setelah mengalahkan Kota Semarang dalam drama adu penalti di Stadiun Citarum.

Ketua Umum Komite Olahraga Nasional Indonesia (KONI) Kota Surakarta, Her Suprabu, menyampaikan rasa syukur atas pencapaian para atlet. Menurutnya, perjuangan kontingen sepanjang kompetisi menunjukkan perkembangan positif.

“Insyaallah saya optimistis dengan progres yang ada. Kita berhasil mengamankan dan mempertahankan posisi kedua,” ungkap Her Suprabu.

Ia menilai keberhasilan tersebut tidak terlepas dari kerja keras atlet, pelatih, ofisial, serta seluruh pihak yang terlibat dalam persiapan kontingen Surakarta.

Her Suprabu juga mengaku bangga karena sejumlah cabang olahraga mampu memberikan kejutan dengan meraih hasil melampaui target awal.

Salah satu pencapaian yang menjadi perhatian adalah keberhasilan tim sepak bola Surakarta meraih prestasi di cabang olahraga beregu. Selain itu, cabang olahraga judo juga menunjukkan peningkatan hasil yang signifikan dibandingkan ekspektasi sebelumnya.

Menurut Her Suprabu, capaian tersebut menjadi gambaran bahwa potensi atlet Surakarta masih dapat terus dikembangkan melalui pembinaan yang terarah dan berkelanjutan.

Keberhasilan Surakarta mempertahankan posisi runner-up Porprov Jateng 2026 tidak lepas dari dukungan berbagai pihak.

Her Suprabu secara khusus menyampaikan apresiasi kepada Chef de Mission (CdM) Kontingen Surakarta, Supriyanto, yang juga menjabat sebagai Kepala Kejaksaan Negeri (Kajari) Surakarta.

Peran Supriyanto dinilai penting dalam mengawal perjalanan kontingen selama mengikuti pertandingan, termasuk menjaga koordinasi, kekompakan, dan semangat para atlet.

Apresiasi juga diberikan kepada Wali Kota Surakarta, Respati Ardianto, beserta jajaran Pemerintah Kota Surakarta atas dukungan dan fasilitas yang diberikan kepada kontingen.

Dukungan tersebut menjadi salah satu faktor penting dalam menunjang kesiapan atlet selama mengikuti kompetisi di berbagai lokasi pertandingan.

Her Suprabu menilai keberhasilan mempertahankan posisi kedua merupakan hasil kolaborasi antara KONI, pemerintah daerah, pelatih, atlet, dan seluruh elemen pendukung olahraga.

 

Modal Pembinaan Olahraga Surakarta ke Depan

Raihan runner-up Porprov Jateng XVII 2026 menjadi modal penting bagi Kota Surakarta untuk melanjutkan pembinaan olahraga menuju kompetisi berikutnya.

Sejumlah kejutan dari cabang olahraga yang mampu melampaui target juga menjadi catatan positif bagi KONI Surakarta dalam mengevaluasi potensi dan kekuatan atlet.

Ke depan, hasil Porprov diharapkan menjadi bahan evaluasi untuk meningkatkan kualitas pembinaan, memperkuat regenerasi atlet, serta mempersiapkan kontingen menghadapi persaingan olahraga di tingkat yang lebih tinggi.

Her Suprabu pun memberikan apresiasi kepada seluruh atlet dan pihak yang telah berjuang membawa nama Kota Surakarta.

Dengan keberhasilan mempertahankan posisi runner-up, Surakarta kembali menunjukkan eksistensinya sebagai salah satu kekuatan olahraga di Jawa Tengah

 

 

Sumber : https://konijateng.id/surakarta-kunci-runner-up-porprov-jateng-2026-her-suprabu-apresiasi-perjuangan-atlet/ 

Baca Terusannya »»  

Menag Ajak Kiai dan Santri Jaga Marwah Pesantren

 


Jakarta (Kemenag) --- Menteri Agama Nasaruddin Umar mengajak para kiai, nyai, pengasuh, pengelola, dan santri untuk bersama-sama menjaga kehormatan, martabat, serta citra pesantren. Menurutnya, marwah pesantren merupakan tanggung jawab seluruh keluarga besar pesantren yang harus dirawat melalui tata kelola dan perilaku yang mencerminkan nilai-nilai luhur pendidikan Islam.

“Marilah kita memelihara citra luhur pondok pesantren. Marwah dan citra pondok pesantren sangat tergantung kepada kita semuanya, para pengelolanya. Jangan lagi ada isu negatif di sekitar pondok pesantren,” ajak Menag saat memberi arahan pada acara Munajat Santri untuk Negeri di Masjid Istiqlal, Jakarta pada Jumat (30/10/2026).

Hadir dalam acara ini, Ketua Umum PBNU KH Abdul Hakim Mahfudz (Gus Kikin), Menteri Koperasi Ferry Juliantoro, Menteri Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak (PPPA) Arifatul Choiri Fauzi, Sekjen beserta jajaran Eselon I dan II Kementerian Agama. 

Ia mengingatkan bahwa pesantren memiliki kedudukan penting dalam perjalanan bangsa. Lembaga pendidikan ini tidak hanya menjadi tempat menimba ilmu agama, tetapi juga ruang pembentukan karakter, akhlak, dan pengabdian kepada masyarakat.

Karena itu, ia berharap pesantren terus menjaga kepercayaan publik dengan memastikan penyelenggaraan pendidikan berjalan sesuai ketentuan dan nilai-nilai yang menjadi fondasinya.

“Kita ingin pondok pesantren menjadi wadah terbaik untuk melahirkan manusia-manusia utuh di Indonesia ini,” ujarnya.

Menag menegaskan, Kementerian Agama akan bersikap tegas apabila ditemukan pesantren yang melakukan penyimpangan dari ketentuan yang seharusnya. Penegakan aturan tersebut merupakan bagian dari upaya menjaga kehormatan pesantren sekaligus melindungi masyarakat.

“Kementerian Agama sangat tegas. Manakala ada pondok pesantren yang menyimpang dari ketentuan-ketentuannya sebagaimana seharusnya, pemerintah tidak segan-segan untuk mengambil tindakan yang tegas,” katanya.

Menag berharap Majelis Masyayikh juga turut memperhatikan dan menjaga martabat pesantren. Menurutnya, upaya menjaga marwah pesantren membutuhkan keterlibatan semua pihak, terutama para pengasuh dan pengelola yang menjalankan pendidikan sehari-hari.

Ia pun mengingatkan bahwa pesantren telah hadir jauh sebelum Republik Indonesia berdiri. Dalam sejarahnya, pesantren berperan menanamkan ilmu, membangun karakter, memelihara martabat manusia, hingga menumbuhkan kesadaran kebangsaan.

“Pesantren bukan hanya bagian dari sejarah Indonesia. Pesantren adalah bagian dari fondasi berdirinya Republik Indonesia,” ungkapnya.

Oleh karena itu, menjaga marwah pesantren juga berarti meneruskan tradisi pengabdian yang telah diwariskan para pendahulu. Jika dahulu para santri berjuang mempertahankan kemerdekaan, kini perjuangan tersebut perlu diwujudkan melalui penguasaan ilmu pengetahuan, teknologi, kemandirian ekonomi, akhlak mulia, dan karya nyata bagi masyarakat.

“Sebab kita menginginkan pondok pesantren menjadi salah satu tempat terbaik untuk melahirkan manusia-manusia Indonesia yang utuh.,” tegasnya. 



 

Sumber : https://kemenag.go.id/nasional/menag-ajak-kiai-dan-santri-jaga-marwah-pesantren-pCrrm 

 


Baca Terusannya »»  

Pro dan Kontra Seni Berbasis AI Mengemuka di Grand Final Debat Wirasena 2026

 


Jakarta: Perkembangan kecerdasan buatan atau artificial intelligence (AI) dalam dunia seni menjadi topik perdebatan di Grand Final Lomba Debat Wirasena 2026 yang digelar di Teater Jakarta, Taman Ismail Marzuki (TIM), Jakarta, Jumat (30/10). Empat tim dari Riau, Sumatera Utara, Bengkulu, dan Jawa Tengah saling beradu argumentasi mengenai penerimaan karya seni yang dihasilkan melalui teknologi AI.

Babak puncak yang menjadi bagian dari rangkaian Indonesia Youth Summit (IYS) 2026 ini mempertemukan empat tim terbaik setelah melewati rangkaian seleksi yang diikuti 64 tim. Dari jumlah tersebut, 16 tim melaju ke kompetisi luring sebelum akhirnya empat tim memastikan tempat di babak final.

Tim Riau diperkuat Kayla Fauziah Fajri dan Yelika Paskabreina br. Meliala. Sumatera Utara diwakili Aldy Christian Tarigan dan Muhammad Jeri. Sementara itu, Faldzah Naadira dan Ghiffary Yovandika Anwaary Fadhillah mewakili Bengkulu, sedangkan Jawa Tengah diwakili Gwen Muninggar Maharani dan Raka Satria Madewa.

Dalam babak final, peserta membahas mosi, “Dewan ini percaya bahwa seni yang dihasilkan oleh kecerdasan buatan (AI) seharusnya diterima daripada ditolak.” Mosi tersebut menghadirkan perbedaan pandangan mengenai perkembangan teknologi AI, kreativitas, serta pengaruhnya terhadap dunia seni.

Aldy Christian Tarigan dari tim Sumatera Utara yang tampil sebagai Opening Government (OG) menyampaikan bahwa penerimaan terhadap seni generatif AI diperlukan seiring perkembangan teknologi dan perubahan perspektif masyarakat terhadap seni. Ia mencontohkan karya abstrak yang dahulu sempat dipandang bukan sebagai seni, tetapi kemudian mendapat penerimaan seiring berkembangnya pemahaman masyarakat.

Menurut Aldy, penerimaan terhadap seni generatif AI juga dapat membuka ruang kurasi dan pengawasan. Ia menilai penolakan tidak serta-merta menghentikan penggunaan teknologi tersebut, bahkan berpotensi membuat penggunanya menyembunyikan proses pembuatan karya.

“Mereka akan menggunakan AI-nya terus-menerus secara diam-diam,” ujar Aldy.

Di sisi lain, Ghiffary Yovandika Anwaary Fadhillah dari tim Bengkulu menyoroti potensi dampak penerimaan seni generatif AI terhadap penghargaan bagi para seniman. Ia menilai kemudahan menghasilkan karya melalui perintah kepada AI dapat membuat proses kreatif seniman manusia dipandang sebelah mata.

“Pada akhirnya, persoalannya bukan hanya itu. Orang-orang yang menggeluti seni tidak seharusnya dipandang sebelah mata dengan anggapan bahwa siapa pun bisa membuat karya hanya dengan menggunakan prompt,” kata Ghiffary.

Ghiffary juga mempertanyakan urgensi penerimaan seni generatif AI. Menurutnya, masyarakat sudah memiliki cara untuk mengenali konten yang dihasilkan AI, seperti melalui keterangan atau label pada musik dan konten digital. Karena itu, ia menilai mekanisme tersebut dapat menjadi pembanding tanpa harus menerima seni generatif AI.

Perbedaan argumentasi tersebut memperlihatkan bagaimana perkembangan teknologi dapat dikaji dari berbagai sudut pandang. Melalui kompetisi ini, peserta tidak hanya ditantang menyampaikan pendapat, tetapi juga menyusun argumentasi, mempertahankan gagasan, dan merespons pandangan yang berbeda.

Grand Final Lomba Debat Wirasena 2026 menjadi ruang bagi generasi muda untuk menguji gagasan dan mengembangkan kemampuan berpikir kritis dalam menyikapi berbagai isu aktual di masyarakat.

 

 

Sumber : https://www.kemenpora.go.id/detail/7425/pro-dan-kontra-seni-berbasis-ai-mengemuka-di-grand-final-debat 

Baca Terusannya »»  

Empat Finalis Wirasena Speech Competition 2026 Adu Gagasan Lewat Pidato Spontan

 

Jakarta: Empat finalis dari tiga provinsi adu gagasan melalui pidato spontan dalam Grand Final Wirasena Speech Competition (WSPC) 2026 di Teater Jakarta, Taman Ismail Marzuki (TIM), Jakarta, Jumat (30/10). Kompetisi yang menjadi bagian dari rangkaian Indonesia Youth Summit (IYS) 2026 ini menguji kemampuan peserta dalam mengembangkan ide, berpikir kritis, dan menyampaikan gagasan secara kreatif dalam waktu terbatas.

Keempat finalis tersebut adalah Mazel Avakiana Arkoff Setiawan dari Jawa Barat, Ibnaty Qanita Larasati dan Almayra Zaitania Balqis Larosa dari Sumatera Utara, serta Gabriella Inez Revia Lee dari DKI Jakarta.

Dalam babak final, setiap peserta menerima tiga kata kejutan sebagai bahan untuk mengembangkan pidato. Mereka diberi waktu dua menit untuk mempersiapkan materi sebelum tampil dengan durasi maksimal lima menit. Ketiga kata tersebut harus disampaikan secara alami, kreatif, dan relevan dengan gagasan yang dibawakan.

Salah satu finalis, Ibnaty Qanita Larasati dari Sumatera Utara, mengangkat isu kesehatan mental dan tantangan sosial-ekonomi yang dihadapi generasi muda. Dalam pidatonya, ia mengaitkan persoalan tersebut dengan kemiskinan, pengangguran, tingginya biaya hidup, serta keterbatasan akses dan kesempatan.

Ibnaty menyoroti bahwa tidak semua anak muda memiliki kesempatan yang sama dalam menentukan masa depan. “But what if I tell you that not all of us have that choice? Choosing is a luxury,” ujarnya.

Ia juga mengajak generasi muda untuk lebih berempati terhadap diri sendiri, tidak membandingkan kehidupan dengan orang lain, serta berani menyampaikan aspirasi dan meminta pertanggungjawaban para pemangku kebijakan.

Menjelang akhir penampilannya, Ibnaty mengajak seluruh hadirin berdiri dan mengucapkan ikrar bersama tentang tanah air yang bebas dari penindasan, bangsa yang merindukan keadilan, serta bahasa yang menyuarakan kebenaran.

Melalui WSPC 2026, para finalis mendapat ruang untuk mengasah kemampuan berpikir kritis, kreativitas, dan keterampilan berbicara di depan publik. Kompetisi ini juga mendorong generasi muda untuk berani menyampaikan gagasan, menyuarakan aspirasi, dan merespons berbagai persoalan sosial melalui komunikasi yang efektif.

 

 

Sumber : https://www.kemenpora.go.id/detail/7427/empat-finalis-wirasena-speech-competition-2026-adu-gagasan-lewat 


Baca Terusannya »»  

Wamen Komdigi Nezar Patria Tantang Instansi Pemerintah Pangkas Waktu Layanan dengan AI

 

Wakil Menteri Komunikasi dan Digital Nezar Patria menantang setiap instansi pemerintah memanfaatkan kecerdasan artifisial (AI) untuk memangkas waktu pelayanan masyarakat.

Ia meminta setiap unit mengidentifikasi sedikitnya satu layanan yang dapat mengubah waktu tunggu dari hitungan minggu menjadi hitungan hari sebelum akhir kuartal IV 2026.

"Sebelum kuartal ini berakhir, tentukan satu layanan di unit Anda di mana AI dapat memangkas waktu tunggu dari hitungan minggu menjadi hitungan hari," tegas Wamen Nezar dalam acara Pelatihan AI Value Chain: Indonesia's Strategy in the AI Supply Chain as a Middle Power yang diikuti secara daring dari Jakarta Pusat, Jumat (30/10/2026).

Wamen Nezar menjelaskan bahwa penerapan AI di lingkungan pemerintahan perlu diarahkan pada pekerjaan yang memberikan manfaat langsung bagi masyarakat.

Teknologi tersebut dapat digunakan untuk mempercepat pemrosesan dokumen, mempermudah pengurusan perizinan, meningkatkan layanan kepada warga, serta mendukung kepatuhan terhadap regulasi.

Menurutnya, penggunaan AI tidak boleh berhenti pada kegiatan demonstrasi teknologi atau proyek percontohan yang tidak memberikan perubahan nyata terhadap kualitas pelayanan publik.

Wamen Nezar mengingatkan bahwa perkembangan AI berpotensi memperlebar kesenjangan antara lembaga yang mampu mengadopsi teknologi dan lembaga yang masih mengandalkan sistem lama.

Ketertinggalan tersebut dapat mengurangi kemampuan institusi publik dalam menjalankan tugasnya secara efektif.

Bahkan, sektor swasta yang memanfaatkan AI berpotensi memberikan layanan pengurusan dokumen, perizinan, dan berbagai kebutuhan administratif secara lebih efisien dibandingkan lembaga pemerintah yang memiliki kewenangan langsung.

"Tidak mengadopsi AI bukanlah pilihan yang wajar. Itu adalah sebuah keputusan untuk mengalami kemunduran," katanya.

Karena itu, Wamen Nezar menilai transformasi pemerintahan berbasis AI harus dimulai dari persoalan pelayanan yang dapat diselesaikan secara cepat dan terukur.

Setiap instansi perlu memahami kebutuhan masyarakat, mengidentifikasi hambatan dalam proses pelayanan, kemudian menentukan bagian pekerjaan yang dapat dipercepat menggunakan teknologi.

Ia menekankan bahwa pengalaman menerapkan AI dalam pekerjaan sehari-hari menjadi bagian penting dalam membangun kemampuan kelembagaan.

Pemerintah tidak cukup hanya memiliki dokumen strategi atau kebijakan tanpa kemampuan menggunakan teknologi untuk menyelesaikan persoalan nyata.

"Pemahaman mengenai strategi lahir dari penerapan nyata, bukan sekadar dari dokumen kebijakan," jelasnya.

 

 

Sumber : https://www.komdigi.go.id/berita/siaran-pers/detail/wamen-nezar-patria-tantang-instansi-pemerintah-pangkas-waktu-layanan-dengan-ai 


Baca Terusannya »»  

Wamen Komdigi Nezar Patria: Keberhasilan AI Indonesia Diukur dari Manfaat, Bukan Model Tercanggih

 


Indonesia tidak harus menjadi negara pembuat model kecerdasan artifisial (AI) paling canggih untuk mengambil peran dalam persaingan teknologi global.

Wakil Menteri Komunikasi dan Digital Nezar Patria menilai kemampuan memanfaatkan AI untuk mempercepat layanan pemerintah, meningkatkan produktivitas, dan menjawab kebutuhan masyarakat menjadi ukuran penting keberhasilan Indonesia di era AI.

Wamen Nezar menjelaskan bahwa pengembangan model AI terdepan saat ini masih didominasi Amerika Serikat dan Tiongkok karena konsentrasi modal, talenta, cip, serta kebutuhan energi yang sangat besar.

Dalam kondisi tersebut, Indonesia perlu menentukan strategi yang lebih realistis dengan memaksimalkan pemanfaatan teknologi yang tersedia.

"Indonesia tidak akan membangun model AI paling canggih di dunia, tidak dalam dekade ini, dan kemungkinan besar tidak juga pada dekade berikutnya," ujarnya dalam acara Pelatihan AI Value Chain: Indonesia's Strategy in the AI Supply Chain as a Middle Power yang diikuti secara daring dari Jakarta Pusat, Jumat (30/10/2026).

Menurut Wamen Nezar, keterbatasan untuk bersaing dalam pengembangan model AI tercanggih tidak berarti Indonesia kehilangan kesempatan menjadi pemain penting.

Justru, Indonesia memiliki peluang untuk mengambil posisi strategis melalui penerapan teknologi dan penguatan daya tawar dalam rantai nilai AI global.

"Kita perlu untuk memanfaatkan model-model terbaik di dunia untuk mentransformasi pemerintahan, perekonomian, dan kehidupan masyarakat kita lebih cepat daripada negara lain" katanya.

Untuk mencapai tujuan tersebut, Indonesia tidak boleh hanya bergantung pada penyedia teknologi asing melalui kontrak layanan atau langganan.

Ketergantungan semacam itu berisiko ketika terjadi kenaikan harga, perubahan prioritas penyedia komputasi, maupun pembatasan akses terhadap infrastruktur teknologi.

Wamen Nezar menegaskan Indonesia harus membangun posisi tawar yang kuat melalui pengembangan infrastruktur komputasi lokal, pengaturan akses pasar, dan kerja sama internasional.

"Indonesia tidak boleh memosisikan diri hanya sebagai pelanggan. Kita harus bertindak sebagai mitra setara (counterparty) yang memiliki daya tawar nyata untuk menjamin akses jangka panjang," tegasnya.

Dalam rantai pasok AI global, Indonesia memiliki dua modal utama, yakni sumber daya mineral kritis dan pasar pengguna akhir dengan populasi hampir 290 juta jiwa.

Namun, kedua keunggulan tersebut harus dikembangkan menjadi nilai tambah ekonomi, bukan berhenti pada penyediaan bahan mentah dan pasar konsumsi.

Wamen Nezar menilai penguatan industri pengolahan, manufaktur, serta integrasi teknologi menjadi langkah penting agar Indonesia memperoleh manfaat lebih besar dari perkembangan AI.

Kerja sama dengan negara yang memiliki keunggulan teknologi semikonduktor, termasuk Jepang dan Korea Selatan, juga diperlukan untuk memperkuat posisi Indonesia sebagai kekuatan menengah dalam rantai pasok global.

"Nilai tambah muncul saat kecerdasan bertemu dengan dunia fisik melalui pemrosesan, manufaktur, dan integrasi," jelasnya.

Selain memperkuat posisi industri, Wamen Nezar mengingatkan bahwa pengembangan infrastruktur AI harus memperhatikan keberlanjutan lingkungan dan manfaat bagi masyarakat sekitar.

Pembangunan pusat data, misalnya, membutuhkan pasokan listrik, air, dan lahan yang tidak sedikit.

Karena itu, Indonesia tidak seharusnya bersaing menarik investasi hanya dengan menawarkan biaya energi, air, atau lahan paling murah.

Kepastian tata kelola, keberlanjutan lingkungan, dan dampak ekonomi bagi masyarakat perlu menjadi keunggulan investasi.

"Perlindungan terhadap lingkungan dan masyarakat bukanlah hambatan bagi strategi kecerdasan artifisial kita. Hal-hal tersebut justru merupakan titik awal dari strategi kita," ujarnya.

Wamen Nezar juga menekankan pentingnya menyiapkan strategi ekonomi untuk menghadapi perubahan lapangan kerja akibat AI.

Sejumlah pekerjaan rutin di sektor jasa berpotensi terdampak sehingga pemerintah perlu memastikan manfaat pertumbuhan ekonomi berbasis AI dapat membantu masyarakat menghadapi perubahan tersebut.

Ia menegaskan keberhasilan Indonesia tidak semata ditentukan oleh kemampuan menciptakan teknologi paling maju, melainkan juga oleh kecakapan memanfaatkannya, kekuatan kemitraan global, dan tanggung jawab dalam mengelola dampaknya.

"Indonesia mungkin tidak akan memenangkan perlombaan untuk membangun model AI terbesar, namun kita bisa memenangkan perlombaan untuk membangun negara yang paling cakap, mitra yang paling kredibel, serta tuan rumah yang paling bertanggung jawab di era AI," pungkasnya.

 

 

Sumber : https://www.komdigi.go.id/berita/siaran-pers/detail/wamen-nezar-patria-tantang-instansi-pemerintah-pangkas-waktu-layanan-dengan-ai 

Baca Terusannya »»  

Menteri Pariwisata: JCWF 2026 Semakin Perkuat Yogyakarta Sebagai Destinasi Cultural Wellness

 


Jakarta, 30 Oktober 2026 – Kementerian Pariwisata mendukung penyelenggaraan Jogja Cultural Wellness Festival (JCWF) 2026, yang memadukan kekayaan budaya Yogyakarta dengan praktik wellness dalam semangat pariwisata berkelanjutan, sekaligus memperkuat daya tarik Yogyakarta bagi wisatawan. "JCWF 2026" merupakan tahun keempat penyelenggaraan.

Menteri Pariwisata Widiyanti Putri Wardhana dalam sambutannya pada peluncuran JCWF 2026 di Balairung Soesilo Soedarman, Jakarta, Jumat (30/10/2026), mengatakan Indonesia memiliki kekayaan budaya dan tradisi yang menjadi modal penting dalam pengembangan pariwisata. Salah satunya cultural wellness yang memadukan nilai budaya, praktik kebugaran, kreativitas, serta hubungan harmonis antara manusia dan alam.

"Yogyakarta memiliki potensi besar dalam pengembangan cultural wellness dan kehadiran Jogja Cultural Wellness Festival akan semakin memperkuat posisi Yogyakarta sebagai destinasi cultural wellness yang memiliki karakter dan daya saing," kata Menteri Pariwisata.

JCWF 2026 akan berlangsung pada 6–8 November 2026 di Loman Park Hotel Yogyakarta. Selama tiga hari, festival ini menghadirkan beragam pengalaman yang mempertemukan praktik wellness, ekspresi budaya, kreativitas, dan gaya hidup berkelanjutan. Pengunjung dapat mengeksplorasi lima experience zone, yakni "Mind & Body", "Healing & Therapy", "Nature Connection", "Creative Expression", dan "Culinary Wellness". Rangkaian kegiatan mencakup yoga, meditasi, lokakarya jamu, terapi seni, serta forum Pentahelix untuk memperkuat kerja sama antarpelaku industri.

Menteri Pariwisata mengatakan JCWF yang diinisiasi Badan Promosi Pariwisata Daerah (BPPD) Daerah Istimewa Yogyakarta menjadi ruang inovasi untuk mengembangkan pariwisata berbasis budaya yang tidak hanya menawarkan pengalaman wisata, tetapi juga mendorong kesejahteraan masyarakat, menggerakkan ekonomi lokal, dan menjaga keberlanjutan lingkungan. 

"Melalui tema 'RECONNECT: Reconnecting People, Culture & Wellbeing', Jogja Cultural Wellness Festival 2026 mengajak kita melihat wellness bukan sekadar aktivitas perawatan diri, tetapi juga sebagai upaya membangun kembali hubungan dengan budaya, lingkungan, dan sesama," kata Menteri Widiyanti.

Menteri Pariwisata menjelaskan, permintaan terhadap perjalanan yang mengintegrasikan aktivitas kebugaran, perawatan diri, dan keseimbangan fisik maupun mental terus meningkat. Hal tersebut tercermin dari data Global Wellness Institute yang mencatat bahwa pengeluaran global untuk wellness tourism mencapai 893,9 miliar dolar AS pada tahun 2024. Di kawasan Asia Pasifik, tercatat 562,7 juta perjalanan wellness dengan nilai pengeluaran wisatawan mencapai 215 miliar dolar AS.

"Indonesia memiliki keunggulan melalui tradisi jamu, rempah Nusantara, perawatan tradisional, serta praktik kebugaran berbasis kearifan lokal yang menjadi pembeda di pasar internasional," kata Menteri Pariwisata. 

Menjawab peluang tersebut, Kementerian Pariwisata menempatkan wellness tourism sebagai bagian dari pengembangan wisata minat khusus dalam program prioritas Pariwisata Berkualitas. Kementerian Pariwisata juga telah mengembangkan Wellness Journey Across the Java Wonders, dengan sepuluh jalur dan tema perjalanan yang mengangkat potensi kebugaran berbasis alam dan budaya Jawa. Selain itu, Kementerian Pariwisata juga sedang menyusun direktori wisata wellness Indonesia untuk menyediakan informasi mengenai destinasi, produk, layanan, dan pelaku industri. 

"Melalui Wonderful Indonesia Scale-up Hub (WISH), kami memberikan pendampingan bisnis bagi penyedia paket wisata gastronomi dan wellness, guna meningkatkan kapasitas usaha dan kesiapan produk memasuki pasar," kata Menpar Widiyanti Putri.  

Menurut Menteri Pariwisata, pengembangan pariwisata berbasis budaya membutuhkan kolaborasi kuat antara pemerintah, industri, akademisi, komunitas, dan pelaku usaha. Melalui kolaborasi tersebut, potensi lokal dapat dikembangkan menjadi produk wisata berdaya saing tanpa kehilangan identitas dan nilai budaya yang menjadi kekuatannya. Partisipasi berbagai daerah juga menunjukkan semakin luasnya peluang kolaborasi dalam pengembangan ekosistem cultural wellness.

"Kami berharap keterlibatan tersebut dapat membuka peluang jejaring dan kerja sama baru, memperkuat produk lokal, serta memperluas manfaat ekonomi pariwisata bagi masyarakat. Kami mengajak masyarakat, wisatawan, komunitas, dan seluruh pelaku industri pariwisata untuk turut menyukseskan Jogja Cultural Wellness Festival 2026," kata Menteri Pariwisata.

Ketua BPPD DIY GKR Bendara mengatakan kekayaan filosofi dan praktik budaya Jawa memiliki relevansi kuat dengan konsep wellbeing yang berkembang saat ini. Nilai hamemayu hayuning bawana, filosofi sawiji, greget, sengguh, ora mingkuh, serta semangat gotong royong dan harmoni antara manusia, alam, dan Sang Pencipta menjadi landasan penting dalam membangun kehidupan yang lebih seimbang dan bermakna.

"Budaya adalah ruh utama yang menghubungkan manusia dengan identitasnya. Melalui JCWF 2026, kami berkomitmen membangun ekosistem pariwisata berbasis cultural wellness yang tidak hanya memperkaya pengalaman wisatawan, tetapi juga memberikan manfaat nyata bagi masyarakat, memperkuat pelaku usaha lokal, dan meningkatkan daya saing Yogyakarta di tingkat nasional maupun internasional," kata GKR Bendara


 

 

Ragam Aktivitas

Tahun ini, JCWF menghadirkan 89 program terjadwal, 97 komunitas dan mitra terkurasi, 65 praktisi wellness, serta 32 peserta Wellness Artisan Market, termasuk 16 program tidak berbayar.

Selain lima experience zone, JCWF 2026 menghadirkan sejumlah ruang untuk memberikan pengalaman berkualitas bagi pengunjung, mulai dari main stage, community space, wellness artisan market, business matching lounge, hingga sesi konsultasi One-on-One.

Wellness artisan market terbagi dalam lima kategori, yakni "Healthy Food & Beverages", "Local Products", "Wellness & Self-Care", "Creative Works", dan "Sustainable Products".

Sejumlah inisiatif juga disiapkan untuk mendorong penyelenggaraan JCWF 2026 yang lebih bertanggung jawab terhadap lingkungan. Dalam pengelolaan sampah, JCWF bekerja sama dengan Pemerintah Kalurahan Guwosari, Bantul, untuk mendukung pemilahan dan pengolahan sampah sejak dari sumber melalui inisiatif Zero Waste Management.

JCWF 2026 juga menerapkan perhitungan jejak karbon dari aktivitas festival yang direncanakan untuk dikompensasi melalui aksi penanaman pohon. Upaya tersebut dilengkapi ajakan kepada pengunjung untuk membawa tumbler pribadi, memanfaatkan fasilitas water station, menggunakan transportasi umum, serta memilah sampah selama berada di area acara. 

Informasi lebih lanjut dan jadwal lengkap tentang Jogja Cultural Wellness Festival (JCWF) 2026 dapat dilihat di situs www.jcwf.id


Sumber : https://kemenpar.go.id/berita/siaran-pers-menteri-pariwisata-jcwf-2026-semakin-perkuat-yogyakarta-sebagai-destinasi-cultural-wellness

Baca Terusannya »»  

Percepat Penanganan Karhutla, TNI Kirimkan 20 Ton NaCl ke Banjarmasin dan Palembang

 

(Puspen TNI). TNI terus mengintensifkan pengiriman pasokan logistik Operasi Modifikasi Cuaca (OMC) dari Posko Penerbangan Lanud Halim Perdanakusuma, Jakarta, guna mempercepat penanggulangan kebakaran hutan dan lahan (Karhutla) serta kabut asap, Jumat (30/10/2026).

Pada hari ini, TNI mengerahkan dua pesawat Hercules C-130 TNI AU untuk mengangkut bahan semai garam (NaCl). Pesawat bernomor registrasi A-1340 mengirimkan 10 ton NaCl menuju Banjarmasin, sedangkan pesawat A-1333 mengangkut 10 ton NaCl menuju Palembang.

Sejalan dengan hal tersebut, Panglima TNI menegaskan bahwa pengiriman bahan semai NaCl merupakan bentuk komitmen nyata TNI dalam membantu penanganan Karhutla. "Hal ini merupakan aksi nyata komitmen TNI dalam menuntaskan penanganan Karhutla" tegas Panglima TNI.

Pengerahan Alutsista udara tersebut merupakan bentuk dukungan nyata TNI dalam upaya percepatan penanganan Karhutla secara cepat dan terpadu, sekaligus membantu mengurangi dampak kebakaran hutan dan lahan serta kabut asap terhadap masyarakat.

 

 

Sumber : https://tni.mil.id/view-268537-percepat-penanganan-karhutla-tni-kirimkan-20-ton-na-cl-ke-banjarmasin-dan-palembang.html 


Baca Terusannya »»  

Tenant F&B di IYS 2026 Jadi Ruang Belajar bagi Pelaku Usaha Muda

 

Jakarta: Indonesia Youth Summit (IYS) 2026 menghadirkan ruang bagi anak muda untuk bertukar gagasan, mengenalkan inovasi, memperluas jejaring, dan menunjukkan kreativitas. Di sela rangkaian kegiatan tersebut, sejumlah tenant makanan dan minuman atau food and beverage (F&B) turut meramaikan acara sekaligus menjadi ruang belajar bagi pelaku usaha muda, Jumat (30/10).

Sejumlah tenant dari berbagai sektor, termasuk kuliner, hadir dalam IYS 2026. Bagi sebagian pelaku usaha, keikutsertaan dalam kegiatan ini menjadi pengalaman pertama membuka tenant di acara berskala nasional.

Salah satunya Afifah Luthfia, pemilik usaha Stafi Food. Ia mengaku mengikuti kegiatan tersebut untuk menambah pengalaman sekaligus memperluas wawasan karena usahanya masih tergolong baru.

“Aku menyadari usaha aku ini baru, jadi perlu banyak pengalaman. Dengan mengikuti event-event bazaar seperti ini, jujur ini yang pertama kali, aku bisa menambah wawasan dan insight dengan melihat booth teman-teman yang lain,” kata Afifah saat ditemui di area tenant IYS 2026, Jumat (30/10).

Bagi Afifah, pengalaman tersebut menjadi kesempatan untuk belajar langsung dari pelaku usaha lainnya. Ia menerapkan prinsip learning by doing atau belajar melalui praktik, dengan mengamati berbagai strategi usaha yang ditampilkan tenant lain sebagai bahan evaluasi dan pengembangan bisnisnya ke depan.

Kehadiran tenant F&B di IYS 2026 menunjukkan bahwa semangat anak muda untuk menciptakan dampak juga tumbuh melalui sektor kewirausahaan. Selain memperkenalkan produk kepada pengunjung, kegiatan ini membuka kesempatan bagi pelaku usaha muda untuk bertukar pengalaman, memperluas jejaring, dan mengembangkan bisnis secara berkelanjutan. 

 

 

Sumber : https://www.kemenpora.go.id/detail/7428/tenant-fampb-di-iys-2026-jadi-ruang-belajar-bagi-pelaku-usaha-muda 


Baca Terusannya »»  

Mendag pada Rapimnas Kadin 2026

 

Menteri Perdagangan, Budi Santoso menjadi pembicara utama dalam Rapat Pimpinan Nasional (Rapimnas) Kamar Dagang dan Industri (Kadin) Indonesia 2026 yang berlangsung di Jakarta, Jumat (30 Okt).

Mendag Busan menjelaskan bahwa Kemendag memiliki tiga program utama untuk meningkatkan perekonomian nasional, yaitu Pengamanan Pasar Dalam Negeri, Perluasan Pasar Ekspor, dan Dari Lokal Untuk Global. Ketiga program tersebut saling mendukung dalam memperkuat pasar domestik sekaligus meningkatkan daya saing produk Indonesia di pasar global.

Dalam upaya mengamankan pasar domestik, Kemendag terus memperkuat perdagangan dalam negeri, salah satunya melalui pemberdayaan usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM). Sepanjang 2025 hingga 2026, Kemendag telah memfasilitasi 6.383 UMKM serta memberikan fasilitas kode batang (barcode) kepada 4.100 UMKM. Selain itu, penyelenggaraan Pangan Nusa Expo pada 14–18 Oktober 2026 menghasilkan potensi transaksi sebesar Rp5,9 triliun.

Untuk memperluas pasar ekspor, Kemendag terus mendorong promosi dagang dan akses pasar internasional. Salah satu capaian tersebut terlihat dari penyelenggaraan Trade Expo Indonesia (TEI) ke-41 pada 2026 yang mencatatkan potensi transaksi sebesar USD 22,94 miliar atau setara Rp414,14 triliun. Capaian tersebut menunjukkan bahwa produk Indonesia banyak diminati oleh pasar global.

Sementara itu, melalui program Dari Lokal Untuk Global, Kemendag memperkuat daya saing dan kapasitas ekspor melalui empat klaster strategis, yakni UMKM BISA Ekspor, Desa BISA Ekspor, Kemitraan UMKM, dan Campuspreneur. Sepanjang Januari–September 2026, Kemendag telah memfasilitasi sebanyak 797 business matching dan berhasil mencatatkan potensi transaksi sebesar USD 361,55 juta. Capaian ini turut didukung oleh peran Atase Perdagangan RI dan Indonesia Trade Promotion Center (ITPC) di luar negeri.

Mendag Busan mengajak seluruh pelaku usaha, dunia industri, dan pemangku kepentingan untuk terus memperkuat kolaborasi dalam meningkatkan ekspor sekaligus melindungi industri dalam negeri. Sinergi antara pemerintah dan pelaku usaha menjadi kunci menghadapi tantangan perekonomian global serta membawa produk Indonesia naik kelas dan bersaing di pasar global

 

 

Sumber: https://www.kemendag.go.id/berita/foto/mendag-pada-rapimnas-kadin-2026 

Baca Terusannya »»  

Menkeu Tekankan Sinergi APBN, Danantara, dan Dunia Usaha untuk Dorong Investasi

 

 

Jakarta, 30 Oktober 2026 – Investasi perlu tumbuh 7% pada 2027 untuk mendukung target pertumbuhan ekonomi Indonesia sebesar 6%. Untuk mencapai target tersebut, Menteri Keuangan (Menkeu) Suahasil Nazara mengajak dunia usaha memperkuat investasi melalui sinergi dengan pemerintah dan Danantara. Ajakan tersebut disampaikan dalam Rapat Pimpinan Nasional (Rapimnas) Kamar Dagang dan Industri (KADIN) Indonesia 2026 di Hotel Borobudur, Jakarta, Jumat (30/10).

Menkeu menjelaskan, belanja APBN berkontribusi sekitar 15% terhadap produk domestik bruto (PDB). Sementara itu, konsumsi masyarakat, investasi dunia usaha, dan ekspor menjadi bagian penting dalam menggerakkan perekonomian. Oleh karena itu, peningkatan investasi membutuhkan peran aktif sektor swasta, termasuk para pelaku usaha yang tergabung dalam KADIN.

“Karena itu, investasi memang harus tumbuh 7% tahun depan. Bapak dan Ibu para anggota KADIN memegang peranan penting untuk menumbuhkan investasi ini, karena investasi itu yang dilakukan oleh Bapak dan Ibu sekalian,” ujar Menkeu.

Dalam mendorong pertumbuhan ekonomi, APBN berperan sebagai instrumen kebijakan fiskal untuk mendukung aktivitas ekonomi, menjaga daya beli dan melindungi masyarakat, serta membangun kepercayaan. Peran tersebut dijalankan melalui pembangunan infrastruktur, perlindungan sosial, penguatan kualitas sumber daya manusia, dan pemberian insentif fiskal.

Selain APBN, Danantara berperan sebagai katalis investasi untuk memobilisasi modal strategis dan mendorong keterlibatan sektor swasta. Menkeu memandang kebijakan fiskal melalui APBN dan kebijakan investasi negara melalui Danantara sebagai dua instrumen yang saling melengkapi dalam menciptakan fondasi dan peluang bagi dunia usaha untuk meningkatkan investasi.

Menkeu juga menyoroti peran penting UMKM dalam perekonomian nasional. UMKM mencakup sekitar 99% dari unit usaha di Indonesia, berkontribusi sekitar 60% terhadap PDB, serta menyerap sekitar 97% tenaga kerja. Untuk memperkuat kapasitas dan daya saing UMKM, pemerintah memberikan dukungan melalui berbagai instrumen, antara lain bantuan produktif, insentif pajak, Kredit Usaha Rakyat (KUR), pembiayaan ultra mikro, dan penjaminan ekspor.

Agar peluang investasi dapat dimanfaatkan secara optimal, Menkeu menekankan pentingnya ekosistem usaha yang kondusif. Hal ini mencakup terjaganya pasar domestik dan daya beli masyarakat, ketersediaan likuiditas dan modal kerja, biaya pendanaan yang kompetitif, serta kemudahan dan kepastian berusaha. Konsistensi kebijakan dan keselarasan regulasi juga diperlukan untuk memberikan kepastian bagi dunia usaha dalam menjalankan kegiatan produksi dan mengambil keputusan investasi.

Menkeu menegaskan bahwa pemerintah, melalui Kementerian Keuangan, akan terus menjaga APBN sebagai instrumen yang mendorong pertumbuhan, melindungi masyarakat, dan menjaga kepercayaan. Fondasi dan peluang yang dibangun melalui kebijakan fiskal tersebut diharapkan dapat diterjemahkan oleh Danantara dan dunia usaha menjadi investasi, produksi, lapangan kerja, serta pertumbuhan yang berkelanjutan.

“Danantara dan dunia usaha, yaitu Ibu dan Bapak sekalian akan menerjemahkannya menjadi investasi, menjadi produksi, menjadi lapangan kerja dan menjadi pertumbuhan yang berkelanjutan dan inilah sinergi kita semua untuk meningkatkan kesejahteraan serta menjaga stabilitas ekonomi,” pungkas Menkeu.

 

 

 

Sumber : https://www.kemenkeu.go.id/informasi-publik/publikasi/siaran-pers/Menkeu-Tekankan-Sinergi-untuk-Dorong-Investasi 

Baca Terusannya »»  

Kementerian Ekraf Buka Peluang Sulap Cagar Prasejarah Liangkobhori Jadi Produk Kreatif di Muna

 


Jakarta, 30 Oktober 2026 – Kementerian Ekonomi Kreatif/Badan Ekonomi Kreatif (Ekraf) memulai penjajakan kolaborasi strategis bersama Pemerintah Kabupaten Muna untuk mentransformasikan kawasan Cagar Budaya Prasejarah Liangkobhori menjadi mesin pendorong pertumbuhan ekonomi daerah berbasis masyarakat. Langkah kolaboratif ini mengintegrasikan pengembangan kekayaan intelektual (_Intellectual Property_/IP), program Desa Kreatif, dan penerapan teknologi digital guna mengolah situs lukisan cadas (_rock art_) prasejarah menjadi aset ekonomi bernilai tinggi.

“Ekonomi kreatif adalah mesin baru pertumbuhan ekonomi nasional yang dimulai dari daerah, sehingga Kementerian Ekraf dan Pemerintah Daerah harus berkolaborasi serta mengoordinasikan potensi tiap subsektor agar berdampak nyata. Kabupaten Muna berpeluang masuk ke dalam tiga program utama kami yaitu Desa Kreatif, Creative Hub, dan Creative by Indonesia untuk mendongkrak potensi lokal jadi juara nasional hingga global. Kami akan mengkaji potensi Muna di direktorat terkait agar aset seperti lukisan gua tidak berhenti di dalam gua saja, tapi bertransformasi menjadi salah satunya produk fesyen yang menggerakkan ekonomi warga,” ungkap Menteri Ekraf, Teuku Riefky Harsya, di Kantor Kementerian Ekraf, Jumat (30/10).

Dalam audiensi ini, Pemerintah Kabupaten Muna membawa empat usulan prioritas mencakup pemanfaatan dan perlindungan motif visual lukisan cadas Liangkobhori sebagai kekayaan intelektual komunal di subsektor fesyen dan kriya melalui digitalisasi serta usulan pendampingan dan fasilitasi Desa Liangkobhori agar masuk dalam jejaring Desa Kreatif Kementerian Ekraf. Selain itu, terdapat pula penguatan sarana edukasi digital berbasis Virtual Reality (VR)/_Augmented Reality_ (AR) guna meminimalkan kerusakan dinding gua bagi wisatawan serta dukungan pendampingan dan promosi Festival Liangkobhori dalam agenda event nasional yang diselenggarakan setiap tanggal 11–14 Juli.

Menanggapi hal tersebut, Menteri Ekraf memaparkan bahwa kontribusi sektor ekonomi kreatif terhadap Produk Domestik Bruto (PDB) nasional telah mencapai 7,38 persen dengan penyerapan tenaga kerja sebanyak 27,4 juta orang. Menariknya, struktur demografi pekerja ekraf didominasi oleh Generasi Z dan Milenial sebesar 63 persen, serta 58 persen di antaranya merupakan perempuan.

"Guna mengoptimalkan potensi besar tersebut, langkah utamanya ada di pemerintah daerah. Silakan data dan petakan seluruh potensi ekraf yang ada. Ketika profil desanya sudah jelas, mulai dari pengrajin tenun hingga potensi lainnya, serta status Desa Kreatifnya resmi ditetapkan, pemerintah pusat dapat lebih mudah memberikan intervensi, merancang aktivasi program, dan mengakselerasi karya lokal ke tingkat yang lebih tinggi,” tegas Menteri Ekraf.

Sementara itu, Bupati Muna H. Bachrun menyampaikan harapan besar agar agenda tahunan Festival Liangkobhori yang memasuki tahun ke-4 pada 2026 tersebut nantinya menyimpan daya tarik budaya yang kuat melalui sajian eksplorasi situs bersejarah, kompetisi permainan tradisional, serta pertunjukan seni lokal.

"Terima kasih atas penerimaan dan ruang diskusi yang sangat baik ini. Pertemuan ini membuka mata kami akan besarnya peluang dan potensi ekonomi kreatif di Kabupaten Muna yang dapat dikolaborasikan bersama Kementerian Ekraf. Sebagai langkah konkret berikutnya, kami akan segera berkoordinasi dan memetakan daftar potensi di setiap desa untuk kita dorong bersama,” ungkap H. Bachrun.

Melalui penjajakan kolaborasi ini, Kementerian Ekraf berharap setiap daerah dapat mengoptimalkan keunggulan lokal sebagai sumber pertumbuhan ekonomi yang inklusif dan berkelanjutan. Penguatan ekosistem ekonomi kreatif berbasis daerah menjadi langkah strategis untuk membuka peluang usaha,menciptakan lapangan kerja berkualitas, meningkatkan nilai tambah produk lokal, dan membawa lebih banyak pegiat ekraf Indonesia naik kelas.

Dalam audiensi Menteri Ekraf didampingi oleh Staf Khusus Menteri Bidang Isu Strategis dan Antarlembaga, Rian Firmansyah; Direktur Pengembangan Fasilitasi Kekayaan Intelektual, Muhammad Fauzy; Direktur Fasilitasi Infrastruktur, Fahmy Akmal; serta Tenaga Ahli Menteri Bidang Keprotokolan dan Koordinasi Daerah, Panji Purboyo.

 

 

Sumber : https://ekraf.go.id/news/kementerian-ekraf-buka-peluang-sulap-cagar-prasejarah-liangkobhori-jadi-produk-kreatif-di 

Baca Terusannya »»  

Hasil Practice MotoGP Malaysia 2026: Marquez Tercepat, Martin Out

 


SPORT.DETIK.COM Sepang   - MotoGP Malaysia 2026 gelar sesi practice siang ini. Hasilnya Marc Marquez tercepat, Jorge Martin out di tengah-tengah.

Practice MotoGP Malaysia 2026 digelar di Sirkuit Sepang, Jumat (30/10) siang WIB. Jorge Martin yang alami cedera dinyatakan fit untuk ikutan.

Jorge Martin nyaris celaka. Rider Aprilia itu nyaris jatuh di tikungan ke-12 karena kehilangan keseimbangan, yang untungnya masih aman!

Fabio Digiannantonio jadi yang tercepat duluan di awal dengan 1 menit 57,982 detik. Sementara Martin yang nyaris jatuh, langsung masuk ke pit setelah baru selesaikan dua lap.

Marc Marquez belum gaspol. Sedangkan Alex Marquez nyaris bisa lewati catatan waktu Digiannantonio, tapi belum sukses.

Masuk pertengahan sesi practice, petaka buat Marc Marquez! Dirinya terjatuh di tikungan ke-15, setelah ban depannya kehilangan cengkraman.

Rider Ducati itu terseret ke gravel dengan tangan kirinya menghantam aspal lalu terpelanting. Terlihat, Marquez baik-baik saja.

Dalam informasi dari tim Aprilia, Jorge Martin tidak lanjutkan sesi Practice. Martin terakhir finis ke-20.

15 Menit terakhir, Diogo Moreira jadi yang tercepat. Marc Marquez tak lama menggesernya, dengan catatkan waktu 1 menit 57,000 detik.

Dua menit terakhir beberapa rider jatuh. Mereka adalah Bastianini dan Bagnaia. Moreira juga nyaris jatuh.

Catatan waktu Marc Marquez tidak terkejar sampai akhir. Marquez jadi yang tercepat!

Sisanya melengkapi 10 besar, Alex Marquez, Ogura, Acosta, Digiannantonio, Bezzecchi, Bastianini, Vinales, Morbidelli, dan Mir. Mereka langsung lanjut ke Q2.

 

Hasil Practice MotoGP Malaysia 2026:  

1 = Marc Marquez SPA Ducati Lenovo (GP26) 1'57.000s
2 ^5 Alex Marquez SPA BK8 Gresini Ducati (GP26) +0.109s
3 ^16 Ai Ogura JPN Trackhouse Aprilia (RS-GP26) +0.167s
4 ˅1 Pedro Acosta SPA Red Bull KTM (RC16) +0.380s
5 ^4 Fabio Di Giannantonio ITA Pertamina VR46 Ducati (GP26) +0.442s
6 ˅4 Marco Bezzecchi ITA Aprilia Racing (RS-GP26) +0.475s
7 ˅3 Enea Bastianini ITA Red Bull KTM Tech3 (RC16) +0.545s
8 ^8 Maverick Viñales SPA Red Bull KTM Tech3 (RC16) +0.547s
9 ˅3 Franco Morbidelli ITA Pertamina VR46 Ducati (GP25) +0.582s
10 ^4 Joan Mir SPA Honda HRC Castrol (RC213V) +0.618s
Qualifying 1:
11 ˅3 Johann Zarco FRA Castrol Honda LCR (RC213V) +0.805s
12 ^1 Francesco Bagnaia ITA Ducati Lenovo (GP26) +0.807s
13 ˅3 Diogo Moreira BRA Pro Honda LCR (RC213V)* +0.913s
14 ˅3 Alex Rins SPA Monster Yamaha (YZR-M1) +1.161s
15 ^7 Iker Lecuona SPA BK8 Gresini Ducati (GP26) +1.192s
16 ˅4 Jack Miller AUS Pramac Yamaha (YZR-M1) +1.208s
17 ^1 Luca Marini ITA Honda HRC Castrol (RC213V) +1.462s
18 ˅13 Brad Binder RSA Red Bull KTM (RC16) +1.499s
19 ˅4 Fabio Quartararo FRA Monster Yamaha (YZR-M1) +1.604s
20 ^1 Augusto Fernandez SPA Yamaha Factory Racing (YZR-M1) +2.376s
21 ˅1 Jorge Martin SPA Aprilia Racing (RS-GP26) +2.670s.

 

 

Sumber : https://sport.detik.com/moto-gp/d-8731141/hasil-practice-motogp-malaysia-2026-marquez-tercepat-martin-out 

Baca Terusannya »»  

Bulan Guru Nasional 2026 Diluncurkan, Kemendikdasmen Dorong Guru Terus Berinovasi

 

Jakarta, InfoPublik.id – Guru tidak hanya bertugas menyampaikan ilmu pengetahuan, tetapi juga menginspirasi, membentuk karakter, dan menyiapkan generasi muda menghadapi masa depan. Untuk memperkuat peran tersebut, Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah (Kemendikdasmen) meluncurkan Bulan Guru Nasional 2026 dengan tema “Guru Hebat, Indonesia Kuat” di SMP Negeri 216 Jakarta, Jumat (30/10/2026).

Menteri Pendidikan Dasar dan Menengah (Mendikdasmen), Abdul Mu’ti menegaskan, guru merupakan kunci dalam membangun sumber daya manusia yang unggul. Karena itu, penghargaan terhadap profesi guru perlu diwujudkan tidak hanya melalui peringatan, tetapi juga lewat peningkatan kompetensi, dedikasi, dan kesejahteraan tenaga pendidik.

Menurut Abdul Mu’ti, keberhasilan pendidikan tidak cukup diukur dari kemampuan murid menguasai materi pelajaran. Guru juga berperan menumbuhkan motivasi, membangun karakter, dan mendorong peserta didik menjadi pembelajar sepanjang hayat.

“Guru adalah figur yang menginspirasi, hakikat mengajar itu adalah menginspirasi, maka inspirasi-inspirasi kita di ruang kelas memberikan motivasi kepada mereka untuk menjadi pembelajar sepanjang hayat. Itulah sebenarnya peran penting dari seorang guru,” ujarnya.

Ia menyampaikan apresiasi kepada para guru yang terus mendampingi murid dengan penuh tanggung jawab, termasuk mereka yang bertugas di wilayah dengan keterbatasan akses pendidikan.

Dalam momentum Bulan Guru Nasional dan Hari Guru Nasional 2026, Abdul Mu’ti mengajak seluruh pendidik untuk terus meningkatkan kompetensi dan memberikan layanan pendidikan terbaik bagi setiap anak Indonesia. “Kami menyampaikan terima kasih kepada Bapak dan Ibu Guru yang berdedikasi memberikan ilmu kepada murid-muridnya, mendidik setiap murid seakan mereka adalah anak kita sendiri,” tuturnya.

Selain penguatan kompetensi, pemerintah juga menaruh perhatian pada kesejahteraan dan pemenuhan kebutuhan tenaga pendidik. Abdul Mu’ti menyampaikan rencana pengangkatan guru Pegawai Pemerintah dengan Perjanjian Kerja (PPPK) paruh waktu menjadi PPPK penuh waktu mulai Januari 2027.

Pemerintah juga merencanakan pengangkatan guru berstatus pegawai negeri sipil (PNS) untuk memenuhi kebutuhan tenaga pendidik, khususnya di daerah tertinggal, terdepan, dan terluar (3T).

Upaya tersebut menjadi bagian dari agenda peningkatan kualitas pendidikan yang membutuhkan ketersediaan guru memadai, distribusi tenaga pendidik yang lebih merata, serta dukungan bagi pengembangan profesional mereka.

Direktur Jenderal Guru dan Tenaga Kependidikan (GTK) Kemendikdasmen Nunuk Suryani mengatakan, Bulan Guru Nasional merupakan bentuk apresiasi terhadap guru dan tenaga kependidikan yang telah mendedikasikan diri bagi pendidikan generasi bangsa.

Ia menekankan bahwa kontribusi guru di berbagai wilayah, baik perkotaan maupun pelosok, menjadi alasan penting bagi pemerintah dan masyarakat untuk terus menghargai profesi tersebut melalui tindakan nyata.

“Semoga Bulan Guru Nasional menjadi penanda bahwa kita bersama-sama menghargai guru bukan hanya dalam kata, tetapi juga dalam langkah nyata. Guru Hebat, Indonesia Kuat,” ujar Nunuk.

Bulan Guru Nasional 2026 tidak hanya diisi dengan seremoni, tetapi juga berbagai kegiatan untuk memperluas ruang belajar, kolaborasi, dan apresiasi bagi para pendidik.

Di tingkat pusat, Kemendikdasmen menyiapkan kampanye nasional yang mengangkat kisah inspiratif guru, kampanye “Kembali ke Sekolah”, serta Pekan Guru Fest pada 2–4 November 2026 di Gedung A Kemendikdasmen, Jakarta.

Pekan Guru Fest akan menghadirkan beragam kegiatan, antara lain diskusi (talkshow), lokakarya, berbagi praktik baik pembelajaran, aktivitas literasi, menonton bersama guru dan murid, serta jalan santai bersama guru.

Rangkaian kegiatan tersebut diharapkan menjadi ruang bagi pendidik untuk bertukar pengalaman, memperluas wawasan, dan memperoleh inspirasi dalam mengembangkan pembelajaran yang lebih bermakna.

Sementara itu, unit pelaksana teknis (UPT) di lingkungan Direktorat Jenderal GTK di berbagai daerah turut menyemarakkan Bulan Guru Nasional melalui webinar, seminar, kampanye media sosial, dan upacara Hari Guru Nasional. Informasi mengenai Pekan Guru Fest dapat dipantau melalui akun Instagram resmi @ditjen.gtk.kemdikbud.

Wakil Ketua Komisi X DPR RI, Himmatul Aliyah mengapresiasi peluncuran Bulan Guru Nasional 2026. Ia menilai guru memiliki tanggung jawab besar dalam membentuk karakter, menanamkan nilai kebangsaan, mengembangkan nalar kritis, dan mempersiapkan generasi muda menghadapi tantangan masa depan.

Menurutnya, guru bukan hanya pengajar, melainkan juga teladan, pendamping, dan mitra belajar yang membantu murid memahami pengetahuan serta menerapkannya dalam kehidupan sehari-hari.

Himmatul juga menegaskan pentingnya dukungan berkelanjutan terhadap pengembangan kompetensi, kesejahteraan, perlindungan profesi, dan pemerataan distribusi guru. Untuk itu, sinergi pemerintah pusat, pemerintah daerah, organisasi profesi, serta lembaga pendidikan tenaga kependidikan (LPTK) diperlukan agar peningkatan mutu pendidikan dapat menjangkau seluruh wilayah Indonesia.

Kepala SMP Negeri 216 Jakarta Umi Solihah, yang sekolahnya menjadi lokasi peluncuran Bulan Guru Nasional 2026, mengajak para pendidik untuk terus mengembangkan kemampuan dan menjaga semangat dalam mendampingi murid.

Ia mengatakan, pembelajaran perlu dirancang agar tidak berhenti pada penguasaan materi, tetapi juga membangkitkan rasa ingin tahu dan membangun kemampuan berpikir kritis.

“Kami terus mendorong para guru untuk menghadirkan pembelajaran yang lebih bermakna, menggugah rasa ingin tahu, membangun kemampuan berpikir kritis serta memberikan ruang bagi murid kami untuk memahami dan menerapkan pengetahuan dalam kehidupan nyata mereka,” ungkap Umi.

Melalui Bulan Guru Nasional 2026, Kemendikdasmen mengajak seluruh pemangku kepentingan pendidikan memperkuat penghargaan terhadap profesi guru sekaligus mendorong perbaikan nyata dalam kualitas pembelajaran. Dengan guru yang terus berkembang, didukung kesejahteraan dan lingkungan kerja yang memadai, upaya membangun generasi Indonesia yang berkarakter, kompeten, dan siap menghadapi masa depan diharapkan semakin kuat.

 

 

Sumber : https://infopublik.id/kategori/nasional-sosial-budaya/995402/bulan-guru-nasional-2026-diluncurkan-kemendikdasmen-dorong-guru-terus-berinovasi 


Baca Terusannya »»  

Kemenkop dan Aspebindo Siap Perkuat Sinergi Untuk Mendukung Kemandirian Energi Nasional

 


Jakarta - Kementerian Koperasi (Kemenkop) komitmen untuk terus memperkuat sinergi dan kolaborasi lintas sektor guna mendukung ketercapaian kemandirian serta swasembada energi nasional yang menjadi salah satu target pemerintahan di Era Presiden Prabowo Subianto. Upaya ini diwujudkan melalui pemberdayaan badan usaha koperasi, khususnya Koperasi Desa Kelurahan Merah Putih (KDKMP), agar mampu mengambil peran strategis dalam rantai pasok dan pengelolaan energi berbasis komunitas di seluruh wilayah Indonesia.

Langkah percepatan ini dipicu oleh besarnya tantangan dinamika geopolitik global, keamanan, hingga isu perubahan iklim yang berpotensi mengganggu stabilitas nasional. Cita-cita mencapai swasembada energi dipandang sebagai kebutuhan mendesak untuk memperkuat ketahanan nasional melalui berbagai cara dan sumber daya yang ada, salah satunya melalui koperasi.

Menteri Koperasi (Menkop) Ferry Juliantono menilai bahwa selama proses pembangunan dan pembentukan KDKMP, pihaknya menemukan berbagai fakta ketimpangan akses energi terutama di desa-desa atau pelosok. Masih ada desa di Indonesia hingga saat ini belum menikmati jaringan listrik, belasan ribu daerah minim akses internet, serta ketiadaan stasiun pengisian bahan bakar solar di wilayah pesisir bagi para nelayan.

"Hal ini tentunya perlu dipikirkan oleh kita semua termasuk oleh ASPEBINDO (Asosiasi Pemasok Energi, Mineral, dan Batubara Indonesia) dalam forum ini, bagaimana caranya kita bisa punya satu metodologi yang sama menghitung tingkat elektrifikasi kita, penyediaan akses-akses internet ke desa-desa dan lain sebagainya" kata Menteri Koperasi Ferry Juliantono dalam sambutannya pada acara Energy Leadership and Business Conference (ELBC) 2026 di Jakarta, Jumat (30/10).

Turut hadir dalam acara tersebut Wakil Ketua MPR Eddy Soeparno, Ketua Umum Aspebindo Anggawira, Deputi Bidang Kebijakan Pembangunan Badan Riset dan Inovasi Nasional (BRIN) Nunung Nuryartono.

Menkop Ferry menambahkan bahwa tantangan untuk mengoptimalkan peluang dan sinergi dalam mengelola energi domestik muncul dari belum optimalnya keterlibatan koperasi dalam pengelolaan sumber daya alam serta sektor pertambangan. Sisi regulasi, undang-undang telah membuka ruang bagi koperasi untuk mengelola mineral dan batubara, namun kerap terkendala masalah teknis perizinan dan kapasitas tata kelola.

"Secara filosofis dan ideologis, koperasi adalah badan usaha yang bisa sama-sama dengan swasta dan BUMN memberikan andil terbaik untuk perekonomian nasional, termasuk dalam pengelolaan energi dan mineral," ujar Ferry.

Guna mengatasi kendala operasional serta praktik penambangan ilegal pada sumur-sumur minyak rakyat dan idle well, Kemenkop mendorong konsolidasi para pengelola ke dalam wadah koperasi resmi. Skema ini dinilai mampu meningkatkan legalitas, transparansi, serta kesejahteraan masyarakat lokal sekitar wilayah tambang.

Selain pengilangan minyak bumi, Kemenkop aktif mengembangkan inovasi energi terbarukan bekerja sama dengan Pertamina Patra Niaga. Salah satunya melalui pengumpulan minyak goreng bekas (used cooking oil) oleh Koperasi Desa Kelurahan Merah Putih untuk diolah menjadi bahan bakar penerbangan ramah lingkungan (sustainable aviation fuel).

"Kemarin saya baru saja meresmikan koperasi yang mengelola minyak jelantah di Purwokerto dan ternyata itu bisa dikelola oleh Koperasi Desa Kelurahan Merah Putih untuk dikumpulkan lalu diserahkan ke Pertamina menjadi avtur," tutur Ferry.

Tak berhenti di situ, Kemenkop bekerja sama dengan PT Pertamina New and Renewable Energy (NRE) juga menggarap proyek Pembangkit Listrik Tenaga Surya (PLTS) mikro dengan kapasitas di bawah 1 Megawatt (MW). Proyek piloting ini merupakan bagian dari program strategis 100 Gigawatt pemerintah guna menerangi daerah-daerah terpencil.

Salah satu contoh keberhasilan proyek tersebut diresmikan di Desa Sembur Laut, Pulau Galang, Kepulauan Riau. Kehadiran PLTS 1 MW ini kini memasok energi listrik untuk fasilitas cold storage, pabrik es batu, hingga Stasiun Pengisian Bahan Bakar Nelayan (SPBN) di wilayah perbatasan. Dalam mewujudkan agenda besar ini, Kemenkop memohon dukungan penuh serta sinergi dari Asosiasi Pemasok Energi, Mineral, dan Batubara Indonesia (Aspebindo). Asosiasi diharapkan dapat membantu menyusun metodologi bersama terkait tingkat elektrifikasi serta mendorong harmonisasi regulasi bersama Kementerian ESDM.

"Kami siap untuk membuat model piloting di beberapa tempat yang bisa bekerja sama dengan Aspebindo semua untuk meningkatkan pengembangan energi di Indonesia. Saya rasa program pembangunan PLTS dengan kapasitas 1 MW ke bawah ini bisa kita kerja samakan dengan Aspebindo," ucapnya

Ketua Umum Aspebindo Anggawira menjelaskan bahwa Asbepindo komitmen untuk terus mengawal seluruh kebijakan pemerintah khususnya terkait dengan energi melalui edukasi hingga advokasi. Pihaknya juga komitmen memberikan pendampingan untuk membuka akses pasar dan kemitraan baik dari dalam atau luar negeri, termasuk memperkuat rantai pasok nasional

"Saat ini ada program KDKMP hingga MBG (Makan Bergizi Gratis), ini adalah memperkuat rantai pasok sehingga perlu kita akselerasi," katanya.





Sumber : https://kop.go.id/read/kemenkop-dan-aspebindo-siap-perkuat-sinergi-untuk-mendukung-kemandirian-energi-nasional

Baca Terusannya »»  

Buka IESF 2026, Menag Sebut Potensi Besar Ekonomi Islam Belum Tergarap Optimal

 


Jakarta (Kemenag) — Menteri Agama (Menag) Nasaruddin Umar menyebut sektor ekonomi syariah di Indonesia menyimpan potensi besar yang belum tergarap secara maksimal, mengingat besarnya populasi muslim serta keberadaan ratusan ribu masjid yang tersebar di seluruh pelosok tanah air.

​Pernyataan tersebut disampaikan Menag saat membuka Indonesia Ekonomi Syariah Forum and Expo 2026 di Masjid Istiqlal, Jakarta.

​Menag mengibaratkan ekonomi syariah Indonesia bagaikan raksasa tidur yang memiliki kekuatan pasar domestik sangat tangguh dengan ditopang oleh populasi sekitar 250 juta penduduk muslim.

​“Kalau kita hitung dari potensi-potensi keumatan yang kita miliki, pertama adalah potensi umat. Sekitar 250 juta umat Islam di Indonesia ini adalah pasar yang luar biasa. Kedua, Semua sumber kehidupan yang membuat kita bertahan hidup ada di dalam negeri kita sendiri,” tegas Menag, Jumat (30/10/2026)..

​Menag menjelaskan bahwa Indonesia memiliki ketahanan ekonomi yang kuat di tengah ketidakpastian global karena ditunjang oleh kekayaan bahan pangan, kekayaan hasil laut, serta keanekaragaman sumber daya alam yang melimpah.

​Secara khusus, Menag menyoroti peluang besar pemanfaatan potensi ekosistem masjid di Indonesia. Menurutnya, jika dikelola secara profesional, jaringan masjid dapat menjadi motor penggerak ekonomi kerakyatan melalui unit usaha minimarket hingga pengelolaan wakaf produktif.

​“Kalau semua masjid itu punya usaha atau minimarket sendiri, keuntungannya dapat kembali untuk kemakmuran masjid dan jamaah. Kekuatan ekonomi umat, khususnya kaum ibu dan pedagang kecil, sangat besar jika kita fasilitasi dengan akses permodalan syariah,” lanjut Menag.

​Menag juga berpesan agar perguruan tinggi dan fakultas ekonomi Islam mencetak lulusan yang tidak hanya menguasai teori fikih muamalah, tetapi juga memiliki keahlian teknis yang kompatibel dengan industri perbankan syariah dan pasar global.

​Direktur Zakat dan Wakaf Badan Pengelola Masjid Istiqlal, Budi Utomo, dalam laporannya menyampaikan bahwa forum dan pameran ini merupakan bentuk upaya untuk menjadikan Istiqlal sebagai pusat ekosistem ekonomi syariah nasional.

​“Kegiatan ini merupakan upaya kami menerjemahkan ide Imam Besar Istiqlal untuk menghadirkan Istiqlal sebagai pusat kegiatan pengembangan ekonomi syariah, sekaligus merangkum sinergi luar biasa mulai dari Kanwil Kemenag, perguruan tinggi Islam, perbankan, hingga perusahaan swasta,” ungkap Budi.

​Budi juga melaporkan bahwa pameran yang diikuti 46 stan tersebut mengusung visi Istiqlal Ecotourism dalam Green Economy, serta diharapkan melalui kegiatan ini akan muncul satu model pemgembangan ecotourism berbasis masjid.

 

Sumber : https://kemenag.go.id/nasional/buka-iesf-2026-menag-sebut-potensi-besar-ekonomi-islam-belum-tergarap-optimal-JRGpZ 


Baca Terusannya »»