Cari Blog Ini

Rabu, 09 September 2026

Presiden Prabowo Tegaskan Pentingnya Jaga Persatuan dan Kerukunan dalam Kehidupan Demokrasi

 

 


Presiden Prabowo Subianto menegaskan pentingnya menjaga persatuan, kerukunan, dan kedewasaan dalam kehidupan demokrasi. Menurut Presiden, perbedaan pandangan merupakan bagian dari demokrasi, tetapi tidak boleh menghilangkan semangat kebersamaan sebagai satu bangsa.

Hal tersebut disampaikan Presiden Prabowo dalam sambutannya pada Puncak Peringatan Hari Ulang Tahun ke-25 Partai Demokrat yang digelar di Indonesia Arena, Jakarta, pada Rabu, 9 September 2026.

Dalam sambutannya, Presiden mengatakan bahwa bangsa yang besar dan memilih jalan demokrasi harus terbuka terhadap kritik dan koreksi. Kritik, saran, maupun pandangan yang berbeda, menurut Kepala Negara, merupakan bagian penting dari kehidupan demokrasi selama tetap dilandasi semangat bekerja untuk kepentingan rakyat.

“Memang bangsa yang besar, yang sudah milih jalan demokrasi, harus berterima kasih atas kritik dan koreksi,” ujar Presiden.

Lebih lanjut, Presiden menilai demokrasi Indonesia telah memperlihatkan kematangan tersendiri. Kompetisi dan perbedaan pilihan dapat berjalan berdampingan dengan persahabatan, kekeluargaan, dan kerukunan.

“Macam-macam warna, bersaing, kritik, menyampaikan saran, memberi rekomendasi, menyampaikan hal-hal yang mungkin tidak enak untuk disampaikan, tapi tetap kita rukun, tetap bersahabat, tetap berkeluarga. Ini yang harus kita pegang,” tegas Presiden.

Kepala Negara mengingatkan bahwa Indonesia merupakan bangsa yang sangat besar sehingga tantangan yang dihadapi pun tidak sederhana. Presiden mencontohkan skala pelayanan publik Indonesia yang harus menjangkau ratusan ribu sekolah hingga ke wilayah pegunungan dan pulau-pulau terpencil.

“Jadi memang masalah kita besar, tantangan kita besar, dan kita berada di alam yang banyak tantangan juga. Tapi alhamdulillah bangsa kita di usia ke-81 kokoh, bersatu. Berbeda, tapi kita kokoh, bersatu dan kita semakin kuat menghadapi masa depan,” ucap Presiden.

Di tengah berbagai tantangan tersebut, Presiden Prabowo menyampaikan optimisme terhadap masa depan Indonesia. Ia menyebut berbagai proyeksi internasional yang menempatkan Indonesia sebagai salah satu kekuatan ekonomi terbesar dunia pada masa mendatang. Menurut Presiden, peluang tersebut harus dipersiapkan sejak sekarang, terutama karena generasi muda saat ini yang kelak akan memegang tanggung jawab untuk melanjutkan kemajuan bangsa.

“Pak SBY dan saya, kita generasi ibarat, kami adalah anak tangga yang akan digunakan oleh generasi yang lebih muda kita untuk naik, untuk mengambil alih tanggung jawab, untuk meneruskan kebangkitan bangsa Indonesia,” tutur Presiden.

Presiden pun mengajak seluruh elemen bangsa untuk terus menjaga persatuan, memperkuat demokrasi, serta bekerja bersama menghadapi tantangan pembangunan. Dengan fondasi kebersamaan yang kokoh, Presiden meyakini Indonesia memiliki modal besar untuk terus melangkah maju.

 

 

Sumber : https://presidenri.go.id/siaran-pers/presiden-prabowo-tegaskan-pentingnya-jaga-persatuan-dan-kerukunan-dalam-kehidupan-demokrasi/ 

 

Baca Terusannya »»  

Wapres Hadiri HUT ke-25 Partai Demokrat, Perkuat Sinergi Pemerintah dan Parpol


Wakil Presiden (Wapres) Gibran Rakabuming menghadiri Puncak Peringatan Hari Ulang Tahun (HUT) Ke-25 Partai Demokrat yang digelar di Indonesia Arena, Kompleks Gelora Bung Karno (GBK), Senayan, Jakarta, Rabu (09/09/2026). Kehadiran Wapres bersama Presiden Prabowo Subianto dalam momentum tersebut, menjadi wujud nyata upaya memperkuat sinergi dan kolaborasi pemerintah dan partai politik (parpol) dalam mendukung agenda pembangunan nasional.

Mengusung tema “Demokrat Bersama Rakyat”, peringatan HUT Partai Demokrat kali ini menjadi ruang untuk meneguhkan semangat kebersamaan dalam membangun bangsa di tengah keberagaman pandangan politik. Bagi Wapres, hubungan yang baik antarelemen bangsa merupakan bagian penting dalam menjaga persatuan sekaligus memastikan berbagai kekuatan nasional dapat bergerak bersama untuk kepentingan masyarakat.

Presiden Prabowo dalam sambutannya menegaskan pentingnya menjaga persatuan, kerukunan, dan kedewasaan dalam kehidupan demokrasi. Menurutnya, perbedaan pandangan dan pilihan merupakan hal yang wajar dalam demokrasi, tetapi tidak boleh merusak keharmonisan sebagai satu bangsa.

“Macam-macam warna, bersaing, kritik, menyampaikan saran, memberi rekomendasi, menyampaikan hal-hal yang mungkin tidak enak untuk disampaikan, tapi tetap kita rukun, tetap bersahabat, tetap berkeluarga. Ini yang harus kita pegang,” tegasnya.

Sejalan dengan hal tersebut, Ketua Umum Partai Demokrat Agus Harimurti Yudhoyono menekankan pentingnya kebersamaan, sinergi, dan kolaborasi dengan semua elemen bangsa. Ia menegaskan bahwa perbedaan warna politik dan kompetisi merupakan bagian dari demokrasi, tetapi kepentingan bangsa dan negara harus menjadi kepentingan bersama.

“Kita boleh berbeda warna, kita boleh berkompetisi. Tetapi ketika menyangkut kepentingan bangsa dan negara, yang harus kita lihat hanya ada satu warna, yaitu merah putih,” ungkapnya.

Melalui momentum tersebut, Wapres menegaskan pentingnya merawat komunikasi dan silaturahmi di antara berbagai kekuatan bangsa. Ruang kebersamaan seperti ini menjadi bagian dari upaya membangun kolaborasi yang konstruktif, sehingga perbedaan pilihan politik tetap berada dalam koridor persatuan dan kepentingan nasional.

Puncak perayaan HUT ke-25 Partai Demokrat kali ini turut dihadiri oleh Ketua MPR RI Ahmad Muzani, Ketua DPR RI Puan Maharani, Ketua DPD RI Sultan B Najamudin, Ketua Majelis Tinggi Partai Demokrat Susilo Bambang Yudhoyono, serta Menteri Sekretaris Negara Prasetyo Hadi.

 

 

Sumber : https://wapresri.go.id/wapres-hadiri-hut-ke-25-partai-demokrat-perkuat-sinergi-pemerintah-dan-parpol/ 

 

Baca Terusannya »»  

Menag Ungkap Sederet Pemicu Perceraian, Bimbingan Perkawinan Jadi Upaya Pencegahan

 

 

Cirebon (Kemenag) --- Menteri Agama (Menag) Nasaruddin Umar mengungkap sejumlah faktor yang dapat memicu perceraian dalam rumah tangga. Menurutnya, kompleksitas persoalan tersebut menunjukkan pentingnya membangun ketahanan keluarga sejak sebelum pasangan memasuki kehidupan perkawinan.

“Ada banyak penyebab perceraian yang akhirnya menjadi problem sosial di Indonesia,” ujar Menag saat membuka National Symposium of Penghulu and Ulama (Nasuha) 2026 di Pondok Buntet Pesantren, Kabupaten Cirebon, Rabu (9/9/2026).

Menag menyebut persoalan ekonomi sebagai salah satu faktor yang dapat memicu keretakan rumah tangga, terutama ketika tanggung jawab ekonomi dalam keluarga tidak berjalan dengan baik.

Selain itu, menurut Menag, perbedaan usia yang terlalu jauh antara suami dan istri dapat menjadi tantangan dalam perkawinan. Kondisi pasangan yang menjalani hukuman penjara dalam waktu panjang juga dapat memengaruhi keberlangsungan rumah tangga.

“Faktor penjara. Istri dari suami yang dipenjara di atas tiga tahun banyak yang mengajukan cerai gugat, termasuk di kalangan narapidana kasus terorisme dengan masa hukuman panjang,” jelasnya.

Ia juga mengulas perbedaan jenjang pendidikan serta kondisi fisik dan penyakit tertentu yang dapat menjadi persoalan dalam kehidupan perkawinan. Selain itu, Menag turut menyinggung perbedaan pilihan politik sebagai salah satu persoalan yang dapat memicu konflik dalam rumah tangga. Ia mencontohkan perceraian yang terjadi akibat perbedaan pilihan calon kepala daerah antara suami dan istri.

“Bahkan perbedaan pilihan politik juga tidak luput sebagai faktor perceraian. Pernah terjadi perceraian akibat suami-istri berbeda pilihan calon kepala daerah, sampai ke tingkat pengadilan dengan anak sebagai saksi. Begitu rapuhnya sebuah perkawinan,” ungkapnya.

Ia mengingatkan agar perbedaan dalam kehidupan rumah tangga dikelola dengan baik sehingga tidak berkembang menjadi konflik yang mengancam keutuhan keluarga.

Beragam faktor tersebut menunjukkan bahwa ketahanan keluarga membutuhkan pendekatan preventif dan tidak hanya dilakukan ketika konflik telah terjadi. Upaya tersebut perlu dimulai sejak pasangan mempersiapkan diri memasuki kehidupan perkawinan.

“Bimwin sangat penting bagi calon pengantin. Jangan sampai pasangan memasuki perkawinan tanpa memiliki pengetahuan dan kesiapan menghadapi berbagai persoalan yang mungkin muncul dalam kehidupan rumah tangga,” pungkasnya.

Direktur Bina KUA dan Keluarga Sakinah, Ahmad Zayadi, menjelaskan bahwa faktor perceraian dan urgensi bimbingan perkawinan menjadi salah satu perhatian dalam Nasuha 2026. Forum ini mempertemukan penghulu dan ulama untuk membahas berbagai persoalan terkait pembangunan keluarga sakinah dan maslahah.

Nasuha 2026 menjadi ruang untuk bertukar gagasan, berbagi praktik baik, dan merumuskan rekomendasi bagi penguatan layanan keluarga. Pembahasannya mencakup ketahanan perkawinan, konseling keluarga, perlindungan perempuan dan anak, penguatan kelembagaan Kantor Urusan Agama (KUA), serta pengembangan layanan keluarga yang responsif terhadap perubahan di masyarakat.

“Dalam konteks tersebut, KUA, penghulu, penyuluh, dan ulama memiliki posisi strategis karena bersentuhan langsung dengan masyarakat. Peran mereka tidak hanya berkaitan dengan pencatatan dan pelaksanaan pernikahan, tetapi juga memberikan edukasi serta pendampingan kepada pasangan dalam menjalani kehidupan rumah tangga,” tegasnya.

 

 

 

Sumber : https://kemenag.go.id/nasional/menag-ungkap-sederet-pemicu-perceraian-bimbingan-perkawinan-jadi-upaya-pencegahan-lp8PH 

 

Baca Terusannya »»  

Indonesia Dorong Reimajinasi Pembangunan Konektivitas dan Langkah-Langkah Transformatif untuk Kemajuan Bersama

 

 

Indonesia mendorong keselarasan antara proyek konektivitas fisik dengan perencanaan pembangunan Pemerintah Daerah, serta penguatan koridor pelabuhan strategis. Hal ini terungkap dalam pembahasan pada Pertemuan Pejabat Tinggi ke-33 Indonesia-Malaysia-Tailan atau Indonesia-Malaysia-Thailand Growth Triangle Senior Officials’ Meeting (IMT-GT SOM), di Medan, Sumatra Utara, Selasa (8/9) kemarin. Pertemuan ini juga menandai penyerahan estafet Keketuaan (Chairmanship) SOM IMT-GT dari Tailan kepada Indonesia.

Deputi Bidang Koordinasi Kerja Sama Ekonomi dan Investasi Kementerian Koordinator Bidang Perekonomian Edi Prio Pambudi yang berperan sebagai Ketua Sidang dalam pertemuan tersebut menegaskan pentingnya melakukan langkah-langkah transformatif dalam kerja sama subregional.

“Hari ini kita berkumpul tidak sekadar untuk membahas konektivitas fisik, melainkan untuk mereimajinasi konektivitas tersebut. Rantai pasok kawasan bukan lagi sekadar garis lurus di atas peta, melainkan ‘arteri hidup’ yang membuka peluang ekonomi riil bagi masyarakat subregional. Ketika jalur pelayaran utama seperti Selat Malaka mengalami perlambatan, dampaknya langsung dirasakan oleh perekonomian subregional,” jelas Deputi Edi.

Salah satu fokus utama pertemuan ini adalah melakukan evaluasi dan pemantauan menyeluruh terhadap perkembangan berbagai proyek yang tertuang dalam Cetak Biru Implementasi atau Implementation Blueprint (IB) periode 2022-2026, sekaligus meletakkan fondasi untuk penyusunan Cetak Biru periode 2027-2031.

Pada pertemuan juga ditekankan pentingnya kemitraan strategis dengan mitra pembangunan eksternal. Indonesia mengapresiasi dukungan konsisten dari Asian Development Bank (ADB) dalam hal pengembangan kapasitas, bantuan kota hijau, hingga penyusunan Cetak Biru IB 2027-2031.

Indonesia mendorong agar akses informasi mengenai fasilitas dan program ADB dapat disebarluaskan dengan lebih baik kepada Pemerintah Daerah sebagai pemangku kepentingan utama. Lebih lanjut, Indonesia pun menekankan pentingnya mengintegrasikan kerja sama IMT-GT secara lebih bermakna ke dalam pemikiran kolektif dan prioritas ASEAN.

Hasil dari pertemuan tingkat pejabat tinggi ini akan dilaporkan pada Pertemuan Tingkat Menteri (Ministerial Meeting) IMT-GT ke-32 yang akan dilaksanakan pada Kamis 10 September 2026.

“Dengan komitmen bersama, semangat saling menguntungkan, serta dukungan dari para pemangku kepentingan, visi kita bersama untuk mewujudkan pertumbuhan ekonomi kawasan yang berkelanjutan, inklusif, dan tangguh akan tercapai,” kata Deputi Edi.

Pertemuan ini merupakan bagian dari rangkaian Pertemuan Tingkat Menteri IMT-GT ke-32 yang dilaksanakan pada 7-10 September 2026 di Medan, Sumatra Utara. Turut hadir dalam SOM IMT-GT ke-33 ini adalah Deputy Secretary General (Policy) of the Ministry of Economy Malaysia Zunika Binti Mohamed; Director of International Strategy and Coordination Division of the Office of the National Economic and Social Development Council (NESDC) Tailan Thuttai Keeratipongpaiboon; Director of the Centre for IMT-GT Subregional Cooperation (CIMT) Amri Bukhairi Bakhtiar; Regional Cooperation Specialist, Southeast Asia Department of the Asian Development Bank (ADB) Pamela-Asis Layugan; Senior Officer of the ASEAN Secretariat Intani Nur Kusuma; Assistant Vice Chancellor (International) of Universiti Teknologi MARA (UiTM) selaku perwakilan Chair of IMT-GT University Network (UNINET) Norazida Mohamed; serta Ketua IMT-GT Joint Business Council (JBC) Sjahrian Harahap.

IMT-GT Business Forum untuk Hasilkan Peluang Bisnis Konkret

Pada kesempatan yang sama, Deputi Edi Pambudi secara resmi membuka IMT-GT Business Forum and Business Matching yang menghadirkan lebih dari 300 pelaku usaha dan investor dari Malaysia, Tailan, India, Jepang, dan Republik Korea.

Dalam sambutannya, Deputi Edi menegaskan bahwa forum ini tidak hanya berhenti pada pertemuan dan pertukaran informasi semata, tetapi perlu menghasilkan tindak lanjut yang nyata dan terukur. Nilai strategis dari kegiatan ini terletak pada kemampuannya menghubungkan peluang dengan pelaku, serta visi dengan aksi.

“Kegiatan ini bertujuan menghasilkan tiga hal yakni peluang bisnis yang konkret, mitra yang jelas, dan target waktu yang disepakati,” pungkas Deputi Edi, seraya mendorong seluruh peserta untuk memanfaatkan momentum ini guna membangun kerja sama yang berkelanjutan dan berdampak langsung bagi perekonomian subkawasan.

Agenda IMT-GT Business Forum membahas promosi investasi lintas negara melalui dua sesi panel, yakni “Investment Frameworks for Cross-Border Investment in IMT-GT”, dan “Aceh and North Sumatra’s Offer: Corridor Assets Ready for Partnership”. Sementara itu, IMT-GT Business Matching diharapkan dapat menerjemahkan komitmen kerja sama antarpemerintah (G2G) menjadi kesepakatan bisnis (B2B), memperkuat jejaring kemitraan swasta, serta membuka lapangan kerja dan peluang ekonomi yang inklusif di kawasan subregional.

 

 

Sumber : https://www.ekon.go.id/publikasi/detail/7088/indonesia-dorong-reimajinasi-pembangunan-konektivitas-dan-langkah-langkah-transformatif-untuk-kemajuan-bersama 

 

Baca Terusannya »»  

Mendagri Dorong IMT-GT Jadi Platform Kerja Sama Konkret untuk Perkuat Ekonomi Kawasan

 

 

Medan - Menteri Dalam Negeri (Mendagri) Muhammad Tito Karnavian mendorong kerja sama Indonesia-Malaysia-Thailand Growth Triangle (IMT-GT) tidak berhenti sebagai forum dialog, tetapi berkembang menjadi platform yang menghasilkan program dan proyek konkret, terukur, serta memberikan manfaat langsung bagi masyarakat di ketiga negara.

Pesan tersebut disampaikan Mendagri saat memberikan sambutan pada Gala Dinner Pertemuan Tingkat Menteri IMT-GT ke-32 di Hotel JW Marriott, Kota Medan, Sumatera Utara, Rabu (9/9/2026).

Menurutnya, tantangan IMT-GT bukan sekadar mempertahankan pertemuan antarpemerintah, melainkan memastikan berbagai gagasan dapat diwujudkan menjadi kerja sama nyata. "Pertanyaannya adalah bagaimana kita mewujudkannya? Bagaimana kita mengubah visi menjadi kenyataan? Inilah persoalan yang sebenarnya," tegasnya.

Ia menilai, pemerintah pusat dan daerah dapat mengambil peran lebih besar dengan membangun berbagai bentuk kolaborasi. Kolaborasi tersebut termasuk kerja sama antardaerah melalui konsep kota kembar atau provinsi kembar dengan wilayah di Malaysia dan Thailand.

Mendagri juga menyoroti besarnya potensi ekonomi kawasan, khususnya antara Malaysia, Thailand, dan Pulau Sumatera. Menurutnya, jumlah penduduk, sumber daya alam, tenaga kerja produktif, serta komoditas unggulan menjadi modal penting untuk meningkatkan daya saing kawasan.

Salah satu potensi tersebut ialah komoditas karet. Malaysia dan Thailand memiliki sejarah panjang sebagai negara penghasil karet, sementara Sumatera juga memiliki tradisi produksi komoditas tersebut. Ia mendorong agar potensi itu dikembangkan tidak hanya dalam bentuk bahan mentah, tetapi juga produk bernilai tambah.

Selain karet, Sumatera memiliki berbagai sumber daya alam, seperti minyak dan gas bumi, emas, serta potensi pertanian dan perkebunan. Pulau tersebut juga memiliki sekitar 63 juta penduduk, yang didominasi oleh usia produktif.

Menurutnya, potensi ekonomi dan demografi tersebut semakin strategis karena posisi geografis Sumatera yang berdekatan dengan Malaysia dan Thailand. Kondisi ini dapat menjadi fondasi untuk memperkuat perdagangan, investasi, konektivitas, pariwisata, dan kerja sama ekonomi lainnya.

Ia juga menekankan pentingnya hubungan antarpemerintah daerah untuk menerjemahkan kerja sama regional IMT-GT ke dalam program yang lebih konkret dan dekat dengan masyarakat. Ia mendorong para gubernur, wakil gubernur, dan pemimpin daerah dari ketiga negara memanfaatkan forum tersebut untuk membangun komunikasi dan kolaborasi berkelanjutan.

"Jadi, ini bisa menjadi wadah yang baik bagi Anda untuk saling mengenal, meskipun mungkin hanya untuk satu atau dua hari. Setidaknya, Anda mendapatkan teman baru," ujarnya.

Turut hadir dalam kesempatan itu Menteri Ekonomi Malaysia Akmal Nasrullah bin Mohd Nasir, Gubernur Sumut Bobby Afif Nasution, Vice Minister for the Office of the Prime Minister Thailand Thanadit Raktabutr, serta pejabat terkait lainnya.

 

 

 

Sumber : https://www.kemendagri.go.id/berita/-mendagri-dorong-imt-gt-jadi-platform-kerja-sama-konkret-untuk-perkuat-ekonomi-kawasan 

 

 

Baca Terusannya »»  

KLB, Plt Bupati Pati Risma Ardhi Chandra Pastikan Penanganan Korban MBG Ditanggung Pemkab

 

 

PATI – Pemerintah Kabupaten Pati memastikan seluruh siswa dan guru yang mengalami keluhan dalam kasus dugaan keracunan program Makan Bergizi Gratis (MBG) di Kecamatan Gembong telah mendapat penanganan. Komitmen tersebut disampaikan Plt Bupati Pati Risma Ardhi Chandra di Jakarta, Rabu (9/9/2026), usai menerima apresiasi untuk Kabupaten Pati sebagai Daerah Peduli Inovasi Ekonomi Kreatif.

Meski saat kejadian Plt Bupati sedang berada di Jakarta namun begitu memperoleh laporan itu, Chandra langsung memimpin dan memonitor progress penanganannya secara langsung. 

"Tadi saya juga video call para korban dan memastikan kondisi terkini mereka serta menyampaikan bahwa seluruh pengobatan akan ditanggung oleh Pemkab", tutur Plt Bupati. 

Menurutnya, pembiayaan penanganan dalam kondisi darurat dapat menggunakan belanja tidak terduga karena menyangkut keselamatan korban dan kasus tersebut masuk dalam kategori Kejadian Luar Biasa (KLB).

“Prioritas kami saat ini adalah memastikan seluruh siswa dan guru yang mengalami keluhan telah mendapatkan penanganan dan memastikan kondisi mereka terus terpantau,” kata Chandra.

Penanganan kasus dilakukan Pemkab Pati melalui koordinasi langsung dengan Dinas Kesehatan dan fasilitas kesehatan. Koordinasi juga dilakukan bersama pihak sekolah serta Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG)/Badan Gizi Nasional (BGN).

“Kami terus memimpin penanganan dengan terus melakukan koordinasi langsung dengan pihak-pihak terkait,” ujar Chandra.

Selain penanganan korban, Pemkab Pati terus melakukan pendataan dan sinkronisasi jumlah korban. Pemerintah daerah juga mengawal proses investigasi untuk memastikan penyebab kejadian dapat diketahui berdasarkan hasil pemeriksaan resmi.

“Kami akan terus mengawal proses investigasi dan bersama pihak terkait melakukan evaluasi terhadap proses distribusi serta keamanan pangan, dengan tetap menunggu hasil investigasi resmi,” tegas Chandra.

Data korban, menurutnya, juga akan terus di-update. Adapun laporan terbaru, hingga Kamis dini hari, korban dugaan keracunan dari SMP Negeri 1 Gembong dan MTs Negeri 3 Pati yang masih dirawat inap di rumah sakit Soewondo dan Rumah Sakit Mitra Bangsa ada sekitar 45 anak. 

Pihaknya mengaku terus berkoordinasi dengan kepala sekolah, dengan perawat, dengan Direktur rumah sakit dan bahkan, menurut Chandra, Pemkab juga menerjunkan tenaga kesehatan untuk datang langsung ke rumah-rumah siswa yang menjadi korban. 

"Misalkan ada yang masih sakit, kita minta tenaga kesehatan untuk datang ke rumah siswa-siswa tadi. Sekali lagi mohon maaf kepada orang tua murid, kepada masyarakat Kabupaten Padi, kami akan terus berupaya masalah ini bisa tertangani dengan segera dan masalah pengobatan semua ditanggung oleh pemerintah Kabupaten Pati", tutur Chandra. 

Sementara itu, komitmen Pemkab Pati terhadap pengembangan ekonomi kreatif mendapat apresiasi dalam Perayaan HUT Ke-15 KompasTV. Kegiatan tersebut berlangsung di Birawa Assembly Hall, Hotel Bidakara Jakarta, Rabu (9/9/2026).

Apresiasi sebagai Daerah Peduli Inovasi Ekonomi Kreatif diserahkan Wakil Menteri Pariwisata Ni Luh Puspa kepada Chandra. Penghargaan tersebut menjadi bagian dari rangkaian apresiasi KompasTV terhadap daerah yang dinilai memiliki perhatian terhadap inovasi dan pengembangan ekonomi kreatif.

"Kami mendapatkan apresiasi dari KompasTV sebagai daerah inovatif dan ekonomi kreatif. Sekali lagi terima kasih kepada masyarakat Kabupaten Pati, penghargaan ini adalah penghargaan untuk kita semua untuk menuju Kabupaten Pati yang kreatif dan inovatif", ujar Chandra.

Perhatian Pemkab Pati terhadap sektor tersebut telah nampak dengan ditetapkannya Surat Keputusan Bupati Pati Nomor 500.13/1036 Tahun 2026 tentang Pembentukan Komite Ekonomi Kreatif dan Inovasi Kabupaten Pati Periode Masa Jabatan Tahun 2026–2030 pada 2 April 2026. Ketentuan tersebut kemudian disempurnakan melalui Surat Keputusan Bupati Pati Nomor 500.13/1896 Tahun 2026 pada 2 Juli 2026.

“Apresiasi ini kami harapkan tidak berhenti sebagai penghargaan, tetapi menjadi bentuk pengakuan bahwa upaya membangun ekosistem ekonomi kreatif di Kabupaten Pati mulai mendapat perhatian di tingkat nasional,” kata Ketua Komite Ekonomi Kreatif dan Inovasi Kabupaten Pati Acep Iqbal Syamsul Bilad, saat diwawancarai melalui telepon selulernya. 

Salah satu agenda inovasi pengembangan ekonomi kreatif yang telah digelar di Pati dan diapresiasi sejumlah pihak, menurut Iqbal, adalah Pekan Kreasi Pati dan Jateng Creative Fest. Kegiatan tersebut telah berlangsung di Alun-Alun Pati pada 31 Juli–5 Agustus 2026.

Selama enam hari, kegiatan tersebut menghadirkan pertunjukan seni dan budaya, pameran ekonomi kreatif dan UMKM, festival kuliner khas, produk kreatif dari berbagai daerah, serta aktivasi komunitas dan kolaborasi kreatif.

“Ekonomi kreatif di Kabupaten Pati harus ditempatkan sebagai bagian dari strategi pembangunan ekonomi daerah, bukan sekadar kegiatan pendukung,” kata Iqbal.

Ia menyebut penguatan ekonomi kreatif ke depan perlu diarahkan pada kebijakan dan regulasi, pengembangan talenta kreatif, akses pembiayaan dan pasar, digitalisasi ekosistem, serta penguatan ruang dan kegiatan kreatif.

“Harapannya Pati bukan hanya daerah yang memiliki banyak potensi, tetapi menjadi daerah yang mampu mengubah potensi lokal menjadi nilai ekonomi, membuka peluang kerja, meningkatkan kesejahteraan masyarakat, dan memiliki daya saing,” pungkas Iqbal.

 

Baca Terusannya »»  

Di Puncak HUT Kompas TV, Menag Doakan Korban Banjir, Gempa, Erupsi, dan Karhutla

 

 

Jakarta (Kemenag) — Menteri Agama (Menag) RI Nasaruddin Umar memanjatkan doa khusus bagi para korban banjir, gempa, erupsi, serta kebakaran hutan dan lahan (karhutla). Menag juga mengajak insan pers untuk turut serta mencerahkan nurani bangsa. 

Doa dan ajakan ini Menag sampaikan saat hadir pada Malam Puncak Hari Ulang Tahun (HUT) ke-15 Kompas TV di Jakarta. Menag menilai beragam peristiwa yang terjadi di tanah air akan membawa bangsa Indonesia ke tingkat kedewasaan yang lebih tinggi.

"Engkau sedang menguji bangsa kami dengan asap, gempa, debu, dan berbagai krisis kehidupan lainnya. Kami yakin di mana ada ujian, di situ ada kenaikan kelas. Berikanlah ketabahan dan kesabaran, terutama kepada mereka yang terdampak langsung," ucap Menag, Rabu (9/9/2026).

Dalam doa, Menag memohon agar para korban yang gugur diterima amal ibadahnya dan wafat dalam keadaan syahid, serta mereka yang sakit segera diberikan kesembuhan. Lebih lanjut, ia juga menyerukan kebangkitan solidaritas dan kesadaran warga bangsa untuk saling menolong antarsesama.

Menag juga memberikan dukungan spiritual bagi pemerintah selaku pemangku kebijakan. Ia memohon agar jajaran pemerintahan senantiasa diberikan kemampuan strategis dalam merespons semua kejadian. "Dan kepada pemerintah kami, berikanlah kecerdasan dan kemampuan untuk memitigasi serta meminimalisasi berbagai dampak yang menimbulkan penderitaan dan kesengsaraan segenap warganya," harapnya.

Menag menitipkan pesan bagi seluruh ekosistem media massa dan jurnalistik di Indonesia. Secara khusus bagi Kompas TV, Menag menaruh harapan besar agar institusi media tidak sekadar menjadi penyalur informasi, tetapi terus menjadi oase penyejuk di tengah dinamika masyarakat.

Menag berharap media massa dapat menjadi wadah "pembersih hati masyarakat" sekaligus mencerahkan nurani bangsa. “Saya berharap insan pers, tak terkecuali Kompas TV, terus mengambil peran penting dalam menjaga persatuan. Semoga bangsa kita senantiasa dihindarkan dari perpecahan dan berbagai isu yang menyedot energi positif bangsa ini," pungkasnya.

Kementerian Agama mengapresiasi kemitraan strategis yang selama ini telah terjalin sangat baik bersama insan pers dan media massa. Bagi Kemenag, peran pers sangat vital sebagai jembatan informasi untuk menyampaikan kebijakan, pesan-pesan pembangunan, serta pelayanan keagamaan kepada masyarakat.

Kemenag berharap sinergi positif ini terus diperkuat, terutama dalam mendukung penyebarluasan informasi terkait berbagai program prioritas lembaga agar dampak serta manfaatnya dapat dirasakan secara merata oleh seluruh lapisan masyarakat


Sumber :  https://kemenag.go.id/nasional/di-puncak-hut-kompas-tv-menag-doakan-korban-banjir-gempa-erupsi-dan-karhutla-4RFn3

 

Baca Terusannya »»  

Menaker Yassierli : Data Survei Angkatan Kerja Nasional Penting untuk Kebijakan Ketenagakerjaan Tepat Sasaran

 

 

Jakarta – Menteri Ketenagakerjaan (Menaker) Yassierli mengatakan data Sakernas memiliki peran strategis dalam memahami dinamika pasar kerja. Menurutnya, data yang akurat diperlukan untuk memperoleh gambaran kondisi ketenagakerjaan secara tepat.

“Ini suatu kenyataan bahwa data adalah komoditas yang sangat mahal dan bernilai tinggi,” ujar Yassierli saat memberikan arahan pada Webinar dengan tema Optimalisasi Pemanfaatan Data Sakernas untuk Kebijakan Ketenagakerjaan, Rabu (9/9/2026).

Menurut Yassierli, pemanfaatan data Sakernas mencakup empat fungsi strategis yang saling berkaitan. Pertama, data digunakan untuk memantau kondisi pasar kerja secara terintegrasi dengan platform SIAPkerja.

Kedua, data digunakan untuk mendiagnosis persoalan ketenagakerjaan, termasuk mendeteksi ketidaksesuaian keterampilan (skill mismatch) antara kualifikasi lulusan dan kebutuhan industri. Ketiga, data digunakan untuk merencanakan kebutuhan tenaga kerja dan intervensi program secara lebih presisi.

“Dengan data yang akurat, kita dapat merancang kebijakan spesifik berupa School-to-Work Transition atau transisi dari pendidikan ke dunia kerja melalui Program Magang Nasional dan Pelatihan Vokasi,” ungkap Yassierli.

Keempat, data digunakan untuk memperkuat basis argumen dalam penyusunan kebijakan dan koordinasi dengan para pemangku kepentingan terkait.

Mengingat pentingnya pemanfaatan data tersebut, Yassierli menginstruksikan Barenbang Kemnaker untuk responsif dalam mengelola dan memanfaatkan data yang tersedia.

Sementara itu, Kepala BPS Amalia Adininggar Widyasanti menegaskan komitmen BPS untuk terus menyediakan data statistik ketenagakerjaan yang berkualitas. BPS juga memperkuat kolaborasi strategis dengan kementerian/lembaga serta ILO Jakarta untuk menyajikan gambaran ketenagakerjaan yang utuh dan akuntabel.

“Data statistik bukan sekadar deretan angka, melainkan fondasi utama untuk memahami persoalan, mengidentifikasi tantangan, sekaligus merumuskan arah kebijakan yang tepat sasaran,” tegas Amalia.

 

 

Sumber : https://kemnaker.go.id/news/detail/menaker-data-survei-angkatan-kerja-nasional-penting-untuk-kebijakan-ketenagakerjaan-tepat-sasaran 

 

Baca Terusannya »»  

Menpora Erick Tegaskan Pelatnas Kini Punya Spesifikasi Jelas dan Terukur

 

Jakarta: Menteri Pemuda dan Olahraga Republik Indonesia (Menpora RI), Erick Thohir, menegaskan bahwa sistem Pemusatan Latihan Nasional (Pelatnas) olahraga Indonesia saat ini telah bertransformasi dengan memiliki spesifikasi serta indeks pembinaan yang jelas dan terukur untuk setiap ajang kejuaraan.

Hal tersebut disampaikan Menpora Erick di Kompleks Istana Kepresidenan, Jakarta, Rabu (9/9). Ditekankan, dukungan penuh pemerintah telah membawa perubahan fundamental dalam pelaksanaan tata kelola program latihan. 

“Alhamdulillah, berkat dukungan Bapak Presiden (Prabowo Subianto), sekarang yang namanya Pelatnas itu kita sudah punya spesifikasi. Ada yang Olimpiade, Asian Games, SEA Games. Tidak ada lagi Pelatnas yang hanya sebagai payung saja,” ujar Menpora Erick.

Menurut Menpora Erick, setiap cabang olahraga (cabor) dan atlet kini memiliki parameter serta kriteria khusus sesuai dengan tingkatan kompetisi yang diikuti.
“Sekarang kita sudah ada indeks masing-masing cabor dan tentu para atletnya sendiri,” lanjutnya.

Dalam ajang Asian Games kali ini, Indonesia mengirimkan atlet sebanyak 430 orang dari 35 cabang olahraga. Menpora Erick bilang, tidak semua atlet yang hadir dalam pelepasan kontingen Merah Putih oleh Kepala Negara. Sebab, sudah beberapa atlet telah berangkat lebih dulu. 

“Sudah ada beberapa atlet yang berangkat, misalnya basket. Terus ada wushu, kemudian bulu tangkis kalau nggak salah malam ini sudah berangkat karena mau training camp,” jelasnya.

 

Sumber : https://www.kemenpora.go.id/detail/7055/menpora-erick-tegaskan-pelatnas-kini-punya-spesifikasi-jelas-dan 

 

Baca Terusannya »»  

Dari Pelatnas hingga Uji Coba Internasional, Atlet Indonesia Siap Bertanding di Asian Games XX

Menjelang perhelatan Asian Games XX Nagoya–Aichi 2026, para atlet Indonesia terus mematangkan persiapan untuk meraih hasil terbaik di ajang olahraga Asia tersebut. Bagi mereka, perjalanan menuju kompetisi tidak hanya tentang latihan fisik dan teknik, tetapi juga menghadapi berbagai keterbatasan dan membangun keyakinan untuk membawa nama Merah Putih di panggung internasional.

Atlet panjat tebing kategori speed climbing, Veddriq Leonardo, menceritakan persiapan yang dilakukannya dalam menghadapi Asian Games. Menurutnya, persiapan telah dimulai dari tahun 2024 dan saat ini persiapan tersebut telah mencapai lebih dari 90 persen.

“Untuk Asian Games kali ini tuan rumah jadi salah satu pesaing terberat di luar China dan juga Korea. Dan semoga harapannya di Asian Games kali ini bisa memberikan terbaik buat Indonesia,” katanya.

“Untuk tim Indonesia semoga bisa membawa medali emas sebanyak-banyaknya. Dan menjadi juara dan juga memberikan yang terbaik dan hasil yang terbaik. Bermain secara baik dan juga sportif, itu harapannya,” tambahnya.

Semangat serupa juga ditunjukkan atlet bola voli indoor putri, Maradanti Namira Tegariani dan Ersandrina Devega Salsabila. Keduanya menyebut persiapan telah dimulai sejak Mei lalu melalui pemusatan latihan, serta mengikuti sejumlah pertandingan dan uji coba internasional, termasuk ke Korea.

“Kalau dari kita sudah persiapan dari bulan Mei. Dari kita ada tryout ke Korea sama ikut pertandingan di luar negeri, internasional gitu,” katanya.

Sementara itu, tim soft tennis Indonesia telah menjalani training camp (TC) Pelatnas selama kurang lebih enam bulan. Fernando Sanger, Maria Siti Nur Arasy, Alif Nafia, dan Rizky Zammy mengatakan persiapan juga diperkuat dengan program uji coba ke Korea Selatan, termasuk mengikuti dua turnamen di Incheon dan Sunchang.

“Harapannya ke depan mungkin di Asian Games sebelumnya di China Kita dapat medali perunggu. Harapannya di Asian Games kali ini bisa dapat hasil yang lebih baik lagi,” ucap Fernando Sanger.

Perjuangan juga tengah ditempa para atlet dayung, Stevani Maysche Ibo, Dayumin, Sella Monim, dan Ramla Baharuddin. Kendati menghadapi sejumlah tantangan selama persiapan menuju Asian Games, tetapi kondisi tersebut tidak menyurutkan semangat mereka untuk mengharumkan nama Indonesia di kancah internasional.

“Itu tidak menjadi halangan buat kita, karena kita tetap berlatih, dan kita percaya juga kepada pelatih kita dengan program yang dia lakukan itu bisa membawa kita untuk meraih juara,” ujar Dayumin.

Bagi para atlet, pelepasan langsung oleh Presiden Prabowo Subianto juga menjadi motivasi tersendiri untuk berjuang. Kini, ketika persiapan telah memasuki tahap akhir, para atlet memohon doa dan dukungan dari masyarakat Indonesia agar dapat tampil maksimal, sportif, dan membawa pulang medali sebanyak-banyaknya.

“Untuk seluruh masyarakat Indonesia, mohon doa dan dukungannya untuk para kami atlet yang bertanding, dan juga akan menjadi wakil Indonesia di Asian Games Nagoya-Aichi 2026,” kata Veddriq.

 

 

Sumber : https://presidenri.go.id/siaran-pers/dari-pelatnas-hingga-uji-coba-internasional-atlet-indonesia-siap-bertanding-di-asian-games-xx/ 

 

Baca Terusannya »»  

Presiden Prabowo Janjikan Bonus Rp3 Miliar untuk Peraih Emas Asian Games XX

 

 

Presiden Prabowo Subianto menyampaikan bahwa atlet Indonesia peraih medali emas pada Asian Games XX Aichi-Nagoya 2026 akan memperoleh bonus sebesar Rp3 miliar. Besaran tersebut lebih tinggi dibandingkan bonus medali emas pada SEA Games sebelumnya yang mencapai Rp1 miliar.


Selain bonus bagi peraih emas, Presiden menegaskan bahwa perhatian pemerintah juga diberikan kepada atlet peraih medali perak dan perunggu, termasuk para pelatih. Kepala Negara meminta agar pengembangan karier mereka turut diperhatikan dan dipercepat.

“Medali perak, medali perunggu pun karier-kariernya kita semua percepat. Ada yang, ‘Pak, saya sudah sekian tahun belum naik pangkat.’ Termasuk pelatih-pelatih,” ucap Presiden.

Menurut Presiden, prestasi dan pengabdian harus mendapatkan penghargaan yang layak. Ia menekankan agar negara tidak ragu memberikan penghormatan kepada mereka yang telah berbuat baik dan mengharumkan nama bangsa.

“Kita jangan pelit. Kalau baik, kita beri penghormatan,” tegas Presiden.

Dalam arahannya, Presiden turut menceritakan perjuangan seorang atlet equestrian pada SEA Games sebelumnya yang tetap bertanding meski mengalami cedera tulang rusuk beberapa hari sebelum perlombaan. Atlet tersebut menolak digantikan karena ingin tetap memperjuangkan kehormatan bangsa dan berhasil membantu timnya meraih medali.

“Orang ini tidak mau memilih jalan yang aman atau jalan yang enak. Dia mikir kehormatan bangsa dan negaranya. Ini salah satu contoh yang membanggakan,” tutur Presiden.

Kepala Negara menyampaikan bahwa atlet tersebut merupakan prajurit TNI Angkatan Darat. Atas keberanian dan prestasinya, Presiden kemudian memerintahkan pimpinan TNI untuk memberikan penghargaan dalam bentuk kenaikan pangkat.

Presiden berharap semangat serupa dapat dibawa seluruh atlet Indonesia yang akan bertanding di Aichi-Nagoya. Ia pun menutup arahannya dengan doa agar para atlet diberikan kekuatan dan mampu mempersembahkan hasil terbaik bagi Indonesia.

“Selamat berjuang. Semoga Tuhan Yang Maha Besar selalu memberi kekuatan dan yang terbaik kepada kalian semua,” pungkas Presiden.

 

 

Sumber : https://presidenri.go.id/siaran-pers/presiden-prabowo-janjikan-bonus-rp3-miliar-untuk-peraih-emas-asian-games-xx/ 

 

Baca Terusannya »»  

Lepas Kontingen Asian Games 2026, Presiden Prabowo: Negara dan Bangsa Menanti Prestasimu

 


Presiden Prabowo Subianto menitipkan harapan besar kepada Kontingen Indonesia yang akan bertanding di Aichi-Nagoya untuk membuat lagu kebangsaan Indonesia Raya berkumandang di negara lain. Hal tersebut disampaikan Kepala Negara saat secara resmi melepas Kontingen Indonesia yang akan berlaga pada Asian Games XX Aichi-Nagoya 2026 di Istana Negara, Jakarta, pada Rabu, 9 September 2026.

“Terima kasih perjuanganmu. Negara dan bangsa menanti prestasimu,” kata Kepala Negara.

Dalam kesempatan tersebut, Presiden Prabowo juga menyampaikan apresiasi atas perjuangan dan pengorbanan para atlet yang telah menjalani latihan keras untuk mengharumkan nama Indonesia di kancah olahraga Asia ini.

“Saudara yang mau mengorbankan harimu berjam-jam, saya tahu untuk jadi juara itu pengorbanan yang besar. Saya pernah dengar seorang pelatih Olimpiade dari suatu bangsa, waktu ditanya apa rumus menjadi Olimpiade champion dia jawab hanya tiga. Rumus untuk jadi champion itu hanya tiga. Latihan, latihan, latihan. Itu saya pegang terus. Berarti saudara untuk mencapai puncak ini, saudara-saudara telah berjuang dengan keras,” ujar Kepala Negara

Selain itu, Presiden Prabowo memberikan semangat kepada para atlet agar memberikan kemampuan terbaik saat bertanding. Kepala Negara mengingatkan bahwa keberangkatan mereka bukan semata-mata untuk membawa nama pribadi maupun cabang olahraga, melainkan untuk mewakili negara dan bangsa Indonesia.

“Jadi saya ucapkan selamat, selamat berangkat, selamat mewakili negara dan bangsa, selamat berjuang. Buatlah yang terbaik untuk bangsamu. Berikan yang terbaik, saudara-saudara. Wakili bangsa kita. Tunjukkan bahwa anak-anak Indonesia itu tangguh, semangat, tidak mengenal menyerah,” tegas Presiden Prabowo.

Selain kepada para atlet, Presiden Prabowo juga menyampaikan penghargaan kepada para pemimpin dan pembina cabang olahraga yang selama ini turut memberikan waktu, tenaga, dan pengorbanan demi kemajuan olahraga nasional.

“Kita berdoa untuk kalian berbuat yang terbaik dan juga kesempatan ini saya ingin ucapkan terima kasih kepada para pemimpin dan pembina olahraga masing-masing. Pemimpin dari cabang-cabang olahraga karena kalian memimpin berkorban juga. Karena jadi pemimpin cabang olahraga di Indonesia tidak seperti di negara lain. Kita ini berkorban,” imbuh Presiden Prabowo.

 

 

Sumber : https://presidenri.go.id/siaran-pers/lepas-kontingen-asian-games-2026-presiden-prabowo-negara-dan-bangsa-menanti-prestasimu/ 

 

Baca Terusannya »»  

Presiden Prabowo Lepas Kontingen Indonesia Menuju Asian Games XX Aichi-Nagoya 2026



 

Presiden Prabowo Subianto secara resmi melepas kontingen Indonesia yang akan berlaga pada Asian Games XX Aichi-Nagoya 2026 di Istana Negara, Jakarta, pada Rabu, 9 September 2026. Pelepasan tersebut menjadi momentum bagi para atlet Merah Putih untuk membawa semangat, sportivitas, dan kebanggaan Indonesia ke ajang olahraga terbesar di Asia. 

Acara diawali dengan menyanyikan lagu kebangsaan Indonesia Raya dan doa bersama, dilanjutkan dengan laporan Menteri Pemuda dan Olahraga (Menpora) Erick Thohir mengenai kesiapan Kontingen Indonesia menghadapi Asian Games 2026. Dalam laporannya, Menpora menyebutkan bahwa pada Asian Games kali ini, Indonesia akan mengirimkan 432 atlet dari 35 cabang olahraga.

“Tadi pagi kami telah mengukuhkan 432 atlet, Bapak yang terdiri dari 35 cabang olahraga yang akan mewakili kontingen Indonesia untuk berjuang mengibarkan bendera Merah Putih sebanyak-banyaknya. Pada Asian Games Aichi-Nagoya 2026 mereka siap menjalankan tugas sebagai duta bangsa dan berjuang menunjukkan kedigdayaan Indonesia di depan negara-negara Asia,” ujar Menpora.

Dalam sambutannya, Presiden Prabowo menyampaikan rasa bangganya dapat bertemu dengan para atlet yang akan mewakili Indonesia. Kepala Negara menegaskan bahwa olahraga memiliki posisi penting dalam kehidupan berbangsa dan bernegara karena kekuatan sebuah bangsa juga ditentukan oleh kualitas rakyatnya.

“Saya merasa bangga hari ini bisa berjumpa dengan saudara-saudara sekalian. Saya ingin menyampaikan bahwa olahraga adalah sangat penting dalam kehidupan berbangsa dan bernegara karena bangsa yang berhasil, bangsa yang kuat adalah bangsa di mana rakyatnya kuat. Kalau rakyatnya kuat, berarti bangsanya kuat. Rakyatnya kuat fisik, kuat keterampilan, kuat semangat, bangsanya itu berarti semangat kuat, bangsa itu terampil, dan bangsa itu berhasil,” ujar Presiden.

Presiden juga mengingatkan bahwa kemampuan yang dimiliki para atlet merupakan anugerah sekaligus kehormatan yang tidak dimiliki semua orang. Karena itu, kesempatan untuk mewakili ratusan juta rakyat Indonesia harus dimaknai sebagai sebuah kebanggaan sekaligus tanggung jawab besar.

“Pemberian Yang Maha Kuasa itu adalah sesuatu yang harus kita syukuri. Tidak semua rakyat Indonesia diberi kemampuan yang kalian miliki. Dari ratusan juta rakyat Indonesia, hanya 432 orang atlet yang dikirim, yang memenuhi syarat, yang lolos kualifikasi, yang mewakili 287 juta, 432. Ini kehormatan yang sangat besar,” tegas Presiden.

Salah satu momen utama dalam acara pelepasan adalah penyerahan Bendera Merah Putih oleh Presiden Prabowo kepada perwakilan Kontingen Indonesia. Bendera tersebut diterima oleh atlet panjat tebing Veddriq Leonardo, peraih medali emas Olimpiade Paris 2024 dan medali emas IFSC Climbing World Series di Prancis pada 2026.

Penyerahan bendera menjadi simbol kepercayaan sekaligus amanah bangsa yang dibawa para atlet ke arena pertandingan. Seluruh anggota kontingen diharapkan mampu bertanding dengan penuh semangat, menjunjung sportivitas, serta memberikan penampilan terbaik bagi Indonesia.

Asian Games XX akan berlangsung di Prefektur Aichi, Jepang, pada 19 September hingga 4 Oktober 2026. Mengusung slogan “Imagine One Asia”, penyelenggaraan tahun ini diperkirakan melibatkan sekitar 15 ribu atlet dari 45 negara yang akan bertanding dalam 41 cabang olahraga.

Dengan persiapan yang telah dilakukan, kontingen Indonesia membawa harapan besar masyarakat untuk kembali menghadirkan prestasi terbaik. Pelepasan di Istana Negara sekaligus menjadi bentuk dukungan dan kepercayaan negara kepada para atlet yang akan berjuang membawa Merah Putih di panggung Asia.

 

 

Sumber : https://presidenri.go.id/siaran-pers/presiden-prabowo-lepas-kontingen-indonesia-menuju-asian-games-xx-aichi-nagoya-2026/ 

 

Baca Terusannya »»  

Menpora Erick Dampingi Presiden Prabowo Lepas Atlet ke Asian Games 2026

 


Jakarta: Menpora Erick Thohir mendampingi Presiden Prabowo Subianto melepas atlet yang akan bertanding ke Asian Games 2026 Aichi-Nagoya, Jepang. Pelepasan ini berlangsung di Istana Negara, Jakarta, Rabu (9/9). 

Presiden Prabowo menyatakan bahwa terpilih menjadi wakil bangsa dalam ajang multievent olahraga internasional sekelas Asian Games 2026 merupakan sebuah kehormatan yang sangat besar bagi para atlet.

“Dari ratusan juta rakyat Indonesia, hanya 432 orang atlet yang dikirim, yang memenuhi syarat, yang lolos kualifikasi. Ini kehormatan yang sangat besar,” ujar Presiden.

Di hadapan para atlet, pelatih, serta pengurus cabang olahraga, Kepala Negara menyampaikan apresiasi yang mendalam atas perjuangan keras dan pengorbanan para atlet dalam mempersiapkan diri menuju pesta olahraga terbesar se-Asia tersebut.

Presiden Prabowo mengungkapkan kebanggaannya terhadap para atlet yang membawa nama Merah Putih di panggung dunia. Diharap, atlet Indonesia bisa memberikan yang terbaik dan mengharumkan nama bangsa. 

“Saya sekarang Presiden Republik Indonesia, saya di tentara dapat pangkat yang tertinggi, tapi saya sebetulnya dalam hati saya, saya belum bisa seperti kalian ini mewakili bangsa,” kata Presiden.

Atas nama negara, bangsa, dan seluruh rakyat Indonesia, Presiden Prabowo mengucapkan terima kasih atas jeri payah para atlet yang dinilainya rela mengorbankan waktu berjam-jam untuk berlatih secara konsisten demi mencapai performa terbaik.

Presiden mengutip pesan dari seorang pelatih ajang Olimpiade mengenai kunci utama untuk mencetak seorang juara.

"Rumus untuk jadi champion (juara) itu hanya tiga: latihan, latihan, latihan. Itu saya pegang terus.,” tegasnya.

Dalam kesempatan ini, Presiden Prabowo melepas para atlet dengan pesan penuh motivasi agar berjuang habis-habisan dan menjaga daya juang pantang menyerah di arena pertandingan.

“Selamat berjuang, buatlah yang terbaik untuk bangsa. Wakili bangsa kita, tunjukkan bahwa anak-anak Indonesia itu tangguh, semangat, dan tidak mengenal menyerah,”  jelas Presiden Prabowo.

 

 

Sumber : https://www.kemenpora.go.id/detail/7056/menpora-erick-dampingi-presiden-prabowo-lepas-atlet-ke-asian-game 

 

 

Baca Terusannya »»  

Bukan Cuma Jaga Kebugaran, Wagub Jateng Taj Yasin Dorong Olahraga Jadi Penggerak Ekonomi Jateng

 

 

SEMARANG — Wakil Gubernur Jawa Tengah, Taj Yasin Maimoen menegaskan, olahraga tidak hanya berperan penting dalam menjaga kebugaran warga, tetapi juga memiliki potensi besar memutar roda ekonomi daerah.

Karenanya, momentum Peringatan Hari Olahraga Nasional (Haornas) diharapkan jadi pijakan, untuk menggenjot sektor sport industry (industry olahraga) dan sport tourism (pariwisata olahraga) di Jawa Tengah.

“Dalam rangka memperingati Hari Olahraga Nasional. Saya mengajak seluruh masyarakat Jawa Tengah untuk hidup sehat,” ujar Taj Yasin, saat membuka peringatan Hari Olahraga Nasional (Haornas) tingkat Provinsi Jawa Tengah, di Stadion Jatidiri, Semarang, Rabu (9/9/2026).

Menurutnya, momentum Haornas harus menjadi pengingat bagi masyarakat, untuk menjadikan olahraga sebagai bagian dari kehidupan sehari-hari. Pihaknya akan terus berupaya menyediakan ruang olahraga, yang nyaman dan mudah diakses masyarakat. Sebab, semakin banyak warga Jateng yang kini menjadikan olahraga sebagai gaya hidup.

Taj Yasin berharap, peningkatan aktivitas olahraga masyarakat, turut berdampak terhadap kualitas kesehatan dan angka harapan hidup di Jawa Tengah.

Senyampang dengan itu, Pemprov Jateng ingin olahraga memberikan dampak ekonomi yang lebih luas, di antaranya melalui pengembangan sport industry dan sport tourism.

Menurut Taj Yasin, pengembangan sport tourism dapat membuat masyarakat dari luar daerah datang ke Jawa Tengah untuk berolahraga, sekaligus menikmati berbagai destinasi dan kuliner yang tersedia.

Dia mencontohkan, kawasan Stadion Jatidiri yang tidak hanya memiliki fasilitas olahraga, tetapi juga dapat menjadi ruang publik yang dimanfaatkan warga. Wagub memastikan fasilitas olahraga di kawasan Jatidiri, telah dibuka untuk masyarakat umum.

Dalam kesempatan tersebut, Taj Yasin juga mengingatkan masyarakat mengenai pelaksanaan Pekan Olahraga Provinsi (Porprov) Jawa Tengah, yang akan digelar pada 25-31 Oktober mendatang. Dia menyebut, sekitar 9.000 hingga 10.000 peserta diperkirakan hadir di Semarang dalam ajang tersebut. Porprov, menurutnya, menjadi salah satu momentum untuk menunjukkan potensi atlet Jawa Tengah.

Taj Yasin mengatakan Jawa Tengah selama ini turut menyumbangkan atlet peraih medali emas, perak, dan perunggu, pada berbagai kejuaraan tingkat nasional maupun internasional.

“Ini harus kita pertahankan, syukur-syukur kita tingkatkan. Kita tingkatkan kualitas atlet kita,” ujarnya.

Kepala Dinas Pemuda dan Olahraga Provinsi Jawa Tengah, Aria Chandra Destianto, mengatakan kegiatan Haornas tahun ini melibatkan berbagai elemen masyarakat, mulai dari perwakilan induk organisasi olahraga (Inorga), Komite Olahraga Masyarakat Indonesia (Kormi) Jateng, Balai Pembinaan dan Pelatihan Olahraga Pelajar (BPPOP) Jateng.

Aria menegaskan, Haornas tidak sekadar menjadi kegiatan seremonial. Momentum tersebut diharapkan mampu mendorong peningkatan partisipasi masyarakat, dalam aktivitas olahraga.

“Haornas ke-43 tahun 2026 diharapkan dapat menjadi momentum untuk bersama-sama berkomitmen mewujudkan partisipasi masyarakat dalam berolahraga, meningkatkan kebugaran masyarakat, menguatkan prestasi olahraga nasional, dan menguatkan ekosistem industri olahraga yang berkelanjutan,” ujarnya.

Aria menambahkan, tujuan utama peringatan Haornas di Jawa Tengah adalah menggelorakan semangat olahraga di tengah masyarakat.

Dengan semakin banyak masyarakat yang aktif berolahraga, kata Aria, diharapkan tingkat kebugaran masyarakat juga meningkat. Di sisi lain, budaya olahraga yang semakin kuat, dapat menjadi fondasi bagi lahirnya atlet-atlet berprestasi.

“Jawa Tengah secara konsisten berprestasi pada ajang Peparnas, Pomnas, Popnas dan kejuaraan lainnya, baik nasional maupun internasional,” jelasnya.

Sejumlah atlet Jawa Tengah juga turut memperkuat kontingen nasional Indonesia dalam berbagai kompetisi internasional. Mereka bahkan mampu menyumbangkan medali bagi Indonesia pada ajang seperti SEA Games dan Asian Para Games.

Menurut Aria, capaian tersebut menunjukkan, Jawa Tengah memiliki potensi besar sebagai salah satu daerah pemasok atlet berprestasi bagi Indonesia.

“Prestasi tersebut membuktikan bahwa Jawa Tengah mampu menjadi gudang atlet berprestasi,” tegasnya.

Aria berharap, momentum Haornas dapat semakin memperkuat sinergi antara pemerintah, organisasi olahraga, satuan pendidikan, atlet, pelatih, komunitas olahraga, dan masyarakat. 

 

 

Sumber : https://jatengprov.go.id/publik/bukan-cuma-jaga-kebugaran-taj-yasin-dorong-olahraga-jadi-penggerak-ekonomi-jateng/ 

 

Baca Terusannya »»  

Wamendagri Bima Arya: Ketahanan Bencana Dibangun Sejak Perencanaan Pembangunan

 

 

Jakarta - Wakil Menteri Dalam Negeri (Wamendagri) Bima Arya Sugiarto mendorong pembangunan sistem ketahanan bencana dilakukan sejak tahap perencanaan pembangunan. Menurutnya, penanggulangan bencana tidak cukup hanya mengandalkan kemampuan respons ketika bencana terjadi, melainkan perlu dirancang melalui kebijakan pembangunan dengan mempertimbangkan risiko bencana sejak awal.

"Bukan seberapa baik kita merespons bencana, tetapi seberapa kokoh sistem di negara kita memberikan resilience atau ketahanan bencana by design," ujar Bima dalam Forum for Sustainable Resilience bertema Integrating Institutions for Sustainable Resilience di Jakarta International Expo (JIExpo), Kemayoran, Jakarta, Rabu (9/9/2026).

Bima mengatakan, Indonesia merupakan negara yang rentan terhadap bencana sehingga upaya pengurangan risiko membutuhkan keterlibatan seluruh tingkatan pemerintahan, mulai dari pemerintah pusat hingga daerah. Setiap kebijakan pembangunan dapat berkontribusi dalam meningkatkan ataupun mengurangi risiko bencana.

Indonesia telah memiliki kelembagaan penanggulangan bencana, mulai dari Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB), Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD), kementerian/lembaga, hingga pemerintah daerah (Pemda). Namun, keberadaan institusi tersebut perlu diperkuat dengan sistem yang menyelaraskan perencanaan, data, pendanaan, dan pembagian peran antarlembaga.

"Tantangan utama kita hari ini bukan lagi membuat lembaga, tapi membangun sistem. Desentralisasi yang kita miliki, ini juga menimbulkan komplikasi tersendiri," kata Bima.

Ia menjelaskan, penguatan tersebut perlu diarahkan pada keterkaitan antara perencanaan pembangunan, tata ruang, penganggaran, informasi risiko, dan kesiapan kelembagaan. Mitigasi, menurutnya, tidak semestinya dipandang sebagai tambahan biaya, melainkan investasi untuk melindungi hasil pembangunan dari dampak bencana.

"Resilience cannot depend on emergency coordination. Tidak bisa. Kita tidak bisa mengandalkan langkah-langkah darurat saja. Jadi semua harus terjadi, semua harus dilakukan, semua harus direncanakan sebelum disaster terjadi," tegas Bima.

Karena itu, Bima mendorong pengambilan keputusan pembangunan menggunakan informasi kebencanaan secara terpadu, termasuk peta risiko, informasi cuaca, sistem peringatan dini, dan kondisi wilayah. Upaya tersebut juga perlu melibatkan peran Pemda, masyarakat, dunia usaha, akademisi, komunitas, serta organisasi kemasyarakatan agar ketahanan bencana dibangun sesuai karakteristik setiap wilayah.

 

Sumber : https://www.kemendagri.go.id/berita/wamendagri-bima-arya-ketahanan-bencana-dibangun-sejak-perencanaan-pembangunan 

 

Baca Terusannya »»  

Pemerintah Tegaskan Pentingnya Resiliensi Berkelanjutan Hadapi Bencana

 

JAKARTA – Pemerintah Indonesia bersama komunitas internasional kembali membahas rumusan strategi penanggulangan bencana yang terintegrasi. Relevansi forum ini semakin kuat mengingat risiko bencana, khususnya di Indonesia, adalah ancaman harian yang membutuhkan aksi pencegahan nyata, bukan sekadar dialog.

Diskusi bersama tersebut terselenggara dalam The 3rd Global Forum for Sustainable Resilience (GFSR) di Jakarta pada 9-10 September 2026. Di tengah sejumlah bencana yang terjadi di Tanah Air, pembahasan bersama ini memberikan urgensi nyata bahwa risiko bencana bukanlah sekadar isu teoretis, melainkan ancaman harian yang memengaruhi kehidupan masyarakat, memutus mata pencaharian, dan merusak infrastruktur pembangunan. 

Pada sambutan pembukaan GFSR, Deputi Bidang Sistem dan Strategi Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) Dr. Raditya Jati menegaskan bahwa pengalaman dari bencana yang terjadi hari ini memperkuat pentingnya langkah kesiapsiagaan dan pencegahan sebelum bencana terjadi. GFSR merupakan momentum untuk mengingatkan semua pihak bahwa upaya prabencana dan tanggap darurat tidak dapat berjalan secara terpisah. 

“Keduanya harus berjalan beriringan, saling mendukung, dan secara terus-menerus memperkuat resiliensi masyarakat secara keseluruhan,” ujar Deputi Raditya Jati, Rabu (9/9).  

Di sisi lain, GFSR ini berlangsung di tengah masyarakat global memasuki periode yang kritis. Raditya mengatakan, 2026 hingga 2030 merupakan jendela implementasi terakhir menuju target Kerangka Kerja Sendai untuk Pengurangan Risiko Bencana (Sendai Framework for Disaster Risk Reduction) dan Tujuan Pembangunan Berkelanjutan (Sustainable Development Goals), sementara Perjanjian Paris terus memandu aksi iklim global. 

“Pada saat yang sama, perubahan iklim, risiko bencana, urbanisasi yang cepat, eksposur infrastruktur, kerentanan sosial-ekonomi, dan keterbatasan fiskal semakin berinteraksi satu sama lain,” tambahnya.  

Menurut Raditya Jati, konsep resiliensi berkelanjutan dari Indonesia menjadi sangat relevan. Resiliensi berkelanjutan menyadari bahwa pengurangan risiko bencana, aksi iklim, dan pembangunan berkelanjutan harus didekati sebagai satu upaya yang terintegrasi. 

Hal ini adalah tentang beralih dari intervensi yang terfragmentasi menuju sistem yang lebih koheren, yang menghubungkan tata kelola, investasi, infrastruktur, sains dan teknologi, informasi risiko, peringatan dini, kesiapsiagaan, tanggap darurat, pemulihan, dan aksi masyarakat. 

“Di pusat sistem ini adalah individu dan masyarakat,” tegas Raditya. 

Pada akhirnya, resiliensi diukur dari sejauh mana masyarakat menjadi lebih aman, apakah komunitas dapat mengantisipasi dan bertindak, apakah layanan esensial dapat terus berjalan, dan apakah hasil-hasil pembangunan dapat dilindungi dan dipertahankan. 

Ini juga melatarbelakangi tema yang diangkat pada GFSR ke-3, “Global Resilience Recharged: From Fragmented Action to Aligned Impact”, sangatlah tepat waktu. Kata “recharged” (dibangkitkan kembali) tidak berarti bahwa masyarakat harus memulai dari awal. 

“Kerangka kerjanya sudah ada. Yang kita butuhkan adalah memberi energi baru pada implementasinya, memperkuat koherensi, menyelaraskan sumber daya, dan berfokus pada hasil yang terukur,” ujar Deputi BNPB.  

Forum yang dibuka Wakil Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral Yuliot Tanjung  dirancang untuk bergeser dari sekadar ruang dialog dan perumusan konsep, menuju realisasi yang menghasilkan dampak nyata.

Sementara itu, narasumber pada forum diskusi ini berasal dari kementerian/lembaga serta berbagai mitra BNPB di tingkat regional dan internasional.  

Topik bahasan yang disampaikan selama dua hari penyelenggaraan GFSR, di antaranya integrasi kelembagaan untuk resiliensi berkelanjutan, pembelajaran 20 tahun gempa Yogyakarta, penyelarasan agenda global pada aksi lokal dan nasional, kebijakan dan strategi implementasi di lapangan serta pembelajaran lokal menuju resiliensi berkelanjutan.  

GFSR ke-3 dihadiri 200 peserta dari berbagai kalangan dan diikuti oleh publik secara daring melalui kanal YouTube BNPB. 




Sumber : https://www.bnpb.go.id/berita/pemerintah-tegaskan-pentingnya-resiliensi-berkelanjutan-hadapi-bencana

 

Baca Terusannya »»  

Mitigasi Tak Bisa Ditunda, Wamen Yuliot Dorong Tiga Langkah Hadapi Risiko Bencana

 

 


 

JAKARTA - Keselamatan masyarakat menjadi perhatian utama di tengah risiko bencana yang semakin kompleks akibat perubahan iklim, degradasi lingkungan, dan ketimpangan sosial. Pemerintah mendorong percepatan mitigasi melalui investasi ketangguhan, penguatan peringatan dini yang inklusif, serta kolaborasi lintas sektor dan negara.

Wakil Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) Yuliot menyampaikan hal tersebut saat membuka The 5th Asia Disaster Management and Civil Protection Expo & Conference (ADEXCO) dan The 3rd Global Forum for Sustainable Resilience (GFSR) 2026 di Jakarta, Rabu (9/9).

Forum bertema Putting People at the Centre of Resilience tersebut dihadiri Wakil Menteri Bappenas Febrian Alphyanto Ruddyard, Wakil Menteri Luar Negeri Arrmanatha C. Nasir, Deputi Bidang Sistem dan Strategi BNPB Dr. Raditya Jati, serta perwakilan organisasi internasional seperti PBB, ASEAN, dan Pacific Islands Forum.

"Hari ini kita tidak lagi bicara tentang bencana hanya sebagai kejadian alam yang berdiri sendiri. Perubahan iklim, degradasi lingkungan, dan ketimpangan sosial telah menyatu menjadi satu ancaman sistemik yang masif. Kita harus ingat bahwa every day counts. Menunda mitigasi risiko bencana hari ini berarti menumpuk korban jiwa di masa depan," ujar Yuliot.

Menurut Yuliot, kemunculan risiko bencana baru bergerak lebih cepat dibandingkan kapasitas penanganannya. Karena itu, ia mendorong tiga langkah strategis dalam penguatan ketangguhan bencana.

Pertama, pengurangan risiko bencana perlu ditempatkan sebagai investasi inti dalam pembangunan nasional melalui investasi berkelanjutan pada ketangguhan dan infrastruktur hijau, bukan sekadar biaya operasional.

Kedua, penguatan Early Warnings for All dengan mengubah data teknis menjadi informasi lokal yang inklusif dan mudah diakses, termasuk oleh anak-anak, penyandang disabilitas, dan masyarakat adat.

Ketiga, memperkuat kolaborasi lintas batas dan solidaritas multipihak melalui kemitraan pemerintah, sektor swasta, akademisi, LSM, dan generasi muda.

Di tengah upaya tersebut, Yuliot menyoroti kebakaran hutan dan lahan (karhutla) yang saat ini melanda sejumlah wilayah di Sumatra, Kalimantan, Sulawesi, hingga Papua. Selain berdampak terhadap lingkungan dan kesehatan, karhutla juga mengganggu infrastruktur vital pertambangan serta minyak dan gas.

Kementerian ESDM turut mengapresiasi respons BNPB dalam mengamankan objek vital nasional dari ancaman kebakaran.

"Kami menyampaikan terima kasih dan apresiasi setinggi-tingginya kepada BNPB atas respon cepatnya dalam memadamkan kebakaran hutan di wilayah kerja migas Tangguh Bintuni, Provinsi Papua Barat," tutur Yuliot.

Melalui ADEXCO dan GFSR 2026, pemerintah mendorong agar pembahasan mengenai ketangguhan bencana menghasilkan komitmen yang dapat diterapkan untuk memperkuat perlindungan masyarakat menghadapi risiko bencana di masa depan.

 

 

 

Sumber : https://esdm.go.id/id/media-center/arsip-berita/mitigasi-tak-bisa-ditunda-wamen-yuliot-dorong-tiga-langkah-hadapi-risiko-bencana 

 

Baca Terusannya »»  

GFSR Ke-3 dan ADEXCO 2026, Ubah Tindakan Terfragmentasi Jadi Dampak Selaras

 

 

JAKARTA – Pemerintah Indonesia terus mengajak berbagai pihak untuk mewujudkan hasil nyata semangat resiliensi berkelanjutan di tengah ancaman bencana yang meningkat. Pembelajaran gempa bumi Yogyakarta 20 tahun lalu merefleksikan pentingnya kolaborasi banyak pihak. 

Wakil Menteri (Wamen) Perencanaan Pembangunan Nasional/Wakil Kepala Badan Perencanaan Pembangunan Nasional Febrian Alphyanto Ruddyard menyampaikan, resiliensi sejati muncul ketika berbagai institusi dapat bekerja sama secara terpadu. Langkah ini mengubah tindakan yang terfragmentasi menjadi dampak yang selaras. Ini ditunjukkan pascabencana gempa Yogyakarta 2010 ketika proses pemulihan dilakukan bersama-sama. Warga, komunitas, pemerintah daerah, pemerintah pusat dan mitra internasional berkolaborasi untuk membangun kembali lebih baik. 

“Apa yang terjadi setelahnya sama pentingnya. Warga saling membantu, kelompok masyarakat dan pemerintah daerah merespons. Pemerintah pusat memobilisasi bantuan, dan mitra internasional berdatangan,” ujar Wamen Febrian pada pembukaan The 3rd  Global Forum for Sustainable Resilience (GFSR) dan ADEXCO 2026, di Jakarta, Rabu (9/9). 

Di sisi lain, Febrian juga menyampaikan bahwa perubahan iklim, risiko bencana, degradasi lingkungan, kerentanan ekonomi, dan pembangunan semakin saling terkait. Namun, institusi, mekanisme pendanaan, proses perencanaan, dan sistem akuntabilitas sering kali berkembang secara terpisah. Jadi, tantangan saat ini bukan sekadar membuat lebih banyak kebijakan, kerangka kerja, atau institusi.

“Tantangannya adalah bagaimana membuat semuanya bekerja secara bersama-sama. Dan ini membutuhkan pergeseran mendasar dalam cara kita memandang resiliensi,” ujarnya, 

Lebih lanjut Febrian menambahkan, kita harus berhenti memperlakukan resiliensi sebagai sekadar agenda di seputar pembangunan. Resiliensi harus menjadi kualitas dari pembangunan itu sendiri. 

“Kita harus mengubah cara kita merencanakan, berinvestasi, membangun, dan mengukur kemajuan,” kata Wamen Febrian. 

Pada akhirnya, semua ini harus berjalan di tingkat lokal, karena ketangguhan diwujudkan secara lokal. Resiliensi nasional sejatinya adalah hasil dari jutaan keputusan yang dibuat di lapangan. Langkah konkret dapat dilakukan ketika komunitas dan daerah merencanakan membangun sekolah atau jalan, melindungi sungai atau memperhitungan risiko iklim di masa depan. 

Sementara itu, GFSR sebagai forum saling bertukar pembelajaran dan gagasan untuk membawa semua pihak, lokal hingga global untuk selangkah lebih maju. Forum global pertama membantu meletakkan fondasi bagi resiliensi berkelanjutan. Forum kedua mendalami dialog regional, dan forum ketiga ini dirancang untuk melakukan pergeseran yang terencana: dari pembangunan konsep menuju pelaksanaan, dan dari dialog menuju dampak yang nyata. 

Selama dua hari ke depan, 9-10 September 2026, BNPB dan berbagai mitra akan mengeksplorasi tantangan pada tiga prioritas yang saling berkaitan.

Deputi Bidang Sistem dan Strategi BNPB Dr. Raditya Jati menyampaikan, tiga prioritas ini akan mendiskusikan mengenai integrasi arsitektur. Prioritas ini menegaskan untuk memperkuat pendekatan pelibatan seluruh elemen pemerintah dan masyarakat sehingga institusi-institusi dapat bekerja sama, bukan sekadar berjalan sendiri-sendiri.

“Kedua, menyelaraskan modal. Prioritas pada upaya pendanaan iklim, pendanaan risiko bencana, dan pendanaan pembangunan dapat dikoneksikan dengan lebih baik untuk mendukung ketangguhan jangka panjang yang berorientasi pada pencegahan,” ujar Raditya. 

Dan ketiga, mewujudkan resiliensi berkelanjutan. Prioritas pada komitmen global dan strategi nasional dapat diterjemahkan ke dalam aksi yang dipimpin secara lokal, dipercaya oleh masyarakat, dan mampu menghasilkan pencapaian yang terukur.

“Ini bukanlah tantangan abstrak. Ini adalah tantangan yang menentukan apakah kebijakan resiliensi benar-benar membawa perubahan dalam kehidupan masyarakat,” ujar Deputi BNPB Raditya Jati. 

Lebih lanjut Raditya menambahkan, GFSR ke-3 ini memberikan kesempatan untuk mendokumentasikan kemajuan, mengkaji kesenjangan yang masih ada, dan menerjemahkan pengalaman dua puluh tahun terakhir menjadi strategi yang dapat ditindaklanjuti untuk generasi ketangguhan berikutnya.

Bersamaan dengan GFSR ke-3, ajang inovasi, teknologi dan industri tersaji dalam pameran dan konferensi manajemen bencana dan perlindungan sipil Asia, ADEXCO 2026. 

Kegiatan ini mempertemukan pemerintah, industri, pengembang teknologi, praktisi, akademisi, masyarakat sipil, dan mitra internasional. Pameran ini mencakup berbagai solusi di seluruh siklus manajemen bencana, mulai dari kesiapsiagaan dan tanggap darurat hingga pemulihan.

“Kami sangat bahagia melihat partisipasi yang terus meningkat tahun ini, dengan 152 perusahaan peserta pameran dari sembilan negara, yang menunjukkan peningkatan minat terhadap teknologi dan solusi manajemen bencana. Namun, kita harus ingat bahwa teknologi bukanlah tujuan akhir dari segalanya,” pesan Deputi. 

Melalui GFSR ke-3 dan ADEXCO 2026 ini, BNPB mengajak semua pihak untuk memanfaatkan empat hari ini untuk bertukar pikiran, membangun koneksi dan menginisiasi aksi nyata. 

“Mari kita perkuat kemitraan antara pemerintah dan sektor swasta, antara peneliti dan praktisi, serta antara pengetahuan internasional dan pengalaman lokal,” tambahnya. 

ADEXCO 2026 diselenggarakan sebagai bagian dari Seri Energi dan Teknik  Indonesia dengan tema “Sustainability for Industrial Transformation.” 

GFSR ke-3 dan ADEXCO 2026 pada akhirnya bermuara pada satu ambisi bersama untuk memastikan bahwa pembangunan dapat terus berlanjut, bahkan di dunia yang menghadapi peningkatan risiko dan ketidakpastian.

“Mari kita gunakan wadah ini untuk menyegarkan kembali komitmen kolektif kita, menyelaraskan upaya kita, dan mengubah pengetahuan serta inovasi menjadi tindakan nyata,” ajak Deputi Raditya Jati. 

Pembukaan GFSR ke-3 dan ADEXCO dihadiri Wakil Menteri Bappenas, Wakil Menteri Luar Negeri, Duta Besar Rusia, perwakilan Komisi VIII DPR RI, perwakilan kementerian dan lembaga, TNI, Polri, kedutaan besar Amerika Serikat, Australia, Filipina, pimpinan Pamerindo dan mitra penanggulangan bencana. 




Sumber : https://www.bnpb.go.id/berita/gfsr-ke-3-dan-adexco-2026-ubah-tindakan-terfragmentasi-jadi-dampak-selaras

 

Baca Terusannya »»  

Pascapembukaan Kembali Bandara Terdampak Erupsi, Kemenhub Pastikan Operasional Penerbangan Berjalan Normal

 

Jakarta - Menteri Perhubungan Dudy Purwagandhi memastikan operasional penerbangan di sejumlah bandar udara yang sebelumnya terdampak aktivitas erupsi Gunung Anak Krakatau berjalan secara normal, dengan tetap mengutamakan aspek keselamatan setelah kembali dibuka pada Selasa, (8/9).

“Bandar udara yang sebelumnya terdampak telah kembali dibuka pada Selasa (8/9) dan sejak saat itu operasional penerbangan berjalan dengan normal sampai hari ini. Kami terus melakukan pemantauan dan koordinasi untuk memastikan keselamatan penerbangan tetap menjadi prioritas,” ujar Menhub Dudy di Jakarta, Rabu (9/9).

Bandar udara yang dimaksud meliputi Bandar Udara Internasional Soekarno-Hatta Banten, Bandar Udara Halim Perdanakusuma Jakarta, Bandar Udara Husein Sastranegara Jawa Barat, Bandar Udara Budiarto Curug Banten, Bandar Udara Pondok Cabe Banten, Bandar Udara Muhammad Taufiq Kiemas Lampung, Bandar Udara Raden Inten II Lampung, Bandar Udara Atung Bungsu Sumatera Selatan.

Menhub Dudy menyatakan meskipun operasional penerbangan telah berjalan normal, Kemenhub terus memantau kondisi ruang udara dan perkembangan aktivitas Gunung Anak Krakatau. Pemantauan dilakukan sebagai langkah antisipasi terhadap kemungkinan perubahan kondisi yang dapat berdampak pada keselamatan dan kelancaran penerbangan.

Sementara itu, aktivitas penerbangan di Bandar Udara Internasional Soekarno-Hatta Banten, terus berlangsung setelah dibuka kembali. Pada 8 September 2026 tercatat 875 penerbangan, terdiri atas 436 penerbangan keberangkatan dan 439 penerbangan kedatangan, baik penerbangan domestik maupun internasional.

Sedangkan 9 September 2026, dijadwalkan ada 966 penerbangan di Bandar Udara Internasional Soekarno-Hatta dengan estimasi 131.495 penumpang, terdiri atas 722 penerbangan domestik dan 244 penerbangan internasional.

“Kami memastikan operasional penerbangan terus berjalan dengan memperhatikan perkembangan kondisi di lapangan. Kami juga mengimbau masyarakat dan pengguna jasa penerbangan untuk tetap tenang serta mengikuti informasi resmi dari pemerintah, bandar udara, dan maskapai penerbangan,” tutur Menhub.

Kementerian Perhubungan bersama BMKG, PVMBG, AirNav Indonesia, operator bandar udara, maskapai penerbangan, dan seluruh pemangku kepentingan akan terus melakukan pemantauan dan koordinasi terhadap perkembangan aktivitas Gunung Anak Krakatau serta potensi dampaknya terhadap operasional penerbangan.

Berdasarkan informasi Pusat Vulkanologi dan Mitigasi Bencana Geologi (PVMBG), Gunung Anak Krakatau mengalami erupsi pada 9 September 2026 pukul 00.47 WIB dan saat ini berada pada Status Level III (Siaga).

Berdasarkan pemantauan BMKG, hingga saat ini tidak terdapat informasi abu vulkanik yang berdampak terhadap operasional penerbangan di wilayah tersebut.

 

 

 

Sumber : https://dephub.go.id/post/read/pascapembukaan-kembali-bandara-terdampak-erupsi,-kemenhub-pastikan-operasional-penerbangan-berjalan-normal 

 

Baca Terusannya »»  

Perkuat Tata Kelola Investasi, Pemerintah Integrasikan Perizinan TKA

 

 

Jakarta — Pemerintah memperkuat tata kelola investasi dengan mengintegrasikan pelayanan penggunaan Tenaga Kerja Asing (TKA) lintas Kementerian/Lembaga melalui Online Single Submission (OSS) sebagai layanan satu pintu (single entry). Integrasi ini bertujuan memberikan layanan publik yang efektif sekaligus memastikan penggunaan TKA sesuai dengan kebutuhan tenaga kerja dengan kompetensi tertentu.

Hal tersebut disampaikan Menteri Ketenagakerjaan, Yassierli, usai menandatangani Surat Keputusan Bersama (SKB) tentang integrasi sistem pelayanan TKA lintas Kementerian/Lembaga berbasis layanan satu pintu melalui OSS, di Jakarta, Rabu (9/9/2026).

Melalui integrasi tersebut, perizinan TKA dapat diakses secara single entry pada OSS di bawah Kementerian Investasi dan Hilirisasi. Sistem ini mengintegrasikan SIAPKerja pada Kementerian Ketenagakerjaan dan All Indonesia pada Kementerian Imigrasi dan Pemasyarakatan.

“Integrasi pelayanan TKA ini merupakan bagian dari upaya pemerintah memberikan kemudahan bagi dunia usaha. Prosesnya harus lebih sederhana, cepat, dan pasti. Jangan sampai integrasi justru menambah tahapan, tetapi memberikan pelayanan yang lebih baik,” ujar Yassierli.

Yassierli mengatakan, dalam dinamika investasi, TKA memiliki peran penting untuk memenuhi kebutuhan kompetensi tertentu bagi tenaga kerja Indonesia melalui alih teknologi dan alih keahlian, serta memperkuat penyerapan tenaga kerja lokal.

Ia mengapresiasi kolaborasi Kementerian Ketenagakerjaan, Kementerian Investasi dan Hilirisasi/Badan Koordinasi Penanaman Modal (BKPM), serta Kementerian Imigrasi dan Pemasyarakatan dalam mewujudkan integrasi pelayanan TKA tersebut.

Menurutnya, sinergi lintas kementerian menjadi bagian penting dalam membangun pelayanan publik yang efektif dan responsif terhadap kebutuhan dunia usaha.

“Pelayanan publik yang baik membutuhkan kolaborasi. Integrasi ini menunjukkan bahwa kementerian tidak bekerja sendiri-sendiri, tetapi bersama-sama menghadirkan layanan pemerintah yang lebih sederhana dan terintegrasi,” ujarnya.

Menteri Investasi dan Hilirisasi/Kepala BKPM, Rosan P. Roeslani, mengatakan sinergi dan kolaborasi tiga kementerian tersebut merupakan wujud nyata pelaksanaan arahan Presiden untuk memperkuat kerja sama antarkementerian dan antarinstansi.

“Kolaborasi harus berjalan cepat, efektif, dan tetap sesuai dengan ketentuan yang berlaku, sehingga memberikan dampak positif bagi perekonomian, penciptaan lapangan kerja, dan kesejahteraan masyarakat,” ujarnya.

Sementara itu, Menteri Imigrasi dan Pemasyarakatan, Agus Andrianto, mengatakan kerja sama antara Kementerian Imigrasi dan Pemasyarakatan, Kementerian Ketenagakerjaan, serta Kementerian Investasi dan Hilirisasi/BKPM pada dasarnya telah terjalin sejak lama, khususnya dalam pelayanan TKA dan investor asing yang masuk ke Indonesia.

“Ini adalah formalisasi dari apa yang selama ini sudah kita kerjakan. Kerja sama kami selama ini sudah cukup baik, hari ini kita formalkan dalam bentuk penandatanganan kerja sama,” ujar Agus.

Agus menambahkan, Kementerian Imigrasi dan Pemasyarakatan mendukung integrasi tersebut. Ia berharap penyatuan data dapat memberikan kepastian bagi investor asing dalam menanamkan investasi di Indonesia.

“Upaya ini dilakukan untuk bisa menyatukan satu data sehingga kita semua punya kepastian di mana semua proses dapat berjalan dan terutama para investor yang membutuhkan kepastian investasi di Indonesia,” pungkasnya.



Sumber: https://kemnaker.go.id/news/detail/perkuat-tata-kelola-investasi-pemerintah-integrasikan-perizinan-tka


Baca Terusannya »»  

Mendagri Dorong Sumatera Jadi Kekuatan Ekonomi Baru, Integrasi Antarwilayah Harus Diperkuat

 

Medan – Menteri Dalam Negeri (Mendagri) Muhammad Tito Karnavian mendorong penguatan integrasi ekonomi antarwilayah di Sumatera untuk menjadi penggerak pertumbuhan ekonomi nasional. Hal itu disampaikannya saat membuka Rapat Koordinasi Gubernur se-Sumatera di JW Marriott Hotel, Kota Medan, Sumatera Utara, Rabu (9/9/2026).

Mendagri menilai Sumatera memiliki modal besar berupa sumber daya alam, sumber daya manusia, serta posisi strategis di jalur perdagangan internasional. Ia menyebutkan, Sumatera memiliki 63 juta penduduk atau 21,9 persen dari total populasi Indonesia dengan wilayah yang luas. Modal tersebut merupakan kunci penting bagi sebuah wilayah untuk dapat maju.

“Saya yakin keunggulan Sumatera itu sumber daya alamnya luar biasa baik di darat maupun yang laut, baik di permukaan maupun yang di bawah permukaan, makanya disebutkan pulau emas, pulau harapan," ujar Mendagri.

Menurutnya, potensi tersebut perlu dioptimalkan melalui pembangunan yang tidak lagi berjalan sektoral, melainkan mengintegrasikan produksi, pasar, infrastruktur, dan perdagangan antardaerah hingga lintas negara. “Yang saya tangkap adalah integrasi regional integrasi ekonomi pembangunan regional,” ujarnya.

Mendagri juga mendorong konektivitas lintas Sumatera agar tidak hanya mendukung mobilitas, tetapi juga menjadi penggerak pusat-pusat ekonomi baru. Selain itu, kerja sama antardaerah perlu dimanfaatkan untuk memperkuat pasokan komoditas dan mengendalikan harga.

“Kalau itu bisa dikerjasamakan maka daerah-daerah yang inflasinya tinggi harganya tinggi karena suplainya kurang bisa disuplai dari daerah yang cukup suplainya. Dan hampir untuk semua hampir semua pangan di Sumatera ini, hampir semuanya ada,” katanya.

Kerja sama tersebut, lanjutnya, juga perlu diarahkan untuk menangkap peluang pasar negara tetangga seperti Malaysia, Singapura, dan Thailand. “Saya mengapresiasi betul dan mengharapkan kerja sama yang dilakukan antardaerah. Pemerintah pusat juga menyusun konsep untuk membangun region Sumatera ini salah satu kekuatan ekonomi,” tuturnya.

Mendagri menegaskan, penguatan ekonomi Sumatera akan berdampak langsung terhadap pertumbuhan nasional. Karena itu, kerja sama antardaerah harus diwujudkan dalam program konkret yang mendorong investasi, perdagangan, dan kesejahteraan masyarakat. “Naiknya Sumatera akan mendongkrak pertumbuhan ekonomi secara nasional, karena angka nasional itu agregat dari usaha pusat dan usaha di daerah,” pungkasnya.

Forum tersebut dihadiri oleh gubernur dan wakil gubernur se-Sumatera. Dalam kesempatan itu, Mendagri juga mendengarkan berbagai aspirasi yang disampaikan oleh gubernur dan wakil gubernur yang hadir. Ia turut menyaksikan penandatanganan kesepakatan bersama dan berita acara pembentukan Forum Sumatera 10 (Sepuluh) oleh gubernur dan wakil gubernur.

 

 

Sumber : https://www.kemendagri.go.id/berita/mendagri-dorong-sumatera-jadi-kekuatan-ekonomi-baru-integrasi-antarwilayah-harus-diperkuat 


 

 

Baca Terusannya »»