Cari Blog Ini

Jumat, 28 Agustus 2026

Momen Hangat Presiden Prabowo Bersama Warga Relokasi Senen di Hunian Baru


 

Presiden Prabowo Subianto menemui warga relokasi Senen yang kini menempati hunian baru, pada Jumat malam, 28 Agustus 2026. Warga tersebut sebelumnya telah belasan tahun tinggal di pinggir rel kereta api kawasan Stasiun Senen, Jakarta.

Sekretaris Kabinet (Seskab) Teddy Indra Wijaya dalam keterangan tertulisnya menyampaikan bahwa Presiden Prabowo menemui warga selepas menyelesaikan kegiatan di Istana Merdeka.

“Selepas menyelesaikan kegiatan kantor di Istana Merdeka, malam ini Presiden Prabowo menemui warga di hunian barunya. Warga yang sebelumnya telah belasan tahun tinggal di pinggir rel kereta api Stasiun Senen, Jakarta,” ujar Seskab Teddy.

Dalam video yang diunggah Seskab Teddy, kegembiraan warga terlihat saat Presiden Prabowo hadir di tengah-tengah mereka. Sejumlah warga berulang kali memanggil Kepala Negara sembari menyampaikan ucapan terima kasih dan doa.

“Pak, Bapaaaak… Bapak Prabowo… Sehat Pak. Makasih banyak, Bapak,” ucap sejumlah warga menyambut Presiden.

Rasa syukur juga disampaikan warga atas hunian baru yang kini mereka tempati. Salah seorang warga mengungkapkan kegembiraannya dapat tinggal di tempat tersebut.

“Senang di sini Pak. Bapak makasih banyak, Bapak. Bapak sehat-sehat, Bapak,” ujar warga.

Warga lainnya turut menyampaikan terima kasih secara langsung kepada Presiden atas kesempatan untuk menempati hunian baru tersebut. “Bapak, saya bisa tinggal di sini Pak, terima kasih, Pak,” ucapnya.

Doa-doa pun mengiringi kunjungan Kepala Negara malam itu. “Sukses, panjang umur, sehat selalu, Bapak,” ujar seorang warga. Warga lainnya turut mendoakan, “Bapak semoga panjang umur Bapak.”

Sebelum meninggalkan warga, Presiden Prabowo berpesan agar lingkungan hunian baru tersebut dirawat bersama. “Tetap jaga kebersihan ya,” ucap Presiden.

Kunjungan tersebut menjadi momen penuh kehangatan bagi warga yang kini menjalani kehidupan di lingkungan baru setelah belasan tahun tinggal di pinggir rel kereta api Stasiun Senen. Hunian baru tersebut diharapkan dapat memberikan tempat tinggal yang lebih layak, aman, dan nyaman bagi seluruh keluarga.

“Semoga rumah baru ini menjadi tempat tinggal yang lebih layak, aman, dan nyaman bagi seluruh keluarga,” tulis Seskab Teddy.

 

 

sumber :  https://presidenri.go.id/berita-lainnya/seskab-teddy-bagikan-momen-hangat-presiden-prabowo-bersama-warga-relokasi-senen-di-hunian-baru/

Baca Terusannya »»  

Kunjungi Hunian Relokasi Senen, Presiden Prabowo Disambut Doa dan Rasa Syukur Warga


 

Malam di kawasan Kramat Raya, Senen, Jakarta Pusat, pada Jumat, 28 Agustus 2026, mendadak terasa berbeda bagi warga yang kini menempati hunian relokasi. Tanpa pemberitahuan, Presiden Prabowo Subianto tiba-tiba datang untuk melihat langsung tempat tinggal yang dihuni warga eks bantaran rel kereta api.

Kunjungan tersebut dilakukan Presiden Prabowo setelah menyelesaikan sejumlah agenda kenegaraan di Istana Merdeka. Di luar agenda yang telah dijadwalkan, Kepala Negara memilih menyempatkan diri meninjau hunian relokasi warga.

Kedatangan Presiden Prabowo pun langsung disambut antusias. Sejumlah warga tak menyia-nyiakan kesempatan tersebut untuk menyampaikan rasa syukur dan terima kasih kepada Presiden Prabowo atas hunian yang kini mereka tempati.

“Bapak, terima kasih banyak, Pak. Bapak, saya bisa tinggal di sini, Pak,” ucap salah satu warga kepada Presiden.

Bukan sekadar melihat dari luar, Presiden Prabowo juga mengecek langsung sejumlah fasilitas yang tersedia di hunian tersebut. Presiden memastikan fasilitas dasar, termasuk ketersediaan air, dapat digunakan dengan baik oleh warga.

“Lancar airnya, ya?” tanya Presiden.

“Lancar, normal, Pak, alhamdulillah,” jawab salah satu warga.

Bagi warga, perhatian tersebut memiliki arti tersendiri. Hunian baru bukan hanya soal berpindah tempat tinggal, tetapi juga tentang mendapatkan rasa aman dan nyaman setelah sebelumnya menjalani kehidupan di kawasan bantaran rel.

Salah satunya Nuriah yang mengaku masih sulit percaya Presiden Prabowo datang langsung ke tempat tinggalnya. Nuriah yang sebelumnya tinggal di bantaran rel kereta api, kini merasakan perubahan besar dalam kehidupannya.

“Sebelumnya saya di bantaran rel kereta api Senen, setelah tinggal di sini Puji Tuhan aman, nyaman, pokoknya sangat terbantu banget,” ujarnya.

Perasaan serupa disampaikan Siti Nurhalimah yang mengenang bagaimana dirinya dahulu tinggal di kawasan rel kereta sebelum akhirnya mendapatkan hunian relokasi. “Saya tadinya tinggal di jalanan kereta, sekarang alhamdulillah tinggal di sini. Alhamdulillah Ya Allah, Bapak Presiden, PT KAI, banyak-banyak terima kasih karena saya enggak bisa bilang apa-apa lagi,” tutur Siti.

Malam itu, kunjungan Presiden Prabowo bukan hanya menjadi sebuah agenda peninjauan. Bagi warga, kehadiran Kepala Negara di tengah mereka menjadi momen yang tak mudah dilupakan. Di sela rasa haru dan kegembiraan, warga pun menyampaikan doa untuk Presiden Prabowo.

“Panjang umur, sehat selalu ya, selalu dilindungi Yang Maha Kuasa,” doa warga.

 

sumber ;  https://presidenri.go.id/siaran-pers/kunjungi-hunian-relokasi-senen-presiden-prabowo-disambut-doa-dan-rasa-syukur-warga/

Baca Terusannya »»  

Presiden Prabowo Terima Panglima Jilah, Respons Langsung Aspirasi Masyarakat Dayak


 

Presiden Prabowo Subianto menerima Panglima Jilah, pemimpin besar suku Dayak seluruh Kalimantan, di Istana Merdeka, Jakarta, pada Jumat, 28 Agustus 2026. Sekretaris Kabinet (Seskab) Teddy Indra Wijaya dalam keterangan tertulisnya menyampaikan bahwa Presiden Prabowo merespons langsung sejumlah aspirasi yang disampaikan Panglima Jilah.

“Dalam pertemuan tersebut, Presiden Prabowo langsung menginstruksikan pembangunan berbagai kebutuhan masyarakat Dayak Kalimantan sesuai permohonan Panglima Jilah,” ujar Seskab Teddy.

Menurut Seskab Teddy, salah satu kebutuhan yang menjadi perhatian Presiden adalah pembangunan infrastruktur jalan di wilayah pedalaman Kalimantan. Pembangunan tersebut antara lain diarahkan untuk wilayah Sanggau dan sekitarnya guna mendukung konektivitas serta aktivitas masyarakat.

Selain infrastruktur, Presiden Prabowo turut memberikan perhatian terhadap peningkatan akses pendidikan bagi masyarakat Dayak. Pemerintah akan mendorong pembangunan Sekolah Rakyat serta pemberian beasiswa di berbagai wilayah kota adat Dayak.

“Pembangunan Sekolah Rakyat dan beasiswa di berbagai wilayah kota adat Dayak. Saat ini sudah terbangun 2 Sekolah Rakyat di Kalimantan Barat,” tutur Seskab Teddy.

Presiden Prabowo juga menginstruksikan pembangunan rumah adat Dayak sebagai bagian dari kebutuhan masyarakat sekaligus upaya menjaga keberadaan dan keberlanjutan budaya masyarakat adat. Dalam pertemuan tersebut, turut dibahas aspirasi masyarakat Dayak yang ingin mengabdi kepada negara melalui TNI dan Polri.

“Keinginan warga Dayak untuk masuk menjadi anggota TNI-Polri, persyaratannya disesuaikan kembali, misalnya penggunaan tato bagi suku adat,” ungkap Seskab Teddy.

Selain pembangunan dan pendidikan, Seskab Teddy menyebut bahwa pertemuan turut membahas upaya pencegahan kebakaran hutan dan lahan (karhutla) di Kalimantan. Panglima Jilah menegaskan pentingnya keterlibatan masyarakat adat dalam menjaga lingkungan dan mencegah terjadinya karhutla.

Melalui para tokoh adat, edukasi kepada masyarakat terus dilakukan agar aktivitas pembakaran lahan tidak dilakukan secara sembarangan. Peran tokoh adat dinilai penting karena memiliki kedekatan sekaligus pengaruh di tengah masyarakat dalam membangun kesadaran untuk menjaga lingkungan.

“Bagi masyarakat adat, menjaga alam adalah bagian dari menjaga kehidupan. Karena itu, kolaborasi pemerintah dan masyarakat menjadi kunci untuk mencegah serta menangani karhutla secara bersama,” pungkas Seskab Teddy.

 

 

sumber :  https://presidenri.go.id/berita-lainnya/seskab-teddy-presiden-prabowo-terima-panglima-jilah-respons-langsung-aspirasi-masyarakat-dayak/

Baca Terusannya »»  

Presiden Prabowo Terima Panglima Jilah di Istana, Perkuat Penanganan Karhutla dan Peran Masyarakat Adat


 

Presiden Prabowo Subianto menerima kunjungan Panglima Jilah di Istana Merdeka, Jakarta, pada Jumat, 28 Agustus 2026. Dalam pertemuan itu, Panglima Jilah menyampaikan bahwa Presiden Prabowo memberikan dukungan untuk mempercepat penanganan kebakaran hutan dan lahan (karhutla), termasuk melalui penambahan personel dan dukungan sarana udara.

“Kita membahas tentang karhutla. Tadi beliau membantu kita lewat personil untuk segera. Dan ini sudah dimulai, sudah sekitar satu minggu,” ujar Panglima Jilah dalam keterangannya kepada awak media seusai pertemuan.

Menurut Panglima Jilah, dukungan pemerintah terhadap Kalimantan Barat tidak hanya berkaitan dengan penanganan karhutla. Ia menyebut Presiden Prabowo juga telah memberikan perhatian terhadap berbagai kebutuhan masyarakat di wilayah tersebut.

“Presiden banyak membantu kita, terutama di Kalimantan Barat, itu rumah adat, sekolah, beasiswa, jalan, infrastruktur, rumah sakit, beasiswa, dan TNI-Polri,” katanya.

Dalam kesempatan tersebut, Panglima Jilah turut menyoroti persoalan yang kerap muncul ketika karhutla terjadi, yakni tudingan terhadap masyarakat peladang sebagai penyebab kebakaran. Menurutnya, aktivitas berladang masyarakat Dayak memiliki karakteristik dan lokasi yang berbeda dengan kawasan perkebunan, terutama terkait lahan gambut.

“Jadi ladang itu dengan perkebunan itu kadang-kadang bersamaan waktunya. Akhirnya peladang yang disalahkan. Tetapi sebenarnya orang berladang tidak di lahan gambut. Orang berladang itu di lahan mineral,” katanya.

Panglima Jilah mengatakan masyarakat adat memiliki peran penting dalam melakukan pengawasan terhadap aktivitas pembakaran lahan. Ia menegaskan, masyarakat adat tidak hanya menjadi pihak yang menerima dampak kebakaran, tetapi juga ikut melakukan pemantauan di wilayah masing-masing.

“Jadi kalau kita membakar, di mana lahan ladang kita dibakar, disitulah kita yang akan monitoringnya,” ujarnya.

Panglima Jilah juga menegaskan bahwa tradisi berladang telah dilakukan masyarakat Dayak sejak lama, jauh sebelum berkembangnya perkebunan di Kalimantan. Ia menambahkan, masyarakat Dayak memiliki hubungan erat dengan alam sehingga menjaga lingkungan menjadi bagian penting dari kehidupan masyarakat adat.

Dalam upaya mencegah karhutla, masyarakat adat juga melakukan sosialisasi melalui para tokoh adat. Edukasi tersebut ditujukan agar masyarakat tidak melakukan pembakaran secara sembarangan.

“Masyarakat adat bersosialisasi lewat tokoh-tokoh adat agar tidak sembarangan membakar hutan karena masyarakat adat itu identik, dekat dengan alam. Tentunya tidak ada alam, tidak ada masyarakat adat. Kita menjaga,” ujar Panglima Jilah.

Pertemuan Presiden Prabowo dengan Panglima Jilah sekaligus menegaskan pentingnya kolaborasi antara pemerintah dan masyarakat adat dalam menjaga Kalimantan. Penanganan karhutla tidak hanya membutuhkan kekuatan personel dan teknologi, tetapi juga keterlibatan masyarakat yang selama turun-temurun hidup berdampingan dengan hutan dan memahami wilayahnya.

 

sumber ;  https://presidenri.go.id/siaran-pers/presiden-prabowo-terima-panglima-jilah-di-istana-perkuat-penanganan-karhutla-dan-peran-masyarakat-adat/

Baca Terusannya »»  

Road to Kilau Raya Hadir di Pati, Kota Kelima dalam Rangkaian Pesta Rakyat MNCTV

 

OKEZONE.COM JAKARTA - Setelah sukses menyapa masyarakat di Tegal, Semarang, Mojokerto, dan Klaten, MNCTV kembali melanjutkan rangkaian Road to Kilau Raya (RTKR) ke kota kelima, yakni Pati.

Sebagai MNCTV Rumahnya Dangdut, Road to Kilau Raya Pati akan hadir pada Sabtu, 29 Agustus 2026, dengan pusat kemeriahan di Alun-Alun Pati. Pesta rakyat ini akan menghadirkan rangkaian aktivitas seru sejak pagi hingga malam, sekaligus menjadi momentum bagi MNCTV untuk semakin dekat dengan masyarakat Pati dan sekitarnya.

Kemeriahan RTKR Pati akan dimulai sejak pukul 07.00 WIB. Masyarakat dapat mengikuti Senam Sehat, menikmati Experience Carnival di Rumahnya Anak & Rumahnya Dangdut, menyaksikan Pawai Artis, serta mengikuti berbagai aktivitas menarik lainnya yang telah disiapkan untuk menghibur masyarakat dari berbagai usia

Tidak hanya menghadirkan aktivitas untuk masyarakat, Road to Kilau Raya Pati juga akan dimeriahkan oleh sederet bintang. Irfan Hakim, Gilga Sahid, Limbad, The Virgin, Bagindaz, Shepin Misa, Prigel Pangayu, Vanny KSB, Wina KDI, dan Kiki Primadona siap hadir memberikan hiburan dan memeriahkan pesta rakyat di Alun-Alun Pati.

Road to Kilau Raya merupakan bentuk kedekatan MNCTV dengan masyarakat di berbagai daerah. Setelah hadir di Tegal, Semarang, Mojokerto, dan Klaten, kini kami membawa kemeriahan yang sama ke Pati. 

Sebagai Rumahnya Dangdut, MNCTV juga memberikan kesempatan bagi masyarakat Pati yang memiliki mimpi menjadi bintang dangdut.

Dalam rangkaian RTKR Pati, akan digelar Audisi KDI dan DMD Panggung Rezeki pada Sabtu, 29 Agustus 2026 di Gedung DPRD Pati.

Kesempatan ini terbuka bagi masyarakat yang ingin menunjukkan kemampuan dan bakat mereka. Audisi KDI menjadi salah satu pintu bagi talenta-talenta baru untuk mewujudkan mimpi menjadi bintang dangdut masa depan, sementara DMD Panggung Rezeki menghadirkan kesempatan bagi masyarakat untuk menjadi bagian dari program unggulan MNCTV.

Selain itu, masyarakat Pati juga dapat merasakan langsung pengalaman dan keseruan bersama MNCTV melalui Experience Carnival di Rumahnya. 

Jangan lewatkan, Road To Kilau Raya Pati dimulai sejak pukul 07.00 WIB dan Live 19.30 WIB. MNCTV

 

Sumber : https://celebrity.okezone.com/read/2026/08/26/598/3238408/road-to-kilau-raya-hadir-di-pati-kota-kelima-dalam-rangkaian-pesta-rakyat-mnctv?page=all 


Baca Terusannya »»  

TNI Kembali Kerahkan 248 Personel Penyuluh untuk Perkuat Penanganan Karhutla


 

(Puspen TNI). TNI mengerahkan 248 personel tambahan sebagai penyuluh untuk memperkuat penanganan Kebakaran Hutan dan Lahan (Karhutla) di sejumlah wilayah Sumatra. Sebanyak 209 personel diberangkatkan dari Lanud Halim Perdanakusuma menuju Lampung, Palembang, dan Pekanbaru, serta 39 personel dari Bandara Raden Inten menuju Palembang, Jumat (28/8/2026).

Personel yang terdiri atas Pasis Seskoad, Pamen TNI AD, Pati TNI AL, dan Tim Pendukung akan memberikan edukasi, meningkatkan kesadaran masyarakat, serta membantu pemantauan dan penanganan awal di wilayah rawan Karhutla.

Pengerahan ini menunjukkan kesiapsiagaan TNI dalam mendukung pemerintah dan memperkuat koordinasi dengan pemerintah daerah, aparat terkait, serta masyarakat. Kehadiran personel di lapangan diharapkan dapat mengoptimalkan upaya pencegahan dan penanganan Karhutla sekaligus mencegah meluasnya dampak terhadap masyarakat dan lingkungan.

TNI akan terus memberikan dukungan secara terpadu sesuai kebutuhan di lapangan. Pengerahan 248 personel penyuluh tambahan ini merupakan bagian dari komitmen TNI untuk mendukung upaya pemerintah dalam menjaga keselamatan masyarakat dan kelestarian lingkungan dari dampak Karhutla.

 

sumber ;  https://tni.mil.id/view-267291-tni-kembali-kerahkan-248-personel-penyuluh-untuk-perkuat-penanganan-karhutla.html

Baca Terusannya »»  

Perkembangan Situasi dan Penanganan Bencana di Tanah Air 28 Agustus 2026

 

 

 

JAKARTA – Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) merangkum perkembangan kejadian bencana di berbagai wilayah Indonesia sebagai bagian dari upaya memastikan penanganan dilakukan secara cepat dan tepat. Berdasarkan pemantauan Pusat Pengendalian Operasi Penanggulangan Bencana (Pusdalops) BNPB periode Kamis (27/8) pukul 07.00 WIB hingga Jumat (28/8) pukul 07.00 WIB, sejumlah kejadian baru dilaporkan di beberapa wilayah, antara lain kebakaran hutan dan lahan serta kekeringan.

Di Provinsi Kepulauan Riau, kebakaran hutan dan lahan terjadi di Kabupaten Lingga pada Rabu (26/8), dengan luas lahan terbakar sekitar lima hektare. Lokasi kebakaran berada di Desa Bukit Belah, Kecamatan Singkep Barat, dan Desa Kebun Nyiur, Kecamatan Singkep.

Petugas di lapangan telah melakukan penanganan dan api berhasil dipadamkan pada Kamis (27/8). BNPB mengimbau pemerintah daerah bersama masyarakat tetap meningkatkan pemantauan di wilayah rawan kebakaran, terutama pada lahan kering, serta memastikan tidak ada bara api yang berpotensi memicu kebakaran kembali.

Peristiwa serupa juga terjadi di Kabupaten Minahasa, Provinsi Sulawesi Utara, dengan luas lahan terbakar sekitar lima hektare. Lokasi terdampak mencakup Kelurahan Tukap di Kecamatan Kombi, Kelurahan Toulour di Kecamatan Tondano, dan Kelurahan Sumalangka di Kecamatan Tondano Barat. Waktu awal kejadian belum diketahui, namun tim gabungan telah berhasil memadamkan api pada Kamis (27/8).

Meskipun telah padam, kondisi lahan yang kering tetap memerlukan kewaspadaan untuk mencegah api kembali muncul dan meluas. Upaya pencegahan melalui patroli dan pemantauan di wilayah rawan perlu terus dilakukan, disertai penanganan segera apabila ditemukan indikasi kebakaran.

Sementara itu, kebakaran hutan dan lahan terjadi di Kabupaten Barru, Provinsi Sulawesi Selatan, dengan luas lahan terbakar sekitar tiga hektare. Lokasi kebakaran berada di Desa Tellumpanua, Kecamatan Tanete Rilau, atau di sekitar SMA Negeri 3 Barru.

Berdasarkan hasil kaji cepat dan penuturan saksi di lapangan, kebakaran telah terjadi sejak dua hari sebelumnya. Api sempat berhasil dikendalikan, namun kembali menyala dan kemudian menjalar. Hingga pemantauan dan upaya pemadaman terakhir pada Kamis (27/8), kebakaran masih dalam proses penanganan oleh unsur terkait.

Selain karhutla, kejadian kekeringan juga dilaporkan di Kabupaten Nduga, Provinsi Papua Pegunungan. Lokasi terdampak berada di Kampung Bowisa, Distrik Mugi, dan Kampung Mbuwa, Distrik Mbuwa.

Kondisi tersebut berdampak pada sekitar 1.156 kepala keluarga yang terancam mengalami kerawanan pangan. Selain itu, sekitar 2.325 hektare lahan pertanian dilaporkan mengalami gagal panen. Sebagian warga terdampak telah mengungsi ke Distrik Walaik. Pemerintah daerah diharapkan terus melakukan pendataan dan pemantauan kondisi masyarakat terdampak, terutama terkait ketersediaan pangan, air bersih, dan kebutuhan dasar lainnya agar penanganan dapat dilakukan sesuai kondisi di lapangan.

BNPB mengingatkan bahwa kondisi cuaca yang cenderung kering di sejumlah wilayah dapat meningkatkan potensi kebakaran hutan dan lahan. Masyarakat diimbau tidak melakukan pembakaran untuk membuka atau membersihkan lahan, tidak membuang puntung rokok atau benda lain yang dapat memicu api secara sembarangan, serta segera melaporkan apabila melihat titik api. Pemerintah daerah juga perlu memperkuat patroli dan pemantauan wilayah rawan, memastikan kesiapan personel dan peralatan, serta mempercepat penanganan apabila kebakaran mulai terdeteksi.

Untuk menghadapi dampak kekeringan, masyarakat di wilayah rawan diimbau menggunakan air secara bijak dan mengutamakan kebutuhan pokok. Masyarakat juga diharapkan mengikuti informasi dan arahan pemerintah daerah terkait distribusi air bersih maupun bantuan lainnya. Pemerintah daerah perlu mengantisipasi dampak kekeringan terhadap ketersediaan air dan pangan melalui pemantauan sumber air, kondisi lahan pertanian, serta kelompok masyarakat yang memiliki tingkat kerentanan lebih tinggi, terutama masyarakat di wilayah pegunungan dengan akses yang sulit dijangkau.

BNPB menekankan bahwa kesiapsiagaan merupakan tanggung jawab bersama. Kecepatan informasi dari masyarakat kepada pemerintah daerah, respons petugas di lapangan, serta koordinasi lintas sektor menjadi bagian penting untuk mencegah kejadian berkembang menjadi bencana yang lebih besar. Masyarakat diminta tetap tenang, tidak panik, serta senantiasa waspada dan mengikuti informasi resmi dari pemerintah dan instansi terkait.

BNPB bersama pemerintah daerah akan terus memantau perkembangan situasi dan mendorong penguatan upaya pencegahan serta kesiapsiagaan di wilayah yang memiliki potensi ancaman bencana. Langkah antisipasi sejak dini diharapkan dapat meminimalkan risiko terhadap keselamatan masyarakat, lingkungan, serta aktivitas sosial dan ekonomi.




Sumber : https://bnpb.go.id/berita/perkembangan-situasi-dan-penanganan-bencana-di-tanah-air-28-agustus-2026

 

 

Baca Terusannya »»  

Tak Hanya Lari, Race Village Merdeka Run Libatkan 81 UMKM Dorong Perputaran Ekonomi

 


Jakarta: Kawasan Monumen Nasional (Monas) menjadi Race Village pada gelaran Merdeka Run yang akan dilaksanakan di Jakarta, pada Sabtu (29/8). Kemeriahan tidak hanya berlangsung di lintasan. Race Village di kawasan Monas turut menghadirkan 81 tenant UMKM, panggung hiburan, dan berbagai photo point untuk peserta maupun pengunjung.

Kehadiran 81 UMKM membuat Race Village menjadi ruang bertemunya olahraga dan aktivitas ekonomi. Peserta dapat berbelanja, menikmati berbagai produk, serta berinteraksi langsung dengan para pelaku usaha yang hadir dalam rangkaian Merdeka Run 2026.

Selain UMKM, panggung utama akan menjadi pusat hiburan dengan penampilan sejumlah musisi, di antaranya Wali Band dan Moluccan Soul. Sejumlah photo point juga disiapkan untuk menambah pengalaman peserta setelah menyelesaikan perlombaan.

Kehadiran berbagai aktivitas tersebut menunjukkan bahwa event olahraga dapat membuka peluang bagi sektor usaha di sekitarnya. Ribuan peserta yang hadir turut menciptakan kebutuhan terhadap makanan, minuman, fesyen, perlengkapan olahraga, hingga berbagai produk dan jasa pendukung.

Merdeka Run 2026 mengusung tema “Bangun, Bergerak, Merdeka”. Sekitar 10 ribu peserta akan mengikuti lomba yang dimulai pukul 05.00 WIB dari kawasan Istana Merdeka dengan jarak tempuh 8,1 kilometer.

Melalui Race Village, semangat “Bangun, Bergerak, Merdeka” tidak hanya hadir dalam aktivitas berlari, tetapi juga melalui pergerakan ekonomi yang melibatkan UMKM, komunitas, dan pelaku industri pendukung olahraga.

 

 

Sumber : https://www.kemenpora.go.id/detail/6993/tak-hanya-lari-race-village-merdeka-run-libatkan-81-umkm-dorong 

Baca Terusannya »»  

Kenali Warna Bib Merdeka Run 2026, Pastikan Chip Timing Tetap Aman

 

Jakarta: Peserta Merdeka Run 2026 perlu mengenali warna BIB yang digunakan sesuai dengan kategori perlombaan. Selain menjadi identitas peserta, BIB juga memiliki fungsi penting dalam mendukung proses pencatatan waktu selama perlombaan berlangsung.

Terdapat empat warna BIB yang digunakan dalam Merdeka Run 2026. Warna merah diperuntukkan bagi peserta kategori umum dengan rentang usia 17–39 tahun. Warna hijau digunakan untuk kategori family yang terdiri atas empat orang dengan kombinasi peserta pria dan wanita. Sementara itu, warna biru diperuntukkan bagi peserta kategori wheelchair berusia 17 tahun ke atas, sedangkan warna gold digunakan untuk kategori master.

Selain sebagai penanda kategori, pada bagian belakang BIB terdapat chip timing yang berfungsi memantau dan mencatat waktu tempuh setiap peserta selama mengikuti perlombaan. Chip tersebut menjadi bagian penting dalam sistem pencatatan waktu sehingga peserta perlu memastikan kondisinya tetap baik.

Para runner diimbau tidak melipat, mematahkan, merusak, atau melakukan tindakan lain yang dapat mengganggu kondisi chip timing. Kerusakan pada chip dapat memengaruhi proses pembacaan dan pencatatan waktu peserta selama perlombaan.

Dengan memahami kategori melalui warna BIB dan menjaga chip timing tetap dalam kondisi baik, peserta dapat mengikuti Merdeka Run 2026 dengan lebih nyaman serta memastikan perjalanan hingga garis finis tercatat dengan baik. 

 

 

Sumber : https://www.kemenpora.go.id/detail/6990/kenali-warna-bib-merdeka-run-2026-pastikan-chip-timing-tetap 


Baca Terusannya »»  

Merdeka Run 2026 Digelar Sabtu, Sejumlah Ruas Jalan di Jakarta Ditutup Sementara

 


Jakarta: Merdeka Run 2026 akan digelar pada Sabtu (29/8) dengan titik start di kawasan Istana Merdeka, Jakarta. Untuk mendukung kelancaran dan keamanan pelaksanaan kegiatan, sejumlah ruas jalan yang menjadi bagian dari rute lari akan ditutup sementara mulai pukul 04.00 hingga 07.30 WIB.

Masyarakat yang akan beraktivitas di Jakarta pada waktu tersebut diimbau menghindari sejumlah ruas jalan, di antaranya Jalan Medan Merdeka Barat, Jalan M.H. Thamrin, kawasan Bundaran HI, Jalan Jenderal Sudirman, Jalan Galunggung, dan Jalan R.M. Margono Djojohadikusumo. Pengguna jalan diharapkan menyesuaikan waktu perjalanan dan memanfaatkan jalur alternatif sesuai tujuan.

Bagi pengguna jalan dari arah utara, perjalanan dari Harmoni menuju Tugu Tani dapat melalui Jalan Ir. H. Juanda, Jalan Pos, Jalan Gedung Kesenian, Jalan Lapangan Banteng Utara, Jalan Taman Pejambon, Jalan Medan Merdeka Timur, hingga Jalan M.I. Ridwan Rais. Sementara itu, rute dari Harmoni menuju Blok M dapat melalui Jalan Ir. H. Juanda, Jalan Suryopranoto, Jalan Balikpapan, Jalan Cideng Timur, Jalan K.H. Mas Mansyur, Jalan Prof. Dr. Satrio, hingga Jalan Jenderal Sudirman.

Dari arah selatan, pengguna jalan dari Blok M menuju Harmoni dapat menggunakan Jalan Jenderal Sudirman, Jalan K.H. Mas Mansyur, Jalan Cideng Barat, Jalan Balikpapan, dan Jalan Suryopranoto. Adapun dari kawasan Grand Indonesia menuju Harmoni, perjalanan dapat melalui Jalan Kebon Kacang Raya, Jalan H.M. Saleh Ishak, Jalan K.H. Mas Mansyur, Jalan Cideng Barat, Jalan Balikpapan, hingga Jalan Suryopranoto.

Sementara itu, dari arah timur dan barat, pengguna jalan juga dapat memanfaatkan sejumlah jalur alternatif. Dari Tugu Tani menuju Harmoni dapat melalui Jalan M.I. Ridwan Rais, Jalan Medan Merdeka Timur, Jalan Perwira, Jalan Katedral, hingga Jalan Ir. H. Juanda. Dari Menteng menuju Tanah Abang dapat melalui Jalan Imam Bonjol, Jalan H. Agus Salim, Jalan Kebon Sirih, Jalan M.I. Ridwan Rais, dan Jalan Medan Merdeka Timur.

Adapun pengguna jalan dari Manggarai menuju Tanah Abang dapat melalui Jalan Galunggung, Jalan Jenderal Sudirman, Jalan Prof. Dr. Satrio, hingga Jalan K.H. Mas Mansyur. Sementara itu, perjalanan dari Tanah Abang menuju Harmoni dapat menggunakan Jalan Jati Baru Raya, Jalan Abdul Muis, dan Jalan Majapahit. Untuk rute Tanah Abang menuju Manggarai, pengguna jalan dapat melalui Jalan K.H. Mas Mansyur, Jalan R.M. Margono Djojohadikusumo, hingga Jalan Galunggung.

Masyarakat diimbau mengatur waktu perjalanan, mengikuti arahan petugas di lapangan, dan memilih jalur alternatif sesuai tujuan. Pengaturan lalu lintas tersebut dilakukan untuk memastikan Merdeka Run 2026 berlangsung aman dan lancar, sekaligus menjaga kenyamanan masyarakat yang tetap beraktivitas di kawasan Jakarta Pusat.

 

 

Sumber : https://www.kemenpora.go.id/detail/6989/merdeka-run-2026-digelar-sabtu-sejumlah-ruas-jalan-di-jakarta-di 

Baca Terusannya »»  

Presiden Prabowo dan Presiden Ramos-Horta Bahas Penguatan Kerja Sama, Termasuk Kolaborasi Riset Dalam Negeri


 

Presiden Prabowo Subianto menerima kunjungan Presiden Timor Leste José Ramos-Horta bersama sejumlah penerima Nobel di Istana Merdeka, Jakarta, pada Jumat (28/08/2026). Dalam pertemuan tersebut, kedua pemimpin negara membahas peningkatan kerja sama, salah satunya melalui kolaborasi antara para peraih Nobel dengan peneliti dan akademisi Indonesia.

“Lebih banyak saya kira potensi untuk ke depan, untuk dieksplorasi, terutama kan para pemenang Nobel ini dari berbagai latar belakang. Ada yang biologis, ada yang fisika, dan macam-macam,” ujar Menteri Kebudayaan Fadli Zon dalam keterangannya usai pertemuan.

Sementara itu, Kepala Badan Riset dan Inovasi Nasional (BRIN) Arif Satria menjelaskan bahwa kolaborasi tersebut menjadi fondasi penting dalam memperkuat ekosistem riset di dalam negeri. Menurutnya, Presiden Prabowo menegaskan agar kolaborasi tersebut dapat segera direalisasikan.

“Karena sangat penting sekali para peraih Nobel itu memberikan inspirasi, kemudian bisa menjadi bagian dari ekosistem penguatan talenta riset di Indonesia. Dan Pak Presiden juga sangat berharap bahwa kolaborasi ini bisa dilakukan secepatnya,” jelas Arif.

Arif menuturkan, kolaborasi serupa sebelumnya telah dilakukan BRIN dalam pengembangan Metal-Organic Framework bersama peraih Nobel asal Jepang, Susumu Kitagawa. Menurutnya, kerja sama tersebut dilakukan melalui pembangunan sister lab di Indonesia yang berfokus pada pengembangan teknologi terkait gas alam.

“Jadi sudah pernah saya sampaikan bahwa peraih Nobel Jepang ini kemudian membangun sister lab di Indonesia. Dan sister lab di Indonesia ini sekarang sedang mempersiapkan bagaimana menghasilkan gas alam dengan tekanan yang lebih rendah dengan menggunakan temuan dari hasil peraih Nobel itu,” tuturnya.

Di samping penguatan riset, Arif menuturkan bahwa para peraih Nobel yang diterima Presiden Prabowo sebelumnya telah mengunjungi kawasan konservasi di Lampung. Hal tersebut turut menjadi perhatian dalam pertemuan, khususnya terkait upaya memperkuat konservasi alam di Indonesia.

“Jadi Pak Presiden juga punya komitmen yang sangat kuat agar proteksi terhadap flora fauna di Indonesia ini bisa semakin diperkuat. Itu tadi poin-poin yang tadi sudah disampaikan Pak Presiden,” ungkapnya.

Dalam pertemuan tersebut, Presiden Prabowo juga menyampaikan sejumlah program strategis Indonesia, mulai dari ketahanan pangan hingga pembangunan kampung nelayan. Menurut Arif, Presiden turut berbagi pengalaman Indonesia dalam pelaksanaan program Makan Bergizi Gratis (MBG).

“Pak Presiden juga menyampaikan berbagai program strategis terkait dengan food security, pengalaman kita untuk MBG, dan Presiden juga terus menegaskan komitmen untuk membangun kampung nelayan,” jelasnya.

Selain membahas penguatan riset dan program strategis nasional, Presiden Prabowo mendorong BRIN untuk terus menciptakan inovasi dalam menghadapi potensi bencana di Indonesia. Salah satu inovasi yang menjadi perhatian ialah pengembangan rumah modular tahan gempa yang percontohannya telah dibangun sejak 2021–2022.

“Pak Presiden tadi sudah menyampaikan bahwa Indonesia itu merupakan daerah yang ring of fire ya, banyak sekali titik kerentanan terhadap bencana. Sehingga beliau tadi menyampaikan bahwa ini memerlukan kajian, memerlukan inovasi-inovasi teknologi untuk bisa mengatasi, mengantisipasi, maupun terus bisa memberikan solusi sehingga hal-hal tersebut tidak terjadi di Indonesia,” pungkasnya.

 

sumber ;  https://setneg.go.id/baca/index/presiden_prabowo_dan_presiden_ramos_horta_bahas_penguatan_kerja_sama_termasuk_kolaborasi_riset_dalam_negeri

Baca Terusannya »»  

Presiden Prabowo Terima Kunjungan Presiden Ramos-Horta, Perkuat Kemitraan hingga Kolaborasi Keilmuan


 

Presiden Prabowo Subianto menerima kunjungan Presiden Timor-Leste José Ramos-Horta bersama 20 peraih Nobel dari berbagai negara di Istana Merdeka, Jakarta, pada Jumat (28/07/2026). Pertemuan tersebut menjadi momentum untuk memperkuat hubungan Indonesia dan Timor-Leste sekaligus membuka peluang kolaborasi di berbagai bidang strategis.

Sekretaris Kabinet (Seskab) Teddy Indra Wijaya dalam keterangan tertulisnya menyampaikan bahwa para peraih Nobel yang hadir memiliki latar belakang dan bidang keahlian yang beragam.

“Para peraih Nobel tersebut berasal dari beragam bidang, mulai dari perdamaian, sains, kimia, pangan, dan bidang keilmuan lainnya,” ujarnya.

Menurut Seskab, pertemuan tersebut tidak hanya menjadi bagian dari upaya mempererat hubungan antara Indonesia dan Timor-Leste, tetapi juga membuka kesempatan bagi pengembangan kolaborasi yang lebih luas.

“Pertemuan ini menjadi ruang untuk memperkuat hubungan Indonesia dan Timor-Leste, sekaligus membuka peluang kolaborasi di bidang lingkungan hidup, riset, pendidikan tinggi, sains, dan inovasi,” ungkap Seskab.

Turut mendampingi Presiden Prabowo dalam pertemuan tersebut adalah sejumlah menteri Kabinet Merah Putih. Selain itu, pertemuan turut dihadiri oleh perwakilan Komisi IV DPR RI yang membidangi antara lain urusan lingkungan hidup.

 

sumber :  https://setneg.go.id/baca/index/presiden_prabowo_terima_kunjungan_presiden_ramos_horta_perkuat_kemitraan_hingga_kolaborasi_keilmuan

Baca Terusannya »»  

Titik Panas Wilayah Lampung Meningkat, BNPB Gelar Operasi Modifikasi Cuaca


 

BANDAR LAMPUNG – Pantauan jumlah titik panas di Provinsi Lampung menunjukkan peningkatan. BNPB menggelar Operasi Modifikasi Cuaca guna mencegah kebakaran hutan dan lahan, termasuk menjaga konservasi gajah Way Kambas.

Sebagai langkah antisipasi, Gubernur Lampung meminta bantuan Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) untuk melakukan Operasi Modifikasi Cuaca (OMC). Berbasis di Bandara Raden Inten II dan disupervisi oleh BMKG, operasi ini berlangsung pada 26–30 Agustus 2026. Pesawat dan komponen pendukungnya telah tiba di Lampung pada Rabu (26/8). Pada hari itu juga satu sorti penerbangan dilakukan dengan menyemai garam sebanyak 800 kg. Penyemaian terkonsentrasi di wilayah Lampung Timur yang terdeteksi terdapat awan yang berpotensi tumbuh menjadi awan hujan. 

Hujan terpantau terjadi di Bandar Sribawono dan Karanganyar.

OMC selanjutnya berlangsung pada Kamis (27/8) dengan satu sorti penerbangan. Bahan semai seberat 800 kg disebar masih di wilayah Lampung Timur. Pantauan radar BMKG mendeteksi hujan intensitas ringan turun di kabupaten tersebut. 

Operasi udara ini akan berlangsung dari 26 hingga 30 Agustus 2026. Operasi ini dikendalikan dari Bandara Raden Inten II. Pelaksanaannya didampingi Deputi Bidang Modifikasi Cuaca Badan Meteorologi Klimatologi dan Geofisika (BMKG) serta berkoordinasi dengan kementerian, lembaga dan organisasi perangkat daerah wilayah Provinsi Lampung. 

Sementara itu, ancaman kebakaran hutan dan lahan wilayah Lampung menjadi perhatian Presiden Prabowo Subianto. Dalam rapat penanganan kebakaraan hutan dan lahan di Riau, Senin (24/8), Presiden Prabowo memberikan atensi khusus terhadap penanganan di wilayah Provinsi Lampung serta perlindungan konservasi gajah di Taman Nasional Way Kambas, Lampung Timur. 

"Saya juga minta diperhatikan untuk Lampung, ada Taman Nasional Way Kambas, untuk menjadi fokus kita. Saya mendapat laporan ada hot spot di situ dan sudah ada kebakaran. Di situ taman konservasi kita untuk gajah dan sebagainya. Gajah-gajah terakhir di Sumatera harus kita rawat," ujar Presiden Prabowo Subioanto.

Berdasarkan data satelit NOAA20 pada xistem informasi Sipongi Kementerian Kehutanan dalam empat hari terakhir, jumlah titik panas atau hotspot meningkat. Peningkatan ini terpantau satelit yaitu 11 titik pada 24 Agustus menjadi 18 titik sehari kemudian (25/8). Meskipun sempat turun pada Rabu, 26 Agustus, kenaikan tercatat 26 titik panas pada Kamis, 27 Agustus. 

Mengacu kepada prakiraan BMKG, cuaca di sebagian besar Lampung pada Agustus hingga September mengalami puncak musim kemarau sehingga menyebabkan wilayah ini berada pada status siaga bencana kekeringan yang berpotensi meningkatkan resiko kebakaran hutan dan lahan.

Gubernur Lampung telah menetapkan status siaga darurat bencana hidrometeorologi di wilayah Lampung tahun ini, yang berlaku sampai 23 September 2026. 

Data dari Satuan Tugas Kebakaran Hutan dan Lahan Provinsi Lampung sampai dengan  27 Agustus 2026 tercatat rekapitulasi luas lahan terbakar sekitar kurang lebih 674,5 ha.

Menyikapi masuknya musim kemarau yang berpotensi mengakibatkan bencana asap akibat kebaran hutan dan lahan, BNPB menekankan kembali instruksi Presiden Nomor 3 Tahun 2020 tentang Penanggulangan Karhutla.  BNPB mengimbau, di antaranya pemerintah daerah bersama masyarakat dan pelaku usaha kehutanan dan pertanian dapat bekerja sama dalam pencegahan dini.




Sumber : https://bnpb.go.id/berita/titik-panas-wilayah-lampung-meningkat-bnpb-gelar-operasi-modifikasi-cuaca

Baca Terusannya »»  

Hotspot Meningkat, Kemenhut Perkuat Operasi Karhutla dan Pemantauan Dampak Asap

 


Jakarta, 28 Agustus 2026 – Kementerian Kehutanan bersama tim gabungan terus memperkuat operasi pengendalian kebakaran hutan dan lahan (karhutla) menyusul meningkatnya jumlah titik panas atau hotspot yang terpantau di sejumlah wilayah Indonesia, khususnya Sumatera dan Kalimantan. Penanganan dilakukan melalui pemadaman darat, groundcheck, patroli, mopping up, water bombing, Operasi Modifikasi Cuaca (OMC), serta penguatan pencegahan dan pemantauan di wilayah prioritas.

Berdasarkan pemantauan SiPongi Kementerian Kehutanan yang bersumber dari satelit NASA Terra/Aqua, SNPP, dan NOAA-20, hingga Kamis, 27 Agustus 2026 pukul 21.14 WIB terdeteksi 717 hotspot dengan tingkat kepercayaan tinggi (high confidence) dan 12.696 hotspot dengan tingkat kepercayaan menengah (medium confidence). Jumlah tersebut meningkat dibandingkan pemantauan pada 26 Agustus 2026.

Kementerian Kehutanan menegaskan bahwa hotspot merupakan indikasi adanya anomali suhu permukaan berdasarkan penginderaan satelit dan tidak serta-merta menunjukkan satu kejadian kebakaran. Satu kejadian kebakaran dapat terdeteksi sebagai beberapa hotspot. Karena itu, setiap indikasi yang terpantau melalui satelit tetap memerlukan verifikasi melalui groundcheck dan pemantauan kondisi lapangan.

Berdasarkan data satelit Terra/Aqua pada enam provinsi prioritas, hotspot dengan tingkat kepercayaan tinggi terutama terpantau di Kalimantan Tengah sebanyak 280 titik, Kalimantan Barat 128 titik, Sumatera Selatan 82 titik, Kalimantan Selatan 16 titik, Jambi empat titik, dan Riau satu titik. Sementara pada kategori tingkat kepercayaan menengah, terpantau 4.358 hotspot di Kalimantan Tengah, 1.787 di Kalimantan Barat, 1.037 di Sumatera Selatan, 825 di Kalimantan Selatan, 183 di Riau, dan 60 di Jambi.

Peningkatan hotspot langsung direspons dengan penguatan operasi di lapangan. Berdasarkan laporan Posko Pengendalian Kebakaran Hutan Kementerian Kehutanan, Manggala Agni Kemenhut bersama TNI, Polri, BPBD, pemadam kebakaran, Masyarakat Peduli Api (MPA), pemerintah daerah, masyarakat, dan unsur terkait lainnya terus melakukan pemadaman, pengecekan lapangan, penyekatan, serta pendinginan pada lokasi-lokasi yang masih menunjukkan aktivitas api maupun bara.

Di Kalimantan Barat, misalnya, operasi di Kabupaten Sintang dilakukan dengan terlebih dahulu melakukan size up untuk mengidentifikasi titik api yang masih aktif, menentukan sektor prioritas, serta menyesuaikan strategi pemadaman dengan kondisi lapangan. Personel kemudian dibagi ke beberapa sektor dengan memanfaatkan pompa jinjing dan sumber air di sekitar lokasi. Pada lokasi lain, keterbatasan sumber air diatasi dengan sistem suplai estafet dari kolam menuju collapsible tank agar pemadaman tetap dapat berlangsung.

Di Kendawangan, Kabupaten Ketapang, kondisi parit yang kering membuat tim memanfaatkan mobil tangki untuk mendukung suplai air. Ketika kebakaran lain terpantau mendekati permukiman, Manggala Agni Kemenhut bergerak bersama TNI AL, TNI AD, dan Polri untuk melakukan pemadaman dan penyisiran terhadap bara yang masih aktif.

Di Kalimantan Tengah, penanganan dilakukan melalui pemadaman langsung, mopping up, patroli, serta pemblokiran penjalaran api, terutama pada kebakaran yang terjadi di lahan gambut. Di Palangka Raya, petugas memfokuskan pemadaman pada api yang berpotensi bergerak menuju permukiman dan terus menangani titik-titik asap dari kebakaran bawah gambut. Sementara di sekitar Taman Nasional Sebangau, pemantauan drone dan groundcheck digunakan untuk mendeteksi titik api dan membantu menentukan lokasi prioritas pemadaman.

Di Kalimantan Selatan, pemadaman gabungan darat dan udara terus dilakukan, termasuk di wilayah Banjarbaru. Pola pemadaman diarahkan untuk memutus penjalaran api agar tidak meluas menuju fasilitas publik. Kondisi bahan bakar yang kering, kebakaran bawah, serta angin yang cukup kencang menjadi tantangan bagi petugas di lapangan. Pemantauan menggunakan drone juga dilakukan untuk mendukung operasi.

Operasi serupa berlangsung di Sumatera. Di Jambi, Manggala Agni Kemenhut melakukan pemadaman bersama BPBD, TNI, Polri, Damkar, perangkat desa, dan masyarakat. Pada salah satu lokasi di Muaro Jambi, puluhan warga turut bergabung dalam penanganan kebakaran. Di Sumatera Selatan, pemadaman dilakukan pada sejumlah lokasi di antaranya Ogan Ilir dan Palembang, dengan beberapa lokasi telah berhasil dikendalikan dan dinyatakan padam.

Untuk memperkuat operasi darat tersebut, pemerintah menyiagakan dukungan udara berupa 30 unit helikopter di Kalimantan dan 22 unit helikopter di Sumatera untuk mendukung water bombing dan patroli udara. OMC juga terus diupayakan pada wilayah dan waktu yang memenuhi kondisi meteorologis untuk membantu penanganan karhutla.

Selain pengendalian api, pemerintah terus memantau kualitas udara dan jarak pandang. Berdasarkan pemantauan pada 27 Agustus 2026 pukul 09.00 WIB, jarak pandang di Pontianak tercatat sekitar 1 kilometer dengan kondisi berasap, sementara Palangka Raya sekitar 1,2 kilometer dengan kondisi berasap. Di Pekanbaru jarak pandang tercatat sekitar 3 kilometer dengan kondisi udara kabur, sedangkan Palembang sekitar 3,5 kilometer dan Banjarmasin sekitar 4 kilometer, keduanya dalam kondisi berasap.

Pada saat yang sama, kondisi relatif lebih baik terpantau di Jambi dengan jarak pandang sekitar 7 kilometer, sementara Samarinda mencapai 10 kilometer atau lebih. Pemantauan kualitas udara menunjukkan sejumlah wilayah di Sumatera dan Kalimantan masih berada pada kategori tidak sehat hingga sangat tidak sehat, sementara kondisi di sebagian besar wilayah lainnya relatif lebih baik.

Kementerian Kehutanan mengimbau masyarakat untuk tidak membuka ataupun membersihkan lahan dengan cara membakar. Masyarakat di wilayah terdampak asap juga diminta memperhatikan informasi kualitas udara dan kondisi lingkungan dari instansi berwenang serta mengurangi aktivitas yang dapat meningkatkan risiko kebakaran.

Masyarakat yang menemukan asap, titik api, atau indikasi kebakaran diminta segera melapor agar petugas dapat melakukan verifikasi dan penanganan sedini mungkin. 

Informasi atau laporan terkait karhutla dapat disampaikan melalui Posko Karhutla Kementerian Kehutanan pada nomor 021-5704618, WhatsApp +62 8131-00-35000, atau email posko.karhutla@kehutanan.go.id.

 

 

Sumber : https://www.kehutanan.go.id/pers/hotspot-meningkat-kemenhut-perkuat-operasi-karhutla-dan-pemantauan-dampak-asap 

Baca Terusannya »»  

BGN: Realisasi Anggaran MBG Capai Rp117 Triliun

 




Jakarta, InfoPublik — Badan Gizi Nasional (BGN) mencatat realisasi anggaran untuk pelaksanaan program Makan Bergizi Gratis (MBG) telah mencapai Rp117 triliun hingga 27 Agustus 2026. Realisasi tersebut merupakan bagian dari total anggaran BGN tahun 2026 yang telah diefisienkan menjadi Rp229 triliun.

Kepala BGN Sudaryono mengatakan anggaran BGN sebelumnya ditetapkan sebesar Rp268 triliun. Setelah dilakukan penyisiran dan efisiensi, anggaran tersebut menjadi Rp229 triliun. Dari pagu anggaran hasil efisiensi tersebut, sebanyak Rp117 triliun telah digunakan untuk pelaksanaan program MBG.

"Jadi dari Rp 268 triliun itu kemudian kami sisir, itu kami efisiensikan menjadi Rp 229 triliun, dari Rp 229 triliun itu terpakailah Rp 117 triliun," ujar Sudaryono di gedung Kementerian Keuangan, Jakarta, Jumat (28/8/2026).

Sudaryono menegaskan BGN tidak mengajukan tambahan anggaran pada tahun ini meskipun masih terdapat rencana perluasan cakupan program MBG melalui pembukaan Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) baru. BGN akan mengoptimalkan anggaran yang telah tersedia untuk memenuhi kebutuhan masyarakat di wilayah yang belum mendapatkan program tersebut.

"Kemudian secara bertahap kami buka. Nah, pembukaan ini kan juga mengandung anggaran di mana anggaran itu kami sesuaikan dan insyaallah tidak perlu adanya penambahan anggaran. Anggaran yang sekarang di 2026 ini insyaallah bisa kami maksimalkan tanpa ada penambahan anggaran sehingga kebutuhan MBG bagi wilayah-wilayah yang belum, bagi sekolah-sekolah yang belum," kata Sudaryono.

Sejalan dengan optimalisasi anggaran, BGN juga melakukan penataan dan penyisiran data penerima manfaat untuk memastikan anggaran MBG tersalurkan secara tepat sasaran. Salah satu temuan yang tengah ditindaklanjuti adalah sekitar 6 juta data penerima yang terindikasi ganda, misalnya siswa yang tercatat sebagai pelajar SMP sekaligus santri di pondok pesantren.

BGN juga menemukan sejumlah dapur yang sebelumnya telah menerima penyaluran dana tetapi belum beroperasi. Dari 414 dapur yang ditemukan belum beroperasi, BGN telah mengembalikan dana sebesar Rp311 miliar ke kas negara.

"Jadi ada double-double itu semua kita sisir. Itu ada sekitar 6 jutaan, termasuk juga ada beberapa dapur yang kemarin sudah saya umumkan, ada 414 dapur yang ternyata dapurnya belum beroperasi tapi sudah dikirimi duit. Nah, itu kan uangnya sudah kita ambil, kita kembalikan ke kas negara Rp311 miliar," jelas Sudaryono.

Selain penataan anggaran dan data penerima, BGN melakukan penajaman sasaran penerima manfaat MBG. Sekitar 80 sekolah swasta yang dikategorikan elite dikecualikan dari program karena dinilai telah memiliki fasilitas dan kemampuan yang memadai secara mandiri. Sejumlah sekolah, antara lain Jakarta Intercultural School (JIS), Cikal, Taruna Nusantara, dan Kemala Bhayangkari, termasuk dalam daftar pengecualian tersebut.

Untuk memperluas cakupan program secara lebih tepat sasaran, BGN juga menyiapkan pembukaan sekitar 2.700 dapur di wilayah Tertinggal, Terdepan, dan Terluar (3T) mulai September 2026. Pembukaan SPPG baru juga akan diprioritaskan di pondok pesantren serta wilayah di luar Jawa yang memiliki tingkat kebutuhan tinggi.

Dari total 27.485 titik yang tercatat, sebanyak 27.022 SPPG telah ditetapkan melalui surat penetapan resmi. Sementara itu, 463 titik sempat ditangguhkan (suspend) karena kelengkapan profil yang belum memadai. Hasil penelusuran juga menemukan tujuh dapur yang sudah lama tidak beroperasi, termasuk lokasi yang tidak memiliki wujud fisik atau terindikasi fiktif.

Dalam rangka memperkuat tata kelola dan akuntabilitas anggaran, BGN bersama Kementerian Keuangan juga menyepakati penguatan sistem pelaporan keuangan secara digital. Sistem pelaporan di tingkat dapur akan disinkronkan secara system-to-system antara SIKN Kementerian Keuangan dan SIPGN.

"Jadi ini intinya adalah yang tadinya manual-manual ini tidak boleh manual-manual lagi, tapi bagaimana caranya tim yang atau orang yang bekerja di lapangan, di dapur, itu kemudian dengan sistem dia bisa bekerja dengan dan dipermudah untuk pelaporannya," ujar Sudaryono.

Dengan realisasi Rp117 triliun hingga 27 Agustus 2026, BGN menegaskan pelaksanaan MBG terus diarahkan pada optimalisasi anggaran, ketepatan sasaran penerima manfaat, serta penguatan tata kelola untuk memastikan program dapat berjalan secara efektif tanpa membutuhkan tambahan anggaran pada tahun berjalan.

 

 

Sumber : https://infopublik.id/kategori/prioritas-nasional-2026/986259/bgn-realisasi-anggaran-mbg-capai-rp117-triliun 

Baca Terusannya »»  

Mendiktisaintek Brian Yuliarto : Lulusan Perguruan Tinggi Perlu Menjadi Penggerak Ekonomi Berbasis Sains dan Teknologi

 


Bandung – Menteri Pendidikan Tinggi, Sains, dan Teknologi (Mendiktisaintek), Brian Yuliarto mengajak lulusan Institut Teknologi Bandung (ITB) untuk menjadikan ilmu pengetahuan dan teknologi, sebagai bekal untuk memberikan kontribusi bagi kemajuan Indonesia. Pesan tersebut disampaikan saat memberikan inspirasi kepemimpinan dalam Sidang Terbuka Ketiga ITB Tahun Akademik 2025/2026, Jumat (28/8).

Di hadapan wisudawan program sarjana, magister, dan doktor, Menteri Brian menegaskan bahwa para lulusan perguruan tinggi membawa tanggung jawab, untuk memberikan pengabdian yang lebih besar kepada masyarakat.

“Ijazah yang akan kalian terima sesungguhnya adalah sebuah surat tugas. Tugas untuk pengabdian yang lebih besar, dari yang sudah Anda lalui di Institut Teknologi Bandung ini,” ujar Menteri Brian.

Menteri Brian menitipkan empat nilai kepada para wisudawan, yaitu grit, persistence, perseverance, dan humility. Keempatnya menjadi bekal untuk tetap teguh mengejar cita-cita, konsisten dalam berusaha, bangkit setelah mengalami kegagalan, dan tetap rendah hati dalam menghargai orang lain.

Mendiktisaintek juga berpesan agar para lulusan berani melangkah sejauh-jauhnya untuk belajar dari dunia dan membangun karya kelas dunia, namun tetap membawa kembali pengetahuan, jejaring, teknologi, kesempatan, dan kepedulian untuk Indonesia.

Membangun Ekosistem Sains dan Teknologi

Mendiktisaintek menyampaikan bahwa Indonesia, sedang berada pada periode dengan jumlah penduduk usia produktif yang besar. Kondisi tersebut menjadi peluang bagi Indonesia untuk melakukan lompatan kemajuan. Namun, peluang tersebut memiliki batas waktu seiring perubahan struktur penduduk, dalam satu hingga dua dekade mendatang.

Menurut Menteri Brian, salah satu tantangan Indonesia adalah mengubah pola pertumbuhan yang masih bertumpu pada penjualan bahan mentah, menjadi pertumbuhan yang menghasilkan nilai tambah melalui pengetahuan dan teknologi.

“Negara yang berhasil keluar dari keadaan seperti itu memiliki satu kesamaan, mereka mampu membangun mesin pertumbuhan berbasis teknologi. Science and technology based economy, ekonomi berbasis sains dan teknologi,” kata Menteri Brian. 

Untuk mewujudkannya, Menteri Brian menekankan pentingnya keterhubungan antara pemerintah, perguruan tinggi dan lembaga riset, serta industri. Masing-masing memiliki peran dalam membangun ekosistem yang dapat menghubungkan pengetahuan, teknologi, hingga pemanfaatannya oleh masyarakat dan pasar.

“Pemerintah memberikan arah dan keberanian mengambil risiko, kampus serta lembaga riset melahirkan pengetahuan dan teknologi, dan industri membawanya hingga digunakan oleh masyarakat dan diterima pasar. Ketiganya harus bekerja sebagai satu ekosistem industri berbasis teknologi,” ujar Menteri Brian.

Mendiktisaintek juga menekankan peran perguruan tinggi dalam mendorong lahirnya industri berbasis pengetahuan mendalam atau deep tech industry. Menurutnya, deep tech tidak terbatas pada semikonduktor, tetapi juga dapat berkembang dari berbagai bidang keilmuan, seperti air, material, bioteknologi, biomanufaktur, genom, arsitektur, perencanaan kota, dan kebijakan.

“Tugas perguruan tinggi tidak berhenti hanya meluluskan sarjana saja, tetapi tugas kita juga melahirkan industri berbasis pengetahuan yang dalam, atau kita sebut sekarang sebagai deep tech industry,” tutur Menteri Brian.

Menteri Brian menilai ITB memiliki modal keilmuan, talenta, jejaring, dan reputasi. Menurutnya, tantangannya adalah bagaimana modal tersebut diarahkan menjadi kekuatan yang memberikan dampak nyata bagi masyarakat.

Selain mendorong penguatan sains dan teknologi, Menteri Brian mengingatkan para wisudawan mengenai pentingnya kegigihan dalam mengejar cita-cita. Mendiktisaintek menekankan bahwa kegagalan merupakan bagian dari perjalanan dan kemampuan untuk bangkit kembali menjadi hal penting dalam mencapai keberhasilan.

“Jangan pernah lelah mengejar cita-cita Anda. Jangan pernah berhenti mengejar apa yang Anda inginkan,” pesan Menteri Brian.

Lebih lanjut Rektor ITB, Tatacipta Dirgantara yang mengingatkan para wisudawan bahwa ilmu dan kesempatan yang diperoleh selama menempuh pendidikan merupakan amanah yang perlu diwujudkan melalui karya.

“Syukur tidak cukup hanya diucapkan. Syukur harus menjadi kerja, syukur harus menjadi karya, dan syukur harus menjadi manfaat,” ujar Rektor ITB. 

Rektor ITB juga mengingatkan pentingnya menjaga kemanusiaan di tengah perkembangan teknologi, termasuk kecerdasan artifisial.

“Semakin pintar teknologi yang kita ciptakan, semakin penting manusia yang bijaksana untuk mengarahkannya,” ujar Rektor ITB. 

Momentum wisuda menjadi penanda dimulainya perjalanan para lulusan untuk mengimplementasikan ilmu, keterampilan, dan pengalaman yang diperoleh selama menempuh pendidikan tinggi. Sejalan dengan semangat Diktisaintek Berdampak, Kementerian Pendidikan Tinggi, Sains, dan Teknologi (Kemdiktisaintek) mendorong agar capaian pendidikan tinggi tidak berhenti sebagai pencapaian akademik, tetapi berlanjut menjadi kontribusi yang memberikan manfaat bagi masyarakat dan pembangunan Indonesia.



Sumber : https://kemdiktisaintek.go.id/en/news/article/mendiktisaintek-lulusan-perguruan-tinggi-perlu-menjadi-penggerak-ekonomi-berbasis-sains-dan-teknologi

Baca Terusannya »»  

TNI-Kementerian PU Perkuat Sinergi Pengelolaan Sumber Daya Air

 


(Puspen TNI). Kepala Staf Teritorial (Kaster) TNI Letjen TNI Bambang Trisnohadi bersama Direktur Jenderal Sumber Daya Air Kementerian PU Arnold A.P. Ritiauw menandatangani Perjanjian Kerja Sama (PKS) tentang Sinergi Pelaksanaan Program Infrastruktur Pemerintah di Bidang Pengelolaan Sumber Daya Air dengan Program Teritorial TNI di Selasar Denma Mabes TNI, Cilangkap, Jakarta Timur, Jumat (28/8/2026).

Kerja sama meliputi dukungan personel, koordinasi kegiatan teknis, pertukaran data dan informasi secara terbatas, penguatan pembinaan teritorial TNI, serta penyusunan dokumen dan laporan pelaksanaan kegiatan.

Dalam sambutannya, Kaster TNI Letjen TNI Bambang Trisnohadi menegaskan pentingnya irigasi dalam mendukung swasembada pangan. "Sebagaimana kita ketahui bahwa irigasi ini merupakan program yang strategis. Terlebih dalam asta cita pemerintah sekarang, pemerintah telah mencanangkan swasembada pangan. Jadi irigasi dalam hal ini mempunyai peran strategis, yaitu untuk menghubungkan akan sumber air ke lahan-lahan pertanian kita," jelasnya.

Kaster TNI juga menekankan pentingnya evaluasi terhadap pelaksanaan program tersebut. "Kita juga berharap program ini bisa terus dievaluasi, karena dalam PKS juga disebutkan bahwa kedua pihak telah menyepakati untuk melaksanakan pemantauan dan evaluasi minimal 3 kali dalam setahun," ucapnya.

Sinergi TNI dan Kementerian PU diharapkan memperkuat pembangunan infrastruktur sumber daya air, mendukung ketersediaan air bagi pertanian, serta memperkuat ketahanan dan swasembada pangan nasional.




Sumber : https://tni.mil.id/view-267290-tni-kementerian-pu-perkuat-sinergi-pengelolaan-sumber-daya-air.html

Baca Terusannya »»  

KKP Dorong Pengelola KNMP Kembangkan Usaha Berbasis Data

 

 

JAKARTA, (28/8) – Kementerian Kelautan dan Perikanan (KKP) menggandeng Asosiasi Profesi Pendamping Entrepreneur Indonesia (ASPPENDO) untuk memastikan pengelolaan unit usaha di lokasi-lokasi Kampung Nelayan Merah Putih berbasis data. Tujuannya agar program kerja prioritas nasional ini tidak berhenti pada pembangunan fasilitas perikanan, tetapi juga berkembang menjadi unit usaha yang produktif, terukur, dan berkelanjutan. 

“Bimtek tersebut mendorong pengelola KNMP tidak sekadar menjadi pengelola, tetapi mampu mengembangkan unit-unit usaha, menjadi produktif dan berkelanjutan,” ujar Plt. Direktur Jenderal Penguatan Daya Saing Produk Kelautan dan Perikanan (PDSPKP) Erwin Dwiyana melalui keterangan tertulisnya di Jakarta, Jumat (28/8).

Menurutnya, kesiapan pengelola koperasi menjadi salah satu kunci agar berbagai fasilitas yang tersedia di KNMP dapat segera memberikan manfaat ekonomi bagi masyarakat. Melalui ragam pelatihan dan bimbingan teknis yang diberikan KKP, pihaknya berharap pengurus KNMP mampu mengelola unit usaha dengan baik, dan mempunyai rencana pengembangan sesuai potensi yang ada.

Direktur Pemberdayaan Usaha Ali Rahmat Iman Santoso menjelaskan salah satu materi yang diberikan dalam bimbingan teknis adalah mekanisme pencatatan keuangan. Kepentingannya bukan hanya untuk tertib administrasi, tetapi menjadi dasar bagi koperasi dalam mengambil keputusan usaha. 

Menurutnya, dengan pencatatan yang baik, pengurus bisa melihat kondisi usahanya, menghitung kebutuhan modal, dan menentukan langkah pengembangan berikutnya. “Yang ingin kita bangun bukan sekadar koperasi yang bisa membuat laporan keuangan, tetapi koperasi yang mampu membaca peluang dan mengembangkan usahanya," jelas Ali.

Sementara Ketua Dewan Pengarah ASPPENDO Samsi, menilai pentingnya pendekatan berbasis praktek agar materi yang diperoleh dapat langsung dikaitkan dengan kondisi usaha masing-masing koperasi. Bimbingan teknis menjangkau pengurus KDKMP sekaligus pengelola 65 KNMP di berbagai wilayah Indonesia. Setiap KDKMP melibatkan dua orang pengurus yang menangani keuangan dan/atau usaha. 

“Kami ingin pengurus tidak sekadar mengisi format pencatatan. Mereka perlu memahami angka-angka di dalamnya dan menggunakannya untuk membaca kondisi usaha serta menentukan langkah yang perlu dilakukan selanjutnya,” terang Samsi.

Sebagai informasi, Bimtek Pengelolaan Keuangan dan Pengembangan Usaha bagi pengurus KDKMP pengelola KNMP dilaksanakan dua kali. Mulai dimulai pada 5–7 Agustus dan dilanjutkan 13–14 Agustus 2026 untuk membantu pengurus memahami kondisi keuangan, merencanakan pengembangan usaha, serta mempersiapkan kebutuhan pembiayaan.


Sumber : https://kkp.go.id/news/news-detail/kkp-dorong-pengelola-knmp-kembangkan-usaha-berbasis-data-mYxG.html

Baca Terusannya »»  

Kemenperin Buka Pendaftaran Penghargaan Industri Hijau 2026, Tiga Kategori Siap Diapresiasi

 


Kementerian Perindustrian fokus untuk mempercepat transformasi sektor manufaktur nasional menuju industri yang berdaya saing, efisien, dan berkelanjutan melalui penerapan prinsip industri hijau. Langkah tersebut menjadi bagian penting dalam upaya membangun struktur industri nasional yang semakin tangguh sekaligus mampu menjawab tantangan perubahan iklim, keterbatasan sumber daya, dan dinamika perdagangan global.

Menteri Perindustrian Agus Gumiwang Kartasasmita menegaskan, penerapan industri hijau tidak semata-mata berkaitan dengan pemenuhan aspek lingkungan, tetapi juga merupakan strategi bisnis dan investasi jangka panjang untuk meningkatkan efisiensi serta daya saing industri nasional.

Transformasi menuju industri hijau merupakan sebuah keniscayaan. Industri yang mampu menggunakan sumber daya secara lebih efisien, menekan emisi dan limbah, serta menerapkan proses produksi yang berkelanjutan akan memiliki daya saing yang semakin kuat. Karena itu, penerapan industri hijau harus kita tempatkan sebagai investasi untuk menjaga keberlanjutan industri nasional dalam jangka panjang,” kata Menperin dalam keterangannya di Jakarta, Jumat (28/8).

Menurut Agus, perkembangan pasar global saat ini semakin menempatkan aspek keberlanjutan sebagai salah satu faktor penting dalam perdagangan dan investasi. Oleh karena itu, industri nasional perlu terus meningkatkan kesiapan agar mampu memenuhi tuntutan tersebut sekaligus memanfaatkan peluang pasar yang semakin terbuka bagi produk-produk yang dihasilkan melalui proses produksi berkelanjutan.

Kita ingin industri Indonesia tidak hanya kompetitif dari sisi harga dan kualitas, tetapi juga unggul dalam aspek keberlanjutan. Dengan industri hijau, kita dapat meningkatkan efisiensi produksi sekaligus memperkuat posisi produk manufaktur Indonesia dalam rantai pasok global,” ujarnya.

Sebagai salah satu bentuk apresiasi pemerintah terhadap komitmen dunia usaha dalam menerapkan prinsip industri hijau, Kemenperin kembali menyelenggarakan Penghargaan Industri Hijau Tahun 2026. Program tersebut merupakan bentuk pengakuan kepada perusahaan industri yang telah menjalankan praktik produksi dengan mengedepankan efisiensi dan efektivitas penggunaan sumber daya secara berkelanjutan.

Sejak pertama kali diselenggarakan pada tahun 2010 hingga 2025, Penghargaan Industri Hijau telah memberikan apresiasi kepada lebih dari 1.100 perusahaan industri dari berbagai sektor manufaktur yang dinilai berhasil menerapkan prinsip industri hijau.

Kami mengapresiasi perusahaan-perusahaan yang telah menunjukkan komitmen dan melakukan investasi nyata untuk menjalankan proses produksi yang semakin efisien dan ramah lingkungan. Kami berharap praktik-praktik baik tersebut semakin luas diterapkan sehingga transformasi industri hijau berlangsung secara masif di seluruh sektor industri,” tutur Menperin.

 

Tiga kategori penghargaan

Kepala Badan Standardisasi dan Kebijakan Jasa Industri (BSKJI) Emmy Suryandari menjelaskan, Penghargaan Industri Hijau Tahun 2026 diberikan dalam tiga kategori yang mencakup perusahaan industri hingga pemerintah daerah.

Kategori pertama adalah Kinerja Terbaik Penerapan Industri Hijau, yang diperuntukkan bagi perusahaan industri yang telah memiliki Sertifikat Industri Hijau. Kategori kedua, Transformasi Menuju Industri Hijau, diperuntukkan bagi perusahaan industri yang belum memiliki Standar Industri Hijau, tetapi telah melakukan upaya transformasi melalui penerapan efisiensi dan efektivitas penggunaan sumber daya dalam proses produksinya.

Sementara itu, kategori ketiga adalah Pemerintah Daerah dengan Implementasi Industri Hijau Terbaik, yang diberikan kepada pemerintah daerah yang menunjukkan komitmen dalam memperkuat penerapan industri hijau melalui kebijakan dan dukungan kelembagaan.

Melalui tiga kategori tersebut, kami ingin memberikan apresiasi sekaligus memperluas ekosistem penerapan industri hijau. Transformasi industri hijau membutuhkan keterlibatan perusahaan industri serta dukungan pemerintah daerah sehingga implementasinya dapat semakin kuat dan merata,” ujar Emmy.

 

Pendaftaran telah dibuka

Emmy juga menyampaikan, pendaftaran Penghargaan Industri Hijau Tahun 2026 telah dibuka sejak 23 Juli hingga 9 September 2026 melalui Sistem Informasi Industri Nasional (SIINas). Selanjutnya, proses penilaian dan penetapan pemenang direncanakan dilaksanakan pada September 2026.

Kami mengajak perusahaan industri yang memenuhi kriteria untuk memanfaatkan kesempatan ini dan mengikuti Penghargaan Industri Hijau 2026. Partisipasi industri sangat penting untuk menunjukkan bahwa sektor manufaktur Indonesia memiliki komitmen kuat terhadap efisiensi sumber daya dan keberlanjutan,” ungkap Kepala BSKJI.

Melalui penyelenggaraan Penghargaan Industri Hijau Tahun 2026, Kemenperin berharap semakin banyak perusahaan industri yang mengintegrasikan aspek ekonomi, lingkungan, dan sosial dalam menjalankan kegiatan usahanya. Optimalisasi sumber daya dan orientasi jangka panjang dalam proses produksi diharapkan dapat memperkuat ketangguhan industri sekaligus meningkatkan daya saing produk manufaktur Indonesia di pasar domestik maupun global.

 

Informasi lebih lanjut mengenai tata cara pendaftaran dan persyaratan Penghargaan Industri Hijau Tahun 2026 dapat diperoleh melalui: https://bit.ly/PedomanPendaftaranIH2026.

 

 

 

Sumber : https://www.kemenperin.go.id/artikel/72482963/Kemenperin-Buka-Pendaftaran-Penghargaan-Industri-Hijau-2026,-Tiga-Kategori-Siap-Diapresiasi 

Baca Terusannya »»