Cari Blog Ini

Selasa, 29 September 2026

Emas Leo/Daniel Bawa Bulu Tangkis Lampaui Target Asian Games 2026, Menpora Erick: Kita Tunggu Cabor-Cabor Lain yang Janjikan Emas

 


Jakarta: Indonesia sukses meraih medali emas ketiga pada Asian Games Aichi-Nagoya 2026 setelah di partai final, pasangan bulu tangkis ganda putra Leo Rolly Carnando/Daniel Marthin berhasil mengalahkan pasangan China Liang Weikeng/Wang Chang 18-21, 21-13, dan 21-18.

Menteri Pemuda dan Olahraga Republik Indonesia (Menpora RI)  Erick Thohir menyampaikan rasa syukur sekaligus apresiasi atas perjuangan Leo/Daniel yang menjadi momentum penting bagi perjuangan kontingen Merah Putih untuk mencapai target empat medali emas di Asian Games Aichi-Nagoya 2026.

“Alhamdulillah, emas ketiga untuk Indonesia di Asian Games Aichi-Nagoya 2026. Pasangan ganda putra Indonesia, Leo Rolly Carnando/Daniel Marthin, berhasil mempersembahkan medali emas untuk Merah Putih setelah mengalahkan pasangan China di partai final,” ujar Menpora Erick.

Capaian Leo/Daniel juga memiliki nilai sejarah bagi bulu tangkis Indonesia. Medali emas bulu tangkis ganda putra Asian Games kembali menjadi milik Indonesia setelah terakhir kali diraih pada Asian Games Jakarta 2018, melalui pasangan Kevin Sanjaya Sukamuljo/Marcus Fernaldi Gideon.

“Kemenangan ini sekaligus mengembalikan emas ganda putra Asian Games ke Indonesia setelah terakhir diraih pada 2018. Selamat dan terima kasih atas perjuangannya. Ini prestasi yang membanggakan untuk Indonesia,” jelas Menpora Erick.

Emas Leo/Daniel juga mengantar cabang olahraga (cabor) bulu tangkis mempersembahkan dua emas, melampaui target awal yang disepakati antara Kementrian Pemuda dan Olahraga (Kemenpora) dengan Komite Olimpiade Indonesia (KOI) dan para pengurus cabor, yaitu satu emas.

Menpora memberikan apresiasi kepada seluruh jajaran atlet dan pengurus bulu tangkis karena mampu melampaui target emas yang telah ditetapkan.

“Saya memberikan apresiasi dan berterima kasih kepada tim bulu tangkis Indonesia. Target kita adalah satu emas, tetapi hari ini cabor bulu tangkis sudah mampu mempersembahkan dua emas. Ini semua berkat komitmen, kerja keras atlet, pelatih, ofisial, pengurus federasi, serta seluruh tim yang telah mempersiapkan kontingen secara serius menghadapi Asian Games,” imbuh Menpora.

Selain bulu tangkis, Erick juga memberikan apresiasi kepada cabang olahraga angkat besi yang telah memenuhi target sekeping emas, sesuai kesepakatan awal.

“Kita juga memberikan apresiasi kepada angkat besi yang sudah mendapatkan satu emas sesuai dengan target. Ini menunjukkan bahwa target yang telah ditetapkan dapat menjadi motivasi dan acuan bersama untuk memberikan yang terbaik bagi Indonesia,” katanya.

Erick menegaskan bahwa perjuangan kontingen Indonesia belum selesai. Kemenpora terus menunggu prestasi cabor-cabor lainnya yang menjanjikan medali emas di Asian Games 2026

“Kita masih menunggu perjuangan dari cabang-cabang olahraga lain yang juga menjanjikan emas. Karena setiap cabor harus menjaga komitmen untuk memenuhi target yang telah disepakati bersama. Karena itu, saya berharap seluruh atlet yang masih bertanding bisa terus fokus, menjaga semangat, dan memberikan kemampuan terbaiknya,” tutur Erick.

Menpora meminta keberhasilan Leo/Daniel dan perjuangan para peraih emas sebelumnya menjadi energi positif bagi seluruh kontingen Indonesia.

“Sekarang kita sudah mendapatkan tiga emas. Tinggal satu emas lagi dari target yang sudah kita tetapkan. Jadikan pencapaian emas ini sebagai pemacu semangat atlet-atlet kita yang masih berjuang untuk mendapatkan emas berikutnya. Kita kawal bersama perjuangan ini sampai pertandingan terakhir. Semoga emas berikutnya segera hadir dan target empat emas dapat kita capai,” tutup Menpora Erick

 

 

Sumber : https://www.kemenpora.go.id/detail/7216/emas-leodaniel-bawa-bulu-tangkis-lampaui-target-asian-games-2026 


Baca Terusannya »»  

Ketum PSSI Erick Thohir Sebut Persaingan FIFA ASEAN Cup Makin Ketat, Indonesia Tak Boleh Anggap Remeh Lawan

 

 

Soreang: Ketua Umum PSS, Erick Thohir menilai peta persaingan sepak bola di Asia Tenggara semakin kompetitif. Negara-negara ASEAN terus meningkatkan kualitas tim, termasuk melalui rekrutmen pemain naturalisasi dan pemain dari berbagai negara, sehingga perbedaan kekuatan antar tim  yang tersaji di FIFA ASEAN Cup 2026 kian tipis.

Menurut Ketum PSSI Erick, perkembangan tersebut membuat setiap pertandingan di ajang perdana FIFA di Asia Tenggara ini berlangsung sengit dan menarik. Laga-laga yang mempertemukan tim-tim seperti Thailand, Vietnam, Malaysia, Indonesia, Filipina, dan negara ASEAN lainnya menunjukkan bahwa kawasan ini tidak lagi memiliki pertandingan yang mudah diprediksi.

“Sekarang kualitas permainan negara-negara Asia Tenggara terus meningkat. Setiap tim memiliki kekuatan dan komposisi pemain yang semakin solid,” ujarnya dalam keterangannya seusai menyaksikan pertandingan di Stadion Si Jalak Harupat, Bandung, Selasa (29/9). 

Ketum PSSI mencontohkan Malaysia yang memiliki skuad dengan pemain dari berbagai negara dan tampil kompak. Menurut Erick, penguatan skuad melalui pemain naturalisasi maupun pemain yang memiliki pengalaman internasional telah mendorong negara-negara ASEAN untuk tampil lebih kompetitif.

“Karena itu, semua pertandingan menjadi sangat penting. Tim yang ingin melaju harus berjuang sejak laga pertama dan tidak boleh menganggap remeh siapa pun,” katanya. 

Ketum PSSI Erick juga menegaskan peluang Indonesia di FIFA ASEAN Cup masih terbuka. Namun, peluang tersebut hanya bisa diwujudkan melalui kerja keras, konsistensi, dan fokus penuh di setiap pertandingan.

Ia meminta skuad Garuda tidak terlena oleh hasil-hasil sebelumnya, termasuk ketika menghadapi lawan yang di atas kertas dianggap lebih lemah. Erick mencontohkan hasil pertandingan lain di turnamen yang menunjukkan bahwa kejutan bisa terjadi kapan saja.

“Bangladesh juga tidak boleh dipandang sebelah mata. Indonesia harus tetap berjuang dan bermain dengan fokus penuh,” ujarnya.

Ketum PSSI Erick juga mengapresiasi daya juang para pemain Indonesia dalam pertandingan sebelumnya. Meski harus bermain dengan sepuluh pemain, skuad Garuda tetap berusaha hingga akhir pertandingan. Baginya, semangat juang tersebut menjadi modal penting dalam menghadapi persaingan yang semakin rapat di Asia Tenggara.

“Masih ada peluang, tetapi semuanya memiliki risiko. Tidak ada jalan mudah. Para pemain harus terus berjuang dan memberikan kemampuan terbaik,” tutur Ketum PSSI Erick. 

 

 

Sumber : https://www.kemenpora.go.id/detail/7219/ketum-pssi-erick-thohir-sebut-persaingan-fifa-asean-cup-makin-ket 

Baca Terusannya »»  

Hasil FIFA ASEAN Cup 2026: Thailand Gebuk Vietnam, Lolos ke Final Skor 2-0

 


SPORT.DETIK.COM Bandung - Thailand meraih kemenangan keduanya di FIFA ASEAN Cup 2026 usai mengalahkan Vietnam 2-0. Thailand dipastikan jadi juara Grup B sekaligus berhak lolos ke final.

Pertandingan antara Thailand vs Vietnam berlangsung di Stadion Si Jalak Harupat pada Selasa (29/9/2026). Kemenangan Gajah Perang ditentukan oleh gol-gol Sarach Yooyen dan pemain pengganti Chaiyaphon Otton di masing-masing babak.

Tambahan tiga angka ini mengamankan Thailand di puncak klasemen Grup B FIFA ASEAN Cup 2026. Thailand mengoleksi 6 poin, unggul tiga poin dari rival terdekatnya, Vietnam. Dengan sisa satu pertandingan, Vietnam tidak mungkin mengungguli sang rival sekalipun mengalahkan Pakistan.

Thailand menciptakan gol cepat dari Yooyen di 10 menit pertama. Sebuah serangan dari sayap kanan di akhiri crossing, yang disapu di depan gawang.

Bola rebound bergulir ke luar kotak penalti, Yooyen melepaskan sepakan kaki kanan keras yang menembus gawang Vietnam. Thailand memimpin 1-0.

Suporter Vietnam bersorak setelah Nguyen Tai Loc menjebol gawang Thailand di menit-menit akhir babak pertama. Namun, gol itu akhirnya dianulir karena offside setelah melalui peninjauan VAR lebih dulu.

Keunggulan Thailand 1-0 atas Vietnam bertahan sampai turun minum.

Thailand nyaris memperbesar keunggulannya di babak kedua. Tendangan bebas Yooyen dari depan area D menghantam tiang gawang Vietnam.

Kiper Patrik Le Giang melakukan penyelamatan krusial. Le Giang menghalau sundulan Chanatip Songkrasin dari mulut gawang usai menyambut sepak pojok dari sayap kiri.

Vietnam terus menggedor pertahanan Thailand demi mencari gol balasan. Di injury time, Bui Hoang Viet Anh mencecar bola yang terlepas dari tangkapan Saranon Anuin. Sepakannya melambung.

Thailand menghabisi permainan. Pemain pengganti Chaiyaphon Otton menjebol gawang Vietnam untuk mengubah skor jadi 2-0.

Memanfaatkan kelengahan lini belakang Vietnam, Anan Yodsangwal melepaskan umpan ke depan. Otton terbebas sehingga tinggal berhadapan satu lawan satu dengan Le Giang. Otton mengecoh pemain lawan, sepakannya mulus bersarang di sudut bawah gawang Vietnam.

 

Susunan Pemain

TIMNAS THAILAND: Saranon Anuin, Nattapong Sayriya, Manuel Bihr, Kritsada Kaman, Sarach Yooyen (Seksan Ratree 78'), Kakana Khamyok (Teerasak Poeiphimai 60'), Peeradol Chamrasamee Chaiyaphon Otton (84'), Supachai Chaided, Chanathip Songkrasin (c), Nicholas Mickelson, Suphanan Bureerat (Waris Choolthong 77')


TIMNAS VIETNAM: Patrik Le Giang, Le Ngoc Bao (Ngo Dang Khoa 80'), Leygley Adou, Bui Hoang Viet Anh, Cao Pendant Quang Vinh, Le Pham Thanh Long, Vo Huang Minh Khoa, Nguyen Dinh Bac (c), Nguyen Tai Loc (Williams Minh Hoang 46'), Truong Tien Anh, Phan Tuan Tai (Do Hoang Hen 46')

 

 

Sumber :  https://sport.detik.com/juara-bola-asia-tenggara-2026/liga-indonesia/d-8685117/hasil-fifa-asean-cup-2026-thailand-gebuk-vietnam-lolos-ke-final

Baca Terusannya »»  

Kunjungi Rumah Indonesia Asian Games 2026,Wamenpora Taufik: Olahraga Menyatukan Semua Orang

 

Nagoya: Wakil Menteri Pemuda dan Olahraga Republik Indonesia (Wamenpora RI), Taufik Hidayat, menegaskan pentingnya peranan olahraga dalam mempererat persatuan bangsa saat mengunjungi Rumah Indonesia pada gelaran Asian Games 2026 di Nagoya, Jepang, Selasa (29/8). 

Kunjungan Wamenpora Taufik tersebut dilakukan usai tim Indonesia berhasil menambah raihan medali emas dari cabang olahraga bulu tangkis melalui sektor ganda putra, Leo Rolly Carnando/Daniel Marthin.

Leo/Daniel membawa pulang emas setelah berhasil membungkam wakil, China, Lang Weikeng/Wang Chang dengan skor 19-21, 21-13, dan 21-18. 

“Rumah Indonesia ini, apalagi di ajang sebesar Asian Games, membuktikan bahwa olahraga mampu menyatukan semua orang. Di sini media bisa bertemu atlet, dan seluruh masyarakat saling berinteraksi. Olahraga bisa menyatukan bangsa. Hidup olahraga,” ujar Wamenpora Taufik.

Suasana di Rumah Indonesia tampak akrab dan hangat. Para atlet yang telah menyelesaikan laga disuguhi berbagai sajian kuliner khas Nusantara yang disiapkan secara khusus oleh tim Chef de Mission Indonesia. 

Keberadaan Rumah Indonesia Asian Games di Nagoya tidak hanya berfungsi sebagai pusat koordinasi dan pelayanan kontingen, tetapi juga menjadi wadah silaturahmi serta dukungan moral bagi seluruh atlet Merah Putih yang tengah berlaga di Asian Games 2026.

“Saya rasa dengan keberadaan Rumah Indonesia ini sangat bagus, jadi ruang untuk silaturahmi,” pungkas Wamenpora Taufik.

 

 

Sumber : https://www.kemenpora.go.id/detail/7220/kunjungi-rumah-indonesia-asian-games-2026wamenpora-taufik-olahr 

Baca Terusannya »»  

Wamenpora Taufik Puji Mental Juara Leo/Daniel Usai Raih Emas di Asian Games 2026

 

 


 

Nagoya: Wakil Menteri Pemuda dan Olahraga Republik Indonesia (Wamenpora RI), Taufik Hidayat, menyampaikan apresiasi setinggi-tingginya kepada pasangan ganda putra Indonesia, Leo Rolly Carnando/Daniel Marthin, yang sukses menyumbangkan medali emas cabang olahraga bulu tangkis di ajang Asian Games 2026.

“Alhamdulillah selamat, selamat,” ujar Wamenpora Taufik selepas pertandingan final di Ichinomiya City Municipal Gymnasium, Ichinomiya, Jepang, Selasa (29/9). 

Leo/Daniel membawa pulang emas setelah berhasil menumbangkan wakil China, Lang Weikeng/Wang Chang dengan skor 19-21, 21-13, dan 21-18. Kemenangan ini menjadi catatan luar biasa bagi bulu tangkis Indonesia.

“Ya hasil ini menjadi emas kedua dari bulu tangkis,” kata Wamenpora Taufik. 

Wamenpora Taufik juga memuji kerja keras dan dedikasi pantang menyerah yang ditunjukkan Leo/Daniel di lapangan. Menurutnya, daya juang pasangan ini menjadi contoh nyata dari mentalitas seorang juara.

“Selamat dan terima kasih untuk Leo/Daniel yang sudah berjuang luar biasa dan memberikan yang terbaik untuk Merah Putih. Bangga melihat perjuangan dan mental juara sampai akhir,” jelas Wamenpora Taufik.

Lebih lanjut, Wamenpora Taufik berharap keberhasilan di Asian Games 2026 ini dapat menjadi pemicu semangat untuk mengukir torehan prestasi yang lebih besar di masa depan.

“Nikmati kemenangan ini dan semoga menjadi langkah untuk terus menorehkan prestasi berikutnya,” tutur Wamenpora Taufik.

Sementara, Ketua Umum PP PBSI, Fadil Imran, menambahkan hasil tersebut menjadi awal yang baik guna menghadapi Olimpiade 2028 Los Angeles. 

“Tentu awal yang baik ya menuju Olimpiade yang akan datang. Regenerasi menjadi salah satu program prioritas dari kepengurusan. Ini pasti akan kita perkuat agar pemain-pemain muda berkarakter akan terus lahir,” pungkasnya.

 

 

Sumber : https://www.kemenpora.go.id/detail/7217/wamenpora-taufik-puji-mental-juara-leodaniel-usai-raih-emas-di-a 

 

Baca Terusannya »»  

Hasil FIFA ASEAN Cup 2026: Filipina Vs Pakistan Selesai 2-2

 


SPORT.DETIK.COM Bandung - Filipina dan Pakistan berbagi angka di pertandingan kedua FIFA ASEAN Cup 2026. Pakistan comeback dari ketinggalan dua gol untuk paksakan hasil imbang 2-2.

Laga Grup B Filipina vs Pakistan digelar di Stadion Jalak Harupat, Bandung pada Selasa (29/9/2026) sore WIB. Filipina mendominasi babak pertama dengan mencetak sepasang gol dari Sandro Reyes dan Bjorn Kristensen (penalti).

Pakistan membalas selepas turun minum, melalui gol-gol dari Muhammad Ali Akbar Khan dan Abdul Shahzad.

Dengan tambahan satu angka ini, Filipina dan Pakistan masih berkutat di posisi dua terbawah klasemen Grup B FIFA ASEAN Cup 2026. Filipina dan Pakistan mengumpulkan satu poin dari dua pertandingan, yang mana menipiskan peluang lolos ke fase berikutnya. Thailand dan Vietnam di peringkat pertama dan kedua berturut-turut dengan perolehan tiga poin.

Di pertandingan babak grup terakhir, Filipina mesti menantang Thailand pada 2 Oktober. Sementara Pakistan melawan Vietnam.

Filipina membuka skor saat pertandingan berjalan 24 menit. Sandro Reyes membobol gawang Pakistan setelah mencecar bola rebound. Filipina memimpin 1-0.

Kurang dari 10 menit berselang, Filipina dihadiahi penalti. Mohammad Fazal melakukan pelanggaran di tengah sepak pojok, yang memaksa wasit menunjuk titik putih.

Bjorn Kristensen maju sebagai algojo, sepakannya menaklukkan penjagaan kiper Yousuf Butt sekaligus mengubah skor jadi 2-0 di menit ke-32.

Pakistan menunjukkan perlawanannya setelah half-time. Muhammad Ali Akbar Khan mencetak gol balasan Pakistan untuk memperkecil ketinggalan 1-2. Ali Akbar meneruskan umpan Abdullah Iqbal dengan tembakan, yang tak mampu dihentikan Kevin Mendoza.

Pakistan comeback. Di menit ke-62, aksi individu Abdul Shahzad membawa Pakistan menyamakan kedudukan 2-2. Setelah merebut bola di garis tengah lapangan, Shahzad melakukan tusukan ke kotak penalti, mengecoh lini belakang lawan, sebelum melesakkan sepakan mendatar.

Di sisa waktu permainan, kedua tim saling jual beli serangan. Namun, tidak ada gol tambahan yang terlahir sampai pertandingan selesai.

 

Susunan Pemain

TIMNAS FILIPINA: Kevin Mendoza, Paul Tabinas, Jefferson Tabinas, Jesper Nyholm (Cole Mrowka 64'), Amani Aguinaldo (c), Sandro Reyes, Oskari Kekkonen, Zico Bailey (Kenji Nishioka 64'), Andre Leipold, Bjorn Kristensen, Randy Schneider

TIMNAS PAKISTAN: Yousuf Butt, Mohib Ullah, Abdullah Iqbal (c), Easah Suliman, Alamgir Ghazi (Ali Agha 46'), Umar Nawaz (Hayyan Khattak 46'), Uli Uzair Mahmood (Abdul Samad 68'), Abdul Shahzad (Shayak Dost 86'), Muhammad Ali Akbar Khan, Mohammad Fazal (Abdul Rehman 64'), Haris Zeb



Sumber : https://sport.detik.com/juara-bola-asia-tenggara-2026/liga-indonesia/d-8684847/hasil-fifa-asean-cup-2026-filipina-vs-pakistan-selesai-2-2

Baca Terusannya »»  

Pemerintah Tegaskan Penegakan Hukum Karhutla Tegas, Cepat, dan Terpadu

 

Polkam, Jakarta – Pemerintah melalui Desk Koordinasi Penanggulangan Kebakaran Hutan dan Lahan (Karhutla) menegaskan bahwa penegakan hukum terhadap karhutla dilakukan secara tegas, cepat, dan terpadu, hingga menjangkau korporasi, pengelola, serta pihak yang mengambil manfaat dari lahan terbakar. Langkah tersebut ditempuh melalui verifikasi lapangan, penerapan sanksi administratif terkait Hak Guna Usaha (HGU), serta pendalaman unsur pidana untuk memastikan pertanggungjawaban sekaligus mencegah karhutla berulang. Penegasan tersebut disampaikan dalam konferensi pers Desk Koordinasi Penanggulangan Karhutla di Jakarta, Selasa (29/9/2026).

Kepala Biro Hubungan Masyarakat, Data, dan Informasi Kementerian Koordinator Bidang Politik dan Keamanan, Brigjen TNI Honi Havana, menyebutkan bahwa berdasarkan data Desk Koordinasi Penanggulangan Karhutla, terdapat 245 laporan polisi, 96 korporasi yang diproses, dan 196 orang yang telah ditetapkan sebagai tersangka.

Menurut Honi, Menko Polkam Jenderal TNI (Purn.) Djamari Chaniago selaku Ketua Pengarah Desk Koordinasi Penanggulangan Karhutla menegaskan agar proses hukum dilakukan secara tegas, cepat, dan tidak berlarut-larut. Kebakaran yang berulang di lokasi yang sama harus didalami, termasuk untuk memastikan ada atau tidaknya pelanggaran yang dilakukan oleh perorangan maupun korporasi.

“Menindaklanjuti arahan Bapak Menko Polkam, Sub Desk Koordinasi Penegakan Hukum melaksanakan penegakan hukum secara tegas dan tanpa pandang bulu. Penegakan hukum juga dilakukan secara berlapis dan terkoordinasi. Artinya, proses hukum tidak hanya berhenti pada perorangan atau pelaku di lapangan, tetapi juga menjangkau pihak yang mengelola lahan tersebut,” tegas Honi.

Direktur Pengawasan dan Pengenaan Sanksi Administratif Kementerian Kehutanan, Adi Risman, menjelaskan bahwa Kementerian Kehutanan menangani perkara karhutla melalui instrumen pidana dan sanksi administratif. Sebanyak 46 subjek hukum diproses secara pidana di 10 provinsi. Dari 27 subjek hukum yang telah memasuki tahap penyidikan, lima merupakan korporasi dan 22 lainnya perorangan.

Dari sisi administratif, Kementerian Kehutanan telah menjatuhkan sanksi kepada 26 subjek hukum, yang terdiri atas delapan teguran atau kewajiban pemulihan ekosistem, 13 pembekuan izin, dan lima pencabutan Perizinan Berusaha Pemanfaatan Hutan (PBPH). Adi menegaskan bahwa pemegang izin tetap berkewajiban memulihkan kawasan hutan yang rusak akibat kebakaran.

“Semua yang dikenakan sanksi, di dalam surat keputusan sanksinya, diwajibkan untuk melaksanakan pemulihan terhadap ekosistem yang sudah terbakar,” ujar Adi. Ia menambahkan, Kementerian Kehutanan akan terus mengevaluasi pelaksanaan kewajiban tersebut sesuai dengan ketentuan yang berlaku.

Direktur Pengaduan dan Pengawasan Lingkungan Hidup Kementerian Lingkungan Hidup, Ardiyanto, menyampaikan bahwa pihaknya telah melakukan pengawasan dan penyegelan terhadap 57 badan usaha setelah memverifikasi kebakaran lahan di Sumatera dan Kalimantan. Luas lahan terbakar yang terkait dengan badan usaha tersebut mencapai sekitar 34.636 hektare, dengan 17 badan usaha tercatat memiliki riwayat kebakaran berulang.

“Setelah kami melakukan verifikasi lapangan, kami akan menggunakan tiga instrumen penegakan hukum sebagaimana tertuang dalam UU Nomor 32 Tahun 2009 tentang Perlindungan dan Pengelolaan Lingkungan Hidup. Ketiga instrumen tersebut adalah penegakan hukum pidana, penegakan hukum perdata, dan sanksi administratif,” ujar Ardiyanto.

Dari sisi pertanahan, Sekretaris Direktorat Jenderal Penetapan Hak dan Pendaftaran Tanah Kementerian Agraria dan Tata Ruang/Badan Pertanahan Nasional (ATR/BPN), Heri Muliyanto, menjelaskan bahwa pemegang hak berkewajiban memelihara tanah dan mencegah kerusakan, termasuk akibat kebakaran. ATR/BPN merujuk pada Peraturan Menteri ATR/Kepala BPN Nomor 15 Tahun 2016 dalam menilai penerapan sanksi administratif terhadap Hak Guna Usaha (HGU) pada lahan yang terbakar.

“Untuk wilayah yang terbakar lebih kecil atau sama dengan 50 persen, maka pemegang usaha wajib melepaskan wilayah yang terdampak, melepaskan haknya. Apabila lebih besar daripada 50 persen dari area konsesi, maka pengusaha tersebut wajib membayar ganti kerugian sebesar Rp1 miliar per hektare dari lahan yang terbakar atau melepaskan seluruh Hak Guna Usahanya,” ujar Heri.

ATR/BPN mengindikasikan terdapat 57 entitas badan usaha yang berada di area titik api di Kalimantan, tersebar di Kalimantan Utara, Kalimantan Timur, Kalimantan Selatan, Kalimantan Barat, dan Kalimantan Tengah. Selain itu, empat entitas lainnya terindikasi berada di area titik api di Lampung, Jambi, Sumatera Selatan, dan Riau. Kantor Wilayah BPN bersama kantor pertanahan setempat saat ini tengah melakukan verifikasi terhadap luas konsesi dan area yang terbakar sebagai dasar penilaian dalam penerapan sanksi administratif.

Sementara itu, Direktur Tindak Pidana Tertentu Bareskrim Polri, Brigjen Pol. Irhamni, menyampaikan bahwa Polri bersama seluruh kementerian/lembaga dan pemangku kepentingan terkait akan terus hadir untuk memastikan penanganan karhutla dilaksanakan secara terpadu, baik melalui pencegahan, deteksi dini, maupun penegakan hukum.

“Kami bersama para ahli sampai saat ini masih berjibaku. Mengingat sebagian besar TKP jauh dari kota dan berada di tengah hutan, kami masih berusaha mencari dan mendalami TKP-TKP yang mengalami kebakaran hutan dan lahan. Dengan demikian, kemungkinan masih akan muncul laporan polisi baru maupun pertanggungjawaban secara perorangan ataupun korporasi,” ujar Irhamni.

Koordinator pada Direktorat D Jaksa Agung Muda Bidang Tindak Pidana Umum, Mutaqqin, menyampaikan bahwa Kejaksaan Agung memberikan perhatian khusus terhadap penanganan perkara karhutla. Kejaksaan juga mendorong penyidik untuk mengungkap fakta yuridis terkait nilai kerugian akibat tindak pidana, besaran manfaat maupun keuntungan yang telah dinikmati pelaku, serta mendalami seluruh rangkaian fakta dan bukti guna mengungkap pertanggungjawaban pihak-pihak lain yang terlibat.

“Kejaksaan akan selalu mendorong koordinasi antara penyidik dan penuntut umum untuk melakukan penelusuran, pemblokiran, dan penyitaan aset kekayaan pelaku tindak pidana, baik perorangan maupun korporasi, guna pemulihan kerugian dan perbaikan akibat tindak pidana yang dilakukan,” tegas Mutaqqin.

Di sisi lain, Plt. Kepala Pusat Data, Informasi, dan Komunikasi Kebencanaan BNPB, Berton Panjaitan, menjelaskan bahwa upaya pemadaman terus dilaksanakan secara optimal. Kebakaran dapat kembali muncul di lokasi yang sama karena api pada lahan gambut dapat bertahan hingga lapisan bawah. Proses pemadaman juga dipengaruhi oleh luas area, kedalaman gambut, serta ketersediaan sumber air.

“Di lapangan sering sekali ditemukan kebakaran berulang di lokasi yang sama. Dibutuhkan air dalam jumlah besar untuk membasahi lahan hingga ke bagian bawah,” ujar Berton. Personel darat dan udara, lanjutnya, terus memantau lokasi yang pernah terbakar sekaligus area baru yang berpotensi mengalami kebakaran.

Sejalan dengan penegakan hukum dan upaya pemadaman, pemerintah juga terus mengurangi dampak karhutla terhadap masyarakat dan layanan esensial. Langkah tersebut antara lain dilakukan melalui penerapan pembelajaran daring di wilayah terdampak, pengerahan tenaga kesehatan, pembagian masker, serta penanganan gangguan transportasi sesuai dengan kewenangan masing-masing instansi.

Sebagai penutup, Karo Humas Datin Kemenko Polkam menegaskan bahwa Pemerintah bersama semua unsur bersungguh-sungguh dan secara optimal melaksanakan upaya pemadaman, upaya mitigasi dampak serta penegakan hukum terpadu sehingga diharapkan Karhutla dapat ditangani secara efektif dan pelanggaran pembakaran hutan dan lahan dapat dicegah terjadi berulang.

 

 

Sumber : https://polkam.go.id/pemerintah-tegaskan-penegakan-hukum-karhutla-tegas-cepat-dan-terpadu/ 


Baca Terusannya »»  

Perkembangan Situasi Terkini Penanganan Karhutla di 6 Provinsi Prioritas

 

JAKARTA – Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) bersama lintas lembaga terus mengoptimalkan penanganan kebakaran hutan dan lahan (karhutla) melalui operasi darat dan udara di sejumlah wilayah prioritas. Upaya tersebut disampaikan Pelaksana Tugas (Plt.) Kepala Pusat Data, Informasi dan Komunikasi Kebencanaan BNPB, Berton Panjaitan, dalam Konferensi Pers Perkembangan Penanganan Kebakaran Hutan dan Lahan di Kementerian Koordinator Bidang Politik dan Keamanan (Kemenko Polkam) RI, Selasa (29/9).

Berdasarkan perkembangan situasi dan kondisi pada 28 September 2026, total luas lahan terbakar di enam provinsi prioritas tercatat mencapai 527,6 hektare, dengan 431,53 hektare di antaranya telah berhasil dipadamkan melalui operasi darat seluas 369,03 hektare dan operasi udara 62,5 hektare. Sementara itu, luas lahan yang masih belum padam tercatat 96,07 hektare. 

Jika dibandingkan dengan data 27 September 2026, sisa lahan yang belum padam mengalami penurunan sebesar 62,29 hektare, dari sebelumnya 158,36 hektare. Penurunan terbesar tercatat di Kalimantan Tengah sebesar 46,70 hektare, disusul Kalimantan Selatan 17,74 hektare, Jambi 1,50 hektare, dan Kalimantan Barat 1 hektare. Namun, peningkatan sisa lahan yang belum padam terjadi di Sumatera Selatan sebesar 4,15 hektare dan Riau sebesar 0,5 hektare.

Penanganan dilakukan melalui pengerahan personel satuan tugas (Satgas) darat yang didukung berbagai peralatan pemadaman, antara lain pompa pemadam, pompa apung dan jinjing, selang, mobil tangki, kendaraan operasional, alat berat, perlengkapan pelindung diri, drone, GPS, serta sarana komunikasi.

Pada operasi darat, personel disiagakan di enam provinsi prioritas dengan kekuatan yang bervariasi. Riau mengerahkan 14.837 personel, Kalimantan Selatan 7.927 personel, Sumatera Selatan 11.026 personel, Kalimantan Tengah 4.686 personel, Jambi 5.984 personel, dan Kalimantan Barat 14.575 personel. Kekuatan tersebut mendukung upaya pemadaman langsung, penyekatan titik api, pembasahan, serta pendinginan lahan, terutama pada kawasan gambut yang berpotensi menyimpan bara api di bawah permukaan.

Selain operasi darat, BNPB mengoptimalkan dukungan operasi udara melalui patroli, Operasi Modifikasi Cuaca (OMC), dan water bombing.

Dukungan armada udara mencakup 56 unit, yang terdiri dari 13 unit patroli/OMC dan 43 unit water bombing. Dalam pelaksanaannya, penanganan karhutla di Kalimantan menghadapi sejumlah kendala, antara lain kebakaran pada lahan gambut, keterbatasan akses dan sumber air, angin kencang, serta kabut asap yang menurunkan jarak pandang dan membatasi patroli udara maupun pelaksanaan water bombing. Untuk mengatasi hal tersebut, tim melanjutkan pemadaman, penyekatan, pembasahan dan pendinginan gambut, menempatkan tangki air portabel, mengoptimalkan pompa dan sumber air alternatif, serta memanfaatkan drone termal dan injeksi air atau surfaktan untuk mendeteksi dan memadamkan api bawah permukaan. Pelaksanaan water bombing diprioritaskan setelah kondisi jarak pandang memenuhi batas aman penerbangan.

Sementara itu, di wilayah Sumatera, kendala penanganan meliputi kondisi lahan kering dan gambut, keterbatasan sumber air, sulitnya menjangkau kepala api, perubahan arah angin, serta kesiapan sebagian armada water bombing. Upaya yang dilakukan mencakup pembangunan embung dan kanal penampungan air, pembuatan sekat bakar, pembukaan akses menuju titik api, serta pemadaman dan pendinginan lanjutan. BNPB juga mengoptimalkan dan mereposisi armada water bombing yang siap beroperasi berdasarkan skala prioritas penanganan.

Pelaksanaan OMC turut menghadapi tantangan berupa pertumbuhan dan sebaran awan potensial yang belum merata serta rendahnya kandungan uap air di sebagian wilayah. Untuk itu, pemantauan pertumbuhan awan dilakukan secara berkelanjutan bersama Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG). Pesawat dan bahan semai disiagakan, sementara sasaran serta waktu penerbangan disesuaikan dengan kondisi atmosfer dan keselamatan penerbangan. Penyemaian dilakukan ketika kondisi awan memungkinkan.

Di sisi lain, kabut asap yang ditimbulkan karhutla berdampak terhadap penurunan kualitas udara, gangguan jarak pandang, peningkatan risiko gangguan kesehatan, serta penyesuaian kegiatan pendidikan di sejumlah wilayah. Upaya penanganan dilakukan melalui pemantauan kualitas udara dan jarak pandang secara berkala, pembagian masker kepada masyarakat, peningkatan kesiapsiagaan pelayanan kesehatan, serta penerapan pembelajaran jarak jauh secara situasional sesuai kondisi masing-masing wilayah.

BNPB bersama kementerian/lembaga, pemerintah daerah, TNI, Polri, dan unsur terkait terus memperkuat koordinasi dalam penanganan karhutla melalui optimalisasi sumber daya darat dan udara. Sinergi tersebut diarahkan untuk mempercepat pemadaman, mencegah meluasnya kebakaran, serta meminimalkan dampak asap terhadap kesehatan dan aktivitas masyarakat.




Sumber : https://bnpb.go.id/berita/perkembangan-situasi-terkini-penanganan-karhutla-di-6-provinsi-prioritas


Baca Terusannya »»  

Perkembangan Situasi dan Penanganan Bencana di Tanah Air 29 September 2026

JAKARTA – Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) merangkum laporan bencana pada periode Senin hingga Selasa, 28-29 September 2026. Laporan kebakaran hutan dan lahan (karhutla) dan kekeringan mendominasi kejadian bencana pada periode ini.

Karhutla melanda 280 hektare lahan di Desa Klabat, Kecamatan Airmadidi, Kabupaten Minahasa Utara, Sulawesi Utara, pada Selasa (22/9). Hingga Senin (28/9), titik api belum sepenuhnya padam. Tim gabungan dari Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Minahasa Utara, TNI, Polri, dinas pemadam kebakaran (damkar), relawan, dan masyarakat berjibaku untuk memadamkan si jago merah. Upaya pemadaman menemui kendala pada sulitnya medan serta angin kencang yang menyebabkan api mudah menyebar. 

Selanjutnya, laporan kejadian karhutla diterima dari Kabupaten Bangka Barat, Provinsi Kepulauan Bangka Belitung. Kebakaran lahan terjadi pada Senin (28/9) sekitar pukul 13.50 WIB. Titik lokasi kebakaran berada di Desa Sungai Daeng, Kecamatan Muntok. Tim pemadam gabungan dari BPBD Kabupaten Bangka Barat, damkar Bangka Barat dan damkar PT. Timah berhasil memadamkan api yang membakar dua hektare lahan ini sekitar tiga jam kemudian. Situasi berangsur kondusif.

Karhutla juga terjadi di Kabupaten Magetan, Jawa Timur. Api diketahui pertama pada Jumat (25/9) pukul 12.30 WIB dan merembet ke beberapa titik. Lokasi terdampak antara lain Desa Ngunjung di Kecamatan Maospati, Desa Balarejo di Kecamatan Kawedanan, dan Kelurahan Sarangan di Kecamatan Plaosan. 

Total lahan terbakar di wilayah tersebut mencapai 15 hektare dengan rincian seluas 4 ha di Kelurahan Sarangan, 9 ha di Desa Balerejo, dan 2 ha di Desa Ngunjung. Pada Senin (28/9) api berhasil dipadamkan oleh tim gabungan dari BPBD Magetan, TNI, Polri, perangkat desa, relawan, dan masyarakat.

Beralih ke Provinsi Lampung, karhutla kembali melanda wilayah Taman Nasional Way Kambas Grid 30 U, 31 U dan 31 T RPTN Cabang SPTN Wilayah II Bungur pada Selasa (22/9). Hingga Senin (28/9) upaya pemadaman masih terus dilaksanakan oleh satgas darat dan udara. Data sementara luas lahan terbakar per Senin (28/9) seluas 40 hektare dan luas lahan yang berhasil dipadamkan sampai Senin (28/9) seluas 4 hektare.

Pada upaya pemadaman ini, baik satgas darat maupun udara menghadapi beberapa tantangan di lapangan. Operasi darat terkendala jarak dari sumber air ke lokasi titik api cukup jauh, akses darat menuju lokasi sangat sulit ditembus, dan kondisi cuaca di lokasi kering dan angin kencang. Sementara itu tim operasi udara menghadapi tantangan antara lain kondisi vegetasi yang sangat rapat, cuaca kering disertai hembusan angin kencang.

Untuk mengatasi kendala tersebut, tim gabungan melakukan pemadaman dengan metode pemadaman langsung dengan pompa jinjing dan jet shooter serta membuat ilaran api.

Distribusi Air Bersih Wilayah Terdampak Kekeringan

Musim kemarau disertai El Nino saat ini menyebabkan cadangan air tanah di beberapa daerah surut, salah satunya di Pulau Jawa. Akibatnya, sejumlah warga mengalami kekurangan air bersih.

Dari Provinsi Jawa Tengah dilaporkan hingga Senin (28/9) kekeringan melanda warga Kabupaten Pati, Sragen, dan Pemalang.

Di Pati, sebanyak 15 desa di tujuh kecamatan terdampak kekeringan. Kecamatan terdampak yaitu Kecamatan Winong, Pucakwangi, Jaken, Jakenan, Gabus, Kayen, dan Tambakromo. Total warga terdampak sebanyak 1.131 Kepala Keluarga (KK) atau 3.896 jiwa. Pada Senin (28/9) BPBD Kabupaten Pati melakukan distribusi air bersih sebanyak 94.000 liter dengan penerima manfaat 1.001 KK (3.476 jiwa) di 11 desa.

Di Sragen, sebanyak 12 desa di Kecamatan Gesi, Tangen, Mondokan, Jenar, dan Miri terdampak kekeringan. Warga terdampak terdata sebanyak 2.298 KK atau 7.224 jiwa. Pada Senin (28/9) BPBD Kabupaten Sragen mendistribusikan air bersih sebanyak 9 Tangki (41.000 liter).

Di Pemalang, sebanyak 23 desa di sembilan kecamatan terdampak kekeringan. Kecamatan terdampak adalah Kecamatan Belik, Bawang, Pulosari, Watukumpul, Bantarbolang, Randudongkal, Bodeh, Warungpring, dan Cilongok. Warga terdampak sebanyak 10.764 KK. Pada Senin (28/9) Tim BPBD Kabupaten Pemalang melakukan distribusi air bersih menggunakan mobil tangki dengan kapasitas 5.000 liter dan 4.000 liter. Kondisi saat distribusi air bersih terpantau masyarakat antusias dan tertib saat pengambilan air. Pendistribusian air ini dapat mencukupi kebutuhan air bersih warga untuk tiga hari ke depan.

BNPB mengimbau masyarakat untuk tetap meningkatkan kesiapsiagaan terhadap potensi bencana hidrometeorologi kering di masa musim kemarau saat ini. Untuk mengantisipasi kekeringan dan kekurangan air bersih, isi cadangan air saat pasokan masih tersedia, menggunakan air sesuai kebutuhan, perbaiki keran atau pipa yang bocor, dan menggunakan kembali air bekas yang masih layak (misalnya air cucian sayur untuk menyiram tanaman).

Sementara itu, di tengah teriknya cuaca akibat fenomena EL Nino yang terjadi saat ini, masyarakat diimbau untuk tidak melakukan pembakaran sampah atau membuka ladang dengan cara membakar guna mencegah terjadinya karhutla. Jangan membuang putung sembarangan dan pastikan bara api telah padam sempurna sebelum membuang.

BNPB juga mengimbau agar masyarakat juga tetap waspada terhadap kemungkinan bencana geologi seperti gempabumi yang dapat terjadi sewaktu-waktu. Masyarakat diharapkan menyiapkan tas siaga bencana sebagai langkah kesiapsiagaan dan senantiasa memantau pembaruan informasi dari sumber resmi dan terpercaya seperti BNPB, BPBD, dan BMKG.




Sumber : https://bnpb.go.id/berita/perkembangan-situasi-dan-penanganan-bencana-di-tanah-air-29-september-2026

 

 

 

 

Baca Terusannya »»  

I Made Pajar Ariyana Raih Perak Selancar Asian Games 2026

 

Jakarta: Atlet selancar Indonesia, I Made Pajar Ariyana, meraih medali perak nomor shortboard putra pada Asian Games 2026 Aichi-Nagoya. Pajar finis di posisi kedua setelah menghadapi wakil Jepang, Kanoa Igarashi, pada babak final di Long Beach, Tahara, Aichi, Jepang, Selasa (29/9).

Dalam laga perebutan medali emas, Pajar mengumpulkan total skor 10,40. Sementara itu, Kanoa Igarashi mencatatkan skor 12,87 sekaligus mengamankan medali emas untuk Jepang.

Hasil tersebut membawa Pajar ke podium sebagai peraih medali perak bagi Indonesia pada nomor shortboard putra. Medali ini menjadi hasil dari perjuangan Pajar sejak babak penyisihan hingga final kompetisi selancar Asian Games 2026.

Kompetisi selancar Asian Games 2026 digelar di Pacific Long Beach, Tahara, Aichi, Jepang. Nomor selancar menjadi bagian dari rangkaian pertandingan Asian Games Aichi-Nagoya 2026 yang berlangsung pada 24–29 September.

Dukungan dan doa terus mengalir untuk para atlet Indonesia yang berlaga di Asian Games 2026. Semangat Pajar dan seluruh kontingen Merah Putih diharapkan terus menjadi inspirasi bagi masyarakat Indonesia untuk memberikan dukungan hingga seluruh pertandingan berakhir. 

 

 

 

Sumber : https://www.kemenpora.go.id/detail/7215/i-made-pajar-ariyana-raih-perak-selancar-asian-games-2026 


Baca Terusannya »»  

FIFA ASEAN CUP 2026 Jadi Berkah UMKM, Sehari Bisa Raup 500 Ribu Sampai 1 Juta

 


Soreang: Ajang FIFA ASEAN CUP 2026 ternyata memberi dampak ekonomi untuk masyarakat. Salah satunya bagi para pelaku Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM) di daerah Stadion Si Jalak Harupat, Soreang, Jawa Barat. 

Ada sekitar 20 UMKM dibawah binaan RBUMN Telkom terlihat sibuk menjajakan dagangannya di sisi timur Stadion Si Jalak Harupat. Berbagai makanan ringan seperti donat, keripik, kebab hingga minuman seperti kopi menjadi dagangan yang menjadi favorit para penonton.

Salah satu penjual UMKM Ibu Elin Nurhalimah mengaku senang bisa mendapat tempat untuk berjualan di ajang FIFA ASEAN CUP 2026 kali ini. Apalagi dia memiliki produk buatannya sendiri yakni, Kripik Bonteng yang bahan bakunya terbuat dari timun yang dijadikan keripik. 

"Alhamdulillah pak event FIFA ASEAN CUP  2026 bisa sangat membantu UMKM seperti kita. Kalau di sini saya jualan makanan kecil dan produk buatan saya sendiri yakni Kripik Bonteng yang bahan bakunya dari timun," kata Elin.

Ibu Elin merasa keterlibatan UMKM dalam event-event sepak bola seperti ini sangat membantu perekonomian keluarga. Dalam sehari sendiri omzet keuntungan minimal yang dibawa pulang sekitar Rp 500 ribu sampai 1 juta. 

"Untuk pendapatan alhamdulilah, kalau pas lagi ramai sih bisa untungnya lumayan. Omzetnya minimal sehari bisa Rp 500 ribu sampai 1 Juta. Apalagi kita buka stand di sini gratis," ujarnya. 

Ibu Elin berharap event-event seperti FIFA ASEAN CUP 2026 seperti banyak diselenggarakan di Indonesia, khususnya di Stadion Si Jalak Harupat. "Saya harap ajang seperti ini sering dilakukan di Indonesia, karena sangat membantu buat UMKM seperti kita," pungkasnya.

 

 

Sumber : https://www.kemenpora.go.id/detail/7218/fifa-asean-cup-2026-jadi-berkah-umkm-sehari-bisa-raup-500-ribu-s 

Baca Terusannya »»  

Menteri Koperasi (Menkop) Ferry Juliantono menghadiri Rapat Koordinasi yang dipimpin oleh Menteri Koordinator Bidang Pangan Zulkifli Hasan,

 

Menteri Koperasi (Menkop) Ferry Juliantono menghadiri Rapat Koordinasi yang dipimpin oleh Menteri Koordinator Bidang Pangan Zulkifli Hasan, Jakarta. 

Dalam rapat tersebut, Menteri Koperasi menyampaikan perkembangan percepatan verifikasi dan validasi Koperasi Desa/Kelurahan Merah Putih (KDKMP) sudah mencapai 96% dari target nasional fokus percepatan, kesiapan operasional KDKMP, penempatan manajer, serta penguatan peran KDKMP sebagai simpul distribusi barang bersubsidi dan offtaker produk unggulan desa. 

Pemerintah juga terus mendorong percepatan proses verifikasi dan validasi agar KDKMP yang telah memenuhi persyaratan dapat segera beroperasi

 

 

Sumber : https://kop.go.id/galery/menteri-koperasi-menkop-ferry-juliantono-menghadiri-rapat-koordinasi-yang-dipimpin-oleh-menteri-koordinator-bidang-pangan-zulkifli-hasan-jakarta  

Baca Terusannya »»  

Menko Pangan Percepat Operasional KDKMP, Bereskan Penempatan Manajer dan Kerja Sama Layanan BUMN

 


Jakarta, 29 September 2026 — Menteri Koordinator Bidang Pangan  Zulkifli Hasan mengoordinasikan penyelesaian penempatan manajer dan kerja sama layanan dengan BUMN agar Koperasi Desa/Kelurahan Merah Putih (KDKMP) yang telah dibangun segera beroperasi. Dua hal tersebut menjadi fokus rapat koordinasi terbatas tingkat menteri mengenai KDKMP.

Percepatan operasional KDKMP juga diperkuat dengan Peraturan Presiden Nomor 82 Tahun 2026 tentang Tata Kelola Koperasi Desa/Kelurahan Merah Putih. Dalam kerangka tersebut, Zulkifli Hasan mengoordinasikan tindak lanjut lintas kementerian, BUMN, dan lembaga terkait agar kesiapan bangunan diikuti penempatan manajer serta tersedianya barang dan layanan bagi masyarakat.

Hingga saat ini, pembangunan fisik 26.569 unit KDKMP telah rampung 100 persen. Lima provinsi dengan jumlah unit selesai dibangun tertinggi ialah Jawa Timur 5.907 unit, Jawa Tengah 5.788 unit, Jawa Barat 2.299 unit, Sumatera Utara 1.427 unit, dan Aceh 1.317 unit.

Menurut Zulkifli Hasan, penyelesaian bangunan perlu segera diikuti kesiapan pengelola, pasokan barang, dan layanan. Karena itu, pemerintah membahas hambatan penempatan manajer sekaligus mempercepat kerja sama dengan pihak yang akan menyediakan layanan di KDKMP.

PT Agrinas Pangan Nusantara telah menandatangani 28.891 kontrak kerja manajer KDKMP. Para manajer dijadwalkan mulai bertugas pada 1 Oktober 2026 dengan status pegawai berdasarkan Perjanjian Kerja Waktu Tertentu (PKWT) selama dua tahun di bawah PT Agrinas Pangan Nusantara. Gaji manajer mengikuti ketentuan wilayah penempatan, dengan kisaran yang disampaikan dalam rapat Rp6,8 juta hingga Rp8,3 juta per bulan.

Menanggapi keluhan calon manajer yang ditempatkan jauh dari domisili, Zulkifli Hasan menjelaskan bahwa jumlah manajer yang direkrut saat ini lebih banyak daripada jumlah koperasi yang siap beroperasi. Pemerintah akan melakukan penyesuaian penempatan setelah proses penerimaan awal selesai dan koperasi yang lebih dekat telah siap.

“Manajernya memang sudah banyak, sementara koperasinya belum sebanyak itu. Jadi, yang sekarang ditempatkan jauh dari domisili nanti akan disesuaikan setelah koperasi-koperasi selesai dibangun,” ujar Zulkifli Hasan.

Berdasarkan data penempatan, 71,91 persen manajer ditempatkan dalam radius maksimal 50 kilometer dari domisili dan 88,28 persen tetap berada di provinsi asal. Kasus penempatan yang jauh akan menjadi perhatian dalam proses penyesuaian tersebut.

“Misalnya, ada yang tinggal di Depok tetapi ditempatkan di Gorontalo. Tentu itu jauh sekali. Setelah diterima, nanti akan disesuaikan dengan koperasi terdekat dari domisilinya,” jelasnya. 

Di sisi layanan, Zulkifli Hasan mengoordinasikan tindak lanjut kerja sama KDKMP dengan BUMN, lembaga keuangan, dan kementerian terkait. Rencana kerja sama itu mencakup distribusi beras SPHP dan bantuan pangan bersama Bulog; LPG bersama Pertamina Patra Niaga; pupuk bersubsidi bersama Pupuk Indonesia; serta gula, beras premium, dan kebutuhan pokok bersama ID FOOD.

KDKMP juga disiapkan untuk menyediakan layanan perbankan melalui bank-bank Himbara, pembiayaan ultra mikro melalui PNM, layanan logistik bersama Pos Indonesia, serta obat bebas dan obat bebas terbatas melalui Kimia Farma. Kerja sama tersebut akan ditindaklanjuti melalui perjanjian dengan masing-masing pihak.

“Koperasi ini bukan supermarket, tetapi infrastruktur pemerintah untuk mendukung penyaluran subsidi, bantuan pangan, gas 3 kilogram, pupuk, layanan keuangan, pembayaran listrik, dan berbagai kebutuhan masyarakat lainnya,” kata Zulkifli Hasan.

Melalui penyelesaian penempatan manajer dan kerja sama layanan, pemerintah mendorong KDKMP yang telah selesai dibangun untuk segera menjalankan fungsinya sebagai pusat kegiatan ekonomi dan layanan masyarakat di desa serta kelurahan. Sehingga manfaatnya dapat segera dirasakan masyarakat.

Turut hadir dalam Rakortas Menteri Koperasi Ferry Juliantono, Menteri PANRB Rini Widyantini, Kepala BP BUMN Dony Oskaria, Wakil Menteri Dalam Negeri Bima Arya, Wakil Menteri Desa Ahmad Riza Patria, Wakil Panglima TNI Tandyo Budi Revita, Dirut Agrinas Pangan Joao Angelo De Sousa Mota, Dirut Bulog Ahmad Rizal Ramdani dan  Dirut Pupuk Indonesia Rahmad Pribadi, Dirut ID FOOD Ghimoyo, Dirut PT Pos Indonesia Muhammad Iskandar, Dirut PLN Darmawan Prasodjo, dan Dirut Kimia Farma Handaka. 

 

 

Sumber : https://kemenkopangan.go.id/detail-artikel/menko-pangan-percepat-operasional-kdkmp-bereskan-penempatan-manajer-dan-kerja-sama-layanan-bumn- 

Baca Terusannya »»  

Kemnaker Manfaatkan AI untuk Verifikasi Mitra Penyelenggara dan Peserta MagangHub

 

Yogyakarta — Kementerian Ketenagakerjaan (Kemnaker) memanfaatkan kecerdasan buatan (AI) dalam proses verifikasi Program Magang Nasional (MagangHub). Teknologi ini membantu menelaah informasi mitra penyelenggara dan peserta, termasuk kewajaran kuota serta pola pendaftaran yang tidak lazim.

Sekretaris Jenderal Kemnaker Cris Kuntadi mengatakan, pada verifikasi mitra penyelenggara, AI membantu Kemnaker melihat keterkaitan antarkelompok perusahaan dan menilai kewajaran kuota yang diajukan berdasarkan kapasitas perusahaan.

“AI kita manfaatkan untuk membantu melihat apakah ada kelompok perusahaan yang berada dalam kendali satu operator, bagaimana bonafiditas perusahaan, dan apakah kuota yang diusulkan masih wajar dibandingkan dengan kapasitas perusahaan,” ujar Cris dalam kegiatan Monitoring Program Pemagangan Nasional di De Djokja Malioboro Hotel, Yogyakarta, Selasa (29/9/2026).

Pada seleksi peserta, AI turut menelaah data pendaftar dan lowongan untuk menemukan pola yang perlu diperiksa lebih lanjut. Hal tersebut antara lain mencakup sebaran peserta, asal wilayah, serta kesesuaian program studi dengan lowongan yang tersedia.

“Dalam seleksi peserta, AI juga membantu kita melihat pola-pola yang tidak lazim, misalnya peserta pada suatu perusahaan terkonsentrasi dari alumni kampus tertentu, sebagian besar berasal dari luar wilayah perusahaan, atau program studinya tidak sesuai dengan lowongan yang tersedia,” kata Cris.

Pemanfaatan teknologi ini menjadi penting karena Program Magang Nasional melibatkan mitra penyelenggara, lowongan, dan peserta dalam jumlah besar. Analisis berbasis AI membantu menemukan pola dalam kumpulan informasi tersebut yang kemudian dapat ditelaah dalam proses pemeriksaan.

Cris menegaskan, pemanfaatan AI tidak dimaksudkan untuk menggantikan proses verifikasi dan pemeriksaan. Hasil analisis AI menjadi salah satu bahan bagi proses pemeriksaan sesuai mekanisme yang berlaku.
 
 


Baca Terusannya »»  

Belajar dari India, Wamen Komdigi Nezar Patria: Indonesia Siapkan ‘Rel’ Digital Layanan Publik

 

Indonesia menjajaki pembelajaran dari India dalam membangun infrastruktur publik digital yang dapat menghubungkan identitas, data, pembayaran, dan berbagai layanan masyarakat dalam satu ekosistem.

Pengalaman India menjadi salah satu referensi bagi Indonesia dalam menyiapkan fondasi atau “rel” digital agar berbagai layanan publik dapat berjalan secara terintegrasi.

Wakil Menteri Komunikasi dan Digital Nezar Patria mengatakan pengalaman India dalam membangun Digital Public Infrastructure (DPI) relevan untuk dipelajari Indonesia.

Menurutnya, kerja sama kedua negara dapat ditindaklanjuti melalui berbagai program konkret setelah pertemuan para pemimpin kedua negara.

“Indonesia memiliki kebutuhan serupa untuk memiliki infrastruktur publik digital yang kuat, dan saat ini kami sedang mengupayakannya,” ujar Wamen Nezar dalam audiensi dengan Duta Besar India untuk Indonesia Sandeep Chakravorty di Kantor Kementerian Komdigi, Jakarta Pusat, Selasa (29/09/2026).

Menurut Wamen Nezar, kebutuhan membangun infrastruktur publik digital semakin penting karena berbagai kementerian dan lembaga masih memiliki sistem yang berjalan secara terpisah.

Kondisi tersebut menjadi tantangan dalam mewujudkan layanan publik digital yang saling terhubung.

“Beberapa kementerian dan lembaga masih memiliki sistem secara terpisah sehingga integrasi menjadi hal yang krusial,” katanya.

Pembelajaran dari India tersebut diarahkan pada penguatan fondasi yang menjadi “rel” bagi berjalannya layanan publik digital, mulai dari sistem identifikasi, pembayaran, hingga pertukaran data.

Dengan fondasi tersebut, berbagai aplikasi dan layanan pemerintah dapat dikembangkan dalam ekosistem yang lebih terhubung.

Wamen Nezar menilai praktik yang telah dikembangkan India dapat menjadi referensi untuk disesuaikan dengan kebutuhan dan tata kelola Indonesia.

Pembelajaran tersebut diharapkan mendukung upaya membangun infrastruktur publik digital yang mampu mengintegrasikan berbagai layanan bagi masyarakat.

“Kami belajar dari sistem yang diterapkan di India agar bisa diadaptasikan di Indonesia,” tandasnya.

 

 

Sumber : https://www.komdigi.go.id/berita/siaran-pers/detail/belajar-dari-india-wamen-nezar-patria-indonesia-siapkan-rel-digital-layanan-publik 


Baca Terusannya »»  

Menteri Ekraf: Kreativitas Anak Jadi Bagian Pemulihan Pascabencana Sumatera

 


Jakarta, 29 September 2026 – Kementerian Ekonomi Kreatif/Badan Ekonomi Kreatif (Ekraf) menghadirkan showcase “Bukit Mimpi” di KiN Space, SCBD Jakarta, 29 September–28 Oktober 2026. Pameran ini menampilkan 20 lukisan karya anak terdampak bencana dari Kabupaten Aceh Tamiang dan Kota Pariaman.

"Bukit Mimpi” merupakan bagian dari Program EKRAF Peduli – Pulih Bersama, Bangkit Berdaya dan rangkaian Program Melukis Bersama Anak-Anak. Program ini melibatkan 200 anak, masing-masing 100 anak dari Aceh Tamiang dan Kota Pariaman. Harapannya, mereka mampu menuangkan pengalaman dan cita-cita melalui seni lukis sekaligus memberikan ruang ekspresi, mengembangkan kreativitas, dan mendukung pemulihan psikososial anak pascabencana.

Menteri Koordinator Bidang Pemberdayaan Masyarakat (Menko PM) Muhaimin Iskandar mengatakan, ekonomi kreatif dapat mengambil peran dalam meningkatkan nilai tambah karya masyarakat, termasuk karya anak-anak yang lahir dari situasi sulit.

“Ekonomi kreatif itu bisa masuk ke wilayah yang paling substantif meningkatkan nilai tambah dari seluruh karya-karya anak bangsa Indonesia termasuk untuk talenta yang luar biasa bisa menghasilkan karya seni yang bisa terus kita kembangkan. Saya semakin menyadari melukis juga bisa menjadi terapi pascabencana. Bahkan, ini bisa menjadi usulan kurikulum penanggulangan bencana,” ujar Menko PM.

Sementara itu, Menteri Ekraf Teuku Riefky Harsya menyampaikan, showcase “Bukit Mimpi” menjadi ruang bagi anak-anak terdampak bencana untuk kembali berekspresi sekaligus memulihkan harapan melalui kreativitas.

“Kreativitas mungkin tidak dapat menghapus jejak bencana, tetapi kreativitas dapat menjadi ruang untuk memulihkan harapan. Melalui karya, anak-anak dapat kembali berekspresi, membangun rasa percaya diri, dan melihat masa depan dengan optimisme. Anak-anak dari Aceh Tamiang dan Pariaman tidak hanya diberi ruang untuk berkarya, tetapi juga berkesempatan agar karya mereka diapresiasi oleh masyarakat yang lebih luas,” ungkap Menteri Ekraf.

Dari 200 peserta, sebanyak 20 karya inspiratif, masing-masing 10 karya dari Aceh Tamiang dan Kota Pariaman dipilih untuk dipamerkan di Jakarta. Pameran ini mengangkat gagasan bahwa pengalaman bencana yang terasa seperti “mimpi buruk” dapat menjadi titik awal bagi anak-anak untuk kembali menemukan ruang untuk bermimpi.

“Teruslah berkarya dan jangan pernah berhenti bermimpi. Apa yang kalian lukiskan hari ini mungkin berawal dari sebuah pengalaman, tetapi kelak bisa menjadi inspirasi bagi banyak orang. Kreativitas merupakan kekuatan yang dapat terus tumbuh apabila diasah dan diberikan kesempatan,” tambah Menteri Ekraf.

“Bukit Mimpi” menjadi tahap akhir rangkaian Program Melukis Bersama yang sebelumnya mencakup persiapan, survei, training of trainers, bootcamp, dan local showcase di Aceh Tamiang dan Pariaman. Pembukaan showcase ditandai dengan collaborative painting dan dilanjutkan sesi lelang 20 karya lukisan anak.

Salah satu peserta, Irga Al Fachryansyah dari SMPN 1 Kejuruan Muda, Aceh, mengatakan kegiatan tersebut memberinya kesempatan untuk mengembangkan kemampuan melukis dan kreativitas.

“Dari kegiatan ini, saya belajar cara melukis yang lebih baik lagi. Kegiatan ini berguna untuk melatih kreativitas supaya saya bisa menghasilkan lukisan yang lebih bagus. Saya berharap kegiatan melukis seperti ini akan terus ada dan semakin banyak anak-anak yang mau mengikutinya,” ucap Irga sembari tampil dengan lukisan berjudul ‘Kembali Membangun, Kembali Bermimpi bersama EKRAF’.

Program EKRAF Peduli juga dilaksanakan di Aceh, Sumatera Utara, dan Sumatera Barat dengan berbagai intervensi ekonomi kreatif, antara lain sertifikasi barista, peningkatan kapasitas juru masak, dan pengembangan kapasitas konten kreator di wilayah terdampak bencana.

Hadir pula dalam kegiatan ini Wakil Menteri Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak, Veronica Tan; Co-founder KiN Space, Stevi Auw; Bupati Aceh Tamiang, Armia Pahmi; Walikota Pariaman, Yota Balad; dan perwakilan anak-anak yang melukis karya maupun tamu undangan dari mentor dan komunitas.

Turut mendampingi Menteri Ekraf dalam acara ini Deputi Bidang Kreativitas Budaya dan Desain, Yuke Sri Rahayu; Deputi Bidang Kreativitas Media, Cecep Rukendi; Staf Khusus Menteri Bidang Isu Strategis dan Antarlembaga, Rian Syaf; Staf Khusus Menteri Bidang Komunikasi, Media, dan Pelayanan Publik, Renanda Bachtar; Staf Khusus Menteri Bidang Manajemen Internal dan Efektivitas Organisasi, Yanuar Pranuradhi; Staf Khusus Menteri Bidang Hukum dan Pengembangan Ekraf, Agus Sardjono; Staf Ahli Menteri Bidang Sistem Pemasaran dan Infrastruktur, Septriana Tangkary; Staf Ahli Menteri Bidang Pendanaan dan Pembiayaan, Restog Krisna Kusuma; Direktur Seni Rupa dan Seni Pertunjukan, Dadam Mahdar; Direktur Kuliner, Romi Astuti; serta Tenaga Ahli Menteri, Gemintang Kejora Mallarangeng.

 


 

Sumber : https://ekraf.go.id/news/menteri-ekraf-kreativitas-anak-jadi-bagian-pemulihan-pascabencana 

Baca Terusannya »»  

Menag Jelaskan Urgensi Pembentukan Badan Pemberdayaan Dana Umat

 


Jakarta (Kemenag) — Menteri Agama Nasaruddin Umar mendorong pembenahan tata kelola dana umat agar potensi zakat dan berbagai instrumen filantropi Islam tidak berjalan sendiri-sendiri. Salah satu gagasan yang ia lontarkan adalah membangun satu sistem pengelolaan dana umat melalui Badan Pemberdayaan Dana Umat (BPDU) atau lembaga dengan nomenklatur serupa.

Gagasan tersebut disampaikan Menag saat menjadi keynote speaker dalam Mudzakarah Nasional dan Forum Diskusi Dewan Pakar Ikatan Ahli Ekonomi Islam Indonesia (IAEI), di Aula VIP Masjid Istiqlal. Forum tersebut mengangkat tema “Kontribusi Ekonomi Islam terhadap Resiliensi Ekonomi Nasional yang Berkelanjutan di Tengah Tantangan Geopolitik Global”. Acara ini dihadiri pengurus pusat IAEI.

Menurut Menag, potensi dana umat yang sangat besar perlu dihimpun, dikelola, dan diarahkan secara terkoordinasi sehingga memberikan dampak yang lebih besar bagi masyarakat. Ia menyebut perlunya membangun sebuah mekanisme yang mampu mengonsolidasikan berbagai sumber daya ekonomi umat. 

Gagasan itu masih berada pada tahap pembahasan, termasuk mengenai apakah nantinya berbentuk badan atau lembaga. “Badan Pemberdayaan Dana Umat. Tapi lagi difinalkan apakah lembaga atau badan,” ujarnya di Jakarta, Selasa (29/9/2026).

Perbedaan nomenklatur tersebut, menurut dia, bukan perkara administratif semata. Pilihan antara badan dan lembaga berkaitan dengan bobot keterlibatan negara dalam sistem yang akan dibangun. Karena itu, desain kelembagaannya perlu dipikirkan sejak awal, termasuk siapa yang memiliki kewenangan, bagaimana mekanisme pengelolaannya, dan sejauh mana negara terlibat.

Menag juga meminta IAEI mengambil bagian dalam merumuskan rancangan tersebut untuk kemudian ditawarkan kepada Presiden. Menurut dia, pemerintah telah menyiapkan anggaran untuk mendukung penyiapan gagasan itu.

Namun, sebelum bicara tentang bentuk kelembagaan, terdapat sejumlah pekerjaan rumah yang harus dibereskan. Menag menyampaikan sejumlah persoalan seperti legalitas aset, pembagian fungsi, model bisnis, hingga kemungkinan kebutuhan regulasi.

Menag merujuk pada prinsip pengelolaan zakat pada masa Nabi Muhammad yang menurutnya memiliki satu pusat pengelolaan melalui Baitul Mal. Ia kemudian membandingkan model tersebut dengan kondisi sekarang yang memiliki banyak lembaga pengelola zakat. Diperlukan mekanisme koordinasi yang lebih kuat sehingga penghimpunan dan pemanfaatan dana umat tidak berjalan secara terpisah.

Bagi Menag, konsolidasi dana umat bukan semata-mata persoalan menghimpun lebih banyak dana. Yang lebih penting adalah mengubah dana tersebut menjadi instrumen pemberdayaan. Ia menyampaikan pandangan bahwa umat Islam memiliki sumber daya sendiri yang dapat dioptimalkan untuk membiayai program pemberdayaan masyarakat.

Karena itu, menurut Menag, zakat perlu dilihat bersama instrumen ekonomi Islam lainnya. Ia menyebut infak, wakaf, sedekah, sukuk, qardhul hasan, mudharabah, musyarakah, hingga berbagai instrumen muamalah lainnya sebagai bagian dari potensi ekonomi yang perlu didefinisikan dan diimplementasikan secara lebih optimal. 

Gagasan satu pintu sekaligus membuka persoalan tata kelola. Jika dana umat dikonsolidasikan, siapa yang bertanggung jawab? Bagaimana pembagian kewenangan antara negara, lembaga pengelola zakat, organisasi keumatan, dan badan atau lembaga baru? Bagaimana memastikan dana yang dihimpun dapat dilacak pemanfaatannya? Dan regulasi seperti apa yang diperlukan?

Artinya, gagasan konsolidasi tidak sederhana. Mengubah sistem yang selama ini tersebar menjadi mekanisme yang lebih terkoordinasi membutuhkan desain kelembagaan yang jelas, pembagian kewenangan yang tegas, serta mekanisme akuntabilitas yang dapat menjaga kepercayaan publik.

Di tengah gagasan tersebut, Menag juga meminta IAEI memperkuat kapasitas survei dan pendataan ekonomi Islam. Menurutnya, kebijakan tidak seharusnya dibangun hanya berdasarkan asumsi.

“Kita harus merekomendasikan survei. Karena kalau kita membuat kebijakan tanpa survei itu pasti akan banyak kelirunya,” tegasnya.

Ia mengusulkan agar IAEI memiliki survei ekonomi Islam sendiri sehingga perkembangan ekonomi umat dapat dibaca secara lebih terukur. Permintaan itu menjadi penting karena gagasan konsolidasi dana umat pada akhirnya membutuhkan basis data yang kuat. Besarnya potensi dana, jumlah penerima manfaat, pola penghimpunan, distribusi, hingga dampak ekonomi harus dapat dipetakan secara akurat.

Dengan demikian, persoalan dana umat tidak berhenti pada pertanyaan berapa besar potensi yang tersedia. Pertanyaan berikutnya adalah berapa yang benar-benar dihimpun, ke mana mengalir, siapa yang menerima manfaat, dan seberapa besar perubahan yang dihasilkan.

Bagi Menag, penguatan ekonomi Islam pada akhirnya bukan sekadar memperbanyak instrumen keuangan syariah. Ekonomi Islam harus memiliki arah, basis data, tata kelola, dan orientasi kemaslahatan yang jelas, agar menjadi sumber daya yang lebih terukur, terkoordinasi, dan berdampak bagi masyarakat. 

 

 


Sumber : https://kemenag.go.id/nasional/menag-jelaskan-urgensi-pembentukan-badan-pemberdayaan-dana-umat-KDuH6 

Baca Terusannya »»  

Perkuat Ekosistem Industri Halal, Kemenperin Percepat Sertifikasi IKM

 


Kementerian Perindustrian terus memperkuat ekosistem industri halal nasional sebagai bagian dari upaya meningkatkan daya saing produk industri sekaligus memberikan kepastian dan perlindungan kepada konsumen. Langkah tersebut semakin penting menjelang pemberlakuan kebijakan Wajib Halal pada Oktober 2026, yang mencakup produk makanan dan minuman, bahan baku, bahan tambahan, serta jasa terkait yang beredar dan diperdagangkan di Indonesia.

Menteri Perindustrian Agus Gumiwang Kartasasmita menegaskan, penguatan industri halal tidak hanya diarahkan untuk memenuhi aspek regulasi, tetapi juga menjadi instrumen strategis dalam meningkatkan nilai tambah dan memperluas akses pasar produk industri nasional.

“Melalui fasilitasi sertifikasi halal, kami memacu industri untuk tidak hanya memperoleh sertifikat, tetapi juga menerapkan prinsip jaminan produk halal secara konsisten,” kata Menperin dalam keterangannya, Selasa (29/9).

Menurut Agus, sertifikasi halal memiliki peran penting dalam membangun kepercayaan konsumen terhadap produk industri dalam negeri. Terlebih lagi, meningkatnya perhatian masyarakat terhadap aspek kehalalan produk perlu ditangkap oleh pelaku industri sebagai peluang untuk meningkatkan daya saing.

“Sertifikasi halal bukan semata-mata pemenuhan kewajiban, tetapi juga dapat menjadi nilai tambah bagi produk. Dengan adanya jaminan halal, kepercayaan konsumen semakin kuat dan peluang produk industri kita untuk menjangkau pasar yang lebih luas juga semakin terbuka,” tuturnya.

Oleh karena itu, Kemenperin terus memperkuat ekosistem industri halal, salah satunya melalui percepatan sertifikasi halal bagi pelaku Usaha Mikro dan Kecil (UMK) serta Industri Kecil dan Menengah (IKM). Upaya tersebut dilaksanakan melalui berbagai unit kerja Kemenperin yang memiliki kompetensi dan layanan terkait standardisasi serta sertifikasi halal.

Salah satu langkah konkret dilaksanakan oleh Balai Standardisasi dan Pelayanan Jasa Industri Jakarta (BSPJI Jakarta). Pada tahun 2025, BSPJI Jakarta telah memfasilitasi sertifikasi halal kepada 31 pelaku usaha mikro dan kecil di wilayah Jabodetabek.

Menperin menyampaikan, dukungan terhadap UMK dan IKM menjadi penting mengingat kelompok usaha tersebut merupakan bagian yang tidak terpisahkan dari rantai pasok industri nasional. Peningkatan pemenuhan standar dan sertifikasi diharapkan dapat memperkuat posisi IKM dalam rantai nilai sekaligus meningkatkan kemampuan mereka memasuki pasar yang semakin kompetitif.

“Pemerintah ingin memastikan pelaku industri, termasuk IKM, memiliki kesiapan yang semakin baik dalam menghadapi implementasi Wajib Halal. Karena itu, fasilitasi dan pendampingan perlu terus diperkuat agar kebijakan ini juga memberikan manfaat ekonomi yang optimal bagi pelaku usaha,” ujar Agus.

 

Halal dan Penguatan Mutu

Kepala Badan Standardisasi dan Kebijakan Jasa Industri (BSKJI) Emmy Suryandari menjelaskan, implementasi sertifikasi halal perlu berjalan beriringan dengan penguatan sistem mutu di sektor industri. Dengan demikian, produk yang dihasilkan tidak hanya memenuhi aspek kehalalan, tetapi juga memiliki kualitas yang konsisten.

“Fasilitasi sertifikasi halal bukan sekadar menghasilkan sertifikat, tetapi juga memastikan industri menerapkan prinsip jaminan produk halal secara konsisten. Hal ini selaras dengan peningkatan mutu melalui penerapan standar seperti SNI dan sistem manajemen berbasis standar internasional,” jelas Emmy.

Menurutnya, penerapan standar dan sertifikasi merupakan salah satu faktor penting untuk memperkuat daya saing industri nasional. Di tengah persaingan pasar yang semakin terbuka, aspek mutu, keamanan, serta jaminan kehalalan menjadi bagian penting dalam membangun kepercayaan terhadap produk Indonesia.

Karena itu, BSKJI melalui unit-unit pelaksana teknisnya terus memperkuat pelayanan kepada dunia industri, termasuk layanan pengujian, standardisasi, sertifikasi, serta pendampingan yang diperlukan pelaku usaha.

Penguatan layanan tersebut juga diarahkan agar pelaku IKM semakin mudah memperoleh akses terhadap infrastruktur mutu. Bagi IKM, dukungan pemerintah menjadi penting karena keterbatasan sumber daya dan pemahaman teknis kerap menjadi tantangan dalam proses pemenuhan standar maupun sertifikasi.

“Penguatan ekosistem halal harus dilakukan secara terintegrasi. Tidak cukup hanya dengan sertifikasi, tetapi perlu didukung oleh penerapan sistem mutu sehingga industri dapat menjaga konsistensi produk yang dihasilkan,” imbuh Emmy.

 

IKM Manfaatkan Fasilitasi

Sementara itu, Kepala BSPJI Jakarta Fathullah menyampaikan bahwa pihaknya aktif mengajak pelaku IKM untuk memanfaatkan berbagai program fasilitasi yang telah disediakan pemerintah, termasuk program sertifikasi halal.

“Melalui program seperti Fasilitasi Sertifikasi Halal Tahun 2026, kami mengajak pelaku IKM memanfaatkan kesempatan sertifikasi halal yang diberikan secara gratis atau difasilitasi pemerintah. Ini menjadi peluang strategis untuk meningkatkan kepercayaan konsumen sekaligus memperkuat daya saing produk di pasar,” ujarnya.

BSPJI Jakarta juga memiliki peran strategis sebagai Lembaga Pemeriksa Halal (LPH) Pratama. Ruang lingkup layanan yang dimiliki mencakup industri makanan dan minuman, kosmetik, produk kimia, hingga barang gunaan.

Selain memperoleh sertifikasi, pelaku usaha juga diarahkan untuk memahami dan menjalankan prinsip jaminan produk halal secara berkelanjutan dalam proses produksinya. Konsistensi tersebut penting agar jaminan kehalalan menjadi bagian dari sistem produksi dan budaya mutu perusahaan, bukan hanya dipandang sebagai persyaratan administratif.

Kemenperin juga berkomitmen untuk terus memperluas jangkauan fasilitasi sertifikasi halal, terutama kepada UMK dan IKM di berbagai daerah. Upaya ini memerlukan sinergi antara pemerintah pusat, pemerintah daerah, lembaga pemeriksa halal, serta pelaku usaha.

 

 

Sumber ; https://kemenperin.go.id/artikel/72483014/Perkuat-Ekosistem-Industri-Halal,-Kemenperin-Percepat-Sertifikasi-IKM 

Baca Terusannya »»  

BRIN Dorong Penguatan Regulasi untuk Perkuat Independensi dan Profesionalitas Hakim

 

Jakarta, 29 September 2026. Indonesia sebagai negara hukum memiliki konsekuensi untuk memastikan hadirnya kekuasaan kehakiman yang merdeka, independen, profesional, dan bebas dari intervensi kekuasaan mana pun. Prinsip tersebut merupakan amanat konstitusi, khususnya Pasal 1 ayat (3) dan Pasal 24 UUD NRI Tahun 1945.

Plt. Kepala Organisasi Riset Ilmu Pengetahuan Sosial dan Humaniora (IPSH) BRIN, Muhammad Najib Azca mengatakan independensi hakim tidak cukup dimaknai sebagai kebebasan dalam memutus perkara. Independensi tersebut harus ditopang sistem jabatan yang memberikan kepastian hukum, mulai dari rekrutmen, pengangkatan, pembinaan karier, promosi, mutasi, kesejahteraan, perlindungan keamanan, pengawasan, hingga pemberhentian.

“Independensi itu harus ditopang oleh sistem jabatan yang jelas dan berkepastian hukum,” ujar Najib.

Ia menjelaskan, saat ini pengaturan mengenai jabatan hakim masih tersebar dalam berbagai peraturan perundang-undangan, antara lain Undang-Undang Nomor 48 Tahun 2009 tentang Kekuasaan Kehakiman serta berbagai undang-undang yang mengatur lingkungan peradilan.

Di sisi lain, Undang-Undang Nomor 20 Tahun 2023 tentang Aparatur Sipil Negara yang menempatkan hakim sebagai pejabat negara semakin menegaskan pentingnya regulasi yang secara khusus dan komprehensif mengatur jabatan hakim.

Najib menilai masuknya Rancangan Undang-Undang (RUU) Jabatan Hakim dalam Program Legislasi Nasional (Prolegnas) Prioritas Tahun 2026 merupakan momentum penting untuk mendorong pembahasan regulasi tersebut secara mendalam.

“Momentum ini harus diisi dengan kajian akademik yang mendalam, dialog kebijakan yang konstruktif, dan partisipasi seluruh pemangku kepentingan, mulai dari akademisi, organisasi profesi hakim, lembaga legislatif, hingga masyarakat sipil,” katanya.

Najib berharap forum tersebut dapat mengelaborasi sejumlah persoalan strategis, antara lain kedudukan hakim sebagai pejabat negara, desain sistem karier dan kesejahteraan hakim, keseimbangan antara independensi dan akuntabilitas, serta perkembangan pembahasan RUU Jabatan Hakim di DPR RI.

“Kami berharap seminar ini melahirkan rumusan-rumusan konkret yang dapat menjadi bahan masukan bagi DPR RI dan Pemerintah dalam pembahasan RUU Jabatan Hakim,” tuturnya.

Rumusan tersebut diharapkan dapat berkontribusi terhadap pembentukan regulasi yang mampu menjawab kebutuhan hakim sekaligus masyarakat pencari keadilan. Dengan demikian, pengaturan jabatan hakim tidak hanya memberikan kepastian mengenai aspek karier dan kesejahteraan, tetapi juga memperkuat keseimbangan antara independensi dan akuntabilitas kekuasaan kehakiman.

Najib menambahkan, penguatan regulasi jabatan hakim pada akhirnya diharapkan dapat mendukung terwujudnya sistem peradilan yang lebih profesional, independen, dan memiliki kepastian hukum dalam menjalankan fungsi kekuasaan kehakiman.

Seminar menghadirkan lima narasumber dari unsur akademisi, organisasi profesi hakim, dan lembaga legislatif, yaitu Dr. Margarito Kamis, S.H., M.H. yang membahas perspektif konstitusi dan negara hukum; Dr. Ismail Ramadan, S.H., M.H. yang mengulas reformasi kekuasaan kehakiman dari perspektif Asta Cita; Dr. Marsudin Nainggolan dari Ikatan Hakim Indonesia (IKAHI) yang memaparkan desain ideal kedudukan, rekrutmen, karier, kesejahteraan, dan perlindungan hakim; Prof. Dr. Basuki Rekso Wibowo, S.H., M.S. yang membahas keseimbangan independensi dan akuntabilitas hakim; serta Dr. Hinca Panjaitan, S.H., M.H. dari Komisi III DPR RI yang menyampaikan perkembangan pembahasan RUU Jabatan Hakim di parlemen.




Baca Terusannya »»  

Pendaftaran Mitra Penyelenggara MagangHub Batch 3 Dibuka 28 September sampai 22 Oktober 2026




 

Jakarta — Kementerian Ketenagakerjaan (Kemnaker) membuka pendaftaran mitra penyelenggara Program Magang Nasional (MagangHub) Batch 3 Angkatan II mulai 28 September 2026. Pendaftaran diperuntukkan bagi perusahaan yang akan menjadi mitra penyelenggara.

Menteri Ketenagakerjaan Yassierli mengatakan, perusahaan sebagai mitra penyelenggara berperan menyediakan kesempatan pemagangan yang sesuai dengan kebutuhan dunia kerja, termasuk bagi penyandang disabilitas. Dalam pendaftaran kali ini, perusahaan yang telah merekrut peserta MagangHub dari batch sebelumnya menjadi prioritas.

“Mulai 28 September, kami membuka pendaftaran bagi perusahaan untuk menjadi mitra penyelenggara MagangHub Batch 3 Angkatan II. Kami mengharapkan calon penyelenggara mengikuti seluruh tahapan sesuai jadwal dan ketentuan yang berlaku,” ujar Menaker Yassierli melalui siaran pers Biro Humas Kemnaker.

Rangkaian MagangHub Batch 3 Angkatan II diawali dengan sosialisasi pada 28 September hingga 22 Oktober 2026. Pada periode yang sama, perusahaan dapat mendaftarkan diri sebagai mitra penyelenggara.

Selanjutnya, Kemnaker melakukan verifikasi terhadap calon mitra penyelenggara pada 28 September hingga 23 Oktober 2026. Tahap berikutnya adalah penetapan mitra penyelenggara dan penayangan lowongan yang dijadwalkan pada 26 hingga 27 Oktober 2026.

Yassierli meminta perusahaan yang mendaftar mencermati persyaratan serta mengikuti setiap tahapan sesuai jadwal. Informasi dan dokumen yang diperlukan juga perlu disiapkan secara lengkap agar proses verifikasi berjalan sesuai ketentuan.

“Penyelenggara diharapkan menyediakan kesempatan pemagangan yang relevan dengan kebutuhan pekerjaan, sehingga peserta nantinya memperoleh pengalaman dan pembelajaran yang sesuai dengan lingkungan kerja,” katanya.

Pendaftaran dan informasi selengkapnya mengenai MagangHub Batch 3 Angkatan II Tahun 2026 dapat diakses melalui maganghub.kemnaker.go.id.

 

 

Sumber : https://kemnaker.go.id/news/detail/pendaftaran-mitra-penyelenggara-maganghub-batch-3-dibuka-28-september 

Baca Terusannya »»  

Kemensos Siapkan Sistem Pelaporan Terpadu Sekolah Rakyat untuk Masyarakat

 


Jakarta - Kementerian Sosial (Kemensos) menyiapkan Sistem Pelaporan Terpadu Sekolah Rakyat melalui kanal resmi WhatsApp Lapor Kemensos pada nomor 0887-7171-171. Sistem ini dapat digunakan oleh masyarakat untuk mengadukan berbagai hal mengenai pelaksanaan di Sekolah Rakyat sebagai bentuk keterbukaan.

Informasi tersebut disampaikan oleh Menteri Sosial Saifullah Yusuf (Gus Ipul) saat memimpin Rapat Koordinasi Sekolah Rakyat bersama pejabat Kemensos, seluruh Kepala Sekolah Rakyat, dan para Kepala Sentra secara hybrid dari Kantor Kemensos, Jakarta, Selasa (29/9/2026). 

"(Sistem) Ini terbuka bagi siswa, guru, orang tua, dan masyarakat. Jadi kita akan buka pengaduan supaya kita enggak salah bapak-ibu sekalian, ini era keterbukaan. Maka, lapor lewat WhatsApp sudah kita siapkan salurannya," kata Gus Ipul didampingi Wakil Menteri Sosial (Wamensos) Agus Jabo Priyono.

Gus Ipul mengatakan, setiap aduan adalah alarm dini, bukan ancaman. Sehingga pihaknya menyediakan saluran khusus bagi masyarakat untuk menyampaikan berbagai macam aduan, seperti dugaan bullying, dan kekerasan.

"Aduan ini penting sebagai alarm dini. Bukan ancaman, tapi alarm. Dan setiap pengaduan harus kita respons, kita konfirmasi, kita validasi, kita verifikasi. Setiap laporan, setiap aduan adalah alarm. Jangan abaikan," tegas Gus Ipul. 

Dia menegaskan, kerahasiaan identitas dan data pelapor akan dijaga dengan baik. Ia mengungkapkan, informasi itu hanya dapat diakses oleh Satgas Sekolah Rakyat, Mensos, dan Wamensos.

"Kerahasiaan pelapor mutlak. Data hanya dapat diakses Satgas SR, Mensos, dan Wamensos.  Jadi kanal resmi pelaporan, kerahasiaan pelapor itu akan dijaga," ujarnya.

Adapun tahapan pengaduan tersebut sebagai berikut: 

Tahap pertama, masyarakat dapat mengirimkan laporan melalui WA resmi pada nomor 0887-7171-171 dengan melampirkan bukti berupa teks, foto, maupun video kejadian diadukan. Tahap kedua, sistem akan memilah laporan sesuai kategori menu Sekolah Rakyat (SR), hingga pengguna dapat terhubung langsung ke operator melalui tombol 'Hubungi Petugas'.

Tahap ketiga, petugas call center menginput data permohonan ke sistem SETARA. Kategori aduan, seperti perundungan (bullying), kekerasan, korupsi, pelecehan, penyalahgunaan wewenang, dan lain sebagainya. Nantinya, aduan yang disampaikan bakal mendapatkan nomor tiket ID untuk tindak lanjut.

Tahap keempat, akses dibatasi dengan autentikasi berlapis dan enkripsi data. Data bersifat rahasia, tidak dapat diakses pihak eksternal. Hanya Satgas SR, Mensos dan Wamensos yang memiliki akses data.

Tahap kelima, petugas akan melakukan tindak lanjut oleh Satgas SR atas aduan yang diterima. Mulai dari verifikasi ke sekolah, wawancara guru maupun siswa, serta mengumpulkan dokumentasi dan bukti lapangan. Tahap keenam, pelaporan hasil tindak lanjut akan dikirim.

Gus Ipul pun menginstruksikan seluruh Kepala Sekolah Rakyat dan Kepala Sentra untuk melakukan sosialisasi ke seluruh jajaran, baik siswa, guru, wali asuh, wali asrama, maupun tenaga kependidikan (tendik) lainnya. "Mohon ini Kepala Sekolah dan Kepala Sentra untuk membantu sosialisasi ke seluruh jajaran," pesannya.




Sumber : https://kemensos.go.id/berita-terkini/menteri-sosial-1/Kemensos-Siapkan-Sistem-Pelaporan-Terpadu-Sekolah-Rakyat-untuk-Masyarakat-1

Baca Terusannya »»