#GERAKAN PANGAN MURAH 2026

Cari Blog Ini

Rabu, 21 Oktober 2026

Sekilas Cuplikan Hasil Nyata 2 Tahun Pemerintahan


 

Pemerintahan Presiden Prabowo Subianto genap memasuki dua tahun masa kerja pada Selasa, 20 Oktober 2026. Dalam dua tahun pertama tersebut, berbagai program prioritas dan pembangunan terus dijalankan, mulai dari penguatan ketahanan pangan, pendidikan, kesehatan, perumahan, investasi, hingga hilirisasi industri.

Sekretaris Kabinet Teddy Indra Wijaya dalam keterangan tertulisnya menyampaikan bahwa dua tahun pertama pemerintahan menjadi bagian dari perjalanan kerja dan pengabdian untuk menghadirkan manfaat nyata bagi masyarakat di seluruh penjuru negeri.

“Sekilas cuplikan, 2 tahun pertama kerja nyata untuk negeri,” demikian keterangan Seskab Teddy.

Dalam video yang menyertai keterangan tersebut, perjalanan dua tahun pemerintahan diawali dari pembentukan Kabinet Merah Putih pada 20 Oktober 2024. Presiden Prabowo sejak awal menekankan pentingnya kesetiaan kepada bangsa dan negara serta pengelolaan kekayaan nasional untuk sebesar-besarnya pelayanan kepada rakyat.

“Hanya apabila kita bisa menjaga dan mengelola dengan baik semua kekayaan kita, kita bisa memberi pelayanan kepada rakyat kita,” ujar Presiden dalam cuplikan video tersebut.

Sejumlah capaian di sektor pangan turut ditampilkan. Pemerintah mencatat swasembada pada delapan komoditas pangan serta cadangan pangan sebesar 5,2 juta ton, tertinggi dalam sejarah Indonesia. Di bidang pemenuhan gizi, Program Makan Bergizi Gratis telah menjangkau 62 juta penerima manfaat.

Di sektor pendidikan, pemerintah mencatat 265 Sekolah Rakyat yang telah hadir, dengan 43 ribu anak jalanan kembali bersekolah. Selain itu, sebanyak 30 ribu sekolah telah direnovasi dan 288.180 layar interaktif dibagikan untuk sekolah-sekolah di seluruh Indonesia. Pemerintah juga meningkatkan insentif guru honorer sebesar 30 persen.

Perhatian terhadap kesehatan masyarakat juga menjadi bagian dari capaian dua tahun pertama. Program Cek Kesehatan Gratis disebut telah memberikan 108 juta layanan, sementara 22 rumah sakit baru dibangun untuk memperluas akses pelayanan kesehatan.

Pada sektor perumahan dan kawasan masyarakat, sebanyak 400 ribu rumah telah selesai diperbaiki. Pemerintah juga mengembangkan 100 Kampung Nelayan Merah Putih serta pembangunan infrastruktur penunjang lainnya, termasuk lebih dari 9.000 kilometer irigasi, 3.500 jembatan, 2.228 kilometer jalan Inpres, dan 3.000 titik air bor baru.

Pada sektor energi, pemerintah juga mencatat capaian swasembada energi melalui BBM Solar B50. Sementara, dalam penguatan pelayanan keagamaan, pemerintah juga membangun Kampung Haji.

Di bidang investasi, dua tahun pertama pemerintahan mencatat nilai investasi sebesar Rp3.923 triliun dengan penyerapan tenaga kerja mencapai 5.485.944 orang. Pemerintah juga melanjutkan agenda hilirisasi melalui peletakan batu pertama 26 proyek, termasuk pengembangan proyek baterai kendaraan listrik yang dalam video disebut sebagai yang terbesar di Asia Tenggara.

Pemerintah turut melakukan berbagai langkah penataan ekonomi dan pengelolaan aset negara. Penyelamatan kekayaan negara tercatat senilai lebih dari Rp54,8 triliun, pelunasan utang obligasi BLBI sebesar Rp218,3 triliun, serta penutupan 290 BUMN yang disebut menghasilkan penghematan sekitar Rp50 triliun setiap tahun.

“Dalam 2 tahun pertama pemerintahan Presiden Prabowo Subianto, berbagai program prioritas dan pembangunan terus berjalan untuk menghadirkan manfaat nyata bagi masyarakat di seluruh penjuru negeri,” tulis Seskab Teddy.

Meski berbagai capaian telah dicatat, Presiden Prabowo menegaskan bahwa pekerjaan pemerintah masih panjang. Capaian dua tahun pertama menjadi pijakan untuk melanjutkan berbagai program dan agenda pembangunan pada tahun-tahun berikutnya.

“Cita-cita kita lebih besar, pekerjaan kita masih banyak, perjalanan perjuangan kita masih jauh. Tapi kita sudah melihat apa yang kita sudah capai,” ujar Presiden.

Seskab Teddy menegaskan bahwa pengabdian pemerintah akan terus dilanjutkan untuk mewujudkan tujuan pembangunan nasional.

“2 tahun pertama telah dilalui, kerja nyata dan pengabdian terus berlanjut untuk mewujudkan Indonesia yang berdaulat, adil, dan makmur,” pungkas Seskab.

 

 

Sumber : https://presidenri.go.id/siaran-pers/seskab-teddy-bagikan-sekilas-cuplikan-hasil-nyata-2-tahun-pemerintahan/ 

Baca Terusannya »»  

2 Tahun Prabowo–Gibran, Memperkuat Swasembada Pangan Berkelanjutan

 


 

Jakarta, -- Dua tahun pemerintahan Presiden Prabowo Subianto dan Wakil Presiden Gibran Rakabuming Raka menjadi periode percepatan pembangunan pertanian, terutama dalam memperkuat produksi dalam negeri, memperbaiki tata kelola pangan, dan meningkatkan keberpihakan kebijakan kepada petani. Salah satu capaian yang menonjol adalah percepatan target swasembada pangan, didukung kebijakan dari hulu hingga hilir.

Tantangan yang dihadapi tidak ringan. Pada 2023 dan 2024, Indonesia mengimpor beras 7 juta ton lebih, masing-masing sebesar 3,06 juta ton dan 4,52 juta ton, berdasarkan data Badan Pusat Statistik (BPS). Kondisi tersebut memperlihatkan besarnya tantangan dalam menjaga kecukupan pasokan beras nasional ketika produksi menghadapi tekanan perubahan iklim.

Di bawah kepemimpinan Presiden Prabowo, pemerintah mempercepat upaya mencapai swasembada pangan. Target yang semula direncanakan dalam empat tahun dipercepat menjadi satu tahun. Presiden kemudian menyampaikan deklarasi swasembada pangan pada 7 Januari 2026 di Karawang, Jawa Barat.

Menteri Pertanian (Mentan) Andi Amran Sulaiman mengatakan percepatan tersebut merupakan hasil kerja bersama yang melibatkan petani, penyuluh, pemerintah daerah, kementerian dan lembaga, TNI, Polri, BUMN pangan, serta berbagai unsur pendukung lainnya. Pemerintah memperkuat dukungan produksi sekaligus mendorong agar hasil panen petani terserap dan cadangan pangan nasional terjaga.

“Capaian pangan tidak lahir dari satu kebijakan atau satu institusi. Ini adalah hasil kerja bersama, mulai dari petani, penyuluh, pemerintah daerah, kementerian dan lembaga, TNI, Polri, BULOG, hingga aparat penegak hukum. Tugas kami adalah memastikan seluruh ekosistem tersebut bergerak dalam satu arah: meningkatkan produksi, melindungi petani, dan menjaga pangan tetap tersedia bagi rakyat,” ujar Mentan Amran.

Salah satu penanda pendekatan pemerintahan Prabowo–Gibran adalah percepatan penerbitan kebijakan. Dalam dua tahun pemerintahan, Presiden menerbitkan 16 Instruksi Presiden (Inpres) dan Peraturan Presiden (Perpres) yang berkaitan dengan berbagai agenda pembangunan, termasuk penguatan sektor pangan dan pertanian.

Kecepatan tersebut penting karena persoalan pertanian membutuhkan keputusan yang dapat segera diterjemahkan menjadi tindakan. Petani memerlukan kepastian akses terhadap pupuk, ketersediaan air, benih dan teknologi, harga pembelian hasil panen, serta dukungan penyerapan produksi.

Di sektor pertanian, kebijakan yang cepat perlu diikuti penyederhanaan prosedur, koordinasi lintas instansi, dan pelaksanaan yang tepat sasaran. Tujuannya memastikan keputusan pemerintah memberikan dampak nyata bagi petani dan memperkuat kemampuan produksi dalam negeri.

Sejumlah kebijakan kemudian diarahkan untuk memperbaiki tata kelola pupuk bersubsidi, mempercepat rehabilitasi irigasi, memperluas penggunaan teknologi pertanian, memperkuat penyerapan gabah dan beras, serta menjaga keterjangkauan pangan bagi masyarakat.

“Yang paling penting dari sebuah kebijakan adalah pelaksanaannya. Petani harus merasakan manfaatnya secara langsung, mulai dari kemudahan mendapatkan pupuk, kepastian air, dukungan teknologi, sampai hasil panen yang terserap dengan harga yang layak,” ujar Mentan Amran.

 

Pupuk Bersubsidi Lebih Terjangkau

Pembenahan pupuk bersubsidi menjadi salah satu langkah untuk memperkuat produksi pertanian. Pemerintah menerbitkan Peraturan Presiden Nomor 6 Tahun 2025 dan Peraturan Presiden Nomor 113 Tahun 2025 untuk memperbaiki tata kelola dan mempercepat akses petani terhadap pupuk.

Sebanyak 145 regulasi yang dinilai menghambat distribusi pupuk telah dipangkas atau disederhanakan. Penataan tersebut diarahkan agar proses penyaluran lebih efektif, dengan pembagian peran yang lebih jelas antara Kementerian Pertanian, Pupuk Indonesia, pemerintah daerah, pengecer, dan petani.

Pemerintah juga menurunkan harga pupuk bersubsidi sebesar 20 persen mulai 22 Oktober 2025. Harga pupuk urea turun dari Rp2.250 menjadi Rp1.800 per kilogram, sedangkan pupuk NPK turun dari Rp2.300 menjadi Rp1.840 per kilogram.

Untuk 2026, alokasi pupuk bersubsidi ditetapkan sebesar 9,55 juta ton dengan sasaran penerima lebih dari 16 juta petani. Kebijakan ini diarahkan untuk membantu petani memperoleh sarana produksi dengan harga yang lebih terjangkau, sekaligus menjaga kelancaran kegiatan usaha tani.

Pengawasan distribusi juga menjadi bagian dari pembenahan. Pemerintah melaporkan adanya rotasi 248 pejabat dan pencabutan sejumlah izin distribusi sebagai bagian dari langkah pengawasan. Pelaksanaannya perlu terus dikawal agar pupuk tersedia tepat waktu, tepat jumlah, tepat mutu, dan tepat sasaran.

“Pupuk adalah salah satu kunci produksi. Karena itu, pupuk harus tersedia tepat waktu, tepat jumlah, tepat mutu, dan tepat sasaran. Kami tidak ingin petani kesulitan memperoleh pupuk ketika memasuki musim tanam. Penyederhanaan tata kelola dilakukan agar pelayanan kepada petani lebih cepat dan tidak berbelit-belit,” kata Mentan Amran.

Di tengah gejolak geopolitik dan perubahan harga pupuk dunia, pemerintah juga menegaskan pentingnya menjaga ketersediaan pupuk untuk kebutuhan domestik. Kepentingan petani Indonesia harus menjadi prioritas sebelum pemerintah membuka peluang ekspor.

“Kalau kebutuhan petani dalam negeri belum aman, jangan bicara ekspor. Prioritas pertama adalah petani Indonesia. Ekspor hanya dapat dilakukan setelah stok dan kebutuhan nasional benar-benar terpenuhi,” tegasnya.

 

Irigasi, Teknologi, dan Harga Gabah Diperkuat

Peningkatan produksi tidak hanya bergantung pada pupuk. Ketersediaan air, kualitas benih, mekanisasi, dan kepastian harga hasil panen turut menentukan kemampuan petani meningkatkan produktivitas.

Pemerintah melaporkan rehabilitasi irigasi seluas 280.880 hektare dengan tingkat realisasi 99,93 persen pada tahap pertama. Untuk menghadapi risiko iklim pada 2026, Kementerian Pertanian menyiapkan pompanisasi pada lahan seluas 2,2 juta hektare dan rehabilitasi irigasi sekitar 1 juta hektare.

Pemerintah juga memanfaatkan 61 bendungan yang diperkirakan memiliki potensi layanan irigasi sekitar 400 ribu hektare. Penguatan infrastruktur air diharapkan membantu petani memperluas areal tanam dan meningkatkan frekuensi tanam, terutama di wilayah yang selama ini bergantung pada curah hujan.

Namun, pembangunan fisik harus disertai pengelolaan dan pemeliharaan jaringan irigasi agar manfaatnya benar-benar sampai ke lahan petani. Ketersediaan air perlu berjalan beriringan dengan dukungan sarana produksi dan pendampingan teknis.

“Air adalah faktor penting dalam produksi. Irigasi tidak boleh berhenti pada pembangunan fisik. Harus ada pengelolaan, pemeliharaan, dan kepastian air sampai ke lahan petani. Pompanisasi dan rehabilitasi irigasi kami arahkan untuk memastikan petani dapat menanam lebih luas dan lebih sering,” ujar Mentan Amran.

Kementerian Pertanian juga mendorong pemanfaatan benih unggul, alat dan mesin pertanian, serta pengembangan Pertanian Modern Advanced Agricultural System (PM-AAS). Program tersebut diarahkan untuk meningkatkan efisiensi kerja dan produktivitas, dengan penerapan yang disesuaikan terhadap kondisi lahan dan kemampuan petani.

Benih dengan potensi hasil minimal 8 ton per hektare disebut telah dibagikan kepada petani. Potensi tersebut merupakan hasil yang dapat dicapai dalam kondisi tertentu, sehingga hasil aktual tetap dipengaruhi varietas, kondisi lahan, ketersediaan air, pemupukan, dan teknik budidaya.

“Teknologi harus memberikan manfaat nyata bagi petani. Mekanisasi, benih unggul, dan pertanian modern harus menurunkan biaya produksi, meningkatkan produktivitas, serta mempercepat pekerjaan di lapangan. Namun, teknologi harus disesuaikan dengan kondisi lahan dan kemampuan petani,” kata Amran.

Di sisi hilir, pemerintah menetapkan harga pembelian gabah sebesar Rp6.500 per kilogram untuk gabah kering panen sesuai ketentuan yang berlaku. Kebijakan harga tersebut dimaksudkan untuk menjaga nilai hasil panen petani, dengan pelaksanaan yang tetap memperhatikan kualitas gabah, kadar air, lokasi, dan biaya logistik.

“Harga pembelian gabah harus memberikan rasa keadilan kepada petani. Petani harus memperoleh keuntungan yang layak agar tetap bersemangat menanam. Pada saat yang sama, pelaksanaan di lapangan harus memperhatikan kualitas, kadar air, lokasi, dan biaya logistik,” ujarnya.

 

Produksi Beras dan Jagung Meningkat

Penguatan dukungan produksi berjalan seiring dengan peningkatan produksi sejumlah komoditas strategis. Berdasarkan angka tetap BPS, produksi beras Indonesia pada 2025 mencapai 34,69 juta ton, meningkat 13,29 persen dibandingkan 2024 yang sebesar 30,62 juta ton.

Produksi padi pada 2025 tercatat sebesar 60,21 juta ton gabah kering giling dengan luas panen sekitar 11,32 juta hektare. Sementara itu, produksi beras periode Januari–Agustus 2026 dilaporkan mencapai 25,29 juta ton berdasarkan data yang digunakan pemerintah.

Peningkatan tersebut memperkuat kemampuan produksi dalam negeri. Meski demikian, keberlanjutan swasembada perlu ditopang oleh produktivitas, ketersediaan sarana produksi, pengelolaan air, pengurangan kehilangan pascapanen, serta kesesuaian antara produksi dan kebutuhan nasional.

“Produksi meningkat karena petani bekerja lebih keras dan pemerintah memperkuat dukungan dari hulu sampai hilir. Namun, swasembada bukan sekadar angka produksi. Swasembada berarti produksi cukup, stok aman, petani sejahtera, dan masyarakat memperoleh pangan dengan harga yang terjangkau,” kata Mentan Amran.

Pada komoditas jagung, produksi jagung pipilan kering dengan kadar air 14 persen pada 2025 mencapai 16,16 juta ton. Angka tersebut meningkat 6,74 persen dibandingkan 2024 yang sebesar 15,14 juta ton. Luas panen jagung mencapai 2,71 juta hektare, naik 6,35 persen.

Peningkatan produksi jagung berpotensi memperkuat pasokan bahan baku pakan. Hal ini penting karena ketersediaan dan harga jagung berkaitan dengan biaya produksi peternakan serta pasokan protein hewani bagi masyarakat.

“Jagung adalah komoditas strategis karena berkaitan langsung dengan pakan dan harga protein hewani. Produksi harus terus ditingkatkan, tetapi distribusi dan kualitas juga harus dijaga agar manfaatnya dirasakan petani, peternak, industri pakan, dan konsumen,” ujarnya.

Berdasarkan proyeksi neraca pangan 2026 yang disampaikan pemerintah, delapan komoditas disebut berada dalam kondisi swasembada, yakni beras, jagung, gula konsumsi, daging ayam ras, telur ayam ras, bawang merah, cabai besar, dan cabai rawit.

Produksi sebelas komoditas strategis diproyeksikan mencapai 72,75 juta ton, sedangkan kebutuhan nasional diperkirakan sekitar 68,86 juta ton. Selisih sekitar 3,89 juta ton merupakan surplus agregat berdasarkan proyeksi neraca pangan. Angka ini tidak berarti seluruh komoditas memiliki surplus secara individual karena setiap komoditas memiliki karakteristik produksi dan kebutuhan yang berbeda.

Pada saat yang sama, kedelai, bawang putih, dan daging sapi masih memerlukan penguatan produksi domestik. Peningkatan produktivitas, ketersediaan lahan, daya saing harga, dan pengembangan usaha tani menjadi bagian dari pekerjaan lanjutan untuk mengurangi ketergantungan terhadap pasokan luar negeri.

“Tidak boleh ada rasa puas diri. Beras dan jagung harus terus diperkuat, sementara kedelai, bawang putih, dan daging sapi menjadi pekerjaan lanjutan. Target kita bukan hanya swasembada sesaat, tetapi kemandirian pangan yang berkelanjutan,” tegas Amran.

 

Pengadaan BULOG Memperkuat Cadangan Beras Pemerintah

Peningkatan produksi perlu diikuti kemampuan negara menyerap hasil panen. Dalam hal ini, pengadaan gabah dan beras oleh Perum BULOG berperan dalam memperkuat Cadangan Beras Pemerintah (CBP) sekaligus mendukung stabilisasi pasokan.

Hingga 8 Oktober 2026, Perum BULOG melaporkan pengadaan gabah dan beras dalam negeri mencapai 4.115.014 ton setara beras. Angka tersebut setara dengan 102,88 persen dari target penugasan pemerintah sebesar 4 juta ton.

Capaian itu lebih tinggi dibandingkan pengadaan BULOG pada 2025 sebesar 3.191.969 ton setara beras dan melampaui capaian pada 2012 yang tercatat sekitar 3,65 juta ton, berdasarkan angka yang disampaikan pemerintah.

Pengadaan BULOG berbeda dari produksi nasional. Pengadaan mencerminkan jumlah gabah dan beras yang diserap perusahaan, sedangkan produksi nasional mencakup seluruh hasil panen, baik yang diserap BULOG maupun yang dipasarkan melalui jalur lain, disimpan, atau dikonsumsi sendiri.

Pengadaan dalam negeri yang kuat dapat membantu menjaga cadangan pemerintah dan mendukung stabilisasi pasokan. Namun, manfaatnya bagi petani dan konsumen juga bergantung pada harga pembelian, biaya distribusi, kualitas beras, serta efektivitas penyaluran.

“Pengadaan BULOG yang menembus lebih dari 4 juta ton menunjukkan bahwa hasil panen petani terserap. Ini penting untuk menjaga harga di tingkat petani sekaligus memperkuat cadangan pemerintah. Namun, pekerjaan belum selesai. Penyerapan harus terus dikawal agar manfaatnya dirasakan petani dan masyarakat,” ujar Mentan Amran.

Pemerintah melaporkan stok BULOG sekitar 5,3 juta ton pada awal Juni 2026 dan lebih dari 5 juta ton pada April. Sementara itu, Cadangan Beras Pemerintah pada September 2026 disebut sekitar 4,61 juta ton. Perbedaan angka antarperiode perlu dilihat dengan memperhatikan tanggal pencatatan, pengadaan, penyaluran, dan definisi stok yang digunakan.

Cadangan yang memadai memberi ruang bagi pemerintah untuk merespons gangguan produksi, bencana, serta gejolak harga. Karena itu, pengelolaan stok perlu disertai pencatatan yang transparan, pemeliharaan mutu, dan perencanaan distribusi sesuai kebutuhan antarwilayah.

“Cadangan pangan adalah kekuatan negara. Stok yang kuat memberi pemerintah ruang untuk merespons gejolak harga, bencana, dan gangguan produksi. Karena itu, cadangan harus dikelola secara hati-hati, transparan, dan selalu diperbarui melalui pengadaan dalam negeri,” katanya.

Pemerintah menyatakan impor beras umum untuk konsumsi telah dihentikan. Kebijakan tersebut perlu dibedakan dari impor untuk kebutuhan khusus yang memiliki jenis, tujuan, volume, waktu, dan dasar kebijakan tersendiri. Penjelasan yang terbuka mengenai kebijakan impor tetap diperlukan agar kepentingan petani dan kebutuhan pangan nasional dapat dijaga secara seimbang.

 

Anggaran Pangan dan Bantuan untuk Menjaga Keterjangkauan

Dukungan anggaran menjadi bagian dari upaya memperkuat produksi dan menjaga ketersediaan pangan. Dalam rancangan APBN 2026, pemerintah menyiapkan sekitar Rp164,4 triliun untuk mendukung ketahanan pangan nasional. Angka tersebut merupakan alokasi yang direncanakan, bukan keseluruhan realisasi belanja.

Dukungan tersebut mencakup berbagai program, termasuk subsidi pupuk, penugasan BULOG, serta penguatan cadangan dan lumbung pangan. Efektivitasnya perlu dilihat dari ketepatan sasaran, realisasi anggaran, hasil program, dan manfaat yang diterima petani serta masyarakat.

“Anggaran pangan harus kembali kepada rakyat dalam bentuk produksi yang meningkat, petani yang lebih sejahtera, stok yang lebih kuat, dan harga yang lebih terjangkau. Setiap rupiah harus dipertanggungjawabkan melalui hasil yang dapat diukur,” ujar Amran.

Selain memperkuat produksi, pemerintah menjalankan bantuan pangan beras dan program Stabilisasi Pasokan dan Harga Pangan (SPHP) untuk membantu menjaga ketersediaan serta keterjangkauan harga.

Pada 2025, bantuan pangan beras dan SPHP ditargetkan menjangkau 18,3 juta penerima manfaat, dengan sasaran penyaluran sekitar 1,3 juta ton beras SPHP. Angka tersebut merupakan target program. Pada 2026, pemerintah melanjutkan upaya bantuan dan stabilisasi melalui BULOG.

Dampak program perlu dinilai melalui ketepatan penerima, jumlah bantuan yang diterima, waktu penyaluran, perkembangan harga pasar, dan perubahan kemampuan rumah tangga memenuhi kebutuhan pangan.

“Pemerintah harus hadir di dua sisi. Petani harus memperoleh harga yang layak, sementara masyarakat, terutama kelompok rentan, harus mendapatkan pangan dengan harga yang terjangkau. Bantuan pangan dan SPHP menjadi instrumen penting untuk menjaga keseimbangan tersebut,” kata Mentan Amran.

BPS mencatat inflasi bulanan September 2026 sebesar 0,30 persen. Dalam kelompok pangan yang dipantau, beras disebut memberikan andil inflasi sebesar 0,03 persen, cabai rawit 0,08 persen, cabai merah 0,06 persen, dan daging ayam ras 0,05 persen.

Angka andil inflasi menunjukkan kontribusi perubahan harga suatu komoditas terhadap inflasi, bukan tingkat harga atau ukuran langsung kesejahteraan rumah tangga. Stabilitas pangan karena itu tetap membutuhkan pengawasan produksi, distribusi, biaya logistik, struktur pasar, dan daya beli masyarakat.

 

Perlindungan Petani Menghadapi Risiko Iklim

Perubahan iklim dan cuaca ekstrem masih menjadi tantangan bagi keberlanjutan produksi. Untuk mengurangi risiko usaha tani, Kementerian Pertanian menargetkan fasilitasi Asuransi Usaha Tani Padi (AUTP) seluas 100.000 hektare pada 2026.

Dalam skema yang direncanakan, premi asuransi sebesar Rp180.000 per hektare per musim tanam mendapat subsidi pemerintah sebesar 80 persen atau Rp144.000. Petani menanggung sisanya sebesar Rp36.000 per hektare.

Asuransi diharapkan membantu petani menghadapi risiko yang tercakup dalam program. Pelaksanaannya perlu didukung pendataan yang akurat, kemudahan pendaftaran, verifikasi kerusakan, dan pembayaran klaim sesuai ketentuan. Perlindungan tersebut juga harus berjalan bersama pembangunan irigasi, penyediaan benih, pengelolaan air, serta pendampingan pertanian.

“Petani tidak boleh dibiarkan menghadapi risiko iklim sendirian. Asuransi pertanian adalah bentuk perlindungan agar ketika terjadi risiko yang dijamin, petani memiliki kemampuan untuk kembali berproduksi. Namun, perlindungan harus berjalan bersama irigasi, benih, teknologi, dan pendampingan,” ujar Mentan Amran.

 

Ekspor dan Hilirisasi Harus Memberi Nilai Tambah

Peningkatan produksi membuka peluang untuk mengembangkan pasar dan meningkatkan nilai tambah hasil pertanian. Pada Agustus 2026, Indonesia dilaporkan mengirim 1.000 ton beras ke Malaysia dan 2.280 ton ke Arab Saudi untuk memenuhi kebutuhan jemaah haji.

Pelaksanaan ekspor pangan perlu memperhatikan jenis beras, sumber pasokan, perizinan, serta dampaknya terhadap stok domestik. Ekspor harus dilakukan dengan tetap mengutamakan kecukupan kebutuhan nasional dan memberikan manfaat ekonomi bagi petani.

Nilai ekspor produk pertanian sepanjang 2025 disebut mencapai sekitar Rp756,59 triliun, meningkat Rp166,71 triliun atau 28,26 persen dibandingkan 2024. Sementara itu, nilai impor disebut turun sekitar Rp41,68 triliun atau 9,66 persen. Angka tersebut perlu dibaca sesuai cakupan produk dan kategori statistik yang digunakan.

Pemerintah juga membahas peluang ekspor urea dengan syarat kebutuhan domestik dipenuhi terlebih dahulu. Ketersediaan sarana produksi bagi petani harus tetap menjadi pertimbangan utama dalam kebijakan perdagangan.

“Hilirisasi dan ekspor harus menjadi sarana meningkatkan nilai tambah bagi petani dan perekonomian nasional. Namun, ekspor tidak boleh mengurangi ketersediaan pangan dan sarana produksi bagi masyarakat dalam negeri. Prinsipnya jelas: kebutuhan nasional dipenuhi, petani dilindungi, kemudian pasar ekspor dikembangkan,” kata Mentan Amran.

Pengembangan hilirisasi pertanian, biodiesel B50, dan bioetanol juga membuka peluang peningkatan permintaan terhadap hasil pertanian. Pada saat yang sama, kebijakan tersebut perlu memperhitungkan keseimbangan kebutuhan pangan, pakan, energi, penggunaan lahan, harga bahan baku, dan dampak lingkungan.

 

Pengawasan Tata Niaga dan Penegakan Hukum

Selain produksi dan cadangan, tata niaga pangan menjadi bagian penting dalam menjaga kesejahteraan petani serta keterjangkauan harga bagi konsumen. Stok yang memadai belum tentu otomatis membuat harga terjangkau apabila terdapat kendala distribusi, biaya logistik tinggi, ketidakseimbangan pasokan antarwilayah, atau praktik perdagangan yang merugikan.

Mentan Amran meminta agar dugaan permainan harga, manipulasi stok, kartel, pemalsuan produk, dan pelanggaran lain dalam tata niaga pangan ditangani sesuai ketentuan hukum. Pengawasan diperlukan untuk memastikan rantai pasok berjalan sehat dan petani tidak menjadi pihak yang paling dirugikan.

“Petani tidak boleh menjadi pihak yang paling lemah dalam rantai pangan. Jika ada pihak yang memainkan harga, memalsukan produk, menahan stok, atau merugikan petani dan konsumen, kami akan menyampaikan temuan tersebut kepada aparat penegak hukum untuk diproses sesuai ketentuan,” ujar Amran.

Sepanjang 2024–2026, Menteri Pertanian melaporkan 260 kasus dugaan mafia pangan telah dilimpahkan kepada aparat hukum. Laporan tersebut mencakup dugaan beras oplosan dengan estimasi potensi kerugian konsumen Rp99,35 triliun per tahun serta dugaan pupuk palsu dengan estimasi potensi kerugian petani Rp3,2 triliun.

Angka tersebut merupakan estimasi potensi kerugian yang dilaporkan, bukan putusan pengadilan atau kerugian aktual yang telah terbukti untuk seluruh perkara. Penanganan setiap kasus tetap harus mengacu pada bukti, proses penyidikan, dan prinsip praduga tak bersalah.

“Penanganan dugaan pelanggaran harus tegas, tetapi tetap berdasarkan bukti dan hukum. Kami menghormati proses penyidikan dan prinsip praduga tak bersalah. Yang kami perjuangkan adalah tata niaga pangan yang sehat, transparan, dan tidak merugikan petani maupun konsumen,” tegas Mentan Amran.

 

Menjaga Swasembada agar Berkelanjutan

Dua tahun pemerintahan Prabowo–Gibran memperlihatkan perubahan arah kebijakan pangan melalui percepatan regulasi, perbaikan tata kelola pupuk bersubsidi, penguatan irigasi, peningkatan produksi beras dan jagung, penyerapan hasil panen, serta pengelolaan cadangan pemerintah.

Pemerintah menyatakan Indonesia telah mencapai swasembada beras dan menghentikan impor beras umum untuk konsumsi. Capaian tersebut perlu terus dijaga melalui pemantauan produksi, konsumsi, stok, distribusi, dan kebutuhan nasional dengan data yang konsisten serta dapat diverifikasi.

Swasembada bukanlah akhir dari pekerjaan. Perubahan iklim, biaya produksi, pemerataan distribusi, ketergantungan impor pada sejumlah komoditas, efektivitas subsidi, kesejahteraan petani, keterjangkauan harga bagi konsumen, dan pengawasan tata niaga masih menjadi tantangan yang harus ditangani.

Kementerian Pertanian akan melanjutkan penguatan produksi, pemanfaatan teknologi, penyerapan hasil panen, perlindungan petani, dan pengawasan pangan. Keberhasilan kebijakan perlu tercermin dalam indikator yang nyata, mulai dari produktivitas dan pendapatan petani, harga di tingkat produsen dan konsumen, ketepatan bantuan, kualitas cadangan, hingga efektivitas penggunaan anggaran.

“Pangan adalah urusan perut rakyat. Karena itu, pemerintah akan terus bekerja untuk menjaga produksi, memperkuat cadangan, melindungi petani, dan memastikan masyarakat memperoleh pangan yang cukup serta terjangkau. Penanganan terhadap dugaan pelanggaran dalam tata niaga pangan juga harus dilakukan secara tegas, terukur, dan sesuai ketentuan hukum,” tutup Mentan Amran.

Keberhasilan pembangunan pangan tidak hanya diukur dari besarnya produksi atau tingginya stok, tetapi juga dari kemampuan menjaga pasokan secara berkelanjutan, memberikan harga yang layak bagi petani, dan memastikan masyarakat dapat mengakses pangan dengan harga wajar.

 

Dua Tahun Gerak Nyata, Menjaga Swasembada Pangan Berkelanjutan

Dua tahun pemerintahan Prabowo–Gibran menunjukkan penguatan arah kebijakan pangan melalui pembenahan pupuk bersubsidi, rehabilitasi irigasi, peningkatan produksi beras dan jagung, penyerapan hasil panen, serta pengelolaan cadangan pemerintah.

Pemerintah menyatakan Indonesia telah mencapai swasembada beras dan menghentikan impor beras umum untuk konsumsi. Capaian tersebut menjadi fondasi penting untuk memperkuat kemandirian pangan, tetapi keberlanjutannya bergantung pada konsistensi kebijakan, kualitas pelaksanaan, dan kemampuan merespons tantangan produksi maupun distribusi.

Perubahan iklim, biaya produksi, ketergantungan impor pada sejumlah komoditas, pemerataan distribusi, efektivitas subsidi, kesejahteraan petani, dan keterjangkauan harga pangan masih membutuhkan perhatian berkelanjutan.

Kementerian Pertanian akan melanjutkan penguatan produksi, pemanfaatan teknologi, penyerapan hasil panen, perlindungan petani, serta pengawasan tata niaga. Keberhasilan program harus tercermin dalam indikator yang terukur, mulai dari produktivitas dan pendapatan petani, harga di tingkat produsen dan konsumen, ketepatan bantuan, kualitas cadangan, hingga efektivitas penggunaan anggaran.

“Dua tahun gerak nyata bukan garis akhir. Pekerjaan kita adalah memastikan swasembada bertahan, produksi terus meningkat, petani semakin sejahtera, dan rakyat mendapatkan pangan yang cukup dengan harga terjangkau. Pangan adalah urusan perut rakyat, sehingga setiap kebijakan harus memberikan manfaat nyata dan dapat dipertanggungjawabkan,” tutup Mentan Amran.

 

 

Sumber : https://pertanian.go.id/index.php/news/view/8233 

 

Baca Terusannya »»  

Resmi! Penugasan Tambahan SPHP Jagung Pakan 150 Ribu Ton Terbit, Kepala Bapanas Amran Minta Distribusi Cepat

 


JAKARTA — Sebagai penunjang keberlanjutan produktivitas peternak unggas dalam negeri, pemerintah melalui Badan Pangan Nasional (Bapanas) resmi memberikan penugasan tambahan kepada Perum Bulog. Adapun penugasan tersebut berupa tambahan alokasi 150 ribu ton untuk program Stabilisasi Pasokan dan Harga Pangan (SPHP) jagung pakan.

Adapun sesuai ketetapan Bapanas, harga bagi peternak unggas dalam pelaksanaan program SPHP jagung pakan ini adalah Rp 5.000 per kilogram (kg) dengan pengambilan di Gudang Bulog dan harga maksimal di Rp 5.500 per kg sampai di tingkat peternak. Penyaluran dilakukan melalui koperasi atau asosiasi kepada peternak penerima yang telah terdaftar sesuai Surat Keputusan (SK) Kementerian Pertanian.

Kepala Bapanas sekaligus Menteri Pertanian (Mentan) Andi Amran Sulaiman menyatakan telah menginstruksikan Perum Bulog agar melakukan pendistribusian SPHP jagung pakan secara cepat. Targetnya sesuai surat penugasan tambahan 150 ribu ton ini paling lama selesai salur pada 23 November mendatang.

"Ada tambahan SPHP jagung, itu Bulog. Kami minta Bulog untuk distribusi cepat," kata Kepala Bapanas yang juga sebagai Mentan Andi Amran Sulaiman dikutip di Jakarta..

Dalam laporan Bapanas, realisasi salur SPHP jagung pakan tahap pertama per 20 Oktober telah diakses peternak unggas sebanyak 205,49 ribu ton atau telah mencapai 85,2 persen dari total target tahap pertama yang 241,19 ribu ton. Ini melibatkan 151 unit koperasi/asosiasi dengan total 11.677 peternak yang tersebar di 29 provinsi.

SPHP jagung pakan disalurkan pemerintah untuk membantu kalangan peternak unggas dalam menghadapi kondisi fluktuasi harga jagung. Dalam pantauan Bapanas, harga jagung pipilan kering tingkat peternak per 19 Oktober secara nasional telah berada di level Rp 7.173 per kg atau 23 persen telah melebihi Harga Acuan Penjualan (HAP) tingkat peternak di Rp 5.800 per kg.

Adapun rerata harga jagung pipilan tingkat peternak di regional Jawa terpantau berada di rentang Rp 6.475 sampai Rp 7.250 per kg. Sementara regional Bali dan Nusa Tenggara ada di rentang harga Rp 6.960 sampai Rp 7.550 per kg. Untuk regional Sumatera di rentang harga Rp 6.400 sampai Rp 8.460 per kg.

Kendati demikian, Bapanas mencatat anomali harga telur ayam dan ayam hidup di tingkat peternak yang belum menyentuh Harga Acuan Pembelian (HAP) tingkat produsen yang ditetapkan di Rp 26.500 per kg dan Rp 25.000 per kg berat hidup. Per 19 Oktober, rerata harga telur ayam dan ayam hidup di tingkat peternak berada di Rp 23.332 per kg dan Rp 23.912 per kg.

Kepala Bapanas Amran pun menyebut pemerintah terus berupaya membangun ekosistem perunggasan melalui berbagai program. Mulai dari hulu hingga hilir harus dapat terwujudkan kesinambungan proses dari produksi hingga penyerapan hasil produksi.

"Yang terpenting adalah bagaimana membangun ekosistem. Contoh peternakan kita rancang, petani jagung berproduksi jagung, offtaker-nya peternak. Kalau berlebih, (terapkan skema) resi gudang ke Bulog. Kemudian MBG juga sebagai offtaker. Ini suatu capaian yang luar biasa dari pemerintah," kata Amran lagi.

Terpisah, Direktur Utama Perum Bulog Ahmad Rizal Ramdhani menyatakan komitmen perusahaan yang ia pimpin untuk menggelontorkan stok jagung pakan, terutama untuk menyasar kepada peternak unggas skala mikro. SPHP jagung pakan tahap pertama pun akan Bulog tuntaskan pula.

“Bulog berkomitmen memastikan penyaluran SPHP jagung berjalan optimal dan tepat sasaran. Kami terus mempercepat penyelesaian sisa penyaluran SPHP jagung tahap pertama, sekaligus menjalankan tambahan penugasan tahap kedua sebanyak 150 ribu ton yang mulai disalurkan hari ini,” ujar Dirut Rizal.

Dengan memprioritaskan peternak unggas skala mikro dan optimalisasi penyaluran melalui koperasi, SPHP jagung pakan ini diharapkan dapat menjangkau pelaku usaha peternakan rakyat yang paling membutuhkan dukungan dalam menjaga keberlangsungan usahanya. Di samping itu, ini juga merupakan bentuk kehadiran pemerintah bagi produsen pangan dalam negeri.




Sumber : https://badanpangan.go.id/blog/post/resmi-penugasan-tambahan-sphp-jagung-pakan-150-ribu-ton-terbit-kepala-bapanas-amran-minta-distribusi-cepat

Baca Terusannya »»  

Berinovasi untuk Pangan Masa Depan, Kementan Perkuat Akses Pupuk Terjangkau bagi Petani

 


Jakarta, -- Inovasi pembangunan pertanian tidak hanya diwujudkan melalui penerapan teknologi, tetapi juga melalui kebijakan yang memberikan manfaat nyata bagi petani. Salah satunya adalah penurunan Harga Eceran Tertinggi (HET) pupuk bersubsidi hingga 20 persen yang berlaku sejak 22 Oktober 2025. Kebijakan ini menjadi langkah pemerintah untuk menekan biaya produksi sekaligus memperkuat fondasi usaha tani dalam mendukung swasembada pangan nasional.

Melalui kebijakan tersebut, harga pupuk Urea turun dari Rp2.250 menjadi Rp1.800 per kilogram, sedangkan pupuk NPK turun dari Rp2.300 menjadi Rp1.840 per kilogram. Penurunan harga ini memberikan ruang bagi petani untuk mengelola biaya sarana produksi secara lebih efisien, sehingga kebutuhan budidaya dapat dipenuhi sesuai kondisi dan kebutuhan tanaman.

Menteri Pertanian (Mentan) Andi Amran Sulaiman menegaskan bahwa keterjangkauan harga dan kepastian ketersediaan pupuk merupakan bagian penting dari upaya pemerintah menjaga produktivitas pertanian dan mempercepat pencapaian swasembada pangan.

“Kami memastikan pupuk subsidi tersedia, tepat waktu, dan mudah diakses petani sejak awal tahun. Ini bagian dari langkah serius pemerintah menjaga stabilitas produksi dan mempercepat swasembada pangan,” tegas Mentan Amran.

Penurunan HET pupuk bersubsidi tidak hanya berkaitan dengan perubahan harga, tetapi juga menjadi bagian dari upaya pemerintah memperbaiki akses petani terhadap sarana produksi. Dengan biaya pupuk yang lebih terjangkau, petani memiliki peluang mengalokasikan pengeluaran untuk kebutuhan budidaya lainnya tanpa mengabaikan penggunaan pupuk sesuai dosis dan rekomendasi teknis.

Direktur Jenderal Prasarana dan Sarana Pertanian (PSP) Andi Nur Alamsyah menjelaskan, penurunan HET pupuk bersubsidi hingga 20 persen merupakan inovasi kebijakan yang dirancang untuk memperkuat keterjangkauan sarana produksi bagi petani. Manfaatnya perlu dilihat tidak hanya dari perubahan harga, tetapi juga dari perkembangan penebusan pupuk dan kelancaran penyalurannya di lapangan.

“Kemudahan memperoleh pupuk dengan harga yang lebih terjangkau diharapkan membantu petani mengelola biaya usaha tani, menjaga penggunaan sarana produksi sesuai kebutuhan, serta mempertahankan produktivitas tanaman,” jelas Andi di Jakarta, Senin (19/10).

Berdasarkan data realisasi penyaluran pupuk bersubsidi (F5) Kementerian Pertanian dan PT Pupuk Indonesia, penyaluran pada periode 22 Oktober 2025 hingga 31 Juli 2026 menunjukkan peningkatan tren hingga 20 persen dibandingkan periode yang sama tahun sebelumnya. Perkembangan ini juga diikuti peningkatan jumlah petani yang menebus pupuk.

Hingga Juli 2026, rata-rata jumlah petani yang menebus pupuk meningkat 7 persen dibandingkan periode yang sama tahun sebelumnya. Kenaikan jumlah petani penebus terutama tercatat di sebagian besar wilayah Sumatera dan Jawa, yang diperkirakan berkontribusi terhadap tambahan penyerapan pupuk bersubsidi sekitar 306 ribu ton.

“Data tersebut menunjukkan bahwa keterjangkauan harga menjadi salah satu faktor yang relevan dalam menjelaskan peningkatan penebusan pupuk. Namun, peningkatan penyerapan juga dipengaruhi faktor lain, termasuk kesiapan penyaluran, sosialisasi kepada petani, dan kebutuhan pupuk sesuai kondisi musim tanam,” jelas Andi.

Menurut Andi, kelancaran penyaluran juga ditopang oleh kesiapan administrasi sejak awal tahun. Hal ini mencakup penetapan surat keputusan alokasi, kontrak pengadaan dan penyaluran, petunjuk teknis penyaluran, serta dokumen kerja sama dengan penyalur.

“Pemangkasan regulasi terkait tata kelola pupuk subsidi turut mendukung kelancaran penyaluran pupuk subsidi,” tambahnya.

Upaya menjaga keterjangkauan biaya produksi juga perlu berjalan seiring dengan kebijakan perlindungan harga hasil panen. Badan Pusat Statistik (BPS) mencatat Nilai Tukar Petani (NTP) nasional pada September 2026 mencapai 131,11, naik 1,49 persen dibandingkan Agustus 2026. Kenaikan tersebut mencerminkan perkembangan perbandingan indeks harga yang diterima petani dengan indeks harga yang dibayar petani.

Andi menjelaskan, penurunan HET pupuk bersubsidi dan penetapan Harga Pembelian Pemerintah (HPP) gabah kering panen (GKP) sebesar Rp6.500 per kilogram merupakan dua instrumen yang saling melengkapi dalam mendukung ekonomi usaha tani.

“Penurunan HET pupuk membantu petani mengendalikan biaya produksi, sementara HPP gabah memberikan acuan perlindungan harga saat panen. Jika biaya input terkendali dan harga hasil panen terjaga, peluang peningkatan pendapatan petani semakin terbuka,” jelas Andi.

Dampak kebijakan tersebut juga dirasakan petani di tingkat usaha tani. Asep Pullah dari Gabungan Kelompok Tani (Gapoktan) Mekar Jaya, Kelurahan Wargamekar, Kecamatan Baleendah, Jawa Barat, mengatakan harga pupuk yang lebih terjangkau membantunya mengatur pengeluaran dan memenuhi kebutuhan sarana produksi lainnya.

“Dengan harga pupuk bersubsidi yang lebih terjangkau, alhamdulillah biaya produksi bisa ditekan. Jadi biaya yang semula untuk beli pupuk kami alihkan untuk saprodi lain, seperti pestisida dan pupuk mikro,” ujar Asep.

Menurutnya, penghematan biaya produksi semakin berarti ketika petani juga memperoleh harga jual gabah yang lebih baik. Kombinasi biaya input yang terkendali dan penerimaan hasil panen yang meningkat dapat memperbaiki margin usaha tani.

“Nah ketika biaya produksi turun sementara harga gabah yang kami terima meningkat sekarang ini, alhamdulillah jadi ada keuntungan dan meningkatkan pendapatan petani,” tambahnya.

Melalui penurunan HET pupuk bersubsidi, penguatan tata kelola penyaluran, serta dukungan terhadap harga hasil panen, Kementerian Pertanian terus mendorong usaha tani yang lebih efisien dan produktif. Langkah ini menjadi bagian dari upaya memperkuat kesejahteraan petani sekaligus menjaga keberlanjutan produksi pangan nasional menuju swasembada pangan.

 

 

 

Sumber : https://pertanian.go.id/index.php/news/view/8231 

Baca Terusannya »»  

InaSkills 2026 Digelar 26-31 Oktober, Jaring Talenta Keterampilan Nasional

 


Jakarta — Kementerian Ketenagakerjaan (Kemnaker) akan menggelar Indonesia Skills Competition (InaSkills) 2026 pada 26-31 Oktober 2026 dengan 90 peserta, terdiri atas 50 peserta di 5 bidang kompetisi dan 40 peserta di bidang ekshibisi. Kompetisi tingkat nasional ini bertujuan menjaring kompetitor terbaik sekaligus membangun basis talenta keterampilan nasional sebagai bekal menghadapi kompetisi tingkat internasional.

Direktur Jenderal Pembinaan Pelatihan Vokasi dan Produktivitas Kemnaker, Darmawansyah, mengatakan InaSkills menjadi bagian dari proses pengembangan talenta keterampilan Indonesia. Melalui kompetisi ini, kemampuan calon kompetitor diuji berdasarkan bidang keterampilan masing-masing dengan penilaian yang mengacu pada standar internasional.

"Indonesia Skills Competition menjadi ruang untuk mengaktualisasikan semangat persatuan generasi muda melalui prestasi dan keunggulan keterampilan," kata Darmawansyah melalui siaran pers Biro Humas Kemnaker, Rabu (21/10/2026).

Sebanyak 30 juri akan menilai 5 bidang kompetisi, yaitu Refrigeration and Air Conditioning, Industrial Automation,Hotel Reception,Mechanical Engineering CAD, dan Internet of Things. Selain itu, ada satu bidang ekshibisi, yakni Microsoldering oleh TESPOIN.

Kompetisi tersebar di tiga lokasi, yaitu Balai Besar Pelatihan Vokasi dan Produktivitas (BBPVP) Bekasi, BBPVP Serang, dan AKTI Karawang.

Para calon kompetitor berasal dari berbagai jalur, antara lain Lomba Kompetensi Siswa (LKS), Olimpiade Vokasi Indonesia (OLIVIA), industri, BBPVP atau Balai Pelatihan Vokasi dan Produktivitas (BPVP), serta juara Circuit Global Championship yang diselenggarakan Teknisi Ponsel Indonesia (TESPOIN).

Indonesia Skills Competition (InaSkills) menjadi salah satu tahap pembinaan talenta keterampilan nasional yang mencakup identifikasi sumber talenta, kompetisi melalui proyek uji, penilaian, pemusatan latihan, dan peningkatan kapasitas. Para pemenang berkesempatan mengikuti pemusatan latihan di training center Kementerian Ketenagakerjaan, program pelatihan (training program) HRDK Korea, serta kompetisi keterampilan tingkat internasional, mulai dari WorldSkills ASEAN, WorldSkills Asia, hingga WorldSkills Internasional.

 

DAFTAR https://inaskills.kemnaker.go.id/#bidang 

 

Sumber : https://kemnaker.go.id/news/detail/inaskills-2026-digelar-26-31-oktober-jaring-talenta-keterampilan-nasional 

 

Baca Terusannya »»  

Selasa, 20 Oktober 2026

Pecahkan Rekor, Fadli Imammuddin Dulang Emas Ketiga Indonesia di Asian Para Games 2026

 

Nagoya: Atlet para balap sepeda Indonesia Muhammad Fadli Imammuddin mendulang emas ketiga untuk Kontingen Indonesia dalam Asian Para Games 2026 Aichi-Nagoya, Jepang, Selasa (20/10). Emas tersebut didapatkan dari nomor nomor Individual Pursuit (IP) klasifikasi C4 putra.

Dominasi Fadli telah terlihat sejak babak kualifikasi. Pria kelahiran Bogor itu mencatatkan waktu tercepat, yakni 4 menit 50,169 detik. Angka itu memecahkan rekor permainan atau game record (GR) yang sebelumnya dipegang atlet Tiongkok sekaligus rival utamanya, Wang Xian dengan unggul selisih waktu 1,863 detik. 

Dalam perebutan medali emas, Fadli berhadapan dengan atlet Iran, Behrooz Farzad. Pada laga yang berlangsung di Izu Velodrome Shizuoka itu, dia menang mudah dengan catatan overlap. 

"Alhamdulillah hasil kerja keras tim dan semua pendukung dari NPC Indonesia. Satu tahun kerja keras khususnya untuk mempersiapkan Asian Para Games di Nagoya, bisa membuahkan hasil satu emas. Mudah-mudahan kita bisa jumpa lagi di kelas selanjutnya," ungkap Fadli.

"Pastinya Kemenangan ini saya persembahkan untuk Indonesia, buat tim yang sudah kerja keras. Buat keluarga yang tidak henti-hentinya mendoakan saya," imbuhnya.

Fadli mengaku ketenangan menjadi kunci utamanya dalam meraih emas dan memecahkan rekor. Mantan pebalap Moto2 ini yakin dengan catatan waktu yang dimiliki ketika berlatih dan track record sebelumnya. 

“Apalagi ini 16 lap butuh ketenangan, mindset, percaya diri agar tidak kacau pikirannya. Kalau kacau pikirannya di kelas endurance ini pasti tidak akan konsisten," sebut Fadli.

Fadli menyebut medali emas ini makin spesial karena menambah catatan menawannya di ajang Asian Para Games. Dia berhasil mencatatkan hattrick emas sejak Asian Para Games 2018.

Sebelumnya Fadli meraih medali emas nomor individual pursuit C4 pada Asian Para Games 2018 dan Individual Time Trial C4-5 pada Asian Para Games 2022. "Setelah ini saya berusaha menjadi atlet yang enjoy. Saya tidak mau dibebani oleh apapun, berlatih enjoy, balapan enjoy," tuturnya. 

Hasil ini menurut Pelatih para balap sepeda Indonesia Rizan Setyo Nugroho sudah sesuai prediksi sebelumnya. Walaupun diakui timnya sempat memiliki keraguan sebelum tiba di Nagoya. 

"Keraguannya waktu di Hangzhou (2022) lalu, Fadli kalah dua detik dari musuhnya Wang Xian. Dan dia sendiri tidak turun di Asian Para Games sekarang ini," terangnya. 

Rizan sendiri merasa puas dengan hasil yang sudah diraih tim para balap sepeda sejauh ini. Yaitu mengantongi satu medali emas dan dua medali perunggu. 

Medali perunggu diraih oleh Vanza Mifthahul Jannah dari nomor Individual Pursuit 4000 meter kategori B putri dan Sufyan Saori di nomor Individual Time Trial 1000 meter klasifikasi C4-5 putra.

"Hari berikutnya kami optimalkan karena beberapa nomor dikombinasi, sehingga kami hanya bisa mengoptimalkan mana yang ada dan kami simpan energi untuk pertandingan road berikutnya," ungkapnya. 

Adapun tambahan satu emas dari cabor para balap sepeda membuat perolehan emas Indonesian hingga Selasa (20/10/2026) di Asian Para Games 2026 menjadi tiga emas. Emas pertama oleh Maulana Rifky Yavianda dari cabang olahraga para renang dan emas kedua oleh atlet asal Bali I Kadek Dwi Purwana Yasa dari para atletik. 

Tambahan emas ini turut mendongkrak posisi Indonesia dalam klasemen sementara Asian Para Games 2026 ke peringkat delapan. Dengan torehan 3 medali emas, 3 perak dan 15 perunggu.

 

 

Sumber : https://www.kemenpora.go.id/detail/7332/pecahkan-rekor-fadli-imammuddin-dulang-emas-ketiga-indonesia-di 


Baca Terusannya »»  

Menag Harap Syarikat Islam Terus Kawal Semangat Memajukan Ekonomi Umat


Surabaya (Kemenag) --- Menteri Agama Nasaruddin Umar menyampaikan bahwa Syarikat Islam (SI) merupakan salah satu organisasi pelopor pergerakan nasional di Indonesia, yang sejak awal mengajak para pedagang muslim untuk bangkit. Untuk itu, Menag berharap SI terus istiqamah dalam mengawal semangat memajukan ekonomi umat.

“Sejak awal Syarikat Islam meyakini jalan menuju kemerdekaan umat adalah dengan memajukan ekonomi,” kata Menag Nasaruddin Umar saat memberikan arahan sekaligus menutup Kongres Nasional/Majelis Tahkim Syarikat Islam ke-42 di Aula Asrama Haji Surabaya, Selasa (20/10/2026).

Kongres yang berlangsung dari tanggal 18 sampai 20 Oktober 2026 ini mengusung tema ‘Dakwah Ekonomi Menuju Kemerdekaan Sejati’.

“Sejarahnya, Syarikat Islam berakar dari Sarekat Dagang Islam yang dirintis Haji Samanhudi di Solo untuk menghimpun para pedagang Muslim, sebelum berkembang menjadi Syarikat Islam dan dibesarkan oleh H.O.S. Tjokroaminoto,” sambung Menag Nasaruddin.

Menag Nasararuddin berharap, ke depan Syarikat Islam dapat kembali tumbuh besar seperti masa-masa awal berdirinya.  Syarikat Isalam berperan di tengah masyarakat tidak hanya sebatas pemberdayaan ekonomi, tetapi juga pemberdayaan umat secara menyeluruh. Gerakan umat Islam memiliki peran besar bagi kemajuan bangsa dan Negara Kesatuan Republik Indonesia.

Menurut Menag Nasaruddin Umar, pemikiran H.O.S. Tjokroaminoto memiliki konsep ekonomi yang sangat brilian dan tentunya bisa menjadi panutan untuk semua warga bangsa.

“Kalau kita memberdayakan ekonomi umat, kita tidak hanya memerdekakan umat Islam, tetapi juga seluruh bangsa. Semoga ke depan kita semua dapat lebih baik dan lebih Sejahtera,” tandas Menag Nasaruddin Umar.

Kakanwil Kemenag Jatim, Akhmad Sruji Bahtiar menyampaikan apresiasi atas terselenggaranya Kongres Nasional/Majelis Tahkim Syarikat Islam di Surabaya. Ia menilai tema dakwah ekonomi yang diusung Syarikat Islam sejalan dengan semangat Kementerian Agama dalam mendorong kemandirian dan kesejahteraan umat.

“Kami bersyukur Jawa Timur dipercaya menjadi tuan rumah Kongres Nasional Syarikat Islam ke-42. Semangat dakwah ekonomi ini sangat relevan dengan kebutuhan umat saat ini. Semoga hasil kongres ini membawa manfaat nyata bagi kesejahteraan umat dan kemajuan bangsa,” ujar Bahtiar.


Sumber : https://kemenag.go.id/nasional/menag-harap-syarikat-islam-terus-kawal-semangat-memajukan-ekonomi-umat-AShxu
 

Baca Terusannya »»  

Presiden Prabowo Terima DEN, Bahas Antisipasi El Nino dan Ketahanan Pangan


 


Presiden Prabowo Subianto menerima laporan Dewan Ekonomi Nasional (DEN) dalam pertemuan di Istana Merdeka, Jakarta, pada Selasa, 20 Oktober 2026. Dalam pertemuan tersebut, DEN menyampaikan sejumlah rekomendasi strategis kepada pemerintah, mulai dari antisipasi fenomena El Nino dan La Nina, penguatan ketahanan pangan, hingga penanganan kebakaran hutan dan dampaknya terhadap kesehatan masyarakat.

Wakil Ketua DEN Marie Elka Pangestu mengatakan, pemerintah perlu meningkatkan kesiapsiagaan menghadapi potensi perubahan iklim ekstrem, mengingat fenomena El Nino diperkirakan dapat berlangsung hingga kuartal pertama 2027 dan berpotensi disusul La Nina pada pertengahan tahun depan. Menurut Marie, langkah antisipasi harus dilakukan secara terukur dengan mengoptimalkan pemanfaatan data dan prakiraan cuaca untuk mengidentifikasi wilayah-wilayah yang berisiko mengalami kekeringan, banjir, maupun bencana lainnya.

“Kita menyarankan menggunakan data dengan baik untuk mengidentifikasi titik-titik yang akan mengalami kekeringan dan di situ harus ada antisipasi dari segi pompa, penggunaan pompa yang tepat, kapan harus tanam, mungkin harus ditunda misalnya karena kekeringan dan juga mengantisipasi banjir dan kemungkinan dampak bencana,” ujar Marie dalam keterangan persnya kepada awak media usai pertemuan.

Selain kesiapan menghadapi cuaca ekstrem, DEN juga menekankan pentingnya menjaga stabilitas harga dan ketersediaan pangan nasional. Pemerintah didorong memastikan kecukupan stok cadangan pangan, khususnya beras, sekaligus memperkuat distribusi untuk mengantisipasi potensi gangguan pasokan.

“Dan terutama mengenai pangan, ini sangat penting untuk menjaga harga pangan dan kesediaan pangan dengan menjaga stok cadangan pangan, terutama beras,” kata Marie.

DEN juga menyarankan agar pemerintah menyiapkan langkah intervensi pasar apabila terjadi gejolak harga pangan. Upaya tersebut dinilai penting mengingat fenomena El Nino kerap diikuti kenaikan harga komoditas pangan akibat terganggunya produksi pertanian.

“Dan melakukan distribusi yang tepat dan melakukan operasi pasar bila mana diperlukan. Karena hampir semua insiden El Nino itu pasti dibarengi dengan kenaikan harga pangan. Dan ini sesuatu yang harus benar-benar kita antisipasi,” tegasnya.

Dalam kesempatan yang sama, DEN turut memberikan perhatian terhadap persoalan kebakaran hutan dan lahan (karhutla), khususnya dampak kabut asap yang mengancam kesehatan masyarakat di sejumlah wilayah Sumatra dan Kalimantan. Marie mengungkapkan, pembahasan bersama Presiden Prabowo juga mencakup langkah-langkah penanganan kebakaran hutan yang telah terjadi, termasuk upaya pengairan lahan gambut.

“Tapi kita juga memberi saran untuk melakukan pelayanan kesehatan di tempat-tempat yang paling terkena yaitu tiga provinsi di Kalimantan, Sumsel, Jambi, dan Riau,” ungkap Marie.

Ia menyebut terdapat enam wilayah yang menjadi perhatian karena mengalami dampak cukup berat akibat asap kebakaran hutan, yakni tiga provinsi di Kalimantan serta Sumatera Selatan, Jambi, dan Riau. DEN memandang perlunya langkah perlindungan kesehatan secara khusus bagi masyarakat di wilayah tersebut.

“Itu enam titik yang memang sangat terkena oleh asap dari kebakaran hutan. Bagaimana pemerintah juga memberi pelayanan kesehatan yang khusus kepada mereka-mereka. Termasuk pembagian masker dan seterusnya,” jelasnya.

Berbagai rekomendasi yang disampaikan DEN kepada Presiden Prabowo tersebut menekankan pentingnya kebijakan pemerintah yang berbasis data, responsif, dan antisipatif dalam menghadapi risiko perubahan iklim serta bencana lingkungan.

Penguatan cadangan pangan, kelancaran distribusi, kesiapan operasi pasar, hingga perlindungan kesehatan masyarakat menjadi sejumlah langkah yang dinilai perlu mendapat perhatian agar dampak El Nino, La Nina, dan kebakaran hutan tidak semakin membebani masyarakat.

 

 


Sumber : https://presidenri.go.id/siaran-pers/presiden-prabowo-terima-den-bahas-antisipasi-el-nino-dan-ketahanan-pangan/ 

Baca Terusannya »»  

Pemerintah Siapkan Strategi Fiskal untuk Jaga Harga BBM Bersubsidi hingga Akhir Tahun


 

Pemerintah menyiapkan sejumlah strategi fiskal untuk menjaga harga bahan bakar minyak (BBM) bersubsidi hingga akhir tahun dengan tetap memperhatikan keberlanjutan fiskal negara. Strategi tersebut dibahas dalam pertemuan Presiden Prabowo Subianto dengan Dewan Ekonomi Nasional (DEN) di Istana Merdeka, Jakarta, pada Selasa, 20 Oktober 2026.

Anggota sekaligus Sekretaris Eksekutif DEN Septian Hario Seto menyampaikan bahwa kebijakan pemerintah dalam menjaga harga BBM bersubsidi merupakan langkah penting untuk melindungi daya beli masyarakat. Menurutnya, kebijakan tersebut perlu diimbangi dengan strategi fiskal yang terukur agar stabilitas harga dapat dipertahankan tanpa mengabaikan kesehatan keuangan negara.

“Kami juga sampaikan kajian terkait dengan BBM, kami menyampaikan kepada Bapak Presiden bahwa langkah pemerintah untuk menjaga harga BBM bersubsidi ini sudah tepat, terutama untuk menjaga daya beli masyarakat saat ini,” ujar Seto usai pertemuan.

Dalam pembahasan tersebut, DEN turut menyampaikan sejumlah strategi fiskal yang dapat dilakukan pemerintah melalui Kementerian Keuangan dengan dukungan Badan Pengelola Investasi Daya Anagata Nusantara (BPI Danantara). Septian mengatakan strategi ini diarahkan untuk memastikan harga BBM bersubsidi tetap terjaga hingga akhir tahun, sekaligus menjaga agar pembiayaan kebijakan tersebut tetap berkelanjutan secara fiskal.

“Kami juga mendiskusikan beberapa strategi-strategi fiskal yang bisa dilakukan oleh pemerintah, Kementerian Keuangan, dan juga dibantu Danantara untuk memastikan bahwa harga BBM ini tetap bisa dijaga sampai akhir tahun dan fiskalnya juga tetap sustainable,” imbuh Septian.

Selain strategi jangka pendek, DEN juga membahas sejumlah langkah perbaikan untuk jangka panjang, terutama dalam meningkatkan ketepatan sasaran subsidi energi. Septian mengatakan perbaikan tersebut diperlukan agar alokasi subsidi dapat dimanfaatkan secara lebih efektif dan memberikan manfaat bagi masyarakat yang membutuhkan.

“Juga beberapa perbaikan-perbaikan jangka panjang yang bisa dilakukan tadi untuk kita bisa membuat subsidi energi ini bisa menjadi lebih tepat sasaran,” pungkas Septian.

 

 

Sumber : https://presidenri.go.id/siaran-pers/pemerintah-siapkan-strategi-fiskal-untuk-jaga-harga-bbm-bersubsidi-hingga-akhir-tahun/ 

Baca Terusannya »»  

Hilirisasi Indonesia Kian Meluas, Ekspor Diproyeksikan Capai US$50 Miliar pada 2026

 



Perkembangan hilirisasi Indonesia terus menunjukkan penguatan dan tidak lagi bertumpu pada nikel. Dalam pertemuan Presiden Prabowo Subianto dengan Dewan Ekonomi Nasional (DEN) di Istana Merdeka, Jakarta, Selasa, 20 Oktober 2026, DEN memaparkan pertumbuhan hilirisasi aluminium dan komponen baterai litium yang mendorong nilai ekspor produk hilirisasi diproyeksikan mencapai sekitar US$50 miliar pada akhir tahun ini.

Anggota sekaligus Sekretaris Eksekutif DEN Septian Hario Seto menjelaskan bahwa kajian terbaru DEN menunjukkan hilirisasi kini berkembang makin luas. Selain nikel, pertumbuhan signifikan juga terjadi pada aluminium serta komponen baterai litium.

“Yang pertama adalah terkait dengan hilirisasi. Tadi kami juga menyampaikan kepada Bapak Presiden, kajian hilirisasi terakhir yang dilakukan oleh Dewan Ekonomi Nasional, di mana sekarang yang terjadi bukan hanya hilirisasi nikel yang terjadi secara masif di Indonesia, tapi ada dua komponen hilirisasi lain yang juga berkembang cukup pesat,” ujar Seto.

Salah satu perkembangan paling menonjol terjadi pada industri aluminium. DEN memperkirakan nilai ekspor produk aluminium pada 2026 mencapai sekitar US$7,2 miliar, meningkat tajam dibandingkan sekitar US$3,5 miliar pada 2024.

Selain aluminium, Indonesia juga mulai memperkuat posisinya dalam rantai pasok industri baterai litium. Menurut Seto, Indonesia kini telah memproduksi berbagai komponen baterai seperti anoda dan katoda, bahkan telah memiliki fasilitas pemurnian litium meskipun tidak memiliki sumber daya litium di dalam negeri.

“Artinya Indonesia sudah bisa melakukan industrialisasi dari sumber daya alam yang kita tidak miliki. Tapi industrialisasi ini merupakan bagian dari ekosistem tadi yang lebih lengkap,” ungkap Seto.

Dengan perkembangan tersebut, DEN memperkirakan total nilai ekspor dari hilirisasi nikel, aluminium, dan komponen baterai litium akan mencapai sekitar US$50 miliar hingga akhir 2026. Angka tersebut meningkat hampir 45 persen dibandingkan nilai ekspor produk hilirisasi pada 2024 yang tercatat sekitar US$34,5 miliar.

Seto menilai peningkatan tersebut menjadi tambahan sumber devisa yang penting bagi Indonesia. Ke depan, DEN memperkirakan nilai ekspor aluminium masih dapat terus meningkat hingga melampaui US$10 miliar seiring bertambahnya investasi pada smelter aluminium baru di Indonesia.

“Jadi ini juga akan menjadi sumber tambahan devisa yang sangat baik buat Indonesia. Ke depannya kita perkirakan untuk aluminium ini ekspornya bisa melebihi sekitar 10 miliar dolar seiring dengan penambahan investasi dari smelter-smelter aluminium yang baru di Indonesia,” tuturnya.

Ketua DEN Luhut Binsar Pandjaitan menambahkan bahwa agenda hilirisasi pemerintah juga mulai diarahkan ke sektor pertanian. DEN saat ini tengah menyiapkan pengembangan hilirisasi komoditas kratom dan kemenyan, yang direncanakan didukung melalui pusat riset genom sequencing di Toba.

“Sekarang era Presiden Prabowo ada dari pertanian yaitu hilirisasi kratom, hilirisasi tadi kemenyan,” ujar Luhut

 

 

Sumber : https://presidenri.go.id/siaran-pers/hilirisasi-indonesia-kian-meluas-ekspor-diproyeksikan-capai-us50-miliar-pada-2026/ 

Baca Terusannya »»  

Kajian DEN Sebut MBG Berdampak Positif terhadap Kehadiran dan Semangat Belajar Siswa

 


Dewan Ekonomi Nasional (DEN) menyampaikan hasil kajian mengenai dampak program Makan Bergizi Gratis (MBG) yang menunjukkan potensi peningkatan kehadiran siswa di sekolah, semangat belajar, serta pengurangan rasa lapar pada anak kepada Presiden Prabowo Subianto di Istana Merdeka, Jakarta, pada Selasa, 20 Oktober 2026. Hasil kajian ini juga menjadi masukan bagi pemerintah untuk meningkatkan kualitas menu dan memperluas jangkauan program agar semakin tepat sasaran, terutama bagi masyarakat miskin dan wilayah yang masih membutuhkan perhatian lebih.

Anggota DEN Mochamad Firman Hidayat menjelaskan bahwa kajian tersebut dilakukan melalui modul khusus dalam Survei Sosial Ekonomi Nasional (Susenas) yang disusun DEN bersama Badan Pusat Statistik (BPS) dan sejumlah lembaga lainnya. Modul tersebut mulai diterapkan sejak September 2025 dengan cakupan seluruh wilayah Indonesia.

“Salah satu pertanyaannya adalah melihat bagaimana outcome dari program MBG ini terhadap absensi siswa di sekolah, semangat belajarnya, dan rasa laparnya. Jadi terlepas dari segala kekurangan yang dialami program MBG ini, kami melihat temuannya cukup menarik. Jadi kalau kita lihat absensi siswa, penerima MBG itu jarang absen dibandingkan dengan non-penerima MBG,” ujar Firman.

Berdasarkan hasil kajian, Firman menyebut siswa penerima MBG tercatat lebih jarang absen dibandingkan dengan siswa yang belum menerima program tersebut. Perbedaan ini bahkan terlihat cukup signifikan pada kelompok masyarakat dengan tingkat kesejahteraan terendah atau desil pertama.

“Bahkan sebenarnya gapnya cukup besar, terutama di Desil-1 yang paling miskin. Jadi ketika dia non-penerima MBG, dia akan sering absen, sementara kalau penerima MBG dia akan relatif tidak absen ke sekolah, dan ini semakin tinggi berkurangnya absen seiring dengan intensitas penerimaan MBG di sekolahnya. Jadi saya kira ini satu hal yang positif,” imbuh Firman.

Selain kehadiran siswa, Firman mengatakan kajian DEN juga menemukan hubungan antara kualitas menu MBG dan semangat belajar anak. Berdasarkan hasil kajian tersebut, sebanyak 95 persen siswa penerima MBG yang menilai kualitas menu sangat baik menyatakan bahwa semangat belajar mereka meningkat. Sebaliknya, ketika kualitas menu dinilai buruk, persentase siswa yang merasakan peningkatan semangat belajar menurun secara signifikan.

“Artinya memang salah satu rekomendasi kami ke Bapak Presiden yang tadi kami sampaikan, perlu diperhatikan kualitas menu MBG karena ini berkorelasi dengan rasa lapar dan semangat belajar anak di sekolah,” ungkap Firman.

Temuan tersebut menjadi salah satu masukan DEN kepada Presiden Prabowo untuk mendorong peningkatan kualitas pelaksanaan program MBG. Di samping kualitas menu, pemerataan distribusi penerima manfaat juga menjadi perhatian. Berdasarkan data Susenas periode September, Firman mengatakan distribusi penerima MBG masih cenderung terkonsentrasi di wilayah perkotaan dibandingkan dengan perdesaan.

“Artinya perlu ada prioritas yang lebih baik, terutama untuk daerah 3T, daerah pedesaan, dan masyarakat miskin. Karena sekali lagi tadi studi kita menunjukkan bagaimana program ini sebenarnya mampu menurunkan absensi siswa ke sekolah dan meningkatkan semangat belajar dan mengurangi rasa lapar mereka di sekolah,” pungkas Firman

 

 

Sumber : https://presidenri.go.id/siaran-pers/kajian-den-sebut-mbg-berdampak-positif-terhadap-kehadiran-dan-semangat-belajar-siswa/ 


Baca Terusannya »»  

Pendaftaran PPG Daljab Guru Madrasah Dibuka 21–27 Oktober 2026

 


Jakarta (Kemenag) —Direktorat Jenderal Pendidikan Islam Kementerian Agama membuka pendaftaran Pendidikan Profesi Guru (PPG) Dalam Jabatan (Daljab) bagi Guru Madrasah. 

Pendaftaran dibuka dari 21Oktober 2026 pukul 13.00 WIB sampai 27 Oktober 2026.

Untuk mendaftar, setiap guru bisa login dengan akun masing-masing guru melalui tautan berikut: https://emisgtk.kemenag.go.id/. 

Proses verifikasi dan validasi (verval) calon peserta akan dilakukan dari 21 - 29 Oktober 2026 melalui sistem EMIS GTK.

Direktur Guru dan Tenaga Kependidikan Madrasah, Fesal Musaad, mengatakan pihaknya sudah menerbitkan surat edaran terkait pembukaan pendaftaran PPG Daljab bagi guru madrasah kepada Kantor Wilayah Kementerian Agama Provinsi. Setiap Kanwil Kemenag Provinsi diminta untuk menyebarluaskan informasi pendaftaran tersebut agar dapat diketahui guru madrasah yang memenuhi persyaratan.

“Guru madrasah yang memenuhi persyaratan diharapkan dapat melakukan pendaftaran sesuai jadwal yang telah ditetapkan,” tegas Fesal Musaad di Jakarta, Selasa (20/10/2026).

 

Syarat Pendaftaran

Ada sejumlah syarat yang harus dipenuhi guru madrasah saat mendaftar PPG Daljab 2026. Persyaratan tersebut antara lain terdaftar aktif sebagai guru pada satuan administrasi pangkalan (satminkal), diangkat paling lambat 31 Desember 2025, memiliki kualifikasi akademik minimal S-1/D-IV yang linier dengan bidang studi PPG, belum mencapai usia pensiun, belum memiliki sertifikat pendidik, serta melampirkan  surat keterangan sehat jasmani dari layanan kesehatan terdekat.

Selain itu, sistem EMIS GTK akan melakukan pemeriksaan prasyarat secara otomatis. Calon peserta perlu memastikan seluruh persyaratan validasi berstatus terpenuhi sebelum melanjutkan proses pendaftaran. Persyaratan tersebut mencakup verifikasi ijazah, batas usia pensiun, ketentuan tanggal mulai tugas (TMT), riwayat sertifikasi guru, serta pemenuhan minimal enam jam tatap muka (JTM) di satminkal.

“Guru juga perlu mencermati pedoman untuk memastikan ijazah S-1/D-IV linear dengan bidang studi PPG sebagaimana tercantum dalam lampiran surat edaran. Pedoman tersebut memuat kesesuaian program studi untuk bidang mata pelajaran agama, guru kelas RA dan MI, serta bidang studi umum dan kejuruan,” papar Fesal Musaad.

 

Lolos Verval, Berpeluang Ikut PPG Tahun Depan

Direktur GTK Madrasah menambahkan, salah satu hal penting dalam pelaksanaan PPG Dalam Jabatan Tahun 2026 adalah keberlakuan hasil verifikasi dan validasi untuk penetapan peserta pada tahun berjalan maupun tahun berikutnya. “Calon peserta yang lolos verval tetapi belum terpanggil pada Tahun 2026 akan diikutsertakan pada tahun berikutnya tanpa verval ulang,” ujar Fesal Musaad.

Menurutnya, ketentuan ini memberikan kepastian bahwa hasil verval calon peserta yang memenuhi persyaratan tetap dapat digunakan untuk proses penetapan peserta pada tahun berikutnya, meskipun belum mendapatkan panggilan pada 2026.

Untuk mendukung kelancaran pelaksanaan, lanjtu Fesal Musaad, Kanwil Kemenag provinsi diminta menugaskan verifikator yang kompeten di bidang teknologi informasi dan memahami pedoman linearitas PPG secara komprehensif. Proses verifikasi diharapkan berlangsung secara cermat dan tepat waktu.

“Kemenag juga meminta agar informasi pendaftaran disebarluaskan kepada Kantor Kemenag kabupaten/kota, madrasah, dan guru madrasah di seluruh Indonesia, sehingga calon peserta yang memenuhi kriteria dapat memanfaatkan kesempatan pendaftaran sesuai jadwal,” tandasnya.



Sumber ; https://kemenag.go.id/nasional/pendaftaran-ppg-daljab-guru-madrasah-dibuka-21-27-oktober-2026-d5Rl1

Baca Terusannya »»  

Lima Pelatihan Khusus Pesantren kini Tersaji di MOOC PINTAR, dari AI sampai Content Creator

 


Jakarta (Kemenag) --- Badan Moderasi Beragama dan Pengembangan Sumber Daya Manusia (BMBPSDM) bekerja sama dengan Direktorat Jenderal Pesantren Kementerian Agama meluncurkan lima pelatihan spesial Hari Santri 2026. 

Pelatihan ini bisa diakses secara online melalui platform Massive Open Online Course (MOOC) Pintar. 

Pelatihan yang dilaksanakan secara daring ini bertujuan meningkatkan kompetensi digital dan kemampuan tata kelola pesantren. Format daring memungkinkan pelatihan menjangkau santri dan pengelola pesantren dari berbagai daerah di Indonesia tanpa mengharuskan peserta datang ke lokasi tertentu.

Lima pelatihan yang ditawarkan meliputi Santri Mahir Artificial Intelligence (AI), Santri Menjadi Content Creator, Manajemen Data E-Ijazah Pendidikan Kesetaraan pada Pondok Pesantren Salafiyah (PKPPS), Sosialisasi Penyelenggaraan UAN PKPPS, dan Pengelolaan Akuntabilitas Bantuan Operasional Sekolah (BOS) Pesantren. Program ini dirancang untuk meningkatkan keterampilan digital santri sekaligus memperkuat pengelolaan administrasi, penyelenggaraan ujian, dan tata kelola keuangan pesantren.

Kepala BMBPSDM Kemenag RI, Muhammad Ali Ramdhani, mengatakan, santri harus menguasai teknologi tanpa meninggalkan nilai-nilai keagamaan. Menurutnya, santri memiliki tanggung jawab untuk memperkuat karakter sekaligus mengaktualisasikan ilmu yang dimiliki bagi masyarakat.

“Hari ini mandat yang diberikan negara kepada santri semakin berat karena pada satu dimensi harus memperkokoh fondasinya sebagai orang yang berkarakter memiliki keagamaan yang baik, tetapi pada dimensi lain harus mengaktualisasikan ilmunya pada masyarakat,” ujarnya di Jakara.

Kaban Dhani -sapaan akrabnya- juga mengingatkan bahwa pemanfaatan AI dalam pembelajaran agama harus tetap disertai bimbingan guru. Menurutnya, teknologi dapat membantu proses pencarian informasi, tetapi tidak dapat menggantikan peran kiai dan ustaz, terutama dalam mempelajari persoalan keagamaan yang sensitif.

“Oleh karenanya, saya berharap AI kita warnai. Dan hari ini saya ingin mengingatkan, AI bisa membantu pada ruang-ruang normatif, tetapi untuk belajar hal-hal yang sensitif seperti hukum, fikih, wajib hukumnya memiliki guru,” katanya. 


Sumber : https://kemenag.go.id/nasional/lima-pelatihan-khusus-pesantren-kini-tersaji-di-mooc-pintar-dari-ai-sampai-content-creator-5V1Y1

Baca Terusannya »»  

Kemenhut Libatkan Masyarakat Peduli Api, Kelompok Tani Hutan, Masyarakat Adat dan Relawan Atasi Karhutla

 


Jakarta, — Pemerintah menegaskan telah dan terus bekerja serius untuk mengatasi kebakaran hutan dan lahan (karhutla) dengan kolaborasi parapihak. Salah satunya dengan memperkuat penanganan karhutla dengan melibatkan melibatkan Masyarakat Peduli Api (MPA), Kelompok Tani Hutan, masyarakat adat, dan relawan bersama Manggala Agni serta petugas lapangan. Penguatan dilakukan melalui patroli, pelaporan dini, pemadaman, dukungan peralatan, dan koordinasi lintas unsur untuk melindungi masyarakat serta mencegah perluasan kebakaran.

Wakil Menteri Kehutanan Rohmat Marzuki menegaskan bahwa keterlibatan masyarakat harus didukung kehadiran pemerintah, pendampingan petugas, dan perlindungan keselamatan.

“Masyarakat mengetahui kondisi wilayahnya dan menjadi mitra penting dalam mendeteksi ancaman kebakaran sejak dini. Kemenhut terus memperkuat kerja bersama MPA, Kelompok Tani Hutan, masyarakat adat dan relawan, dengan mengutamakan koordinasi serta keselamatan dalam setiap penanganan,” ujar Rohmat.

 

Perkuat MPA dan Pencegahan di Tingkat Desa

Kementerian Kehutanan bersama 14.040 personel Masyarakat Peduli Api (MPA) di 34 provinsi bahu-membahu memadamkan api, mencegah kebakaran meluas, serta melindungi hutan dan masyarakat dari dampak karhutla. Selanjutnya dalam program pengembangan 500 kelompok MPA Berkelanjutan tahun 2026, 119 kelompok telah terbentuk, 61 kelompok dalam proses pembentukan, dan 320 desa telah ditetapkan sebagai sasaran pengembangan berikutnya.

Dengan komposisi 30 orang per kelompok, sebanyak 119 kelompok yang telah terbentuk tersebut setara dengan kapasitas keanggotaan 3.570 orang. Adapun keseluruhan target 500 kelompok setara dengan 15.000 anggota. Angka keanggotaan tersebut merupakan perhitungan berdasarkan komposisi kelompok.

Penguatan MPA diarahkan untuk memperluas patroli, edukasi pengelolaan lahan tanpa bakar, pelaporan dini, dan penanganan awal secara aman bersama Manggala Agni serta petugas terkait.
“Kelompok yang terbentuk harus memiliki kemampuan mengenali bahaya dan bertindak sesuai prosedur. Karena itu, penguatan kelembagaan perlu disertai latihan, peralatan, komunikasi, dan dukungan keselamatan,” kata Rohmat.

 

Libatkan Kelompok Tani Hutan dan Masyarakat Adat

Kemenhut turut memperkuat pencegahan melalui jejaring Kelompok Tani Hutan dan penerima akses perhutanan sosial. Hingga September 2026, perhutanan sosial telah menjangkau 1.437.065 kepala keluarga (KK) pada areal seluas 8,46 juta hektare. Sementara itu, penerima manfaat penetapan 177 hutan adat seluas 376.280 hektare tercatat sebanyak 93.859 KK.

Kepastian akses kelola dan manfaat ekonomi hutan menjadi landasan untuk memperkuat keterlibatan masyarakat dalam menjaga arealnya dari kebakaran. Melalui pendekatan pengendalian kebakaran berbasis masyarakat atau community based wildfire management, jejaring tersebut didorong untuk meningkatkan pengawasan, mencegah pembakaran, dan mempercepat penyampaian laporan kepada petugas.

“Hutan yang terjaga menopang penghidupan keluarga. Karena itu, pendampingan perhutanan sosial kami hubungkan dengan upaya pencegahan kebakaran agar tanaman, hasil hutan, dan usaha masyarakat terlindungi dari ancaman api,” ujar Rohmat.

 

Perkuat Personel dan Operasi Pemadaman

Untuk mendukung operasi lapangan, 1.419 personel Manggala Agni organik di enam provinsi prioritas diperkuat melalui dukungan lintas wilayah, termasuk pengerahan 1.000 Polisi Kehutanan melalui skema bantuan kendali operasi ke Kalimantan. Sebanyak 5.000 ASN Kemenhut juga disiagakan untuk mendukung penanganan sesuai kebutuhan.

Bersama TNI, Polri, pemerintah daerah, BPBD, dan unsur masyarakat, petugas melakukan pemeriksaan titik panas, pemadaman, penyekatan rambatan api, pembasahan, serta penyisiran bara. Di lahan gambut, pendinginan dilakukan secara berkelanjutan untuk mencegah api bawah permukaan kembali menyala.

Kemenhut turut mendukung Operasi Modifikasi Cuaca (cloud seeding dan dry ice) bersama BMKG, BNPB dan TNI sesuai kondisi atmosfer dan keselamatan penerbangan. Dukungan tersebut berjalan bersamaan dengan pemadaman sumber api di darat.

 

Lindungi Habitat dan Tangani Satwa

Berdasarkan rekap nasional Kemenhut hingga pembaruan 8 Oktober 2026, sebanyak 290 individu satwa liar tercatat ditangani, termasuk 96 orangutan dan 78 bekantan. Rekap tersebut mencakup satwa hidup maupun satwa yang ditemukan mati.

Petugas bersama dokter hewan dan mitra konservasi melanjutkan pemantauan habitat serta penanganan berdasarkan kondisi satwa.
Masyarakat diminta tidak mengevakuasi satwa sendiri dan segera melapor kepada BKSDA atau petugas taman nasional.

 

Perketat Pengawasan dan Penegakan Hukum

Kemenhut memperketat pengawasan terhadap kewajiban pemegang Perizinan Berusaha Pemanfaatan Hutan (PBPH), mencakup pencegahan, kesiapan sarana pemadaman, penanganan kebakaran, dan pemulihan.

Per 19 Oktober 2026, sebanyak 32 perusahaan telah dikenai sanksi administratif. Proses pidana juga berjalan terhadap 125 subjek hukum, baik korporasi maupun perorangan, pada tahapan perkara yang berbeda berdasarkan fakta dan alat bukti.

“Kami memahami keresahan masyarakat yang masih terdampak asap. Kemenhut terus memperkuat pemadaman, mendukung keterlibatan masyarakat, melindungi satwa, serta menindak pihak yang terbukti melanggar. Keselamatan masyarakat dan petugas menjadi prioritas dalam pekerjaan ini,” tegas Rohmat.




Sumber : https://www.kehutanan.go.id/pers/kemenhut-libatkan-masyarakat-peduli-api-kelompok-tani-hutan-masyarakat-adat-dan-relawan-atasi-karhutla

Baca Terusannya »»  

Hotspot Turun 617 Titik, Operasi Karhutla Tetap Diperkuat

 


Jakarta, 20 Oktober 2026 – Kementerian Kehutanan terus memperkuat pengendalian kebakaran hutan dan lahan di berbagai wilayah meskipun jumlah hotspot secara nasional menunjukkan penurunan. Operasi darat dan udara, verifikasi lapangan, pembasahan, serta pendinginan tetap dilakukan untuk memastikan api dan bara benar-benar terkendali.

Berdasarkan pemantauan SiPongi Kementerian Kehutanan hingga Senin, 19 Oktober 2026 pukul 21.00 WIB, secara nasional terdeteksi 487 hotspot dengan tingkat kepercayaan tinggi atau high confidence. Jumlah tersebut turun 617 titik dibandingkan sehari sebelumnya yang mencatat 1.104 hotspot. Pada enam provinsi prioritas karhutla, jumlah hotspot juga turun dari 748 menjadi 172 titik, atau berkurang 576 titik. Rinciannya, Sumatera Selatan 64 titik, Kalimantan Tengah 49 titik, Kalimantan Selatan 40 titik, Kalimantan Barat 12 titik, Jambi 7 titik, dan Riau tetap nihil hotspot high confidence.

Penurunan paling besar terjadi di Kalimantan Tengah dan Kalimantan Barat. Namun, perkembangan di setiap daerah tidak sama. Sumatera Selatan dan Kalimantan Selatan justru mencatat kenaikan hotspot, sehingga kewaspadaan dan operasi lapangan tetap dipertahankan.

Kementerian Kehutanan kembali menegaskan bahwa hotspot merupakan indikasi anomali suhu permukaan yang terdeteksi melalui satelit NASA Terra/Aqua, SNPP, dan NOAA-20. Satu kejadian kebakaran dapat terdeteksi sebagai beberapa hotspot, sehingga jumlah hotspot tidak dapat langsung disamakan dengan jumlah kejadian kebakaran maupun luas areal yang terbakar. Seluruh indikasi tetap harus diverifikasi melalui groundcheck untuk memastikan kondisi aktual di lapangan.

Pemadaman Lapangan Tetap Diperkuat
Di Sumatera Selatan, operasi darat dilakukan pada sejumlah lokasi di Muara Enim, Ogan Komering Ilir, Banyuasin, dan Musi Banyuasin. Sejumlah lokasi merupakan lahan gambut dengan tipe kebakaran bawah dan masih membutuhkan pemadaman lanjutan. Di Ogan Komering Ilir, tim Manggala Agni bersama TNI, regu pemadam perusahaan, dan masyarakat melakukan pemadaman langsung dengan membagi sektor penanganan pada kepala dan sisi api. Penyekatan juga dilakukan untuk memutus penjalaran. Operasi menghadapi tantangan berupa asap tebal dan angin kencang yang berubah arah.

Di Kalimantan Tengah, meskipun hotspot turun tajam menjadi 49 titik, personel tetap melakukan pemadaman di Kotawaringin Barat, kawasan Taman Nasional Tanjung Puting, Sukamara, dan Barito Selatan. Di beberapa lokasi api berhasil dipadamkan, sementara pada lokasi gambut lainnya masih ditemukan kebakaran permukaan dan bawah sehingga pemadaman dan pembasahan tetap dilanjutkan.

Di Kalimantan Selatan, yang mencatat peningkatan menjadi 40 hotspot, operasi antara lain dilakukan di Suaka Margasatwa Pelaihari serta sejumlah lokasi di Tanah Laut dan Banjarbaru. Beberapa titik berhasil dikendalikan melalui pemadaman darat, termasuk pada lokasi bergambut, namun pemantauan tetap dilakukan untuk memastikan tidak terjadi penyalaan kembali.

Sementara di Kalimantan Barat, yang turun menjadi 12 hotspot, operasi lapangan tetap dilakukan. Di salah satu lokasi di Ketapang, api telah berhasil dikendalikan. Penurunan hotspot tidak serta-merta menghentikan operasi karena verifikasi lapangan tetap diperlukan untuk memastikan tidak ada sumber panas maupun bara yang tersisa.

Di Jambi, meskipun hotspot turun menjadi tujuh titik, Manggala Agni masih melakukan pemadaman dan groundcheck di Sarolangun, Batang Hari, serta Tanjung Jabung Timur. Di Sarolangun, penanganan dilakukan melalui pemadaman langsung, penyekatan kepala api, pelebaran sekat bakar, dan pendinginan menggunakan peralatan mekanis serta suplai air. Pada salah satu lokasi api berhasil dipadamkan, sementara di lokasi lainnya pemadaman masih harus dilanjutkan. Pada lokasi bergambut di Sarolangun, tim juga melakukan pemadaman lanjutan pada titik api dan penyekatan kepala api dengan memanfaatkan kanal sebagai sumber air. Hingga sore hari, kondisi api masih membutuhkan penanganan lanjutan.

Operasi Darat dan Udara Tetap Siaga
Secara nasional, pemerintah tetap menyiagakan 61 unit armada udara, terdiri atas 17 unit untuk patroli dan Operasi Modifikasi Cuaca serta 44 unit untuk operasi water bombing. Di darat, Manggala Agni Kementerian Kehutanan bersama BNPB, TNI, Polri, BMKG, BPBD, pemerintah daerah, masyarakat, relawan, dunia usaha, dan para pihak terus melakukan patroli, groundcheck, pemadaman langsung, pemutusan kepala dan sisi api, penyekatan penjalaran, pembasahan, penyisiran bara, mopping up, dan pendinginan.

Khusus pada lahan gambut, penanganan tidak berhenti ketika nyala api di permukaan sudah tidak terlihat. Bara dapat bertahan dan menjalar di bawah permukaan, sehingga pembasahan dan pendinginan tetap dilakukan sampai lokasi dinilai aman dari potensi penyalaan kembali.

Kualitas Udara Masih Menjadi Perhatian
Berdasarkan pantauan kondisi udara berbasis PM2,5, sebagian besar wilayah Indonesia berada pada kategori baik hingga sedang. Namun, masih terlihat sejumlah wilayah dengan kondisi tidak sehat hingga sangat tidak sehat, dan secara lokal terdapat kategori berbahaya, terutama pada beberapa bagian Kalimantan serta sejumlah wilayah di Sumatera dan Papua. Kondisi tersebut menunjukkan bahwa penurunan jumlah hotspot belum selalu langsung diikuti pemulihan kualitas udara. Asap, terutama dari kebakaran gambut, dapat bertahan dan bergerak mengikuti kondisi atmosfer meskipun jumlah hotspot telah berkurang.

Masyarakat di wilayah dengan kualitas udara memburuk diminta mengurangi aktivitas di luar ruangan dan menggunakan masker apabila harus beraktivitas di luar. Perhatian khusus perlu diberikan kepada anak-anak, ibu hamil, lansia, serta masyarakat dengan gangguan pernapasan atau penyakit kronis.

Kementerian Kehutanan kembali mengingatkan masyarakat dan pelaku usaha untuk tidak membuka maupun membersihkan lahan dengan cara membakar. Apabila menemukan asap, titik api, atau aktivitas pembakaran, segera laporkan kepada petugas agar respons dapat dilakukan sedini mungkin.

Penurunan hotspot menjadi perkembangan yang perlu terus dijaga. Namun, pekerjaan belum selesai hanya karena jumlah titik panas berkurang. Pengendalian terus dilakukan hingga api dan bara benar-benar padam, sumber asap berkurang, kualitas udara pulih, kawasan terlindungi, dan masyarakat dapat kembali beraktivitas dengan aman. 

Kontak pelaporan informasi karhutla di Posko Karhutla Kementerian Kehutanan.

• Telepon: 021-5704618
• WhatsApp: +62 8131-00-35000
• Email: posko.karhutla@kehutanan.go.id

 

 

Sumber : https://www.kehutanan.go.id/pers/hotspot-turun-617-titik-operasi-karhutla-tetap-diperkuat 

Baca Terusannya »»