Cari Blog Ini

Senin, 31 Agustus 2026

Pukul Kentongan, Presiden Prabowo Resmi Tutup Muktamar Ke-35 NU di Pesantren Tambakberas

 


Jombang, NU Online Presiden RI Prabowo Subianto resmi menutup Muktamar Ke-35 Nahdlatul Ulama (NU) di Aula Gedung Serba Guna (GSG) Pondok Pesantren Bahrul Ulum Tambakberas, Jombang, Jawa Timur, Senin (31/8/2026).


Penutupan Muktamar ditandai dengan pemukulan kentongan secara simbolis oleh Presiden Prabowo di atas panggung utama. Ia didampingi Rais Aam PBNU terpilih KH Miftachul Akhyar, Ketua Umum PBNU terpilih KH Abdul Hakim Mahfudz atau Gus Kikin, Ketua Umum PBNU masa khidmah 2021-2026 KH Yahya Cholil Staquf, Ketua Organizing Committee (OC) Muktamar Ke-35 NU Saifullah Yusuf, dan Gubernur Jawa Timur Khofifah Indar Parawansa.


"Dengan mengucapkan alhamdulillah, pada hari Senin, 31 Agustus 2026, dengan rahmat Tuhan Yang Maha Esa, saya Prabowo Subianto, Presiden Republik Indonesia, menutup Muktamar Ke-35 NU," ucapnya.


Dalam sambutannya, Presiden Prabowo juga menyampaikan selamat kepada KH Miftachul Akhyar dan KH Abdul Hakim Mahfudz atau Gus Kikin yang terpilih sebagai Rais Aam dan Ketua Umum PBNU masa khidmah 2026-2031.


"Yang saya muliakan Rais Aam PBNU terpilih, KH Miftachul Akhyar, dan Ketua Umum PBNU terpilih KH Abdul Hakim Mahfudz, Gus Kikin, yang saya hormati, beserta seluruh jajaran PBNU dan muktamirin yang hadir," kata Presiden Prabowo.


Presiden Prabowo mengaku merasa mendapat kehormatan besar karena dapat menghadiri Muktamar Ke-35 NU di Pondok Pesantren Bahrul Ulum Tambakberas. Ia sebelumnya juga menghadiri pembukaan Muktamar di Lapangan Untung Suropati, Kamis (27/8/2026).


"Ini kehormatan besar bagi saya untuk diundang kedua kali," ujarnya.


Ia kemudian mengajak seluruh pihak bersyukur atas berbagai nikmat yang masih dirasakan bangsa Indonesia, termasuk perdamaian, kesehatan, dan kesempatan untuk berkumpul dalam momentum Muktamar NU.


"Kita bersyukur atas segala berkah, segala kebaikan yang diberikan kepada bangsa kita. Perdamaian yang masih kita nikmati, kesehatan, dan napas yang kita nikmati sehingga kita dapat berkumpul di acara yang istimewa ini," sambungnya.


Presiden Prabowo menyebut penutupan Muktamar Ke-35 NU sebagai momentum besar. Ia juga menyapa Gus Kikin yang baru saja menerima amanah sebagai Ketua Umum PBNU.


"Hari ini memang hari besar, saya sudah katakan tadi. Dan juga ternyata Gus Kikin juga," ujarnya.


Selain itu, Presiden Prabowo menyampaikan pandangannya mengenai Indonesia sebagai negara besar yang memilih demokrasi sebagai sistem kehidupan berbangsa dan bernegara.


"Karena kita sudah memilih demokrasi, demokrasi adalah pilihan kita dan negara kita besar, kita sebesar Eropa. Di Eropa itu lebih dari 27 negara," terangnya.

 

 

 

Sumber : https://www.nu.or.id/nasional/pukul-kentongan-presiden-prabowo-resmi-tutup-muktamar-ke-35-nu-di-pesantren-tambakberas-nKf6J 

Baca Terusannya »»  

Rais Aam PBNU Terpilih Ungkap Tiga Ayat Al-Qur’an sebagai Pijakan NU Arungi Abad Kedua

 

Jombang, NU Online Rais Aam Pengurus Besar Nahdlatul Ulama (PBNU) KH Miftachul Akhyar mengungkapkan tiga ayat Al-Qur’an yang menjadi pijakan utama Nahdlatul Ulama (NU) dalam menyusun gerakan dan program pada abad kedua. Ketiga ayat tersebut menjadi landasan bagi NU untuk memperkuat kemandirian ekonomi sekaligus mendorong pemulihan ekologi.


Hal tersebut disampaikan Kiai Miftach dalam Penutupan Muktamar Ke-35 NU di Pondok Pesantren Bahrul Ulum Tambakberas, Jombang, Jawa Timur, Senin (31/8/2026).


“Dalam mengawali atau persiapan kita untuk melangkah di abad kedua Nahdlatul Ulama ini, ada tiga ayat yang merupakan dasar pijakan kita untuk mengembangkan, terutama di bidang-bidang ekonomi yang saat ini memang mayoritas masyarakat Indonesia tergolong minal fuqara’ wal masakin (kaum fakir dan miskin),” ujar Kiai Miftach.


Menurut Kiai Miftach, tiga ayat tersebut menjadi landasan besar NU di abad kedua, terutama untuk memfokuskan gerakan pada kemandirian ekonomi dan pemulihan ekologi.


Landasan pertama merujuk pada Surat Al-Baqarah ayat 30 tentang manusia sebagai khalifah fil ardh atau pengelola bumi.


“Khalifah itu artinya yang mengurus bumi, yang membuat peraturan dan tata tertib agar kehidupan menjadi teratur. Tidak boleh ada orang kaya yang menganiaya atau mendzalimi si miskin, begitu pula sebaliknya. Dengan tanzhim (pengaturan) yang teratur, terjadilah masyarakat yang tertib,” jelasnya.


Landasan kedua merujuk pada Surat Hud ayat 61, khususnya frasa wasta’marakum fiiha, yang menurut Kiai Miftach mengandung perintah untuk memakmurkan bumi. Pemakmuran tersebut, kata dia, menuntut pengerahan potensi akal, pengetahuan, dan tindakan nyata, termasuk untuk memulihkan ekologi.


“Termasuk menghijaukan kembali sawah ladang dan gunung-gunung yang gundul, bahkan menyiapkan persediaan pangan adalah bagian dari tugas pemakmuran bumi. Ini sunnatullah. Rakyat hanya bisa merasakan kesejahteraan jika ada upaya sekuat tenaga mengerahkan pikiran untuk menyejahterakan umat,” tegasnya.


Adapun landasan ketiga merujuk pada Surat Adz-Dzariyat ayat 56, wa maa khalaqtul jinna wal insa illaa liya’buduun. Kiai Miftach menjelaskan bahwa huruf lam dalam ayat tersebut bermakna lam ‘aqibah atau menunjukkan akibat.


Menurutnya, seluruh aktivitas manusia dalam menjalankan tugas kekhalifahan dan membangun ekonomi harus bermuara pada nilai ibadah.


“Jangan sampai kita melangkah dan membangun dengan megah tanpa ada nilai ibadah. Kekhilafahan mengurus bumi yang luas dan menyejahterakan rakyat tanpa pandang bulu, semuanya harus bernilai ibadah,” tambah Kiai Miftach.


Lebih lanjut, Rais Aam PBNU menjelaskan alasan penekanan pada sektor ekonomi pada awal abad kedua NU. Ia menyoroti kondisi masyarakat yang masih berada dalam kemiskinan.


“Tiga ayat ini menjadi dasar program di awal abad kedua ini agar Nahdlatul Ulama betul-betul sejahtera ekonominya. Sebab untuk bidang pendidikan dan kesehatan, alhamdulillah sudah ada pakarnya seperti Prof Mohammad Nuh,” tuturnya.


Kiai Miftach berharap penguatan fondasi ekonomi yang berlandaskan ketiga ayat Al-Qur’an tersebut dapat membawa jam’iyyah NU dan seluruh warga Nahdliyin menjadi bagian penting dalam mewujudkan kemakmuran dan kesejahteraan bangsa pada era baru.

 

 

Sumber : https://www.nu.or.id/nasional/rais-aam-pbnu-terpilih-ungkap-tiga-ayat-al-qur-an-sebagai-pijakan-nu-arungi-abad-kedua-CbvEU 


Baca Terusannya »»  

Ketum PBNU Terpilih Gus Kikin: Qanun Asasi Bakal Jadi Pedoman Perjalanan NU Abad Kedua

 


Jombang, NU Online  Ketua Umum Pengurus Besar Nahdlatul Ulama (PBNU) terpilih masa khidmah 2026-2031, KH Abdul Hakim Mahfudz (Gus Kikin) mengungkapkan rencana untuk menghidupkan kembali naskah Qanun Asasi karya Hadratussyekh KH Muhammad Hasyim Asy'ari sebagai pedoman perjalanan NU ke depan di abad kedua.


Hal itu disampaikan Gus Kikin dalam penutupan Muktamar ke-35 NU di Pondok Pesantren Bahrul Ulum, Tambakberas, Jombang, Senin (31/8/2026).


Menurutnya, Qanun Asasi merupakan naskah yang ditulis Hadratussyekh Hasyim Asy'ari pada tahun 1926 dan rampung pada tahun 1928 yang pada masanya menjadi roadmap sekaligus pedoman manhaj, fikrah, dan harakah NU.


Meskipun naskah tersebut sempat tidak lagi digunakan sejak NU menjadi partai politik pada 1952. Ketika NU kembali ke Khittah 1926 pada 1984 naskah Qanun Asasi yang berhasil ditemukan hanya tersisa satu bab yakni bagian muqodimah atau pembukaannya, sehingga belum bisa dijadikan pedoman utuh bagi kegiatan NU.


"Tahun 1984 NU kembali ke Khittah artinya kembali ke awal didirikannya di tahun 1926. Tapi Qanun Asasi yang ditemukan hanya satu bab, adalah muqaddimah pembukaannya. Dan itu belum bisa dipakai digunakan sebagai pedoman untuk kegiatan-kegiatan NU," ujarnya.


Gus Kikin mengungkapkan tiga tahun lalu pihaknya di Pondok Pesantren Tebuireng berhasil menemukan bab-bab lain dari naskah tersebut yang selama ini hilang yakni Bab 2, Bab 3, dan Bab 4, sehingga dapat dirangkai kembali menjadi satu naskah Qanun Asasi yang utuh.


"Tiga tahun yang lalu, alhamdulillah kami di Tebuireng menemukan bab-bab yang selama ini tidak bisa kita dapatkan, Bab 2, Bab 3, Bab 4 akhirnya kita bisa temukan semuanya dan kita rangkai kembali menjadi satu buku, yaitu Qanun Asasi," kata Cicit Hadratussyekh Hasyim Asy'ari itu.


Pengasuh Pondok Pesantren Tebuireng itu juga menyampaikan harapannya agar naskah yang telah lengkap tersebut dapat kembali dijadikan panduan bagi NU dalam menjalankan berbagai kegiatan ke depan, sebagaimana perannya di masa-masa awal berdirinya NU yang menurutnya berkembang sangat pesat berkat keberadaan Qanun Asasi.


"Buku itulah yang akan menjadikan panduan bagi NU, kegiatan-kegiatan NU di masa yang akan datang. Dulu awal NU berdiri menjadi satu organisasi yang sangat baik, sangat cepat perkembangannya karena ada Qanun Asasi. Nah, oleh karena itu rasanya tidaklah mustahil kalau itu kemudian diimplementasikan lagi di zaman sekarang di mana NU menapaki perjalanannya di abad kedua ini dengan menggunakan Qanun Asasi," ujarnya.


Gus Kikin berharap semangat Qanun Asasi dapat menumbuhkan kembali persatuan di internal NU, sebagaimana halnya pada masa awal berdirinya organisasi, ketika NU menjadi kekuatan yang diperhitungkan oleh pemerintah kolonial Belanda.


"Mudah-mudahan itu arahan-arahan manhaj itu menjadikan semangat kita untuk bersatu itu sangat luar biasa. Itu seperti NU di awal-awal berdirinya, di mana di zaman Belanda NU waktu itu sangat diperhitungkan oleh pemerintah Belanda," katanya.


Ia menambahkan, dengan modal semangat Qanun Asasi, NU diharapkan dapat terus menggalang persatuan dan ukhuwah serta berkontribusi bagi ketenangan dan kerukunan masyarakat, khususnya di tingkat akar rumput yang menjadi basis massa besar NU.


"Paling tidak bagi NU di grassroot-nya ini NU yang punya basis massa cukup besar ini, mudah-mudahan bisa dijadikan masyarakat yang lebih tenang, masyarakat yang lebih guyub, supaya kita semuanya termasuk NU juga nanti ke depan menjadi satu organisasi yang lebih guyub bersatu dengan tujuan yang utama adalah untuk khidmah kepada masyarakat untuk kemaslahatan umat yang kita miliki ini," pungkasnya.

 

 

Sumber : https://www.nu.or.id/nasional/ketum-pbnu-terpilih-gus-kikin-qanun-asasi-bakal-jadi-pedoman-perjalanan-nu-abad-kedua-m3qja 

Baca Terusannya »»  

Ketua Panitia Pelaksana Muktamar Ke-35 NU, Saifullah Yusuf atau Gus Ipul : Muktamar Ke-35 NU Selesai, Hasilkan Sejumlah Keputusan Strategis

 

Jombang, NU Online Rangkaian Muktamar Ke-35 Nahdlatul Ulama (NU) yang diselenggarakan di Pondok Pesantren Bahrul Ulum Tambakberas, Jombang, Jawa Timur, resmi ditutup setelah seluruh agenda persidangan rampung. Penutupan digelar di Gedung Serbaguna KH Hasbullah Said, Senin (31/8/2026).


Ketua Panitia Pelaksana Muktamar Ke-35 NU, Saifullah Yusuf atau Gus Ipul, melaporkan bahwa forum tertinggi organisasi tersebut telah menghasilkan berbagai keputusan untuk menentukan arah jam’iyyah. Seluruh agenda persidangan juga telah diselesaikan sesuai jadwal yang ditetapkan panitia.


“Dapat kami laporkan bahwa sejak dibuka, seluruh rangkaian Muktamar Ke-35 dapat kita selesaikan sesuai jadwal dan agenda,” ungkapnya.


Agenda tersebut mencakup laporan pertanggungjawaban, enam sidang komisi, lima sidang pleno, hingga Bahtsul Masail. Berbagai tahapan pengambilan keputusan organisasi itu diikuti lebih dari 3.000 peserta dan peninjau dari berbagai wilayah.


Gus Ipul juga menyebut salah satu keputusan penting dalam Muktamar Ke-35 NU, yakni perubahan mekanisme pemilihan Ketua Umum PBNU melalui Ahlul Halli wal ‘Aqdi (AHWA).


Melalui mekanisme tersebut, setiap wilayah dan cabang yang memiliki hak suara mengusulkan satu hingga lima nama calon Ketua Umum PBNU. Lima nama dengan perolehan suara terbanyak kemudian diserahkan kepada Rais Aam terpilih untuk dimusyawarahkan bersama anggota AHWA.


“Ketua umum tidak lagi dipilih langsung dengan mekanisme one man one vote, namun tiap perwakilan boleh menuliskan satu sampai lima nama calon. Setelah semua nama dihitung, lima nama calon teratas itu lalu dibawa Rais Aam ke meja perundingan AHWA,” jelasnya.


Menurut Gus Ipul, mekanisme tersebut diterapkan untuk meneguhkan kembali supremasi Syuriyah dalam struktur jam’iyyah NU. Melalui musyawarah dan keputusan Muktamar, kepengurusan baru PBNU selanjutnya mengemban amanah untuk masa khidmah 2026–2031.


“Kami ingin mengucapkan selamat kepada yang mulia Kiai Miftachul Akhyar yang kembali mendapatkan amanah sebagai Rais Aam PBNU, dan juga selamat kepada KH Abdul Hakim Mahfudz yang mendapatkan amanah sebagai Ketua Umum PBNU,” ucap Gus Ipul.


Suasana kebersamaan juga terlihat saat sejumlah tokoh yang sebelumnya diusulkan sebagai calon Ketua Umum PBNU turut hadir dalam penutupan Muktamar. Di antaranya KH Zulfa Mustofa, KH Yahya Cholil Staquf, KH Muhammad Yusuf Chudlori, dan KH Abdussalam Shohib.


Gus Ipul menilai kehadiran mereka menunjukkan kedewasaan kader NU dalam menyikapi perbedaan.


“Ini menunjukkan bahwa kader-kader NU berbesar hati di tengah-tengah perbedaan yang ada,” tambah Gus Ipul yang juga Menteri Sosial.

 

 

 

Sumber : https://www.nu.or.id/nasional/gus-ipul-muktamar-ke-35-nu-selesai-hasilkan-sejumlah-keputusan-strategis-Y0tir 


Baca Terusannya »»  

Hadir pada Penutupan Muktamar Ke-35 NU, Presiden RI Prabowo Subianto Disambut Ratusan Siswa, Bawa Harapan Terkait Pendidikan

 


Jombang, NU Online Ratusan siswa di Jombang antusias menyambut kedatangan Presiden RI Prabowo Subianto dalam rangkaian penutupan Muktamar Ke-35 Nahdlatul Ulama (NU), Senin (31/8/2026). Mereka membawa bendera Merah Putih dan bersiap menyambut Presiden yang dijadwalkan tiba menggunakan helikopter di Stadion Jombang sekitar pukul 10.00 WIB.


Antusiasme tersebut salah satunya terlihat dari Dinda dan Zahra, siswi SMP Negeri 1 Peterongan. Keduanya mengaku senang dapat mengikuti penyambutan Presiden Prabowo. Selain sebagai bagian dari arahan sekolah, keduanya memang ingin melihat Presiden secara langsung.


“Senang banget. Meskipun ini arahan dari sekolah, kami sendiri memang pengen ketemu langsung sama Pak Prabowo,” ujar Dinda saat ditemui NU Online di lokasi penyambutan.


Dinda berharap, jika mendapat kesempatan berbincang langsung dengan Presiden Prabowo, dirinya ingin menyampaikan harapan terkait pendidikan. Ia berharap akses pendidikan bagi masyarakat semakin baik, salah satunya melalui program sekolah gratis.

 

“Kalau ada kesempatan ngobrol langsung, yang ingin disampaikan itu pengen sekolah gratis dan bisa memberikan pendidikan yang lebih baik,” ungkapnya.


Harapan tersebut diamini oleh Zahra. Guru SMP Negeri 1 Peterongan Ali Mujib mengatakan sebanyak 324 siswa kelas IX dilibatkan dalam kegiatan penyambutan tersebut. Para siswa diberangkatkan secara bertahap dan telah berada di lokasi sejak sekitar pukul 08.30 WIB.


Menurut Ali, keterlibatan siswa dalam penyambutan tersebut tidak hanya bertujuan memeriahkan rangkaian Muktamar Ke-35 NU. Kegiatan itu juga menjadi sarana pembelajaran karakter, khususnya menanamkan nilai ikramud dhuyuf atau memuliakan tamu.


“Nilainya yang pertama tentu kita mengajarkan anak-anak untuk menghormati dan memuliakan tamu, apalagi ini tamu negara. Kami ingin menunjukkan bahwa siswa di Jombang antusias menyambut kedatangan beliau,” ujarnya.


Untuk mendukung mobilitas siswa, pihak sekolah menggunakan dua armada truk yang beroperasi secara bergantian hingga tiga kali putaran. Sejumlah guru juga telah berada di lokasi terlebih dahulu untuk melakukan pengondisian sebelum rombongan siswa tiba.


Ali menjelaskan, pola pendampingan tersebut juga telah diterapkan ketika para siswa mengikuti penyambutan pada pembukaan Muktamar. Pengondisian kembali dilakukan pada agenda penutupan untuk memastikan kegiatan berlangsung tertib.


“Sebelum anak-anak berangkat, sebagian guru sudah berada di lokasi untuk melakukan pengondisian. Pada momen pembukaan utama kemarin anak-anak juga disiapkan, dan untuk penutupan ini kami siapkan hal yang sama,” jelasnya.


Selain para siswa, persiapan menyambut kedatangan Presiden juga dilakukan oleh Dinas Perhubungan (Dishub) Kabupaten Jombang. Budiono dari Dishub Jombang mengatakan petugas telah disiagakan sejak sekitar pukul 08.00 WIB untuk mengatur lalu lintas di sejumlah titik.


Personel Dishub ditempatkan di beberapa lokasi strategis, antara lain kawasan Pondok Pesantren Bahrul Ulum Tambakberas, Perempatan Sambongdukuh, serta area Stadion Jombang yang menjadi lokasi pendaratan helikopter Presiden.


“Pasukan Dishub dibagi di beberapa lokasi dan menyebar. Ada yang di lokasi Pondok Pesantren Bahrul Ulum, Perempatan Sambongdukuh, dan area kedatangan mendaratnya helikopter Pak Prabowo di Stadion,” tuturnya.


Menurut Budiono, arus lalu lintas di sepanjang Jalan KH Abdurrahman Wahid cukup ramai karena aktivitas masyarakat tetap berlangsung pada hari kerja. Petugas disiagakan untuk membantu mengatur lalu lintas sekaligus mengantisipasi pergerakan rombongan Presiden.


Keterlibatan para siswa dan kesiapan petugas tersebut menjadi bagian dari suasana penyambutan Presiden Prabowo dalam rangkaian penutupan Muktamar Ke-35 NU di Jombang. Para siswa berharap momentum tersebut tidak hanya menjadi pengalaman berharga, tetapi juga membawa perhatian lebih besar terhadap kemajuan pendidikan.

 

 

 

Sumber : https://www.nu.or.id/nasional/hadir-pada-penutupan-muktamar-ke-35-nu-prabowo-disambut-ratusan-siswa-bawa-harapan-terkait-pendidikan-0kOTW 

Baca Terusannya »»  

Update Terbaru Karhutla (KEMENHUT) : Hotspot Menurun, Penanganan Diperkuat


 

Jakarta, 31 Agustus 2026 – Kementerian Kehutanan bersama tim gabungan terus memperkuat penanganan kebakaran hutan dan lahan (karhutla) di sejumlah wilayah prioritas, terutama di Kalimantan dan Sumatera. Meski jumlah titik panas dengan tingkat kepercayaan tinggi (high confidence) terpantau menurun, operasi pemadaman dan pencegahan tetap dilakukan secara intensif karena kebakaran masih ditangani di sejumlah lokasi serta asap memengaruhi kualitas udara dan jarak pandang di beberapa wilayah.

Berdasarkan data SiPongi Kementerian Kehutanan yang bersumber dari satelit NASA Terra/Aqua, SNPP, dan NOAA-20, hingga Minggu, 30 Agustus 2026 pukul 21.02 WIB, kondisi hotspot high confidence tercatat sebanyak 946 hotspot terdeteksi secara nasional, turun 629 titik dibandingkan 29 Agustus 2026, dengan sebaran sebagai berikut Kalimantan Barat: 455 titik; Kalimantan Tengah: 308 titik; Sumatera Selatan: 36 titik; Kalimantan Selatan: 18 titik; Jambi: 1 titik; dan Riau: 0 titik. Data tersebut menunjukkan penurunan hotspot secara nasional, namun konsentrasi titik panas masih cukup tinggi terutama di Kalimantan Barat dan Kalimantan Tengah.

Kementerian Kehutanan mengingatkan bahwa hotspot merupakan indikasi titik panas berdasarkan penginderaan satelit dan tidak selalu berarti kejadian kebakaran. Satu kejadian kebakaran juga dapat terdeteksi sebagai beberapa hotspot, sehingga seluruh indikasi tetap perlu diverifikasi melalui pengecekan lapangan.

Berdasarkan Laporan Ringkasan Operasi Dalkarhut per Minggu, 30 Agustus 2026 pukul 07.00 WIB, tercatat 93 laporan kejadian karhutla di 12 provinsi, dengan 33 lokasi dilaporkan telah padam dan 60 lokasi masih dalam proses pemadaman.

Pada skala provinsi, penanganan terbanyak dilakukan di Kalimantan Tengah sebanyak 21 lokasi, disusul Kalimantan Barat 16 lokasi, Sumatera Selatan 13 lokasi, Kalimantan Selatan 11 lokasi, Jambi 9 lokasi, Riau 8 lokasi, dan Kalimantan Timur 7 lokasi.

Penanganan juga dilakukan di Sulawesi Tenggara sebanyak 3 lokasi, Sulawesi Selatan 2 lokasi, serta masing-masing satu lokasi di Sumatera Utara, Kalimantan Utara, dan Sulawesi Tengah. Secara kumulatif sepanjang 2026, tercatat 4.801 kali operasi penanganan karhutla dengan luas areal yang ditangani sebesar 38.829,46 hektare.

Tim gabungan terus melakukan penanganan melalui pemadaman darat, water bombing, patroli udara, ground check, serta kegiatan pencegahan dan pengendalian di wilayah prioritas. Operasi melibatkan Manggala Agni Kemenhut bersama TNI, Polri, BNPB, BMKG, BPBD, pemerintah daerah, masyarakat, dan para pihak lainnya.

Dukungan operasi udara diperkuat dengan 30 helikopter di Kalimantan dan 22 helikopter di Sumatera untuk mendukung water bombing dan patroli udara. Selain operasi pemadaman, Operasi Modifikasi Cuaca (OMC) terus diupayakan pada wilayah dan waktu yang memenuhi kondisi meteorologis untuk mendukung penanganan karhutla.

Kondisi udara di sejumlah wilayah terdampak juga masih menjadi perhatian. Laporan operasi menunjukkan kualitas udara pada sejumlah titik pemantauan di Kalimantan Barat, Kalimantan Tengah, Kalimantan Selatan, Kalimantan Timur, Riau, Jambi, dan Sumatera Selatan berada dalam kondisi bervariasi dari Sedang hingga Tidak Sehat, Sangat Tidak Sehat, bahkan Berbahaya.

Dampak asap juga terlihat pada jarak pandang di beberapa bandara. Berdasarkan pemantauan BMKG pada Senin pagi, 31 Agustus 2026, Bandara Supadio, Pontianak, tercatat dalam kondisi berasap dengan jarak pandang 1,3 kilometer pada pukul 08.00 WIB. Di Bandara Tjilik Riwut, Palangka Raya, kondisi berasap tercatat dengan jarak pandang 1,5 kilometer pada pukul 08.00 WIB.

Di Sumatera, Bandara Sultan Mahmud Badaruddin II, Palembang, tercatat berasap dengan jarak pandang 4 kilometer pada pukul 07.30 WIB, sedangkan Bandara Sultan Thaha, Jambi, mencatat kondisi berasap dengan jarak pandang 5 kilometer pada pukul 08.00 WIB. Sementara di Bandara Syamsudin Noor, Banjarmasin, BMKG mencatat kondisi berasap dengan jarak pandang 3 kilometer pada pukul 09.00 WITA.

Kementerian Kehutanan menegaskan bahwa penurunan jumlah hotspot belum berarti risiko karhutla telah berakhir. Pemantauan dan operasi lapangan tetap diperkuat, terutama di wilayah dengan kejadian kebakaran yang masih aktif serta wilayah yang mulai mengalami gangguan asap dan penurunan jarak pandang.

Masyarakat di wilayah terdampak asap diimbau untuk mengikuti informasi resmi dari pemerintah dan BMKG, menjaga kesehatan, serta mengurangi aktivitas di luar ruang apabila kondisi udara memburuk.

Kementerian Kehutanan juga mengimbau masyarakat tidak membuka atau membersihkan lahan dengan cara membakar. Apabila menemukan asap atau indikasi kebakaran, masyarakat dapat segera melaporkannya kepada Posko Karhutla Kementerian Kehutanan melalui 021-5704618, WhatsApp +62 8131-00-35000, atau email posko.karhutla@kehutanan.go.id.

 

 

Sumber : https://www.kehutanan.go.id/pers/update-terbaru-karhutla-hotspot-menurun-penanganan-diperkuat 

Baca Terusannya »»  

Momentum Perkuat Persatuan, Sumarno Ajak ASN Gaungkan MTQ Nasional 2026

 


SEMARANG – Sekretaris Daerah (Sekda) Provinsi Jawa Tengah, Sumarno mengajak seluruh Aparatur Sipil Negara (ASN) di lingkungan kerjanya, untuk turut menggaungkan gelaran Musabaqah Tilawatil Qur’an (MTQ) Nasional XXXI Tahun 2026. Sebab, ajang yang akan digelar pada 12–19 September 2026 di Kota Semarang Jawa Tengah itu, akan dihadiri oleh ribuan peserta maupun pengunjung dari berbagai daerah di Indonesia.

Ajakan tersebut disampaikan Sumarno saat menjadi inspektur apel di halaman Kantor Gubernur Jawa Tengah, Senin (31/8/2026). Menurutnya, perhelatan MTQ Nasional tersebut merupakan agenda besar yang membutuhkan dukungan seluruh elemen pemerintahan dan masyarakat. Apalagi, gawe tersebut dinilai memiliki nilai strategis, bukan hanya dari sisi keagamaan, tetapi juga dalam memperkuat persatuan dan kesatuan bangsa.

“MTQ tentu saja punya nilai yang besar, bagaimana kita meningkatkan persatuan dan kesatuan bangsa, serta mendorong pemahaman terhadap Al-Qur’an,” ujar Sumarno.

Karena itu, sekda meminta dukungan dari seluruh pegawai di lingkungan Pemprov Jateng, untuk ikut menggaungkan pelaksanaan MTQ Nasional XXXI. Salah satunya, dengan memanfaatkan media sosial masing-masing.

Dia meminta para pegawai tidak hanya hadir dan mendukung secara langsung, tetapi juga ikut menyebarluaskan informasi mengenai agenda MTQ kepada masyarakat.

“Event ini perlu kita gaungkan. Teman-teman bisa upload di media sosial masing-masing,” katanya.

Sumarno berharap, kemeriahan MTQ Nasional tahun ini dapat memberikan dampak positif bagi Jawa Tengah. Sebab, peserta dan delegasi dari seluruh provinsi di Indonesia akan hadir.

Dalam kesempatan itu, dia juga menyerahkan hadiah kepada para pemenang berbagai perlombaan, yang digelar dalam rangka memperingati HUT ke-81 Kemerdekaan Republik Indonesia.

Sumarno mengatakan, berbagai kegiatan yang digelar selama rangkaian peringatan HUT RI dan Hari Jadi ke-81 Provinsi Jawa Tengah diharapkan tidak sekadar menjadi kegiatan seremonial. Menurutnya, kegiatan tersebut menjadi momentum memperkuat kebersamaan dan kolaborasi.

“Ini adalah bagian untuk kita bersama-sama agar lebih guyub, bisa bekerja sama dengan baik, berkolaborasi dengan baik, menyatu untuk membangun Jawa Tengah,” ujar Sumarno

Dia berharap, semangat kebersamaan dan kolaborasi dapat terus dijaga dalam pelaksanaan tugas pemerintahan, termasuk dalam menyukseskan MTQ Nasional XXXI 2026. 

 

 

Sumber : https://jatengprov.go.id/publik/momentum-perkuat-persatuan-sumarno-ajak-asn-gaungkan-mtq-nasional-2026/ 

Baca Terusannya »»  

Kembali ke Muktamar NU, Presiden Prabowo Hadiri Penutupan di Jombang | Sekretariat Negara

 

 

Presiden Prabowo Subianto bertolak menuju Provinsi Jawa Timur pada Senin (31/08/2026). Kunjungan Kepala Negara ke Jawa Timur dalam rangka menghadiri Penutupan Muktamar Ke-23 Nahdlatul Ulama (NU) di Kabaputen Jombang. 

Presiden beserta rombongan terbatas diagendakan tiba di Bandara Internasional Juanda, Kabupaten Sidoarjo, sekitar pukul 09.30 WIB. Setelahnya, Presiden melanjutkan perjalanan menuju Pondok Pesantren Bahrul Ulum Tambakberas, Kabupaten Jombang. 

Kehadiran Presiden turut menunjukkan penghormatan terhadap peran besar NU sebagai salah satu kekuatan dalam perjalanan bangsa Indonesia. 

Sebelumnya, Presiden juga telah hadir sekaligus membuka Muktamar NU yang digelar pada Jumat (27/08/2026) lalu. Pada sambutannya, Kepala Negara menyampaikan bahwa Nahdlatul Ulama merupakan institusi bersejarah yang memiliki jasa besar dalam perjuangan kemerdekaan banga.

“Ini kehormatan besar bagi saya, Nahdlatul Ulama adalah institusi yang bersejarah yang sangat besar jasanya dalam perjuangan kemerdekaan Republik indonesia,” ucap Presiden. 

Turut mendampingi Presiden dalam perjalanan menuju Jawa Timur yakni Menteri Koordinator Bidang Pangan Zulkifli Hasan, Menteri Sekretaris Negara Prasetyo Hadi, Menteri Luar Negeri Sugiono, Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral Bahlil Lahadalia, dan Sekretaris Kabinet Teddy Indra Wijaya.

 

 

Sumber : https://setneg.go.id/baca/index/kembali_ke_muktamar_nu_presiden_prabowo_hadiri_penutupan_di_jombang 


Baca Terusannya »»  

Minggu, 30 Agustus 2026

Klasemen MotoGP 2026: Marc Marquez Pangkas Jarak dari Jorge Martin

 

 

SPORT.DETIK.COM Jakarta - Rider Ducati, Marc Marquez, memangkas jarak di klasemen MotoGP 2026 dari Jorge Martin. Baby Alien menjadi pemenang di MotoGP Aragon 2026.

Dalam balapan di sirkuit Aragon, Spanyol, Minggu (30/8/2026) malam WIB, Marc Marquez menjadi pemenang MotoGP Aragon 2026 setelah melahap 23 lap dengan catatan waktu 41 menit 10,969 detik. Dengan tambahan poin penuh itu, rider berusia 33 tahun itu kini mengumpulkan 237 poin.

Raihan angka Marc Marquez itu berjarak 19 poin dari pebalap Aprilia Jorge Martin yang ada di posisi teratas. Dia finis kelima di MotoGP Aragon 2026 hingga mengileksi 256 poin. Sebelumnya, Marc Marquez berjarak 33 poin dari Jorge Martin.

Ada di posisi ketiga klasemen MotoGP 2026, Bezzecchi. Dia mencatatkan sebanyak 232 poin. Ada di posisi lima besar Fabio Di Giannantonio (208) dan Ai Ogura (203).

Berturut-turut di posisi 10 besar ada Pedro Acosta (189), Raul Fernandez (186), Francesco Bagnaia (143), Alex Marquez (128), dan Fermin Aldeguer (90). Klasemen MotoGP 2026 selengkapnya bisa lihat di bawah ini.

 

Klasemen MotoGP 2026

1. Jorge Martin - 256
2. Marc Marquez - 237
3. Marco Bezzecchi - 232
4. Fabio DI Giannantonio - 208
5. Ai Ogura - 203
6. Pedro Acosta - 189
7. Raul Fernandez - 186
8. Francesco Bagnaia - 143
9. Alex Marquez - 128
10. Fermin Aldeguer - 90
11. Luca Marini - 88
12. Enea Bastianini - 84
13. Brad Binder - 78
14. Diogo Moreira - 64
15. Fabio Quartararo - 55
16. Franco Morbidelli - 53
17. Johann Zarco - 36
18. Joan Mir - 28
19. Jack Miller - 28
20. Alex Rins - 24
21. Toprak Razgatlioglu - 14
22. Maverick Vinales - 10
23. Iker Lecuona - 9
24. Augisto Fernandez - 6
25. Pol Espargaro - 3

 

Sumber : https://sport.detik.com/moto-gp/d-8640965/klasemen-motogp-2026-marc-marquez-pangkas-jarak-dari-jorge-martin 


Baca Terusannya »»  

Hasil MotoGP Aragon: Marc Marquez Juara Lagi

 


SPORT.DETIK.COM Aragon - Rider Ducati, Marc Marquez, menjadi pemenang main race MotoGP Aragon 2026. Baby Alien memenangi perlombaan sengit dengan Pedro Acosta dan Marco Bezzecchi.

Dalam balapan di sirkuit Aragon, Spanyol, Minggu (30/8/2026) malam WIB, rider Aprilia, Bezzecchi, yang start terdepan. Front row dilengkapi oleh Marc Marquez dan Alex Marquez.

Bezzecchi bisa mempertahankan posisi terdepan, kendati sempat disalip Marc Marquez. Saat race berjalan dua lap, Bezzecchi terdepan disusul Marc Marquez, dan Pedro Acosta.

Race berjalan empat lap, Bezzecchi masih terdepan. Dia berjarak 0,701 detik dari Marc Marquez di posisi kedua.

Marc Marquez bisa mendahului Bezzecchi pada lap keenam. Tak cuma disalip Marc Marquez, Bezzecchi juga bisa dilewati oleh Pedro Acosta.

Di sisa balapan, Marc Marquez tak terkejar. Dia mampu menjadi rider pertama yang menyentuh garis finis dalam 23 lap dengan catatan waktu 41 menit 10,969 detik.

Melengkapi podium ada pebalap KTM Pedro Acosta dan Bezzecchi. Sementara itu, rider Gresini Racing, Alex Marquez ada di posisi keempat. Posisi lima besar main race MotoGP Aragon dilengkapi oleh Jorge Martin.

Dengan hasil ini, Marc Marquez mencatatkan kemenangan tiga kali beruntun di MotoGP Aragon. Sebelumnya, dia juga menang di Aragon pada edisi 2024 dan 2025.

 

Hasil MotoGP Aragon 2026

1. Marc Marquez - 41 menit 10,969 detik
2. Pedro Acosta
3. Marco Bezzecchi
4. Alex Marquez
5. Jorge Martin
6. Fermin Aldeguer
7. Fabio Di Giannantonio
8. Enea Bastianini
9. Diogo Moreira
10. Brad Binder
11. Jack Miller
12. Joan Mir
13. Alex Rins
14. Luca Marini
15. Johann Zaro
16. Pol Espargaro
17. Lorenzo Savadori
18. Fabio Quartararo

 

 

Sumber  :  https://sport.detik.com/moto-gp/d-8640943/hasil-motogp-aragon-marc-marquez-juara-lagi


Baca Terusannya »»  

Haul Akbar, Plt Bupati Pati Risma Ardhi Chandra Ajak Teladani Nabi dan Kenang Jasa Leluhur

 


PATI - Masyarakat Kabupaten Pati diajak mengenang jasa para leluhur yang telah berjuang membangun daerah sekaligus meneladani akhlak Nabi Muhammad SAW dalam kehidupan bermasyarakat. Pesan tersebut disampaikan Plt Bupati Pati Risma Ardhi Chandra saat menghadiri Haul Akbar Pati 2026 di Halaman Pendopo Kabupaten Pati, Minggu malam (30/8/2026). 
 
Kegiatan yang diselenggarakan Pemerintah Kabupaten Pati itu diikuti seluruh masyarakat dalam rangka memperingati Hari Jadi Kabupaten Pati ke-703 dan HUT ke-81 Republik Indonesia.
 
Risma Ardhi Chandra menyampaikan, masyarakat Pati saat ini dapat menikmati berbagai berkah dari perjuangan para leluhur. Karena itu, sejarah dan jasa para pendahulu perlu terus dikenang oleh generasi sekarang.
 
“Jangan pernah melupakan jasa para pahlawan. Kita juga harus terus meneladani akhlak Nabi Muhammad SAW dalam kehidupan kita,” kata Chandra.
 
Menurut Chandra, rangkaian peringatan Hari Jadi Pati ke-703 telah berlangsung selama satu bulan. Berbagai kegiatan digelar untuk memperkuat rasa syukur masyarakat, mulai dari Pekan Kreasi Pati, Festival Adhi Loka, hingga berbagai agenda lainnya.
 
“GSMS juga mendapat apresiasi luar biasa dari Kementerian Kebudayaan yang hadir langsung di Kabupaten Pati,” ujar Chandra.
 
Ia juga mengungkapkan rencana pembangunan museum di Kabupaten Pati. Museum tersebut diharapkan menjadi ruang bagi generasi muda untuk mengenal perjalanan sejarah Pati yang memiliki usia panjang dibandingkan sejumlah kabupaten di sekitarnya.
 
“Generasi muda harus tahu bagaimana sejarah panjang terbentuknya Pati. Ini penting agar kita tidak kehilangan akar sejarah dan jati diri daerah,” tuturnya.
 
Di sisi pembangunan, Pemerintah Kabupaten Pati terus memprioritaskan tiga sektor utama, yakni infrastruktur, pendidikan, dan kesehatan. Salah satu target yang disampaikan Chandra adalah penyelesaian pembangunan jalan pada 2027.
 
“Tahun 2027, pembangunan jalan kita targetkan selesai dan bisa dinikmati seluruh masyarakat,” tegas Chandra.
 
Pemkab Pati juga berkomitmen memperluas akses jaminan kesehatan masyarakat melalui program BPJS gratis. Kebijakan tersebut direncanakan mencakup masyarakat dari desil 1 hingga desil 5 sesuai ketentuan yang berlaku.
 
“Ke depan, kita berharap seluruh warga Pati dari desil 1 sampai desil 5 bisa mendapatkan BPJS gratis,” kata Chandra.
 
Menurut Plt Bupati, pembangunan daerah tidak cukup hanya mengandalkan infrastruktur. Kualitas sumber daya manusia juga menjadi faktor penting untuk mendorong kemajuan Pati.
 
“Pati bisa maju kalau anak-anak kita berpendidikan dan memiliki akhlak yang baik,” ujarnya.
 
Chandra turut mengingatkan masyarakat terhadap berbagai tantangan global, termasuk potensi benturan antarbangsa. Kondisi tersebut, menurutnya, perlu dihadapi dengan memperkuat persatuan dan kepedulian antarsesama.
 
“Mari kita bergandeng tangan, saling berbaikan, dan meneladani akhlak Nabi Muhammad SAW kepada sesama manusia,” pesan Chandra.
 
Ia berharap kebersamaan masyarakat dalam rangkaian peringatan Hari Jadi Pati dan HUT RI dapat menjadi energi positif bagi pembangunan daerah. Pemerintah ingin Pati tumbuh sebagai daerah yang maju, makmur, aman, dan cinta damai.
 
“Ini juga menjadi bentuk ikhtiar dan doa kita kepada Tuhan. Semoga setiap kesulitan selalu diberikan keberkahan, sehingga Pati menjadi gemah ripah loh jinawi, toto tentrem kerto raharjo,” tutur Chandra.
 
Haul Akbar Pati 2026 turut dihadiri Forkopimda Kabupaten Pati, Pj Sekretaris Daerah Kabupaten Pati, KH Habibulloh dari Demak, KH Abdul Hamid dari Purwodadi, dan KH Nur Faqih, Ketua FKUB Kabupaten Pati, Ketua Al Khidmah Jawa Tengah-DIY, Ketua Al Khidmah Kabupaten Pati, serta masyarakat Kabupaten Pati.

Baca Terusannya »»  

Hari Keenam Belas Penanganan Gempa NTT, 8.126 Personel TNI Dikerahkan dan 1.011,756 Ton Bantuan Disalurkan

 


(Puspen TNI). Memasuki hari keenam belas penanganan gempa bumi di Nusa Tenggara Timur (NTT), Minggu (30/8/2026), TNI mengerahkan 8.126 personel untuk membantu masyarakat di sejumlah wilayah terdampak. Personel melaksanakan berbagai tugas penanganan sesuai kebutuhan di lapangan.

Distribusi bantuan melalui jalur udara pada hari keenam belas mencapai 21,065 ton menggunakan pesawat TNI AU. Secara keseluruhan, bantuan yang telah disalurkan TNI hingga saat ini mencapai 1.011,756 ton.

TNI terus bersinergi dengan pemerintah daerah, BNPB, Basarnas, dan berbagai unsur terkait untuk memastikan penanganan bencana serta pelayanan kepada masyarakat terdampak dapat berjalan secara optimal.




Sumber : https://tni.mil.id/view-267341-hari-keenam-belas-penanganan-gempa-ntt-8-126-personel-tni-dikerahkan-dan-1-011-756-ton-bantuan-disalurkan.html

Baca Terusannya »»  

Kemeriahan Dieng Culture Festival, dari Jazz Atas Awan hingga Cukur Gimbal

 


BANJARNEGARA – Kabut tipis perlahan turun di dataran tinggi Dieng. Di antara lanskap pegunungan, candi-candi kuno, dan udara dingin yang menusuk, masyarakat menyambut perhelatan budaya Dieng Culture Festival (DCF) 2026.

Mengusung tema “Spirit of Harmony”, festival yang memasuki penyelenggaraan ke-16 ini berlangsung 28-30 Agustus 2026. Selama tiga hari, kawasan wisata Dieng tidak hanya menjadi tujuan wisata, tetapi juga ruang perjumpaan antara tradisi, seni, masyarakat, dan pelaku ekonomi kreatif.

Beragam kegiatan budaya dan kesenian khas Dieng disiapkan di sejumlah lokasi, di antaranya kawasan Candi Arjuna, Pandawa, Gatotkaca, serta kompleks Candi Dieng.

Ketua Pelaksana DCF 2026, Alif Faozi mengatakan, festival tersebut tidak sekadar menjadi agenda pariwisata, tapi ruang merawat tradisi, memperkuat kebersamaan, sekaligus memperkenalkan kekayaan budaya Dieng kepada masyarakat luas.

Semangat itu, kata dia, dirangkum dalam tema “Spirit of Harmony”. Harmoni antara budaya, alam, pariwisata, dan kehidupan masyarakat lokal.

Salah satu agenda yang paling dinantikan adalah ritual Ruwatan Cukur Rambut Gimbal. Sebanyak 13 anak berambut gimbal mengikuti prosesi tersebut di kawasan Candi Arjuna.

Bagi masyarakat Dieng, anak gimbal bukan sekadar fenomena yang menarik perhatian wisatawan. Mereka dipercaya memiliki kedudukan khusus dalam tradisi setempat. Karena itu, prosesi pencukuran rambut dilakukan melalui rangkaian adat yang sarat makna, dan tidak dapat dipisahkan dari permintaan sang anak.

Di tengah arus modernisasi dan perkembangan pariwisata, ritual tersebut tetap dipertahankan. Setiap tahun, prosesi anak gimbal menjadi magnet yang mampu menarik perhatian wisatawan dari berbagai daerah, bahkan mancanegara.

Tradisi itu pula yang membuat DCF memiliki karakter berbeda. Festival yang tak hanya menawarkan pertunjukan, tetapi juga menghadirkan pengalaman budaya yang tumbuh dari kehidupan masyarakat Dieng.

Kepala Dinas Kebudayaan, Pariwisata dan Ekonomi Kreatif, Provinsi Jawa Tengah, Hanung Triyono, mengatakan, DCF dapat menjadi contoh pengembangan pariwisata yang tumbuh dari masyarakat.

“Ini bisa menjadi contoh, karena bertumbuh dari masyarakat. Berawal dari Pokdarwis Pandawa dan kemudian disengkuyung oleh masyarakat Dieng, sehingga menjadi festival yang luar biasa dan terus berkembang,” ujar Hanung.

Ditambahkan, Pemprov Jawa Tengah telah berdiskusi dengan para pelaku pariwisata, ekonomi kreatif, dan kebudayaan, untuk mengembangkan Dieng sebagai salah satu pusat pariwisata di Jawa Tengah.

“Sehingga destinasi wisata di sekitarnya juga bisa diekspos, dan menjadi bagian dari ekosistem ekonomi wisata,” katanya.

Menurut Hanung, kekuatan DCF terletak pada perpaduan antara atraksi budaya, seni, dan tradisi masyarakat. Hal itu menjadi potensi besar untuk ditawarkan kepada wisatawan, termasuk wisatawan mancanegara.

“Ini penting dan menarik. Ada pertunjukan Jazz Atas Awan, ritual cukur rambut gimbal, kontes domba, kirab, dan berbagai kegiatan budaya lain. Ini bisa kita tawarkan kepada wisatawan mancanegara, sehingga mereka tidak hanya datang untuk melihat, tetapi juga bisa ikut serta dan terlibat langsung dalam ritual budaya tersebut,” ujarnya.

Hanung menilai keterlibatan langsung wisatawan dalam pengalaman budaya menjadi nilai tambah bagi pengembangan pariwisata Dieng. Dengan demikian, wisata tidak hanya menghadirkan tontonan, tetapi juga pengalaman yang memperkuat daya tarik budaya, sekaligus menggerakkan ekonomi masyarakat lokal.

Adapun Gubernur Jawa Tengah, Ahmad Luthfi, sebelumnya mengatakan, ajang DCF 2026 sebagai festival budaya yang menjadi ikon Jateng, bahkan nasional.

“Festival ini sangat spesial, karena sudah menjadi destinasi nasional dan internasional. Pemprov Jateng sangat mendukung event ini dilaksanakan berkelanjutan,” tutur Luthfi.

Menurutnya, festival budaya seperti DCF, memiliki arti penting dalam menjaga identitas daerah sekaligus memperkuat daya tarik pariwisata Jawa Tengah. Tradisi lokal tidak boleh berhenti sebagai seremoni tahunan. Kekayaan budaya harus terus dirawat, dikembangkan, dan memberi manfaat bagi masyarakat.

“Pelestarian tradisi perlu dilakukan, dengan tetap melibatkan masyarakat sebagai pemilik kebudayaan,” ungkap Luthfi.

Selain prosesi anak gimbal, DCF 2026 juga menghadirkan beragam kegiatan budaya dan hiburan. Rangkaian acara tersebut meliputi Dieng Bersih, Festival Domba Batur, Kongko Budaya bersama Kiai Kanjeng, pertunjukan seni tradisi, festival kopi, hingga panggung hiburan.

Atmosfer khas Dieng juga semakin terasa melalui “Jazz Atas Awan”. Sejumlah penyanyi tampil menghibur penonton, di antaranya Yura Yunita, Kunto Aji, Barasuara, Raim Laode, Pusakata.

Para pelaku UMKM lokal pun diberi ruang besar. Mereka dilibatkan untuk memasarkan produknya. Hampir semua penginapan di Dieng penuh. Perputaran ekonomi masyarakat pun terjadi.

DCF tidak hanya berbicara tentang panggung pertunjukan dan keramaian wisatawan. Di baliknya terdapat upaya untuk menjaga kesinambungan antara kebudayaan dan kesejahteraan masyarakat.

Dieng Culture Festival 2026 pada akhirnya menjadi gambaran, bagaimana tradisi dapat hidup berdampingan dengan perkembangan zaman. Candi-candi menjadi saksi, pegunungan menjadi panggung, sementara masyarakat menjadi penjaga utama kebudayaan. Spirit of Harmony pun tercipta di daerah yang dijuluki Negeri Atas Awan.


Sumber : https://jatengprov.go.id/publik/kemeriahan-dieng-culture-festival-dari-jazz-atas-awan-hingga-cukur-gimbal/

Baca Terusannya »»  

Perkembangan Situasi dan Penanganan Bencana di Tanah Air 30 Agustus 2026

  

 

JAKARTA – Kebakaran hutan dan lahan (karhutla) masih menjadi salah satu kejadian bencana yang mendapat perhatian dalam pemantauan Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB). Sejumlah peristiwa karhutla dilaporkan terjadi di wilayah Maluku Utara, Jawa Tengah, Kalimantan Timur, dan Aceh dengan luas lahan terdampak mencapai puluhan hektare. Tim gabungan di masing-masing daerah terus melakukan pemadaman, pendinginan, asesmen, dan pemantauan untuk mencegah api kembali meluas.

Berdasarkan pemantauan Direktorat Koordinasi Pengendalian Operasi Darurat (Dit. Koordalops) BNPB periode Sabtu (29/8) pukul 07.00 WIB hingga Minggu (30/8) pukul 07.00 WIB, beberapa lokasi telah berhasil mengendalikan kebakaran. Namun, penanganan di sejumlah wilayah masih menghadapi tantangan berupa kondisi medan, keterbatasan sumber air, cuaca panas, serta tiupan angin yang dapat mempercepat penyebaran api.

Di Kabupaten Halmahera Timur, Provinsi Maluku Utara, karhutla terjadi di Desa Gotowasi, Kecamatan Maba Selatan, pada Jumat (28/8) sekitar pukul 18.40 WIT. Kebakaran menghanguskan lahan sekitar tiga hektare. Berdasarkan informasi yang diterima, kebakaran diduga dipicu oleh aktivitas oknum yang tidak bertanggung jawab. Tiupan angin yang cukup kencang di lokasi menyebabkan api dengan cepat menyebar dan membakar lahan secara tidak terkendali.

Tidak terdapat korban jiwa akibat kejadian tersebut. Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Halmahera Timur segera berkoordinasi dengan instansi terkait dan melakukan asesmen di lokasi. Penanganan melibatkan BPBD Kabupaten Halmahera Timur, pemadam kebakaran, serta masyarakat setempat.

Pada Sabtu (29/8), api telah berhasil dipadamkan. Petugas dan unsur terkait tetap melakukan pemantauan untuk memastikan tidak terdapat titik api yang kembali muncul dan mengantisipasi potensi penyebaran kebakaran.

Sementara itu, di sejumlah wilayah Jawa Tengah juga mengalami karhutla. Di Kabupaten Sukoharjo, kebakaran terjadi di Desa Kamal dan Desa Sanggang, Kecamatan Bulu, pada Jumat (28/8) sekitar pukul 18.15 WIB. Hasil kaji cepat sementara per-Sabtu (29/8), luas lahan yang terbakar diperkirakan mencapai 22 hektare. Penyebab kebakaran masih dalam penyelidikan.

BPBD Kabupaten Sukoharjo telah melakukan asesmen dan berkoordinasi dengan instansi terkait untuk mempercepat penanganan. Bersama tim gabungan, BPBD melakukan upaya pemadaman di sejumlah titik yang masih berpotensi menimbulkan penyebaran api.

Upaya pemadaman menghadapi kondisi medan yang curam dan sejumlah titik api yang berada di lokasi sulit dijangkau. Meski demikian, titik api yang mendekati permukiman telah berhasil diamankan. Kondisi asap tebal juga berkurang secara signifikan.

Tidak terdapat laporan korban jiwa dalam kejadian tersebut. Petugas gabungan masih melakukan pemantauan dan penanganan di lokasi untuk memastikan api tidak kembali meluas, khususnya pada area yang memiliki potensi munculnya titik api baru.

Penanganan karhutla di Kabupaten Sukoharjo dilakukan dalam situasi wilayah yang telah menetapkan status siaga darurat bencana kekeringan, kebakaran hutan dan lahan. Status tersebut ditetapkan melalui Keputusan Bupati Sukoharjo Nomor 300.2/268 Tahun 2026 untuk periode 1 Mei hingga 30 November 2026. Sementara itu, Pemerintah Provinsi Jawa Tengah menetapkan status siaga darurat serupa melalui Keputusan Gubernur Jawa Tengah Nomor 100.3.3.1/237 Tahun 2026 yang berlaku 1 Juni hingga 31 Desember 2026.

Berikutnya, karhutla juga terjadi di Kabupaten Klaten, Jawa Tengah, dengan sebaran lokasi yang lebih luas. Kebakaran dilaporkan terjadi pada Jumat (28/8) sekitar pukul 11.25 WIB dan tersebar di tujuh desa yang berada di enam kecamatan. Adapun lokasi kebakaran meliputi Desa Paseban, Kecamatan Bayat; Desa Meger dan Desa Ngawonggo, Kecamatan Ceper; Desa Sabrang, Kecamatan Delanggu; Desa Sorogaten, Kecamatan Tulung; Desa Sawit, Kecamatan Gantiwarno; serta Desa Bulurejo, Kecamatan Juwiring.

Luas lahan yang terbakar diperkirakan mencapai 9,28 hektare. Beberapa kejadian diduga dipicu oleh pembakaran sampah yang tidak terkontrol, sementara penyebab kebakaran di lokasi lainnya masih dalam penyelidikan.

BPBD Kabupaten Klaten melakukan asesmen dan berkoordinasi dengan instansi terkait untuk menangani kejadian tersebut. Upaya pemadaman dilakukan secara bersama-sama dengan melibatkan unsur TNI, Polri, pemadam kebakaran, relawan, dan warga.

Berdasarkan pemutakhiran pada Sabtu (29/8), seluruh kejadian kebakaran telah berhasil dikendalikan. Tidak terdapat laporan korban jiwa maupun korban luka-luka akibat kejadian tersebut.

Penanganan karhutla dilakukan dalam kondisi Kabupaten Klaten telah menetapkan status siaga darurat bencana hidrometeorologi kering melalui Keputusan Bupati Klaten Nomor 32/360/6 Tahun 2026 yang berlaku 1 Agustus hingga 31 Oktober 2026.

Di Kalimantan Timur, karhutla berdampak pada area yang lebih luas. Kebakaran lahan belukar dan kebun terjadi di Kampung Pepas Eheng, Kecamatan Barong Tongkok, Kabupaten Kutai Barat, pada Jumat (28/8) sekitar pukul 11.20 WITA. Luas lahan yang terdampak diperkirakan mencapai 50 hektare. Penyebab kejadian masih dalam penyelidikan.

BPBD Kabupaten Kutai Barat melakukan asesmen dan berkoordinasi dengan unsur terkait untuk penanganan di lokasi. Tim gabungan melakukan pemadaman secara langsung menggunakan mobil pemadam serta metode pemadaman manual pada area yang sulit dijangkau kendaraan.

Penanganan melibatkan BPBD Kabupaten Kutai Barat, Manggala Agni, TNI, Polri, dan pemadam kebakaran. Untuk mendukung operasi, BPBD Kabupaten Kutai Barat mengerahkan lima mobil penanganan kebakaran, satu unit mobil _water supply_, satu unit mobil komando, satu unit mobil operasional patroli, serta satu unit mobil operasional Kepala Bidang Penanganan Kedaruratan. Manggala Agni turut mengerahkan satu unit mobil operasional, sedangkan pemadam kebakaran mengerahkan dua unit mobil.

Proses pemadaman menghadapi kendala berupa asap tebal yang menyebabkan gangguan pernapasan dan menurunkan jarak pandang petugas. Kondisi tersebut menjadi tantangan dalam menjangkau sejumlah area yang terdampak kebakaran.

Tidak terdapat laporan korban jiwa akibat kejadian tersebut. Berdasarkan pemutakhiran pada Sabtu (29/8), kondisi di lokasi dilaporkan kondusif dan api telah berhasil dipadamkan. Petugas tetap melakukan pemantauan untuk mengantisipasi munculnya kembali titik api.

Penanganan karhutla berlangsung dalam periode status siaga bencana hidrometeorologi di Provinsi Kalimantan Timur berdasarkan Keputusan Gubernur Kalimantan Timur Nomor 100.3.3.1/K.76/2026 yang berlaku 1 April hingga 31 Desember 2026.

Berbeda dengan beberapa lokasi sebelumnya, penanganan karhutla di Kabupaten Aceh Selatan masih berlanjut. Kebakaran lahan berupa alang-alang terjadi di Gampong Drien, Kecamatan Bakongan, pada Sabtu (29/8) sekitar pukul 11.42 WIB. Kebakaran tersebut berdampak pada lahan seluas sekitar empat hektare.

BPBD Kabupaten Aceh Selatan berkoordinasi dengan Damkar PB 05 Bakongan dan unsur terkait untuk melakukan penanganan di lokasi. Proses pemadaman melibatkan personel Koramil, Polsek, serta masyarakat setempat.

Petugas pemadam kebakaran bersama tim gabungan melakukan pemadaman pada area yang terbakar dan memastikan api pada sejumlah bagian telah berhasil dipadamkan. Namun, hingga pemutakhiran pada Sabtu (29/8), api belum sepenuhnya padam sehingga proses pemadaman akan dilanjutkan pada Minggu (30/8) pagi.

Penanganan di lapangan menghadapi sejumlah kendala, antara lain jarak lokasi kebakaran sekitar empat kilometer dari pinggir desa, keterbatasan sumber air, serta kondisi cuaca yang panas disertai tiupan angin sedang. Kondisi tersebut berpotensi menyebabkan api kembali menyebar sehingga petugas terus melakukan pemantauan di sekitar lokasi.

Tidak terdapat laporan korban jiwa akibat kejadian tersebut. Petugas Pusdalops PB BPBD Kabupaten Aceh Selatan telah menerima informasi dan menyusun laporan kejadian sebagai bagian dari pemantauan serta penanganan bencana.

Di Kabupaten Bener Meriah, Aceh, penanganan karhutla telah berhasil dilakukan. Kebakaran terjadi di Kampung Uning Gelime, Kecamatan Weh Pesam, pada Sabtu (29/8) sekitar pukul 13.35 WIB. Kebakaran tersebut menghanguskan lahan seluas sekitar 20 hektare. Penyebab kebakaran masih dalam penyelidikan.

BPBD Kabupaten Bener Meriah segera bergerak menuju lokasi untuk melakukan asesmen sekaligus penanganan. Bersama sejumlah organisasi perangkat daerah (OPD) terkait, petugas melakukan pemadaman secara manual dan dilanjutkan dengan proses pendinginan untuk mencegah api kembali muncul.

Berdasarkan pemutakhiran kaji cepat lapangan pada Sabtu (29/8), api telah berhasil dipadamkan. Petugas tetap melakukan pemantauan di sekitar lokasi untuk memastikan tidak terdapat titik api yang berpotensi kembali memicu kebakaran.

Tidak terdapat laporan korban jiwa akibat kejadian tersebut. Sementara itu, kerugian yang teridentifikasi berupa lahan yang terbakar dengan luas sekitar 20 hektare.

BNPB mengimbau masyarakat untuk meningkatkan kewaspadaan terhadap potensi kebakaran hutan dan lahan, terutama selama periode kekeringan dan cuaca panas. Masyarakat diminta tidak melakukan pembakaran terbuka maupun aktivitas lain yang dapat memicu kebakaran. Apabila menemukan titik api, masyarakat diharapkan segera melaporkannya kepada petugas atau BPBD setempat agar dapat ditangani sedini mungkin dan tidak berkembang menjadi kebakaran yang lebih luas.




Sumber : https://www.bnpb.go.id/berita/perkembangan-situasi-dan-penanganan-bencana-di-tanah-air-30-agustus-2026

 

  

Baca Terusannya »»  

Tinjau Museum Le Mayeur, Menteri Kebudayaan Soroti Upaya Konservasi dan Penguatan Promosi Koleksi

 


Denpasar, 30 Agustus 2026 – Menteri Kebudayaan RI, Fadli Zon, meninjau Museum Le Mayeur di Kota Denpasar, Bali. Museum seni lukis ini menjadi salah satu etalase budaya yang merekam perjalanan hidup dan karya maestro asal Belgia, Adrien Jean Le Mayeur de Merprès, yang menjelajahi berbagai negara sebelum akhirnya menetap dan berkarya di Bali.

Dalam peninjauan tersebut, Menbud Fadli melihat langsung kondisi museum sekaligus koleksi karya asli Le Mayeur. Ia menyoroti kondisi sejumlah karya yang memerlukan penanganan konservasi lebih lanjut, khususnya terkait dengan perubahan warna pada lukisan.

“Salah satu tantangannya adalah memudarnya warna-warna. Karena kalau kita lihat warna aslinya, ini kan sangat kuat sekali. Tapi di bawah juga kita lihat tadi ada warna-warna yang memudar. Terutama yang bahannya atau medianya itu adalah karung atau bakor, yang memang pada masa Perang Dunia II sangat langka untuk mendapatkan kanvas,” ungkap Menbud Fadli.

Menurutnya, upaya konservasi terhadap karya-karya Le Mayeur menjadi pekerjaan penting untuk memastikan karya sang maestro tetap terjaga keasliannya, termasuk mempertahankan karakter dan warna lukisan agar tetap mendekati kondisi aslinya. Menbud Fadli juga menyampaikan bahwa Kementerian Kebudayaan akan mengirimkan tim dari Galeri Nasional untuk meninjau lebih lanjut kondisi dan kebutuhan konservasi karya-karya tersebut.

“Lukisan Le Mayeur merupakan lukisan yang otentik. Tentu karena ini berada di pinggir pantai, mempunyai tantangan tersendiri di dalam pemeliharaan dan konservasinya,” tambah Menbud.

Selain aspek konservasi, Menbud Fadli juga menyoroti jumlah kunjungan ke Museum Le Mayeur yang masih relatif rendah. Saat ini, pengunjung didominasi oleh wisatawan asing, khususnya dari Eropa, dengan jumlah rata-rata sekitar 100 pengunjung setiap bulan. Menurutnya, promosi karya sang maestro perlu terus diperkuat agar sosok, perjalanan, dan karya Le Mayeur semakin dikenal oleh masyarakat luas, sekaligus mendorong lebih banyak masyarakat untuk mengenal dan mengapresiasi karya yang menjadi koleksi museum tersebut.

Museum Le Mayeur merupakan museum seni lukis yang menyimpan jejak perjalanan hidup dan karya pelukis asal Belgia tersebut. Setelah menjelajahi berbagai negara, Le Mayeur menetap di Bali sejak 1933 dan kemudian berkenalan dengan Ni Nyoman Pollok, seorang penari Legong yang menjadi istri sekaligus model utama dalam sejumlah karya lukisnya.

Keduanya kemudian membangun rumah di pesisir Sanur yang tidak hanya menjadi tempat tinggal, tetapi juga ruang berkarya bagi Le Mayeur. Di tempat inilah ia menghasilkan berbagai lukisan bercorak impresionisme yang banyak menggambarkan perempuan Bali, kehidupan masyarakat, ekspresi budaya, serta keindahan alam.

Kini, Museum Le Mayeur menjadi ruang pelestarian yang menyimpan 88 karya seni beserta berbagai aset peninggalan sang maestro. Lebih dari sekadar tempat menyimpan karya, museum ini menjadi saksi perjalanan hidup Le Mayeur, pertemuan budaya, serta kedekatan sang seniman dengan Bali yang kemudian menjadi rumah sekaligus sumber inspirasinya.

Dalam peninjauan tersebut, Menbud Fadli turut didampingi Staf Khusus Menteri Bidang Protokoler dan Rumah Tangga, Rachmanda Primayuda; Direktur Warisan Budaya, Agus Widiatmoko; Kepala Balai Pelestarian Kebudayaan Bali, Iskandar Eko Priyotomo; Penasihat Menteri Bidang Pengembangan Strategi dan Optimalisasi Pengelolaan Museum, Putu Supadma Rudana; Kepala Dinas Kebudayaan Provinsi Bali, Ida Bagus Alit Suryana; serta Kepala UPTD Museum Bali, Ida Ayu Made Sutariani.

Melalui penguatan sinergi bersama Pemerintah Provinsi Bali, Kementerian Kebudayaan terus mendorong upaya pemajuan kebudayaan melalui pelindungan dan pemanfaatan warisan budaya. Museum Le Mayeur diharapkan dapat terus menjaga dan melestarikan warisan seni serta nilai sejarah yang terkandung di dalamnya, sekaligus menjadi ruang edukasi dan apresiasi bagi masyarakat.

 

 

Sumber : https://kemenbud.go.id/publikasi/berita/tinjau-museum-le-mayeur-menteri-kebudayaan-soroti 

Baca Terusannya »»  

Tinjau Danantara Housing Expo 2026, Menteri PKP Apresiasi Kolaborasi Dukungan Sektor Perumahan

 


Tangerang — Menteri Perumahan dan Kawasan Permukiman (PKP) Maruarar Sirait bersama Kepala BP BUMN sekaligus Chief Operating Officer (COO) Danantara Indonesia Dony Oskaria mengunjungi booth event Danantara Housing Expo 2026, Minggu (30/8/2026) di Nusantara International Convention Exhibition (NICE) PIK 2, Kabupaten Tangerang.

Menteri PKP Maruarar Sirait menyampaikan apresiasi kepada Danantara Indonesia, khususnya Kepala BP Danantara Rosan Roeslani dan COO Danantara Dony Oskaria, atas terselenggaranya Danantara Housing Expo 2026 yang menjadi wadah kolaborasi berbagai pihak dalam ekosistem perumahan.

“Saya mengucapkan terima kasih kepada Pak Rosan dan Pak Dony karena sudah memberikan wadah event Danantara Housing Expo 2026 untuk ekosistem perumahan yang bagus sekali dapat bertemu dalam satu tempat dan sangat bermanfaat. Saya langsung cek ke booth dan transaksinya berjalan dengan sangat baik,” ujar Menteri Ara.

Menteri PKP berharap Danantara Housing Expo 2026 dapat menjadi momentum strategis untuk mempertemukan masyarakat dengan hunian yang layak dan terjangkau sekaligus memperkuat kolaborasi seluruh ekosistem perumahan nasional.

“Yang paling penting adalah bagaimana seluruh pihak bergerak bersama. Pemerintah, Danantara, pengembang, perbankan, dan seluruh pelaku industri perumahan harus terus bersinergi agar semakin banyak masyarakat Indonesia, khususnya MBR, yang memiliki akses dan kemampuan untuk memiliki rumah sendiri,” tegasnya.

COO Danantara Indonesia Dony Oskaria menyampaikan bahwa tingginya antusiasme masyarakat menunjukkan kebutuhan terhadap informasi, pilihan hunian, serta akses pembiayaan perumahan yang semakin mudah.

“Kami mengucapkan banyak terima kasih atas kolaborasi Kementerian PKP yang selalu bekerja sama dengan Danantara. Pengunjung yang banyak menunjukkan bahwa masyarakat butuh informasi ini untuk supply perumahan dan transaksi yang sudah terjadi kurang lebih sudah Rp2 triliun. Kita harapkan bisa bertambah lagi,” imbuh Dony.

Pameran yang berlangsung pada 27–30 Agustus 2026 tersebut menjadi salah satu bentuk kolaborasi strategis antara Kementerian PKP dan Danantara Indonesia dalam mendukung percepatan Program 3 Juta Rumah, khususnya dalam mempertemukan masyarakat dengan pengembang, perbankan, serta berbagai sektor pendukung industri perumahan.

Danantara Housing Expo 2026 menghadirkan lebih dari 170 pengembang yang terdiri atas 161 developer swasta dan 12 BUMN sektor perumahan, serta berbagai booth pendukung dari instansi pemerintah, perbankan Himbara, hingga perusahaan layanan pendukung. Pameran tersebut menyediakan lebih dari 100.000 unit hunian dari berbagai segmen, termasuk rumah subsidi dan hunian vertikal bagi Masyarakat Berpenghasilan Rendah (MBR).

Dalam kunjungannya, Menteri PKP berdialog langsung dengan perwakilan perbankan, pengembang, dan pelaku industri pendukung perumahan. Menteri PKP antara lain meninjau mockup rumah KPR FLPP, booth rumah susun MBR Lippo Group, serta booth gentengisasi yang merupakan salah satu program yang dicanangkan Presiden Republik Indonesia Prabowo Subianto.

Menteri PKP juga mengunjungi booth perbankan, antara lain Bank BRI, BNI, Mandiri, BSI, dan BTN. Selain itu, Menteri PKP meninjau sejumlah booth pengembang dan pelaku industri perumahan. Menurutnya, keberhasilan Program 3 Juta Rumah membutuhkan sinergi seluruh pemangku kepentingan, mulai dari pemerintah, pengembang, perbankan, kontraktor, penyedia bahan bangunan, hingga sektor industri pendukung lainnya.

Menteri PKP juga memberikan apresiasi kepada Himpunan Bank Milik Negara (Himbara), ekosistem pengembang, dan seluruh mitra kerja sama yang telah bersatu membangun ekosistem perumahan terpadu. Kolaborasi tersebut dinilai penting untuk memastikan sisi pasokan dan pembiayaan berjalan seimbang sehingga masyarakat semakin mudah memiliki rumah. 

 

 

Sumber : https://pkp.go.id/berita/detail/tinjau-danantara-housing-expo-2026-menteri-pkp-apresiasi-kolaborasi-dukungan-sektor-perumahan 

Baca Terusannya »»