Cari Blog Ini

Jumat, 06 Maret 2026

Rekap Hasil All England 2026: Raymond/Joaquin Harapan Indonesia di Semifinal


 

KOMPAS.com - Hasil babak perempat final All England 2026 memastikan satu dari enam wakil Indonesia akan tampil di babak semifinal.

Harapan semata wayang Indonesia di semifinal All England 2026 akan diwakili oleh ganda putra, Raymond Indra/Nikolaus Joaquin.

Pada babak perempat final, Raymond/Joaquin berhasil menyingkirkan unggulan ketiga asal China, Liang Wei Keng/Wang Chang.

Bertanding di Utilita Arena Birimingham, Inggris, Raymond/Joaquin menang straight game atas Liang/Wang dengan skor 21-18, 21-12.

Pertandingan yang berlangsung selama 36 menit itu mampu dikuasai oleh Raymond/Joaquin.

Meski sempat tertinggal di awal laga, Raymond/Joaquin mampu konsisten hingga unggul lima poin di interval pertama dan mengakhiri set pertama dengan kemenangan.

Pada set kedua, agresivitas Raymond/Joaquin tak kunjung menurun meski sempat teradi kejar mengejar skor.

Raymond/Joaquin mampu merebut interval kedua dengan keunggulan empat poin dari Liang/Wang.

Setelah interval, Raymond/Joaquin yang berada di atas angin terus unggul dan mengakhiri set kedua dengan keunggulan 21-12.

Pada babak semifinal, Raymond/Joaquin akan menghadapi unggulan pertama Korea Selatan Kim Won Ho/Seo Seung Jae yang sukses menyingkirkan wakil Perancis, Christo Popov/Toma Junior Popov 16-21,21-7, 21-14.

Dua Tunggal Indonesia Tersingkir

Satu-satunya wakil Indonesia di sektor tunggal putra, Alwi Farhan harus angkat koper usai kalah melawan unggulan kedua Thailand, Kunlavut Vitidsarn.

Alwi yang sempat menyingkirkan Chou Tien Chien di babak 16 besar, menelan kalahan dengan dua set langsung 17-21, 12-21.

Pada set pertama, Alwi sempat memperlihatkan perlawanan. Namun hal tersebut tak terlihat di set kedua yang justru berada di bawah tekanan.

Hasil buruk juga dialami oleh tunggal putri Indonesia, Putri Kusuma Wardani (KW) saat dijungkalkan ratu badminton dunia, An Se-Young 11-21, 14-21.

Putri gagal membalas kekalahannya di India Open 2026 lalu sekaligus memperpanjang rekor buruk menghadapi sang ranking satu dunia itu menjadi 9 kekalahan beruntun.

Hasil Perempat Final All England 2026

Lapangan 1

  • MS: Alwi Farhan vs Kunlavut Vitidsarn (Thailand) – 17-21, 12-21 
  • MD: Muhammad Rian Ardianto/Rahmat Hidayat vs Chen Boyang/Liu Yi (China) – 16-21, 10-21 

Lapangan 2

  • XD: Amri Syahnawi/Nita Violina Marwah vs Guo Xin Wa/Chen Fang Hui (China) – 17-21, 21-18, 15-21 
  • WS: Putri Kusuma Wardani vs An Se Young (Korea Selatan) – 11-21, 14-21
  • WD: Febriana Dwipuji Kusuma/Meilysa Trias Puspitasari vs Pearly Tan/Thinaah Muralitharan (Malaysia) - 9-12, 18-21
  • MD: Raymond Indra/Nikolaus Joaquin vs Liang Weikeng/Wang Chang (China) - 21-18, 21-12

 

 

 

sumber ;https://www.kompas.com/badminton/read/2026/03/07/06013608/rekap-hasil-all-england-2026-raymond-joaquin-harapan-indonesia-di

Baca Terusannya »»  

Buka Puasa Bersama Pegawai, Menpora Erick Tegaskan Komitmen Bertransformasi Menuju Kemenpora Lebih Baik


 

Jakarta: Keluarga besar Kementerian Pemuda dan Olahraga (Kemenpora RI) menggelar kegiatan buka puasa bersama di tengah bulan suci Ramadan 1447 Hijriah yang diselenggarakan di Halaman Kantor Kemenpora, Senayan, Jakarta, Jumat (6/3) petang.

Dalam kesempatan ini, Menpora Erick menegaskan komitmen serta mengajak seluruh pejabat, pegawai hingga staf untuk berubah, bertransformasi menuju Kemenpora yang lebih baik.

"Ini puasa hari ke-16. Tentu makna puasa bagi umat islam dan kita adalah makna yang baik dimana kita ingin mentransformasi diri kita untuk memiliki akhlak yang baik," ujar Menpora Erick dalam sambutannya.

"Kita harap dan saya memohon maaf, saya datang ingin menaikkan marwah kementerian ini yang jelas-jelas masih Kelas C. Tetapi, saya tidak mungkin bekerja sendiri tanpa dibantu semua kita karena kita sebuah tim, hanya mau tidak kita semua bertransformasi," imbuhnya.

Menurut Menpora Erick, tidak mudah merubah kebiasaan. Bahkan lanjutnya, perubahan itu akan selalu dipandang negatif. Dan manusia yang tidak mau berubah akan ketinggalan dari zaman ke zaman.

"Saya ingin bersama-sama mengawal perubahan ini. Dengan niat baik dulu. Misalnya, mulai Senin besok kita akan lihat soal kebersihan kantor ini seperti dari toiletnya, ruangannya bersih atau ngga. Karena kalau mau direnovasi harus ada komitmen perubahannya," tegasnya.

"Supaya kita dilihat oleh banyak kementerian lainnya dan masyarakat bahwa Kemenpora saat ini berbeda menuju lebih baik. Mudah-mudahan dengan niat baik dan sama-sama mengawal mudah-mudahan tahun depan bisa naik kelas. Tapi, ini masih panjang ini, kita maraton. Yang dinilai adalah kinerja kalian, kejujuran dan kapabilitas," pungkas Menpora Erick. 

Dalam kegiatan buka puasa bersama ini diisi pula tausiyah yang dibawakan oleh Ust. Choirul Anam, M.Pd. Ia menyampaikan tentang merubah nasib. Allah tidak akan merubah nasib suatu kaum jika tidak kaum itu sendiri yang merubahnya.

"Allah SWT tidak akan merubah nasib suatu kaum, jika tidak kaum itu sendiri yang merubahnya. Dan Kemenpora ini bisa diibarkan kaum itu. Kemudian jika kita ingin menjadi hamba Allah yang tidak merugi selama hidup, maka kata Allah, syaratnya adalah melakukan 3 (tiga) perkara. Pertama mendirikan sholat, memperbanyak membaca alquran, dan orang-orang yang menginfaqkan hartanya," urainya.

"Semoga kita semua menjadi bagian dari hamba Allah yang memiliki tiga ciri-ciri ini. Semoga ibadah kita diterima Allah SWT dan kita semua kuat hingga selesai bulan suci ini," tutupnya.

Nampak hadir pada acara ini Wamenpora Taufik Hidayat, istri Menpora Liza Erick Thohir, istri Wamenpora Ami Taufik Hidayat, para pengurus dan anggota DWP Kemenpora. Sesmenpora Gunawan Suswantoro, para Staf Khusus, para Tenaga Ahli, para Pejabat Tinggi Madya, para Pejabat Tinggi Pratama dan para karyawan. 

 

Sumber ;  https://www.kemenpora.go.id/detail/6639/buka-puasa-bersama-pegawai-menpora-erick-tegaskan-komitmen-bertr

Baca Terusannya »»  

Sebelum Kembali ke Jakarta, Wapres Berziarah ke Makam Sunan Bonang


 

Dalam rangkaian kunjungan kerjanya di Kabupaten Tuban, Wakil Presiden Gibran Rakabuming menyempatkan diri berziarah ke Makam Sunan Bonang pada Jumat (06/03/2026). Kegiatan ini menjadi bagian dari penghormatan kepada ulama besar penyebar Islam di Tanah Jawa sekaligus momentum refleksi spiritual bagi pemimpin dalam menjalankan amanah.

Setibanya di kompleks pemakaman yang berlokasi di pusat Kota Tuban tersebut, Wapres disambut oleh pengelola komplek makam, K.H. Zakaria Ilham dan H. Arni Sutiono. Selanjutnya, Wapres memasuki area makam untuk memanjatkan doa dan melakukan ziarah.
Bupati Aditya Halindra Faridzky yang turut mendampingi dalam kesempatan tersebut menyampaikan bahwa kunjungan Wapres ke makam Sunan Bonang sarat dengan pesan moral bagi para pemimpin.

“Beliau tadi sempat ke Sunan Bonang untuk terus memberikan nasihat bahwa seharusnya seorang pemimpin jangan pernah lupa terhadap kepentingan-kepentingan masyarakat dan terus menindaklanjuti syariat-syariat agama Islam,” ujar Bupati Tuban.

Menurutnya, pesan tersebut mencerminkan nilai-nilai kepemimpinan yang diajarkan para ulama terdahulu, yakni memadukan tanggung jawab kepada rakyat dengan komitmen menjaga nilai-nilai keagamaan dalam kehidupan berbangsa dan bernegara.

Sunan Bonang merupakan salah satu tokoh Wali Songo yang berperan penting dalam penyebaran Islam di Tanah Jawa, termasuk di Tuban. Putra dari Sunan Ampel dan Nyi Ageng Manila yang bernama kecil Raden Maulana Makdum Ibrahim ini dikenal dengan metode dakwah yang kreatif, seperti melalui seni pewayangan dan syair Jawa.

Selain menguasai ilmu fikih, usuluddin, dan tasawuf, ia juga dikenal memiliki kemampuan di bidang seni dan sastra. Julukan Sunan Bonang sendiri berasal dari alat musik gamelan “bonang” yang konon diciptakannya dan menjadi salah satu media dakwahnya.

Usai berziarah, Wapres melanjutkan Salat Jumat di Masjid Agung Tuban yang merupakan masjid bersejarah warisan Sunan Bonang. Masjid ini berada persis di sebelah barat alun-alun kota Tuban dan dekat dengan komplek makam Sunan Bonang.

 

Sumber :  https://www.wapresri.go.id/sebelum-kembali-ke-jakarta-wapres-berziarah-ke-makam-sunan-bonang/

Baca Terusannya »»  

Hadiri Rakernas XIII DPN Peradah Indonesia, Wapres Dorong Pemuda Manfaatkan Bonus Demografi dan AI secara Bijak


 

Wakil Presiden (Wapres) Gibran Rakabuming menghadiri Rapat Kerja Nasional XIII Dewan Pimpinan Nasional Perhimpunan Pemuda Hindu (DPN Peradah) Indonesia di Pura Aditya Rawamangun, Jakarta Timur, Jumat sore (06/03/2026).

Dalam arahannya, Wapres mengajak generasi muda, termasuk keluarga besar Peradah untuk memanfaatkan momentum bonus demografi dan perkembangan kecerdasan artifisial (AI) secara bijak guna meningkatkan kapasitas dan daya saing bangsa. Hal ini sejalan dengan misi Asta Cita ke-4 Presiden Prabowo tentang penguatan pembangunan sumber daya manusia (SDM), sains, dan teknologi.

Wapres menegaskan bahwa Indonesia saat ini tengah menuju puncak bonus demografi pada 2040–2045, ketika mayoritas penduduk berada pada usia produktif.

“Jadi ini adalah kesempatan kita, kekuatan kita, di saat banyak negara lain yang mengalami krisis populasi,” tuturnya.

Menurut Wapres, kondisi tersebut merupakan peluang strategis bagi Indonesia untuk mendorong peningkatan produktivitas nasional. Ia pun mengajak para pemuda untuk memperkuat karakter, meningkatkan kompetensi, serta memperluas keterlibatan dalam pembangunan.

Di samping itu, di tengah disrupsi teknologi yang semakin masif dewasa ini, Wapres juga mengingatkan pentingnya pemanfaatan AI secara bijak dan bertanggung jawab.

“Selalu saya tegaskan juga, jangan terlalu ketergantungan dengan AI. Critical thinking, penting. Kemampuan problem-solving, penting. Dan juga, yang paling kita tekankan adalah cara berpikir secara komputasi. Gunakan AI dengan tanggung jawab dan sesuai etika,” ujarnya.

Lebih jauh, dengan semangat kepemimpinan generasi muda, Wapres berharap Peradah dapat bersinergi dengan pemerintah dalam memanfaatkan momentum bonus demografi dan disrupsi AI sebagai kekuatan menuju Indonesia Emas.

Menyambut baik arahan Wapres, Ketua DPN Peradah Indonesia I Putu Yoga Saputra menegaskan komitmen Peradah untuk mendukung berbagai program pemerintah yang berorientasi pada kepentingan rakyat.

“Selagi program itu untuk rakyat, maka Bapak Presiden dan jajaran, tak usah takut, Pak, lanjut terus,” ujar Yoga.

Pada kesempatan ini, Wapres juga menyaksikan prosesi pelantikan pengurus DPN Peradah Indonesia periode 2025–2028.

Tampak hadir pada acara ini, di antaranya Menteri Kehutanan Raja Juli Antoni, Wakil Menteri Kependudukan dan Pembangunan Keluarga Isyana Bagoes Oka, Dirjen Bimas Hindu Kementerian Agama I Nengah Duija, Bendahara Parisada Hindu Dharma Indonesia Made Sumadiartaha, serta Ketua Umum Wanita Hindu Dharma Indonesia Wikanti Yogi.

 

Sumber :   https://www.wapresri.go.id/hadiri-rakernas-xiii-dpn-peradah-indonesia-wapres-dorong-pemuda-manfaatkan-bonus-demografi-dan-ai-secara-bijak/

Baca Terusannya »»  

Jateng Matangkan Persiapan Perhelatan MTQ Nasional 2026


 

SEMARANG – Pemerintah Provinsi Jawa Tengah mulai mematangkan berbagai persiapan menjelang penyelenggaraan Musabaqah Tilawatil Quran (MTQ) Tingkat Nasional XXXI 2026, yang akan digelar di Kota Semarang.

Sekretaris Daerah (Sekda) Provinsi Jawa Tengah, Sumarno menegaskan, kesempatan menjadi tuan rumah MTQ Nasional harus dimanfaatkan sebaik mungkin, melalui persiapan yang matang dan koordinasi lintas sektor.

Menurutnya, keberhasilan penyelenggaraan tidak hanya diukur dari kelancaran acara, tetapi juga dari pengalaman yang dirasakan para tamu dan peserta, yang datang dari seluruh Indonesia.

“Menjadi tuan rumah tidak hanya soal menyelenggarakan acara, tetapi bagaimana kita memuliakan tamu yang datang. Pelayanan yang ramah, nyaman, dan berkesan, harus menjadi perhatian bersama,” kata Sumarno, dalam Rapat Koordinasi Persiapan Pelaksanaan MTQ Nasional, di Gedung B Kantor Gubernur Jawa Tengah, Jumat (6/3/2026).

Dia menilai, momentum MTQ Nasional juga dapat dimanfaatkan untuk memperkenalkan potensi pariwisata serta produk UMKM Jawa Tengah, kepada para tamu. Dengan demikian, kegiatan tersebut tidak hanya berdampak pada suksesnya penyelenggaraan acara, tetapi juga memberikan efek jangka panjang bagi sektor pariwisata daerah.

“Kita punya tujuan yang lebih luas lagi dari kegiatan ini, yakni agar orang berbondong-bondong ke Jawa Tengah. Ini momentumnya karena peserta dari seluruh Indonesia,” jelas sekda.

Selain itu, Sumarno mengingatkan pentingnya memperhatikan aspek teknis di setiap venue, seperti kebersihan, kerapian, fasilitas toilet, hingga pengelolaan sampah. Hal-hal yang terlihat sederhana tersebut, kata dia, sering kali menjadi sumber keluhan jika tidak dikelola dengan baik.

Sementara itu, Asisten I Setda Jawa Tengah Bidang Pemerintahan dan Kesejahteraan Rakyat, Iwanuddin Iskandar menjelaskan, MTQ Nasional XXXI akan digelar pada 11–21 September 2026 di Kota Semarang. Pelaksanaan akan melibatkan kolaborasi antara Pemerintah Provinsi Jawa Tengah, Pemerintah Kota Semarang, Lembaga Pengembangan Tilawatil Quran (LPTQ), serta berbagai instansi terkait.

“Secara keseluruhan terdapat sekitar 15 venue yang akan digunakan untuk berbagai cabang lomba,” ujarnya.

Lapangan Simpang Lima Semarang, direncanakan menjadi lokasi pembukaan dan penutupan MTQ Nasional, sekaligus tempat perlombaan cabang seni baca Al-Qur’an golongan dewasa.

Sementara itu, sejumlah lokasi lain seperti Masjid Agung Jawa Tengah, Masjid Baiturrahman, Universitas Diponegoro, UIN Walisongo, serta BPSDMD Jawa Tengah, akan digunakan untuk pelaksanaan cabang lomba lainnya.

Selain venue lomba, kesiapan akomodasi juga menjadi perhatian. Berdasarkan pendataan sementara, jumlah kamar hotel di Kota Semarang mencapai sekitar 8.142 kamar, sehingga dinilai mampu mengakomodasi kebutuhan sekitar 6.000 peserta dan tamu yang diperkirakan hadir selama penyelenggaraan MTQ Nasional.

Adapun PRPP Semarang akan difungsikan sebagai lokasi registrasi ulang peserta, dengan mempertimbangkan akses kedatangan kafilah dari berbagai daerah, yang sebagian besar melalui Bandara Jenderal Ahmad Yani. Setiap kafilah nantinya akan didampingi liaison officer (LO) dari perangkat daerah, untuk memastikan pelayanan bagi peserta berjalan lancar.

Selain perlombaan, rangkaian kegiatan MTQ Nasional juga akan dimeriahkan dengan pawai ta’aruf yang melibatkan 38 provinsi serta 35 kabupaten/kota, dengan rute dari Balai Kota Semarang menuju Kantor Gubernur Jawa Tengah.

Agenda malam ta’aruf dan gala dinner juga direncanakan digelar di halaman Kantor Gubernur Jawa Tengah, sebagai bentuk penyambutan bagi para tamu dan peserta.

Kepala Kantor Wilayah Kementerian Agama Jawa Tengah, Saiful Mujab menambahkan, berbagai persiapan terus dilakukan, termasuk penetapan logo resmi MTQ Nasional yang sebelumnya telah melalui proses seleksi, dan akan menjadi ikon penyelenggaraan MTQ di Jawa Tengah.

Selain sukses penyelenggaraan, Jawa Tengah juga menargetkan sukses prestasi. LPTQ Jawa Tengah telah melakukan sejumlah tahapan seleksi terhadap juara MTQ tingkat provinsi di Kabupaten Tegal, serta menggelar seleksi terbatas calon kafilah dengan melibatkan dewan juri tingkat nasional.

Ke depan, peserta terpilih akan mengikuti training center atau karantina selama satu bulan, guna memantapkan kemampuan sebelum berlaga pada MTQ Nasional.

Dalam ajang tersebut akan dipertandingkan 11 cabang lomba dan 24 golongan, memperebutkan total 48 medali emas.

“Melalui berbagai persiapan ini, Jawa Tengah berharap dapat meraih prestasi terbaik, bahkan bersaing untuk menjadi juara umum pada MTQ Nasional 2026,” kata Saiful Mujab.

Pemerintah Provinsi Jawa Tengah juga sedang menyiapkan buku pedoman pelaksanaan MTQ Nasional, yang memuat informasi lengkap mengenai venue lomba, akomodasi kafilah, hingga potensi unggulan daerah seperti pariwisata dan kuliner.

Upaya publikasi kepada masyarakat juga akan diperkuat, agar penyelenggaraan MTQ Nasional di Jawa Tengah berlangsung meriah, serta mendapat dukungan luas dari masyarakat.(

 

Sumber :  https://jatengprov.go.id/publik/jateng-matangkan-persiapan-perhelatan-mtq-nasional-2026/

Baca Terusannya »»  

Jaga Ketahanan Pangan Jelang Lebaran, Ini Upaya Pemprov Jateng


 

SEMARANG — Menjelang Lebaran, Pemerintah Provinsi Jawa Tengah terus melakukan berbagai upaya untuk menjaga ketahanan pangan.

Berbagai upaya telah dilakukan seperti operasi pasar, gerakan pangan murah, sampai penyaluran subsidi distribusi bahan pokok penting. Intervensi tersebut dilakukan melalui kolaborasi dengan berbagai pihak terkait.

“Bahan pokok penting ini sangat krusial. Beras kita surplus, beberapa komoditas juga surplus. Untuk harga saat ini yang terpantau naik adalah cabai, kita sudah siapkan langkah intervensi dan penetrasi harga,” kata Gubernur Jawa Tengah, Ahmad Luthfi, saat menerima kunjungan kerja Reses Komisi VI DPR RI masa persidangan III tahun sidang 2025-2026, di Hotel Tentrem, Kota Semarang, Jumat (6/3/2026).

Pertemuan tersebut membahas terkait kesiapan Jawa Tengah dalam menghadapi perayaan Idulfitri 1447 Hijriah. Terutama, terkait ketahanan pangan dan kesiapan pelayanan publik perbankan.

Luthfi mengatakan, pemetaan secara komprehensif telah dilakukan, agar Jawa Tengah siap menghadapi arus mudik dan perayaan Idulfitri. Mulai dari kesiapan sarana prasarana, ketahanan pangan, hingga pemantapan pelayanan publik di berbagai sektor, termasuk ketersediaan pasokan energi.

Wakil Ketua Komisi VI DPR RI, Adisatrya Suryo Sulisto mengatakan, kesiapan terkait ketahanan pangan dan pelayanan perbankan sangat penting, untuk menghadapi lalu-lalang mudik selama hari raya Idulfitri. Maka, dalam reses kali ini juga menghadirkan Bulog, ID Food, serta bank-bank himbara, seperti BRI, Mandiri, BNI, dan BTN.

“Kami ingin mendengar tentang ketahanan pangan, serta persiapan berbagai komoditas untuk masyarakat. Ini kaitannya dengan harga bahan pokok penting yang wajar. Untuk perbankan tentu kesiapan terkait likuiditas selama hari raya Idulfitri, jangan sampai masyarakat kesulitan,” katanya.

Sementara itu, Dirjen Perdagangan Dalam Negeri (PDN) Kementerian Perdagangan, Iqbal Shoffan Shofwan mengatakan, sejumlah barang kebutuhan pokok relatif aman dan cukup untuk memenuhi kebutuhan sampai tiga bulan ke depan, termasuk selama Idulfitri. Namun, masih ada komoditas di bawah pasokan normal, sehingga menjadi penyebab tingginya harga komoditas tersebut, yaitu cabai rawit merah.

“Harga kebutuhan pokok di Jawa Tengah sangat bagus, tidak ada yang melebihi dari HET, hanya satu yaitu cabai rawit merah. Terima kasih Pak Gubernur telah menjaga harga kebutuhan pokok di Jawa Tengah yang sangat kondusif,” jelasnya.

Iqbal menambahkan, sudah ada komitmen terkait distribusi barang kebutuhan pokok, untuk Ramadan dan Idulfitri dilakukan lebih awal. Hal itu dilakukan karena ada informasi dari BMKG terkait adanya anomali cuaca dengan curah hujan tinggi hingga akhir Maret 2026.

“Komitmen ini sudah dilakukan sejak rapat koordinasi pada akhir Januari lalu,” ujarnya. 

 

 

Sumber ;  https://jatengprov.go.id/publik/jaga-ketahanan-pangan-jelang-lebaran-ini-upaya-pemprov-jateng/

Baca Terusannya »»  

Bahas Manajemen Talenta di Rapat Tingkat Menteri, Menpora Tekankan Karakter Pemuda Patriotik hingga Akademi Olahraga Modern


 

Jakarta: Menteri Pemuda dan Olahraga (Menpora) RI, Erick Thohir, menghadiri Rapat Tingkat Menteri Koordinasi Gugus Tugas Manajemen Talenta pada Jumat pagi (6/3) di Kementerian Perencanaan Pembangunan Nasional/Badan Perencanaan Pembangunan Nasional (Bappenas).

Pertemuan yang dipimpin oleh Menteri Bappenas, Rachmat Pambudy, tersebut membahas penguatan talenta untuk periode 2025–2029. Selaku Koordinator Gugus Tugas Bidang Olahraga, Menpora Erick memaparkan penguatan Manajemen Talenta Nasional (MTN) yang akan dilakukan mulai dari bidang kepemudaan hingga olahraga.

Pada bidang kepemudaan, Menpora Erick menyatakan perlunya penanaman nilai patriotik, gigih, dan empatik bagi para pemuda.

“Pemuda harus memiliki semangat patriotisme agar tidak mudah terpecah belah serta mampu menjaga persatuan bangsa. Selain itu, pemuda dituntut untuk bersikap gigih dan pantang menyerah sehingga mampu bersaing di era digital saat ini. Terakhir, pemuda juga harus memiliki rasa empati terhadap lingkungan sekitar, baik terhadap sesama manusia maupun terhadap alam,” ujarnya.

Di bidang olahraga, Menpora Erick menyampaikan bahwa melalui Manajemen Talenta Nasional, Presiden Prabowo meminta adanya konsolidasi pembinaan olahraga dengan mendorong pembentukan akademi olahraga yang terpadu, modern, berbasis teknologi, serta berfokus pada pembinaan prestasi pada 21 cabang olahraga unggulan.

“Kami akan membangun akademi olahraga nasional yang terintegrasi, baik di tingkat pusat maupun daerah. Akademi tersebut akan memiliki standar yang ditetapkan oleh Kemenpora guna memastikan kualitas pembinaan yang profesional dan merata di seluruh Indonesia,” jelasnya.

Tak hanya pembangunan pusat akademi olahraga, Menpora Erick juga menegaskan peningkatan kualitas seluruh aspek olahraga, mulai dari atlet, pelatih, akademi, hingga guru olahraga di sekolah. Seluruhnya akan mendapatkan program sertifikasi yang melibatkan federasi olahraga.

“Untuk mengembangkan talenta di dunia olahraga, Kemenpora menyiapkan beasiswa LPDP bagi para atlet dan pelatih. Selain itu, kami juga berupaya agar para atlet mendapatkan dana pensiun sebagai bentuk apresiasi atas dedikasi mereka,” tambahnya.

Sementara itu, Menteri Perencanaan Pembangunan Nasional/Kepala Bappenas menegaskan bahwa penguatan Manajemen Talenta Nasional penting untuk menyiapkan sumber daya manusia Indonesia yang unggul.
“Keunggulan suatu bangsa tidak hanya ditentukan oleh sumber daya alam, tetapi juga oleh kualitas manusia yang inovatif, berkarakter, dan berprestasi,” paparnya.

Melalui sinergi berbagai kementerian dan lembaga, pemerintah berharap sistem Manajemen Talenta Nasional dapat melahirkan generasi muda dan atlet Indonesia yang tidak hanya berprestasi di tingkat internasional, tetapi juga memiliki karakter kuat serta memberikan kontribusi nyata bagi kemajuan bangsa.(

 

Sumber ;  https://www.kemenpora.go.id/detail/6638/bahas-manajemen-talenta-di-rapat-tingkat-menteri-menpora-tekanka

Baca Terusannya »»  

Jaga Pasokan dan Stabilitas Harga Jelang Lebaran, Wapres Tinjau Pasar Gelondong Gede Tuban


 

Wakil Presiden (Wapres) Gibran Rakabuming Raka meninjau aktivitas perdagangan di Pasar Gelondong Gede, Kabupaten Tuban, Jumat (06/03/2026). Peninjauan ini dilakukan untuk memastikan pasokan bahan pokok tetap terjaga serta harga kebutuhan masyarakat stabil menjelang Idulfitri. Dalam kunjungan tersebut, Wapres juga memberikan arahan kepada pemerintah daerah agar terus menjaga ketersediaan pangan dan memastikan harga tetap terjangkau bagi masyarakat.

Setibanya di lokasi, Wapres meninjau area pasar dan berinteraksi dengan para pedagang serta masyarakat yang tengah beraktivitas. Kehadiran Wapres disambut oleh Kepala Pasar Gelondong Gede Sutadji serta Kepala UPTD Pengelolaan TPI Agus Saleh Setiawan.

Dalam kesempatan terpisah, Bupati Tuban, Aditya Halindra Faridzky, menyampaikan bahwa Wapres memberikan sejumlah arahan kepada pemerintah daerah, terutama terkait upaya menjaga stabilitas pasokan dan harga bahan pokok menjelang Idulfitri.

“Beliau memberikan masukan bagaimana pemerintah daerah bisa menjaga pasokan sampai dengan Lebaran nanti dan konsisten dalam menjaga harga agar tetap terjangkau oleh masyarakat,” jelasnya.

Selain itu, Wapres juga meminta pemerintah daerah untuk memperkuat koordinasi antara pemerintah pusat, provinsi, dan daerah guna memastikan masyarakat memperoleh kebutuhan pangan yang cukup.

“Kami diminta melakukan koordinasi secara intens antara pemerintah pusat, provinsi, hingga daerah agar seluruh masyarakat di Indonesia bisa mendapatkan makanan yang layak,” tambahnya.

Lebih lanjut, Aditya menyampaikan bahwa Wapres juga menekankan pentingnya menindaklanjuti berbagai program prioritas pemerintah sebagaimana arahan Prabowo Subianto, khususnya yang berkaitan dengan pengentasan kemiskinan dan program strategis nasional.

“Kami juga mendapatkan arahan langsung dari beliau untuk menindaklanjuti seluruh program prioritas dari Bapak Presiden Prabowo Subianto, agar terus bergerak secara masif guna menuntaskan angka kemiskinan serta menjalankan berbagai program strategis lainnya,” tuturnya.

Pemerintah Kabupaten Tuban, lanjutnya, juga diminta untuk terus membenahi pengelolaan pasar serta memastikan pasokan bahan pangan tetap terjaga selama bulan Ramadan hingga Idulfitri.

“Kami diberikan tugas untuk merapikan pasar-pasar yang ada dan memastikan pasokan makanan terjaga sehingga masyarakat tidak mengalami kendala selama bulan suci Ramadan,” pungkasnya.

Salah seorang pedagang Jemiatun (56), yang telah berjualan di pasar tersebut selama sekitar 20 tahun, menceritakan bahwa aktivitas perdagangan di pasar tersebut masih cukup ramai.

“Lumayan ramai di sini. Kalau jualan, sehari maksimal bisa sampai Rp1 juta,” ungkap Jemiatun.

Ia juga menjelaskan bahwa menjelang Ramadan dan Idulfitri biasanya terjadi sedikit kenaikan harga pada beberapa komoditas. Misalnya, kenaikan lebih terasa pada cabai, yang sebelumnya sekitar Rp50.000 per kilogram kini mencapai Rp70.000, sedangkan jenis lainnya naik dari sekitar Rp20.000 menjadi Rp30.000.

Jemiatun berharap kunjungan Wapres dapat membawa perhatian lebih terhadap stabilitas harga dan ketersediaan bahan pokok di pasar.

“Harapannya sembako turun, harga stabil, terus barangnya tidak langka,” tuturnya.

Pasar Gelondong Gede sendiri merupakan salah satu pusat aktivitas ekonomi masyarakat pesisir di Tuban yang melibatkan berbagai pelaku usaha lokal. Tercatat sekitar 100 nelayan menggantungkan aktivitas ekonomi pada kawasan ini, bersama sekitar 60 pedagang sayur dan 80 pedagang ikan yang setiap hari melayani kebutuhan masyarakat. Selain itu, terdapat sekitar 65 kepala keluarga yang bermukim di sekitar kawasan pasar.

 

 

Sumber :  https://www.wapresri.go.id/jaga-pasokan-dan-stabilitas-harga-jelang-lebaran-wapres-tinjau-pasar-gelondong-gede-tuban/

Baca Terusannya »»  

Konflik Timur Tengah Memanas, Pemerintah Terus Pantau Kondisi Pekerja Migran Asal Jateng


 

SEMARANG — Gubernur Ahmad Luthfi bersama Kementerian Pelindungan Pekerja Migran Indonesia (KP2MI) terus memantau kondisi pekerja migran Indonesia (PMI) dari Jawa Tengah, yang berada di kawasan Timur Tengah.

Pantauan secara intensif tersebut dilakukan, menyusul eskalasi konflik di wilayah tersebut dalam beberapa waktu terakhir.

Wakil Menteri Pelindungan Pekerja Migran Indonesia (P2MI) Dzulfikar Ahmad Tawalla mengatakan, komunikasi dengan Kedutaan Besar Republik Indonesia (KBRI) dan Konsulat Jenderal Republik Indonesia (KJRI) di wilayah negara Timur Tengah, sudah dilakukan sejak hari pertama kondisi geopolitik di sana memanas.

“Kita sudah lakukan komunikasi, kita pantau terus pergerakannya,” katanya, seusai bertemu Ahmad Luthfi di Kantor Gubernur Jawa Tengah, Kamis (5/3/2026).

Selain itu, nomor hotline juga sudah disebar di kalangan pekerja migran dan warga Indonesia, yang sedang berada di wilayah Timur Tengah. Nomor tersebut dapat dihubungi sewaktu-waktu oleh para pekerja migran Indonesia (PMI).

“Prinsipnya, negara selalu hadir dalam setiap perubahan eskalasi yang ada di Timur Tengah,” jelasnya.

Disinggung terkait apakah ada warga asal Jawa Tengah maupun Indonesia yang terjebak di sekitar wilayah konflik, Dzulfikar belum dapat memastikan. Sebab, saat ini masih dilakukan pendataan dan menunggu laporan dari teman-teman pekerja migran di Timur Tengah.

“Sekarang ini kan selain pekerja migran, ada juga jemaah umroh. Kalau kita lihat komposisinya pasti sejauh ini aman terkendali,” ujarnya.

Sementara itu, selama pertemuan dengan Wakil Menteri P2MI, Gubernur Jawa Tengah Ahmad Luthfi juga menegaskan komitmen Pemerintah Provinsi Jawa Tengah untuk ikut menjaga dan menjamin keamanan dan keselamatan pekerja migran Indonesia, khususnya yang berasal dari Jawa Tengah.

Pemantauan yang dilakukan saat ini merupakan salah satu bentuk komitmen tersebut, bahkan jika situasi mendesak Pemprov Jateng siap mengambil langkah untuk memulangkan warganya. Tentu saja berkolaborasi dengan KP2MI dan Kementerian Luar Negeri.

Selain terkait dampak eskalasi konflik, pantauan dan upaya perlindungan kepada pekerja migran asal Jawa Tengah juga terus dilakukan. Misalnya, ketika ada pekerja migran yang terkena masalah atau berangkat tidak sesuai prosedur, Pemprov Jateng langsung berkoordinasi untuk upaya pamulangan. Sebagaimana dilakukan belum lama ini terhadap belasan orang dari total sekitar 50-an PMI, yang bermasalah di negara tempat bekerja.

“Kalau perlu kami pulangkan, maka akan kami lakukan,” ujar Ahmad Luthfi saat berdialog dengan Dzulfikar.

 

Sumber ;  https://jatengprov.go.id/publik/konflik-timur-tengah-memanas-pemerintah-terus-pantau-kondisi-pekerja-migran-asal-jateng/

Baca Terusannya »»  

Wapres Pimpin Rapat Koordinasi Penanganan Banjir di Tuban


 

Wakil Presiden (Wapres) Gibran Rakabuming memimpin rapat koordinasi penanganan banjir bersama pemerintah daerah dan pemangku kepentingan di kantor PT. Solusi Bangun Indonesia Tbk. Pabrik Tuban, Provinsi Jawa Timur, Jumat (06/03/2026).

Rapat ini merupakan tindak lanjut arahan Presiden Prabowo Subianto agar pemerintah pusat dan daerah bergerak cepat dalam menangani dampak bencana, sekaligus memastikan pemulihan infrastruktur serta pelayanan kepada masyarakat dapat dilakukan secara efektif.

Dalam arahannya, Wapres menekankan pentingnya percepatan penanganan dampak banjir yang masih dirasakan masyarakat. Ia menyampaikan bahwa meskipun tidak terdapat korban jiwa, kerugian materiil yang dialami warga tetap perlu menjadi perhatian serius pemerintah.

Wapres juga meminta agar berbagai fasilitas umum yang terdampak dapat segera difungsikan kembali sehingga aktivitas masyarakat dapat berjalan normal.

“Fasilitas umum terdampak seperti sekolah dan tempat ibadah harus bisa segera difungsionalkan kembali,” tegasnya.

Selain itu, Wapres menyoroti kondisi jalan penghubung Ngino–Sambongrejo yang mengalami kerusakan akibat banjir. Ia meminta agar perbaikan segera dilakukan, termasuk pembenahan sistem saluran air di sekitar jalan.

“Jalan penghubung Ngino–Sambongrejo yang rusak segera diperbaiki, termasuk sistem saluran air di sekitar jalan agar tidak mengganggu aktivitas warga dan distribusi logistik,” jelasnya.

Wapres juga menekankan pentingnya percepatan pendataan rumah warga yang mengalami kerusakan agar bantuan dapat segera disalurkan kepada masyarakat.

“Rumah warga yang mengalami kerusakan segera diselesaikan pendataannya, dicairkan bantuannya, dan dibantu proses pembersihannya,” ujarnya.

Lebih lanjut, Wapres mengingatkan pemerintah daerah untuk mengantisipasi potensi munculnya penyakit pascabanjir. Menurutnya, langkah pencegahan perlu dilakukan secara serius mengingat kondisi cuaca ekstrem masih berpotensi terjadi.

“Antisipasi kemungkinan penyebaran penyakit pasca banjir seperti diare, disentri, hepatitis, dan DBD,” pesannya.

Mengacu pada data Badan Meteorologi Klimatologi dan Geofisika (BMKG), Wapres juga mengingatkan bahwa potensi cuaca ekstrem masih dapat terjadi hingga akhir Maret sehingga pemerintah daerah diminta tetap siaga.

“Berdasarkan BMKG, kita masih akan dilanda cuaca ekstrem sampai bulan Maret. Oleh sebab itu kita harus selalu siap dan waspada,” ungkapnya.

Untuk jangka panjang, Wapres menekankan perlunya langkah penanganan yang lebih sistematis guna mencegah banjir berulang di wilayah Tuban, termasuk perbaikan tata kelola drainase serta normalisasi sungai.

“Perhatikan tata kelola dan perbaiki sistem drainase, lakukan pengerukan rutin sungai yang mengalami pendangkalan,” tegasnya

Menanggapi arahan tersebut, Gubernur Jawa Timur Khofifah Indar Parawansa menyampaikan bahwa sejumlah program penanganan banjir di wilayah tersebut memang memerlukan dukungan anggaran dan skema pengerjaan jangka menengah.

“Proses penyelesaiannya memang membutuhkan multi years,” ungkap Khofifah.

Sementara itu, Bupati Tuban Aditya Halindra Faridzky melaporkan bahwa pemerintah daerah telah melakukan berbagai langkah penanganan di lapangan, termasuk upaya normalisasi sungai serta penguatan infrastruktur pengendali banjir.

“Pada dasarnya semuanya sudah selesai Pak, tinggal normalisasinya saja,” jelasnya.

Direktur Utama PT Semen Indonesia (Persero) Tbk Indrieffouny Indra menyampaikan bahwa pihak perusahaan turut berkontribusi dalam mendukung penanganan dampak bencana melalui berbagai program tanggung jawab sosial perusahaan (CSR), termasuk bantuan penanganan lingkungan serta pemberdayaan masyarakat di sekitar wilayah operasional. Selain itu, perusahaan juga melakukan langkah-langkah mitigasi lingkungan seperti reklamasi lahan dan pengelolaan kawasan secara berkelanjutan untuk meminimalkan risiko yang dapat memengaruhi kondisi lingkungan dan masyarakat sekitar.

“Kami memang melakukan beberapa program CSR, termasuk mengalokasikan bantuan untuk penanganan dan pengobatan, baik dalam bentuk dukungan finansial maupun non-finansial,” ujar Indrieffouny.

Turut hadir dalam rapat tersebut, Plt. Sekretaris Wakil Presiden Al Muktabar, Direktur Utama PT Solusi Bangun Indonesia Rizki Kresno Edhie Hambali, EVP GHoPo PT Semen Indonesia (Persero) Tbk Muhammad Supriyadi, perwakilan Badan Penanggulangan Bencana Daerah Provinsi Jawa Timur, Kepala Balai Besar Wilayah Sungai Brantas Muhammad Noor, Kepala Balai Besar Pelaksanaan Jalan Nasional Jawa Timur–Bali Javid Hurriyanto, serta Kepala Balai Prasarana Permukiman Wilayah Jawa Timur Denny Kumara.

 

Sumber :  https://www.wapresri.go.id/wapres-pimpin-rapat-koordinasi-penanganan-banjir-di-tuban/

Baca Terusannya »»  

Pemudik Bakal Masuk Jateng, Pasokan Pangan Terjaga


 

SEMARANG — Pemerintah Provinsi Jawa Tengah memastikan pasokan pangan di wilayahnya masih surplus hingga akhir Maret 2026. Kondisi tersebut diprediksi akan terjaga sampai setelah Idulfitri nanti.

Kepala Dinas Ketahanan Pangan Provinsi Jawa Tengah, Dyah Lukisari mengatakan, ketersediaan pangan dan keterjangkauan harga menjadi krusial selama hari besar keagamaan nasional (HBKN). Pihaknya sudah melakukan pemetaan proyeksi peningkatan kebutuhan pangan selama Idulfitri.

“Seluruh komoditas pangan sesuai proyeksi sampai akhir Maret nanti, masih surplus,” kata Dyah, saat mendampingi Gubernur Jawa Tengah Ahmad Luthfi meninjau Gerakan Pangan Murah, di Halaman Kantor Kecamatan Semarang Barat, Kota Semarang, Jumat (6/3/2026).

Dia membeberkan, komoditas beras surplus sekitar 1,5 juta ton, telur sekitar 135 ribu ton, gula pasir 54.000 ton, minyak goreng 5.000 liter.

“Insyaallah sekalipun ada pengungkit, nanti kita masih bisa mencukupi kebutuhan pangan, baik untuk penduduk asli Jawa Tengah maupun pemudik yang akan masuk ke Jawa Tengah,” terang Dyah.

Dijelaskan, untuk menjaga keterjangkauan harga dan ketersediaan bahan pangan, sejumlah kegiatan sudah dilakukan. Di antaranya, pemantauan bersama dengan Satgas Pangan Pemprov Jateng, Pemerintah Kabupaten/ Kota, bahkan kolaborasi dengan Satgas Pangan Polri, Polda, dan Polres.

“Pemantauan sudah dilakukan kira-kira seminggu yang lalu. Fokusnya masih ke beras. Alhamdulillah, berdasarkan hasil pantauan Satgas, harga beras sampai hari jni tidak ada yang bergejolak,” imbuhnya.

Meski demikian, Dyah tidak memungkiri adanya komoditas lain yang mengalami gejolak harga, seperti harga cabai. Pengecekan di beberapa lokasi, ditemukan harga cabai saat ini kondisinya masih tinggi atau di atas harga acuan pemerintah (HAP). Makanya, intervensi langsung dilakukan Pemprov Jateng.

“Kami sudah lakukan program penyaluran subsidi harga untuk cabai melalui penugasan ke BUMD Jateng Agro Berdikari (JTAB). Kira-kira sekitar tiga ton. Nanti akan kami lanjutkan dengan melihat kondisi harga cabai, daerah mana yang masih tinggi. Sejauh ini memang cabai dan daging sapi yang agak naik harganya,” papar Dyah.

Gubernur Ahmad Luthfi mengatakan, Jawa Tengah merupakan sentral arus mudik dan balik lebaran. Tahun ini diperkirakan ada 17 juta pemudik ke Jawa Tengah, meningkat dibandingkan tahun sebelumnya. Peningkatan tersebut tentu saja akan berdampak pada bertambahnya kebutuhan pangan, sehingga harus diantisipasi sejak awal.

Dia meminta agar operasi pasar terus dilakukan. Jateng Agro Berdikari (JTAB) juga diminta untuk segera mengambil tindakan, ketika di lapangan ditemukan adanya kekurangan stok pangan atau ada permainan harga. Keterjangkauan harga dan ketersediaan pangan, harus menjadi yang utama.

“Saya minta tolong tetap lakukan Gerakan Pangan Murah, terus cek pasar agar tahu pergerakan harga. Gunakan satgas pangan di masing-masing kabupaten/ kota, untuk menghindari penimbunan dan panic buying,” arahan Luthfi. 

 

Sumber ;  https://jatengprov.go.id/publik/jutaan-pemudik-bakal-masuk-jateng-pasokan-pangan-terjaga/

Baca Terusannya »»  

Gerakan Pasar Murah Serentak Pemprov, Warga Semarang Serbu Bahan Pokok


 

SEMARANG – Kerumunan warga terlihat sejak Jumat (6/3/2026) pagi di lokasi Gerakan Pangan Murah (GPM) Serentak Provinsi Jawa Tengah di halaman kantor Kecamatan Semarang Barat, Kota Semarang. Mereka datang membeli kebutuhan bahan pokok penting dengan harga lebih murah dibanding di pasaran, di tengah kenaikan harga jelang Lebaran.

Eni, warga Sampangan, Semarang, termasuk di antara warga yang datang lebih awal. Dia mengaku terbantu dengan harga bahan pangan yang lebih murah dibandingkan di pasar maupun supermarket.

“Bagus sekali. Harganya di bawah pasaran, jadi sangat membantu,” kata Eni, ditemui di tengah antre pasar murah.

Dalam kegiatan itu, dia membeli beras organik yang dijual sekitar Rp15.000 per kemasan. Menurutnya, harga tersebut lebih murah dibandingkan harga di supermarket.

Selain beras, sejumlah bahan pangan lain seperti cabai dan bawang juga menjadi perhatian warga. Menurut Eni, harga kedua komoditas itu sedang naik di pasar.

“Cabe sama bawang sekarang naik. Kalau beras masih standar, tapi kalau beli yang SPHP (Stabilisasi Pasokan dan Harga Pangan) itu lebih murah,” ujarnya.

Warga lain, Agustina, yang tinggal di kawasan Semarang Barat, juga merasakan manfaat kegiatan tersebut. Dia membeli beras organik, gula, cabai rawit, hingga sayuran.

Di pasaran, kata dia, harga cabai rawit bisa mencapai Rp100 ribu per kilogram. Sementara di lokasi GPM, harganya sekitar Rp60 ribu per kg.

Alhamdulillah senang. Namanya ibu rumah tangga tentu maunya yang murah-murah,” kata Agustina.

Hal senada disampaikan Sumarsi, warga lainnya yang datang membeli beras SPHP. Dia mengatakan, harga beras yang lebih rendah sangat membantu kebutuhan keluarganya.

“Anak saya banyak, makannya juga banyak. Biasanya sehari bisa satu kilo sampai satu setengah kilo beras,” katanya.

Menurutnya, dalam kegiatan tersebut, beras SPHP dijual sekitar Rp57 ribu per 5 kg. Di pasar harga beras bisa mencapai Rp60 ribu hingga Rp62 ribu per 5 kg.

“Lumayan membantu bagi warga yang ekonominya ke bawah,” ujarnya.

Kepala Dinas Ketahanan Pangan Jawa Tengah, Dyah Lukisari, mengatakan GPM digelar serentak di 35 kabupaten/ kota, untuk menjaga stabilitas pasokan dan harga pangan menjelang Lebaran.

Dijelaskan, secara umum ketersediaan pangan di Jawa Tengah masih aman. Stok beras bahkan diperkirakan surplus sekitar 1,5 juta ton. Ketersediaan telur juga mencapai sekitar 130 ribu ton.

“Secara stok sebenarnya cukup. Yang perlu dipantau adalah harga di pasar,” kata Dyah.

Dia mengakui harga cabai di sejumlah daerah sempat mengalami kenaikan. Di beberapa wilayah bahkan mencapai lebih dari Rp80 ribu per kg, di atas harga acuan pemerintah (HAP) sekitar Rp60 ribu.

Meski demikian, jelasnya, kenaikan harga tersebut bukan karena kekurangan produksi, melainkan faktor distribusi dan perilaku pasar.

Untuk menekan gejolak harga, pemerintah daerah terus memperbanyak kegiatan Gerakan Pangan Murah. Hingga saat ini, kegiatan tersebut sudah digelar lebih dari 364 kali hingga hari ini di berbagai daerah.

Gubernur Jawa Tengah, Ahmad Luthfi, mengatakan kegiatan operasi pasar dan GPM penting dilakukan menjelang arus mudik Lebaran yang diperkirakan mencapai sekitar 17 juta orang masuk di Jawa Tengah.

Menurutnya, meningkatnya jumlah pemudik akan berdampak pada naiknya kebutuhan bahan pokok di daerah.

“Yang kita jaga adalah ketersediaan dan keterjangkauan. Dua hal itu harus berjalan bersama,” kata Luthfi.

Dia menilai GPM dapat membantu masyarakat mendapatkan bahan pokok dengan harga yang lebih stabil, sekaligus menjaga inflasi daerah tetap terkendali. Luthfi didampingi Noor Nugroho Kepala Kantor Perwakilan Bank Indonesia Jawa Tengah, Wali Kota Semarang Agustina Wilujeng Pramestuti, dan sejumlah OPD terkait. Gubernur juga melakukan telekonferensi dengan bupati/wali kota. 

 

 

Sumber ;  https://jatengprov.go.id/publik/gerakan-pasar-murah-serentak-pemprov-warga-semarang-serbu-bahan-pokok/

Baca Terusannya »»  

Kunjungi Tuban, Wapres Tinjau Proyek Industri hingga Pasar Rakyat


 

Wakil Presiden (Wapres) Gibran Rakabuming melakukan kunjungan kerja ke Kabupaten Tuban, Provinsi Jawa Timur, pada Jumat (06/03/2026). Dalam kunjungan ini, Wapres akan meninjau sejumlah lokasi strategis yang berkaitan dengan sektor industri dan ekonomi kerakyatan.

Wapres bersama rombongan terbatas lepas landas pada pukul 06.00 WIB menggunakan Pesawat Kepresidenan Boeing 737-800 NG TNI AU menuju Bandar Udara Juanda, Surabaya.

Setibanya di Surabaya setelah menempuh perjalanan sekitar 1 jam 20 menit, Wapres dijadwalkan melanjutkan perjalanan menggunakan Helikopter Kepresidenan Super Puma menuju Helipad Lapangan Desa Karangasem, Kabupaten Tuban.

Tiba di Tuban, Wapres terlebih dahulu menuju Kantor PT Semen Indonesia (Persero) Tbk. Di lokasi ini, Wapres dijadwalkan memimpin rapat bersama jajaran manajemen perusahaan guna membahas perkembangan industri semen nasional serta upaya penguatan sektor industri strategis di daerah.

Usai rapat, agenda Wapres dilanjutkan dengan meninjau Talavera Project Jetty milik PT Semen Indonesia (Persero) Tbk di kawasan Socorejo, Kecamatan Jenu. Peninjauan ini dilakukan untuk melihat langsung perkembangan proyek serta kontribusinya terhadap penguatan sektor industri nasional.

Selanjutnya, Wapres dijadwalkan mengunjungi Pasar Gelondong Gede di Kecamatan Tambakboyo guna meninjau aktivitas perdagangan serta kondisi pasar rakyat yang menjadi salah satu penggerak ekonomi masyarakat.

Kunjungan kerja ini juga merupakan bagian dari upaya pemerintah dalam menindaklanjuti arahan Presiden Prabowo Subianto untuk memperkuat pembangunan ekonomi daerah, mendorong hilirisasi industri, serta memastikan aktivitas ekonomi masyarakat, termasuk di pasar rakyat, dapat berkembang secara inklusif dan berkelanjutan. Melalui peninjauan langsung ke lapangan, pemerintah ingin memastikan berbagai program pembangunan berjalan efektif dan memberi manfaat nyata bagi masyarakat.

Dalam kunjungan kerja di Kabupaten Tuban ini, Wapres didampingi oleh Gubernur Jawa Timur Khofifah Indar Parawansa, Pangdam V/Brawijaya Mayjen TNI Rudy Saladin, Kapolda Jawa Timur Irjen Pol Nanang Avianto, serta Bupati Tuban Aditya Halindra Faridzky bersama jajaran terkait.

 

Sumber :  https://www.wapresri.go.id/kunjungi-tuban-wapres-tinjau-proyek-industri-hingga-pasar-rakyat/

Baca Terusannya »»  

Kamis, 05 Maret 2026

Rekap Hasil All England 2026: Jojo dan Fajar/Fikri Tersingkir, Pemain Non Unggulan Unjuk Gigi

 

 

KOMPAS.com - Babak 16 besar All England 2026 di Utilita Arena, Birmingham, Inggris, diwarnai banyak kejutan menyusul tumbangnya sejumlah pemain unggulan.

Tim bulu tangkis Indonesia merasakan kondisi yang campur aduk, dengan tersingkirnya Jonatan Christie di satu sisi.

Namun, juga dibarengi keberhasilan para pemain kuda hitam yang sukses menembus babak selanjutnya.

Fenomena gugurnya para unggulan memang sudah terlihat sejak hari-hari pertama.

Di sektor tunggal putra, langkah Jonatan Christie harus terhenti setelah ia ditaklukkan oleh wakil Taiwan, Lin Chun-Yi.

Hasil ini menambah daftar panjang unggulan yang tersingkir lebih awal, menyusul unggulan pertama dunia Shi Yu Qi di tunggal putra dan ganda campuran Feng Yan Zhe/Huang Dong Ping yang dikalahkan wakil Denmark, Mads Vestergaard/Christine Busch.

Kejutan Alwi Farhan dan Ganda Putra

Di tengah situasi tersebut, Alwi Farhan muncul sebagai penyelamat harapan Indonesia di sektor tunggal putra ajang World Tour Super 1000 ini.

Ia sukses mencetak kejutan dengan menghentikan perlawanan unggulan ketujuh, Chou Tien Chen.

Kemenangan ini sekaligus menjadi ajang penebusan bagi Alwi atas kekalahan dramatisnya dari lawan yang sama pada pertemuan sebelumnya.

"Sebenarnya tidak jauh berbeda dari waktu bertemu di Australian Open 2025," ucap Alwi melalui PBSI setelah pertandingan.

"Tapi memang pertemuan kali ini saya mencoba lebih melawan diri saya, lebih melawan rasa ragu-ragu, melawan rasa trauma yang ada di dalam diri saya. Itu yang bisa membuat saya memenangkan pertandingan."

Alwi menyebut lawannya sebagai pemain unik yang permainannya makin berkembang saat mendapat banyak sorotan.

Pebulu tangkis tunggal putra Indonesia, Alwi Farhan, melakukan debut manis di All England 2026.(PBSI)

"Jadi tadi saya mencoba lebih meredam, mencoba lebih menenangkan situasi. Ya kurang lebihnya kayak singa jangan dibangunin saja sih."

"Saya bermain lebih dalam hawa yang tidak terlalu tinggi tapi saya tetap memegang fokus permainan," tambahnya.

Kejutan turut terjadi di sektor ganda putra. Pasangan Muhammad Rian Ardianto/Rahmat Hidayat sukses mengamankan tiket perempat final usai menjegal mantan pasangan nomor satu asal Malaysia, Goh Sze Fei/Nur Izzuddin.

Di pertandingan lain, duet Raymond Indra/Nikolaus Joaquin kembali menjadi mimpi buruk bagi kompatriotnya, Fajar Alfian/Muhammad Shohibul Fikri.

Fajar/Fikri terpaksa menelan kekalahan untuk ketiga kalinya dari Raymond/Joaquin, menyusul hasil serupa di final Australian Open 2025 dan perempat final Indonesia Masters 2026.

Konsistensi Ganda Putri

Dari sektor ganda putri, pasangan Febriana Dwipuji Kusuma/Meilysa Trias Puspitasari (Ana/Trias) terus menunjukkan konsistensinya.

Mereka berhasil mencapai babak delapan besar setelah memenangi laga alot selama 1 jam 21 menit melawan unggulan keenam asal Jepang, Rin Iwanaga/Kie Nakanishi dengan skor 21-11, 18-21, 21-17.

Di perempat final, Ana/Trias akan kembali berhadapan dengan lawan berat, yakni pasangan nomor dua dunia, Pearly Tan/Thinaah Muralitharan.

 

Berikut adalah rincian lengkap hasil wakil Indonesia di babak 16 besar All England 2026:

Tunggal Putra (MS): Alwi Farhan vs Chou Tien Chen (Taiwan/7) 21-13, 21-19

Tunggal Putra (MS): Lin Chun-Yi (Taiwan) vs Jonatan Christie (Indonesia/4) 21-19, 21-12

Tunggal Putri (WS): Putri Kusuma Wardani (Indonesia/6) vs Kim Ga-eun (Korea Selatan) 25-23, 21-15

Ganda Putra (MD): Fajar Alfian/Muhammad Shohibul Fikri (5) vs Raymond Indra/Nikolaus Joaquin 21-8, 14-21, 16-21

Ganda Putra (MD): Muhammad Rian Ardianto/Rahmat Hidayat vs Goh Sze Fei/Nur Izzuddin (Malaysia/8) 23-21, 21-16

Ganda Putri (WD): Febriana Dwipuji Kusuma/Meilysa Trias Puspitasari vs Rin Iwanaga/Kie Nakanishi (Jepang/6) 21-11, 18-21, 21-17

Ganda Putri (WD): Amallia Cahaya Pratiwi/Siti Fadia Silva Ramadhanti vs Yuki Fukushima/Mayu Matsumoto (Jepang/5) 15-21, 16-21

Ganda Campuran (XD): Amri Syahnawi/Nita Violina Marwah vs Jafar Hidayatullah/Felisha Alberta Nathaniel Pasaribu 22-20, 21-18

 

 

Sumber : https://www.kompas.com/badminton/read/2026/03/06/04424168/rekap-hasil-all-england-2026-jojo-dan-fajar-fikri-tersingkir-pemain-non?page=all 

 

 

 

 

 

Baca Terusannya »»  

Tokoh Agama Islam Apresiasi Upaya Pemerintah Bangun Bangsa dan Perjuangkan Perdamaian Dunia

 



Sejumlah tokoh agama Islam menyampaikan apresiasi serta optimisme terhadap langkah pemerintah dalam penyelenggaraan negara sebagai upaya membangun dan menjaga keutuhan bangsa. Hal tersebut disampaikan Ketua MPR RI Ahmad Muzani, dalam keterangannya kepada awak media usai kegiatan Silaturahmi Presiden dengan Para Kiai dan Tokoh Organisasi Kemasyarakatan Islam di Istana Kepresidenan Jakarta, pada Kamis, 5 Maret 2026.

“Presiden mengatakan bahwa apa yang dilakukan oleh beliau adalah demi keutuhan Republik Indonesia, demi keutuhan negara, dan demi kedaulatan Republik Indonesia. Para ulama dan para kiai memahami hal tersebut sebagai sikap Presiden yang ditempuh pada jalan yang baik dan benar,” ujar Ahmad Muzani.

Ahmad Muzani lebih lanjut menuturkan bahwa Presiden Prabowo juga meminta dukungan para tokoh agama yang hadir untuk turut berperan dalam menjaga keutuhan serta persatuan bangsa. “Karena itu kita semua diminta untuk tetap memberikan dukungan serta mendoakan agar apa yang dilakukan oleh Presiden Republik Indonesia dapat berjalan dengan baik dan lancar,” sambungnya.

Pengasuh Pondok Pesantren Bahrul Ulum Tambakberas Jombang, K.H. Mohammad Hasib Wahab Hasbullah menuturkan bahwa berbagai program yang dijalankan oleh pemerintahan Presiden Prabowo merupakan upaya nyata untuk mewujudkan kesejahteraan rakyat. Menurutnya, kebijakan pemerintah saat ini mencerminkan misi pembangunan bangsa yang berkelanjutan.

“Intinya saya mendukung dan mengapresiasi program ekonominya, dan mudah-mudahan dalam waktu yang tidak lama rakyat kita akan semakin makmur,” tegasnya.

Sementara itu, Wakil Ketua MUI K.H. Marsudi Syuhud menyampaikan apresiasi kepada Presiden Prabowo atas upayanya dalam menghadapi situasi global yang sangat dinamis. Menurutnya, langkah-langkah yang dilakukan pemerintah saat ini menunjukkan kesungguhan untuk melindungi kepentingan nasional sekaligus berperan aktif dalam upaya mewujudkan perdamaian dunia.

“Indonesia akan terus berusaha agar perang dapat dihentikan dan perdamaian dapat tercapai. Karena itu beliau akan berusaha sekuat tenaga untuk, pertama, melindungi bangsa kita sendiri, dan kedua, turut andil menciptakan dunia yang damai,” ujarnya.

Marsudi juga menegaskan bahwa para kiai dan ulama akan terus memberikan dukungan terhadap berbagai upaya pemerintah demi kemajuan bangsa. “Maka kami para kiai dan pimpinan agama antusias menyambut beliau serta mendukung beliau untuk berusaha sekeras-kerasnya, baik demi kemajuan bangsa Indonesia maupun untuk perdamaian dunia,” pungkasnya.

Sejalan dengan hal tersebut, Ketua Umum Wahdah Islamiyah K.H. Muhammad Zaitun Rasmin mengungkapkan rasa harunya terhadap komitmen Presiden Prabowo dalam memperjuangkan perdamaian, khususnya untuk Palestina. Zaitun mengatakan bahwa komitmen tersebut mencerminkan semangat bersama untuk kebaikan umat.

“Satu semangat yang membuat kami terharu, bahwa kata beliau untuk kebaikan umat, bangsa, dan juga untuk umat Islam di dunia, apalagi di Palestina dan di berbagai wilayah, sekecil apapun kemungkinan, kata beliau ‘Saya tertantang untuk berusaha’. Dan itu membuat kami terharu, dan kami semua juga punya semangat yang sama,” tandasnya.

Dukungan moral dan spiritual dari para ulama diharapkan dapat memperkuat langkah pemerintah dalam menjalankan amanah pembangunan, sekaligus menjaga Indonesia tetap kokoh sebagai bangsa yang bersatu dan berdaulat.

 
 
 


Baca Terusannya »»  

Presiden Prabowo Dorong Peran Indonesia sebagai Mediator Perdamaian Timur Tengah

 



“Sambil melihat keadaan tadi disampaikan, prinsipnya Bapak Presiden, menginginkan adanya pertemuan dengan Iran untuk menjadi mediasi dan Iran membuka diri dan kemudian langkah-langkah yang diambil Pak Presiden itu mendapat support dari beberapa negara Timur Tengah dan negara Islam lain termasuk dari Pakistan, termasuk juga dari UAE,” ujar Menteri Agraria dan Tata Ruang yang juga menjabat sebagai Ketua MUI Bidang Penanggulangan Bencana Nusron Wahid dalam keterangannya kepada awak media.

Nusron menambahkan bahwa Presiden Prabowo bersama sejumlah pemimpin negara yang tergabung dalam kelompok delapan negara memiliki tujuan yang sama, yakni mengupayakan perdamaian dan mencegah konflik di kawasan Timur Tengah semakin meluas.

“Intinya, Pak Presiden, bersama delapan atau tujuh pemimpin negara yang tergabung dalam kelompok delapan itu, menginginkan adanya perdamaian. Jangan sampai perang berlarut terutama di Iran maupun di kawasan Teluk dan sebagainya,” lanjutnya.

Sementara itu, Ketua Umum Pengurus Besar Nahdlatul Ulama (PBNU) Yahya Cholil Staquf menilai bahwa Presiden Prabowo menunjukkan komitmen kuat untuk berkontribusi dalam penyelesaian konflik di Timur Tengah. Menurutnya, Indonesia memiliki posisi yang cukup strategis untuk membuka ruang komunikasi di antara pihak-pihak yang terlibat.

“Yang jelas bahwa Presiden menegaskan komitmennya, beliau akan melakukan apa saja untuk ikut berkontribusi membantu ke arah perdamaian, penyelesaian masalah dan lebih-lebih karena penyelesaian masalah, terutama konflik di Timur Tengah hari ini akan terkait secara cukup langsung dengan keadaan kepentingan-kepentingan domestik kita sendiri,” ujar Yahya.

Ia juga menilai bahwa Indonesia memiliki peluang untuk memainkan peran sebagai mediator komunikasi karena diterima oleh berbagai pihak yang terlibat dalam konflik.

“Alhamdulillah Indonesia dalam hal ini Presiden Prabowo Subianto adalah aktor yang diterima oleh semua pihak sehingga punya peluang untuk bisa menjadi semacam mediator komunikasi di antara pihak-pihak yang terlibat,” pungkasnya. 


Sumber : https://www.setneg.go.id/baca/index/presiden_prabowo_dorong_peran_indonesia_sebagai_mediator_perdamaian_timur_tengah

 

Baca Terusannya »»  

Di Hadapan Ulama dan Ormas Islam, Presiden Prabowo Paparkan Strategi Dorong Perdamaian Timur Tengah

 

Presiden Prabowo Subianto menggelar acara silaturahmi bersama para ulama dan tokoh organisasi kemasyarakatan (ormas) Islam di Istana Kepresidenan Jakarta, pada Kamis (05/03/2026) malam. Pertemuan yang berlangsung dalam suasana hangat tersebut menjadi forum dialog antara pemerintah dan para ulama untuk membahas berbagai isu strategis, termasuk dinamika geopolitik global dan upaya diplomasi Indonesia dalam mendorong perdamaian di Timur Tengah.

Ketua PP Muhammadiyah Bidang Ekonomi, Bisnis, dan Industri Halal, Muhadjir Effendy, menjelaskan bahwa dalam pertemuan tersebut Presiden Prabowo memaparkan secara langsung alasan dan proses panjang di balik keterlibatan Indonesia dalam forum Board of Peace (BoP). Menurutnya, Presiden Prabowo menegaskan bahwa keputusan tersebut telah melalui komunikasi intensif dengan sejumlah pemimpin negara di kawasan Timur Tengah.

“Jadi beliau menegaskan bahwa keterlibatan beliau di BoP itu tidak serta-merta, tetapi sudah melalui proses yang panjang, sudah dibicarakan dengan beberapa pimpinan negara yang ada di wilayah, terutama wilayah Teluk, yang kemudian sepakat untuk bergabung,” ujar Muhadjir.

Muhadjir menambahkan bahwa Presiden Prabowo memilih strategi struggle from within, yakni memperjuangkan kepentingan perdamaian dari dalam forum tersebut. Langkah tersebut, menurutnya, tetap berpegang pada prinsip konstitusi Indonesia serta komitmen terhadap solusi dua negara.

“Jadi setelah selama ini kita berada di luar, kita sekarang mencoba berjuang dari dalam. Dan insyaallah apa yang akan beliau lakukan nanti adalah tetap berada di dalam koridor konstitusi kita, terutama di dalam pembukaan undang-undang dasar kita, dan kemudian juga tetap berkomitmen kepada tujuan awal, yaitu terciptanya dua negara yang berkoeksistensi damai, yaitu negara merdeka Palestina dan Israel,” jelasnya.

Ia juga menegaskan bahwa dukungan terhadap kemerdekaan Palestina tetap menjadi pegangan utama Indonesia.

“Karena itu, ke depan kita harus terus berupaya apapun resikonya, apapun konsekuensinya, ikhtiar untuk membangun Palestina merdeka itu harus terwujud. Dan itu tercantum di dalam perjanjian 20 poin, di poin 19 dan poin 20 itu tegas bahwa memang tujuan BoP itu adalah terciptanya negara Palestina, berkoeksistensi dengan Israel. Saya kira itu yang jadi pegangan kita, dengan demikian maka tadi para ulama, para tokoh-tokoh agama, semuanya sepakat dengan apa yang telah disampaikan oleh Bapak Presiden,” lanjutnya.

Sementara itu, Menteri Agraria dan Tata Ruang Nusron Wahid yang juga menjabat sebagai Ketua MUI Bidang Penanggulangan Bencana menyampaikan bahwa pemerintah tetap terbuka terhadap berbagai pandangan yang muncul di masyarakat terkait keanggotaan Indonesia dalam forum tersebut. Namun, ia menegaskan bahwa diplomasi tetap menjadi jalan yang ditempuh Indonesia dalam mendorong perdamaian.

“Tapi kalau ada yang menyarankan seperti itu, pemerintah tidak anti kritik, kita mendengarkan sambil mencermati keadaan, tetapi kita akan membuktikan di lapangan bahwa diplomasi ini jalan terbaik untuk menciptakan perdamaian, bukan dengan jalan peperangan,” ucap Nusron.

Ketua Umum PBNU Yahya Cholil Staquf turut menilai bahwa keberadaan Indonesia dalam forum tersebut dapat menjadi instrumen untuk mendorong deeskalasi konflik yang tengah berlangsung di kawasan Timur Tengah, termasuk terkait ketegangan antara Iran, Amerika Serikat, dan Israel. Ia bahkan menilai bahwa forum tersebut dapat dimanfaatkan untuk mendorong langkah-langkah diplomatik menuju perdamaian.

“Kalau perlu misalnya Indonesia bisa menyatakan bahwa agenda-agenda BoP on hold sampai ada pembicaraan untuk deeskalasi dan perdamaian dari perang Amerika-Israel melawan Iran ini,” katanya.

Menurut Yahya, meskipun forum tersebut masih dalam tahap awal pembicaraan, keterlibatan Indonesia bersama sejumlah negara Timur Tengah membuka peluang besar bagi upaya diplomasi perdamaian di kawasan.

“Semua itu nantinya akan bisa menjadi instrumen untuk menjadikan BoP ini justru wahana mendorong terjadinya deeskalasi dan perdamaian dari perang yang sekarang sedang terjadi terkait dengan Iran,” jelasnya


Sumber : https://www.setneg.go.id/baca/index/di_hadapan_ulama_dan_ormas_islam_presiden_prabowo_paparkan_strategi_dorong_perdamaian_timur_tengah

 

Baca Terusannya »»  

Momentum Ramadan, Presiden Prabowo Buka Puasa Bersama Tokoh dan Pimpinan Ormas Islam

 

 

Presiden Prabowo Subianto berbuka puasa bersama sejumlah tokoh dan pimpinan organisasi Islam di Istana Merdeka, Jakarta, Kamis (05/03/2026) malam. Suasana hangat dan penuh kebersamaan mewarnai pertemuan yang berlangsung dalam momentum bulan suci Ramadan tersebut.

“Pada malam hari ini, Presiden Prabowo Subianto berbuka puasa bersama Rais Aam PBNU K.H. Miftachul Achyar, Ketua Umum Muhammadiyah Prof. Haedar Nasir, Ketua Umum Majelis Ulama Indonesia K.H. Anwar Iskandar di Istana Merdeka, Jakarta,” ujar Sekretaris Kabinet (Seskab) Teddy Indra Wijaya dalam keterangan tertulisnya.

Presiden Prabowo dan para tokoh Islam tersebut juga memanfaatkan momen untuk berdialog mengenai berbagai isu aktual, mencakup kesiapan masyarakat menghadapi libur lebaran di tanah air, serta perkembangan dinamika geopolitik global yang tengah menjadi perhatian dunia.

Pertemuan tersebut mencerminkan komitmen Presiden Prabowo untuk terus menjaga komunikasi dan silaturahmi dengan para ulama serta pimpinan organisasi keagamaan, khususnya di bulan Ramadan yang sarat nilai kebersamaan dan persaudaraan.


Sumber : https://www.setneg.go.id/baca/index/momentum_ramadan_presiden_prabowo_buka_puasa_bersama_tokoh_dan_pimpinan_ormas_islam

Baca Terusannya »»  

Presiden Prabowo Gelar Silaturahmi dengan Para Kiai dan Tokoh Organisasi Islam

 

 


 

Presiden Prabowo Subianto menggelar silaturahmi dengan para kiai dan tokoh organisasi kemasyarakatan Islam di Istana Kepresidenan Jakarta, Kamis (05/03/2026). Pertemuan tersebut menjadi ruang dialog untuk bertukar pandangan antara pemerintah dan tokoh agama mengenai sejumlah isu strategis, baik dalam negeri maupun global.

“Pertemuan ini dimaksudkan untuk saling memahami dan saling mendengar terkait perkembangan informasi geopolitik dan geokonomi yang terjadi akhir-akhir ini,” ujar Ketua Majelis Permusyawaratan Rakyat (MPR) Republik Indonesia, Ahmad Muzani, dalam keterangannya di hadapan awak media.

Dalam kesempatan yang sama, Pengasuh Pondok Pesantren Al-Bahjah K. H. Yahya Zainul Ma’arif (Buya Yahya) menjelaskan bahwa dalam pertemuan tersebut Presiden Prabowo memaparkan berbagai situasi dan tantangan yang tengah dihadapi bangsa. Presiden juga secara terbuka menerima serta menghimpun pandangan para kiai dan ulama sebagai bagian dari upaya bersama dalam pembangunan bangsa.

“Beliau sudah menjelaskan panjang lebar tentang tantangan-tantangan negeri ini. Dan negeri ini akan tetap terjaga jika kita mengandalkan kebersamaan dan persatuan,” ujar Buya Yahya.

Pertemuan yang berlangsung kurang lebih tiga jam tersebut dinilai menjadi forum untuk memperkuat sinergi antara pemerintah dan ulama. Pengasuh Pondok Pesantren Bahrul Ulum Tambakberas Jombang, K. H. Hasib Wahab Hasbullah, menyampaikan optimisme bahwa forum kolaborasi ini akan membawa Indonesia ke arah yang lebih baik.

“Kiai-kiai, ulama, dan para umara ini jadi satu sekarang ini,” tegas Hasib.

“Insyaallah, dengan dibina oleh Bapak Presiden Prabowo, Indonesia akan menjadi negara yang makmur dan adil,” sambungnya. 


Sumber : https://www.setneg.go.id/baca/index/presiden_prabowo_gelar_silaturahmi_dengan_para_kiai_dan_tokoh_organisasi_islam

Baca Terusannya »»  

Menhub Dudy Dorong Percepatan Transformasi Layanan Penerbangan Nasional

 


Jakarta- Menteri Perhubungan Dudy Purwagandhi mendorong dilakukannya percepatan transformasi sektor penerbangan nasional untuk menjawab berbagai tantangan yang dihadapi industri saat ini. Langkah transformasi ini perlu dilakukan melalui pendekatan strategis yang melibatkan regulator, operator, serta seluruh pemangku kepentingan penerbangan.

"Kita semua memahami bahwa sektor penerbangan saat ini menghadapi berbagai tantangan yang mendapat perhatian luas dari masyarakat. Di era keterbukaan informasi seperti sekarang, setiap gangguan layanan penerbangan dapat dengan cepat menjadi perhatian publik dan mempengaruhi kepercayaan masyarakat terhadap industri penerbangan," ujar Menhub Dudy dalam acara Aviation Sharing Session yang diselenggarakan Dirjen Perhubungan Udara di Kantor Pusat Kementerian Perhubungan, Jakarta (5/3).

Beberapa isu yang sering menjadi sorotan publik di sektor penerbangan saat ini di antaranya adalah terkait keterlambatan penerbangan (flight delay), fasilitas bandara yang belum sepenuhnya optimal, serta pengalaman perjalanan penumpang yang belum sepenuhnya memuaskan. Di sisi lain, industri penerbangan juga menghadapi dinamika eksternal yang

tidak ringan, seperti fluktuasi harga bahan bakar avtur, kebutuhan investasi teknologi dan infrastruktur, serta tuntutan peningkatan standar keselamatan penerbangan yang semakin tinggi.

Untuk itu, demi memperkuat daya saing industri penerbangan nasional di tengah dinamika global, percepatan transformasi penerbangan sangat perlu dilakukan. Transformasi ini diarahkan untuk meningkatkan keselamatan penerbangan, efisiensi operasional, serta kualitas layanan kepada masyarakat.

Menhub mendorong para pelaku industri penerbangan untuk melakukan sejumlah langkah strategi untuk mendorong perubahan di sektor ini. Antara lain melalui penguatan digitalisasi layanan penerbangan atau Smart Aviation. Selain itu, pemerintah juga mendorong pengembangan konsep Airportpreneurship agar bandara tidak hanya berfungsi sebagai simpul transportasi, tetapi juga pusat pertumbuhan ekonomi.

Modernisasi sistem navigasi penerbangan dan peningkatan kualitas infrastruktur juga perlu dilakukan dalam transformasi. Langkah ini diharapkan mampu lbmeningkatkan kapasitas layanan sekaligus memperkuat keselamatan dan ketepatan waktu penerbangan.

Dalam mendorong transformasi sektor penerbangan, pemerintah menekankan empat faktor penting yang harus menjadi perhatian seluruh pemangku kepentingan. Keempatnya adalah aspek keselamatan dan keamanan (safety and security), sinergi dan kolaborasi, perhatian pada detail operasional, serta kesiapsiagaan menghadapi berbagai ketidakpastian.

“Keselamatan penerbangan harus selalu menjadi prioritas utama dalam setiap pengambilan kebijakan maupun operasional. Pada saat yang sama, kolaborasi antar pemangku kepentingan juga perlu terus diperkuat agar transformasi sektor ini dapat berjalan optimal,” kata Menhub Dudy.

Menurut Menhub, transformasi sektor penerbangan tidak bisa dilakukan secara parsial, melainkan membutuhkan kerja sama erat antara regulator, operator, dan seluruh pemangku kepentingan. Pendekatan yang terintegrasi dinilai penting untuk menjaga keberlanjutan industri sekaligus meningkatkan kualitas layanan bagi masyarakat.

“Kita harus selalu siap menghadapi ketidakpastian yang dapat muncul kapan saja di industri penerbangan. Karena itu, koordinasi yang kuat, pengawasan yang konsisten, dan kesiapan operasional menjadi kunci menjaga keandalan layanan penerbangan nasional,” kata Menhub Dudy.

Turut hadir dalam acara ini Wakil Menteri Perhubungan Suntana, Kepala BMKG Teuku Faisal Fathani, Dirjen Pajak Kemenkeu Bimo Wijayanto, Direktur Jenderal Perhubungan Udara Lukman F Laisa, Para Pejabat Tinggi Madya Kementerian Perhubungan, Para Pimpinan BUMN, Perusahaan Swasta, dan Asosiasi Sektor Transportasi Udara. 

 

Sumber : https://dephub.go.id/post/read/menhub-dudy-dorong-percepatan-transformasi-layanan-penerbangan-nasional 

Baca Terusannya »»  

Kondisi Pariwisata Bali Stabil di Tengah Dinamika Global

 


Jakarta, 5 Maret 2026 – Kementerian Pariwisata menyampaikan bahwa kondisi pariwisata Bali dalam beberapa minggu terakhir tetap berada dalam kondisi stabil meskipun situasi geopolitik global, termasuk dinamika di Timur Tengah, terus menjadi perhatian dunia.

Menteri Pariwisata menyatakan bahwa pemerintah terus memantau perkembangan situasi internasional secara cermat, khususnya terhadap potensi dampaknya pada mobilitas wisatawan global. Namun demikian, data terkini menunjukkan bahwa aktivitas pariwisata di Bali masih berjalan dengan baik dan tingkat hunian hotel tetap berada pada level yang sehat.

Data yang kami kumpulkan dari Industri per tanggal 4 Januari 2026, di Kabupaten Badung, yang menjadi pusat utama pariwisata Bali, sekitar 52 persen hotel berada pada tingkat hunian 41–69 persen, sementara 36 persen hotel telah mencapai tingkat hunian 70–80 persen. Data ini menunjukkan bahwa mayoritas properti masih berada pada kategori hunian menengah hingga tinggi, yang menandakan performa pasar yang relatif kuat.

Sementara itu, di Kabupaten Gianyar, sekitar 53,8 persen hotel juga berada pada tingkat hunian 41–69 persen, dengan 23,1 persen berada pada kisaran 70–80 persen, dan sebagian kecil mencapai tingkat hunian 81–100 persen. Meski terdapat variasi tingkat hunian antar properti, secara umum aktivitas pariwisata masih menunjukkan dinamika yang stabil.

“Situasi global tentu kami pantau dengan sangat serius. Namun data di lapangan menunjukkan bahwa kinerja pariwisata Bali dalam beberapa minggu terakhir masih berada pada kondisi yang stabil, dengan tingkat hunian hotel yang tetap terjaga. Ini menunjukkan bahwa Bali tetap menjadi destinasi yang dipercaya dan diminati wisatawan dunia,” ujar Menteri Pariwisata.

Pemerintah juga terus melakukan koordinasi dengan pelaku industri pariwisata serta memperkuat strategi pemasaran di berbagai pasar utama guna memastikan keberlanjutan kinerja sektor pariwisata nasional.

Kementerian Pariwisata optimistis bahwa dengan daya tarik destinasi, kualitas pengalaman wisata, serta kerja sama erat antara pemerintah dan industri, Indonesia tetap berada pada posisi yang kuat sebagai destinasi pilihan wisatawan global di tengah dinamika global yang terus berkembang.

 

 

Sumber : https://kemenpar.go.id/berita/siaran-pers-kondisi-pariwisata-bali-stabil-di-tengah-dinamika-global 

Baca Terusannya »»  

Pemerintah Percepat Pembangunan PLTS Nasional dengan Target 100 Gigawatt

 

Pemerintah mempercepat pembangunan pembangkit listrik tenaga surya (PLTS) di berbagai wilayah di tanah air sebagai bagian dari upaya mewujudkan swasembada energi nasional. Percepatan pembangunan tersebut turut menjadi pembahasan dalam rapat yang dipimpin Presiden Prabowo Subianto di Istana Merdeka, Jakarta, Kamis (05/03/2026).

“Sebenarnya di semua desa, tetapi tadi diprioritaskan mungkin di daerah-daerah yang memang sudah punya distribusinya. Jadi kurang lebih dari usulan tadi awal 100 gigawatt mungkin ada 13, dari 100 gigawatt jadi 13 gigawatt terlebih dahulu yang rencananya akan diprioritaskan,” ucap Menteri Investasi dan Hilirisasi sekaligus Kepala Badan Pengelola Investasi (BPI) Danantara, Rosan Roeslani, dalam keterangannya kepada awak media usai pertemuan.

Menurut Rosan, pemerintah mencatat adanya investasi yang telah masuk untuk mendukung ekosistem industri tenaga surya di dalam negeri. Salah satunya yakni investasi untuk pembangunan pabrik dengan nilai investasi sebesar 1,4 miliar dolar.

“Jadi itu sudah 50 gigawatt. Jadi itu juga sudah investasi sudah masuk, akhir tahun ini akan selesai. Jadi itu juga akan membantu kita bisa pakai produksi dalam negeri kita untuk proyek PLTS ini,” katanya.

Lebih lanjut, Rosan menyampaikan telah ada satu prototipe pembangunan PLTS dari Danantara yang telah dikembangkan di Kabupaten Sumenep dengan kapasitas 1 megawatt.

“Nah itu juga prototipe itu akan ditinjau, akan dilihat langsung oleh tim, baik oleh ESDM dan juga Mendikti untuk kemudian itu bisa di roll out,” lanjutnya.

Sementara itu, menurut Rosan, Presiden Prabowo mendorong agar pembangunan PLTS dapat dipercepat dengan memanfaatkan berbagai skema pendanaan. Danantara pun, menurut Rosan, diminta untuk segera melihat dan mempelajari strukturnya.

“Baik dengan dalam negeri maupun dengan pihak swasta yang punya teknologi dan mempunyai kemampuan dari segi solar dan baterainya,” katanya.


Sumber : https://www.setneg.go.id/baca/index/pemerintah_percepat_pembangunan_plts_nasional_dengan_target_100_gigawatt

Baca Terusannya »»  

Transisi Energi Nasional, Pemerintah Percepat Konversi Motor Bensin ke Motor Listrik

 

 

Pemerintah terus mendorong percepatan penggunaan kendaraan listrik sebagai bagian dari upaya transisi energi nasional. Hal tersebut disampaikan Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) Bahlil Lahadalia usai mengikuti rapat terbatas yang dipimpin Presiden Prabowo Subianto bersama sejumlah menteri terkait di Istana Merdeka, Jakarta, Kamis (05/03/2026).

Menurut Bahlil, pemerintah tengah menyiapkan langkah bertahap untuk melakukan konversi kendaraan bermotor berbahan bakar bensin menjadi kendaraan listrik, khususnya pada sepeda motor yang jumlahnya mencapai sekitar 120 juta unit di Indonesia.

“Kendaraan bermotor kita yang 120 juta motor yang memakai bensin, kita akan mencoba bertahap untuk melakukan konversi ke motor listrik,” ujar Bahlil dalam keterangannya kepada awak media.

Bahlil menjelaskan bahwa program konversi motor sebenarnya telah berjalan selama beberapa tahun terakhir. Setiap tahunnya sekitar 200 ribu sepeda motor telah dikonversi dari berbahan bakar bensin menjadi motor listrik. Ke depan, program tersebut diharapkan dapat makin dipercepat seiring dengan perkembangan teknologi yang membuat biaya konversi semakin terjangkau.

“Sekarang kan sudah mulai ada teknologi yang lebih murah, jadi mungkin sekitar 5-6 juta (rupiah), jadi semakin ke sini semakin murah,” jelasnya.

Pemerintah juga tengah memformulasikan berbagai skema dukungan agar masyarakat dapat lebih mudah melakukan konversi kendaraan. Skema tersebut diharapkan dapat meringankan beban masyarakat sekaligus mendorong percepatan adopsi kendaraan listrik di tanah air.

“Pemerintah bisa hadir bersama-sama dalam mengurangi beban mereka dalam konversi,” kata Bahlil.

Langkah percepatan penggunaan kendaraan listrik ini merupakan bagian dari strategi pemerintah dalam mengurangi konsumsi bahan bakar minyak, menekan beban subsidi energi, serta mendorong penggunaan energi yang lebih bersih dan efisien di sektor transportasi nasional. 

Sumber : https://www.setneg.go.id/baca/index/transisi_energi_nasional_pemerintah_percepat_konversi_motor_bensin_ke_motor_listrik

Baca Terusannya »»  

Mendiktisaintek: Perguruan Tinggi Siap Dukung Percepatan Transisi Energi

 


Perguruan tinggi di Indonesia siap mendukung percepatan implementasi energi bersih dan transisi energi nasional melalui penguatan riset dan kajian ilmiah. Hal tersebut disampaikan Menteri Pendidikan Tinggi, Sains, dan Teknologi (Diktisaintek) Brian Yuliarto dalam keterangannya kepada awak media usai rapat terbatas yang dipimpin Presiden Prabowo Subianto bersama sejumlah menteri terkait di Istana Merdeka, Jakarta, Kamis (05/03/2026).

Menurut Brian, Presiden menginstruksikan agar perguruan tinggi turut berperan aktif dalam mempercepat pengembangan energi baru dan terbarukan, khususnya dalam mendukung pemanfaatan solar cell dan pembangkit listrik tenaga surya (PLTS).

“Kami dari perguruan tinggi, riset hasil-hasil penelitian dan juga kajian-kajian itu diminta mendukung percepatan solar cell, PLTS, terutama untuk mengganti pembangkit-pembangkit yang harganya masih mahal, yaitu pembangkit-pembangkit yang berasal dari diesel,” ujar Brian kepada awak media.

Ia menjelaskan bahwa dukungan perguruan tinggi akan difokuskan pada penyediaan riset, kajian kebijakan, serta inovasi teknologi yang dapat mempercepat implementasi program transisi energi. Dalam pelaksanaannya, koordinasi program tersebut akan dipimpin oleh Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) Bahlil Lahadalia.

Selain pengembangan energi terbarukan, pemerintah juga mendorong percepatan konversi kendaraan berbahan bakar minyak menuju kendaraan listrik. Langkah ini dinilai penting untuk mengurangi ketergantungan terhadap impor bahan bakar fosil yang harganya sangat dipengaruhi dinamika global.

“Kita tahu dalam keadaan sekarang harga BBM tinggi, sehingga dampaknya sangat besar. Jadi Pak Presiden meminta agar tadi beberapa menteri yang terkait untuk mempercepat pelaksanaan ini sehingga ketergantungan kita terhadap impor, ketergantungan kita terhadap harga yang mungkin cepat berubah itu bisa dikurangi,” jelasnya.

Lebih lanjut, pemerintah juga mendorong penggunaan kompor listrik sebagai alternatif pengganti kompor berbasis LPG. Kebijakan ini diharapkan dapat menekan ketergantungan terhadap LPG subsidi sekaligus menjaga stabilitas anggaran negara.

“Ketika harga LPG naik, ketergantungan kita terhadap LPG subsidi kita, beban subsidi LPG listrik itu intinya harus kita kurangi sehingga APBN kita lebih stabil. Jadi itu kita tentu karena Kementerian Diktisaintek sifatnya kita mendukung hasil-hasil kajian, kita percepat kajian-kajian, penelitian-penelitian terkait tiga hal tadi, itu kita akan dikoordinasikan oleh Bapak Menteri ESDM,” pungkasnya



Sumber : https://www.setneg.go.id/baca/index/mendiktisaintek_perguruan_tinggi_siap_dukung_percepatan_transisi_energi

 

 

Baca Terusannya »»