Cari Blog Ini

Jumat, 14 Agustus 2026

Di Sidang Tahunan dan Sidang Bersama 2026, Ketua DPR RI Puan Maharani Kenakan Kebaya Brokat Hijau Olive


 

PARLEMENTARIA, Jakarta — Ketua DPR RI Puan Maharani menghadiri agenda Sidang Tahunan MPR dan Sidang Bersama DPR-DPD 2026. Puan pun tampak anggun mengenakan kebaya brokat berwarna hijau olive.

Adapun Sidang Tahunan MPR RI dan Sidang Bersama DPR-DPD RI 2026 digelar di Gedung Nusantara, Kompleks Parlemen, Senayan, Jakarta, Jumat (14/8/2026).

Dalam acara tersebut, Puan memilih memakai kebaya brokat yang terinspirasi dari kebaya Sunda berwarna hijau olive dengan detail ribbon applique. Kebaya Puan dipadukan dengan selendang hijau tua, dan kain bernuansa senada.

Sidang Tahunan MPR RI dan Sidang Bersama DPR-DPD RI 2026 dihadiri Presiden Prabowo Subianto, Wapres Gibran Rakabuming Raka, beserta jajaran Kabinet Merah Putih dan tamu kenegaraan.

Presiden Prabowo Subianto menyampaikan laporan kinerja lembaga-lembaga negara dan pidato kenegaraan Presiden dalam rangka menyambut Hari Ulang Tahun (HUT) ke-81 RI pada Sidang Tahunan MPR RI dan Sidang Bersama DPR-DPD RI 2026.

Sebelum acara dimulai, Puan berfoto bersama dengan Presiden Prabowo, Wapres Gibran, Ketua MPR RI Ahmad Muzani, Wakil Ketua DPR Sufmi Dasco Ahmad, Saan Mustopa, Cucun Ahmad Syamsurijal, dan Sari Yuliati.

Kemudian ada pula Ketua DPD RI DPD Sultan B Najamudin beserta para wakilnya, Wakil Ketua MPR Eddy Soeparno, Bambang Wuryanto, Edhie Baskoro Yudhoyono (Ibas) Rusdi Kirana, di lobi Gedung Nusantara.

Sidang Tahunan dan Sidang Bersama pun dihadiri oleh presiden dan wakil presiden terdahulu, serta kepala badan/lembaga, dan ketua umum partai politik.

Tampak dalam acara di antaranya Presiden ke-7 RI Joko Widodo (Jokowi), Wapres ke-10 dan ke-12 RI Jusuf Kalla, Wapres ke-11 RI Boediono, serta Wapres ke-13 RI Ma'ruf Amin.

Kemudian, para ketua Umum partai politik yang hadir seperti Ketum NasDem Surya Paloh, Ketum PKB Muhaimin Iskandar atau Cak Imin, Ketum PAN Zulkifli Hasan, Ketum Demokrat Agus Harimurti Yudhoyono (AHY) dan Ketum Golkar Bahlil Lahadalia.

Usai Sidang Tahunan dan Sidang Bersama, agenda DPR akan dilanjutkan dengan Rapat Paripurna Pembukaan Masa Persidangan I Tahun Sidang 2026-2027 yang diselenggarakan pada pukul 14.30 WIB. Puan akan memimpin jalannya sidang.

Di rapat paripurna tersebut, Presiden Prabowo akan menyampaikan pidato kenegaraan terkait nota keuangan serta Rancangan Anggaran dan Pendapatan Belanja Negara (RAPBN) Tahun Anggaran 2027. Puan juga akan memberikan pidato pembukaan masa sidang DPR.

“Tentu saja kita berharap pada penyampaian RAPBN tahun anggaran 2027, kita akan mendengar bagaimana Pemerintah menyampaikan program-program prioritasnya yang tentu saja nanti akan bisa bermanfaat bagi bangsa dan negara,” kata Puan.

 

Sumber ; https://www.dpr.go.id/kegiatan-dpr/berita/Di-Sidang-Tahunan-dan-Sidang-Bersama-2026-Puan-Kenakan-Kebaya-Brokat-Hijau-Olive-67996 

Baca Terusannya »»  

Presiden Prabowo Sampaikan Pidato Kenegaraan dalam Sidang Tahunan MPR serta Sidang Bersama DPR dan DPD RI Tahun 2026

 


Presiden Prabowo Subianto tiba di Gedung Nusantara MPR/DPR/DPD RI, Jakarta, pada Jumat, 14 Agustus 2026, untuk menyampaikan pidato kenegaraan dalam rangka Sidang Tahunan MPR RI serta Sidang Bersama DPR RI dan DPD RI. Presiden Prabowo tiba sekitar pukul 08.10 WIB dan disambut langsung oleh Wakil Presiden Gibran Rakabuming, Ketua MPR RI Ahmad Muzani, serta Ketua DPD RI Sultan Bachtiar Najamudin.

Rangkaian acara dimulai dengan menyanyikan lagu kebangsaan Indonesia Raya. Setelahnya, Ketua MPR RI memimpin seluruh peserta sidang mengikuti prosesi mengheningkan cipta untuk mengenang jasa para pahlawan bangsa.

Selanjutnya, Ketua MPR RI secara resmi membuka Sidang Tahunan MPR RI dan menyampaikan pidato pengantar sidang. Agenda kemudian dilanjutkan dengan pidato pengantar Sidang Bersama DPR RI dan DPD RI yang disampaikan oleh Ketua DPD RI Sultan Bachtiar Najamudin.

Dalam pidatonya, Ketua MPR RI Ahmad Muzani menegaskan bahwa Sidang Tahunan MPR RI tidak sekadar menjadi agenda konstitusional, tetapi juga menjadi momentum untuk kembali meneguhkan komitmen bersama dalam menjaga persatuan dan keberlangsungan kehidupan berbangsa dan bernegara.

“Di forum yang terhormat ini, kita bukan sekadar menghadiri sebuah upacara konstitusional. Kita sedang meneguhkan janji kepada Republik kita tercinta,” ujar Ketua MPR RI.

Ketua MPR RI melanjutkan, janji tersebut merupakan komitmen untuk menjaga kemerdekaan yang telah diwariskan oleh para pendiri bangsa sekaligus memastikan perbedaan politik tidak menjadi alasan untuk memecah persaudaraan kebangsaan.

“Janji bahwa kemerdekaan yang kita warisi dari para pendiri bangsa akan terus kita jaga. Janji bahwa perbedaan politik tidak akan memecah belah persaudaraan kebangsaan,” tuturnya.

Sementara itu, Ketua DPD RI Sultan Bachtiar Najamudin dalam pidatonya menegaskan bahwa kemerdekaan Indonesia lahir dari kesepakatan dan persatuan berbagai daerah, bahasa, dan suku dalam satu tekad untuk membangun Indonesia yang merdeka, bersatu, dan berdaulat.

“Dari ruang Sidang Bersama, dalam gedung yang sarat sejarah inilah, kita menggenapi tekad itu dengan satu keyakinan yang lebih spesifik, daerah kuat, Indonesia berdaulat,” lanjutnya.

Setelah rangkaian pidato pengantar sidang, Presiden Prabowo menyampaikan pidato kenegaraan dalam rangka Sidang Tahunan MPR RI serta Sidang Bersama DPR RI dan DPD RI Tahun 2026. Dalam pidatonya, Presiden mengingat kembali momen ketika dirinya mengucapkan sumpah sebagai Presiden Republik Indonesia pada 20 Oktober 2024 di hadapan Majelis, seluruh rakyat Indonesia, dan Tuhan Yang Maha Kuasa.

“Pagi ini saya kembali berdiri di aula yang terhormat ini, di aula yang sama tempat saya telah ucapkan sumpah sebagai Presiden Republik Indonesia dan Saudara Gibran Rakabuming Raka sebagai Wakil Presiden Republik Indonesia,” ujar Presiden.

Presiden Prabowo kemudian menegaskan kembali sumpah yang telah diucapkannya untuk menjalankan kepemimpinan negara dan bangsa dengan tulus dan jujur serta mengutamakan kepentingan seluruh rakyat Indonesia.

“Pada hari itu, 20 Oktober 2024, di hadapan Majelis terhormat, di hadapan seluruh rakyat Indonesia, dan yang paling penting di hadapan Tuhan Yang Mahakuasa, saya telah bersumpah akan menjalankan kepemimpinan negara dan bangsa dengan tulus dan jujur; mengutamakan kepentingan seluruh rakyat Indonesia,” tegas Presiden.

Sidang Tahunan MPR dan Sidang Bersama DPR/DPD RI tampak dihadiri oleh Presiden ke-7 RI Joko Widodo, Wakil Presiden ke-10 dan ke-12 RI Jusuf Kalla, Wakil Presiden ke-11 RI Boediono, Wakil Presiden ke-13 RI Ma’ruf Amin. Selain itu, tampak hadir pula sejumlah duta besar negara sahabat, para pimpinan lembaga negara, serta para menteri Kabinet Merah Putih.

 

sumber :  https://presidenri.go.id/siaran-pers/presiden-prabowo-sampaikan-pidato-kenegaraan-dalam-sidang-tahunan-mpr-serta-sidang-bersama-dpr-dan-dpd-ri-tahun-2026/

Baca Terusannya »»  

Kamis, 13 Agustus 2026

Hari Pramuka ke-65 Tahun 2026: Memantapkan Langkah Organisasi Menuju Indonesia Emas 2045

 




Jakarta, (Kwarnas Pramuka) — Menyambut peringatan Hari Pramuka ke-65 Tahun 2026, Kwartir Nasional Gerakan Pramuka secara resmi meluncurkan logo peringatan yang sarat makna dan mencerminkan semangat pembaruan organisasi dalam menjawab tantangan masa depan.

Logo Hari Pramuka ke-65 ini merepresentasikan Gerakan Pramuka sebagai organisasi yang tangguh, adaptif, dan berwawasan lingkungan, sekaligus siap menjadi pilar penting dalam membangun kemandirian bangsa menuju Indonesia Emas 2045.

Secara visual, angka “65” didesain dengan garis melengkung yang menyerupai aliran air dan kepak sayap. Elemen ini melambangkan fleksibilitas, dinamika pergerakan, serta semangat progresif Gerakan Pramuka untuk terus berkembang mengikuti perubahan zaman tanpa meninggalkan nilai-nilai dasar kepramukaan.

Unsur Visual Khas Pramuka

Logo ini juga memuat elemen-elemen identitas Gerakan Pramuka, antara lain:

  • Tunas kelapa, sebagai simbol utama yang melambangkan setiap anggota Pramuka, adalah tunas bangsa yang tangguh, bermanfaat, dan mampu tumbuh serta beradaptasi di berbagai kondisi.
  • Lingkaran kepramukaan dunia menegaskan bahwa Pramuka Indonesia merupakan bagian dari persaudaraan global dan aktif dalam gerakan kepanduan internasional.

Makna Warna dalam Logo

Penggunaan warna dalam logo turut memperkuat pesan yang ingin disampaikan:

  • Merah dan Putih melambangkan keberanian, kesucian, serta jati diri bangsa Indonesia.
  • Emas (kuning) mencerminkan kejayaan, kemuliaan, dan optimisme menuju Indonesia Emas 2045.
  • Hijau toska menggambarkan kesegaran, semangat pembaruan, serta kepedulian terhadap lingkungan hidup.

Mengusung tema “Memantapkan Langkah Organisasi Mendukung Swasembada Pangan Menuju Indonesia Emas 2045”, peringatan Hari Pramuka tahun ini menegaskan arah gerak organisasi yang semakin strategis dan relevan dengan agenda pembangunan nasional.

Makna Tema

Tema tersebut mengandung beberapa pesan utama:

  • Memantapkan langkah organisasi yang mencerminkan upaya transformasi Gerakan Pramuka menjadi organisasi yang modern, profesional, dan tertata.
  • Mendukung Swasembada Pangan, sebagai bentuk komitmen nyata Pramuka dalam pengabdian kepada masyarakat, khususnya dalam memperkuat ketahanan dan kedaulatan pangan nasional.
  • Menuju Indonesia Emas 2045, yang menegaskan peran Gerakan Pramuka sebagai wadah pembinaan generasi muda agar siap menjadi pemimpin masa depan bangsa.

Peluncuran logo ini diharapkan menjadi momentum untuk memperkuat semangat seluruh anggota Gerakan Pramuka di berbagai tingkatan untuk berkontribusi nyata bagi masyarakat, bangsa, dan negara.

 

 

Sekilas Gerakan Pramuka

 
Gerakan Pramuka mulai diperkenalkan secara resmi pada 14 Agustus 1961 yang merupakan organisasi pendidikan nonformal yang menyelenggarakan pendidikan kepanduan di Indonesia. Kata Pramuka merupakan singkatan dari Praja Muda Karana, yang memiliki arti Orang Muda yang Suka Berkarya. Gerakan Pramuka tingkat nasional dikelola langsung oleh Kwartir Nasional (Kwarnas). Saat ini jumlah satuan dalam Gerakan Pramuka yaitu, 1 Kwartir Nasional, 35 Kwartir Daerah, 514 Kwartir Cabang, 5.277 Kwartir Ranting, dan 239.877 Gugus Depan.


 

 

Sumber : https://pramuka.or.id/peluncuran-logo-hari-pramuka-ke-65-tahun-2026-memantapkan-langkah-organisasi-menuju-indonesia-emas-2045/ 

Baca Terusannya »»  

Wamendag Dyah Roro Esti Pada Acara Indonesia Automotive Awards 2026


 

Wakil Menteri Perdagangan, Dyah Roro Esti menghadiri acara Indonesia Automotive Awards 2026 yang diselenggarakan iNews Media Group di Jakarta, Kamis (13 Ags).

Dalam kesempatan tersebut, Wamendag menyampaikan bahwa produk otomotif dan komponen merupakan salah satu penyumbang ekspor terbesar Indonesia sekaligus menjadi produk unggulan sektor manufaktur. Hal tersebut tercermin dari pertumbuhan ekspor yang konsisten sebesar 7,15 persen sepanjang periode 2021–2025.

Wamendag menegaskan, Kemendag terus mendorong pelaku usaha sektor otomotif dan komponen untuk memperluas pasar ekspor serta meningkatkan daya saing produk Indonesia. Upaya tersebut dilakukan melalui penguatan akses pasar dan pemanfaatan berbagai peluang kerja sama perdagangan.

Pada kesempatan tersebut, Wamendag turut menyerahkan penghargaan kategori Inspiring Person in Automotive sebagai bentuk apresiasi atas kontribusi dan dedikasi dalam mendorong inovasi, daya saing, serta kemajuan industri otomotif nasional.

Wamendag mengapresiasi penyelenggaraan Indonesia Automotive Awards 2026. Pemberian penghargaan diharapkan semakin memperkuat semangat gotong royong dalam membangun industri otomotif yang tangguh dan berdaya saing guna mendorong kemajuan ekonomi nasional.

Wamendag turut mengundang para pelaku usaha untuk berpartisipasi dalam Trade Expo Indonesia (TEI) 2026 yang akan diselenggarakan pada 14–18 Oktober 2026 di ICE BSD.

 

 

Sumber : https://www.kemendag.go.id/berita/foto/wamendag-pada-acara-indonesia-automotive-awards-2026 

Baca Terusannya »»  

Verifikasi Bansos Melonjak 20 Kali Lipat, 61 Ribu Keluarga Sudah Terdata

 


Verifikasi penerima bantuan sosial berbasis data meningkat sekitar 20 kali lipat dalam satu bulan. Direktur Jenderal Teknologi Pemerintah Digital Kementerian Komunikasi dan Digital Mira Tayyiba menyebut jumlah keluarga terverifikasi naik dari sekitar 3 ribu pada awal Juli menjadi 61 ribu per 7 Agustus 2026. Sekitar 90 persen pendaftar awal melakukan pendaftaran secara mandiri.

“Kunci dari proses ini adalah uji coba yang kita lakukan secara bertahap supaya kita bisa pelajari apa yang sudah bagus, kita pertahankan, bahkan bisa kita tingkatkan. Kalau ada yang kurang pas, kita cari solusinya bersama,” ujar Dirjen Mira dalam Media Briefing Pelaksanaan Uji Coba Program Perlindungan Sosial Digital di Kabupaten Sleman, Yogyakarta, Kamis (13/08/2026).

Program Perlindungan Sosial (Perlinsos) merupakan program lintas kementerian. Setelah diuji coba di Banyuwangi, implementasinya diperluas ke 43 kabupaten/kota dan terus diperluas bertahap menuju cakupan nasional.

“Perlinsos ini adalah program banyak kementerian, lembaga, dan pemerintah daerah. Dalam mengimplementasikannya, kolaborasi nasional menjadi suatu kebutuhan,” tegas Dirjen Mira.

Dalam program ini, Komdigi berperan memastikan infrastruktur digital, mengembangkan Sistem Penghubung Layanan Pemerintah (SPLP), memperkuat komunikasi publik, dan mengoordinasikan pelaksanaan di wilayah. SPLP memungkinkan pemadanan data antarlembaga tanpa memindahkan data dari instansi pemiliknya.

“Kita memastikan data aman, data tetap duduk di masing-masing instansi. Kita sangat berhati-hati terhadap data. Sistem yang kita bangun hanya lintasan data, hanya menjawab iya atau tidak. Dalam lintasan data tersebut pun kami melibatkan BSSN untuk memastikan lintasan aman,” jelas Dirjen Mira.

Pemadanan melalui SPLP juga mempercepat proses yang sebelumnya membutuhkan waktu panjang menjadi hitungan menit hingga jam. Namun, SPLP tidak menentukan penerima bansos karena kelayakan tetap ditetapkan berdasarkan formula Kementerian Sosial.

“Dengan menggunakan SPLP, ini hanya hitungan menit, tidak sampai berjam-jam. SPLP hanya memfasilitasi itu. Kita tidak melakukan atau menentukan kelayakan,” ujar Dirjen Mira.

Sleman menjadi salah satu lokasi uji coba yang dinilai kuat dalam kolaborasi pemerintah daerah. Pemerintah daerah mengumpulkan warga di tingkat desa dan menghadirkan Dinas Kependudukan dan Pencatatan Sipil serta Dinas Sosial untuk sosialisasi bersama.

“Sleman ini di taraf desanya secara aktif mengumpulkan warga sekaligus mendatangkan Dinas Dukcapil, Dinas Sosial. Jadi, disosialisasi secara bersama,” ungkap Dirjen Mira.

Masyarakat yang tidak dapat mendaftar secara mandiri dapat dibantu agen pendamping yang terdaftar dan tidak memungut biaya. Pemerintah juga menyediakan mekanisme sanggah apabila kondisi masyarakat belum tercermin dalam data yang digunakan.

“Pada waktu ditetapkan tidak eligible, kemudian bisa ada proses berikutnya, yaitu proses sanggah,” jelas Dirjen Mira.

Seiring perluasan uji coba, pemerintah mengingatkan masyarakat menggunakan kanal resmi pemerintah dan mewaspadai tautan palsu yang dapat mencuri data pribadi.

“Hanya gunakan nama domain pemerintah, yaitu yang belakangnya go.id. Ini dikhawatirkan nanti akan bertebaran banyak link, tetapi sebetulnya phishing, malah mencuri data pribadi,” tegas Dirjen Mira.

Uji coba di Jawa Tengah, Jawa Timur, dan Yogyakarta menjadi bagian dari penyempurnaan sebelum penerapan nasional. Pemerintah membuka ruang bagi pemerintah daerah, agen, masyarakat, dan media untuk memberikan masukan guna memastikan digitalisasi Perlinsos berjalan efektif dan tepat sasaran.

“Kita ingin memastikan yang berhak mendapatkan bansos akan mendapatkan, yang tidak berhak, ya tidak dapat. Jadi, inclusion dan exclusion error-nya itu bisa ditekan,” pungkas Dirjen Mira.

 

 

Sumber : https://www.komdigi.go.id/berita/siaran-pers/detail/verifikasi-bansos-melonjak-20-kali-lipat-61-ribu-keluarga-sudah-terdata 

Baca Terusannya »»  

Efisiensi Biaya hingga Ramah Lingkungan, Pengguna Dukung Peluncuran Motor Listrik Nasional

 


Peluncuran Motor Listrik Nasional (MoLiNas) beserta ekosistem pendukung oleh Presiden Prabowo Subianto di Fasilitas Produksi ALVA, Cikarang, Kabupaten Bekasi, Provinsi Jawa Barat, pada Kamis, 13 Agustus 2026, mendapat sambutan positif dari para pengguna kendaraan listrik. Pengemudi ojek daring dan kurir ekspedisi yang telah menggunakan kendaraan listrik dalam aktivitas sehari-hari turut merasakan manfaatnya, terutama dari sisi efisiensi biaya operasional.

Bagi Ratih Intan, pengemudi ojek daring selama sekitar dua setengah tahun, penggunaan kendaraan listrik memberikan pengalaman yang berbeda dibandingkan kendaraan berbahan bakar bensin. Ia menilai kendaraan listrik lebih efisien dari sisi waktu dan biaya, sekaligus memberikan manfaat bagi lingkungan.

“Perbedaannya itu jauh lebih enak. Saya prefer menggunakan motor EV ini karena yang pertama lebih efisien. Efisiensi waktu, efisiensi biaya,” ujar Intan.

Menurut Intan, motor listrik menawarkan pengalaman berkendara yang lebih nyaman sekaligus mendukung lingkungan yang lebih bersih. Tidak adanya emisi serta suara kendaraan yang lebih rendah membuat motor listrik dinilai lebih sesuai digunakan di berbagai kondisi, termasuk saat melintas di lingkungan permukiman.

“Ramah lingkungan karena tidak menghasilkan emisi, emisinya nol. Sudah itu senyap, lebih enak. Jadi kalau masuk di gang-gang itu lebih enak lah pokoknya, lebih mendukung banget,” jelas Intan.

Intan menyampaikan dukungannya terhadap langkah pemerintah dalam mencanangkan MoLiNas. Menurutnya, penggunaan motor listrik tidak hanya mendukung program pemerintah, tetapi juga memberikan manfaat bagi para pengemudi, khususnya dalam meningkatkan penghasilan.

“Saya dukung pemerintah untuk mencanangkan Motor Listrik Nasional. Besar harapan saya lebih diperbanyak lagi produksinya. Karena apa? Lebih banyak membantu para driver dari segi penghasilan,” tuturnya.

Pengalaman serupa juga dirasakan oleh Pos Indonesia yang mulai menggunakan kendaraan listrik untuk mendukung operasional kurir sejak 2023. Courier Operation Vice President Pos Indonesia Fernanda Windy Rahmanto mengatakan peralihan dari kendaraan berbahan bakar fosil memberikan efisiensi yang signifikan.

“Kalau dari sisi kelebihannya, memang lebih hemat ya. Kalau kami menggunakan bahan fosil itu, kalau dirupiahkan dalam satu bulan kami menghabiskan sekitar Rp750.000 per bulan. Tetapi dengan EV ini, satu kurir satu bulan itu hanya habis sekitar Rp250.000,” ujarnya.

Atas peluncuran MoLiNas, Pos Indonesia menyambut antusias program tersebut dan berharap manfaat efisiensi kendaraan listrik dapat semakin dirasakan oleh berbagai sektor. Fernanda menyampaikan harapan agar ekosistem kendaraan listrik dapat segera dibangun secara lebih merata.

“Ke depannya kami berharap ekosistem motor listrik di Indonesia segera ya cepat untuk diimplementasikan di semua daerah. Tidak hanya di kota-kota besar. Tapi untuk tier 2, tier 3 juga terbangun juga ekosistem itu,” tuturnya.

sumber :  https://presidenri.go.id/siaran-pers/efisiensi-biaya-hingga-ramah-lingkungan-pengguna-dukung-peluncuran-motor-listrik-nasional/

Baca Terusannya »»  

Indonesia Incorporated: Presiden Prabowo Satukan Kekuatan Nasional Menuju Kemandirian Energi


 

Presiden Prabowo Subianto menegaskan pentingnya kolaborasi seluruh kekuatan nasional untuk mewujudkan kemandirian energi Indonesia. Menurut Kepala Negara, kekuatan ekonomi nasional harus dibangun secara bersama-sama, tanpa membedakan skala usaha.

“Hari ini saya mengajak kalian Indonesia Incorporated. Kita harus jadi satu. Yang kuat, yang menengah, yang agak menengah, dan yang lemah. Harus bersatu,” kata Presiden Prabowo saat meresmikan peluncuran Motor Listrik Nasional (Molinas) beserta ekosistem pendukungnya di Fasilitas Produksi ALVA, Cikarang, Kabupaten Bekasi, Jawa Barat, pada Kamis, 13 Agustus 2026.

Presiden Prabowo menyebut bahwa persatuan tersebut diperlukan untuk memperkuat ketahanan Indonesia menghadapi berbagai gejolak global, khususnya di sektor energi. Kepala Negara menilai ketergantungan terhadap energi dari luar negeri dapat membuat Indonesia ikut terdampak ketika terjadi konflik maupun perang dagang di negara lain.

“Kita terlalu besar untuk menggantungkan diri kepada pihak luar,” tegasnya.

Presiden Prabowo mengatakan Indonesia sesungguhnya memiliki modal besar untuk membangun kemandirian, yakni sumber daya alam yang melimpah. Namun, kekayaan tersebut harus dijaga dan dikelola dengan baik agar memberikan manfaat bagi bangsa.

Salah satu langkah yang didorong pemerintah adalah mempercepat penggunaan energi listrik dalam berbagai sektor. Menurut Presiden Prabowo, elektrifikasi transportasi dan peralatan industri dapat menjadi bagian penting dalam mengurangi ketergantungan terhadap bahan bakar fosil.

“Salah satu cara mengelolanya adalah seperti hari ini. Dengan motor dan mobil listrik, dengan bus listrik, dengan traktor listrik, dengan sebanyak mungkin alat-alat kita menggunakan listrik sebagai energi utama, kita akan lebih aman. Kita akan lebih sejahtera,” kata Prabowo.

Kepala Negara menyoroti besarnya pengeluaran Indonesia untuk kebutuhan bahan bakar minyak dari luar negeri. Presiden Prabowo menyebut devisa yang dikeluarkan untuk BBM mencapai sekitar USD28 miliar hingga USD30 miliar setiap tahun. Karena itu, pemerintah bertekad menekan ketergantungan tersebut melalui berbagai kebijakan energi.

Selain mendorong elektrifikasi, pemerintah juga menyiapkan sejumlah agenda transisi energi. Presiden Prabowo menyampaikan rencana mengganti penggunaan LPG dengan CNG serta membangun pembangkit listrik tenaga surya dengan kapasitas total 100 gigawatt dalam empat tahun. Presiden Prabowo juga meminta PT PLN (Persero) mempercepat pengurangan pembangkit listrik berbahan bakar diesel.

“PLN harus tinggalkan pembangkit listrik dari diesel. Kurang lebih 13 gigawatt harus segera kita tinggalkan,” tegasnya.

Di sisi lain, Presiden Prabowo mengungkapkan bahwa Indonesia memiliki potensi sumber energi lain yang masih terus diteliti dan dikembangkan. Ia menyebut para ilmuwan dan peneliti Indonesia terus menemukan potensi baru, termasuk cadangan hidrogen alam yang dinilainya sangat besar.

Presiden Prabowo pun optimistis berbagai langkah tersebut dapat memperkuat kemandirian energi Indonesia dalam waktu relatif singkat. Ia memperkirakan proses penguatan tersebut dapat terlihat dalam tiga hingga lima tahun ke depan. “Kita akan bangkit benar-benar. Sekarang kita sudah mulai bangkit,” pungkasnya.

 

sumber :  https://presidenri.go.id/siaran-pers/indonesia-incorporated-presiden-prabowo-satukan-kekuatan-nasional-menuju-kemandirian-energi/

Baca Terusannya »»  

Presiden Prabowo Apresiasi Keberanian Pelaku Usaha Bangun Industri Kendaraan Listrik Nasional


 

Presiden Prabowo Subianto mengapresiasi keberanian berinisiatif dan mengambil risiko para pelaku usaha dalam membangun industri kendaraan listrik nasional. Apresiasi tersebut disampaikan Presiden saat meluncurkan Motor Listrik Nasional (MoLiNas) beserta ekosistem pendukungnya di Fasilitas Produksi ALVA, Kabupaten Bekasi, Jawa Barat, pada Kamis, 13 Agustus 2026.

“Saya kira ini yang kita hargai. Jadi saya ucapkan selamat kepada saudara-saudara sekalian yang telah ambil suatu keberanian. Inisiatif itu keberanian karena inisiatif mengandung risiko,” ucap Presiden.

“Kita bangga hari ini dan kita akan melihat perkembangan dalam waktu yang akan datang akan lebih cepat lagi,” lanjutnya.

Menurut Presiden, peluncuran MoLiNas hari ini menjadi tonggak penting bagi pengembangan industri kendaraan listrik di Indonesia. Presiden pun turut mengapresiasi langkah PT Indika Energy Tbk yang telah mengembangkan industri motor listrik hingga mampu memproduksi 20 ribu unit kendaraan.

“Hari ini saya tandatangani karena hari ini kelompok Indika telah berhasil produksi 20 ribu motor. Saya bilang ke kelompok Indika, kalau kalian nanti mencapai 200 ribu saya datang lagi, dua juta saya datang lagi,” ujarnya.

Dalam kesempatan tersebut, Presiden juga mendorong penguatan ekosistem kendaraan listrik nasional melalui dukungan pembiayaan yang lebih terjangkau bagi masyarakat. Pemerintah, kata Presiden, akan menyiapkan skema pembelian sehingga penggunaan kendaraan listrik makin mudah dijangkau masyarakat.

“Kita akan turunkan bunga cicilan, kita turunkan untuk rakyat. Kemudian kita usahakan tidak pakai DP (down payment),” tutur Presiden.

Selain motor listrik, Presiden menyampaikan bahwa pemerintah tengah membangun ekosistem industri mobil listrik nasional di Kabupaten Subang. “Di kilometer 84 ada kompleks besar kita lagi bangun mobil listrik Indonesia yang kita berharap paling lambat tahun 2028 sudah produksi besar-besaran,” katanya.

Menutup sambutannya, Presiden mengajak seluruh pelaku industri untuk terus berinisiatif dan berani menghadapi risiko demi membangun kemandirian industri nasional. Menurut Presiden, tidak ada keberhasilan dan kemenangan tanpa inisiatif dan keberanian.

“Di tentara ada moto, siapa berani menang. Tidak mungkin menang kita duduk nunggu kemenangan datang. Kemenangan tidak akan datang. Kemenangan harus kita perjuangkan. Harus kita rebut,” tandasnya.

 

sumber :  https://presidenri.go.id/siaran-pers/presiden-prabowo-apresiasi-keberanian-pelaku-usaha-bangun-industri-kendaraan-listrik-nasional/

Baca Terusannya »»  

Presiden Prabowo Luncurkan Motor Listrik Nasional, Tonggak Kemandirian Teknologi dan Industri Nasional


 

Presiden Prabowo Subianto secara resmi meluncurkan Motor Listrik Nasional (MoLiNas) beserta ekosistem pendukungnya di Fasilitas Produksi ALVA, Cikarang, Kabupaten Bekasi, Provinsi Jawa Barat, pada Kamis, 13 Agustus 2026. Peluncuran MoLiNas menjadi langkah strategis untuk menghadirkan mobilitas yang makin terjangkau dan berkualitas, sekaligus memperkuat industri, teknologi, ketahanan energi, dan nilai tambah nasional.

Setibanya di lokasi, Presiden Prabowo terlebih dahulu meninjau proses produksi motor listrik. Selanjutnya, Presiden Prabowo menuju area ekspo untuk meninjau stan ekosistem kendaraan listrik sekaligus menandatangani plakat produksi ALVA sebanyak 20 ribu unit.

Dalam laporannya, Menteri Investasi dan Hilirisasi/Kepala BKPM sekaligus Kepala BPI Danantara Rosan Roeslani menyampaikan bahwa peluncuran MoLiNas merupakan langkah penting dan strategis dalam memperkuat kemandirian ekonomi nasional. Hal tersebut sejalan dengan arahan Presiden Prabowo agar Indonesia mampu mandiri dan berdiri di atas kaki sendiri dalam menjalankan berbagai kegiatan ekonomi.

“Acara pada hari ini sangat-sangat penting dan sangat-sangat strategis, karena sesuai dengan arahan Bapak Presiden bahwa kita ini harus mandiri, kita harus berdikari, berdiri di atas kaki sendiri untuk setiap kegiatan ekonomi yang ada di Indonesia,” ujar Rosan.

Rosan menyampaikan bahwa pengembangan MoLiNas merupakan hasil kolaborasi dan sinergi antara pemerintah, BUMN, serta pengusaha dan perusahaan nasional. Menurutnya, kolaborasi tersebut menunjukkan kesiapan berbagai unsur dalam negeri untuk mendukung pengembangan MoLiNas.

“MoLiNas ini adalah kolaborasi dan sinergi antara pemerintah, Badan Usaha Milik Negara, dan juga pengusaha nasional, perusahaan nasional dalam rangka kita meningkatkan peran dari kemandirian kita. Kalau kita lihat, Bapak Presiden, ingredient-nya atau recipe-nya kita untuk motor listrik nasional ini semuanya ada di kita, Bapak Presiden,” kata Rosan.

Dalam sambutannya, Presiden Prabowo menegaskan bahwa pengembangan MoLinas merupakan wujud nyata kolaborasi berbagai unsur bangsa dalam membangun kemandirian nasional. Presiden Prabowo menilai, sinergi antara sektor swasta, BUMN, dunia usaha, dan akademisi tersebut merupakan bagian penting dalam memperkuat kemampuan Indonesia untuk menguasai dan mengembangkan sains serta teknologi.

“Hari ini adalah hari yang sangat penting. Di sini saya ingin ucapkan terima kasih saya, penghargaan saya kepada semua unsur. Dari perusahaan-perusahaan swasta, para entrepreneur, para wiraswasta, dari BUMN-BUMN, dari dunia akademis, yang menghasilkan para pakar yang merupakan inti daripada research and development, dari Litbang,” ujar Presiden Prabowo.

Lebih lanjut, Presiden Prabowo menilai kolaborasi yang terwujud dalam pengembangan MoLiNas menjadi contoh baik dari semangat Indonesia Incorporated. Menurut Presiden Prabowo, keberhasilan suatu bangsa di era modern sangat ditentukan oleh kemampuan dalam menguasai sains dan teknologi serta memanfaatkannya untuk mendukung keberlangsungan kehidupan bangsa.

“Hari ini adalah menurut pendapat saya, salah satu contoh yang baik dari apa yang saya sebut Indonesia Incorporated. Keberhasilan suatu bangsa di era modern adalah kemampuan bangsa itu menguasai sains dan teknologi, dan menggunakan teknologi untuk melangsungkan kehidupan bangsa tersebut. Baru bisa dikatakan bangsa itu berhasil, negara itu berhasil,” kata Presiden Prabowo.

Peluncuran motor listrik nasional sekaligus mempertegas arah transformasi industri nasional bahwa Indonesia tidak hanya ingin menjadi pasar bagi perkembangan teknologi dunia, tetapi juga menjadi bangsa yang mampu menguasai teknologi, membangun industrinya sendiri, dan menghasilkan produk bernilai tambah tinggi dari kekuatan nasional.

Melalui semangat Indonesia Incorporated, MoLiNas diharapkan menjadi salah satu simbol kebangkitan industri nasional sekaligus langkah menuju Indonesia yang semakin mandiri dalam teknologi, energi, dan ekonomi.

 

sumber ;  https://presidenri.go.id/siaran-pers/presiden-prabowo-luncurkan-motor-listrik-nasional-tonggak-kemandirian-teknologi-dan-industri-nasional/

Baca Terusannya »»  

Presiden Luncurkan MoLiNas, Menperin: Momentum Perkuat Kemandirian Industri dan Teknologi Nasional

 


Pemerintah terus mengakselerasi pengembangan ekosistem kendaraan bermotor listrik berbasis baterai (KBLBB) sebagai bagian dari transformasi industri nasional menuju struktur industri yang semakin mandiri, berdaya saing, dan berkelanjutan. Langkah strategis tersebut semakin diperkuat dengan peluncuran Motor Listrik Nasional (MoLiNas) beserta ekosistem pendukungnya oleh Presiden Republik Indonesia Prabowo Subianto di fasilitas produksi ALVA, Cikarang, Kabupaten Bekasi, Jawa Barat, Kamis (13/8).

Menteri Perindustrian Agus Gumiwang Kartasasmita, yang turut hadir pada acara peluncuran MoLiNas tersebut, menegaskan bahwa peluncuran MoLiNas menjadi momentum penting untuk memperkuat kemampuan industri nasional dalam menguasai teknologi, memperdalam struktur industri, serta meningkatkan penggunaan komponen produksi dalam negeri.

“MoLiNas harus kita jadikan sebagai momentum untuk membangun ekosistem kendaraan listrik nasional yang semakin kuat dari hulu sampai hilir. Indonesia tidak boleh hanya menjadi pasar kendaraan listrik, tetapi harus menjadi basis produksi dan pengembangan teknologi kendaraan listrik yang memiliki daya saing global,” kata Menperin di Bekasi, Kamis (13/8).

Menurut Agus, arah pengembangan tersebut sejalan dengan arahan Presiden Prabowo untuk memperkuat kemandirian bangsa melalui penguasaan sains, teknologi, dan kemampuan industri nasional. Sinergi pemerintah, BUMN, swasta, lembaga riset, akademisi, serta sektor keuangan dalam pengembangan MoLiNas juga mencerminkan semangat Indonesia Incorporated, yakni seluruh kekuatan nasional bergerak bersama membangun kemampuan industri dan ekonomi Indonesia.

Dalam peluncuran tersebut, Presiden Prabowo terlebih dahulu meninjau proses produksi motor listrik di fasilitas ALVA. Presiden kemudian meninjau stan ekosistem kendaraan listrik serta menandatangani plakat produksi ALVA sebanyak 20 ribu unit.

Presiden Prabowo menyampaikan apresiasi terhadap kolaborasi berbagai unsur dalam pengembangan MoLiNas, mulai dari perusahaan swasta, BUMN, pelaku usaha hingga dunia akademis yang berperan dalam kegiatan riset dan pengembangan.

“Hari ini adalah hari yang sangat penting. Di sini saya ingin ucapkan terima kasih saya, penghargaan saya kepada semua unsur. Dari perusahaan-perusahaan swasta, para entrepreneur, para wiraswasta, dari BUMN-BUMN, dari dunia akademis, yang menghasilkan para pakar yang merupakan inti daripada research and development, dari Litbang,” ujar Presiden.

Presiden menilai kolaborasi tersebut menjadi salah satu contoh penerapan Indonesia Incorporated. Keberhasilan suatu bangsa pada era modern, menurut Presiden, sangat ditentukan oleh kemampuan bangsa tersebut menguasai sains dan teknologi serta memanfaatkannya untuk menopang kehidupan dan kemajuan nasional.

Menperin menyampaikan, Indonesia memiliki modal yang kuat untuk membangun industri kendaraan listrik yang terintegrasi. Saat ini terdapat 69 perusahaan industri KBLBB roda dua dan roda tiga dengan total kapasitas produksi mencapai 2,511 juta unit per tahun dan nilai investasi sekitar Rp1,2 triliun.

Secara keseluruhan, industri perakitan kendaraan listrik nasional juga telah berkembang pesat. Selain 69 perusahaan KBLBB roda dua dan tiga, terdapat 14 perusahaan kendaraan roda empat listrik dengan kapasitas 409.860 unit per tahun serta 10 perusahaan kendaraan komersial listrik dengan kapasitas 7.500 unit per tahun. Total investasi industri perakitan kendaraan listrik tercatat mencapai sekitar Rp30,468 triliun.

“Besarnya kapasitas produksi tersebut menunjukkan bahwa Indonesia sebenarnya memiliki fondasi manufaktur yang sangat memadai. Tantangan kita berikutnya adalah memastikan pasar tumbuh secara berkelanjutan, utilisasi kapasitas produksi meningkat, dan pada saat yang sama struktur industri semakin dalam melalui penggunaan komponen buatan dalam negeri,” ujar Agus.

 

Populasi KBLBB Tumbuh Pesat

Perkembangan ekosistem kendaraan listrik nasional juga tercermin dari pertumbuhan populasinya. Berdasarkan data yang diolah Kemenperin, total populasi kendaraan listrik di Indonesia telah mencapai 468.231 unit hingga sekitar April 2026. Dari jumlah tersebut, kendaraan listrik roda dua menjadi kelompok terbesar dengan 242.909 unit, disusul kendaraan roda empat penumpang sebanyak 223.100 unit.

Populasi KBLBB nasional mencatat pertumbuhan eksponensial dengan compound annual growth rate (CAGR) lebih dari 150 persen selama periode 2020–2025. Kendaraan roda dua dan roda empat menjadi penggerak utama pertumbuhan tersebut.

Menperin menilai perkembangan ini menunjukkan semakin besarnya penerimaan masyarakat terhadap kendaraan listrik. Namun, peningkatan permintaan harus diikuti dengan penguatan kemampuan produksi dan rantai pasok di dalam negeri.

“Kita ingin setiap peningkatan penggunaan kendaraan listrik memberikan multiplier effect sebesar-besarnya bagi perekonomian nasional. Artinya, semakin banyak kendaraan listrik digunakan masyarakat, semakin besar pula komponen yang diproduksi di Indonesia, investasi yang masuk, teknologi yang kita kuasai, serta aktivitas industri yang tumbuh di dalam negeri,” ungkapnya.

Kinerja pasar sepeda motor listrik menunjukkan bahwa kebijakan pemerintah memiliki peran penting dalam mempercepat pembentukan pasar. Penjualan sepeda motor listrik meningkat dari 17.198 unit pada 2022 menjadi 62.409 unit pada 2023 dan mencapai 77.078 unit pada 2024. Pada 2025, penjualan tercatat sebanyak 55.059 unit.

Program bantuan pembelian KBLBB roda dua pada 2023 dan 2024 melibatkan 22 industri dan 70 tipe/model kendaraan. Penyaluran melalui program tersebut mencapai 11.532 unit pada 2023 dan melonjak menjadi 62.541 unit pada 2024, atau meningkat sekitar 442 persen. Secara kumulatif, sebanyak 74.073 unit telah mendapatkan bantuan pembelian.

“Pengalaman tersebut menunjukkan bahwa stimulus pasar memiliki dampak yang sangat signifikan terhadap pertumbuhan industri kendaraan listrik roda dua. Karena itu, kebijakan pengembangan demand dan supply harus berjalan beriringan sehingga industri memiliki kepastian pasar sekaligus terpacu terus melakukan investasi dan pendalaman struktur,” jelas Menperin.

 

Pacu Pendalaman TKDN

Kementerian Perindustrian juga terus menjaga agar transformasi menuju kendaraan listrik memberikan manfaat optimal bagi industri nasional melalui kebijakan peningkatan Tingkat Komponen Dalam Negeri (TKDN). Per 22 Juli 2026, terdapat 48 perusahaan dengan total 213 produk KBLBB yang telah memiliki sertifikat TKDN. Khusus KBLBB roda dua dan roda tiga, terdapat 31 perusahaan dengan 98 produk tersertifikasi TKDN.

Capaian TKDN kendaraan listrik roda dua dan roda tiga berada pada rentang 27,00–74,27 persen, dengan rata-rata 47,5 persen berdasarkan data Pusat P3DN Kemenperin. Sementara itu, nilai TKDN tertinggi KBLBB roda empat telah mencapai 80,01 persen.

Pemerintah telah menetapkan tahapan peningkatan TKDN KBLBB. Hingga 2026, target minimum TKDN ditetapkan sebesar 40 persen. Selanjutnya pada periode 2027–2029 meningkat menjadi minimum 60 persen, dan mulai 2030 ditargetkan mencapai minimum 80 persen.

 

Bangun Kemandirian Industri

Menurut Menperin, pengembangan MoLiNas membutuhkan sinergi kebijakan dari sisi penciptaan permintaan, dukungan keterjangkauan bagi konsumen, peningkatan kapasitas industri, pembangunan infrastruktur, serta skema pembiayaan.

“Kemandirian industri tidak dibangun dalam satu malam. Kita harus mengerjakannya secara konsisten mulai dari penciptaan pasar, penguatan industri komponen, penguasaan teknologi, pembangunan SDM, hingga kegiatan R&D. MoLiNas harus menjadi salah satu lokomotif untuk mempercepat proses tersebut,” ujar Agus.

Menperin menambahkan, pengembangan industri kendaraan listrik nasional juga memiliki dimensi strategis dalam mendukung ketahanan energi dan agenda dekarbonisasi. Semakin luas penggunaan kendaraan listrik yang ditopang produksi dan komponen domestik, semakin besar potensi pengurangan ketergantungan terhadap bahan bakar fosil sekaligus penciptaan nilai tambah di dalam negeri.

“Peluncuran MoLiNas menjadi bukti bahwa Indonesia memiliki kemampuan untuk bergerak dari sekadar pengguna teknologi menjadi bangsa yang mampu mengembangkan dan memproduksi teknologi sendiri. Semangat Indonesia Incorporated yang disampaikan Bapak Presiden harus kita terjemahkan menjadi kerja nyata untuk membangun industri nasional yang mandiri, berdaulat, dan berdaya saing global,” pungkas Menperin. 

 

Sumber : https://www.kemenperin.go.id/artikel/72482942/Presiden-Luncurkan-MoLiNas,-Menperin:-Momentum-Perkuat-Kemandirian-Industri-dan-Teknologi-Nasional 

Baca Terusannya »»  

Menhan Sjafrie Hadiri Peluncuran Motor Listrik Nasional Beserta Ekosistem Pendukung di Cikarang

 


Bekasi – Menteri Pertahanan Republik Indonesia (Menhan RI) Sjafrie Sjamsoeddin menghadiri peluncuran motor listrik nasional (Molinas) beserta ekosistem pendukung yang diluncurkan Presiden RI Prabowo Subianto di Cikarang, Bekasi, Kamis (13/8/2026).

Dalam sambutannya, Presiden Prabowo Subianto menyampaikan bahwa peluncuran Molinas menjadi momentum penting dalam membangun kemandirian nasional, khususnya melalui penguasaan ilmu pengetahuan dan teknologi serta penguatan industri dalam negeri.

Presiden mengapresiasi kolaborasi antara perusahaan swasta, BUMN, pelaku usaha, serta kalangan akademisi yang berperan dalam penelitian dan pengembangan teknologi. Menurut Presiden, kolaborasi tersebut merupakan salah satu wujud semangat “Indonesia Incorporated” dalam memperkuat kemampuan bangsa menghadapi persaingan global.

“Keberhasilan suatu bangsa di era modern adalah kemampuan bangsa itu menguasai science dan teknologi dan menggunakan teknologi untuk melangsungkan kehidupan bangsa tersebut,” ujar Presiden.

Presiden menegaskan bahwa Indonesia merupakan negara besar dengan kekayaan sumber daya alam yang luar biasa. Presiden juga mengapresiasi keberanian para pelaku usaha yang telah mengambil inisiatif untuk mengembangkan industri kendaraan listrik nasional.

“Bismillahirrahmanirrahim, pada siang hari ini, Kamis, 13 Agustus 2026, dengan rahmat Tuhan Yang Maha Besar, secara resmi saya, Prabowo Subianto, Presiden Republik Indonesia, meluncurkan motor listrik nasional beserta ekosistem pendukung,” ucap Presiden.

Peluncuran Molinas beserta ekosistem pendukung ditandai dengan penekanan tombol oleh Presiden RI. Peluncuran ini dihadiri Chief Executive Officer Danantara sekaligus Menteri Investasi dan Hilirisasi beserta jajaran Danantara Indonesia, para Menteri Kabinet Merah Putih, Panglima TNI, Kapolri, Wakil Panglima TNI, para Kepala Staf Angkatan, para Kepala Badan, jajaran Kabinet Merah Putih, Gubernur Jawa Barat, Plt. Bupati Bekasi, serta para pimpinan BUMN, perusahaan swasta, akademisi dan pelaku usaha.

 


Sumber : https://www.kemhan.go.id/2026/08/14/menhan-sjafrie-hadiri-peluncuran-motor-listrik-nasional-beserta-ekosistem-pendukung-di-cikarang.html 

Baca Terusannya »»  

Wamen Nezar Patria Ungkap Strategi Indonesia Kuasai Lima Lapisan AI, dari Energi hingga Aplikasi

 

Pemerintah Indonesia menyiapkan strategi pengembangan kecerdasan artifisial yang mencakup seluruh rantai ekosistem AI, dari energi, infrastruktur, chip, talenta, hingga aplikasi.

Wakil Menteri Komunikasi dan Digital Nezar Patria mengatakan strategi ini disiapkan agar Indonesia tidak hanya menjadi pengguna, tetapi memiliki posisi signifikan dalam pengembangan AI global.

“Pada ujungnya kita tidak ingin hanya menjadi user, kita ingin menjadi player yang signifikan di dalam pengembangan AI di tingkat global,” ujar Wamen Nezar dalam acara UGM Indosat NVIDIA AI Technology Center di Yogyakarta, Kamis (13/08/2026).

Wamen Nezar menjelaskan lima lapisan tersebut merupakan pendekatan untuk melihat ekosistem AI secara menyeluruh atau full stack of AI.

Pemerintah memandang setiap lapisan memiliki peran strategis dalam memperkuat posisi Indonesia di tengah perkembangan AI global.

Layer pertama itu energi, lalu kemudian ada infrastruktur, lalu kemudian ada chip, lalu kemudian talent, lalu baru aplikasi,” jelasnya.

Pada tahap pengembangan saat ini, Indonesia berfokus pada pemanfaatan aplikasi dengan menggunakan foundation model yang telah tersedia dan melakukan post-training untuk menjawab kebutuhan di berbagai sektor.

Langkah tersebut dipilih karena pembangunan model sendiri membutuhkan investasi dan waktu yang panjang.

“Kita coba menggunakan foundation model yang sudah ada, kemudian dilakukan sejumlah post-training untuk memecahkan sejumlah solusi-solusi, seperti untuk kesehatan, lalu untuk pertanian, dan juga di bidang pendidikan,” kata Wamen Nezar.

Meski demikian, pemerintah tidak ingin pengembangan AI nasional berhenti pada lapisan aplikasi karena kondisi tersebut berisiko menempatkan Indonesia hanya sebagai pengguna teknologi.

Karena itu, Peta Jalan Nasional Pengembangan AI yang tengah disusun diarahkan untuk mendorong kolaborasi, inovasi, dan investasi pada seluruh lapisan ekosistem AI.

“Kita coba melihat full stack of AI ini lebih strategis,” tegas Wamen Nezar.

Untuk memperkuat lapisan infrastruktur dan chip, Indonesia akan memanfaatkan keunggulan sumber daya nasional sekaligus membuka ruang kolaborasi strategis.

Wamen Nezar mengatakan kekayaan mineral kritis menjadi salah satu modal Indonesia untuk memperkuat posisi dalam rantai ekosistem AI, terutama melalui hilirisasi dan pengembangan industri bernilai tambah.

“Kita punya critical minerals yang cukup banyak dan cukup strategis,” pungkasnya.

 

Sumber : https://www.komdigi.go.id/berita/siaran-pers/detail/wamen-nezar-patria-ungkap-strategi-indonesia-kuasai-lima-lapisan-ai-dari-energi-hingga-aplikasi 


Baca Terusannya »»  

Menkeu: Kurang dari 24 Jam, Bea Cukai Gagalkan Dua Penyelundupan Emas Senilai Rp63 Miliar

 

Tangerang, 13 Agustus 2026 – Belum genap 24 jam, Bea Cukai Soekarno-Hatta bersama Aviation Security (Avsec) Bandara Internasional Soekarno-Hatta menggagalkan dua upaya penyelundupan ekspor emas melalui Terminal 3 Bandara Internasional Soekarno-Hatta. Dari dua penindakan yang dilakukan pada 10 dan 11 Agustus 2026, petugas mengamankan total 23,793 kilogram emas dengan perkiraan nilai pasar mencapai Rp63 miliar.

Kedua kasus tersebut menggunakan modus yang berbeda dan menunjukkan semakin beragamnya cara yang digunakan untuk menghindari pengawasan. Pada penindakan pertama, emas disembunyikan dengan berbagai cara, antara lain dimasukkan ke area kemaluan dan dubur, diselipkan pada pakaian yang telah dimodifikasi, body strapping, hingga disimpan dalam tas hand carry. Pada penindakan kedua, emas dibawa melalui jalur operasional bandara dengan memanfaatkan staf ground handling untuk selanjutnya diserahkan kepada penumpang di area keberangkatan internasional.

Menteri Keuangan, Purbaya Yudhi Sadewa, menegaskan bahwa Bea Cukai sebagai penjaga perbatasan Indonesia terus meningkatkan kapabilitas dan beradaptasi terhadap perkembangan modus penyelundupan.

“Bea Cukai sebagai penjaga border Indonesia terus meningkatkan kapabilitas dan harus selalu selangkah lebih maju dalam mengantisipasi berbagai modus penyelundupan yang terus berkembang. Dengan mengombinasikan teknologi pemeriksaan, analisis risiko, analisis data penumpang, pengawasan lapangan, serta sinergi dengan seluruh stakeholder bandara, kita harus terus meningkatkan kewaspadaan,” ujar Menkeu.

Penindakan pertama bermula dari sinergi Aviation Security (Avsec) dan petugas Bea Cukai yang menemukan dugaan pembawaan emas dalam tas hand carry oleh seorang penumpang WNA China di Terminal 3 Keberangkatan. Dari pemeriksaan, petugas menemukan emas berbentuk silinder/telur di dalam tas hand carry. 

Saat proses pendalaman berlangsung, Avsec dan petugas Bea Cukai kembali menemukan seorang penumpang lainnya berdasarkan anomali hasil body scanner. Pemeriksaan terhadap penumpang tersebut menemukan emas berbentuk silinder yang disembunyikan di dalam pakaian dalam yang telah dimodifikasi. Selanjutnya, Tim Bea Cukai melakukan analisis data penumpang (Passenger Analysis Unit/PAU) dan menemukan dugaan keterkaitan kedua penumpang tersebut dengan penumpang lainnya dalam dua penerbangan tujuan Hong Kong, yaitu CX798 dan GA860. Sebanyak lima penumpang yang diduga terkait kemudian diamankan untuk menjalani pemeriksaan lebih mendalam.

Dari rangkaian pemeriksaan tersebut, petugas menemukan emas berbentuk telur dengan modus inserter pada area kemaluan dan dubur, serta emas yang disembunyikan di dalam celana dalam yang telah dimodifikasi. Secara keseluruhan, petugas mengamankan tujuh penumpang dengan 41 keping emas seberat total 17,436 kilogram dan perkiraan nilai pasar Rp46 miliar. Seluruh emas hasil penindakan menunjukkan kadar Au 99,99 persen atau 24 karat berdasarkan pengujian menggunakan Detektor Mineral XRF.

Berdasarkan hasil gelar perkara, tujuh penumpang tersebut telah memenuhi unsur tindak pidana penyelundupan di bidang ekspor sebagaimana dimaksud dalam Pasal 102A huruf a Undang-Undang Nomor 17 Tahun 2006 tentang Perubahan atas Undang-Undang Nomor 10 Tahun 1995 tentang Kepabeanan.

Kurang dari 24 jam, petugas kembali menggagalkan upaya penyelundupan emas. Seorang staf ground handling ditemukan membawa emas melalui jalur khusus karyawan atau loading dock untuk diserahkan kepada seorang penumpang yang akan menuju Dubai menggunakan penerbangan EK357. Dari pemeriksaan, ditemukan tujuh keping emas berbentuk cast bar dengan berat 6,357 kilogram dan perkiraan nilai pasar Rp17 miliar yang disimpan dalam tas ransel dan koper kabin tanpa dilengkapi dokumen kepabeanan.

Menkeu menekankan bahwa pengawasan kepabeanan tidak cukup hanya mengandalkan pemeriksaan fisik, tetapi perlu menggabungkan teknologi, analisis risiko, pemanfaatan data, pengawasan lapangan, dan sinergi lintas instansi.

“Setiap temuan harus dikembangkan, tidak berhenti pada siapa yang membawa barang, tetapi juga dari mana barang berasal, kepada siapa akan diserahkan, dan siapa saja yang akan terlibat. Ke depan, pengawasan terhadap lalu lintas barang dan penumpang internasional akan terus diperkuat, khususnya terhadap komoditas bernilai tinggi yang memerlukan pemenuhan ketentuan kepabeanan dan peraturan terkait,” tegas Menkeu.

Secara keseluruhan, dari dua penindakan tersebut Bea Cukai mengamankan 23,793 kilogram emas dengan perkiraan nilai pasar mencapai Rp63 miliar. Untuk pengembangan perkara dan penelusuran asal-usul emas, Bea Cukai Soekarno-Hatta melakukan sinergi dengan Bareskrim Polri dan Direktorat Jenderal Penegakan Hukum (Gakkum) Kementerian ESDM.

Pemerintah mengingatkan masyarakat bahwa pembawaan emas ke luar negeri wajib memenuhi ketentuan kepabeanan dan ketentuan ekspor yang berlaku. Ketentuan barang bawaan penumpang antara lain diatur melalui PMK Nomor 203/PMK.04/2017 sebagaimana telah diubah dengan PMK Nomor 34 Tahun 2025. Selain itu, sejak 23 Desember 2025 berlaku PMK Nomor 80 Tahun 2025 yang mengatur jenis barang ekspor berupa emas tertentu yang dikenakan Bea Keluar.

Masyarakat yang akan membawa emas ke luar negeri diimbau untuk menyampaikan pemberitahuan kepada petugas Bea Cukai, memastikan kewajiban Bea Keluar, serta memenuhi ketentuan larangan dan pembatasan. Pemerintah terus memperkuat pengawasan sekaligus memberikan edukasi agar kegiatan ekspor dan pembawaan barang ke luar negeri berlangsung secara legal, transparan, dan sesuai dengan ketentuan.



Sumber : https://www.kemenkeu.go.id/informasi-publik/publikasi/siaran-pers/Bea-Cukai-Gagalkan-Dua-Penyelundupan-Emas

 

 

Baca Terusannya »»  

Menhan Sjafrie Kunjungi Yonif TP 942/Arya Wangsakara

 


Tangerang – Menteri Pertahanan Republik Indonesia, Sjafrie Sjamsoeddin, melaksanakan kunjungan kerja ke Batalyon Infanteri Teritorial Pembangunan (Yonif TP) 942/Arya Wangsakara di Tangerang, Banten, pada Kamis (13/8/2026).

Dalam kunjungan tersebut, Menhan RI menegaskan Yonif TP harus dibangun menjadi satuan yang profesional, tangguh, mandiri, dan produktif.

=Kesiapan operasional yang tinggi menjadi hal utama yang harus dipelihara. Hal ini penting guna memastikan satuan selalu siap dalam mendukung tugas pokok.

Selain itu, Yonif TP juga diharapkan mampu memberikan manfaat nyata bagi masyarakat di wilayah penugasannya.

Sumber : https://www.kemhan.go.id/2026/08/13/menhan-sjafrie-kunjungi-yonif-tp-942-arya-wangsakara.html

Baca Terusannya »»  

Mendag pada Peluncuran Akselerasi Produk Lokal Bersama Shopee

 


Menteri Perdagangan, Budi Santoso melakukan Peluncuran Akselerasi Produk Lokal Bersama Shopee di Taman Mini Indonesia Indah (TMII), Jakarta, Kamis (13 Ags).

Mendag mengapresiasi program Shopee Indonesia yang memperkuat daya saing dan memperluas akses pasar UMKM melalui perdagangan digital, sekaligus menindaklanjuti Permendag Nomor 19 Tahun 2026.

Mendag menekankan pentingnya peningkatan kapasitas usaha, kualitas produk, pemasaran, dan perlindungan kekayaan intelektual. Dukungan 3A Shopee, yaitu Akselerasi Usaha, Operasional, dan Perlindungan, sejalan dengan Program UMKM BISA Ekspor.

Mendag berharap program ini berkelanjutan agar produk lokal makin berkualitas, dikenal, dan mampu bersaing di pasar nasional maupun global.

Pada kesempatan tersebut, Mendag didampingi oleh Direktur Jenderal Perdagangan Dalam Negeri, Iqbal Shoffan Shofwan; Direktur Perdagangan Melalui Sistem Elektronik dan Perdagangan Jasa, Dwinanto Rumpoko dan Kepala Biro Hubungan Masyarakat, N.M. Kusuma Dewi.

,


Sumber : https://www.kemendag.go.id/berita/foto/mendag-pada-peluncuran-akselerasi-produk-lokal-bersama-shopee

Baca Terusannya »»  

Wamen Ekraf Apresiasi TERASI 2026, Wadah 60 Ilustrator Kembangkan Jejaring

 


Jakarta, 13 Agustus 2026 – Wakil Menteri Ekonomi Kreatif/Wakil Kepala Badan Ekonomi Kreatif (Ekraf), Irene Umar, mengapresiasi pembukaan pameran seni TERASI (Teras Inspirasi) yang diinisiasi SOVLO dan GEKRAFS (Gerakan Ekonomi Kreatif Nasional). Wamen Ekraf menilai ruang kolaborasi yang menghadirkan karya dari 60 ilustrator dari berbagai penjuru Nusantara ini penting bagi para kreator daerah.

"Kehadiran karya dari 60 Keluarga Ilustrator Lokal SOVLO menunjukkan bahwa Indonesia memiliki kekayaan talenta, karakter visual, dan cerita yang sangat beragam, Kami berharap TERASI tidak hanya menjadi ruang pameran, tetapi juga menjadi momentum untuk memperluas jejaring, melahirkan kolaborasi baru, dan membuka lebih banyak peluang bagi para kreator lokal," ujar Wamen Ekraf saat menghadiri pembukaan TERASI di Agora Mall, Jakarta, Kamis (13/8).

Pameran ini mengangkat tema 'Rumahku Indonesia' sekaligus menyemarakkan Hari Kemerdekaan dengan mengajak pengunjung merayakan identitas bangsa melalui seni dan kreativitas. Selain itu, TERASI mengingatkan kita bahwa Indonesia merupakan rumah bagi beragam budaya, tradisi, bahasa, dan identitas yang dapat terus diolah menjadi karya kreatif yang relevan serta memiliki nilai ekonomi.

TERASI 2026 juga memperluas kolaborasi inklusifnya bersama Ikatan Sindroma Down Indonesia (ISDI) dan Yayasan Kanker Anak Indonesia (YKAI) melalui koleksi wearable art eksklusif yang mengangkat karya seniman sindroma down dan anak penyintas kanker. Inisiatif ini tidak hanya membuka ruang apresiasi yang luas bagi kreativitas tanpa batas, tetapi juga memberikan dampak ekonomi nyata bagi para penciptanya.


“SOVLO bukan sekadar panggung inklusif bagi ilustrator dan masyarakat, tetapi bukti nyata ekonomi kreatif yang menghargai karya, membangun kebersamaan, dan merayakan persatuan bangsa. Melalui acara ini, ilustrasi bertransformasi menjadi produk nyata yang menghargai para ilustrator secara transparan demi tumbuh kembang bersama. Inilah ekonomi kreatif, kebersamaan, dan persatuan bangsa: ketika kita tumbuh dan berkembang bersama untuk saling menghargai karya,” tambah Wamen Ekraf.

Pameran tahunan yang telah memasuki tahun ketiga ini diinisiasi oleh SOVLO, merek fesyen dan gaya hidup lokal, sekaligus memperingati hari jadinya yang ke-6. Berlangsung pada 13–17 Agustus 2026, TERASI 2026 menghadirkan rangkaian acara interaktif seperti Immersive Wall Painting, TERASI Art Market, Creative Workshop & Inspiring Talk, Illustrator Meet & Greet, Drawing Competition, hingga babak final SOVLO Goes to School. Acara ini juga dimeriahkan pertunjukan musik, kelas tari, dan instalasi kuliner.

“TERASI kami hadirkan bukan sekadar sebagai event, tetapi sebagai ruang temu bagi seluruh ekosistem ilustrasi Indonesia, menghubungkan ilustrator lokal dengan audiens, komunitas, industri, dan peluang ekonomi yang nyata. Hal ini memotivasi kami untuk terus mendukung para kreator menjaga cita-cita mereka sebagai ilustrator yang sesungguhnya,” Djohan, Co-Founder SOVLO.

Acara ini juga dihadiri Tenaga Ahli Utama Kantor Staf Kepresidenan, Cheryl Tanzil dan Ketua Dewan Pimpinan Wilayah GEKRAF DKI, Farazandy Fidinansyah.

Sumber : https://ekraf.go.id/news/wamen-ekraf-apresiasi-terasi-2026-wadah-60-ilustrator

Baca Terusannya »»  

Tampil di BTN IFW 2026, IKM Binaan Kemenperin Bidik Pasar Global


 

Industri fesyen dan kriya nasional memiliki potensi besar untuk terus dikembangkan sebagai sektor yang menghasilkan produk bernilai tambah sekaligus mengangkat kekayaan budaya dan kearifan lokal Indonesia. Kreativitas pelaku industri dalam mengolah wastra, desain, material, dan identitas budaya menjadi produk yang sesuai dengan perkembangan pasar merupakan modal penting untuk memperkuat daya saing industri fesyen dan kriya nasional.

 

Untuk mengoptimalkan potensi tersebut, Kementerian Perindustrian aktif meningkatkan kapasitas industri kecil dan menengah (IKM), termasuk melalui fasilitasi promosi, perluasan akses pasar, serta pengembangan jejaring dan kemitraan bisnis. Langkah ini diharapkan mampu membawa semakin banyak produk fesyen dan kriya karya anak bangsa dikenal dan digunakan konsumen di pasar domestik maupun global.

 

Menteri Perindustrian Agus Gumiwang Kartasasmita mengatakan, kekayaan budaya, kreativitas, dan keragaman sumber daya lokal merupakan kekuatan besar bagi pengembangan industri fesyen dan kriya Indonesia. Potensi tersebut perlu terus ditransformasikan menjadi produk inovatif yang memiliki nilai tambah dan daya saing tinggi.

 

“Industri fesyen dan kriya memiliki potensi besar untuk terus berkembang karena didukung kekayaan budaya, kreativitas, dan keragaman sumber daya lokal Indonesia. Pemerintah terus memacu potensi tersebut agar dapat diterjemahkan menjadi produk bernilai tambah yang mampu diterima pasar nasional maupun internasional,” ujar Menperin dalam keterangannya di Jakarta, Kamis (13/8).

 

Salah satu langkah yang ditempuh Kemenperin adalah memfasilitasi IKM binaan untuk berpartisipasi pada ajang promosi dan perdagangan berskala nasional. Menurut Menperin, keikutsertaan IKM pada berbagai pameran tidak hanya berfungsi sebagai sarana promosi dan penjualan, tetapi juga menjadi momentum untuk memahami perkembangan pasar, membangun jejaring, dan membuka peluang kemitraan baru.

 

“Keikutsertaan IKM fesyen dan kriya dalam pameran menjadi kesempatan untuk memperkenalkan produk, memperluas jejaring usaha, sekaligus membuka peluang kemitraan. Melalui interaksi langsung dengan ekosistem industri dan konsumen, IKM juga dapat memperoleh wawasan mengenai kebutuhan dan tren pasar sebagai bahan untuk mengembangkan usahanya ke depan,” ungkap Agus.

 

Sejalan dengan upaya tersebut, Kementerian Perindustrian melalui Balai Pemberdayaan Industri Fesyen dan Kriya (BPIFK) berpartisipasi dalam BTN Indonesia Fashion Week (IFW) 2026 bekerja sama dengan Asosiasi Perancang Pengusaha Mode Indonesia (APPMI). Pameran yang berlangsung pada 29 Juli–2 Agustus 2026 di Jakarta Convention Center (JCC) tersebut menjadi wadah strategis bagi IKM binaan untuk menjangkau konsumen, calon pembeli, mitra usaha, dan pelaku industri.

 

Memasuki tahun ke-14 penyelenggaraannya, BTN Indonesia Fashion Week 2026 mengusung tema “Wastra Ulos Simetria” dengan mengangkat ulos sebagai salah satu warisan budaya khas Provinsi Sumatera Utara. Tema tersebut merepresentasikan upaya pelestarian budaya melalui karya dan inovasi kontemporer yang dikembangkan para desainer dan pelaku industri kreatif sehingga nilai tradisi tetap relevan dengan perkembangan dunia fesyen.

 

Direktur Jenderal Industri Kecil, Menengah, dan Aneka (IKMA) Kemenperin Reni Yanita menyampaikan, penyelenggaraan BTN Indonesia Fashion Week 2026 menunjukkan besarnya potensi pasar industri fesyen dan kriya nasional.

 

Selama lima hari penyelenggaraan, kegiatan tersebut menghadirkan lebih dari 200 desainer, 500 peserta pameran yang merupakan jenama fesyen, serta sekitar 4.000 pekerja kreatif. Rangkaian kegiatan berupa fashion show, pameran dagang, talkshow, forum kreatif, pertunjukan hiburan, hingga area kuliner berhasil menarik lebih dari 35.000 pengunjung dengan total nilai transaksi mencapai lebih dari Rp10 miliar.

 

“Besarnya jumlah pengunjung dan nilai transaksi tersebut menunjukkan tingginya antusiasme pasar sekaligus memperkuat peran sektor fesyen dan kriya dalam pertumbuhan ekonomi kreatif Indonesia,” ujar Reni.

 

Transaksi Lampaui Rp100 Juta

Dalam ajang tersebut, BPIFK memfasilitasi 11 IKM binaan yang merupakan alumni Program Creative Business Incubator (CBI), yaitu Pucok dari Aceh, Koto Batu dari Banten, Marline Indonesia, Arae, Winkle World, dan Delta dari Jawa Barat, Cloth Inc dari DKI Jakarta, Eboni Watch dan Shalda dari Jawa Tengah, Ulur Wiji dari Jawa Timur, serta Kominela dari Bali.

 

Salah satu IKM binaan, Koto Batu, juga berpartisipasi sebagai pengisi sesi Creative Workshop bertema “Create Your Gemstore Bracelet” pada 30 Juli 2026. Kegiatan tersebut menjadi kesempatan bagi pelaku IKM untuk memperkenalkan keterampilan, kreativitas, dan produknya secara langsung kepada pengunjung.

 

Kepala Balai Pemberdayaan Industri Fesyen dan Kriya (BPIFK) Dickie Sulistya Apriliyanto menyampaikan, fasilitasi keikutsertaan IKM dalam BTN IFW 2026 merupakan bagian dari upaya memberikan pengalaman langsung kepada pelaku usaha dalam memanfaatkan momentum pameran sebagai sarana promosi, pemasaran, sekaligus pengembangan jejaring bisnis.

 

“Selama lima hari pelaksanaan pameran, 11 IKM binaan BPIFK berhasil membukukan penjualan lebih dari 460 produk dengan total nilai transaksi melampaui Rp100 juta. Selain penjualan langsung, partisipasi tenant BPIFK juga menghasilkan sejumlah potensi kerja sama business-to-business atau B2B setelah pameran,” ujar Dickie.

 

Sejumlah peluang bisnis berhasil dijajaki oleh IKM binaan selama penyelenggaraan pameran. Arae, misalnya, menjajaki kerja sama dengan salah satu lembaga yang mempromosikan produk lokal di pasar luar negeri sebagai calon distributor. Marline Indonesia memperoleh peluang kolaborasi dengan artis dan influencer, sekaligus penjajakan pengembangan aksesori dan kancing khusus bersama salah satu jenama aksesori terkemuka nasional.

 

Sementara itu, Shalda memperoleh peluang pengadaan kain khusus untuk sebuah jenama fesyen produk anak. Pucok juga menjajaki kolaborasi pengembangan motif Aceh untuk koleksi busana dan publikasi motif Nusantara, sekaligus memperoleh peluang untuk berpartisipasi dalam pameran di Malaysia.

 

Peluang kolaborasi juga muncul melalui pengembangan desain produk yang melibatkan Eboni Watch dengan salah satu outlet aksesori terkemuka di Indonesia. Berbagai penjajakan tersebut menunjukkan bahwa pameran dapat menjadi pintu masuk bagi IKM untuk memperluas jaringan bisnis yang manfaatnya berlanjut setelah kegiatan berakhir.

 

Dickie menegaskan, capaian tersebut menunjukkan bahwa keikutsertaan BPIFK dalam BTN IFW 2026 tidak semata-mata ditujukan untuk mengejar transaksi penjualan langsung, tetapi juga membangun akses pasar dan membuka peluang kolaborasi bisnis yang lebih luas bagi IKM binaan.

 

“Kami akan terus memperkuat fasilitasi bagi IKM fesyen dan kriya agar semakin siap memanfaatkan peluang pasar. Diharapkan semakin banyak produk karya IKM Indonesia yang dikenal, digunakan, dan mampu memasuki pasar internasional dengan tetap membawa karakter serta kekayaan budaya Indonesia,” pungkas Dickie.

 

sumber :  https://www.kemenperin.go.id/artikel/72482940/Tampil-di-BTN-IFW-2026,-IKM-Binaan-Kemenperin-Bidik-Pasar-Global

Baca Terusannya »»  

Kemnaker Siapkan Talenta Muda untuk Bangun Startup dan Ciptakan Lapangan Kerja

 


Bekasi — Kementerian Ketenagakerjaan (Kemnaker) menyiapkan talenta muda agar mampu mengembangkan gagasan dan inovasi menjadi rintisan usaha (startup) yang dapat menciptakan peluang kerja baru. Upaya tersebut diwujudkan melalui Talent & Innovation Development Program (TIDP) yang berlangsung selama enam bulan dan diikuti 58 talenta muda dari Bekasi dan Bandung Barat.

Program TIDP dibuka Menteri Ketenagakerjaan (Menaker) Yassierli di Balai Besar Peningkatan Produksi (BBPP) Bekasi, Jawa Barat, Kamis (13/8/2026). Program ini dirancang untuk membekali peserta dengan kemampuan adaptif, inovatif, dan kewirausahaan agar mampu merespons perubahan dunia kerja akibat perkembangan teknologi dan kecerdasan buatan (Artificial Intelligence/AI).

Sebanyak 58 peserta terpilih dari Bekasi dan Bandung Barat mengikuti program intensif selama enam bulan. TIDP dilaksanakan melalui kolaborasi Ditjen Bina Penempatan Tenaga Kerja dan Perluasan Kesempatan Kerja (Binapenta & PKK), Balai Perluasan Kesempatan Kerja (BPKK) Bekasi, Balai Besar Perluasan Kesempatan Kerja (BBPKK) Bandung Barat, serta mitra industri dan mentor profesional.

Kolaborasi tersebut menjadi bagian penting dalam membangun pengalaman belajar yang tidak hanya berorientasi pada peningkatan kompetensi, tetapi juga pada pengembangan gagasan, inovasi, dan kewirausahaan.

Menaker Yassierli mengatakan, perubahan teknologi dan model bisnis global menuntut perubahan paradigma dalam penyiapan tenaga kerja nasional. Generasi muda tidak cukup hanya dipersiapkan untuk mencari pekerjaan, tetapi juga perlu memiliki kemampuan melihat persoalan sebagai peluang dan menciptakan sesuatu yang baru.

"Kita tidak cukup hanya menyiapkan tenaga kerja yang siap mencari pekerjaan, tetapi harus membangun talenta yang siap menghadapi perubahan. Mereka harus mau terus belajar, melihat masalah sebagai peluang, bekerja sama, dan berani menciptakan sesuatu yang baru," tegas Yassierli.

Untuk memastikan pengembangan talenta tersebut berlanjut pada penerapan gagasan, Kemnaker juga mengembangkan Talent & Innovation Hub (TIH) sebagai ekosistem yang mempertemukan pengembangan talenta, inovasi, kewirausahaan, dunia usaha, dan kebijakan ketenagakerjaan. TIH diarahkan agar proses pengembangan talenta tidak berhenti pada pelatihan, tetapi berlanjut hingga lahirnya gagasan dan solusi yang memiliki nilai ekonomi.

Melalui ekosistem tersebut, Yassierli berharap para peserta dapat mengembangkan gagasan menjadi rintisan usaha (startup) berbasis inovasi. Ia mengajak peserta berani mengembangkan usaha yang tidak hanya memberi manfaat bagi dirinya sendiri, tetapi juga berpotensi menciptakan peluang kerja baru.

"Saya berharap adik-adik yang mengikuti program ini dapat menghasilkan rintisan usaha (startup) berbasis inovasi. Saya tantang Anda menjadi pelopor: lulusan yang sudah memiliki perusahaan sendiri bahkan sebelum masa programnya selesai," ujar Yassierli.

 

 

Sumber : https://kemnaker.go.id/news/detail/kemnaker-siapkan-talenta-muda-untuk-bangun-startup-dan-ciptakan-lapangan-kerja 

Baca Terusannya »»