#GEBYAR HADIAH TABUNGAN  BPR  BKK  JATENG PERSIRODA 2026

Cari Blog Ini

Rabu, 09 September 2026

Survei Konsumen Agustus 2026: Keyakinan Konsumen Meningkat


 

 

Survei Konsumen Bank Indonesia pada Agustus 2026 mengindikasikan keyakinan konsumen terhadap kondisi ekonomi meningkat dibandingkan dengan Juli 2026. Hal ini tecermin dari Indeks Keyakinan Konsumen (IKK) Agustus 2026 yang berada pada level optimis (indeks >100) sebesar 118,5, lebih tinggi dibandingkan dengan indeks Juli 2026 sebesar 116,8.

Meningkatnya keyakinan konsumen pada Agustus 2026 ditopang oleh peningkatan Indeks Kondisi Ekonomi Saat Ini (IKE) dan Indeks Ekspektasi Konsumen (IEK) yang masing-masing tercatat sebesar 109,4 dan 127,6, lebih tinggi dibandingkan dengan indeks Juli 2026 sebesar 107,9 dan 125,7.

Hasil lengkap survei dapat dilihat dalam Survei Konsumen​ di website Bank Indonesia.

 

 

Sumber: https://www.bi.go.id/id/publikasi/ruang-media/news-release/Pages/sp_2818326.aspx 

 

Baca Terusannya »»  

Kenalan dengan 35 Cabor yang Akan Wakili Indonesia di Asian Games 2026

 


Jakarta: Kontingen Indonesia siap berjuang di Asian Games Aichi-Nagoya 2026, Jepang, yang akan berlangsung pada 19 September hingga 4 Oktober mendatang. 

Sebanyak 432 atlet Merah Putih akan membawa nama Indonesia bertanding di 35 cabang olahraga (cabor) dari total 43 cabor yang dipertandingkan pada pesta olahraga terbesar se-Asia tersebut.

Penetapan 35 cabor ini merupakan hasil evaluasi menyeluruh antara tim review Kementerian Pemuda dan Olahraga (Kemenpora), Komisi Sport Komite Olimpiade Indonesia (NOC Indonesia), dan federasi masing-masing cabang olahraga, dengan mempertimbangkan kesiapan atlet serta peluang meraih prestasi. Berikut daftar lengkap 35 cabor yang akan diikuti Tim Indonesia:

Panahan, Atletik, Akuatik, Bulu Tangkis, Bola Basket, Tinju, Kano/Kayak, Dayung, Balap Sepeda, E-sports, Berkuda, Anggar, Golf, Senam, Hoki, Judo, Karate, Pentatlon Modern, Padel, Sepak Takraw, Menembak, Skateboard, Panjat Tebing, Selancar, Squash, Taekwondo, Tenis Meja, Tenis, Teqball, Triatlon, Bola Voli, Angkat Besi, Gulat, Wushu, dan Mixed Martial Arts (MMA).

Selain 35 cabor yang diikuti, Indonesia tidak menurunkan tim di delapan cabor lain dalam program resmi Asian Games 2026, yaitu sepak bola, bisbol/sofbol, breaking, kriket, bola tangan, kabaddi, rugbi, dan layar. 

Selain 432 atlet, Tim Indonesia turut diperkuat oleh 148 pelatih dan ofisial, serta 32 personel tim Chef de Mission (CdM), yang akan mendampingi perjalanan kontingen sepanjang Asian Games Aichi-Nagoya 2026 berlangsung.

 

Sumber : https://www.kemenpora.go.id/detail/7049/kenalan-dengan-35-cabor-yang-akan-wakili-indonesia-di-asian-games 

Baca Terusannya »»  

Selasa, 08 September 2026

Menpora Erick Apresiasi Dukungan Dubes Jepang Ueno Atsushi untuk Kontingen Asian Games dan Asian Para Games 2026 Nagoya

 

Jakarta: Menteri Pemuda dan Olahraga (Menpora) Erick Thohir mengapresiasi acara makan malam dan ramah tamah yang diselenggarakan Duta Besar Jepang untuk Indonesia, Ueno Atsushi sebagai bentuk dukungan untuk tim Indonesia di Asian Games dan Asian Para Games 2026 Nagoya, Jepang.

Acara makan malam yang digelar Selasa (8/9) berjalan cukup hangat. Pada sambutanya Menpora Erick mengapresiasi inisiatif Duta Besar Jepang untuk Indonesia, Ueno Atsushi, yang menggelar acara kebersamaan 11 hari menjelang pembukaan Asian Games 2026. 

Menurut Menpora Erick, rekam jejak Jepang sebagai tuan rumah berbagai ajang olahraga internasional, seperti dua kali menyelenggarakan Olimpiade Musim Panas dan tiga kali Asian Games membuktikan profesionalisme serta kesiapan Jepang.

"Ini membuktikan memang Jepang sudah ahlinya jadi tuan rumah. Belum lagi masyarakat Jepang yang terkenal sopan, rajin, dan ramah, sehingga budaya Jepang menjadi budaya yang sangat diterima di seluruh dunia. Tentu bangsa Indonesia perlu banyak belajar dari hal ini," ujar Menpora Erick.

Menpora Erick juga mengatakan bahwa populasi warga negara Indonesia  yang tinggal di Jepang kini telah mencapai hampir 280.000 jiwa. Jumlah yang cukup besar ini diharapkan dapat menjadi "duta bangsa" yang menyerap kultur positif Jepang dan membawanya kembali ke Tanah Air.

​"Kita harapkan bangsa Indonesia di Jepang bisa belajar kultur Jepang yang baik, sehingga saat kembali ke Indonesia dapat mengajarkan kultur yang baik ini ke seluruh masyarakat," tambahnya.

​Selain kerja sama di sektor ekonomi yang sudah berjalan solid, Menpora Erick bersama Duta Besar Jepang menyepakati pentingnya terus mendongkrak program-program strategis di bidang kepemudaan dan olahraga.

​Indonesia menawarkan kerja sama promosi dan pengembangan Pencak Silat di Jepang. Sebaliknya, komite olahraga kedua negara (NOC dan Kemenpora) aktif berdiskusi mengenai pertukaran teknis serta pembinaan cabang olahraga Anggar dan Senam. 

​"Kerja sama program kepemudaan dan keolahragaan harus terus ditingkatkan. Ini adalah hubungan diplomasi yang sangat berpengaruh langsung pada hubungan people-to-people atau antar masyarakat. Mudah-mudahan kerja sama ini terus kita tingkatkan di tahun-tahun mendatang," tegas Menpora.

​Acara pelepasan tersebut turut dihadiri oleh Chef de Mission (CdM) Kontingen Indonesia Asian Games 2026 Todotua Pasaribu, Ketua Komite Olimpiade Indonesia (KOI) Raja Sapta Oktohari, perwakilan National Paralympic Committee (NPC) Indonesia Yasin Onasi, jajaran pimpinan cabang olahraga, serta jajaran perwakilan perusahaan-perusahaan Jepang yang berinvestasi di Indonesia.

 

 

Sumber : https://www.kemenpora.go.id/detail/7048/menpora-erick-apresiasi-dukungan-dubes-jepang-ueno-atsushi-untuk 


Baca Terusannya »»  

Timnas U-20 Tiba di Tanah Air

 


Timnas U-20 Indonesia tiba di Bandara Soekarno-Hatta, Cengkareng pada Selasa (8/9) sore seusai berlaga di Kualifikasi Piala Asia U-20 di Laos.

Garuda Muda memastikan tiket ke putaran final Piala Asia U-20 2027 setelah tampil impresif dengan mengalahkan Australia 2-0 pada laga terakhir Grup H di New Laos National Stadium, Minggu (6/9).

Setibanya di Bandara Soekarno-Hatta, anak asuh Nova Arianto disambut langsung Sekjen PSSI, Yunus Nusi.

"PSSI mengucapkan selamat kepada Coach Nova Arianto, anak-anak semua, terima kasih. Sampai hari ini kalian masih viral lolos ke Piala Asia U-20 2027," kata Yunus Nusi saat memberikan sambutan.

Garuda Muda lolos ke putaran final Piala Asia U-20 2027 setelah meraih posisi puncak klasemen akhir Grup H diatas Malaysia, Australia, dan tuan rumah, Laos.

"Kelolosan ke Piala Asia U-20 2027 bukan sebagai prestasi yang sembarangan. Pencapaian itu tidak mudah untuk diraih apalagi dengan persaingan yang saat ini semakin ketat. Ini sebuah prestasi yang membanggakan bagi sepak bola Indonesia serta menjaga wibawa bangsa kita, dan inilah yang diharapkan oleh sepak bola Indonesia. Sekali lagi, PSSI mengucapkan terima kasih semua, kita bangga kepada kalian," tukas Yunus Nusi.

Piala Asia U-20 2027 rencananya akan bergulir pada 24 Maret hingga 10 April tahun depan di Tiongkok. 

Sementara itu, pelatih Nova Arianto bersyukur atas pencapaian ini dan menyatakan kunci krusial keberhasilan Garuda Muda yakni punya mental yang kuat.

"Kami bersyukur pemain-pemain mempunyai mental yang baik, secara psikologi yang baik, dan mereka mau bekerja keras saat lawan Australia, dan itu menjadi titik balik kami di kualifikasi kemarin. Kalau kami sudah masuk di turnamen pastinya kami menjaga mental pemain. Memang kita tahu di pertandingan yang pertama sebenarnya kami bisa menang, tetapi memang hasilnya tidak sesuai dengan harapan," kata Nova Arianto.

 

 

Sumber : https://www.pssi.org/news/timnas-u-20-tiba-di-tanah-air 

Baca Terusannya »»  

Perkuat Ekosistem Ekonomi Syariah, Menko Airlangga Dorong Inklusi Keuangan dan Pemberdayaan Ekonomi

 

Pemerintah terus memperkuat pengembangan ekonomi syariah sebagai bagian dari upaya mewujudkan pembangunan ekonomi yang inklusif dan berkeadilan sosial. Penguatan dilakukan melalui perluasan inklusi keuangan syariah, akses pembiayaan, pengembangan industri halal, serta optimalisasi potensi keuangan syariah.

“Kita hadir dalam simposium sumbangan ekonomi Pancasila, ekonomi Islam, ekonomi Konvensional menuju pembangunan Indonesia yang berkeadilan sosial. Kalau kita lihat dari keadilan, yang sebagai prinsip utama seperti yang ada dalam surat An-Nahl ayat 90, yang mengatakan ‘sesungguhnya Allah menyuruh kamu berlaku adil dan berbuat kebajikan’, dan ini kebijakan ekonomi kita, pembangunan harus memberikan manfaat yang adil bagi seluruh masyarakat, bukan hanya kelompok tertentu,” ujar Menteri Koordinator Bidang Perekonomian Airlangga Hartarto dalam Simposium Sumbangan Ekonomi Pancasila, Ekonomi Islam, dan Ekonomi Konvensional: Menuju Pembangunan Indonesia yang Berkeadilan Sosial, di Jakarta, Selasa (8/09).

Dalam kesempatan tersebut, Menko Airlangga yang juga sekaligus sebagai Wakil Ketua Dewan Penasihat Ikatan Ahli Ekonomi Islam Indonesia (IAEI), menyampaikan bahwa perekonomian Indonesia tetap tumbuh kuat di tengah ketidakpastian global. Pertumbuhan ekonomi pada semester I 2026 mencapai 5,45 persen, sementara realisasi investasi telah mencapai sekitar Rp1.010,6 triliun atau tumbuh 7,2 persen secara tahunan.

Sejalan dengan keterbukaan ekonomi global, Pemerintah terus mendorong agar manfaat pertumbuhan dapat dirasakan secara lebih luas melalui peningkatan inklusi keuangan. Saat ini, tingkat inklusi keuangan konvensional telah mencapai 93,53 persen. Namun, inklusi keuangan syariah masih memiliki ruang yang besar untuk ditingkatkan.

Menko Airlangga menyampaikan bahwa tingkat inklusi keuangan syariah masih berada di sekitar 13 persen, sementara tingkat literasinya telah mencapai lebih dari 43,07 persen. Kondisi tersebut menunjukkan adanya peluang besar untuk memperluas akses masyarakat terhadap layanan keuangan syariah, terutama di perdesaan, sektor pertanian, dan UMKM.

Pemerintah juga mendorong perluasan akses tersebut melalui kepemilikan rekening perbankan bagi masyarakat. Rekening tersebut juga diarahkan untuk mendukung penyaluran berbagai program Pemerintah, termasuk bantuan sosial, sekaligus memperluas penggunaan sistem pembayaran digital.

Sementara itu, penguatan ekosistem ekonomi syariah juga dilakukan melalui peningkatan akses pembiayaan. Pemerintah terus mendorong KUR Syariah agar dapat dimanfaatkan lebih luas oleh pelaku usaha, khususnya UMKM. Di sisi lain, perbankan syariah juga terus diperkuat untuk mendukung pembiayaan produktif dan pengembangan aktivitas ekonomi masyarakat.

Selain pembiayaan, Pemerintah melihat potensi besar dari zakat, infak, sedekah, dan wakaf (ZISWAF). Potensi tersebut perlu terus dioptimalkan melalui penguatan koordinasi dan konsolidasi antarlembaga sehingga dapat memberikan dampak yang lebih besar bagi pembangunan dan kesejahteraan masyarakat.

Pemerintah juga terus memperkuat industri halal melalui sertifikasi halal serta mendorong peningkatan kapasitas UMKM. Penguatan sumber daya manusia, tata kelola, dan sinergi antara UMKM dengan industri keuangan syariah menjadi bagian penting dalam membangun ekosistem halal yang semakin kuat.

Dalam konteks pengembangan ekosistem tersebut, Menko Airlangga mencontohkan Provinsi Aceh sebagai salah satu model pengembangan keuangan syariah. Ekosistem di Aceh menunjukkan sinergi antara perbankan, lembaga keuangan nonbank, dan keuangan sosial melalui Baitul Mal yang dapat menjadi pembelajaran bagi daerah lain.

Dengan potensi aset keuangan syariah, pembiayaan, industri halal, serta keuangan sosial yang besar, ekonomi syariah memiliki ruang yang semakin luas untuk memberikan kontribusi terhadap perekonomian nasional. Penguatan ekosistem tersebut juga diharapkan dapat memperluas akses masyarakat dan meningkatkan peran UMKM dalam perekonomian.

“Nah IAEI tentunya harapannya bisa menjadi penggerak kolaborasi ekonomi Islam untuk pembangunan Indonesia dengan menghubungkan gagasan, kebijakan, dan ekosistem ekonomi syariah. Saya tentu berharap bahwa simposium ini melahirkan pemikiran dan rekomendasi yang konstruktif bagi kebijakan pembangunan Indonesia yang inklusif dan berkeadilan sosial,” pungkas Menko Airlangga.

Lebih lanjut, Menteri Agama sekaligus Ketua Umum IAEI Nasaruddin Umar, menekankan bahwa penguatan ekonomi umat juga perlu diiringi dengan peningkatan kesadaran masyarakat untuk mengoptimalkan berbagai sumber keagamaan sebagai bagian dari pemberdayaan ekonomi umat.

“Oleh karena itu dengan simposium ini nanti kita berharap kita menemukan cara-cara yang terbaik, untuk satu sisi menciptakan kesadaran warga masyarakat terutama umat Islam, ini untuk memberdayakan ekonomi umat Islam sendiri dengan cara kesadaran syariahnya ditingkatkan ya. Kesadaran membayar zakat, infak, sedekah, jariah, hibah, wasiat, dan juga sumber-sumber keagamaan yang lain, dan itu pasti akan sangat bermanfaat untuk kita semuanya,” ujar Menag Nasaruddin Umar.

Turut hadir dalam acara tersebut di antaranya yakni Sekretaris Kementerian Koordinator Bidang Perekonomian Susiwijono Moegiarso, Deputi Bidang Koordinasi Pengelolaan dan Pengembangan Usaha BUMN Kemenko Perekonomian Ferry Irawan, Plt. Deputi Bidang Koordinasi Industri, Ketenagakerjaan, dan Pariwisata Kemenko Perekonomian Dida Gardera, Ketua Harian IAEI Muhammad Syakir Sula, Wakil Ketua Umum IAEI Didin S. Damanhuri, Ketua Komite Pengembangan Keuangan Sosial Islam IAEI sekaligus Direktur Pascasarjana UIK Bogor Hendri Tanjung, Wakil Ketua Dewan Pakar IAEI Hendri Saparini, Ketua Bidang Pengembangan SDM Ekonomi dan Keuangan Syariah IAEI Euis Amalia, serta Guru Besar Ilmu Ekonomi Fakultas Ekonomi dan Manajemen IPB University Bambang Juanda. 

 

 

Sumber : https://www.ekon.go.id/publikasi/detail/7085/perkuat-ekosistem-ekonomi-syariah-menko-airlangga-dorong-inklusi-keuangan-dan-pemberdayaan-ekonomi 


Baca Terusannya »»  

Hari Kedua Puluh Lima Penanganan Gempa NTT, TNI Kirim 1.226,182 Ton Bantuan


 

(Puspen TNI). Penanganan dampak gempa bumi di Nusa Tenggara Timur (NTT) berlanjut hingga hari kedua puluh lima, Selasa (8/9/2026). TNI melanjutkan dukungan kemanusiaan untuk membantu masyarakat di sejumlah wilayah terdampak.

Pada hari ini, TNI mengirim 12,085 ton bantuan melalui jalur udara menggunakan pesawat TNI AU. Pengiriman dilakukan untuk mendukung pemenuhan kebutuhan masyarakat serta kelancaran penanganan di wilayah terdampak.

Secara keseluruhan, bantuan yang telah dikirim TNI kepada masyarakat terdampak gempa NTT mencapai 1.226,182 ton melalui jalur darat, laut, dan udara.

TNI terus bersinergi dengan pemerintah daerah, BNPB, serta unsur terkait dalam mendukung penanganan bencana dan membantu masyarakat terdampak gempa NTT.

 

 

Sumber : https://tni.mil.id/view-267544-hari-kedua-puluh-lima-penanganan-gempa-ntt-tni-kirim-1-226-182-ton-bantuan.html 

Baca Terusannya »»  

Perkembangan Situasi dan Penanganan Bencana di Tanah Air 8 September 2026

 

 

 

JAKARTA - Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) menghimpun laporan kejadian bencana dan penanganannya yang dilakukan oleh pemerintah daerah setempat pada periode Senin (7/9) sampai Selasa (8/8) pukul 07.00 WIB. Dalam kurun waktu tersebut, peristiwa kebakaran hutan dan lahan masih menjadi atensi pemerintah di beberapa wilayah Tanah Air.

Adapun yang pertama, kebakaran lahan terjadi di Desa Kebumen, Kecamatan Kebumen Kabupaten Kebumen, Jawa Tengah pada Senin (7/9) pukul 12.50 WIB. Kejadian dipicu pembakaran sampah yang diperparah angin kencang dan kondisi lahan kering. Luas lahan terdampak diperkirakan seluas 2 hektar. Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) bersama Damkar Kab. Kebumen melakukan kaji cepat dan pemadaman. Api berhasil dipadamkan dan tidak ada korban jiwa.

Berikutnya kebakaran lahan terjadi di Gampong Kayee Adang, Kecamatan Sukamakmur, Kabupaten Aceh Besar, Provinsi Aceh pada Senin (7/9) pukul 16.04 WIB. Penyebab masih dalam penyelidikan pihak berwajib. Luas lahan terdampak sekitar 1 hektar. BPBD Kabupaten Aceh Besar mengerahkan 3 unit armada damkar dan api berhasil dipadamkan pukul 18.45 WIB.

Selanjutnya di Kabupaten Mesuji, Lampung. Kebakaran hutan dan lahan juga terjadi Senin (7/9) pukul 16.00 WIB. Titik api berada di Desa Fajar Indah Kecamatan Panca Jaya dan Desa Sidomulyo Kecamatan Mesuji. Luas lahan yang terbakar mencapai 19,5 hektare. BPBD Kabupaten Mesuji berkoordinasi dengan unsur terkait dan melakukan asesmen. Api berhasil dipadamkan dan nihil korban jiwa.

Kejadian serupa juga terjadi di wilayah Kabupaten Trenggalek, Jawa Timur pada Minggu (6/9) pukul 13.00 WIB. Lahan seluas 2 hektare yang berada di Desa Jatiprahu Kecamatan Karangan hangus terbakar. Kebakaran diduga akibat sisa puntung rokok yang dibuang di area lahan. Personel BPBD Kabupaten Trenggalek bersama TNI/POLRI, perangkat desa dan warga melakukan assessment dan penanganan. Api berhasil dipadamkan pada Senin (7/9)

Tidak hanya karhutla, BNPB juga mencatat telah terjadi banjir di Kabupaten Langkat, Sumatera Utara. Banjir akibat curah hujan tinggi dan jebolnya tanggul ini terjadi pada Senin (7/9). Sebanyak 3 kecamatan terdampak yaitu Batang Sarangan, Padang Tualang, dan Tanjung Pura. Berdasarkan pendataan sementara 1.110 KK dengan 1.110 unit rumah terdampak. Ketinggian air di bervariasi sekitar 20 sampai dengan 120 centimeter.

Kondisi terkini masyarakat masih bertahan di rumah. BPBD Kabupaten Langkat telah menyalurkan sembako, 2 unit tenda keluarga, 2 unit perahu fiber, serta berkoordinasi dengan unsur terkait dan menyiapkan personil siaga di lokasi terdampak.

BNPB mengimbau kepada masyarakat untuk tidak melakukan pembakaran lahan dan sampah sembarangan, tidak membuang puntung rokok di area kering, serta segera melapor ke BPBD atau Damkar apabila melihat titik api. Untuk pemerintah daerah agar secara rutin melakukan patroli di wilayah yang rawan kebakaran dan menyiagakan personel serta peralatan guna melakukan pemadaman secara cepat ketika ditemukan adanya titik api.

Kepada masyarakat yang tinggal di wilayah rawan banjir, agar meningkatkan kewaspadaan terhadap potensi hujan lebat dan luapan sungai, mengamankan dokumen penting, dan mengikuti arahan petugas apabila diperlukan evakuasi. Sementara itu bagi pemerintah daerah agar secara rutin memantau kondisi tanggul sungai dan menyiapkan personel dan peralatan untuk melakukan penanganan darurat jika terjadi banjir.




Sumber : https://www.bnpb.go.id/berita/perkembangan-situasi-dan-penanganan-bencana-di-tanah-air-8-september-2026

 

 

Baca Terusannya »»  

Ketum PSSI Erick Thohir Cek Kesiapan Stadion untuk FIFA ASEAN Cup 2026

 


Jakarta: Ketua Umum PSSI Erick Thohir meninjau kesiapan stadion menjelang gelaran FIFA ASEAN Cup 2026. Stadion yang ditinjau yakni stadion Utama Gelora Bung Karno (GBK), Stadion Madya, dan Lapangan ABC Senayan, dan Stadion PTIK Jakarta, Selasa (8/9). 

Ketum PSSI Erick mengecek kondisi lapangan dan rumput di Stadion Utama GBK. Disaat bersamaan, tampak sejumlah petugas tengah melakukan perawatan rumput secara rutin. Peninjauan lalu dilanjutkan ke Stadion Madya dan Lapangan ABC. 

Direktur Utama Pusat Pengelola Komplek Gelora Bung Karno (PPK-GBK), Rakhmadi Afif Kusumo, yang turut mendampingi kunjungan ini menyampaikan, pengecekan berfokus pada inspeksi kesiapan arena utama dan sarana pendukung. 

“Pengecekan untuk memastikan fasilitas-fasilitas siap untuk kegiatan FIFA ASEAN Cup 2026,” ujar Rakhmadi.

Rakhmadi mengungkapkan, secara keseluruhan tingkat kesiapan sarana di kawasan GBK telah siap pakai. Bahkan, untuk Stadion Utama GBK, tingkat kesiapannya telah mencapai 86 persen.

“Secara umum untuk SUGBK sudah delapan puluh enam persen. Kita sangat percaya diri dan yakin, untuk yang lainnya juga secara kalkulasi kita masih akan mencapai persiapan yang matang sebelum kedatangan tim FIFA,” ujarnya.

Rakhmadi menjelaskan, SUGBK difungsikan sebagai lokasi pertandingan utama. Sedangkan fasilitas pendukung seperti Lapangan ABC dan Stadion Madya disiapkan sebagai sarana latihan bagi tim-tim yang bertanding.

Menanggapi keberadaan abu vulkanik Gunung Anak Krakatau, pihak PPK GBK menyatakan komitmen untuk melakukan pembersihan secara menyeluruh sebelum ajang berlangsung.

“Tentu kena dampak (abu vulkanik), kita bersihkan semua. Tadi sudah kita cek, sejauh ini masih baik semuanya dan tetap akan kita bersihkan kembali,” jelas Rahmadi.

Setelah meninjau lokasi GBK, Ketum Erick melanjutkan meninau Stadion PTIK, Jalan Tirtayasa Raya, Melawai, Kebayoran Baru, Jakarta Selatan. Dalam tinjauan itu, Ketum PSSI mengecek langsung kondisi stadion, mulai dari lapangan, tempat transit pemain, hingga toilet. 

Ia juga berkoordinasi langsung dengan pihak PTIK untuk memastikan keamanan para pemain selama berlatih, juga dengan tim PSSI perihal keperluan yang dibutuhkan.

Sebagai venue yang digunakan untuk latihan timnas, Ketum PSSI berpesan supaya setiap kebutuhan pemain dapat dipenuhi dengan baik. Sehingga bisa menunjang penampilan maksimal timnas saat bertanding demi meraih gelar juara. “Saya akan ke sini lagi nanti, untuk membakar semangat para pemain,” ujarnya.  

Kickoff turnamen perdana FIFA ASEAN Cup 2026 dimulai pada Jumat, 25 September. Sementara untuk laga final pada Senin, 5 Oktober.

Indonesia sebagai tuan rumah bakal tampil di Grup A bersama dengan Singapura, Bangladesh, dan Malaysia. Pertandingan digelar di SUGBK. 

Adapun Grup B turnamen ini berisikan Vietnam, Thailand, Filipina, dan Pakistan. Laga-laga tersebut dihelat di Stadion Si Jalak Harupat, Bandung.

 

 

Sumber : https://www.kemenpora.go.id/detail/7047/ketum-pssi-erick-thohir-cek-kesiapan-stadion-untuk-fifa-asean-cup 

Baca Terusannya »»  

Penerbangan Kembali Dibuka, Pemprov Jateng Siap Sambut Kedatangan Kafilah MTQ Nasional 2026

 


WONOSOBO —Sejumlah bandara dan rute penerbangan di berbagai daerah di Indonesia, kini kembali beroperasi setelah sempat ditutup imbas paparan abu vulkanik Gunung Anak Krakatau. Termasuk, penerbangan menuju Jawa Tengah, tempat dilaksanakannya Musabaqah Tilawatil Qur’an (MTQ) Nasional XXXI Tahun 2026.

Wakil Gubernur Jawa Tengah Taj Yasin Maimoen mengatakan, pihaknya siap menyambut kedatangan para kafilah MTQ Nasional dari berbagai daerah. Dia berharap, mobilisasi para kafilah berjalan lancar.

“Untuk gangguan penerbangan akibat aktivitas vulkanik, alhamdulillah hari ini sudah dibuka,” kata Taj Yasin, di sela acara peluncuran Program Kapulaga di Desa Butuh Kidul, Kecamatan Kalikajar, Kabupaten Wonosobo, Selasa (8/9/2026).

Meski demikian, pihaknya tetap menyiapkan langkah antisipasi, apabila sewaktu-waktu terjadi penutupan bandara secara insidental akibat aktivitas vulkanik.

Menurut dia, Pemprov Jateng telah berkoordinasi dengan maskapai Garuda Indonesia dan pengelola bandara, untuk memastikan mobilitas kafilah tetap berjalan apabila terjadi gangguan penerbangan.

“Kemarin saya sudah menyampaikan kepada Garuda juga, kalau memang nanti ada penutupan yang sifatnya insidental, kita nanti akan bikin rute yang senyaman mungkin untuk kafilah,” ujarnya.

Taj Yasin menyebut gangguan penerbangan sebelumnya terjadi di sejumlah daerah. Bahkan, terdapat sekitar 10 provinsi yang penerbangannya terdampak karena harus melalui Bandara Soekarno-Hatta.

Karena itu, apabila kembali terjadi penutupan sejumlah bandara, penerbangan kafilah akan diarahkan melalui rute alternatif, dengan memanfaatkan bandara-bandara penunjang.

“Kalau nanti ada penutupan beberapa bandara, mereka harus dialihkan. Mungkin akan ada transit-transit di bandara-bandara penunjang,” katanya.

Wagub menegaskan, pengaturan rute alternatif tersebut nantinya akan difasilitasi oleh Garuda Indonesia bersama pengelola bandara. Langkah tersebut disiapkan, agar gangguan akibat aktivitas vulkanik tidak menghambat kedatangan kafilah ke Jawa Tengah.

Selain menyiapkan skenario transportasi, Pemprov Jateng juga telah melakukan koordinasi dengan Garuda Indonesia terkait kedatangan kafilah. Maskapai Garuda Indonesia juga memberikan potongan harga tiket, bagi kafilah yang datang ke Jawa Tengah.

Taj Yasin menyampaikan, besaran diskon tiket tersebut berbeda-beda sesuai daerah asal kafilah. Garuda Indonesia juga menambah satu penerbangan ke Jawa Tengah, untuk mendukung mobilitas peserta MTQ Nasional.

“Kami ucapkan terima kasih, dan ada penambahan satu flight Garuda ke Jawa Tengah,” beber Gus Yasin, sapaannya.

Ditambahkan, Pemprov Jateng terus melakukan koordinasi lintas sektor untuk memastikan seluruh rangkaian kegiatan, termasuk kedatangan dan kepulangan kafilah, dapat berlangsung lancar.

Wagub mengatakan, faktor keselamatan tetap menjadi prioritas, dalam menghadapi potensi gangguan penerbangan akibat aktivitas vulkanik. 

 

 

Sumber : https://jatengprov.go.id/publik/penerbangan-kembali-dibuka-pemprov-jateng-siap-sambut-kedatangan-kafilah-mtq-nasional-2026/ 

Baca Terusannya »»  

Indonesia-AS Perluas Kerja Sama Digital, Men Komdigi Meutya Hafid: Kedaulatan dan Perlindungan Masyarakat Jadi Prioritas

 


Indonesia membuka ruang lebih luas bagi kerja sama teknologi dengan Amerika Serikat, mulai dari pengembangan kecerdasan artifisial (AI) hingga pelindungan anak di ruang digital.

Pemerintah memastikan penerapan teknologi dan kerja sama dengan industri global tetap mengikuti kepentingan nasional serta memberikan manfaat dan perlindungan bagi masyarakat.

Menteri Komunikasi dan Digital Meutya Hafid mengatakan keterbukaan Indonesia terhadap teknologi global harus berjalan bersama dengan kepastian aturan dan tanggung jawab terhadap masyarakat.

“Teknologi harus memberikan manfaat bagi masyarakat. Karena itu, kerja sama dan penerapannya harus tetap berada dalam kerangka kepentingan nasional, termasuk memastikan masyarakat mendapatkan ruang digital yang aman,” ujar Meutya dalam pertemuan dengan Kuasa Usaha Ad Interim Kedutaan Besar Amerika Serikat untuk Indonesia Joy Sakurai di Kantor Kementerian Komdigi, Jakarta Pusat, Selasa (08/09/2026).

Dalam pertemuan tersebut, Indonesia dan Amerika Serikat membahas sejumlah agenda digital, termasuk pengembangan AI serta kebijakan pelindungan anak di ruang digital.

Di bidang AI, Meutya menyampaikan pemerintah tengah menyiapkan kerangka tata kelola yang mengatur pengembangan dan pemanfaatan AI berdasarkan tingkat risiko. Pemerintah ingin inovasi tetap berkembang, tetapi masyarakat memiliki kepastian mengenai keamanan dan penggunaan teknologi tersebut.

“Peta jalan AI disusun untuk melengkapi tingkat adopsi kecerdasan artifisial yang sangat tinggi di Indonesia, terutama di kalangan generasi muda. Kami menghadirkan regulasi berbasis risiko bukan untuk menghambat inovasi, melainkan membangun rasa aman dan kepercayaan publik terhadap teknologi,” tegas Meutya.

Pemerintah juga menyiapkan kerangka Responsible AI dengan klasifikasi berdasarkan tingkat risiko, mulai dari risiko yang tidak dapat ditoleransi, risiko tinggi, hingga risiko rendah. Penerapannya akan disesuaikan dengan karakteristik setiap sektor melalui regulasi sektoral.

Selain pengembangan AI, Indonesia dan Amerika Serikat membahas pelindungan anak di ruang digital. Pemerintah menerapkan pendekatan berbasis risiko dan usia, bukan pemblokiran total terhadap akses anak ke ruang digital.

Meutya mengatakan pemerintah membatasi kepemilikan akun mandiri berdasarkan tingkat risiko platform. Platform berisiko tinggi ditujukan untuk pengguna berusia 16 tahun ke atas, sedangkan platform dengan risiko lebih rendah memiliki batas usia 13 tahun.

“Kami membatasi akses mandiri hingga usia 16 tahun untuk platform digital berisiko tinggi dan usia 13 tahun untuk risiko rendah. Kami mendorong perusahaan teknologi besar mengubah desain produk mereka agar ramah anak, membatasi durasi layar, serta menutup akses obrolan dengan orang asing tanpa persetujuan orang tua,” tambah Meutya.

Pihak Amerika Serikat menyambut langkah Indonesia dalam tata kelola digital dan menawarkan kerja sama melalui AI Export Center di San Francisco, dukungan tenaga ahli, serta asistensi implementasi AI bagi instansi pemerintah.

Kerja sama tersebut menjadi bagian dari upaya Indonesia memastikan keterbukaan terhadap perkembangan teknologi tetap berjalan bersama kepastian regulasi, perlindungan infrastruktur strategis, dan perlindungan masyarakat.

Bagi pemerintah, kedaulatan digital tidak berarti menutup diri dari teknologi global. Kedaulatan diwujudkan dengan memastikan Indonesia tetap memiliki kendali atas aturan, penerapan teknologi, perlindungan infrastruktur, dan kepentingan masyarakat yang menjadi penerima manfaat utama transformasi digital.


Sumber : https://www.komdigi.go.id/berita/siaran-pers/detail/indonesia-as-perluas-kerja-sama-digital-meutya-hafid-kedaulatan-dan-perlindungan-masyarakat-jadi-prioritas

 
Baca Terusannya »»  

Menteri PU Perluas Tugas Satgas Tanggap Darurat Infrastruktur Tangani seluruh Wilayah RI

 


Jakarta — Erupsi Gunung Anak Krakatau dan meningkatnya aktivitas sejumlah gunung api di berbagai wilayah Indonesia kembali menjadi perhatian pemerintah. Menteri Pekerjaan Umum Dody Hanggodo menyampaikan keprihatinannya kepada masyarakat yang terdampak maupun yang saat ini berada di wilayah dengan risiko bencana.

“Saya ikut prihatin kepada saudara-saudara kita yang sedang tertimpa musibah di berbagai daerah. Kondisinya tentu berbeda-beda, tapi bagi kami di PU yang penting adalah bisa cepat hadir sesuai kebutuhan di lapangan. Saya sudah minta jajaran untuk siaga dan bergerak, terutama untuk membantu menjaga akses dan layanan dasar masyarakat,” ujar Menteri Dody.

Indonesia dianugerahi bentang alam yang sangat beragam dan sumber daya alam yang besar. Di sisi lain, kondisi geografis dan geologis tersebut juga membuat berbagai wilayah menghadapi risiko bencana yang berbeda, mulai dari gempa bumi, banjir, tanah longsor, kekeringan hingga erupsi gunung api. Karena itu, kesiapsiagaan dan kemampuan merespons dengan cepat menjadi penting agar kebutuhan masyarakat dapat segera ditangani.

Pengalaman itu sebelumnya dihadapi Kementerian PU saat menangani bencana di Aceh, Sumatera Utara, dan Sumatera Barat. Saat itu, Satgas dibentuk untuk menyatukan penanganan berbagai kebutuhan infrastruktur sejak masa tanggap darurat hingga rehabilitasi dan rekonstruksi.

“Dalam kondisi bencana, kita tidak bisa bekerja seperti business as usual. Situasinya berubah cepat, dan kebutuhan di lapangan juga datang bersamaan. Bisa ada jalan yang putus, jembatan rusak, kebutuhan air, sampai fasilitas umum yang harus segera ditangani. Jadi tidak bisa masing-masing unit berjalan sendiri-sendiri. Semua harus bisa langsung terkonsolidasi sesuai kondisi di lapangan,” kata Menteri Dody.

Dari hasil evaluasi, pola kerja melalui Satgas dinilai mampu mempercepat koordinasi dan pengambilan keputusan. Kebutuhan akan pola tersebut semakin terasa seiring terjadinya bencana di berbagai wilayah di luar Sumatera, termasuk di Nusa Tenggara Timur serta meningkatnya aktivitas vulkanik di sejumlah daerah.

Atas dasar itu, Menteri Dody memutuskan memperluas tupoksi Satgas menjadi Satuan Tugas Tanggap Darurat dan Rehabilitasi Infrastruktur Dampak Bencana Bidang Pekerjaan Umum dengan cakupan seluruh Indonesia.

“Awalnya Satgas ini kita bentuk untuk membantu penanganan di Aceh, Sumatera Utara, dan Sumatera Barat. Setelah kita evaluasi, pola kerjanya cukup membantu. Sementara bencana tentu tidak hanya terjadi di Sumatera. Karena itu saya putuskan cakupannya kita perluas, sehingga ketika ada kebutuhan di wilayah lain, kita sudah punya tim dan mekanisme yang siap digerakkan,” kata Menteri Dody.

Satgas akan menjadi simpul koordinasi di lingkungan Kementerian PU untuk mengonsolidasikan kebutuhan di lapangan, unit teknis, personel, peralatan, serta dukungan lain yang diperlukan. Menteri Dody juga meminta agar rantai koordinasi dibuat sesingkat mungkin sehingga respons di lapangan dapat dilakukan lebih cepat.

“Saya sudah minta supaya koordinasinya dibuat sependek mungkin. Begitu laporan dari lapangan masuk, harus segera jelas apa yang paling mendesak, siapa yang menangani, alat dan dukungannya dari mana, lalu timnya bergerak. Dalam kondisi bencana, waktu sangat berarti bagi masyarakat,” ujar Menteri Dody.

Secara kelembagaan, substansi, struktur, tugas, serta mekanisme kerja Satgas telah disiapkan. Rancangan Keputusan Menteri Pekerjaan Umum yang akan menjadi landasan formal pembentukan Satgas saat ini sedang melalui proses sirkuler untuk selanjutnya ditetapkan. Satgas akan diketuai oleh Kepala Badan Pengembangan Infrastruktur Wilayah (BPIW) Kementerian PU, Adenan Rasyid, dengan melibatkan unit organisasi dan unit teknis terkait sesuai kebutuhan di setiap wilayah terdampak.

Kementerian PU secara paralel telah menyiapkan koordinasi dan kesiapan operasional agar kebutuhan penanganan yang bersifat mendesak tetap dapat segera direspons.

Dalam pelaksanaannya, Satgas akan berfungsi sebagai traffic controller penanganan infrastruktur akibat bencana di lingkungan Kementerian PU, sehingga kebutuhan jalan dan jembatan, sumber daya air, air minum dan sanitasi, bangunan, serta fasilitas publik dapat ditangani dalam satu koordinasi.

“Kalau masyarakat sedang kena musibah, kita tidak bisa terlalu lama berhitung. Kalau akses harus dibuka, kita buka. Kalau ada kebutuhan air, kita siapkan. Kalau ada infrastruktur yang perlu segera ditangani, tim teknis harus masuk. Karena itu Satgas ini kita siapkan supaya seluruh kekuatan PU bisa lebih cepat bergerak dan bekerja bersama,” tegas Menteri Dody.

Kementerian PU juga akan terus berkoordinasi dengan BNPB, pemerintah daerah, kementerian/lembaga, serta unsur terkait lainnya sesuai kewenangan masing-masing.

Ke depan, Satgas ini akan terus dievaluasi sebagai dasar pengembangan kelembagaan yang lebih permanen, agar koordinasi, pengendalian, dan respons terhadap kerusakan infrastruktur akibat bencana dapat dilakukan secara lebih cepat dan terintegrasi. 
 
 
Baca Terusannya »»  

Jadi Lokus Studi Lemhannas RI, Jawa Tengah Dinilai Konsisten Kembangkan EBT

 


SEMARANG — Lembaga Ketahanan Nasional (Lemhanas) RI memilih Jawa Tengah sebagai lokus kajian ketahanan energi nasional dalam Studi Strategis Dalam Negeri (SSDN) Pendidikan Penyiapan dan Pemantapan Pimpinan Nasional (P4N) Angkatan LXX.

Peserta SSDN akan melakukan pengkajian mengenai Energi Baru Terbarukan (EBT) di sejumlah wilayah di Jawa Tengah. Dalam proses itu, para perangkat daerah, pemerintah kabupaten dan kota, serta instansi terkait, akan mendampingi proses kajian hingga penyusunan rekomendasi.

Gubernur Lemhannas RI, Ace Hasan Syadzily menilai, Jawa Tengah sangat relevan menjadi percontohan, karena dinilai konsisten menjalankan berbagai langkah nyata dalam mengoptimalkan EBT.

“Kami memandang penting menjadikan Jawa Tengah sebagai lokus studi Lemhannas, karena telah menyelenggarakan berbagai upaya untuk memperkuat ketahanan energi nasional,” ujarnya.

Menurut Ace, ketahanan energi merupakan bagian penting dari ketahanan nasional, terlebih di tengah ketidakpastian geopolitik dan dinamika harga energi dunia. Potensi geothermal, tenaga surya, serta pengolahan sampah perlu terus dioptimalkan untuk memperkuat kemandirian energi.

Gubernur Jawa Tengah, Ahmad Luthfi mengatakan, hasil kajian dari Lemhanas akan menjadi masukan bagi program energi yang telah berjalan, sehingga bisa digunakan untuk memperkuat kebijakan daerah.

“Rekomendasi dari hasil studi tersebut akan dikembalikan kepada kami, untuk menjadi bahan evaluasi secara komprehensif,” kata Luthfi, seusai menerima peserta SSDN, di Gedung Merah Putih Lantai 10, Kompleks Kantor Gubernur Jateng, Selasa (8/9/2026).

Apalagi, imbuhnya, Jawa Tengah saat ini mengembangkan sejumlah sumber energi alternatif, antara lain tenaga surya, panas bumi atau geothermal, serta pengolahan sampah menjadi energi.

“Program yang sudah berjalan akan kami evaluasi. Kami menunggu rekomendasi dari Lemhannas, untuk menjadi dasar pengembangan lebih lanjut,” ujar Luthfi.

Dia berharap, kegiatan tersebut melahirkan masukan yang dapat ditindaklanjuti, untuk memperkuat ketahanan energi daerah dan nasional.


Sumber ; https://jatengprov.go.id/publik/jadi-lokus-studi-lemhannas-ri-jawa-tengah-dinilai-konsisten-kembangkan-ebt/

Baca Terusannya »»  

Pertemuan Wamendag RI Dyah Roro Esti dengan Perwakilan Dagang Federasi Rusia di Indonesia Alexander Masaltsev

 

Wakil Menteri Perdagangan Republik Indonesia, Dyah Roro Esti menerima Perwakilan Dagang Federasi Rusia di Indonesia, Alexander Masaltsev di Kantor Kementerian Perdagangan, Jakarta, Selasa (8 Sep). Pertemuan tersebut membahas peluang penguatan hubungan perdagangan dan kerja sama ekonomi antara Indonesia dan Rusia.

Dalam pertemuan tersebut, Wamendag mengapresiasi atas perhatian dan minat Rusia dalam memperkuat hubungan perdagangan dengan Indonesia. Kedua pihak mendiskusikan peluang kerja sama lewat partisipasi delegasi Rusia pada Trade Expo Indonesia (TEI) 2026.

Wamenedag menyampaikan bahwa Rusia sebagai salah satu mitra ekonomi penting di kawasan Eurasia, Indonesia terus berupaya memperluas dan mendiversifikasi perdagangan bilateral agar lebih banyak pelaku usaha lokal menembus pasar Rusia.

TEI 2026 menjadi platform strategis melalui pameran dan business matching untuk mempertemukan pelaku usaha Indonesia dengan pembeli serta mitra bisnis asal Rusia guna menjalin kerja sama konkret.

Wamendag menambahkan, kerja sama perdagangan Indonesia dengan kawasan Eurasia memiliki peluang yang semakin luas seiring telah ditandatanganinya Indonesia–Eurasian Economic Union (EAEU) Free Trade Agreement (FTA). Kesepakatan tersebut diharapkan dapat menjadi instrumen untuk mendorong perluasan akses pasar produk Indonesia ke kawasan Eurasia.

Pada kesempatan tersebut, Wamendag Roro turut didampingi oleh Direktur Pengembangan Ekspor Produk Manufaktur, Deden Muhammad FS.

 

 

Sumber : https://www.kemendag.go.id/berita/foto/pertemuan-wamendag-ri-dengan-perwakilan-dagang-federasi-rusia-di-indonesia 


Baca Terusannya »»  

Menpar Dorong Wisudawan Poltekpar NHI Bandung Jadi Generasi Pariwisata Yang Kritis dan Berintegritas

 

Bandung, 8 September 2026 - Menteri Pariwisata (Menpar) Widiyanti Putri Wardhana menghadiri acara wisuda mahasiswa Poltekpar NHI Bandung tahun 2026 dan mendorong segenap lulusan untuk terus tumbuh menjadi generasi pariwisata yang kritis dan berintegritas dalam memajukan pariwisata Indonesia.

Sebanyak 603 wisudawan resmi dikukuhkan sebagai lulusan Politeknik Pariwisata NHI Bandung dalam momentum yang menjadi penanda berakhirnya perjalanan pendidikan sekaligus awal pengabdian mereka di sektor pariwisata.

"Seluruh wisudawan dan wisudawati telah menyelesaikan pendidikan dan memasuki tahap baru dalam perjalanan hidupnya, memandang cakrawala baru yang terbentang jauh di depan," kata Menpar Widiyanti dalam amanatnya di acara Wisuda Poltekpar NHI Bandung Tahun 2026, Selasa (8/9/2026).

Menpar mengatakan sektor pariwisata saat ini menghadapi perubahan yang semakin cepat, terutama seiring perkembangan teknologi informasi. Kecerdasan buatan dan transformasi digital telah mengubah cara wisatawan mencari informasi, merencanakan perjalanan, memilih destinasi, hingga membagikan pengalaman mereka.

Perubahan tersebut menuntut SDM pariwisata untuk tidak hanya memiliki kompetensi teknis, tetapi juga kemampuan membaca perubahan, berpikir kritis, beradaptasi, dan tetap menjunjung nilai serta identitas bangsa.

“Karena itu, generasi pariwisata Indonesia harus mampu menguasai teknologi, berpikir kritis, menjaga integritas, memahami perubahan global, dan tetap berakar pada karakter serta identitas Indonesia,” kata Menpar.

Pesan tersebut sejalan dengan tema wisuda Poltekpar NHI Bandung tahun ini, “Roots to Horizon: Cultivating Future Tourism”, yang menekankan pentingnya membangun SDM pariwisata yang mampu menatap masa depan secara kritis dan adaptif tanpa meninggalkan karakter serta identitas bangsa.

Menpar menilai proses pendidikan tidak hanya membekali mahasiswa dengan pengetahuan dan keterampilan, tetapi juga membentuk karakter yang akan menjadi landasan ketika mereka memasuki dunia profesional.

“Proses pendidikan selama ini telah memberikan dan membentuk cara berpikir, karakter, disiplin, integritas, dan kepedulian terhadap sesama. Nilai-nilai inilah yang menjadi akar untuk memasuki dunia yang berubah dengan sangat cepat,” kata Menpar.

Kebutuhan terhadap SDM pariwisata berkualitas semakin penting seiring momentum positif sektor pariwisata nasional. Sepanjang Januari hingga Juli 2026, kunjungan wisatawan mancanegara tumbuh 5,23 persen dibandingkan periode yang sama tahun sebelumnya.

Pariwisata juga terus memperkuat kontribusinya terhadap perekonomian nasional dan penciptaan lapangan kerja. Momentum tersebut perlu diiringi dengan peningkatan kualitas SDM agar pertumbuhan pariwisata dapat memberikan manfaat yang semakin luas bagi masyarakat.

Menpar Widiyanti mengatakan arah pembangunan pariwisata Indonesia ke depan semakin jelas, yakni menuju pariwisata yang berkualitas dan berkelanjutan. Pendekatan tersebut diarahkan agar wisatawan tinggal lebih lama, mengenal lebih banyak destinasi, menikmati lebih banyak produk dan pengalaman lokal, serta memberikan nilai ekonomi yang lebih besar bagi masyarakat.

Pada saat yang sama, pertumbuhan pariwisata perlu berjalan beriringan dengan pelestarian alam dan budaya, penguatan masyarakat lokal, peningkatan kualitas destinasi, serta lahirnya berbagai inovasi baru.

“Untuk itu, kita membutuhkan profesional, wirausaha, pemimpin, dan inovator berkualitas yang mampu membawa pariwisata Indonesia semakin berkualitas, menjaga keberlanjutan, serta memberikan manfaat nyata bagi masyarakat Indonesia. Di sinilah saudara memiliki peran,” kata Menpar.

Direktur Politeknik Pariwisata NHI Bandung Anwari Masatip mengatakan para lulusan diharapkan tidak hanya menjadi tenaga profesional yang siap memasuki dunia kerja, tetapi juga tumbuh menjadi insan pariwisata yang mampu menciptakan perubahan, beradaptasi terhadap perkembangan zaman, serta memberikan kontribusi nyata bagi masyarakat.

Ia juga mengingatkan para wisudawan untuk terus membawa nilai-nilai yang telah ditanamkan selama menjalani pendidikan di Poltekpar NHI Bandung sebagai bekal menghadapi berbagai tantangan dan peluang pada masa mendatang.

“Para wisudawan diharapkan tetap membawa nilai-nilai yang telah ditanamkan selama menjalani pendidikan di Politeknik Pariwisata NHI Bandung, sekaligus berani melangkah menghadapi tantangan dan peluang di masa depan,” kata Anwari.

Turut hadir dalam kesempatan tersebut Wali Kota Bandung Muhammad Farhan; Wakil Bupati Bandung Ali Syakieb; serta Deputi Bidang Sumber Daya dan Kelembagaan Kementerian Pariwisata Martini Mohamad Paham.

 

Sumber : https://kemenpar.go.id/berita/siaran-pers-menpar-dorong-wisudawan-poltekpar-nhi-bandung-jadi-generasi-pariwisata-yang-kritis-dan-berintegritas 



Baca Terusannya »»  

Pendaftaran Beasiswa Zakat Indonesia Diperpanjang hingga 14 September 2026


 

Jakarta (Kemenag) --- Direktorat Pemberdayaan Zakat dan Wakaf Kementerian Agama memperpanjang pendaftaran Program Beasiswa Zakat Indonesia (BeZakat) 2026 hingga 14 September 2026. Sebelumnya, pendaftaran dijadwalkan berakhir pada 7 September 2026.

Perpanjangan ini memberikan kesempatan tambahan bagi mahasiswa baru tahun 2026 yang belum menyelesaikan proses pendaftaran. Program BeZakat 2026 juga melibatkan 26 Lembaga Amil Zakat (LAZ) mitra dalam pelaksanaannya.

Direktur Pemberdayaan Zakat dan Wakaf, Waryono Abdul Ghafur, mengatakan, BeZakat merupakan bagian dari upaya memperluas pemanfaatan zakat untuk mendukung akses pendidikan dan pemberdayaan generasi muda.

“BeZakat bukan hanya tentang memberikan bantuan pendidikan kepada mahasiswa, tetapi membangun ekosistem pemberdayaan melalui zakat. Karena itu, keterlibatan 27 LAZ mitra menjadi kekuatan penting agar manfaat zakat dapat menjangkau generasi muda yang membutuhkan dukungan untuk melanjutkan pendidikan,” ujar Waryono di Jakarta, Selasa (8/9/2026).

Menurutnya, pemanfaatan zakat perlu diarahkan pada program yang memberikan manfaat jangka panjang bagi penerima. Pendidikan menjadi salah satu sektor penting karena dapat meningkatkan kapasitas generasi muda sekaligus membuka peluang bagi masa depan yang lebih baik.

“Kita ingin zakat benar-benar memberikan dampak. Pendidikan adalah salah satu jalan penting untuk membuka kesempatan bagi generasi muda agar dapat berkembang dan memiliki masa depan yang lebih baik,” katanya.

Waryono menambahkan, penguatan akses pendidikan melalui BeZakat sejalan dengan arah Asta Protas Menteri Agama Nasaruddin Umar, khususnya fokus Pemberdayaan Ekonomi Umat dan Layanan Keagamaan Berdampak.

Melalui kolaborasi pemerintah dan lembaga pengelola zakat, dana zakat diharapkan tidak hanya membantu kebutuhan pendidikan penerima manfaat, tetapi juga menjadi investasi sosial dalam pembangunan sumber daya manusia.

Jadwal Seleksi

Perpanjangan masa pendaftaran turut mengubah sejumlah tahapan seleksi BeZakat 2026. Seleksi administrasi berlangsung pada 15–18 September 2026 dan hasilnya diumumkan pada 21 September 2026.

Peserta yang lolos seleksi administrasi akan mengikuti wawancara potensi diri, ruhiyah, dan akademik pada 23 September–9 Oktober 2026. Hasil wawancara dijadwalkan diumumkan pada 14 Oktober 2026.

Selanjutnya, wawancara tes komitmen dan kepribadian bersama orang tua atau wali dilaksanakan pada 21 Oktober–5 November 2026. Pengumuman kelulusan dijadwalkan pada 18 November 2026, sedangkan orientasi calon penerima beasiswa berlangsung pada Desember 2026.

Masyarakat yang memenuhi persyaratan dapat mendaftarkan diri melalui laman resmi pendaftaran Beasiswa Kementerian Agama.

 

Jadwal BeZakat Indonesia 2026:

- Pendaftaran: 24 Agustus–14 September 2026

- Seleksi administrasi: 15–18 September 2026

- Pengumuman hasil administrasi: 21 September 2026

- Wawancara potensi diri, ruhiyah, dan akademik: 23 September–9 Oktober 2026

- Pengumuman hasil wawancara: 14 Oktober 2026

- Wawancara komitmen dan kepribadian bersama orang tua/wali: 21 Oktober–5 November 2026

- Pengumuman kelulusan: 18 November 2026

- Orientasi calon penerima beasiswa: Desember 2026

Kementerian Agama mengimbau calon peserta memanfaatkan perpanjangan masa pendaftaran dan memastikan seluruh persyaratan serta dokumen telah dilengkapi sebelum batas akhir pendaftaran.

 

Selengkapnya, klik: Pendaftaran Beasiswa BeZakat 2026


Sumber : https://kemenag.go.id/nasional/pendaftaran-beasiswa-zakat-indonesia-diperpanjang-hingga-14-september-2026-fhEyJ

Baca Terusannya »»  

Kemendikdasmen Kembali Buka Program Beasiswa S1/D4 bagi Guru

 

Jakarta,  - Kesempatan guru untuk meningkatkan kualifikasi akademik semakin terbuka. Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah (Kemendikdasmen) melalui Direktorat Jenderal Guru dan Tenaga Kependidikan (Ditjen GTK) memfasilitasi 32.828 guru untuk melanjutkan pendidikan ke jenjang Sarjana (S-1)/Diploma Empat (D-4) pada 2026 melalui Program Pemenuhan Kualifikasi Akademik S-1/D-4 Guru.

Program tersebut dilaksanakan melalui kolaborasi dengan Lembaga Pendidikan Tenaga Kependidikan (LPTK). Kemitraan ini diperkuat melalui penandatanganan Perjanjian Kerja Sama Program Pemenuhan Kualifikasi Akademik S-1/D-4 Guru Gelombang 3, sebagai bagian dari upaya pemerintah meningkatkan kualitas dan profesionalisme guru di seluruh Indonesia.

Direktur Jenderal Guru dan Tenaga Kependidikan (Dirjen GTK), Nunuk Suryani, menekankan bahwa peningkatan kualitas guru merupakan bagian penting dalam mewujudkan pendidikan bermutu untuk semua. “Bangsa yang maju ditentukan oleh seberapa baik kualitas sumber daya manusianya. Oleh karena itu, pendidikan merupakan kunci penting dalam membangun manusia Indonesia, terutama ditentukan dengan kualitas gurunya,” ujar Nunuk.

Ia menegaskan bahwa kesempatan memperoleh kualifikasi akademik harus terbuka bagi semua guru, termasuk mereka yang memiliki keterbatasan untuk melanjutkan pendidikan ke perguruan tinggi. “Kualifikasi bukanlah mimpi. Bapak Presiden Prabowo dan Bapak Mendikdasmen membuka kesempatan bagi guru-guru yang memiliki keterbatasan untuk bisa belajar di perguruan tinggi,” tegasnya dalam kegiatan penandatanganan Perjanjian Kerja Sama Program Pemenuhan Kualifikasi Akademik S-1/D-4 Guru Gelombang 3 di Jakarta.

Selain itu, Nunuk menjelaskan bahwa program dirancang agar guru tetap dapat menjalankan tugasnya di sekolah selama mengikuti perkuliahan. LPTK penyelenggara memberikan skema perkuliahan secara fleksibel sehingga guru dapat belajar tanpa meninggalkan sekolah dan murid-muridnya.

Pada Gelombang 3 tahun 2026, sebanyak 45.660 guru mendaftar, dan 32.828 guru difasilitasi mengikuti program. Peserta terdiri atas 25.936 guru dan pendidik PAUD, 3.278 guru SD, 3.391 guru mata pelajaran jenjang SMP, SMA, dan SMK, serta 223 guru SLB. Dengan total 127 LPTK dimana sebanyak 35 LPTK yang baru bergabung turut bergotong royong mendukung pemenuhan kualifikasi akademik guru pada tahun ini.

Nunuk mengatakan bahwa kemitraan dengan perguruan tinggi merupakan bentuk gotong royong untuk menjawab tantangan peningkatan kualitas guru. “Perjanjian kerja sama yang dilakukan bersama Lembaga Pendidikan Tenaga Kependidikan merupakan salah satu bentuk gotong royong dalam memajukan pendidikan. Dengan semangat kolaboratif dan bersinergi, bergerak bersama memajukan pendidikan melalui peningkatan kualitas guru,” katanya.

Lebih jauh, pemenuhan kualifikasi S-1/D-4 ini sekaligus membuka jalan bagi guru untuk mengikuti Pendidikan Profesi Guru (PPG) Guru Tertentu dan memperoleh sertifikasi pendidik. Pada 2026, sebanyak 8.900 guru ditargetkan menyelesaikan Program Pemenuhan Kualifikasi Akademik Gelombang 1 melalui skema afirmasi untuk kemudian melanjutkan ke program PPG.

Nunuk mengingatkan bahwa indikator keberhasilan program tidak sekadar bermuara pada lembar ijazah, melainkan pada peningkatan mutu pembelajaran yang dirasakan langsung oleh murid. “Program ini bukan hanya memenuhi tuntutan regulasi, tetapi lebih jauh mendukung upaya dalam mewujudkan pendidikan bermutu untuk semua. Tak hanya kualifikasi yang terpenuhi, namun juga meningkatnya kompetensi guru dalam melaksanakan proses belajar dan mengajar di kelas,” pesannya.

Sementara itu, Direktur Guru Pendidikan Anak Usia Dini dan Pendidikan Nonformal (Dir. Guru PAUD dan PNF), Saiful Bari, mengapresiasi dukungan LPTK yang turut membuka akses peningkatan kualifikasi bagi para guru. “Apresiasi yang setinggi-tingginya kami sampaikan kepada Lembaga Pendidikan Tenaga Kependidikan penyelenggara Program Pemenuhan Kualifikasi Akademik S-1/D-4 Guru atas dukungan dan kerja samanya. Kehadiran Ibu/Bapak hari ini menunjukkan komitmen kita bersama untuk menghadirkan pendidikan bermutu bagi semua anak Indonesia,” ungkap Saiful.

Ia menambahkan bahwa peningkatan kualifikasi guru memiliki dampak yang lebih luas karena berkaitan langsung dengan kualitas layanan pendidikan yang diterima murid. “Berdasarkan data Dapodik, sebanyak 174.520 guru belum memenuhi kualifikasi akademik S-1/D-4, dan sebagian besar berasal dari Guru PAUD dan SD. Artinya, ratusan ribu anak didik kita masih belajar bersama guru yang perlu kita dukung untuk meningkatkan kompetensinya,” pungkasnya.

 

 

Sumber :  https://www.kemendikdasmen.go.id/siaran-pers/16143-kemendikdasmen-kembali-buka-program-beasiswa-s1d4-bagi-guru


Baca Terusannya »»  

Perkuat Integritas, Kemdiktisaintek Lantik Pimpinan Perguruan Tinggi dan Pejabat Fungsional


Jakarta—Sekretaris Jenderal (Sesjen) Kementerian Pendidikan Tinggi, Sains, dan Teknologi (Kemdiktisaintek), Badri Munir Sukoco secara resmi melantik pimpinan Perguruan Tinggi Negeri (PTN), Pegawai Negeri Sipil (PNS), dan Pegawai Pemerintah dengan Perjanjian Kerja (PPPK) di lingkungan Kemdiktisaintek, Selasa (8/9).


“Pelantikan dan pengambilan sumpah atau janji hari ini bukan sekedar proses administratif. Di dalamnya terdapat amanah, kepercayaan, tanggung jawab yang harus diwujudkan melalui kerja yang nyata bagi institusi, negara, dan masyarakat,” ujar Sesjen Badri.


Dalam kesempatan tersebut, dilantik antara lain: 

  1. I Dewa Made Cipta Santosa sebagai Direktur Politeknik Negeri Bali Periode Tahun 2026-2030
  2. Johanis A. Jermias sebagai Direktur Politeknik Pertanian Negeri Kupang Periode Tahun 2026-2030
  3. Ismet Ruchimat (Rektor Institut Seni Budaya Indonesia Bandung Periode Tahun 2026-2030)
  4. Pejabat fungsional lainnya di lingkungan Kemdiktisaintek.


Sesjen Kemdiktisaintek menekankan perubahan teknologi yang sangat cepat, termasuk perkembangan kecerdasan buatan (AI), telah mengubah cara bekerja, belajar, dan merumuskan kebijakan. Indonesia tengah menyongsong puncak bonus demografi. Momentum ini dinilai harus dimanfaatkan untuk menyiapkan sumber daya manusia yang kompeten, berdaya saing, adaptif terhadap teknologi, berintegritas, dan berkarakter. 


“Karena itu, pendidikan tinggi memegang peran strategis dalam menyiapkan talenta yang mampu menjawab kebutuhan masyarakat dan dunia kerja, termasuk melalui penguatan pendidikan vokasional yang terhubung erat dengan dunia usaha dan industri, serta mendorong inovasi terapan,” tegas Sesjen Badri.


Arah tersebut sejalan dengan Rencana Strategis (Renstra) Kemdiktisaintek tahun 2025–2029 yang menekankan pendidikan tinggi, sains, dan teknologi yang inklusif, adaptif, berdampak, serta berintegritas menuju Indonesia Emas 2045. Amanah yang diterima para pejabat hari ini menuntut perwujudan transformasi pendidikan tinggi melalui kerja nyata, tata kelola yang baik, penguatan talenta, serta inovasi yang memberi manfaat bagi masyarakat.


Melalui pelantikan ini, Kemdiktisaintek menegaskan komitmennya untuk terus memperkuat kepemimpinan dan tata kelola kelembagaan di lingkungan pendidikan tinggi, sains, dan teknologi. Kepemimpinan yang adaptif dan kolaboratif diharapkan mampu mempercepat lahirnya sumber daya manusia unggul yang mendukung terwujudnya Indonesia Emas 2045. 




Sumber : https://kemdiktisaintek.go.id/en/news/article/perkuat-integritas-kemdiktisaintek-lantik-pimpinan-perguruan-tinggi-dan-pejabat-fungsional


Baca Terusannya »»  

322 Ribu KK di Jateng Masuk Sistem Perlindungan Sosial Digital

 


SEMARANG – Sebanyak 322.117 kepala keluarga (KK) di Jawa Tengah telah terdaftar dalam sistem perlindungan sosial digital. Pendataan tersebut terus diperkuat, untuk memastikan masyarakat yang membutuhkan dapat teridentifikasi, dan memperoleh akses perlindungan sosial secara tepat.

Untuk mendukung proses pendaftaran dan verifikasi, Pemerintah Provinsi Jawa Tengah telah menyediakan 5.994 agen perlindungan sosial (Perlinsos) yang tersebar di berbagai wilayah. Dari jumlah tersebut, sebanyak 3.360 agen tercatat aktif membantu masyarakat dalam proses pendaftaran.

Hal tersebut mengemuka dalam Rapat Perluasan Uji Coba Perlindungan Sosial Digital Berbasis Infrastruktur Digital Publik, yang digelar secara daring pada Selasa (8/9/2026). Rapat yang dipimpin oleh Ketua Dewan Ekonomi Nasional (DEN), Luhut B Pandjaitan tersebut diikuti Gubernur Jawa Tengah Ahmad Luthfi.

Dalam kesempatan itu, Luthfi menyatakan, mendukung penuh terhadap digitalisasi bantuan sosial. Namun, menurutnya, keberhasilan sistem tersebut sangat bergantung pada kekuatan agen pendamping di lapangan. Sebab, sebagian besar sasaran bantuan sosial merupakan masyarakat desil 1-4, mulai dari kelompok sangat miskin hingga rentan miskin.

Karena itu, dia meminta agar agen pendamping diperkuat dengan melibatkan berbagai unsur yang dekat dengan masyarakat, mulai dari jajaran pemerintah daerah, kepolisian, pendamping Program Keluarga Harapan (PKH), Posyandu, dan lainnya.

Luthfi mengatakan, penguatan pendamping juga penting, untuk memastikan proses verifikasi berjalan optimal. Evaluasi di lapangan masih menemukan persoalan ketepatan sasaran bantuan, termasuk data penerima yang belum diperbarui sesuai kondisi terkini.

Menurutnya, dengan digitalisasi Perlinsos ini, akan mengurangi masalah warga penerima bantuan sosial hingga bertahun-tahun, tanpa pembaruan kondisi. Pasalnya, dalam sistem itu data diperbaharui secara real-time serta terverifikasi.

“Kami dari Provinsi Jawa Tengah sangat mendukung sekali kegiatan ini. Cuma, kami berpesan agar agen ini diperkuat agar tepat sasaran terkait verifikasi,” tegasnya.

Digitalisasi perlindungan sosial diarahkan untuk membuat data penerima bantuan semakin akurat, terintegrasi, dan terus diperbarui. Sistem itu juga membuka mekanisme pendaftaran maupun pengkinian (update) data secara on-demand, sehingga masyarakat tidak selalu harus menunggu proses pendataan secara berjenjang.

Ketua DEN, Luhut B Pandjaitan, meminta Jawa Tengah memperluas keterlibatan berbagai unsur hingga tingkat paling bawah. Pemerintah daerah, lurah, TNI, Polri, Babinsa, dan Koramil didorong untuk ikut membantu masyarakat mengakses sistem tersebut.

 

 

 

Sumber : https://jatengprov.go.id/publik/322-ribu-kk-di-jateng-masuk-sistem-perlindungan-sosial-digital/ 

Baca Terusannya »»  

Pemerintah Tindak Lanjuti RUU Satu Data Indonesia, Wujudkan Data Terpadu untuk Semua

 


Jakarta – Pemerintah menindaklanjuti Rancangan Undang-Undang (RUU) tentang Satu Data Indonesia (SDI) dalam rangka mewujudkan data terpadu bagi semua. Penerapan SDI bertujuan memastikan setiap warga negara terdata, terlayani, dan terlindungi secara proporsional dalam kebijakan publik.

Sebagai upaya menindaklanjuti RUU tersebut, dilakukan Penandatanganan Daftar Inventarisasi Masalah (DIM) RUU tentang Satu Data Indonesia di Menara Bappenas, Kementerian Perencanaan Pembangunan Nasional (PPN)/Badan Perencanaan Pembangunan Nasional (Bappenas), Jakarta, Selasa (8/9/2026).

Dalam kegiatan tersebut, Menteri Dalam Negeri (Mendagri) Muhammad Tito Karnavian memberikan sejumlah perhatian, terutama terkait penggunaan istilah “data terpadu” dan bukan “data terpusat”. Menurutnya, istilah “data terpusat” dapat dimaknai sebagai upaya untuk melakukan sentralisasi dan penguasaan terhadap data.

Selain itu, penggunaan istilah tersebut penting untuk menegaskan bahwa integrasi data tidak berarti mengambil alih kewenangan pihak yang selama ini memproduksi dan mengelola data. Peran walidata tetap penting dalam memastikan data yang dihasilkan dapat digunakan dan diintegrasikan secara optimal.

"Dan ini membuat kemudian, para walidata yang membuat [data], yang memproduksi data itu merasa nanti tidak terpakai atau dipikirkan, padahal mereka bekerja keras, dan mereka masih menggunakan data itu," katanya.

Selain penggunaan istilah, Mendagri memberikan perhatian terhadap aspek pelindungan data pribadi dan keamanan data. Pemerintah perlu mengacu pada Undang-Undang tentang Pelindungan Data Pribadi, terutama dalam menentukan data yang perlu dilindungi dan data yang dapat dibuka untuk kepentingan publik.

"Juga perlu kita waspadai, data-data yang berdasarkan undang-undang itu perlu untuk dijaga," katanya.

Di sisi lain, Menteri PPN/Kepala Bappenas Rachmat Pambudy menjelaskan bahwa peran walidata diserahkan kepada kementerian dan lembaga yang paling berwenang serta berkepentingan terhadap data tersebut. Data kependudukan, misalnya, tetap menjadi kewenangan Direktorat Jenderal (Ditjen) Kependudukan dan Pencatatan Sipil (Dukcapil) Kemendagri sebagai pihak yang bertanggung jawab dalam menata dan menjaga data tersebut.

Lebih lanjut, Rachmat menegaskan bahwa aspek pengamanan data pribadi juga telah memiliki landasan hukum, termasuk ketentuan mengenai sanksi bagi pihak yang melanggar.

"Saya juga mencoba melihat kembali soal sanksi, dan biasanya undang-undangnya ada sanksinya. Sanksinya pun kita mengikuti undang-undang yang sudah ada," jelasnya.

Dia menegaskan, tujuan penerapan SDI adalah meningkatkan kesejahteraan masyarakat melalui peningkatan pelayanan publik serta memberdayakan kemandirian dan daya saing bangsa. Selain itu, SDI bertujuan menghasilkan data dasar nasional sebagai rujukan dalam perencanaan pembangunan nasional agar pembangunan dapat terus berjalan semakin baik.

"RUU ini sebenarnya adalah RUU untuk kepentingan semua Kementerian/Lembaga dan semua kepentingan negara, dan pada akhirnya semua kepentingan warga negara, dan dengan demikian maka kemudahan-kemudahan akhirnya bisa kita rumuskan, karena rujukan kita adalah sama," tandasnya.

Di akhir pembahasan, dilakukan penandatanganan DIM RUU tentang Satu Data Indonesia. Penandatanganan tersebut turut melibatkan Menteri PPN/Kepala Bappenas Rachmat Pambudy; Mendagri Muhammad Tito Karnavian; Menteri Koordinator Bidang Hukum, Hak Asasi Manusia, Imigrasi, dan Pemasyarakatan Yusril Ihza Mahendra; Menteri Komunikasi dan Digital (Komdigi) Meutya Hafid; serta Kepala Badan Siber dan Sandi Negara (BSSN) Nugroho Sulistyo Budi.

 

Sumber : https://www.kemendagri.go.id/berita/pemerintah-tindak-lanjuti-ruu-satu-data-indonesia-wujudkan-data-terpadu-untuk-semua 





Baca Terusannya »»  

Percepat Penyaluran Bantuan Bencana NTT, Mendagri Minta Pemda Segera Penuhi Kebutuhan Warga

 


Jakarta – Menteri Dalam Negeri (Mendagri) Muhammad Tito Karnavian memimpin Rapat Koordinasi (Rakor) bersama pemerintah daerah (Pemda) terdampak bencana di Nusa Tenggara Timur (NTT), Selasa (8/9/2026). Rakor yang digelar secara virtual dari Kantor Pusat Kementerian Dalam Negeri (Kemendagri) tersebut membahas percepatan penyaluran bantuan bagi masyarakat terdampak bencana di NTT.

Rakor turut melibatkan Menteri Perumahan dan Kawasan Permukiman (PKP) Maruarar Sirait, Kepala Badan Pusat Statistik (BPS) Amalia Adininggar Widyasanti, Gubernur NTT Emanuel Melkiades Laka Lena, serta para bupati dan jajaran Pemda dari delapan kabupaten di Pulau Flores. Tujuh kabupaten yang mengikuti rakor merupakan daerah terdampak gempa bumi, sedangkan satu kabupaten lainnya terdampak erupsi Gunung Lewotobi.

Dalam rakor tersebut, Mendagri meminta Pemda mempercepat realisasi bantuan agar kebutuhan dasar masyarakat dapat segera terpenuhi.

“Untuk Gubernur saya memberikan apresiasi karena dapat anggaran bantuan dari Pak Presiden, untuk Belanja Tidak Terduga 40 miliar, sudah bisa dieksekusi, realisasikan untuk membantu masyarakat dengan cepat, itu 43 persen. Ada juga yang 27 persen, 25 persen,” ujar Mendagri kepada awak media usai memimpin rakor tersebut.

Mendagri juga mendorong daerah yang realisasi bantuan bencananya masih rendah agar segera mempercepat penyaluran. Menurutnya, bantuan perlu segera dimanfaatkan untuk memenuhi kebutuhan masyarakat yang masih berada di tempat pengungsian maupun tenda darurat. Dukungan Pemda diperlukan untuk memastikan masyarakat terdampak memperoleh kebutuhan dasar, termasuk makanan, pakaian, serta kebutuhan khusus bagi perempuan dan anak-anak.

“Itu arahan Bapak Presiden jelas untuk digunakan secepat mungkin. Masyarakat yang lagi ada di tenda misalnya, karena takut pulang, mereka tidak boleh kekurangan makanan, pakaian atau kebutuhan khusus untuk ibu-ibu, anak-anak,” sambung Mendagri.

Selain penyaluran bantuan, rakor juga membahas penanganan hunian bagi warga terdampak bencana. Dalam konteks tersebut, Mendagri meminta Pemda melakukan pendataan kerusakan, terutama pada rumah warga, sembari menunggu kondisi di lapangan semakin stabil.

Pendataan tersebut akan menjadi dasar dalam menentukan bentuk bantuan dan pembangunan kembali rumah warga. Mendagri meminta proses verifikasi dilakukan secara berlapis agar data kerusakan akurat dan bantuan tepat sasaran. Validasi juga diperlukan untuk memastikan tidak terjadi kekeliruan dalam klasifikasi tingkat kerusakan rumah. Setelah data dinyatakan valid, pemerintah akan menentukan bentuk bantuan sesuai dengan tingkat kerusakan.

“Untuk yang ringan diberikan bantuan 15 juta, untuk yang sedang 30 juta, untuk yang berat 70 juta, bisa bangun sendiri di tanahnya,” katanya.

Untuk rumah yang mengalami kerusakan berat, pembangunan dapat dilakukan di lokasi semula atau in situ. Sementara itu, apabila kondisi lahan tidak memungkinkan dan warga harus direlokasi, pemerintah akan menyiapkan pembangunan hunian di kawasan baru.

Dalam forum yang sama, turut dibahas perkembangan pembangunan hunian tetap bagi masyarakat terdampak bencana di Sumatera. Pemerintah menyiapkan skema pembangunan melalui Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) untuk hunian in situ dan melalui Kementerian PKP untuk pembangunan di kawasan relokasi. Untuk mempercepat proses tersebut, pemerintah akan berkoordinasi dengan Badan Pengawasan Keuangan dan Pembangunan (BPKP) serta Lembaga Kebijakan Pengadaan Barang/Jasa Pemerintah (LKPP).

“Rencana nanti Senin, kita akan datang ke BPKP bersama LKPP. Intinya agar cepat selesaikan lelang, karena waktunya tinggal pendek ini,” tandasnya.

 

Sumber : https://www.kemendagri.go.id/berita/percepat-penyaluran-bantuan-bencana-ntt-mendagri-minta-pemda-segera-penuhi-kebutuhan-warga 





Baca Terusannya »»