Jakarta, 30 Juli 2026 – Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika
(BMKG) terus memperkuat sinergi dengan berbagai pemangku kepentingan
untuk mendukung pembangunan sektor maritim nasional. Hal tersebut
diwujudkan melalui audiensi dan penandatanganan Nota Kesepahaman (MoU)
antara BMKG dan PT Pelabuhan Indonesia (Persero) atau Pelindo yang
berlangsung di Gedung Multi Hazard Early Warning System (MHEWS) BMKG,
Jakarta, Kamis (30/7/2026).
Kepala BMKG, Teuku Faisal Fathani, menyampaikan bahwa PT Pelabuhan
Indonesia (Persero) merupakan mitra strategis BMKG dalam mendukung
penyelenggaraan layanan meteorologi maritim. Sebagai pengelola pelabuhan
nasional, Pelindo memiliki peran penting dalam menjamin kelancaran
konektivitas, perdagangan, dan distribusi logistik di Indonesia.
Faisal menjelaskan bahwa BMKG saat ini mengoperasikan sekitar 10.800
peralatan observasi yang tersebar di seluruh Indonesia, termasuk
sejumlah peralatan yang berada di kawasan pelabuhan yang dikelola
Pelindo.
“Selama ini, dukungan PT Pelabuhan Indonesia dalam penyediaan lokasi
bagi kantor operasional dan penempatan peralatan meteorologi maritim
telah menjadi bagian penting dalam penguatan layanan BMKG di berbagai
kawasan pelabuhan,” ungkapnya.
Sesuai amanat Undang-Undang Nomor 31 Tahun 2009 tentang Meteorologi,
Klimatologi, dan Geofisika, BMKG menyelenggarakan layanan meteorologi
maritim untuk mendukung keselamatan pelayaran, operasional
kepelabuhanan, serta pengurangan risiko bencana melalui penyediaan
informasi dan sistem peringatan dini.
“Sebagai negara kepulauan, Indonesia membutuhkan sistem transportasi
laut dan kepelabuhanan yang andal sebagai tulang punggung konektivitas
antardaerah, pertumbuhan ekonomi, dan kelancaran logistik nasional.
Keandalan pelabuhan tidak hanya menentukan kelancaran arus barang dan
mobilitas masyarakat, tetapi juga menjadi faktor penting dalam menjaga
ketahanan ekonomi, ketahanan nasional, dan daya saing Indonesia sebagai
negara maritim,” ujar Faisal.
Ia menambahkan, tantangan sektor maritim ke depan semakin kompleks
seiring meningkatnya risiko akibat perubahan iklim, cuaca ekstrem, serta
tingginya aktivitas kepelabuhanan. Karena itu, layanan meteorologi,
klimatologi, dan geofisika dituntut semakin adaptif, andal, dan
berorientasi pada mitigasi risiko.
Menjawab tantangan tersebut, BMKG terus melakukan modernisasi sistem
observasi, pemodelan, komunikasi, dan diseminasi informasi guna
menghasilkan layanan yang mampu mendukung pengambilan keputusan
operasional secara lebih efektif.
Menurut Faisal, kolaborasi antara BMKG dan Pelindo menjadi semakin
strategis dalam memperkuat keselamatan pelayaran, meningkatkan keandalan
operasional kepelabuhanan, serta memperkuat ketahanan sektor maritim
melalui penyediaan informasi meteorologi maritim dan sistem peringatan
dini.
“Pemanfaatan informasi meteorologi, klimatologi, dan geofisika secara
optimal memberikan nilai tambah bagi peningkatan keselamatan pelayaran,
efisiensi operasional kepelabuhanan, kualitas pelayanan, serta
kelancaran rantai pasok. Kami juga membuka peluang untuk pengembangan
inovasi bersama melalui pemanfaatan teknologi digital, analisis data,
dan pengembangan layanan berbasis kebutuhan pengguna untuk mendukung
transformasi sektor kepelabuhanan,” jelasnya.
Nota Kesepahaman yang ditandatangani kedua belah pihak mencakup kerja
sama dalam pertukaran data dan informasi meteorologi, klimatologi, dan
geofisika, pengembangan layanan meteorologi maritim, pemanfaatan
teknologi dan sistem informasi, dukungan penyediaan sarana dan prasarana
observasi di kawasan pelabuhan, serta peningkatan kapasitas sumber daya
manusia. Tujuan dari kerja sama ini untuk mengoptimalkan sarana dan
prasarana yang ada guna mewujudkan peningkatan keselamatan pelayaran,
memastikan kelancaran operasional pelabuhan, serta menghadirkan
pelayanan publik yang lebih prima.
“BMKG meyakini bahwa kemitraan yang kuat antara BMKG dan PT Pelabuhan
Indonesia akan menjadi fondasi penting bagi terwujudnya keselamatan
pelayaran, keandalan operasional kepelabuhanan, serta ketahanan logistik
nasional,” tutupnya.
Sementara itu, Direktur Utama PT Pelabuhan Indonesia (Persero),
Achmad Muchtasyar, menegaskan bahwa kerja sama dengan BMKG memiliki arti
penting bagi operasional kepelabuhanan yang mengutamakan pelayanan
prima dan keselamatan.
“Untuk data alam itu, instansi yang diberikan mandat oleh negara di
Indonesia dan yang paling ahli serta akurat adalah BMKG. Karena itu,
melalui MoU ini kami berharap dapat memperkuat pertukaran informasi,
khususnya terkait kondisi meteorologi, klimatologi, dan geofisika yang
sangat dibutuhkan dalam operasional kepelabuhanan,” ujarnya.
Menurut Achmad, sektor kepelabuhanan merupakan salah satu indikator
penting perekonomian nasional, terutama bagi Indonesia sebagai negara
kepulauan terbesar di dunia. Oleh karena itu, sistem transportasi laut
yang andal harus didukung oleh operasional pelabuhan yang aman dan
efisien.
Ia menjelaskan bahwa selain mendukung kebutuhan data dan informasi,
Pelindo juga siap mendukung operasional BMKG melalui penyediaan lahan
dan fasilitas yang diperlukan untuk penguatan layanan meteorologi
maritim.
Dalam kesempatan tersebut, Achmad juga menyoroti pentingnya dukungan
data ilmiah dalam memperkuat posisi Indonesia pada berbagai forum
internasional, termasuk terkait pengelolaan kawasan strategis pelayaran
di Selat Malaka.
“Kami membutuhkan simulasi penyebaran apabila terjadi tumpahan minyak
atau pencemaran di laut, termasuk bagaimana sebarannya dipengaruhi oleh
arus laut dan kondisi cuaca. Data tersebut akan sangat penting untuk
memperkuat argumentasi Indonesia dalam berbagai pembahasan internasional
terkait keselamatan pelayaran dan perlindungan lingkungan laut,”
jelasnya.
Turut hadir dalam kegiatan tersebut Sekretaris Utama BMKG Guswanto, Plt.
Deputi Bidang Meteorologi Andri Ramdhani, Plt. Direktur Meteorologi
Maritim Agie Wandala Putra, Direktur Layanan Iklim Terapan Marjuki,
Direktur Seismologi Teknik, Geofisika Potensial, dan Tanda Waktu Teguh
Rahayu, Kepala Biro Hukum, Hubungan Masyarakat, dan Kerja Sama RR. Rima
Eryani dan Penasihat BMKG Muslim Andri Setiadi.
Dari pihak Pelindo hadir Direktur Hubungan Lembaga Hendri Ginting,
Direktur Komersial Farid Padang, Group Head Manajemen Aset Imam
Rahmiyadi, Group Head Sekretariat Perusahaan Ali Sodikin, serta jajaran
pejabat Pelindo lainnya.
Melalui penandatanganan Nota Kesepahaman ini, BMKG dan PT Pelabuhan
Indonesia (Persero) berkomitmen untuk terus memperkuat sinergi dalam
mendukung keselamatan pelayaran, meningkatkan keandalan operasional
kepelabuhanan, serta memperkuat ketahanan logistik nasional melalui
pemanfaatan informasi meteorologi, klimatologi, dan geofisika yang andal
dan terpercaya.
Sumber : https://www.bmkg.go.id/berita/utama/bmkg-dan-pelindo-perkuat-sinergi-untuk-dukung-keselamatan-pelayaran-dan-ketahanan-logistik-nasional