Sabtu, 11 Maret 2017

AKP Panji Gedhe Prabawa, Kasatlantas Polres Grobogan Ciptakan Icon Baru Adopsi Topeng Marshmello di Berbagai Kegiatan

GROBOGAN - Kasatlantas Polres Grobogan AKP Panji Gedhe Prabawa ingin membuat masyarakat dekat dengan polisi. Dia pun menciptakan icon baru, yakni topeng mirip video clipnya lagu Alone. Topeng itu diadopsi karena mempunyai arti orang yang selalu menebar senyum meski diejek dan di-bully. Namun berkat memiliki kemampuan, orang lain berbalik menyukainya. INTAN M SABRINA, Grobogan
LELAKI satu ini berlatar belakang dari keluarga sederhana. Ayahnya hanya karyawan pabrik. Sementara ibunya seorang guru. Karena penghasilan yang pas-pasan, pria bernama lengkap AKP Panji Gedhe Prabawa ini pun harus mengubur dalam-dalam cita-citanya menjadi seorang dokter.
AKP Panji –sapaan akrabnya- lebih memilih masuk di Akpol (akademi kepolisian) sesuai keinginan orang tuanya. Sebab, menurutnya di sana tak membutuhkan banyak biaya.
Tanpa persiapan fisik dan hanya berbekal kecerdasan akademiknya, Panji nekat mendaftar dan mengikuti tes kepolisian. Berkat doa kedua orang tuanya, dia diterima. Hebatnya lagi, dia mendapat peringkat satu.
Dari situ, pada 2004 Panji mulai menjadi polisi. Dia merasakan berat di awal karirnya, karena di keluarganya tak ada satupun yang memiliki basic polisi.
Diperjalanan karirnya, pada 2009-2010 dia sempat mewakili Polri selama satu tahun melalui program ALELO di Beijing, China. Di sana dia lulus dengan peringkat The Best Student peringkat I. Dari situ, dia kembali pulang ke Indonesia dan bertugas di Polres Magelang sebagai Kanit Patroli. Selama enam tahun Panji mengembangkan karirnya. Mulai 10 Oktober 2016 lalu, dia resmi menjabat sebagai Kasatlantas Polres Grobogan.
Menjadi pemimpin di Kesatuan Lalu Lintas Polres Grobogan, dimanfaatkan Panji untuk membuat berbagai inovasi. Salah satunya memunculkan karakter Marshmello di setiap kegiatannya.
Sebelumnya, Panji telah membuat polisi cilik (Pocil) untuk membentuk kedisiplinan kepada anak sejak dini. Kali ini giliran memunculkan suatu karakter yang diharapkan mampu menjadi influence yang baik bagi masyarakat.
”Ide ini muncul sejak Januari 2017 lalu. Munculnya karakter tersebut terinspirasi dari videoklip lagu Alone. Di mana karakter tersebut diartikan seorang yang selalu menebar senyum, meski dia selalu diejek, di-bully. Namun berkat memiliki suatu kemampuan, orang lain berbalik menyukainya,” jelas anak pertama dari ketiga bersaudara ini.
 Menurutnya, hal itu yang kerap dialami seorang abdi negara. Sebab, seorang polisi kerap disudutkan, dinilai buruk dan selalu dipandang negatif oleh sebagian orang. Maka karakter Marshmello cocok dijadikan karakter utama dalam hal ini.
”Karakter itu memiliki latar belakang dan cerita yang sama dengan polisi. Maka saya mengadopsi video tersebut, namun pelakunya polisi dari satlantas sendiri,” imbuh pria kelahiran Magetan, 20 September 1986 ini.
Panji juga sekaligus ingin menunjukkan di mana polisi selalu bekerja dengan ikhlas, bekerja keras, profesional dan loyal terhadap negara. ”Meski kami dipandang negatif, tapi kami tetap akan bekerja semaksimal mungkin untuk kebaikan masyarakat,” kata lulusan Akpol Jawa Timur 2007 ini.
Mulai Februari lalu, karakter tersebut selalu muncul di setiap kegiatan dikmas tertib berlalu lintas Operasi Simpatik Candi, CFD (car fre day) dan penyuluhan ke sekolah-sekolah. Karakter tersebut selalu dibawanya beserta jajarannya. ”Alhamdulillah munculnya karakter Marshmello dalam setiap kegiatan mendapatkan apresiasi serta komentar yang baik,” ujar alumni SMAN 5 Surabaya.
Tak hanya itu, melalui karakter Marshmello jadi mudah dikenal dan diingat masyarakat. Malah banyak masyarakat yang meminta foto bersama. Hal itulah yang ingin dicapai suami Suci Istianawati ini. Di mana masyarakat tak lagi menilai polisi dengan hal-hal negatif. Namun, polisi mampu menjadi petugas yang ramah, serta mengantarkan tujuan yang baik kepada masyarakat melalui peraturan yang sudah dibuat.
”Aturan yang sudah ada ini demi kebaikan mereka. Terlebih saat kami bertugas dikmas tertib berlalu lintas. Sebelumnya kami selalu kena marah pengendara yang kami tilang, namun adanya karakter ini meski mereka ditilang tetap dapat tersenyum. Namun kami tetap berharap mereka tidak mengulangnya kembali,” ungkapnya.
Dari situ, bapak dua anak ini berharap ke depan dengan semakin viralnya karakter ini, masyarakat semakin menerima dan dapat meningkatkan kepercayaannya kepada jajaran polisi. Dengan begitu, akan mempermudah jajaran polisi untuk memberikan imbauan dalam tertib berlalu lintas dan kantibmas lainnya.
”Adanya ini juga membuat Gubernur Jateng Ganjar Pranowo mengapresiasi. Sebab, satlantas dulunya yang selalu dinilai negatif, sekarang sudah tidak lagi,” ucapnya.
Ke depan, pihaknya akan mempublikasikan video terkait karakter tersebut dengan peran utamanya polisi ini sendiri. Panji berharap, melalui video yang akan disebarluaskan nanti, pesan yang ingin diberikan kepada masyarakat bisa tersampaikan.

Sumber Berita : http://radarkudus.jawapos.com/read/2017/03/10/3327/adopsi-topeng-marshmello-di-berbagai-kegiatan/