Jumat, 17 Maret 2017

Anggaran Belanja OPD Dipangkas Dialihkan ke Infrastruktur dan Pariwisata

JEPARA - Pemkab Jepara mulai saat ini tengah merancang konsep pembangunan untuk 2018. Rencananya, fokus pembangunan yang akan dilakukan yakni di infrastruktur jalan dan sektor pariwisata. Untuk memenuhi target itu, anggaran di sejumlah organisasi perangkat daerah (OPD) yang dinilai berlebihan dan tidak masuk prioritas bakal dipangkas sehingga bisa dialihkan ke dua sektor itu. Termasuk juga jika ada sisa lebih anggaran (silpa) tahun ini juga akan dialihkan ke infrastruktur.
“Pada 2018 mendatang Pemkab akan fokus ke pembangunan infrastruktur dan periwisata. Meski demikian, bidang lain seperti kesehatan, pendidikan dan pasar,” kata Sekda Jepara Sholih, Kamis (16/3). Ditetapkannya dua sektor itu sebagai prioritas, kata Sholih, lantaran yang paling penting dalam pembangunan di Jepara. Dibangunnya sektor wisata akan secara otomatis akan membawa pembangunan di sektor lainnya.
Semisal sektor ekonomi dan investasi. “Namun pembangunan wisata perlu disokong dengan pembangunan infrastruktur jalan. Perbaikan jalan selain juga dibutuhkan untuk aktivitas masyarakat secara umum,” urainya. Hanya saja, Sholih belum memiliki penghitungan anggaran yang dialokasikan untuk infrastruktur dan pariwisata itu.
Belum ada gambaran terkait persentase alokasi anggaran untuk kedua bidang itu dari pagu anggaran yang ada. Menurut Sholih, untuk menentukan persentase itu, pihaknya masih melakukan penghitungan. Terlebih saat ini Jepara baru akan melaksanakan Musyawarah Rencana Pembangunan Daerah (Musrenbangda) yang didalamnya memuat usulan dari tingkatan desa, kecamatan, masing-masing OPD dan usulan DPRD yang terlegalisasi.
Angka Pasti
“Kami juga masih melakukan penghitungan dari hasil efisiensi anggaran yang longgar, juga dari sisa anggaran. Nanti baru ketemu angka pasti,” imbuhnya. Meski demikian, pihaknya meyakini tahun depan anggaran untuk infrastruktur dan pariwisata bisa ditingkatkan secara siginifikan sesuai rencana. Itu juga didukung dengan proses administrasi dalam penganggaran yang lebih tertib.
“Tidak ada lagi nanti kegiatan tambahan yang tidak jelas yang tiba-tiba muncul dalam proses pembahasan. Semuanya akan lebih tertib,” jelasnya. Data dari Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang Jepara, jalan yang berstatus jalan memiliki panjang 872,142 kilometer dan dibagi ke dalam 345 ruas jalan. Sebanyak 56 persen atau panjang 461,797 kilometer dalam kondisi baik. Sementara sebanyak 44 persen atau 380,346 kilometer dalam kondisi rusak.
Sementara untuk sektor wisata, Jepara memiliki potensi pariwisata di pantai dan Lereng Muria Jepara. Fokus pengembangan selama ini difokuskan di wisata pantai. ìTidak masalah wisata dikelola siapa. Oleh Pemkab, desa maupun swasta, terpenting dikelola dengan baik,î tambah Sholih.

Sumber Berita : http://berita.suaramerdeka.com/smcetak/anggaran-belanja-opd-dipangkas/