Jumat, 24 Maret 2017

Biaya Naik Haji Rp 34,89 Juta

JAKARTA- Panitia Kerja Biaya Penyelenggaraan Ibadah Haji (BPIH) DPR dan Kementerian Agama menyepakati komponen direct cost (yang harus dibayar langsung jamaah calon haji) pada penyelenggaraan ibadah haji tahun 2017 sebesar Rp 34.890.312 atau naik Rp 249.000.
Kesepakatan tersebut dicapai dalam rapat di Komisi VIII DPR, Kamis (23/3). Menurut Ketua Komisi VIII Ali Taher Parasong, direct cost meliputi harga rata-rata komponen penerbangan (tiket, airport tax, dan biaya layanan penumpang) Rp 26.143.812.
”Yang kedua, harga rata-rata pemondokan di Makkah 4.375 riyal. Rinciannya, 3.425 riyal dialokasikan ke dalam anggaran dana optimalisasi (indirect cost) dan 950 riyal yang dibayar oleh calon haji. Itu setara dengan Rp 3.391.500,” jelasnya.
Ketiga, living allowance 1.500 riyal yang ekuivalen dengan Rp 5.355.000. ”Itu akan diserahkan pada jamaah haji dalam mata uang Saudi,” kata Ali Taher dalam konferensi pers usai rapat. DPR dan Kemenag juga menyepakati biaya rata-rata sewa pemondokan di Madinah 850 riyal dengan sistem sewa semi musim. Sewa pemondokan dibiayai dari dana optimalisasi (indirect cost).
Tekan Biaya
Rapat juga menyepakati sejumlah hal lain, di antaranya nilai total indirect cost Rp 5.486.881.475.537 (Rp 5,48 triliun). Menurut Ali, secara garis besar indirect cost tersebut meliputi biaya pelayanan dan biaya operasional, baik saat di dalam negeri maupun di Arab Saudi. ”Rinciannya, biaya pelayanan di Saudi Rp 4.735.588.353.090.
Biaya pelayanan di Tanah Air Rp 270.182.591.077, biaya operasional haji di Saudi Rp 274.045.591.470, dan biaya operasional haji di dalam negeri Rp 167.064.939.900,” papar Ali. Disepakati pula alokasi anggaran safeguarding Rp 40 miliar untuk antisipasi selisih kurs dan kemungkinan timbulnya biaya tak terduga.
Menurut Ali, dibandingkan tahun lalu, BPIH 2017 naik Rp 249.008 ribu. Awalnya, pemerintah dalam hal ini Kemenag mengusulkan Rp 35,7 juta dengan alasan jumlah calon haji lebih banyak dari tahun sebelumnya. ”Tapi kami berhasil menekan biaya tersebut. Kami juga sepakat meningkatkan pelayanan,” imbuh Ali.
Komponen yang berhasil ditekan adalah biaya penerbangan. Adapun peningkatan pelayanan antara lain penambahan jumlah makan, yaitu di Makkah menjadi 25 hari dan Madinah 18 kali. Juga peningkatan kualitas layanan bus antarkota, bus shalawat, dan bus menuju Armina. Tenda yang digunakan di Arafah adalah tenda baru dengan pendingin yang lebih baik.

Sumber Berita : http://berita.suaramerdeka.com/smcetak/biaya-naik-haji-rp-3489-juta/